DOMINIQUE LEGACY #BAB 4

edit2

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

DOMINIQUE LEGACY

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : DOMINIQUE LEGACY

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 17 0r (+)

Length                   : Chapter

Desclimer             : Typo itu, BUMBU! Don’t try to copy-paste without permission!

Happy Reading!

 

—–oooooo—–

Cho Kyu Hyun dan Hyuna berjalan keluar dari bandara saat pria itu mempunyai satu panggilan di ponselnya. Setelah mengangkatnya, Kyu Hyun mengisyaratkan pada Hyuna untuk berjalan mendahuluinya sementara dia punya urusan lain dengan orang diseberang telepon.

 

“Hyung” Kyu Hyun bersuara pada lawan bicaranya. Itu Hee Chul.

 

“Kau sudah di Seoul? Apa perlu kujemput?”

 

“Tidak. Aku membawa mobilku” Kyu Hyun melirik Hyuna yang kini berdiri menunggunya di dekat mobilnya.

 

“Ada apa? Kau tidak mungkin menghubungiku hanya karena hal ini” Seolah tahu maksud Hee Chul, Kyu Hyun bertanya lugas.

 

“Ini tentang pria itu, Choi Siwon”

 

“Kau mendapatkan sesuatu?”

 

“Ya” Nada suara Hee Chul terdengar dalam menandakan tidak ada lelucon dibalik perkataannya.

 

“Kita bicara saat aku tiba di rumah” Dan telepon terputus.

 

Kyu Hyun memasukan kembali ponselnya ke dalam coat cokelat yang dia kenakan. Pria itu berjalan dengan langkah mantap menuju Hyuna.

 

Kyu Hyun tiba tiba menemukan sesuatu dalam langkah diamnya. Kakinya kemudian berjalan melambat. Matanya tak lepas dari Hyuna.

 

Gadis itu. Sungguh membuatnya harus termenung saat ini. Melihat Hyuna yang berdiri dengan wajah polos yang benar benar tak sesuai dengan kehidupan yang dimilikinya itu, membuat sesuatu seperti menahan Kyu Hyun untuk berbuat lebih jauh pada Hyuna. Entah bagaimana tepatnya ketika tiba tiba dia merasa Hyuna menjadi begitu menarik dimatanya padahal dia sudah mengetahui keberadaan gadis itu terlalu lama.

 

Lalu kenapa harus saat ini. Kenapa harus disaat yang seperti ini?

 

Ini bukan waktunya untuk ragu apalagi membatalkan semua rencana yang telah disusunnya matang matang hanya demi sebuah perasaan sesaat yang dinilainya bodoh. Tapi tetap saja, Kyu Hyun tidak menampik bahwa Hyuna, gadis itu mempunyai sesuatu yang bisa menarik perhatiannya hanya dalam waktu singkat. Kyu Hyun hanya tidak yakin akan hal itu.

 

Kyu Hyun menghela nafasnya lalu kembali berjalan mendekat. Hyuna menyadari kehadirannya dengan tiba tiba dia menunduk pada Kyu Hyun dan berucap “Kalau begitu, saya akan pulang sekarang sajangnim. Hati hati saat menyetir~”

 

Kyu Hyun tidak sempat berkata ketika gadis itu telah membalikan badannya terlebih dahulu. Di satu sisi, Kyu Hyun menyadari sebuah motor  melaju kencang ke arah mereka dan pada akhirnya

 

“HYUNA, AWAS!”

 

SRAAKK !!

 

“AAHH” Hyuna berteriak kencang saat dia terhuyung kebelakang dan berbenturan keras dengan tubuh Kyu Hyun. Ya, dia langsung yakin dengan hanya mengenali aroma manis bercampur mint yang menguar di penciumannya.

 

Arrgh-“ Mereka terjatuh bersandar pada kap mobil dan Hyuna mendengar rintihan tertahan dari Kyu Hyun. Dengan secepat kilat, gadis itu bangun dari posisinya dan menatap Kyu Hyun khawatir.

 

Sajangnim, sajangnim! Kau tidak apa apa? Apa kau terluka?” Hyuna semakin panik melihat Kyu Hyun yang hanya mengerutkan dahinya sebagai jawaban.

 

“Aku- baik baik saja” Kata Kyu Hyun pada akhirnya. Namun Hyuna tentu tidak percaya.

 

Kyu Hyun mencoba berdiri dengan benar. Pria itu lalu menunduk memegang kakinya dan memeriksa luka disana. Hyuna terbebelalak. Ya, ada luka yang cukup dalam disana. Menggores betis Kyu Hyun hingga kulit dan dagingnya tersobek.

 

“ASTAGA!” Hyuna menjerit panik di depan Kyu Hyun membuat pria itu tersentak. Dia ingin memarahi Hyuna yang berteriak di depannya tapi ketika melihat Hyuna tidak perduli apapun kecuali luka yang dimilikinya membuat Kyu Hyun mengurungkan niatnya.

 

Hyuna berjongkok. Memegang sekitaran kaki Kyu Hyun yang terluka “Sajangnim. Kau terluka. Ini cukup dalam. Kita harus kerumah sakit” Hyuna berdesis sendiri melihat luka itu. Dia benar benar tidak memperdulikan hal lainnya termasuk Kyu Hyun yang malah menatapnya penuh minat.

 

Dwesseo. Ini hanya luka kecil dan Aku bisa mengobatinya sendiri dirumah”

 

“Tidak!” Hyuna berdiri. “Kau begini karena aku. Jika kau kerumah sakit, aku akan merasa lebih baik. Eoh? Sajangnim, kajja–” Hyuna mencoba membujuk Kyu Hyun dengan sedikit rintihan seperti gadis itu ingin menangis. Dia benar benar ingin menangis saat ini.

 

Kyu Hyun menaikan satu alisnya. Berfikir apakah Hyuna sadar dengan tingkahnya sekarang? Dan kalimatnya itu, ya Tuhan. Kekanakan sekali. Seperti anak kecil yang kehilangan permennya. Tapi menurut Kyu Hyun itu sangat manis.

 

Kyu Hyun menyerah, dia juga tidak tahu bagaimana dirinya bisa menyerah seperti itu “Baiklah”

 

Hyuna dengan masih tampak panik dan nafas yang tak beraturan, membopong Kyu Hyun duduk di kursi penumpang setelah itu dia berlalari memutar hingga duduk dibalik kemudi.

 

“Kau bisa menyetir?” Kyu Hyun baru sadar satu hal.

 

“Aku punya SIM, sajangnim. Tenang saja”

 

-o0o-

Kyu Hyun telah duduk di ranjang rumah sakit menunggu dokter menanganinya. Meskipun sebenarnya dia akan baik baik saja tanpa pergi ke rumah sakit. Tapi entah bagaimana Hyuna bisa membuatnya datang ke tempat itu.

 

Hyuna berdiri dengan cemas di sampingnya karena mendapati wajah Kyu Hyun yang semakin pucat dan pria itu tidak mengeluarkan sepatah katapun sejak perjalanan mereka.

 

Sajangnim, kau yakin kau baik baik saja?” Hyuna bertanya khawatir.

 

Kyu Hyun memutar kepalanya menghadap Hyuna dengan wajah kaku. “Hyuna”

 

“Ya? Kau butuh sesuatu?”

 

Kyu Hyun menggeleng “Akan lebih baik jika kau tidak menyetir mobil lagi mulai sekarang”

 

“Ahh~” Hyuna mengusap tengkuknya “Apa seburuk itu? Maafkan aku sajangnim. Tapi aku tidak berbohong soal SIM. Hanya saja, setelah mendapat SIM, tidak ada kesempatan untukku menyetir mobil”

 

“Lalu kenapa kau bisa mendapatkan SIM”

 

“Kufikir akan berguna saat aku mencari pekerjaan”

 

Kyu Hyun hanya menggeleng dan menghela nafas.

 

Seorang dokter datang dan mengurus Kyu Hyun. Tidak ada percakapan lain saat semua proses pengobatan itu berlangsung dan begitu juga saat selesai. Segalanya terlalu tenang.

 

 

Kyu Hyun mendapat beberapa jahitan pada lukanya yang mengangga dan setelah itu menutupnya dengan perban. Dokter yang menanganinya Menyuruh pria itu untuk mengganti  perbannya secara teratur agar tidak terjadi infeksi serius.

 

Kyu Hyun berjalan seolah tidak terjadi apa apa pada kakinya. Namun Hyuna yang berjalan dibelakangnya selalu memandangi perban di kaki pria itu dan wajah yang menunjukan rasa bersalah itu masih setia bertenger manis. Kyu Hyun menyadari Hyuna yang berjalan melambat dibelakangnya ketika mereka telah sampai di mobil.

 

Mwohae?”

 

Sajangnim, kau yakin akan menyetir?” Hyuna bertanya ragu dan tatapannya kembali pada luka Kyu Kyu Hyun.

 

“Lalu kau ingin menyetir lagi?”

 

“Kalau kau mengizinkan–”

 

“Tidak”

 

“Baiklah. Kita pakai taksi saja”

 

“Aku tidak suka naik kendaraan umum”

 

Hyuna menelan ludahnya. Benar. Dia Cho Kyu Hyun. Ingat itu Park Hyuna.

 

“Masuklah. Aku akan mengantarmu”

 

Hyuna langsung menggeleng kuat. Sangat kuat sepertinya hingga Kyu Hyun takut lehernya akan patah.

 

“Aku bisa pulang sendiri. Tidak usah memperdulikanku, sajangnim” Hyuna menunduk “Tolong, berhati hatilah dijalan” Dan dia beranjak pergi.

 

“Park Hyuna, kau akan masuk atau keluar dari pekerjaanmu?”

 

-o0o-

 

Dan disinilah gadis itu berada sekarang. Di dalam mobil Kyu Hyun akibat ancaman yang dilontarkan pria itu beberapa saat lalu. Hyuna masih dengan diam diam melirik kaki Kyu Hyun di bawah sana. Mencemaskan nya.

 

“Kau mencemaskanku, atau kakiku?”

 

“Eh?”

 

“Matamu seperti tidak bosan memandanginya”

 

“Maaf”

 

Kyu Hyun merasakan ponselnya bergetar. Bukan ponsel yang biasa dia pakai, tapi ponsel khususnya. Dia mengambil nya berharap Hyuna tidak memikirkan apapun tentang itu.

 

Sebuah notif bahwa data penting telah terkirim ke database komputer nya membuat Kyu Hyun mengerut bingung. Mendadak, ada apa? Dia tentu tidak bisa menundanya. Dia harus membuka dan melihat apa itu.

 

“Sesuatu perlu kuurus dirumah. Aku akan mengantarmu setelah urusanku selesai”

 

“Mungkin kau bisa menurunkan aku disini, sajangnim. Aku bisa pulang sendiri dan tidak akan menganggu waktumu”

 

Hyuna tidak mendapat jawaban apapun selain kembali mendapati mata mengintimidasi itu. Setelah beberapa jam terakhir itu tidak terlihat sama sekali di dalam diri Kyu Hyun.

 

Sementara itu, Kyu Hyun juga tidak bisa melepaskan Hyuna dengan asal saat ini. Dia tahu bahwa kejadian motor beberapa saat lalu bukan suatu kebetulan tapi memang disengaja. Sepertinya pihak lain juga mulai ikut campur dalam hal ini dan akan berbahaya jika Hyuna harus pulang sendiri. Sekarang, permainan benar benar telah dimulai dan Kyu Hyun harus ekstra membuat Hyuna selalu berada di jarak pandangnya.

 

-o0o-

 

Jam sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam dan Hyuna masih berada dirumah Kyu Hyun. Gadis itu sesekali melirik keatas, ketempat dimana Kyu Hyun masuk ke sebuah ruangan yang dia tebak adalah ruangan kerja pria itu. Permasalahannya adalah, Kyu Hyun telah berada disana selama 3 jam terakhir dan belum keluar. Sementara Hyuna tidak bisa melangkah keluar tanpa pamit—oh tidak, izin dari Kyu Hyun. Karena sudah jelas Kyu Hyun memperingatinya untuk tidak beranjak dari rumah itu tanpa izin darinya.

 

Hyuna menghela nafas. Dia kembali meminum sisa air putih yang telah dihidangkan untuknya. Selama dia berada disana, Hyuna tidak menemukan siapapun. Tidak seorang pun. Air putih ini, Kyu Hyun yang mengambil nya di dapur sesaat sebelum dia masuk ke dalam ruang kerjanya.

 

“Apa dia tinggal sendiri?” Hyuna mulai menerka nerka.

 

Dengan tingkat penasaran yang mulai beranjak naik, Hyuna bangun dari duduk nyamannya di sofa dan mengintip sekali lagi ke atas untuk memastikan Kyu Hyun tidak keluar tiba tiba. Gadis itu memulai petualangannya.

 

Rumah itu tidak terlalu besar tapi cukup mewah untuk ukuran rumah sederhana. Dan di dalamnya sangat rapih dan bersih. Hyuna mengangguk angguk ketika tidak menemukan debu di setiap sudut ruangan.

 

Hyuna makin berani untuk berjalan ke dapur. Ketika melihat kulkas, gadis itu langsung berjalan mendekat. Memegang pegangannya lalu membuka kulkas dua pintu itu.

 

“Wuaa” Dia cukup tercengang melihat isinya. Hyuna mengira hanya akan ada soft drink dan makanan ringan lainnya untuk seorang pria lajang yang tinggal sendiri. Tapi dia menemukan bahan makanan sehat dan lengkap. Hyuna cukup terkesan. Boss nya memang benar perfeksionis seperti pikirannya. Dia juga menerapkan gaya hidup sehat rupanya. Eh, kecuali dengan sayuran itu!  Hyuna terkikik ditempatnya saat mengingat sayur dan Kyu Hyun.

 

Hyuna kembali ke tempat duduknya dan menghela nafas kembali. Lalu sebuah petir dan suara halilintar menganggetkannya. Tidak lama, hujan turun dangat deras membuat Hyuna mulai mengkerut diam. Sepertinya malam ini tidak akan dilaluinya dengan mudah.

 

“Sekarang bagaimana?” Keluhnya, lalu kembali menatap pintu ruang kerja Kyu Hyun dilantai dua. Dia harus pulang karena sudah terlalu lama meninggalkan Hyun Seung sendiri. Dia mungkin akan nekat keluar tanpa izin Kyu Hyun jika dalam sepuluh menit pria itu tidak keluar. Tapi sekarang, cuaca memperburuk keadaan.

 

Hyuna hanya bisa menyandarkan tubuhnya lemas di sofa. Dan ketika hujan deras disertai angin dan petir semakin menjadi, gadis itu mulai berkeringat parah.

 

Kyu Hyun yang berada di ruang kerjanya masih fokus menatap layar komputer. Tangan kanannya bergerak aktif di mouse sedangkan tangan kirinya bergerak gerak kecil di dagunya. Kacamata baca miliknya bertengger manis menemani pria itu yang telah larut hingga tak sadar waktu.

 

Kyu Hyun mendapatkan beberapa kiriman sample serum yang baru untuk objek penelitian yang dikirim dari kantor pusat. Dan ketika Cho Kyu Hyun berkutat dengan dunianya, dia hanya akan melupakan bahwa di dunia ini ada yang namanya Waktu.

 

Merasa pegal, Kyu Hyun akhirnya menutup jendela kerja di komputernya dan melepas kacamatanya. Pria itu ingin beranjak bangun tapi sebuah folder di komputernya menarik perhatian.

 

Tampak ragu. Namun pada akhirnya dia membukanya.

 

Dan semua itu kembali terpapar di layar monitor besar dihadapannya. Ribuan foto. Park Hyuna dan adiknya.

 

Kyu Hyun mulai membukanya satu persatu. Melihat kembali satu persatu. Foto foto yang bahkan telah berkali kali ditatapnya disaat dia sendiri seperti ini. Tidak ada yang pernah tahu tentang itu. Dan tidak pernah ada yang sadar bagaimana lama kelamaan Kyu Hyun banyak menaruh minat pada gadis yang dulu hanya sering dia lihat dalam bentuk images. Begitupun dirinya.

 

Sebelum benar benar maju untuk menjalankan misi ini, Cho Kyu Hyun telah cukup banyak mengumpulkan informasi tentang Hyuna dan Hyun Seung. Begitulah bagaimana dia bisa mendapatkan foto foto itu di layar montor pribadinya.

 

Kyu Hyun ingat, bagaimana dia berfikir tentang Hyuna saat pertama kali melihat gambaran dirinya di dalam sebuah foto. Gadis itu memiliki sesuatu. Hal menarik mungkin, yang bisa membuat dia terkadang betah berlama lama menatap nya. Tetapi intensitas yang ada  itu kemudian menipis sehingga sepertinya Kyu Hyun mulai rajin melihat foto Hyuna dalam kesehariannya. Itu bagai tindakan wajib,  dia bahkan tidak sadar.

 

Tak sengaja, matanya melirik jam di sudut meja. Sialan! Dia lupa dengan Hyuna dan sekarang sudah sangat larut. Kyu Hyun menoleh keluar jendelanya, hujan sangat deras. Lalu tiba tiba, ruangannya menjadi gelap.

 

Pria itu bergegas turun dan mendapati seisi rumah yang gelap gulita. Cahaya petir dan kilat yang menyambar nyambar bagai bayangan di tengah ruang keluarga. Pria itu mencari Hyuna.

 

Kyu Hyun menemukan Hyuna tertidur meringkuk di sofanya. Kyu Hyun menghampirinya dan menyentuh pundaknya. Lalu kemudian, pria itu tersentak ketika merasakan Hyuna yang bergetar hebat.

 

“Hyuna?!” Dengan sigap Kyu Hyun membalikan badan Hyuna. Gadis itu berkeringat sangat banyak dan matanya sayu saat perlahan terbuka dari posisinya yang terpejam.

 

Kyu Hyun beranjak untuk mengambil segelas air, namun tak disangkanya Hyuna menahan lengannya. Gadis itu menggeleng.

 

“Jangan—pergi”

 

Kyu Hyun menghela nafas. Pria itu menangkup kedua lengan Hyuna dan menyuruhnya duduk. Dia mengusap pelan namun kuat di seluruh lengan, dari bahu hingga telapak tangan. Kakinya tetap diluruskan dan Kyu Hyun juga mengusapinya membuat Hyuna tetap sadar dan kembali normal.

 

Gadis itu bersandar di pegangan sofa. Lambat laun mulai membaik. Tubuhnya sudah tidak bergetar karena terus dipijat perlahan oleh Kyu Hyun.

 

Setelah memastikan segalanya baik baik saja, Kyu Hyun kembali berdiri untuk mengambil air. Kali ini, Hyuna tidak mencegahnya.

 

“Minumlah” Kyu Hyun mendudukan diri di samping Hyuna dan membantu gadis itu menghabiskan minumannya.

 

“Terimakasih”

 

“Apa kau baik baik saja sekarang”

 

“Ya, berkatmu”

 

Mereka terdiam cukup lama dan Hyuna yang biasanya hanya bisa menunduk karena merasa terintimidasi oleh Kyu Hyun, kini dengan tanpa ragu berbalas tatap dengannya. Gadis itu merasa lebih baik seperti ini, dan dia tidak terkejut sama sekali karena dia sudah menduganya. Tidak merasa terganggu juga dengan tatapan Kyu Hyun. Baginya, itu malah memberi kekuatan yang lebih.

 

Cho Kyu Hyun. Pria itu—entah bagaimana dia mendeskripsikannya.

 

Tidak ada aba aba lain ketika dengan tiba tiba Hyuna maju lalu melingkarkan tangannya pada tubuh Kyu Hyun. Memeluknya erat, dan menyandarkan kepalanya di dada tegap pria itu. Mencari kenyamanan.

 

Benar seperti dugaannya. Dia merasa  jauh lebih baik.

 

Kyu Hyun menegang ditempatnya. Tidak tahu harus bagaimana menyikapi situasi seperti ini.Tangannya terkepal ingin membalas tetapi pikirannya seperti berkata bahwa itu bukan sesuatu yang baik untuk dilakukan.

 

Hyuna melepaskannya. Gadis itu tersenyum samar. Kyu Hyun bisa melihatnya dengan jelas.

 

Sajangnim, kau—adalah pria yang berbahaya” Hyuna berucap. Suaranya pelan tertelan derasnya hujan tapi Kyu Hyun dapat mendengarnya dengan jelas karena jarak mereka yang luar biasa dekat.

 

“Semua. Semua yang ada padamu itu berbahaya. Aku selalu takut berada di dekatmu”

 

Hyuna menghela nafas “Kau adalah pria dingin yang tegas. Tidak sering bicara dan sekalinya bicara, kau pandai membuat lawan bicaramu tak berkutik. Tatapanmu selalu tajam dan auramu mengintimidasi. Semua itu membuatku takut”

 

“Kau takut padaku?” Kyu Hyun menyahut. Dengan suaranya yang tiba tiba berubah serak dan dalam. Hyuna pun terkejut tapi gadis itu tak begitu memperdulikannya.

 

“Ya” Gadis itu menatap langsung ke mata Kyu Hyun “Aku takut, itu semua menjadi candu bagiku. Aku tidak mau itu terjadi, karena aku tahu aku bahkan tidak bisa menggantungkan hidupku padamu. Jadi aku takut, ketika suatu saat tidak bisa melihatmu lagi, semua yang ada padamu akan membuatku sakit karena tidak bisa melihatnya”

 

Hyuna tersenyum kecut “Bahkan pelukanmu—pelukanmu sangat hangat. Aku merasa ingin terus memelukmu. Kehangatan itu—aku sudah lama tidak mendapatkannya dan hebatnya itu kudapat darimu” Kyu Hyun bisa melihat air mata yang mulai menganak sungai di pipi Hyuna.

 

“Jadi saat ini, aku sangat ketakutan. Itu semua bukan hakku untuk didapatkan. Tapi aku merasa akan sakit jika nanti aku tidak mempunyai kesempatan lagi. Hanya memikirkannya saja, aku mulai sesak” Hyuna menekan dadanya yang tiba tiba terasa sakit.

 

Entah bagaimana keadaan menuntunnya untuk mengeluarkan segala isi pikirannya. Ya, gadis itu hanya takut ketergantungan akan Kyu Hyun disaat dia tahu bahwa hal semacam itu tidak akan terjadi antara dirinya dan Kyu Hyun.

 

Hyuna masih menunduk dan merasa matanya semakin memanas karena air mata yang mengucur terus menerus. Namun semua itu tidak lama ketika dia tersentak saat Kyu Hyun mengangkat kepalanya.

 

Itu terasa sangat tiba tiba sehingga Hyuna tida bisa menolak ketika Kyu Hyun bergerak cepat menciumnya dalam. Mata Hyuna membesar dan dia tidak bisa berfikir jernih.

 

Namun, itu hanya akan terasa sia sia jika dia hanya memakai waktunya untuk berfikir. Maka dari itu, Hyuna mulai memejamkan matanya dan membalas setiap kecupan dalam Kyu Hyun di bibirnya.

 

Gadis itu melingkarkan tangannya di leher Kyu Hyun ketika merasa Kyu Hyun menciumnya semakin intens. Hyuna merasakan tangan kanan Kyu Hyun yang memegang tengkuknya dan menariknya lebih rapat –meskipun mereka sudah sangat rapat-

 

Hyuna merasakan kedua tangan Kyu Hyun yang berpindah tempat, kini memegang pinggulnya, meremasnya pelan. Hyuna merintih dalam ciumannya tapi gadis itu tidak sama sekali berniat untuk melepaskan tautan yang dirasanya semakin dalam.

 

Kepala mereka bergerak berpindah pindah, ke kanan-ke kiri. Kyu Hyun menghisap bergantian bibir Hyuna, atas-bawah. Hyuna merasa kewalahan karena dia melakukan ini untuk yang pertama kali sementara Kyu Hyun—entahlah, dia bahkan tidak ingin memperdulikan itu sekarang. Tapi yang dapat Hyuna simpulkan bahwa Kyu Hyun adalam pencium yang hebat.

 

Seluruh tubuhnya gemetar akibat sentuhan yang terlalu intim baginya. Tidak pernah selama kehidupannya yang menyedihkan itu, Hyuna mendapat perlakuan seperti ini dari seorang pria. Ya, dia memang tidak memikirkannya.

 

Tapi sepertinya, semenjak Kyu Hyun muncul di kehidupannya, Hyuna tidak bisa lagi menampik kebutuhan fisiologis yang juga dibutuhkan manusia itu.

 

Dia butuh kasih sayang, dan seseorang untuk bersandar.

 

Dia juga butuh, sentuhan. Sentuhan yang menggambarkan bahwa dia bisa bergantung pada orang lain, karena itu akan membuatnya merasa dilindungi. Dan dia mendapatkannya dari Kyu Hyun.

 

Hyuna meremas kuat bahu Kyu Hyun ketika mulai kehabisan oksigen akibat ciuman itu. Namun perlakuan Kyu Hyun tidak berhenti hanya karena itu.

 

Gadis itu menggigit bibir bawahnya ketika ciuman Kyu Hyun perlahan merayap ke area rahangnya. Berlanjut hingga ketelingannya. Hyuna bahkan menggelinjang geli saat Kyu Hyun meniup telinganya.

 

Entah bagaimana caranya Hyuna telah berada di bawah kuasa Kyu Hyun di atas sofa  malam itu. Gadis itu kemudian menjambak rambut Kyu Hyun ketika pria itu mulai turun mengecup berbagai sisi lehernya.

 

“Ahh!” Hyuna memekik saat Kyu Hyun menggigit kecil. Tidak menyakitkan baginya. Tapi mendebarkan.

 

Hyuna merasa akal sehatnya hilang saat itu. Dengan segenap kekuatannya yang entah didapatnya darimana, gadis itu mendorong Kyu Hyun untuk terduduk dan dia langsung  naik ke pangkuannya. Ya, Hyuna hanyalah seorang amatir yang mengikuti kemana otaknya menuntun. Dan seperti inilah yang diperintahkan. Dia hanya ingin merasakan Kyu Hyun lebih dalam.

 

Sajangnim~” Hyuna memanggil Kyu Hyun dengan nafasnya yang terengah dan matanya yang sayu. Gadis itu  memgang kedua sisi rahang Kyu Hyun yang tegas dan menatap pria itu yang terpejam di bawahnya.

 

Kyu Hyun mendengar suara Hyuna yang sialan! Mengundangnya untuk berbuat lebih!

 

“Kyu Hyun. Panggil aku Kyu Hyun” Suara pria itu serak. Matanya membara Hyuna tahu itu, meskipun mereka dalam keadaan gelap gulita.

 

Suara hujan masih menemani mereka.

 

“Aku—aku takut. Ini bukan seperti apa yang aku fikirkan. Ini membuatku semakin takut untuk melepasmu. Aku tidak mau tergantung padamu” ucap gadis itu tersengal sengal.

 

“Kalau begitu, jangan lepaskan aku”

 

“Ha?”

 

“Jadikan aku candumu” Mata Kyu Hyun membara siap menerkam Hyuna. Gadis itu tak percaya dengan yang di dengarnya dan termenung.

 

Hyuna terpekik saat merasakan Kyu Hyun menekan punggungnya dan menciumi belahan dadanya. Sejak kapan kancing kemejanya terbuka?

 

“Kyu!”

 

Gadis itu menarik kepala Kyu Hyun yang fokus pada kegiatannya. Lalu kembali menempelkan bibirnya dan menciumnya dalam. Inilah bagaimana dia ingin menyentuh Cho Kyu Hyun lebih jauh.

 

Hyuna bersuara dalam ciumannya ketika merasakan tangan Kyu Hyun di dadanya. Gadis itu merasa pusing yang berlebih tapi ini menyenangkan. Seperti ada ribuan kupu kupu yang terbang di perutnya.

 

Tak lama setelah itu, Kyu Hyun meraih kepalanya dan membuat mereka bertatapan. Mereka hanya saling menatap dengan nafas yang masih memburu. Menit yang terasa lama hanya dihabiskan untuk bertukar pandang. Seolah mereka berbicara dengan tatapan itu.

 

Kyu Hyun kemudian menggerakan tangannya mengancingkan kembali seluruh kemeja Hyuna.

 

“Apa kau menarik ucapanmu tadi?” Hyuna bertanya hati hati. Jika Kyu Hyun mengatakan ‘iya’ hancur sudah hidupnya.

 

“Tidak”

 

“Lalu kenapa?” Nada Hyuna memelan. Bukan, dia bukan mengemis untuk melakukan itu. Tetapi harga dirinya serasa diinjak. Ketika kau sudah diperlakukan seperti tadi dan tiba tiba semuanya batal. Dia merasa tertohok. Dia merasa ditolak. Dan dia marah.

 

“Aku tidak akan lari dari pandangnmu. Untuk itu, kita bisa melakukannya dengan perlahan”

 

Hyuna ingin berucap lebih, seperti ‘Kenapa kau ingin melakukan ini?’ ‘Apa mungkin kau menyukaiku?’atau yang lebih parah ‘Apa kau kasihan setelah mendengar pernyataanku?’ dan lainnya. Tapi gadis itu memilih bungkam. Kenapa?

 

Ini adalah kali pertama di hidupnya yang menyedihkan, dia bisa memikirkan untuk kebahagiaannya sendiri. Setidaknya jika dia boleh egois untuk kali ini saja, dia akan melakukannya. Dia hanya harus merasa bahagia kembali, karena dia sudah lupa—apa itu bahagia.

 

Dan jika jawaban Kyu Hyun diluar harapanya, maka semua angan angan untuk kembali merasakan kebahagiaan akan hilang.

 

-o0o-

 

Hyuna terbangun dari tidurnya karena merasakan sinar matahari yang menohok matanya. Dia mengerjap pelan dan sedetik kemudian merasa takjub melihat Cho Kyu Hyun berbaring di sampingnya. Bukan—lebih tepatnya, Cho Kyu Hyun yang tidur memeluknya. Bersandar di sofa besar yang cukup nyaman bagi mereka. Hyuna menghela nafasnya dan memandang wajah sempurna itu. Membuat pagi Hyuna seribu kali berbeda dari biasanya.

 

Gadis itu tersenyum.

 

Hal yang tak pernah dia lakukan saat terbangun dari tidurnya.

 

Hyuna mengalihkan pandangannya dan mereka masih berada di ruang yang sama seperti semalam. Masih belum beranjak. Perlahan, gadis itu melepaskan pelukannya pada Kyu Hyun dan sangat berhati hati beranjak. Dia tidak ingin Kyu Hyun terbangun dari tidurnya.

 

Hyuna berdiri dan berbalik berniat berjalan kedapur untuk membuat sesuatu.

 

Namun—“AH!” Gadis itu berteriak ketika menemukan seseorang menatapnya diam. Berdiri dengan tampak seperti telah kehilangan nyawa.

 

Kyu Hyun terbangun.

 

“B-bora” Hyuna membeo.

 

“Kau. Apa yang kau lakukan disini?” Bora menatap Hyuna sangat penuh minat. Gadis itu menatap Hyuna lalu bergantian menatap Kyu Hyun. Pria itu masih mencoba mengumpulkan nyawanya.

 

“A-aku–” Hyuna bergerak gelisah dan tangannya bergerak sendiri untuk merapikan penampilannya. Ya, rambutnya cukup berantakan. Oh, pakaiannya juga. Tapi bukankah itu wajar bagi seseorang yang terbangun dari tidur nya? Kenapa dia seperti seorang pencuri yang ketahuan begini?!

 

Good Morniiii—OH GOSH!”

 

‘SRAAK’

 

Hyuna tersentak kembali ketika dibelakang Bora, muncul pria yang sudah dua kali dia temui. Ya, Tuhan. Gadis itu merasa ingin meminta pada Bumi untuk menelannya sekarang juga.

 

Hyuna merasa Kyu Hyun telah berdiri dibelakangnya. Gadis itu makin mengkerut bingung. Apa yang seharusnya dia lakukan di saat seperti ini?

 

“Cho Kyu Hyun—kau—“

 

“Oh, Hyung. Akan kujelaskan nanti”

 

Kyu Hyun mengambil tas Hyuna yang berada di ujung sofa, lalu mengambil kunci mobilnya yang semalam dia lempar ke atas meja, dan mengamit tangan Hyuna. “Kajja. Kuantar kau pulang”

 

Hyuna menurut tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Gadis itu menunduk antara malu dan bingung ketika melewati Hee Chul dan Bora yang menatapnya penuh minat.

 

“Sebenarnya, aku bisa pulang sendiri dengan taksi” Hyuna membuka percakapan ketika Kyu Hyun membuka kan pintu mobil untuknya.

 

“Setelah semua yang terjadi, kau masih berfikir aku akan mengizinkanmu?” Hyuna menggigit bibir bawahnya. Dia hanya merasa tidak enak dengan keadaan ini. Mungkin lebih baik jika Kyu Hyun masuk dan bicara pada dua orang di dalam sementara dirinya bisa pulang dengan taksi.

 

“Tidak usah dipikirkan. Aku akan bicara pada mereka nanti” Kata Kyu Hyun menjawab semua kegundahannya. Ya, pria itu seperti membaca pikirannya.

 

Kyu Hyun mengendarai mobil dengan sangat tenang. Hal itu justru membuat Hyuna gelisah disampingnya. Wanita sunggu berbeda dengan kaum lelaki. Kebanyakan lelaki akan menjadi seperti ini, ya, seperti Kyu Hyun bahkan setelah apa yang terjadi semalam. Tetapi bagi Hyuna, tentu sebagai seorang wanita dia saat ini bingung karena Kyu Hyun tidak mengatakan apapun yang menyangkut malam tadi.

 

Maksudnya, apa yang terjadi diantara mereka saat ini? Apa tepatnya hubungan mereka sekarang?

 

Bukankah wanita selalu ingin kejelasan.

 

Tapi Hyuna, pria-mu adalah seorang Cho Kyu Hyun. Kau berhubungan dengan pria macam itu. Jangan pernah berharap lebih darinya.

 

‘Haah~’ Hyuna menghela nafasnya. Tidak sadar bahwa Kyu Hyun sedari tadi memperhatikannya dari ujung mata.

 

Mereka sampai di depan rumah Hyuna. Gadis itu menampik pikirannya yang menyatakan ‘bagaimana Kyu Hyun bisa tau tempat tinggalnya?’ karena saat ini itu tidaklah penting.

 

“Terimakasih sudah mengantarku, sajangnim

 

“Kyu Hyun”

 

“Hm?”

 

Kyu Hyun memutar kepalanya menatap Hyuna. Gadis itu terdiam seribu bahasa ketika mata pria itu terjun langsung menatapnya “Bukankah kita sudah sepakat semalam? Kau bisa memanggilku Kyu Hyun. Dan ‘sajangnim’ saat dikantor”

 

“Baiklah. K-yu. Ehmm—Kyu Hyun”

 

Hyuna melihat senyum konyol di bibir Kyu Hyun. Hanya satu detik dan pria itu mengubah kembali ekspresinya.

 

“Padahal kau begitu lantang menyebutnya semalam” Ujar Kyu Hyun, sebenarnya lebih kepada dirinya sendiri. Namun Hyuna dengan jelas dapat mendengarnya dan gadis itu merona di tempat.

 

“Aku akan turun”

 

“Sampai jumpa di kantor”

 

Hyuna menatap Kyu Hyun diam untuk beberapa saat, kemudian mengangguk.

 

Sepeninggal Hyuna, pria itu masih terduduk di tempatnya dan dalam kondisi yang sama. Kyu Hyun—sempat melihatnya tadi. Walau Cuma dua detik, Kyu Hyun yakin dia melihatnya.

 

Mata Hyuna—

 

-o0o-

 

“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?”

 

Hee Chul mengekori Kyu Hyun tepat saat pria itu masuk kedalam rumah.

 

“Tidak ada yang terjadi” Kyu Hyun membuka kemejanya dan menghiraukan Hee Chul yang telah duduk bersila di atas ranjangnya.

 

“Lalu bagaimana Hyuna bisa disini. Oh, tidak—apa kalian”

 

‘BUGH’ Kyu Hyun melempar kemeja yang telah dia lepas ke arah Hee Chul dan tepat mengenai wajahnya. Pria itu membuka lemari mengambil handuk.

 

“OH! OH! Aku sepertinya benar” Kyu Hyun melirik ke arah Hee Chul sekilas, pria itu tengah antusias menghirup kemeja Kyu Hyun yang tadi dilemparnya. “Kemejamu beraroma parfum wanita!”

 

“Hyung” Kyu Hyun memanggil Hee Chul dalam untuk membuat pria itu menaruh perhatian padanya.

 

“Kenapa?”

 

“Apa kau benar benar berfikir aku melakukannya dengan Hyuna?”

 

Hee Chul mengangkat bahu “Bisa saja. Dia cantik, Cho Kyu Hyun. Aku tidak bodoh. Dan kau adalah pria dewasa yang seratus persen normal. Semalaman dengan hujan deras, mungkin membuat kalian terbawa suasa dan–” Hee Chul menaikkan alisnya menggoda Kyu Hyun.

 

“Tidak seperti itu! Dan kau? Darimana saja kau dan Bora?”

 

“Ah~ kemarin kami pergi untuk piknik. Lalu saat kembali mobilku mogok ditengah jalan. Hujan deras turun. Ponselku mati”

 

Kyu Hyun mendengus “Kurasa kau yang patut dicurigai”

 

“Ya! Kau fikir aku ini apa?”
 

“Bagaimana dengan Choi Siwon?”

 

“Aku sudah meletakkan berkasnya di ruang kerjamu. Lihatlah sebelum berangkat ke kantor”

 

“Baiklah. Sekarang keluar. Aku harus bersiap”

 

Hee Chul bangkit dan berjalan menuju pintu. Ketika dia memegang kenop pintu, Hee Chul berbalik menatap Kyu Hyun kembali.

 

“Apa?”

 

“Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu. Tapi kupikir, hubungan kalian tidak benar. Dia akan tersakiti. Kurasa, kau yang lebih tahu itu”

 

Kyu Hyun terdiam dengan ucapan Hee Chul yang menari nari di kepalanya.

 

-o0o-

 

Dua minggu berlalu sejak malam itu dan tidak ada yang berubah, ya, menurut Hyuna. Gadis itu memang baik baik saja dengan semuanya, toh dia juga tidak akan berfikir klise bahwa Kyu Hyun akan membawanya kencan seperti kebanyakan pasangan. Tapi dia juga tidak memungkiri, ada suatu titik dimana dia sangat rindu akan sosok pria-nya itu.

 

Tapi sekali lagi, Hyuna tidak ingin merusak segalanya. Dia sudah cukup puas. Bahkan dengan hubungan yang tidak jelas seperti ini.

 

Namun ada satu yang menganggunya. Hwang Bora, gadis itu.

 

Hyuna kembali menemukan Bora yang menatapnya penuh selidik dan minat yang luar biasa padanya. Gadis itu merasa risih karena Bora yang terus menatapnya seolah olah sedang menilainya. Hyuna tidak suka orang lain menilainya seperti itu.

 

Sudah dua minggu tapi Bora selalu melakukan hal yang sama setiap hari. Tapi gadis itu juga tidak bertanya apapun padanya. Mereka tetap berkomunikasi tapi hanya masalah pekerjaan, tidak lebih dari itu. Selebihnya, hanya Bora yang akan melakukan hal gilanya dengan mulai menatap Hyuna secara intens.

 

“Bora”

 

“Ya?” Bora langsung dengan sigap menjalankan kursi nya yang beroda ke tempat Hyuna.

 

“Apa kau tidak ingin bertanya sesuatu?” Hyuna yang mulai jengah berinisiatif untuk memulai terlebih dahulu.

 

“Ssshh” Bora mendesis “Sebenarnya ada. Tapi, aku tidak boleh bertanya macam macam padamu”

 

Hyuna mengernyit “Siapa yang melarangmu?”

 

Oppa

 

Oppa?”

 

“Cho Kyu Hyun”

 

“Apa hubunganmu dengannya?” Hyuna merasa semakin risih saat Bora dengan terang terangan memanggil Kyu Hyun dengan ‘oppa’ dan yah, sejujurnya dia juga penasaran kenapa pagi itu Bora berada di rumah Kyu Hyun.

 

Wae? Apa kau cemburu?” Bora mulai menggodanya.

 

“Apa? Tidak”

 

“Ah! Kau tidak pandai berbohong”

 

“Terserahlah” Hyuna berbalik kembai menekuni pekerjaannya. Moodnya tiba tiba hancur untuk berbincang bincang dengan Bora.

 

“Hey Hey, jangan marah” Bora menarik kursi Hyuna sehingga gadis itu berputar.

 

“Aku sepupunya”

 

“Benarkah?” Wow. Satu fakta baru yang diketahui Hyuna.

 

“Ya. Dari pihak Ibu” Hyuna mengangguk angguk. Kalau dipikir, dia juga belum terlalu mengenal sosok Cho Kyu Hyun.

 

“Jadi itu alasan kau berada dirumahnya pagi itu. Berkunjung?”

 

“Aku tinggal disana”

 

“Apa? Kenapa?” Hyuna mengernyit.

 

Oppa adalah keluargaku satu satunya, saat ini” Bora tampak berfikir “Well, dan eonnie

 

Eonnie?”

 

“Kau tahu, pria cantik yang pagi itu bersamaku juga”

 

“Ah~” Hyuna mengenalinya “Kau memanggilnya ‘eonnie’?”

 

“Ya, karena dia cantik. Kim Hee Chul yang cantik” Keduanya terkekeh karena setuju. Ya, Hyuna juga berfikir Hee Chul lebih baik darinya. Konyol memang, tapi itu kenyataan.

 

“Kim Hee Chul itu, apa juga sepupu?”

 

Bora menggeleng “Dia teman Oppa dari kecil. Mereka sangat dekat”

 

Saat keduanya berbincang, mata Bora memincing menemukan seseorang berjalan ke arah mereka. “Dia datang lagi”

 

“Siapa?” Hyuna berbalik dan menemukan seorang pria tinggi yang sudah berdiri di dekat bilik meja kerjanya.

 

“Siwon~ssi?”

 

Siwon menunjuk jam tangannya “Saatnya makan siang, nona” dengan senyumnya yang selalu tampak menawan.

 

Hyuna ingin menolak tapi merasa tidak enak karena pria itu sudah berada disini. Gadis itu hanya menurut dan mengikuti Siwon berjalan keluar setelah sebelumnya pamit pada Bora.

 

“Apa kau harus melakukan ini?” Hyuna membuka percakapan saat mereka berjalan di loby.

 

Wae? Kau merasa risih?”

 

“Sejujurnya, iya” Siwon terkekeh mendengar jawaban Hyuna. “Ini sudah seminggu lebih. Jika kau terus melakukannya, aku semakin merasa tidak enak”

 

“Baguslah. Kalau begitu artinya kau memikirkanku”

 

“Apa? Hey ak–”

 

Siwon menengok kesamping saat tiba tiba suara Hyuna terputus. Dan disanalah pria itu menemukan lawan sebandingnya.

 

Cho Kyu Hyun.

 

 

To Be Continued

 

 

Hola, akhirnya ada waktu buat buka dan lanjutin lagi meskipun masih ditengah tengah UAS. kenapa lama postnya? Karena bulan kemarin ada acara di kampus dan kebetulan aku yang urus dan berlanjut dengan UTS, jadi agak terbengkalai nulis FF nya. Maaf ya~

Hadiah karena telah menunggu, #DL aku post langsung dua bab ( 4 dan 5) ngehehe. Happy reading! :*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

18 thoughts on “DOMINIQUE LEGACY #BAB 4

Add yours

  1. Thankyou udah di next. Bener2 nungguin ini dan wow sampe se-jauh itu mereka pesat sih sayang aja Hyuna terlalu baper. Kyuhyun sama Siwon musuhan apa gimana? Ada yg punya urusan sama Hyuna juga selain Kyu nih?

  2. seneng bangettt, udah nunggu lama” lanjutanyaaa dan dikasih 2 chapter sekaligus, author baik banget 🙇. mata hyuna kenapa? apa sama kayak hyunseung gitu?. hyuna terlampau baper parah sama kyu :’D

  3. Yeeeeeeyyyy akhirnya dipost jg 😀 makin greget crta nya eon kyu ada rasa sm hyuna y 🙂 tp apa maksud kyu dg mata hyuna ? Apa matanya sm ky hyunsung ? Waaaaaaaahhhh makin penasaran neeeeeeext fighting eon 😀

  4. jdii yg mrekaa lakukan ituu gk berlanjut onn???
    yahhh… haha
    masihh sangatt penasarann apaa kaitannya kyu dgn hyunaa.. kokk kyk terikatt bgt sihh..atau lebih tepatnyaa kyk kyuu sangat butuh nhyuna untuk sesuatuu

  5. finally post juga njirrrrr kyuhyu hyuna sweet bgt ya huahhhh knpa gx jadi kyu??? #plak sbnrnya makhluk apa sih hyuna??? n siwon siapa????? keren

  6. haishasdfghskska ga ngerti lagi ini kyuhyun cepat sekali terpancingnya hahahahah gemes dah dia tuh apa sih tp sejujurnya aku masih belom ngerti letak masalah disini, kyuhyun mau ngapain sama mata hyuna? apa karena mata hyuna yg diapain tuh sama ibu bapaknya jd dia mau nemuin obatnya? atau apa sih? ku bingung karena wekl masih part 4 juga sih yahahaha trs kenapa nantinya hyuna tersakiti ih aku gasaba rrrrr wakakaka 2 part lgs askk batttt ah lanjuuuttt

  7. Aseek langsung posting 2 bab…gomawo authornim..
    Hyuna biasa jadi cewek selalu ngarep kepastian dg perasaan kyu. Tolong kyu jangan sakitin hati Hyuna. Kalau niatmu ngedeketin Hyuna karena ngincar matanya jangan hancurkan hatinya. Dia masih polos dan tulus mencintaimu. Selamat belajar authornim! Moga selalu sukses dan mendapatkan nilai yang terbaik. Aamiin

  8. motifnya kyuhyun ngedeketin hyuna dan adiknya itu buat apa sebenernya? Apa buat penelitian dia, tp kyuhyun ga punya maksud buat nyelakain mereka kan?

  9. kyuhyun ga ngasi kepastian.
    hm
    hm
    hm

    ini knp aku ngerasa,kl kyuhyun atau keluarga ny adlh dalang d balik kematian ortu ny hyuna? \bahasaku astaga wkwk/

    siwon ny jg mencurigakan.

    hyunseung mana?

  10. sebenarnya curiga sih dgn siwon seperti ada maksud tertentu dia mendekati hyuna, ooo jgn blg kyu cmburu dng siwon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: