DOMINIQUE LEGACY #BAB 9

dldldl

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

DOMINIQUE LEGACY

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : DOMINIQUE LEGACY

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Typo itu, BUMBU! Don’t try to copy-paste without permission!

Happy Reading!

—–oooooo—–

Hyun Seung mengerjap dari keadaan tidak sadarnya ketika mendengar suara gebrakan pintu yang dibuka. Samar, pria itu melihat dua orang pria berjalan ke arahnya. Butuh beberapa detik bagi Hyun Seung agar bisa benar benar membuka mata dan sadar bahwa saat ini dirinya diikat disebuah kursi di ruangan yang kosong dan lembab. Pria itu tersentak. Lebih terkejut ketika mendapati Siwon dan—seperti dugaannya, Baek Young Il.

Ahjusshi” Hyun Seung menggeram pelan. Menatap Young Il dengan ketidakpercayaan dan amarah.

Young Il berjalan kearahnya dan mengusap pelan rambut Hyun Seung, tapi pria itu menggerakan kepalanya, enggan disentuh oleh Young Il “Maafkan aku, Hyun Seung-ah. Aku tidak berniat menyakitimu dan kakakmu. Hanya sayangnya, apa yang aku cari memang ada padamu. Salahkan saja takdirmu”

“Aku tidak percaya kau benar benar melakukan ini pada kami, ahjusshi

Young Il tertawa “Maka kau harus percaya sekarang”

Hyun Seung menatap Siwon yang memberikan senyum satu garisnya. Amarah dan kebencian terpatri di mata Hyun Seung. Pria brengsek itu, bagaimana dia bisa kembali ke ketangannya? Bagaimana kelanjutan cerita pelarian dia dan kakaknya. Dan dimana kakaknya sekarang? Pertanyaan pertanyaan itu terus berkecamuk di kepalanya.

“Bagaimana kau bisa kembali kesini? Gampang” Siwon seakan mendengar jerit hati Hyun Seung. Pria itu bersedekap tangan di depan dada “Apa kau fikir sikap anehmu tidak terlihat, Park Hyun Seung? Oh—dan semua CCTV yang aku pasang di setiap sudut rumah ini, tanpa kalian sadar” Siwon terkekeh di akhir kalimatnya, menikmati bagaimana wajah terkejut Hyun Seung. Ini benar benar menarik.

“Aku tahu kalian akan pergi dengan boat itu meskipun aku sudah bilang pada Hyuna bahwa benda itu rusak. Jadi yaa–”

“Kau mensabotasenya” Hyun Seung menggeram. Dia merasa menyesal menaiki boat itu bersama Hyuna. “Dimana dia? Dimana kakakku sekarang? Kalian apakan dia?!!” Hyun Seung berteriak meminta jawaban.

“Maaf Hyun Seung. Aku tidak tertarik dengannya jadi aku membiarkannya bermain dengan ikan ikan di laut. Dia akan mendapat banyak teman, kau jangan khawatir” Siwon terlihat tampak berfikir kemudian kembali bersuara “Atau mungkin, dalam perjalanan menuju surga?”

“Brengsek!”Tidak. Dia yakin kakaknya masih hidup.

Hyun Seung mencoba berontak melepaskan diri dari ikatan di kursinya membuat tubuhnya bergerak gerak hebat. Tapi itu semua dirasanya sia sia. Dan yang di dapatnya hanyalah energi yang terkuras membuatnya lemas.

“Sudahlah Hyun Seung, kau hanya membuang membuang tenagamu. Kau seharusnya sadar, bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini. Semua ada imbalannya. Anggap saja, penyerahan dirimu ini adalah balas budi karena aku telah menghidupimu dan kakakmu hingga sekarang” suara Young Il kembali membawa perhatian Hyun Seung padanya.

“Kami tidak pernah meminta untuk itu”

“Tapi kalian terluntang lantung dijalanan, tidak bisa makan dan nyaris mati di negeri orang. Meminta belas kasih orang untuk bertahan hidup. Kalian memintanya, kalian meminta untuk hidup”

“Lebih baik kami mati” Hyun Seung bernafas pendek pendek karena sudah diliputi dengan amarah. Matanya menatap penuh kebencian.

Young Il tertawa “Itu bukanlah kalimat yang akan dikatakan anak kecil seperti kalian saat itu. Kalian hanyalah bocah yang tidak berdaya” Young Il mendesah lalu menatap Hyun Seung “Tapi jika memang kau ingin mati, kau akan mendapatkan keinginanmu sebentar lagi, anak muda. Dan aku, akan mendapatkan segalanya”

Suara gaduh diluar membuat semua orang disana tersentak. Hyun Seung mendengar seseorang memanggil manggil nama kakaknya, siapa dia?

“Sial, pria itu” Siwon mendesis.

“Urus dia Choi Siwon” kata Young Il dan Siwon langsung melesat cepat.

“Kalian berdua” Young Il berteriak dan dua orang berbadan besar masuk “Bawa dia”

Kedua orang itu membawa paksa Hyun Seung dan mengikuti Young Il yang berjalan dengan angkuh di depannya. Tentu saja dengan sedikit perlawanan , tapi semua itu tak berarti. Ketika Hyun Seung keluar dari ruangan itu –yang bisa dia simpulkan sebagai gudang– dia dikejutkan dengan sekelompok orang –dia tidak yakin ada berapa jumlahnya tapi sepertinya cukup banyak– berbadan besar yang sedang berkelahi dengan—tunggu, bukankah itu Cho Kyu Hyun?

Ya, itu Kyu Hyun. Hyun Seung mengenali pria itu. Mereka berdiri terdiam untuk melihat kejadian itu sejenak.

“Lihat dia. Dia kemari juga untuk mendapatkanmu” Kata Young Il di depannya “Bukankah kau seharusnya senang, banyak orang menginginkanmu?” pria paruh baya itu terkekeh.

“Brengsek! Dimana kau sembunyikan Hyuna!” Hyun Seung kemudian mengalihkan perhatiannya melihat Kyu Hyun yang kini duduk berlutut bersimbah darah. Kedua lengannya dicekal kebelakang oleh dua orang berbadan besar juga. Tak jauh dari sana, Hyun Seung juga melihat seorang lelaki berambut cukup panjang yang keadannya tidak jauh berbeda dari Kyu Hyun.

Siwon berdiri di depan Kyu Hyun dengan angkuh “Cho Kyu Hyun, apa kau tahu bagaimana rupamu saat ini?”

Kyu Hyun merasakan darah yang asin dimulutnya “Aku tidak meminta apapun, hanya tolong  jangan sakiti Hyuna” ucapnya.

Siwon tertawa “Apa ini? Apa kau menyerah? Kau terlihat menyedihkan Cho Kyu Hyun”

Siwon berjalan lalu menarik kerah baju Kyu Hyun membuat pria itu mendongak “Dia sudah mati. Gadis itu sudah mati!”

Kyu Hyun mengeraskan rahangnya. Amarah terasa di ubun ubunnya.

“TIDAK! Noona belum mati!” Suara Hyun Seung terdengar dari dalam. Mereka mengalihkan perhatiannya pada Hyun Seung yang meronta dan entah bagaimana caranya dia bisa melepaskan diri dari dua pengawal di belakangnya. Pria itu berlari lalu menerjang Siwon.

BUGH!!!

Hyun Seung memukulnya sekali..dua kali.. lalu keadaan berbalik secepat kilat. Siwon menahan pukulan Hyun Seung dan menjatuhkannya. Ketika Hyun Seung terkapar di ditanah, Siwon pun maju untuk meninjunya.

Kyu Hyun yang melihat kejadian itu semakin marah. Kekuatannya tiba tiba kembali dan energinya terasa penuh. “ARGH!!” Dengan kencang dia melepaskan cekalan kedua orang di belakangnya dan menerjang Siwon sebelum pria itu memukul Hyun Seung.

“KAU BAJINGAN!!!!”

BUGH!

BUGH!

BUGH!

Sekumpulan orang disana langsung menarik Kyu Hyun dan mereka kembali berkelahi. Keadaan semakin kacau bahkan Hee Chul menendang kuat orang disampingnya sehingga mereka lengah dan pria itu menghajarnya. Hyun Seung kembali di tarik oleh kedua pengawal Young Il. Pria paruh baya itu tersenyum penuh kemenangan ketika sepertinya kemenangan ada dipihaknya. Dia juga membiarkan Hyun Seung menikmati tontonan berdarah itu demi menyiksa mentalnya.

Hyun Seung menatap Kyu Hyun cemas. Dan saat itu juga dia sadar, pria itu orang baik. Pria itu tulus. Pria itu bisa diharapkan. Pria itu bisa menolongnya, menolong kakaknya. Dilihat bagaimana gilanya Kyu Hyun bertaruh nyawa untuk mencari Hyuna, kakaknya. Dia yang sudah dalam kondisi parah memohon untuk tidak melukai Hyuna. Pria itu mencintai kakaknya dengan tulus! Hyun Seung meringis dalam hati, berharap Kyu Hyun dapat bertahan. Dia satu satunya harapan.

Mata Hyun Seung melebar ketika melihat Siwon yang datang menghamipiri Kyu Hyun dengan amarah dan—sebuah pisau ditanganya!

“Kyu Hyun Hyung!!!!!”

Kyu Hyun menoleh ke arah Hyun Seung ketika mendengar pria itu meneriakan namanya dan—SRET!

Mata Kyu Hyun melebar merasakan panas dikulit perutnya ketika mata pisau yang tajam menggores sepanjang garis abdomentnya.

Lalu—JLEB!!

Satu tusukan

JLEB!!

Dua tusukan

“CHO KYU HYUN!” Hee Chul berteriak. Dia langsung meninju keras lawan didepannya hingga ambruk dan berlari ke arah Kyu Hyun yang masih berusaha bertahan melawan Siwon dengan satu tangan yang memegangi perutnya yang berdarah.

BUGH!

Siwon menendang luka Kyu Hyun membuat pria itu ambruk.

“CUKUP!” Suara Young Il mengintrupsi. Siwon menatap pria paruh baya itu “Semua ini hanya menghabiskan waktu. Siwon , lebih baik kita berangkat sekarang” katanya.

Siwon lalu mengangguk lalu melemparkan pisau itu kesamping Kyu Hyun yang terduduk lemas dengan Hee Chul disampingnya, memegangnya agar tidak ambruk. Hyun Seung menatap Kyu Hyun khawatir dan tanpa diduganya pria itu balas menatapnya.

“Hyun Seung…” Kyu Hyun berucap lirih.

Hyung! Selamatkan noona, Hyung! Temukan noona! Dia pasti masih hidup. Dia pasti ada disekitar ini, Hyung!! Tolong HYUUUUUNGGGG!” tiba tiba Hyun Seung berteriak padanya membuat pria itu tertegun.

Dan Kyu Hyun hanya bisa menyaksikan kepergian mereka dengan lemas.

-o0o-

 

Hyuna menggerang tertahan ketika sinar matahari serasa menusuk matanya dengan tajam. Gadis itu berkedip pelan dan menyadari bahwa matahari  sudah sangat tinggi menandakan hari yang terik. Sudah jam berapa sekarang? Oh, pertanyaan yang lebih tepat adalah—apa yang terjadi?

“Argh” Hyuna memegangi kepalanya yang berdenyut saat dia mencoba bangun. Gadis itu menatap keseliling dan menemukan lautan lepas di depannya dan hutan belantara dibelakangnya. Ah, dia ingat. Tadi malam dia mencoba kabur dari tempat Siwon bersama Hyun Seung sebelum akhirnya …

“Hyun Seung?” Kepalanya bergerak gerak mencari adiknya. Panik dan khawtir mulai merambat menjadi satu. Dia berdiri dengan sigap melupakan kepalanya yang bedenyut semakin menyakitkan. Dengan sempoyongan, Hyuna mulai berjalan

“Hyun Seung-ah!” dia mulai memanggil. Namun suaranya tidak bertenaga.

“Hyun Seung-ah!” Sekali lagi dia memanggil. Hyuna tidak bisa lagi menahan dirinya dan menangis. Dia terisak sambil masih berjalan terseok memanggil nama Hyun Seung “Park Hyun Seung!”

Nafasnya tersengal sengal dan membuatnya lelah. Kakinya lemas seperti jelly membuat nya ambruk seketika. Hyuna masih terisak sambil kepalanya terus berputar. Dia tidak tahu seberapa jauh arus laut membawanya karena saat ini dia tidak bisa melihat villa Siwon sejauh matanya memandang. Tapi Hyuna yakin, dia masih berada di pulau yang sama.

“Villa” Hyuna mendesis lirih. Gadis itu menatap laut kemudian berfikir “Hyun Seung pasti masih berada disekitar villa” Dengan kekuatannya yang tersisa, Hyuna berdiri dan mulai berjalan memasuki hutan. Mungkin villa Siwon berada di balik tempatnya berada, atau mungkin juga tidak. Gadis itu tidak benar benar yakin, tapi berdiam diri juga bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Hyuna harus menemukan lagi villa Siwon dan dia harus mencari jalan untuk kesana. Pada akhirnya, gadis itu memutuskan untuk memotong jalur agar lebih cepat sampai dengan melewati hutan.

Sebelum benar benar melangkah, Hyuna melepaskan jaket parka yang terasa sangat berat di badannya. Mengambil ponselnya dan uang yang di simpan di dalam saku jaket lalu memindahkannya di saku celana piyamanya. Dia menarik nafas panjang sebelum akhirnya berjalan tertatih masuk ke dalam hutan.

-o0o-

Hyuna percaya bahwa rasa sakit dan ngilu ditubuhnya akan menghilang seiringnya waktu. Tapi ternyata, dia salah. Segalanya bertambah parah meski dia sudah berjalan berjam jam di tengah hutan yang bising dan menakutkan. Bahkan langit mulai berwarna orange membuat gadis itu menyipitkan mata. Matanya terasa ngilu. Dia tidak yakin apa kah rasa ngilu itu timbul karena bias cahaya yang terlalu terang atau memang ada sesuatu dimatanya yang membuatnya makin berkedut. Dia merasakan sakit dimatanya sejak di terbangun tadi, tapi dia pikir itu adalah efek dari air laut yang mungkin terlalu banyak masuk.

“Arghh” Demi Tuhan Hyuna seperti tidak bisa menahannya lebih lama. Kakinya terasa mati rasa sehingga membuatnya bertumpu pada sebuah pohon, dan akhirnya menyerah untuk berdiri. Gadis itu menunduk memegang kepalanya, lalu mendongak  menekan matanya yang ngilu. Perutnya sangat sakit sehingga gadis itu meremasnya pelan.

Hyuna mencoba duduk menyandar pada batang kayu di belakangnya. Dia meluruskan kakinya dan menatap kebawah mencoba melihat perutnya. Gadis itu mendesis saat menyentuhnya, dia membuka baju piyamanya dan menemukan luka memar yang membiru di sekitar sana. Hyuna meringis, dia ingat bahwa semalam perutnya terbentur pinggiran boat ketika ombak menghantamnya dan akhirnya jatuh.

Hyuna mengambil ponselnya untuk memeriksa benda itu rusak atau tidak. Dia membutuhkan cermin untuk membantunya memeriksa matanya yang tidak pernah berhenti berdenyut sedari tadi. Dan dia senang, karena ponselnya masih bisa dihidupkan.

Hyuna langsung mengernyit saat ponsel itu dihidupkan, puluhan ah, atau mungkin ratusan notif masuk dari orang yang sama. Ini pertama kali nya dia menghidupkan ponsel sejak malam itu, malam dimana dia memutuskan untuk meninggalkan Kyu Hyun.

Kyu Hyun.

Hyuna merindukannya.

Lupakan! Dia mensugesti dirinya.

Dia tidak ada bedanya dengan Siwon! Lagi dia mensugesti dirinya.

Hyuna menggerang sesaat sebelum membuka aplikasi kamera dan mematut wajahnya dengan seksama. Gadis itu tersentak saat melihat matanya yang sakit berubah warna sama persis seperti milik Hyun Seung dan ibunya.

Hyuna yang merasa belum yakin berulang kali mengedipkan matanya kalau kalau itu hanya ilusi akibat kelelahan dan dehidrasi yang menimpanya. Tapi tidak, itu benar adanya. Matanya berubah. Bukan hanya salah satu, tapi keduanya.

“Argh!” Hyuna berteriak saat dengan tiba tiba pukulan keras seperti menggema memukul bagian belakang kepalanya sehingga membuatnya berdenyut hebat. Dan dia berteriak lagi ketika matanya juga ikut berkedut.

Apa ini yang selalu dirasakan Hyun Seung ketika kambuh?

Hyuna tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya dan gadis itu mulai tergeletak menyamping. Nafasnya terdengar pendek pendek dan memilukan. Air matanya mengalir dan dia merasa sangat tidak berdaya.

Beginikah? Apa begini akhir hidupnya?

Bukankah dia tidak boleh menyerah seperti ini? Bukankah dia harus menemukan Hyun Seung yang sedang membutuhkannya?

Hyuna mulai kehilangan kesadarannya. Dan dengan tiba tiba saja bayangan Kyu Hyun terlintas di kepalanya.

Pria itu, pria satu satunya yang dia cintai. Pria yang tidak pernah dia tinggalkan. Hyuna makin menjatuhkan air matanya saat bayangan wajah Kyu Hyun terpatri jelas diingatannya. Suara tawa pria itu. Matanya yang mengintimidasi. Lengannya yang hangat. Pelukanya yang nyaman dan ciuman nya yang memabukan. Hyuna masih sangat mencintai pria itu, tentu saja.

Sebelum akhirnya mata itu benar benar terkatup, bayangan Kyu Hyun yang berlari kearahnya dari kejauhan dengan raut khawatir dan memanggil namanya membuat gadis itu tersenyum. Setidaknya, jika memang dia sudah tidak bisa lagi terbangun, dia msih bisa melihat siluet pria itu walau hanya khayalan.

“Cho Kyu Hyun”

 

-o0o-

Hyuna merasakan kehangatan yang nyaman menyelimuti tubuhnya, nyaris membuatnyamengurungkan niat untuk membuka mata dan mencari tahu sumber dari kenyamanan yang dia rasakan. Mungkinkah dia hanya bermimpi? Tapi tidak. Sentuhan itu jelas jelas bergesekan dengan kulitnya yang membeku yang berangsur menjadi hangat. Membuat rasa penasarannya lebih besar daripada egonya.

Matanya mulai mengerjap pelan bersemaan dengan usapan lembut dipipinya. Hyuna merasakan nafas seseorang yang sangat di wajahnya. Aroma ini– Gadis itu terkesiap, tidak mungkin itu Kyu Hyun kan?

“Kyu Hyun?” dia berucap serak walaupun matanya masih menyipit berusaha memperjelas pengelihatannya di tempat yang sangat gelap ini.

Hyuna berdesir ketika dengan tiba tiba bibirnya disentuh hangat oleh Kyu Hyun. Ya, dia yakin itu Kyu hyun. Cho Kyu Hyun-nya yang seharusnya tidak berada disini sekarang. Tapi malah memeluknya hangat dan bahkan menciumnya, memberinya kenyamanan.

“Ini aku”

Hyuna ingin bersuara lebih namun gadis itu merasa belum mampu. Seluruh sel tubuhnya masih sakit hanya untuk bergerak dan menjauh dari Kyu Hyun. Jika memang pria itu disini, bersamanya, tidak seharusnya Hyuna terlena dengan mudah dan untuk kesekian kalinya jatuh dalam pelukan laki laki ini. Dia harus menghindar dan berlari jauh, tapi sebelumnya dia ingin memaki dan mempertanyakan kehadiran pria itu disini, bersamanya.

“Tenanglah. Kau akan aman”

Hyuna meringis dalam hati. Aman? Bersamamu? Itu adalah hal terakhir yang aku percayai darimu, Cho Kyu hyun

Hyuna menyerah dengan keadaanya. Kembali memejamkan mata untuk mengumpulkan energinya. Dia tidak tahu bagaimana hidupnya setelah ini. Dia hanya merasakan tubuhnya yang bergerak teratur diatas pelukan Kyu Hyun dan gadis itu bisa menyimpulkan bahwa dia sedang ada di dalam sebuah mobil yang melaju entah kemana. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana nasibnya setelah ini.

-o0o-

Dengan luka lebam yang ada diwajahnya dan luka tusukan yang  belum sepenuhnya mengering di balik bajunya, Kyu Hyun terjaga sepanjang malam memandangi Hyuna yang kini terbaring lemah di ranjang. Beberpa goresan kecil di pipi Hyuna mengalihkan perhatian pria itu. Tangannya terulur dan mengusap pelan, takut Hyuna akan terbangun dari tidurnya.

Matanya lalu beralih pada tubuh Hyuna yang terbalut selimut. Rahangnya mengeras ketika mengingat memar di tubuh gadis itu dan luka luka di kakinya yang sempat dia lihat saat mengganti pakaiannya. Cho Kyu Hyun benar benar bersumpah akan membunuh Siwon setelah ini.

“Enghh” Kyu Hyun tertegun saat mendengar suara rintihan pelan dari Hyuna. Buru buru dia kembali memusatkan perhatiannya di wajah gadis itu, menunggu reaksinya.

“Kyu Hyun?” Kyu Hyun menelan ludahnya melihat Hyuna yang terang terangan menatapnya tidak suka. Sedetik kemudian, gadis itu terduduk dan langsung bersikap siaga. Membangun benteng pertahanan padanya.

“Bagaimana kau bisa disini? Tidak, bagaimana aku bisa disini? Apa yang kau lakukan?” Kyu Hyun menyadari itu, tatapan benci yang mematikan dari Hyuna. Membuatnya mencelos dan mulutnya terkunci rapat, tidak bisa bersuara.

Dilain sisi, Hyuna yang masih terkejut juga sedikit heran dengan lebam di wajah Kyu Hyun. Kenapa dengan pria itu?

Tidak, Hyuna harus membangun upaya perlindungan. Dia tidak bisa terkurung bersama Kyu Hyun. Tidak Siwon, ataupun pria ini. Ya Tuhan, dia lelah hidup dalam pelarian.

Saat pria itu lengah dan tenggelam dengan perasaannya pada Hyuna, Hyuna langsung bangkit dari duduknya secepat kilat dan mengabaikan denyutan di kepalanya. Gadis itu meloncat turun dari ranjang dan berlari ke arah pintu. Namun Kyu Hyun tidak seceroboh itu membiarkan Hyuna lari, dengan sigap pula pria itu melesat hingga tangannya menarik Hyuna mendekatinya.

“LEPASKAN AKU!!” Hyuna meronta hebat dalam kukungan Kyu Hyun. Reaksi tubuhnya seolah olah gadis itu jijik disentuh oleh nya.

“Kumohon, tenanglah! Aku tidak berusaha untuk menyakitimu!”

“Kau sudah menyakitiku!” Hyuna memalingkan wajahnya menatap Kyu Hyun dengan mata yang memanas, menyiratkan kesakitannya, kekecewaannya, kesedihan dan ketakutannya pada pria itu.

Kyu Hyun membalik Hyuna dengan keras membuat gadis itu menatapnya. Dia memegang pundak Hyuna kuat “Itu tidak benar, Hyuna. Kumohon tenanglah”

“KAU—BRENGSEK!”

Kyu Hyun tersentak. Hatinya berdenyut sakit mendengarnya. Tapi dia tidak menyangkal. Itu adalah kalimat yang pantas untuknya.

Hyuna mencekam kerah kemeja Kyu Hyun dengan kuat “Kenapa? Kenapa kau melakukannya padaku? KENAPA KAU SETEGA ITU?!!” Air matanya mengalir.

“A-aku–“ Hyuna mulai terisak, lalu kembali berteriak “Aku dengan bodohnya jatuh cinta padamu, orang yang jelas jelas akan menyakiti adik ku. SIALAN KAU CHO KYU HYUN! SIALAN KAU!!”

“KENAPA HARUS HYUN SEUNG, HA?!! KENAPA HARUS DIA? KENAPA SEMUA ORANG TERUS MENGUSIK HIDUPNYA!!”

Hyuna masih meluapkan emosinya yang berapi api, dan membiarkan Kyu Hyun menatapnya dalam kesakitan.

“BUNUH SAJA AKU, BUNUH AKU CHO KYU HYUN, AMBIL SEMUA YANG KAU INGINKAN DARIKU SEBAGAI GANTINYA. JANGAN SAKITI DIA!!!” Hyuna meninju dada Kyu Hyun dengan kuat “BUNUH AKU!!”

“DIAMLAH!”

“JANGAN BERTERIAK PADAKU!!” Hyuna mengunci mata Kyu Hyun dengan tatapan membunuh yang berlinang air mata. Lagi lagi pria itu hanya bisa terdiam. Hyuna sangat sangat rapuh saat ini. Dia bisa jatuh kapan saja. Keadaan gadis itu juga sedang labil. Kyu Hyun harus ekstra sabar menghadapinya.

Pintu menjeblak terbuka dan Kyu Hyun menemukan Hee Chul yang berjalan dengan raut khawatir di belakang Hyuna. Hee Chul menatap Hyuna dan Kyu Hyun bergantian. Dia mencelos melihat Hyuna yang menangis terisak dengan tangannya mencengkram kemeja Kyu Hyun.

“Hyuna” Hee Chul mencoba memanggil namanya, tapi gadis itu tidak bergeming.

“Tunggulah di kamarmu, hyung” Kata Kyu Hyun yang langsung dijawab anggukan oleh Hee Chul.

Kyu Hyun kembali menatap Hyuna dengan lembut.

“Akan aku jelaskan semuanya, tapi kau harus tenang Hyuna. Berjanjilah padaku”

“Terimakasih, aku sudah mengetahui semuanya”

“Tidak, kau tidak tahu apapun”

Hyuna menatap Kyu Hyun skeptis “Apa yang tidak kuketahui? Oh! Apakah ada rencana lain selain mengambil mata milik Hyun Seung?”

“Hyun Seung” Kyu Hyun berujar pelan “Hyun Seung yang mengirimku kesini. Dia yang memintaku untuk menyelamatkanmu”

Hyuna tertawa hambar “Bagus. Kau membuat cerita yang sangat bagus”

“Hyuna” Kyu Hyun memanggil gadis itu ketika Hyuna hanya tertawa terus sampai tubuhnya bergetar. Dia tahu bahwa gadis itu tidak mungkin percaya padanya, tapi itulah yang terjadi.

“DENGARKAN AKU!” Kyu Hyun meninggikan suaranya mengguncang tubuh Hyuna. “Pagi itu aku datang untuk menyelamatkan kalian berdua, tapi—“ Kyu Hyun menatap Hyuna penuh penyesalan “Tapi aku gagal. Aku gagal membawanya pergi dari sana!” Tangan kyu Hyun jatuh lalu mengusap kepalanya kasar. Pria itu membalikan badannya tidak ingin terlihat rapuh di depan Hyuna. Dia bahkan melupakan fakta kalau kalau Hyuna bisa saja lari keluar dari kamar hotel yang telah dipesannya itu.

“Semuanya terjadi begitu saja hingga saat Hyun Seung berteriak padaku dan untuk mencarimu dan menyelamatkanmu. Dia–” Kyu Hyun menutup wajahnya dengan satu tangan “Aku tidak tahu kenapa tapi dia begitu percaya padaku. Dia benar benar melakukan itu, hal yang seharusnya tidak dilakukannya”

Hyuna hanya mematung di tempatnya. Benarkah? Benarjah Hyun Seung melakukan itu?

“Bagaimana bisa?” suara Hyuna tertahan “Lalu dimana Hyun Seung sekarang?” gadis itu menatap getir kearah Kyu Hyun dengan air matanya yang kembali mengalir.

“Mereka membawanya” Kyu Hyun berbalik menatap Hyuna. “Kembali ke Mississippi”

 

-o0o-

 

Kyu Hyun melirik Hyuna yang masih terduduk diam di atas ranjang walau gadis itu sudah siap untuk pergi dengannya. Gadis itu seperti tidak punya raga. Dia tidak mati tapi juga tidak terlihat hidup.

Yah, Kyu Hyun menyadari itu, bahwa Hyuna yang masih menyimpan kecurigaan padanya membuat gadis itu menciptakan jarak yang kuat bagi mereka berdua.

Kyu Hyun mendesah. Dia menutup tas laptopnya dan berdiri. Telah siap sepenuhnya untuk berangkat sebelum hari semakin siang. Tapi matanya masih lekat memandangi Hyuna yang seperti patung.  Pasti dia memikirkan Hyun Seung. Batin Kyu Hyun.

Hee Chul masuk mengalihkan perhatian Kyu Hyun.

“Ayo berangkat. Pesawat akan pergi dua jam lagi”

Kyu Hyun mengangguk “Terimakasih, hyung” ucapnya tulus. Kyu Hyun amat sangat serius mengucapkan kata itu untuk Hee Chul. Baginya, dia tidak akan mampu sampai ke titik ini dan mengatasi keadaan yang sudah terlanjur kacau ini jika Hee Chul tidak bersamanya. Hee Chul berjuang bersamanya. Hee Chul selalu menjadi tonggak supaya dia menjadi lebih kuat. Hee Chul mengisi semua kekosongan yang mungkin tidak mampu Kyu Hyun selesaikan. Dia benar benar membantu dari hal yang terkecil hingga hal yang besar.Seperti saat ini, semua urusan keberangkatan mereka ke Mississippi juga telah beres dan itu berkat Hee Chul.

“Aku akan menunggu diluar” Kata Hee Chul lalu menatap ke arah Hyuna sekilas, menepuk pundak Kyu Hyun dan mengambil tas berisi laptop Kyu Hyun sebelum akhirnya benar benar pergi meninggalkan ruangan.

Kyu Hyun membasahi kerongkongannya sebelum bergerak mendekati Hyuna “Hyuna”

“Jangan panggil namaku seperti itu” diluar dugaan, reaksi Hyuna kembali menohok Kyu Hyun.

“Baiklah. Terserah kau” Pria itu tidak akan bersikap lunak hanya karena Hyuna menyiratkan kebencian yang dalam padanya. Selain itu bukan gayanya, dia juga berencana untuk mengimbangi gadis itu mengingat Hyuna masih dalam kondisi yang labil dan luar biasa terguncang. Kyu Hyun berharap sikapnya tidak akan membebani gadis itu.

“Ayo pergi”

Hyuna menatap Kyu Hyun tajam “Apa kau fikir aku akan pergi denganmu? Apa kau fikir aku percaya padamu?”

“Kau harus!”

“Kau brengsek. Bajingan gila!” Lagi Hyuna menyumpahinya.

“Ya, aku tahu itu”

“Kau penipu!”

“Penjahat!”

“Kau lebih buruk dari apapun!”

“Aku membencimu!”

Kyu Hyun terhenyak. Mendengar Hyuna mengatakan bahwa dia membencinya ternyata memberikan efek yang dahsyat bagi tubuhnya. Pria itu meremang dan hatinya terasa jatuh, dan itu menyakitkan.

Kyu Hyun mngepalkan tangannya lalu dengan cepat mencekal lengan Hyuna menariknya berdiri. “Kita tidak punya waktu”

“Lepaskan!” Hyuna kembali berontak.Tapi Kyu Hyun terus menariknya.

“Cho Kyu Hyun, kau menyakitiku!”

“Kau yang menyakiti dirimu sendiri”

“Aku hanya tidak mau pergi dengamu, sialan!” Hyuna menghempaskan tangannya dari genggaman Kyu Hyun tapi itu tidak mudah. Pria itu terlalu kuat. Dia diseret sepanjang lorong hotel dan membuat seorang petugas kebersihan yang lewat menatap mereka heran.

“Tolong, tolong aku. Pria ini ingin menyakitiku” Hyuna memelas pada pekerja itu.

“Tuan, kurasa anda menyakiti nona ini. Dia tidak ingin ikut denganmu” petugas kebersihan itu menghadang Kyu Hyun, memeperingatinya.

“Dia akan baik baik saja. Dia istriku dan kami sedang bertengkar jadi dia bertingkah kekanakan” Hyuna melebarkan matanya mendengar jawaban Kyu Hyun yang sangat ampuh membuat pekerja tersebut membisu.

“Apa? Tidak. Bukan! Aku bukan istrinya. Dia gila, kumohon tolong aku”

Hyuna mencoba menarik narik lepas tangannya. Diluar dugaan Kyu Hyun malah menariknya dan mengangkatnya, lalu meletakan gadis itu dipundaknya. Tidak memperdulikan denyutan yang berasal dari luka perutnya “Aku akan sangat menghargai jika kau tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga kami” Kata Kyu Hyun dalam pada pekerja tersebut dan dia lagsung mundur dari hadapan Kyu Hyun “Terimakasih” gumam pria itu.

Yah! Turunkan aku, Cho Kyu Hyun!” Hyuna memukul mukul punggung Kyu Hyun yang keras namun pria itu berjalan dengan santai seolah olah tidak ada yang terjadi.

“Ikut aku dengan tenang Hyuna, aku berjanji akan menyelamatkan Hyun Seung”

“Kau tidak boleh menyentuhnya!”

“Aku ingin menyelematkannya, Ya Tuhan” Kyu Hyun bersuara frustasi.

“Pembohong. Kau tidak membantunya, kau membahayakannya. Aku akan menyelamatkannya sendiri”

“Dengan cara apa?”

“Apapun! Bahkan jika harus menukarkan nyawaku. Bahkan jika aku harus mati demi dia”

“Berhentilah bicara seperti itu, Park Hyuna !!” Kyu Hyun berteriak di depan lift. Nafas Hyuna terdengar tersengal sengal dan keheningan menyelimuti mereka. Pintu lift terbuka dan beberapa orang di dalam sana menatapnya heran.

“Maaf, aku perlu sedikit privasi dengan istriku. Kami sedang bertengkar” Kata Kyu Hyun dan beberapa orang di dalam sana langsung mengerti. Mereka keluar dan memberi Kyu Hyun tempat hanya untuk dirinya dan Hyuna.

“Kalian masih muda, selesaikanlah semua masalah dengan baik” Saran seorang wanita tua.

“Terimakasih” Kata Kyu Hyun sebelum pintu lift benar benar tertutup.

Kyu Hyun masih terus menggendong Hyuna di pundaknya hinga berjalan di basement hotel. Hee Chul bahkan melompat keluar dari mobil karena terkejut melihat Hyuna yang terkulai lemas di pundak Kyu hyun.

Yah! Apa yang kau lakukan padanya”

“Dia terus menolak untuk ikut”

“Dia lebih seperti gadis yang pasrah, Cho Kyu Hyun” Hee Chul menatap Hyuna dengan kasihan. Gadis itu memang sudah terdiam sejak mereka di lift tadi.

“Buka kan pintu” Kata Kyu hyun pada Hee Chul. Hee Chul segera membuka pintu belakang dan Kyu Hyun menurunkan Hyuna dengan perlahan di dalam nya. Pria itu terkejut saat mendapati pipi Hyuna yang basah saat dia mendudukannya di kursi. Sejak kapan gadis itu menangis?

Tangan Kyu Hyun bergerak untuk mengusap pipi Hyuna yang basah namun gadis itu menolehkan wajahnya kesamping secepat kilat. Sebuah penolakan lagi, Kyu Hyun tertegun. Pria itu hanya bisa mendesah kecil lalu setelah memastikan sabuk pengaman terpasang di tubuh  Hyuna, dia berjalan kedepan dan duduk disamping Hee Chul yang telah siap di belakang kemudi menuju bandara.

“Kita berangkat” katanya. Matanya melirik Hyuna melalui kaca dan gadis itu lebih memilih memandang keluar jendela dalam diam.

-o0o-

Biloxi Gulfport Airport, Mississippi. 20.40 PM

Hyuna merasakan nafasnya tercekat ketika dia menghirup kembali udara kota Mississippi yang membawa seribu kenangan buruk di ingatannya. Kebenciannya pada kota ini, kota yang menjadi tanah kelahiran Hyun Sung pun makin menjadi. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya harus berada disini lagi dan terkungkung dalam masalah yang sama.

Wajahnya memerah menahan amarah dan kesedihan ketika mengingat bagaimana dia harus kehilangan kedua orang tuanya dengan cara yang tidak manusiawi di tempat ini. Semua mimpi buruk dan bayang bayang setan yang menghantui hidupnya muncul dari tempat ini. Hyuna secara tidak sadar mengencangkan kepalan tangannya yang sedang di genggam Kyu Hyun, membuat pria itu menatapnya dan merasakan perubahan raut Hyuna.

“Kau tidak apa apa?”

“Apa kau senang, mempermainkan aku? Bagaimana kau setega itu membawaku kembali kesini?” Hyuna bertanya dan suaranya penuh kesakitan.

“Karena Hyun Seung ada disini, karena kau akan menyelematkannya. Bukan begitu?” Kyu Hyun balik bertanya.

“Seharusnya tempat ini tidak pernah ada” Hyuna membalas tatapan Kyu Hyun.

Kyu Hyun tidak menjawab dan menghindari tatapan Hyuna. Dia tidak tahan dengan tatapan kesakitan itu. Sesungguhnya Kyu Hyun merindukan Hyuna yang dulu, yang masih dengan sukarela memberikannya senyum yang bisa memporak porandakan hatinya. Dan Hyuna yang secara gamblang mengutarakan perasan sayangnya untuk pria itu, Hyuna yang menginginkan pria itu dan Hyuna yang mengatakan bahwa dia mencintai Kyu Hyun, bukan membencinya.

Kau berharap terlalu banyak, Cho Kyu Hyun. Setelah gadis itu mengetahui betapa berengseknya dirimu, dia tidak akan memujamu seperti dulu. Kata hatinya berbicara.

Kyu Hyun dan Hyuna berdiri di sisi bandara menunggu Hee chul dan tak lama pria itu datang dengan mengendarai sebuah mobil yang Kyu Hyun sendiri tidak tahu bagaimana pria itu mendapatkannya. Bukankah segala sesuatu memang Hee Chul yang mengurus?

Di perjalanan, Kyu Hyun kembali mengambil kesempatan melihat Hyuna dari kaca. Gadis itu terlihat sangat lelah dan tidak bertenaga. Dia memejamkan matanya, terkulai lemas di kursinya.

Chéri sudah mengunggu kedatangan kita” Kata Hee Chul memecah keheningan.  “Chéri dan ayahmu” lanjutnya.

“Apakah semua aman? Kantor pusat tidak tahu bahwa Hyuna bersama kita, kan?”

Hee Chul mengangguk “Aku menjamin itu. Kita hanya perlu datang melapor besok agar mereka tidak curiga”

“Aku mengerti. Aku akan melakukan segala cara agar Hyuna aman bersama kita selagi kita menyelamatkan Hyun Seung”

“Bagaimana? Apa rencanamu sekarang?”

“Mungkin, sedikit bantuan dari ayahku” Kyu Hyun menyandarkan kepalanya dan berusaha memejamkan mata. Dia juga lelah, sangat. Energinya terkuras habis habisan seminggu ini. Ditambah beban pikiran yang menumpuk, dia terlihat stress. Oh-jangan lupakan luka diperutnya yang masih membuatnya meringis nyeri di waktu tertentu.

Hyuna yang tidak benar benar tidur terus mendengar percakapan itu.

“Bagaimana kondisimu?” Hee Chul kembali bertanya

“Emm. Tidak terlalu buruk”

“Aku akan meminta Chéri mengobatimu lagi dan mengganti perbanmu”

“Aku hanya perlu mengganti perbannya” Kyu Hyun melipat tangannya di dada dan mencari posisi yang nyaman untuk kepalanya.

“Aku hanya mengobati lukamu dengan obat seadanya kemarin. Kau harus di periksa lagi supaya lukamu tidak infeksi”

“Hmmm” Kyu Hyun hanya menggumam dan Hee Chul menghela nafas, lalu pria itu kembali memfokuskan dirinya pada jalan raya. Membiarkan Kyu Hyun mengambil waktu nya untuk istirahat sejenak. Perjalanan dari bandara menuju Kota Gulfport memakan waktu 1jam dan mungkin lebih untuk sampai di kediaman mereka.

Hyuna mencelos dalam hati ketika mendengar mereka. Apa ada luka lain selain di wajah Kyu Hyun? Tepatnya, bagaimana bisa dia mendapatkan luka itu? Berbagai rasa penasaran menyelimutinya sebelum benar benar kalah oleh rasa kantuk dan tertidur.

-o0o-

Hyuna mengerjapkan matanya ketika dia merasa tubuhnya berada dalam gendongan seseorang. Dan dia tidak terkejut ketika mendapati wajah Kyu Hyun tepat berada di depannya. Pria itu menyadari Hyuna yang terbangun, meliriknya sekilas lalu kembali menatap arah jalannya.

“Kau akan membawaku kemana?”

“Ke kamarku”

“Apa?!” Hyuna tersentak dan gadis itu baru saja akan berontak saat suara Kyu Hyun kembali terdengar di telinganya “Diamlah, kau berat”

“Kalau begitu turunkan aku”

“Tidak”

“Kenapa?”

“Melakukan ini membuat rasa rinduku padamu sedikit terobati”

Hyuna terdiam seribu bahasa.

Tenang Hyuna. Itu hanya tipu muslihat. Pria di depanmu ini tidak benar benar dengan ucapannya.

Gadis itu langsung memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin kembali lagi terjerat oleh Kyu Hyun, pria jahat itu.

Hyuna menatap keatas, kearah atap atap yang terang dan sedikit unfamiliar di matanya meskipun seharusnya dia tahu bagaimana rumah bergaya Amerika kebanyakan. Tapi desain rumah ini sangat berbeda seperti rumahnya dulu yang berada di Mississippi. Ini lebih—mewah.

Kyu Hyun membuka sebuah pintu dan pria itu masuk lalu meletakkan Hyuna perlahan di ranjang.

“Kenapa kau melakukan ini padaku? Bukankah hanya Hyun Seung yang kau inginkan? Dan kenapa kau selalu berkata akan menyelamatkannya?” kata Hyuna terdengar ketus saat bahkan tangan Kyu Hyun masih berada di bawah lututnya. Mereka berada dalam posisi yang sangat dekat.

“Aku tidak ingin membahasnya”

“Kau brengsek, Cho Kyu Hyun”

“Kau sudah mengatakannya”

“Kau…kau bajingan!”

“Kau juga sudah mengatakannya”

Hyuna terdiam dan dia sempat terhipnotis oleh mata teduh itu. Jujur, bukankah dia juga merindukan Kyu Hyun? Ya, sangat. Dan gadis itu merasa ingin menarik leher pria itu dan menciumnya, cepat dan—panas. Cho Kyu Hyun, semakin dia berusaha untuk membencinya, semakin kuat rasa untuk memiliki pria itu.

Hyuna sadar saat Kyu Hyun bergerak pelan ke arahnya. Sorot mata teduh itu menguncinya dan Hyuna antara percaya dan tidak percaya menemukan kerinduan di dalamnya. Namun lagi lagi egonya berkata keras. Gadis itu memalingkan wajah ketika Kyu Hyun hampir menyentuh bibirnya hingga bibir Kyu Hyun menempel di pipinya. Itu pun membuat Hyuna bergetar.

Dan membuat Kyu Hyun kecewa.

“Istirahatlah” kata Kyu Hyun sebelum akhirnya keluar dari kamar itu.

Hyuna mendengar suara pintu tertutup dan gadis itu langsung hancur. Tangisannya keluar, perlahan dan mulai keras hingga dia sendiri dapat mendengarnya. Sungguh, banyak sekali yang menjadi sumber kesedihannya saat ini. Hyun Seung, Kyu Hyun, dan—dirinya sendiri. Semua terasa kacau. Hyuna mulai terisak, terdengar keras dan dia tidak perduli.

Kyu Hyun bisa mendengar isakan itu. Isakan Hyuna yang terdengar memilukan. Dia menutup mata merasakan dentuman hebat di jantungnya yang tidak suka mendengar kesakitan dari Hyuna. Setiap isakan gadis itu seperti pukulan mematikan untuknya.

Cho Kyu Hyun, bagaimana bisa kau menyakiti dia. Gadis yang—kau cintai?

 

To be Continued

 

Advertisements

15 thoughts on “DOMINIQUE LEGACY #BAB 9

Add yours

  1. Kyu dalam posisi serba salah kesalahanya yg memanfaatkan cinta hyuna demi tujuanya membersihkan nama baik orang tuanya membuat hubungan ya dgn hyuna memburuk pasti hyuna cukup trauma dikhianati 2 orang terdekatnya demi keuntungan masing2 hyuna jd pribadi tertutup dan dingin

  2. Nyesek bgt bacanya. Sekarang keadaan bner2 berbalik. Kyuhyun yg harus mengemis perhatian hyuna. 😂
    Gmn kabar hyunseung sekarang ? Semoga dia cepat ditemukan … 😥😣

  3. Sedihhh…
    Liat kisah KyuNa…
    Terus gimana nasib Hyun seung???

    Semoga semuany baik2 saja, dan usha Kyuhyun nggak sia2…
    Dan Hyuna bisa percaya lg ke Kyuhyun…

    Gimana ya reaksi Hyuna klw Kyuhyun punya luka yg parah..

  4. kasian kyu, yang sabar ya hohoho
    kenapa hyena jadi punya mata kayak hyunseung? apa gara” kecelakaan dikapal itu?
    kalo siwon tahu bisa gawat jadinyaa, takut hyuna dijadiin next percobaannya 😥

  5. kenapa harus to be continued, padahal lagi seru” nya, fighting ya Thor semoga ff nya publish lebih cepat!!!!!!!

  6. waahhh kenapa harus serumit ini….
    Tonggal percaya aja ama kyuhyun lo…
    Tpi jgn” penangkalnya malah ada dihyuna lagi,,,
    Kan mata hyunseung udah gak knapa” lagi…
    Terus lewat darahnya gak biasa apa ?? Apa harus dari mata siii,,,
    seremmm…
    Ntar” kalo ujung” buta gmna ?? Mending buta,, la kalo dibunuh sekalian,,, hmmmmmmmmmm

  7. kalo diposisi kyuhyun mungkin lebih milih notok kepalanya hyuna biar diem xD susah banget ya ngembaliin kepercayaan orang yg udah kabur. Khawatir sm keadaan hyunseong skrg, semoga saat kyuhyun nemuin hyunseong nanti, siwon belum bertindak apapun

  8. Kasihan lhat mereka berdua kyk gtu……
    Smga segera terungkap semuanya
    Lalu apa kbr mata nya hyuna yg mirip kyk hyun seung??????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: