DOMINIQUE LEGACY #BAB 6

picsart_12-14-12-09-44

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

DOMINIQUE LEGACY

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : DOMINIQUE LEGACY

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 17 0r (+)

Length                   : Chapter

Desclimer             : Typo itu, BUMBU! Don’t try to copy-paste without permission!

Happy Reading!

 

—–oooooo—–

 

Namanya Baek Young Il. Pria paruh baya yang Hyuna tahu seumuran dengan ayahnya –jika ayahnya masih hidup-. Young Il adalah malaikat dihidupnya dan Hyun Seung. Hyuna masih seringkali berfikir bagaimana hidupnya saat ini jika saja waktu itu, pria itu tidak menolongnya.

Dan saat ini, pria itu tengah duduk bersila di lantai dan bercengkrama dengan Hyun Seung, melepas rindu sepertinya, sementara Hyuna membuatkan teh untuk orang yang dipanggilnya Ahjusshi itu.

Ahjusshi, apa kau tidak membawakan makanan untuk kami?” Hyuna yang mendengar Hyun Seung mencelos dengan bebas menyunggingkan senyum. Dan dia dapat mendengar suara kekehan dari Young Il setelahnya.

“Joshua, apa kau harus sekejam itu padaku? Kau tidak merindukanku?”

Hyun Seung tertawa “Aku bercanda!”

Young Il terbiasa memanggil Hyun Seung dengan nama baratnya, karena saat menemukan anak itu dulu, Hyun Seung memperkenalkan diri sebagai Joshua. Saat kembali ke Korea, perlahan Hyuna menjauhkan nama itu dari Hyun Seung, tapi bagi Young Il Ahjusshi yang sudah terbiasa, gadis itu tidak mempermasalahkannya. Sementara bagi dirinya sendiri, dia tidak memakai nama barat karena orang tuanya tidak memberikannya, lagipula dia lahir di Korea. Bisa saja memberi nama barat pada Hyuna tapi, mengurus berkas berkasnya sangat merepotkan. Sementara Hyun Seung lebih mudah karena pria itu memang lahir di luar Korea.

Ahjusshi, kenapa tidak menghubungiku dulu sebelum datang? Dirumah sedang tidak ada apapun. Jika kau menelpon, aku bisa membeli beberapa cemilan” Hyuna menyusul menyerahkan segelas teh hangat pada pria itu.

Young Il mengibaskan tangannya “Apa aku memintamu melakukan itu? Sudahlah, lupakan. Aku kemari karena ada sesuatu yang harus ku katakan pada kalian”

Hyuna bertukar pandang dengan Hyun Seung.

“Kalian berdua—kembalilah kerumah”

Hyuna menaikan satu alisnya sementara dia melihat Young Il menatap ke arahnya dan Hyun Seung dengan harap harap cemas.

“Kenapa tiba tiba? Kufikir kita sudah pernah membahas ini sebelumnya” Ujar Hyuna.

“Aku tahu kau tidak ingin merepotkanku lagi, dan ingin hidup mandiri bersama adikmu. Tapi sungguh, aku tidak pernah merasa terbebani dengan itu. Sejujurnya, semenjak kalian pergi aku merasa kesepian. Tidak bisakah kalian kembali?”

Hyuna mendesah dalam. Sejujurnya gadis itu juga merasa tidak enak jika sudah seperti ini. Dan ya—merasa bersalah. Dia memang pergi dari rumah itu karena sudah merasa cukup dan tidak ingin membebani orang lain lagi. Tapi kesalahannya adalah dia tidak memikirkan bahwa Young Il ahjusshi mungkin akan kesepian karena hidup sendiri. Dia terlalu fokus pada hidupnya dan semua tentang melindungi Hyun Seung, tanpa sadar membuat orang yang telah berbaik hati merawatnya menjadi susah.

Ahjusshi–”

“Aku—aku-sebenarnya—“ Young Il menghela nafasnya “Kemarin aku pergi kerumah sakit, dan dokter mengatakan aku sedang dalam kondisi yang tidak baik”

Ahjusshi, kau sakit?” Hyun Seung bersuara, lalu pria itu mengamati Young Il di depannya. Memang, jauh lebih kurus dari sebelumnya. Dan sedikit pucat.

Hyuna juga mengarahkan pandangan cemasnya. Lalu bertukar pandang dengan Hyun Seung.

“Kudengar, kau bekerja saat ini. Jadi jika memang itu tidak memungkinkan bagi kalian untuk kembali, kurasa aku bisa mengerti”

Noona—“

Hyuna menangkap sinar mata Hyun Seung. Gadis itu merasa prihatin. Tidak, lebih dari prihatin. Young Il bukan orang tua kandungnya, bukan paman kandungnya, bahkan mereka tidak punya hubungan darah. Dia hanya orang asing. Tapi, orang asing yang telah dengan  dermawan dan bijaksana merawatnya  bahkan menyekolahkannya. Lalu, apa pantas dia bersikap seperti ini?

Young Il bahkan sedang sakit. Berhenti berfikir dan kembali kerumah, Hyuna! Bukankah kau menyayanginya?

“Kami akan kembali, ahjusshi

Hyuna melihat binar bahagia dimata itu “Benarkah?”

Gadis itu tersenyum, tertular euforia bahagia yang disebarkan pria tambun di depannya “Tentu saja”

“Besok? Besok minggu. Apakah waktumu kosong?”

Pria itu sangat antusias dan senang, Hyuna dan Hyun Seung tertawa “Baiklah!”

 

-o0o-

 

 

Sialan. Bagaimana Hyuna bisa lupa bahwa hari ini dia ada janji dengan Cho Kyu Hyun. Ya Tuhan, sekarang bagimana?

Hyun Seung menemukan kakaknya yang terdiam lemah di kamarnya sambil menatap ponsel. Sementara pria itu lewat untuk mengambil air minum di dapur, dan kembali lagi. Kali ini masuk kedalam kamar Hyuna.

“Apa yang kau lakukan? Tidak bersiap?”

Hyuna melirik Hyun Seung yang berdiri dengan keringat mengalir deras di pelipisnya. Badannya juga. Membuat kaos putih yang dikenakan pria itu basah dan menempel dikulitnya. Hyuna menyipit, apakah adiknya memang seseksi itu atau dia baru menyadarinya?

“Apa kau sedang mencoba menggoda kakakmu, huh?”

“Apa? Kenapa”

“Aku ingat betul bahwa badanmu itu kurus tidak berisi apalagi berotot” Hyuna bangkit dari duduknya. Maju mendekat lalu menepuk perut Hyun Seung, lalu ke tangan dan pundaknya.

Ya! Noona!

“Kau benar benar olahraga sepeti yang disarankan Siwon?”

Hyun Seung mengangguk bangga “Bukankah sudah kubilang aku akan membuat tubuhku seperti punya Siwon hyung. Bagaimana? Berhasil kan? Aku tidak salah memilih mentor”

“Kau. Sebenarnya berapa banyak waktu yang kalian habiskan bersama dalam sehari?”

“Tak terhitung”

“Dasar!”

Hyuna kembali duduk dan memasukkan beberapa pakaian ke koper. Hyun Seung mengingat kedatangannya tadi.

“Kau terlihat tidak senang dengan kepindahan ini. Apa kau benar benar terpaksa melakukannya?”

Hyuna memutar bola matanya “Kau bercanda?  Young Il ahjusshi adalah orang tua kita saat ini. Apa etis jika aku sedih karena seorang ayah yang meminta anaknya pulang?”

“Lalu apa yang kau lakukan sedari tadi. Ini hampir jam—sembilan” Hyun Seung melirik jam di kamar kakaknya.

“Ya. Dan pria itu akan datang satu jam lagi” Hyuna mendesah lagi dan bicara kecil, membuat Hyun Seung menaikan alisnya.

“Terserahlah” Hyun Seung memilih tak perduli, kembali ke kamarnya dan meneruskan kegiatan mengepaknya.

Hyuna bisa saja memberitahu Kyu Hyun. Itu bukan masalah besar, tentu saja. Tetapi yang lebih membuatnya tak bersemangat adalah fakta bahwa dia tidak bisa menemui pria itu hari ini. Oh, ayolah. Jangan pura pura tidak tahu, mereka adalah pasangan baru yang masih dimabuk kasmaran. Sudah sewajarnya jika Hyuna merasa kecewa jika kencan mereka batal. Sangat disayangkan.

“Anak anaaaak~”

Hyuna mendengar suara Young Il ahjusshi dan gadis itu menghela nafas setelah mengirim pesan pada Kyu Hyun. Dia berjalan keluar, meninggalkan ponselnya teronggok di dekat koper.

Noona! Ahjusshi membawa sarapan!” Hyun Seung menggoyangkan paper bag di tangannya dan berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan.

“Hyuna, apa masih banyak yang harus di bereskan?”

“Kurasa tidak. Tapi aku memang baru mulai mengepak, jadi mungkin akan memakan waktu lama”

“Aku sudah menghubungi agen kurir untuk datang membawa barang barang kalian”

Mata Hyuna menyipit “Err—apa itu perlu?Kurasa barangnya tidak terlalu banyak”

“Dan tetap, itu tidak akan cukup dimobilku, kan?”

“Ah, benar!”

Hyuna dan Young Il beranjak menuju Hyun Seung ketika seseorang masuk dari gerbang dan membuat mereka menoleh mencari tahu.

“Ah—aku tidak tahu jika kau sedang ada tamu” Siwon melihat jam tangannya “Sepagi ini” pria itu memberi senyumnya kembali pada pria paruh baya disamping Hyuna.

“Dia pamanku”

“Oh, selamat pagi Tuan—“

“Young Il”

“Ya, tuan Young Il. Senang bertemu dengan anda” Siwon menjabat tangan pria itu dan mereka saling melempar senyum. Young Il menemukan bahwa Siwon sepertinya cukup ramah untuk ukuran pria tampan. Ya, sejauh yang dia tahu. Pria pria tampan biasanya akan sangat sombong dengan popularitas yang mereka dapatkan.

“Dan kau adalah?”

“Choi Siwon”

“Dia tetangga disebelah rumah kami, Ahjusshi” Hyuna menjelaskan dan Young Il dapat menerima.

“Sarapan sudah kusiapkan! Kemarilah—Oh, Hyung! Ikutlah sarapan bersama kami!” Hyun Seung membereskan tempat makan dan mereka beranjak.

Belum satu langkah, Hyuna kembali dikejutkan dengan suara gerbangnya yang sangat nyaring. Tanda seseorang membukanya—lebih tepat disebut dengan membantingnya dengan kuat. Dan siapa yang ditemukannya disana?

“Kyu Hyun?” Ya. Dengan nafasnya yang tersengal.

“Wow. Hell yeah~ satu lagi pria tampan” Hyun Seung yang berdiri terkejut menatap Kyu Hyun.

Kyu Hyun menyadari keadaan yang tak biasa itu. Bukan, yang tidak di duganya. Dia berlari seperti orang gila dari kamarnya mencari kunci mobil dan mengendarai mobilnya dengan gila pula karena tidak mendapat jawaban apapun dari Hyuna setelah pesan terakhir yang dikirimkan gadis itu kira kira setengah jam yang lalu. Membuatnya berfikir impulsif dan disinilah dia berakhir sekarang. Haruskah dia menahan malu?

Mereka semua, semua –termasuk Kyu Hyun dan Siwon- duduk dengan menu sarapan sederhana yang dibawa Young Il pagi ini. Tidak cukup tentu saja. Itu situasi yang tak terduga. Hyuna bergerak perlahan memberikan porsinya pada Kyu Hyun yang duduk disampingnya. Pria itu menahannya. Tanda dia menolak.

“Tidak apa apa. Aku tidak biasa sarapan” Hyuna mengelak.

“Tidak. Kau membutuhkannya”

“Tapi kau harus”

“Kau yang makan. Jika tidak aku akan marah padamu”

“Kau lebih membutuhkannya, Kyu Hyun. Kau terlihat—kacau”

Mereka berhenti berargumen saat suara Young Il yang mengintrupsi. Dan Kyu Hyun baru menyadari bahwasanya dia—lebih tepatnya dia dan Hyuna, menjadi tontonan sedari tadi. Pria itu juga baru menyadari, ada new face yang dilihatnya pagi ini.

“Jadi, kau adalah?”

“Aku Cho Kyu Hyun” sahutnya datar.

Young Il menaikan satu alisnya memberi penilaian terhadap pria ini. Arogant sekali. Tampan memang, tapi kurang bisa bersosialisasi dengan baik. Tegas dan disiplin. Ambisius. Terlihat dari tatapan matanya yang tajam, menusuk.

“Dan anda?” Kyu Hyun balik bertanya

“Dia pamanku” Hyuna yang menyahut, membuat pria itu berpaling menatap gadisnya.

Kyu Hyun mengernyitkan dahi. Dia memang tahu bahwa Hyuna di rawat oleh seseorang di Seoul tapi pria itu belum pernah sekalipun melihat wajahnya, tidak terlalu penting menurutnya.  Yang dia tahu bahwa setelah kejadian itu Hyuna hidup dan disekolahkan oleh—oh, jadi pria ini?

“A-ahaha ha ha ha” Hyun Seung mengeluarkan suaranya, tawa yang sumbang dan aneh sambil melirik ke semua orang yang ada disana. Dia mencoba mencairkan suasanya yang mencekam, “A-aku sudah lapar. Bisakah kita mulai makan sekarang?”

Hyuna menyentuh lengan Kyu Hyun, “Makanlah”

Mata Kyu Hyun berkilat, marah “Kau. Makan. Atau aku akan marah padamu”

Hyuna tidak mau menyerah begitu saja. Dia kesal Kyu Hyun kembali dengan sikap diktatornya –meskipun dia suka. “Baiklah.  Aku akan makan jika kau makan juga. Cha!”

Hyuna  menyerahkan sumpit pada Kyu Hyun dan menawarkan pria iu berbagi makanan dengannya. Kyu Hyun mendesah pelan saat tahu dia sudah kalah, tidak bisa lagi membantah Hyuna.

Hyun Seung mengunyah sambil matanya melirik gantian, Kyu Hyun-Hyuna, Kyu Hyun-Hyuna, Kyu Hyun-Hyuna dan—Siwon. Siwon, pria itu tampak tenang dari tadi.

“Jadi, siapakah diantara kalian yang mengencani keponakanku?”

Hyun Seung meletakkan makannya dengan cepat dan menatap antusias pada kakaknya yang tersedak. Dia suka ini! Young Il ahjusshi benar benar mengerti isi pikirannya!

‘Bagus Ahjusshi!’ teriaknya dalam hati.

Ahjusshi” Hyuna memprotes dan matanya melirik Kyu Hyun. Penasaran dengan ekspresinya.

Siwon tersenyum sangat manis dan menatap Hyuna yang berada disampingnya. Pria itu tanpa Hyuna duga memegang tangannya membuat dia menoleh terkejut ke arah Siwon.

“Aku menyukainya, Tuan Young Il” Dia menatap Hyuna sebentar lalu menatap Young Il.

Hyun Seung tersedak “Benarkah, Hyung?” Siwon mengangguk mantap, tersenyum pada Hyun Seung.

“S-siwon, apa yang kau katakan” Hyuna berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Siwon.

“Aku menyukaimu. Aku serius, kuharap segalanya berjalan lancar untuk kita berdua”

“Apanya yang berjalan lancar. Ya Tuhan, Siwon. Lepaskan aku” Dia melirik takut takut ke arah Kyu Hyun. Gadis itu menemukan Kyu Hyu yang terdiam tanpa ekspresi. Tapi auranya menakutkan.

“Hyuna” Gadis itu mendengar Kyu Hyun bersuara. Segera dia memalingkan wajah. Duduk diantara Siwon dan Kyu Hyun membuatnya tertekan. Terlebih tatapan penuh intograsi dari Hyun Seung dan pamannya itu di depannya. Dia seperti tersangka yang diadili. Seperti mangsa yang dikuliti.

Hyuna menemukan Kyu Hyun yang tersenyum padanya, “Ya?”

“Aku belum memberitahumu kenapa aku kemari, kan? Ah, tadi aku cemas saat kau mengirim pesan dan membatalkan kencan kita hari ini. Aku berkali kali menghubungimu dan semuanya teralihkan ke voice mail. Aku sangat khawatir kukira terjadi sesuatu denganmu”

“Ya Tuhan, kencan?! Noona—diaaa?” Hyun Seung menunjuk Kyu Hyun dengan telunjuknya dan matanya menuntut Hyuna. Gadis itu pasrah.

“Yah. Sudah kuduga” Young Il bersuara, pria tambun itu lalu tertawa kecil. “Hyuna. Bagaimana ini? Dua pria tampan menyukaimu dalam satu waktu. Meskipun sepertinya kau sudah terikat dengan Kyu Hyun, Siwon terlihat tidak ingin mundur sekarang”

Hyuna menatap memelas pada pamannya. Gadis itu menyiratkan bahwa itu tidak cukup membantunya, malah membuatnya semakin tersudut.

“Ahh~ aku penasaran dengan persaingan ini” Matanya menatap ke Kyu Hyun, “Hey nak, kuberi sebuah saran. Jangan terlalu tenang walaupun kau sudah terikat dengannya. Setidaknya untuk saat ini. Pesaingmu cukup berat untuk meluluhkan hati wanita, kurasa” Lalu melirik ke arah Siwon.

Hyun Seung menyenggol lengan Siwon dan berbisik, “Hyung, kau tampak tak terkejut. Apa kau sudah tahu?”

Siwon mengangkat bahunya “Aku baru tahu, tapi aku sudah menduganya.”

Mata Hyun Seung menilai Kyu Hyun “Tapi pria itu terlihat kaku. Aku tidak begitu menyukainya. Hyung, perjuangkan kakakku? Eoh?!”

Siwon tertawa kecil lalu meninju lengan Hyun Seung.

“Joshua~ya. Mari kita lihat siapa yang lebih sering berkunjung ke rumah setelah hari ini. Oh ya, apa kalian sudah tahu bahwa mereka berdua akan pulang bersamaku?”

Siwon dan Kyu Hyun menatap Hyuna bersamaan. Hyuna melirik keduanya bergantian, “Aku akan pindah hari ini. Pulang kembali kerumah Young Il ahjusshi. Makanya aku membatalkan kencan kita” Dan diakhiri tatapan maaf mengarah pada Kyu Hyun.

“Pindah?!” Siwon dan Kyu Hyun berseru bersamaan.

Dan sisa hari itu dilalui Hyuna dalam cemas. Siwon dan Kyu Hyun disini, membantunya mengepak barang. Sekarang kedua pria itu membawa kardus kardus kedalam mobilnya masing masing. Mereka memutuskan membatalkan menyewa agen dan memilih untuk meletakkannya di mobil, membaginya. Karena barang barang yang dibawa juga tidak terlalu banyak. Kyu Hyun dengan sigap membawa barang barang Hyuna, dan Siwon mengambil alih milik Hyun Seung.

Hyuna duduk di sebelah kopernya yang baru saja dia tutup. Lalu tiba tiba Kyu Hyun muncul di depan pintu kamarnya lagi, tinggi menjulang, membuat gadis itu mendongak. Dia menghela nafas, “Kau marah?”

“Tidak” Kyu Hyun mengambil koper Hyuna tanpa berminat menatap gadis itu “Hanya ini?”

“Ya. Bajuku tidak banyak”

“Cho Kyu Hyun”

“Nanti. Kita bicara nanti” Dan Kyu Hyun keluar meninggalkannya. Hyuna mendesah lagi.

Hyun Seung masuk, langsung duduk disebelah Hyuna. “Sejak kapan? Kau tidak pernah bercerita padaku”

“Baru saja”

“Bagaimana bisa?”

“Terjadi begitu saja”

Hyun Seung menggeleng lalu berdecak “Jadi ‘orang lain’ yang kau sebutkan semalam itu dia. Kau menolak Siwon hyung karena pria itu? Noona! Dia terlihat sangat kaku”

“Kau tidak menyukainya?”

“Well—yeah sepertinya. Mungkin jika dia lebih ramah, aku bisa menyukainya. Lagipula dia juga tampan dan—terlihat kaya. Siapa dia?”

“Orang nomor 1 ditempatku bekerja”

Hyun Seung terkesiap menutup mulutnya, terlihat sangat tidak natural dimata Hyuna. Bibir gadis itu menyungingkan senyum. Setidaknya sadar adiknya berusaha membuatnya lebih baik “Orang itu? Wah, hebat sekali kakakku ini. Tak kusangka”

“Hyun Seung, kau tidak memakai soft lens mu?” Hyuna menyipi menyadari sesuatu yang beda dari adiknya.

“Ah, ini. Iya, aku lupa memberitahumu. Beberapa hari ini, warnanya terlihat pudar dan lalu menghilang. Lalu terkadang muncul lagi. Seperti itu terus”

“Dan hari ini, warnanya menghilang?”

“Ya. Makanya aku memutuskan tidak memakainya hari ini”

“Menurutmu kenapa bisa begitu?” Hyuna mulai cemas “Aku khawatir. Apakah ini akan mempengaruhi kesehatanmu?”

“Kurasa tidak. Sejauh ini aku baik baik saja”

“Aku juga berharap demikian”

“Ayo, sepertinya semua sudah siap”

 

-o0o-

 

 

Pada akhirnya, Hyuna merasa sangat jenuh dengan kediaman Kyu Hyun. Gadis itu ingin biacara tapi selalu tidak menemukan timing yang tepat. Rahang keras Kyu Hyun menjelaskan bahwa pria itu sedang marah. Yang Hyuna sendiri, tidak begitu tahu dimana letak kesalahannya. Karena dia membatalkan kencan? Tidak membertiahu kepindahannya? Atau—Siwon? Atau yang paling parah, ketiganya?

Mobil sudah menepi dan mereka telah sampai. Kyu Hyun menarik rem tangan dan melepaskan seatbeltnya, berniat membuka pintu mobil dan turun.

Hyuna memegang lengan pria itu kuat sehingga Kyu Hyun kembali terduduk di kursinya.

“Katakan. Kau marah karena apa, Cho Kyu Hyun? Aku sedang mencoba memperbaikinya. Tolong bekerjasamalah”

Kyu Hyun termangu beberapa saat sebelum dia menatap Hyuna. Menatap dalam mata yang cemas cemas itu, lalu akhirnya membuang nafas. Pria itu memejamkan matanya sekilas “Maaf. Aku tidak seharusnya seperti ini”

“Kenapa? Ada apa?”

“Aku juga tidak tahu. Kurasa karena moodku sedang tidak bagus jadi aku seperti ini”

“Kau yakin karena itu?”

Kyu Hyun melipat bibirnya. Hyuna terlihat sabar bertanya padanya itu menunjukan bahwa gadis itu menanganinya dengan baik. Pria itu tersentuh, Hyuna berusaha mengimbanginya yang masih sering meledak ledak dan terkadang dia juga bingung dengan perasaannya.

“Aku serius mengkhatirkanmu setengah mati karena tidak mendapat kabar kenapa kau membatalkan kencan kita hari ini. Kufikir sesuatu yang buruk menimpamu”

“Kenapa kau berfikir sejauh itu”

‘Karena banyak bahaya disekitarmu’ “Aku hanya—cemas”

“Kau berlebihan. Tapi aku tersentuh. Terimakasih” Hyuna memberikannya senyum menenangkan.

“Dan mendapat kabar bahwa kau akan pindah. Kau sama sekali tidak menyingung masalah ini”

“Maafkan aku. Itu terlalu mendadak. Kufikir aku akan mengatakannya padamu saat kita bertemu, besok? Mungkin”

“Dan—soal dia” Kyu Hyun mengendikan dagunya kedepan. Siwon yang baru turun dari mobil lalu melihat pemandangan sekitar. Bercengkrama dengan Hyun Seung lalu, menatap mobil Kyu Hyun, ke arah mereka. Tersenyum manis.

“Itu—diluar dugaanku”

Kyu Hyun mengambil tangan Hyuna yang memegang lengannya. Menggenggamnya dan mereka saling bertatapan.

“Mulai sekarang, berjanjilah padaku untuk menghubungiku jika sesuatu terjadi padamu”

Hyuna mengangkat satu alisnya, “Ya—oke” mekipun dia tampak bingung.

“Aku serius. Cepat hubungi aku jika kau sedang dalam masalah. Kau bisa percaya padaku, kan?”

“Tentu saja”

“Bagus. Kalau begitu, apa kita berbaikan sekarang?”

Hyuna tergelak dalam tawa “Kau yang mendiamiku sedari tadi”

“Oh, benarkah?”

“Ya”

Dalam satu sentakan, tangan Kyu Hyun menyambar tengkuk gadis itu dan menciumnya. Bergerak pelan mengeksplore kelembutan bibir itu yang lagi lagi dirasakannya. Kyu Hyun bersumpah dia tidak akan pernah puas dengan bibir itu.

Kyu Hyun melepaskan ciumannya ketika merasakan cengkaraman Hyuna mengerat di tangannya. Mereka masih dalam posisi yang sangat dekat.

“Kuanggap itu sebagai permintaan maafmu?” Hyuna bersuara.

“Benar. Apa kau menerimanya?” Hyuna tidak menjawab dan maju lalu kembali mencium Kyu Hyun. Hanya kecupan kecil.

“Kuanggap itu adalah ‘ya’”

“Oke, apakah aku bisa turun sekarang?”

“Kau bisa turun, nona. Kenapa kau meminta izin?”

“Karena kau menahanku. Lepaskan cengkramanmu dan aku bisa turun”

Kyu Hyun mendesis “Sial. Sepertinya aku mulai menjadi sangat protektive padamu. Hyuna, aku ingin menciummu lagi”

“YA!”

Pria itu tertawa keras saat Hyuna melesat keluar dari mobilnya.

 

-o0o-

 

Senja datang ketika Hyuna mengantar Kyu Hyun ke halaman untuk pulang. Gadis itu masuk dan mendapati Siwon yang masih duduk dan berbincang dengan Young Il ahjusshi dan Hyun Seung diruang tamu. Kalau saja Kyu Hyun tidak ada urusan penting yang harus dikerjakan, dia pasti masih tinggal dan Hyuna masih bisa menikmati kebersamaannya dengan pria itu.

“Hyuna, duduklah” Siwon menegornya. Gadis itu tersenyum kikuk. Semenjak ungkapan suka yang terlontar dari Siwon secara mendadak, dia merasa tidak terlalu nyaman berada disekitar pria itu. Tentu saja!

Mungkin beda cerita kalau dia juga mempunyai rasa yang sama pada Siwon, atau dia belum punya seseorang yang dia suka. Tapi, demi Tuhan! Dia sudah bersama Cho Kyu Hyun, dan Siwon dengan terang terangan masih berusaha mendekatinya meskipun dia tahu bahwa sudah ada Kyu Hyun saat ini.

“Mungkin lebih baik, aku membuat minuman untuk kalian?”

“Aku ingin minuman dingin Noona!” Hyun Seung berseru.

“Baiklah gentleman, aku buatkan minuman hangat untuk kalian berdua” Hyuna melirik pada Young Il dan Siwon bergantian “Dan minuman dingin untuk adik kecilku”

Hyuna melenggang kearah dapur mengabaikan protesan Hyun Seung. Gadis itu samai di dapur dan langsung berjinjit ke arah kitchen set yang lebih tinggi darinya untuk mengambil cangkir. Seingatnya, dia selalu meletakkan cangkir di atas situ saat dia masih tinggal dirumah ini dulu.

Rumah itu tidak terlalu besar, sederhana. Tapi padat dengan perabotan. Hyuna menyukainya. Dapurnya juga sangat cantik menurutnya. Sejak pertama kali dia datang, Hyuna langsung jatuh hati pada interior yang terlihat simple dan elegant secara bersamaan. Yang dia tahu, segala sesuatu di rumah itu telah disusun oleh mendiang istri Young Il. Yang membuat Hyuna menebak nebak pastilah wanita itu adalah orang yang sangat cantik dan berkelas.

Hyuna merasakan kehadiran orang lain dibelakangnya, yang menempel erat pada punggungnya, serta tangan lain yang menjalar melewati lengannya membuatnya bergidik. Itu Siwon.

Dia terdiam ketika Siwon yang mengambil alih tugasnya. Pria itu sengaja –sepertinya- enggan menjauhkan diri. Membuat Hyuna terkunci diam dan tidak dapat bergerak.

Siwom meletakkan cangkir yang dia ambil di depan Hyuna. Gadis itu merasakan Siwon yang tersenyum dibelakangnya.

“Te-terimakasih”

Siwon menghela nafas, mengambil dua langkah mundur dan memasukan tangannya kedalam kantung celana “Kau menjauhiku”

Hyuna berbalik “Tidak!”

“Kau menjauhiku, Hyuna”

Gantian gadis itu yang mendesah pelan “Maafkan aku. Kufikir, aku butuh waktu untuk bisa—yaa, kembali bicara normal padamu seperti biasa”

“Karena aku bilang, aku menyukaimu, kan?”

“Ya” Hyuna dengan suara pelan mengakui.

“Kau bisa melupakannya, atau berpura pura tidak mendengar apa yang aku katakan”

Hyuna mengerutkan kening “Tidak bisa. Aku tidak bisa bersikap seolah olah tidak ada yang terjadi diantara kita”

Siwon terkekeh “Memang tidak ada apapun diantara kita, kan?”

“A-ah, maksudku—itu soal kau yang–”

“Baiklah aku mengerti”

Hyuna melirik Siwon takut takut, tanpa diduga pria itu menduduk dan mencium Hyuna cepat, tepat, di—bibir. Hyuna mengangga. Otaknya penuh dengan Cho Kyu Hyun. Bagaimana jika pria itu tahu?!

“YA!! CHOI SIWON”

Siwon tertawa membuat Hyuna semakin sengit “Apa yang kau lakukan? Kau benar benar tidak mengerti ya?”

“Apa?”

Hyuna mendesis “Pokoknya, jika kau melakukan hal seperti itu lagi, aku serius tidak akan bicara lagi denganmu”

“Oke, jadi selama aku tidak menyentuhmu kau masih mau bicara denganku kan?”

“Kita lihat saja” Hyuna bersungut sungut.

Siwon melepas senyum kelegaannya “Apa memang harus membuatmu marah dulu baru kau bisa menatap mataku dan bicara dengan nyaman—yaa, meskipun itu tidak bisa disebut bicara”

“Apa maksudmu?”

“Dengar” Siwon meraih pundak Hyuna, “Aku tidak bilang menyukaimu untuk membuatmu tertekan. Jadi, tolong bersikap biasa padaku. Aku juga tidak mau memaksamu menyukaiku. Jika memang aku yang menyukaimu, maka hanya itu yang akan terjadi. Jadi, bersikaplah seperti biasa. Aku janji tidak akan membuatmu terbebani oleh apapun. Pegang ucapanku”

Hyuna terdiam sebentar kemudian menjawab, “Baiklah, akan aku coba”

“Bukan dicoba, tapi memang harus kau lakukan” Siwon kembali menegakkan badannya, lalu pria itu berjalan pergi dengan senyum. Namun dia berbalik saat sudah beberapa langkah di depan Hyuna.

“Kau tenang saja, yang tadi—kupastikan Kyu Hyun tidak akan tahu”

Siwon kembali berjalan sementara Hyuna tersenyum kecil tidak menyangka pria itu akan bersikap seperti ini padanya, dan lebih tidak menyangka bahwa dia menyukainya.

Ya, mungkin memang dia harus merasa seperti tidak pernah terjadi apa apa sebelumnya. Susah memang, tapi dia harus mencoba sekuat tenaga. Siwon bisa, dia juga harus bisa. Itu akan membuat mereka berdua tidak canggung

Hyuna berbalik menghadap pada cangkirnya sebelum gadis itu menyadari sesuatu saat sekilas melihat pantulan dirinya di cermin.

Hyuna mendekat pada cermin kecil yang memang berada di dapur, dan berdiri memperhatikan matanya. Gadis itu tertegun.

Salah satu matanya berubah.

Sama seperti Hyun Seung.

Sama seperti milik—ibunya.

 

-o0o-

 

Hee Chul masuk keruang kerja Kyu Hyun yang sunyi. Ini hari minggu dan Kyu Hyun tidak ada dirumah. Hal baru baginya, karena Kyu Hyun yang dia kenal akan selalu menghabiskan waktunya di meja kerja sekalipun itu hari libur. Tapi sepertinya, semua sudah berubah. Sejak pria itu mulai menyentuh perasaannya—dan membiarkannya luluh pada seorang gadis.

Hee Chul tidak akan menentang mati matian pada siapa Kyu Hyun menambatkan hati. Dia malah akan berterimakasih karena telah bisa merubah pria tak berperasaan itu membuka diri. Tapi kasus ini berbeda. Beda cerita jika gadis itu Hyuna.

Dia berjalan dan duduk di kursi kebesaran Kyu Hyun dibalik meja kerja. Lalu menenangkan dirinya disana. Matanya menari nari menyusuri meja kerja Kyu Hyun. Lalu mengumpat kecil saat menemukan foto konyolnya—bersama Kyu Hyun—saat kelulusan pria itu di Missisipi. “Dasar bocah” senyumya terbit kemudian.

Hee Chul tergelitik memeriksa segala sesuatu di meja Kyu Hyun. Sesuatu yang hanya Hee Chul yang mampu melakukannya. Kyu Hyun akan marah jika orang lain menyentuh barang barangnya, tapi tidak dengan Hee Chul.

Dia menemukan sebuah koran lama yang usang. Dengan topik utama artikel itu yang membuat Hee Chul mengeluarkannya dari laci meja.

 

“Daerah Pascagoula resmi menjadi kota mati setelah tepat sebulan yang lalu semua warga yang tersisa dipindahkan ke daerah aman untuk menjalani perawatan lebih lanjut demi mencegah adanya penularan terjangkit virus yang masih terbilang aktif ini. Pacagoula sendiri saat ini tengah disterilkan  oleh ribuan pekerja kesehatan yang diperkerjakan langsung oleh Pemerintah setempat. Belum ada kepastian lebih lanjut kapan Pemerintah akan menepati janjinya untuk menemukan antivirus yang–“

 

Hee Chul belum menyelesaikan bacaanya dan mendapati Kyu Hyun masuk ke ruangan. Pria itu sudah pulang.

“Kau membaca artikel lama” Kyu Hyun melirik koran usang ditangan Hee Chul dan tahu apa yang sedang pria itu baca. Dia duduk di sofa dan mengistirahatkan punggungnya dengan bersender nyaman. Kepalanya mengadah, matanya menatap langit langit.

“Aku tidak tahu kau memiliki ini”

“Aku juga menemukannya di kamar Dee saat berkemas untuk kemari”

Hee Chul menghela nafas “Kau ingat, waktu itu? Wabah itu sangat mengerikan”

Kyu Hyun mengangguk “Aku masih belum bisa melupakan, bagaimana seramnya orang orang yang terjangkit virus itu”

“Kufikir mereka zombie, kau tahu”

“Ya, mungkin memang mereka zombie”

“Kyu Hyun~ah, apa kau masih belum tahu kenapa ayahmu bisa tertuduh?”

Mata Kyu Hyun nyalang. Tapi nafasnya berat, Hee Chul bisa melihatnya. “Sebuah aliansi lain ingin mengambil alih penelitian dan menemukan obat untuk mereka sendiri. Mereka membujuk ayahku untuk pindah haluan dan bekerja dibawah kaki tangan mereka tapi beliau tidak mau karena tujuan mereka tidak jelas. Apakah baik, atau sebaliknya. Sedangkan tempatnya bekerja dulu adalah pusat penelitia resmi yang bekerja dibawah pemerintah. Ayahku tentu saja lebih merasa aman. Lalu mereka membuatnya dipecat, dengan harapan dia akan bersedia bergabung. Tapi–”

“Tapi ternyata ayahmu tetap menolak. Dan semua itu terjadi”

Kyu Hyun mengangguk “Ya. Dia menolak, dan mereka mengambil jalan paksa” Matanya membara, penuh kebencian “Kecelekaan itu, aku yakin bukan sebuah kebetulan”

“Dan orang tua Hyuna”

“Benar”

Hee Chul menatap lembut ke arah Kyu Hyun “Matamu masih penuh dengan amarah.  Ambisimu untuk membersihkan nama ayahmu masih sangat kuat. Kau tidak bisa menghindarinya Cho Kyu Hyun”

“Aku tahu” Kyu Hyun memejamkan matanya, lalu mengepalkan tangan dikedua sisi. Dia benci, benci sekali dengan fakta bahwa nyatanya dia lemah. Perasaannya jatuh dengan mudah. Bukan, sepertinya memang Hyuna yang membawa dampak besar untuknya. Ini adalah hal diluar kendali.

“Lalu apa sekarang kau akan menyerah dengan penelitian obat itu? Kita masih membutuhkan sesuatu, antivirus yang mereka inginkan. Lalu nama ayahmu bisa bersih dari tuduhan yang telah bertahun tahun, dan mereka bisa menangkap pelaku kejahatan atas aliansi ilegal itu. Mereka belum bisa bergerak karena masih menyangka Ayahmu lah yang berkhianat dan untuk itu mereka tidak bisa melapor pada pemerintah karena akan menjadi masalah juga pada perusahaan nantinya. Jika kita mendapat obat itu, kita membuktikan ayahmu sama sekali tidak ada kaitannya dengan aliansi  itu, dan mereka bisa melapor ke pemerintah untuk menangkap mereka” Hee Chul bicara panjang, mengingatkan Kyu Hyun kembali tujuan mereka. Mengingatkan kembali kenapa mereka datang ke Seoul. “Kita tidak bisa berhenti sekarang”

“Aku tidak akan berhenti”

“Kalau begitu putuskan hubunganmu dengan Hyuna. Kau fikir bagaimana perasannya jika tahu kau hanya memanfaatkan dia untuk mendekati Hyun Seung, objek dari penelitian berlanjut yang ayahmu lakukan”

Kyu Hyun mengernyit. Dia merasa tidak benar dengan kalimat Hee Chul, tapi lidahnya kelu untuk menyanggah.

“Dia pasti akan terluka” Kyu Hyun malah berucap lemah, membayangkan kalau saat itu tiba, Hyuna tahu yang sesungguhnya.

Hee Chul menghela nafas “Kau terlambat. Aku sudah bilang dari awal, hentikan saat semuanya belum terlalu jauh. Sekarang, segala sesuatu yang akan kau lakukan akan menyakiti kalian berdua. Kau memanfaatkannya terlalu dalam”

“Aku—“

Suara ketukan dipintu menelan suara Kyu Hyun. Bora muncul mengintip dari balik pintu.

“Maaf, apa aku menganggu?”

“Tidak, masuklah Bora. Ada apa?”

Gadis itu masuk, pelan dan pelan. Melirik Hee Chul dari sudut matanya yang terududuk di ujung ruangan, di kursi milik Kyu Hyun. Sementara pemiliknya duduk di sofa. Sial! Dia tidak akan pernah merasa menciut diantara kedua pria ini. Tapi ketengan yang sejak kemarin ditimbulkan dua pria tampan yang tinggal seatap dengannya itu membuat dia merasa kecil.

“Apa kalian baik baik saja? Apa kalian sudah berdamai?”

Tidak ada suara selama beberapa detik, membuat Bora menyesal masuk kesana dan ingin bumi menelannya saja. Sedetik kemudian, tawa Hee Chul membahana diruangan itu.

“HAHAHAHA! Aku tidak sanggup menahannya. Wajahmu sangat konyol Bora~ya, Demi Tuhan kau seperti babi yang akan di—“

“Apa? Kau panggil apa aku tadi? YA! KIM HEECHUL! MATI KAU!” Bora mengangkat rok panjangnya dan melangkah lebar lebar kearah Hee Chul. Mmemutari meja kerja hingga akhirnya menerjang Hee Chul memukul mukul kepalanya. Pria itu menjerit meminta Bora berhenti, tapi tawanya masih menggema membuat Bora makin kesal. Kyu Hyun yang melihatnya ikut tertawa.

“Kenapa kau kemari Bora?” Kyu Hyun bersuara, sekaligus memberi pertolongan untuk Hee Chul yang masih menjadi korban siksaannya.

“Well, aku kemari karena khawatir dan kupikir bisa sedikit membantu” Gadis itu menjauh dari Hee Chul dan duduk disamping Kyu Hyun “Aku menyesal mengkhawatirkan kalian”

“Wah, si kerdil sudah besar rupanya”

“Mulutmu akan kurobek Kim Hee Chul, lihat saja” Lalu matanya menatap Kyu Hyun dan Hee Chul bergantian.

“Kalian, jangan pernah bertengkar seperti kemarin lagi! Kalau tidak, aku akan menggunduli kalian berdua!” Ancam Bora yang mendapat acuhan dari keduanya.

“Oiya, tadi Chéri menghubungiku”

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan ayahku?” Kyu Hyun langsung terlihat cemas, menatap Bora.

“Ya, apa terjadi sesuatu dengan ayahnya?” Hee Chul ikut menimpali.

“Tidak. Dia hanya khawatir, sama sepertiku. Menanyakan kalian berdua”

Hee Chul bangkit dari duduknya secepat kilat berdiri di samping Bora, lalu menjewer telinga gadis itu “Kau mengadu padanya, ya? Dasar kerdil!”

“YAISSSH!” Dan Bora mengamuk lagi.

Kyu Hyun menghela nafas, bangkit dan keluar dengan santai dari ruang kerjanya yang dipenuhi suara perang antara Bora dan Hee Chul. Ya, dia bahkan bisa melihat Tom and Jerry asli yang mengacak ngacak ruang kerjanya.

“Jika sudah selesai, bereskan kembali ruanganku!” teriak nya diluar ruangan setelah menutup pintu.

Lima belas menit berlalu dan Bora maupun Hee Chul duduk berdampingan dengan nafas tersengal. Bora terlihat baik baik saja –dari segi penampilan- Hee Chul duduk disebelahnya, terengah, dengan rambut yang luar biasa hancur berantakan. Sesekali dia meniup anak rambut yang jatuh di depan wajahnya.

“Ayo jangan lakukan ini lagi lain kali”

“Aku setuju” jawab Hee Chul cepat.

“Ah! Apa Hyuna sudah pulang?”

Hee Chul menoleh menghadap Bora “Bicara apa kau?”

“Tadi, sebelum aku kemari Hyuna datang dan dia mencari Kyu Hyun mengantarkan ponselnya yang tertinggal. Aku bilang padanya Kyu Hyun  berada disini” Bora melirik jam “Cepat sekali dia pulang, harusnya dia ikut makan malam saja bersama kita”

“Apa?”

“Tadi aku masih didapur bersama bibi Han membuat makan malam, makanya kusuruh dia langsung saja kemari”

“Hyuna datang?”

Bora menatap Hee Chul jengah “Eonnie, bagian mana yang kurang jelas? Ya, Hyuna kemari”

Hee Chul mengangga lebar, matanya terbebalak. Menyadari perubahan air muka Hee Chul, Bora terkesiap “Ada apa?”

Hyuna mendengarnya? Gadis itu mendengar percakapannya dengan Kyu Hyun? Oh—tidak!

 

 

 

To be Continued

 

Advertisements

23 thoughts on “DOMINIQUE LEGACY #BAB 6

Add yours

  1. Baguslah klo Hyuna dengar kenyataannya. Jd dia akan lebih hati2 lg dgn perasaannya pd kyuhyun, dan gak terlalu menyerahkan dirinya. 😠
    Apa setelah ini Hyuna bakal lari ke Siwon ? 😮

  2. Siwon diam-diam menghanyutkan ternyata. Dia berbahaya. Hyuna beneran denger pembicaraan Heechul dan Kyuhyun? Gawat nih. Kyuhyun overprotective bgt asli deh.

  3. Bgs bgt kalau hyuna mendengarkan kebenaran.apa dia bisa menerima kl dia dimanfaatkan untuk mendptkan joshua. Tolong kelanjutannya crt nya mkn zeru d mkn jelas akar masalahnya

  4. jenggg …. jengggg …. jenggg
    seneng udah update lg, 🙂 sbnrnya msh bingung sma alurnya .
    sbnrnya ini crita apa ? apa hyuna siluman ? kkk
    makanya selalu ditunggu part lanjutanya 🙂
    aku suka part ini 🙂

  5. astaga betapa bahagiannya aku cerita ini dilanjut…… karena udah begini ceritanya jd tambah penasaran!! apalagi itu endingnya astaga hyuna denger pasti yah?! parah dah bakal gimanaaaa ih. btw itu hyuna berubah warna juga matanya berati sama aja dong kaya hyungseung? jgn bilang nanti endingnya hyuna yg rela buat jd objek demi kyuhyun huwaaaa masih penasaran siwon itu siapaaaa pastinya musuh kyuhyun sih yah tp gimanahhh ah penasarannnnn bgtttttt semoga di lanjut cepet hahah

  6. baguslah kalo misalkan hyuna udah denger semuanya, mungkin ini yang terbaik 😢. tapi masih belum siap kalo misalkan kyu hyuna pisah 😭😭😭

  7. Entah harus bhgia or sedih hyuna bnran udah dnger semua pmbicraan kyu ma heechul?
    Dsatu sisi seneng dia jdi tau rencana kyuhyun yg niatnya mau mnfaatin dia pi skrg gk tau masih apa gak stlah jatuh cinta ma hyuna
    Di sisi lain takutnya hyuna sedih trus ngjauhin kyuhyun dan milih siwon, relanya kyuna couple
    Apapun itu i will wait next chapther kak

  8. Hyuna harus dengar pembicaraan kyue dan Heechul… Agar tidak lebih terluka nantinya. Apa Hyuna bakal ngejauhin Kyuhyun, dan berpaling ke Siwon?
    Ditunggu next part-nya… Makin seru and kerennn!!!

  9. Ealaaaaaaaah
    pasti Hyuna denger rencana Kyuhyun
    adududuh parah niii
    padahal mereka saling mencintai tapi meyakiti juga

    eiiii jadi Kyuhyun mau neliti adik Hyuna
    woaaaah
    sebenarnya aku penasaran
    ada apa dengan mata kaka beradik ini
    knpa bisa berubah warna karena emosi

    ck penasaran gueeee
    anju si siwon
    jgan deh
    hyuna tetap sama kyuhyun aja kkk

    semangat ya ^^

  10. Waahhh awalnya hyuna kyuhyun so sweet, tapi kayak nya hyuna tau deh, denger deh omongan kyuhyun sama heechul… Duhh iyaa kenapa mata hyuna berubah, masih banyak teka-teki yang belum terjawab duhh siapa juga siwon sampai gara” ciuman nya hyuna jadi berubah mata nya… Apa keluarga hyuna yang terjangkit virus itu???? Apa siwon juga salah satu nya duh… Jadi penasaran

  11. Brarti keluarga hyuna it yg trjangkit virus? Krna itulah kyu menjadikan hyuseong sbgai bhan penelitian ? Dan sbnarnya siapa musuh2 kyuhyun apa siwon termasuk ? Ahhhh bingungggg
    Cepat d lanjut Yaaa 😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: