DOMINIQUE LEGACY #BAB 8

picsart_09-16-12-06

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

DOMINIQUE LEGACY

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : DOMINIQUE LEGACY

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Typo itu, BUMBU! Don’t try to copy-paste without permission!

Happy Reading!

—–oooooo—–

Siwon mematikan mesin mobil ketika telah sampai di depan sebuah hunian sederhana yang tampak nyaman. Seperti yang sudah dijanjikan, mereka pergi ke tempat pribadi pria itu. Dan tentu saja, dengan maksud menyembunyikan mereka berdua.

Pria itu melirik ke samping dimana Hyuna tertidur dengan kepala terkulai lemas. Begitu pula dengan Hyun Seung yang duduk dibelakang. Wajar jika mereka sampai terkapar seperti ini, perjalanan mereka cukup jauh. Jauh sampai Siwon yakin Cho Kyu Hyun itu tidak dapat menemukan mereka. Tapi, tidak. Dia tahu bahwa Kyu Hyun dapat menemukan mereka, Siwon meyakininya dan diam diam berucap salut pada pria itu. Tapi dia juga yakin bahwa Kyu Hyun akan tiba disini dengan tanpa menemukan apapun selain dirinya dan kedua tawanannya yang telah menghilang. Senyum tipisnya mengembang.

Sebelum membangunkan Hyuna dan Hyun Seung, Siwon turun dari mobil dan berjalan beberapa langkah  kedepan. Raut wajahnya benar benar tidak menggambarkan ‘si malaikat tampan’ Choi Siwon. Pria itu lalu menghubungi seseorang, Young Il.

“Kami sudah disini. Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Ah. Bagus sekali. Tunggu beberapa saat lagi. Aku akan mengamankan situasi disini dan mengurus Cho Kyu Hyun beserta rekan rekannya. Setelah keadaan terkendali, aku akan kesana dan mengambil langsung mata anak itu”

“Jadi yang perlu kulakukan saat ini hanya menjaga mereka?”

“Ya”

“Itu bukan sesuatu yang sulit”

“Tetap berhati hati. Kau bisa saja tertangkap sewaktu waktu”

Siwon mendengus “Kupikir tidak. Hyuna dan adiknya terlalu bodoh untuk bisa sampai ke tahap itu”

Dan Siwon pun mematikan sambungan telepon. Pria itu menghela nafas melirik sebentar kearah mobilnya. Sabar. Batinnya. Selangkah lagi dan kau akan mendapatkan hasil dari jirih payahmu selama ini Choi Siwon.

Pria itu tidak sadar. Ada sepasang mata yang memperhatikannya di kegelapan.

Siwon lalu kembali ke mobilnya, membangunkan Hyuna dan Hyun Seung. Tentu sebelum itu, dia memakai kembali topeng malaikat di wajahnya. Dia benar benar tahu bagaimana menggunakan kelebihan dari paras nya yang menonjol.

“Bangunlah, Hyuna. Kita sudah sampai” Bisiknya selembut bulu di telinga gadis itu dengan mengguncang tubuhnya pelan. Siwon melepas seat bealt yang terpasang  di tubuh Hyuna. Lalu beralih membuka pintu belakang meninggalkan Hyuna yang perlahan mulai tersadar.

“Park Hyun Seung. Bangun tukang tidur!” Sambil memukul lumayan keras paha Hyun Seung membuat pria itu terjengat kaget.

“Ah! Hyung” Hyun Seung merajuk dan Siwon hanya tertawa.

Siwon kemudian berjalan kebelakang, membuka bagasi mobil dan menurunkan tas berisi pakaian Hyuna dan Hyun Seung. Tiba tiba gadis itu telah berdiri disampingnya.

“Jadi, ini pulau milik-mu?” Tanya Hyuna sambil menekankan kalimatnya, bermaksud menggoda.

Siwon tersenyum lalu menutup bagasinya “Ya. Bagaimana?”

Hyuna mengangguk lalu menghela nafas “Pulau nya cantik” Hyuna dapat mendengar suara ombak. “Apa ada laut? Tunggu, bagaimana kita kesini? Dengan mobil?” Hyuna bertanya Tanya heran. Jika ini pulau, seharusnya mereka harus menyebrang laut atau—sesuatu seperti itu.

Siwon terkekeh “Sebenarnya ini bukan benar benar pulau. Hanya saja, dengan sedikit  keberuntungan, aku bisa memiliki daerah paling ‘tersudut’ dan sangat terpencil ini. Lalu aku membangun hunian, seperti yang kau lihat—“ Siwon menunjuk bangunan yang berdiri di depan mereka.

“Ini terlalu sepi, kau tahu”

“Ya, terkadang aku membutuhkan ketenangan”

“Dan insipirasi untuk tulisanmu?”

“Kau bisa menganggapnya begitu”

Hyuna melihat sekeliling. Benar benar ditumbuhi oleh pepohonan kecuali tempat dimana dia berdiri. Sedikit membuatnya merinding. “Nama daerah ini apa?”

“Kau benar benar ingin tahu?” Siwon menaikan alisnya menggoda Hyuna dengan tatapan ‘meskipun aku memberitahumu kau pasti tidak tahu’

“Ah- arraseo arraseo

Dengan tiba tiba, Siwon menarik tangan Hyuna berjalan agak menjauh dari mobil mereka. Hyuna melihat jalan setapak yang meluncur kebawah.Mereka seperti berdiri di sebuah tebing. Lalu dia terkesiap ketika matanya menangkap laut yang terbentang. Lalu melihat sebuah Boat dibawah sana yang tergeletak dipasir.

Siwon melihat arah tatapan Hyuna “Boat itu sudah lama terbengkalai, mungkin sudah rusak”

Mereka berdua –tidak lupa Hyun Seung- masuk dengan Siwon yang membawa tas Hyuna ke dalam kamar tamu yang ada disana.

“Hanya ada dua kamar. Hyun Seung akan berbagi kamar denganku. Kau bisa pakai yang ini” Hyuna mengangguk berterimakasih.

“Tidak bisakah aku tidur denganmu saja, noona?” Kata Hyun Seung menatap Hyuna dan Siwon bergantian. Protes.

Aigoo. Mengertilah bahwa kakakmu adalah wanita dewasa dan wanita dewasa butuh privasi” Kata Siwon menepuk nepuk bahu Hyun Seung.

“Kurasa tidak apa apa. Hyun Seung mungkin merasa lebih aman jika bersamaku”

“Tenang saja, Hyuna. Tidak akan ada yang terjadi saat kalian bersamaku”  Setidaknya untuk saat ini. “Jadi, pakailah ruangan ini dengan nyaman”

“Oh- terimakasih. Kau sudah banyak membantu”

“Baiklah kalau begitu, Hyun Seung-ah. Ayo kekamarku. Biarkan kakakmu tidur. Kau juga perlu istirahat” Ajak Siwon pada Hyun Seung. Pria itu mengangguk patuh.

Sebelum Hyun Seung pergi, Hyuna memegang tangan Hyun Seung “Jangan khawatir Hyun Seung-ah. Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu. Tidak akan pernah” Bisiknya sampai hampir menangis. Genggaman tangannya di tangan Hyun Seung mengeras. Pria itu tahu bagaimana emosionalnya kakak nya saat ini. Bahkan dia juga merasakannya.

“Aku selalu mengandalkanmu, noona. Sekarang tidurlah” Hyun Seung maju satu langkah dan mengambil kepala Hyuna lalu mengecup dahinya. Menekannya lumayan lama memberikan ketenangan pada kakaknya. Lebih tepatnya, mereka saling membagi ketenangan.

-o0o-

Kyu Hyun tersentak kaget dan mengangkat kepalanya yang terkulai lemah di setiran mobil. Dia melirik kesamping dan menyadari keterkejutannya karena Hee Chul yang masuk dan menutup pintu dengan lumayan keras.

Matanya menyipit menyadari matahari mulai terik.

“Aku sampai lupa bagaimana rasanya tidur di kasur” Kata Hee Chul yang juga merasa lelah. Dua hari terakhir mereka habiskan dijalanan mencari informasi disana sini.

“Makan ini” Hee Chul menyodorkan roti dan susu yang dia beli di mini market.

Dwesseo

“Apa kau fikir kau ini mesin? Kau juga butuh makan, bocah!” Hee Chul berteriak lagi memarahi Kyu Hyun seperti anak kecil. Ini sudah yang keberapa kali sejak dua hari yang lalu pria itu terus dibuat naik darah oleh Kyu Hyun. Meskipun dia juga harus mengakui, dalam situasi genting pun Cho Kyu Hyun dengan otak jenius nya masih bisa bekerja sama. Pria itu cepat tanggap untuk memikirkan kemungkinan kemungkinan keberadaan Hyuna yang ditelusuri dari jejak yang ditinggalkan Young Il saat mereka mengunjungi rumah pria itu, yang ternyata sudah kosong.

Kyu Hyun yang malas untuk berdebat, mengambil apa yang diberikan Hee Chul dan melahapnya cepat.

Yah! Pelan pelan. Pencernaanmu bisa terganggu!”

“Jam berapa ini?” Tanya Kyu Hyun

Hee Chul melirik jam tangannya “Jam 8 pagi. Bagaimana? Apa yang akan kau lakukan?”

“Aku tidak tahu. Berkas yang dikirim kantor pusat sama sekali tidak membantu. Aku ragu bahwa mereka mengkhawatirkan hal ini. Maksudku, mereka hanya terobsesi untuk menemukan obat itu dan tidak memikirkan keselamatan dari objek yang mereka teliti”

“Itulah kenapa aku heran bahwa kau masih betah bekerja disini”

Kyu Hyun menatap Hee Chul skeptic “Aku harus menyelesaikan kasus ini dengan benar jika ingin membersihkan nama baik ayahku, ingat?”

Hee Chul mengangguk “Tentu saja ingat. Itu adalah alasan paling utama kenapa kita bisa berada disituasi sekarang ini. Dan, jangan lupakan fakta bahwa kau bisa terikat dengan gadis itu”

“Jangan membahasnya” Kyu Hyun menyenderkan kepalanya ke kursi.

“ Apa kau tidak khawatir dengan keadaanya?”

“Aku hampir gila memikirkannya, Hyung. Jika kau membahasnya terus hanya akan timbul kecemasan yang berlebih dan aku tidak mau akal sehatku hilang jika itu terjadi. Kita perlu berfikir jernih untuk tahu dimana mereka menyembunyikan Hyuna dan Hyun Seung saat ini”

“Aku senang kau masih waras” Hee Chul membuka botol minumnya dan meneguk isinya.

“Tunggu sampai aku berhasil mendapatkan obat itu. Setelah nama ayahku bersih, aku akan keluar dari sana” Kyu Hyun menggerutu.

“Kau masih berniat membuat obat itu?” Hee Chul terheran heran.

“Mau bagaimana lagi. Nasib umat manusia tergantung pada hal ini, hyung. Kita tidak bisa mengabaikan permasalahan sebesar ini, meskipun kita tidak suka bagaimana cara orang orang pusat bekerja. Setidaknya, kita menyelamatkan masa depan meski harus rela bekerja dibawah mereka”

Hee Chul mengubah posisi duduknya mengarah ke Kyu Hyun “Oke. Katakanlah keberuntungan di pihak kita. Kita mendapat kan Hyuna dan Hyun Seung kembali, lalu kau tetap akan membuat obat itu. Jika begitu, bukankah kau sama saja seperti para bedebah itu? Yah! Cho Kyu Hyun! Kau hanya membiarkan Hyuna lepas dari sarang buaya dan masuk ke sarang Harimau! Aku tidak akan mengikutimu lagi! Jika dipikir pikir, aku mulai menyukai gadis itu. Aku tidak tahu bagaimana hancurnya dia saat nanti adiknya menjadi bahan penelitian langsung untuk projek ini. Kau—jangan menjadi brengsek!”

Kyu Hyun menghela nafas lebih berat. Kepalanya serasa ingin pecah. Dia mengkhawatirkan Hyuna,tentu saja. Rasanya ingin gila memikirkan bagaimana keadaan gadis itu sekarang. Sejujurnya, hanya itu yang menjadi sumber kecemasaanya saat ini.

Ponsel Hee Chul berdering dan pria itu membuka matanya sedikit. Melirik kearah Hee Chul.

“Oh, Halo Chéri? What’s goin on?”

Kyu Hyun sepenuhnya tertarik ketika Hee Chul menyebut nama itu. Matanya terbuka.

Tak lama Hee Chul berinteraksi dengan orang diseberang sana, kemudian matanya bertemu Kyu Hyun. “Ibuku bilang–” Hee Chul memberi jeda sebentar, menghela nafas lalu tersenyum bermaksud menghilangkan  ketegangan di wajah Kyu Hyun “Ayahmu sadar”

 

-o0o-

Kupikir tidak. Hyuna dan adiknya terlalu bodoh untuk bisa sampai ke tahap itu

Hyun Seung mendesah ketika ucapan Siwon malam itu terus terngiang dikepalanya, membuat dia menjadi was was setiap detik.

Pria itu berjalan dan  mengintip di balik jendela melihat kakaknya yang sedang bercengkrama dengan Siwon di teras depan. Mereka tampak membahas sesuatu yang sangat serius, di lihat dari raut wajah keduanya.

Hyun Seung tidak berniat untuk bergabung, malah sepertinya ini kesempatan untuknya.

Pria itu memutar arah menuju dapur. Berjalan perlahan cenderung mengendap walaupun tidak bisa dikatakan seperti itu. Langkahnya terhenti ketika melewati lemari es besar yang tinggi dan menutupi sebuah celah kecil disampingnya. Hampir tidak terlihat. Tapi Hyun Seung menyadarinya, sejak pertama kali mereka datang kemari. Dia menoleh kebelakang untuk mengecek sekali lagi jika sekiranya Siwon memperhatikan. Bersyukur, tidak ada pria itu di pengelihatan Hyun Seung.

Hyun Seung memejamkan matanya sebentar sebelum akhirnya dengan langkah bulat pria itu berjalan masuk. Perlahan dia melewati tirai biru yang menutup celah itu, celah yang sangat kecil menyerupai lorong panjang.

Dia  menelan ludahnya. Berdoa dalam hati semoga tidak ada yang tahu bahwa dirinya ada disini. Malam itu, ketika pertama kali mereka sampai di sini, Hyun Seung yang tiba tiba terbangun dari tidurnya melihat Siwon yang sedang menelpon di luar mobil. Dan samar pria itu mendengar apa yang Siwon katakana kepada si penerima telepon.

Sejujurnya, Hyun Seung tidak ingin terlalu memikirkannya dan menganggap mungkin itu hanyalah kesalahahpahaman saja, tetapi Siwon bahkan tidak memberikan pilihan selain membuat Hyun Seung terus mengawasinya. Kegelisahannya semakin kuat ketika dengan sengaja, Hyun Seung selalu membuat dirinya terjaga sepanjang malam selama dua malam terakhir ini dan menemukan Siwon tidak ada di sebelahnya ketika dia berbaring di kasur.

Pria itu, selalu masuk ke dalam celah ini. Begitu yang dilihat Hyun Seung dan membuatnya penasaran setengah mati. Dan alasan itulah yang membuatnya berjalan disepanjan lorong saat ini. Tak lama, Hyun Seung tiba di ujung lorong. Menemukan sebuah pintu dan dengan tidak ragu, pria itu membukanya. Masuk kedalamnya.

Hyun Seung sempat terbatuk karena ruangan itu yang cukup berdebu di langit langit. Tangannya mengibas di depan wajah membuatnya lebih baik. Lalu matanya menelusuri tempat itu.

Tangannya langsung jatuh dengan lemas disamping tubuhnya. Dia terlalu pintar untuk langsung menyadari bahwa ruangan itu adalah laboratorium. Laboratorium—tempat peneletian, yang terlihat masih sering dipakai walau sedikit berdebu.

Kembali menyusuri ruangan, Hyun Seung dikejutkan dengan setumpuk berkas di salah satu meja. Tidak perlu membacanya sampai habis untuk tahu berkas apa itu, ketika pada halaman pertamanya saja pria itu menemukan namanya tertera dengan jelas.

Object research : Joshua Park/ Park Hyun Seung

Tangannya terkepal dan matanya memejam. Berteriak dalam hati. Berharap bahwa setelah membuka mata semua itu tidak nyata dan hanya ilusi. Tapi dia harus puas dengan menelan kekecewaan ketika membuka mata, tidak ada ilusi dan mimpi. Itu semua nyata. Hyun Seung melayangkan tinju di dinding samping tempatnya berdiri. Meredam teriakannya dengan meluapkan emosi fisiknya.

Para bedebah itu! Mereka sama saja, rupanya.

Tidak ada yang bisa dipercaya di dunia ini!

Dalam hatinya, Hyun Seung meraung. Meratapi kebodohannya yang tidak bisa berbuat apa apa, dan kemalangan kakaknya yang sudah dengan setulus hati percaya pada Siwon.

“Seung- Hyun Seung-ah!”

Hyun Seung menemukan dirinya yang hilang focus dan telinganya berdengung. Dia samar mendengar seseorang memanggil manggil namanya tapi rasanya tidak mampu untuk merespon. Kepalanya luar biasa pening tiba tiba membuat nya harus memindahkan tangannya untuk sekedar menekan bagian dahinya yang berdenyut.

“Argh” Dan dia menggerang kecil. Satu tangannya bersandar di dinding, menyangga tubuhnya supaya tidak ambruk. Satunya lagi masih berusaha mengatasi masalah sakit kepalanya.

Cukup lama hingga akhirnya rasa sakit itu memudar dan perlahan lahan hilang meninggalkan sisa sisa yang masih bisa dirasakan Hyun Seung. Pria itu mencoba bernafas normal kemudian berjalan menjauh. Terhuyung menuju pintu keluar.

Hyun Seung berhasil keluar dengan selamat. Tanpa adanya Siwon yang menangkap basah dirinya. Pria itu mendesah lega dalam hati lalu berjalan kedepan, kearah ruang tengah. Dan menemukan kakaknya yang berdiri dengan bingung bersama Siwon di sampingnya.

Noona

Yah! Darimana saja kau?”

“Aku—dari kamar mandi. Dan—tertidur”

“Apa?” Hyuna mengernyit. Menatap Hyun Seung heran “Kau yakin tidak apa apa? Apa kau—merasa sakit lagi?”

“Tidak” Hyun Seung menjawab cepat. Matanya lalu menyadari Siwon yang menatapnya curiga. Sepertinya jawabannya tidak cukup memuaskan pria itu. “Aku benar benar baik baik saja”

“Baiklah. Aku percaya padamu” Hyuna berjalan mendekati adiknya “Besok, ahjusshi akan datang menjemput kita. Kita akan pergi ke luar negeri untuk sementara waktu. Dia sudah menyiapkan semuanya”

Hyun Seung melipat bibirnya “Baguslah kalau begitu” Katanya terlihat tidak nyaman berada diruangan itu. Terlebih dengan tatapan mata Siwon yang terus menghujamnya.

“Hyun Seung-ah?” Hyuna terheran dan berfikir adiknya tampak aneh. Pria itu seperti menyembunyikan sesuatu.

Noona. Kita—hanya pergi berdua, kan?” Tanyanya dengan suara yang lebih kecil sambil melirik kearah Siwon.

“Em” Hyuna mengangguk. “Bersiaplah”

Arraseo” dan pria itu masuk ke kamarnya.

-o0o-

Hyun Seung berbaring dengan mata nyalang menatap kelangit langit kamar. Hari sudah gelap dan bukannya tertidur dengan perasaan tenang, pria itu malah semakin gelisah. Dia tidak melupakan fakta bahwa ahjusshi akan datang untuk menjemputnya dan kakaknya besok. Justru karena hal itulah yang membuat Hyun Seung semakin gelisah.

Dia juga mulai meragukan Baek Young Il.

Fakta bahwa dia menemukan laboratorium tersembunyi dirumah Siwon, berkas mengatas namakan dirinya, dan menangkap gerak gerik yang mencurigakan dari pria itu membuat Hyun Sueung menyimpulkan bahwa; Siwon adalah salah satu orang yang memburunya, bukan orang yang menolongnya. Dan dengan fakta itu, Hyun Seung tidak tahu apakah Young Il berada dalam perahu yang sama dengan Siwon atau pria itu memang benar benar juga tertipu oleh pria ini, mengingat betapa semangat dan percayanya Young Il pada Siwon yang baru dikenalnya. Cukup aneh dan janggal.

Jahat memang jika Hyun Seung harus berfikiran seperti itu pada seseorang yang telah membesarkannya dan membiyai segala kebutuhannya untuk waktu yang lama. Tetapi sepertinya hal itu memang diharuskan. Setidaknya dia mulai bersikap pintar dengan mencurigai banyak orang daripada bertindak bodoh dengan percaya pada siapapun yang malah membahayakan dirinya serta Hyuna.

Dia tidak bisa lagi percaya kepada orang lain.

Hyun Seung perlahan bangkit dari rebahannya. Berjalan  hingga pria itu keluar dari kamar. Dia menatap keseliling dan tidak menemukan Siwon. Baguslah, dia tidak berharap menemukan pria itu.  Siwon jelas telah menjadi salah satu komplotan orang yang mengincarnya, dan jika Siwon tahu bahwa Hyun Seung telah mengetahui semuanya, pria itu pasti tidak akan bersikap selunak ini. Hyun Seung berharap agar sikapnya tidak gegabah. Dia hanya harus menemui kakaknya dan menceritakan semuanya, lalu mungkin pergi dari sana secara diam diam malam itu juga.

Noona, noona” Hyun Seung mengguncang pelan tubuh Hyuna dan berbisik di telinga gadis itu. Hyuna merespon dan ketika membuka matanya, dia terkejut dengan kedatangan Hyun Seung di kamarnya.

“Hyun Seung?”

“Ssst” Hyun Seung meletakkan jari telunjuknya di depan bibir ketika Hyuna bersuara terlalu keras. Hyuna langsung mengernyit “Ada apa?” Gadis itu beranjak duduk lalu menatap adiknya was was.

“Dengar, kurasa kita harus pergi dari sini” suara pria itu kecil, nyaris berbisik.

“Apa? Apa maksudmu?”

“Pergi dari rumah ini, noona

“Ya, tentu saja. Besok ahjusshi akan menjemput kita dan kita akan pergi dari rumah ini” Hyuna menjawabnya dengan masih mempertahankan wajah keherannya pada Hyun Seung.

“Tidak” Hyun Seung langsung mencekal kedua pundak Hyuna “Choi Siwon. Pria itu adalah salah satu komplotan orang yang mengincarku. Dia berbahaya, noona. Kita telah salah. Kita percaya pada orang yang salah” Hyun Seung terdengar panic.

“A-apa?”

“Aku mengatakan yang sebenarnya. Sejujurnya, sejak malam kita sampai di tempat ini aku mulai mencurigai Siwon hyung karena dia berbicara secara misterius dengan seseorang di telepon. Untuk itu, aku berusaha menjaga jarak dengannya dan menyelidikinya. Sore tadi saat aku bilang aku tertidur di kamar mandi, itu tidak benar. Aku menemukan ruangan, ruangan rahasia sepertinya. Ruangan itu adalah tempat penelitian, noona. Ada banyak alat alat laboratorium dan yang membuatku yakin bahwa Siwon hyung juga mengincarku adalah berkas yang menyatakan aku sebagai objek penelitian”

Hyuna memejamkan matanya dan mendesah dalam. Kepalanya terasa berdenyut seakan protes karena menerima informasi yang jauh diluar dugaannya. Choi Siwon, bahkan semua yang dia lakukan untuk gadis itu adalah kedok? Hyuna merasakan jantungnya serasa diremas.

“Dia—tidak mungkin” Hyuna masih mencoba mempertahankan egonya bahwa Siwon adalah pria yang baik. Dia hanya sulit mempercayai itu semua.

Hyun Seung menghela nafas “Aku tidak mungkin kan, berkata bohong untuk hal sebesar ini?” Tatapannya sendu ke arah Hyuna mencoba menyadarkan kakaknya.

“Kau mungkin tidak bohong, tapi bisa saja kau salah Hyun Seung-ah” Hyuna mendengar suaranya sendiri yang tercekat.

Hyun Seung mendesah “Lihat aku, maka kau tahu itu semua benar” Hyun Seung menatap kakaknya dan Hyuna menari nari dalam tatapan itu. Gadis itu lalu memejamkan matanya dan menunduk.

Ketika membuka mata, dia menatap Hyun Seung dalam “Maafkan aku, semua ini adalah kecerobohanku”

Hyun Seung menggeleng “Kita berdua yang terlalu menaruh harapan padanya. Terlalu percaya pada Siwon hyung begitu saja. Itu juga kesalahanku”

Hyuna mengangguk “Bertahanlah hingga besok. Kita akan pergi dengan ahjusshi. Selama waktu yang tersisa, bersikaplah seperti biasa di depannya”

Hyun Seung menggeleng keras “Kau fikir dia akan melepaskan kita begitu saja setelah dengan lancarnya dia berhasil membawa kita kemari?”

“Hyun Seung”

Noona, untuk apa dia mengizinkan ahjusshi datang kemari dan membawa kita disaat dia sudah menempatkan kita disarangnya?”

Hyuna serasa ditampar. Hyun Seung benar. Gadis itu sulit berfikir jernih beberapa hari ini sehingga membuat pertahannannya mengendur.

“Kau benar” lirihnya

“Ada dua kemungkinan. Pertama, dia berbohong dengan mengatakan ahjushhi akan menjemput kita. Atau–” Hyun Seung menatap kakaknya seolah mata itu berbicara. Hyuna tahu arti tatapan itu tapi gadis itu seakan menolak untuk tahu.

Ahjusshi dan Siwon hyung bekerja sama” Hyun Seung menyelesaikan kalimatnya membuat Hyuna menelan ludahnya demi memberi kerongkongannya kehidupan setelah serasa di gurun sahara.

“Apa itu masuk akal?” Tangan Hyuna terangkat dan meremas rambutnya, menghindari tatapan Hyun Seung.

“Siapa yang tahu. Sekarang, kita tidak boleh percaya pada siapapun.”

Hyuna turun dari kasurnya dan berjalan mendekati pintu kamar. Gadis itu membukanya sedikit dan melihat sekeliling. Terasa sangat tenang dan sepi.

“Apa dia tidur?”

Hyun Seung menggeleng “Dia tidak berada dikamar saat aku kemari dan aku tidak tahu keberadaannya”

“Apa menurutmu dia tahu?” Hyuna berjalan kembali mendekati Hyun Seung.

“Aku berharap tidak”

Hyuna memegang tangan Hyun Seung dengan gemetar. Hyun Seung tahu, kakaknya luar biasa takut saat ini. Sama sepertinya. “Kita harus pergi sekarang”

Hyun Seung melihat jam dikamar itu, Jam 11 malam.  Lalu pria itu menggeleng. “Tidak, ini terlalu dini. Lagipula kita bahkan tidak tahu dimana pria itu saat ini”

“Mungkin dia sedang—diruang kerjanya?” Tebak Hyuna.

“Ya, bisa saja. Tapi menurutku, akan lebih bagus jika kita menunggu waktu yang pas noona. Tunggulah sampai tengah malam, saat aku juga telah memastikan pria itu tidur di kamar. Aku akan kemari lagi dan kita akan pergi” Hyun Seung lalu beranjak dan membuka tirai jendela yang ada di kamar Hyuna. Pria itu memeriksa jendela sekilas, lalu menatap Hyuna “Kita akan keluar dari sini”

Hyuna menelan ludahnya susah payah, memejamkan mata—gadis itu mengangguk.

 

-o0o-

Kyu Hyun dan Hee Chul menghabiskan beberapa jam terakhir berada di dalam kegelapan mobil yang terparkir di sisi jalan yang sangat sepi. Mereka bahkan bisa menghitung kendaraan yang yang lewat hanya dengan sepuluh jari.

Mata Kyu Hyun masih focus pada laptop dipangkuannya. Pria itu tampak luar biasa serius dan tidak kehilangan kesadaran meski tenaganya sudah terkuras habis habisan. Dia harus menemukan sesuatu, titik terang yang bisa membuatnya mengetahui keberadaan Hyuna.

Tak jauh beda dengannya, Hee Chul juga setia bersama laptop dipangkuannya. Namun sayangnya, pria itu tampak tidak bisa memberi toleransi pada matanya yang terus terkatup katup. Setelah menekan tombol ‘enter’ pada laptopnya, Hee Chul merebahkan kepalanya di sandaran kursi. Memejamkan mata.

Kyu Hyun meliriknya dan membiarkan, dia cukup tahu bahwa Hee Chul juga telah berusaha secara maksimal dalam hal ini. Dia layak butuh istirahat sejenak. Matanya berpindah pada Hee Chul yang menampilkan layar berdominasi hitam serta ribuan tulisan kecil yang bergerak. Tak lupa sebuah papan ‘progression’ yang berada ditengah yang menunjukan bahwa proses sedang berjalan. Kyu Hyun tahu, Hee Chul baru saja meretas sesuatu. Dia berharap, itu akan membuahkan hasil.

Tak lama mesin itu mengeluarkan suaranya, membuat pandangan Kyu Hyun kembali teralihkan. Pria itu mengerutkan dahi ketika membaca sebuah tulisan yang berada di laptop milik Hee Chul, lalu dengan gerakan cepat dia menyambarnya.

“Oedo Botania” ucap Kyu Hyun.

Pria itu langsung menyalakan mesin mobilnya kembali dan melaju dengan kencang setelah sebelumnya meletakkan kembali laptop milik Hee Chul ke pangkuannya. Tak disangka, Hee Chul terbangun karena merasakan pergerakan dan benar saja, ketika dia membuka mata mobil telah melaju kembali.

“Oh, maaf. Aku tertidur” ucapnya menatap Kyu Hyun.

“Istirahatlah lagi hyung. Perjalanan masih panjang”

“Kita mau kemana?”

Kyu Hyun menatap kearah Hee Chul dengan pandangannya yang lebih santai, menurut pria itu. Kenapa? Apa sesuatu yang bagus telah terjadi dan dia melewatkannya?

“Menjemput Hyuna”

Hee Chul melirik laptonya lalu mengerti maksud Kyu Hyun. Dia telah meretas informasi tentang Siwon yang bisa dibilang sangat sulit karena keberhasilannya kali ini adalah hasil dari percobaanya yang telah berulang ulang. Sebelumnya, dia hanya mendapat segala informasi palsu atau informasi lain yang benar benar tidak mereka butuhkan. Tapi pada akhirnya, pria itu berhasil menemukan fakta bahwa Siwon memiliki aset lain yang tidak dicantumkan pada data pajak pemerintahannya.

“Kau tau tempat ini?” Tanya Hee Chul yang penasaran. Wajar saja, pria itu menghabiskan hampir seluruh umurnya berada di luar Korea. Setidaknya, Kyu Hyun yang telah berada di negeri Gingseng itu lebih dulu mempunyai wawasan yang lebih daripada dirinya.

“Oedo Botania, pulau paling terpencil di daerah Selatan pulau Geoje. Pulau Geoje yang sangat jauh dari hiruk pikuk kota, dan menjadi tempat sempurna untuk bersembunyi” Kyu Hyun berdecak kecil, megusap pelipisnya “Aku melewatinya lagi. Seharusnya aku tahu dia mencari tempat yang sepi”

Hee Chul hanya mengangguk angguk mendengarnya. Setelah itu, tidak ada lagi percakapan diantara keduanya, menyisakan suara deru mobil yang terus melaju dengan kencang membelah malam.

-o0o-

Hyun Seung membuka matanya tanpa ada pergerakan lain. Dia menatap langit langit kamarnya dan mendesah kecil. Perlahan, pria itu menengok kesamping dan menemukan Siwon yang telah terlelap. Jantungnya berdegup kencang karena perasaan cemas dan takut. Ini saatnya. Dia harus keluar dari sarang berbahaya itu.

Dengan mengumpulkan segala keberaniannya, Hyun Seung menyibak selimut dan meletakkan kedua kakinya di lantai. Pria itu berdiri dan diam sejenak. Dia memejamkan mata dan mulai menghitung dalam hati.

Satu…dua…tiga…—– sepuluh

Baiklah. Dia siap berjalan keluar dari kamar itu.

Hyun Seung memutari ranjang dan dengan sangat hati hati, pria itu berjalan menuju pintu keluar. Beberapa menit dihabiskannya dalam doa agar Siwon tidak terbangun dari tidurnya dan mengacaukan rencana pelariannya ini. Dan dia pun berhasil.

Hyun Seung berjalan tergesa ke kamar Hyuna. Pria itu mengetuk pelan sebelum akhirnya Hyuna menariknya masuk.

“siap?”

Hyuna mengangguk. Dia lalu mengambil jaket dan memakaikannya ke Hyun Seung. Lalu gadis itu menatap kebawah. Meletekan sepatu Hyun Seung “Pakailah”

Hyuna memejamkan sejenak matanya lalu menggenggam lengan adiknya. “Sekarang”

Keduanya berjalan ke arah jendela di kamar Hyuna. Membukanya perlahan dan mulai melangkahinya. Beruntung rumah ini adalah rumah berlantai satu.

Hyuna yang pertama kali menjejakan kakinya di rerumputan yang dingin. Sepertinya.

Mereka  memutuskan untuk tidak membawa apapun untuk mempermudah pelarian. Hanya sebuah jaket parka yang cukup menghangatkan yang mereka pakai, ponsel dan uang tunai. Mereka hanya akan pergi dari rumah itu saat ini, kemudian memikirkan rencana selanjutnya setelah benar benar lolos. Yang terpenting adalah, mereka harus keluar dari tempat  itu.

“Ayo!” Hyun Seung menarik tangan kakaknya dan berlari menjauh dari rumah. Mereka berlari ke bagian samping dan mulai memasuki hutan lebat ketika Hyuna menghentikannya.

“Tidak. Kita tidak bisa lewat sini. Terlalu bahaya berada di tengah hutan pada malam hari dan sepertinya, hutan ini tidak ada ujungnya” Gadis itu menatap ngeri jauh ke dalam hutan yang gelap dan berkata dengan artian bahwa hutan itu terlalu beresiko untuk ditempuh.

“Lalu, apa kita memiliki pilihan lain?” Hyun Seung menatap kakaknya yang sedang berfikir.

“Boat!” Hyuna balas menatap Hyung Seung “Aku melihat sebuah boat saat pertama kali datang kesini”

“Maksudmu kita akan pergi lewat jalur laut”

Hyuna mengangguk “Tapi kata Siwon, Boat itu mungkin sudah rusak”

“Kita harus melihatnya dulu untuk yakin” kata Hyun Seung dan langsung disetujui oleh Hyuna. Mereka kembali memutar arah dan pada akhirnya berjalan melewati jalan setapak yang menurun menuju boat yang tergolek di bawah sana.  Hyuna bernafas berat di sela sela kegiatannya. Selain karena jantungnya yang memompa lebih cepat ketika berlari, hawa dingin juga menyerangnya habis habisan.

Boat yang dimaksud Hyuna sudah terlihat, membuat gadis itu tersenyum. Mereka akhirnya sampai pada Boat yang tergeletak di pinggir perairan.

“Semoga masih berfungsi” ujar Hyung Seung dengan nafasnya yang tersengal ketika melihat benda itu yang sudah rentan dimakan usia.

Hyung Seung bergegas mengamati kapal kecil tersebut, mengecek bahan bakar di dalamnya dan merasa lega bahwa sepertinya boat itu bisa membawa mereka keluar setidaknya berada sedikit juh dari jangkauan Siwon.

Noona, naiklah” Hyun Seung meraih tangan Hyuna dan membantu gadis itu untuk naik terlebih dahulu. Setelah nya, dia mulai mendorong boat untuk dibawanya menyentuh air.

Hyuna mengecek bagian alat kemudi dan menyimpulkan bahwa dia sepertinya bisa mengendarai benda itu. Tidak, dia memang harus bisa. Lagipula, ini terlihat simpel.

Ketika boat telah terapung di air, Hyuna menghidupkan mesinnya, memutar tombol yang bertuliskan ON/OFF dan seketika mesin menggaung ditengahnya malam. Hyun Seung yang menyusul kakaknya mulai melangkah masuk melewati air, sengatan dingin menyapa kulitnya membuat dia bergidik.

Hyuna sudah siap dibalik kemudi ketika Hyung Seung menyadari bahwa ombak malam itu terasa sedikit lebih kencang. “Hyung Seung-ah! Ayo, naiklah” suara kakaknya memecah keraguan yang sempat datang pada pria itu.

“Eo!” Hyung Seung melangkah dan menyentuh bagian belakang kapal. Pria itu langsung meloncat masuk. Hyuna mulai menjalankan kapalnya perlahan lahan dan benda itu berhasil bergerak.

“Kau bisa, noona?” tanya Hyung Seung yang duduk dibelakang gadis itu. Hyuna mengangguk “Aku bisa mengatasinya” ujarnya. Walau sedikit tegang, gadis itu memang bisa mengatasinya. Ombak yang bergerak terlalu kencang membentur boat beberapa kali, membuat Hyung Seung tersungkur ke ujung kapal.

Mereka mulai menjauh dari daratan ketika dengan tiba tiba saja mesin kapal tersendat sendat. Hyuna mulai panik. Gadis itu melihat ke mana mana mencoba mencari tahu apa salahnya. Dan tak lama setelah itu, mesin benar benar –mati.

Suara bising dari boat itu menghilang. Hanya terdengar suara ombak yang meraung raung. Tubuh kedunya terguncang di atas boat. “A-apa yang terjadi? Kenapa ini mati?” Hyuna kembali memutar tombol ON/OFF dengan ketakutan berkali kali. Gadis itu berpegangan dengan kuat berusaha untuk tetap berdiri.

“Seharusnya tidak ada yang salah, aku sudah mengeceknya tadi” Suara Hyun Seung menyahut di belakang.

Mata Hyun Seung kemudian menangkap sesuatu yang membuatnya terentak “N-noona! KAPALNYA!!”

Mendengar teriakan Hyun Seung, Hyuna menengok kebelakang dan suara terkesiap terdengar dari mulutnya. Air mulai masuk memenuhi bagian bekakang kapal.

“B-bocor!” Hyuna mendekat ke arah bocornya kapal dan mencari sumber kebocoran tersebut. Gadis itu menakan nya dengan kuat setelah menemukannya dan Hyun Seung menyusulnya. Nafas mereka bersahut sahutan hasil dari rasa panik dan ketakutan bercampur jadi satu.

Hyun Seung bangkit dan mencari sesuatu di daerah kemudi boat. Sesuatu, apapun, yang bisa membantu mereka. Tapi Nihil, dan air yang masuk sangat banyak.

Noona” Dia memanggil kakaknya. Mereka berdua bertatapan dalam diam, ditengah tengah dinginnya air laut dan angin yang bertiup, ombak yang makin meraung raung seolah ingin memakan mereka, dan kegelapan malam yang menyelimuti. Baik Hyuna maupun Hyun Seug tahu, bahwa  tidak ada yang bisa mereka melakukan untuk membuat kapal ini kembali berjalan dan membawa mereka ke bagian utara yang memperlihatkan kerlap kerlip lampu kota disana. Itu mustahil.

Dengan usaha yang susah, Hyun Seung mendekati kakaknya lagi “Lepaskan” Tangannya meraih tangan Hyuna yang masih setia menutup lubang yang semakin lama semakin melebar.

Hyun Seung menatap nanar di kejauhan, harus menelan kekecawaan saat tidak ada kesempatan mereka untuk kabur. Lalu menatap ke daratan lainnya di depan mereka. Lebih jauh sedikit ke arah barat dari tempat mereka menemukan kapal tadi.

“Dengar. Kita harus berenang, kesana” Tunjuk Hyun Seung “Setelah itu, kita harus bertahan, bersembunyi sampai pagi.  Lalu lanjut perjalanan menempuh hutan”

Hyuna mendesah dan dahinya berkerut lalu mengangguk, tidak ada pilihan lain untuk mereka. Tangan mereka bertaut semakin erat ketika air sangat deras masuk dan mulai menenggelamkan tubuh mereka.

Hyuna dan Hyun Seung, bisa merakan dinginnya air menyapa tubuh mereka makin keatas hinggal hal terakhir yang Hyuna ingat adalah dia yang berusaha mencoba bernafas di riaknya air yang menghantam tubuhnya dengan keras dan tautan tangan yang terlepas dari Hyun Seung serta kepanikannya sendiri ketika tangannya menari nari di air berusaha menemukan pegangan.

Dia mulai sesak nafas, matanya terasa sangat sakit dengan tiba tiba, dan mulai mengabur …

 

To be Continued

Halo!

Dominique Legacy part kedepan akan mulai menguak saksi kunci dibalik segala permasalahan ini ya! So stay tune!

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga berkah untuk kita semua, amin.

Dan– semoga tetap mencintai dan menunggu Kyu Hyun selama dua tahun kedepan yah ELFs! Bersiap menunggu comeback SJ this year!!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

11 thoughts on “DOMINIQUE LEGACY #BAB 8

Add yours

  1. Omona! Semoga tidak terjadi sesuatu dgn hyuna dan hyunseung … 😬
    Untung htunseung lebih peka drpd hyuna, sehingga setidaknya membuat mereka bisa berusaha menyelamatkan diri dan tidak mudah percaya sama orang lain.
    Part ini bner2 bikin deg2an. Ditunggu next partnya kaka author .. 😊😃

  2. Omona! Semoga tidak terjadi sesuatu dgn hyuna dan hyunseung … 😬
    Untung htunseung lebih peka drpd hyuna, sehingga setidaknya membuat mereka bisa berusaha menyelamatkan diri dan tidak mudah percaya sama orang lain.
    Part ini bner2 bikin deg2an. Ditunggu next partnya kaka author .. 😊😃

  3. hamdalah siwon ketauan juga…. biar cepet nih aku gemes bgt bacanya asliii mana duh kyuhyun tetep mau ngelanjutin penelitian itu lah gimana deh hyuna bakal sakit bgt lah kalo gitu caranya.. tp yah ayahnya kyuhyun sadar kan bisa aja nanti malah ayahnya yg bantu hyuna huunseun atau gimana lahm aaahh parah sih gemes bgt bacanya setiap partnya bikin deg2an aja hahahahaha

  4. untung diantara hyuna – hyunseong ada yang peka, awalnya kirain yg di kegelapan itu kyuhyun wkwkw setelah ini kayaknya mereka berdua nggak akan percaya ke orang lain lagi, mungkin ke kyuhyun juga?

  5. Eh, partny bikin org ikitan tegang ngikutin ceritanya….

    Kasian mereka….
    Semoga aja ush mereka but kabur nggak sia2…

    Cho Kyuhyun, cepetan dtgnya…
    Jgn sampek Siwon lg yg dapetin mereka….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: