DOMINIQUE LEGACY #Bab 2

picsart_09-16-12-06

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

DOMINIQUE LEGACY

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : DOMINIQUE LEGACY

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 17 0r (+)

Length                   : Chapter

Desclimer             : Typo itu, BUMBU! Don’t try to copy-paste without permission!

Happy Reading!

 

—–oooooo—–

 

 

Kyu Hyun menatap kesal ke arah Hee Chul yang masih terduduk di ruangannya. Dia tak habis pikir, bagaimana cara kerja ‘liburan’ yang di pahami Hee Chul, karena pada akhirnya pria itu hanya datang ke kantor dan mengganggu Kyu Hyun –menurutnya-

 

“Mengangguku, adalah liburanmu?” Kyu Hyun bertanya skeptis, berhasil membuat Hee Chul mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk menatap ponsel. Pria itu terduduk di sofa tengah ruangan. Sementara Kyu Hyun masih nyaman di balik meja kerjanya.

 

“Tenang sedikit, Cho Kyu Hyun. Aku hanya menunggu Bora” Hee Chul mengangkat bahunya acuh, lalu kembali memotong Kyu Hyun ketika pria itu ingin bicara “Ngomong ngomong, aku ingin susu cokelat”

 

Kyu Hyun menggertak dalam, tapi tetap melakukan apa yang dikatakan Hee Chul. Dia menghubungi bagian staff dapur dan minta dibawakan minuman.

 

“Kau bisa langsung membawanya, daripada harus menunggu disini” Mereka masih membicarakan Bora.

 

“Dia akan berteriak seperti orang gila, dan memukulku. Jika itu terjadi, apa kau mau bertanggung jawab pada wajah limitedku ini, huh?”

 

“Kau tidak tahu bagaimana baiknya pekerjaan orang tuaku saat proses pembuatanku” Hee Chul menggerutu pelan namun masih dapat di dengar Kyu Hyun, membuat pria itu hanya bisa menghela nafas dan mengatupkan bibir.

 

“Ah ya, mumpung aku ada disini” Hee Chul menegakan tubuhnya, memandang Kyu Hyun penasaran “Bisakah aku menemui wanita itu?”

 

Kyu Hyun menggeleng “Tidak bisa”

 

“Aaaa! Kenapaaa” Dan kembalilah sifatnya yang selalu membuat Kyu Hyun muak, pria itu merengek!

 

“Ya Tuhan, Hyung! Hentikan!”

 

“Aku tidak akan berhenti! Oh, ayolah. Cerita sedikit padaku”

 

Kyu Hyun melirik Hee Chul dari sudut matanya, lalu menurunkan bahunya “Namanya Hyuna. Dia baru kerja disini tidak lebih dari dua minggu”

 

“Hmm” Hee Chul mengangkat satu kakinya menopang di kaki lainnya “Dan kau telah mengatur semua itu, seperti yang direncanakan”

 

“Dan mata itu?” Hee Chul melanjutkan.

 

“Ada pada adiknya, namanya Hyun Seung”

 

Kyu Hyun membuka kembali beberapa berkas yang harus dia periksa.

 

“Apa dia cantik?”

 

“Lalu menurutmu, apa dia tampan?”

 

“Yaish! Cho Kyu Hyun! Kau benar benar tahu  cara mendebat” Hee Chul bersungut sungut.

 

“Hey, Cho. Apa kau yakin bisa menangani ini sendiri?” Pria itu kembali tenang.

 

“Kau tidak percaya padaku?” Kyu Hyun masih menunduk, fokus pada dokumennya.

 

“Aku hanya ingin bilang, jika kau membutuhkan bantuanku aku akan siap kapan saja. Kenapa sensitif sekali sih! Dasar bocah” Hee Chul melipat kedua tangannya di depan dada.

 

“Waw, terimakasih kalau begitu”

 

Ekor mata Kyu Hyun menangkap siluet seseorang di daun pintu. Pria itu menoleh dan mendapati seseorang berdiri ragu disana. Matanya menyipit dan Kyu Hyun memastikan, Hyuna yang ada disana. Pria itu berdehem pelan.

 

“Masuklah” Ujarnya kemudian.

 

Hee Chul mengalihkan pandangannya pada seseorang yang sedang memasuki ruangan. Dia sendiri tidak sadar sedari tadi ada yang mendengarkan percakapannya dengan Kyu Hyun, yah.. dia sendiri tidak yakin.

 

Cara Hyuna berjalan terlihat sangat hati hati dan wajahnya memperlihatkan ketidaknyamanan. Kyu Hyun bertanya tanya, apakah gadis itu sempat mendengar pembicaraannya dengan Hee Chul atau tidak.

 

Sajangnim, saya membawakan pesanan anda”

 

Hyuna meletakkan dua cangkir kopi, satu di depan Kyu Hyun, dan satu di depan Hee Chul.

 

“Cho Kyu Hyun, aku tidak mau meminumnya” Kyu Hyun menatap Hee Chul yang kini bersedekap dada lebih menyebalkan daripada sebelumnya. Pria itu mengumpat dalam hati tahu apa maksudnya.

 

Sementara Hyuna yang mendengar, merasa terkejut dan takut. Apakah akan ada masalah? Kenapa tamu sajangnimnya ini tidak mau meminum kopi buatannya.

 

“Nona” Hee Chul menatap Hyuna membuat gadis itu gelagapan “Y-ya, tuan?”

 

“Aku tidak mau meminumnya. Kupikir kau telah memasukan sesuatu didalamnya. Sianida, misalnya?”

 

Hyuna tercekat di tenggorokannya “T-tidak mungkin. Saya berani bersumpah tidak ada apapun di dalam kopi anda”

 

Sementara Hee Chul mati matian menahan tawa menikmati wajah Hyuna yang ketakutan bukan main, Kyu Hyun mengambil gulungan kertas.. tidak jadi, sebuah pulpen  dan melemparnya pada Hee Chul. Dan detik itu juga, tawanya keluar mengisi ruangan sunyi itu.

 

Hyuna bingung tapi fokusnya teralihkan saat Kyu Hyun memanggil namanya.

 

“Kenapa kau yang mengantar minumannya?”

 

“Ah, ada sesuatu yang terjadi pada Ahjumma di dapur, kebetulan saya sedang berada disana dan menawarkan diri untuk membantu, sajangnim

 

Kyu Hyun mengangguk mengerti “Maaf tapi apa kau bisa mengganti miliknya?” Kyu Hyun menunjuk kopi Hee Chul “Dia ingin segelas susu cokelat”

 

“Apa?!”

 

“Susu cokelat, nona muda” Hee Chul mengulang. “Hangat” tambahnya

 

“Ah, susu cokelat” Hyuna membeo “Maaf sajangnim, saya lupa bertanya pada ahjumma tadi”

 

“Tidak masalah. Sekarang keluarlah”

 

Sepeninggal Hyuna, Kyu Hyun hanya menggeleng melihat Hee Chul yang masih menikmati sisa sisa leluconnya.

 

“Ya, ya. Apa kau tidak lihat wajahnya tadi? Itu sungguh lucu!” Hee Chul duduk menatap Kyu Hyun antusias. Pria itu tidak merespon.

 

“Waah, aku sepertinya akan ketagihan membuat karyawanmu seperti itu”

 

“Berhentilah membuat lelucon dalam hidupmu, Kim Hee Chul”

 

Wae? Tidak ada yang salah dengan itu” Hee Chul merebahkan punggungnya di sandaran sofa dan merentangkan tangannya. Menatap Kyu Hyun jengah.

 

“Kau yang berhenti bersikap seperti itu. Cobalah nikmati hidup. Aku selalu penasaran apakah wajahmu itu telah disuntikan zat agar membuatnya selalu kaku”

 

“Aku menikmati hidupku, hyung

 

“Bagaimana? Dengan menjadi orang idiot yang masih terkurung dalam masa lalu?” Wajah Hee Chul tiba tiba serius, dan aura diruangan itu menegang.

 

“Aku bahkan tidak yakin, tawa dan kesenangan yang kau keluarkan saat bersamaku dan Bora adalah yang sebenarnya”

 

Hee Chul melirik ke arah tangan Kyu Hyun yang memegang kertas dan melirik mata pria itu. Kyu Hyun mulai tidak fokus, Hee Chul yakin itu. Kyu Hyun selalu berusaha menghindari topik seperti ini, dan jika sudah terlanjur dia akan berusaha mengabaikannya. Tapi itu tidak pernah berhasil. Hee Chul selalu bisa membuatnya terdiam telak.

 

Hee Chul berdiri dan mengambil topi koboinya. “Aku akan menemui Bora. Sampai jumpa dirumah”

 

 

-o0o-

 

 

Hyuna masih memikirkan apa yang di dengar di ruangan Kyu Hyun siang ini. Gadis itu terus mensugesti dirinya bahwa semua yang didengarnya salah. Tapi fakta menamparnya, bahwa dia benar benar mendengar namanya, nama adiknya, serta ‘mata’ disebut sebut.

 

Kekhawatiran kembali melingkupinya. Setelah bertahun tahun hidup dan mencoba untuk tidak menonjol dikalangan masyarakat, memilih tetap diam pada satu titik tersembunyi agar segalanya terasa lebih mudah baginya dan Hyun Seung. Tapi apakah semua ini hanya bergantung pada waktu? Pada akhirnya, kehidupannya mulai terusik kembali.

 

Dan, apakah Cho Kyu Hyun tahu sesuatu tentang dirinya?

 

Tapi dia juga tidak bisa langsung menyimpulkannya begitu saja. Dia tidak bisa menaruh curiga, apalagi terhadap atasannya. Terlebih, bagaimana jika dia salah mengira. Ah! Semuanya terasa bercampur aduk diotaknya.

 

Hyuna telah berada di depan rumahny secara tidak sadar. Ya, rumah -sangat amat- kecilnya. Ini sudah jam 10.30 malam, dan gadis itu merasa tenanganya terkuras habis habisan.

 

Hyuna mendorong pagar besi yang menimbulkan suara berdecit, melangkah masuk. Namun sebelum dia benar benar masuk, Hyuna melirik rumah sebelah yang membuat dahinya berkerut. Rumah itu biasanya gelap dan tidak terurus karena kosong. Tapi sekarang, sepertinya seseorang telah menempati rumah itu. Halaman depannya terang dan rumput liar sudah tidak ada lagi. Dan sebuah mobil yang sangat bagus –menurutnya- terparkir di depan. Yah, jauh lebih baik dari sebelumnya.

 

Hyuna masuk dengan pemikiran bagus karena senang mempunyai tetangga baru. Tidak ada waktu untuk makan, mandi, apalagi mencuci pakaian. Gadis itu langsung membuka pintu geser kamarnya dan merebahkan diri tanpa mengambil kasur lipatnya. Tertidur pulas dilantai.

 

-o0o-

 

Hyuna mendengar suara berisik yang semakin lama semakin menyesakkan telinga sehingga gadis itu terbangun dengan lenguhan sebal. Membuka matanya perlahan, gadis itu duduk dan mencoba mengumpulkan nyawa.

 

Matahari telah bersinar terik dan Hyuna yakin ini sudah lebih dari jam tujuh. Beruntung ini adalah hari Minggu, jika tidak, dia dipastikan akan berlari berganti pakaian tanpa perlu mandi dan bergegas pergi ke kantor.

 

Hyuna dengan jalan terseok seok, membuka pintu dan matanya langsung menyipit melihat bayangan Hyun Seung di dapur. Tidak lama, pria itu muncul dan melihat kakaknya.

 

“Cuci liurmu, dan ayo kita sarapan” Hyun Seung memandang kakaknya ngeri.

 

Hyuna berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri ala kadarnya. Mencuci muka dan sikat gigi. Lalu membenarkan kuncir rambutnya.

 

Belum sempat gadis itu duduk, Hyun Seung bersuara “Periksa kotak surat, noona!” dan seperti tombol otomatis, Hyuna berbalik arah. Memakai sandal dan membuka pagar nya.

 

Hyuna menemukan satu surat dan membalik balikkanya. Gadis itu melihat kop surat dengan label sekolah Hyun Seung.

 

Annyeonghaseyo~”

 

Hyuna menoleh dan mendapati seorang pria bertubuh tegap tinggi berdiri dihadapannya. Gadis itu membatu tanpa disuruh, itu seperti keinginan hatinya. Ya, anggap saja begitu.

 

Selama eksistensi hidupnya yang amat membosankan, baru satu kali dia melihat pria tampan yang benar benar tampan. Ya, tampan keseluruhan. Siapa? Oh, bossnya. Cho Kyu Hyun.

 

Tapi apa ini, ternyata stok pria tampan masih ada lagi.

 

“Nona?”

 

“E-eh, iya” Hyuna menurunkan tangannya dan menatap lawan bicara.

 

“Apa kau tinggal disini?” Tunjuk pria itu pada rumah Hyuna. Gadis itu mengangguk.

 

“Wah, kebetulan sekali. Aku baru pindah kemarin” Pria itu menunjuk rumah disebelah rumah Hyuna yang semalam gadis itu lihat.

 

“Ah! Yang itu” Hyuna bersuara keras tanpa sadar, membuat gadis itu buru buru melipat bibirnya.

 

Pria di depannya tertawa kecil, lalu mengulurkan tangannya “Choi Siwon”

 

Hyuna dengan bergetar –mungkin- menyambut uluran tangan itu “Park Hyuna”

 

Hyuna melihat tampilan Siwon yang luar biasa berkeringat, dengan kaos putih ketat membungkus tubuh tegapnya dan celana olahraga pendek, serta sepatu kets biru tua nya. Ah, tak lupa handuk putih kecil melilit disekitar lengannya.

 

“Apa kau baru saja olahraga?”

 

“Apa kau baru bangun tidur?” Siwon mengeluarkan senyum satu garisnya melihat Hyuna salah tingkah.

 

Hyuna menunjukan senyum konyolnya “Terlihat sekali ya”

 

Siwon terkekeh “Well, harus ku akui.. ya”

 

Noona! Cepatlah!” Hyuna mendengar Hyun Seung berteriak dari dalam.

 

“Siapa?”

 

“Adikku” Hyuna menatap Si Won penuh sesal “Maaf, Siwon~ssi. Aku harus masuk”

 

Siwon mengangguk “Senang berbicara denganmu, Hyuna~ssi!”

 

Siwon melambai dan memulai langkahnya berjalan meninggalkan Hyuna. Namun gadis itu belum beranjak dari tempatnya berdiri. Tampak ragu, namun pada akhirnya dia melakukannya.

 

“Siwon~ssi

 

“Ya?” Siwon berbalik.

 

“Apa kau ingin masuk, dan sarapan bersama?” Hyuna menawarkan. “Bukan apa apa. Anggap saja ini sebagai ucapan selamat datang, tetangga baru?” Hyuna memamerkan senyum kakunya.

 

“Haruskah?”

 

Hyuna mengangguk ragu dan akhirnya mereka berdua masuk kerumah Hyuna.

 

Ketika pada akhirnya Siwon bergabung di teras rumah mereka yang kecil dan menyantap sarapan dengan lahap, Hyun Seung hanya terdiam dan menganggumi bagaimana tubuh Siwon yang membuatnya terpana sejak pertama kali pria muda itu melihatnya.

 

Lihatlah bagaimana otot otot tangan itu yang seperti sesak diantara kulitnya yang  eksotis. Wah!

 

Hyuna menyadari arah pandang adiknya, membuat gadis itu menyenggol pelan lengan Hyun Seung dan menyadarkannya.

 

Hyung, bagaimana kau membuat tubuhmu jadi seperti ini?” Hyun Seung membeo, sementara Hyuna akhirnya menghela nafas menatap pasrah adiknya yang sama sekali tidak dihiraukan.

 

“Ini?” Si Won meletakkan sumpitnya dan menatap Hyun Seung “Dengan berolahraga tentu saja. Dan—menjaga pola makan”

 

“Bagaimana menjaga pola makan mu, Siwon~ssi?” Hyuna yang kini mulai tertarik.

 

“Tidak susah. Aku hanya makan sayuran dan buah segar”

 

Hyuna tersentak “Kalau begitu, kau seharunya tidak makan makanan seperti ini, kan?” Gadis itu mengernyitkan dahi merasa tak enak.

 

“Tidak, tidak apa apa. Terkadang aku juga makan makanan seperti ini”

 

“Lalu, apa kau pergi ke tempat Gym, Hyung?” Hyun Seung.

 

“Ya, kalau aku ada waktu luang. Kenapa? Apa kau ingin memiliki tubuh seperti ini juga?”

 

“Ya!” Hyun Seung menjawab bahkan dalam 0,5 detik setelah Siwon bertanya “Maukah kau membantuku, Hyung?”

 

“Jangan percaya padanya. Dia tidak sama sekali serius dengan hal itu. Berkali kali bilang hal yang sama, tapi yang dilakukannya hanya makan dan tidur, makan dan tidur. Lihatlah bagaimana lemaknya menumpuk” Hyuna memukul perut Hyun Seung.

 

Noona!”

 

Siwon terkekeh geli “Baiklah, Park Hyun Seung. Semua akan mudah jika kau memiliki niat yang kuat. Biasakan lari pagi sebelum berangkat ke sekolah. Kupikir satu jam, sudah cukup baik”

 

“Ah! Aku paling benci lari pagi” Hyun Seung menggerutu.

 

“Asal kau tahu saja, aku tidak pernah melewatkan lari pagiku. Sampai hari ini” Siwon memandang Hyun Seung dengan senyum ‘apa kau ingin mencoba nya juga?’

 

“Baiklah! Mulai besok aku akan melakukannya” Putus Hyun Seung.

 

“Oiya, aku hampir lupa. Hyun Seung~ah. Surat ini dari sekolahmu” Hyuna menyodorkan sepucuk surat yang dia ambil dari kotak surat pagi ini.

 

Tanpa membukanya, Hyun Seung sudah tahu isi surat itu “Ada pentas seni disekolah dan itu undangan untuk wali murid. Jika noona sibuk, aku tidak apa apa”

 

Hyuna menatap Hyun Seung merasa menyesal. Selama ini, dia merasa tidak menjadi kakak yang baik bagi adik satu satunya itu. Setiap ada undangan dari sekolah Hyun Seung, gadis itu belum pernah sekalipun datang. Bukan tidak mau datang, keadaan yang melarangnya datang. Dulu, dia sibuk dengan kehidupan kuliahnya. Lalu kemudian, kerja part time nya.

 

“Ngomong ngomong, kau datang darimana Siwon~ssi?” Hyuna mengalihkan suasana hatinya sendiri yang mendadak mellow.

 

“Aku berasal dari Seoul”

 

Hyuna dan Hyun Seung bertukar pandang “Seoul? Lalu kenapa kau pindah?”

 

“Karena pekerjaanku. Aku adalah seorang penulis. Dan saat ini, aku sedang memulai proyek baruku. Aku butuh lingkungan yang bisa memberiku ide dan inspirasi baru. Dan aku menemukannya disini?”

 

“Benarkah? Lingkungan seperti ini?” Hyuna bertanya. Ya, pasalnya tidak ada yang istimewa di lingkungan tempat tinggalnya. Hanya terdiri banyak rumah seperti pada umumnya. Bedanya, rumah Hyuna adalah yang paling tidak menarik dibanding yang lainnya.

 

“Kau tidak tahu sampai kau benar benar menemukannya. Pertama kali aku datang kesini, kupikir ini sangat cocok. Jadi aku memutuskan untuk pindah”

 

“Dan rumahmu? Yang lain maksudnya”

 

“Aku akan pulang sesekali”

 

“Dimana kau tinggal?”

 

“Gangnam”

 

‘UHUKKKK!’ Hyun Seung terbatuk ketika mendengar Siwon menyebutkan tempat tinggalnya. Gangnam? Yah, sudah dipastikan Choi Siwon adalah penulis bujangan tampan yang kaya raya. Eh? Apa iya pria itu masih sendiri? Apa dia perlu menjodohkanya dengan kakaknya? Hyun Seung, pikiranmu!

 

-o0o-

 

Hyuna menghela nafas lega ketika akhirnya gadis itu duduk di bus yang akan mengantarkannya ke sekolah Hyun Seung. Dia tersenyum senang membayangkan reaksi Hyun Seung ketika nanti menemukan dirinya disekolah.

 

Hyuna melirik jam di ponselnya. Setengah satu siang. Masih ada waktu untuk sampai ke acara yang akan berakhir jam 5 sore. Dalam diam, dia mendesis mengingat bagaimana susahnya untuk minta izin dari kantor pagi ini. Dan setelah ucapan pelan tapi menusuk yang di dapatnya dari Yoora, akhirnya dia bisa keluar.

 

Hujan mulai turun perlahan dan semakin lama semakin deras. Hyuna meringis menerka nerka apakah akan ramai di sekolah Hyun Seung pada saat cuaca seperti ini? Yah, meskipun acaranya diadakan diaula utama sekolah.

 

Hyuna membuka tas nya dan mengambil payung lipat, memegangnya diatas pangkuan. Untung saja dia sempat membaca ramalan cuaca hari ini jadi semuanya tidak akan terlalu buruk.

 

Bus akan sampai pada halte berikutnya, menandakan bahwa dua blok lagi Hyuna akan sampai disekolah Hyun Seung. Namun mata gadis itu menyipit ketika melihat seseorang yang tampak tidak asing berdiri kehujanan di pinggir jalan dengan ponsel di tangannya, dan wajah kesalnya. Ya, pria itu sangat kesal. Hyuna bisa melihatnya walau hanya sekilas.

 

Cho Kyu Hyun.

 

Ketika bus benar benar berhenti, Hyuna memakai waktunya untuk berfikir. Apakah dia harus turun dan membantu bos nya itu? Hyuna bisa saja mengabaikannya dan terus berlalu seperti tidak ada yang terjadi. Tapi, yang benar saja! Apa iya dia harus menjadi buta dengan hal ini? Itu Kyu Hyun! Atasan nya! Butuh bantuan mu, Park Hyuna!

 

Tepat sebelum bus kembali berjalan, Hyuna berdiri dari duduknya “Tunggu sebentar, ahjusshi!”

 

Hyuna berlari kecil keluar dari bus. Gadis itu membuka payungnya. Udara sangat dingin dan hujan yang menerpa sangat kencang disertai angin kecil yang beriak. Dengan segala upaya, Hyuna melangkahkan kakinya yang mulai terseok karena heelsnya yang terasa licin karena basah.

 

Semakin dekat Hyuna pada Kyu Hyun, samar dia mendengar beberapa umpatan kecil pria itu. Kyu Hyun menendang roda mobilnya demi melampiaskan kekesalannya.

 

Kyu Hyun belum, atau tidak sadar bahwa Hyuna kini semakin mendekat padanya. Dan saat pria itu berjongkok mengecek ban nya, Hyuna meletakkan payungnya di atas Kyu Hyun. Pria itu berbalik.

 

Untuk sepersekian detik, Hyuna terdiam ketika pria itu menatapnya. Hanya pandangan refleks, Hyuna! Kenapa kau selalu menjadi batu saat ditatap olehnya?

 

Gadis itu tidak sadar ketika Kyu Hyun sudah berdiri berhadapannya dengannya.

 

“Kau?”

 

Sa-sajangnim” Hyuna mengeratkan genggamannya pada payung.

 

“Apa yang kau lakukan disini?”

 

“Saya kebetulan melihat anda, sajangnim. Apa yang terjadi? Ada masalah dengan mobilmu?” Hyuna cepat bertanya. Gadis itu mencoba menghindari bagaimana dia kembali menemukan dirinya sendiri yang menciut berada di depan Kyu Hyun. Pria itu, ya. Dengan segala hal yang mengintimidasi.

 

Kyu Hyun menoleh pada ban mobilnya “Ban mobilku pecah dan aku tidak dapat menghubungi siapapun karena ponselku mati”

 

“Lalu kenapa tidak menunggu di dalam mobil saja?”

 

“Pintuku terkunci otomatis saat aku keluar, dan kunci mobilku ada didalam. Aku terjebak”

 

Hyuna merogoh tas nya dan mencari sesuatu. Ketika dia mendapatkan ponselnya, gadis itu memberikannya pada Kyu Hyun.

 

“Ini, pakai saja”

 

Kyu Hyun tidak langsung menerima apa yang disodorkan Hyuna di depannya. Pria itu, masih dengan tatapan menusuknya menatap Hyuna beberapa saat. Sementara yang ditatap sudah makin menciut sejak tadi. Kyu Hyun mengambilnya, lalu mengetik serial number.

 

“Hyung, aku terjebak ditengah hujan dengan ban mobil yang bocor. Cepat hubungi bengkel terdekat dan susul aku sekarang!”

 

Hyuna menelan ludahnya mendengar pria itu berbicara di telepon. Ya, benar sekali bahwa pria itu pandai mengintimidasi siapapun. Sepertinya, setiap kata yang keluar dari mulut Kyu Hyun adalah perintah mutlak seperti yang ada pada undang undang. Tidak dapat diganggu gugat.

 

“Terimakasih”

 

Hyuna mengambil kembali ponselnya setelah menggumam balasan untuk Kyu Hyun.

 

Dan—apa sekarang? Mereka hanya berdiri diam, berpayungan dipinggir jalan, tanpa berniat membuka suara. Hyuna yang merasa takut untuk berbicara karena entah kenapa dia selalu hilang fokus di dekat Kyu Hyun, plus karena dia khawatir salah ucap karena pria itu adalah atasannya. Dan Kyu Hyun yang memang merasa tidak ada yang harus dibicarakan.

 

Hyuna melihat Kyu Hyun yang basah kuyup dan merasa prihatin. Rambutnya seratus persen basah hingga air terus mengucur ke wajahnya. Hyuna kembali merogoh tasnya kali ini mengambil sapu tangan. Dengan perlahan dia menyodorkannya di depan Kyu Hyun.

 

“Apa maksudnya?” Kyu Hyun mengangkat satu alisnya.

 

“Gunakan ini untuk mengusap wajah anda”

 

Kyu Hyun ingin menolak, sebenarnya. Namun pria itu juga terasa risih dengan dinginnya air yang mengalir dari rambut ke wajahnya. Dan dia pada akhirnya mengambil sapu tangan itu.

 

“Kenapa kau bisa ada disini?” Kyu Hyun bertanya.

 

“Saya ada keperluan mendesak, sajangnim. Pagi ini saya sudah mengajukan kerja setengah hari”

 

Kyu Hyun berdehem, lalu pria itu bersandar di kap mobilnya. Melihat Kyu Hyun yang bergeser dari tempatnya berdiri, Hyuna otomatis mengikutinya karena dia masih memegang payung yang melindungi dirinya dan Kyu Hyun.

 

“Kupikir, kau bisa bicara lebih nyaman jika diluar kantor”

 

Hyuna menatap Kyu Hyun ragu “Aku hanya merasa tertekan saat mendengarmu sangat kaku. Padahal aku tidak melakukan apapun” Kyu Hyun dengan santainya berucap, memasukkan tangannya ke kantung celana. Menikmati bagaimana respon Hyuna yang jelas, terkesiap. Kenapa?

 

“Akan.. aku coba”

 

“Terdenger lebih baik” Kyu Hyun mengangguk.

 

“Lalu, ada urusan apa sampai harus meninggalkan pekerjaanmu?”

 

“Itu–” Mampus. Mau jawab apa dia? Apa pria ini akan mengerti jika dia bilang bahwa dia ingin pergi ke acara sekolah adiknya karena dia belum pernah sekalipun meluangkan waktunya untuk sang adik? Hyuna sangsi bahwa pria macam Cho Kyu Hyun akan menganggap ini hal remeh.

 

Sebuah mobil berhenti di depan mereka membuat Kyu Hyun mengalihkan fokusnya. Hyuna bersyukur diam diam karena dia tidak harus menjawab pertanyaan Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun menyipit ketika tidak mengenali sosok yang turun dari mobil itu, tapi dia berjalan ke arah mereka. Hyuna yang penasaran mengikuti arah pandang Kyu Hyun.

 

“Siwon~ssi?” Hyuna terkejut melihat Siwon yang turun dan berjalan kearahnya dengan sebuah payung tentu saja.

 

Siwon sempat bertemu pandang pada Kyu Hyun selama beberapa detik, lalu pria itu kembali melihat Hyuna “Aku tidak sengaja melihatmu disini. Apa ada masalah?”

 

“Ah~ itu” Hyuna menunjuk mobil Kyu Hyun “Mobil nya pecah ban, dan atasanku tidak bisa masuk ke dalam karena pintunya terkunci dan kunci mobilnya ada di dalam”

 

Walau hanya sesaat, Kyu Hyun dapat melihat reaksi Siwon yang mendengarkan Hyuna. Pria itu jelas melihat bagaimana cara Siwon mengatainya ‘konyol’. Kyu Hyun membuang nafasnya kasar dan menolak untuk melihat Siwon.

 

“Jadi kau disini untuk membantunya?”

 

“Yah—tidak bisa dibilang membantu juga sih” Hyuna mengusap tengkuknya.

 

“Lalu kau mau kemana?” Siwon masih terus mengabaikan Kyu Hyun padahal pria itu tahu bahwa aura tidak bersahabat ditunjukan terang terangan dari Kyu Hyun untuknya.

 

“Aku akan kesekolah Hyun Seung”

 

“Acara itu?”

 

Hyuna megangguk. Namun gadis itu lalu sadar akan perkataannya dan melirik Kyu Hyun.

 

“Wah, bagus sekali nona. Kau meninggalkan pekerjaanmu dikantor untuk bersenang senang dengan adikmu”

 

Hyuna memejamkan matanya. Lihatkan?

 

“Tidak, bukan begitu sajangnim–” Namun seketika, gadis itu tersentak “Kau tahu, adiku?”

 

Kini giliran Kyu Hyun yang tersentak. Namun pria itu benar benar bisa mengendalikan semuanya secepat angin yang berlalu. Dia tetap bersikap santai. Tapi Siwon, pria itu dapat melihat kejanggalan dari Kyu Hyun meski hanya beberapa saat.

 

Kyu Hyun berdehem “Kau menyebut nama Hyun Seung. Yang aku tahu dari profil pegawai, itu adikmu”

 

“Ah~” Hyuna membeo dan mengangguk angguk. Meski jujur saja, gadis itu seperti tidak mendapat jawaban yang seharusnya.

 

Mobil lain yang Kyu Hyun kenali sebagai milik Hee Chul melintas di depannya, lalu berhenti di depan mobil Siwon. Tidak menunggu waktu lama untuk nya melihat Hee Chul yang turun dengan payung ditangannya. Berlari kecil.

 

“Kau benar benar menyusahkan Cho Kyu Hyun!”

 

Kyu Hyun mengendikan bahu dan pria itu dengan santainya bangun dari posisi bersandarnya, lalu merebut payung Hee Chul. Berjalan pelan dan duduk di kursi penumpang di mobil Hee Chul.

 

Hee Chul menggeram setelah sebelumnya menumpang payung pada Siwon ketika dengan naas payungnya sendiri direbut Kyu Hyun.

 

“Akan kubunuh dia, lihat saja nanti” Hee Chul mendesis, lalu pria itu mendongak menatap Siwon, pria yang tidak sempat dia lihat, tapi menjadi malaikat penolongnya. Yah, filosofimu cukup berlebihan Kim Hee Chul.

 

“Chogiyo~ Bisakah kau mengantarku kesana dengan payung ini? Aku pastikan mengingat wajahmu untuk berterimakasih dilain waktu” Hee Chul memamerkan deretan gigi putihnya “Lagipula wajahmu sangat tampan, meski tidak lebih tampan daripada aku, jadi aku akan gampang mengingatmu”

 

Siwon tersenyum, lalu menyerahkan payungnya “Bawa saja. Aku sudah bersamanya” Dan Siwon pindah secepat kilat ke tempat Hyuna. Gadis itu tersentak kaget. Yah, karena Siwon menempel dengan erat padanya.

 

“Terimakasih” Hee Chul tersenyum lalu baru sadar kehadiran Hyuna “Wah! Kita bertemu lagi, nona– ”

 

“Hyuna. Namaku Hyuna” Tentu saja dia ingat. Pria didepannya itu adalah pria yang membuat lelucon ‘Kopi Sianida’  dengannya beberapa waktu lalu.

 

Hee Chul membulatkan matanya terkejut. Namun tak bertahan lama karena Kyu Hyun menekan klakson mobil berulang kali, tanda untuknya.

 

“Aish, sepertinya aku tidak bisa bermain lelucon denganmu kali ini. Aku harus pergi sekarang” Katanya pada Hyuna, lalu pamit pada Siwon juga.

 

Sepeninggal Hee Chul dan Kyu Hyun, Siwon menawarkan Hyuna untuk mengantarnya ke sekolah Hyun Seung. Tidak hanya mengantar, tapi disinilah mereka sekarang. Datang berdua sebagai wali Hyun Seung.

 

-o0o-

 

Hujan deras tampak tidak mempengaruhi semangat wali siswa untuk datang dan menyaksikan pentas seni yang berlangsung saat ini. Berbagai stan siswa juga didirikan demi menunjukan hasil karya yang pantas dipamerkan di khalayak ramai.

 

Sepanjang Hyuna melihat, gadis itu belum menemukan Hyun Seung dimanapun. Siwon yang berada disampingnya juga ikut menyusuri pandangan mencari ke segala arah.

 

“Aku akan tanya pada beberapa siswa disana” Kata Hyuna pada Siwon saat melihat sekumpulan siswa laki laki dengan intsrumen musik di tangan mereka.

 

“Permisi. Apa kalian mengenal Hyun Seung?”

 

“Park Hyun Seung dari kelan X-2 maksudnya?” ujar salah seorang anak dengan stick drum.

 

“Ya, benar”

 

“Mungkin dia sedang bersiap di belakang panggung”

 

Hyuna mengernyitkan dahi “Bersiap?”

 

“Dia akan tampi untuk lagu solonya beberapa saat lagi”

 

Hyuna melipat bibirnya. Wah! Suatu kejutan. Dia tidak tahu bahwa adiknya akan tampil di acara sekolah. Yah, dia datang untuk menemani Hyun Seung dalam event sekolah, dan alih alih untuk berada disana sebagai wali. Tapi kemudian, fakta mengejutkannya adalah, dia bahkan tidak tahu Hyun Seung bisa bernyanyi.

 

“Bolehkah aku tahu tempatnya?”

 

Seorang anak bersedia mengantar Hyuna sampai ke tempat yang dimaksudkan. Siwon masih setia bersama Hyuna disampingnya.

 

Disana sangat ramai. Para siswa sedang bersiap siap untuk menunjukan aksinya di atas panggung.

 

“Nara! Apa kau melihat Hyun Seung? Kakaknya mencari” kata anak laki laki yang datang bersama Hyuna. Dia bertanya pada gadis berkacamata yang duduk sambil membaca buku.

 

“Aku tidak melihatnya!”

 

Dahi Hyuna berkerut. Tiba tiba perasaannya tidak enak. Dia melirik ke penjuru ruangan juga tidak menemukan Hyun Seung. Sementara anak laki laki yang mengantarnya tadi telah pamit pergi karena dia akan tampil sekarang.

 

“Aku akan mencarinya kesana” Kata Siwon sambil menunjuk sisi lain yang Hyuna lihat, gadis itu mengangguk.

 

Hyuna berjalan perlahan, dan teliti. Bertanya satu persatu kepada siapapun yang bisa dia tanyai. Beberapa melihat Hyun Seung pergi ke toilet sekitar setengah jam yang lalu. Hyuna bergegas.

 

Tanpa gadis itu sadar, kakinya bukan lagi berjalan melainkan berlari kecil. Tapi tidak semudah yang dia kira karena tempat itu sedang ramai dan sulit sekali untuk menemukan celah untuk berlari cepat.

 

Hyuna menemukan toilet pria dan gadis itu berdiri di depannya. Dengan nafas yang mulai terengah  karena terburu buru, Hyuna mendapat tatapan aneh dari beberapa siswa yang keluar dari toilet. Berfikir bahwa ‘ada urusan apa seorang wanita berdiri di depan toilet pria’ ?

 

Hyuna memutuskan untuk menunggu sesaat. Namun ketika lima belas menit gadis itu tidak menemukan Hyun Seung yang keluar dari toilet, dia berlari menerjang pintu tanpa mengindahkan teriakan dari beberapa murid yang protes akan tindakannya.

 

“Hyun Seung! Hyun Seung~ah!” Hyuna mulai berteriak memanggil nama adiknya. Gadis itu mendorong semua pintu toilet dan sejauh ini, tidak menemukan apa yang dia cari di dalamnya.

 

Dan sampailah dia pada pintu terakhir.

 

Hyuna berdiri dengan tangan yang bergetar.

 

Tangan yang bergetar, karena takut.

 

Sejak tidak menemukan Hyun Seung dimanapun, Hyuna sudah memiliki firasat buruk tentang adiknya itu. Apakah sesuatu menimpanya? Apakah seseorang kembali mengusik kehidupanya dan adiknya? Atau kembali, mata itu membuat Hyun Seung collapse? Hyuna tidak tahu pilihan mana yang benar, tapi dia sadar bahwa ini bukan kali pertama terjadi. Dan Hyuna sangat takut.

 

BRAAAKK!

 

Hyuna, dengan segala kekuatannya yang tiba tiba terkumpul menjadi satu menerjang pintu terakhir. Gadis itu terkesiap ketika menemukan Hyun Seung tak sadarkan diri, terduduk di toilet dengan rambut acak acakan, basah, dan baju seragam yang juga telah tak berbentuk.

 

Hyuna panik.

 

Dia langsung menghampiri Hyun Seung dan menepuk nepuk pipinya.

 

“Hyun Seung! Hyun Seung~ah! Bangun! Kau tidak boleh pingsan, Hyun Seung. Bangun!”

 

Hyuna membuka kelopak mata Hyun Seung dan menemukan sesuatu tepat seperti dugaannya. Softlen yang biasa dipakai Hyun Seung telah hilang dan kini mata itu memerah. Dia kambuh.

 

Dengan seluruh tubuh gemetar, dia mencoba mengangkat Hyun Seung. Tapi segala usahanya sia sia. Kekuatannya yang tadi terkumpul di tubunya telah hilang seiring dia melihat Hyun Seung yang tak sadarkan diri. Membuat gadis itu kini hanya dihujani oleh ke khawatiran.

 

“S-siwon. S-siwon~ssi

 

Hyuna berdiri dan berlari keluar toilet mencari Siwon. Saat ini, dia tidak perduli dengan para siswa yang berteriak marah karena dirinya.

 

BUGH!

 

Hyuna yang tidak memperhatikan jalan, menumbur seseorang.

 

“Hyuna~ssi? Kau kenapa?” Itu Siwon. Tangan kekar pria itu memegang pundak Hyuna.

 

“Hyun Seung! Tolong Hyun Seung sekarang! Dia tidak sadarkan diri” Hyuna meracau. Siwon dapat merasakan gadis itu bergetar.

 

“Dimana?!”

 

“T-toilet”

 

Siwon berlari meninggalkan Hyuna. Sementara gadis itu tiba tiba merasa dirinya melemah kembali. Kakinya terasa seperti jelly yang siap jatuh kapan saja. Dan tidak lama, gadis itu benar benar  ambruk.

 

Tidak ada air mata yang mengalir. Tapi sorot ketakutan di mata itu benar benar kental.

 

Kepalanya pusing.

 

Dan mendadak, semuanya gelap.

 

 

To Be Continued

#edisi kangen Siwon T__________T

Advertisements

28 thoughts on “DOMINIQUE LEGACY #Bab 2

Add yours

  1. bahaa polisi ganteng dominan disini 😆

    sempet agak lupa sama part 1 gimana. trus diakhiran baru inget lagi ceritanya 😐

    wah wah kambuhnya ga tepat waktu itu

  2. Apa bnr siwon cm penulis q ragu 😀 sp tau dy mau deketin hyuna dan hyun sung kan krn mata itu … Knp sm hyun sung eottoke …. Rahasia apa sbnrny yg di punya mata itu ?? G sabar neeeeeeext eon fighting

  3. siapa sebenarnya hyuna&hyun seung????? huahhhhh kepo gue eon omg bingung juga
    apa mungkin hyun seung itu wolf or semacamnya gitu?????
    Kyuhyun juga ada apa dg masa lalu nya???
    siwon apa punya maksudku tertentu????

  4. Knp dg hyunseung? Apa yg terjadi sebnre,, knp matanya merah
    Dan knp dg kyuhyun, n apa rencana kyuhyun sebnre
    Makin penasaran eonn
    Dtunggu kelanjutannya y
    Fighting

  5. huwaaaaa new character came ini hihi btwwwwwww ih gemes bgt ini ceritanya hahahaa ada apa jd kyuhyun heechul agen atau apa trs mereka baik apa ga haaaa penasaran bgttt!!! ditunggu selaluuu lanjutannhaaaa

  6. rumit banget masalahnya ini, dan belum ada yang terkuak satu pun haha, aku suka.
    hyunseung sampe collapse gitu? mata itu berakibat fatal ya, kasian hyuna huhuhu
    siwon ngedeketin hyuna ga ada maksud tertentu kan?

  7. Masih blm faham apa rahasia yg disembunyikan kyu dan Siwon. Mengapa mereka seolah mendekati Hyuna krn py tujuan tertentu… Hyun Seung smg lekas sadar dan sembuh penyakitnya…Oya ada apa dg mata hyun? Koq harus sll diingetin tuk sll pake softlens.. Banyak penasaran nih…mg dilanjut jangan pakai lama ya authornim.

  8. Ampun deh si Heechul
    memang ruar biasa si cantik yg satu ini
    percaya dirinyaaaa
    bahkan melebihi Kyuhyun hahahaha
    memang keren si cantik yg satu ini

    aaaarrrggghhh beneran penasaran
    siapa sebenarnya Hyuna dan Hyun Seung
    apa mereka hmm ntahlah
    dan siapa Kyuhyun dan Heechul?
    astagaaaaaaa

    gak sabar nunggu kelanjutannyaa

    semangat terus ya ^^~~

  9. Hyuna bener2 noona yg baik. Siwon siap siaga dan care-nya dia kayak ada rasa sama Hyuna. Kyuhyun knp sih ada apa sama Hyuna? Dia bener2 mencurigakan.

  10. knp dengan hyunseung ?? Keliatan’a soflens’a sangt berarti ada apaitu sebener’a ?? Untung dateng’a bareng siwon yh ,penuh tanda tanya yakin

  11. Kirain siwon juga “sekelompok” sama kyu,bukan y? Jadi ini tenytang eksperimen rahasia yg terkait sama mata hyunseong,,,

  12. Jadi pingin punyak onni macem hyuna cantik baek pengertian sma adek
    Ini ad siwon ad hyuna jgn smpe aja ad cinta segitiga dah …
    Oww aku kira hyunseung minus ternyata maka soflen krna matanya merah???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: