DOMINIQUE LEGACY #Bab 3

picsart_09-16-12-06

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

DOMINIQUE LEGACY

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : DOMINIQUE LEGACY

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 17 0r (+)

Length                   : Chapter

Desclimer             : Typo itu, BUMBU! Don’t try to copy-paste without permission!

Happy Reading!

 

—–oooooo—–

“Ibu, apa itu?” Hyuna menghentikan aktifitasnya yang sedari tadi sibuk menggambar diruang tengah ketika Ibunya datang dengan sesuatu ditangannya.

 

Hyuna melongo dan seketika wajahnya berubah ngeri, Ibunya tertawa “Hyuna, tenanglah sayang”

 

“Itu suntikan. Aku tidak mau disuntik”

 

“Ibu hanya akan memberikan vitamin untukmu, barusan adikmu juga telah ibu berikan”

 

Hyuna melirik ke arah kamar baby Hyun Seung “Apa Joshua baik baik saja? Itu sangat menyakitkan”

 

“Ya. Dia baik baik saja. Karena dia pun tahu bahwa Ibu tidak pernah berniat untuk menyakitinya” Ibu Hyuna tersenyum menenangkan di depan anaknya. Sementara, gadis kecil itu menatap mata ibunya dengan ragu. Ya, ibunya tidak mungkin menyakitinya.

 

“Baiklah. Aku bersedia diberi vitamin” Dengan wajah lesu, Hyuna mengulurkan tangannya dan tidak lama kemudian, gadis kecil itu tersentak saat jarum suntik masuk ke tangannya.

 

Dia menangis, tentu saja. Tetapi tidak ada suara.

 

Setelah selesai, Ibu Hyuna meletakkan alat alat medisnya dan membawa Hyuna dalam pangkuannya. Lalu mengusap wajah kecil itu “Apa begitu sakit?”

 

Hyuna menggeleng dengan matanya yang merah dan basah, menatap Ibunya “Tidak, karena Ibu tidak berniat menyakitiku”

 

-o0o-

 

Hyuna pulang dari sekolah tepat ketika Ibu dan Ayahnya begitu panik di dalam rumah. Berlari kecil, dia melihat sang ayah sibuk mengeluarkan peralatan medis pada adiknya yang tak sadarkan diri di kasur. Hyun Seung dengan umur 3 tahunnya.

Hyuna melemparkan tas sekolah yang dipakainya dan berlari, menaiki kasur Hyun Seung. Gadis itu menatap cemas Ibu nya yang memangku Hyun Seung. Tapi dia tidak berani bertanya apapun.

 

Hyuna yang sudah terbiasa dengan pemandangan obat obatan dan peralatan itu, melihat dengan cekatan ketika ayahnya mengeluarkan senter dari dalam box medis dan  memeriksa kedua mata Hyun Seung. Gadis itu tertegun.

 

“Ah, sayang~!” Hyuna menoleh ke arah Ibunya yang tiba tiba berucap keras memanggil ayahnya. Dia melihat garis ketakutan yang luar biasa dan kekecewaan di wajah Ibunya. Dan Hyuna melihat setitik air mata yang jatuh, kemudian disusul yang lainnya.

 

“Ini tidak berhasil. Warna itu kembali meskipun kita telah memberinya obat. Dan bukannya membaik, dia malah collapse seperti ini” Ibunya meracau.

 

“Tenangkan dirimu, sayang. Hyuna disini” Hyuna ganti menatap ayahnya. Meskipun dia tidak tahu, benar benar tidak tahu apa yang kedua orang tuannya bicarakan, tapi jelas ada yang salah disana. Ya, insting seorang gadis sepuluh tahun yang cukup kuat.

 

“Hyuna, kembalilah ke kamarmu sekarang” Ibunya menyuruh Hyuna dengan lembut. Dengan patuh, Hyuna mengangguk lalu beranjak dari kamar adiknya. Sesekali gadis itu menoleh kebelakang dan menemukan Ibunya yang entah bicara apa pada ayahnya.

 

-o0o-

 

“Hyun Seung!” Hyuna membuka matanya dan memanggil nama adiknya ketika dirinya telah kembali dari alam bawah sadar. Gadis itu menemukan langit langit kamarnya sebagai pemandangan pertama.

 

Dan saat itu juga, dia sadar dengan apa yang terjadi.

 

Hyuna beranjak keluar dari kamarnya dan menemukan Choi Siwon duduk di ruang tengah dengan punggung yang bersandar di dinding dan kepalanya yang terkulai lemah kebawah. Kedua tangannya terlipat di depan dada.

 

Hyuna mengerut, apa yang Siwon lakukan disini? Apa pria itu menjaganya dan Hyun Seung? Hyuna melirik jam diruang tengah yang sudah menunjukan pukul setengah lima sore. Ah, berapa lama dia pingsan? Sekitar, dua atau tiga jam? Lalu Hyun Seung… tunggu, Hyun Seung!

 

Gadis itu berlari dan masuk ke kamar Hyun Seung, menemukan adiknya yang masih tidak sadarkan diri disana. Gadis itu berlutut ketika merasa kakinya lemas. Menatap Hyun Seung nanar, Hyuna tidak habis pikir kenapa Hyun Seung bisa kembali collapse. Terakhir itu terjadi adalah tiga tahun yang lalu.

 

Hyuna menggenggam tangan Hyun Seung dan mengusapnya. Jika sudah seperti ini, tidak ada yang bisa dia lakukan selain menunggu selama 1 kali dua puluh empat jam untuk Hyun Seung terbangun. Gadis itu menghela nafas, lalu keluar dengan menutup pintu geser kamar Hyun Seung perlahan.

 

Hyuna berjalan mendekati Siwon, lalu perlahan duduk didepannya. Dengan ragu, gadis itu menyentuh lengan Siwon. Seketika, pria itu tersadar.

 

“Kau sudah sadar!” Siwon berseru karena terkejut.

 

“Ya. Maaf aku sangat merepotkanmu” Hyuna menatap Siwon menyesal. Bagaimanapun, pria di depannya ini adalah pria yang baru dia kenal tidak lebih dari seminggu. Tapi sudah terlalu banyak direpotkan olehnya.

 

“Tidak masalah. Kurasa orang lain akan melakukan hal yang sama jika mereka berada di posisi ku seperti tadi”

 

“Ya, mungkin kau benar” Hyuna membenarkan duduknya “Apa kau sedari tadi menunggu disini?”

 

“Tentu saja. Kurasa sangat tidak benar meninggalkan kakak-beradik yang tidak dalam keadaan baik baik saja, sendirian”

 

Hyuna mengangguk angguk. “Terimakasih untuk apa yang kau lakukan hari ini, Siwon~ssi. Aku benar benar tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada kau disana”

 

“Jangan dipikirkan. Tapi–” Ucapan Siwon menggantung. Pria itu menatap Hyuna penasaran.

 

“Sejujurnya aku berniat membawa kalian berdua ke rumah sakit. Tapi kau sempat meracau tadi. Yang dapat kusimpulkan, kau tidak ingin aku membawa Hyun Seung kerumah sakit”

 

“Ah, benarkah?” Hyuna menggigit bibir dalamnya. Kemudian tersenyum canggung “Ya, karena ini sudah biasa terjadi”

 

“Maksudmu?”

 

“Dia akan terbangun dengan sendirinya, jangan khawatir”

 

Pria itu tampak masih ingin bertanya karena jelas, dia masih penasaran dan jawaban Hyuna masih belum menjawab semua rasa penasaran itu. Disisi lain,  Hyuna sangat berharap bahwa Siwon tidak meneruskan topik pembicaraan yang akan berujung pada sebuah pertanyaan. Gadis itu tidak tahu dan tidak ingin menjelaskan bagaimana tepatnya Hyun Seung menjadi seperti itu jika Siwon bertanya.

 

Hyuna tersadar dari lamunannya ketika Siwon Berdiri “Kembalilah kekamarmu dan istirahat. Aku akan membeli sesuatu untuk makan malam”

 

“Tidak, tidak. Kau tidak perlu melakukan itu”

 

Siwon memberikan senyum sebagai jawaban. Pria itu tidak mengindahkan ucapan Hyuna dan berlalu setelah memakai jaket kulit hitamnya.

 

-o0o-

 

 

TUK.TUK.TUK

 

Kyu Hyun terduduk diam di ruang kerjanya dengan suara bolpoint mengetuk meja yang setia menemani. Kyu Hyun merasa sesuatu sedang terjadi dan dia tidak tahu tepatnya. Tetapi .. pria itu, Siwon, begitu Hyuna memanggilnya, mengusik pikirannya selama beberapa jam terakhir.

 

Dia merasa pernah melihat Siwon disuatu tempat tapi dia tidak yakin.

 

Gerakan tangannya terhenti.

 

Kyu Hyun merah mouse komputernya dan membuka hiden file yang dilindungi password, lalu dia mulai menyusuri kolom nama yang berisi informasi tentang segala hal yang berkaitan tentang kantor pusat. Tidak menemukannya, pria itu menghela nafas.

 

“Cho Kyu Hyun?”  Kyu Hyun mengangkat wajahnya dan menemukan Hee Chul berjalan mendekat.

 

“Apa yang kau lakukan berjam jam mengurung diri disini? Turunlah, makan malam sebentar lagi”

 

Hee Chul tidak mendapat respon apapun melainkan wajah Kyu Hyun yang berkerut dan berpaling darinya. “Ada apa? Terjadi sesuatu?” Hee Chul ikut penasaran.

 

“Hyung, pria itu… seperti tidak asing”

 

Hee Chul mengerutkan keningnya, siapa tepatnya yang bocah itu bicarakan “Siapa?”

 

“Yang bersama Hyuna tadi siang”

 

Hee Chul menolehkan kepalanya ke satu sisi dan mencoba mengingat “Ah! Pria tinggi yang tampan itu?” Kyu Hyun mengangguk

 

“Cari tahu tentangnya. Secepatnya laporkan padaku!” Kyu Hyun menatap Hee Chul skeptis, pria yang ditatapnya balas menatap Kyu Hyun dengan datar “Serius? Kau bisa menggunakan bahasa yang lebih sopan untuk minta tolong Cho Kyu Hyun”

 

“Kau tidak mau? Oke, akan kulakukan sendiri” Kyu Hyun kembali pada layar komputernya.

 

Hee Chul menyerah. Membuat Kyu Hyun memohon padamu? Atau setidaknya mengucapkan kata tolong? Bermimpi saja kau Kim Hee Chul!

 

“Aku akan melakukannya, Dan cepat turun! Atau kalau tidak Bora akan memakiku karena tidak berhasil membawamu keluar dari ruangan sialan ini!” Hee Chul melempar bolpoint Kyu Hyun yang tergeletak tadi ke arah Pria itu, tepat mengenai dadanya.

 

Kyu Hyun masih belum beranjak ketika Hee Chul telah keluar dari ruangannya. Pria itu masih termenung sendiri. Lalu kemudian, tangannya bergerak membuka laci meja kerjanya. Meraih sesuatu yang ada disana, sebuah album foto.

 

Potret dirinya, dan seorang pria. Ayahnya.

 

“Aku akan berhasil kali ini, aku janji”

 

-o0o-

 

Hyuna tergesa gesa keluar dari ruangan Yoora. Gadis itu berlalu menuju pintu keluar divisi tempatnya bekerja dan berdiri di depan lift. Ahn Yoora memintanya membelikan makan siang di sebuah restoran sushi favoritnya dalam waktu lima belas menit. Yang benar saja! Yang Hyuna tau, restoran sushi itu berjarak cukup jauh dari tempatnya bekerja ini. Apa lagi lagi, dia sedang diuji? Ah, Hyuna hanya bisa mengerutu dalam hati.

 

TING!

 

Lift terbuka dan Hyuna masuk. Lalu kembali dengan terburu, gadis itu menekan tombol lantai dasar.

 

Tepat sebelum pintu tertutup, sebuah tangan menahannya sehinnga kembali terbuka. Hyuna tertegun. Menemukan Kyu Hyun berdiri di depannya. Ya, boss besarnya. Cho Kyu Hyun yang tampan.

 

Pria itu masuk dan pintu tertutup sempurna, Sempurna, sempurna. Ya, kenapa dia selalu berada disituasi yang canggung seperti ini bersama Kyu Hyun. Berdua, di dalam lift. Apa apaan?!

 

“Mau pergi? Kali ini apa? Izin untuk kencan?”

 

Kyu Hyun bersuara disampingnya membuat Hyuna mengerut. Ada apa dengan ucapan pria itu yang seratus persen menyindiri dirinya?
“Tidak, sajangnim. Aku keluar untuk membeli sesuatu”

 

Kyu Hyun tampak tidak perduli. Yang pria itu lakukan hanya berdiri dengan wibawanya, dan tentu saja aura mengintimidasi yang selalu Hyuna dapatkan ketika berdekatan dengan pria itu.

 

Ingin sekali Hyuna bertanya, kenapa Kyu Hyun tidak berada di ruangannya dan malah muncul dari lantai yang sama dengannya. Tapi toh, itu bukan urusannya, kan?

 

BRAK!

 

Lift berguncang cukup keras membuat Hyuna kehilangan keseimbangan kakinya. Gadis itu terjerembab kebelakang dengan ancaman benturan keras dikepala. Tapi itu tidak terjadi ketika Kyu Hyun dengan sigap menahan punggungnya.

 

Hyuna bisa merasakan bahwa dirinya menahan nafas secara spontan. Itu tindakan yang tidak dia pikirkan terlebih dahulu. Maksudnya, apa apaan itu? Kenapa di dekat Cho Kyu Hyun banyak membuat perubahan tersendiri bagi tubuh dan… jantungnya? Oh, Ya Tuhan, jangan tanyakan bagaimana jantungnya saat ini. Berada dekat dengan Kyu Hyun, ulangi, sangat dekat dengan Kyu Hyun hingga gadis itu merasa bisa mencium segala hal tentang pria itu. Aroma tubuhnya sangat maskulin benar benar menggambarkan seorang Cho Kyu Hyun. Mengintimidasi tetapi hangat disaat bersamaan. Bagaimana jantungnya bisa tenang?

 

Dan.. ketika lampu tiba tiba mati, gadis itu baru tersentak. Terbangun dari posisinya yang teramat nyaman pada Kyu Hyun.

 

“Terimakasih, sajangnim” Hyuna menunduk tanpa mau memperlihatkan wajahnya yang memanas pada Kyu Hyun. Meskipun dia sadar, bahwa di tempat gelap itu tidak memungkinkan mereka untuk saling bertatap. Yaampun, bertatap? Pikiranmu kemana Hyuna!

 

Jantung Hyuna kembali berdetak cepat, kali ini bukan karena Kyu Hyun. Tetapi karena keaadan, Gelap dan sempit. Tidak bisa, gadis itu tidak bisa berada di keadaan seperti itu.

 

Gangguan kecemasan dan kekhawatiran mulai merasukinya. Memorinya kembali ke saat saat dia bersembunyi di tempat yang sempit dan gelap bersama Hyun Seung dan menyaksikan kedua orang tuanya tewas mengenaskan, kembali menguasai pikirannya.

 

Hyuna tidak memperhatikan sekitar bahkan ketika Kyu Hyun telah menekan tombol emergency dan meminta seseorang untuk melakukan sesuatu dengan masalah ‘lift berhenti’ itu.

 

Hyuna merasakan kerongkannya kering dan sulit mendapat udara. Gadis itu mulai bernafas pendek pendek. Pelan, pelan, lalu kemudian menjadi lebih keras. Terasa sesak hingga dia harus menekan dadanya kuat untuk mengurangi rasa sakit.

 

Kyu Hyun yang kemudian sadar memegang pundak gadis itu “Park Hyuna, kau kenapa?” Tanyanya namun yang dia dapat adalah Hyuna yang ambruk terduduk sebagai jawaban.

 

“Hyuna~ssi?!” Suara Kyu Hyun makin meninggi ketika kembali Hyuna tidak menjawab pertanyaannya  tetapi yang pria itu dapat malah keadaan Hyuna yang semakin parah. Suara rintihan kecil keluar dari bibirnya.

 

“Kau– klaustrofobia?”

 

Hyuna mengangat kepalanya sedikit menatap Kyu Hyun, masih dengan nafas pendek pendeknya Hyuna ingin mengatakan tidak tapi suara itu tidak keluar. Ini bukan ketakutan akan kegelapan dan ruang sempit. Ini adalah jejak yang tertinggal padanya sejak kejadian itu, sejenis trauma yang dia dapat ketika hal buruk menimpanya delapan tahun lalu.

 

Hyuna kembali menunduk dan menyerah untuk tidak bersuara. Gadis itu semakin terjatuh dalam lubang gelapnya ketika merasakan seluruh tubuhnya gemetar. Hyuna tidak dapat berfikir apapun saat itu. Tapi ketika Kyu Hyun melakukan sesuatu yang membuatnya tertampar dari rasa ketakutannya sendiri, gadis itu tertegun.

 

Cho Kyu Hyun menariknya, menyembunyikan kepala gadis itu dalam dada bidangnya, dan menepuk nepuk pelan punggungnya.

 

Tidak ada suara yang keluar baik dari mulut Kyu Hyun ataupun Hyuna yang kini mencoba membuat nafasnya lebih panjang. Pelukan Kyu Hyun demi Tuhan, terasa menenangkan untuknya. Ini seperti.. pelukan hangat yang selalu dia dapat dari kedua orang tuanya. Hyuna bahkan hampir lupa bagaimana rasanya tetapi ketika Kyu Hyun memeluknya, seluruh kehangatan itu kembali teringat. Dan untuk itu, Hyuna bisa bernafas dengan baik saat ini.

 

Satu masalah, jantungnya belum berhenti berdetak meski dia sudah dapat bernafas lebih baik. Ini bukan lagi karena ketakutannya, tentu saja karena Cho Kyu Hyun. Pria itu!

 

Lampu mulai berkedip kedip tak beraturan dan kemudian menyala, terang kembali. Lift kembali bergerak tetapi kedua orang itu masih tetap pada posisinya. Apa yang mereka rasakan saat melakukan hal itu? Hanya mereka yang mengetahuinya. Tidak, mungkin Hyuna adalah type gadis yang gampang ditebak. Tapi hal itu tidak berlaku pada Kyu Hyun. Seorang penutup, dingin, dan irit bicara.

 

-o0o-

 

Kyu Hyun kembali dari urusannya diluar kantor dan berjalan masuk menuju ruangannya. Belum lama ketika pria itu duduk dikursinya, seseorang mengetuk pintu. Kyu Hyun menyuruh ‘siapa pun’ itu masuk.

 

“Ada apa Jong Hyun?” Salah satu pegawai Kyu Hyun yang dapat di percaya, Kim Jong Hyun.

 

“Sekertaris Hong baru saja mengalami kecelakaan, sajangnim

 

“Benarkah? Bagaimana?” Kyu Hyun terkejut. Sekertarisnya. Pantas dia tidak menemukan siapapun saat keluar dari lift.

 

“Dia terserempet mobil saat keluar untuk makan siang. Saat ini, dia berada dirumah sakit”

 

“Apa kondisinya parah?”

 

“Dokter yang menanganinya bilang untuk tidak bergerak selama kurang lebih satu minggu. Karena ada retak kecil di kakinya. Dia belum dibolehkan berjalan”

 

“Ah~” Kyu Hyun mengangguk “ Baiklah, Kau boleh kembali”

 

Kyu Hyun bersandar pada kursi nya, lalu melirik beberapa dokumen yang tergeletak di atas mejanya. Seharusnya besok, dia dan sekertaris Hong pergi ke Jeju untuk melakukan perjalanan bisnis. Tapi, Kyu Hyun tak terlalu mempermasalahkan jika memang keadaan tidak memungkinkan. Toh, dia adalah Cho Kyu Hyun, pria yang bisa melakukan segalanya sendiri.

 

Atau, dia juga bisa mengajak Hee Chul atau Bora jika memang itu diperlukan untuk formalitas.

 

Tapi kemudian, pria itu termenung. Seseorang terlintas di kepalanya. Haruskah?

 

Disisi lain, Hyuna berjalan keluar dengan lesu dari ruangan Yoora setelah sepuluh menit yang panjang dilaluinya dengan ultimatum. Tapi tidak, Hyuna tidak pernah mempermasalahkan itu. Dia sudah sering diperlakukan lebih buruk dari itu. Dimaki? Tentu saja pernah. Hidupnya yang terluntang lantung dan berpengalaman di berbagai tempat kerja paruh waktu memberikannya banyak pelajaran.

 

Kejadian siang ini memenuhi otaknya. Bagaimanya dia, bisa merasa mendapat kehangatan luar biasa dalam pelukan Kyu Hyun. Hyuna tidak berniat menaruh harapan yang menurutnya mustahil. Tapi gadis itu tidak munafik untuk mengakui bahwa dirinya ingin merasakan kehangatan itu kembali. Kehangatan pelukan orang tuanya yang selalu menenangkan yang sudah lama hilang darinya. Tapi jika hanya Kyu Hyun yang dapat memberikannya, Hyuna tidak berani berfikir lebih.

 

TOK.TOK.TOK

 

Hyuna tersadar saat seseorang mengetuk ngetuk mejanya, menemukan Yoora berdiri di depannya, gadis itu terbangun.

 

“Kau dipanggil ke ruangan sajangnim, sekarang”

 

Yoora mengatakannya dengan kesal dan berbalik. Sementara Hyuna menjatuhkan bahunya. Lagi? Apakah dia harus bertemu Kyu Hyun dalam keadaan hatinya yang bimbang?

 

Dan disinilah dia sekarang, berdiri di depan Kyu Hyun menunggu pria itu bicara.

 

“Bawa berkas ini. Baca, dan pelajari. Dan persiapkan dirimu untuk besok”

 

Hyuna mengerutkan kening “Maaf?”

 

“Pergi untuk perjalanan bisnis selama dua hari. Kuharap kau tidak banyak bertanya”

 

Hyuna mengerti arti tatapan itu yang mengharuskannya keluar sekarang. Dengan cepat, Hyuna mengambil setumpuk berkas yang disodorkan Kyu Hyun padanya dan pamit, lalu berlalu dari ruangan itu.

 

Apa dia harus menghabiskan dua hari bersama Cho Kyu Hyun sang ahli mengintimidasi? Oh, tidak!

 

-o0o-

 

Hyuna memasukkan baju kerjanya ke dalam tas dengan sangat tidak bersemangat. Dirinya bahkan cenderung melamun meskipun tanganya bergerak gerak melipat baju. Masih belum bisa mendapat pencerahan apa yang harus dia lakukan agar meminimkan intensitasnya bersama Kyu Hyun nanti. Gadis itu menjadi cemas sendiri.

 

Hyun Seung menatap kakaknya heran di daun pintu. Pria itu tidak tahan lagi, lalu berjalan masuk dan duduk di depan kakaknya.

 

Mwohae?”

 

Tidak ada respon dari Hyuna membuat Hyun Seung harus melambai lambaikan tangannya agar mendapat perhatian penuh.

 

“Eh, Hyun Seung~ah

 

“Ada apa denganmu?”

 

Hyuna mendesah “Aku tidak tahu”

 

“Omong kosong macam apa itu?”

 

Hyuna menatap Hyun Seung dengan sorot lemah, dan bahunya melemas “Aku benar benar tidak tahu apa yang kulakukan. Kenapa aku begini”

 

“Kenapa?”

 

“Aku harus pergi dan menghabiskan waktu dengan atasanku, aku merasa tidak nyaman” Hyuna meracau. Tidak menyadari bahwa satu senyum konyol terbit di wajah Hyun Seung. Kini, niat menggoda kakaknya memenuhi pikirannya.

 

“Tapi kau mau melakukannya, noona

 

“Ya, karena aku tidak punya pilihan. Lagipula, ini tidak terlalu buruk” Hyuna termenung “Kupikir” lanjutnya.

 

“Apa dia tampan?” Hyun Seung melancarkan aksinya.

 

“Em, ya. Tampan. Ah, tidak. Sangat tampan”

 

“Apa noona merasakan sesuatu jika melihatnya. Yah, kau tahulah semacam perasaan–”

 

“Ya ya ya, benar. Auranya terlalu kuat untuk mengintimidasi orang. Jadi aku selalu berdebar debar saat melihatnya”

 

“Kau bisa saja memilih untuk tidak melihatnya”

 

“Ya, aku pikir juga begitu. Tapi tidak tahu, sialan sekali. Aku malah ketagihan untuk melakukan itu”

 

Senyum Hyun Seung semakin melembar “Kau menyukainya, ya?”

 

“Ya, kupikir aku–” Hyuna tersadar bagaimana percakapan mereka mengalir. Gadis itu menoleh menatap Hyun Seung dengan tatapan kesal sementara adiknya sudah tertawa tebahak bahak.

 

Hyun Seung tersendat sendat “Wah, kalau begitu kau akan beruntung menghabiskan waktu dengannya besok. Lalu kenapa harus repot?”

 

“Kau bicara apa, sih. Aku tidak mengerti” Hyuna buru buru mengambil sisa bajunya dan melipat kembali. Mencoba mengabaikan Hyun Seung.

 

“Ya ya ya, terserah padamu”

 

“Aku serius, Hyun Seung~ah. Aku tidak punya waktu untuk urusan macam itu” sorot mata Hyuna mulai serius menatap adiknya.

 

Hyun Seung  perlahan menghilangkan tawanya, lalu kemudian senyum menenangkan itu muncul. Dia menarik lengan Hyuna menyuruh kakaknya duduk berhadapan dengannya.

 

“Tidak apa apa untuk melakukan hal seperti itu, noona. Kau juga membutuhkannya”

 

“Tidak, aku tidak membutuhkannya. Aku hanya perlu fokus pada dirimu”

 

Hyun Seung menggeleng “Sudah cukup, kau mengurusku. Saat ini pikirkanlah tentang hidupmu sendiri. Aku sudah cukup besar untuk bisa menjaga diri sendiri”

 

“Bisa menjaga diri sendiri katamu? Lalu yang kemarin itu apa? Kau membuatku takut setengah mati, tahu!” suara Hyuna mulai meninggi.

 

Hyun Seung menggaruk kepalanya merasa tak bersalah “Aku bisa melakukannya. Percayalah.  Noona, sejujurnya itu bukan kali pertama setelah tiga tahun. Aku selalu collapse tetapi tidak parah. Aku tahu cara kerjanya, noona. Ketika aku terlalu cemas atau gugup akan sesuatu, reaksi itu akan timbul. Jadi yang perlu kulakukan adalah mengontrol emosiku. Aku sudah berlatih sangat keras, kalau kau ingin tahu.”

 

“Apa?”

 

“Mengendalikan emosiku. Jadi sebisa mungkin, mataku tidak menimbulkan reaksi berlebihan”

 

Hyuna mendesah, lalu mengusap pipi Hyun Seung, menatap mata adiknya dengan dua gradasi warna berbeda yang menurutnya indah, tapi kenyataanya tidak.

 

“Maafkan aku, Hyun Seung~ah, Jika saja aku bisa menggantikanmu”

 

Hyun Seung menggeleng “Tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku senang mempunyai ini” Hyun Seung menunjuk matanya “Aku bangga karena memiliki mata yang sama dengan Ibu”

 

“Ya, kau benar. Itu adalah warisan yang sangat indah, aku jadi iri” Hyuna tersenyum menular ke Hyun Seung.

 

“Dan aku mulai berfikir, mungkin menjadi seorang dokter lab, atau peniliti seperti Ayah dan Ibu akan sangat keren. Ya kan?”

 

“Apa? Tidak, jangan!” Hyuna berucap cepat. “Kau tahu apa yang kutakutkan, dan kau malah mempunyai minat seperti itu?” Hyuna menatap adiknya, ya. Hyun Seung tahu segalanya, lebih tepatnya dia mengerti dan mengingat segalanya.

 

“Kita hanya harus melihat sisi positifnya. Banyak yang akan tertolong jika aku menjadi seperti Ayah dan Ibu, kan?”

 

“Dengan ancaman membahayakan nyawamu? Dan aku akan kehilanganmu? Oh, tidak akan Hyun Seung~ah. Kau akan sangat jahat jika melakukan itu padaku!”

 

“Tenanglah sedikit, noona. Aku tidak bilang akan pergi jauh untuk melakukan penelitian kan? Aku bisa bekerja di sini. Seoul punya banyak tempat untuk kudatangi. Atau, aku juga bisa masuk ke tempatmu bekerja untuk menemukan dan meracik obat, kan?”

 

Hyuna menatap adiknya tak percaya “Apa kau sudah berfikir sebelum mengatakan ini?”

 

“Tentu saja”

 

“Jadi maksudmu, sekarang kau sedang mencoba untuk membujukku?”

 

Hyun Seung mendesah, sepertinya ini tidak akan mudah baginya. “Noona~”

 

“Pergi ke kamarmu dan tidur. Kau harus sekolah besok”

 

Dan jawaban itu telah cukup membuat Hyun Seung terbungkam. Pria itu berlalu dari hadapan Hyuna. Meningalkan kakaknya dengan kebingungan yang bertambah. Pikiran Cho Kyu Hyun telah menguar dan saat ini, Hyuna hanya berharap Hyun Seung mencabut semua kata kata tidak masuk akalnya.

 

Bertahun tahun dia mencoba hidup tenang, mencoba menjauhkan dirinya dari hal hal seperti itu demi kebaikan Hyun Seung, tapi adiknya itu malah mau memancing masalah kembali.

 

Hyuna melirik pada sebuah kotak yang berada di bawah meja riasnya yang sederhanya. Gadis itu menariknya mendekat lalu membukanya.

 

Beberapa surat kabar lama yang tertulis dalam bahasa Inggris adalah benda yang pertama kali dia lihat.Segala hal tentang wabah penyakit yang sempat mengudara beberapa tahun silam terpampang di berbagai surat kabar, membuat Hyuna mendesah nafas melihatnya.

Lalu kemudian, sebuah album foto usang menarik perhatian Hyuna. Gadis itu mengambil dan mengusap nya perlahan sebelum membuka. Benar benar terlihat kotor dan usang, walaupun sejujurnya itu bukan album tua. Tetapi karena kejadian yang lalu, album itu juga ikut berjuang bersamanya. Saat terluntang lantung di negeri orang pun, benda itu setia bersamanya.

 

Hyuna membolak balik lembar demi lembar. Melihat berbagai potret keluarganya yang bahagia dan penuh tawa. Gadis itu terhenti pada gambar seorang gadis kecil dengan tas ransel pinknya berpose di sebuah bandara. Hyuna tersenyum kecut, itu potret dirinya ketika pertama kali sampai di tempat terkutuk, tempat yang membuatnya menyesal telah datang kesana.

 

Foto itu diambil ayahnya sesaat begitu mereka tiba di bandara internasional Biloxi Gulfport, Missisipi. Hyuna kecil yang sangat bersemangat ketika pertama kali menginjakan kaki di luar tanah kelahirannya, membuat ayahnya gemas dan memutuskan untuk memotret putri kesayangannya itu. Tapi apa yang bisa diharapkan oleh gadis kecil seusianya? Dia tentu tidak tahu malapetaka ada di depannya.

 

“Kita tidak seharusnya pergi kesana” lirihnya

 

-o0o-

 

Seminar hari pertama di Jeju berjalan dengan baik. Hyuna melakukan pekerjaan dengan cukup terampil, yah meskipun tidak mendapat komentar apapun dari Kyu Hyun, gadis itu yakin tidak melakukan kesalahan apapun.

 

Saat ini pukul lima sore dan dia bersama Kyu Hyun dijadwalkan kembali ke Seoul besok sore setelah seminar terakhir diadakan.

 

Hyuna berjalan melenggang dibelakang Kyu Hyun. Bisa dia lihat bagaimana Cho Kyu Hyun berjalan dengan penuh wibawa di depannya. Punggung belakangnya terlihat lebar dan kuat. Benar benar penggambaran pria maskulin yang sempurna. Hyuna menelan ludahnya, meluapkan pikiran tidak tahu dirinya yang tiba tiba mencuat. Sialan!

 

Hyuna menunduk pada Kyu Hyun saat pria itu berjalan ke arah pintu kamarnya sendiri, dan setelahnya gadis itu juga berjalan ke arah pintu kamar miliknya yang berhdapan dengan milik Kyu Hyun.

 

“Ah~” Hyuna berbalik saat mendengar suara Kyu Hyun “Bersiaplah. Kita akan keluar mencari makan malam”

 

Ne, sajangnim

 

Setelah masuk ke kamarnya, Hyuna bergegas berlari ke kamar mandi. Gadis itu melakukan semuanya dengan estafet. Mandi, membersihkan wajah, lalu membongkar koper, mengambil baju, memakai dengan terburu. Lalu terakhir, berhadapan dengan meja rias.

 

Mengambil pelembab wajahnya dan sebuah lipgloss, ya karena hanya itu yang dia punya. Mengikat rambut panjangnya asal sebelum mulai mengoles, Hyuna memperhatikan dirinya di cermin “Benar. Kau harus siap kapanpun juga Hyuna~ya. Kau tidak bisa melakukan segalanya dengan lambat disaat boss mu adalah seorang perfeksionist seperti Cho Kyu Hyun” ucapnya pada diri sendiri.

 

Setelah selesai pada wajahnya, Hyuna melepas ikatan rambutnya dan menyisir rambut itu. Menimang apakah dia harus menggerainya atau mengikatnya? Dia biasa mengikatnya karena tuntuan pekerjaan membuatnya harus tampil rapih dan elegant. Tapi bukankah ini diluar kantor? Ah, lupakan tentang rambut sejenak. Hyuna lalu berdiri dan melihat keseluruhan tubuhnya. Apa pakaiannya juga baik baik saja jika seperti ini?

 

“Ssshh.. kurasa ini baik baik saja, ya kan?” Tanyanya pada dirinya sendiri. Yah, sebuah celana jeans  panjang dan kemeja merah maroon. Cukup sopan kan? Jangan harapkan apapun dari Hyuna, dia akan tetap memakai itu meski Kyu Hyun membawanya makan malam ke restoran bintang lima pun. Karena hanya baju macam itu yang dia punya, dan cukup baik untuk dipakai keluar.

 

Hyuna telah selesai, mengambil tas nya dan berjalan keluar. Dia memutuskan untuk menggerai rambutnya karena terasa lebih baik ketimbang dia harus mengikatnya kembali.

 

Tepat saat dia keluar dari kamarnya, Kyu Hyun juga keluar dari kamarnya.

 

Wow.

 

Setidaknya gadis itu tidak menjadi satu satunya orang yang memakai pakaian santai untuk makan di restoran bintang lima. Kyu Hyun muncul dengan pakaian yang sangat casual dan seratus persen berbeda dengan yang biasa dia lihat. Setelan kemeja formal lengkap dengan jas. Saat ini? Hanya jeans dan V shirt putih, serta cardigan selutut berwarna abu abu.

 

Tentu saja, TAMPAN!

 

Kyu Hyun berdehem “Kau cepat juga”

 

Ne, sajangnim” Hyuna menunduk. Dalam hati gadis itu bersorak karena perkiraannya tepat untuk melakukan segalanya secara estafet.

 

“Kuharap kau bisa lebih nyaman. Kita tidak dalam terikat oleh urusan kantor atau apapun itu”

 

Hyuna tidak sempat menjawab karena Kyu Hyun berlenggang pergi mendahuluinya. Gadis itu menyusul dan berjalan dibelakangnya. Namun kemudian, Hyuna terantuk badan Kyu Hyun ketika dengan tiba tiba pria itu berhenti.

 

“Berjalan dibelakangku membuatmu nyaman?”

 

“Emm~”

 

“Berjalan sejajar denganku”

 

“Tapi—tetap saja, sajangnim”

 

“Ya, aku memang tetap sebagai atasanmu. Kau boleh membuat batasan itu. Tapi cobalah untuk lebih santai jika kau memutuskan memakai pakaian santai pula untuk keluar dengan boss mu”

 

Hyuna menggigit bibir dalamnya, lalu berjalan disamping Kyu Hyun. Pada akhirnya, Cho Kyu Hyun memenangkan segala sesuatu yang dia mau, bukan?

 

-o0o-

 

Hyuna mendapat sesuatu yang baru dengan makan malam bersama Kyu Hyun. Pria itu tidak suka sayur!

 

Dalam hati, gadis itu tertawa kecil melihat tingkah Kyu Hyun yang membenci sayur. Konyol menurutnya. Kyu Hyun bukan anak kecil yang harus memilih milih makanan. Dia harusnya punya toleransi yang besar diumurnya saat ini.

 

Disisi lain, Kyu Hyun menemukan Hyuna yang menahan senyum membuat dia penasaran. Ada apa dengan gadis itu? Lalu mengikuti arah pandang Hyuna pada sayuran yang dia singkirkan, membuat Kyu Hyu tahu apa yang sedari tadi membuat gadis di depannya itu mati matian melipat bibir untuk menahan senyum.

 

“Apa kau ingin berkomentar tentang ini?” Kyu Hyun menunjuk musuh musuhnya –sayur-

 

Hyuna menggeleng lalu memperbaikai ekspresi wajahnya.

 

“Ayolah, aku tahu kau mentertawakanku diam diam”

 

“Maaf” Ujar Hyuna sopan “Tapi, sejujurnya aku berfikir itu memang lucu”

 

“Ya, teruslah menganggapku seperti itu” Kyu Hyun mencibir. Sepertinya ketegangan diantara mereka telah memudar. Lagipula, mereka juga tidak harus terlalu formal untuk makan malam di kedai sup sedrhana ini.

 

“Kenapa membenci sayuran? Itu baik untuk kesehatan. Dan sejujurnya, kau tidak dalam usia untuk memilih milih dalam hal makanan” Hyuna berucap lebih banyak. Kyu Hyun cukup tertegun, tapi dia tidak protes.

 

“Hanya, tidak suka”

 

“Itu karena kau tidak membiasakannya. Terbiasa dengan suatu hal, akan membuatmu nyaman dan menerimanya tanpa harus mencari alasan”

 

“Apa kau menceramahiku, sekarang?”

 

Hyuna tersentak, lalu menutup bibirnya “Ah, maafkan kelancanganku, sajangnim” Hyuna menunduk merasa tidak enak. Kyu Hyun tersenyum kecil tanpa gadis itu tahu, lalu pria itu kembali menormalkan wajahnya.

 

“Sudahlah. Teruskan makananmu”

 

Sebuah pesan di ponsel Hyuna membuat gadis itu berhenti sejenak dari acara makannya, dan menyempatkan diri untuk membalas pesan setelah sebelumnya meminta izin dari Kyu Hyun. Pria itu penasaran dengan siapa Hyuna berbalas pesan. Jangan pikirkan hal lain. Kyu Hyun penasaran, tentu saja. Bahkan tujuannya membawa Hyuna adalah hanya untuk mengetahui kehidupan gadis itu lebih jauh. Mencoba mengorek informasi lebih dalam dan membuat semuanya semakin mudah. Bukankah memang ini tujuannya dari awal?

 

“Orang tuamu?” Kyu Hyun bertanya, berbasa basi tentu saja. Disaat dia tahu bahwa kedua orang tua Hyuna sudah meninggal.

 

“Adikku”

 

“Mm~” Kyu Hyun mengangguk “Park Hyun Seung, benarkan?”

 

Ne?”

 

“Kau pernah menyebutkannya waktu itu”

 

“Ah, benar. Namanya Park Hyun Seung”

 

Hyuna meletakkan ponselnya kembali di tas,  namun raut wajah gadis itu gelisah.

 

“Ada apa?”

 

“Ha?” Hyuna menatap Kyu Hyun “Tidak ada. Hanya merasa khawatir padanya”

 

“Tidak ada yang menjaganya dirumah?”

 

“Kami hanya hidup berdua, sajangnim” Hyuna mengambil air minumnya, membasahi kerongkongannya yang kering.

 

“Orang tuamu?”

 

“Sudah meninggal” Tak! Tepat sekali Cho Kyu Hyun. Apakah kau tidak menyesal setelah menanyakan hal sesensitif itu padanya?

 

“Jadi, bisa kusimpulkan kau adalah tulang punggung keluarga saat ini”

 

“Ya, kau bisa menyebutnya begitu. Sejujurnya, aku memang harus begitu. Mengumpulkan banyak uang dan mengurus Hyun Seung adalah suatu keharusan bagiku”

 

“Kenapa? Apa dia sakit?”

 

“Ha? O-oh~ ya.. b-bisa dibilang seperti itu” Hyuna kembali meminum minumannya karena tidak nyaman.

 

Diam diam, Kyu Hyun memperhatikan Hyuna selama mereka berbicara. Satu fokusnya, mata Hyuna. Kyu Hyun penasaran, apa gadis ini juga memiliki sesuatu seperti itu?

 

“Bukankah kau lulusan S1? Ditambah itu, apa segalanya tidak membebanimu?”

 

Hyuna tersenyum “Aku disekolahkan, oleh seorang yang sudah kuanggap Ayah. Sejujurnya, aku mempunyai kehidupan yang lebih rumit dari sekedar kesulitan ekonomi”

 

Hyuna meletakkan tangannya diatas meja, “Kedua orang tuaku meninggal di luar negeri. Saat itu, aku tidak punya apapun dan siapapun kecuali Hyun Seung. Kami berdua kesulitan, sempat tidak makan berhari hari dan hanya mengandalkan belas kasihan orang lain. Tapi kemudian, seorang Ahjusshi secara tidak sengaja menemukanku dan dia adalah orang Korea. Dia mengambil ku dan Hyun Seung, membawa kami kembali kesini lalu kami dibesarkan olehnya. Dia seorang yang baik hati dan dermawan. Istrinya baru saja meninggal saat itu dan dia tidak mempunyai anak. Pada akhirnya aku maupun Hyun Seung dibiayai untuk sekolah. Tapi saat aku lulus satu tahun yang lalu, aku merasa cukup dan tidak ingin membiarkannya menanggung hidup kami lagi.Untuk itu aku keluar dari rumahnya dan tinggal bersama Hyun Seung. Sekarang, aku yang membiayai kehidupan kami”

 

“Bukankah itu keterlaluan? Kau pergi setelah mendapat yang kau mau” Kyu Hyun mencibir

 

Hyuna menggeleng dan tersenyum “Tentu saja tidak. Aku hanya merasa, ini saatnya berhenti untuk membebeni orang lain. Aku juga akan berusaha keras untuk membalas semua kebaikannya. Kami juga masih sering berkunjung kerumah atau, Ahjusshi yang datang ke rumah kami dengan membawa makanan yang cukup untuk satu bulan. Intinya, aku maupun Hyun Seung tidak akan mungkin memutuskan kontak dengan orang yang dengan sangat baik hati mengurus kami”

 

“Ah~ aku sudah terlalu banyak bicara, ya?” Hyuna menyadari kesalahannya dan merasa tak enak, disisi lain Kyu Hyun tidak membenarkan karena pria itu menikmati keseluruhan Hyuna yang bercerita padanya. Entah disisi mana pria itu menyimak, isi cerita yang mungkin berguna untuk bahan observasinya, atau saat dimana Hyuna dengan lugas dan lancar bercerita tentang kisah hidupnya. Tidak munafik, Kyu Hyun melihat bagaimana wajah yang selalu segan saat dihadapannya itu, menjadi sangat santai saat bercerita. Dan Kyu Hyun baru menemukan sisi lain dari diri Hyuna, bahwa gadis itu ternyata cukup menarik, bukan?

 

-o0o-

 

Pikiran Hyuna mungkin memang terlalu berlebihan. Nyatanya, menghabiskan dua hari di Jeju bersama Kyu Hyun tidak terlalu buruk. Mungkin memang karena pembawaan pria itu yang lebih santai, jadi membuatnya juga terasa nyaman.

 

Tapi sialnya, itu malah membuat waktu terasa sangat singkat. Mereka bahkan telah mendarat di Seoul lima belas menit yang lalu. Dan disinilah Hyuna sekarang, dipelataran parkir bandara Incheon.

 

Dia melihat Kyu Hyun berjalan mendekat, lalu menunduk “Kalau begitu, saya akan pulang sekarang sajangnim. Hati hati saat menyetir~”

 

Hyuna berbalik tanpa menunggu respon Kyu Hyun, tidak lama ketika dia mendengar suara Kyu hyun yang berteriak.

 

“HYUNA, AWAS!”

 

SRAAKK !!

 

 

To Be Continued

*In the midle of Ujian Tengah Semester* >,<

Advertisements

28 thoughts on “DOMINIQUE LEGACY #Bab 3

Add yours

  1. Itu hyuna kenapa…..apa dia keserempet mobil atau bagaimana…..jangan” bentar lagi kyuhyun menyukai hyuna sepulang mereka dari pulau jeju…..tapi sepertinya kyuhyun mendekati hyuna karena ada sesuatu yg dia inginkan dari hyuna…..semoga kyuhyun ga punya niat jahat ma hyuna

  2. apaan tuh? ketabrak?
    waduhh

    baru dipeluk aja udah oleng. gimana kalo si kyuhyun nyatain cinta ke hyuna? pingsan kali ya

    hmm penasaran sama masa lalunya mereka. kalo diliat dari tujuannya kyuhyun si kayanya mereka punya benang merah di masa lalu

  3. Ahjussi yg disebut hyuna jahat apa baik y curiga jdny ???? Siwon kyuhyun sp yg baik kira” ? Mata hyunsung q penasaran ada apa dg itu?? Aaaakkhh hyuna knp ? Dy gpp kn eonn ??

  4. Pusing gak ngerti kehidupan Hyuna banyak bgt teka-teki. Dan Kyuhyun beneran suka sama Hyuna apa ada maksud kan dia gak bisa ditebak.

  5. kenapa soh mata hyunseung itu kenapaaaa?? itu yg dicari2 kyuhyun kan? trs itu kenapa kyuhyun bawa2 ayahnya? duh ini udah bab 3 pertanyaannya jd makin banyak hahahahha parah ditunggu2 bgt ini cerita ah udah gemes sendiri masa hahahah

  6. Itu knp kyuhyun meneriaki hyuna
    hyuna tertabrak to apa y
    sebnre apa niat kyuhyun y, baek to buruk? Mch teka teki
    n knp dg keluarga hyuna sebnre, knp hyunseung seperti itu n penyebab kematian org tuanya itu apa? Hueaaa eonni knp pintar se x bikin rasa penasaranku makin dlm m ff ini
    D tunggu kelanjutannya y eonni
    Fighting

  7. hyuna ketabrak kah???? atau gimana???? duhhhhhh sebenarnya hyun seung itu makhluk apa sih ada apa dg matanya???? kyuhyun apa juga punya mata kayak hyun seung???? mah misteri bgt

  8. Hyuna awasss kyk’a ada mobil lewat tuh 😀
    aishhh tuh kan bnr kyuhyun punya niatan gk baik terhadap hyuna gk kasian apa hyuna sdh hidup cm berdua adek’a ckck

  9. Kyu kayak udah pernah lihat siwon sebelumnya? Siwon jahatkah? Ada rencana apa dia deketin hyuna?.
    Kayaknya masalah keluarga hyuna rumit banget ya, dan emangnya kenapa kok hyunseung ga boleh jadi seorang peneliti oleh hyuna?
    Ahjussi yang bawa hyunseung sama hyuna ke korea, ayah kyuhyunkah?
    Itu hyuna ga kenapa”kan? 😦
    Penasarannnnnnn, ditunggu kelanjutannya yaaaa, jangan lama” hihihi

  10. Ada hub apa Hyuna Kyuhyun dan Siwon? Kenapa sepertinya ada niat tersembunyi dari kedua namja tersebut? Adakah niat jahat? Dan atas alasan apa ortu Hyuna dibunuh? Makin penasaran tingkat tinggi. Smg kyu bisa nyelamatin hyuna.

  11. Auuuuuh masih penasaran siapa Hyuna dan Hyun Seung
    siapa Kyuhyun
    apa yang dia cari
    aduuh
    siwon juga
    gak mungkin secara kebetulan pengen tinggal di samping rumah Hyuna
    hmmmmm

    si Kyuhyun akways like that
    si cool cool hahaha

    Kyuhyun memang penuh aura intimidasi ckckck

    semangat terus ya ^^~~

  12. annyong, aku reader baru disini. nemu wp ini juga nggak sengaja.
    ceritanya bagus, menarik, banyak teka teki yang bikin penasaran.

    maaf langsung komen di part ini. karna emang baru baca part ini.
    ditunggu next ceritanya.

  13. annyong, aku reader baru disini. nemu wp ini juga nggak sengaja.
    ceritanya bagus, menarik, banyak teka teki yang bikin penasaran.

    maaf langsung komen di part ini. karna emang baru baca part ini.
    ditunggu next ceritanya……

  14. lohh kihh hyunaa ketabrakk….
    apaa kyuu yg nyelamatin diaa???
    ehh btw kokk kyuu penasaran bangett dgn hidup hyuna.. sebenaenyaa apa hubungan kyu dgn hyunaa.???

  15. kyuhyun punya misi apa ke hyuna si kak? Mata hyunseong yang pake softlens juga belum dibahas, penasarannya belum kunjung nemu jawaban. tp selain kyuhyun kayaknya siwon juga punya niat tertentu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: