Allure of The Seas #Bab 12

1431590600124

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

Bab 12 : This Love is Killing Us

 

Pikiran pria itu terganggu,  jelas sangat terganggu. Berbagai fakta yang baru dia ketahui tentang ibunya secara mendadak datang dan menimpanya, sehingga dia merasa tidak cukup untuk menampung semua itu. Cho Kyu Hyun tidak pernah tau bahwa perjalanan hidup ibu kandungnya sangat memprihatinkan. Dan durhaka lah dia yang selama ini dengan tidak tahu apapun selalu mengganggap bahwa dia tidak punya ibu. Sekarang setelah mengetahui semuanya, termasuk fakta bahwa ibunya sakit keras membuat dia kewalahan dengan apa yang seharusnya dilakukan.

 

Kyu Hyun menggelengkan kepalanya dan menghela nafas pasrah. Dia menatap keluar jendela taksi yang kini tengah membawanya ke suatu tempat. Langit malam Seoul, gemerlap kota itu, serta orang orang yang hilir mudik di sisi sisi jalan tak pula membuat hatinya tenang. Ketika matanya menatap setumpuk berkas yang dia bawa di dalam tas tangannya, Kyu Hyun berusaha untuk fokus. Ya, pertama tama mari selesaikan urusannya bersama Lee Dong Hae.

 

Pria itu turun di depan sebuah bangunan besar yang menjulang tinggi di hadapannya. Kyu Hyun menatap bangunan itu hingga titik teratas sejauh dia memandang. Hatinya tiba tiba merasakan perasaan yang tidak enak. Dia tahu malam ini dia harus menemui Dong Hae untuk menyelesaikan urusannya, tetapi apakah perasaan tak enak itu datang karena hal ini? Bagaimana Kyu Hyun bisa ragu sekarang?

 

Dengan memantapkan hatinya, pria itu melangkah masuk. Disambut oleh interiror mewah yang memanjakan mata. Petugas disana memberi sapaan hormat kepada nya dan karena dia sudah tahu kamar yang di tuju, Kyu Hyun tak perlu repot repot untuk bertanya kepada receptionist diamana dia bisa menemukan Lee Dong Hae.

 

Semakin lift beranjak naik, perasaan pria itu makin tak menentu. Kyu Hyun menggeram tertahan tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Dia mengambil sebotol air mineral yang dibawanya di dalam tas lalu menegak minuman itu habis.

 

Kyu Hyun keluar dengan kaki panjang dan langkah lebarnya. Dia membuang botol minum yang telah kosong saat melewati kotak sampah di samping kanannya. Dan, sampailah dia. di lantai paling atas, yang hanya ada satu kamar besar. Mungkin ini sejenis penthouse? Ya, milik Dong Hae.

 

Kyu Hyun melambatkan langkahnya ketika pintu ruangan Dong Hae yang sedikit terbuka tertangkap olehnya. Dahinya berkerut dalam kebingungan. Ketika dia akhirnya sampai tepat di depan pintu yang terbuka itu, Kyu Hyun mengabaikan keringat dingin yang tiba tiba keluar dari tubuhnya. Dia mendorong pelan pintu itu hingga terbuka setengah.

 

Matanya langsung disambut oleh kejanggalan disana. Dong Hae. Seorang gadis. Berciuman. Oke baiklah, dia melihat Dong Hae yang tengah mencium seorang gadis.

 

Tiba tiba saja rahang Kyu Hyun mengeras dan tangannya terkepal hingga membuatnya memerah. Urat uratnya terlihat menandakan bahwa dia menekan bagian itu terlalu kuat. Giginya bertubrukan satu sama lain dan rasanya, dia hanya ingin menguliti Dong Hae saat itu juga.

 

Tidak butuh waktu lama bagi nya untuk menyadari gadis yang dicium Dong Hae adalah Hyuna. Ya,Hyuna. Park Hyuna yang sama yang seharusnya hingga detik ini masih menjadi kekasihnya. Lalu, apa apaan yang dia lihat ini?

 

Secepat dia menyadarinya, secepat itu pula Kyu Hyun menghambur masuk dengan amarah yang membuncah. Kakinya yang panjang memudahkan dia untuk menjangkau Dong Hae lebih cepat.

 

“BRENGSEK!”

 

Kata pertama yang keluar dari mulut Kyu Hyun sejak pendaratannya di Seoul. Dan …

 

BUGGHHHH !!!!

 

Dia memukul keras rahang Dong Hae setelah sebelumnya pria itu menaik paksa tubuh Dong Hae menjauh dari Hyuna.

 

Hyuna mengerjapkan matanya saat itu juga, setengah sadar dia melihat adegan mengerikan di depannya. Ketika Kyu Hyun menarik Dong Hae lalu kemudian memukulnya.

 

“Kyu?” Gadis itu berucap lirih.  Antara sadar dan tidak, karena kepalanya terasa sangat pusing.

 

“Brengsek kau Lee Dong Hae! Brengsek kau!!! ARGHHH!!” Kyu Hyun kembali melayangkan tinjunya ke wajah Dong Hae berkali kali. Pria itu diliputi kemarahan hingga dia terus mengumpat.

 

Dong Hae hanya mengeluarkan tawa khasnya yang membuat kepalan tangan Kyu Hyun yang ingin kembali meninjunya terhenti di udara seketika. Dalam keadaanya yang babak belur dengan luka disana sini, juga darah yang mulai mengucur dari hidung dan sudut bibirnya, Dong Hae menatap Kyu Hyun dengan berani. Menantangnya yang membuat amarah Kyu Hyun menjadi jadi.

 

“Aku penasaran. Sampai mana kau akan melakukan ini” Ucapnya.

 

“Menjijikan! Kau tahu itu Lee Dong Hae?! Kau menjijikan!!” BUGHHH !!

 

Kyu Hyun kembali menerjang Dong Hae lagi dan lagi, dia seperti kesetanan. Entahlah, dia bukan pria yang akan mengamuk parah seperti itu. Namun semua kejadian ini, fakta yang baru diketahui, masalahnya akhir akhir ini terlalu berat dia pikul hingga mungkin ketika dia melihat Dong Hae mencium satu satunya gadis yang coba dia lindungi di hidupnya, bom itu meledak. Amarahnya meledak dan seperti ingin melampiaskan semuanya dia menghajar Dong Hae bertubitubi.

 

“AAAAAAAKKK!” Ketika sadar, Hyuna menjerit dan menutup mulutnya ketakutan. Ini pertama kalinya dia melihat Kyu Hyun menjadi sebringas itu dan itu mengerikan. Gadis itu tidak tinggal diam dan dia pun bergegas turun dari sofa. Menghambur kearah Kyu Hyun lalu menahan lengan Kyu Hyun yang ingin kembali meninju Dong Hae. Tidak, dia tidak akan membiarkan Kyu Hyun dalam masalah jika ini berlanjut.

 

“KYU!!! HENTIKAAN! KAU BISA MEMBUNUHNYA!” teriak Hyuna

 

Kyu Hyun menatap kesamping sekilas dengan nafas yang memburu, dia menghempas kasar tangan Hyuna lalu kembali memberi Dong Hae satu pukulan telak di rahang kanannya.

 

“KYU HYUN!” Hyuna kembali memegang lengan pria itu

 

“LEPASKAN AKU, SIALAN!!”

 

Hyuna gemetar. Dia menatap tangannya yang baru saja dihempaskan Kyu Hyun dengan kasar. Tiba tiba air mata merembes keluar dengan sendirinya. Bibir gadis itu bergetar dan dengan perlahan, dia mencoba menaikkan pandangannya menatap wajah Kyu Hyun. Saat itu pula dia menyesalinya.

 

Kyu Hyun menatapnya dengan.. bukan bukan, bukan dengan perasaan sayang yang biasa dia berikan pada gadis itu. Ini lebih kepada, perasaan marah.. kecewa. Ya Tuhan, apa yang baru saja aku lakukan?! Hyuna berteriak dalam hati.

 

“K-ky-kyu hyun” Hyuna mencoba kembali memegang lengan Kyu Hyun dan memanggil namanya gemetar.

 

“JANGAN SENTUH AKU, SIALAN KAU!!” Kyu Hyun bergegas dengan cepat. Pria itu menjauh dari Dong Hae dan Hyuna dan berjalan dengan nafas yang tak teratur keluar dari kamar.

 

Speninggal Kyu Hyun, Hyuna masih berdiri di tempatnya. Gadis itu bergetar hebat dengan luncuran air mata yang luar biasa banyak. Kakinya lemas dan terasa seperti jelly, membuatnya kenyal hingga tak dapat menyangganya dengan kuat. Hyuna terjatuh dan terduduk di lantai. Gadis itu menangis sesenggukan.

 

“A-apa yang baru saja terjadi? Kenapa.. ke-kenapa?” Hyuna mempertanyakan kesalahannya. Dia menatap tidak fokus lantai itu. Dengan pandangan buram karena air matanya terus merembes.

 

Dengan sedikit kesadaran yang masih tersisa, Dong Hae menatap Hyuna yang lemah di hadapannya. Melihat gadis yang rapuh itu menangis disana. Tunggu, apa perbuatannya ini salah?

 

-o0o-

 

“Tsk.. ssshhh” Dong Hae meringis perih ketika lagi lagi Hyuna menekan luka di pipinya terlalu keras. Namun, tidak ada reaksi apapun dari gadis di depannya itu. Dia terlalu fokus mengobati luka yang ada pada Dong Hae, atau tidak? Apa dia memikirkan Kyu Hyun?

 

Dong Hae melayangkan tatapan matanya kemana saja asal tidak kearah gadis itu. Dia melihat jam dinding yang detiknya bergerak normal sesuai pergerakannya. Ya, hanya itu yang dia dapat dengar saat ini.

 

Lelah dalam keheningan yang entah kenapa membuat Dong Hae merasakan sesuatu yang salah, seperti ..penyesalan, mungkin? Pria itu berdehem kemudian mulai angkat bicara.

 

“Kenapa kau masih tinggal disini? Tidak mengejar Kyu Hyun?”

 

Diam, yang pria itu dapatkan hanya gerakan Hyuna yang semakin menekan lukanya dengan kapas sehingga untuk yang kesekian kalinya pria itu meringis.

 

Tidak menyerah, Dong Hae kembali berusaha mendapatkan perhatian dari Hyuna. Pria itu mengeluarkan senyum satu garisnya “Kau memang memiliki wajah yang cantik, Hyuna~ssi. Tak heran jika Kyu Hyun begitu tertarik denganmu. Tapi sayang, kau begitu bodoh. Aku tidak tahu jalan berpikirmu. Bagaimana bisa kau datang menemuiku dan berharap aku dapat membantu musuhku? Jika itu kulakukan, untuk apa aku susah payah menggulingkan dia dari jabatannya?”

 

Masih tidak ada respon.

 

“Aku tahu kalian itu orang baik. Tapi inilah yang membuat aku tidak lagi mau menjadi orang baik. Mereka lemah. Mereka bodoh. Mereka dengan gampangnya dapat dikuasai”

 

“Jika menurutmu menjadi baik adalah sebuah pilihan, maka kusarankan kau kembali menjadi orang baik Lee Dong Hae~ssi. Mendengar bagaimana kau bercerita, kau bukanlah orang yang terlahir menjadi jahat, bukan?”

 

Dong Hae mendengus “Aku tidak mau. Bukan kah sudah bilang, menjadi orang baik itu lemah. Mereka tidak dapat diandalkan. Semua orang bisa menginjak nginjaknya. Mereka sering dihina, dicaci maki. Bahkan ketika mereka tidak melakukan kesalahan pun, mereka tetap disalahkan” Dong Hae menatap lurus tembok yang ada didepannya. Rahangnya kembali mengeras mengingat betapa kejamnya kehidupan yang dia alami dulu ketika dirinya lemah karena predikat orang baik itu.

 

“Orang baik tidak hidup dalam dendam Dong Hae~ssi. Sehingga mereka bisa hidup damai dan tentram tanpa di ganggu oleh pikiran pikiran jahat yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan. Setidaknya, mereka hidup dalam damai. Apa gunanya menjadi jahat jika kau hanya senang sesaat, kemudian kau kembali dilingkupi kegelapan karena rasa bersalah”

 

Hyuna meletakkan kembali obat obatan yang dia gunakan kedalam kotak P3K. Gadis itu kemudian berdiri dan menatap Dong Hae “Obati terus lukamu sehingga cepat mengering dan sembuh”

 

Gadis itu berbalik, namun kembali memutar badannya ke arah Dong Hae “Aku mungkin memang bodoh dengan datang menemuimu, tetapi setidaknya aku tidak menjadi jahat dengan meninggalkanmu terkapar sendirian. Jika aku melakukannya, aku tidak ada bedanya denganmu. Dan aku tidak mau itu”

 

Sepeninggal  Hyuna, Dong Hae masih belum beranjak dari posisi duduknya. Dia menatap lurus kedepan dan menerawang. Mengingat bagaimana kata kata Hyuna telah telak  membawanya pada masa lalu. Dimana dia hidup dengan banyak cinta di sekitarnya, betapa seringnya dia tertawa bahagia dan tidak pernah sekalipun terlintas dalam benaknya untuk menjahati orang lain. Dengan tanpa sadar pria itu tersenyum simpul dan menghela nafasnya. Hyuna benar. Dulu, dia hidup dalam ketenangan. Tetapi saat ini, dia tidak punya alasan hanya untuk tersenyum tulus. Yang ada dipikirannya setiap malam adalah dendam dan amarah.

 

Pria itu berjalan ke arah lemari besar tempatnya menyimpan baju. Di sana, ada kaca full body yang kini menampakan bagaimana rupa seorang Lee Dong Hae yang mengenaskan. Dengan kemeja kerjanya yang berantakan dan bercak darah di beberapa tempat. Dia tertawa. Mentertawakan kehidupannya yang terlalu miris.

 

Tangannya bergerak ke arah luka luka di sekitar mata, sudut bibir, dan rahangnya yang lebam. Dia menyentuh pelipisnya yang telah di beri plester oleh Hyuna tadi. Pria itu memandangnya lama kemudian tersenyum. Dia kemudian menyadari bagaimana Cho Kyu Hyun bisa jatuh dalam pesona Hyuna. Gadis ini memang sesuatu.

 

“Dasar bajingan tengik, kau memang selalu mendapatkan yang terbaik. Apa itu karena kau orang baik.. Kyu Hyun~ah?” ucapnya di depan cermin .

 

Satu notif e-mail di handphone nya membuat Dong Hae bergegas mengambil benda itu dari kantung celanya. Keningnya berkerut ketika lagi lagi menemukan orang itu mengiriminya pesan.

 

From : JIN6xxx

“Apa memang ini yang kau harapkan, Lee Dong Hae? Kau yakin kau merasa senang?”

 

Dong Hae menghela nafasnya kasar dan tiba tiba, dia membanting ponselnya ke lantai hingga hancur berkeping keping. Apa yang membuatnya marah? Ya, pertanyaan dalam pesan itu mengusiknya. Memang seharusnya dia senang dengan kejadian tadi bukan? Tapi apa ini, sekarag dia malah gelisah dan merasa marah. Apa yang seharusnya baik untuk dilakukan?

 

Matanya menyipit di depan cermin. Dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya dari cermin itu. Kemudian dia berbalik. Menemukan tas tangan hitam tergeletak begitu saja di lantai. Apa itu milik Cho Kyu Hyun?

 

Dong Hae menyambar tas itu dan membawanya duduk di sofa. Dia membukanya dan menemukan berkas berkas di dalam sana.

 

Dong Hae membaca satu persatu berkas dan dia sadar bahwa semua itu adalah bukti kecurangan yang telah dia lakukan selama ini terhadap berbagai perusahaan demi mencari keuntungan besar. Pria itu mengernyit bingung, jika memang Kyu Hyun melakukan ini semua demi merebut kembali perusahan lalu kemudian menjatuhkannya, dia tidak seharusnya membawa berkas berkas itu kemari bukan? Bukankah akan lebih aman jika langsung menyerahkan nya kepada pihak yang berwajib?

 

“Pria itu benar benar bodoh atau apa” ucapnya pelan.

 

Tangannya berhenti seketika melihat satu amplop putih yang berada satu tumpukan dengan berkas yang lainnya. Terdapat logo rumah sakit di bagian depan dan itu membuat rasa penasaran Dong Hae meningkat.

 

Dia membuka nya dan meniliti sesaat, membaca perlahan dan mencoba mengerti isi dari hasil lab yang ada di tangannya. Ya, setidaknya dia tahu itu adalah hasil pemeriksaan dari satu laboratorium di rumah sakit ternama di Seoul.

 

Dong Hae bukanlah seorang dokter atau ahli dibidangnya. Tetapi dia tidak bodoh dan buta. Dia bisa dengan jelas tahu apa maksud dari hasil lab tersebut. Dan anehnya, kenapa nama nya di bawa bawa di dalam sana.

 

Pria itu merasa lemas dan tangannya terjatuh seketika. Dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dan terpejam. Nafasnya tiba tiba saja terasa berat dan jantungnya bergemuruh.

 

“Apa ini?” lirihnya.

 

-o0o-

 

Hyuna menghapus kembali air matanya yang mengalir. Dia kemudian menghela nafas berat dan menyandarkan kepalanya di sisi kaca bus yang sedang berjalan. Tangannya tidak pernah melepaskan genggamannya pada hanphone kecil itu, berharap bahwa pesan nya di balas, atau Kyu Hyun menghubunginya kembali setelah puluhan telepon yang tak terjawab hingga tak terhubung, dan ratusan pesan yang dia kirim

 

“Ya, kau memang bodoh Hyuna. Sangat bodoh. Bagaimana bisa kau berifkir untuk pergi menemuinya!” Dia kembali merutuki dirinya sendiri.

 

“Lalu sekarang apa?” lirihnya dan mengusap air matanya yang baru saja kembali turun. “Aku merindukannya, tapi aku juga membuat kacau semuanya. Bodoh!”

 

Disisi lain, Kyu Hyun menghabiskan kaleng bir ke tujuhnya dan meletakkanya sejajar dengan lainnya. Dia kembali mengambil satu kaleng lagi dan membukanya. Udara malam yang tertiup mengenai wajahnya dan itu menyejukan. Kyu Hyun merasakan kedamaiannya sejenak dan hanya ini yang dia butuhkan. Melupakan segalanya.

 

Sisi sungai Han di malam hari tampak indah. Dia bisa melihat Moonlight  Rainbow Fountain yang membentang di sepanjang  jembatan Jamsu. Setelah hari berat yang dilewatinya, mungkin memang ini bisa mengatasi masalah beban pikirannya itu bukan?

 

“Ahhh~” Kyu Hyun menoleh ke sampingnya dan mengerutkan dahi ketika melihat Hee Chul ikut duduk disampingnya. Pria itu meluruskan kakinya di undakan anak tangga. “Waaa, kau benar benar ingin menikmati malam sendiri? Bagaimana bisa kau securang itu?!”

 

“Bagaimana kau bisa ada disini?”

 

Hee Chul menyambar satu kaleng bir, membukanya dan meneguknya sebelum menjawab pertanyaan Kyu Hyun “Yaaaahhhh! Aku salut padamu, dongsaeng. Kau tidak menyadari aku duduk di belakangmu saat di pesawat”

 

Kyu Hyun mengalihkan pandangannya kembali ke depan dan tidak perduli. Ya, untuk apa dia perduli?

 

“Apa yang terjadi di kamar Dong Hae?”

 

“Kau menguntitku?” Kyu Hyun menatap Hee Chul tak percaya.

 

Hee Chul mengendikkan bahunya “Kau perlu dijaga Cho Kyu Hyun”

 

“Aku bukan anak kecil, sialan!”

 

“Wow wow wow. Aku baru melihat sisi barumu yang bisa mengumpat”

 

“Tck !!”

 

“Arraseo arraseo. Aku simpulkan terjadi sesuatu yang tak mengenakan”

 

Kyu Hyun memilih diam dan tidak lagi menatap Hee Chul.

 

“Tapi ngomong ngomong, kenapa kau menemui Dong Hae?”

 

Kyu Hyun menunduk dan menatap kaleng bir ditangannya “Aku membawa berkas berkas itu”

 

Dahi Hee Chul berkerut “Apa tujuanmu membawa itu padanya? Perusahanmu akan kembali, dan masalah ini selesai jika kau membawa barang bukti itu ke jalur hukum. Biar pihak yang berwajib menanangani semuanya”

 

“Jika aku melakukannya, dia bisa di penjara”

 

“Lalu dimana letak salahnya?”

 

“Aku tidak bisa membiarkannya di penjara, sekalipun aku ingin”

 

Hee Chul menggeser duduknya dan mendekatkan dirinya pada Kyu Hyun “Hey, dude. Omong kosong apalagi ini? Bukankah itu inti dari semua ini? Memberinya pelajaran agar dia sadar akan kesalahan kesalahannya”

 

Kyu Hyun menggeleng “Aku memang ingin memberinya pelajaran berharga agar dia sadar. Untuk itu aku membawanya hari ini, untuk kuperlihatkan pada Dong Hae. Dan, memberitahukannya sesuatu” Kyu Hyun menghela nafas dan kembali menatap ke depan.

 

“Apa? Beritahu apa? Ayolah. Kita sudah berjanji kan. Tidak ada rahasia diantara kita”

 

“Jika bajingan itu dipenjara, Ahra noona akan sedih”

 

Hee Chul menelengkan kepalanya ke satu sisi “Apa maksudmu?”

 

Kyu Hyun menoleh menatap Hee Chul serius. Dengan tatapannya yang menusuk, membuat Hee Chul siaga. Pria itu bergidik melihat sorot tajam yang Kyu Hyun miliki. Apa dia titisan setan? Hee Chul berspekulasi dalam hatinya. Konyol.

 

“Choi Hyemi… adalah anak Dong Hae”

 

Hee Chul terkesiap seketika, dia menarik nafasnya secepat kilat “M-mwo?”

 

-o0o-

 

Vienna, 2011

“Aiden, a-ku..aku hamil”

 

Ahra menunduk dan menutup matanya rapat rapat tepat setelah dia menyelesaikan ucapannya. Dia tidak ingin melihat bagaimana reaksi pria di depannya walaupun dia sangat ingin. Ahra takut bahwa pria itu tidak menginginkan anak ini. Dan dia belum menyiapkan mental untuk itu.

 

Lama tak kunjung mendengar reaksi Aiden, Ahra menelan ludahnya. Gadis itu mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menatap Aiden Lee, tersangka utama atas kasus hamilnya Cho Ahra.

 

Gadis itu mendapati wajah Aiden yang terkejut. Dia tahu, dia juga sama terkejutnya ketika pagi ini mengetahui kenyataan itu.

 

“Aiden, dengar. A-aku tahu ini mengejutkan. Tapi, aku berharap kau tidak membenci dia” Ahra mengusap perutnya yang masih rata “Jika… jika kau tidak menginginkan bayi ini, aku tetap akan mempertahankannya. Ja.. jadi–”

 

“Jinjja?” Ahra menghentikan kalimatnya ketika mendengar pria itu menyahut.

 

“Ne?”

 

“Kau benar benar.. hamil? Anak kita?”

 

Aha menghela nafasnya dan mengangguk lemah “Ne” ujarnya.

 

“Ya Tuhan!! Ya Tuhaaaan” Ahra menegakan kembali kepalanya dan melihat pria itu mengusap wajahnya dengan sorot mata berbinar. Aiden tersenyum lebar dan dengan matanya yang tidak fokus dia melihat sembarang ke seluruh penujuru kafe.

 

“Aku sungguh ingin berteriak, tapi tidak mungkin disini” uajarnya dalam semangat yang luar biasa. Dia hampir menggit jemarinya agar mencegahnya berteriak.

 

Ahra mengerjap “Aiden.. kau–?”

 

“Apa? Kenapa? Apa ada sesuatu yang kau inginkan? Biasanya wanita hamil ingin sesuatu yang aneh aneh kan? Aku akan mendapatkannya untukmu”

 

“Aiden–”

 

“Ah, sayang. Apa kita sudah bisa mengecek jenis kelaminnya? Ah Ya Tuhaaan, aku bahagia sekali” Pria itu berdiri dari kursinya dan berpindah duduk di samping Ahra, dia memeluk gadis itu erat dan mencium  puncak kepalanya. “Aku tidak percaya ini. Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah”

 

“Aiden, kau.. tidak marah? Kau menerima bayi ini?” Ahra bergumam dalam pelukan pria itu dan menyerukan pertanyaan yang ada dalam kepalanya.

 

Aiden melepas pelukannya dan menatap Ahra, menangkup wajah gadis itu lalu menatap matanya dalam. Penuh cinta dan kasih sayang “Alasan apa jika aku harus membencinya?” Aiden menyentuhkan tangannya di perut Ahra “Disini telah tumbuh, hasil dari cinta kita. Apa aku akan marah? Tentu saja tidak, sayang. Aku sangat bahagia. Aku amat sangat bahagia. Kurasa, aku adalah orang yang paling bahagia di muka bumi saat ini. Apa kau juga bahagia?”

 

Ahra bergetar. Hatinya terenyuh. Ya, inilah mengapa dia bisa percaya pada pria di depannya itu. Aiden Lee. Sosok pria lembut yang penuh kasih sayang yang mencintainya dengan setulus hati. Inilah bagaimana dia bisa mempercayakan hatinya pada pria yang berasal dari tanah kelahiran yang sama, tapi dipertemukan di negara yang berbeda. Apakah ini takdir? Ya, dia merasa memang ini adalah takdir.

 

Ahra menghambur ke pelukan Aiden, gadis itu mengangguk semangat dalam tangisnya “Ya. Ya. Aku bahagia. Terimaksih telah menerimanya, Aiden. Aku mencintaimu”

 

Aiden mengeratkan pelukannya “Tidak. Aku yang berterimakasih. Terimakasih karena telah bersedia mengandung benihku, Ahra~ya. Nan jeongmal saranghae

 

“Ahh! Aku rasa aku akan meledak karena terlalu bahagia” Ucap Aiden Kembali “AAAARGH! Hey you, you. Ya you, you and you!and you, and you too” Aiden menunjuk semua orang di dalam kafe “ This is my girlfriend and she’s pregnant now. I’ll be father soon!” Aiden akhirnya tidak tahan dan berteriak hingga membuat semua mata tertuju padanya. Mereka bertepuk tangan riuh dan tersenyum  senang ikut merasakan bagaimana seorang Aiden Lee tengah berbahagia. Beberapa berteriak untuk menyelemati Aiden dan itu membuat Ahra malu. Dia semakin bersembunyi di dalam dada pria itu dan memukulnya pelan.

 

“Hentikan!” lirihnya

 

“Biar saja! Ahh.. I am a happy man now. Really happy man in the world!!!

 

Congrats for you happy man!” Sahut seseorang dari kejauhan dan kafe semakin riuh. Ahra tersenyum malu dan kemudian bersyukur dalam hati. Tidak ada hari yang lebih membahagiakan dari hari ini.

 

“Besok setelah acara kelulusan kita, aku akan memesan tiket pulang ke Seoul. Lusa kita berangkat dan aku akan menemui kedua orang tuamu”

 

Jinjja?” Ahra berbinar, mendongak dari posisinya yang masih memeluk Aiden

 

Keurom. Kita akan segera menikah!”

 

 

 

3 days later, Seoul

“Tidak boleh! Pokoknya appa tidak mau kau menikah dengannya!”

 

Appa!”

 

“Cho Ahra! Sadar nak! Masih banyak pria yang lebih baik darinya”

 

Ahra menangis terduduk di sofa ruang tamu keluarga Cho. Aiden ada disebelahnya, memegang lembut lengan Ahra.

 

“Apa karena dia berasal dari kalangan yang menurut appa tak sederajat dengan kita lalu appa menolaknya? Apa appa sadar bahwa dulu Hee Yeon eomma juga berasal dari kalangan tak berkelas sehingga pernikahan kalian tak direstui?! Seharusnya appa tidak mengulang itu kembali. Seharusnya appa tahu bagaimana perasaanku saat ini karena appa mengalaminya”

 

“JAGA BICARAMU CHO AHRA! APA INI YANG KAU DAPAT SAAT AKU JAUH JAUH MENYEKOLAHKANMU DI LUAR NEGERI?!”

 

“NE! AKU BAHKAN SEDANG MENGANDUNG SAAT INI!”

 

“M-MWO? K-KAU” Seung Hwa mengangkat tangannya untuk menampar Ahra ketika kesadarannya menghilang. Dengan sigap, Aiden terbangun dari duduk nya yang sedari tadi sudah sekuat tenaga menahannya. Dan..

 

PLAAKKK!!!

 

Aiden tersungkur ke lantai akibat tamparan yang sangat keras itu.

 

“AIDEN!” Ahra menghambur ke arah Aiden dan membantunya duduk. Dia mengusap sudut bibir Aiden yang mengerluarkan darah dan menangis sesenggukan “Gwenchana.. gewenchana” Aiden mencoba tersenyum agar membuat gadisnya tenang.

 

Di sisi lain, Cho Kyu Hyun dapat mendengar semua pertengkaran heboh itu dari dalam kamarnya. Pria itu terdiam dan mencoba mendengar kembali apa yang dapat dia dengar. Dia dapat menangkap bahwa Ahra menyebutkan nama seseorang, Hee Yeon eomma. Begitu dia memanggilnya. “Ahh~ apakah aku anak haram darinya?” Kyu Hyun berucap lirih dan tersenyum miris. Dia kemudian mengenyahkan masalah itu. Saat ini ada yang lebih penting untuk dilakukan. Mencuri dengar.

 

Sejujurnya, dia merasa ingin berlari keluar dan membela pria yang di panggil Aiden itu habis habisan. Tentu dia mengenalnya, Aiden Lee.. Lee Dong Hae, merupakan seniornya saat di junior high school hingga senior high school. Dia tahu betul bahwa Dong Hae memang orang baik yang disegani disekolah. Pria itu juga patut bangga dengan prestasinya dan karena salah satu club, mereka menjadi dekat. Kyu Hyun menyukai pribadi Lee Dong Hae yang selalu menularkan senyum bahagia kepada orang orang disekitarnya. Sungguh miris ketika saat ini orang baik itu tengah mendapat kesusahan, dan dia tidak bisa membantunya.

 

Lee Soon Ae, ibu Ahra, tidak tahan dengan persembunyiannya dan setelah melihat adegan tampar menampar itu dia datang dan mencoba menenangkan suaminya.

 

Appa lihat?! Bagaimana jika aku yang terkena tamparanmu itu tadi?! Bagaimana jika aku yang terluka karena kau, ayah kandungku sendiri?!” Ahra berteriak di hadapan ayahnya yang juga masih terkejut dengan apa yang dia lakukan.

 

Aiden memegang lengan Ahra dan seketika membuat gadis itu menoleh padanya “Diam. kau tidak boleh bicara kasar pada ayahmu” Mendengar Aiden berkata seperti itu, Ahra menangis semakin jadi. Ya Tuhan, Pria di depannya adalah pria baik. Ahra hanya ingin hidup bersama pria itu, namun kenapa terasa sulit sekali.

 

“Tuan Cho” Aiden bersuara “Jika memang hal itu yang anda pikirkan, anda tidak perlu khawatir. Bukan maksud menyombongkan diri, aku berhasil meraih gelar S2ku  di Vienna berkat beasiswa. Kurasa, aku akan sangat bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan menghidupi putri anda. Tentu itu semua butuh proses, tapi aku berjanji untuk bisa sukses agar membuat putri anda berkecukupan. Jika bisa, aku akan menunda pernikahan dan membuktikan ucapan ku terlebih dahulu. Tapi, maafkan aku karena saat ini Ahra telah mengandung. Aku tidak bisa berpura pura menutup mata. Bagaimanapun, ini adalah anak kami dan aku bertanggung jawab penuh atas itu. Jadi, aku mohon pengertian anda. Restuilah kami” Ahra memeluk  Aiden dan menangis sesenggukan.

 

“Dasar pria tidak tahu diri!!” Seung Hwan membuka kembali suaranya. Mencaci Aiden yang membuat Ahra kembali menatap ayahnya tidak percaya. Apakah ini ayahnya? kenapa dia tidak mengenalnya sama sekali?

 

“Apa kau fikir aku menolakmu karena ini HA?! Ayahmu.. AYAHMU YANG MEMBUATKU TIDAK SETUJU DENGAN PERNIKAHAN KALIAN!”

 

Aiden menunduk dalam dan memejamkan matanya. Pria itu mengepalkan tangannya seketika. Tidak.. tidak lagi..

 

“Apa maksud appa?!” Ahra bertanya

 

“Dia adalah anak Lee Sun Shin Ahra. Pemimpin mafia besar dan juga anak buahnya yang merupakan pembunuh bayaran. Appa tidak bisa membiarkanmu hidup dengan pria seperti itu!! Tidak bisa Cho Ahra!!”

 

Mwo?” Ahra termenung, kemudian menatap Aiden. Pria itu balas menatapnya dengan pandangan sayu dan lemah. Kemudian dia mengangguk membenarkan dan memberikan senyum kecilnya “Ayahmu benar”

 

Aiden kembali menatap Seung Hwan “Anda benar, Tuan Cho. Tapi ketahuilah bahwa aku tidak lagi berhubungan dengan ayahku sejak aku berada di junior high school. Aku membenci pekerjaan piciknya, karena itu aku lebih memilih hidup sendiri dan berusaha menyekolahkan diriku sendiri. Tetapi aku tidak tahu ayah ku memang seterkenal itu, hingga semua orang juga tahu bahwa aku adalah anaknya” Aiden tersenyum miris.

 

Ahra menggelengkan kepalanya. Dia marah karena Aiden tidak pernah menceritakan ini semua, tetapi tidak. Itu tidak bisa mengalahkan tekadnya saat ini “Lalu apa yang appa pikirkan? Aiden tidak mungkin menyakitiku. Dia mencintaiku dan kami akan segera mempunyai anak!”

 

“OKE, Baiklah. Anggap aku percaya padanya untuk tidak menyakitimu. Tapi .. Ya Tuhan~ Ahra, appa tidak percaya pada ayahnya yang bejat! Tidak. Keputusanku sudah bulat. KAU TIDAK AKAN PERNAH MENIKAH DENGAN ANAK DARI MAFIA INI!”

 

Seung Hwan melangkahkan kakinya cepat dan menghampiri Ahra. Memegang kasar lengan anaknya dan membuatnya berdiri “SEKARANG AHRA, MASUK KE KAMARMU!”

 

Ahra memberontak “SHIRREO! APPA SHIRREO!!”

 

“MASUK!!”

 

“CHO KYU HYUN! KYU HYUUUUN!!” Suara Seung Hwan menggema di rumah itu memanggil nama putranya. Mendengar dirinya dipanggil, Kyu Hyun yang sejak tadi berdiri di belakang pintu kamarnya demi mencuri dengar dengan sigap berlari menghampiri ayahnya.

 

Ne, abeoji

 

“Bawa kakakmu ke kamarnya! Aku tidak bisa menyerahkannya pada eomma-mu. Dia pasti kewalahan” Kyu Hyun melirik Soon Ae dan mengangguk mengerti. Lalu dia melihat  Dong Hae yang masih terkapar dilantai dengan tatapan sedih. Ingin rasanya dia membantu tapi dia merasa tidak mampu “Mianhe, Hyung” ucapnya lirih tanpa dapat didengar oleh siapapun.

 

Noona, Kajja!”

 

“LEPASKAN AKU, CHO KYU HYUN! LEPAS!”

 

Kyu Hyun mencoba menutup mata dan telinganya. Tidak bisa, dia tidak bisa memberontak saat ini. Ingatkan dia yang hanya anak haram  di keluarga itu. Kyu Hyun terus membawa Ahra ke kamarnya di lantai 2 dan Soon Ae mengikutinya dari belakang.

 

“KAU!!” Seung Hwa mengambil kerah baju Aiden dan menyeretnya keluar “PERGI KAU DARI RUMAHKU! Jauhi putriku jika memang benar yang kau katakan bahwa kau mencintainya. Kau tidak ingin melihatnya terluka karena perbuatan ayahmu kan? Untuk itu, sudahi hubungan kalian. Jangan pernah datang lagi kerumahku!!”

 

-o0o-

 

Dong Hae membuka matanya seketika ketika dia menyudahi ingatan yang sudah lama ingin dia buang. Siapa sangka bahwa dia mengingat detail kejadian itu hingga titik terendah ketika hatinya terasa di injak injak hanya karena dia terlahir dengan ayah yang seorang mafia. Apakah status memang membuat orang buta akan kasih sayang insan manusia? Apakah dia memang tidak pantas mencintai jika seperti itu?

 

Seoul International Hospital, Winter 2011

Dong Hae berlari di sepanjang koridor rumah sakit dengan nafas tersengal. Kepanikannya membuat dia lupa dengan baju hangat di musim salju dengan udara dingin yang mencekam ini. Hanya satu yang dia dapat pikirkan saat itu juga, Ahra.

 

Setelah bertanya pada bagian receptionist, Dong Hae kembali mencari ruangan di mana tempat Ahra berada. Dia mendapat kabar bahwa Ahra mengalami kecelakaan mobil dan itu bagai menghantamnya. Meninggalkan pekerjaan yang sudah mulai dia rintis dan bergegas ke rumah sakit. Ahra-nya, dan bayi yang jika tidak slah hitung, kini tengah memasuki tujuh bulan. Anaknya.

 

Pria itu berlari semakin kencang ketika melihat Cho Seung Hwan keluar dari salah satu ruangan. Dia yakin itu kamar Ahra. Ketika dia sampai di sana, Cho Seung Hwan mengahadangnya keras.

 

“Untuk apa kau datang kemari! Aku sudah memperingatkanmu untuk menjauhi putriku!!
“Aku mohon, izinkan aku melihatnya. Aku ingin mengetahui kondisinya, dan kondisi bayiku. Aku mohon” Dong Hae memelas dengan tangan gemetar. Seung Hwan dapat melihat pria itu menangis dan dia sedikit iba. Tapi, ketika ingatannya tentang kecelakaan yang menimpa putrinya baru saja terjadi membuat dia kembali membentengi hatinya. Mungkin saja ini adalah perbuatan ayah Dong Hae. Dan spekulasi seperti itulah yang membuat Seung Hwan tetap pada pendiriannya.

 

Seung Hwan mendorong dengan kasar Dong Hae hingga jatuh ke lantai. Tepat pada saat itu, Kyu Hyun keluar dari kamar rawat inap Ahra dan menyaksikan seniornya terhuyung kelantai dengan keras.

 

“Hyung!!” Kyu Hyun bergegas menghampiri Dong Hae dan memegang lengannya.

 

Abeoji, geumanhae. Ini rumah sakit” Kyu Hyun memperingati.

 

“Dengar Lee Dong Hae. Aku melakukan ini semua untuk keselamatan putriku. Aku tidak mau kehilangannya setelah aku kehilangan cucuku. Jadi lebih baik, kau tidak lagi menampakan wajahmu di depanku. Ahra akan aku nikahkan dengan pria yang jauh lebih baik darimu, dan bisa melindunginya”

 

Dong Hae tertegun. Apa Seung Hwa baru saja mengatakan kehilangan cucu? A-apa maksudnya … “Mw-o? apa maksudmu kehilangan cucu??”

 

Seung Hwan menatapnya tajam “Ahra keguguran dan itu semua mungkin karena ulah ayahmu yang merangkai kecelakan itu” ucapnya sinis

 

Dong Hae mendesis, dia bangkit dengan amarah dan ingin menerjang Seung Hwan kalau saja tidak ada Kyu Hyun yang menahannya.

 

“Hyung!!”

 

“Bagaimana anda bisa berbicara tanpa bukti?! Dan bagaimana bisa anda selalu berspekulasi bahwa Ahra akan bahaya jika bersamaku?!”

 

“Sudah jelas! Ayahmu pasti tidak suka dengan hubungan kalian dan untuk itu dia akan membunuh Ahra kan? Bukankah kehidupan mafia seperti itu? Kau akan dijodohkan oleh putri dari kalangan mafia juga? Untuk itu, lupakan Ahra karena dia akan kujodohkan juga dengan orang lain”

 

“BRENGSEK! OMONG KOSONG MACAM APA ITU?!” Kemarahan telah sampai di ubun ubun Dong Hae, kini seisi rumah sakit tengah memandang mereka. Beberapa suster yang ketakutan memanggil penjaga agar melerai pertikaian itu.

 

“OHO~ Lihat bicaramu anak muda! kau mulai mewarisi keahlian ayahmu rupanya”

 

“ARGGHHHHHHH” Habis sudah kesabaran Dong Hae. Pria itu berlari mencekam kemeja Seung Hwan dan menggoyangkannya membabi buta. Bagaimana dia harus bersikap dengan pria tambun di depannya ini? Dia kehilangan bayinya, Ya Tuhaan.. bagaimana dia bisa menjalani lagi pekerjaan nya dengan benar ketika tujuannya untuk berhasil adalah Ahra dan calon anak mereka.

 

Kyu Hyun kwalahan memegangi lengan Dong Hae yang terus bergerak.

 

“HENTIKAN!  SADAR HYUNG!!” Kyu Hyun mengerahkan seluruh kemampuannya tetapi tenaga orang yang sudah marah diambang batas memang mengerikan. tepat saat itu, beberapa penjaga rumah sakit dengan pakaian hitam hitam menghampiri dan membantu Kyu Hyun menarik Dong Hae.

 

Seung Hwa membuang nafasnya kasar “Dasar pria gila!”

 

Kyu Hyun melihat ayahnya dengan sengit. Dia tidak melarang ayahnya untuk waspada, tetapi caranya berrtindak sungguh keterlaluan “Cukup, sudah. Hentikan aboeji” Kini pria itu menasihati ayahnya. Entah kenapa yang bisa dia katakan selalu, hentikan hentikan dan hentikan. Cho Kyu Hyun, bersikaplah lebih berani! dan dia merutuki dirinya sendiri.

 

Seung Hwan kembali berputar dan membuka ruang rawat inap untuk kembali masuk kedalam. Untuk sepersekian detik Dong Hae melihatnya. Gadis yang dia cintai terbujur lemah di atas tempat tidur. Ya, dengan perut yang tak lagi membesar seperti terakhir kali dia melihat Ahra dari kejauhan. Hancur sudah. Tujuannya untuk bahagia kini hilang. Cahaya nya telah lenyap ketika gadis yang dia cintai  dan calon bayinya pergi meninggalkan hidupnya.

 

 

Belom end kok :p

tapi deket deket, haha. Pokonya mau nyelesaiin kisah dendam kesumat(?) si dongek ini dulu. balu kita ketemu sama couple yang lagi berantem(?) yaaa hahaha. seru ternyata mainin si kyu yaa. . haha. Mau main mainin dia dulu deh  #eh

see you next week! *gajanji deng* wkwkwkwk

 

 

Advertisements

99 thoughts on “Allure of The Seas #Bab 12

Add yours

  1. Masa lalu donghae dan arha sangat menyakitkan…yg merubah donghae yg baik hati dan lembut menjadi pria yg licik dan tanpa perasaan.

  2. Oooo trnyta bgtu kejadian ny..ksian liad donghae dsni..trnyta it alasan by slama in..tp kok mrahny k kyuhyun??
    Tmbh ribet deh..kyuhyun hyuna..donghae ahra..ckckckck

  3. Aaaaak
    aku belum koment di sini
    huhuhu
    lama soalnya gak main kesini
    sibuk huhuhu

    ayoyoyoyooooooo
    kasihan sama Hae oppa disini
    dia sebenarnya baik tapi karena ayahnya kyuhyun dia jadi jahat
    kyuhyun juga sebenarnya pengen bantu tapi apa daya dia menganggap dirinya tidak bisa melakukan apapun karena status

    auuuh Hae oppa
    pengen nangis ㅠ ㅠ

  4. Ini part yang paling nyesek.
    Donghae nya kasian banget.
    ternyata dnghae aslinya orang baik.
    hubungan kyuhyun sama hyuna nya gimana tuh ceritanya?
    thor ini ff keren feel nya berasa banget

  5. Ini part yang paling nyesek.
    Donghae nya kasian banget.
    ternyata dnghae aslinya orang baik.
    hubungan kyuhyun sama hyuna nya gimana tuh ceritanya?
    thor ini ff keren feel nya berasa banget

  6. Mata aku meloto pas tau hye mi itu anak donghae.. Ga nyangka banget kalo akan kaya gini..

    Wahhh hubungan hyuna sama kyuhyun gimana?
    Mereka akan baik2 aja kan ya?

  7. Ternyata kisahmu menyedihkan ya Donghae…
    hingga membuat dia dendam dng keluarga Cho, kasian..
    semoga pada akhirnya ada ending yg baik unt Arha-Donghae and Kyu-na…amin

  8. Waw .kejutan bgt donghae punya darah mafia…
    Trus apa selama ini donghae ngikut ayahnya lg ya..kok banyak kecuramgan yg dia lakuin..

  9. Wahh kenyataan baru yang mengejutkan, jadi Choi Hyemi anak kandung Donghae. Kalo Tuan Cho bilang sama Donghae kehilangan cucunya dan Donghae liat Ahra perutnya sudah tidak besar lagi berarti apa Hyemi lahir caesar saat itu ?

  10. Kasihan khidupan donghae dgn masa lalu ny yg membuat dia membenci klurga Cho ….and the tu yg membuat kyuhyun tdak ingin donghae masuk penjara …
    kasihan mrke berdua kyuhyun and hyuna smga sj mrka akur kembali , jngan ampe putus …Sedih jg ny …

  11. Satu hal baru lagi terkuak. Ternyata Hyemi anaknya Donghae toh, pantesan waktu di kapal Donghae ngeliat Hyemi ada perasaan beda. Makinn seruu bacanya, izin baca pary selanjutnya ya ka ^^

  12. fakta baru terungkap lagi ternyata hyemi anak donghae sama ahra..pantesan pas kyu gendong hyemi donghae pengen peluk dan mengelus kepala hyemi..kenapa sih ayah kyu jahat banget kayak gt padahal dulu pernah ngalami kayak ahra 😦

  13. omoooo kasihan ama donghae gegara ngga direstuin,, kalo keguguran terus hyemi anak siapaaa????
    hyuna kyuhyun ayolah kalian harus kembali seperti biasa yang saling mencintai….

  14. yuhuuuuu tebakan aku benar klu hyemi itu anak si donghae. aku udh mulai curiga pas pertemuan mrk di kapal allure. soalnya pas liat hyemi donghae mrs pengen peluk tu bocah. mungkin ini namanya ikatan batin tpi ahra tau kan ya klu hyemi anak donghae. trnyt ini alasan donghae buat balas dendam. dan hyuna kena dampaknya.

  15. jadi ayah kyu bohong ama donghae, dia mengayakan bahwa anaknya meninggal tapi sebenarnya masih hidup. kasihan juga ya donghae.hanya karena dia anak mafia, dia diperlakukan seperti itu. ayah kyu kejam. tapi moga aja nanti donghae tahu bahwa hyemi anak donghae. #atau apa dia udah tahu?#

    ffnya tambah menarik.. aku suka. hwaiting thor..

  16. Jadi hyemi anaknya donghae? Kyuhyun & hyuna terus gimana? Baca part ini perasaanku campur aduk, konfliknya keren

  17. Kehidupan kyuna couple udah ribet ditambah dg masa lalunya haera couple.
    Donghae kenapa tega dg hyuna, padahal kan hyuna cuman ingin donghae menyudahi balas dendamnya dan mengembalikan perusahaannya kyuhyun. Tapi, dia malah tega membuat hyuna dibenci kyu.

  18. Ini part yang paling nyesek😭
    Donghae nya kasian banget.
    Ternyata Donghae aslinya orang baik.
    Tapi, hubungan Kyuhyun sama Hyuna nya gimana ya lanjutannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: