[Special Post] LOTUS : Back in Time

lotus-copy

copyright © 2016 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story ft. SparkyuINA

Proudly Present

LOTUS : Back in Time

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : LOTUS

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Fantasy, Romance

Rating                    : 15

Length                   : Oneshoot (Longshoot)

Desclimer             :ANYONE KNOWS SPARKYUINA? Yap! Fanbase besar yang didedikasikan buat kesayangan kita, Cho Kyu Hyun. Fanbase yang udah ngadain banyak event dan terus menjadi jembatan(?) kita menyalaurkan rasa sayang buat Ahjusshi kesayangan.

Dan…. Dalam rangka Anniversary yang ke 5, SparkyuINA kembali beraksi dengan eventnya. Keinginan untuk berpartisipasi dan meramaikan acara ini pun muncul, jadilah LONGSTORY ini! Didn’t expect anything, BUT! Apasih yang engga buat Kyu? Apa aja aku bisa lakuin kalo nyangkut dia mah! #okeabaikan

FF Lotus ini, ide ceritanya bukan dari aku tapi dari sang tuan rumah acara. Jadi, aku hanya mengembangkan hingga ceritanya end dan bisa memuaskan -semoga-

FF ini juga bisa jadi hadiah buat readers karena telah menunggu kembalinya daku di blog #plaaaak Wohoo~ -ah! alasan mu thor!- Ehehehe, iya maaf. Aku juga bisa bilang, ini FF sekaligus buat mengganti -sementara- Dominique Legacy yang masih belum ter post juga -PADAHAL JANJINYA AGUSTUS!- I have reasons fo that! So, keep waiting! :v and HAPPY READING!

—–oooooo—–

 

Kyuhyun terbangun di sebuah tempat yang tidak dia kenal. Dia memandang ke sekeliling dan semakin kebingungan.

“Ini…. di mana?” Tanyanya pada diri sendiri. Seingatnya, terakhir kali dia berada di kamarnya. Lalu bagaimana bisa dia berada di tempat yang tidak dia kenal ini?

“Mungkin aku bermimpi…” gumamnnya sambil mencubit diri sendiri

“awwww. sakit! Berarti aku tidak bermimpi? Lalu di mana akuuu??”

Dalam keadaan bingung Kyuhyun berlari tanpa arah, panik… hingga akhirnya dia menabrak seseorang. Mereka berdua terjatuh.

“awwwwww!” Suara rintihan orang yang dia tabrak yang ternyata seorang gadis berseragam sekolah.

“Apa kau ini buta???” teriak gadis itu, menatap Kyuhyun penuh marah

“Ma…maaf. Maafkan aku… Tadi aku…”

“Hhhhh sudahlah! Jika anda sebaya denganku mungkin aku sudah memukul anda dari tadi. Tapi ahjusshi… seharusnya anda lebih bisa menjaga etika. Bukannya malah mabuk pagi-pagi…”

“YAAA! Kata siapa aku mabuk?” Bantah Kyuhyun, geram.

“Lalu kenapa anda berlari seperti orang mabuk? Sudah tua tapi kelakuan seperti anak ABG…”

“YAAAA!!! Kau ini….!! Berapa usiamu huh??? Kamu masih sekolah kan , tapi gaya bicaramu seperti ibu-ibu yang sudah punya 4 anak!” Balas Kyuhyun

“Apa??? Ahjusshi..kau..!! Aku ini baru 15 tahun tau..! Hhhhh… sudahlah, aku sudah terlambat” Gadis itu berlari tergesa

Kyuhyun lalu tersadar akan suatu hal…

“Hey, tunggu! Tunggu dulu!” Dia berlari mengejar gadis itu dan menahannya

“Apa sihh?? Ahjusshi, aku ini sudah terlambat!” Gadis itu berusaha melepaskan tangan Kyuhyun darinya.

“Tunggu… aku ingin bertanya sesuatu. Ini… di mana? Dan kau bersikap seperti…. mmm… apa kau tidak mengenalku? Aku ini bintang terkenal! Idol!”

Gadis itu melotot. Dia menjentikkan jarinya di depan wajah Kyuhyun.

“Ahjusshi… kau masih mabuk???”

“YAAA!!! Sudah kubilang aku tidak mabuk!!!! Hhhh sudahlah kau tidak akan mengerti… tolong jawab saja. Ini di mana…dan…. jam berapa sekarang??? Kurasa aku punya jadwal manggung sekarang. Hhhh bagaimana bisa aku ada di sini…. ”

Gadis itu makin melotot, namun akhirnya menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan ketus

“Anda sedang berada di Seoul, dan sekarang 3 Februari 1996 jam 6.48 pagi! dan aku hampir terlambat karena seorang ahjusshi yang sedang mabuk. Sebaiknya anda mencuci muka atau minum sup rumput laut biar anda sadar. Di warung depan sana ada” Gadis itu menunjuk sebuah warung di depan sekolahnya lalu berlari menuju gerbang sekolah

Kyuhyun tertegun. Bukan karena sup rumput laut atau warung yang ditunjukkan gadis itu. Bukan pula karena gadis itu telah lenyap dari hadapannya. Tapi….

“3 Februari 1996????? TIDAK MUNGKIN!!!!!!!!!!!!!!! Semalam Aku baru saja merayakan ulang Tahun ku yang ke-28… 3 februari 2016. Ini… Seoul 20 Tahun yang lalu?? Tidak mungkin… Gadis itu pasti berbohong!!” Kyuhyun berteriak panik. Dia berlari mencari apa pun yang bisa memberinya informasi tentang waktu yang sebenarnya. Entah kenapa dia merasa Gadis itu berkata jujur walaupun dia menyangkalnya dengan kuat.

Kyuhyun berhenti di depan Papan Billboard. Rasanya kiamat setelah membaca iklan baris di papan billboard itu ‘Berita hari ini, Seoul, 3 Februari 1996…”

“Ya Tuhan. Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa berada di Seoul 20 Tahun yang laluuuuu???”

…………………..

Kyu Hyun berdiri masih di tempat yang sama. Sejenak, pria itu terlihat berfikir dengan keras apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Bagaimana bisa dia, seorang Cho Kyu Hyun terlempar ke dunia dua puluh tahun yang lalu, kecuali kiamat memang sudah dekat.

 

“Tidak mungkin” Kyu Hyun menggelengkan kepalanya keras dan menyipitkan mata.

Merasa putus asa, Kyu Hyun menurunkan tangannya yang sedari tadi ia gunakan untuk meremas rambutnya. Pria itu melihat sekeliling dan baru sadar bahwa berpasang pasang mata melihatnya dengan heran. Beberapa diantara mereka berbisik bisik. Kyu Hyun berdecak, jika itu di dunianya, maka sudah jelas anak anak sekolahan yang memandangnya aneh tadi akan ribut meminta foto dan tanda tangannya.

 

“Lihat apa! Cepatlah masuk ke sekolahmu dan belajar saja!” gerutunya. Kemudian pria itu berjalan menjauh dari area sekolah.

 

-o0o-

Kyu Hyun menatap ke sebuah rumah  di balik pohon besar. Pria itu menggigit bibir dalamnya dan terlihat cemas. Rumah itu adalah rumahnya, dan jika tidak salah ingat 3 Februari 1996 adalah hari ulang tahunnya yang kedelapan. Kyu Hyun berada disana, mencoba mencari tahu situasi macam apa yang sebenarnya sedang dihadapinya kini. Ini benar benar hal diluar perkiraan akal manusia. Bagaimana sesuatu yang hanya ada dalam film terjadi secara nyata dan itu menimpanya!

 

Kyu Hyun memutuskan untuk mendekati rumah itu, berharap keluarganya dapat membantunya keluar dari situasi ini, atau paling tidak bisa menjelaskan padanya apa yang sedang terjadi.

 

Tepat ketika Kyu Hyun sampai di pintu pagar, seseorang keluar dengan tas ransel berwarna pink pastel dipunggungnya. Pria itu mengerjap takjub dan sebuah senyum konyol terbit diwajahnya, yah senyum pertamanya pagi ini.

 

Noona?” Dia berucap lebih kepada dirinya sendiri.

 

Dia melihat Cho Ahra –kakaknya- berjalan kecil menuju ke arahnya di luar gerbang, tidak, menuju kotak surat yang ada disampingnya. Kyu Hyun ingat, Ahra selalu mengawali paginya dengan mengecek kotak surat sebelum dia berangkat ke sekolah.

 

Ahjusshi, nuguseyo?”

 

Kyu Hyun tersentak dan melihat Ahra kecil yang menatapnya dari bawah. Kyu Hyun mengusap tengkuknya dan membasahi bibirnya. Harus jawab apa dia?

 

Belum sempat Kyu Hyun menjawab, pintu rumah terbuka kembali sehingga membuat pria itu dan Ahra mengalihkan pandangan. Kyu Hyun mencelos, dia melihat dirinya sendiri berlari dengan kemeja flanel biru tua, sepatu putih, ransel hitam dan topi di kepelanya.

 

Noona, Eomma menyuruhmu cepat masuk dan sarapan” ucapnya pada Ahra. Sementara Kyu Hyun masih terdiam memandangi keduanya.

 

Ahra mengangguk. Setelah mengambil beberapa surat dari kotak surat, Ahra berbalik. Namun sebelumnya, dia kembali menatap Kyu Hyun yang masih terdiam tanpa berniat mengucapkan sesuatu. Kyu Hyun kecil yang mengikuti arah pandang kakaknya juga terheran.

 

Noona, dia siapa?” Tanya nya berbisik tapi masih bisa didengar Kyu Hyun. Ahra hanya mengangkat bahunya menandakan dia juga tidak tahu menahu tentang itu.

 

Ahjusshi, apa kau ada urusan dengan appa?”

 

Merasa sepertinya akan sulit, Kyu Hyun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam rumah. Mungkin, dia akan mencari cara lain “Tidak, noona. Aku–”

 

Kyu Hyun menangkap pandangan aneh Ahra padanya dan seketika dia sadar telah salah berucap. Pria itu menghela nafas kemudian berlalu meninggalkan dua anak itu yang memandangi punggungnya dari belakang. Baru beberapa langkah, dia kembali berbalik dan tersenyum pada Ahra dan Kyu Hyun kecil.

 

“Ngomong ngomong, selamat ulang tahun, Cho Kyu Hyun”

 

Ahra dan Kyu Hyun bertukar pandang.

 

-o0o-

 

Kyu Hyun berjalan tanpa semangat. Masih mencoba dengan keras memikirkan sesuatu yang setidaknya agak logis. Karena baginya, ini benar benar tidak logis.

 

Tadi malam, dia merayakan ulang tahunnya bersama seluruh artis SM dan berpesta sampai dini hari. Lalu dia ingat Ryeowook dan Siwon membopongnya untuk sampai di kamarnya di dorm. Setelahnya, dia berbaring dan tidak ingat apa apa lagi. Bukankah seharusnya dia tidur? Yah, dia sepertinya memang tidur. Tapi kenapa sekarang dia berada disini?

 

Kyu Hyun berhenti sejenak dan melihat kebawah, melihat seluruh penampilannya. Masih dengan pakaian yang sama seperti semalam. Setelan semi formal berwarna navy dan dalaman kaos putih. Semuanya masih lengkap. Jam dan ponsel—tunggu, jam? Ponsel?

 

Kyu Hyun melihat ke jam tangannya, lalu berdecak frustasi. Jam nya pun menunjukan hal yang sama padanya. 3 Februari 1996.  Dan dia tidak menemukan ponselnya dimanapun.

 

“Apa yang terjadi semalam” Kyu Hyun berdesis. Dia juga tidak menemukan ponselnya dimanapun.

 

Pria itu kembali membawa kakinya melangkah. Melihat sekitarnya, Kyu Hyun benar benar frustasi karena tahu dia tidak bisa mengelak. Ini benar benar Seoul 20 tahun yang lalu.

 

Langkahnya tak terasa membawa dia kembali ke tempat dimana dia bangun pagi ini. Pria itu melihat gedung sekolah tak jauh berada di depannya. Paran High School. Dia menghela nafasnya berat dan menunduk, menatap sepatunya. “Kurasa dia bisa membantu”

 

-o0o-

 

Park Hyuna berjalan santai keluar dari kelasnya. Gadis itu memegang kedua sisi ransel sambil mengunyah buble gum nya. Dia tersenyum dan menanggapi saat teman temannya menyapa dan berlalu dari hadapannya. Tak lama, dia tersenyum miris. Selalu seperti ini.

 

“Haah~kau bisa pulang sendiri Hyuna!” ujarnya menyemangati diri.

 

Hyuna terus berjalan hingga melewati pagar besar Paran High School. Gadis itu melenggang dan mencoba mengabaikan bagaimana serunya sekumpulan gadis di depannya yang pulang bersama. Dia mengambil MY MY –sebuah pemutar musik – nya dan headset, lalu mulai tenggelam dalam dunianya.

 

Hyuna mengernyit saat melihat seseorang yang sepertinya tak asing berada beberapa langkah di depannya. Berdiri bersender di bagian sisi gedung sekolah dengan angkuh. Lihat bagaimana tangan itu terlipat di depan dada dan bertingkah sok keren –menurutnya-

 

“Astaga, dia kan–” Hyuna mengenalinnya. Pria mabuk yang pagi tadi sempat membuatnya jengkel.

 

“Kenapa dia masih ada disini?” tanya nya pada dirinya sendiri. Hyuna lalu melanjutkan perjalanannya. Sudah diputuskan dia hanya akan berjalan lurus tanpa menegur pria itu. Lagipula untuk apa menegurnya. Kenal saja tidak.

 

Disisi lain, Kyu Hyun yang mulai bosan menunggu terlihat luar biasa jenuh dan.. kesal. Tidak pernah selama dua puluh delapan tahun hidupnya dia disuruh menunggu seperti ini. Bukan, dia tidak pernah merasakan sesuatu dengan usaha karena dari kecil hidupnya sudah seperti pangeran. Begitupun ketika dia menjadi Idol. Jalan meraih mimpinya menjadi penyanyi dirasakannya sangat mulus. Ikut audisi lalu lolos, dan saat ini banyak yang memujanya. Yah, simple saja. Kyu Hyun berfikir bahwa ini memang takdirnya. Suara emas, dan tampilan fisik yang sempurna.

 

Dia suka kehidupannya, dicintai banyak orang dan semua kemauannya terpenuhi. Dia juga bekerja sesuai dengan keahliannya, bernyanyi. Jadi, Cho Kyu Hyun tidak punya beban di hidupnya.

 

Dan sekarang, dia harus menunggu. Menunggu seseorang yang dia sendiri tidak mengenalnya. Konyol.

 

Ketika rasa jenuh itu telah sampai pada batasnya, Kyu Hyun menyipit saat seorang gadis yang rasa rasanya familiar melintas didepannya.

 

“Hey hey! Kau!” Kyu Hyun mengerutkan kening saat gadis itu tidak merespon dan malah berlalu dari hadapannya. Dia bangun dari posisinya yang semula bersandar pada tembok.

 

“YAA YA!” Kyu Hyun berkacak pinggang.

 

Dan detik berikutnya, pria itu hanya bisa mengumpat kecil lalu bergegas menyusul Hyuna yang sudah berada beberapa langkah di depannya.

 

Hyuna tersentak kebelakang saat lengannya tertarik, dan menemukan Kyu Hyun dengan tampang yang cukup menjengkelkan –untuknya- menatapnya marah.

 

“Aku memanggilmu, apa kau tidak mendengarku?”

 

Hyuna melihat bibir Kyu Hyun berucap namun gadis itu tidak sama sekali mendengar apa yang dikatakan Ahjusshi didepannya itu.

 

Kyu Hyun yang sepertinya paham, langsung menarik headset dari telinga Hyuna. Membuat gadis itu meringis.

 

“AW! Ahjusshi!” Kesal Hyuna sambil mengusap kedua telinganya.

 

“Apa sekarang kau bisa mendengarku dengan jelas, nona muda?” Kyu Hyun bertanya sarkastik, membuat Hyuna mendengus.

 

“Ada urusan apa Ahjusshi denganku?” Hyuna mencoba bersabar, dan mencari tahu tujuan pria ini datang padanya.

 

Kyu Hyun mencoba mengabaikan gadis itu yang terus terusan memanggilnya Ahjusshi.

 

“Dengar. Aku butuh bantuanmu”

 

Hyuna mengerutkan dahinya “Apa?”

 

“Kita harus bicara. Bisa kau membawaku ketempat yang lebih tenang?” Kyu Hyun melirik ke kanan dan kekiri mencoba memberi isyarat pada Hyuna. Gadis itu lalu mengikuti arah pandang Kyu Hyun dan mengerti. Mereka menjadi tontonan banyak siswa yang lewat untuk pulang.

 

Pandangan Hyuna kembali ke Kyu Hyun, menatapnya curiga “Ahjusshi, apa kau pedofil?”

 

“YA!Kau–” Kyu Hyun melipat bibirnya, mencoba menahan agar umpatannya tidak keluar. Pria itu menghembuskan nafas kasar dan sekali lagi, mencoba bersabar.

 

“Aku adalah orang baik baik, nona muda. Tidakkah terlihat dari penampilanku?” Kyu Hyun merentangkan tangannya di depan Hyuna mencoba memberitahu gadis itu bagaimana tidak mungkinnya seorang Kyu Hyun untuk menjadi pedofil.

 

Hyuna menyusuri pandangannya melihat Kyu Hyun dengan teliti, gadis itu mendesah pelan “Jujur saja ahjusshi, sebenarnya kau terlihat … aneh. Pakaian macam apa itu?”

 

Kyu Hyun kembali menatapnya tak percaya. Lalu sedetik kemudian, pria itu tersadar dan memaklumi. Ini tahun 1996, bukan 2016.

 

“Terserah kau saja. Yang pasti, aku bukan seperti yang kau fikirkan”

 

“Hmm” Hyuna melipat tangannya di depan dada “Yah, kurasa kau memang orang baik”

 

“Aku telah mengatakannya ribuan kali” Kyu Hyun menggerutu

 

“Baiklah ahjusshi, ikut aku”

 

-o0o-

 

Kyu Hyun duduk dengan gelisah di mejanya. Bukan karena tatapan orang orang yang memandangnya heran –meskipun salah satu alasannya adalah itu- tetapi karena tempat nya duduk saat ini benar benar tidak nyaman. Berkali kali Kyu Hyun mendesah dan selalu menatap sekitar. Hal itu membuat Hyuna berdecak sebal.

 

Ahjusshi” Hyuna menusukan garpunya ke dalam tumpukan ttopokki yang sedari tadi dia makan. Gadis itu bersandar di tempat duduknya lalu menatap Kyu Hyun jengah. Ttopokki terakhir di mulutnya dia telan dan barulah Hyuna kembali bersuara.

 

“Ada apa denganmu?”

 

Kyu Hyun berdehem “Apa tidak ada tempat lain?” bisiknya.

 

“Kenapa?”

 

“Aku – tidak suka berada disini”

 

Tanpa Kyu Hyun duga, Hyuna bangkit dari kursinya. Masih dengan tatapan jengah yang memandang Kyu Hyun, gadis itu bersuara “Aku akan pulang. Jangan ganggu aku lagi”

 

Kyu Hyun gelagapan ketika Hyuna keluar dari kursinya, pria itu langsung mengambil tangan Hyuna mencegahnya untuk pergi “Baiklah baiklah”

 

Hyuna kembali ke tempat duduknya.

 

Kyu Hyun membenarkan letak duduknya sekali lagi lalu menatap Hyuna. “Dengarkan aku baik baik. Jangan menyela sebelum aku menyelesaikan kalimatku atau aku benar benar akan kehilangan kesabaran”

 

Hyuna mengangguk.

 

Kyu Hyun mulai menatap gadis itu serius “Namamu?”

 

“Eh?”

 

Kyu Hyun menatapnya selama lima detik. Entah untuk apa dia melakukan itu. Tapi yang pasti, Hyuna menjadi lebih pendiam. Gadis itu berdehem “Hyu—Hyuna. Park Hyuna”

 

“Baiklah, Hyuna~ya–” Hyuna mengabaikan Kyu Hyun yang bersikap ‘sok’ akrab dengannya “Aku Cho Kyu Hyun. Ahh, sebenarnya aku bingung mau memulai darimana” Kyu Hyun mengusap tengkuknya. Ini benar benar tidak mudah.

 

“Tadi malam aku merayakan ulang tahunku yang ke dua puluh delapan. Dan itu di tahun 2016, sedangkan saat ini tahun 1996 yang artinya aku datang dari masa depan. Aku sudah bilang dengarkan sampai selesai dan jangan menyelaku–” Kyu Hyun mengangkat telunjuknya di depan Hyuna ketika gadis itu terlihat ingin bersuara.

 

Kyu Hyun melanjutkan “Aku tidak tahu bagaimana ceritanya, aku bisa terlempar ke tempat ini. Yah, maksudku sekarang tahun 1996. Sedangkan aku hidup di tahun 2016. Kau lihat pakaianku?” Hyuna mengangguk saat Kyu Hyun menunjuk dirinya “Ini adalah buktinya. Juga, gaya rambutku, styleku, semuanya. Bukankah ini tidak ada di jaman ini?” Lagi lagi Hyuna mengangguk.

 

Kyu Hyun menghela nafas lalu menopang kepalanya dengan kedua tangan. Pria itu menunduk. “Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi aku hanya tahu satu, aku harus kembali ke tempatku” Pria itu mengangkat wajahnya “Dan kau, nona muda. Kau harus menolongku”

 

Hyuna tersentak tiba tiba “Aku? Kenapa harus aku?”

 

“Karena kau manusia pertama yang kulihat pagi ini, di tahun ini”

 

“Lalu apa hubungannya? Kita hanya kebetulan bertemu” Hyuna mengelak.

 

“Pokoknya kau harus membantuku. Aku harus kembali. Jadwalku sangat sibuk, aku akan melakukan comeback. Belum lagi pemotretan untuk brand baru. Posisi MC ku juga menunggu” Kyu Hyun menggerutu, lebih kepada dirinya sendiri. “Dan fans fansku yang mencintaiku, mereka juga pasti khawatir” tambahnya.

 

Ahjusshi, hentikan. Kau terlalu mendramatisir”

 

“Aku serius”

 

“Terserahlah. Tapi tetap, aku tidak bisa membantumu ahjusshi

 

“Kenapa?”

 

Hyuna menghela nafas, lalu merentangkan tangannya “Aku hanya anak 15 tahun yang masih berada di tahun pertama senior high school. Aku tidak mau dan tidak akan pernah mau ikut campur dengan urusanmu. Lagipula, aku bisa apa?”

 

Hyuna berdiri dari kursinya “Maafkan aku, tapi aku harus pergi bekerja”

 

Hyuna berjalan melewati Kyu Hyun yang merasa nyawanya melayang. Rasa rasanya, dia bisa kembali ke tempatnya dengan bantuan gadis itu. Tidak tahu pikiran konyolnya datang darimana, tapi dorongan itu begitu kuat. Tapi sekarang, Hyuna jelas telah menolak permintaannya. Lalu dia harus apa?

 

-o0o-

 

Hyuna menghela nafasnya untuk yang kesekian kali. Gadis itu berdecak pelan sambil terus menata tumpukan kepingan piringan hitam di tempatnya. Dia memandang keluar dan masih menemukan Kyu Hyun berdiri disana.

 

“Dasar, ahjusshi keras kepala” cibirnya.

 

Gadis itu kembali mencoba mengabaikannya. Dia mencoba fokus pada pekerjannya, namun kemudian Hyuna menggerang kesal.

 

“Aish! Menyebalkan” umpatnya lalu berjalan keluar dari toko tempatnya bekerja.

 

Kyu Hyun yang melihat gadis itu keluar langsung siaga. “Kau sudah selesai?”

 

Hyuna menghela nafas “Ahjusshi, pulanglah. Kau hanya akan membuang waktumu disini”

 

“Aku harus pulang kemana? Kau sudah tahu keadaanku”

 

Hyuna menilik Kyu Hyun dari atas sampai bawah. Sejujurnya, gadis itu masih belum percaya. Tidak tidak, hal yang Kyu Hyun ceritakan itu begitu tidak masuk akal. Seseorang dari masa depan? Bagaimana bisa? Tapi jika memang kejadiannya seperti itu, haruskah dia menolongnya?

 

“Pergi bersamaku untuk mencari jalan pulang. Aku butuh kau!” Ucap Kyu Hyun

 

Hyuna berdecak “Bahkan kau tidak meminta tolong dan main perintah”

 

Kyu Hyun menelengkan kepalanya ke satu sisi “Maaf, tapi itu bukan gayaku”

 

“Tunggu disini, aku akan selesai satu jam lagi”

 

“Sekarang! Kita harus pergi sekarang”

 

Hyuna mendelik tajam “Tunggu atau tidak sama sekali”

 

Kyu Hyun melipat bibirnya, lalu mengangguk setelah dia menghela nafas.

 

-o0o-

 

“Baiklah, sekarang apa yang harus aku kita lakukan”

 

“Hmm” Kyu Hyun berfikir “Aku tidak tahu, untuk itulah aku mengajakmu. Aku benar benar tidak bisa melakukan ini sendiri”

 

Hyuna memejamkan matanya, berusaha fokus. Jika fokus, dia bisa berfikir logis. Meskipun sebagian hatinya masih menolak hal yang dia lakukan sekarang –menolong seorang pria dari masa depan.

 

Ahjusshi, bagaimana kalau kita pergi ke tempat dimana kau bangun pagi ini. Mungkin kita akan menemukan petunjuk”

 

“Ya, kau benar”

 

“Dimana kau terbangun pagi ini?”

 

“Aku tidak yakin, tapi sepertinya di sekitar sekolahmu. Aku terkejut saat bangun dan lari begitu saja, lalu bertemu denganmu”

 

“Oke, kita kesana sekarang”

 

Kyu Hyun dan Hyuna berjalan menuju tempat dimana kali pertama Kyu Hyun terbangun. Langit berwarna orange menandakan senja telah datang dan sebentar lagi akan gelap. Masih berkecamuk dalam pikiran Kyu Hyun, bagaimana jika, dia tidak bisa kembali ke tempatya. Apa yang akan terjadi? Apa dia harus mati saja? Jelas itu adalah opsi yang salah. Tapi sungguh, pria itu benar benar heran. Kenapa semua ini harus terjadi padanya? Apa ini suatu hukuman atau hadiah yang diberikan Tuhan untuknya? Dia tidak tahu. Atau, bagaimanakah dia harus bersikap saat ini, senang atau sedih? Dia juga tidak tahu. Perasaannya kacau, dan khawatir mendominasi.

 

Ahjusshi, kau yakin disini tempatnya?” Hyuna bertanya ketika mereka telah sampai. Kyu Hyun mengangguk.

 

Gadis itu berjongkok, lalu meletakkan –meraba- tangannya di aspal. Ya, aspal. Kyu Hyun terbangun di jalanan. Yang Hyuna tahu, itu adalah pertigaan menuju ke sekolahnya. Tidak ada yang spesial dari tempat ini, tapi kenapa hal ajaib bisa terjadi disini?

 

Ahjusshi, apa kau merasakan sesuatu? Atau ingat sesuatu?” Hyuna mendongak, menatap Kyu Hyun yang berdiri di depannya. Gadis itu tersentak dalam diam. Selama Kyu Hyun berfikir, selama itu juga Hyuna menyadari satu hal. Pria di depannya tampak mempesona dengan backround senja orange itu. Ya, Hyuna mengakui jika Kyu Hyun tampan. Tetapi, dia baru bisa melihat pesona pria itu yang menguar dan mulai mendekatinya.

 

“Aku tidak bisa merasakan, atau mengingat apapun” Suara Kyu Hyun menyahut membuatnya tersadar. Hyuna berdehem dan menunduk. Gadis itu menarik nafas.

 

Dia berdiri dengan cepat, sempat membuat Kyu Hyun terkejut tapi dia membiarkannya. Dalam pikirannya yang mulai kacau, Hyuna menyipit ketika menemukan sesuatu yang tergeletak tak jauh dari mereka.

 

Hyuna berjalan lalu mengambilnya “Kelopak bunga” lirihnya.

 

“Apa itu?” Kyu Hyun bertanya penasaran. Hyuna mengadahkan tangannya “Apa kau ingat sesuatu tentang ini?”

 

“Ssshh.. kelopak bunga berwarna ungu?” Kyu Hyun nampak berfikir keras. Namun sial, dia tidak menemukan apapun.

 

“Kurasa tidak” Kyu Hyun mendesah.

 

Hyuna juga terlihat kecewa. Tapi ini tidak membuatnya putus asa.

 

“Baiklah, ayo kita pergi”

 

“Kemana?”

 

“Mencari petunjuk, tentu saja”

 

Hyuna mengernyit ketika melihat Kyu Hyun terdiam di tempatnya. Pria itu melipat bibirnya, berdiri dengan kedua tangan yang berada di saku celana nya. “Ada apa, ahjusshi?”

 

“Apa kau—tidak lapar?” Kyu Hyun mencuri pandang ke arah Hyuna demi melihat reaksi gadis it. Hyuna mendekatinya “Aaah, jadi ahjusshi lapar”

 

Hyuna berbalik membelakangi Kyu Hyun “Ayo, ikut aku!”

 

-o0o-

Kyu Hyun menatap geli makanan di depannya. Pria itu bersedekap dada dengan kaki kanan yang tertopang di kaki kiri. Dia kemudian melirik Hyuna yang makan dengan lahap.

 

“Hey, belikan aku yang lain. Aku benar benar tidak bisa makan ini” Keluh Kyu Hyun pada Hyuna.

 

Gadis itu mendesah. Meletakkan sumpitnya lalu menatap Kyu Hyun “Kau lapar? Ini makanlah. Dan perlu kau ingat satu hal ahjusshi, aku hanya pelajar yang tidak punya uang membelikanmu daging sapi atau makan di restaurant mahal”

 

Manager Hyung tidak pernah memberiku makanan seperti ini”

 

“Sudah kubilang aku hanya pelajar, bukan managermu. Dan saat ini, kau bukan artis seperti yang kau katakan padaku. Kau hanyalah seorang pria yang tersesat”

 

“Cih, yang benar saja. Kalau kau bertemu aku di masa depan, sudah kupastikan kau akan bertekuk lutut dengan pesonaku, nona muda”

 

“Aku meragukannya” Hyuna melanjutkan makanannya.

 

Melihat Kyu Hyun yang masih terdiam meskipun gadis itu tau pria di depannya tengah menahan lapar membuatnya jengah. Dengan gereakan cepat, Hyuna bangkit dari duduknya dan meraup pipi Kyu Hyun sehingga pria itu hanya bisa terkaget dan Hyuna langsung memasukan satu suapan dari sumpitnya ke mulut Kyu Hyun

 

“YA! Ap–” Kyu Hyun berhenti protes saat rasa makanan menguar di lidahnya. Dengan pelan tapi pasti, pria itu mengunyah hingga akhirnya semua makanan dimulutnya ia telan.

 

Hyuna mencibir “Kau masih bersikeras tidak mau makan, ahjusshi? Baiklah” Hyuna mengampil makanan Kyu Hyun, menggesernya ketempatnya. Kyu Hyun bereaksi cepat. Dia mencegah tangan Hyuna dan menatapnya horror.

 

Hyuna terkikik “Makan sepuasmu”

 

Menelan rasa gengsinya, Kyu Hyun mulai menikmati makan malam itu. Ya, dia merasa itu tidak terlalu buruk.

 

“Kurasa kita tidak bisa melanjutkannya hari ini. Sekarang sudah malam” Hyuna berbicara di tengah makannya.

 

“Aku setuju, aku juga butuh istirahat”

 

Hyuna menatap Kyu Hyun yang masih sibuk mengisi perutnya ragu “Ahjusshi, kau tidak berniat.. tidur dirumahku kan?”

 

Kyu Hyun berhenti sejenak, balas menatap Hyuna “Lalu apa kau mau membayariku tidur di hotel?”

 

Ahjusshi~”

 

“Maka sudah diputuskan, aku akan tinggal di tempatmu” Kyu Hyun kembali mengambil sumpitnya “Untuk sementara” lanjutnya.

 

Mereka melanjutkan makan malam dengan Hyuna yang tidak banyak bicara, itu membuat Kyu Hyun merasa bingung. Dalam perjalanan pulang kerumah Hyuna pun, gadis itu banyak diam. Kyu Hyun tidak tahan untuk bertanya.

 

“Apa keluargamu, akan marah jika membawaku pulang?”

 

Hyuna tersadar dengan lamunannya ketika Kyu Hyun bertanya, gadis itu mengusasap tengkuknya “Kupikir, appa akan marah. Tapi aku berharap, dia tidak pulang malam ini”

 

Kyu Hyun megernyitkan dahinya bingung, namun lebih memilih untuk diam ketika melihat Hyuna langsung berlalu tanpa berniat menjelaskan maksud ucapannya.

 

Mereka sampai disebuah rumah kecil di sebuah gang. Rumah Hyuna berada di pertengahan jalan yang menurun sehingga terlihat miring tapi sebenarnya, tidak. Kyu Hyun menelan ludahnya, dia yakin tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini. Tapi itu lebih baik daripada dia harus tidur dijalanan.

 

Hyuna yang menyadari gelagat Kyu Hyun disampingnya tersenyum samar “Selamat datang di istanaku”

 

Kyu Hyun menatapnya cepat “Kau bercanda? Tempat ini kau sebut istana?”

 

Hyuna mengangguk “Tidak ada tempat yang lebih baik bagiku selain rumah ini”

 

Kyu Hyun berlalu, memilih untuk menghiraukan Hyuna. Pria itu lalu duduk –setelah membersihkan dengan tangannya- di teras rumah.

 

“Kau tinggal sendiri?” Kyu Hyun bertanya.

 

“Tidak. Aku tinggal bersama ayahku. Tapi dia jarang pulang. Aku tidak bisa bertemu dengannya setiap hari. Dan setiap kali pulang, dia hanya akan marah marah dan dalam keadaan mabuk”

 

“Ibumu?”

 

“Dia sudah meninggal”

 

Kyu Hyun mengangguk angguk mengerti lalu merilekskan dirinya. Hyuna berdecak pelan, bagaimana bisa Kyu Hyun setenang itu setelah bertanya hal sensitif pada orang lain?

 

Ahjusshi, aku akan pergi mandi dan tidur”

 

Kyu Hyun bangkit dari duduknya “Lalu aku? Kau tidak bisa melepas tanggung jawabmu begitu”

 

Hyuna memutar matanya “Tidak perlu berlebihan, jika kau ingin mandi kamar mandinya ada disana” Hyuna menunjuk ke satu titik “Akan kuberikan pakaian ayahku”

 

“Baju ayahmu? Tidak!” Kyu Hyun berucap cepat.

 

“Kau yakin akan memakainya terus?” Hyuna menunjuk baju Kyu Hyun. Lalu gadis itu  mengendus endus pelan ke arah Kyu Hyun, membuat wajahnya mengernyit “Ini benar benar bau”

 

Kyu Hyun segera membaui aroma bajunya. Dan yah, itu memang tidak enak.

 

Pria itu menyerah lalu menurut. Memakai waktunya selama yang dia bisa, Kyu Hyun membersihkan diri di dalam kamar mandi yang kecil itu. Tapi pria itu benar benar terlena untuk membersihkan diri. Membuat Hyuna harus berteriak ketika hampir satu jam Kyu Hyun tidak keluar dari kamar mandi.

 

“Kau mandi atau tidur” Hyuna menggerutu pada Kyu Hyun yang baru selesai mandi. Pria itu telah memakai baju barunya –baju ayah Hyuna-. Terlihat sangat simple dan cocok untuk nya di jaman itu. Hyuna mengerutkan dahi, pria itu.. meskipun memakai baju ayahnya yang sepertinya bukan gayanya, dia benar benar terlihat menawan.

 

“Bajumu sudah kucuci dan kujemur. Mungkin besok akan kering” Hyuna masuk ke dalam kamar mandi, gadis itu bicara pada Kyu Hyun sebelum menutup pintu geser kamar mandinya “Aku sudah menyiapkan tempat tidurmu disana” Tunjuknya pada ruang tengah yang telah tergelar kasur lipat “Besok kita akan kembali mencari sesuatu untuk membawamu pulang”

 

Kyu Hyun mengangguk, lalu sebelum berbalik pria itu bersuara “Kau tidak sekolah?”

 

Weekend, Ahjusshi” Kyu Hyun mengangguk mengerti.

 

-o0o-

Hyuna terbangun saat mendengar suara kicauan burung. Gadis itu mengintip dari celah matanya bahwa matahari telah naik ke permukaan. Dia bangun, terduduk dan merengkangkan tubuhnya.

 

Keluar dari bilik kamarnya, dia melihat Kyu Hyun yang masih terlelap dalam damai di balik selimut. Gadis itu perlahan mendekat, dan berjongkok di depan Kyu Hyun.

 

Semalam saat keluar dari kamar mandi, Hyuna menemukan Kyu Hyun yang telah terlelap. Pria itu benar benar lelah sepertinya. Terlihat dengan lingkaran hitam dibawah matanya. Tapi sepertinya, pagi ini lebih baik dari semalam.

 

Hyuna tersenyum tanpa sadar. Tidak pernah sekalipun dalam mimpinya, ada pria yang tiba tiba datang padanya dan bilang bahwa dia adalah seseorang dari masa depan. Apalagi, pria itu adalah pria dewasa, Ahjusshi baginya. Mengingat itu, membuat Hyuna berfikir berapa sebenenarnya umur Kyu Hyun. Apakah pria itu memang lebih tua, atau malah lebih muda daripada dia di masa depan?

 

Entahlah, dia tidak mau repot memikirkan hal itu. Hyuna merasa, saat ini menjadi lebih baik. Dengan kedatangan Kyu Hyun, dia bisa mempunyai teman untuk bicara. Hal yang tidak pernah dia dapatkan selama ini. Yah, meskipun kebanyakan perbincagan mereka akan menjadi perdebatan. Tapi Hyuna menyukainya.

 

Hyuna kembali memfokuskan matanya pada Kyu Hyun, wajah itu.. “Mungkin memang benar kau itu seorang Idol, ahjusshi” katannya pelan, lalu tersenyum. Wajah tampannya yang menyadarkan Hyuna bahwa pria itu memang pantas bekerja di dunia entertainment.

 

Hyuna akan beranjak, namun matanya menangkap sesuatu di samping kepala Kyu Hyun. Gadis itu mengambilnya.

 

“Kelopak bunga lagi” lirihnya.

 

Hyuna melirik Kyu Hyun yang mengernyit dalam tidurnya. Tak lama, pria itu mulai membuka matanya. Untuk sepersekian detik, Hyuna merasakan jantungnya bekerja lebih cepat. Hanya sesaat, karena pria itu langsung terduduk. Menyadari kehadiran Hyuna.

 

“Apa?” Tanyanya pada Hyuna dengan suara serak. Pria itu merasa heran melihat Hyuna di dekatnya. Hyuna berdehem.

 

“Aku menemukan ini di sampingmu saat kau tidur” Hyuna menyerahkan kelopak bunga itu. Kyu Hyun mengambilnya.

 

“Bunga yang sama seperti kemarin?” Tanyanya menatap Hyuna. Gadis itu mengannguk.

 

Kyu Hyun kembali melihat kelopak bunganya “Kali ini berwarna putih ya” Lirihnya. “Hyuna, apa kau merasa kelopak bunga ini adalah petunjuk untukku?”

 

Hyuna mengangguk “Aku juga berpikir begitu. Dan–” Hyuna menggantungkan kalimatnya, membuat Kyu Hyun menunggu. Namun gadis itu ragu untuk bicara. Dia hanya belum terlalu yakin.

 

“Apa?”

 

“Tidak apa apa” Hyuna bangkit dan menatap Kyu Hyun dibawahnya “Kita harus bersiap ahjusshi. Lalu melihat, apakah kita akan menemukan kelopak bunga lagi kali ini”

 

-o0o-

Kyu Hyun dan Hyuna berjalan di sekitar area perumahan. Mereka mulai penyusuran dari tempat dimana Kyu Hyun terbangun kemarin pagi. Pertigaan menuju Paran High School. Dan sekarang, hari mulai terik.

 

“Ahh! Berhenti” Kyu Hyun berucap. Pria itu membungkuk, meletakkan kedua tangannya di lutut. Nafasnya terengah.
“Aku butuh istirahat, nona muda. Kaufikir ini mudah? Kita berjalan, bukan naik kendaraan” gerutunya.

 

Hyuna memutar mata. Gadis itu masih terlihat ‘baik baik saja’ meskipun nyatanya dia juga lelah. Tapi nyatanya, dia masih bisa bertahan. “Ahjusshi, kau memalukan”

 

Kyu Hyun mengangkat wajahnya yang berkeringat, menatap Hyuna skeptis “Kau menyebalkan”

 

Hyuna melihat sebuah taman kecil tidak jauh dari mereka “Ayo, istirahat disana” tunjuknya.

 

Mereka duduk disebuah bangku taman yang tidak terlalu ramai. Tapi masih ada beberapa orang yang berlalu lalang untuk sekedar bersantai menikmati taman bunga, atau mendengar musisi yang sedang tampil di salah satu sudut.

 

Sepertinya taman ini memang cukup populer.

 

Suara musisi jalanan yang sampai di telinga mereka membuat Hyuna terlarut. Gadis itu tersenyum lalu tanpa sadar menggerakan tubuhnya ringan mengikuti alur musik. Sesekali, dia ikut bersenandung bersama. Itu cukup menenangkan dan membuat lelahnya hilang.

 

Kyu Hyun yang sadar akan Hyuna mendengus sebal “Hanya begitu, aku juga bisa” gerutunya, yang dapat di dengar Hyuna.

 

Gadis itu menoleh skeptis ke arah Kyu Hyun “Ahjusshi, bukannya kau seorang idol?”

 

Kyu Hyun mengangguk mantap “Yaps. Dan aku bisa menyanyi lebih bagus dari mereka”

 

“Kalau begitu, coba nyanyikan satu lagu untukku”

 

Kyu Hyun tertawa hambar “Untukmu? Baiklah, jika kau membayarku dengan harga yang sepadan”

 

Hyuna menyipit “Apa kau hanya akan bernyanyi jika kau dibayar”

 

“Apa kau bercanda? Tentu saja. Menjadi idol juga pekerjaan. Aku memberikan suaraku, dan mereka harus membayarku. Kau fikir, darimana aku hidup jika aku tidak mendapat bayaran”

 

“Cih, sombong”

 

Kyu Hyun tergelak, menatap Hyuna acuh “Dengar ya, nona muda. Aku tidak akan bisa menjadi seperti ini jika aku tidak melakukan itu” Kyu Hyun menunjuk dirinya. Menunjukan bagaimana dia berpakaian mahal, tubuh yang terurus, dan wajah tampan itu yang selalu dirawat.

 

“Ya, aku dapat melihatnya” Hyuna berucap sinis. “Lalu, apa kau tidak tertekan dengan pekerjaanmu ini? Kau kan hanya perduli dengan uang”

 

“Hmm” Kyu Hyun melipat tangannya di depan dada “Tidak. Karena pada dasarnya aku sangat suka bernyanyai”

 

Hyuna terkesiap “Bohong” ujarnya cepat.

 

“Aku serius!” Kyu Hyun tersenyum ketika dia mengenang masa kecilnya. Masa kecilnya yang diahabiskan hanya untuk bernyanyi “Dulu, setiap aku dan keluargaku bepergian. Aku hanya akan bernyanyi sepanjang jalan. Bahkan terkadang, kakakku sering marah karena dia tidak bisa beristirahat karena aku”

 

Hyuna memandang Kyu Hyun takjub –diam diam- Pria itu menerawang dan tersenyum  tulus, senyum yang kali pertama dilihat Hyuna dari seorang Ahjusshi sombong seperti Cho Kyu Hyun.

 

“Bagus sekali, kau bisa mewujudkan impianmu” Hyuna merespon.

 

“Yah, itu cukup mudah. Suaraku tidak akan ditolak di agensi manapun” Sombongnya membuat Hyuna menyesal sempat terpesona pada pria itu.

 

“Kau tahu, saat memulai debutku dulu aku sangat bersemangat. Sangat senang melihat semua orang menyukai suaraku. Perasaan–” Kyu Hyun menggantung kata katanya ketika dia tidak bisa menjeleaskannya dengan kata kata “Ahh, pokoknya sangat luar biasa. Ketika semua orang bertepuk tangan setelah aku bernyanyi, aku merasa sangat sangat–” Hyuna menatapnya berbinar. Kyu Hyun tampak antusias menceritakan tentang dirinya “Luar biasa” Kyu Hyun menyelesaikan kalimatnya.

 

“Haah~ aku tidak bisa melupakan saat saat itu” Kyu Hyun kemudian menunduk dan tersenyum samar “Tapi beberapa tahun belakangan, aku tidak lagi menemukan semuanya sama seperti dulu. Waktu telah berubah”

 

Hyuna melipat bibirnya kedalam, gadis itu menatap Kyu Hyun “Ahjusshi” panggilnya, membuat Kyu Hyun menoleh.

 

“Berhentilah memikirkan uang dan ketenaran”

 

Kyu Hyun mengernyit, namun sebelum pria itu kembali bersuara Hyuna melanjutkan “Berhenti memikirkan uang dan ketenaran. Lalu kembalilah pada apa yang biasa kau lakukan dulu. Maka, kau akan menemukan semangatmu seperti dulu”

 

“Apa maksudmu”

 

“Kau sadar tidak, bahwa yang kau lakukan itu menekanmu secara mental. Bukan waktu yang berubah, tapi kau yang berubah. Mungki tidak semua orang berubah karena waktu, tapi kau menjadi salah satunya. Kau sudah terlalu jatuh dalam hal duniawi. Sehingga kau merasa, apa yang kau sukai harus mendapat imbalan. Padahal kau sudah pernah merasakannya, bahwa meskipun tidak ada imbalan kau merasa luar biasa. Kenapa? Karena kau menyukainya. Lihat mereka” Hyuna menunjukan musisi jalanan yang masih bernyanyi di taman.

 

“Mereka tidak perduli, apakah orang akan memberikan imbalan atas apa yang telah mereka lakukan atau tidak. Tapi mereka terus bernyanyi. Mereka tetap bahagia dan bersemangat melakukan itu. Kenapa? Itu karena lagi lagi, mereka menyukainya. Mereka punya passion di dalam musik. Saat kau hanya fokus pada passion mu, kau akan menemukan kedamaian di dalamnya” Ucap Hyuna panjang lebar, lalu beranjak meninggalkan Kyu Hyun dalam ke-diam annya seorang diri. Meresap setiap perkataan Hyuna.

 

Ketika Kyu Hyun masih menunduk dalam pikirannya, sesuatu jatuh di atas pangkuannya. Kyu Hyun menahan nafas “Kelopak bunga” lirihnya.

 

Hyuna kembali dengan dua buah ice cream ditangannya. Gadis itu menyadari hal yang dipegang Kyu Hyun sebelum dia memberikan icereamnya “Biru” ujar Hyuna.

 

-o0o-

Kyu Hyun dan Hyuna melanjutkan perjalanan mereka menjelang sore. Pria itu menjadi lebih banyak diam semenjak penemuan kelopak bunga berwarna biru terakhir kali. Hyuna yang merasa risih dengan situasi ini ingin berbicara, namun gadis itu bingung kata apa yang kira kira tepat untuk diucapkan. Di satu sisi, dia berfikir bahwa penyebab diam nya Kyu Hyun adalah kata katanya tadi siang.

 

“Hentikan” Hyuna tersentak saat Kyu Hyun akhirnya buka suara. Pria itu juga berhenti membuat Hyuna menatapnya heran.

 

Ahjusshi?”

 

Kyu Hyun menatap Hyuna “Hentikan semua ini. Aku tidak akan melanjutkannya”

 

“Apa?” Hyuna membeo “Tapi—kenapa?”

 

Kyu Hyun menatap gadis itu lekat sampai kedalam, hingga Hyuna merasa kakinya lumpuh untuk sekedar memundurkan langkahnya. Pria di depannya, ahjusshi ini, sangat berpengaruh pada nya entah sejak kapan.

 

“Kufikir ini memang takdirku. Kufikir ini memang rencana Tuhan. Tuhan memberiku hadiah dengan melemparku kembali ke masa lampau di ulang tahunku kemarin. Aku tahu, DIA melakukan ini karena aku, adalah seorang yang tak pantas berada dalam seluruh kenikmatan yang diberikan-Nya”

 

“Omong kosong. Kau terlalu berlebihan Ahjusshi” Hyuna berlalu meninggalkan Kyu Hyun, namun pria itu mencegah tangannya. Kembali menatap Hyuna “Aku ingin berhenti”

 

Hyuna melepas kasar tangannya “Kalau begitu, berhentilah. Aku akan melanjutkannya, dengan atau tanpamu, Ahjusshi” Entah karena apa, Hyuna mulai merasa jengkel.

 

Hyuna kembali berjalan, namun suara Kyu Hyun menghentikannya “Kenapa kau keras kepala sekali, ini bukan tentangmu, tapi tentangku!” Suara Kyu Hyun mulai meninggi.

 

Hyuna menoleh, menatap Kyu Hyun dengan sengit “Siapa yang membawaku masuk  dalam masalah ini, ha?”

 

Kyu Hyun mendesah kasar. Pria itu menunduk dan menatap sepatunya dalam diam, kemudian mengangkat wajahnya “Oke, baiklah. Maafkan aku” sesalnya.

 

“Maaf?”

 

“Maaf karena membawamu kedalam masalahku. Sekarang kau sudah bebas, aku tidak akan menganggumu”

 

Hyuna tersenyum sinis “Memangnya aku apa? Aku bukan peliharaan yang setiap saat kau suruh mendekat, aku mendekat. Lalu kau suruh aku menjauh, aku menjauh”

 

Kyu Hyun menatap Hyuna sebal “Nona muda, kau ini kenapa sih?”

 

Ahjusshi yang kenapa! Ada apa denganmu! Kau menyerah setelah semua yang kita lakukan?!”

 

“Kalaupun aku menyerah, ini tidak ada urusannya denganmu”

 

“ADA!” Hyuna berteriak, membuat Kyu Hyun tersentak.

 

“Kau harus kembali. Kau harus hidup di duniamu. Kau harus terus bernyanyi, hidup bersama mimpimu yang telah kau wujud. Kau tidak boleh berada disini!!” Hyuna terengah ketika bicara dalam satu nafas. Gadis itu pun tidak mengerti kenapa dia bersikap seperti ini. Sejujurnya, saat ini, jika dia ditanya apakah jika Kyu Hyun pergi akan membuatnya kehilangan? Maka jawabannya adalah YA. Tapi, ketika itu juga dia sadar bahwa memang tempat Kyu Hyun bukan disini. Bukan di dunianya saat ini. Dia hanya menginginkan yang terbaik untuk Ahjusshi-nya, rasa itu timbul begitu kuat dan dia tidak tahu mengapa. Dan jika yang terbaik adalah dengan mengirimnya pulang, Hyuna akan melakukannya.

 

“Kau—harus pulang, ahjusshi. Harus” Hyuna mengusap kasar setitik air mata yang entah kapan jatuh. Dia merasa marah dan kecewa saat Kyu Hyun mengutarakan niatnya untuk tinggal. Itu artinya pria itu menyerah dan merelekan hidupnya untuk tinggal di zaman ini. Sementara gadis itu tahu bahwa kebahagiaan Kyu Hyun adalah berada di zaman nya sendiri.

 

Hyuna menghentakkan kakinya berjalan menjauhi Kyu Hyun dengan kesal. Gadis itu menghiraukan Kyu Hyun yang terus meneriakkan namanya.

 

“PARK HYUNA—AWAAASS!!”

 

Hyuna tersentak ketika seseorang menariknya kebelakang dan gadis itu merasa sakit saat berbenturan dengan seseorang. Itu Kyu Hyun.

 

Hyuna tidak tahu apa yang terjadi ketika mereka akhirnya berguling guling di aspal dan berhenti ketika tubuh Kyu Hyun menumbur zebra cross di pinggir jalan. Gadis itu Syok.

 

Hyuna mengangkat kepalanya yang berada di dada Kyu Hyun dan menemukan pria itu tak sadarkan diri. Hyuna panik, dia bangkit dan menepuk pipi Kyu Hyun serta mengguncang kan badannya.

 

Ahjusshi!! Ahjusshi bangun!! Ahjusshi!!!

 

-o0o-

Kyu Hyun terbangun dan merasakan kepalanya yang berdenyut. Saat pria itu memegangnya, sebuah perban melingkar disana. Kyu Hyun mengernyit, lalu sesaat kemudian dia mengingat apa yang terjadi. Dia menarik Hyuna ketika gadis itu dengan keras kepala pergi menghiraukan panggilannya karena sebuah motor pengantar Ayam goreng melaju cepat kearahnya.

 

Ketika Kyu Hyun melihat sekitar, dia menyadari bahwa saat ini dia sedang berada di rumah Hyuna. Tertidur di tempat dimana pagi ini dia terbangun. Pria itu tersentak ketika menemukan Hyuna tertidur disampingnya.

 

Kyu Hyun tidak berniat beranjak, pria itu terdiam cukup lama memandang Hyuna disampingnya. Gadis itu tidur meringkuk dan terlihat lelah. Apa karena dirinya? Ah, sepertinya memang iya.

 

Kyu Hyun berdesir ketika mengingat percakapan mereka terakhir kali. Hyuna yang tetap pada pendiriannya, menyuruhnya pulang kembali kedunia 2016. Ya, Kyu Hyun memang mengharapkan hal itu. Tapi kenapa, ketika dia memikirkan harus kembali dan meninggalkan Hyuna, hatinya enggan untuk itu.

 

Kyu Hyun kemudian tampak berfikir. Sekarang tahun 1996, dan umur Hyuna adalah 15 tahun. Berarti dua puluh tahun kemudian, gadis itu berumur 35 tahun. Kyu Hyun tersenyum simpul, lalu tanganya tanpa sadar bergerak mengusap rambut Hyuna “Noona, eh?” katanya pelan.

 

Hyuna mengerjap pelan dalam tidurnya dan tak lama, gadis itu terbangun. Matanya menangkap Kyu Hyun yang menatapnya dalam, dengan senyum. Hatinya berdesir.

 

“A-Ahjusshi

 

Hyuna bangkit terduduk dan segera merapikan rambutnya “Apa kau lapar, Ahjusshi? Aku sudah membuatkan sesuatu untukmu”

 

Hyuna mengambil makanan yang sempat dia buat saat Kyu Hyun pingsan tadi. Gadis itu membawanya ke depan Kyu Hyun “Makanlah”

 

Pria itu menatap makanan, lalu beralih ke Hyuna “Kau sungguh membuatnya?”

 

Hyuna mengangguk “Maaf, hanya ini yang bisa kubuat” Kyu Hyun menatap makanan kembali. Tidak buruk, makanan rumah.

 

“Well, aku bertaruh dengan rasanya” Kyu Hyun mulai menyuap makanan kemulutnya. Tiba tiba, Hyuna menyerahkan sesuatu.

 

“Ini” Gadis itu membuka tangannya “Saat aku selesai memasak, aku menemukannya berada diatas tubuhmu”

 

Kyu Hyun mengambilnya “Kelopak bunga..merah” Kyu Hyun tampak berfikir.

 

Ahjussi” Kyu Hyun mengalihkan tatapannya pada Hyuna. Gadis itu tampak ragu untuk bicara.

 

“Sebenarnya, aku memikirkan sesuatu. Aku tidak yakin apakah ini mungkin, tapi–”

 

“Katakan” Kyu Hyun menyela “Katakan apapun yang kau fikirkan”

 

Hyuna ganti menatap Kyu Hyun “Kau akan menarik kata katamu kan? Kau tidak akan menyerah dan terus berusaha untuk kembali ke duniamu kan?”

 

Kyu Hyun menatap mata Hyuna yang entah kenapa membuatnya sesak, pria itu kemudian mengangguk.

 

Hyuna mengeluarkan sesuatu yang tersembunyi di balik bajunya, Kyu Hyun mengernyit “Kalung?”

 

“Kalung ini adalah hadiah dari Ibuku sebelum beliau meninggal. Dan ini–” Hyuna menunjuk liontinya “Berbentuk sebuah bunga, namanya Lotus”

 

“Lotus?”

 

Hyuna meletekkan kembali kalungnya, lalu menatap Kyu Hyun “Aku sangat suka bunga Lotus untuk itu Ibu memrikanku sebagai hadiah. Dan, apa kau tahu Ahjusshi. Semua kelopak bunga yang kita temukan adalah kelopak bunga Lotus”

 

“Benarkah?” Kyu Hyun mengernyit.

 

“Bunga Lotus tumbuh di air, aku cukup terkejut ketika melihat semua kelopak yang kita temukan baik baik saja. Maksudku, yaah.. tidak kering atau mati”

 

Hyuna mengumpulkan semua bunga yang mereka temukan sejak kemarin. Semua ada empat warna. Ungu, Putih, Biru, dan Merah.

 

“Semua ini kita temukan secara bertahap, dan muncul bergantian. Dan keempatnya memiliki makna”

 

“Apa itu?” Kyu Hyun nampak penasaran.

 

“Kelopak bunga  pertama yang kita temukan, adalah Ungu” Hyuna menunjuknya “Ungu artinya mistis. Dan menurut ajaran Budha, ungu melambangkan jalan. Kita menemukan ini di tempat Ahjusshi terbangun pagi itu”

 

Kyu Hyun menatap Hyuna penuh makna “Apa maksudmu, warna ungu ini adalah yang mengawali semuanya? Kau menyebutkan ‘jalan’ tadi”

 

Hyuna mendesah “Mungkin saja begitu” Gadis itu kemudian menunjuk kelopak bunga yang kedua “Putih”

 

“Putih menandakam kemurnian pikiran dan ketenangan dari sifat manusia. Kita menemukannya saat kau bangun pagi ini”

 

“Aku sudah lebih tenang dan pikiranku menjadi lebih baik setelah tidur. Itu maksudmu?” Kyu Hyun menimpali.

 

“Kuharap begitu” Hyuna melanjutkan pada bunga yang ketiga “Biru”

 

“Kita menemukannya di taman siang ini” Kyu Hyun menyela, Hyuna mengangguk. “Biru melambangkan kendali seseorang atas pikiran dan semangat dalam melepaskan aspirasi dalam hidup. Lotus biru tidak benar benar terbuka, menandakan bahwa seseorang tidak boleh berhenti untuk belajar dan mecapai kebijaksanaan dalam hidup”

 

Kyu Hyun menatap Hyuna dalam, gadis itu mengatupka bibirnya rapat, sejenak dia menjadi salah tingkah “Kebijaksanaan. Kau—membuatku membuka mata”

 

“Ha?” Hyuna tak mengerti kemana arah pembicaraan Kyu Hyun. Pria itu hanya tersenyum lalu menggeleng “Lanjutkan”

 

“Terakhir, kelopak bunga merah” Hyuna melipat bibirnya kedalam. Gadis itu memberanikan diri menatap Kyu Hyun. Detik itu, hanya jarum jam dinding yang terdengar “Lotus Merah melambangkan kasih sayang, dan cinta tanpa pamrih”

 

Tidak ada kata setelah itu. Suara angin malam menemani mereka karena pintu geser yang terbuka. Baik Kyu Hyun, maupun Hyuna hanya sibuk pada diam-nya masing masing. Entah apa, tidak ada yang tahu bagaimana mereka saling berfikir saat itu.

 

Ahjusshi” Hyuna memanggil pelan “Hmm?”

 

“Jika semua ini memang benar, jika semua kelopak bunga ini adalah jalanmu untuk pulang. Maka, hanya tinggal satu kelopak bunga lagi yang harus kita dapatkan”

 

“Dan apa itu?”

 

“Merah muda”

 

-o0o-

 

Kyu Hyun dan Hyuna duduk berhadapan. Ditengah tengah mereka tersusun empat kelopak bunga dengan warna yang berbeda. Malam semakin larut dan keduanya tidak terpengaruh akan hal itu.

 

“Merah muda diartikan sebagai tempat tertinggi dan suci. Konon, semua bunga Lotus hanya akan tunduk pada Lotus merah muda. Lotus merah muda melambangkan keadaan pikiran seseorang yang merupakan tahap dimana ia telah melalui segalanya. Sekarang, Ahjusshi..kau harus menemukan Lotus merah muda itu”

 

“Aku harus apa?” Kyu Hyun terlihat gusar.

 

Hyuna memberanikan dirinya memegang tangan Kyu Hyun yang berada di atas paha pria itu. “Pejamkan matamu, dan pikirkan. Pikirkan segala hal tentang hidupmu. Mimpimu, keluarga, orang orang terkasihmu. Dan pikirkan, pikirkan betapa besarnya alasan kau harus bertahan dan kembali keduniamu. Pikirkan dengan orang orang yang menunggumu dengan cinta. Pikirkan juga semua kelakukanmu, yang baik dan yang buruk. Lalu mantapkan dalam hatimu. Kau-ingin-kembali”

 

“Ini semua hanya tentang mu. Kontrol pikiranmu, kendalikan semuanya”

 

Hyuna mensugesti Kyu Hyun dalam diamnya pria itu. Kyu Hyun melakukan persis dengan apa yang dikatakan gadis itu. Tiba tiba semua penggalan cerita hidupnya berputar bagai rol film dikepalanya. Saat dia kecil, saat dia mulai tumbuh dan sekolah. Kesukaannya pada bernyanyi, bagaimana dia debut, bagaimana dia mulai mengenal orang orang hebat. Bagaimana dia mencintai pekerjaanya. Lalu, mengingat betapa buruknya dia bersikap beberpa tahun belakangan. Sombong dan angkuh. Keras kepala dengan ucapannya yang sering menyakiti orang. Semuanya berputar lancar dikepalanya.

 

Hyuna melihat dahi Kyu Hyun yang berkerut dalam. Gadis itu mulai was was dan khawatir dengan apa yang terjadi. Namun kemudian, sesuatu terjadi.

 

Hyuna menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri. Sebuah benda yang terbang masuk kedalam rumahnya. Terbang dengan sangat tenang. Dia bercahaya. Luar biasa cantik hingga Hyuna menghilangkan fokusnya pada Kyu Hyun dan memperhatikan benda melayang itu.

 

“Lotus..merah muda” Lirihnya.

 

Angin mulai bertiup kencang menemani Lotus merah muda itu hingga rambutnya beterbangan, namun dia tidak perduli.

 

Hyuna melihat kelopak bunga itu jatuh di tengah tengah antara dirinya dah Kyu Hyun. Berkumpul dengan 4 kelopak lainnya. Lalu sesuatu terjadi. Ketika akhirnya mereka berlima membaur dan berputar membentuk pusaran angin membuat Hyuna sempat tersentak. Gadis itu mundur karena kuatnya pusaran angin. Perabotan di dalam rumahnya sudah berserakan dan dia semakin takut. Melirik ke arah Kyu Hyun, dia melihat Kyu Hyun masih dalam posisinya.

 

Ketika pusaran angin itu mulai berhenti, sesuatu jatuh tepat didepan Kyu Hyun. Hyuna menelan ludahnya.

 

Kyu Hyun membuka matanya perlahan dan menemuka Hyuna berdiri di sudut ruangan. Pria itu lalu melihat kebawah, didepannya adalah sebuah Candy Jelly berbentuk bunga Lotus.

 

“Ini–”

 

Ingatan Kyu Hyun pada malam itu mulai masuk tanpa permisi. Sekelebat kejadian saat dia berbincang bincang dengan beberapa orang, lalu kemudian seorang pelayan datang dan menawarkan sesuatu padanya. Ya, Kyu Hyun yakin, itu adalah Candy Jelly berbentuk Lotus dan dia memakannya.

 

“Aku—memakan ini malam itu” Lirihnya mengambil candy jellynya.

 

Hyuna mendekat dan kembali duduk di depan Kyu Hyun.Gadis itu menatapnya hati hati “Jika kau memakannya sekarang, kau akan kembali ke tempatmu, Ahjusshi

 

Kyu Hyun mengangkat kepalanya dan menatap Hyuna “Hyuna, aku–”

 

Ahjusshi, aku penasaran. Apakah diduniamu, kita akan bertemu lagi?” Tannya nya dengan senyum getir. Hyuna menghela nafas dan tiba tiba saja satu tetes air mata jatuh tanpa dia sadari. Gadis itu menyekanya kasar “Ah, maafkan aku. Aku jadi sedikit cengeng”

 

Kyu Hyun berdesir. Satu tangannya terangkat dan mengusap air mata Hyuna yang kembali jatuh. “Aku bukan ahjusshi untukmu”

 

Hyuna tersenyum “Benarkah?”

 

Kyu Hyun mengangguk. Lalu kemudian tanpa aba aba, pria itu memasukan candy jelly-nya kemulut dan mulai mengunyah. Hyuna tertegun.

 

Kyu Hyun menelan candy jellynya dan tersenyum menenangkan, berbanding terbalik dengan Hyuna yang mulai khawatir “Terimakasih untuk segalanya. Terimakasih untuk menyadarkanku arti hidupku.  Aku akan kembali sebagai Cho Kyu Hyun yang baru”

 

Bibir Hyuna mulai bergetar menandakan tangisnya yang hebat akan keluar. Dia melihat Kyu Hyun yang mulai pudar di depannya. Gadis itu mulai panik “A-ahjusshi

 

Kyu Hyun maju semakin dekat pada Hyuna. Tangannya mengusap kembali pipi Hyuna, kepalanya semakin mendekat hingga hidung mereka bersentuhan. Hyuna tak dapat begitu merasakannya karena Kyu Hyun semakin menghilang.

 

Ketika Kyu Hyun berucap tepat di depan bibirnya, Hyuna yakin satu hal — “Kita akan bertemu. Aku akan menemukanmu. Aku janji”

 

Bahwa dia, jatuh cinta pada Ahjusshinya. Cho Kyu Hyun.

 

Bibir mereka bertemu tepat dengan Kyu Hyun yang menghilang. Ketika Hyuna membuka matanya yang sempat tertutup, dia tidak menemukan siapapun disana. Tidak siapapun. Cho Kyu Hyun telah menghilang. Yang tersisa hanya ruang kosong yang ia duduki seorang diri.

 

Perban Kyu Hyun yang melilit dikepala pria itu sebelumnya, tergeletak di depannya. Menemani Hyuna yang menangis dalam diam.

 

 

-o0o-

 

MBC Building, Radio Star Waiting Room, 2016

 

“Kyu Hyun~ah!” Manager Kyu Hyun berdiri terengah di depan pria itu. Membuat Kyu Hyun mengernyit bingung.

 

“Ada apa hyung?”

 

Manager nya melirik ke atas meja, dimana snack Kyu Hyun telah tersedia “Aku sudah meminta crew untuk tidak memberikan ini padamu, kau tahu itu kan?” Ucapnya terengah, Kyu Hyun mengangguk “Tapi mereka masih tidak mendengarku. Jadi–” Pria itu mengambil camilan Kyu Hyun “Aku akan menggantinya dengan makanan kesukaanmu. Tunggulah disini aku akan pergi membelinya”

 

“Biarkan saja!”

 

“Eh?” Manager Kyu Hyun terdiam ditempatnya “Aku akan makan itu, Hyung. Tinggalkan saja. Dan mulai sekarang aku akan memakan apapun yang diberikan. Mereka sudah sibuk bekerja Hyung, jangan kau suruh menyediakan makanan lain hanya untukku”

 

Manager Kyu Hyun mematung. Apa benar ini Cho Kyu Hyun yang dikenalnya?

 

“Tunggu apa lagi? Bawa itu kesini” Dengan menahan kebingungannya, Manager Kyu Hyun memberikan makanan itu padanya.

 

“Kyu Hyun~ah!” Lagi seseorang memanggilnya. Kim Gura masuk membuat Kyu Hyun berdiri untuk menyambut tamunya. “Apa kau sudah bertemu  produser kita yang baru?”

 

“Ahh” Kyu Hyun menjentikkan jarinya mengingat Producer acara Radio Star telah diganti “Belum. Apa dia berada disini sekarang?”
Eo. Dia sedang berkeliling untuk menyapa. Mungkin sebentar lagi dia sampai kemari”

 

Gura tersenyum senang membuat Kyu Hyun berdecak menggelengkan kepalanya. Tak lama seorang wanita masuk bersama beberapa orang yang Kyu Hyun tau juga adalah orang orang Radio Star.

 

“Oh! Gura~ssi. Kita bertemu lagi” Sapa wanita itu saat melihat Gura diruangan Kyu Hyun.

 

“Aku kebetulan ada urusan dengan Kyu Hyun” Ucapnya membuat semua orang tertawa geli.

 

Dia, wanita itu, tidak tahu bahwa sejak injakan pertamanya di ruangan itu sepasang mata telah menatapnya lekat. Mata itu tidak berpaling, semakin intens disetiap detik.  Dan itu milik Cho Kyu Hyun.

 

Pria itu masih mematung ditempatnya.

 

Wanita itu baru mengalihkan pandangannya pada Kyu Hyun. Dia tersenyum ramah membuatnya tambah menawan dengan rambut panjang tergerainya. Wanita itu sedikit heran saat menemukan Kyu Hyun yang menatapnya lebih kepada.. penasaran. Dia mengulurkan tangannya.

 

“Halo, Cho Kyu Hyun~ssi” Kyu Hyun masih dengan ekspresi datarnya menyambut uluran tangan itu “Perkenalkan, saya Park Hyuna. Radio Star new producer

 

Dan detik itu juga, Kyu Hyun tersenyum. Senyum yang hanya dia yang dapat mengartikannya. Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan Kyu Hyun dibalik senyuman itu. Dia hanya tahu satu..

 

Sebuah senyum kelegaan.

 

‘Hyuna~ya. Aku menepati janjiku. Menemukanmu. Lotusku’ Kyu Hyun berucap. Dalam hati.

 

 

 

 

END

 Get the moral massage? Alhamdulilah~ wkwkwk

Sorry for typo (tulisan, waktu kejadian, urutan kejadian, nama tempat, istilah, dsb) Aku hanya manusia biasa yang mencintai gembul Cho tak luput dari kesalahan. #kabuuuuurrrrrrrr

Advertisements

12 thoughts on “[Special Post] LOTUS : Back in Time

Add yours

  1. kadang kalah
    Balik ke masa lalu itu Bikin kita bisa memperbaiki diri

    seandainyaaa
    Masih bisa balik ke masa yang dulu
    Dan Kyuhyun
    salah satu yang paling beruntung bisa Balik ke masa lalu

    Dah ini bisa jadi pelajaran Hidup kedepannya

    huaaa….Gk ada sequel nyaaa

    Pacaran sama noona noona jugaa gk papa
    dimasa laku kan hyuna sudah bantuin kyuhyun

  2. Uuuh manisnya,,,
    Pelajaran bget, hidup tuh ga boleh terllu berlebihan,,,
    Akhirnya kyu bisa jumpa lagi ma hyuna noona,,,
    Kyknya hyuna pun ga lpa tuh sama kyu,,
    ksian dy, waktu di tinggal kyu buat kmbali kmasa depan

  3. hahaha daebaaaaaakkk!!! bener2 deh moral messagenya sampe bgt ke readers ini mah hihi sukaaa bgt suka sukaaaa walaupun awalnya ga baku gitu tp seterusnya ya kaya tulisan kamu yg biasanya hihi lanjuuttt ff baruuuwww

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: