Allure of The Seas #Bab10

10410906_933990119979173_4056174074798696315_n

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#BAB 10 : Separate

 

Hee Chul mengetuk pintu rumah besar itu dan menunggu. Keputusannya sudah bulat untuk mendatangi Ahra terlebih dahulu sehingga kedepannya tidak akan ada salah paham. Mengingat wanita itu sudah pernah memberikannya ultimatum untuk tidak macam macam dengan adiknya, Kyu Hyun.

 

Ketika pintu terbuka, Hee Chul tak menemukan satu orang pun makhluk hidup. Itu membuat bulu kuduknya merinding tiba tiba. Dia bertingkah konyol dengan mengusap tengkuknya beberapa kali dan bergumam kecil pada dirinya sendiri.

 

Ji Soo yang menyusul menggelengkan kepalanya tak percaya. Melihat kakaknya seperti ini memang sangat lucu. Jadi ya, ingatkan dia untuk meledek Hee Chul habis habisan nanti.

 

“Aigo, sekali bodoh ya tetap bodoh” Ji Soo bersuara di samping Hee Chul sambil berdecak dan menggelengkan kepalanya.

 

Tanpa mau mengurusi reaksi kakaknya yang sudah dipastikan akan meledak, Ji Soo berjongkok dan tersenyum ketika dia sudah sejajar dengan gadis kecil berbaju cokelat di depannya. “Annyong, Hye Mi~ya” sapanya

 

Mwoya? Sejak kapan dia ada disini?” Hee Chul menunjuk nunjuk telunjuk nya ke arah Hye Mi yang menatap balik Hee Chul dengan mata berbinar.

 

“Dia yang membuka pintu untukmu”

 

“Ahh~geurae?” Hee Chul seolah mengerti “Pantas saja”

 

Ji Soo kembali menatap Hye Mi “Hye Mi~ya, ibumu ada?”

 

Gadis kecil itu mengangguk “Nuguseyo?” suaranya sangat kecil dan terkesan imut. Membuat Ji Soo semakin gemas. Hee Chul yang melihat tingkah adiknya tersenyum kecil tanpa diketahui Ji Soo.

 

Belum sempat Ji Soo menjawab, Hye Mi kembali bersuara “Eonnie, noumu yeppo

 

“Hmm? Aku? Benarkah?” Ji Soo menunjuk dirinya. Namun ternyata, Hye Mi menggeleng sebagai jawaban. Gadis kecil itu menjulurkan tangannya dan dengan jari telunjuknya dia menunjuk Hee Chul.

 

Hee Chul tersentak dan dia tersedak ludahnya ketika ingin berbicara. Sementara Ji Soo tertawa keras ketika dia sadar kekacuan ini membuat perutnya memililit karena geli.

 

“APA? Aku? Kau bilang aku cantik?”

 

Hye Mi mengangguk dan dia berjalan ke arah Hee Chul dan memeluk kakinya, membuat pria itu semakin tak percaya. “Ya-aaissh” Hee Chul meletakkan tangannya di kedua pinggangnya dan menatap Hye Mi kesal. Sementara yang ditatap malah berkedip kedip manis sehingga membuat Hee Chul lebih frustasi. Dan sudah bisa ditebak, Ji Soo masih belum berhenti dari tawanya yang menyenangkan.

 

Babysitter Hye Mi keluar dengan sebotol susu ditangannya. Sepertinya itu milik Hye Mi. Dengan sigap dan wajah sedikit panik, dia mengambil Hye Mi perlahan dari gelayutan manjanya di kaki Hee Chul “Oh, Joengsohamnida agasshi” Dan itu membuat tawa Ji Soo semakin susah berhenti.

 

Hee Chul mengatur nafasnya dan mencoba menahan kekesalannya. Dia kemudian mencoba mengatakan tujuan kedatangannya kemari “Apakah Cho Ahra dirumah?” tanyanya datar

 

Ne, nyonya berada di kamarnya. Kalau begitu silahkan masuk. Akan saya panggilkan”

 

Babbysitter itu membawa Hye Mi masuk dan dibelakangnya Hee Chul menghela nafas. Dia membenarkan jasnya dan mulai melangkah masuk. Sementara Ji Soo berdehem untuk mengurasngi sisa sisa kelucuan yang masih melekat di ingatannya.

 

-o0o-

 

“Jadi, ada urusan apa mencariku?” Ahra terduduk dengan Hye Mi di pangkuannya yang tetap tenang menatap Hee Chul. Entah mengapa, dia sepertinya mempunyai ketertarikan tersendiri dengan paman nya itu.

“Aku akan menceritakan semuanya padamu dan apa rencanaku agar kau tak salah paham dan akhirnya menjadi penghalang dalam skenarioku ini. Lebih bagus jika kau ikut membantuku”

 

“Teruskan”

 

Hee Chul menatap adiknya dan dengan sigap Ji Soo mengeluarkan beberapa dokumen dalam tas tangannya. Dia menyerahkannya kepada Hee Chul, dan pria itu meletakkannya di atas meja tepat di depan Ahra. Wanita itu menurunkan Hye Mi terduduk disebelahnya dan mengambil berkas berkas yang di beri Hee Chul. Sementara Ahra membolak balikan isinya, Hee Chul berbicara menerangkan dan itu semua tampak mudah dimenegrti.

 

“Tunggu, apa yang kau maksud ini semua milik Kyu Hyun?”

 

“Ya, ibunya yang mewariskannya”

 

“Ini benar benar mengejutkan. Maksudku, kita tidak perlu lagi memikirkan apa yang telah di ambil Dong Hae, kan?” Ahra menatap Hee Chul skeptis.

 

“Tapi menurutku, Kyu Hyun tidak berfikir seperti itu”

 

Ahra menaikkan alisnya “Maksudmu?”

 

“Adikmu itu typikal orang yang keras kepala. Bukan hanya apa yang telah diambil Dong Hae, tapi bahkan hal hal lainya tentang pria itu. Mengerti maksudku?”

 

“Kau benar. Lalu, bagaimana tentang semua ini? Dimana bibi Hee Yeon sekarang?”

 

Ketika pertanyaan itu keluar, baik Hee Chul maupun Ji Soo terdiam mendadak. Ji So bahkan menatap kakaknya yang lebih memilih memandang kepulan asap dari teh yang tersaji di hadapannya.

 

Ahra menghela nafasnya lalu meletakkan berkas berkas yang dia pegang ke pangkuannya “Bisakah tidak ada rahasia lagi diantara kita? Ini akan berhasil jika kau tidak menutupi semuanya”

 

“Dia masih berada di  Jerman”

 

“Dia tidak ingin kembali ke Korea?”

 

“Keadannya tidak memungkinkan, Ahra”

 

“Kenapa?”

 

“Beliau sakit. Sakit keras”

 

-o0o-

 

“Arraseo. Aku akan segera kesana”

 

Kyu Hyun memutuskan panggilan telephone dan meletakkan ponselnya kembali ke dalam kantung celananya. Disampingnya, Hyuna menunggu Kyu Hyun mengatakan sesuatu setelah barusan Ahra berbicara dengan kekasihnya lewat telephone.

 

“Aku diminta untuk pergi ke rumah Ahra noona, Dia bilang ini sangat mendesak dan bahkan Kim Hee Chul ada disana”

 

Geurae? Bukankah Ji Soo bilang mereka yang akan mampir kemari?”

 

“Entahlah, tapi yang pasti aku akan berangkat kesana sekarang” Kyu Hyun berdiri, mengambil kunci mobilnya dan bersiap. Melihat Hyuna yang hanya terdiam duduk di kursi, pria itu mengeryitkan dahinya “Kau tidak ikut?”

 

“Kurasa, mungkin lebih baik jika aku tidak ikut. Kau pergilah”

 

Termenung sesaat namun Kyu Hyun menyetujui permintaan gadis itu. Dia berjalan kearah Hyuna dan menarik gadis itu berdiri. Memeluknya hangat dan menghirup sesaat harum tubuhnya. Aroma Hyuna benar benar candu. Itu sudah cukup untuk membuat beban pikirannya berkurang.

 

Ketika melepaskan pelukannya, Kyu Hyun menyempatkan diri untuk menghadiahi Hyuna kecupan di dahinya dengan sayang. Tersenyum hangat, dia berpamitan pada Hyuna lalu pria itu benar benar meninggalkan ruangan.

 

Sepanjang perjalanan, Kyu Hyun tidak tahu ada apa dengan dirinya. Pria itu merasa gugup dengan sendirinya dan bahkan dia kurang berkonsentrasi dalam menyetir. Ketika lampu lalu lintas berubah hijau, Kyu Hyun bahkan tak bergerak mengakibatkan pengendara lain harus membunyikan klakson mobil mereka. Pria itu berdecak kecil. Kenapa tiba tiba seperti ini?

 

Sesampainya di pelataran rumah Ahra, dia melihat mobil Hee Chul sudah terparkir disana. Yah, ini membuat nya tambah lebih gugup.

 

Kyu Hyun masuk dan menemukan kakaknya duduk di ruang tamu dengan Hee Chul dan Ji Soo. Mereka tampa berbincang membicarakan sesuatu dan barusan dia melihat Hye Mi dibawa masuk kedalam kamarnya oleh babysitter.

 

“Kyu Hyun~ah, wasseo?” Ahra berseru membuat semua perhatian menuju padanya.

 

“Mmm” Kyu Hyun berjalan mendekat lalu duduk di sebelah Ahra. Ekspresi nya datar dan sulit menebak apa yang ada di pikiran pria itu. Dia terlihat tenang tapi nyatanya dia kebingungan setengah mati.

 

“Ada apa noona, kenapa memanggilku kemari?” Matanya menatap Ahra setelah sebelumnya dia bertatapan dengan Hee Chul.

 

“Aku rasa sudah saat nya kau tahu semua ini Kyu” Hee Chul menjawab pertanyaan Kyu Hyun yang langsung dibalas tatapan bingung pria itu. Kembali menatap Ahra, Kyu Hyun bertanya “Apa maksudnya?”

 

“Perusahaan, saham, investasi, proyek pembangunan mall, dan lainnya. Kau memiliki semua itu” Hee Chul menyerahkan berkas berkas itu pada Kyu Hyun “Ibu mu menyiapkan semua ini untukmu”

 

Kyu Hyun mengerutkan alisnya “Ibu?”

 

“Ibu biologismu”

 

Bagai disambar petir, Ekspresi pria itu berubah seetika. Rahangnya mengeras dan tanpa sadar tangannya yang memegang berkas berkas penting itu mengepal kuat hingga membuatnya kusut. Hee Chul mengalihkan tatapannya pada tangan Kyu Hyun. Dia sadar seratus persen dengan perubahan itu. Dan dia juga telah memperkirakan hal ini akan terjadi.

 

Kyu Hyun tersentak saat merasakan tangannya yang terkepal diusap lembut. Ketika dia menolehkan kepalanya dia menemukan Ahra dengan senyuman yang hangat berusaha membuatnya tenang. Ketika dia akhirnya menghela nafas, Kyu Hyun tidak berniat untuk melanjutkan membaca berkas berkas itu. Dia malah kembali melemparnya di atas meja dan menatap Hee Chul skeptis.

 

“Kau berharap apa padaku?”

 

Hee Chul memajukan duduknya. Menumpu tangannya di kedua pahanya “Menurumu?”

 

“Aku tidak akan mengambil ini semua jika itu maksudmu mendatangiku”

 

“Tapi ini hakmu, Cho Kyu Hyun. Ibumu telah menyiapkan nya untukmu”

 

“TAHU APA KAU TENTANG IBUKU, HA?!” Ahra maupun Ji Soo tersentak luar biasa ketika Kyu Hyun berkata dengan keras tiba tiba. Pria itu bergetar. Bagaimana.. bagaimana bisa tiba tiba topik ibunya hadir kembali didepan nya?

 

“Lagipula siapa dirimu?! Kau seolah tahu semua yang ada di hidupku. Sudah berapa lama kita mengenal? Kau.. hanya orang asing yang tidak tahu apa apa mengenai aku, apalagi ibu. Ibu?! Ha! Aku bahkan tidak punya ibu!!”

 

“Hentikan omongan kasarmu, Cho Kyu Hyun!” Hee Chul menatapnya tegas

 

“Hah!” Kyu Hyun mengehela nafasnya kasar lalu menyandarkan dirinya di kursi “Sekarang kau bahkan berani memerintahku?!”

 

“Dengar, aku tidak ingin meladeni sifat kekanakanmu ini. Tugasku disini adalah untuk membantumu”

 

“Membantu? Apa dimatamu ini disebut membantu?”

 

“Semua ini bisa kau gunakan untuk merebut perushaanmu kembali dari tangan Dong Hae, Cho Kyu Hyun”

 

“Persetan dengan itu. Aku tidak akan mati hanya karena aku bangkrut. Kau, jangan pernah menganggapku remeh”

 

Hee Chul tersenyum sinis “Dengan sikapmu yang seperti ini, aku malah akan menganggapmu remeh”

 

“Jaga ucapanmu Kim Hee Chul!”

 

“KAU YANG JAGA BICARAMMU!” Hee Chul membentaknya. Ji Soo semakin mengkerutkan dirinya ke sandaran sofa. Ini seperti, kehadirannya dan Ahra bagaikan angin yang lewat. Kedua pria itu sungguh tidak perduli dengan kehadiran orang lain disana. Dan jika boleh jujur, ini kali pertama Ji Soo melihat kakaknya..begitu mengerikan.

 

“Kenapa? Kenapa kau marah?” Kyu Hyun bangkit berdiri “Lebih baik kau pergi dari sini sekarang juga. Bawa semua berkas berkas itu. Aku tidak sudi mengambil itu semua. Aku tidak punya ibu. Ibuku telah mati! Wanita yang menganggu suami orang itu bukan ibuku. Jadi seka–”

 

BUGH!

 

“KYU!!
OPPA!!”

 

Ahra menangkap Kyu Hyun yang terhuyung bersamaan dengan Ji Soo yang memegang lengan Hee Chul yang baru saja dipakainya untuk memukul Kyu Hyun. Kyu Hyun bernafas kasar. Dia mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

 

“Dengar anak sok tahu, bahkan aku bersumpah, ibumu adalah wanita terhebat yang pernah aku kenal seumur hidupku. Jadi, jika kau berani berkata seperti itu lagi tentangnya, aku tak segan melakukan hal lebih padamu”

 

Neo.. nuguya?” Kyu Hyun berkata lirih tetapi tatapannya tetap tajam menusuk Hee Chul.

 

Hee Chul mengambil kasar berkas berkas itu diatas meja dan berjalan meninggalkan Kyu Hyun dan Ahra. Sementara Ji Soo mengikutinya dari belakang setelah sebelumnya berpamitan pada Ahra.

 

Hee Chul berhenti tepat di depan pintu, dia membalikan badannya kembali menatap Kyu Hyun “Dinginkan kepalamu. Setelah kau sadar, aku pastikan kita akan bertemu lagi” dan setelahnya, dia benar benar pergi meninggalkan pekarangan rumah Ahra.

 

-o0o-

 

Kyu Hyun termenung di dalam kamarnya yang gelap. Dia terduduk di pinggir ranjang dengan perasaan berkecamuk. Ibu? Bahkan dia sudah berusaha melupakan sosok itu dalam dirinya. Dia mencoba menanamkan hal mustahil pada hatinya, bahwa dia tidak punya ibu. Tidak.

 

Hal yang selalu disebut orang orang yang bergunjing tentang dirinya, bahwa dia adalah anak haram adalah sebuah fakta. Dia tahu bahwa dia berbeda ibu dengan kakaknya, Ahra. Itupun terjadi dengan tiak sengaja. Dulu, sewaktu umurnya tiga belas tahun. Bahkan itu usia yang terlalu muda untuk mengetahui fakta mengejutkan seperti ini, bukan? Dan dari apa yang dia dengar dari percakapan ayahnya dulu –entah dengan siapa karena Kyu Hyun kecil mendengarnya dari balik pintu ruang kerja ayahnya– bahwa ibunya pergi.

 

Apa yang kau fikirkan jika anak usia belia mendengar sesuatu yang ta lazim seperti itu? Ya, sejak itu Kyu Hyun membenci ibunya. Atau, siapapun wanita yang pernah melahirkan dirinya. Begitu dia menyebutnya. Meninggalkannya berarti tidak ingin mengurusnya. Tidak ingin mengurusnya bukankah dapat diartikan bahwa dia tidak disayang, tidak diinginkan?

 

Dan ketika perusahaan tengah diujung kebangkrutan, gunjang gunjing mengenai CHO Enterprise mulai merebak dikalangan masayarakat. Hingga berita tentang statusnya yang diungkap ke publik, bahwa dia adalah adalah anak diluar pernikahan Cho Seung Hwan dan Kim Hanna. Apa dia perduli dengan itu? Tidak. Cho Kyu Hyun hanya akan menutup mata dan telinga. Dia malah melakukan hal mengaggumkan dengan berhasil membuat CHO Enterprise kembali berjaya.

 

Kyu Hyun. Dia bukan typikal orang yang membuat segalanya rumit. Dengan fakta yang dia ketahui itu, tidak akan membuat nya lantas berputus asa. Mengurung diri dari dunia luar dan menyalahkan takdir atau bahkan Tuhan yang telah mengizinkannya berada di dunia. Dengan ini, dia malah terpacu untuk bisa berbuat lebih. Membuktikan pada siapa saja bahwa seorang anak haram yang seperti mereka bilang pun bisa meraih kesuksesan, mencapai suatu hasil yang bahkan orang orang dengan tiada problematika hidupnya tidak sanggup untuk menjadi seperti dirinya.  Dia gila kerja, selama ini dia gila kerja. Dia melakukan segala cara, menyibukkan dirinya dan memenangkan semua tender yang akan membuatnya semakin sibuk. Dia punya segalanya. Pintar dan kaya. Pekerja keras. Dia terus dan terus melakukannya, kenapa? Karena dia tidak berniat untuk berhenti. Walaupun dia telah melakukan semua itu tapi raganya terasa kosong. Tubuhnya serasa tak berisi. Kasih sayang? Apa dia membutuhkan kasih sayang? Lupakan, karena dia bahkan membuang sosok wanita yang telah melahirkannya ke dunia.

 

Tapi sekarang, tidak kurang dari dua belas jam yang lalu. Orang asing yang baru dia kenal datang kepadanya dan mengungkit tentang ibunya. Rasanya bagaikan simpul yang mengikat hatinya rengang lalu kemudian merekat lagi. Renggang dan melekat lagi. Sehingga membuat emosinya memuncak dengan dirinya. Pria itu bertarung rasa sakit dengan hatinya. Dia tidak yakin apa yang dirasakannya selain kebimbangan. Dia melakukan tarik ulur dengan hatinya sendiri dan itu lebih menyakitkan. Dia harus bagaimana?

 

Sinar bulan masuk menembus kamarnya. Memperlihatkan punggungnya yang rapuh. Kyu Hyun bergetar. Dan siapa yan tahu bahwa saat ini pria itu.. menangis.

 

-o0o-

 

Hyuna menyerah. Dia menjauhkan piring berisi sarapan paginya. Hari ini pun, makanan tidak bisa masuk ke perutnya. 5 hari dan dia tidak mendapat satu kabar pun dari Kyu Hyun. Bukan gengsi menghubungi pria itu duluan, dia bahkan telah ratusan kali menelpon Kyu Hyun disertai ratusan pesan yang dia kirim. Tapi setiap menghubungi nomor pria itu, pasti selalu mati. Ini membuatnya cemas.

 

“Aisshh.. aku harus bagaimana” Hyuna mengacak rambutnya kasar dan menjatuhkan kepalanya di atas meja makan.

 

Gadis itu sigap terbangun ketika mendengar bel flat nya berbunyi. Dengan harapan bahwa itu Kyu Hyun, dia berlari dengan gesit ke arah pintu lalu membukanya. Dan dia harus menelan kekecewaannya karena itu bukan Kyu Hyun.

 

Ya! Wajahmu menyiratkan bahwa kau kecewa karena aku yang datang”

 

Oo! Memang benar”

 

“Yaaissh! Biarkan aku masuk”

 

Hyuna memberikan ruang agar Ji Soo bisa masuk. Ji Soo terduduk di sofa lalu dengan cekatan dia mengeluarkan apa yang berada di dalam kantung plastik yang dia bawa “Makan ini”

 

“Apa itu?” Hyuna mengerutkan keningnya tapi menerimanya juga.

 

“Sarapan untukmu. Aku tahu kau pasti tidak bisa makan dengan tenang selama beberapa hari ini kan?”

 

“Cih. Kau seperti peramal licik” Hyuna membuka bingkisan itu. Makan. Oke, dia harus makan. Tidak mungkin mengecawakan Ji Soo yang telah repot membawakan sesuatu untuknya. Lupakan makanannya sendiri yang terbengkalai.

 

“Aku serius Hyuna. Kyu Hyun, kan?” Hyuna berhenti mengunyah lalu menoleh ke arah Ji Soo. Tatapannya kemudian berubah serius.

 

“Apa yang terjadi? Terakhir kali kau menelponku akan mampir bersama kakakmu dan pada akhirnya Kyu Hyun yang datang kesana. Apa sesuatu terjadi?”

 

“Yah.. sepertinya. Aku tidak tahu jelas. Tapi yang aku tahu, Kyu Hyun akan sibuk untuk beberapa hari kedepan. Dia dan kakakku sedang mengerjakan sesuatu. Akupun tidak tahu detailnya” Hyuna mengangguk angguk mengerti. Syukurlah. Setidaknya, dia tahu bahwka Kyu Hyun baik baik saja. Di sisi lain, Ji Soo menatap Hyuna dengan penuh sesal.

 

Maafkan aku Hyuna~ya’ Ya, Hee Chul menyuruhnya untuk bungkam dan tidak meemberitahukan hal ini pada siapapun juga, termasuk Hyuna. Mungkin ini jalan terbaik.

 

-o0o-

 

“Jadi, apa kau berubah pikiran?” Hee Chul menyesap kopinya dengan damai. Sementara Kyu Hyun hanya menikmati pemandangan diluar kafe tanpa berniat menatap lawan bicaranya.

 

“Ceritakan padaku, apa yang kau ketahui. Termasuk, siapa dirimu”

 

Hee Chul menatapnya selama beberapa detik. Kemudian menghela nafasnya “Melihat kondisimu sekarang, aku bisa memulai cerita ini”

 

“Aku besar di keluarga yang miskin. Aku punya seorang adik, Kim Ji Soo. Dan kedua orang tua yang sayang pada kami. Kakek nenekku sudah meningal sebelum aku lahir. Lalu, Appa memiliki seorang adik perempuan yang berarti dia adalah bibiku”

 

Kyu Hyun mengalihkan pandangannya dari kaca jendela ke arah Hee Chul “Apa kau akan menceritakan silsilah keluargamu padaku? Jika iya, aku tidak tertarik”

 

Hee Chul menarik satu bibirnya ke atas “Aku mendengar kisah ini dari appa. Dua puluh tahun yang lalu, bibi Kim menikah dengan seorang pria dengan latar belakang bangsawan. Namun pernikahan mereka di tolak oleh orang tua pihak laki laki, karena menganggap bibi Kim tidak pantas mendampingi putranya. Namun, karena mereka saling mencintai, si pria akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kehidupan mewahnya dan memilih untuk bersama istrinya, yaitu bibi Kim” Hee Chul berhenti sejenak, memperhatikan reaksi Kyu Hyun. Ketika pria itu tidak menunjukan reaksi apa apa, Hee Chul melanjutkan ceritanya.

 

“Tapi, keluarga si pria tidak menyerah untuk membujuknya agar kembali. Namun, dia adalah pria yang sangat mencintai istrinya. Dia tidak mau meninggalkan istrinya untuk kembali ke kehidupan lamanya, terkecuali jika istrinya diizinkan ikut bersamanya. Akhirnya, orang tua si pria menyerah dan mengizinkan putra mereka membawa serta istrinya. Mereka kemudian pindah ke rumah besar orang tua pria. Tapi, walaupun seperti itu bibi Kim tetap tidak mendapat restu dari orang tua pria. Dia seperti tidak dianggap di rumah itu. Namun, dia tetap tegar karena dia mencintai suaminya. Sampai pada saatnya, Ibu si pria sakit keras dan mengajukan permintaan yang sangat mengejutkan. Dia ingin melihat putranya itu menikah dengan wanita pilihannya sebelum dia meninggal. Dan mendaftarkan pernikahan mereka sebagai pernikahan pertama lalu bibi Kim hanya akan dianggap selir. Tentu saja pria ini menolak dengan tegas. Karena dia mencintai istrinya. Namun, istrinya adalah wanita berhati malaikat. Dia dengan sabar dan keikhlasan hati menyetujui ini semua. Singkatnya akhirnya pria itu menikahi wanita yang dipilih oleh ibunya. Dan tak lama, ibunya meninggal dunia”

 

Ketika Hee Chul melihat kearah Kyu Hyun, pria itu tampak lebih antusias dari sebelumnya. Ini membuat Hee Chul lebih bersemangat menceritakan kisahnya “Tak lama pernikahan mereka, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik. Namun, ayah pria ini mengiginkan satu lagi keturunan nya yang berjenis kelamin laki laki. Untuk mewariskan peralihan hartanya nanti dikemudian hari. Sementara, pernikahan putranya bersama bibi Kim belum memperoleh anak. Terkadang, ini yang membuat bibi Kim sedih. Dia mengira dirinya mandul dan berfikir macam macam. Lalu hal buruk lainnya terjadi, karena suatu kecelakaan mengakibatkan istri kedua pria ini tak dapat hamil lagi. Akhirnya harapan satu satunya adalah bibi Kim. Ketika putri mereka berusia satu tahun, Tuhan memberikan keajaiban. Bibi Kim hamil dan bayi yang dikandungnya adalah bayi laki laki. Itu membuatnya sangat senang”

 

“Tunggu, bagaimana hubungan kedua istri itu?” Kyu Hyun bertanya. Pria itu jauh lebih tertarik sekarang.

 

“Mereka mempunyai hubungan baik. Tidak pernah berkata kasar satu sama lainnya” Kyu Hyun mengangguk angguk paham. Meskipun jauh di dalam hatinya, dia masih belum mengerti mengapa Hee Chul malah menceritakan kisah rumah tangga orang seperti ini. Tapi, dia mencoba untuk mendengarkan.

 

“Ketika putri mereka berumur dua tahun, bayi laki laki itu lahir. Dan, apa kau tahu siapa nama bayi itu?”

 

Kyu Hyun hanya terdiam, tidak menunjukan reaksinya sama sekali. Hanya tampang penasaran yang ada di wajahnya.

 

“Nama bayi itu.. Cho Kyu Hyun”

.

.

.

 

.

.

Terlepas dari semua kisah yang telah dituturkan Hee Chul padanya, kalimat terakhirlah yang kini menjadi hantaman di kepala Kyu Hyun. Seakan waktu berhenti. Dia merasa semuanya tak bergerak seperti semestinya. Jam berhenti berdentang, maka waktu pung terpause. Apa yang terlihat di matanya kini adaah benang rumit yang semakin rumit. Kenapa kehidupannya bagaikan sebuah drama? Untuk beberapa alasan dia ingin menyalahkan Tuhan atas apa yang telah terjadi. Lalu apa? Apa semua akan berubah? Apa kemudian dia akan di reinkarnasi kan dengan menjadi Cho Kyu Hyun yang lain? Berada dalam situasi berbeda dengan detik ini?

 

“A..apa yang .. baru saja kau katakan?”

 

“Aku sudah lama ingin menyapamu, sepupuku. Hei, Kyu. Bagaimana kabarmu?”

 

Kyu Hyun mencoba bernafas dengan tenang. Dia menatap Hee Chul frustasi kemudian tubuhnya terasa lemas. Dia bersandar pada punggung bangku. Hee Chul memberinya tatapan hangat. Bahwa saat ini, dan kedepannya, akan baik baik saja.

 

-o0o-

 

Kyu Hyun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Malam ini, dia akan pulang ke apartmentnya ketimbang memilih pulang ke rumah Ahra. Dia butuh sendiri, dia butuh waktu untuk mencerna semuanya.

 

Kalimat Hee Chul terus terngiang di kepalanya.

 

“Jadi ambil semua hak mu yang kau dapat dari ibumu. Lalu kita akan mengambil kembali apa yang telah direbut Dong Hae”

 

“Termasuk JM Group?”

 

“Ya. Itu milikmu. Aku hanya membantu mengurusnya. Jika aku ceritakan kau tak kan percaya ini. Perusahaan ibumu sudah membuka cabang diseluruh Asia. Dan lebih dari 10 anak perusahaan berada dalam pencapaian besar”

 

“Bagaimana bisa?” Kyu Hyun terkejut.

 

“Yah, saat kau kecil hak asuhmu direnggut paksa oleh kakekmu sebelum meninggal. Dia mengiginkan keterunan lelaki berada dikeluarga Cho. Lalu memisahkan ibumu, dengan ayahmu. Lalu setelah itu, Ibumu dan Ayahku memulai semuanya dari nol. Dimulai dari makelar kecil hingga saat ini sudah amat besar. Sebetulnya, Ibumu yang punya banyak andil dalam memperluas usaha ini. Namun dia menyerahkanya kepada Appa dan aku, juga Ji Soo. Hanya satu yang dikelola nya dengan tangannya sendiri. Ini” Hee Chul menunjuk satu map dan Kyu Hyun mengambilnya

 

“C&K Group?”

 

“Ya. Yang itu khusus dijaganya sendiri. Agar kelak bisa diwariskan kepadamu secara teristimewa. C&K. Bukankah kau tak asing dengan namanya?”

 

“Cho Kyu~” Kyu Hyun bergumam lirih. Hee Chul tersenyum.

 

“Proyek besar C&K saat ini sedang membangun hunian bertaraf Internasional di laut selatan Indonesia. Telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar dan Investor yang sangat membantu. Rencananya, tahun ini akan dimulai pembuatan untuk apartement dan mall disekitarnya. Kemudian akan menambahkan taman bermain dan semuanya akan dikelilingi oleh laut. Hebat bukan”

 

Kyu Hyun mengangguk angguk setuju.

 

“Lalu sekarang bagaimana?”

 

“Aku serahkan padamu. Aku akan membantu apapun yang kau butuhkan. Sementara itu, aku harus tetap menjalankan JM Group karena sudah menandatangani kontrak dengan CHO Enterprise untuk 3 tahun. Lagipula, aku juga bisa menjadi mata matamu untuk Lee Dong Hae”

 

Kyu Hyun menghela nafasnya. Dia mengeraskan suara tape di mobilnya. Ketika lampu merah menyala, dia kembali mendesah pasrah. Apa yang sebaiknya dia ambil kali ini? Dan bagaimana juga dia bisa mengakhiri perseteruannya dengan Dong Hae. Ada sesuatu tentang pria itu yang Kyu Hyun tahu. Dia harus bisa menjelaskan semuanya sebelum Dong Hae bertindak jauh.

 

“ARGH!”

 

Kyu Hyun berteriak kasar. Kenapa hidupnya terlalu rumit untuk dimengerti? Bahkan dia langsung mengenyampingkan fakta bahwa kakeknya telah memisahkan kedua orang tuanya hanya untuk terlalu fokus dengan problematika kehidupannya yang sulit.

 

-o0o-

 

Hyuna membuka pintu flatnya dengan mata mengantuk. Dia baru saja akan tertidur ketika mendengar suara bel berbunyi.

 

“Kyu Hyun~aa

 

Gadis itu gelisah ketika Kyu Hyun membalasnya dengan senyum lemah. Amat sangat lemah membuat nya khawatir.

 

Tanpa kata, tahu apa yang harus dilakukannya, Hyuna bergerak maju. Melingkarkan tangannya di pinggang Kyu Hyun dan memeluknya erat. Meletakkan kepalanya dengan nyaman di dada pria itu hinga dia bisa mendengar degup jantung Kyu Hyun yang indah.

 

Gwenchana, Kyu. Semuanya akan baik baik saja” meskipun tidak tahu duduk perkaranya, hanya itu yang bisa dia katakan untuk menenangkan prianya bukan?

 

Kyu Hyun membalas pelukan Hyuna lebih erat. Sesak, namun gadis itu lebih memilih diam. Dia merasakan Kyu Hyun-nya yang rapuh saat ini.

 

Sementara pria itu sibuk menikmati feromon gadisnya, hanya untuk melepas segala kepenatan yang dia rasa. Inilah satu titik dimana dia yakin terhadap pengaruh Hyuna di kehidupannya. Bahwa ada masa disaat dia jatuh, dia punya rumah yang tepat untuk berlindung. Hanya dengan memeluknya, Kyu Hyun bisa merasa jauh lebih rileks dari beberapa yang lalu. Semudah itulah jika kau punya obat ajaib di hidupmu.

 

Hyuna mengajaknya masuk dan Kyu Hyun mengekor “Apa kau sudah makan?”

 

“Belum”

 

Hyuna mendudukannya di sofa “Tunggu disini, aku akan membuatkanmu sesuatu. Dan jangan membantah” Kyu Hyun tersenyum kecil dan membiarkan Hyuna berkutat di dapur. Dia melepas jaket kulit hitamnya dan menyampirkannya di sandaran sofa.

 

“Hyuna~”

 

“Eum?”

 

“Aku.. akan pergi untuk beberapa bulan”

 

Hyuna berhenti seketika ketika dia tengah menggoreng sesuatu di wajan. Tangannya kaku dan dengan mengatur keterkejutannya, dia menoleh ke arah Kyu Hyun. “Kapan?”

 

“Besok” Dia melihat Kyu Hyun menundukan kepalanya. Dia tahu Kyu Hyun tak mampu menatapnya, kalau dia berada di posisi itu, dia juga tidak yakin dapat menatap Kyu Hyun nya dengan tenang. Tangannya yang memegang spatula bergetar. “Kemana?”

 

“Seattle. Aku harus mengurus sesuatu”

 

“O-ooh” Hyuna memberikan senyum paksanya, kemudian dia kembali fokus pada masakannya. Tangannya bergetar hebat, bahkan kini dia meraskan air matanya jatuh. Dalam hati Hyuna mengutuk dirinya sendiri untuk tetap tenang.

 

‘Hey, dia bahkan pergi untuk kembali. Bukan pergi selamanya. Kenapa kau cengeng sekali Park Hyuna?!’

 

Dia mematikan kompor namun tak pelak menjaugkan dirinya dari sana. Hyuna terdiam di tempatnya. Ini salah. Kenapa hatinya egois sekali menyuruh Kyu Hyun agar tidak pergi? Pria itu harus mengurus sesuatu apa kau harus seegois itu menahannya disini? Lihatlah, dia berperang dengan hatinya. Hyuna menghembuskan nafasnya perlahan lahan dan berulang kali agar air matanya berhenti.

 

Ketika dia ingin mengambil piring, gadis itu dikejutkan dengan Kyu Hyun yang tiba tiba saja berada di belakangnya dan memeluk pinganggnya erat. Meletakkan kepalanya di Pundak Hyuna, gadis itu serasa ingin memuntahkan uneg uneg nya untuk meminta Kyu Hyun tetap tinggal.

 

“Apa, kau mau ikut denganku?” Kyu Hyun berucap lirih ditelinganya. Membuatnya merinding untuk spersekian detik. Lihat, pria itu telah memberikan jalan keluar lainnya. Apa dia harus merasa sejahat itu saat ini?

 

“Kau tahu itu tidak mungkin, Kyu” jawabnya pada akhirnya. Sangat berbeda dengan kehendak hatinya.

 

Hyuna merasakan senyum lemah Kyu Hyun “Sudah kuduga. Yah, aku tidak boleh egois. Ya kan? Kau harus bekerja tidak mungkin aku membawamu beberapa bulan”

 

Kyu Hyun merasakan gadisnya menangis dengan getaran kecil di punggung Hyuna. Pria itu membalikkan badan Hyuna. Mata hitam itu menembus kerapuhan di mata Hyuna dan mencoba menanangkannya. Dengan tangannya yang hangat, Kyu Hyun mengusap wajah Hyuna yang basah akan air mata. Dia mengangkat wajah Hyuna agar kembali menatapnya.

 

“Aku akan kembali”

 

“Memang harus” Kyu Hyun tersenyum

 

“Aku berjanji, akan kuselesaikan secepat yang aku mampu”

 

“Eumm” Hyuna mengangguk lalu menundukan lagi kepalanya. Mereka terdiam untuk beberapa saat sampai akhirnya Kyu Hyun kembali mengadahkan kepala Hyuna. Kepalanya mendekat dan tak menunggu lama hingga akhirnya kedua bibir itu bertemu. Mereka berciuman lama dan dalam. Menumpahkan segala rasa yang ada di masing masing pihak. Begitu banyak rasa yang berkecamuk di hati Kyu Hyun yang membuat dia lebih aggresive. Ketika Hyuna hanya berfikir untuk tetap tenang dan meyakinkan dirinya bahwa waktu akan berlalu cepat, dan dia bisa bertemu kembali dengan kekasihnya ketika semua urusannya selesai. Bukankah begitu?

 

Namun, siapa yang tahu apa yang akan terjadi  nantinya. Siapa yang dapat memperediksi  masa depan disaat semua skenario kehidupan ada di tangan Tuhan.

 

 

***

 

 

Hehe, sorry for the really late update.

Kemarin sibuk MID+UAS. Dan sekarang sudah libuuuuur. Yeaaay!

Lebih banyak waktu untuk nulis, jadi doakan saja cerita ini cepet selesai yaah hihi.

 

Bytheway, who’s going to see KRY on 2nd January??????????

Advertisements

97 thoughts on “Allure of The Seas #Bab10

Add yours

  1. Wah Kyuhyun bukan anak haram, syukurlah hehe
    Tapi masalah belum kelar ya hehe dan masih penasaran sama masalah antara Donghae sama Kyuhyun hehe

  2. gak nyangka fakta nya seperti itu. kasihan ibu nya kyuhyun. kyu jangan benci ibu nya lagi dong. kyuhyun pasti tertekan banget. hwaa kyuna mment nya sedikit 😥

  3. Fakta yang amengejutnya ,, karena faktanya kyuhyun bukanlah anak haram seperti yang orang2 tuduhkan ,, justru ibunya lah istri pertama ayah nya … so, ngga ada alasan lagi buat kyuhyun membenci ibunya karena nyatanya ibunya adalah wanita hebat ,,

  4. Kalimat terakhir kenapa misteri bgt.. Huaaaa gak ada apa-apa kan …

    Berharap bgt semuanya akan baik2 aja..

    Kyuhyun harus menerima nya dan memulai menjadi lebih baik..

  5. Banyak rahasia yg kyuhyun tidak tau ternyata..menjadi korban dr keegoisan sang kakek hanya karna ingin menantu yg terpandang. Sabar aja kyu…

  6. Terlalu rumit kehidupan orang tua kyuhyun, kasihan kyuh jadi benci ibunya. Jadi apa yang akan dilakukan kyu? Apa yang akan dia lakukan pada donghae….

  7. Terungkap sdah permslhan yg mngatkan kl kyuhyun ank haram trnyta bkan, Gg nyangkah trnyta kyuhyun tu bukan anak haram coz orang tua ny menikah scra sah and jg istri pertma tp krna orang tua laki hnya mengagap ibu kyuhyun hnya seorang selir sj dan prnkhan mreka tdk d setujui
    oleh org tua laki2….
    semoga kyuhyun bisa merebut perusahaan ny kembali dr tngan donghae dgn ad ny bantuan d heechul

  8. Kuat bgt ya Ibu kyuhyun…smoga kyuhyun masi smpat ktemu ibu kandungnya krna ibunya udah sakit2an kan?
    moga Kyuhyun bisa ngerebut apa yg udah jadi hakknya…
    salam kenal ya authornim…ak reader lama yg baru tau komen..mianheo….
    tpi aku psti akan jadi reader yg baik dan benar….

  9. jadi semua gara kakek dan nenek kyu yang memisahkan ibu kyu dan ayahnya sehingga kyu ga bisa bertemu ibunya. semoga selama kyu pergi hyuna dan kyu baik2 saja. semoga kyu bisa mengalahkan donghae sialan itu. feelnya dapat

  10. nah kan ada efeknya ke hubungan mereka, sumpah sedih banget.. gimana klo si kyuhyun kagak balik ama hyuna lagi kan kasihan dianya

  11. akhirnya fakta yang selama ini disembunyikan hee sama jisoo terungkap sudah
    kasihan banget ibunya si kyu sekarang lagi sakit 😥 tapi kyu belum tau ya kalo ibunya sakit??bener* bikin baper

  12. baru jg jadian masa hrs pisah. bisa ajakan nnti donghae mendekati hyuna. atau mungkin kyu mulai berpaling. cinta mrk sdg diuji.

  13. kok terkesan sedih bgt.. gue gak bisa bayangin gimana kalau aku yang jadi kyuhyun. pasti sedih bgt. btw kenapa kyu pergi ke seatle? ada urusan apa? apa dia ingin menjenguk ibunya? AKU PENASARAN..
    baca next part

  14. jdi bgitu ya kenyataannya,, seharusnya setelah denger itu,, si kyu nd boleh benci sma ibunya lgi, buktinya selama dia ninggalin kyu dia jga brusaha buat kyu utk kedepannya..
    dan kyu mau pergi??ngurus masalah perusahaan yaa,, jdi nd tega sma hyuna, kenapa nd ikut aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: