Allure of The Seas #Bab 15

10410906_933990119979173_4056174074798696315_n

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

 

Bab 15 : Mother

 

 

 

Bukan tanpa alasan Kyu Hyun mau dan bersedia untuk duduk berhadapan dengan seorang wanita dengan paras dan usia matang di depannya itu. Ya, wanita berjasa yang berhasil membawanya lahir kedunia tanpa kekurangan satu apapun.

 

 

Kyu Hyun tidak dapat berkata kata, setidaknya untuk saat ini. Ketika yang dia rasakan hanya canggung yang luar biasa dan perasaan pilu di hatinya. Oh, pria itu pun cukup terkejut dengan satu fakta ini. Bahwa rasa itu datang dari perasaan rindunya yang sedari dulu bersembunyi entah dimana.

 

 

Ketika Kyu Hyun akhirnya mendengar sesuatu -tarikan nafas ibunya- pria itu mengangkat wajahnya. Bertatapan dengan wajah berumur itu, hatinya berdesir tatkala ingat bahwa ibunya saat ini bukan seorang wanita sehat. Wajahnya yang putih pucat, senyumnya yang lemah, mengingatkan Kyu Hyun pada kondisi beliau saat terakhir kali dia menemuinya bersama Hee Chul.

 

“Apa… kondisimu baik baik saja?” Kyu Hyun bersuara dan disambut dengan tatapan takjub di depannya. Kyu Hyun mengembalikan ekspresinya secepat mungkin ketika dia sadar mungkin wajahnya telah bereaksi berlebihan.

 

“Aku tidak pernah sebaik ini” jawab ibunya. Wanita itu, dengan tangan lemahnya mencoba menggapai Kyu Hyun. Dia mengelus setiap jengkal wajah Kyu Hyun hingga berhenti dan mengusap ringan pipi nya.

 

“Aku tidak tahu bahwa putraku akan tumbuh setampan ini”

 

Kyu Hyun tetap mengunci mulutnya. Dia merasa tidak ada kata yang harus dia keluarkan saat ini.

 

“Kyu Hyun~ah” Kyu Hyun menyahut kecil ketika ibunya memanggil dia dengan lembut “Eomma, minta maaf atas semua yang terjadi padamu, tidak bisa berada disampingmu ketika kau tumbuh. Dan perlu kau tahu, aku sangat menyesal tidak bisa menyaksikan sendiri bagaimana anakku tumbuh menjadi orang hebat seperti ini”

 

Cho Kyu Hyun merasakan matanya mulai memanas dengan semua perkataan ibunya. Ditambah dengan pemandangan itu, melihat ibunya menangis dan menyesali perbuatannya yang sudah pasti bukan karena keinginannya. Namun dilain hal, Kyu Hyun merasa marah pada diri sendiri ketika bertahun tahun sudah dia berfikir buruk tentang ibunya dan memutuskan untuk membencinya. Apa dia pantas untuk disebut seorang anak? Lihat bagaimana wanita di depannya itu bersimpuh memohon maaf karena tidak berasa disampingnya dalam waktu lama. Lalu bagaimana dengannya? Yang sudah jelas jelas menjadi anak durhaka selama bertahun tahun.

 

“A-ahra noona mengurusku dengan baik” Kyu Hyun menunduk dan menghela nafas pelan ketika dia sadar tidak ada kata lain yang bisa dia ucapkan.

 

Ibunya mengangguk dengan semangat dan mengusap pipinya yang basah dengan air mata. Tangannya kembali mengusap pipi Kyu Hyun dan lainnya menggenggam tangan pria itu.

 

“Aku tahu. Dan, aku bersyukur Ahra menjadi kakakmu”

 

 

-o0o-

 

Malam semakin larut ketika Hyuna keluar dari kamar mandinya dengan handuk yang tergelung diatas kepala. Gadis itu baru pulang sekitar satu jam yang lalu dan hal pertama yang dia lakukan adalah membersihkan diri.

 

Duduk di atas sofa diruang TV nya, Hyuna mengambil beberapa kertas dari dalam tas yang sebelumnya dia lemparkan ketika masuk kerumah.

 

Gadis itu menghela nafas ketika melihat dokumen perjalanan bisnis yang diberikan atasannya pagi ini. Ya, tepat sebelum keadannya membaik bersama Kyu Hyun. Lagi lagi perusahannya mengirim Hyuna untuk meliput berita diluar Korea. Untuk beberapa jam lalu, mungkin Hyuna akan senang hati menerimanya. Dia hanya akan punya waktu untuk menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Tapi sekarang, tidak setelah hubungannya dan Kyu Hyun mulai membaik. Terlepas dari semua itu, dia hanya tidak ingin kembali membuat jarak yang terlalu beresiko kembali untuk keduanya.

 

Ya, tetapi tugas adalah tugas. Dan bawahan adalah bawahan. Jika atasannya mengatakan Hyuna untuk melakukan A, maka gadis itu akan lakukan.

 

Hyuna menguap merasakan kantuknya dan dia beranjak ke kamar setelah mematikan lampu. Hyuna menjemur handuknya dan bergegas berselonjor kaki dibawah selimutnya. Hari ini kakinya telah bekerja sangat keras.

 

Hyuna mematikan lampu tidur dan mulai memejamkan mata dengan nyaman dibawah selimut hangatnya. Sekitar tiga puluh menit berlalu ketika tiba tiba, saat dirinya perlahan mulai menyebrangi alam mimpi tetapi tertarik kembali kedunia nyata karena merasakan sesuatu mengusiknya.

 

Hyuna mengerjap dan langsung terjaga ketika tidak butuh waktu lama untuknya sadar bahwa seseorang berada di belakangnya, diatas kasurnya. Gadis itu menggigit bibirnya merasa gemetar dan takut.

 

Namun semua itu hilang ketika tiba tiba Hyuna merasa orang itu memeluk tubuhnya hangat dari belakang. Yang tadinya ingin berteriak, Hyuna malah merasakan dadanya bergemuruh saat tahu itu adalah Kyu Hyun. Ya, aroma itu adalah aroma Kyu Hyun.

 

Cho Kyu Hyun, pria itu menyerukkan wajahnya ke leher bagian belakang Hyuna dan mencium dalam aroma wangi dari rambut gadisnya yang masih semi basah. Kemudian helaan nafas yang panjang dan berat keluar dari mulutnya.

 

Dalam diamnya, Hyuna mengerutkan dahi mendengar itu. Jelas ada yang tidak beres ketika Kyu Hyun berada di tempatnya pada larut malam dan dengan apa yang baru saja pria itu lakukan.

 

“Apa terjadi sesuatu?” Hyuna bersuara, tak tahan menyembunyikan kekhawatirannya.

 

“Kau tidak tidur?” Kyu Hyun mengangkat wajahnya. Hyuna bergerak perlahan dan memutar posisi tubuhnya. Gadis itu menyalakan lampu tidur yang berada disampingnya dan cahaya yang cukup untuk mereka menatap satu sama lain langsung bersinar.

 

“Tadinya”

 

“Ah, aku pasti membangunkanmu. Maafkan aku”

 

Hyuna menggeleng. Matanya menelusur wajah Kyu Hyun yang terlihat sangat sangat pucat. Pria itu terlihat lelah dengan kerutan disana sini. Juga, dia baru sadar bahwa pipi gembul yang Hyuna sukai saat ini terlihat menciut.

 

Tangan kanannya terangkat mengusap pipi Kyu Hyun. Pria itu tersentak namun tidak menolak “Cho Kyu Hyun, bisakah kau membagi bebanmu padaku? Aku tidak suka melihatmu jadi seperti ini”

 

Kyu Hyun tersenyum samar, memejamkan mata dan menikmati sentuhan kulit Hyuna di pipinya “Apa aku jelek?”

 

“Ya. Kau sangat jelek tanpa pipi gembulmu”

 

“Apa kau akan meninggalkanku kalau aku jelek?”

 

“Tidak. Aku akan mengembalikan pipi gembulmu agar kau kembali terlihat tampan”

 

Kyu Hyun terkekeh “Aigoo, hanya kau gadis yang menyukai aku dengan pipi bulat”

 

“Kita sudah sepakat sebelumnya, sekarang ceritakan padaku jika ada yang terjadi”

 

Kyu Hyun membuka matanya dan menatap Hyuna dalam beberapa detik. Kemudian tangan kanan pria itu bergerak kebawah leher Hyuna dan menjadikannya bantalan. Seakan mengerti, Hyuna menggeser tubuhnya perlahan dan dengan posisi menyamping, dia mendekat lebih ke arah Kyu Hyun, bersembunyi di balik cerukan leher pria itu. Aroma Kyu Hyun benar benar membuatnya kecanduan.

 

Kyu Hyun mengusap rambut Hyuna dengan lembut ketika dia mulai bersuara “Ibuku… datang”

 

“Sejujurnya, itu sangat mengejutkan” Kyu Hyun terdiam beberapa saat “Tapi terlepas dari semuanya, aku sadar aku sangat.. merindukannya”

 

Hyuna bergerak perlahan membuat Kyu Hyun melonggarkan pelukannya. Gadis itu mendongak dan tatapannya bertemu dengan Kyu Hyun.

 

“Lalu, apa yang membuatmu bernafas begitu berat?”

 

Kyu Hyun menggeleng kecil “Entahlah. Aku merindukannya, dan senang bisa bertemu dengannya. Tapi aku bingung bagaimana harus bereaksi. Ini semua begitu tiba tiba”

 

“Untuk kali pertama dalam hidupku, Ibu kandungku berada disini. Ditempat yang bisa aku lihat. Wanita itu, orang yang telah melahirkanku. Jadi aku ingin merasa nyaman tanpa kejanggalan ini. Jika aku melihat di kehidupan orang lain, mereka bebas untuk berekspresi pada orang tua mereka. Yah, aku tahu mungkin ini karena kami tidak bertemu dengan waktu yang lama. Tetapi tetap saja, aku iri pada mereka yang tidak pernah sungkan meminta, berkata dan bercengkrama pada orang tua mereka. Aku ingin melakukan itu juga. ”

 

“Kyu, kau tahu. Setiap orang selalu merasa iri pada kehidupan orang lain. Mereka menganggap kehidupan orang lain itu lebih baik dibanding dengan kehidupan yang mereka punya. Padahal, semua orang punya kekurangan dan mereka tidak melihat kekurangan itu. Dan, kau juga pasti sadar banyak orang yang iri dengan hidupmu yang terlihat sempurna. Itu karena mereka tidak tahu bahwa ada kekurangan juga padamu. Jadi maksudku, jangan selalu membandingkan hidupmu dengan orang lain dan merasa iri dengan hal itu. Jika kau ingin merasakan hal yang sama, jemput kebahagianmu sendiri”

 

“Tapi aku tidak tahu caranya, dan harus bagaimana aku, jadi seperti apa aku”

 

“Tentu saja kau tidak perlu menjadi orang lain. Setiap orang punya cara mereka sendiri untuk bahagia. Kau, kau bisa memulai ini perlahan lahan dan jadilah seperti dirimu yang biasanya. Aku yakin setelah beberapa waktu, semuanya akan baik baik saja”

 

“Aku tidak pernah yakin dengan diriku, dan sifatku yang seperti ini” Kyu Hyun memandang Hyuna dengan sendu. “Aku kurang bisa membawa suasana dan selalu bersikap acuh. Aku takut ibuku akan menjadi sungkan kepadaku, anaknya sendiri. Dan kami akan berakhir dengan hubungan yang selamanya canggung. Yah, maksudku, aku”

 

“Kau bisa, tuan muda” Hyuna menarik narik kecil kancing kemeja Kyu Hyun dan bicara dengan sedikit gemas. Baru pertama kali melihat Kyu Hyun yang tidak percaya diri dan menurutnya itu lucu.

 

“Apa?”

 

“Kau bisa melakukannya. Satu telah berhasil”

 

“Apa yang kau maksud?”

 

“Aku. Kau berhasil membuatku menyerah dengan sikap acuh dan ‘tidak bisa membawa suasana-mu’ itu”

 

Kyu Hyun tersenyum geli dan mengangguk setuju.

 

“Kyu”

 

“Hmm?” Pria itu kembali menempatkan fokusnya pada Hyuna.

 

“Aku senang”

 

Wae?”

 

“Kau bisa terbuka seperti ini. Aku senang. Aku bisa merasakan bebanmu juga. Bagaimana? Rasanya melegakan, bukan? Bisa memikul rasa sulitmu bersama”

 

Kyu Hyun mengangguk “Tidak buruk”

 

Hanya sepersekian detik ketika Hyuna sadar bibir Kyu Hyun telah menempel di bibirnya. Gadis itu tersenyum kecil sebelum memejamkan matanya. Hyuna merasakan Kyu Hyun yang lebih rileks setelah dia bercerita dan itu sangat membuatnya melambung, dia hanya merasa seperti mendapat pengharagaan. Yah, mengurus seorang Cho Kyu Hyun membutuhkan perhatian dan kesabaran ekstra dan gadis itu patut bangga atas keberhasilannya. Dia juga merasa percaya diri karena hal itu membuatnya terlihat jauh lebih berguna dibanding sebelumnya. Mungkin dia berfikir berlebihan, tetapi bukankah wajar jika dirinya merasa tidak berguna ketika sesuatu terjadi pada Kyu Hyun dan dia tidak bisa berbuat apapun?

 

Bagi Hyuna, saat ini adalah saat yang benar benar membahagiakan dalam hubungan mereka. Dimana tidak ada batasan dan hanya ada keterbukaan satu sama lain.

 

-o0o-

 

Pagi menyongsong dengan sambutan suara kicau burung yang bernyanyi riang. Ketika sinar matahari itu mengusik tidurnya, Kyu Hyun mengernyitkan dahi dan secara perlahan matanya terbuka. Pria itu menghela nafas dan lebih menyipitkan matanya ketika dia merasa sedikit kesal dengan waktu tidurnya yang terganggu.

 

Membalik posisinya yang sebelumnya tidur telungkup, Kyu Hyun berbalik dan meletakkan kepalanya pada bantal. Menatap langit langit kamar, pria itu tersenyum mengingat dia berada di kamar gadisnya. Lalu tertawa ketika menatap pakaian kerjanya yang masih melekat sempurna. Yah, memang apa yang dia fikirkan.

 

Mengekori seluruh ruangan, Kyu Hyun tidak menemukan Hyuna dan dia langsung terbangun. Aroma masakan tercium ketika Kyu Hyun membuka pintu kamar dan mendapati gadisnya tengah sibuk di dapur dengan apron soft pinknya yang cantik. Tidak, bukan apronnya yang cantik. Hyuna-nya yang selalu menawan dengan segala tampilan apapun.

 

Dengan malas dan jalan terseok, Kyu Hyun menghampiri Hyuna di dapur. Gadis itu tampak sangat fokus dengan irisan wortel di atas talenannya. Hingga dia bahkan tidak sadar Kyu Hyun berjalan mendekat lalu, memeluknya.

 

Hyuna terkesiap “Ahhh~” Gadis itu menghela nafas keras “Apa ini salah satu hiburan pagimu? Mengagetkan seseorang?” Hyuna mendelik ke arah Kyu Hyun melihat pria itu tertunduk di atas bahunya dengan mata yang enggan terbuka.

 

“Apa yang terjadi semalam?” Kyu Hyun bersuara nyaris hilang. Sangat serak.

 

“Tentu saja tidak terjadi apa apa. Apa yang kau fikirkan sepagi ini tuan Cho?”

 

“Berharap sesuatu terjadi” Kyu Hyun terkekeh ketika Hyuna berdecak “Berhenti bicara dan berfikir aneh aneh. Mandi dan sarapan”

 

Shirreo~” Kyu Hyun mengeratkan pelukannya pada Hyuna membuat gadis itu tersenyum. Rasanya sangat nyaman ketika seseorang yang kau selalu khawatirkan dan membuatmu selalu jungkir balik berada dalam jarak pandangmu yang sedekat itu. Hyuna merasa luar biasa lega setelah semuanya. Gadis itu bahkan tidak ingin memutar kejadian ulang untuk mengingat bagaimana buruknya keadaan beberapa waktu yang lalu.

 

“Jadi Hyuna~ya, kufikir kau tampak menawan dengan ini” Kyu Hyun menarik narik kecil apron Hyuna membuat Hyuna tertawa keras.

 

“Menawan katamu? Lalu apa aku terlihat mirip dengan Song Hye Kyo? atau Jun Jihyun”

 

“Kau berada diatasnya” dan gadis itu kembali tertawa. Kyu Hyun memiliki rasa humornya sendiri yang dia baru tahu.

 

“Aku ingat telah melewatkan beberapa kali hadiah awal bulanmu. Bagaimana jika aku memberikan apron limited editon untuk hadiahmu bulan depan?”

 

“Oh, Cho. Tidak lagi”

 

Wae. Aku tidak hanya asal bicara saat bilang kau menawan dengan apron itu”

 

Hyuna menoleh kebelakang sekilas dan menatap Kyu Hyun skeptis. Pria itu mengendikkan bahu dan dengan gerakan secepat kilat mencium Hyuna sebelum gadis itu sempat untuk protes.

 

“Aku akan mandi, dan sarapan” dan Kyu Hyun pun kabur setelahnya.

 

Mereka berdua menyantap sarapan setelah Kyu Hyun selesai membersihkan dirinya. Tidak, bukan mereka. Hanya Kyu Hyun. Sementara Hyuna hanya sibuk menyodorkan makanan kepada Kyu Hyun tanpa menyentuh sedikitpun nasi di dalam mangkuknya.

 

“Kenapa berlebihan sekali? Aku hanya cukup roti atau sandwich atau makanan ringan lainnya untuk sarapan. Dan Hyuna~ya, berhenti melakukan itu. Habiskan makananmu” Kyu Hyun berkata degan mulutnya yang penuh dan menatap protes pada Hyuna. Bisa Hyuna lihat kekesalan di mata Kyu Hyun dan dia memilih untuk menghiraukannya.

 

Gadis itu menggeleng “Berhenti protes. Aku akan makan setelah kau menghabiskan makanamu” gadis itu melihat jam dinding “Hari ini, aku tidak bekerja. Dan kau harus berangkat ke kantor dalam setengah jam lagi”

 

“Tidak bekerja? Wae?”

 

Hyuna mengerjap dan bingung untuk menjawab. Sebenarnya hari ini hari bebas tugasnya dan besok dia akan berangkat untuk perjalanan bisnis. Gadis itu belum bercerita pada Kyu Hyun dan sepertinya tidak buruk jika membuka percakapan pagi ini kan?

 

“Kyu~ ada sesuatu yang belum kuceritakan”

 

“Mwoga?” Kyu Hyun menyuap sesendok nasi ke mulutnya dan menatap Hyuna.

 

“Aku akan pergi karena tugas”

 

“O? Kemana” pria itu menyeruput sesendok sup

 

“Taiwan”

 

Kyu Hyun menghentikan pergerakannya dan kembali mengarahkan fokusnya pada Hyuna “Kapan?”

 

“Besok”

 

Kyu Hyun menegakkan duduknya dan meletakkan sendoknya. Pria itu menatap lurus kemata Hyuna “Kenapa baru bilang padaku?”

 

“Aku baru diberitahu kemarin dan setelah semua yang terjadi aku lupa memberitahumu. Saat kau bertanya tentang pekerjaan, aku baru ingat”

 

Hanya ada jeda diantara keduanya dan Hyuna menunggu reaksi Kyu Hyun dengan was was. Apa pria itu marah? Apa dia tidak diizinkan pergi? Kerutan di kening gadis itu bertambah.

 

Tapi kemudian, Hyuna mengubah ekspresinya kembali dan merasa bingung. Tunggu, kenapa dia melakukan ini? Ini seperti.. seorang istri yang meminta izin pada suaminya untuk pergi jauh. Yah, meskipun dia tahu Kyu Hyun adalah kekasihnya, bukankah memberitahunya sudah cukup? Apa yang akan dilakukannya jika Kyu Hyun memang tidak mengizinkannya pergi? Dia harus tetap pergi karena ini adalah pekerjaan. Dan tentunya, dia bukan seorang istri yang terkekang. Tunggu, istri? Ada apa dengan pikirannya pagi ini.

 

Hyuna menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan pemkirannya sendiri. Befikir, terlihat bingung dan membuat kerutan di dahi. Tingkahnya telah menjadi tontonan Kyu Hyun sejak tadi, membuat pria itu harus menahan geli.

 

“Apa kau baik baik saja?” Kyu Hyun bersuara membuat Hyuna tersentak. Gadis itu terlihat kaget dan tiba tiba pipinya memerah. Hey!

 

“Hyuna~ya, ada apa denganmu? Kau sakit?” Kyu Hyun berubah menjadi khawatir. Pria itu menangkup wajah Hyuna dan menyentuh dahinya, lalu menyamakan suhunya dengan suhu badannya.

 

“Kau tidak demam” gumam Kyu Hyun.

 

Hyuna melepaskan diri dari pria itu “Tentu saja aku baik baik saja, aku hanya–”

 

Hyuna melirik Kyu Hyun yang menanti jawabannya “Hanya–”

 

Dan gadis itu merasa frustasi sendiri “Habiskan sarapanmu dan pergi ke kantor, Cho Kyu Hyun”

 

“Kau yakin kau baik baik saja?”

 

“Ya ya ya. Aku sangat yakin”

 

Kyu Hyun kembali mengambil sendok supnya dan memakan sarapannya kembali “Berapa lama kau berada di Taiwan”

 

“Emm, sekitar satu minggu? Aku tidak yakin”

 

“Selama itu?”

 

Hyuna mengendikan bahunya.

 

“Apa kau meliput sesuatu? Kurasa tidak butuh waktu selama itu kan?”

 

“Yap. Dan aku memiliki beberapa seminar untuk beberapa hari. Jadi kurasa, itu masuk akal”

 

Kyu Hyun tersenyum kecil “Kufikir gadisku benar benar berprestasi ditempat kerjanya. Punya kesempatan mewakili perusahaan untuk ikut seminar”

 

Hyuna terkekeh “Tch! Apa kau baru menyadarinya?”

 

Ky u Hyun membebaskan tangannya dari apapun, lalu memangku dagunya dan menatap Hyuna “Kalau begitu jika kita punya anak, apakah dia akan sejenius aku atau sekreatif dirimu, ya?”

 

Hyuna kembali memerah ketika Kyu Hyun tiba tiba membahas sesuatu seperti anak? Keluarga? maksdunya.. pernikahan? Ya Tuhan, kenapa pagi ini dia merasa sangat konyol?

 

“Kurasa kau sudah telat Cho Kyu Hyun. Ayo, kuantar ke parkiran”

 

-o0o-

 

Kyu Hyun memutus sambungan telepon setelah bicara pada kakaknya. Ketika lampu lalu lintas berubah warna menjadi merah, pria itu berhenti dan memikirkan percakapannya barusan bersama Ahra.

 

Semalam, saat bertemu dengan ibunya dia merasa tidak melakukan banyak hal dan lebih banyak terdiam karena kecanggungan dan kebingungan. Itulah yang membuatnya menemui Hyuna –setelah mengantar ibunya pulang- untuk bertanya. Dan pagi ini pun, kakaknya menelpon untuk memberikan saran yang kurang lebih sama dengan apa yang dikatakan Hyuna. Terlepas dari semua itu, Kyu Hyun merasa orang lain lebih mengetahui banyak tentang dirinya. Dan itu membuatnya bersyukur bahwa saat ini, ada orang orang yang bersedia menjadi tempatnya bertanya ketika dia tersesat.

 

Sore ini sepulang kerja, dia berniat untuk kerumah Hee Chul dan bertemu dengan ibunya –kembali- demi membangun suasanya yang diinginkannya. Dan jika memungkinkan, kesempatan untuk membawa sang ibu tinggal dirumah kakaknya bersama dia dan Ahra sempat terlintas. Ini juga merupakan usaha Kyu Hyun untuk memulai mengurus ibu kandungnya. Dia juga berencana bertanya pada Hee Chul tentang kondisinya saat ini. Sejujurnya, Kyu Hyun tidak benar benar yakin bahwa ibunya dalam keadaan yang baik. Beberapa waktu lalu dia bahkan melihat wanita paruh baya itu tidak dapat menggerakan anggota tubuhnya. Itu bagus melihatnya semalam bisa berjalan dan berbicara, tetapi Kyu Hyun harus tetap memantaunya mulai sekarang.

 

Satu panggilan masuk dan Kyu Hyun mengernyit melihat sederet angka yang tidak dia kenali.

 

“Halo?”

 

“Cho Kyu Hyun, ini aku. Lee Sung Min”

 

Kyu Hyun terdiam beberapa saat “Lee Sung Min”

 

“Bisakah kita bertemu sekarang?”

 

Kyu Hyun menimang setelah melihat jam dan mempertimbangkan berbagai hal sebelum dia menyetujuinya. Pria itu kemudian melaju ke rute yang berbeda dari kantornya setelah mendapat alamat dari tempat yang disebutkan Sung Min. Dan tentu saja, telah menghubungi Hyuk Jae untuk mengurus rapat pagi ini.

 

-o0o-

 

 

“Aku tidak akan berlama lama karena rapat keduaku tidak bisa diundur. Ada apa, Lee Sung Min~ssi?”

Kyu Hyun menatap lawan bicaranya yang terduduk tenang. Merka berada di kedai kopi yang lumayan sepi.

 

“Sebelumnya, aku minta maaf tiba tiba menghubungimu dan menyita waktumu. Hanya, ada beberapa hal yang ingin kubicarakan padamu”

 

“Bicaralah”

 

“Ini mengenai, Dong Hae”

 

“Seperti dugaanku”

 

Sung Min menatap cangkir kopinya “Apa tidak ada yang bisa kau lakukan untuk membantunya?”

 

Kyu Hyun mengetuk ngetukan jari telunjuknya secara perlahan di bibir cangkir kopinya “Aku tidak yakin dengan itu”

 

Sung Min menghela nafas “Aku tahu aku seperti seorang tidak tahu diri. Tapi kurasa, kau mengenalnya sangat baik, seperti aku mengenalnya”

 

“Jadi maksudmu, karena kau mengenalnya sangat baik kau tahu dia sebenarnya tidak benar benar melakukan perbuatan jahat dan kau ingin menolongnya. Lalu karena aku juga mengenalnya dengan baik, aku akan melakukan hal yang sama denganmu?”

 

Sung Min tersenyum, dan Kyu Hyun tersentak saat menemukan senyum itu begitu lembut dan tulus “Dari perkataanmu barusan, kau sudah mengatakan jawabannya”

 

“Apa?”

 

“Kau juga berfikir bahwa dia tidak benar benar melakukan semua itu”

 

Kyu Hyun terdiam, merasa tercekat. “Dan jika kau memang tidak sadar, kau sebenarnya telah membantunya. Tidak, selalu membantunya. Hingga detik ini. Apa aku salah?”

 

Pria itu menatap Sung Min dengan datar.

 

“Terimakasih” Sung Min menunduk dan tersenyum getir “Kau melakukan hal hebat dengan berada di depan untuk membantunya disaat aku membantunya dari belakang. Tapi kurasa itu menjadi lebih kuat. Kita sama sama menginginkan Lee Dong Hae kembali seperti dulu”

 

“Apa kau bicara tentang kiriman e-mail itu?”

 

Sung Min tersentak untuk beberapa detik, kemudian menatap Kyu Hyun dan tersenyum “Aku terkejut kau tahu, tapi lebih aneh jika kau tidak mengetahuinya. Seorang Cho Kyu Hyun memang meganggumkan”

 

Kyu Hyun ikut tersenyum “Terimakasih atas pujiannya. Tapi kupikir, ide untuk mengirimi e-mail e-mail itu tidak buruk. Ketika Dong Hae selalu diingatkan pada masa lalunya, tidak menutup kemungkinan dia bisa berubah perlahan”

 

“Ya, dan satu hal yang aku syukuri. Dia tidak pernah tahu bahwa aku yang mengirim pesan pesan itu padanya”

 

Kyu Hyun mengangguk “Sudah kubilang, dia melakukan semua itu hanya diliputi kemarahan sesaatnya. Membuatnya buta akan segala hal dan bersikap bodoh” Keduanya terkekeh pelan.

 

“Jadi, apa kau akan membantunya kali ini?” Sung Min kembali bertanya

 

Kyu Hyun menghela nafasnya “Aku tidak tahu. Bisakah kau memberiku waktu?”

 

“Tentu saja Cho Kyu Hyun. Dan.. aku secara pribadi benar benar berterimakasih padamu. Terimakasih banyak”

 

-o0o-

 

Seminggu berlalu setelah pertemuan dengan Ibunya yang membuat Kyu Hyun merasa kewalahan atas dirinya sendiri. Tapi sepertinya, semua berjalan lancar dan sekarang pria itu sudah merasa lebih santai. Tidak seperti dia, pribadi ibunya sangat menyenangkan dan pandai bergaul. Beruntung karena menjadikannya bertindak lebih mudah. Kyu Hyun tersenyum ketika tahu bahwa Ibunya dan Hyuna, tidak lebih kurang memiliki pribadi menyenangkan yang sama.

 

Ngomong ngomong soal Hyuna, dalam kurun waktu seminggu ini juga pikiran Kyu Hyun terpecah menjadi beberapa bagian. Salah satunya, memikirkan keadaan gadisnya yang sedang bekerja di luar Korea saat ini. Yah, mereka tetap berhubungan satu sama lain. Dan untuk beberapa alasan, Kyu Hyun membuat dirinya lebih over protetive hingga memutuskan untuk menghubungi Hyuna satu jam sekali. Jika dia ada rapat dan pertemuan penting lainnya, maka Hyuk Jae yang akan turun tangan untuk menghubungi gadis itu dan mempertanyakan keadan Hyuna disana.

 

Apa Hyuna merasa terganggu? Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin ketika seorang kekakasih yang begitu kau cintai merasa khawatir dan kau terganggu. Itu sangat tidak etis. Tapi gadis itu juga mengakui bahwa sejujurnya tindakan Kyu Hyun itu sedikit, emm.. berlebihan. Menolak? Bisa apa dia ketika pacarnya yang over protektive itu adalah seorang Cho Kyu Hyun. Dia harus terbiasa, tidak, gadis itu sudah mulai terbiasa dengan hal hal menakjubkan ala Cho Kyu Hyun ini. Bagaimanapun, dia tidak bisa menolak takdir bahwa Kyu Hyun terlahir dengan sendok perak dimulutnya dan pria itu bebas menggunakannya. Termasuk, memanjakan dan menggunakan sikap ‘terlalu’nya pada Hyuna.

 

Kembali pada Kyu Hyun, malam ini untuk pertama kalinya, pria itu mengadakan makan malam keluarga yang sudah dia rencanakan sejak tiga hari yang lalu. Rumah nya –rumah kakaknya- menjadi lokasi strategis untuk membuat malam ini begitu berkesan.

 

Kyu Hyun keluar dari dalam kamarnya dengan setelan semi formal yang tampak elegant namun terkesan santai dengan kaus putih berleher V di dalamnya. Memegang kunci mobil, pria itu turun dan menemukan beberapa pelayannya sibuk menata meja di beranda samping rumah yang mengarah pada taman bunga pribadi milik kakaknya.

 

“Kyu Hyun~ah, apa kau akan berangkat sekarang?”

 

Ahra muncul dari dapur dengan sepiring.. emm, dia tidak yakin apakah itu udang atau cumi cumi atau apa. Tetapi sepertinya makanan laut.

 

“O. Noona, apa semuanya sudah siap?” Kyu Hyun menolehkan kembali pandangannya keberanda “Apa kita punya cukup waktu?”

 

Aigooo, tentu saja. Jangan khawatir. Ketika kau datang semua sudah beres”

 

Kyu Hyun mengangguk “Oke, aku pergi sekarang. Eomma mungkin sudah menunggu”

 

Eoh. Hati hati dijalan”

 

Belum lima langkah pria itu bergerak, Kyu Hyun dihentikan dengan teriakan Hye Mi di belakangnya.

 

Samchoooon!”

 

Pria itu menoleh dan menemukan Hye Mi berlari dengan kaki kaki kecilnya. Babysitter Hye Mi mengikuti gadis cilik itu dari belakang dan terlihat kewalahan.

 

Kyu Hyun berjongkok dan menangkup Hye Mi yang menghambur ke arahnya. “Ada apa, cantik? Kau butuh sesuatu? Ingin samchon belikan sesuatu?”

 

Hye Mi menggeleng keras “Aku ingin ikut”

 

Kyu Hyun menatap Hye Mi dalam keterkejutan “Ikut?” dan matanya beralih pada Ahra dengan tatapan ‘apa dia boleh ikut?’

 

Ahra maju untuk mendekati putrinya “Kau boleh ikut asalkan kau berjanji untuk tidak nakal, dan menurut pada samchonmu. Bagaimana, Choi Hye Mi?”

 

“Em” Hye Mi mengangguk dengan satu kali anggukan mantap. Kyu Hyun tersenyum, mengacak rambut Hye Mi dan berdiri sambil menggendong gadis kecil itu. Dia berucap pada babysitter Hye Mi “Biar dia bersamaku, kau bisa tinggal dan membantu Ahra noona

 

Setelah itu, Kyu Hyun membawa Hye Mi keluar dan menaiki mobil. Pukul 6, masih ada cukup waktu untuk pergi ke mini market dan membelikan Hye Mi beberapa camilan.

 

Butuh waktu lima belas menit untuk Kyu Hyun sampai dirumah Hee Chul. Tetapi karena sebelumnya pria itu mampir di mini market, dia tiba sepuluh menit lebih lama.

 

Saat menepikan mobilnya, Kyu Hyun menoleh ke arah rumah Hee Chul dan mendesah kecil. Jika dipikir pikir, dia tidak perlu menjemput ibunya hanya untuk makan malam jika saja sang ibu tinggal bersamanya. Tapi seperti saran yang diberikan Hee Chul tempo hari, bahwa sepertinya itu terlalu cepat dan mungkin akan membuat ibunya tidak nyaman. Bukan, lebih merasa khawatir karena Kyu Hyun tahu tentang penyakitnya yang sewaktu waktu bisa kambuh. Wanita itu hanya merasa tidak ingin merepotkan Kyu Hyun, meskipun pria itu adalah putra kandungnya.

 

Kyu Hyun menatap Hye Mi yang memakan cokelat di kursi penumpang di sampingnya. Pria itu tersenyum kecil. “Hye Mi~ya, ayo turun”

 

Gadis kecil yang pintar. Hye Mi memasukan kembali cokelatnya ke dalam kantung plastik. Mengambil selembar tisyu dari box kecil di sampingnya dan membersihkan tangan, juga menepuk nepukan di sekitar multunya beberapa kali. Tingkahnya membuat Kyu Hyun menahan geli “Hye Mi~ya, apa ibumu mengajarkan hal itu?”

 

Hye Mi mengangguk “Eomma bilang untuk selalu terlihat bersih dan rapi jika kita akan bertemu orang”

 

Kyu Hyun menyipit “Wah, kau belahjar sangat baik. Pintar sekali”

 

Kyu Hyun bergegas turun dari kursi kemudianya. Memutar arah dan membuka pintu Hye Mi. Membuka sabuk pengamannya dan menggendong gadis itu.

 

Aniyo samchoon, aku ingin turun”

 

Jinjja? Baiklah”

 

Kyu Hyun menuntun Hye Mi ke arah rumah Hee Chul. Dan seperti sudah ditunggu, pintu itu terbuka menampilkan Ji Soo dengan baju terusan santainya yang terlihat cukup bagus dikenakannya. Yah, jika diingat selama ini Kyu Hyun hanya melihat Ji Soo dengan celana jeans dan atasan.

 

“Wah, Hye Mi!” Ji Soo berlari kecil dan berjongkok di depan Hye Mi. Mengabaikan Kyu Hyun yang jelas berada disampingnya. Pria itu mengerutkan dahinya tak habis pikir.

 

“Kyu Hyun~ah, wasseo?” Hee Chul muncul entah dari mana dengan .. yah, kenapa dia selalu melihat pria itu dengan baju berbunga sih?!

 

“Waaa! Yeppeuda” Kyu Hyun menunduk melihat Hye Mi yang menunjuk ke arah Hee Chul. Pria itu dengan segala usahanya menahan diri untuk tertawa, sementara Ji Soo sudah terbahak dengan hal itu. Hee Chul menghela nafasnya dan menatap Hye Mi skeptis “Apa aku selalu terlihat cantik dimatamu?”

 

“Em” Hye Mi meangguk dengan mantap. Hee Chul merostkan bahunya “Baiklah, aku menyerah”

 

“Hye Mi~ya, dia itu pamanmu juga. Jadi mulai sekarang, Hye Mi bisa memanggilnya samchon. Sama seperti Hye Mi memanggil Kyu Hyun samchon. Otte?” Ji Soo berkata di depan Hye Mi membuat gadis itu memperlihatkan ekspresi takjubnya. “Jinjja? uri samchoon?”

 

“Tentu saja. Dan, aku adalah bibimu. Jadi mulai sekarang panggil aku Imo. Oke?”

 

Arraseo

 

Kyu Hyun mengalihkan perhatiannya pada Hee Chul setelah mengendalikan ekspresinya. “Apa eomma sudah siap?”

 

“Aku disini, dan siap untuk berangkat” Kyu Hyun tersenyum kecil melihat ibunya muncul. Wanita itu berjalan santai dan berdiri di samping Hee Chul.

 

Hye Mi yang melihat wajah baru, mengerutkan dahinya. Dia menarik narik telunjuk Kyu Hyun yang dia genggam membuat Kyu Hyun menunduk “Samchon, orang itu. Siapa dia?” Kata Hye Mi berusaha mengecilkan suaranya, tapi tetap terdengar oleh semua orang membuat mereka tersenyum karena tingkah lucunya.

 

Belum sempat Kyu Hyun menjawab, Ibunya bersuara “Kau pasti Hye Mi. Wah, Hye Mi kau cantik sekali seperti ibumu”

 

Hye Mi mengedipkan bola mata besarnya beberapa kali dan menatap ibu Kyu Hyun. Lalu gadis kecil itu menunduk sembilan puluh derajat “Khamsahamnida~” ucapnya manis.

 

“Aku adalah nenekmu, Hye Mi~ya

 

Hye Mi mengeluarkan suara atas keterkejutannya “Jinjja? Jeongmal? Halmonie

 

Ne” Ibu Kyu Hyun mengangguk dalam dan tersenyum senang melihat tingkah Hye Mi.

 

“Kita berangkat sekarang saja, bagaimana?” Hee Chul mengusulkan dan disetujui oleh Kyu Hyun.

 

“Aku akan membawa mobilku, Ji Soo ikut denganku dan kau bawa ibumu”

 

“Oke” Kyu Hyun berbalik tetapi tertahan dengan Hye Mi yang lagi lagi menarik telunjuknya.

 

“Ada apa Hye Mi?”

 

Samchon, aku boleh ya ikut dengan–” Hye Mi menunjuk nunjuk Hee Chul

 

“Benarkah? Wah, aku akan senang sekali” Ji Soo bersemangat dan Hee Chul pun menerimanya.

 

“Baiklah”

 

Dan semuanya pun masuk ke dalam mobil, melaju di jalanan kota Seoul menuju rumah Ahra untuk makan malam keluarga.

 

Di dalam mobil, Kyu Hyun merasa sedikit canggung ketika dia sadar bahwa ibunya beberapa kali kedapatan melihatnya dari sisi penumpang.

 

Eomma, apa ada yang salah dengan wajahku? Atau pakaianku?” Kyu Hyun menatap ibunya bingung, lalu melihat kebawah mengecek penampilannya, dan kembali menatap lurus ke arah jalan raya.

 

“Aniya. Hanya saja, aku terlalu senang melihatmu”

 

“Apa hari hari sebelumnya, kau tidak senang bertemu denganku?”

 

“Kau bicara apa. Tentu saja tidak. Seminggu terakhir adalah waktu paling bahagiaku. Dan sampai saat ini, aku masih belum percaya bahwa kau berada di depanku, dan dalam perjalanan untuk makan malam keluarga. Ini benar benar, terasa mimpi untukku”

 

Kyu Hyun tersenyum dan menyadari betapa perasan itu sama dengan miliknya. Ibu kandungnya? Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa saat ini dia bisa duduk berasama dengan ibunya yang sedari dulu dia benci. Dia mengerti kenapa perasaan ibunya sangat bahagia. Karena sebelumnya, baik ibunya ataupun dia sendiri, tidak pernah merasakan hal seperti ini. Kesepian tanpa orang orang yang benar benar ingin mereka temui. Kyu Hyun yang tidak pernah tahu ibu kandungnya, dan Ibunya yang merindukan anak kandungnya begitu dalam.

 

“Cho Kyu Hyun”

 

Ne, eomma” Ibunya tersenyum “Aku selalu suka menyebut namamu. Dan aku bahagia mendengarmu memanggilku seperti itu”

 

“Ah~” Wanita itu mengelap sudut matanya “Aku selalu menjadi cengeng”

 

Kyu Hyun tersenyum maklum.

 

“Ngomong ngomong, apa Hye Mi sedekat itu denganmu?” Ibunya bertanya.

 

“Hye Mi? Emm, kurasa..ya” Kyu Hyun berhenti ketika lampu lalu lintas berubah merah “Dia masih sangat kecil dan kehilangan Siwon hyung membuatnya tidak mendapatkan kasih sayang dari sosok ayah”

 

Eomma, mendengar ini dari Hee Chul. Apa benar dia bukan putri kandung Choi Siwon itu?”

 

Kyu Hyun menatap ibunya dan mengangguk “Banyak hal terjadi dan untuk itu, aku sebisa mungkin menjaga dan melindungi Ahra noona. Juga membantunya merawat Hye Mi. Sebisa mungkin aku memberikan perhatian seperti seorang ayah untuk Hye Mi, kalau kalau gadis kecil itu rindu akan sosok ayahnya”

 

Ibu Kyu Hyun tersenyum dan menatap putranya “Melihat Hye Mi, apa kau tidak berfikir untuk mempunyai anak sendiri?”

 

“Eh?” Kyu Hyun tersentak “Apa yang kau bicarakan, eomma

 

Ibunya terkekeh pelan “Aku ingin menjadi ibu seperti ibu lainnya yang penasaran dengan kisah asmara putraku. Bagaimana? Apa kau sudah memiliki seseorang?”

 

“Ah, itu–” Kyu Hyun gelapan dan mencoba menjawab jujur. Bahwa dia telah mempunyai satu nama dalam benaknya. Bahwa dia telah bertekad untuk mempertemukan Hyuna dengan ibunya.

 

Tetapi ponsel berdering membuat segalanya buyar. Ibunya mendapat panggilan telepon sebelum dia sempat menjawab.

 

“Halo, Hee Joo~ya

 

-o0o-

 

Kyu Hyun merasakan hatinya menghangat melihat pemandangan di depannya. Ketika dia, melihat dengan benar benar nyata seorang wanita yang telah melahirkannya, yang dulu sempat dia benci tanpa tahu apa apa, berada di sini. Tertawa gembira di balik wajah pucatnya yang berkerut karena usia.

 

Semua orang tampak berbahagia bercengkrama mengobrol satu sama lain. Seperti mereka tidak memiliki masalah atau beban hidup. Padahal dibalik itu semua, Kyu Hyun pun tahu bahwa kenyataannya tidak seperti itu.

 

Menengok ke sisi kanan, dia melihat kakaknya yang tertawa mendengar cerita Hee Chul, lalu sesekali meladeni Hye Mi yang meminta sesuatu. Dibalik semua tawanya, ada Dong Hae yang masih menjadi beban hidupnya. Tentu saja Kyu Hyun tidak bisa mencegah kakaknya untuk tidak berfikir tentang masalah itu disaat Ahra telah menghabisakan waktu bertahun tahun terjebak dalam kesedihannya.

 

Di sebelah kakaknya, ada Ji Soo. Oh, Kyu Hyun baru mengenal gadis yang satu ini. Yang dia tahu awalnya adalah teman kantor Hyuna. Dan fakta mengejutkan lainnya adalah Ji Soo yang merupakan sepupunya. Kyu hyun tidak habis pikir bagaimana Ji Soo bisa bertahan menyembunyikan identitasnya dengan menjadi seorang reporter stasiun TV dan mencoba hidup dengan usaha serta kemampuannya sendiri. Gadis itu tak tanggung tanggung membangkang kakaknya dan memilih pergi dari kehidupan mewah demi sebuah jabatan ‘reporter’. Jalan hidupnya benar benar hebat bukan?

 

Lalu Hee Chul yang duduk disamping kanan. Pria itu satu satunya yang terlihat selalu bahagia dan tampak tak ada masalah seperti yang lainnya. Bicaranya yang selalu asal merupakan gaya nya untuk menutupi segala ketakutan dan kekhawatiran yang dia punya. Kenyataannya, dia bisa melalui semua masalah dan pemberi nasehat yang baik untuk Kyu Hyun karena dia belajar dari pengalaman tentunya. Oh, dan jangan lupakan sosok Alice yang sebenarnya membuat pria itu sering merasa uring uringan tanpa dia sadari. Entah itu di depannya, atau di depan Ji Soo adiknya. Terakhir, Kyu Hyun juga tahu bagaimana rasanya menjadi CEO perusahaan besar yang menjadi tonggak dari nasib ribuan manusia yang bergantung hidup padanya. Dari sisi itulah, Kyu Hyun diam diam merasa kagum dengan sosok Hee Chul. Diatas semuanya, pria itu tahu bagaimana cara mengontrol diri dan menikmati hidup. Mungkin dia harus belajar dari Hee Chul untuk yang satu ini.

 

Dan pandangan pria itu jatuh pada ibunya. Ini adalah hal yang paling melegakan untuk Kyu Hyun. Ibunya tertawa seperti manusia normal lainnya dengan kondisi tubuh yang sehat. Disaat Kyu Hyun tahu betul bagaimana kondisi ibunya yang masih rawan. Menyempatkan diri berbicara pada dokter Ibunya yang berada di Jerman tanpa diketahui sang ibu, pria itu tahu bahwa Epidural Hematoma yang di derita Ibunya bisa terjadi kapan saja kalau tidak dijaga dengan benar. Kejadian yang lalu mengakibatkan beliau koma untuk tiga tahun lamanya dan jika terulang kembali, keadaan lebih gawat mungkin akan terjadi.

 

Setelah Kyu Hyun melihatnya sewaktu di Jerman, kondisi ibunya mengalami kenaikan yang drastis. Entah karena memang saat nya untuk wanita itu terbangun, atau karena memang kekuatan cinta dan kasih yang terjalin antara Ibu dan anak. Dan karena itulah, Kyu Hyun bisa melihatnya disini.

 

Kyu Hyun mengambil gelas minumnya dan mengeuk air itu dengan perasaan yang terbang. Bagaimanapun, dia suka saat melihat semua orang disini begitu bebas tanpa masalahnya masing masing. Bisa bercengkrama dengan hangat seperti ini ternyata tidak buruk.

 

Namun kemudian, pria itu tiba tiba berfikir tentang Hyuna. Alangkah bagusnya jika gadisnya itu disini bersamanya sekarang, kan? Dia akan bisa mengenalkan Hyuna pada ibunya dan mungkin—

 

Kyu Hyun menggelengkan kepalanya. Tidak, apa yang baru saja terlintas di kepalanya? Dan pria itu pun tersenyum getir.

 

“Aku permisi sebentar” kata Kyu Hyun sambil berdiri dari kursinya.

 

“Kemana?” Hee Chul bertanya

 

Kyu Hyun menunjukan ponselnya “Aku perlu–”

 

Arra arra. Cepat selesaikan urusanmu” Hee Chul mengusir Kyu Hyun dengan tangannya saat tahu siapa yang akan dihubungi pria itu.

 

Memilih untuk berjalan depan, Kyu Hyun duduk teras rumah yang lebih tenang. Dia menekan speed dial no.1 dan sambungan telepon langsung terhubung.

 

Kyu Hyun mengeryitkan dahinya ketika hingga times out, Hyuna tak kunjung menjawab panggilan ponselnya. Kemana gadis itu?

 

Terakhir kali Kyu Hyun menghubungi Hyuna adalah kemarin malam karena hari ini dia disibukan dengan segudang aktifitas dan tak sempat mengecek ponselnya. Tentu Hyuk Jae yang menggantikan tugasnya kan?

 

Selang beberapa menit setelah Kyu Hyun mencoba untuk kali kelima, dan pria itu menyerah. Mungkin Hyuna sedang mandi. Atau ponselnya dalam mode silent sehingga tak terdengar. Atau baterainya lemah. Ah, yang terakhir tidak mungkin, kan? Kyu Hyun terus berfikir positif dan mencoba mensuggest dirinya bahwa tidak ada sesuatu yang buruk menimpa Hyuna.

 

Berdiri, pria itu segera beranjak masuk ke dalam. Namun sebelum niatnya terlaksana, Kyu Hyun di hentikan dengan siluet seseorang yang berjalan dari arah gerbang. Perlahan dan terlihat tampak bingung. Orang yang berjalan itu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah seperti mencari sesuatu.

 

Mata Kyu Hyun menyipit ketika melihat scraft yang bertengger dileher orang itu dan dia mengenalinya. Itu scraft satin berwarna pastel yang dia berikan pada Hyuna seminggu yang lalu, sebelum gadis itu berangkat ke Taiwan. Tunggu, kalau begitu—

 

“Hyuna?”

 

Dan benar saja. Ketika gadis itu berjalan mendekat dan lampu sepanjang taman menuju tempatnya berdiri menerangi wajahnya lebih jelas, Kyu Hyun tahu dia tidak salah mengenali orang.

 

Hyuna, gadis itu menghela nafasnya dan masih tampak bingung sebelum kemudian matanya bertemu dengan Kyu Hyun yang berdiri terkejut disana. Gadis itu berhenti, dan tersenyum. Dia berdiri tegak di tempatnya lalu melambai “Annyeong, Cho Kyu Hyun”

 

Kyu Hyun bangun dari keterkejutannya dan berlari ke arah Hyuna. Pria itu menatap Hyuna penuh takjub “Bagaimana.. bisa–?”

 

“Hmm” Hyuna melipat tangannya didepan dada “Seperti yang sudah sudah, kau selalu memberiku hadiah meskipun aku dengan keras kepala menolak dan kau dengan keras kepala tetap memberikannya padaku. Jadi kufikir, aku juga akan memberikanmu hadiah”

 

“Ha?”

 

“Cha!” Hyuna membuka telapak tangannya meletakkanya di bawah dagu dan mencoba terlihat imut “Hadiahmu datang. Apa kau suka?”

 

Kyu Hyun melepaskan nafasnya dengan senyuman lebar dan pria itu terkekeh. Dia mengambil satu tangan Hyuna dan menariknya dalam pelukan hangat. Memeluk gadis itu erat adalah satu satunya cara untuk melepaskan kerinduannya selama seminggu terakhir.

 

“Tentu saja aku menyukainya” Kyu Hyun mengecup puncak kepala Hyuna “Selamat datang, sweetheart

 

Hyuna tidak pernah merasakan panas berlebihan di wajahnya dan ketika dia merasakannya, dia tahu bahwa saat ini dia berada dalam tingkat tinggi untuk merona. Yah, menurut film yang sering dia tonton dan novel yang selalu dibacanya.

 

Tapi apa apaan Kyu Hyun barusan? Ini kali pertama pria itu menyebutnya terlalu..manis? Hyuna pikir itu akan terdengar menggelikan dan terlihat murahan. Tetapi bagaimanapun, pria yang memeluknya ini dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang membuat jantungnya berdegup tak karuan.

 

Ketika Kyu Hyun ingin melepaskan pelukannya, Hyuna mencegah dan mengeratkan lingkaran tangannya di punggung pria itu.

 

“Tidak, belum”

 

Kyu Hyun mengeryitkan dahinya “Apa?”

 

“Aku merasa wajahku akan terbakar. Tetap seperti ini sampai semuanya membaik” Kyu Hyun tersenyum kecil dan terselip rasa kemenangan disana ketika berhasil membuat gadisnya malu dan Hyuna secara terang terangan mengakuinya. Kyu Hyun menuruti kemauan gadis itu dan kembali memeluk Hyuna.

 

“Tapi bagaimana kau bisa ada disini? Kapan kau pulang?”

 

“Aku tiba sore tadi dan Ji Soo menghubungiku sebelum aku sempat menelponmu”

 

Kyu Hyun bergumam “Jadi, gadis itu yang menyuruhmu kemari dan memberikan alamat rumahku?”

 

“Err.. ini seharunya menjadi kejutan untukmu”

 

“Aku sudah terkejut” Kyu Hyun seketika ingat bahwa ibunya ada di dalam, kemudian dia bergumam “Hyuna?”

 

“Hmm?”

 

“Apa kau tahu, ibuku ada disini?”

 

Hyuna terdiam untuk beberapa saat dan mengangguk dalam pelukan Kyu Hyun. Pria itu kemudian melepaskan pelukannya dan menatap gadisnya. “Kalau begitu, kau sudah mempertimbangkan apa yang akan terjadi kan?” dan sekali lagi gadis itu mengangguk.

 

Kyu Hyun mengulurkan tangannya “Ayo masuk, aku akan mengenalkanmu”

 

Setelah memantapkan hatinya kembali, Hyuna menghela nafas dan menyambut uluran tangan Kyu Hyun. Tersenyum, dia mengapit lengan prianya yang terasa kokoh “Kajja

 

Beberapa langkah mereka berjalan menuju rumah, Keduanya dikejutkan dengan suara ribut dari dalam rumah. Tidak, lebih kepada suara teriakan. Tunggu, apa dia baru saja mendengar semua orang panik memanggil Ibunya?

.

.

.

.

 

“Eomma~?”

 

 

ATTENTION ! (Budayakan membaca pengumuman)

The last part of Allure Of The Seas will be publish on MONDAY June, 13th

And as usual, I will give a password to open it. Kekekeke~

It will be different from the others. Aku bakal kasih pertanyaan buat kalian yang jawabannya itu adalah password dari bab terakhir. So, I will let you guys, guess the password by yourself.

Here’s the question!

Siapakah nama Ibu Kyu Hyun? (Jawaban kalian, itulah passwordnya)

Tidak ada spasi untuk pemberian password. Contoh : chokyuhyun

Sulit? I will give you the clue.

  1. Ahra pernah sekali menyebut nama Ibunya Kyu Hyun dan terletak pada bab 9/10/11
  2. Marga Ibunya Kyu Hyun itu KIM

So that, kalian bisa mencari tahu jawabannya dulu sebelum Monday. Ya kan ya kan? Hihi~

 

 

Daaan walaupun sedikit telat, aku mau ngucapin Selamat menunaikan Ibadah puasa bagi ELF -khususnya- para bini Kyu yang menjalankan. Semoga berkah di tahun ini ya. Amin~

DONE! SEE YOU ON MONDAY!! :*

 

Advertisements

89 thoughts on “Allure of The Seas #Bab 15

Add yours

  1. Auuuh Hyuna bikin kejutannya dia sendiri
    aduh hahaha
    ada apa dengan ibunya Kyu
    apa sakitnya kambuh
    ya ampun ya ampun
    kasihan Kyu
    baru merasakan kasih sayang ibunya tapi keadaannya malah gak memungkinkan huhuhu

  2. Salam kenal eonni aku reader baru 😊, izin baca ff nya ya eonni Wahh makin penasaran aja eonni apakah ibunya kyu nggak ngrestui hubungan kyu sama hyuna eonni? Ditunggu pos barunya enni 😊

  3. Baru juga dapet kejutan Hyuna dateng eh ternyata ada yg lebih mengejutkan huhuhu mudah2n eomma Kyuhyun baik2 saja hehe

  4. I love so much this fanfiction! The best ever fanfiction I see, suka sama sifatnya kyuhyun walaupun protectiv tapi tetep romantis, and hyuna she’s so great, sifat nya dia yg dapat memahami kyuhyun dengan baik, walaupun diawal2 harus menebak2 apa yg dirasakan kyuhnyun tp semua itu bagus banget, walaupun typo masih suka muncul, but that’s no problem, I’ll keep love this fanfiction *.*

  5. aku suka sama ff ini.
    karakter tokohnya juga pas.
    fell nya juga mudah di dapat.
    tapi masih ada beberapa typo.
    keep strong for writing thor.
    ibunya kyuhyun kenapa?

  6. Akhirnya semuanya membaik ,, kyuhyun sudah bisa menerima ibunya walaupun sedikit canggung itu awal yang baik ,, tapi kenapa.ibu kyuhyun

  7. Kejadian apalagi yang terjadi sama kyuhyun? Dia benar2 harus kuat..
    Huaaa semoga aja dia baik-baik aja nantinya..

    Dan masalah donghae juga cepet selesai…

  8. Huaa,knapa lg dng omma nya Kyuhyun? baru aja ngumpul dan berbaikan dng Kyu,knp hrs ada kesedihan lg…
    unt Kyu-Na so sweet…

  9. Gx jadi di kenalin deh hyuna.nya…ibunya udah terlanjur kolaps… Moga aja direstui nanti saat ada waktu berjumpa…

  10. Salam kenal kak 😊
    ff ini dri awl keren
    salut ama hyuna yg brsbr berthn dsisi kyuhyun slma ssts mrk blm jelas xexe
    prihatin ama prbhan sikap donghae yg mnjd namja pnuh ambisi
    ksian ahra eonni dblik senyum yg sllu dya trsmpn kepedihn dan rsa berslh slma brthn thun 😔
    Smga donghae bsa bebas dan brbgialh ama ahra eonni demi hyemi

  11. Mkin romantis aj kluarga cho and kim kumpul bareng makan malam bersma …
    and the dpet kjutan dr hyuna kl dia sdah blg dr taiwan … heheee
    aduh knpa dgn eomma ny kyuhyun….
    smga aj tdk terjadi ppa dech ..

  12. oh knapa tuh omma kyuhyun? kambuh kah pnyakitnya? ini gk ada hub nya ama nama hejoo yg ditelp ommanya kn? ugh moga gk da problem di kisah kyuna lagi…

  13. nah kan bikin baper lgi nih part..bahagianya bis kumpul bareng tapi sayang gak ada donghae 😥
    aduhh itu kenapa yaa ibunya kyu??jangan jangan????

  14. ha ibunya drop lg. baru aja happy2. ada aja penghalang buat bahagia. blm lg mslh donghae sma ahra. and last ternyata sungmin adlah org yg sma dgn jin6. trnyt dia pelakunya. hadeuh

  15. AAAAA.. ANDWE!! Kenapa harus pada saat masa masa menegangkan sih. hyuna kan mau memperkenalkan diri. fiuhh.. moga aja ibu kyu gak papa.
    kasihan juga ya ibu kyu? moga aja dia diberi umur panjang.

    overall ff ini makin bagus. aku suka. i like it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: