DOMINIQUE LEGACY #BAB 5

edit2

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

DOMINIQUE LEGACY

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : DOMINIQUE LEGACY

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 17 0r (+)

Length                   : Chapter

Desclimer             : Typo itu, BUMBU! Don’t try to copy-paste without permission!

Happy Reading!

 

—–oooooo—–

 Kyu Hyun melangkah keluar dari lift sambil mematikan sambungan ponselnya. Siang ini, dia ada janji temu dengan klien diluar kantor.

 

Pemandangan yang tidak diduganya datang ketika melihat Hyuna bersama seorang pria yang dia kenal betul. Choi Siwon. Jangan tanya bagaimana dia bisa mengenalnya. Berkas yang diberikan Hee Chul pagi itu benar benar menjelaskan siapa Siwon di matanya.

 

Dan sekarang dia melihatnya lagi, bersama Hyuna-nya.

 

Hyuna-nya.

 

Kyu Hyun berulang kali memikirkan itu, tapi berulang kali juga menepisnya.

 

Dengan langkah besar, Kyu Hyun berjalan dan langsung menggeret lengan Hyuna saat pria itu dapat menjangkaunya. Dia dapat melihat Hyuna yang terkejut dari sudut matanya dan Kyu Hyun bahkan masih fokus dengan raut wajah datar yang dia tujukan pada Siwon.

 

Sajangnim” Hyuna terbangun dari rasa terkejutnya karena cengkraman Kyu Hyun yang mengeras di lengannya. Dia ingin melepasnya tapi Kyu Hyun begitu kuat. Dan pria itu juga sedang tidak memperhatikannya, dia lebih memilih menatap Siwon lekat. Hyuna mengikuti arah pandangnya. Ada yang salah pada dua orang ini.

 

“Kita bertemu lagi” Siwon bersuara lagi lagi dengan senyumnya yang luar biasa menawan. Tidak ada tanda tanda bahwa pria itu tertekan karena tatapan Kyu Hyun yang menusuk. Wah, Hyuna mengaggumi bagaimana Siwon mempunyai pertahanan diri yang kuat.

 

“Choi Siwon”

 

“Wow. Aku terkejut kau tahu namaku. Senang bertemu denganmu”

 

“Tidak denganku” Hyuna menatap Kyu Hyun ketika pria itu dengan tajamnya menjawab

 

“Ada urusan apa kau kemari?”

 

“Hanya mengajak nona ini keluar untuk makan siang” Siwon melirik ke arah Hyuna dan melempar senyum.

 

“Kufikir kau tidak punya banyak waktu untuk itu”

 

Siwon tertawa “Lucu sekali. Melihat bagaimana orang sibuk sepertimu juga mencampuri urusan orang lain. Kufikir kau juga tidak punya waktu untuk itu”

 

Kyu Hyun ingin bersuara menjawab Siwon tapi pria itu merasa Hyuna menatapnya penasaran. Sehingga membuat Kyu Hyun lebih berhati hati “Kau bisa kembali lain waktu. Aku memerlukannya untuk ikut menemui client

 

“Benarkah? Wah, sayang sekali” Siwon menghela nafas lalu memasukan tangannya kedalam kantung celana. Dia menatap Hyuna “Sepertinya atasanmu lebih membutuhkanmu daripada aku. Kita bisa pergi lain waktu”

 

“Ah~” Hyuna tergagap. Lebih kepada, tidak tahu dia harus bersikap bagaimana “Baiklah” dan jawaban itu yang keluar. Hyuna melipat bibirnya ketika dia merasa salah menjawab. Dan dirinya melihat Siwon berbalik dan melangkah menjauh.

 

Tinggallah dirinya dan Kyu Hyun.

 

Pria itu  melihat Hyuna yang memperhatikan lengannya masih dicengkram kuat oleh Kyu Hyun. Dan dia langsung melepasnya.

 

“Ayo”

 

“Kemana?”

 

“Bukankah kau keluar untuk makan siang?”

 

“E-eh. Tidak, sajangnim. Aku akan pergi ke kantin kantor saja”

 

“Kau tidak mendengarku tadi? Aku membutuhkanmu untuk bertemu client

 

Gadis itu melirik takut takut ke arah Kyu Hyun. Sejujurnya Hyuna masih sulit membaca perannya di mata Kyu Hyun dan bagaimana cara pria itu berfikir dan bertindak. Apa segala sesuatu yang keluar dari mulutnya memang harus dipenuhi? Dia sendiri heran kenapa bisa menyukai sosok minim ekspresi seperti Kyu Hyun ini. Sungguh berbanding terbalik dengan Siwon, ya. Jauh berbeda.

 

Tidak ada yang bisa dilakukannya selain mengikuti Kyu Hyun.

 

-o0o-

 

Hyuna memakan makan siangnya dalam diam, dan tampak berhati hati. Pertemuan dengan client memang benar benar terjadi dan telah selesai sejak setengah jam lalu. Dan dia masih disini, di tempat yang sama, sebuah restaurant jepang. Menyantap makanan dengan penuh hati hati karena dia bersama Kyu Hyun.

 

Tiba tiba, dia merindukan momen ketika di Jeju. Saat itu, Kyu Hyun benar benar santai dan tampak bersahabat. Dan saat ini, Hyuna merasa aura Kyu Hyun adalah aura hitam yang bisa mengulitinya kapan saja.

 

Ya, kau menyukai pria menyeramkan Hyuna. Hebat sekali.

 

“Apa tidak ada yang ingin kau bicarakan denganku?” Kyu Hyun membuka percakapan setelah dari tadi dia memperhatikan Hyuna yang hanya fokus pada makanannya. Well, tidak sepertinya.

 

Hyuna meletakan sumpitnya dan menelan makanan yang masih dimulutnya. Gadis itu menatap Kyu Hyun “Aku tidak tahu ingin bicara apa”

 

“Benarkah?”

 

“Mungkin—banyak. Tapi tidak tahu memulainya darimana”

 

“Jadi, apa yang akan kau lakukan?”

 

Hyuna mengangkat bahunya “Tidak tahu. Kufikir membiarkannya” Matanya membalas tatapan Kyu Hyun “Aku sudah pernah bilang kan bahwa kau ini pria dingin yang minim bicara”

 

“Ya. Apa kau tertekan?”

 

“Mungkin—sedikit?”

 

Tanpa di duga Hyuna, Kyu Hyun meloloskan satu senyumnya. Walau tidak semanis Siwon, tapi jika disuruh memilih, Hyuna lebih memilih Kyu Hyun.

 

“Kuberitahu sesuatu. Jangan terlalu berharap padaku”

 

“Aku tahu” Hyuna mengangguk “Ini cukup, untuk merasa bahagia kembali” Ya, Hyuna mengatakan yang sebenarnya. Biarlah hubungan tidak jelas ini terus terjadi. Tanpa ada kata suka apalagi cinta. Jika memang Kyu Hyun benar benar kasihan padanya, dia akan tetap menerimanya dan menyimpan rasa suka itu sendiri.

 

Disatu sisi, Kyu Hyun termenung ditempatnya. Dia merasa ada yang benar benar salah ketika Hyuna mengatakan bahwa kebahagian yang ingin dia rasakan kembali akan gadis itu dapatkan darinya. Hyuna hanya belum tahu semua nya.

 

“Meskipun begitu, aku mempunyai peran yang—agak berbeda didepanmu kan?” Hyuna bertanya. Mencari peruntungannya.

 

“Karena kita sudah berciuman dan sama sama menikmatinya, Ya, kau memilikinya”

 

Hyuna melipat bibirnya dan mencoba mengabaikan ucapan Kyu Hyun. Dia masih malu jika mengingat kejadian itu. “Kalau begitu aku ingin mengatakan sesuatu”

 

“Apa itu”

 

“Bisa tidak, kau kendurkan sedikit otot wajahmu itu. Cobalah untuk santai dan jangan membuat orang lain tertekan”

 

“Kau bilang kau tidak takut dengan ini”

 

“Memang. Tapi aku juga ingin melihatmu yang lebih santai. Kau tahu, menikmati setiap moment sama dengan menghargai setiap waktu yang kau lakukan. Jangan lakukan ini hanya di depanku saja, cobalah untuk membiasakannya. Kufikir, waktu di Jeju, kau lebih baik”

 

Kyu Hyun terdiam di tempatnya dan pria itu merasa tersihir. Tidak pernah, satupun orang yang bisa mengomentari tentang hidupnya tapi gadis itu melakukannya. Meskipun Kyu Hyun yakin bahwa terkadang Hyuna juga merasa tertekan di dekatnya, menandakan gadis itu segan padanya. Tapi dia berani untuk mengkritik. Mengkritik  untuk menjadi lebih baik.

 

-o0o-

 

Hyuna pulang dari kantornya jam tujuh malam. Ketika dia masuk kerumahnya, gadis itu mendapati Hyun Seung dan Siwon yang berbincang di ruang tengah dengan daging panggang yang tengah masak di atas penggorengan, membuat perutnya langsung berontak ketika mencium aromanya.

 

Samgyeopsal?” Gadis itu langsung duduk dan bergabung.

 

“Kau sudah pulang” Siwon menyapanya, mengambil sepotong daging lalu menyusunya diatas selada. Setelah meraciknya, dia mengarahkannya pada Hyuna. Gadis itu menerimanya.

 

Hyun Seung menatap Hyuna dengan ngeri “Noona! Wanita macam apa kau ini” protesnya melihat pipi Hyuna yang menggembung karena penuh.

 

“Biarkan saja. Kakakmu sedang lapar, sepertinya”

 

“Ya ya ya. Noona, kau menghancurkan imagemu di depan Siwon hyung!”

 

Hyuna meneguk segelas air “Apa yang kau bicarakan” gadis itu mendengus.

 

“Aku kan berniat menjodohkanmu dengan nya” Siwon terkekeh mendengar Hyun Seung.

 

“Benarkah? Apa menurutmu kami serasi?” Pria itu mengambil pundak Hyuna mendekat padanya.

 

“WAH! Sangat!”

 

Hyuna melepaskan tangan Siwon, tersenyum pada pria itu “Jangan dengarkan dia”

 

“Bagaimana pekerjaanmu hari ini?”

 

“Emm, lancar”

 

“Maaf untuk yang tadi siang. Sepertinya aku membuat pekerjaanmu bertambah”

 

“Tidak tidak. Semuanya baik baik saja”

 

“Kalau begitu, kita masih bisa makan siang bersama kan?” Hyuna mengagguk dengan makanan dimulutnya. Gadis itu lalu menatap Siwon “Tapi sesekali. Aku akan membiarkannya sesekali”

 

“Ah~ baiklah”

 

“Dan hubungi aku dulu jika ingin melakukannya!” Hyuna membeo. Protes pada Siwon.

 

Siwon tertawa “Baiklah baiklah”

 

Hyuna tersenyum dan dalam diam menatap Siwon, lalu Hyun Seung. Mereka berdua tampak akrab. Siwon dan dirinya juga lebih dekat. Tidak menutup kemungkinan, pribadi Siwon yang hangat membuatnya terasa mudah diterima di masyarakat, termasuk dirinya dan Hyun Seung. Pria itu ramah dan melakukan segalanya dengan baik. Jujur, semenjak mengenal Siwon, intensitasnya mengkhawatirkan Hyun Seung sedikit berkurang. Karena saat melihat adiknya dan Siwon bersama, mereka tampak dekat seperti saudara. Hyun Seung terlihat nyaman dengan Siwon, maka Hyuna juga merasakannya.

 

Lalu kemudian gadis itu tersenyum kecut. Kenapa dia tidak jatuh hati saja pada Siwon. Yang notabene mempunyai sifat yang seratus delapan puluh derajat berbeda dengan Kyu Hyun. Yang bisa membuatnya nyaman dan tersenyum.

 

Tapi hatinya telah berlabuh pada Kyu Hyun. Dia tidak bisa mengelak.

 

Tidak ada alasan khusus kenapa dia bisa menyukai pria itu. Tapi dengan segala sikap dinginnya yang luar biasa tak tertolong, Hyuna merasa hangat, dan terlindungi. Membuat hatinya berdebar setiap kali memikirkan pria itu. Seperti saat ini.

 

Sebuah senyum konyol mampir diwajahnya. Hyun Seung  mencubit pipi kakaknya “Apa yang kau fikirkan, noona! Cepat makan ini”

 

Hyuna tidak bisa protes dan hanya melanjutkan makanannya.

 

-o0o-

 

Hee Chul melirik Kyu Hyun dari balik kacamata bacanya. Pria itu sibuk mencari sesuatu di atas meja kerja yang penuh dengan dokumen, yang Hee Chul tidak mau tahu apa pun tentang isinya. Dia berada disini untuk membaca karena ruangan ini tenang mengingat Kyu Hyun juga orang yang sangat diam apalagi jika sudah larut dalam pekerjaannya. Tapi perkiraannya sedikit melenceng.

 

Jengah karena suara berisik, Hee Chul menutup bukunya “Apa yang kau cari? Aku tidak bisa membaca karenamu!”

 

“Dokumen penting”

 

“Kau letakan dimana? Kau ini, selalu saja. Seharusnya jika memang itu sangat penting letakan dengan benar di tasmu. Lalu simpan baik baik agar tidak hilang–” Hee Chul menggerutu memarahi Kyu Hyun tapi pria itu juga bangkit membantu Kyu Hyun mencarinya.

 

“Dokumen apa? Bagaimana bentuknya?” Kesalnya.

 

“Map berwarna biru” Kyu Hyun memeriksa di bawah meja mungkin saja terjatuh. Hee Chul kembali mengobrak abrik meja kerja Kyu Hyun.

 

“Berhentilah bersikap teledor. Kau sudah dewasa”

 

“Kau seperti ibu ibu” Kyu Hyun menjawab dari bawah.

 

“Peranku lebih besar dari seorang Ibu untukmu” Hee Chul terus mengoceh, lalu pria itu melepas kacamatanya. Bertolak pinggang “Apa tidak ada salinannya? Pakai saja salinannya!”

 

“Dikantor”

 

“Suruh seseorang mengantarnya kemari”

 

“Ini hari sabtu”

 

“Oh, ya. Bagus. Aku baru ingat” Hee Chul berdecak pada Kyu Hyun “Kau tahu ini hari sabtu tapi masih saja sok sibuk” Hee Chul berbalik, kembali ke sofa di tengah ruangan dan mengambil bukunya.

 

“Aku memang sibuk”

 

“Dasar tukang pamer!”

 

Kyu Hyun menyerah, lalu kembali duduk di kursinya. Pria itu mengambil ponselnya, pada akhirnya menghubungi seseorang “Sekertaris Hong, tolong ambilkan berkas kerjasama dengan perusahaan dari Itali yang minggu lalu diresmikan. Ada di ruanganku, kau tahu dimana. Dan antarkan ke rumahku, sekarang”

 

“Waah~ benar benar boss besar” Hee Chul mencibir.

 

Kyu Hyun meletakkan tubuhnya bersandar dikursi. Terasa lembut dan dia bisa memejamkan matanya untuk sesaat. Lalu kemudian, bayangan Hyuna dan dirinya yang berciuman malam itu dengan kurang ajarnya masuk. Membuat pria itu langsung terjaga. Dia menepiskan pikirnnya.

 

Kyu Hyun memegang dadanya yang tiba tiba bergemuruh.

 

“—hyun , Kyu Hyun~ah!”

 

“Ya?”

 

“Kau baik baik saja?” Hee Chul menatapnya heran.

 

“Ya. Tenu saja” Kyu Hyun menghembuskan nafasnya.

 

“Bagaimana dengan Hyun Seung?”  Hee Chul bertanya.

 

“Apanya?”

 

“Bukankah lebih baik sekarang kau melangkah ke tahap yang selanjutnya? Sebelum Siwon benar benar mendahuluimu”

 

“Akan kuurus”

 

“Kau tidak sedang mengulur waktu kan, Cho Kyu Hyun?” Kini Kyu Hyun menatap Hee Chul skeptis. Pria itu sudah meletakkan buku dan kacamatanya bacanya dan kini tengah duduk denan melipat kakinya.

 

“Tentu saja tidak”

 

“Tapi apa yang kulihat, ya. Bahkan kantor pusat terus memburuku dan bertanya kenapa kau masih stuck disini. Ini semua karena gadis itu kan?”

 

“Kau tidak mengerti”

 

“Kau yang tidak mengerti!” Nada suara Hee Chul mulai meninggi walau tidak melebihi batas. “Kau sedang bingung dengan hatimu, benar kan?”

 

“Aku tidak dalam keharusan untuk memikirkan hal macam itu. Tenang saja” Kyu Hyun menghindari kontak mata dengan Hee Chul.

 

Hee Chul mendengus “Kau hanya tidak tahu tindakanmu saat ini. Apa kau mendekatinya hanya untuk bisa lebih dekat dengan targetmu, atau karna kau benar benar telah jatuh hati padanya”

 

“Itu tidak mungkin”

 

“Itu sangat mungkin, Ya Tuhan~ Cho Kyu Hyun!” Hee Chul dibuat gemas oleh pria itu. “Aku sudah pernah bilang hubungan kalian salah. Kau akan menyakitinya, itu pasti! Seharusnya kau berhenti saat aku mengatakannya”

 

Kyu Hyun merasa geram karena perkataan Hee Chul, pria itu mengepalkan tangan dan memejamkan mata berusaha meredam amarahnya. Dia tidak ingin menyakiti Hee Chul karena amarahnya yang tidak tahu bagaimana muncul tiba tiba.

 

Hee Chul menyadarinya. Pria itu bukannya berhenti malah semakin menjadi “Aku tidak berminat pada urusan cintamu yang konyol. Aku hanya ingin kau sadar bahwa ini sudah melenceng. Sekarang aku tahu kenapa orang orang pusat menyuruhku kemari. Kau memang harus diawasi, jika tidak nasibmu akan sama seperti ayahmu”

 

Kyu Hyun membuka matanya. Rahangnya mengeras dan giginya bergelatuk. Menusuk Hee Chul dengan tatapannya “Jangan ungkit ayahku dalam pembicaraan ini” geramnya

 

Hee Chul tidak berniat menjawab. Di satu sisi, dia juga sadar telah salah membawa topik yang sensitif di depan Kyu Hyun. Tapi sebagai temannya, dia hanya ingin menjaga Kyu Hyun. Demi Tuhan, dia tidak bermaksud untuk menyakiti hati pria itu.

 

“Kau butuh waku sendiri” ucap Hee Chul pada akhirnya. Pria itu melangkah keluar meninggalkan Kyu Hyun.

 

Sepeninggal Hee Chul, Kyu Hyun makin terpuruk. Semua hal yang diketahuinya kembali membuatnya mengingat masa masa itu.

 

**

Kyu Hyun dan Hee Chul berjalan riang dengan ransel sekolah dipunggung mereka. Salju turun rintik rintik dan Kyu Hyun merapatkan jaketnya. Sementara Hee Chul menendang nendang tumpukan salju yang menghalangi jalan mereka.

 

Mereka sampai di sebuah gedung besar yang menjulang megah dan mencolok diantara bangunan bangunan lain. Di depannya, tulisan besar ALCHEMICAL SCIENCE ALLIENCE of  MISSISIPI terpampang jelas membuatnya tersenyum bangga.

 

Kyu Hyun masih terdiam di tempatnya, Hee Chul menatapnya heran. “Cho Kyu Hyun. Apa kau akan tetap berdiri disitu?”

 

“Hyung, bukankah ayahku sangat keren. Dia bekerja di tempat seperti ini” Katanya bangga tanpa menatap Hee Chul.

 

“Ya, tentu saja. Kau juga akan jadi sepertinya, kan?”

 

“Benar! Aku selalu ingin menjadi sepertinya”

 

Hee Chul mendesis lalu berjalan mendekat Kyu Hyun. Memeluk pundaknya “Kau sangat pintar disekolah, aku yakin kau bisa menjadi sepertinya. Ayo masuk dan tunjukan nilai raportmu yang membanggakan ini!” Hee Chul melempar senyum pada Kyu Hyun.

 

Keduanya berjalan masuk dengan riang. Ini bukan kali pertama Kyu Hyun mengunjungi tempat kerja ayahnya itu, bahkan dia sudah hapal seluk beluk dan sudah mengenal orang orang disana. Tapi selalu saja, wajah terkagum kagum itu tidak lepas saat dia melewati lorong demi lorong hingga mencapai ruangan ayahnya.

 

Kyu Hyun dan Hee Chul mengurungkan niatnya saat melihat seseorang sedang berbicara dengan ayahnya di dalam ruangan. Bukan, lebih seperti… membentak, memarahi. Kenapa? Apa ayahnya berbuat salah?

 

Semuanya mengalir begitu lancar di pendengerannya hingga satu kata membuat Kyu Hyun tersentak. PECAT. Ayah nya, dipecat?

 

Hee Chul yang juga terkejut, langsung melihat reaksi Kyu Hyun. Pria itu khawatir, karena tahu Kyu Hyun sangat bangga dengan ayahnya dan pekerjaan ini. Mendengar ayahnya dimaki seperti itu, lalu di pecat, pasti membuat Kyu Hyun shock.

 

“Kyu Hyun~ah, kajja” Dia menyeret Kyu Hyun yang masih terdiam.

 

Hee Chul membawa Kyu Hyun ke tepi danau tempat mereka biasa bermain. Mereka duduk di sebuah batu besar dan saling terdiam, sebelum akhirnya Kyu Hyun membuka suara.

 

“Aku akan melakukannya” Kata Kyu Hyun setelah satu jam yang mencekam terdiam dengan segala sesuatu yang dia pikirkan.

 

“Apa yang akan kau lakukan?” Hee Chul bertanya dengan penasaran. Kyu Hyun menoleh, menatap Hee Chul.

 

“Obat itu, aku akan menemukannya”

 

“Kyu-”

 

“Ayahku tidak bersalah. Aku sangat yakin. Dia selalu bekerja sangat keras. Bahkan dia sering melewatkan waktu bersamaku dan hanya bekerja di lab behari hari. Apa aku harus diam saja saat melihat ayahku di tuduh seperti itu?! Itu tidak benar, ayahku tidak melakukan apapun yang dikatakan orang itu tadi! Dia bukan penghianat, bukan musuh dalam selimut yang menyamar di lembaga seperti yang dikatakan pria tadi! Dia seharusnya tidak berkata seperti itu. Ayahku orang jujur dan sangat mencintai pekerjaannya. Bagaimana bisa mereka melakukan hal seperti itu pada ayahku!” Kyu Hyun terengah engah. Cuaca sangat dingin tapi hatinya panas. Dia merasa tidak terima dengan tuduhan yang di beratkan pada ayahnya dan membuat ayahnya di pecat secara tidak adil.

 

“Aku benar benar akan melakukannya”

 

Hee Chul mendesah “Bagaimana? Kita tidak bisa berbuat apa apa. Kita hanya anak di bawah umur, Cho Kyu Hyun. Kau bahkan belum lulus sekolah menengah pertama. Dan aku masih berada di senior high school”

 

Kyu Hyun menatap Hee Chul dalam “Sekarang tidak. Tapi nanti. Nanti, tunggu beberapa tahun lagi maka aku akan menemukan obat itu. Dan hyung—aku butuh bantuanmu. Aku tidak bisa sendiri”

 

Mereka menginginkan obat itu kan? Dia akan menemukannya. Cho Kyu Hyun akan menemukannya.

**

 

Kyu Hyun mendesah berat dan rasanya dia ingin berteriak. Saat ini segalanya telah berjalan seperti rencana awal. Benar berada dijalur yang tepat. Tapi—hatinya begitu berat.

 

“Hyuna-Hyuna-HYUNA!” Pria itu menggeram tertahan dan menggebrak meja setelah menyebutkan nama itu.

 

Dia yakin hanya memanfaatkan Hyuna dari awal. Memanfaatkan kepolosan gadis itu yang menyukainya dan membuatnya lebih mudah mendapatkan Hyun Seung.

 

Tapi sekarang, saat dia hanya memikirkan akan membuat Hyuna terluka dengan itu, hatinya merasa sesak seolah semua oksigen menjauh, enggan mendekat. Dengan kata lain, dia tidak ingin menyakiti gadis itu. Tapi kenapa? Itu yang menjadi pertanyaannya!

 

-o0o-

 

Kyu Hyun terjaga dari tidurnya saat mendengar suara ketukan dipintu. Pria itu mengusap matanya dan melirik jam. Satu jam dia tertidur di kursi dibalik meja kerjanya, setelah berperang dengan akal dan hatinya. Pria itu terlihat kacau.

 

Dia mengernyit saat seharusnya Hee Chul atau Bora akan masuk begitu saja tanpa mengetuk. Tapi ini, siapa?

 

“Masuk”

 

Dan tiba tiba, Kyu Hyun merasa pusat dunianya terhenti melihat seseorang di balik pintu. Bodoh, gadis itu benar benar mengacaukan segalanya. Bukan waktu yang tepat untuknya muncul di hadapan Kyu Hyun saat perasaan pria itu masih dalam posisi siaga yang sewaktu waktu akan meledak. Meledak antara akal, atau hatinya yang menang.

 

Sajangnim, sekertaris Hong memintaku mengantar berkas ini padamu” Hyuna meletakannya di atas meja Kyu Hyun.

 

“Kenapa bukan dia yang mengantar?” Tatapan Kyu Hyun tidak lepas dari Hyuna. Pria itu sedang mencari jawaban. Jawaban atas masalah yang menjadi perang batinnya.

 

Terlalu intens, lebih menusuk daripada biasanya. Hyuna mengkerut di tempatnya. Seingatnya, dia pernah mengatakan pada Kyu Hyun untuk mencoba rileks dengan ekspresi wajah itu. Tapi sepertinya—ini menjadi semakin parah.

 

“Dia ada keperluan mendadak. Tadi kami kebetulan bertemu dikantor”

 

“Kenapa kau dikantor?”

 

“Ye?” Hyuna bingung, kenapa Kyu Hyun terlihat tertarik pada kegiatannya.

 

“Menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda kemarin” dan gadis itu menjawab apa adanya.

 

“Ini weekend. Kenapa tidak diam dirumah?”

 

Hyuna semakin tidak tahu kenapa Kyu Hyun bersikap seperti ini. Bukan kebiasannya, tidak nyaman. “Kufikir lebih cepat selesai lebih baik”

 

“Atau mungkin, kau bisa menghabiskan weekendmu bersamaku”

 

“Maaf?” Hyuna merasa pendengarannya ada yang salah.

 

“Hyuna—“

 

“Ye, sajangnim

 

“Hyuna”

 

Hyuna menggigit bibir bawahnya “Kau memerlukan sesuatu, sajangnim?

 

“Park Hyuna” Gadis itu mengedip pelan. Tiba tiba saja perasaannya tak karu karuan.

 

“Ya—Cho Kyu Hyun” Hyuna menatap Kyu Hyun dalam penuh arti. Mereka hanya diam seperti itu seakan berbicara lewat mata.

 

“Bagaimana aku dimatamu?”

 

Hyuna tersenyum. Dadanya menghangat ketika Kyu Hyun menanyakan hal seperti itu padanya.

 

“Kau sudah tahu jawabannya”

 

“Selain pria dingin dan minim bicara seperti katamu”

 

Hyuna menghela nafas “Kenapa kau tiba tiba menanyakan ini?”

 

“Aku butuh memastikan sesuatu”

 

Hyuna memiringkan kepalanya ke satu sisi, gadis itu tidak mengerti tapi mengabaikannya “Kau dimataku—seorang pria hangat yang memberiku rasa aman dan terlindungi”

 

Mereka kembali merasakan sesuatu dalam tatapan itu ketika Hyuna menyelesaikan ucapannya.

 

“Apa kau menyukaiku?”

 

“Ya” Tanpa keraguan, bagus Hyuna!

 

“Kenapa kau menyukaiku? Kau bahkan tidak mengenalku dengan baik” Kyu Hyun bertanya. Kali ini suaranya dalam dan berat. Menunjukan bahwa dia tidak sedang main main dengan pertanyaannya.

 

“Aku selalu mendengar sebuah kata bahwa rasa suka yang kau dapatkan dari seseorang tanpa ada alasan yang jelas adalah murni. Aku tidak mengatakan dengan banga bahwa rasa sukaku padamu adalah murni. Tapi aku mencoba memberitahumu bahwa aku menyukaimu, bukan dengan alasan karena aku tidak tahu kenapa aku menykaimu. Bahkan disaat aku tidak mengenalmu dengan baik”

 

Kyu Hyun merasa kerongkongannya kering sehingga dia tidak bisa berkata kata. Sejak kedatangan Hyuna beberapa menit yang lalu jantungnya yang telah bergemuruh kembali bergemuruh lebih cepat. Tidak, sepertinya memang sejak kehadiran gadis itu dihidupnya dia sudah sering kacau seperti itu.

 

Hanya Kyu Hyun tidak menyadarinya.

 

Lalu kata kata Hyuna yang begitu tulus dengan tatapan mata yang detik itu menjadi candu baginya itu, menyirami kepalanya yang panas. Bagai gurun sahara yang diterpa hujan deras.

 

“Aku permisi, sajangnim” suara Hyuna yang pamit membawa Kyu Hyun kembali pada dirinya. Pria itu melihat Hyuna berbalik dan menuju kearah pintu.

 

Belum terlambat, Cho Kyu Hyun. Belum terlambat.

 

Dengan gerakan secepat kilat, Kyu Hyun bangkit dari duduknya dan menerjang pintu saat Hyuna sudah membukanya, membuat pintu itu kembali tertutup dengan suara BLAM yang keras.

 

Hyuna terlonjak kaget ditempatnya. Gadis itu terdiam. Jantungnya serasa ingin lepas, karena tindakan Kyu Hyun yang tiba tiba, suara dentuman pintu yang memekakkan telinga, juga nafas hangat Kyu Hyun yang bisa dia rasakan, menandakan Cho Kyu Hyun berada terlalu dekat dengannya.

 

Kyu Hyun mengamit lengan Hyuna dan memutar tubuh gadis itu. Keduanya bertatapan. Kyu Hyun seperti melakukan kesalahan, akal sehatnya terus berteriak padanya seperti itu. Tapi sisi hatinya mengatakan, inilah jawaban atas segala rasa gundahnya.

 

Ayo lihat, apakah akal nya yang menang? Atau justru hatinya?

 

Kyu Hyun meletakan tangan kanan nya di pipi kiri Hyuna. Tegas. Ibu jarinya bergerak mengelus perlahan, Hyuna terpejam merasakannya. Rasanya dia ingin melonjak karena bahagia. Tidak tahu bagaimana pria ini bisa membuatnya melambung karena rasa senang yang berlebihan. Hyuna tidak ingin memikirkan hal lain selain moment itu. Ingatkan dia untuk berterimakasih pada sekertaris Hong yang menyuruhnya datang kemari.

 

Hyuna merasakan hembusan nafas Kyu Hyun yang tenang menerpa wajahnya. Demi Tuhan, dia ingin mencium Kyu Hyun detik itu juga. Bagaimana gadis polos sepertinya bisa berubah menjadi wanita yang butuh belaian?! Tidak. Dia tidak akan seperti ini jika itu bukan Cho Kyu Hyun.

 

“Ini tidak benar. Ini salah” Hyuna membuka matanya dan langsung berhadapan dengan mata kecokelatan Kyu Hyun ketika pria itu bersuara.

 

“Ya—mungkin”

 

“Aku akan menyakitimu. Kau akan terluka”

 

Mata Hyuna menari nari di dalam bola mata Kyu Hyun. Gadis itu ingin menangis. Entah menangis karena haru, sedih, kecewa, atau apa. Dia hanya ingin menangis.

 

“Tidak apa apa” dan satu tetes air mata jatuh ketika Hyuna mengucapkannya.

 

“Aku bilang aku akan menyakitimu. Kau seharusnya pergi setelah aku mengatakan itu”

 

“Aku tidak mau”

 

“Kenapa?”

 

“Karena kau bilang untuk tidak melepaskanmu. Dan aku setuju membuatmu menjadi canduku”

 

“Hyunaaa—“ Kyu Hyun menggeram kecil menyebut nama Hyuna. Gadis itu kembali terpejam meletakkan pipinya dengan nyaman di telapak tangan Kyu Hyun yang hangat. Demi Tuhan Hyuna semakin jatuh kedalam sosok Cho Kyu Hyun. Bagaimana Tuhan menciptakan manusia sesempurna pria itu –setidaknya dimatanya. Hyuna hanya ingin, Cho Kyu Hyun melihat kepadanya. Hanya kepadanya. Bolehkah dia egois untuk dirinya sendiri sekali saja?

 

Hyuna membuka matanya “Aku menyukaimu, Cho Kyu Hyun. Aku menyukai pria dingin minim bicara sepertimu. Aku tidak tahu tapi saat ini, saat kau sedang memegang pipiku seperti ini—“ Hyuna meletakkan tangannya di atas tangan Kyu Hyun “—aku merasa akan gila jika tidak bisa menggapaimu. Kau benar benar menajadi candu terberatku” matanya berkaca kaca.

 

Pertahanan diri Kyu Hyun runtuh saat itu juga. Pria itu menarik kepala Hyuna dan menempelkan bibir mereka dengan keras, cepat, dan intens.

 

Kyu Hyun melahap bibir itu rakus seakan akan itu adalah makanan manis yang hanya tersisa satu di dunia. Dan Kyu Hyun memang mengakuinya, bibir gadis itu lembut dan luar biasa manis. Kyu Hyun mendorong Hyuna hingga gadis itu terantuk di pintu. Tubuh mereka menempel sempurna, Kyu Hyun tidak mau untuk memisahkan jarak diantara keduanya bahkan seukuran penggaris 15 cm. Tidak mau.

 

Tangan Hyuna bergerak gelisah mencari pegangan karena ciuman Kyu Hyun yang terus menuntut. Gadis itu akhirnya memeluk punggung Kyu Hyun dan meremas kaos pria itu saat dirasanya Kyu Hyun menggigit bibirnya.

 

Kepala mereka beradu, bergerak berpindah posisi. Tangan Kyu Hyun yang bebas memegang pinggul Hyuna dan meremasnya. Hyuna menjadi linglung seketika. Lama mereka bertahan dalam posisi seperti itu hingga akhirnya Hyuna yang merasa kehabian nafas memukul kecil dada Kyu Hyun.

 

Pria itu memindahkan ciumannya dan menghadiahi dagu Hyuna ciuman kecil, ciuman lembut menjalar ke pipi hingga akhirnya Kyu Hyun berhenti. Pria itu menarik nafas sekali dan terdiam di tempatnya. Mengecup kening Hyuna lalu memeluknya erat. Sangat erat hingga dia merasa Hyuna kesulitan bernafas. Kyu Hyun mengecup kepala gadis itu.

 

Selamat Cho Kyu Hyun, pada akhirnya hatimu yang menang.

 

-o0o-

 

Hyuna tersenyum selama perjalanan mereka kembali. Ya, Kyu Hyun mengantarnya pulang kerumah. Dan ini pertama kalinya mereka berada dalam situasi rileks setelah skinship yang luar biasa di ruang kerja Kyu Hyun dirumahnya. Ingatkan pada kejadian lalu, mereka hanya terdiam canggung. Atau hanya Hyuna yang merasakannya.

 

Saat ini, Kyu Hyun dengan terang terangan memberikan perhatiannya pada gadis itu. Hyuna menatap kebawah, ditempat dimana Kyu Hyun tidak melepaskan tautan tangan mereka. Itu membuat hatinya semakin hangat. Dia terus tersenyum.

 

“Hati hati dengan senyummu atau bibirmu akan robek” Hyuna melirik ke arah Kyu Hyun yang tersenyum tak habis pikir padanya.

 

“Lalu kau? Kau juga tidak bisa menyembunyikan senyum itu dariku”

 

Kyu Hyun mengangguk “Aku memang berniat menunjukannya padamu”

 

“Kau lebih tampan saat tersenyum”

 

“Aku tahu”

 

Hyuna terkekeh. Satu lagi yang dia tahu dari pria itu. Cho Kyu Hyun yang narsis.

 

“Apa kau ada waktu besok?” Kyu Hyun bertanya.

 

“Ya, kurasa. Kenapa?”

 

“Ingin keluar denganku?”

 

“Kemana?”

 

“Mmh” Kyu Hyun tampak berfikir “Makan. Nonton. Ke taman hiburan?”

 

“Eh?” Hyuna terkejut. Maksudnya—

 

“Ayo kencan besok!”

 

“Apa kau serius mengatakannya?” Hyuna masih terkejut ditempatnya.

 

“Kau tidak mau? Yasudah”

 

“Mau! Aku mau!” Hyuna menunjukan cengirannya di depan Kyu Hyun membuat pria itu tertawa.

 

Gadis itu merasa luar biasa senang sekarang dan tidak mau memikirkan apapun selain kebahagiannya saat ini. Benar kata Hyun Seung, dia juga patut berbahagia. Dia hanya memohon pada Tuhan agar memberikan waktu yang lebih lama untuk menikmati kebahagiaan ini.

 

-o0o-

 

Kyu Hyun tidak berhenti menyunggingkan senyumnya bahkan saat dia tiba dirumah. Pria itu bahkan bersiul saat menuju kedapur untuk mengambil minum. Ketika Kyu Hyun menutup pintu kulkas, pria itu dikejutkan dengan Hee Chul yang telah berdiri menunggunya.

 

Hyung!”

 

“Pada akhirnya, terjadi juga kan?”

 

Kyu Hyun menatap Hee Chul lelah. Tidak bisakah mereka membahasnya lain kali?

 

“Aku tidak ingin membahasnya” Kyu Hyun berlalu melewati Hee Chul lalu berhenti tepat ketika suara ‘PRAANG’ terdengar nyaring.

 

Hee Chul membanting gelas yang dipakainya minum.

 

“Ada apa denganmu, Kim Hee Chul?”

 

“Kau yang kenapa! Sampai kapan kau akan menghindar?!” Hee Chul berteriak. Kali pertama dia berteriak. Terlebih pada Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun mengusap rambutnya kasar.

 

Bora yang mendengar kekacauan di dapur tergopoh gopoh menghampiri mereka dari kamarnya. Gadis itu melihat serpihan gelas pecah dilantai. Ketika melihat Kyu Hyun dan Hee Chul yang saling tatap dengan mengerikan, Bora memilih untuk diam dan memperhatikan. Dia hanya akan maju ketika keadaan mulai tak terkendali. Gadis itu merasa harus membiarkan keduanya saat ini.

 

“Oke. Baiklah. Ya. Memang itu yang terjadi. Lalu kenapa?!”

 

“Kenapa katamu? Siapa yang terobsesi untuk menemukan obat itu? Siapa sebenarnya yang membawa kita pada keadaan seperti ini, ha siapa?!”

 

“AKU!” Kyu Hyun membalas berteriak. “Itu semua karena aku! Lalu apakah salah jika aku ingin menghentikannya?!”

 

“Salah! Itu sialan salah, brengsek!”

 

“Apa kau benar benar lupa atau aku harus kembali mengingatkanmu? Dia akan terluka, Cho Kyu Hyun! AKAN TER-LU-KA, KARENAMU! PERASAANMU PADANYA AKAN MEMBUAT KALIAN BERDUA SAMA SAMA TERSAKITI!”

 

“HYUNG!!!”

 

Hee Chul menunjuk Kyu Hyun dengan telunjuknya “Kau, dengan cinta bodohmu itu. Perasaan bodohmu mengalahkanmu dalam satu kali tepuk. Menghancurkan rencana yang sudah bertahun tahun kau susun, dan bahkan melibatkanku dalam hal ini! Aku setuju untuk membantumu, adalah benar benar membantu! Bukan menjadi anjingmu yang suatu saat kau bilang ‘bantu aku’ aku membantumu dan kau bilang ‘hentikan saja’ kita berhenti!”

 

“Oke, maafkan aku untuk melibatkanmu jika kau memang marah karena itu!”

 

Hee Chul tawa sinisnya “Kau benar benar tidak mengerti kenapa aku marah, kan?!”

 

Kyu Hyun mengusap tengkuknya kasar, dia juga telah berada di batas kesabarannya.

 

“Hyung–” pada akhirnya Kyu Hyun memelankan suaranya  “Aku tidak ingin bertengkar denganmu”

 

“Sialan kau Cho Kyu Hyun” Hee Chul menendang kursi sebelum dia berlalu melewati Kyu Hyun dengan menubruk bahu pria itu dengan keras.

 

Kyu Hyun menghela nafas. Dia benar benar tidak mengerti kenapa Hee Chul bertingkah seperti ini. Pria itu mengacak rambutnya frustasi.

 

Sementara Bora, gadis itu hanya menatap sedih pada kedua pria yang disayanginya itu. Dia mengabaikan fakta bahwa sebenarnya tidak tahu kemana arah pembicaraan mereka. Bora hanya merasa sakit ketika melihat keduanya bertengkar, hal yang tidak pernah mereka lakukan selama ini.

 

-o0o-

 

Hyuna keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Gadis itu merasa lebih segar dan segar. Entah kenapa malam itu segalanya terasa ringan.

 

Hyun Seung menatap kakaknya dengan heran “Tidak biasanya”

 

Hyuna berjalan kedapur dan mengambil panci lalu merebus air untuk membuat ramen “Apa?”

 

“Kau tersenyum seperti itu”

 

“Apa? Benarkah?”

 

“Apa ada sesuatu yang baik terjadi?”

 

Hyuna berfikir, apa memang itu hal yang baik? “Ya, kurasa”

 

“Cih, jawaban macam apa itu”

 

“Kau mau ramen?”

 

Dwesseo. Aku sudah makan. Siwon hyung mengajakku keluar tadi sore”

 

“Lagi? Kenapa kau selalu mau diajak keluar olehnya? Boleh pergi dengannya, tapi jangan terlalu sering”

 

Wae? Dia orang baik. Dan aku masih dengan keputusanku untuk menjodohkanmu dengannya”

 

“Hentikan itu Hyun Seung-ah. Apa kau tidak berfikir bahwa kakakmu ini kemungkinan menyukai orang lain” Hyuna bersungut sungut lalu dia memalingkan wajah dari Hyun Seung dan membuka bungkus ramennya.

 

“Selama kau belum mengenalkanku pada ‘orang itu’ aku akan terus terusan menjodohkanmu dengan Siwon hyung”

 

“YA—“

 

 

 

“Hyuna, Hyun Seung” Umpatan Hyuna terhenti saat mereka mendengar suara seseorang. Gadis itu, dan Hyun Seung menoleh bersamaan

 

 

 

AHJUSSHI!

 

 

 

To be Continued

Hola, akhirnya ada waktu buat buka dan lanjutin lagi meskipun masih ditengah tengah UAS. kenapa lama postnya? Karena bulan kemarin ada acara di kampus dan kebetulan aku yang urus dan berlanjut dengan UTS, jadi agak terbengkalai nulis FF nya. Maaf ya~

Hadiah karena telah menunggu, #DL aku post langsung dua bab ( 4 dan 5) ngehehe. Happy reading! :*

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “DOMINIQUE LEGACY #BAB 5

Add yours

  1. Masih penasaran tingkat dewa, siapa Kyuhyun sebenarnya. Siapa Hyuna dan HyunSeung, siapa Siwon. Huwaaa!! Terlalu banyak siapa … 😣😣😣
    Kapan misteri ini akan terpecahkan?
    Tp satu hal yang menarik, Kyuhyun menyerah dengan perasaannya… 😊😊😊

  2. Kyuhyun masih labil nih. Dikit2 mulai tau kenapa Kyuhyun berambisi buat ngedeketn Hyuna tapi Heechul knp marah bgt kayak gitu? Rada kesel Hyuna pasrah bgt kalo sampe terjadi sesuatu sama dia kan kesian.

  3. apa itu obat yg sama yg d suntikkan orangtua hyuna ke hyun seung..
    ada bnarnya jga kta heechul klau kyu cma manfaatin hyuna bkl tersakitiii

  4. Siapa itu?
    Hihi kyu ngalah juga ya sama niatnya, tapi itu bener” mau berhenti? Tapi menurutku kayaknya ga mungkin deh kyu berhenti nyari tuh obat gitu aja, soalnya emang bener tuh kata heechul. Seneng banget kyu-hyuna mau kencan, tapiiii disisilain sedih ada rasa sedih juga sih 😔

  5. Waaaaaaaahhhh jd udh resmi kah mrk berkencan?? Kkkkk~ jd ikut byangin kyu tersenyum n ikut terpesona hihihii ….. Sp ahjussi itu y ? Apa ayahnya kyu kah??? Neeeeeeext fighting eon:-D

  6. apaa mataa hyunseung ituu bagian dr penemuan obat baruu itu yaa???
    truss pas ortunya mati krn ituu apaa juga krn penelitian..
    huaa penasarann

  7. Aduuh aku baru liat kalau ff ini udah dilanjutkan hahaha

    eiiiiii
    sampai saat ini aku masih penasaraaaaan
    kenapa oh kenapaaa
    Kyuhyun mengincar Hyunseung
    kenapaaaaa
    apa yg telah terjadi
    kenapaaa
    apa awal mulanyaaa
    alamak penasaran gue –”

    njiiir aku paling suka bagian itu
    bahahaha
    mencium dengan keras dan kasar
    anjuuu Cho Kyuhyun rajanya kyaaaaa
    dia seksi kalau dibayangin kayak gtu
    jadi pengen kyaaaaa ><

    semangat terus ya tata ^^~~~

  8. Fix makin pnsaran stlah baca ini
    Kyuhyun udah nyrah dan milih prasaannya ma hyuna, knpa heechulnya yg marah2
    Obat apa yg kyuhyun cari? Apa itu mata hyun seung? Siwon siapa? Apa dia sma kyak kyuhyun dketin hyuna dan hyun seung buat obta yg entah apa itu?

  9. ahhhhh kyu masuk perangkap nya sendiri habisnya knpa hyuna sgt menggoda iya kan kyu😉 duhhhhhh kesem2 gue ma ff mu eon keren tau fighting eon

  10. yes akhirnya kan kyuhyyn udah kalah sama egonya hahahaha duh gabisa ya ga pake nada marah pas baca heechul kyuhyun bertengkar hahahah oh yah jd masalahnya itu… jd karena itu kyuhyunau cari obat dan obat itu bisa dia dapetin dari mata hyungseung ya begitu? oke dan kyuhyun deketin hyuna untuk deketin hyunseung juga awalnya tp kyuhyun malah naksir kyahahahaha seru abis nih. trs masih teka teki lainnya which is siapa itu choi siwonnnn!! ah daebak selaluuuu bikin penasaran. ditunggu selaluuuu lanjutannyaaaaa

  11. aku kok mikirnya yang berhubungan dg matanya hyunseong bisa berguna buat sesuatu seperti obat yg lagi diincar sama kyuhyun dan siwon, karna itu mereka deketin hyuna-hyunseong. Tp sayang kyuhyun malah kejebak sama hyuna sedangkan siwon ga terperangkap kaya kyuhyun. Tp kira-kira obat yg dimaksud kyuhyun itu apaaaaaa?

  12. Bner2 penuh dg teka teki, apa yg sbnarnya terjadi, knpa kyu ingin skli mndapatkn hyunseong, apa ada kaitannya dngan obat yg kyu sma heechul cari, apa mungkin mata hyunseong it adlh obat nya. Ahhh molla. Bingung dan juga penasaran. D tnggu next chap nya…

  13. emmm… Mulai nemu titik terang ni,,,
    Kmungkina itu hyun seung lah obatnya,, dan itu dibagian mata ???
    Gitu kan ???
    Wkwkw
    Kaya nnton mission imposible ni,, wkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: