Allure of The Seas #Bab9

10410906_933990119979173_4056174074798696315_n

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#BAB 9 : A Bomb

Pagi yang cerah membuat Hyuna terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Bukan nyenyak lagi, dia tertidur seperti oramg mati. Entah karena merindukan kamarnya terlalu banyak, atau mungkin juga karena kelelahan akibat perjalannanya yang tidak sebentar. Semalam, dia sampai dengan selamat di kediaman nyamannya setelah mengalami petualangan seru bersama Allure dan tentu saja, pria kaya yang penuh kuasa, Cho Kyu Hyun. Atau singkatnya, kekasihnya.

Oh, jangan lupakan pekerjaan sialan yang dia lakukan sehingga membuatnya bak orang mati seperti ini. Sepulang dari Allure, gadis itu tidak langsung menuju ke flatnya melainkan ke kantor! Karena memang sejak dua hari sebelum pelayaran selesai, sang boss telah memintanya untuk datang sesegera mungkin setelah dia menyelesaikan hari senang senangnya. Diburu deadline, Hyuna diharuskan pergi ke pulau Nami untuk meliput sesuatu disana. Jadilah ia berangkat ke Nami selama dua minggu. Gila! Sepertinya sepadan jika dia minta kenaikan jabatan setelah ini. Baiklah, lupakan.

Hyuna terduduk diatas ranjangnya  dan merenggangkan otot otot tubuhnya dengan leluasa. Membayangkan Kyu Hyun tiba tiba, membuatnya tersipu sendiri. Terakhir bertemu adalah saat Kyu Hyun dengan pemaksaan mengantarnya ke kantor setelah kembali dari Allure. Jadi bisa dibilang, gadis itu tengah diselimuti rindu saat ini.

Tapi kemudian, dia mengingat kekesalannya terhadap pria itu. Bagaimana bisa dia pulang dan menemukan semua isi flatnya sudah berubah?

Saat sampai semalam, Hyuna dikejutkan dengan semua barang barang asing yang dia temukan terdampar di dalam flatnya. Semua sudah berubah. Sofa usang berbentuk setengah lingkaran merahnya telah hilang dan berganti dengan sofa minimalis berwarna cream dengan satu sisi yang lebih pendek ada di depan jendela dan satu lagi yang lebih panjang menempel di dinding membentuk huruf L lengkap dengan meja di depannya. Menyebut jendela, Hyuna melihat bahwa jendela  itu yang biasanya tertutup tirai putih biasa berubah menjadi cokelat bergliter sehingga tampak seperti emas. Dan apa itu, apa dia melihat TV LED berukuran besar menempel di temboknya? Ya, tepat di depan satu set tempat duduk barunya.  Wah, dia merasa cukup yakin bahwa TV nya sebelum ini juga masih sangat bagus.

Hyuna melihat lagi ke arah kiri dimana pantry kecil usangnya telah menjadi pantry kecil mewah dengan gelas gelas baru menggantung diatasnya. Kompor di dapur juga baru. Lemari es, serta kitchen set.

Melorotkan bahunya, gadis itu kemudian berbaring kembali diranjang dengan kedua tangan terlentang. Lalu menghela nafas saat menyadari bahwa ranjang yang dia gunakan sekarang juga baru. “Cho Kyu Hyun” ucapnya pasrah.

Ketika ponselnya berbunyi, Hyuna segera mengangkatnya.

“Halo, Ji Soo~ya

“Akhirnya, putri tidur ini bangun juga. Aku sudah menghubungimu ratusan kali sejak pagi dan sekarang jam setengah dua belas siang!”

“Ya Tuhan Ji Soo! Kau pasti tidak akan percaya ini!”  Yah, tanpa memperdulikan kritikan Ji Soo dan Hyuna lebih memilih untuk mengganti topik.

“Apa? Tentang flat mewah-mu?”

“Ha?”

“Semua barang baru di flat-mu!”

Hyuna mengerutkan keningnya. Dia belum sempat menghubungi Ji Soo dari semalam “Bagaimana..”

“Bagaimana bisa aku tahu? Tentu saja. Karena aku ada disana saat orang orang suruhan Kyu Hyun memborbadir flat mu”

“Apa? Kenapa? Eh, maksudku ..”  Hyuna terduduk bersila di atas ranjangnya dan kebingungan sendiri ingin bertanya apa.

“Jangan tanya padaku. Tanya pada kekasihmu yang kelewat kaya”

Hyuna menghela nafasnya “Benar~”

“Ohiya, jangan lupakan pintu barumu yang kini ber-password” Hyuna memejamkan matanya. Ya dia ingat. Semalam saat dia memberitahu Kyu Hyun bahwa sudah tiba di Seoul dan sedang dalam perjalanan pulang ke tempat tinggalnya, pria itu malah membalas pesannya dengan sederet angka yang awalnya tidak dia mengerti. Namun ketika sampai dan melihat perubahan di pintu flat-nya, gadis itu langsung mengerti arti angka angka yang dikirim Kyu Hyun. Password.

“ Hmm. . Jadi dapat kusimpulkan, saat ini kau adalah pemilik flat paling mewah diantara penghuni penghuni lainya dengan pintu modern, dan perabotan mahal” Ji Soo tertawa geli atas perkataannya sendiri.

“Terserah apa katamu” Gadis itu membaringkan tubuhnya kembali “Ya tuhan, harus berapa banyak lagi aku mendapatkan sesuatu darinya” Hyuna memijit pelipisnya dan menengok ke kiri, menatap boneka teddy bear besar nya yang terduduk manis di salah satu kursi disana

Ji Soo mendesah di sebrang telepon “Dia memang seperti itu. Persis seperti Ibunya”

Hyuna mengernyitkan dahinya bingung. Ji Soo, kenapa gadis itu seolah olah tahu banyak tentang Kyu Hyun? Bahkan sampai menyebut ibunya? “Kau berkata seolah olah kau mengenal ibunya”

Tidak ada jawaban disana membuat Hyuna memanggil Ji Soo kembali “Ji Soo~ya, hei. Apa kau masih disana?

Hyuna mendengar suara tidak jelas dia melihat sejenak ponselnya memastikan bahwa signalnya baik dan dia masih terhubung dengan Ji Soo

“Ha-halo, Hyuna~ya, sep-ert—nya signal nya je—lek. Aku tutup tele-ponnya,nanti akan ku—hub-i lagi”

Dan sambungan itu terputus.

Hyuna memiringkan kepalanya ke satu sisi. Kenapa ada yang aneh disini?

-o0o-

Dengan ragu, gadis itu membuka pintu besar di haadapannya. Mengintip sedikit, dia melihat sosok pria tampannya duduk di balik meja kerja.

Hyuna masuk perlahan dan Kyu Hyun tidak menyadarinya. Gadis itu mendekat dan semakin mendekat hingga senyumnya memudar ketika melihat ekspresi wajah Kyu Hyun yang sepertinya sedang gusar. Dahinya berkerut menandakan pria itu tengah berfikir keras. Mencoba mengintip, Hyuna melihat Kyu Hyun sibuk dengan berkas berkas di meja, dan tablet di sampingnya.

Apa kedatangannya tidak tepat? Sepertinya Kyu Hyun sedang tidak bisa diganggu. Apa sebaiknya dia pergi saja ya? Tapi dia merindukannya. Dua minggu dan Hyuna ingin memperbaharui penciumannya dengan aroma Kyu Hyun yang memabukkan. Oh! Apasih yang dia fikirkan?!

“Oh, kau sudah sampai” Terlambat. Kyu Hyun menyadari kedatangannya ketika dia bahkan belum berbalik.

“ Apa aku menganggumu? Kau terlihat sangat sibuk”

“Kemari”

Kyu Hyun menggeser kursi kebesaran miliknya kebelakang ketika Hyuna mendekat. Gadis itu berdiri jauh dari Kyu Hyun membuat pria itu berdecak dan akhirnya menarik tangan Hyuna hingga gadis itu terduduk di pangkuanya. Hyuna tersentak dan melayangkan tatapan protesnya pada Kyu Hyun.

“Kita sedang tidak di tempat umum, kenapa kau masih juga ingin protes?” ujar Kyu Hyun ketika mengerti tatapan protes gadisnya. Dia tersenyum lalu menyelipkan rambut Hyuna ke belakang telinganya.

“Tapi ini dikantor Kyu. Bagaimana jika sekertarismu atau pagawaimu yang lain masuk?”

“Mereka masih ingin bekerja disini. Untuk itu mereka tahu bahwa mengetuk pintu adalah hal utama sebelum masuk ke ruangan boss. Mengerti?”

“Umm, tapi tetap saja” Hyuna menunduk

Kyu Hyun melingkarkan tangannya di sekitar pinggang Hyuna dan menghirup aroma yang keluar dari tubuh gadis itu. Memejamkan mata, Kyu Hyun merasa nyaman dengan jaraknya saat ini. Hidungnya mengusap kecil pipi Hyuna membuat gadis itu tersipu dan merasakan sensai menyenangkan saat jantungnya bertalu talu.

“Dua minggu dan aku merindukanmu terlalu dalam sampai rasanya aku ingin gila. Hahh~ apa yang kau lakukan padaku?” Kyu Hyun berucap lirih. Sementara Hyuna berfikir bahwa Kyu Hyun adalah pria dengan control diri yang besar  karena tadi pria itu tidak nampak seperti apa yang telah dia katakan. Well, kalaupun itu benar Hyuna merasa sangat tersanjung.

“Kau bilang ada yang ingin dibicarakan?” Kyu Hyun menjauhkan wajahnya dan mengelus lembut pipi Hyuna dan matanya hanya terfokus pada gadis itu. Demi Tuhan, Hyuna bahkan merasa kelu di ditatap seperti itu. Dia tidak bisa berbicara dengan benar.

“Sepertinya aku tahu ”

Hyuna menaikkan alisnya “Apa?”

“Tentang.. barang barang yang ku kirimkan?”

Seketika, Hyuna tersadar seratus persen bahwa kedatangannya kesini adalah untuk hal ini. Bukannya menikmati tatapan Cho Kyu Hyun hingga membuatnya linglun dan menjadi gaguk. Tidak berbicara apapun dengan benar dari tadi.

Hyuna bersedekap. Menatap Kyu Hyun menuntut penjelasan “Dan bagaimana kau bisa melakukan itu disaat kau tahu pasti akan seperti apa reaksiku?”

“Hanya hadiah awal bulan” Kyu Hyun menjawabnya santai. Dia menyandarkan tubuhnya dengan nyaman dan menikmati bagaimana gadisnya sedang merajuk. Terduduk diatas pangkuannya. Terlihat cantik dengan gaun bercorak bunga bunga itu. Oh yaampun, Segala tentang Hyuna telah berhasil membuatnya menjadi pria melankolis.

“Hadiah awal bulan?”

“Yaps. Kau bilang aku hanya boleh membelikanmu sesuatu satu bulan sekali. Ini tanggal 1 April sayang. Jadi ini adalah hadiah bulan April-mu” Kyu Hyun tersenyum menampakan deretan giginya yang putih.

“Jadi kau bermaksud memberiku hadiah secara berkala?”

“Karena waktuku untuk memanjakanmu terbatas, aku harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Jadi, ya. Aku tidak akan melewatkan hadiahmu setiap bulan. Aku tidak bisa bebas memberikanmu apapun setiap saat karena kau yang meminta, jadi terbiasalah dengan hadiah bulanan ini mulai sekarang”

Hyuna memutar matanya ketika dia sadar Kyu Hyun memang memiliki cara diluar apa yang bisa dia tebak. Seperti inikah terjebak dalam pesona pria chaebol? Kenapa dia merasa seperti gadis matre? Yaampun, buang pikiran itu jauh jauh. Jelas dia bukan gadis seperti itu.

Hyuan terpekik ketika dengan tiba tiba Kyu Hyun menarik pinggangnya hingga dia harus jatuh ke dada Kyu Hyun “Apa yang kau lakukan?!”

“Kau memutar matamu” Kyu Hyun gemas melihat Hyuna yang masih dengan wajah kesalnya memprotes. Dia mengecup bibir gadis itu membuatnya diam. Sekali dia mengecup. Kemudian kecupan kedua. Ketiga dan berakhir lebih lama di kecupan keempat. Kyu Hyun mengulumnya membuat Hyuna terbuai dan memejamkan mata.

Ketika Kyu Hyun menjauhkan wajahnya, Hyuna membuka matanya “Aku tidak bisa membuatmu pindah dari sana. Untuk itu aku sengaja mengirimimu barang barang itu agar kau nyaman dan aman”

“Selama ini, aku merasa nyaman dan aman”

“Mengertilah. Hatiku memprotes ketika melihat gadisku tinggal di tempat seperti itu sementara aku tinggal di rumah yang besar. Maafkan aku untuk bersikap seperti ini. Tapi aku akan benar benar menyalahkan diriku sendiri untuk waktu yang lama jika tidak melakukan itu”

“Dan kenapa seperti itu?”

“Disaat aku tidur di kamarku yang luas aku harus membayangkanmu tidur di flatmu yang kecil. Saat aku makan aku berfikir makan apa kau hari ini. Saat aku ingin terlelap aku bertanya nyenyakkah tidurmu malam ini. Atau, apakah kau dalam keadaan baik baik saja. Dan terus dihantui kekhawatiran akan keamanan di sekitar tempat tinggalmu. Aku tahu aku tidak bisa membuatmu pindah, jadi aku  mengirimimu semua itu”

Gadis itu mencibir “Aku tidak sesusah itu Cho Kyu Hyun. Gajiku sebagai reporter lebih dari cukup untuk membeli makanan yang sangat amat layak untuk persediaan setiap bulan. Juga, aku bisa saja pindah jika aku mau. Tapi karena aku sudah tinggal disana sejak pertama kali aku datang ke Seoul, aku merasa betah dan tidak mau repot untuk mengurusi hal hal macam pindah rumah. Lagipula, aku sudah mengenal baik dengan semua penghuni di sana bahkan dengan pemiliknya”

“Aku mengerti. Aku hanya khawatir”

Hyuna terdiam menatap Kyu Hyun. Yah, dia mulai memahami pola pikir Kyu Hyun. Untuk beberapa alasan dia mersa terharu, bahagia, dan tersanjung. Intinya, Kyu Hyun menghawatirkan dirinya begitu banyak.

Arraseo

Kyu Hyun tersenyum sumringah dan sekali lagi menghadiahi gadisnya kecupan.

Ya!!” Kyu Hyun terkekeh ketika Hyuna kembali protes.

Gadis itu kemudian menilik wajah Kyu Hyun dan baru sadar bahwa pria itu terlihat berbeda. Oh, apakah Kyu Hyun terlihat lebih kurus? Dan kenapa dia baru menyadari lingkar mata yang mengerikan itu?

Hyuna menangkap beberapa cangkir gelas kopi yang isinya sudah tandas di meja sudut ruangan. Membuatnya menatap Kyu Hyun kembali. Jika dilihat lagi, penampilan Kyu Hyun memang tidak serapih biasanya. Jasnya tersampir di belakang kursi dan kemejanya tergulung hingga siku.

“Kau berada disini semalaman?”

“Umm..hmm” Kyu Hyun mengangguk ragu.

“Kau tidak tidur, iya kan? Kapan terakhir kali kau makan?” Hyuna beranjak dari posisinya yang bermanja manja di atas tubuh Kyu Hyun dan berdiri dengan mata menelusuri seluruh ruangan Kyu Hyun. Kenapa dia melihat bahwa ruangan ini seperti dihuni berhari hari?

“Kyu, jangan bilang padaku bukan hanya semalam kau tinggal di kantor”

Kyu Hyun menghindari tatapan Hyuna dan menjawab ragu “Err, sejak.. empat atau lima hari yang lalu? Aku tidak yakin”

“Apa?! Dan pakaianmu? Bagaimana dengan makan?”

“Aku mempunyai kamar di dalam sana” Kyu Hyun menunjuk satu ruangan dengan pintu tertutup yang didalamnya adalah mini badroom yang memang sengaja di sediakan untuk waktu waktu tertentu. Yah, jika saatnya dia harus lembur seperti sekarang ini.

“Dan makan..” Kyu Hyun menunjuk kotak sampah di sudut mejanya. Hyuna melihat dan langsung menatap Kyu Hyun panik “Kau hanya makan junk food selama lima hari?”

Kyu Hyun mengangguk.

“Sarapan tidak pagi tadi?”

“Memangnya ini sudah siang?”

Hyuna mengehela nafasnya “Ini bahkan sudah hampir sore Kyu. Aku tahu kau gila kerja, tapi tidak harus seperti ini juga”

“Ada sesuatu yang harus kuselesaikan”

Hyuna mengamati raut wajah rupawan kekasihnya. Sepertinya memang sangat penting “Apa ada masalah serius?”

Kyu Hyun berdiri dan memeluk Hyuna hangat. Membuat hati gadis itu was was “Kyu?” panggilnya. Namun tak pelak dia membalas pelukan Kyu Hyun. Mengusap punggungnya dengan sayang mencoba menghilangkan beban berat yang dipikul kekasihnya.

“Aku lelah” Kyu Hyun berucap lirih. Entah bagaimana ceritanya Hyuna merasakan sakit yang amat sangat ketika melihat prianya yang begitu rapuh. Dia ingin menangis tapi tidak untuk sekarang. Itu akan membuat Kyu Hyun lebih down. Jangan ejek dia karena cengeng tapi memang kenyataannya ‘gampang menangis’ adalah apa yang sudah melekat didirinya sejak kecil.

Hyuna melepaskan pelukan mereka. Menuntun Kyu Hyun menuju sofa hitam di tengah ruangan. Mendudukannya, gadis itu kemudian melepas dasi yang sudah longgar dari leher Kyu Hyun. Melepas sepatunya lalu kemudian duduk di samping Kyu Hyun yang masih belum mengerti dengan tindakan Hyuna.

“Apa?”

“Kau bilang kau lelah. Tidur disini dan aku mohon jangan menolak. Kau butuh istirahat barang sebentar Kyu” Gadis itu menunjuk pahanya menyuruh Kyu Hyun untuk tidur disana. Hyuna mengusap pipi Kyu Hyun dengan sayang.

Pria itu tersenyum lembut “Aku tidak akan menolak”

Dengan nyaman Kyu Hyun mengangkat kakinya ke atas sofa. Menjulurkannya kemudian menyandarkan kepalanya di pangkuan Hyuna. Gadis itu dengan sayang mengelus rambutnya dan berusaha membuat Kyu Hyun  senyaman mungkin dalam tidurnya.

Hyuna ingin banyak bertanya. Kenapa. Apa. Bagaimana. Semua itu terasa megganjal di otaknya ketika melihat Kyu Hyun-nya yang tampak tidak terurus. Dia kelelahan, Hyuna tahu itu. Dia merindukan Kyu Hyun-nya yang bebas dan ceria sperti saat mereka di kapal waktu itu. Tidak banyak tekanan yang membuatnya depressi karena tertahan di kantor selama baerhari hari.

“Apapun itu, aku harap masalahmu cepat selsai Kyu. Aku tidak bisa jika harus melihatmu seperti ini terus” gumamnya.

Tak disangka, Kyu Hyun tersenyum dalam tidurnya. Hyuna tersenyum dan kembali berucap “Aku tahu kau mendengarku. Tidurlah, aku tidak akan kemana mana”

Kyu Hyun mengubah posisinya menjadi miring. Dia memeluk perut Hyuna dan menghirup aroma gadis itu dengan hikmat. Ini adalah rumah ternyaman yang ia punya.

“Aku tidak seperti yang terlihat di mata orang orang. Mereka bilang aku pekerja keras yang dingin dan mampu melakukan apa pun untuk bertahan hidup. Tapi kadangkala keraguan bahwa aku tidak mampu itu datang. Dan beberapa hari ini semakin kuat. Jadi kumohon, tetaplah disisiku. Aku tahu kau penguat terbesarku. Jika waktunya tiba dan aku benar benar hancur, aku masih memelikimu sebagai alasanku untuk bertahan hidup” ujar Kyu Hyun membuat Hyuna tidak tahu harus berkata apa. Satu yang dia tahu bahwa Cho Kyu Hyun sedang dalam keadaan yang tidak baik.

-o0o-

Dan ketika bom waktu itu benar benar meledak, hanya ada dua pilihan untuk dilakukan.

Lari demi menyelamatkan diri untuk bertahan hidup

Atau ..

Diam di tempat dan memilih mati.

Hyuna berlari di sepanjang trotoar dengan gelisah. Beruntunglah dia karena sedang tidak dalam tugas sehingga membuatnya pergi ke kantor SBC dengan sepatu kets, bukan heels yang sering ia pakai saat penggambilan gambar.

Dengan seragam kantornya yang masih lengkap, serta name tag yang menggantung di lehernya Hyuna meninggalkan pekerjaan kantor dengan tergesa setelah secara tidak sengaja melewati ruang pemantau dan melihat liputan yang sedang menjadi hot news sejak satu jam yang lalu. Disana ada banyak layar televisi yang sedang menyiarkan berita dari berbagai stasiun TV –termasuk stasiun TV dimana dia bekerja

Berita failed nya perusahaan CHO Enterprise adalah alasan kenapa dia berlari keluar dari kantor dan nekat meninggalkan pekerjaannya. Kenapa dia terlambat mengetahui hal macam ini? Ah ya~ dia baru saja di beri tugas lain oleh boss nya sehingga membuatnya sangat sibuk dan terfokus hanya pada apa yang diperintahkan atasannya.

Hyuna berhenti saat melihat kerumunan wartawan yang sudah berada di depan gedung CHO Enterprise dan membuat ribut. Berbagai keamanan mengupayakan agar mereka tidak bisa masuk. Hyuna mendesah frustasi. Dia harus tahu bagimana keaadan Kyu Hyun dan jika begini, dia tidak akan masuk dengan mudah.

Tak kehabisan ide, gadis itu masuk dan mengendap melalui area terpencil gedung. Entah bagaimana dirinya bisa menemukan tempat itu yang jelas dia hanya ingin sampai ke lantai paling atas saat ini.

Ketika waktu seperti bertahun tahun lamanya untuk sekedar bertemu dengan Kyu Hyun, gadis itu menjerit frustasi di dalam lift. Berucucuran keringat, dia mengingat jelas apa yang dikatakan Kyu Hyun beberapa hari yang lalu saat dia berkunjung ke kantornya. Oh, apakah ini yang dimaksudkan pria itu? Sebenarnya ada apa sehingga semuanya menjadi sangat buruk seperti ini?

TING!

Secepat kilat Hyuna berlari menuju ke ruangan Kyu Hyun. Namun tidak disangka dua orang security serta satu pegawai yang Hyuna tahu adalah sekertaris Kyu Hyun ada disana, mencegahnya masuk.

“Kumohon, aku hanya ingin bertemu dengannya” Hyuna merengek dan mereka terus saja menolak.

“Kau! Nona, bukankah kau melihat ku datang beberapa hari yang lalu?” Pegawai itu mengiyakan tapi dia tetap tidak membiarkan Hyuna masuk karena di dalam sedang ada pertemuan. Hyuna semakin bingung dibuatnya. Pertemuan disaat perusahaan dinyatakan failed?

Kemudian, pintu ruangan Kyu Hyun terbuka dan Hyuna melihat dua orang pria muda keluar dari sana. Tak perlu lama menyadari siapa yang berada di depannya itu. CEO LEE Construction Group. Lee Dong Hae.

Dong Hae berjalan dengan tenang melewati orang orang yang berada disana. Namun langkahnya terhenti ketika dia sampai di samping Hyuna. Melihat ke arahnya dengan senyum yang manis, Hyuna bergidik di tempatnya. Baiklah, orang orang akan bilang bahwa senyuman itu semanis permen kapas. Tapi entah darimana gadis itu melihat, senyuman itu mengerikan.

Dong Hae mendekat dan Hyuna menciut “Wah, pantas saja dia tergila gila padamu. Kau memang cantik” Hyuna menepis tangan Dong Hae yang terangkat menyentuh rambutnya. Pria itu tertawa kecil “Aku penasaran, apakah Cho Kyu Hyun dapat mempertahanmu? Dia bahkan tidak becus untuk mempertahankan perusahannya”

Dong Hae menegakan kembali badannya. Memasukan kedua tangannya ke dalam kantung celana dan tersenyum lagi, dan lagi “Well, aku bersedia menampungmu jika suatu saat kau dibuang” sinisnya membuat Hyuna merasa emosinya naik sangat cepat. Matanya menatap Dong Hae marah dan bibirnya bergetar.

“Jangan ganggu dia, tuan Lee yang terhormat” Hyuna menoleh dan mendapati Kyu Hyun berdiri dengan tatapan dingin di depan ruangannya. Gadis itu lantas berjalan mendekat ke arah Kyu Hyun. Pria itu langsung menggenggam tangan Hyuna erat dan masih menantang Dong Hae dengan tatapannya.

“Wow, tenang saja dude. Tidak untuk saat ini”

Rahang Kyu Hyun mengeras “Berani menyentuh nya seujung kukupun, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu. Tapi kupastikan, itu adalah sesuatu yang buruk”

Dong Hae tersenyum sinis “Kita lihat saja nanti. Kajja, Sungmin Hyung !”

Dan kedua pria itu pun meninggalkan mereka dalam ketegangan.

“Hai~” Hyuna menoleh dan melihat Kyu Hyun tersenyum lemah padanya. Gadis itu reflek memeluk Kyu Hyun erat.

“Apa yang terjadi? Kau baik baik saja kan?” tanya nya bertubi tubi. Sungguh, yang ada dipikirannya saat pertama kali mendengar kabar ini hanya Kyu Hyun. Kyu Hyun dan Kyu Hyun. Dia tahu jelas bagaimana frustasinya Kyu Hyun saat bekerja dan semua yang telah dicapainya. Jika seperti ini, dia hanya khawatir tentang psikis Kyu Hyun. Apakah pria itu akan baik baik saja? Atau merasa shock? Atau malah dia sudah memperkirakannya? Hyuna hanya takut dengan semua kejadian ini Kyu Hyun jatuh sakit.

Dengan perlahan, pria itu melepaskan Hyuna dari pelukannya dan menggandeng gadis itu masuk ke ruangannya. Dia memegang kedua pipi Hyuna dan tersenyum lemah “Hey, aku baik baik saja. Aku masih mampu untuk membelikan mu hadiah setiap bulan. Sshh.. tapi mungkin, kualitasnya tidak akan sebagus dulu. Aku harus mulai berhemat sekarang”

Hyuna memukul dada Kyu Hyun dan menangis “Bodoh! Bagaimana bisa kau tertawa dan membuat lelucon di saat seperti ini. Aku tidak butuh hadiah hadiah itu. Aku hanya khawatir padamu. Aku takut kau shock, lalu jatuh sakit. Aku tahu bahkan kau sudah kehilangan berat badanmu karena terlalu sibuk bekerja dan tidak memikirkan kesehatanmu. Aku memiliki segudang alasan untuk mengkhawatirkanmu, kau tahu?! Dan kau masih sempat sempatnya membuat lelucon”

Kyu Hyun menarik Hyuna ke dalam pelukannya. Gadis itu menangis dan membuat Kyu Hyun harus menenangkannya.

“Aku baru melihatmu yang seperti ini Hyuna~ya, sungguh aku tidak apa apa. Berhentilah menangis. Maafkan aku membuatmu begitu khawatir”

“Aku sendiri tidak tahu kenapa aku terlalu sensitif seperti ini. Maaf, aku malah membuat mu semakin kacau” Hyuna melunak.

“Lagipula, aku tidak selemah itu. Jadi, kenapa malah gadisku yang menangis, eum?”Kyu Hyun mengusap pipi Hyuna yang basah akan air mata. Pria itu tersenyum lembut.

Hyuna menatap Kyu Hyun dalam dengan bola matanya yang masih basah “Karena aku tahu kau seharusnya menangis daripada menunjukan senyum seperti itu saat ini. Karena aku tahu kau sangat jauh dari kata baik baik saja. Karena itu semua, karena kau tidak bisa menunjukan perasaanmu secara gamblang, untuk itulah aku menangis”

Kyu Hyun membatu mendengar jawaban Hyuna. Rahangnya kemudian terlihat menegang. Lambat laun Hyuna merasakan kerapuhan Kyu Hyun yang sesungguhnya. Ketika remasan Kyu Hyun di bahunya semakin mengeras dan pria itu memilih untuk menunduk, Hyuna menangkup wajah Kyu Hyun dan maju. Mengecup keningnya, kedua matanya, kemudian turun ke hidungnya yang mancung dan kedua pipinya. Gadis itu merilekskan semua otot wajah Kyu Hyun yang menegang. Dan terakhir, dia memberikan kecupan hangat di bibir pria itu.

“Jangan pernah takut untuk menunjukan perasanmu, meski itu keterpurukan sekalipun. Aku ada, di sisimu untuk ini semua. Dengan mengetahui semuanya aku baru bisa bilang.. Kyu~aa, semuanya akan baik baik saja. Percaya padaku” Hyuna memeluk Kyu Hyun erat dan menangkan pria itu.

-o0o-

Hee Chul masuk ke dalam Audi SUV hitam yang telah menunggunya di parkiran Bandara Incheon. Secepat ia masuk, segesit itu pula mobil itu melaju.

“Bagaimana keadaan disini?” tanya nya tanpa ekspressi dan masih terfokus pada layar ponselnya.

“Kacau. Publik menggila dan banyak kolega yang menyayangkan kejadian ini. Belum tahu apa yang akan dilakukan dengan perusahaan itu tapi yang kudengar  Lee Don Hae akan mulai aktif minggu depan” jawab Ji Soo yang juga tanpa ekspressi. Berusaha fokus dengan jalanan di depannya.

“DAMN! Sialan sekali Lee Dong Hae itu. Dari dulu aku memang tidak pernah menyukainya. Bahkan sehelai rambutnya pun aku tak suka!!” Hee Chul memukul dashboard mobil membuat Ji Soo tersentak. Pria itu lalu menyenderkan kepalanya sambil memjit keningnya.

Hee Chul mengambil penerbangan pertama pagi ini dari Jerman ketika mendengar kabar yang mengatakan bahwa CHO Enterprise failed. Dia seharusnya pulang dua hari yang lalu tapi sesuatu menghalanginya dan barulah dia kembali hari ini. Benar benar kabar mengejutkan, bagaimana bisa semua ini terjadi hanya dalam sekejap mata. Baru sekitar sebulan yang lalu dia dan Kyu Hyun mengesahkan kontrak kerjasama mereka dan apa ini? Bukan, bukan Hee Chul takut terkena imbas dari masalah ini. Tapi, dia benar benar tidak sudi jika harus bekerja sama dengan pemegang terbaru CHO Enterprise itu, siapa lagi kalau bukan Lee Dong Hae. Hanya mengingat namanya saja sudah membuat kepalanya pusing.

Oppa, tenanglah. Kita bisa memikirkan langkah selanjutnya saat otakmu tenang”

Hee Chul menghela nafas “Aku benar benar ingin melempar Lee Dong Hae itu ke laut agar menjadi santapan hiu!”

Ji Soo meraih ponselnya dan mengetik sesuatu, Hee Chul mengintip dari sudut matanya “Sedang apa kau? Fokus menyetir. Aku masih ingin hidup untuk menyelesaikan si brengsek Dong Hae dan perusahannya itu!”

“Menelpon Alice. Hanya dia yang bisa menenangkanmu kurasa”

“YA!” Hee Chul merampas ponsel Ji Soo “Jangan menganggunya. Dia sedang menikmati cuti hamilnya! Kau ingin membuatnya stress di saat dua bulan lagi persalinan?!”

Ji Soo mencibir “Alice memang hebat. Dia bisa mengalihkanmu dari sesuatu dalam sekejap mata. Bahkan hanya dengan menyebut namanya” Gadis itu merebut kembali ponselnya dari tangan Hee Chul.

“Jangan mempermainkanku bocah!”

Hee Chul kembali merilekskan tubuhnya “Aku bisa saja memutus kontrak kerjasama kita. Tapi karena pengesahan kontrak kerjasama belum ada tiga bulan kita harus membayar denda yang jumlahnya tidak main main. Bukannya aku tidak bisa membayarnya tapi kurasa, aku akan menggunakan cara lain”

Ji Soo mualai tertarik “Dan apa itu?”

“Daripada memutus kerjasama yang bisa merugikan perusahaan, lebih baik bertahan untuk sementara waktu dan rebut CHO Enterprise kembali. Jadi saat Kyu Hyun kembali menjabat sebagai CEO, perusahaan kita tetap menjalin kerja sama dengan mereka tanpa harus merugi”

“Maksudmu, kau akan membantu Kyu Hyun merebut kembali perusahannya?”

“Yeps”

“Dan.. bagaimana itu?”

“Tentu saja hanya seorang yang punya kekuasaan yang siap bertarung dalam kondisi ini. Juga, kita harus memikirkan strategi dan timing yang tepat”

Ji Soo berdecak “Jelaskan lebih singkat padaku  pak tua!” kesalnya

“Begini. Aku akan memberitahukan semuanya kepada Kyu Hyun. Dengan begitu dia bisa melawan Dong Hae dengan posisinya nanti. Memang tidak seperti rencana awal kita yang akan memberitahunya perlahan lewat kerjasama ini. Tapi sekarang, itu tidak ada gunanya. Yah, intinya Kyu Hyun harus tahu. Aku berfikir untuk memberi tahu Ahra terlebih dahulu. Kita mungkin perlu bantuannya. Lagipula, dia memang harus dilibatkan ”

Ji Soo mengangguk angguk dan membenarkan serta menyetujui perkataan Hee Chul.

“YAAAISSSHH!!”

Ji Soo tersentak ketika mendengar oppa nya berteriak, membuatnya kesal setengah mati terhadap kakak cantiknya itu “Berhenti berteriak!” katanya

“KAU TADI MEMANGGILKU APA HA?!!” dan Ji Soo hanya memalingkan wajahnya tak perduli.

-o0o-

Hyuna mengangkat satu alisnya keatas dan berkedip beberapa kali. Mulutnya sedikit terbuka, kemudian gadis itu melepaskan tangannya pada kenop pintu dan bersedekap.

“Hari ini lagi?” tanya nya pada pria yang kini tengah berdiri di ambang pintu flatnya.

Kyu Hyun tersenyum  sumringah dan mengangkat kedua tangannya yang penuh dengan kantung plastik berisi bahan makanan, dan makanan jadi. Pria itu menggoyangkannya di hadapan Hyuna beberapa kali tak mengindahkan tatapan protes dari gadisnya. “Jadwal hari ini, menonton DVD bersama !!”

Pria itu masuk tanpa perlu repot sang pemilik bangunan mempersilahkannya. Memberikan kecupan kilat di bibir gadisnya, Kyu Hyun lalu melenggang melewati Hyuna dan meletakkan semua kantung plastik yang dibawanya di atas pantry kecil di sisi kiri ruang itu.

Hyuna menutup pintu dan kemudian menyusul Kyu Hyun. Membenarkan letak kimono tidurnya dan duduk disalah satu bangku. Memperhatikan pria itu yang sibuk sendiri mengeluarkan bahan bahan makanan.

“Aku ingin makan omelette daging buatanmu lagi. Jadi aku sengaja membeli bahan bahan ini” kata Kyu Hyun sambil terus fokus pada aktifitasnya.

Hyuna tersenyum kecil dan mengangguk mengiyakan. Sudah hampir sebulan sejak perusahaan Kyu Hyun dinyatakan failed dan setiap hari, dia selalu menemui gadis itu.

Di minggu pertama, Hyuna sama sekali tidak keberatan dengan intensitas pertemuan mereka. Tidak tidak, bukan keberatan. Saat ini pun, dia tidak keberatan.Tapi masalahnya, melihat Kyu Hyun yang selalu bersikap baik baik saja itu mengganggunya. Dia semakin merasa khawatir dengan kondisi pria itu.

Kyu Hyun selalu menutupi apapun yang dirasakan sehingga Hyuna hanya bisa menebak nebak sendiri jalan berfikir kekasihnya. Dia ingin membantu, sangat. Walaupun bantuannya sudah pasti tidak akan membuat Kyu Hyun kembali berjaya di atas kursi kebesarann Cho Enterprise seperti sedia kala. Paling tidak, Hyuna ingin bahwa Kyu Hyun sadar bahwa kesediaan dia berada disisinya adalah untuk menguatkannya.

Sejak dinyatakan failed, Hyuna bahkan belum mendengar keluh kesah pria itu tentang perusahannya. Bukannya dia mau membayang bayangi Kyu Hyun tentang masalah ini, tapi paling tidak ada satu waktu mereka membicarakannya dan Hyuna ingin mendengar bagaimana dan apa yang ada di dalam otak Cho Kyu Hyun itu mengenai perusahannya, dia ingin Kyu Hyun membagi masalahnya dan saling bertukar pikiran. Sehingga dia bisa tahu akan melakukan apa untuk menyemangati kekasihnya itu.

Tapi, yang dilakukan Kyu Hyun selama tiga minggu belakangan ini malah membuatnya semakin khawatir. Pria itu selalu datang menemuinya dan mengajaknya jalan jalan. Jika Hyuna sedang bekerja, Kyu Hyun engan casual look-nya akan menghampiri kantor SBC, menunggu Hyuna sampai jam kerja berakhir lalu mereka pergi berkencan, atau menemani gadis itu selama dia melakukan pekerjaannya dikantor.

Hari ini weekend, dan Kyu Hyun sepertinya akan menghabiskan waktu di flat bersama gadisnya. Ya, setiap hari selama hampir sebulan dia menemui Hyuna.

“Tidakkah kau datang terlalu pagi? Aku bahkan belum mandi” Hyuna menopang dagunya dengan kedua tangan. Kyu Hyun terkekeh. Pria itu berhenti dari aktifitasnya dan menumpu badannya dengan meletakkan kedua tangannya di pinggiran meja pantry. Mencondongkan tubuhnya, dia dapat mencium wangi rambut Hyuna yang menguar dari jarak tak lebih dari 5 cm.

“Well, bagaimana jika aku yang memandikanmu?”

Hyuna tersentak kemudian memukul lengan Kyu Hyun dengan reflek “Mesum!”

Kyu Hyun tertawa “Pergilah mandi. Aku akan membuat pop corn

Gadis itu menurut dan berjalan cepat ke kamar mandi.

-o0o-

“Percy Jackson?”

“Uhm..mm” Kyu Hyun duduk di samping Hyuna. Mencari posisi yang nyaman sehingga dia bisa meluruskan kakinya. Pria itu menarik Hyuna lebih dekat dan tangan kirinya memeluk pingang Hyuna dengan santai. Kepalanya bersandar di bantalan sofa dengan nyaman. Sementara DVD mulai berputar.

“Aku sudah menontonnya ratusan kali dan kau mengajakku menonton ini?” Hyuna menatap Kyu Hyun dengan pandangan tidak percayanya. Yang benar saja, film ini sudah dirilis sejak tahun 2010 dan dia sudah menontonya berkali kali.

“Seri kedua juga sudah kutonton. Kenapa kau tidak membawa film yang dirilis tahun ini saja? Kalau tahun ini, aku sangat sibuk sehingga banyak ketinggalan film terbaru” Hyuna mengerucutkan bibirnya sebal. Yah, sebut dia ratu film karena itu adalah salah satu ketergantunganya.

“Apa aku harus membawa Fifty Shades of Grey dan menontonnya bersamamu?”

“YA!” Hyuna mencubit perut Kyu Hyun dan memalingkan wajahnya sambil bersedekap. Dia tahu warna merah merambat di pipinya sehingga menyerupai kepiting rebus.

Kyu Hyun tertawa geli “Ahh~ ternyata kau juga tahu film itu”

“Siapa juga yang tidak tahu film fenomenal itu!” Hyuna bersungut sungut. “Aku bahkan telah menyelesaikan trilogy novelnya” lanjutnya dengan suara kecil tapi tetap terdengar di telinga Kyu Hyun membuat tawanya semakin menjadi.

“Berhenti tertawa” Hyuna menatap sebal ke arah Kyu Hyun “Filmnya sudah mulai dan jika kau tidak menghentikan tawamu, matikan saja DVD nya!”

Kyu Hyun meredakan tawanya dan kembali melingkarkan tangannya di perut Hyuna. Pria itu mendekatkan kepalanya dan meletakkannya di pundak gadisnya “Marah padaku?” tanyanya

“Menurutmu?” Hyuna memfokuskan matanya di layar TV.

“Umm, tidak. Karena itu tidak diperbolehkan” Kyu Hyun makin memajukan kepalanya. Dia menenggelamkan kepalanya di leher bagian samping kanan Hyuna dan matanya terpejam disana. mencari kenyamanan.

“Mana ada larangan seperti itu” Hyuna bergumam.

Kyu Hyun bangkit dari posisinya dan tersenyum kecil, mengacak rambut Hyuna sekilas “Percayalah, itu ada” dan dia menyandarkan kembali punggungnya di sandaran sofa sembari menarik Hyuna mendekat.

Ruangan kembali hening dan hanya ada suara dari DVD yang sedang mereka tonton.

“Salah satu film favoritku. Untuk itu aku ingin menontonnya bersama mu” Suara Kyu Hyun memecah keheningan. Hyuna menoleh dan menatapnya skeptis “Kau sudah pernah menontonnya!” Hyuna mengadili Kyu Hyun.

“Apakah aku pernah mengatakan padamu kalau aku belum pernah menonton ini? Kau saja yang mengambil kesimpulan sendiri”

Hyuna merasa dirinya konyol saat ini dan hanya memamerkan cengirannya.

“Menurutmu, kalau Zeus, Poseidon dan Hades bukanlah saudara apa perselisihan itu akan tetap terjadi?”

“Emm,  yah. Mungkin saja” Jawab Hyuna “Mereka sedarah tetapi tega terhadap satu sama lain. Apalagi jika mereka tidak berasal dari satu garis keturunan yang sama? Mungkin legenda dewa dewi Yunani Kuno tidak akan sepanjang itu karena cerita berakhir lebih awal akibat perang antara Zeus, Poseidon dan Hades”

“Kenapa seperti itu? Kenapa mereka tega padahal mereka adalah satu keluarga?”

“Kekuasaan dan keserakahan itu membutakan. Semua orang bisa menjadi kejam jika sudah dibutakan dengan hal macam itu. Membenarkan segala macam cara untuk menjadi nomor satu. Bahkan tega melakukan hal tercela dengan keluarga sendiri. Miris sekali”

“Lihat” Hyuna menunjuk layar TV dan Kyu Hyun mengikutinya “Poseidon. Dia adalah yang terbaik dari kedua saudaranya. Dia tahu dan sadar bahwa perselisihan diantara keluarga itu tidak benar. Jadi intinya, selalu ada seseorang yang benar didalam keluarga disaat yang lainnya melakukan kesalahan. Dan karena itu, semuanya bisa diselesaikan”

Hyuna mengambil makanan ringan yang ada di meja “Dan ngomong ngomong, Hades adalah yang paling jahat dan serakah. Dia benar benar tidak perduli apakah keluarga atau bukan, ambisinya adalah menggulingkan semua saudaranya dan menguasai Olympus”

Kyu Hyun terdiam mencerna setiap kalimat dari Hyuna. Pria itu menimang nimang apakah tindakannya sudah benar, atau malah kebalikannya? Apakah dia seorang Poseidon atau malah Hades yang berhati jahat? Tetapi jika menuruti egonya, dia merasa dikalahkan dan dia tidak terima itu. Seharusnya, dia melakukan sesuatu pada Lee Dong Hae yang telah terang terangan berbuat hal kotor demi ambisinya. Tetapi dia tidak bisa dan tidak seharusnya. Dia tahu itu tidak benar.

“Ck~ kenapa aku harus repot menjelaskannya padamu ya. Padahal kan kau juga sudah pernah menontonnya” Hyuna menatap Kyu Hyun. Gadis itu tertegun ketika melihat Kyu Hyun melamun.

Hyuna benar benar buntu, tidak bisa menebak apa yang ada di dalam fikiran Kyu Hyun sekarang. Dengan ragu, dia mengeluarkan suaranya

“Kyu~”

Kyu Hyun tersentak saat mendengar Hyuna memanggilnya. Pria itu kembali fokus “Hmm?”

Terlihat ragu, Hyuna menatap Kyu Hyun sendu dan menghela nafasnya “Apa kau benar.. baik baik saja? Maksudku, setelah semua ini?”

Kyu Hyun menghela nafasnya. Pria itu menunduk dan tampak berfikir. Hyuna mengenggam tangannya berusaha memberikan energi positifnya. “Apa yang kau rasakan?” tanya gadis itu pelan.

“Entahlah. Aku sendiri juga bingung dengan perasaanku. Aku merasa kalah, tidak terima dan marah. Aku merasa aku tidak mampu. Aku tidak mampu menyelamatkan ribuan pekerjaku dan aku marah karena itu. Aku marah pada diriku sendiri yang hanya bisa diam dan bingung seperti orang linglung yang tidak tahu ingin berbuat apa. Aku marah dan ingin menghajar Lee Dong Hae, tapi tidak seharusnya aku melakukan itu. Aku marah karena sadar bahwa aku terlalu lemah”

Hyuna menghela nafasnya perlahan. Dia mendekati Kyu Hyun dan memeluk pria itu dengan hangat. Meskipun dia tidak tahu pasti apa maksud dari kata kata Kyu Hyun tapi dia bersyukur. Setidaknya, sekarang dia tahu bagaimana kondisi Kyu Hyun sebenarnya. Bahwa pria itu kecewa terhadap dirinya sendiri yang beranggapan bahwa dia tidak becus melakukan sesuatu.

“Kau percaya padaku bahwa semuanya akan baik baik saja kan?”

Kyu Hyun tersenyum saat mendengar itu, pria itu membalas pelukan Hyuna dan mengeratkannya. “Terimakasih untuk berada disampingku. Saat ini, kau kekuatan terbesarku”

Ponsel Hyuna berdering dan mereka memisahkan diri. Gadis itu mengambil ponselnya dan melihat nama Ji Soo tercetak jelas.  Hyuna mengangkatnya dan tak lama setelah mendengar Ji Soo berbicara, gadis itu menengok ke arah Kyu  Hyun dengan heran

“Kyu Hyun?” ujarnya membuat Kyu Hyun memandangnya dengan tatapan penuh tanya.

“Ya, dia ada disini bersamaku” Kyu Hyun menegakan tubuhnya dan masih memperhatikan Hyuna. Gadis itu mengangkat bahunya menjawab tatapan Kyu Hyun.

“Kesini? O-oh, oke” dan sambungan telepon terputus.

“Ada apa?”

“Ji Soo bilang, dia dan oppa nya ada perlu denganmu  dan ini benar benar mendesak. Mereka sedang dalam perjalanan kemari”

Kening Kyu Hyun berkerut “Kenapa pria itu tidak menghubungiku langsung dan malah menyuruh adiknya yang menghubungimu?”

“Mereka pergi kerumahmu pagi ini dan pelayan bilang tidak tahu kau pergi kemana. Kata Ji Soo, oppanya mencoba menghubungimu tapi tidak diangkat. Jadi dia meneleponku untuk mencaritahu keberadaanmu. Dan yah, kurasa gadis itu bertanya pada orang yang benar” kata Hyuna memberikan lelucon pada kalimatnya karena melihat wajah Kyu Hyun yang tiba tiba tegang entah karena apa, gadis itu mencoba mencairkan suasana kembali. Tapi sejujurnya, dia juga penasaran semendesak apa itu?

Kyu Hyun berdiri lalu mengambil ponselnya yang masih berada di meja pantry “Ah~ pantas saja. Ini ter-silent dan aku tidak sengaja meletakkannya disini” kata Kyu Hyun menunjukkannya pada Hyuna.

Pria itu tampak menimang dan kenapa perasannya mengatakan ada sesuatu disini. Dia duduk dengan gelisah. Belum tahu pasti apakah itu positif, atau negatif. Tapi instingnya benar benar kuat tentang suatu hal yang akan terjadi.

***

 

Flat : Coba bayangin room yang dipakai di drama Pinocchio, atau Master Sun. Kira kira seperti itu. Tapi yang aku pakai ini sbnernya looks like room nya Anna sama Kate di film FSOG. Dia kecil tapi di dalamnya ada pantry kecil. Dan biasanya orang America sering menyebutnya sebagai flat sementara orang British dorm *inikatadosen HAHA 

Advertisements

95 thoughts on “Allure of The Seas #Bab9

Add yours

  1. Apa yg dilakukan donghae dengan perusahaan kyuhyun sehingga failed gitu…apa yg akan heechul katakan pada kyuhyun…kyuhyun harus terbuka terhadap hyuna dan berbagi beban agar beban itu lebih ringan…

  2. Prshaan kyu failed? Gara” ap? Donghae kah? Ap yg mmbuat donghae sm kyu brmusuhan??
    Smga kyu mau mndgrkan pnjlasan dan mau mnrma bntuan dr heechul..
    Baru aj bahgia ad ad aj yg nghalangin..
    Kyuu smngattt ad hyuna d smoing muu 😘

  3. *Asyiknya hyuna bisa liat sisi pribadi lain dari seorang cho kyuhyun ,,, pegangan kyuhyun saat ini hanya hyuna.. daebakk eonni

  4. Kenapa perusahaan Kyuhyun bisa failed gitu ya? Pasti ada hubungannya sama Donghae
    Tapi Hyuna disatu sisi bisa liat kondisi Kyuhyun yg lagi kacau ya tapi nggk semuanya juga hehehe

  5. Licik banget sih lee dong hae ,, pinternya kyuhyun dia bisa nyembunyiin perasaan dia yang sebenarnya agar orang tidak merasa kasihan ,, hyuna selalu lah di samping kyuhyun ,,bantu agar kyuhyun cepat bangkit dari keterpurukan

  6. Film itu kayanya menjelaskan sesuatu, apa kyu dan donghae itu saudara? Huaaa kalo iya, ini penuh kejutan bgt…

    Semangat deh kyu, pasti semuanya akan kembali pada yang baik…
    Hyuna bener2 sandaran yang pas buat kyu…

  7. Beruntunglah Kyu,ditengah keterpurukannya tidak di tinggalkan org2 terdekatnya. Ada Hyuna yg menguatkannya dan ada Heechul yg akn menolongnya. Semoga Kyu dpt mengambil kembali Cho Enterpise dng bantuan Heechul…

  8. Kenapa kyuhyun gx lawan donghae dgn berita kematian model itu..yg di part satu kalo gx salah…lee donghae mantannya ahra ya kayaknya…

  9. Perusahaan kyuhyun failed …
    Pa krna ulah donghae kah …?
    pa menyebab permusuhan antra kyuhyun and donghae iia …?
    Heechul ingin membantu kyuhyun …
    semoga aj kyuhyun menerima bantuan dr heechul and the dia bisa membuat perusahaan yg failed tu berjaya kembali…
    mrka baru aj menjadi pasangan kekasih and bersenang2 … ad2 aj iia mslah … hhhuuft

  10. kasihan kyu ko bisa perusahaannya failed gt. untungnya ada hyuna yang menenangkan kyu dari masalahnya. donghae benar2 licik dan picik. mudah2an perusahaan kyu bisa di pegang sama kyu lagi.

  11. huaaa..kasihan banget si kyu..bener* rapuh tapi gamau org lain tau
    makin seruh nih soalnya si hee sama jisoo mau ungkap sesuatu

  12. trnyt donghae udh bertindak lebih dulu. penasaran bgt sma hubungan antara kyu dan donghae. apa mrk jg sepupu ? tpi kykny bukan. yg jelas donghae lakuin ini ke kyu pst krn balas dendam

  13. kenapa juga kyuhyun gak bocorin tentang hara yang meninggal 3 th lalu. pasti image donghae bakal jatoh.
    kayaknya yg mau dikasih tau heechul itu rahasia besar ya. atau menyangkut keluarga mereka?

  14. jdi gak suka bnget sma donghae disini,, apasih sebenarnya msalahnya sma kyuhyun, sampe bisa”nya buat prusahaan kyu failed, dendam kah?
    dan disini bnyak skali adegan romantisnya,, astaga aku baper wkwkwkwk

  15. KYAAA… Jadi author suka nonton film ‘begituan’ ya? #FSOG_maksudnya# hehehe.. moga aja otak author gak jadi kotor.. kan nanti susah dibersihinnya. ^^

    Salut buat kyuna moga makin mesra deh…

  16. Sifat kyuhyun masih sama, tidak dapat mengekspresikan perasaannya dan dingin. Tapi untungnya hyuna selalu ada di sampingnya dan selalu menasihatinya kalau kyu keliru maupun salah dalam bertindak.

  17. hmm..
    Tebakan q si,,
    itu kisah nya kyu ama dong hae,,,
    Terus,, heechul mau ngebantuin kyu, karna heechul tau ini semua bakan terjadi.. Makanya dia ngebet bnget buat bntuin kyu ???
    Hahaha
    Asal tebak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: