Allure of The Seas #EPILOGUE

allure-wedding

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

WARNING : Tidak menanggung kebaperan yang terjadi. Disarankan baca setelah buka puasa biar bapernya ga kerasa kerasa amat #iykwim  :v

—–oooooo—–

 

EPILOGUE : ‘OUR’ ALLURE OF THE SEAS

 

 

 

 

 

“Maafkan aku”

 

Hyuna menunduk dalam di depan wanita itu. Wanita paruh baya yang kini duduk di kursi roda dengan pakaian khas dan wajah yang hangat.

 

Hyuna tidak tahu apa yang terjadi, tetapi ketika gadis itu duduk diruangan tempatnya berada dengan gaun pengantin yang luar biasa indah dan perasaan gugup tak menentu, wanita itu datang. Dengan senyum lembut yang mengarah padanya yang malah membuatya merasa lebih buruk.

 

“Apa yang kau ucapkan, nak?” Hee Yeon –ibu Kyu Hyun- menyentuh pipinya yang lembut dan menemukan setitik air mata hingga membuat nya basah. “Jangan menangis di hari bahagiamu”

 

Hyuna mendongak dan mata berkaca kaca itu menatap wajah hangat di depannya “Aku tahu, bibi tidak menginginkan ini”

 

“Oh, sayangku” Hee Yeon dengan segala kekuatannya yang duduk dikursi roda, mencoba meraih Hyuna hingga memeluknya dengan lembut dan sayang. Wanita itu terpejam dan mengusap punggung Hyuna.

 

“Apa yang aku harapkan sebelum benar benar pergi dari dunia adalah, melihat Kyu Hyun menikah dengan wajah bahagia. Jika menikah denganmu adalah pilihannya, maka aku hanya akan menyaksikan kebahagiaan itu dengan rasa lega yang luar biasa. Aku tidak menyalahkanmu tentang Emily. Saat itu aku tidak berfikir bahwa Kyu Hyun telah memiliki seseorang disisinya dan dengan egois menyarankan hal itu pada Kyu Hyun. Orang yang seharusnya merasa bersalah adalah aku”

 

Hee Yeon melepaskan pelukannya dari Hyuna, lalu menggenggam jari gadis itu dan meresmasnya lembut “Percayalah, aku benar benar menginginkan pernikahan ini terjadi. Dan saat ini, aku adalah Ibu yang paling bahagia di dunia. Karena bisa menyaksikan bagaimana sakralnya pernikahan putraku dengan seorang yang begitu menakjubkan sepertimu” Wanita itu tersenyum lembut menandakan bahwa tidak ada yang perlu disesali lagi. Tidak ada yang perlu untuk diperdebatkan lagi di hati Hyuna. Berhasil melepaskan segala macam keraguan yang sempat dimiliki gadis itu ketika akhirnya memilih untuk menerima tawaran Kyu Hyun untuk menikah.

 

“Aku mengharapkan kebahagiaan untuk kalian berdua”

 

Dan ketika saat ini, Hyuna bisa mendengar, merasakan dan mengerti bahwa segalanya akan baik baik saja. Gadis itu mengangguk dan mengeluarkan senyumnya. “Terimakasih, bibi”

 

“Berhenti memanggilku seperti orang lain” Dan keduanya pun tertawa.

 

-o0o-

 

 

Hyuna. Gadis itu menatap keluar, ke arah jendela kamarnya yang bergerak gerak. Meresapi segala keindahan Tuhan, menyaksikan matahari terbit dari tempat tidur nyamannya yang berada di Allure yang saat ini tengah membawanya menuju Meyer Werft Shipyard di Papenberg, Jerman. Dia termenung, mengingat kembali percakapannya bersama Ibu Kyu Hyun tepat sebelum dia dan pria itu mengikat janji suci kemarin, perasaannya kembali menghangat.

 

Seperti mimpi, tahun ini adalah tahun yang benar benar bersejarah baginya. Bagaimana dia, sebagai gadis biasa yang mulai dipertemukan dengan cinta. Melewati semua masalah yang silih berganti harus dia hadapi. Lalu luka, kesakitan, pedih yang harus dia rasakan. Kemudian pada akhirnya disinilah dia, berhenti pada ujung yang terasa indah.

 

Ketika senyum itu terbit, Hyuna bersembunyi kecil dibalik selimutnya. Tapi kemudian, gadis itu tersentak ketika dia merasa Kyu Hyun yang ikut bergerak di belakangnya, maju dan tangan hangat itu merayap di perutnya. Hyuna meremang.

 

Kyu Hyun, yang kini telah resmi menjadi suaminya, mengendusnya dari belakang dan Hyuna merasa bergetar. Ingatkan dia tentang keadaan mereka saat ini. Ketika kulit dan kulit itu saling bersentuhan tanpa halangan apapun, Hyuna tidak bisa berfikir banyak selain memutar memorinya pada apa yang mereka lakukan tadi malam. Disini, dikamar ini, di atas Lautan lepas, Allure of The Seas yang berlayar tenang.

 

“Apa istriku sudah bangun?” Hyuna berdegup kencang ketika merasakan suara Kyu Hyun begitu berat dan serak. Dan nafas itu, benar benar menggelitik telinganya hingga dia tidak tahu untuk berkata.

 

Tak mendapat respon apapun, Kyu Hyun mengangkat kepalanya untuk sekedar mengintip Hyuna yang membelakangi dirinya. Pria itu tersenyum kecil lalu menjatuhkan ciuman ringan seringan bulu di kulit pundak Hyuna yang terasa benar benar halus.

 

“Selamat pagi, sweetheart

 

Kyu Hyun mengangkat satu alisnya ketika dia masih juga tidak mendapat respon “Apa yang harus kulakukan dengan diam mu itu, hm?” Tangannya bergerak pelan diperut Hyuna membuat gadis itu bereaksi.

 

Dengan cepat, Hyuna menghentikan pergerakan tangan Kyu Hyun sebelum pria itu menyentuhnya kemana mana “Selamat pagi” Balasnya –pada akhirnya- dengan suara lemah. Bukan karena efek bangun tidur karena nyatanya dia telah terbangun sekitar setengah jam lebih dulu dari Kyu Hyun. Ini karena Hyuna merasa malu.

 

“Lalu, apa istriku yang cantik ini bersedia untuk berbalik dan melihat suaminya” Tanya Kyu Hyun membuat Hyuna menggigit bibir bawahnya. Dengan perlahan dan bersuaha memegangi selimutnya agar tidak bergerak jauh kebawah, Hyuna memutar tubuhnya dan kini terbaring nyaman disamping Kyu Hyun. Wajah malu malunya berusaha menatap Kyu Hyun yang saat ini tengah menopang kepalanya dan memandanginya dengan senyum.

 

Hyuna menarik selimutnya keatas, menutupi wajahnya dengan selimut “Jangan menatapku seperti itu” rengeknya.

 

Kyu Hyun mengambil selimut Hyuna dan menariknya setelah membuat beberapa usaha “Dan jangan menutupinya dariku. Aku suka ketika melihamu malu jika itu karena aku”

 

Dengan tangan kirinya, Hyuna memukul kecil dada Kyu Hyun dan malah membuat pria itu terkekeh.

 

Lalu kemudian, gadis itu mengingat sesuatu dan wajahn malunya berubah serius. Kyu Hyun mengernyit “Aku tidak suka wajah itu, aku lebih suka yang tadi”

 

“Kyu, sejujurnya aku sempat terkejut saat melihat Dong Hae kemarin” Mencoba menghiraukan ucapan suaminya, Hyuna menatap Kyu Hyun dengan penasaran “Bagaimana dia bisa ada disini?”

 

Kyu Hyun menjalankan tangannya pada anak rambut Hyuna, menyingkirkan sebagian dari wajah istrinya “Dia bebas bersyarat”

 

“Kau yang melakukannya?” Kyu Hyun mengangguk sebagai jawaban.

 

“Apa kakakmu tahu? Bagaimana dengan Hye Mi? Apa mereka sudah bertemu? Lalu selanjutnya bagimana?”

 

Kyu Hyun menghela nafas dan tatapannya berubah jengkel pada Hyuna. Tangannya mengapit dagu Hyuna dan membuatnya sedikit mendongak, dengan secepat kilat gadis itu hanya bisa terdiam dengan Kyu Hyun yang meraup bibirnya secara tiba tiba.

 

“Aku benar benar tidak suka membahas masalah orang lain ketika kita menimati waktu berdua” Kyu Hyun mengalihkan pandangannya ke arah selimut Hyuna yang tersingkap, panik gadis itu buru buru mengangkatnya “Dan ketika kita berada di atas ranjang”

 

“CHO KYU HYUN” Hyuna mengintrupsi.

 

Namun kemudian, pria itu menyerah. Kyu Hyun mengambil tangan Hyuna dan menggenggamnya lembut kemudian dia kembali berbicara “Ahra noona tidak tahu bahwa dia bebas bersyarat karena aku. Dan kurasa, kemarin dia sudah bertemu dengan Hye Mi. Untuk selanjutnya? Aku tidak benar benar tahu apa yang akan terjadi. Tapi melihat noona berangsur angsur membaik, sepertinya ini akan berjalan lancar”

 

“Apa Hye Mi tahu dia ayahnya?”

 

Kyu Hyun menggeleng “Kurasa Ahra noona berniat menyelesaikan semuanya secara bertahap. Hye Mi tentu akan tahu, tapi tidak sekarang”

 

Hyuna menghela nafas “Aku benar benar berharap yang terbaik untuk mereka berdua. Tapi untuk saat ini, aku bersyukur keadaan telah kembali normal”

 

“Mungkin jauh lebih baik” Kyu Hyun bergumam “Noona tidak akan lagi terlalu menyalahkan diri sendiri. Dan sejujurnya, aku berharap mereka bersama”

 

Hyuna tersenyum haru melihat Kyu Hyun-nya, tidak, suaminya begitu tulus pada Dong Hae. Orang yang bahkan telah menyebabkan segudang masalah dihidupnya. Gadis itu merasa bangga ketika sadar telah menikah dengan seorang yang bukan hanya tampan dan kaya, juga pintar. Tetapi memiliki hati yang besar seperti Kyu Hyun.

 

Lupa dengan keadannya, Hyuna memiringkan badannya dan memeluk leher Kyu Hyun. Gadis itu memejamkan matanya penuh rasa syukur “Aku tidak perduli  jika kata kataku terdengar murahan, tapi aku akan tetap mengatakannya. Aku .. benar benar bahagia, Cho Kyu Hyun”

 

Kyu Hyun mengeluarkan nafasnya dan tersenyum. Pria itu membalas pelukan Hyuna dengan sayang.

 

Tak lama Hyuna menyadari keadannya hingga membuat gadis itu membuka matanya terkejut ketika merasakan tangan Kyu Hyun yang naik turun di punggungnya.

 

“Em—ku-kurasa, kita harus segera bangun. Bukankah pagi ini, semua orang akan sarapan bersama?”

 

Kyu Hyun maju untuk mengecup pundak Hyuna. “Masih terlalu pagi untuk sarapan”

 

“Tapi kupikir, lebih baik kita datang lebih dulu sehingga tidak membuat yang lain menunggu” Hyuna menggigit bibir bawahnya ketika Kyu Hyun memilih untuk mengabaikan segala bentuk protesan darinya dan terus mengeksplore pundaknya.

 

“Dan kupikir, mereka tahu mereka memang harus menunggu” Kyu Hyun melepaskan diri lalu dengan sekali gerakan, pria itu menjatuhkan Hyuna hingga terbaring kembali di atas kasur. Senyum satu garisnya keluar.

 

“Aku benar kan?”

 

“YA! CHO KYU HYUN!”

 

-o0o-

 

“ITU MEREKA!”

 

“WOHOOOOO~”

 

Hyuna menutup mulutnya terkejut, tetapi setelahnya gadis itu menutup wajahnya dan menyembunyikan diri dibalik Kyu Hyun. Berbanding terbalik dengan Hyuna, suaminya itu malah tersenyum girang dan melambai pada seluruh keluarga dan kenalan mereka yang pagi ini menyambut kedua tokoh utama dengan tepuk tangan meriah untuk sarapan bersama.

 

Hyuna merutuk kecil dalam hati pada Hyunseung yang baru saja berteriak dan membuatnya –dan Kyu Hyun- menjadi pusat perhatian. Ingatkan dia untuk membalas bocah satu itu nanti.

 

“Hyung, kenapa kalian begitu lama? Aku harus menunda sarapan ini karena menunggu kalian. Ah~ perutku lapar sekali” Hyunseung merengek di mejanya membuat orang orang tertawa. Kyu Hyun hanya berdehem lalu mengedipkan matanya pada Hyunseung, dia berbisik pada Hyuna dibelakangnya “Aku hampir melemparnya ke laut saat menemukannya disini kemarin. Kenapa kau baru mengatakan bahwa bocah tengik itu adalah anak dari bibimu yang tinggal di Busan tepat sebelum kita menikah?” Kyu Hyun masih tersenyum pada semua orang “Tapi sepertinya, anak itu menyenangkan juga”

 

“Diam, kau” Hyuna memperingati Kyu Hyun.

 

Hyuk Jae yang duduk satu meja dengan Hyunseung melempar serbet miliknya. Entah sejak kapan dan bagaimana caranya mereka bisa menjadi dekat seperti itu.

 

“Hei bocah, mereka harus melakukan tugas penting sebelum kemari” Lalu tatapannya beralih ke arah Hyuna “Aigoo, lihatlah wajah lelah itu. Hey, Nyonya Cho baru, apa Kyu Hyun tidak membiarkanmu tidur semalaman, eh?” Dan ledekan Hyuk Jae seratus persen membuat semua yang berada di breakfast room itu tertawa. Beberapa tersipu malu sendiri, dan yang lainnya saling melempar siulan.

 

Kyu Hyun menyudahi acara menjadi ‘bintang’ nya dan menggeret Hyuna yang sedari tadi lebih memilih diam untuk duduk di dua kursi kosong yang telah disiapkan untuk mereka di salah satu meja bundar. Disana sudah ada Ibunya, Ahra bersama Hye Mi, Bibi Hyuna, dan bahkan Emily. Sementara Hee Chul dan Ji Soo memilih untuk duduk di meja bundar lainnya menemani Alice dan bayinya.

 

Ketika sarapan bersama dimulai dan suara bising yang hangat serta suara alat makan yang beradu terdengar jelas, Hyuna menyempatkan diri untuk melihat sekitar. Dia tersenyum melihat orang orang di dalam ruangan itu yang telah bersedia menghadiri acara sakralnya kemarin. Semua kerabat, kenalan, dan bahkan keluarga kandung satu satunya hadir. Beberapa orang penting yang sepertinya adalah kolega Kyu Hyun, serta beberapa temannya dari kantor SBC TV, bahkan boss botak yang selalu memerintahnya ini itu pun hadir. Hyuna tidak tahu bagaimana ceritanya mereka bisa ada disini, tetapi gadis itu tahu Kyu Hyun punya kuasa untuk melakukan hal macam ini. Dan lihatlah, walaupun dia telah bersikeras untuk melakukan pernikahan secara sederhana di gereja sederhana, Kyu Hyun malah membawanya untuk mengucap janji di atas Allure Of The Seas, tempat dimana mereka pertama kali bertemu. Merasa terharu? Sangat.

 

“Hyuna~ya, kudengar dari Hyunseung kau mengajukan pengunduran diri dari perusahaan?” Bibi nya bertanya disela sarapan.

 

Kyu Hyun langsung menatapnya, Hyuna dengan senyum getirnya balas menatap Kyu Hyun dengan pandangan menyesal.

 

“Mengundurkan diri? Kenapa aku tidak tahu ini?”

 

Tatapan itu membuat Hyuna takut untuk menjawab. Kyu Hyun memang bisa membuatnya meleleh dengan sikap romantisnya, tetapi pria itu juga ahli dalam membuatnya terintimidasi.

 

Belum sempat mendengar jawaban dari Hyuna, Kyu Hyun merintih karena seseorang mencubit lengannya. Emily.

 

“Ada apa denganmu?”

 

Emily mendengus “Ada apa denganku? Ada apa denganmu! Kendurkan sediki otot matamu jika kau tida ingin matamu mencuat keluar”

 

“Berlebihan sekali”

 

“Aku serius oppa. Jangan sering mengintimidasi perempuan dengan tatapan seperti itu” Emily menunjuk Hyuna dengan dagunya “Kau tidak lihat istrimu tidak bisa mengucapkan sepatah katapun karena tatapan mu itu”

 

Ibu Kyu Hyun dan bibi Hyuna tertawa. Terlihat lucu ketika melihat tingkah para anak muda itu.

 

“Err.. Bukankah kau bilang kita akan menetap di Jerman setelah ini untuk menemani eommonim melakukan pengobatan. Pekerjaanku tentu tidak memungkinkan aku untuk melakukannya. Jadi, aku memutuskan untuk berhenti”

 

Kyu Hyun menatap Hyuna. Benar. Dia tidak berfikir sampai situ.

 

“Hyuna~ya

 

Hyuna menggeleng lalu tersenyum, mengerti kecemasan Kyu Hyun “Aku tidak apa apa. Hal ini sudah aku fikirkan ribuan kali. Ketika aku menerima tawaranmu untuk menikah, aku tahu aku akan menjadi seorang istri dari orang yang sangat sibuk” Hyuna tertawa lalu menepuk pelan tangan Kyu Hyun di atas meja “Jadi, aku hanya akan mengikutimu ketika kau harus sering bepergian. Berada disampingmu, dan menjagamu”

 

Aigoo, pemandangan ini begitu indah” Kata Ibu Kyu Hyun lalu tersenyum lembut pada kedua anaknya.

 

-o0o-

 

Hyuna bersandar pada lengan Kyu Hyu yang hangat dibawah kursi tidur panjang di sisi kapal. Menikmati angin kencang yang berhembus di atas kapal dan suara ombak yang menenangkan. Sebuah payung besar melindungi mereka dari cahaya matahari.

 

Kyu Hyun dengan kacamata hitam dan baju santainya –celana pendek dan kaus putih- terlihat lebih menyilaukan di banding sinar matahari bagi Hyuna. Gadis itu mendongak ke arah suaminya yang sepertinya memejamkan mata di balik kacamata itu. Lalu kemudian, Kyu Hyun bergerak dan menunduk kearahnya, melepas kacamata itu lalu menyelipkannya di kaus yang sedang ia kenakan.

 

“Apa?”

 

Hyuna tersenyum “Apa kau ingat waktu itu, pertama kali kita bertemu?”

 

“Ehem” Kyu Hyun mengangguk.

 

Hyuna melingkarkan tangannya disekitar Kyu Hyun. “Aku tidak menyangka bahwa malam itu, aku bertemu takdirku”

 

“Kau tahu, Kyu Hyun~ah. Setahun terakhir ini, bagaikan mimpi untukku. Bertemu denganmu, seperti mimpi”

 

Hyuna menghela nafas lalu memejamkan matanya di dada Kyu Hyun “Aku tidak pernah berharap atau bahkan membayangkan bahwa aku akan menikah dengan seorang sepertimu. Seseorang yang terlalu sulit untuk dijangkau. Kau terlalu sempurna”

 

“Tapi sesaat, aku memikirkan semua itu bagai kaset yang berputar. Dimulai dari pertemuan kita, lalu saat kita terjebak di pulau tak berpenghuni” Hyuna tertawa sekilas “Mempunyai hubungan yang rumit, hingga banyak masalah yang muncul. Pada akhirnya, aku berakhir disini. Bersamamu”

 

Hyuna kembali mendongak “Dan saat ini, ketika aku bicara, aku tahu bahwa ini semua nyata. Bahwa ini hidupku. Hidupku yang tak pernah sekalipun kubayangkan, tapi nyatanya terjadi juga”

 

“Terimakasih, karena memilihku. Bersedia menerimaku apa adanya. Segala kekuranganku, dan … mencintaiku sepenuh hati”

 

“Aku—mencintaimu sepenuhnya, Cho Kyu Hyun. Aku sangat mencintaimu” Hyuna merasakan matanya memanas dan gadis itu menjatuhkan setitik air mata. Menatap Kyu Hyun membuatnya kehilangan kendali sehingga saat kata kata tulus itu keluar dari mulutnya, dia tidak bisa menghentikan dirinya untuk menangis haru sebagai bukti betapa dia begitu bersyukur atas jalan hidup yang Tuhan berikan untuknya.

 

Kyu Hyun mengusap pipi Hyuna dan mengecup kening istrinya dengan sayang “Aku juga mencintaimu, istriku”

 

Ketika Kyu Hyun melepaskan ciuman keningnya dan memandang Hyuna, gadis itu menyentuh pipi Kyu Hyun dengan lembut. Pria itu merasa, saat ini, detik ini, dia adalah manusia paling beruntung yang bisa memiliki Hyuna disampingnya. Entah apa, bagaimana caranya seorang Park Hyuna yang awalnya benar benar jauh dari jangkauannya sekarang menjadi seorang yang tidak bisa dia lepaskan, menjadi seorang yang begitu penting untuk hidupnya, mengetahui serta bersedia menerima segala kekurangannya, dan semua itu… Kyu Hyun benar benar merasakan hal luar biasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Perasaan bahagia itu membuncah, meluap luap.

 

Kyu Hyun mencium Hyuna dengan segala perasannya yang coba dia salurkan. Betapa dia adalah orang yang lebih berterimakasih karena gadis itu, dan betapa dia tidak bisa hidup dengan benar tanpa adanya Hyuna yang akan selalu mengoreksi segala kesalahannya.

 

Lalu kemudian, Kyu Hyun melihat Hyuk Jae yang berlari melewatinya saat dia masih mencium Hyuna, namun selama pria itu tidak menganggunya, itu bukan masalah bagi Kyu Hyun.

 

Tapi, kening Kyu Hyun berkerut saat melihat Ji Soo juga berlari melewatinya dan Hyuna –yang masih berciuman- dengan sebuah bingkisan kecil ditangannya.

 

Mencoba mengabaikan, Kyu Hyun makin dibuat penasaran dengan Hyunseung yang ikut ikutan berlari dengan nafas terengah dengan sebuah speaker ditangannya. Apa apaan?

 

Dan orang berikutnya adalah Emily yang sibuk membawa sterofoam, lalu bahkan Sungmin yang memang datang di acara mereka kemarin, berlari kearah yang sama.

 

Tuhaaan~ apa sekarang dia melihat kakaknya bersama Dong Hae membawa banner besar? Tunggu, Bersama Dong Hae? Dan untuk apa banner itu? Kyu Hyun menjadi tidak fokus.

 

Hyuna melepaskan ciumannya ketika melihat mata Kyu Hyun berlarian kemana mana. “Ada apa?”

 

“Lihat mereka” ujar Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun membalik badannya dan menemukan sekumpulan orang orang itu berada di ujung kapal dan sibuk melakukan sesuatu. Hyuna mengangkat sedikit tubuhnya dan melihat apa yang membuat Kyu Hyun begitu penasaran, dan gadis itu pun kini dibuat heran.

 

“Kenapa lagi dengannya?” Kyu Hyun mengernyit melihat Hee Chul berada di satu dek lebih tinggi dari para kumpulan itu, dan terlihat mengarahkan sesuatu pada mereka.

 

Ketika Ji Soo berlari dan hendak melewati mereka kembali, Hyuna bangkit dari tempatnya dan mencegah Ji Soo untuk bertanya “Ada apa ini?”

 

Gadis itu terengah dan menatap kesal kearah Hee Chul “Orang itu” geramnya sambil mengatur nafas “Jika saja ini bukan untuk kebaikannya, aku tidak sudi menjadi pesuruhnya” umpatnya kecil membuat Hyuna tak mengerti.

 

“Apa?”

 

Ji Soo menatap Hyuna kembali dengan nafas yang sudah lebih baik “Tunggu dan saksikan” kemudian gadis itu pergi.

 

Hyuna kembali ketempatnya dan seperti kata Ji Soo, dia dan Kyu Hyun menunggu dengan penasaran apa yang sebenarnya akan terjadi.

 

Ji Soo kembali melewatinya dan kini membawa Alice dengan mata tertutup. Eh? Hyuna mengernyit, apa ini seperti pikirannya?

 

Semuanya terjadi secara bertahap ketika pada akhirnya Alice sampai lalu duduk dengan nyaman di tempat yang telah disediakan, dan orang orang yang konyol tadi –menurut Kyu Hyun- berpencar untuk sembunyi, dan saat ini adalah show time.

 

Kyu Hyun ingin tertawa melihat Hee Chul dari kejauhan yang terlihat begitu gugup. Lalu dengan speaker ditangannya, dan sebuah bunga di tangan lainnya, pria itu bergetar.

 

Ketika Alice membuka matanya dan gadis itu terheran dengan apa yang terjadi, dia menemukan Hee Chul yang berada satu tingkat diatasnya dengan sebuket bunga mawar menatapnya tak fokus. Angin berhembus dan menerbangkan cardigan yang dipakai pria itu, serta rambutnya yang panjang menjadi tak beraturan.

 

Gadis itu menemukan banner besar dengan tulisan yang membuatnya tertegun, dia berkedip pelan seakan tak percaya “Apa yang–”

 

Hee Chul menarik nafasnya panjang dan …

 

 

 

 

 

 

 

 

“MENIKAHLAH DENGANKU, ALICE!!!!”

 

.

.

 

 

 

THE END

Udaah yaa, ga baper kan? :v

Buat yang lagi lagi masih kurang sweet momentnya, itu privasi pengantin baru jadi gaboleh diumbar sering sering :3

Yang nanyain Hae-Ahra, pokonya gitulah. Mereka gamau masa masa CLBK nya terkuak ke publik. Intinya sekarang mas Dongek telah insaf dan kembali kejalan yang benar #Yeay

Hee Chul juga, katanya dia sama Alice gamau ngumbar kemesraan di wp, maunya di IG @hxxnim #LOL

Over all, AOTS OFFICIALLY END HERE. Thankyou so much yang udah ngikutin dari awal dan bersedia menunggu. Itulah mengapa Epilog dengan rate ga sesuai sama bulan puasa -maafin aku ya Allah- ini tercipta dan di post dengan tanpa password. Ini adalah bentuk terimakasihku padamu #eaa pada kalian para readers. Ehehehe.

BYE BYE, SEE YOU ON … #DOMINIQUELEGACY  :*

Advertisements

64 thoughts on “Allure of The Seas #EPILOGUE

Add yours

  1. akhirnya mereka menikah juga pasangan ini so sweat banget sihhhh jadi iri dehhh. yahhhhhhhh lagi seru2nya ko end sihhh feelnya dapat. padahal aku tadinya mengharapkam ffnya dilanjut lagi.

  2. perfect epilogue !!!
    finally mrk nikah jg. dan ibu kyu mulai membaik. itu yg lg adaian lamaran diatas kapal kok bisa ? maksudnya alice kan udh punya anak. kmrn pas di part awal dia lg hamil besar. oh jangan bilang kalau ayah biologis dr bayi yg dia kandung itu hee chul. serius itu org aneh bisa nyetak bayi ??!!! 😆

  3. ige mwoya? entah kenapa terasa gantung. tapi gak papa lah. asalkan happy ending.
    oh ya, bukankah alice itu hamil ya? hee chul bukan ayah dari janin alice bukan? ahh.. bingung.

  4. Wow happy ending
    Ini keren banget, bener bener keren gaya penulisannya, awal cerita, konflik sampe ending smua nya keren. Feel nya dapet banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: