Allure of The Seas #Bab 14

allure-of-the-seas1_副本

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

Bab 14 : Saranghanda, Hyuna~ya

 

Kim Hee Chul mematikan televisi layar lebar yang berada di ruangan besar itu tepat setelah Hyuna selesai membawakan berita terhangat siang ini. Di belakangnya Kyu Hyun yang juga terkejut melempar pandang pada Hee Chul yang beberapa saat lalu, entah bagaimana caranya, pria itu lagi lagi muncul di didepannya dan langsung menyalakan TV diruang kerjanya.

 

“Seperti inilah yang terjadi” Hee Chul melempar remote tv ke sofa dan dia berdiri bersandar.

 

“Ini.. bagaimana bisa?”

 

“Lee Dong Hae melakukan semua hal yang tidak pernah kita duga” Hee Chul menghela nafas

 

Kyu Hyun mengangkat posisinya yang bersandar di punggung kursi yang dia duduki, dan meletakkan kedua tangannya di atas meja, menumpu kepalanya dan memijat pelipisnya pelan. Dia tidak pernah berfikir Lee Dong Hae akan berbuat sejauh ini.

 

“Bagaimana perusahannya?”

 

“Kurasa banyak investor yang menarik dananya kembali. Belum diketahui pasti, mungkin Lee Construction Grup akan mengalami kerugian. Tapi untuk bangkrut, kita tidak tahu kedepannya”

 

“Yah, dia masih dalam penyeledikan, kan?”

 

Hee Chul mengangguk. Kemudian menatap Kyu Hyun seketika “Neo.. malhaebwa

 

“Apa?”

 

“Apa yang terjadi antara kau dan Dong Hae”

 

“Kau sudah tahu” Kyu Hyun menghembuskan nafas malas.

 

“Kurasa tidak. Kau belum menceritakan semuanya. Sekarang, Cho Kyu Hyun, ceritakan padaku agar aku lebih mengerti situasinya”

 

Kyu Hyun menjepit bibir bawahnya ketika dia menimang. Kemudian bangun dari duduknya, pria itu menghampiri Hee Chul dan duduk di sofa di ruangan itu.

 

“Kurang lebih tiga tahun yang lalu, Lee Dong Hae pernah disebut dalam satu kasus kematian Choi Hara. Tapi, tidak lebih dari itu. Tidak ada bukti yang kuat, saksi yang membenarkan, dan seperti yang kita berdua tahu dia punya kekuasaan. Tentunya, untuk bebas dari masalah merupakan hal mudah”

 

Hee Chul melipat kedua tangannya “Aku tidak pernah tahu itu karena berada di Jerman untuk waktu yang lama” dan pria itu kembali menaruh perhatiannya pada Kyu Hyun.

 

“Aku percaya bahwa Dong Hae tahu sesuatu tentang kejadian itu. Tapi sebenarnya, aku tidak benar benar yakin bahwa dia membunuh Hara”

 

“Kenapa?”

 

Kyu Hyun balik menatap Hee Chul “Dia hanya butuh pelampiasan, dan—“

 

“Dan?”

 

“Balas dendam”

 

Kyu Hyun kembali meluruskan kepalanya “Dong Hae dan Hara diketahui publik menjalin hubungan. Yah, siapa yang tidak memakan umpan ini. Semua berita penuh dengan gosip mereka. Dong Hae, CEO Lee Construction Group. Hara, adik Siwon Hyung. Pemilik Hyundai Departement Store”

 

Hee Chul mengangguk angguk paham “Masuk akal”

 

Keundae..” Kyu Hyun menggantung “Dari apa yang kulihat, Dong Hae hanya memanfaatkan Hara untuk membalas dendam pada Siwon hyung”

 

Hee Chul menjentikkan jari “Ah~ karena Choi Siwon menikahi Ahra?”

 

“Benar sekali”

 

“Wuaah, Lee Dong Hae” Hee Chul mendesis kemudian kembali melipat tangannya di depan dada. “Lalu bagaimana dia bisa terlibat?”

 

“Nama Dong Hae terseret karena dia mengunjungi apartement Hara malam sebelum pagi itu Hara ditemuka tewas. Tapi itu hanya desas desus angin dikalangan masyarakat yang bertahan tidak sampai satu hari. Tidak ada satupun dari kasus kematian ini yang membuat namanya tercoreng, mungkin publik juga tidak pernah tahu nama besar sepertinya pernah sekali disebut dalam sidang”

 

“Lalu pendapatmu saat ini?”

 

“Aku juga bingung. Tapi aku yakin, Dong Hae bukan pelakunya”

 

“Kau, yakin?”

 

“Ya. Karena dia.. bukan orang yang seperti itu”

 

“Lalu menurutmu, pengakuan apa yang dia berikan dikantor polisi itu?”

 

“Salah paham, kemungkinan besar”

 

“Apa?” Hee Chul menaikkan alisnya tak mengerti.

 

Kyu Hyun mencoba memutar ingatannya tepat 3 tahun silam. Saat malam itu dia juga sempat datang ke apartemen Hara. Dan… Kyu Hyun terkesiap ketika dia mengingat sesuatu hingga pria itu merasa harus pergi menemui Dong Hae sekarang juga.

 

Pria itu berdiri, mengambil jasnya dan ponsel. Bergegas keluar ruangan membuat Hee Chul bingung “YA! NEO EODDIGA!” Hee Chul dengan gerakan secepat angin berlari menyusul Kyu Hyun.

 

Di basement, Kyu Hyun masuk ke dalam mobilnya dan menutu pintu dengan keras. Beruntung, Hee Chul dapat mengejar sebelum pria itu menginjak pedal gasnya dan meninggalkan dia dengan terengah di area parkir basement yang sepi itu.

 

“Kita mau kemana” Hee Chul bertanya dengan nafasnya yang belum stabil.

 

“Kau tidak punya kerjaan di kantor?”

 

Hee Chul berdecak “Ji Soo bisa mengerjakan semuanya. Dan kau, jangan mengalihkan pembicaraan”

 

“Kantor polisi”

 

Wae?”

 

“Meluruskan sesuatu. Aku butuh bertemu Dong Hae”

 

-o0o-

 

Kantor polisi penuh dengan reporter yang berasal dari stasiun TV nasional. Mereka datang demi mengetahui perkembangan tentang Lee Dong Hae yang tengah menjalani penyelidikan siang ini. Beberapa mencari tempat yang teduh untuk duduk sementara menunggu, lainnya tak berbeda jauh dengan berdiri dan mengipasi diri mereka dengan koran bekas, atau kertas lainnya demi mengusir panas, crew camera mengambil waktu mereka dengan makan beberapa cemilan untuk mengganjal perut. Yah, pekerjaan yang terlihat simple tapi tidak sesederhana kelihatannya.

 

Hyuna membolak balik laporan di tangannya, kemudian mengambil air mineral dan meneguknya habis. Gadis itu kemudia mengambil tisu dan menyeka keringat yang bercucuran parah melewati dahinya. Dia beberapa kali melongok ke arah dalam kantor polisi demi memastikan situasi dan mungkin akan mendapatkan beberapa info. Kakinya terasa pegal dan gadis itu menunduk sedikit untuk memukulinya dengan satu tangan yang bebas.

 

Sunbaenim, anjaseyo~”

 

Hyuna menoleh kepada Hyunseung, seorang reporter baru di stasiun TV tempatnya bekerja yang beberapa hari ini mengikutinya meliput berita. Yah, bukankah dia benar benar wanita sibuk? Bekerja sekaligus menjadi mentor.

 

Aniya. Jika aku duduk, aku akan merasa keram ketika berdiri”

 

Hyunseung melihat kebawah kaki Hyuna. Gadis itu berdiri tidak nyaman dengan rasa pegal dibetis, dan heelsnya yang telah dia pakai seharian.

 

“Itu, terlihat sangat tidak nyaman”

 

Hyuna melihat kearah Hyunseung “Aku tidak punya pilihan lain” Hyuna mengendikan bahunya.

 

Hyunseung kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan sepasang sepatu kets putih yang terlihat lebih nyaman “Sunbaenim, silahkan pakai ini”

 

Hyuna menatap Hyunseung dan berkedip pelan “Jinjja? Bagaimana kau bisa membawa sepatu di dalam ranselmu?”

 

“Ye. Aku selalu membawa sepatu cadangan kemanapun aku pergi, sunbaenim.”

 

Aigoo, kau benar benar sesuatu” Hyuna tertawa kecil menggoda Hyunseung.

 

Anieyo, sunbaenim” Kemudian dengan tiba tiba Hyunseung berjongkok membuat Hyuna terkejut.

 

Ya, neo mwohae?”

 

“Lepaskan ini. Anda terlihat sangat tidak nyaman” Hyuna tidak dapat mengelak ketika Hyunseung dengan gerakan cepat menyambar tumit nya dan melepas heelsnya perlahan. Kemudian Hyunseung memakaikan sepatunya pada Hyuna.

 

“Ah, sepertinya terlalu besar” kata Hyunseung.

 

Aniya, gwenchana. Ini terasa lebih baik”

 

Hyunseung mengadahkan kepalanya keatas dan tersenyum “Ddaengitta~”

 

Hyuna kembali mengalihkan pandangannya ke dokumen yang tengah ia baca, namun kemudian gadis itu menyadari seseorang berada beberapa langkah didepannya. Ketika dengan tidak sengaja mata mereka bertemu, Hyuna merasa terhenyak seketika dalam dadanya. Gadis itu benar benar tidak menyangka akan bertemu Kyu Hyun dalam situasi seperti ini. Dia juga tidak ingin, membuat pekerjaannya kacau karena pikirannya yang melenceng jauh karena pertemuannya dengan Kyu Hyun. Namun bagaimana cara Kyu Hyun berucap tempo hari yang selalu terngiang dikepalanya membuat gadis itu kembali merasa sesak.

 

Tapi disisi lain, Hyuna tetap bertanya tanya dalam hati tentang kedatangan pria itu. Bagaimana bisa Kyu Hyun datang kemari? Ingin bertemu Dong Hae, kah?

 

Hyuna memicingkan matanya ketika Kyu Hyun menatapnya dengan pandangan rata yang sulit diartikan. Hanya bertahan beberapa saat, dan pria itu berjalan melewati dirinya seolah olah tidak ada yang terjadi. Hyuna membuang nafasnya tersenyum miris.

 

“Bagaimana bisa kau memperlakukan aku seperti itu, Cho Kyu Hyun” sinisnya pelan. Sakit? Kecewa? Tentu saja. Air matanya bahkan sudah memaksa keluar. Tapi sebisa mungkin dia tahan untuk menjaga prinsipnya dan membuat hatinya lebih kuat.

 

Lain halnya dengan Hee Chul , dia tampak enggan untuk menganggu Kyu Hyun saat ini. Pria itu melihat gerutan marah yang sangat intens di wajah Kyu Hyun sepanjang mereka berjalan di kantor polisi. Di titik ini, Hee Chul memilih untuk diam dan tidak bertanya.

 

-o0o-

 

Kyu Hyun menunggu di dalam kantor polisi dengan tenang. Setelah beberapa saat lalu, darahnya sempat mendidih melihat bagaimana Hyuna dan pria muda tadi melempar senyum. Tapi dia sadar, bukan saatnya untuk mempermasalahkan itu. Sekarang, dia harus bicara dengan Dong Hae.

 

Setelah setengah jam menunggu. Dong Hae keluar dengan Sung Min yang berjalan disampingnya, dan seorang pria. Kyu Hyun menebak, dia adalah seorang pengacara.

 

Dong Hae mengangkat alisnya melihat Kyu Hyun dan Hee Chul disana. Pria itu tersenyum remeh “Ingin memastikan aku masuk penjara?”

 

“Kita perlu bicara” Menghiraukan ucapan Dong Hae, Kyu Hyun berkata dalam satu kalimat telak yang berhasil merubah ekspresi di wajah Dong Hae. Pria itu sedang tidak dalam mood untuk bermain, pikirnya.

 

Arraseo” Dong Hae menyahut. Lalu pria itu mengikuti Kyu Hyun yang berjalan melewatinya dan naik menuju tangga. Mereka berjalan dalam keheningan, hingga Kyu Hyun berhenti di salah satu celah antara lantai 3 dan 4. Disana terasa kosong, sepi, dan bagus untuk mendapatkan privasi.

 

“Apa yang kau katakan pada polisi?”

 

Dong Hae memasukan kedua tangannya ke dalam kantung celana, berdiri bersikap angkuh seperti biasa “Apa itu sesuatu yang harus kau tahu?”

 

“Aku tidak dalam suasana hati meladeni ucapanmu”

 

“Bagus. Karena aku juga tidak ingin menjawab semua pertanyaanmu”

 

“Aku, melihatmu keluar dari apartement Hara malam itu” Dong Hae berkedip pelan. Pria itu menatap Kyu Hyun intens.

 

Geurasseo?

 

“Kau.. jika kau berfikir penyebab kematiannya adalah dirimu. Kau mungkin salah tentang itu, Lee Dong Hae”

 

Dong Hae memuang nafasnya, tersenyum miris “Apa yang sebenarnya coba kau lakukan? Ingin menjadi pahlawan kesiangan?”

 

“Ani. Aku mungkin akan senang jika kau membusuk di penjara. Tapi tidak, tidak ketika aku memikirkan Ahra noona dan Hye Mi”

 

Rahang Dong Hae mengeras ketika dua nama itu disebut, pria itu mendorong kasar bahu Kyu Hyun lalu mengambil kerah kemeja pria itu. Tanpa banyak melawan, Kyu Hyun menerima serangan itu “Apa kau fikir aku melakukan ini untuk menganggu mereka?!”

 

Kyu Hyun melepas paksa tangan Dong Hae dari tubuhnya. Pria itu membenarkan letak kemejanya sebelum bersuara “Arra” Kyu Hyun mengeluarkan senyum satu garisnya “Kau merasa bersalah. Dan dengan melakukan ini, lalu masuk penjara kau akan merasa lebih baik. Tapi apa memang otakmu sedangkal itu? Masalah ini tidak cukup hanya karena kau menyerahkan diri”

 

M-mwo?”

 

“Setelah semuanya, apa Ahra noona akan tampak baik baik saja ketika melihatmu masuk penjara?”

 

“Ya”

 

Kyu Hyun membuang tatapannya “Kau tidak benar benar mengenalnya”

 

Dong Hae mencibir “Hanya karena kau adiknya, bukan berarti kau tahu semua hal tentangnya”

 

“Karena aku adiknya, orang yang lebih dekat dengannya, ya. Aku tahu semua tentangnya. Dia akan menangis, lagi dan lagi, bersedih dan menyalahkan dirinya kembali”

 

“Omong kosong” Dong Hae menggelengkan kepalanya tak percaya.

 

“Itu yang dilakukannya bertahun tahun. Dia menangis dibalik senyumnya, dia menderita dibalik kebahagian keluarganya bersama Siwon. Apa yang dia pikirkan? Rasa bersalah, terhadapmu. Dan itu membuatnya lebih susah untuk hidup di dunia ini sekarang. Siwon hyung meninggal dalam kecelakaan. Lalu kemudian, dia akan mendengar ayah dari putrinya masuk penjara.Lagi, dia kembali berfikir itu kesalahannya. Dan kembali menderita. Apa itu yang kau maksud membuat semuanya lebih baik?”

 

Kyu Hyun menatap Dong Hae yang terlihat tidak fokus.

 

“Hasil otopsi” Dong Hae bersuara lemah “Hasil otopsi membuktikan Hara meninggal akibat overdosis”

 

“Malam itu aku datang untuk menyudahi semuanya. Puncak dari balas dendamku pada Choi Siwon, kehilangan orang yang dia cintai. A-aku.. aku memberinya sesuatu dalam minumannya” Dong Hae menggertakan giginya, namun pria itu juga tergagap merasakan kembali atmoshpere ketegangan saat malam itu dia berada di apartement Hara.

 

“Karena itu kau menduga dirimu penyebabnya?”

 

Dong Hae menatap Kyu Hyun cepat saat pria itu mengeluarkan reaksinya “Lalu, apa dia mati karena sakit jantung?!” Pria itu mulai terlihat marah ketika Kyu Hyun hanya bicara sesuatu yang membuatnya makin pusing dan membuat kasus ini telihat remeh.

 

“Dia tidak meminumnya, Lee Dong Hae”

 

“Dong Hae membuang nafas “Cho Kyu Hyun, kau..” Dong Hae tertawa miris “Apa yang kau katakan di Allure waktu itu?Perkataanmu itu benar benar membuatku berfikir kau tahu segalanya tentang malam itu, tapi kurasa tidak”

 

 

“Carbenet Sauvignon 20. Maksudmu minuman itu, kan? Kau memasukan sesuatu kedalamnya?”

 

Dong Hae mencelos “Bagaimana kau tahu?”

 

“Kau datang malam itu. Berencana membunuhnya dengan memasukan racun ke dalam minuman yang kau bawa. Lalu kalian bertengkar di tengah percakapan dan akhirnya kau pergi meninggalkan apartementnya tepat sebelum kau melihat dengan mata kepalamu sendiri apakah Hara meminum nya atau tidak. Apa aku benar?”

 

“Cho Kyu Hyun..kau–” Dong Hae berkedip menatap Kyu Hyun tak percaya. Bagaimana bisa perhitungan pria di depannya itu sangat tepat sasaran.

 

“Bagaimana kau tahu kami bertengkar” Dia mengajukan pertanyaan yang janggal. Yah, meskipun Kyu Hyun bisa menebak alur ceritanya, tetapi tidak mungkin dia tahu sedetail itu.

 

“Aku melihatnya. Kalian bertengkar di beranda. Saat itu aku baru sampai dan berada di parkiran”

 

“Oke, katakan kau benar. Lalu dimana masalahnya yang membuatmu begitu berhasrat menemuiku?”

 

“Kau, benar benar bodoh Lee Dong Hae?”

 

Dong Hae tersenyum tak habis pikir di depan Kyu Hyun “Mworago?”

 

“Jika kau memang ingin membunuhnya, pastikan dia meminum racun yang kau antarkan itu. Dan jika kau benar benar melihat hasil otopsi, lihat yang benar. Dia overdosis. Bukan keracunan sesuatu, yang berarti tidak ada zat lain yang ada di dalam tubuhnya”

 

Dong Hae terdiam mencoba mengerti ocehan Kyu Hyun. Dan dia kemudian mulai berfikir sedikit demi sedikit, apa benar semua yang dikatakan Kyu Hyun?

 

“Aku sempat ke sana untuk berkunjung malam itu. Tapi ketika melihatmu disana, aku megurungkan niatku dan pergi setelah kau pergi. Kemudian pagi hari, aku bergegas ke apartementnya kembali setelah mendapat kabar. Aku, berada disana pagi itu ketika polisi dan detektif memenuhi apartementnya. Segelas Carbenet Sauvignon 20 red wine di atas meja di beranda masih utuh dan bahkan tidak ada sidik jari Hara disana, yang menandakan dia tidak pernah menyentuh minuman itu. Apa kau memang melihat hasil otopsinya dengan benar?” Kyu Hyun menatap Dong Hae tak habis pikir.

 

Sementara, Dong Hae menunduk dan memejamkan matanya seketika. Ini, adalah fakta baru yang dia dapatkan dan membuatnya sukses terhuyung kebelakang. Dia tidak pernah tahu kalau Hara tidak meminum racun itu. Selama tiga tahun belakangan dia hidup seperti manusia yang penuh dosa, terus dilumuri rasa bersalah dan membuatnya semakin stress. Ya, orang orang yang memandang luarnya saja akan melihat bagaimana bagusnya hidup seperti Lee Dong Hae. Lalu orang orang seperti musuhnya akan melihat bagaimana angkuh, kasar, dan sombongnya Lee Dong Hae. Mereka semua tidak tahu bagaimana perasannya yang selama ini ditutup topeng.

 

Jadi, apakah dia benar benar bukan pelakunya?

 

“A-apa..” Dong Hae menghembuskan nafasnya “Lalu, apa yang membuatnya–”

 

“Hara, meminum semua obat tidurnya hingga overdosis”

 

Dong Hae mengangkat wajahnya melihat Kyu Hyun “Bukankah sama saja? Dia meminum semua itu karena pertengkaran kami malam itu. Dia merasa kecewa, marah, sedih. Itu karenaku”

 

“Yah, secara pandang mata memang seperti itu. Tapi tidak menurut prosedur hukum yang berlaku. Kau bukan pelaku utama kematiannya”

 

“Arrgh!” Dong Hae memejamkan matanya kuat. Bayangan itu muncul dengan alur yang jelas, namun samar untuk diingat. Dong Hae merasakan lehernya berkeringat dan nafasnya berpacu cepat. Kemudian dia mendengar langkah Kyu Hyun yang mendekatinya.

 

“Ini yang aku maksud saat kita berada di Allure, bahwa aku tahu semuanya. Kau licik, tapi tidak pintar Lee Dong Hae. Ceroboh dan selalu mengambil kesimpulan berdasarkan pandanganmu saja. Ini juga yang kau lakukan pada Ahra noona. Membencinya hanya karena melihat dia menikah dengan orang lain dan berbahagia, dengan tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Semua kau simpulkan atas pemikiranmu”

 

Dong Hae terdiam dan mencoba mencerna. Bagaimanapun, semua ucapan Kyu Hyun adalah benar. Dan dia tampak benar benar kecil sekarang. Namun berbeda dari apa yang biasa dia rasakan, tidak ada kemarahan yang menguar ketika Kyu Hyun mengatainya seperti itu.

 

“Aku tidak perduli dengan hidupmu, tapi setidaknya pikirkan Hye Mi” Kyu Hyun menepuk bahunya pelan, kemudian beralih menuruni tangga dan pergi meninggalkannya sendiri.

 

 

-o0o-

 

Cho Kyu Hyun merasa otaknya akan meledak ketika semua hal yang dia paksa untuk difikirkan mencuat dalam keadaan menyetir mobil. Terlepas dari pembicaraan nya dengan Dong Hae barusan, dia memikirkan Hyuna, ya tentu saja. Dia tahu bahwa semuanya akan berjalan baik baik saja untuk Dong Hae, begitupun kakaknya. Tapi tidak dengan dirinya.

 

Memacu mobilnya di jalanan Seoul dengan menggila, membuat Hee Chul menciut di kursi penumpang dan memegang sabuk pengamannya erat.

 

“Ya, ayo bicara” Hee Chul berkata dengan suara nya yang terengah karena banyaknya dia menahan nafas berulang kali sejak tadi.

 

“Bicaralah”

 

“YAISH! BAGAIMANA BISA AKU BICARA SAAT KAU MENGENDARAI MOBIL SEPERTI SETAN!” Dan keluarlah makiannya.

 

Tidak diduganya sama sekali, Kyu Hyun menurut dengan satu ultimatum dan menurunkan kecepatan menjadi normal. Hee Chul menghela nafasnya lega.

 

Neo” Hee Chul memulai “Aku tahu rasa frustasimu ini bukan karena Dong Hae. Hyuna kan?”

 

Kyu Hyun tidak menjawab membuat Hee Chul menjentikan jarinya “Reaksimu sudah menjawab pertanyaanku”

 

“Dengar Cho Kyu Hyun. Sanggah aku bila aku salah, tapi seperti ini yang aku lihat. Dan ini yang akan aku katakan sebagai peringatan untukmu. Jika kau memilih untuk melepaskannya karena takut dengan apa yang akan terjadi, jangan lakukan hal bodoh itu”

 

Hee Chul menunjuk nunjuk telunjuknya di samping wajah Kyu Hyun. Pria itu melihat guratan di dahi Kyu Hyun berkurang dan terdengar helaan nafas dari pria itu.

 

“Aku merasa aku akan gila” Kyu Hyun bersuara.

 

“Nah! Itu, itu dia. Kenapa kau melakukan sesuatu yang bahkan tidak bisa kau lakukan”

 

“Hyuna. Jika dia bersamaku, entah apa yang akan dialaminya nanti. Aku tidak bisa menjamin bagaimana hidupnya jika terikat dengan ku yang bahkan sudah memiliki silsilah hidup yang rumit. Persoalan demi persoalan. Bagaimana dia tahan dengan semua itu, aku tidak sanggup untuk memikirkannya”

 

“Bukankah itu namanya cinta?”

 

“Eum?”

 

“Cinta ada, untuk saling melengkapi Cho Kyu Hyun. Bagaimana Hyuna yang akan berada di sampingmu di saat saat kau jatuh, membuktikan seberapa besar cinta yang dia berikan untukmu. Aku tahu kau mencoba memperbaikinya, tapi lihatlah persefektif lain. Kau hanya menuruti apa yang kau fikirkan dan tidak melihat hatimu berkata apa. Tidak semua bisa kau tangani seorang diri, butuh seseorang dalam hidupmu itu adalah cara untuk hidup dengan benar. Terkadang, dalam suatu proses memang akan ada kesalah pahaman. Tapi kembali lagi, jika kalian punya satu ikatan itu, semuanya akan baik baik saja. Jangan kau fikir bahwa melepaskannya adalah hal tepat untuk membuatnya bahagia dan hidup tenang. Apa yang kau rasakan sekarang, juga pasti dirasakannya. Apa kau tidak berfikir tentang itu? Dan.. jika apa yang kau permasalahkan adalah rasa takutmu, maka tutup matamu dan rasakan. Ketika kau menemukan kebahagian yang lebih banyak dari rasa sakitmu, maka semua rasa takutmu akan hilang. Arra?! Geurigo, kau melakukan ini karena memikirkan kebahagiaannya kan? Bukankah itu artinya kau mencintainya?”

 

Hee Chul menceramahi Kyu Hyun bak profesional dan sialnya Kyu Hyun mendengarkan dengan seksama, juga mencerna satu demi satu kalimat Hee Chul yang bagaikan air mengalir membunuh kobaran api di kepalanya.

 

Dalam satu hentakan, dia membanting setir menepikan mobilnya dengan suara decitan yang begitu nyaring.

 

Hee Chul terantuk dan mengusap kepalanya yang sedikit menyentuh dashboard “Aku akan gila, aku akan gila” Dia menggerutu menahan marah. Mengalihkan pandangannya pada Kyu Hyun, pria itu berteriak.

 

“YA!”

 

Mianhe hyung. Kembalilah ke kantor dengan taxi” Kyu Hyun berucap dengan satu tarikan nafas.

 

Mworago?”

 

“Sekarang turunlah” Kyu Hyun melepas sabuk pengaman Hee Chul, membuka pintu pria itu lalu mendorong dorong Hee Chul agar keluar dari mobilnya.

 

“Apa yang kau lakukan padaku sekarang, huh?” Hee Chul menatap Kyu Hyun tak percaya. Dia terlihat seperti orang yang baru dicampakkan.

 

Mianhe hyung, eoh. Mianhe. Geurigu, gomawo” Setelah mengatakan itu, Kyu Hyun melajukan mobilnya memutar arah, dan tetap pada pendiriannya meninggalkan Hee Chul dipinggir jalan raya yang ramai.

 

Geurrae, lakukan sesukamu” Hee Chul melihat mobil Kyu Hyun menjauh. Ada senyum disana ketika dia tahu dia tidak benar benar marah. Hee Chul menyetop taxi dan kemudian masuk, kembali ke kantornya.

 

Disisi lain, Kyu Hyun mengemudikan mobilnya dengan pikiran jernih yang benar benar terbuka saat ini. Hee Chul benar dan dia seratus persen salah. Apa bedanya dia dengan Dong Hae yang juga terlalu sibuk memenangkan pikiran sendiri daripada melihat sudut pandang yang lainnya? Ya, bagaimana bisa dia berfikir bodoh untuk melepaskan Hyuna disaat dia bahkan tidak bisa melakukan itu.

 

Kyu Hyun tidak menemukan Hyuna dan rombongan timnya saat kembali ke kantor polisi. Tidak mungkin jika gadis itu pulang ditengah situasi Korea yang sedang memanas dengan kasus baru ini, satu satunya tempat adalah, tempat kerjanya. Dan pria itu melajukan mobilnya ke gedung stasiun TV SBC di tengah kota.

 

-o0o-

 

Hyuna berjalan tergesa di loby gedung tanpa memperhatikan jalan. Gadis itu terlalu fokus pada satu klip berisi sepuluh lembar kertas yang dia baca berulang ulang, membaliknya dan kemudian membaliknya lagi. Tiba di depan lift, dia menunggu bersama beberapa orang lainnya.

 

Sunbaenim!” Hyuna menoleh saat mendengar suara Hyunseung memanggilnya. Sesi menjadi mentor telah berakhir tepat beberapa menit yang lalu. Dan Hyunseung telah ditugaskan di satu daerah di Seoul untuk mulai memburu berita malam ini.

 

Wae, Hyunseung. Apa masih ada yang kau perlukan dariku?”

 

Anieyo. Ponselmu. Ponselmu tertinggal di ruang pertemuan, seunbaenim

 

“Ah, gomawo” Hyuna mengambilnya dan langsung memasukkannya ke dalam saku blazer.

 

“Sepertinya seseorang menghubungimu beberapa kali.” Hyunseung melanjutkan.

 

“O, jinjja?” Hyuna mengambil kembali ponselnya dan mengecek layar. Lima belas panggilan tak terjawab dari orang yang sama. Membuat Hyuna membatu karena membaca namanya. Kenapa. Pria itu. Menghubunginya. ?

 

“Haah~ apa yang kau harapkan Hyuna” Gadis itu berkata lirih. Mencoba menyadarkan dirinya sendiri bahwa dia telah dicampakkan oleh pria brengsek yang begitu dia cintai. Lihat make up tebal yang dipakainya itu. Sangat berhasil menutupi mata sembab dan lingkar hitam dimatanya setelah menangis setiap malam. Bukan mengasihani diri sendiri, tapi marah karena keadaan.

 

Hyuna berbalik, hendak berjalan pada lift yang terbuka bersama beberapa orang lainnya yang menunggu. Tetapi langkahnya tertahan saat dia merasakan tangannya tertarik kebelakang.

 

Hyuna mengerjap saat melihat Kyu Hyun berdiri begitu dekat dengannya. Lengannya menempel sempurna pada tangan Kyu Hyun yang menariknya beberapa detik lalu. Nafas pria itu terengah, sepertinya dia baru saja berlari.

 

Kyu Hyun, tanpa banyak bicara menarik Hyuna masuk kedalam lift. “Jeosonghamnida, tapi bisakah kami memakai lift ini. Mohon, bantuannya. Silahkan naik lift yang lain” Kyu Hyun dengan segala sikap sewenang wenangnya. Meskipun mendapat omongan disana sini, pria itu tetap ‘mengusir’ secara halus rombogan pekerja SBC TV dari lift yang telah mereka masuki.

 

Pintu lift tertutup, dan Kyu Hyun menekan tombol untuk lantai tertinggi di gedung itu.

 

“Cho Kyu Hyun, apa yang kau lakukan sekarang?!” Hyuna bertanya dan melepaskan tanganya secara kasar dari Kyu Hyun. Gadis itu tampak tidak percaya dengan semua pengelihatannya. Kyu Hyun di depannya, dan telah bersikap seenaknya di tempat dia bekerja. Apa ada hal lagi yang lebih menjengkelkan dari ini?

 

Kyu Hyun berbalik dengan tatapannya yang terlihat lelah. Menatap Hyuna selama beberapa detik. Sementara Hyuna tak mengerti untuk mengartikan tatapan itu, dia hanya tahu bahwa itu benar benar nyata melihat Kyu Hyun di depannya pasca kejadian tempo hari.

 

Tanpa gadis itu duga dan tanpa sepatah kata pun yang keluar, Kyu Hyun memegang kedua pundak Hyuna dan menariknya. Pria itu memeluk Hyuna erat, sangat erat.

 

Hyuna terbebelalak. Kedua tangannya mengepal di kedua sisi. Bertahan untuk tidak membalas pelukan itu tanpa alasan yang kuat.

 

“Maafkan..aku” Hyuna gemetar ketika suara itu terdengar. Dalam dan sungguh sungguh. Tidak butuh keyakinan lainnya, gadis itu tahu dalam satu kali dengar, Kyu Hyun bersungguh sungguh.

 

“Mwoga?” Hyuna bersuara. Dia berusaha mati matian untuk tidak mengendurkan pertahannanya, menangis dan menyebabkan suaranya bergetar. Apa yang dia pasang sekarang adalah Hyuna dengan topeng tegar dan tak tersentuh.

 

“Semuanya. Semua yang telah aku lakukan padamu. Semua perkataanku yang menyakitimu. Semua hal yang kuperbuat dan membuatmu menangis. Maafkan aku, aku benar benar minta maaf” Kyu Hyun mengeratkan pelukannya membuat gadis itu susah bernafas.

 

Disisi lain, Hyuna merasa longgar untuk beberapa saat, namun dia mencoba mengembalikan kesadarannya. “Lepaskan aku” itu yang dikatakannya sebagai jawaban. Selain terasa sesak karena pelukan pria itu yang terlalu erat, dia tidak semudah itu melupakan ucapan menyakitkan Cho Kyu Hyun.

 

Ani” Kyu Hyun mencegah Hyuna yang berusaha melepaskan diri dengan memeluknya lebih erat, lagi.

 

“Aku bersalah, atas semua ini. Aku hanya merasa takut tentang bagaimana kehidupanmu saat bersamaku kelak. Tapi aku sadar, bahkan jika aku melakukan ini tidak akan ada yang bahagia diantara kita. Aku mengerti semua perasaan itu untuk itu aku berlari kemari, memperbaiki apa yang telah kurusak. Mianhe.. nan jeongmal mianhe

 

Pelukan itu dan ucapan kesungguhan Kyu Hyun, Hyuna merasakannya. Ketika Kyu Hyun menyampaikan apa yang dirasakannya itu membuat hatinya bergetar karena perkataan Kyu Hyun tepat dengan apa yang dia rasakan selama beberapa waktu terakhir. Melihat bagaimana Kyu Hyun telah mengerti, ada perasaan lega yang menguar dari dirinya dan membuat pertahannya semakin goyah untuk tidak kembali jatuh pada pria itu. Ingin rasanya menyanggah semua yang pria itu coba utarakan, tetapi dia runtuh tepat ketika Kyu Hyun berucap kembali.

 

.

.

.

 

“Aku mencintaimu”

 

“Aku.. benar benar mencintaimu, Hyuna~ya”

 

 

Seketika, Hyuna merasakan hatinya dihujani kehangatan oleh perkataan Kyu Hyun. Tidak, bukan perkataannya. Memang pria inilah yang hangat. Selalu membuatnya hangat dan nyaman bahkan setelah semuanya yang mungkin menyakitkan dirinya lebih dari yang dia tahu. Tapi, apa yang baru saja diungakapkan Kyu Hyun benar benar.. membuatnya kalah telak. Bagaimana semua kebersamaan mereka terngiang dikepalanya saat kata itu, kata yang telah lama Hyuna tunggu, keluar dengan penuh kesungguhan disana.

 

Pertahanan itu langsung runtuh ketika satu tetes air mata jatuh dari matanya, mengenai pakaian Kyu Hyun. Hyuna mencoba menahan isakannya agar dapat berbicara.

 

Tangan kecilnya yang bergetar terangkat dan membalas pelukan itu sangat erat. Menenggelamkan kepalanya di pundak Kyu Hyun, Hyuna terisak pelan karena kebahagiaan yang menyerangnya secara tiba tiba dan bertubi tubi. Dia benar benar tidak menyiapkan apapun untuk persaan terlalu senang ini dan membuatnya sulit mengontrol diri.

 

Kyu Hyun menjauhkan dirinya demi melihat wajah Hyuna yang kacau dengan air mata. Pria itu dengan lembut memegang kedua pipi Hyuna. Dan dengan kedua jarinya, dia mengusap pelan sisa sisa air mata yang menempel.

 

“Aku… tidak akan membebanimu dengan pikiran konyolku lagi. Mulai sekarang, aku hanya ingin memegang tanganmu dan tahu cara untuk hidup bahagia. Untuk itu, jangan menyerah padaku, hm?”

 

Hyuna tersenyum dan lagi air mata itu jatuh saat dia mengangguk.

 

Saranghae. Saranghanda, Hyuna~ya

 

Hyuna mengangguk angguk entah untuk jawaban maaf Kyu Hyun padanya, atau membenarkan hatinya yang juga merasakan hal yang sama pada pria itu. Hyuna memilih untuk kembali memeluk Kyu Hyun hangat “Aku juga, mencintaimu Cho Kyu Hyun”

 

Kyu Hyun merasakan bebat seberat seribu ton yang berhari hari menganggunya lepas seketika, dan dia bisa bernafas dengan baik sekarang. Melihat gadisnya tersenyum bahagia karenanya adalah harta tak ternilai yang bisa dia miliki.

 

Menjauhkan Hyuna kembali, Kyu Hyun mengusap sekali lagi lelehan air mata itu dan mendekatkan wajahnya. Ketika bibir mereka bertemu, pria itu merasakan Hyuna yang tersenyum lebar. Kembali hatinya menghangat mengetahui semuanya telah kembali ke keadaan semula, atau bahkan mungkin lebih baik.

 

Kyu Hyun melepaskan tautan bibir mereka dan beralih mencium kening Hyuna. Gadis itu merasa seperti gadis paling bahagia di dunia saat ini. Jika bisa, dia hanya ingin menghentikan waktu dan menikmati saat saat hangatnya bersama Kyu Hyun.

 

TING!

 

Dan keduanya tersadar dengan suara lift yang telah berbunyi untuk yang kesekian kali. Saling pandang, mereka pun tertawa bersama.

 

-o0o-

 

Hyuna melihat jam tangan nya yang menunjukan pukul tujuh malam. Gadis itu meniup poninya sembari keluar dari gedung SBC, merasa malu dengan kejadian hari ini. Ya, sedikit mendapatkan masalah, dia yang terekam CCTV berciuman bersama Kyu Hyun di lift mendapatkan panggilan dari atasannya. Intinya satu, gadis itu malu untuk menunjukan wajahnya di sekitar kantor, mungkin untuk beberapa waktu kedepan.

 

“Aku pasti sudah gila. Aishh~” Dia menepuk kepalanya dan berjalan menghentakan kaki keluar area gedung.

 

Suara klakson mobil menghentikannya. Dia mencari sumber suara dan menemukan sebuah mobil berhenti tak jauh dari tempatnya berdiri. Kyu Hyun keluar dari sisi kemudi dan melambai padanya.

 

“Kyu Hyun~ah!” Gadis itu penuh dengan kebingungan. Dia berjalan menghampiri Kyu Hyun yang kini duduk bersandar di bagian depan mobil.

 

Eonje wasseo?”

 

“Eumm, barusan” Kyu Hyun mengulurkan tangannya menarik Hyuna. Pria itu melingkarkan tanganya di pinggang Hyuna dan terlihat manja.

 

Wae? Terjadi sesuatu?” Hyuna menepuk nepuk pundak Kyu Hyun membuatnya nyaman.

 

Aniya. Geunyang.. joha

 

Mwo?”

 

“Aku menyukainya. Waktu seperti ini. Benar benar menyenangkan”

 

Hyuna tersenyum lebar “Aku juga” Gadis itu lalu mengingat sesuatu “Keundae, Cho Kyu Hyun. Mulai sekarang, katakan padaku jika itu sulit. Katakan padaku jika kau bahagia. Katakan semua yang kau rasakan dan yang terjadi padamu. Jangan buat aku khawatir dengan tidak tahu apa apa”

 

“Arraseo. Dan, aku benar benar minta maaf dengan perkataan kejamku padamu waktu itu”

 

Hyuna tersenyum, menyentuh pipi Kyu Hyun dan mengusapnya lembut “Aku tahu kau tidak benar benar mengatakannya”

 

“Apa kau ingin mendengar sebuah dongeng?” Kyu Hyun bertanya, membuat alis Hyuna berkerut “Dongeng?”

 

“Akan kuceritakan dijalan. Kajja

 

Hyuna mengangguk dan masuk kedalam mobil. Kyu Hyun benar benar melakukan apa yang dia katakan. Sepanjang perjalanan, dia menceritakan semuanya tanpa kurang. Silsilah hidupnya, bagaimana hubungannya dengan Ahra dan siapa ibunya. Lalu masa lalu Dong Hae dan Ahra yang membuat hubungan mereka seperti sekarang ini. Masalah masalah Dong Hae yang berkaitan dengan keluarganya. Semua ketegangan itu hingga membuatnya sampai melakukan hingga titik ini.

 

Kyu Hyun mengeratkan genggaman tangannya pada Hyuna yang sejak tadi tidak dia lepaskan. “Sekarang bagaimana?” tanyanya setelah semua cerita itu mengalir.

 

Hyuna tersenyum. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya untuk mencela perkataan Kyu Hyun sejak tadi. Berbagai perasaan silih berganti merasukinya saat Kyu Hyun bercerita. Sedih, senang, haru, marah dan sebagainya. Tapi hal yang paling membuatnya senang adalah, bahwa Kyu Hyun telah benar benar terbuka untuk menceritakan kisah hidupnya yang tidak semulus pikiran orang.

 

“Aku bangga padamu” ucap Hyuna membalas pertanyaan Kyu Hyun.

 

Wae?”

 

“Kau bisa bertahan sampai di titik ini dengan semua usahamu. Kasih sayang yang kau miliki begitu besar untuk keluargamu. Aku.. bangga padamu”

 

Kyu Hyun tersenyum menatap Hyuna “Kupikir aku akan menyerah ditengah jalan. Tapi ternyata, seseorang membuatku bisa bertahan”

 

“Siapa?”

 

Pria itu menatap Hyuna “Kau” untuk beberapa detik. Dia kemudian mengalihkan kembali pandangannya ke jalan raya.

 

“Wooo, ternyata kau juga punya sisi ini, Cho Kyu Hyun~ssi. Suka merayu” Hyuna menggoda Kyu Hyun dan pria itu tertawa.

 

Aniya. Jinjja, neo

 

Hyuna berkedip saat melihat Kyu Hyun menatapnya dengan tatapan ‘ini benar benar kau’

 

“Aku? Bagaimana–?”

 

“Ada kalanya aku terlalu lelah dan siap kapan saja untuk menyerah. Bertemu dengan Dong Hae hyung dan beradu mulut dengannya adalah salah satu hal yang ingin kuhentikan. Sikap angkuh, tegar, dan melawanku padanya adalah sebuah topeng. Pada dasarnya, aku masih sering takut untuk menghadapinya. Takut aku berbuat terlalu jauh, karena aku tahu, aku masih menghormatinya. Sama seperti dulu. Aku hanya berusaha mengubahnya kembali dengan cara yang sama yang dia pakai saat ini”

 

Kyu Hyun menarik tangan Hyuna yang ia pegang bertemu dadanya “Tapi kau ingat? Pertemuan pertama kita di Allure waktu itu?”

 

Hyuna megangguk cepat “Geurom! Aku ingat betapa malunya aku mengira kau ingin bunuh diri saat itu” Kyu Hyun terkikik

 

“Itu mungkin saja” candanya

 

“Cho Kyu Hyun!”

 

“Aku bercanda” pria itu tertawa “Sejak pertemuan itu, aku bertemu denganmu. Terdengar murahan tapi inilah yang kurasakan. Betapa aku merasakan kenyamanan saat aku bersamamu, dan pada akhirnya bisa menunjukan sisi lainku di depanmu. Bukan seorang Cho Kyu Hyun yang dikenal orang mempunyai satu wajah, dingin”

 

Hyuna terus tersenyum dan mendengarkan dengan baik semua perkataan Kyu Hyun. Hatinya begitu tenteram mendengar pria itu sudah jauh tampak lebih baik sekarang.

 

-o0o-

 

Kyu Hyun turun dari mobilnya setelah memarkirkannya di tempat biasa. Setelah mengantar Hyuna pulang, disinilah dia sekarang. Berjalan menuju pintu masuk rumahnya.

 

Noona, aku pulang” Kembali kerumah kakaknya. Dia merasa perlu untuk tinggal di sisi Ahra saat ini.

 

Pria itu masuk setelah memakai sandal rumah. Langkahnya berhenti melihat kakaknya yang tengah berbincang dengan seseorang di ruang tamu. Kyu Hyun tidak bisa memastikan siapa karena hanya punggungnya yang terlihat. Hanya yang dia tahu, tamu kakaknya malam ini adalah seorang wanita.

 

“Oh, Kyu Hyun~ah” Ahra menyadari kehadirannya dan ekspresinya tampak khawatir, membuatnya mengerutkan alis terlihat bingung.

 

Wanita yang membelakanginya itu berbalik dan menatapnya. Kyu Hyun.. terdiam beberapa saat.

 

“Cho Kyu Hyun”

 

 

 

“Hyuna kok kayanya lembek banget jadi cewe, gampang maafin Kyuhyun gara gara dikasih makan kata cinta” #etdaah

 

Ada yang mikir begitu?

Karakter Park Hyuna itu, dia cewe lembut yang susah buat marah sama orang. Kalaupun dia marah juga, dia akan milih diam dan ngebiarin semuanya berlalu. Kalo bahasa jawanya sih, si Hyuna ini emang type cewe yang ‘menye-menye’. Dia emang ga tegas, tapi berusaha tegas, tegar, dan jaga prinsip. Dari semua scene juga kan gaada yang ngegambarin dia bener bener wanita strong yang dingin dan angkuh. Makanya dia juga dodol pake dateng ke Dong Hae segala, wkwkwk. Dia gabisa marah, tapi dia bakal bilang kalo dia butuh penjelasan. Tapi, dia bakal tahan untuk nanya demi kenyamanan si tuan Cho yang kelewat…kelewat.. apa yaa. Kelewat tamvaaaaaan -___-

Nah, karena sisi lembutnya inilah dia memafkan Cho Kyu Hyun ku tersayang #eh Bukan karena kata cintanya ya, tapi coba tebak karena apa… ? Yang bener dapet cium si gembul~

Yap, benar sekali anda anda sekalian. Karena untuk batasan seorang Cho Kyu Hyun, yang sifat, karakter dan type type cowo susah kayak dia bisa jatuh cinta, ungkapin perasaan, dan terbuka sama orang lain, itu susah. Jadi sekalinya dia bisa begitu ke Hyuna, gimana ga kelepek klepek Hyuna nya? #heleh

 

Over all, Cuma mau jelasin aja haha. Mau aku masukin ke scene, tapi bingung dibagian mana dan takutnya ga nyambung.

Oiya, aku tambahain kalo ada yang bingung Overdosis sama Keracunan.

Keracunan : Masuknya zat lain (zat berbahaya) ke dalam tubuh yang bisa menyebabkan kematian.

Overdosis : Kelebihan dosis obat dari yang seharusnya diterima oleh tubuh dan menyebabkan kematian.

#ehehehe

Terlepas dari bab 14, ada yang mau berbagi galau sama aku? Ituloh.. aku pengen tanya, KENAPA WEB DRAMA NYA MBUL BANYAK BANGET SKINSHIPNYA YAAA?? KYU.. JANGAN TINGGALIN HYUNAAA KYUU KYUUUUU~~~T___T

Sekian dan terimakasih. *onthewaygalaudipojokamar*

See you on top!

 

Advertisements

97 thoughts on “Allure of The Seas #Bab 14

Add yours

  1. Ngoehehe untung aja ada heechul si mak penasihat yg selalu manjur jos gandos/? Tapi kesial mak gue masa diturunin dijalan gitu aja? Dasar lu chokyu gembul-_-
    Akhirnya mereka balikan juga yeaayy🙌🏻🙌🏻

  2. Siapa tamunya ahra..dan kenapa kyuhyun begitu terkejut..apakah wanita masa lalunya atau ibu kandungnya…kyuhyun dan hyuna baikan lg dan kyuhyun mulai terbuka…

  3. Akhrny balikan lg deh plus si hyuna dpet ungkpan cinta dri kyu..penantian yg pnjng yah ekekekke
    Duhh siapa lg t yg jd tamu ahra?? Ibuny kah? Atau cew lain…

  4. Haiii sorry baru sempet komen di part ini, soalnyaa penasaran hahaa tau ff dan blog ini dari yang komen diberbagi fanfiction,

    Ceritanya seru, tapi di awal menurut aku agak kecepetan jalan ceritanya tapi keseluruhan bagus sama menarik hehe
    Hyunanya tapi agak kurang mempertegas maksud hati dia jadi ke kyuhyunnyaa kurang peka walauoun emang didunia nyata cewe suka gengsi sih hahahha tapi greget aja soalnya 22nya saling kaya mendem dan ga ungkapin maksud hati masing masing wkwkkw 😂

  5. Akhirnya balikan huhuhu
    balikan cieeeee
    Kim Hee Chul bagai penerang dikala pikiran bodoh Kyuhyun melintas aseeeek
    wow wow wow
    Heechul disini melawak
    dia bisa takut sama tatapan tajam kyu atau aura2 tak sedapnya Kyu
    puhahahahaha
    biasanya dia lebih setan dari Kyuhyun ahak

    ya ampuun
    ya ampuun
    Kyuhyun menolong donghae

    haek oppa jangan menyerah

    aigooo Hyuna malu deh
    ketangkap cctv sedang berciuman dengan sang CEO tampan ihihi

  6. Akhirnya mereka balikan lagi berkat oppa cantik kim heechul😃tapi kira-kira siapa wanita yang bicara sama ahra yang membuat kyuhyun kaget😕😕

  7. ciee kyu cemburu wkwkwk :v

    bener kata kyuhyun, setidaknya donghae mikirin hyemi. tapi denger penjelasan kyuhyun kayaknya dnghae bener bener orang baik.

    kyuhyun nya romantis.

    heecul mendadak jadi papatah hebat wkwkwk.

  8. Di sini kyuhyun beda bgt dari ff yang lain..

    Mereka balikannn.. Yayy!
    Seneng…

    Hmm semoga aja donghae bisa ga di penjara dan bisa bahagia bareng ahra dan hyemi..

  9. Suka sih sisi lembut hyuna itu .drpd dia cinta tp gx mau maafin gr” dia sakit hati dihina sama kyuhyun..nantinya tidak ada yg bahagia bagi keduanya…

  10. Akhir ny mreka bersatu kembali…
    jd senang dech….
    hyuna emg ksal awal ny dia dteng k donghae yg sok jd pahlawan gt and the mlah dy masuk jebakan donghae … bgian tu gw ksel bnget …
    kyuhyun akhir ny bisa menjelaskan smua maslah yg terlibat donghae and semog donghae bisa lebih memahami keadaan ny saat nii…
    Perkataan heechul sngat berharga buat membuka pikiran kyuhyun ttg sebuah hubungan yg saling mencintai and terbuka…

  11. bleh kasih saran ngga eonni, aturan bikin si hyuna maafin kyuhuunya lama kan jadi tambah seru hehehe
    bikin greget nantinya, tapi yang ini juga seru sii.

  12. Benerkan kalo Hara meninggal bukan gara gara Donghae oppa. Oppa ngga bakalan sejahat itu kekeke
    Akhirnyaa Hyuna sama Kyuhyun oppa baikaann, untung ada Heechul oppa ya yang sadarin dia :v

  13. duh si kyu sama hee sok*an pake kata bijak….:D
    akhirnya kyu sama hyuna baikan lagi deh tapi siapa yaa yang kira* datang kerumahnya kyu sama ahra??jreng jreng jreng..penasaran deh

  14. terkadang aku jg kasian sma donghae. pst hidupnya sangat berat setelah ditinggal pergi ahra. dia sllu mrsa gelisah dan ga tenang. tpi stlh semua ini selesai apa dia akan kembali sma ahra ?.
    dan itu siapa tamu ahra ? apa perempuan dimasa lalu kyuhyun ?

  15. mereka balikan. aku bingung, apaaki merasa bahagia atau sebaliknya. tapi gak papa deh, yang penting hyunanya bahagia. aku suka kalau hyuna suka.
    moga aja kyu gak kasar lagi ama hyuna, sampai kapanpun. btw gimana nasib donghae? apa dia akan bersama ahra?

    rindu hyemi~~ gak ada hyemi dipart ini. aku rindu tingkah lucunya.

  16. Tapi aku malah suka bngt sma sifat hyuna disini,,dia bsa nerima apa adanya tntang kyuhyun.
    berharapnya sih nd ada konflik lgi, biar di next part udh happy happy an gitu

  17. “Aku juga, mencintaimu Cho Kyu Hyun” 😘😘😘😘😘
    Suka banget kyuhyun di chapter ini, LAKI banget gitu 😍

  18. Rupanya kyu tahu semua tentang kronologi kematian hara adiknya siwon dan itu menjadi bukti bahwa donghae bukan pelaku dari kematian hara.

    Akhirnya kyuna couple baikan juga, karna kyu sudah di ceramahi oleh heechul jadinya kyu menyadari semuanya kalau dia salah telah memutuskan hubungannya dg hyuna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: