Allure of The Seas #Bab 13

allure-of-the-seas1_副本

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

Bab 13 : Fall, Once Again

 

 

Suara cicitan burung pagi ini kembali merasuk ke dalam pendengerannya. Cho Kyu Hyun telah bangun dari tidur panjang, tidak, sebenarnya dia terjaga sepanjang malam. Dan sudah seminggu terakhir dia melakukan ini. Hanya melakukan hal tak berguna dirumah, keluar hanya untuk mengambil kaleng bir, lalu duduk termenung, kemudian beranjak lagi lalu berjalan kesegala arah. Yah, dia cocok sekali dikatakan pria pengangguran. Pria pengangguran yang menyedihkan.

 

Kyu Hyun tak bergeming dengan suara bel apartementnya yang telah berbunyi sedari tadi. Yang dia tahu hanya ketika dengan tiba tiba seseorang melemparnya dengan bantalan sofa besar yang cukup membuatnya meringis.

 

“Yaaa~ Cho Kyu Hyun. Kau bahkan tidak mengumpat” Hee Chul tersenyum lebar lalu dengan kasar dia mendrong Kyu Hyun agar memberinya space duduk di sofa.

 

Hee Chul menyilangkan kakinya dan bersender santai. Kacamata nya selalu bertengger dengan apik dan menyatu dengan rambut panjang nya. Oh, dan jangan lupakan setelah bunga bunga yang ia kenakan hari ini.

 

“ckckckck” Hee Chul memandang kesegala penjuru ruangan “Kau apakan apartementmu ini Cho Kyu Hyun”

 

Kyu Hyun tak perduli dan meneguk kembali kaleng bir yang berada ditangannya. Hee Chul berdecak kemudian merebutnya dari tangan Kyu Hyun. “Berhenti memasukkan penyakit ke tubuhmu”

 

Kyu Hyun mendesah pelan dan menatap Hee Chul “Apa lagi kali ini?”

 

Hee Chul mendekat dengan tiba tiba membuat Kyu Hyun sontak menjauh. Pria cantik itu mengendus pelan di depan Kyu Hyun membuat pria itu geli “Apa apaan!”

 

“Cho Kyu Hyun, kapan terakhir kali kau mandi?”

 

“Ya!”

 

“Aku serius. Kau benar benar tinggal seperti di hutan” Hee Chul melepas kacamatanya dengan mendramatisir “Lihat sekekelilingmu. Disini sudah seperti tumpukan sampah” Dia melirik ke meja di depannya “Sampah kaleng bir”

 

“Diam dan katakan tujuanmu kemari lagi”

 

“Ini” Hee Chul tanpa basa basi menyerahkan sesuatu pada Kyu Hyun. Setumpuk berkas yang terlihat sangat penting “Apa ini?”

 

“Lee Dong Hae mengembalikan semuanya”

 

Kyu Hyun mengangkat satu alisnya dan mengambil apa yang berada di tangan Hee Chul. Pria itu membukanya sekilas lalu mengangguk “ Baguslah” dan dia melemparnya ke meja di depannya.

 

Hee Chul mengerutkan dahinya “Begitu saja?”

 

“Aku harus apa memangnya?”

 

“Bukan, maksudku. Ini bukan sesuatu yang sederhana, Cho Kyu Hyun”

 

“Aku tahu Lee Dong Hae pasti akan mengembalikannya, jadi aku tak terkejut dengan ini”

 

Jinjja?!”

 

“Mm, hanya saja aku tak menyangka akan secepat ini”

 

Hee Chul mengangguk meskipun dia tak mengerti dan memilih untuk tidak bertanya. Pria itu menjauh dari Kyu Hyun dan kembali ke posisinya. Bersandar pada bantalan sofa “Lalu kalau begitu, masalah selesai kan?”

 

“Apa?”

 

“Sudahi sikap kekanak kanakanmu seperti ini Cho Kyu Hyun. Aku tidak tahu pasti apa masalahmu karena kau bukan tipe orang terbuka, kau dan kekeras kepalaanmu itu, membuat aku ikut ikutan gila, kau tahu!”

 

Kyu Hyun mengeluarkan tawa kecilnya yang membuat Hee Chul mendesah

 

“Dan ini bukan saatnya kau tertawa,bocah. Bersihkan dirimu. Kita keluar”

 

Shireo

 

“Aku tahu akan seperti ini, untung aku membawa baju ganti” Hee Chul mengeluarkan senyumnya yang aneh dan berdiri. Melepas jaket bunga bunganya lalu menatap Kyu Hyun.

 

“Apa? Baju ganti apa?”

 

“Tentu ketika aku harus menyeretmu ke kamar mandi aku akan basah kan?!”

 

“Kau a-apa?” Belum sempat Kyu Hyun membantah, Hee Chul menarik keras tangan Kyu Hyun untuk berdiri dan menyeretnya ke kamar mandi.

 

YAAA! HYUUUNG

 

“Aha~ akhirnya kau memanggilku dengan benar” ucapnya sambil terus menggeret Kyu Hyun ke kamar mandi dengan tenaganya yang super besar. Berbanding terbalik dengan parasnya, Hee Chul mempunyai kekuatan yang cukup untuk meyeret nyeret pria sebesar Kyu Hyun hanya untuk mandi.

 

“Tak heran, kau memang anak manja” Keluh Hee Chul dengan nafasnya yang cepat.

 

“KIM HEE CHUL!”

 

“YA!”

 

-o0o-

 

Kyu Hyun duduk terdiam di dalam mobil yang melaju dengan sedang di malam berbintang itu. Terserah, pria itu sudah angkat tangan dan membiarkan Hee Chul melakukan apapun yang dia suka. Dan disinilah dia, terduduk dengan pasrah sembari mendengarkan Hee Chul yang bernyanyi mengikuti lagu yang terputar di radio dan mengenderai mobil dengan riang.

 

“Cho Kyu Hyun. Kau tahu lagu ini? Penyanyinya benar benar cantik!”

 

Kyu Hyun mengendikan bahunya dan menatap keluar jendela “Kau dan kebiasaan anehmu, hyung

 

“Sudah kuduga, kau pasti tidak tahu”

 

“Setelah memaksaku mandi, mendadaniku sesuka hati dan sekarang kau ingin membawaku kemana?” Kyu Hyun bertanya dengan nada datar. Dia memang tidak perduli, tapi setidaknya dia tahu akan kemana, bukan?

 

Party

 

“Pesta? Pesta macam apa yang kau maksud?”

 

Hee Chul melihat Kyu Hyun yang menatapnya curiga. Pria itu menjitak kepala Kyu Hyun dan membuatnya meringis “Apa yang kau fikirkan, bocah!”

 

“Ya! memangnya aku bilang apa?”

 

“Diam dan duduk saja. Kau akan tahu pesta apa yang kumaksud”

 

Hee Chul melajukan mobilnya hingga mereka memasuki pekarangan luas di sebuah rumah besar di daerah Gangnam. Rumah itu benar benar mencolok karena dibangun dengan gaya khas Eropa dan berbeda dengan rumah Korea kebanyakan. Ditambah dengan gemerlap lampu yang muncul di beberapa sisi, deretan mobil mewah yang terpakir, dan ramainya orang yang berlalu lalang. Kyu Hyun mengangkat alisnya.

 

“Kau benar benar membawaku kesebuah pesta”

 

Geurae. Lupakan apa yang pernah terlintas dipikiranmu tadi”

 

Eoddiya?”

 

“Ahh~ ini rumahku. Bagaimana, kau belum pernah kemari kan” Hee Chul memasukan mobilnya di tempat parkir miliknya “Kajja” ajak Hee Chul sambil melepas seatbelt nya, namun kemudian pria itu mengumpat kecil ketika mendapati Kyu Hyun baru saja turun lebih dulu dan menutup pintu mobilnya “Yaish! bocah sialan”

 

Hee Chul keluar dan mengitari sisi mobil, menemui Kyu Hyun yang kini berdiri dengan pandangan yang mengedar.

 

“Acara apa ini?”

 

“Ulang tahunku” Hee Chul mengamati Kyu Hyun dari atas sampai bawah “Ah, arraseo arrraseo, kadomu menyusul saja. Aku tidak apa apa”

 

Kyu Hyun menoleh ke arah Hee Chul sejenak, lalu berpaling kembali. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam kantung dan berjalan meninggalkan Hee Chul di belakang.

 

Tanpa banyak bicara, Hee Chul menyamai langkah Kyu Hyun dan mulai berjalan di jalan setapak kecil menuju pintu utama. Musik yang mengalun terdengar dan hiruk pikuk mulai mengisi sekitar Kyu Hyun berjalan.

 

“Wah, berapa umurmu. Kau masih suka yang seperti ini”

 

Well, kita tidak pernah tua untuk bisa bersenang senang” Hee Chul Menyambut riang teman temannya yang menyapa. Pria itu terlihat lepas dengan tawa nya yang menggema dan mengisi telinga Kyu Hyun. Pria itu menggeleng dan berdecak karena merasa agak risih, juga karena dia berada di tengah tengah teman Hee Chul yang masih asing baginya.

 

Kyu Hyun berjalan menjauh dari kerumunan dan mencari tempat yang sedikit tenang. Dia berjalan ke arah sisi bangunan yang pintu gesernya terbuka lebar. Dia menemukan swimming party yang lagi lagi membuatnya menggeleng “Dia benar benar serius menyukai hal seperti ini”

 

Kyu Hyun menuruni undakan tangga dan berjalan di sisi kolam. Mengambil minuman dari waitress yang melewatinya, pria itu terus berjalan lururs hingga dia mencapai ujung kolam renang yang membuatnya menemukan setapak jalan kecil yang terawat. Dengan maksud mencari ketenangan, Kyu Hyun berjalan mengikuti tapakan dan butuh waktu kurang dari lima menit, dia menemukan sebuah little garden dengan ayunan putih berdiri di tengah.

 

Kyu Hyun mendudukan dirinya di ayunan dan mulai menenangkan pikirannya kembali. Ketika bersandar, dia dapat melihat bintang yang bertebaran sangat banyak malam itu.

 

Masalahnya mungkin telah sedikit berkurang. Dia tahu bahwa perannya dalam menangani Dong Hae berhenti setelah pria itu mengetahui kebenarannya. Hanya sampai titik itu. Kecuali jka Dong Hae membuat masalah yang memaksanya kembali turun tangan.

 

Tapi kemudian, dengan kesialan yang di dapat dia harus menemukan permasalahan lain dimana sosok wanitanya menjadi pemeran utama dalam hal ini. Hyuna Hyuna Hyuna. Hanya itu yang menjadi pusat pikirannya belakangan terakhir, dia bukan Cho Kyu Hyun yang pandai menangani hal macam ini karena dia pun pertama kali dan ini masih tabu untuknya. Tetapi ketika semua point dimana permasalahannya itu dimulai, Kyu Hyun merasa dia harus membuat keputusan yang benar benar tepat agar semuanya kembali. Lalu kemudian, saat ini dia tengah bimbang. Apakah langkahnya yang sudah dia pikirkan itu benar benar jalan terbaik?

 

Kyu Hyun tersentak merasakan seseorang berjalan mendekat ke arahnya. Dia memperbaikai posisi duduknya dan menemukan sumber kekecauannya berdiri kaku di tempat. Cho Kyu Hyun? Lihat bagaimana dia terdiam karena sedang berkelahi dengan jiwanya. Dari tatapan itu, terlihat sekali bagaimana Kyu Hyun merindukan sosok Hyuna dan ingin merengkuh gadis itu kepelukannya, tapi disisi lain dia sadar bahwa tidak seharusnya dia bertindak bodoh sekarang. Sesuatu harus diluruskan terlebih dahulu.

 

Hyuna memamerkan senyumnya yang kaku, ya gadis itu terlihat sangat bingung dan cemas namun berusaha menutupinya. “Boleh.. aku duduk disitu?” Hyuna menunjuk sisi kosong di samping Kyu Hyun dan dengan ragu, gadis itu menatap prianya yang saat ini terlihat kacau. Hyuna menahan air matanya yang sedari tadi ingin keluar ketika mengingat hubungan mereka yang masih runyam dan sadar betapa rindunya dia akan sosok Kyu Hyun yang memeluknya hangat.

 

Kyu Hyun tidak menyahut namun dia menggeser badannya menandakan pria itu mengizinkan Hyuna untuk duduk disampingnya. Dengan perlahan, Hyuna berjalan mendekat dan semakin mendekat ke arah Kyu Hyun. Suara heelsnya terdengar beradu dengan jalans setapak yang dia lewati. Ragu, Hyuna menundukan dirinya pelan ketika sampai di temppat tujuannya. Kyu Hyun membuang pandangannya segera setelah gadis itu duduk disampingnya. Tidak, jika dia melihat Hyuna, pria itu akan runtuh.

 

Hyuna bersusah payah hanya untuk menelan air liurnya, dia meremas kedua tangannya di atas pangkuannya. “Bukankah.. kita harus bicara?” suaranya terdengar bergetar, Kyu Hyun sadar itu.

 

“Hmm, bicaralah” Hyuna memejamkan matanya seketika ketika dia berhasil mendengar suara Kyu Hyun di telinganya. Ya Tuhan, betapa gadis ini rinduk suara Cho Kyu Hyun yang selalu membuat hatinya bergetar. Dan kali ini pun sama, jantungnya berdesir hanya dengan mendengar sepatah kata dari pria itu.

 

“Aku.. tidak tahu bahwa kau sebenarnya tahu atau tidak, tapi kejadian kemarin.. jelas salah paham. Kau, salah paham”

 

Kyu Hyun masih terdiam dan belum menunjukkan reaksinya. Hyuna menguatkan hatinya untuk terus bicara dan membuat masalah ini selesai.

 

“Kau tahu, aku bukan orang yang akan melakukan hal seperti itu kan, Kyu?”

 

Hyuna berharap, kali ini dia mendapat respon dari Kyu Hyun. Dan berhasil. Pria itu mengalihkan pandangannya ke arah Hyuna dan menatapnya tepat di mata. Hati gadis itu bertalu, antara senang Kyu Hyun melihatnya dan gugup dengan apa yang dikatakan Kyu Hyun.

 

“Aku tahu” Ucap pria itu serak, Hyuna tersenyum lega. Senyumnya seperti dia telah menahan batu yang berada diujung tebing dan akirnya dia melepaskan batu itu hingga terjun bebas dan membuatnya lega setengah mati.

 

Keundae..”

 

“Hmm?” Hyuna menanti dengan was was.

 

“Park Hyuna”

 

Senyum lega di wajah Hyuna menghilang. Entah kenapa perasaannya menjadi takut saat Kyu Hyun memanggilnya seperti itu.

 

“Aku sudah memikirkan ini matang matang” Kyu Hyun menunduk dan menelan ludahnya pelan “Kurasa, aku tidak bisa melanjutkan semua ini”

 

Untuk sepersekian detik, Hyuna menatap Kyu Hyun dengan kosong dan mencoba mencernya semuanya. Tapi, gadis itu adalah gadis pintar yang cukup cepat menanggapi apa yang dimaksudkan oleh pria di depannya ini.

 

Wae?” suaranya pelan dan bergetar. Hyuna tidak lagi dapat menahan air matanya yang mendesak ingin keluar sedari tadi. Ini terasa.. cukup menyakitkan untuknya. Benarkan?

 

Kyu Hyun menatap Hyuna dalam. Pria itu mengutuk dalam hati ketika melihat gadisnya menangis, dan itu karena dia. Brengsek kau, Cho Kyu Hyun!

 

Tangan Kyu Hyun terangkat dan mengusap pelan pipi Hyuna yang basah “Aku hanya tidak bisa. Maafkan aku” dan setelah itu, Kyu Hyun berdiri, lalu berjalan menjauh meninggalkan punggung Hyuna yang bergetar dan menangisi nasibnya yang menyedihkan.

 

Namun kemudian, Hyuna berdiri dan mengusap kasar air matanya. Dia berbalik dan berjalan cepat menyusul Kyu Hyun. Hentakan heelsnya yang beradu dengan semen terdengar mengerikan.

 

“Cho Kyu Hyun! Berhenti disana!” gadis itu berteriak ketika Kyu Hyun telah mencapai perbatasan menuju kolam renang. Suara musik telah kembali terdengar dan membuatnya harus berteriak, dicampur dengan rasa amarahnya yang tiba tiba keluar. Kyu Hyun berhenti, namun tidak membalikan badannya.

 

“Bagaimana.. kau bisa pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan apapun padaku. Cho Kyu Hyun!”

 

Hyuna terus mengusap air matanya yang tidak berhenti keluar “Apa yang kau fikirkan ketika kau memutuskan hal ini secara sepihak? Tidakkah kau sangat egois?”

 

“K-kau! dengan seenaknya mengutarakan pendapatmu. Hey, tuan Cho! Hubungan ini menyangkut dua orang. Kau dan aku. Bagaimana.. bagaimana..” Hyuna terisak dan kembali mengusap air matanya “Aissh, kenapa ini tidak berhenti” dia mengumpat pelan. Bukan, saat ini dia bukan mengemis cinta. Melainkan tidak mengerti dan butuh, amat sangat butuh penjelasan Cho Kyu Hyun atas keputusannya yang sepihak dan tak masuk akal itu. Dilihat dari sisi manapun, ini tidak ada yang benar kecuali Kyu Hyun memberikan penjelasan yang benar benar dapat diterima olehnya.

 

Hyuna menggertakan giginya ketika melihat Kyu Hyun tak bergeming dari tempatnya dan malah berjalan kembali. Dengan susah payah, gadis itu terus mengikutinya dari belakang. Tak perduli ketika beberapa pasang mata mulai memperhatikan mereka.

 

“Ini semua tidak masuk akal, Cho Kyu Hyun. Dan.. apa apaan yang kau lakukan tadi! Apa begitu caramu memutuskan wanita? Mengusap air matanya lalu pergi meninggalkannya?! Ya.. Cho Kyu .. AHHHHH!!”

 

BYURRRRR

 

Kyu Hyun menoleh dengan cepat ketika mendengar suara teriakan dan ceburan air dari arah belakangnya. Naas, dia menemukan Hyuna tercebur ke air kolam dengan sisi yang dalam dan pria itu tahu bagaimana takutnya Hyuna terhadap air. Semua. Semua wajah ketakutakan gadis itu ketika mereka terdampar di pulau tak berpenghuni setelah sebelumnya terombang ambing di lautan lepas melintas di kepalanya.

 

Dengan panik dan cepat, Kyu Hyun bergegas berlari lalu menjatuhkan dirinya ke air. Berenang ke bawah dan menangkap Hyuna yang telah lunglai di kedalaman yang lumayan. Kyu Hyun menyeret Hyuna dan membawanya ke tepi kolam. Pria itu meletakkan Hyuna terbaring.

 

“Hyuna, Hyuna! Bangun! Sadar, Park Hyuna!” pria itu berteriak dengan gila. Menepuk nepuk pipi Hyuna. Menekan dadanya beberapa kali, lalu nafas buatan, kembali menekan dadanya beberapa kali, dan memberikan nafas buatan. Orang orang telah berkumpul di sekitar mereka.

 

“Apa yang terjadi?” Hee Chul muncul di salah satu celah

 

“HYUNA!” dan Ji Soo kemudian.

 

Kyu Hyun tak bergeming dan dengan nafas yang tak beraturan, dia masih berusaha menyadarkan Hyuna “Jebal… jebal.. ireona” ucapnya lirih. Tangannya terasa kuat menekan dada Hyuna sehingga uratnya terlihat. Hee Chul membelalakan mata. Dengan cepat, dia mendorong Kyu Hyun menjauh.

 

Micheosso! Kau akan membunuhnya” teriaknya kesal, lalu dia yang mengambil alih memberikan CPR. Kyu Hyun mendekat kembali dan menyingkirkan tangan Hee Chul “Aku bisa, aku bisa” ucapnya.

 

Hee Chul mencegah Kyu Hyun kembali “Percayakan padaku” dan kata itu cukup membuat Kyu Hyun menyerah.

 

Tak lama, Kyu Hyun melihat dengan mata kepalanya sendiri Hyuna terbatuk dan air keluar dari mulutnya. Pria itu dengan sigap mengambil kepala Hyuna dan menepuk pipinya. Hee Chul bergeser ketika sepenuhnya Kyu Hyun yang mengambil alih.

 

“Hyuna, Hyuna~ya. Gwenchana?” suaranya terdengar sangat khawatir.

 

Hyuna, gadis itu mengangguk lemah dan pandangannya kabur.

 

Kyu Hyun melihat pakaian Hyuna yang basah dan karena gadis itu mengenakan baju putih, membuat pakainnya menjadi setipis benang. Pakaian dalamnya terlihat membuat Kyu Hyun meminta Ji Soo untuk mengambil handuk. Sementara dia menunggu, Kyu Hyun mendudukan Hyuna lebih tinggi dan memeluknya, menutupi pakaiannya yang menjadi tembus pandang.

 

“Ini”

 

Kyu Hyun mengambil handuk dari tangan Ji Soo dan melilitkannya di tubuh Hyuna. Pria itu lalu menggendong Hyuna dan masuk ke dalam rumah Hee Chul.

 

-o0o-

 

Hyuna menggeliat pelan ketika merasa terganggu dengan suara ponselnya yang berbunyi. Alarmnya hidup seperti biasa. 5.30 pagi. Ketika gadis itu mencoba sadar sepenuhnya, dia melihat Kyu Hyun yang tertidur di kursi di samping ranjangnya, nyaris terjatuh. Gadis itu tertegun.

 

Dia ingat bahwa pria itu mengantarnya pulang ke flat setelah dirinya merasa baikan pasca kejadian semalam. Tapi dia tidak tahu kalau Kyu Hyun menginap dan.. melihat situasinya, pria itu menjaganya sepanjang malam. Hatinya kembali menghangat ketika merasakan cinta yang Kyu Hyun berikan kepadanya lagi. Tidak, dia yakin pria itu masih menginginkannya. Dan Hyuna berkali kali harus meyakinkan dirinya bahwa apa yang Kyu Hyun katakan semata mata hanya bentuk dari pelampiasan amarahnya yang masih tersisa. Yang perlu dia lakukan untuk mempertahankan hubungan ini adalah, bicara kembali dengan Kyu Hyun dan meyakini semuanya baik baik saja. Ingat, dia bukan mengemis cinta. Tapi butuh penjelasan atau setidaknya, alasan yang tepat. Dia akan pergi ketika Kyu Hyun menyuruhnya pergi, bukan pergi ketika Kyu Hyun mengatakan ‘tidak bisa’ untuk melanjutkan hubungan mereka.

 

Hyuna terduduk pelan dan tangannya memegang kedua bahu Kyu Hyun, membenarkan posisinya yang miring. “Tubuhmu akan merasa sakit nanti” lirihnya, merasa menyesal. Jika saja kekuatannya sebesar kekuatan pria yang bisa menggendong Kyu Hyun dan memindahkannya ke kasur, dia akan melakukannya.

 

Merasa ada yang janggal, Kyu Hyun langsung terjaga seketika. Mata bulatnya yang mengerjap disambut oleh wajah Hyuna yang berada sangat dekat dengannya. Lagi, perasaan itu kembali datang. Dia ingin memeluk Hyuna, tapi mungkin, tidak untuk sekarang.

 

“Ah~ mian. Aku malah membangunkanmu” Hyuna tersentak dan mundur kembali duduk ditempatnya dengan benar. Lama dia memperhatikan ekspresi Kyu Hyun yang sepertinya pria itu berusaha mengumpulkan kesadaran diri.

 

“Bagaimana keadaanmu?” suara pria itu serak, benar benar Kyu Hyun yang baru bangun tidur.

 

Hyuna mengangguk “Kurasa lebih baik”

 

“Kau butuh sesuatu?”

 

“Tidak, tapi—“

 

Kyu Hyun menunggu Hyuna yang tampak ragu untuk bicara. “Apa kau disini sepanjang malam?” tanya gadis itu.

 

Tidak ada yang bisa dilakukannya selain mengangguk. “Hyuna~ya

 

“Hmm?” Hyuna cepat cepat menyahut ketika Kyu Hyun memanggil namanya seperti dulu. Gadis itu merasa energi paginya tiba tiba bertambah.

 

“Apa yang aku bilang tentang selalu berhati hati, huh?”

 

Hyuna menggigit bibirnya “Aku terjatuh ke kolam, karena mengejarmu—“ Hyuna berhenti ketika ingat kembali apa yang mereka bicarakan semalam. Gadis itu mengambil nafas dan selama beberapa detik, hanya dentingan jarum jam yang terdengar.

 

“Mengenai semalam, sejujurnya aku benar benar tidak mengerti. Kenapa kau melakukan itu, apa yang membuatmu berfikir bisa melakukan itu. Aku benar benar buntu dan apa yang aku tahu hanya butuh penjelasan yang masuk akal darimu”

 

Kyu Hyun menegakkan duduknya dan menyanggah tubuhnya dengan topangan tangan di atas paha. Pria itu menautkan kedua tanganya dan mendesah pelan, Hyuna tidak bisa mendengarnya.

 

“Aku ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang kau lakukan. Ada apa antara kau dan Dong Hae. Tapi aku tahu, untuk melakukan itu aku harus melewati batas lebih. Maksudku, aku berusaha menahannya karena itu akan membuatmu tidak nyaman. Lalu tiba tiba, kau mengatakan hal yang tidak masuk akal. Bukankah wajar jika aku tidak menerima dengan mudah keputusanmu. Jika aku melakukannya, aku akan menjadi gadis bodoh untuk yang kedua kalinya”

 

Kyu Hyun menatap Hyuna skeptis “Kedua kali?”

 

“Yah~ yang pertama, ketika aku pergi mendatangi Dong Hae dan semua kesalah pahaman itu muncul”

 

Kyu Hyun menimang apakah realistis baginya untuk mengatakan pada Hyuna. Apa gadis itu akan mempercayainya ketika dia bilang bahwa alasannya berbuat seperti itu adalah khawatir. Yah, khawatir. Tentang apapun yang menyangkut gadis itu kelak. Kyu Hyun merasa bahwa membawa Hyuna masuk kedalam hidupnya yang rumit adalah keputusan yang salah. Segala sesuatu di masa depan membuatnya berfikir keras dan meyakinkannya beberapa kali hingga membawanya jatuh pada keputusan ini. Apa ini hal yang mudah untuk dilakukannya? Siapa bilang. Tentu saja mengatakan hal menyakitkan untuk gadisnya seperti semalam seakan membuatnya kotor akan diri sendiri. Berapa kali sudah pria itu menghina dirinya sendiri dalam hati karena membuat Hyuna menangis. Tapi berkali kali juga dia mengingatkan dirinya bahwa ini akan lebih baik jika Hyuna menangis sekarang. Tidak nanti. Kyu Hyun tidak bisa menjamin bagaimna kehidupan gadis itu jika terus bersama dirinya. Itu sebabnya dia lebih memilih untuk melepaskan Hyuna dan tersiksa sendiri dalam kesakitan.

 

“Ya, kau.. memang bodoh” Kyu Hyun membasahi bibirnya ketika dia merasa sangat kering dan susah untuk melakukannya. Pria itu berdiri dari duduknya, menunduk dan menatap Hyuna yang masih terduduk di atas ranjang. Memasukan tangannya ke dalam kantung celana“Dan seperti wanita murahan yang dengan mudahnya dibawa seorang pria ke dalam hotel” Terkutuk kau Cho Kyu Hyun. Di dalam kantung celananya, pria itu mengepalkan tangannya keras hingga buku buku jarinya memutih. Tak ada cara lain untuknya selain membuat Hyuna membencinya agar gadis itu menjauh.

 

Bagai disambar petir disiang bolong, apa? Kyu Hyun barusan berkata apa?

 

Hyuna mengeluarkan suaranya yang tak percaya. Dia tersenyum kosong dan menatap selimutnya yang tebal setelah kemudian menatap Kyu Hyun tajam.

 

“Apa kata katamu barusan tidak terlalu kasar? Ah ah—bukan, apa aku memang pantas kau sebut seperti itu? Tidak tidak—bukan itu. Kupikir, kau memang tidak tahu apa apa tentangku. Yah, wajar jika kau berkata semaumu” Gadis itu bingung menyusun kalimat apa yang pantas untuk membalas perkataan Kyu Hyun.

 

Hyuna menyingkap selimutnya dengan rasa tidak percaya. Gadis itu berdiri berjalan melewati Kyu Hyun membuka pintu kamarnya. Tak lama lalu kembali, lalu keluar lagi dan berhenti di pintu kamarnya. Memegang kepalanya yang mendadak bertambah pusing. Gadis itu menghela nafas menatap Kyu Hyun tak percaya. Pria itu masih berdiri di dalam kamarnya dengan diam dan tampak tidak ingin menyanggah ucapannya.

 

“Apa kau berencana berdiri disana sepanjang hari?”

 

Kyu Hyun menelan ludahnya. Bagus, actingnya terlihat sempurna untuk memperlihatkan wajah angkuh itu.

 

Dia mengambil kunci mobilnya di atas meja di samping tempat tidur Hyuna, lalu beranjak pergi melewati gadis itu di daun pintu, dan benar benar menghilang dari flat kecil itu. Hyuna terjatuh seketika. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

 

-o0o-

 

Kyu Hyun berjalan dengan mata pandanya yang ekstra, turun ke arah meja makan dimana kakaknya telah menunggu untuk sarapan. Beberapa hari ini, dia memutuskan untuk tinggal di rumah Ahra.

 

Dengan sandal rumahnya, dia menyeret kaki terseok seok layaknya zombie. Rambutnya tak tertata rapi, yah.. hal itu bisa saja terjadi jika kau terus bergelung di dalam kamar.

 

Kyu Hyun menggaruk garuk lehernya yang terasa gatal dan duduk dengan mantap diatas kursi.

 

“Aku merasa seperti matamu akan jatuh sebentar lagi”

 

Kyu Hyun menolehkan kepalanya melihat Ahra yang menatapnya pasrah. Pria itu hanya tersenyum geli.

 

Eomma, samchon—“ Hye Mi mengkerut dalam kursinya menunjuk nunjuk pamannya dengan kakinya yang kecil “terlihat mengerikan” Ahra mengangguk di depan anaknya membuat persetujuan.

 

“Hye Mi~ya, kau tidak boleh bicara seperti itu. Kau sendiri yang bilang bahwa samchon mu ini pria tertampan sejagat raya. Ingat kan?” Kyu Hyun membela dirinya.

 

Hye Mi menggeleng gelengkan kepalanya tidak setuju “Aku berubah pikiran” semburnya membuat Ahra tertawa.

 

“Lagipula, untuk apa kau disini jika yang kau lakukan hanya mengurung diri dikamar” ucap Ahra membuat Kyu Hyun hanya mengangkat bahunya tak perduli.

 

Mereka memulai sarapan ketika kemudian suara cerah itu menggema diseluruh ruangan. “Selamat pagi, keluargaku yang manis”

 

Hee Chul melepas kacamatanya dan merentangkan tangan di ruang keluarga. Ahra memberi isyarat untuknya duduk bergabung di meja makan “Ah~ oppa cantik” Hye Mi berseru, membuat Hee Chul merubah gurat wajahnya.

 

Pria itu berjalan dan duduk di kursi makan di depan Hye Mi “Hye Mi, uri Hye Mi.. kenapa kau makin pintar bicara, eoh?”

 

“Tentu saja. Dia keponakanku” Hee Chul bermaksud mencela omongan Kyu Hyun dan menghadap ke arah pria itu “EOMMAYAAA~” pria itu hampir terjatuh dari kursinya, segera Hee Chul memegang dadanya dan menemukan denyut jantungnya yang sedang marathon.

 

Neo, wae geurae?!” Hee Chul tak dapat mengontrol suaranya seketika. Dia menunjuk nunjuk Kyu Hyun dengan telunjuknya.

 

Wae?” Kyu Hyun bertanya dengan polos.

 

“Kau seperti panda yang kehilangan rumah, tahu!”

 

“Terimakasih. Aku panda terkeren yang pernah ada”

 

Hee Chul mengambil sepotong roti tawar dan melemparkannya ke arah Kyu Hyun. “YA!” Kali ini, Ahra yang bersuara “Tidak dengan menggunakan makanan sebagai senjatamu, tuan Kim”

 

Hee Chul berdehem dan membenarkan blazernya “Jadi, apa kalian benar benar berakhir?”

 

“Ha?”

 

“Kau dan Hyuna”

 

Ahra menghentikan kegiatannya menyuapi Hye Mi dan menatap cepat kearah keduanya “Kau putus dengan gadis itu? Wae?”

 

Kyu Hyun menuang air ke dalam gelasnya “Terjadi begitu saja”

 

“Terjadi begitu saja?” Ahra menyipitkan matanya “Kau yang memulai kan?”

 

Kyu Hyun meletakkan gelasnya kembali ke atas meja. Dia menatap sendu ke arah Hee Chul dan Ahra bergantian. Pria itu menarik nafas “Aku.. hanya butuh seseorang mengatakan aku melakukan hal yang benar” dia menunduk.

 

Dalam satu kalimat itu, Ahra dan Hee Chul bertukar pandang. Mereka langsung mengerti bahwa ini mungkin bukan keputusan yang mudah untuk Kyu Hyun. Dan mereka hanya akan mengikuti apa yang Kyu Hyun lakukan dengan tetap berada disisinya. Pria itu telah melakukan banyak hal dan mengorbankan banyak hal. Tidak baik jika keluarganya sendiri menambah beban dengan tekanan yang mungkin membuat Kyu Hyun stress. Pria itu sedang tidak dalam kondisi baik, dia hanya bersembunyi di balik topengnya. Dan dia jelas butuh dukungan.

 

Geurrae. Charreseo, Kyu Hyun~ah” Hee Chul menepuk nepuk pundak Kyu Hyun.

 

Ahra menyuruh babysitter Hye Mi membawa gadis kecil itu ketika telah selesai makan. Kini, tinggal mereka bertiga di ruang makan itu.

 

“Kapan kau berencana kembali ke kantor? Semuanya telah kuurus, kau tinggal masuk dan bekerja seperti biasa”

 

Ahra mengerutkan dahinya, dia tidak mendengar sepatah katapun dari adiknya itu “Tunggu. Kantor.. apa yang kalian maksud?” Ahra bertanya pada Hee Chul, dan menatap Kyu Hyun dengan penasaran.

 

“Kau belum memberitahunya?” Hee Chul ikut bertanya. Sekarang, perhatian Ahra sepenuhnya jatuh pada Kyu Hyun.

 

Pria itu mentap kakaknya dalam, kemudian memegang legannya yang berada diatas meja “Noona

 

“Ehm?”

 

“Dong Hae, mengembalikan perusahaan padaku”

 

Ahra tak bisa menutup mulutnya karena keterkejutan. “Jinjja? Bagaimana bisa?

 

“Aku, memberitahu Dong Hae. Semuanya”

 

Ahra membeku, bibirnya kelu. Wanita itu mendadak seperti patung. Matanya bahkan tidak berkedip untuk waktu yang cukup lama. Kyu Hyun dan Hee Chul menunggu reaksi Ahra, namun dia tak menunjukan satu pergerakan pun.

 

Noona

 

Kyu Hyun menera nerka apa yang ada dalam pikiran Ahra saat ini. Sejujurnya dia sadar bahwa dirinya tidak pantas untuk mengatakan kebenaran itu pada Dong Hae. Tetapi menilik keadaan, dia tahu bahwa Ahra, sampai kapanpun tidak akan memberitahukan kebenaran itu dan menyimpan segala perasaan bersalahnya sendiri.

 

Perlahan tapi pasti, Kyu Hyun merasakan tangan Ahra yang berada dalam genggamannya bergerak menjauh. Wanita itu berdiri dengan gugup dari kursinya “A-aku, butuh waktu. Aku tidak menyalahkan siapapun. Aku hanya butuh waktu” Kata Ahra pelan, kemudian dia pergi ke kamarnya.

 

Sepeninggal Ahra, Hee Chul menepuk bahu Kyu Hyun “Gwenchana. Seperti yang diakatakannya, dia hanya butuh waktu. Ada saatnya Dong Hae datang untuk menemuinya, dia butuh waktu untuk itu”

 

Kyu Hyun mengangguk. “Lalu, kapan kau akan kembali ke perusahaan?” Hee Chul melanjutkan.

 

“Besok”

 

“Bagus. Hubungi aku jika kau butuh apapun”

 

Gomawo, hyung

 

Hee Chul tersenyum, yang benar benar tersenyum, tanpa ada rasa humornya disana. Pria itu mengangguk. Yah, perlahan semua kembali ke tempatnya. Dia hanya berharap bahwa Kyu Hyun akan membaik seiring waktu.

 

-o0o-

 

Ahra melihat mobil Kyu Hyun yang berangkat pagi ini melalui jendela kamarnya. Kyu Hyun akan kembali ke kantor. Begitu tebakannya setelah melihat setelan yang dipakai adiknya itu pagi ini.

 

Ahra kemudian menghela nafas dan menempatkan tangannya di dahi, merasa sedikit tertekan. Dia terkejut dengan dering ponsel yang tiba tiba. Ahra berjalan ke ranjangnya untuk mengambil ponselnya yang tergeletak, menemukan nama Lee Dong Hae di layar, wanita itu menghentikan niatnya untuk mengangkat. Tidak. Dia belum siap. Apa yang harus dikatakannya pada Dong Hae jika pria itu bertanya macam macam, yang lebih tidak membuatnya siap adalah bagaimana jika Dong Hae meminta hak asuh penuh untuk Hye Mi?

 

Ahra menggelengkan kepalanya keras. Dia tahu Dong Hae melebihi siapapun. Pria itu tidak akan pernah melakukan hal keji padanya kan? Tapi jika dilihat kembali ke masa lalu, perbuatannya mungkin bisa saja membuat Dong Hae nekat untuk mengambil Hye Mi.

 

“Ah~” Ahra menjerit kecil dan memegang dadanya ketika dia mendengar suara salah satu pelayan rumah yang mengetuk pintu dengan keras. Kepanikannya yang spontan membuatnya tidak bisa berfikir jernih dan menjadi tidak fokus. Ahra mengelus dadanya pelan.

 

“Masuk”

 

“Nyonya, seseorang datang mencari anda”

 

“Siapa?”

 

“Dia bilang namanya, Lee Dong Hae”

 

Ahra tersentak, secepat itukah?

 

Ahjumma, A-aku tidak ingin bertemu dengannya. Bilang padanya aku–”

 

“Tapi aku ingin bertemu denganmu, Cho Ahra~ssi” Wanita itu tersentak untuk yang kesekian kali, pria itu, Lee Dong Hae berdiri tegap di depan kamarnya dengan penampilannya yang sering membuat Ahra jatuh meski untuk waktu sekarang. Dong Hae terlihat tampak begitu tenang, entah dia hanya menyembunyikan perasannya, atau memang dia merasa tidak perduli. Tetapi mungkinkah orang yang tidak perduli akan datang kemari?

 

Arraseo, ahjumma. Kau boleh pergi” Ujar Ahra pada pelayannya.

 

Ahra membawa Dong Hae menuju taman belakang rumah yang setidaknya memiliki privasi lebih untuk mereka bisa berbicara. Keduanya duduk dengan tidak nyaman ketika masing masing dari mereka telah mengetahui apa yang menyebabkan keduanya duduk berhadapan seperti sekarang ini.

 

“Aku–” Dong Hae membuka suara terlebih dahulu “Tahu semuanya”

 

Ahra mengangguk kecil “Arra

 

Dong Hae memabasahi bibirnya yang kering, membenarkan posisi duduknya, pria itu tampak terlalu gugup. “Tidak ada yang ingin kau katakan padaku?”

 

“Maafkan aku, karena tidak memberitahumu tentang Hye Mi”

 

Dong Hae menutup matanya rapat ketika mendengar nama itu, kemudian dia tersenyum, jauh dari kata tulus, tetapi perasaan miris. “Dan kau membiarkan Choi Siwon menggantikan tempatku sebagai ayahnya?”

 

Ahra terdiam. Tidak ada yang bisa disangkal ketika semua perkataan Dong Hae benar. “Maaf” Hanya itu.

 

“Yah, bagus untukmu. Menikahi pria sempurna dambaan ayahmu yang bahkan jauh lebih baik daripada aku. Wajar jika kau begitu mudah melupakan a–“

 

Ani” Mata Ahra terlihat sendu ketika dia memotong ucapan Dong Hae “Aku memang menikahinya dan membuatnya menjadi ayah Hye Mi yang sah secara hukum. Tapi tidak sekalipun dia pernah menggantikan tempatmu, dihatiku”

 

Dong Hae terdiam, menatap Ahra. Perasannya tiba tiba begitu campur aduk. Ketika sebelumnya hanya ada rasa amarah yang mendominasi. Perkataan Ahra sungguh diluar dugannya dan membuat hatinya.. menghangat perlahan.

 

Dong Hae tersenyum miris mencoba menyamarkan perasaannya “Dimana, Hye Mi?”

 

Dalam hati, Ahra merasa sedikit kekecewaan ketika Dong Hae tidak berminat untuk melanjtkan topik ini. Dia merubah segalanya dan membuat Ahra merasa begitu terbuang. Tapi wanita itu cukup sadar diri untuk tidak merasakan sakit hati. Bahkan mungkin, rasa sakit hatinya tidak ada apa apanya dibandingkan rasa sakit yang diderita Dong Hae dulu, dan itu semua karenanya.

 

Wae?”

 

Dong Hae mengerutkan dahinya “Wae? Setelah semua ini kau masih bisa bertanya?”

 

“Jika kau ingin menemuinya, kurasa tidak untuk sekarang”

 

Dong Hae tertawa kecil menatap Ahra “Kau bercanda?”

 

“Aku serius. Aku hanya, belum siap. Beri aku sedikit waktu”

 

Dong Hae berkedip beberapa kali dan menatap Ahra yang sedang menatapnya juga, dia tifak mempunyai cukup waktu. Tetapi, pria itu juga tidak bisa bertindak seenaknya. Meskipun saat ini statusnya adalah korban, dia tidak ingin membebani Ahra. Bagaimanapun, wanita di hadapannya itu telah melahirkan anaknya. Darah dagingnya, dan telah membesarkannya dengan baik. Dia juga pernah mengisi hari harinya yang berharga, dan menajdi satu satunya wanita yang punya tempat dihati Dong Hae. Bukankah dari semua itu, patut dipertimbankan?

 

“Sejujurnya, aku tidak punya banyak waktu. Tapi, kita berdua tahu bahwa aku adalah pria bodoh sejak dulu” Dong Hae bangkit dari duduknya “Kuharap, sampai kita bertemu lagi, kau bisa membiarkan aku melihat Hye Mi” dan pria itu pergi dengan meninggalkan banyak pertanyaan di benak Ahra.

 

-o0o-

 

 

“ … setelah konflik perebutan posisi yang mengaitkan nama pemilik Lee Construction Grup dan CEO Cho Enterprise terjadi beberapa waktu lalu, kini Lee Dong Hae dikabarkan terlibat dalam kasus pembunuhan tunggal kasus kematian Choi Hara yang telah menjadi banyak sorotan 3 tahun silam. Adik dari mendiang Choi Siwon, yang juga pengusaha muda pemilik Hyundai Departement Store itu ditemukan tewas di kamar mandi apartementnya. Saat ini, berita mengejutkan kembali meramai publik dengan pengakuan Lee Dong Hae ke kantor polisi di daerah Gangnam pada Rabu kemarin. Pihak Lee Construction Grup maupun pihak kepolisian belum bisa memberikan penjelasan pasti tentang kasus ini. Saat ini, Lee Dong Hae tengah diperiksa secara berkala di kepolisian Gangnam. Demikian berita hari ini, SBC News Park Hyuna imnida”

 

 


 

Holaa. I’m back seelah sekian lamaa. Terimakasih yang sudah menunggu dan maaf buat kalian yang sudah menunggu :*

Aduh, balik balik hyunhyun couplenya belom membaik. Wkwkwk. Tenang aja, di ep selanjutnya ‘mungkin’ sudah baikan. Emang sengaja dibuat susah baikan #eh kalo baikan, bahagia, selesai dong cerita haha.

Tadinya mau dipost dua part sekaligus tapi takut kelamaan, bab 14. tinggal proses editing dan mngkin stlh itu tinggal 1-2 bab terakhir yaah reader. Aku usahain sebelum bulan Mei abis. ehehe.

See you on top!

Advertisements

87 thoughts on “Allure of The Seas #Bab 13

Add yours

  1. kenapa hubungannya kyu sama hyuna jadi runyam gini??
    aigoo kyu ngmng nya kasar benerr…

    donghae kenapa malah bikin amsalah lagi..

    ngebayangin heecul jadi ada hiburan tersendiri.

  2. Aduh mereka berdua ya bikin gregetan ,,kyuhyun kalo masih cinta kenapa harus dilepas juga ,,harusnya pertahanin bisa di jalani bersama sama kan ,, donghae nyerahin diri ke kantor polisi sendiri ya kalo bener iya sakit banget sama dia ,, dia mau mengakui kesalahannya

  3. Waw.. Ahra mungkin nyesel karna belum mempertemukan donghae sama hyemi..
    Dia gx tau kalo donghae bakal nyerahin diri ke polisi…

  4. Kyuhyun putus hubungan dengan Hyuna ? Hmmm kenapa harus putus…

    Donghae nyerahin diri ke polisi padahal diakan belum bertemu dengan Hyemi

  5. ada apa tuh? dong Hae sudah mengaku kahh? si Kyuhyun jahat bgt yak? ngata2in Hyuna ‘wanita murahan’.! kesel gua
    ehh… lupa. annyeong eonnie. Sya reader baru di blog nya eonnie… salam kenal…

  6. Kasihan mreka putus …
    kl masih mencintai knpa putus kyuhyun … msih ad jlan buat menjelesaikan mslah bkan mlah putus bgt … kasihan jg hyuna pasti dia sakit hati and the kecwe dgn perkataan kyuhyun blg “sperti wanita murahan yg mau aj d ajak pria k hotel” jd hyuna pasti sakit hati bngeet …
    apakah donghae menyerahkan diri k polisi iia ….?
    Semoga sj mrka balikan ..

  7. Ceritanya sllu terasa hangat dengan karakter heechul yg luar biasa….
    Donghae mnyerahkan diri?
    pnasaran dgn hubungan kyuhyun hyuna stelah ini…

  8. duhh bikin baper nih part..salut sama donghae yang gentle mengembalikan semua yang bukan miliknya dan menyerahkan diri ke polisi tapi kasihan juga soalnya belum ketemu sama hyemi 😥

  9. ternyata maksud dr omongan donghae itu ini. apa si jin6 itu yg melaporkan ? atau donghae sendiri ? atau kyuhyun. hah membingungkan. yg jelas itu cuma 1. kyu sma hyuna putus.

  10. HHUUUWWWAAA.. Kasihan hyuna. Aku tak suka ama alasan kyuhyun putus dari hyuna. terkesan dibuat-buat. tapi okelah, kalau itu keinginan kyu. entah kenapa aku pengen hyuna ama pria lain. ama ji chang wook misalnya. hehehe #dia milik Yoona#
    kasihan juga ya donghae, apa dia akan bersatu dengan ahra? moga aja, apalagi hyemi butuh ayah kandungnya..
    for author hwaiting!! ff ini sungguh daebakk.

  11. Jadi donghae ayah kandungnya hyemi, emmm.. Jadi lee hyemi dong hihihi 😁
    Apa iya donghae sejahat itu sampe membunuh sesorang? 🙀

  12. Kenapa si mereka harus putus? Kenapa kyuhyun mutusin hyuna pafahal dia kan masih menyukai hyuna? Ahhh bikin bngng

  13. Hubungan kyuna couple malah menjadi renggang karna kyu takut menyakiti hyuna di kemudian hari dan kyu malah mengatai hyuna dg kata” yg kasar. Dan itu yg membuat hyuna membenci kyu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: