DOMINIQUE LEGACY #BAB 7

picsart_12-14-12-09-44

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

DOMINIQUE LEGACY

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : DOMINIQUE LEGACY

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Typo itu, BUMBU! Don’t try to copy-paste without permission!

Happy Reading!

 

—–oooooo—–

Kyu Hyun turun dan berjalan menuju ke dapur. Pria itu melewati ruang tamu dan ketika melirik ke atas meja, dia mengernyit melihat ponselnya disana. Seingatnya, dia tidak menaruh benda itu di atas meja. Bingung, tetapi Kyu Hyun tetap mengambilnya tanpa berfikir macam macam.

 

Dia tersenyum ke arah bibi Han yang masih menyiapkan makan malam sebelum tangannya membuka lemari pendingin untuk mengambil sekaleng soda. Satu pesan masuk membuatnya merogoh kantung celana.

 

‘Kau dimana?’

 

Itu pesan dari Hyuna. Kyu Hyun langsung sigap mengetuk nomornya dan membalas pesan Hyuna dengan panggilan telepon. Ya, secepat itu reaksinya jika menyangkut Hyuna.

 

Aneh, telepon itu tersambung tapi tidak ada jawaban. Kyu Hyun langsung membalas pesan Hyuna secepat yang dia bisa.

 

‘Ada apa? Terjadi sesuatu? Kenapa ponselmu tidak kau angkat?’

 

‘Tidak ada. Aku hanya ingin bertemu. Apa kau ada waktu? Kita bisa makan malam diluar’

 

Kyu Hyun terheran. Pesan dari Hyuna tampak tidak biasa. Padahal mereka baru saja bertemu beberapa jam yang lalu dan dia benar benar harus melakukan sesuatu. Urusan dengan kantor pusat. Lama pria itu merenung hingga suara ponselnya terdengar lagi.

 

‘Aku merindukanmu’

 

Kyu Hyun termangu. Hatinya tiba tiba dibanjiri rasa hangat yang selalu dia dapatkan dari gadis itu. Jika sudah begini, apa bisa dia menolak?

 

‘Aku akan menjemputmu’ Putusnya.

 

‘Tidak. Aku akan pergi sendiri. Kita bertemu di Sky Longue Restaurant setengah jam dari sekarang’

 

Kyu Hyun membalas ‘Baiklah’

 

“Bibi Han, aku akan makan malam diluar. Tidak usah menyisakan apapun untukku. Siapkan saja untuk Hee Chul dan Bora” Bibi Han tersenyum dan menyanggupi tanpa bertanya lebih jauh.

 

Kyu Hyun bergegas mengambil kunci mobilnya dan berlalu. Sedetik setelah kepergian Kyu Hyun, Hee Chul dan Bora turun dengan langkah tergesa dan menghampiri Bibi Han.

 

“Apa barusan itu Kyu Hyun?” Hee Chul bertanya cepat.

 

Ne

 

“Mau kemana dia?”

 

“Maaf tuan muda, saya tidak bertanya”

 

Bora menatap cemas dan skeptis kearah Hee Chul yang mendesis “Serius, apa kau bisa berbagi cerita padaku sehingga aku tidak terlihat bodoh?”

 

Hee Chul menatapnya balik “Memangnya kau kenapa?”

 

“Aku panik! Tapi tidak tahu kenapa aku panik!”

 

“Kalau begitu, kau memang bodoh”

 

“Jangan bicara omong kosong disaat seperti ini. Ceritakan padaku, apa yang terjadi!”

 

Hee Chul menghela nafas, melirik bibi Han yang memperhatikan keduanya. “Ikut aku”

 

 

-o0o-

 

Kyu Hyun melangkah di dalam restaurant dan mencari keberadaan Hyuna. Pria itu menemukan Hyuna mengambil tempat di bagian luar restaurant dan terduduk dengan melamun disana. Sky Longue adalah salah satu restaurant bintang lima di Korea dan terletak di lantai paling atas sebuah gedung pusat perbelanjaan yang juga memiliki nama besar.

 

Kyu Hyun keluar dari area indoor dan memperhatikan bagaimana anak angin menyapu rambut gadis itu, membuatnya tersenyum sendiri tanpa dia sadari. Sementara itu, Hyuna belum menyadari kehadiran Kyu Hyun. Gadis itu lebih menikmati waktunya untuk menatap jauh ke arah pemandangan kota Seoul di malam hari yang berwarna warni. Tapi sejujurnya, hanya gelap yang Hyuna rasakan dari pengelihatan itu.

 

“Lama menunggu?” Kyu Hyun mengambil tempat di depan gadis itu. Membuat Hyuna terjaga dan langsung menoleh kearahnya. Gadis itu melempar senyum. Ya, senyum. Tapi Kyu Hyun merasa ada yang aneh dari senyum itu.

 

“Tidak. Aku baru saja datang” Hyuna memanggil pelayan meminta menu. “Kau mau pesan apa, Kyu?”

 

Tatapan mata Kyu Hyun tidak lepas dari Hyuna dan dia juga hanya membisu ketika gadis itu bertanya, membuat Hyuna mendongak dari buku menu dan menatapnya “Cho Kyu Hyun?”

 

“Samakan denganmu” Kata Kyu Hyun sambil memberikan kembali buku menu kepada pelayan dengan tanpa melepaskan tatapanya. Hyuna menggembungkan pipinya dan setelah memesan makanan untuk dirinya dan Kyu Hyun, gadis itu melipat tangannya di atas meja, sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, dan balik menatap Kyu Hyun.

 

“Kenapa melihatku terus?”

 

“Kau aneh” Kata Kyu Hyun terus terang.

 

“Aku? Kenapa?”

 

“Tidak tahu. Pokoknya kau aneh”

 

Hyuna tertawa “Baiklah, aku harus bagaimana agar kau tidak menganggapku aneh lagi?”

 

Mata Kyu Hyun menyelidik. Dia benar benar yakin ada yang berbeda. Bahkan dari cara pandang Hyuna padanya. “Kenapa tiba tiba mengajak bertemu?”

 

“Aku kan sudah bilang, aku merindukanmu”

 

Kyu Hyun mendengus “Tidak menjaga image-mu, nona Park?”

 

“Bahkan aku yang dengan terang terangan bilang bahwa aku menyukaimu, jika kau lupa”

 

“Benar. Kau terlalu berterus terang. Untuk itu aku akan bertanya lagi, kenapa harus disini?”

 

Well, kupikir disini kita bisa mengganti kencan kita yang tertunda. Bukankah suasananya mendukung?”

 

Kyu Hyun melirik ke segala arah. Ada beberapa pasangan yang juga tengah makan malam disana. Lampu berwarna warm white menambah kesan romantis yang membuat desain interior di tempat itu tampak semakin mewah dari yang seharusnya.

 

“Aku tidak tahu kau suka yang semacam ini”

 

“Tidak, sebenarnya. Tapi aku suka fakta bahwa kau lebih dari mampu untuk membawaku makan di tempat seperti ini” Candanya. Kyu Hyun terkekeh. Pria itu kini tampak lebih santai dan menikmati malam mereka dengan makanan yang telah dihidangkan. Yah, mungkin memang hanya perasaannya saja yang salah. Sepertinya memang semuanya baik baik saja.

 

“Kyu, apa kau keberatan jika setelah ini kita pergi ke sungai han?”

 

“Sungai han? Apa ini berarti kencan kita masih berlanjut?”

 

Hyuna mengangguk dengan semangat “Ya.”

 

“Baiklah jika itu maumu”

 

Mereka benar benar pergi ke sungai han setelah makan malam. Setelah memarkirkan mobinya, Kyu Hyun turun dan menyusul Hyuna yang berada beberapa langkah di depannya. Gadis itu menghirup angin malam yang menyejukan.

 

“Sekarang apa?” Tanya Kyu Hyun membuat Hyuna menoleh.

 

Tanpa menjawab, Hyuna membuka telapak tangannya dan mengarahkannya pada Kyu Hyun. Pria itu menaikan alis.

 

“Genggam tanganku dan berjalan jalan santai”

 

“Serius?” Kyu Hyun tampak terkejut.

 

“Ya. Kenapa memangnya?”

 

“Kau mengajakku kemari untuk melakukan itu?” dan Hyuna mengangguk.

 

“Terkadang aku melihatnya di drama. Aku ingin mencobanya” Hyuna memamerkan senyumnya yang lebar.

 

Kyu Hyun tampak berfikir sebentar lalu berbalik menuju mobilnya, meninggalkan Hyuna dengan penuh Tanya. Namun tak lama, pria itu kembali dengan membawa jaket kulit miliknya.

 

“Pakai ini. Udara malam memang menyejukan, tapi tidak baik untuk kesehatan” ujarnya seraya memakaikan jaketnya di tubuh Hyuna. Gadis itu tersenyum samar dan menerimanya.

 

Setelah Kyu Hyun  mengancingkan semua kancingnya, pria itu mengambil tangan Hyuna dan meremasnya lembut. “Ayo. Kita jalan jalan”

 

Mereka menyusuri pinggiran sungai Han di malam berbintang dan Seoul yang gemerlap. Masih banyak orang yang berada di tempat itu. Malam memang belum terlalu larut, dan ini masih hari minggu. Walaupun esok hari adalah jam padat, sepertinya mereka tidak terlalu memikirkannya. Kebanyakan dari pengunjung malam itu adalah sepasang kekasih, atau keluarga yang sedang menikmati malam bersama. Sungai Han di malam hari dipenuhi kehangatan.

 

Hyuna dan Kyu Hyun melangkah beriringan dengan tangan yang saling bertaut. Ketika Hyuna menunduk untuk melihatnya, gadis itu tiba tiba bergetar sesaat. Cukup tau diri untuk tidak meneruskannya terlalu lama agar Kyu Hyun tidak sadar. Tidak, Kyu Hyun tidak boleh tahu atau malam ini akan berakhir terlalu cepat. Karena besok, semuanya akan berubah. Antara dirinya dan Kyu Hyun, semuanya akan berbeda.

 

“Cho Kyu Hyun?”

 

“Eumm?”

 

“Apa kau mencintaiku?”

 

Kyu Hyun menghentikan langkahnya ketika dia mendengar Hyuna bertanya skeptis. Pria itu menatap Hyuna dengan wajah tekejut.

 

Hyuna tersenyum “Apa pertanyaanku mengejutkanmu?”

 

Kyu Hyun masih terdiam. Sejujurnya dia telah punya jawaban itu. Tetapi untuk mengatakannya, ada banyak hal yang harus dipikirkan. Termasuk tentang ayahnya dan semua upaya yang telah dilakukannya selama ini. Dia masih abu abu, belum mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan untuk kebaikan semua orang. Hyuna, ayahnya, Hee Chul, dan bahkan dirinya.

 

“Hyuna, aku–”

 

“Aku mencintaimu” Hyuna memotong perkataan Kyu Hyun. Gadis itu tersenyum samar

“Nah, lagi lagi aku melakukannya. Aku bertindak duluan. Aku ini gampangan sekali, ya?” Dia terkekeh sendiri. Sementara Kyu Hyun masih terpaku.

 

Gadis itu menunduk, hatinya bergejolak membuat jantungnya memompa darah lebih cepat. Kepalanya pening dan tiba tiba matanya memanas. Dia hampir menangis tapi sekuat tenaga Hyuna bertahan agar Kyu Hyun tidak melihatnya.

 

Dengan sampul tali yang serasa mengikat jantungnya, gadis itu kembali mendongak dan menatap ke dalam mata Kyu Hyun.

 

“Sejujurnya, aku tidak tahu apa itu cinta karena hal ini adalah baru bagiku. Yang aku tahu, dan kau juga tahu bahwa aku menyukaimu. Tapi kemudian, aku merasa tidak bisa hidup tanpamu. Dan ketika berfikir jika ada hal buruk menimpa dirimu, aku tidak akan bisa menerimanya. Perasaan ini sama seperti aku takut kehilangan Hyun Seung. Tapi bedanya, cinta yang kuberikan padanya adalah cinta seorang kakak. Dan cinta yang kurasakan untukmu adalah rasa yang timbul dari hubungan pria dan wanita”

 

Tangan Kyu Hyun bergerak. Dia mengangkat tangan kirinya yang bebas dan menyentuh pipi Hyuna, mengusapnya. Tubuhnya mendekat “Ada apa denganmu malam ini? Kau membuatku takut”

 

Hyuna tersenyum, menenggelamkan wajahnya dalam usapan tangan Kyu Hyun. “Kenapa kau takut?”

 

“Kau berkata seperti itu, seolah kau akan meninggalkanku”

 

“Aku tidak akan meninggalkanmu, kau tahu itu. Aku mencintaimu, itu adalah sebuah bukti”

 

Kyu Hyun terdiam kembali. Mereka saling bertatap hingga akhirnya Kyu Hyun bersuara “Ada sesuatu yang tidak kau ketahui”

 

Genggaman Kyu Hyun di tangan Hyuna mengeras.

 

“Apa itu akan menyakitiku? Seperti yang selalu kau bilang?”

“Kurasa itu akan menyakiti kita berdua”

 

“Jika itu menyakiti kita berdua, maka jangan”

 

Hyuna memandang Kyu Hyun lama “Kau tahu, aku mencintai Hyun Seung lebih dari apapun di dunia ini. Oleh karena itu aku tidak mau dia tersakiti. Aku bisa memikirkan kebahagiaanku nanti, asal Hyun Seung baik baik saja. Kau mengerti apa yang coba kukatakan?”

 

“Tidak”

 

“Sama halnya dengan Hyun Seung, aku juga mencintaimu. Jadi aku tidak ingin kau terluka. Tidak kau, tidak juga Hyun Seung”

 

Kyu Hyun merasakan dadanya tehantam keras. Pria itu memejamkan mata sesaat saat denyutan itu terasa. Dia membuka matanya dan menatap Hyuna.

 

“Hyuna, aku—a-aku—aku menc—“

 

“Tidak” Hyuna memotong Kyu Hyun “Aku tidak ingin mendengarnya. Aku tidak mau” Gadis itu memejamkan matanya menahan rasa sakit hatinya yang begitu kuat. Sampul tali yang mengikat jantungnya meremas begitu kuat.

 

Ketika Hyuna kembali membuka matanya dan menemukan raut wajah Kyu Hyun yang luar biasa bingung tapi dengan dengan tatapan hangat menerjangnya, gadis itu berjinjit untuk menempelkan bibirnya pada bibir Kyu Hyun.

 

Ya, mungkin ini akan menjadi ciuman terakhir untuknya bersama pria itu. Mereka tidak akan sama lagi di kemudian hari, Hyuna yakin itu.

 

-o0o-

 

Kyu Hyun mematikan mesin mobil ketika sampai di halaman rumahnya. Tapi pria itu masih enggan untuk turun. Dia menghela nafas dan menyandarkan kepalanya di kursi kemudi. Apa yang baru saja dialaminya bersama Hyuna membuat Kyu Hyun membulatkan tekad untuk memberitahu gadis itu  yang sebenarnya. Ya, semuanya. Karena pria itu jelas tidak bisa melangkah lebih dekat degan Hyuna ketika permasalahan mereka seperti bom yang berada ditengah tengah dan siap meledak kapan saja. Jika Kyu Hyun mendekat tanpa mematikan alarm bom, maka semuanya akan kacau.

 

Mungkin besok? Dia akan bicara pada Hyuna. Harus.

 

Akhirnya setelah banyak menimbang, Kyu Hyun turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah. Disana, Hee Chul dan Bora yang menunggu di ruang tengah langsung sigap ketika mendengar pintu terbuka.

 

“CHO KYU HYUN!” Hee Chul berseru sesaat setelah pria itu masuk. Kyu Hyun bahkan belum memakai sandal rumahnya.

 

“Ada apa?” Dia melihat Hee Chul dan Bora yang menunjukan kekhawatiran.

 

“Kau darimana saja? Ponselmu kemana?! Kenapa susah sekali menghubungimu!”

 

Kyu Hyun mengambil ponsel di dalam kantung celananya, pria itu menunjukanya pada Hee Chul “Sepertinya baterai ku habis. Apa? Kenapa kalian seperti ini?”

 

Hee Chul dan Bora saling menatap “Ini tentang Hyuna”

 

“Kenapa Hyuna?” Kyu Hyun mengernyit. Dia baru saja menghabiskan waktu bersama gadis itu.

 

“Aku tidak tahu, ini hanya spekulasiku. Tapi sepertinya, Hyuna—gadis itu, tahu. Gadis itu tahu semuanya Cho Kyu Hyun” Kata Hee Chul.

 

Kyu Hyun menjadi was was “Maksudmu dia tahu semuanya?”

 

“Sore ini, Hyuna kemari mengantar ponselmu yang tertinggal. Dan aku menyuruhnya langsung menemuimu di ruang kerja” Bora menjelaskan.

 

“Dan kita berdua tahu Hyuna tidak datang ke ruang kerja. Juga, waktu itu kita sedang berbicara tentang—“

 

“Sial” Kyu Hyun mendesis, mengepalkan tangannya dan menatap Hee Chul nanar. Mengabaikan fakta bahwa sepertinya Bora telah mengetahui seluk beluk masalah ini.

 

“Kurasa dia mendengarnya. Kau, sebenarnya darim—YA! Cho Kyu Hyun! Mau kemana?!” Hee Chul berteriak karena Kyu Hyun dengan secepat kilat pergi tanpa mendengar perkataannya lagi.

 

Brengsek! Jadi karena ini! Karena ini Hyuna bersikap aneh! Karena ini Kyu Hyun merasa ada yang salah! Apa yang kau lakukan hingga kau tidak menyadarinya, Cho Kyu Hyun!

 

Segalanya bertambah kacau. Kacau disaat Kyu Hyun baru memulai niatnya untuk meluruskan seluruh permasalahan. Tidak, dia bahkan belum memulai apapun dan Hyuna tahu disaat yang tidak tepat. Kyu Hyun bergelatuk marah, Hyuna pasti menganggapnya pria paling brengsek di dunia ini.

 

Tapi bukankah itu kenyataannya, Cho Kyu Hyun? Kau tidak boleh mengabaikan fakta bahwa kau memanfaatkan gadis itu.

 

Dan Kyu Hyun merasa suara suara yang berkeliaran di otaknya itu benar. Yang pada akhirnya membuat dirinya lebih marah pada dirinya sendiri. Ya, kau memang pria seperti itu Cho Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun menyetir dengan gila menuju rumah Young Il sambil terus mencoba menghubungi ponsel Hyuna yang selalu teralihkan ke voice mail.

 

ARGH!” Pria itu memukul setir dengan keras dan pikirannya berkecamuk.

 

-o0o-

 

Gadis itu tentu tidak bisa melupakan bagaimana terkejutnya dia saat mengetahui fakta yang luar biasa mengubah dunianya dalam sekejap. Mereka baru memiliki waktu yang sangat minim, dan dia baru saja mulai merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Tapi lagi lagi, takdir seolah terus mempermainkannya.

 

Setidaknya, Hyuna memiliki kenangan yang manis dimalam terakhirnya dengan Cho Kyu Hyun. Gadis itu bahkan masih bisa menghirup aroma Kyu Hyun di peciumannya. Tentu saja, jaket kulit Kyu Hyun masih terpakai dengan rapih di tubuhnya. Biarlah malam ini dia seolah menutup mata dan telinga.

 

Hyuna berjalan di kegelapan malam dan terisak pelan. Dengan langkah yang terasa berat, menyeret kakinya untuk bergerak. Tapi kemudian, dia berhenti karena merasa kakinya bergetar. Detik berikutnya, dia ambruk karena merasa lemas. Tangannya menyentuh dadanya yang terasa sesak.

 

Kau tahu, bagaimana proses aliran darah yang mengalir cepat dan membuat kerja jantung berpacu tapi dalam kondisi yang membuatmu meringis? Yah, Hyuna tidak terlalu mengerti tentu saja. Dia hanya tahu bahwa rasanya, rasa sakit itu terus menghantam jantungnya. Tidak mau berhenti. Membuatnya sesak. Membuat dia terus menangis. Dan lemas.

 

“Hanya malam ini” dia berucap lirih. “Besok, aku harus kembali kuat demi Hyun Seung. Kumohon, hanya malam ini. Biarkan aku mengingatnya, malam ini” Dia berkata pada dirinya sendiri di tengah isakannya. Berjanji untuk menguatkan dirinya.

 

Sementara itu dilain tempat, Kyu Hyun menggedor pintu rumah Young Il dengan tidak sabaran.

 

“Cho Kyu Hyun?” Young Il terheran setelah membuka pintu.

 

“Hyuna?”

 

Young Il terheran “Bukankah dia bersamamu? Sore ini dia pamit untuk mengantar ponselmu yang tertinggal. Ada apa? Apa sesuatu terjadi padanya?”  Young Il tampak cemas seketika.

 

“Tidak. Segalanya baik baik saja” Tanpa memberi penjelasan yang berarti, pria itu berbalik meninggalkan Young Il yang terlihat bingung.

 

Kyu Hyun kembali mencari Hyuna, dan tidak menyerah mencoba menghubungi ponsel gadis itu. Kali ini, dia pergi ke tempat tinggal Hyuna sebelumnya.

 

Kyu Hyun menggeram melihat kesamping rumah Hyuna, Choi Siwon. Tentu saja dia harus mendatangi pria itu. Pria dengan seribu senyuman manis yang Kyu Hyun tahu adalah bentuk dari penyamaran jati dirinya sebagai seorang agen yang dikirim juga untuk menangkap Hyun Seung.

 

Kyu Hyun mendobrak pagar rumah Siwon dan menendang pintu rumah pria itu membuat Siwon yang berada di dalam tampak menaikan alis. Sepertinya dia tidak terkejut sama sekali. Tentu saja, dia sudah mempertimbangkan hal semacam ini akan terjadi.

 

“Kau sembunyikan dimana Hyuna?!”

 

Siwon bangkit dari duduknya dan menghampiri Kyu Hyun yang berada di daun pintu.

 

“Eumm—biar kuingatkan. Yang kuincar itu Hyun Seung, bukan Hyuna” Siwon membalasnya santai. Tidak perlu menjadi jenius bahwa sesungguhnya kedua orang ini sudah tahu identitas masing masing. Hanya saja mereka yang menahan diri selama ini.

 

“Tentu saja kau membutuhkannya untuk menarik Hyun Seung”

 

Siwon terkekeh “Aku sungguh tidak perduli dengan gadis itu, dan aku bukan kau yang terjebak dalam romansa menggelikan yang membuatku ingin muntah. Ewwh” Dia menatap Kyu Hyun dengan ekspresi jijik “Dia tidak ada disini” sahutnya datar kemudian, menatap Kyu Hyun dengan sebuah peringatan bahwa pria itu harus angkat kaki sekarang juga.

 

 

“Bagaimana bisa aku mempercayaimu, sialan!”

 

“Terserah. Itu bukan urusanku” Siwon mengacuhkan Kyu Hyun dan bersiap masuk sebelum kemudian Kyu Hyun menarik lengan pria itu dan–

 

BUGH!

 

Memberikan satu pukulan telak di wajahnya.

 

Siwon tersenyum sinis sambil membuang ludahnya yang terasa asin. Bercampur darah dari sudut bibirnya.

 

“Melihat tingkahmu, seperti kau telah kehilangan gadis itu. Apa Hyuna lari darimu? Kenapa? Apa dia mengetahui niat busukmu?”

 

“Brengsek. Jika kau berani menyentuhnya, dan Hyun Seung. Kau benar benar mati ditanganku”

 

Siwon terkekeh, lalu raut wajahnya berubah dalam satu detik. “Well, sekarang aku berfikir mungkin kisah cintamu yang menggelikan bersama Hyuna itu hanya untuk bersenang senang kan? Kau tidak bisa memungkiri bahwa kau juga membutuhkan Hyun Seung”

 

Kyu Hyun mengernyit di depan Siwon sebelum pria itu kembali bersuara “Tuan Cho, Bukankah tujuan kita sama? Jadi, coba kau fikirkan. Kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih jika berada dalam satu perahu. Kita tidak perlu bersusah payah bergerak sendiri sendiri, bukankah itu lebih menghemat tenaga? Dan kuberitahu sesuatu, bekerja dibawah pemerintah tidak akan membuatmu menjadi kaya. Percayalah”

 

“Oh, jadi sekarang kau memutuskan untuk menunjukan dirimu yang sebenarnya?”

 

“Kenapa? Merasa terancam? Kufikir akan lebih menarik jika kita bersaing secara terang terangan. Atau mungkin, kau bisa menerima tawaranku Karena sejujurnya, aku tidak suka mencari musuh. Kau punya pilihan”

 

Kyu Hyun  maju selangkah, benar benar dekat dengan Siwon bahkan dia bisa merasakan nafas pria itu yang membuat Kyu Hyun muak. “ Bersaing? Bersaing apa maksudmu? Kau mengincarnya demi uang dan aku tidak sama dengamu”

 

Siwon tertawa kecil “Kau mengincarnya karena terobsesi dengan menemukan antivirus dan membersihkan nama ayahmu. Lalu apa bedanya kita berdua”

 

“Kau dan aku– tidak akan pernah sama. Kau itu penyakit, yang harus dilenyapkan”

 

Mata Siwon menggelap, tangannya meraih kemeja Kyu Hyun dan mencengkramnya “Brengsek!” Dia mendesis marah.

 

Kyu Hyun melepaskan cengkraman Siwon dengan kasar. Tanpa merespon, pria itu masuk kerumah Siwon dan menggeledah isinya. Berharap menemukan Hyuna disana. Tapi nihil.

 

Kyu Hyun keluar dan menemukan Siwon yang kini berada di halaman rumah nya yang kecil memperhatikannya dengan tertarik, seolah olah permainan ini menyenangkan untuknya.  Pria itu bersikap santai sambil mengusap bibirnya yang terluka. Kyu Hyun menyadari sesuatu. Siwon kali ini tampak seperti psikopat yang sesungguhnya. Dan dia sangat amat takut jika Hyuna sampai jatuh ketangan pria itu.

 

Kyu Hyun melenggang pergi tanpa melihat lagi ke arah Siwon. Sementara pria itu mendengus sambil tersenyum kecil “Semoga menemukan apa yang kau cari!” Katanya pada Kyu Hyun.

 

Sepeninggal Kyu Hyun, Siwon mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

 

“Sepertinya Hyuna mengetahui rencana Kyu Hyun dan sekarang dia menghilang. Kufikir ini waktu yang tepat untuk mengambil alih. Kita harus menemukan gadis itu sebelum Kyu Hyun menemukannya” Kata Siwon. Datar, dan terdengar tajam. Mengerikan.

 

“Bagus. Jangan mengulur waktu. Aku akan menangani Hyun Seung malam ini. Kita harus bergerak cepat” Sahut orang diseberang.

 

Siwon mematikan sambungan telepon dan berjalan masuk kerumahnya, berniat mengambil kunci mobil dan pergi mencari Hyuna. Ketika dia keluar dan menuju mobil, pria itu dikejutkan sengan seseorang yang berjongkok di depan pagar rumahnya.

 

“Hyuna?!”

 

Gadis itu mengangkat wajah “Bolehkan aku disini, hanya untuk malam ini?”

 

Siwon menyimpulkan bahwa Hyuna baru saja sampai dan tidak melihat apapun, tidak mendengar apapun.

 

“Kau bercanda?! Tentu saja. Ayo masuk!” Siwon dengan sigap membantu Hyuna masuk ke dalam rumahnya. Sepertinya, dewi fortune sedang memihak padanya.

 

Setelah memastikan Hyuna beristirahat dengan nyaman di kamar miliknya, Siwon keluar dan mengetik pesan singkat.

 

‘Dia bersamaku’

 

Dan balasan diterima dalam waktu singkat ‘Luar biasa. Kendali berada ditangan kita’

 

 

-o0o-

 

Hyuna terbangun saat matahari mulai menampakan diri. Gadis itu langsung terjaga seketika. Ya, dia ingat dia berada di rumah Siwon, dan tidur di kamar pria itu karena rumah itu hanya memiliki satu kamar.

 

Bukan tanpa alasan dia pergi menemui Siwon. Segalanya berjalan begitu cepat untuknya. Seperti estafet. Dunianya berubah hanya dalam kurun waktu satu hari. Dan ketika pikirannya buntu, setidaknya untuk tadi malam, hanya Siwon yang muncul di kepalanya.

 

Pagi ini, dia merasa lebih baik dan harus memikirkan langkah selanjutnya. Dia harus menghindari—tidak, mungkin menjauhi atau bahkan menghilang dari Kyu Hyun bersama Hyun Seung. Pria itu pria jahat. Cho Kyu Hyun adalah pria brengsek yang memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan Hyun Seung.

 

Sialan! Saat ini, bukan air mata yang akan muncul ketika Hyuna mengingat Kyu Hyun. Tapi amarah dan kebencian. Setelah bertahun tahun dia mencoba hidup normal, pria itu datang untuk mengusiknya. Dan parahnya, Hyuna jatuh dalam perangkap lelaki itu.

 

Hyuna bangkit dan terduduk. Lalu mengambil ponselnya. Berniat menyalakan benda yang sejak semalam dimatikan itu. Tapi dia mengurungkan niatnya. Mungkin lebih baik, dia meminjam ponsel Siwon?

 

Hyuna keluar dan menemukan Siwon sibuk di dapur. Membuat sarapan, mungkin.

 

Pria itu menyadari kehadiran Hyuna, dia mengedipkan sebelah matanya “Selamat pagi!” ucapnya ceria.

 

“Pagi”

 

“Tidurmu nyenyak?”

 

“Ya, berkatmu”

 

“Aku membuat sarapan. Duduklah, akan kusiapkan”

 

“Terimakasih”

 

Hyuna melihat betapa Siwon membuat segala sesuatunya terlihat begitu mudah “Apa kau terbiasa melakukan ini?”

 

“Ya. Karena aku hidup sendiri”

 

“Ya, tentu saja” respon Hyuna. Lalu gadis itu mengingat sesuatu “Apa aku boleh meminjam ponselmu untuk menghubungi pamanku? Baterai ponselku habis”

 

“Ya, tentu saja” Siwon memberikan ponselnya pada Hyuna.

 

Langkah pertama gadis itu adalah menghubungi Young Il untuk memberitahukan keberadaannya. Dia yakin, pria paruh baya itu pasti cemas saat tidak menemukannya dirumah. Dia akan pulang setelah ini, lalu menceritakan segalanya pada Young Il. Well—mungkin tidak segalanya. Tapi dia membutuhkan bantuan pria ini.

 

Hyuna memejamkan matanya sesaat. Dia tidak berharap Kyu Hyun menyadari situasi ini sekarang. Karena dia setidaknya butuh satu hari ini untuk merencakan pelariannya bersama Hyun Seung.

 

“Hyu—a. Hyuna?”

 

“Ah! Maaf” Hyuna tidak menyadari saat Siwon telah terduduk di hadapannya dengan dua piring menu sarapan pagi.

 

“Kau terlihat kacau”

 

“Benarkah?”

“Ya. Kau banyak menangis. Apa Kyu Hyun tahu?” Siwon berusaha memancing Hyuna.

 

“Aku tidak ingin membahasnya”

 

“Ada apa? Terjadi sesuatu?”

 

“Tidak ada. Aku harus segera pulang, tapi sebelumnya aku harus menghabiskan ini, kan?” Tanya nya pada Siwon dengan senyum konyol sambil menunjuk omurice di depannya.

 

“Tentu saja”

 

Mereka berdua lalu makan dalam diam. Siwon memperhatikan Hyuna dengan tatapan yang sulit diartikan. Pria itu harus terus bersikap baik pada gadis di depannya sampai dia benar benar membawa Hyuna jauh dari pengawasan Kyu Hyun.

 

Atasannya menyuruh Siwon bergerak gesit dengan menculik gadis itu, dan Hyun Seung. Tapi sepertinya, dia akan menggunakan cara yang lebih aman. Mendapatkan kepercayaan Hyuna adalah hal utama.

 

“Aku tahu aku tidak berhak bertanya, tapi aku tidak bisa diam saja saat melihatmu tadi malam. Aku tahu ada sesuatu yang terjadi. Bisakah kau bercerita padaku?” Siwon tidak menyerah untuk bertanya.

 

Hyuna meletakan garpunya dan menatap Siwon “Entahlah. Ini sangat rumit. Yang aku butuhkan saat ini adalah menghilang di telan bumi”

 

Siwon menunjukan reaksinya dengan tersenyum di depan Hyuna, tampak natural. “Jadi pada dasarnya, kau ingin bersembunyi?”

 

Hyuna menatap Siwon skeptis, matanya berkedip “Ya, semacam itu”

 

“Aku bisa membantu” Siwon menawarkan.

 

“Dengar, Siwon. Aku tahu kau mencoba membuat suasana hatiku membaik. Aku sangat berterimakasih. Tapi aku—masalah ku ini benar benar serius. Aku—“

 

“Ya, aku tahu. Dan aku juga serius menawarkan bantuan”

 

Hyuna terdiam sesaat. Tawaran Siwon tampak menggiurkan.

 

“Kenapa kau melakukannya?” Tanya Hyuna penasaran

 

“Apa?”

 

“Kenapa kau mau membantuku? Aku bahkan tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dan kau masih ingin membantuku?”

 

“Kufikir kau ingin menyimpan masalahmu sendiri, dan aku berusaha menghargainya. Dan jika ada hal yang bisa kubantu, akan ku lakukan”

 

“Tapi—“

 

“Dan kau tidak lupa bahwa aku menyukaimu, kan?”

 

Hyuna mencoba menatap Siwon dalam, kali ini lebih serius. Dia mempertimbangkan banyak ketika akhirnya menyimpulkan bahwa Siwon memang benar benar tulus ingin membantunya.

 

Haruskah dia menerima bantuan dari pria ini?

 

-o0o-

 

Kyu Hyun menggebrak pintu ruang kerja di dalam rumahnya dan langsung menghidupkan computer. Dia berusaha mencari segala sesuatu, dokumen atau apapun yang menyangkut Hyuna yang bisa membantunya menemukan gadis itu.

 

Hee Chul masuk tergopoh gopoh, melihat penampilan Kyu Hyun dan dia menyimpulkan bahwa pria itu tidak pulang semalaman. Sama hal nya seperti dia yang baru bisa tertidur satu jam yang lalu karena cemas menunggu kabar.

 

“Apa kau butuh sesuatu dariku?” Hee Chul menawarkan diri. Tidak perlu bertanya untuk mengetahui  situasinya. Segalanya kacau.

 

“Bisa kau temukan hal yang menyangkut tentang Siwon? Selain dari yang sudah kau temukan dan berikan padaku. Cari tahu dengan siapa dia bekerja di Seoul”

 

“Kau takut dia akan bergerak sekarang?”

 

“Ya. Kita harus cepat, dan menemukan Hyuna”

 

“Apa Hyuna menghilang?!” Hee Chul terkejut. Kyu Hyu  menghela nafas dan menyempatkan diri menatap Hee Chul “Dia menghindariku, dan sepertinya mencoba lari dariku sekarang. Siwon akan menganggap ini peluang besar”

 

“Aku mengerti” Dan Hee Chul langsung bergerak keluar. Dia bertemu Bora saat keluar dari ruangan Kyu Hyun. “Tolong urus pekerjaan kantor hari ini, dan mungkin beberapa hari kedepan. Aku mengandalkanmu” Katanya dalam satu tarikan nafas. Bora mengerti, dan langsung mengangguk tanpa ada perdebatan diantara mereka. Sesuatu yang sangat jarang terjadi.

 

Hee Chul bergerak ke kamarnya dan membuka laptop khusus yang sama seperti computer milik Kyu Hyun. Dengan semua koneksi dan keahlian yang dia punya, dia mulai mencari segala sesuatu tentang Siwon.

 

 

-o0o-

 

Pada akhirnya, Hyuna memutuskan untuk menerima bantuan Siwon. Siang ini, dia dan Hyun Seung akan pergi ke sebuah pulau kecil milik Siwon untuk bersembunyi sementara waktu. Tentu saja dia sudah menceritakan situasinya pada Young Il bahwa Hyun Seung dalam bahaya. Orang orang yang mengejar  mereka saat Young Il menemukan keduanya beberapa tahun silam di Misissipi dulu kembali. Young Il tentu ingat bagaimana dia menemukan dua anak kecil yang kelaparan dan ketakutan itu, dan walaupun cemas, pamannya itu mengizinkan Hyuna dan Hyun Seung untuk pergi. Demi kenyamanan dan keselamatan mereka berdua.

 

“Aku percaya kau bisa menjaga diri dengan baik. Lindungi adikmu. Tidak perlu menghubungiku, nanti kau mudah dilacak”

 

“Ya. Aku juga berfikir begitu” Kata Hyuna saat dia berpamitan.

 

“Siwon, jaga mereka untukku” Siwon mengangguk menyanggupi.

 

“Pergilah. Kalian harus pergi sekarang”

 

Sepanjang perjalanan, Hyu Seung terdiam ditempatnya. Sesekali dia melihat kakaknya yang duduk di kursi depan di samping Siwon yang juga sedang melamun. Mereka seperti hidup dalam pelarian, begitu yang dipikirkan Hyunseung. Padahal dia tidak tahu kenapa, kenapa harus dia yang diincar oleh orang orang itu.

 

Lain halnya dengan Hyuna, gadis itu mulai mengerti setelah mencoba menyusun rangkaian kejadian yang ada. Jadi mata Hyun Seung yang diincar banyak orang itu mempunyai peran penting untuk menemukan sebuah antivirus dari wabah aneh yang menyerang Mississipi? Begitukah? Lalu apa karena itu juga dulu kedua orang tuanya dibunuh? Apa mayat ibunya telah di potong potong untuk melakukan penelitian tapi tidak berhasil dan mereka membutuhkan Hyun Seung sekarang? Betapa kejamnya! Hyuna memejamkan matanya dan bersamaan dengan tangisan yang keluar tanpa suara. Dunia memperlakukannya sangat kejam.

 

-o0o-

 

Sementara Kyu Hyun masih berkutat dengan komputernya, pria itu mengerutkan dahi ketika membaca ulang biodata Baek Young Il yang dulu, hanya pernah dibacanya sekali dan menurutnya tidak ada yang terlalu berpengaruh dari informasi itu.

Tapi kemudian, Kyu Hyun merasa janggal pada riwayat pekerjaannya yang tidak dicantumkan secara jelas. Pria itu bekerja di beberapa perusahaan biasa dengan jabatan yang tidak terlalu tinggi dan masa kerjanya paling lama hanya tiga bulan. Mengingat kembali, pria itu tahu bahwa Young Il menyekolahkan Hyuna dan Hyun Seung dan membiayai hidup keduanya dalam kurun waktu yang lama. Itu jelas membutuhkan biaya yang besar bagi seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap sepertinya.

 

Kyu Hyun langsung mencoba mencari data valid tentang Young Il. Hyuna pernah mengatakan bahwa dia bertemu pria itu di Missisipi. Maka Kyu Hyun memulainya dari sana.

 

Pria itu menuliskan kata kunci seperti ‘Baek Young Il’ dan ‘Missisipi’ di kolom pencarian mesin pencari di kota tersebut, tapi tidak menemukan sesuatu.

 

Kyu Hyun menyandarkan kepalaya di sandaran  kursi dan memejamkan mata. Ini sulit, batinnya. Sementara dia tidak punya waktu yang banyak untuk menemukan Hyuna. Namun kemudian, matanya yang terpejam terbuka.

 

Dia menghubungkan sambungan computer dengan kantor pusat dan membuka brangkas file yang dimiliki setiap karyawan yang berkeja disana. Setiap brangkas menyimpan dokumen  yang bersifat sangat rahasia. Seperti hasil penelitian, proyek yang dikerjakan, proses pengerjaan, bahkan bahan baku yang dipakai untuk eksperimen. Hanya pemilik brangkas itu yang dapat membukanya dan bisa menyerahkannya pada atasan tertinggi. Dan Kyu Hyun mulai berharap, ada sesuatu yang bisa ditemukan di dalam brangkas milik ayahnya.

 

Masalahnya, dia tidak tahu kata sandi untuk membuka brangkas itu.

 

Hampir putus asa ketika akhirnya dia mengingat buku harian tua milik ayahnya yang sengaja dia bawa. Halaman terakhir, sebuah tulisan yang telah pudar dan luntur.

 

“97jv6”

 

Harapan terakhir Kyu Hyun, dan pria itu hampir melonjak karena ternyata itu berhasil!

 

Kyu Hyun melihat banyak dokumen di dalam sana. Banyak proyek yang dikerjakan ayahnya. Membuat dia berfikir bahwa proyek proyek itulah yang membuat ayahnya sering bekerja di lab dan melupakanya.

 

Tangannya melambat saat melakukan scroll down ketika Kyu Hyun menemukan artikel lama dari sebuah website yang sepertinya sengaja disimpan ayahnya. Disana ada berita mengenai prestasi ayahnya saat baru diangkat menjadi professor disertai beberapa foto. Kyu Hyun terdiam saat menemukan satu foto. Potret diri ayahnya dan– Baek Young Il.

 

Lalu, Kyu Hyun terhenti pada sebuah deadline utama di sebuah berita. Pria itu terpaku sejenak kemudian membacanya.

 

“—adalah seorang professor di Universitas terkemuka yang di blacklist dari dunia Scientist karena melakukan eksperiment berbahaya dan malpraktik dengan melakukan genetika persilangan dari banyak spesies untuk menciptakan virus berbahaya–“

 

Kyu Hyun meremas mousenya tanpa sadar ketika kemudian, Hee Chul masuk membawa beberapa print out ditangannya.

 

“Kuharap ini bisa membantu”

 

Dengan sigap, Kyu Hyun mengambil dan membacanya.

 

Lengkap sudah. Ini terlalu jelas.

 

Dalam genggamannya, ada berkas mengenai pria paruh baya yang saat ini menjadi paman Hyuna.

 

Hee Chul menunjuk foto Young Il di tangan Kyu Hyun “Dia adalah—“

 

“Professor Anderson Lee yang di blacklist karena malpraktek”

 

Hee Chul menatap Kyu Hyun, sedikit terkejut karena pria itu sudah tahu. Tapi kemudian, Hee Chul menyadari bahwa Kyu Hyun baru mengetahuinya saat melihat layar computer pria itu yang masih menampilkan apa yang dibacanya tadi.

 

Hee Chul berdehem “Dia berada di tahun yang sama dengan ayahmu. Mereka adalah partner lab yang banyak dipuji. Tapi karena satu dan lain hal, Anderson Lee menjadi terobsesi pada penemuannya yang aneh dan membahayakan oleh karena itu dia di blacklist dan lisensi nya dicabut. Lalu pria itu membentuk aliansi ilegalnya sendiri. Dan Choi Siwon bekerja dibawah kaki tangannya”

 

Kyu Hyun meremas kertas yang dipenganggnya, He Chul bergidik “Dia adalah orang yang sama yang sekarang menjadi Paman Hyuna dan Hyun Seung”

 

Hee Chul melotot pada Kyu Hyun “APA? Bagimana bisa?”

 

“Aku terlalu bodoh tidak menyadari ini dari awal!” Kyu Hyun beranjak mengambil kunci mobil. “Hyuna dalam bahaya, aku harus menolongnya”

 

Hee Chul mencegah lengan Kyu Hyun “Kita tidak bisa bergerak tanpa rencana. Apa kau gila?! Ini malah akan membahayakan gadis itu dan adiknya!”

 

“Aku akan melakukan apa yang bisa kulakukan sekarang! Ini bukan lagi tentang Hyuna dan Hyun Seung, tapi juga kedua orang tua mereka dan ayahku. Jika memang Anderson Lee adalah dalang dibalik semua ini, artinya kecelakaan yang membuat ayahku koma sampai saat ini, dan terbunuhnya kedua orang tua Hyuna adalah perbuatan pria brengsek itu! Dia harus menerima ganjaranya!”

 

Kyu Hyun melenggang pergi dengan marah.

 

 

To be Continued

.

.

Happy comeback! ^o^

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

21 thoughts on “DOMINIQUE LEGACY #BAB 7

Add yours

  1. Astaga … Kenapa maslahnya makin complicated gini. Smua makhluk jahat udah ketahuan belangnya. 😬
    Smoga kyuhyun cepat menemukan Hyuna sebelum semuanya terlambat. 😤
    Bener emang, Hyuna tahu kenyataannya di saat yg tidak tepat … 😵

  2. Musuh dalam selimut, nih. Udah serumah + tetangga lagi. Hyuna dan Hyun Seung bener2 dalam bahaya. Ada positifnya sih, Kyuhyun gak terobsesi lagi untuk nyakitin Hyuna dan adiknya. Part selanjutnya lebih degdegan nih.

  3. paraaaaaaaahhh jd disini malah hyuna yg masuk ke dalam perangkap pamannya dan siwon! parah sih keliar dari jangkauan kyuhyun mau jd apa mereka berdua huft emg yah semakin kesini pasti kyuhyun udah mau ngejelasin semuanya ke hyuna tp malah dia denger sendiri dan malah salah paham jdlah begini… belom seberapa tp udah degdegan gimana nanti kalo udah bener2 ketauan semua identitas siwon maupun pamannya haaaaaahhhhh lanjuuuuttt

  4. wahh wahh hdii org terdekatlahh yang slamaa inii berbahayaa.. dann parahnyaaa siwon udaa bawaa merekaa kesanaaa
    huaaa

  5. Ckckkck jadi siwon dan pamannya hyuna malah bekerja sama. Astaga sesuatu yg aneh… hal yg paling menyakitkan adalah disaat kita menganggap sesuatu dekat dengan kita tapi malah yg dekat itu yg menyakiti kita. Astagaaaa gag tobat2 si profesor itu

  6. wow ga nyangka hyuna dan hyunsung ternyata tinggal dibawah atap yang sama dg pnjhat yg sesungguhnya.
    pants siwon cpt nmuin mereka ya

    hah ya ampun apa yg bkal terjadi sama mereka.
    q harap mereka smua slamat

  7. Mulai muncul fakta2 yg tersembunyi…
    Kasian Hyuna, ternyata paman yg selama ini bauk kedua…
    Ternyata pembunuh org tuanya…

    Choi siwon jahat ya…
    Kasin Hyuna, harus nerima bantuan org yg salah….

  8. ih aku ga nyangka kalo ternyata pamannya itu jahat. Lha terus gimana itu kak’ hyuna sama hyunseong udah mau dibawa ke pulau terpencil kan? Gimana nanti kyuhyun ngelacaknya kalo siwon-yong sil udah buat skenario serapi mungkin

  9. hai…readers baru dsini..maaf br bsa komen di part ini meski udah baca semua part nya ditungu kelanjutanya….karna saya bru dan bru ff ini yg saya baca jdi sekalian saya izin melihat2 koleksi ff di blog ini..mohon bantuannya…#bow…

    tpi memang benar kata pepatah org yg harus kita waspai adalah org yg terlalu dekat dengan kita,…ffnya keren …:)

  10. hai…readers baru dsini..maaf br bsa komen di part ini meski udah baca semua part nya ditungu kelanjutanya….karna saya bru dan bru ff ini yg saya baca jdi sekalian saya izin melihat2 koleksi ff di blog ini..mohon bantuannya…#bow…

    tpi memang benar kata pepatah org yg harus kita waspai adalah org yg terlalu dekat dengan kita,…ffnya keren …:) di tunngu part selanjutnya..

  11. Ga nyangka, pamannya penjahat sebenarnya.
    Mg Kyuhyun bs nyelamatin Hyuna dan Hyun Seung.
    Yg dikira baik ternyata lbh kejam..hyunna harus sgr tahu kebenarannya biar nggak salah paham dg Kyuhyun.
    Semangat berkarya!!!
    Ditunggu kelanjutannya…

  12. Mkin pnasarn smpah.
    Skrng hyuna dan adiknya dlm bahaya. Smga aj smuanya bsa cpt trslsaykna.
    D tunggu sllu klnjutannya. 😊😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: