Allure of The Seas #Bab8

Launch of Royal Caribbean International's newest ship Allure of the Seas. Allure of the Seas leaving Fort Lauderdale.

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#BAB 8 : A Romance Day

Ketika suara musik berubah menjadi tempo yang lebih cepat, Ji Soo berdecak dalam kekesalannya. Dia memutar kursinya beberapa kali hinga kembali berhenti menghadap di depan Hyuna yang nampak sedang berfikir. Ji Soo mencoba melihat ekspressi Hyuna. Gadis itu menundukkan kepalanya demi melihat wajah Hyuna yang tertunduk. Kemudia menghela nafas.

“Kau kecewa padaku, iyakan?” kata Ji Soo melemaskan bahunya. Dia tertunduk di meja bartender.

Hyuna menatapnya dan mengehla nafasnya juga “Sejujurnya, aku lebih kepada bingung daripada kecewa”

Ji Soo memutar kepalanya dan menatap Hyuna “Apa yang kau fikirkan”

“Yah, bagaimanapun kau itu nona muda KIM Ji Soo”

Mendengar itu, Ji Soo langsung menegakkan badannya dan menatap Hyuna serius “No! Jangan berfikir tentang itu. Tetap menjadi Hyuna yang kukenal, okay?”

“Tapi—“

“Aku tidak perduli seberapa banyak uang yang dimiliki keluargaku, aku tetap temanmu. Aku hanya Kim Ji Soo yang tidak akan menjadi ‘nona muda’ jika orang tuaku kaya. Yah, kau mengerti maksudku kan?”

Hyuna mengangguk

“Bagus. Jadi, status sosial tidak bisa menghalangi persahabatan kita”

Hyuna berdecak “Satu keburukanmu adalah, kau tidak pernah mendengarkan orang lain berbicara sampai selesai”

Ji Soo mengerutkan keningnya “Apa?”

“Aku tidak bermaksud menjauhimu karena nyatanya kau anak orang kaya nona Kim!”

Ji Soo menyipitkan matanya dan mendesis “Nah! Kau memanggilku apa!”

Hyuna terkekeh “Oke oke, Ji Soo. Apapun itu, aku tidak berniat menjauhimu hanya karena fakta mengejutkan ini. Yah, walaupun itu sangat-amat-mengejutkan untukku”

“Yah, lalu apa maksudmu ?”

“Sejujurnya, aku bingung harus marah atau kecewa atau mengikatmu dengan tali lalu melemparmu dari atas kapal ini karena terang saja, aku sudah kau bohongi secara besar besaran. Tapi kurasa, alasanmu bisa kuterima”

“Jadi kau tidak akan marah padaku kan?” Ji Soo menatap Hyuna cemas.

“Tidak. Tapi melemparmu dari atas kapal ini, terdengar menarik kan?” Hyuna menaikan alisnya menggoda Ji Soo membuat gadis itu mencibir.

“HA-HA. Aku takut sekali Park Hyuna” kata Ji Soo sambil membuat mimik wajah yang bagi Hyuna menjijikan, namun keduanya langsung tertawa. Mereka berbincang santai kemudian. Bagai terkena siraman air dingin di gurun pasir yang panas, Ji Soo sangat lega karena masalah ini tidak terlalu berdampak buruk.

“Jadi, ceritakan. Apa kau benar benar pacaran dengan tuan muda Cho itu?”

Ji Soo yang bertanya skeptis, membuat Hyuna tersedak minumannya dan kemudian menyemburkannya kearah Ji Soo. Seperti tidak berbuat salah, Hyuna malah diam sambil mengedipkan matanya terkejut. Sementara Ji Soo harus bersabar dengan menarik nafas, juga menarik selembar tisu untuk membersihkan wajahnya.

“Tembakan yang bagus Hyuna”

Serasa tersadar, Hyuna melirik Ji Soo “Oh, maafkan aku”

“Ck!” Ji Soo berdecak “Apa yang membuatmu begitu terkejut ha?”

Hyuna meletakan gelas juice nya “Pertanyaanmu barusan”

“Dan dibagian mana? Apa kau fikir aku bisa tahan untuk tidak bertanya?”

“Aku tahu” Hyuna menundukan kepalanya dan mendesah, membuat Ji Soo mengerutkan keningnya. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Hei, jadi kau benar benar sudah berkencan dengan Cho Kyu Hyun dan tidak berniat menceritakannya padaku?” Yah, Ji Soo bukanlah type sahabat yang menye menye. Dalam artian, jika menurutnya dia harus tahu, maka dia akan mendesak siapapun untuk berbicara. Bukan tanpa alasan. Dia juga melakukan ini demi kebaikan Hyuna. Dia tahu bagaimana jika gadis seperti Hyuna pada akhirnya jatuh kepelukan sosok pria seperti Cho Kyu Hyun itu. Yah, dia jelas tahu bagaimana Kyu Hyun biasa bertingkah laku. Dan walaupun dia sangat senang Hyuna bisa bersama Kyu Hyun, tapi dia juga tidak bisa melihat sahabatnya ini sedih JIKA dilain waktu Cho Kyu Hyun berulah.

“Semuanya berjalan tidak baik?” Ji Soo bertanya lembut

Hyuna mengangkat wajahnya dan menatap Ji Soo setelah sebelumnya dia kembali menghela nafas “Aku tidak tahu ini awal yang baik atau tidak. Tapi yah, kuharap semuanya berjalan baik”

“Apa maksdumu?”

“Dia tidak mengatakan apapun selain memintaku bertahan untuk tetap disisinya. Ya, aku bisa memaklumi bagaimana seorang pria seperti dia tidak mampu untuk mengutarakan apa yang ada difikirannya, apa yang ada di hatinya dan membuat kita seperti menjawab teka teki sendiri. Tapi dari semua sikap, dan perkataannya padaku aku tahu dia punya sesuatu yang dia rasakan, meskipun aku tidak yakin sebesar apa itu tapi kesungguhan saat dia memintaku untuk bertahan membuatku percaya”

“Lalu dimana masalahnya?”

“Aku tidak meminta lebih padanya untuk berkata kata cinta atau hal hal semacam itu, tidak. Aku tidak berharap berlebihan. Justru saat ini adalah bagaimana caraku untuk bisa membuatnya tidak menyesal dengan perkataannya itu. Membuat dia benar benar mengerti dan faham apa yang dia inginkan, yaitu aku. Tapi jujur saja, aku benar benar terganggu saat dia mengatakan pada orang lain bahwa aku miliknya. Mungkin kau berfikir aku gadis tidak tahu diri, ya kan?”

Why I should do that?”

“Karena sudah untung pria seperti Kyu Hyun mau denganku. Harusnya aku bangga dengan dia membicarakan aku ini miliknya dengan orang lain, kan? ”

hey, girl. I think it’s a normal” Ji Soo menatap sahabatnya dengan skeptis “Aku tahu ini pasti akan sulit untukmu. Tapi bukankah usaha yang akan kau lakukan kedepannya untuk hubungan kalian ini didasari oleh perasaanmu padanya? Jadi, tetaplah berusaha eoh? Tapi saranku, jika suatu saat hatimu sudah tidak sanggup untuk memperjuangkannya, berhenti. Oke?”

Hyuna termenung. Dia sendiri tahu kedepannya akan lebih sulit karena awalnya pun seperti ini. Tapi apa yang dikatakan Ji Soo ada benarnya. Dia harus melihat kembali ke alasan ‘kenapa’ dia mau menjalani ini semua, ‘kenapa’ dia rela dan bersedia. Karena satu. Dia mencintai Cho Kyu Hyun.

-o0o-

Samar, Hyuna mengerjapkan kedua kelopak matanya. Sesuatu menganggu tidurnya, dan dia tahu itu adalah cahaya matahari. Menyempatkan untuk berfikir, dia mengingat ingat bahwa semalam sebelum tidur, dia menutup tirai kamarnya. Lalu kenapa sinar matahari sialan itu bisa masuk?

Dengan setengah hati, gadis itu mencoba mengangkat kelopak matanya. Dan benar saja, dia melihat tirai kamar nya yang terbuka dan terlihatlah matahari cerah dengan awan awan putih yang jernih. Sepertinya cuaca hari ini akan bagus.

Tak lama dia menikmati indahnya matahari pagi, pemandangan itu langsung tergantikan dengan objek lain yang lebih dari sekedar indah. Apakah dia bermimpi bahwa Cho Kyu Hyun ada disana? Berbaring di ranjang yang sama dengannya? Tersenyum hangat dengan baju tidurnya yang cukup membuat pria itu tampak sangat manusiawi. Dan yah, kaus putih yang dikenakannya itu mengapa membuat dia jauh lebih tampan sih? Dan rambutnya, kenapa rasanya Hyuna ingin mengelus helaian rambut tebal kecoklatan itu? Sangat menggiurkan untuk merasakan bagaimana tekstur lembut itu mengenai tangannya.

Hyuna balas tersenyum dan mengakui bahwa ini mimpi terindah selain mimpi bertemu dengan kedua orang tuanya. Lihatlah bagaimana maskulinnya Cho Kyu Hyun di pagi hari. Tidur miring menghadapnya dengan menopang kepalanya dengan tangan kiri. Membelakangi jendela kamarnya sehingga matahari cerah itu adalah backround dari sosok rupawan dihadapannya. Cahanya menerpa Kyu Hyun dan dia berfikir bahwa bukan sosok Kyu Hyun yang dimimpikannya, tapi Dewa yang turung dari kayangan. Oke, hiraukan pikirannya yang berlebihan.

“Selamat pagi, nona muda. Apa tidur mu nyenyak?”

Hyuna mengangguk kecil dan memejamkan matanya saat merasakan tangan Kyuhyun mengusap pipinya lembut. Menyelipkan helaian rambutnya kebelakang telinga. Dan dia tidak akan sudi jika mimpi ini berhenti terlalu cepat. Ini begitu indah untuk dikatakan mimpi. Dia berharap ini adalah kenyataan.

Nyata.

Nyata.

Seketika Hyuna membuka kembali kelopak matanya dan mengerjap cepat. Tunggu. Ini memang nyata! Ini bukan mimpi!

“Cho Kyu Hyun!” Hyuna berseru dan terduduk dengan cepat. Mengumpulkan selimutnya dengan terburu dan menyembunyikan tubuhnya yang berbalut baju tidur tipis berwarna cream.

“Apa yang kau lakukan dikamarku?” Hyuna berucap lirih dengan raut wajah cemas. Sementara Kyu Hyun mengangkat alisnya sekilas, bersikap seolah olah tak ada apapun yang terjadi. Dia malah membenarkan posisi tidurnya dan berbaring nyaman sambil melirik Hyuna dengan geli.

Kyu Hyun menghadapkan kembali tubuhnya ke arah Hyuna dan gadis itu masuk lebih dalam ke selimutnya. Kyu Hyun tertawa.

Hyuna merasa kesal. Apa ada yang lucu sehingga pria itu tertawa begitu melihat dirinya? Hyuna sadar bahwa terkadang dia menemukan dirinya terbangun dengan liur yang berceceran di mulutnya. Namun saat dia mengeceknya, tak ada air liur disana. hah, Cho Kyu Hyun adalah pria paling menjengkelkan di dunia. Dan dia menyayanginya. Well, seratus persen fakta.

“Apa ada yang lucu sehingga kau tertawa begitu?” tanya Hyuna membuat Kyu Hyun menatapnya dan tawanya berangsur angsur surut.

“Apa kau tahu ekspresi wajahmu tadi. Itu benar benar lucu dan aku menyukainya” Kyu Hyun terkekeh kecil.

Hyuna berdecak “Jadi maksudmu, reaksiku yang kaget mendapati seorang lelaki di atas ranjang yang sama denganku adalah lucu?”

Kyu Hyun mendekat, dengan gerakan secepat kilat memeluk Hyuna dan mengurungnya di badannya. Dia memeluk gadis itu seperti guling. Hyuna yang berada dalam selimut dan kini di penjara tubuh Kyu Hyun menggeliat mencoba protes.

“Kyu, badanmu berat jangan mendindihku seperti ini! Aku bukan guling”

“Bisakah kau diam sebentar dan jangan protes. Ini benar benar nyaman” Kata Kyu Hyun memejamkan matanya, pria itu menghirup lembut aroma wangi yang menguar dari rambut Hyuna.

Gadis itu perlahan melunak. Ketika merasakan tubuh Kyu Hyun yang relax dan mencoba mengintip keatasnya dan melihat bagaimana nyamannya Kyu Hyun memejamkan mata, dia memilih mengalah dan membiarkan pria itu berbuat sesukanya.

“Maaf untuk membuatmu terkejut pagi ini. Aku butuh melihatmu, melihat gadisku”

Ketika Kyu Hyun berucap, seperti ada ribuan kupu kupu terbang diperut Hyuna. Jantungnya bergemuruh hebat dan sensasinya menyenangkan. Dia tersenyum diam diam dan merapatkan tubuhnya lebih dekat kearah Kyu Hyun.

Rasanya damai saat mendengar degup jantung Kyu Hyun yang sama seperti dirinya. Bak nyanyian merdu yang membuat dia betah berlama lama hanya untuk mendengar degup jantung seseorang. Jika bisa, dia ingin meminta Tuhan untuk menghentikan waktu saat ini. Pagi yang paling indah dalam hidupnya.

“Apa kau tidak akan mengatakan sesuatu? Aku sudah mengatakan sesuatu pagi ini untukmu” Kyuhyun mendudukan kepalanya dan Hyuna mendongak. Kyu Hyun menyisir lambut Hyuna lembut sambil menatap gadisnya. Dia melakukannya berulang ulang membuat Hyuna merasa nyaman.

“Hmm, bagaimana kau bisa masuk kemari?”

Kyu Hyun berdecak “Apa tidak ada kalimat yang lebih menarik dari itu? Atau, ciuman selamat pagi juga boleh jika kau tidak punya sesuatu untuk disampaikan”

Reflek, Hyuna mencubit pelan perut Kyu Hyun “Aku bertanya serius”

“Sangat mudah bagi seorang Cho Kyu Hyun, sayang. Apa kau lupa siapa aku?”

Bergetar sesaat ketika Hyuna mendengar Kyu Hyun memanggilnya sayang, dia kembali berbicara “Aku tahu. Oke, lain kali kau tidak boleh melakukannya”

Kyu Hyun mengangkat alisnya protes “Kenapa”

“Itu adalah hal yang tidak sopan. Bagaimanapun aku ini seorang gadis dewasa, dan kau adalah pria dewasa. Sangat tidak etis jika kau masuk ke kamar seorang gadis diam diam. Bagaimana jika tadi aku sudah bangun dan sedang berpakaian, atau bagaimana jika aku sedang bersama temanku, atau kerabatku, atau kenalanku sedang menginap bersama. Lalu aku, atau mereka, atau salah satu dari kami atau malah kami semua sedang berpakaian, dan kemungkinan kemungkinan lainnya bisa terjadi. Intinya itu tidak benar” Kyu Hyun merasa pusing dengan kalimat Hyuna yang dirasanya tumpang tindih sehingga membuat dia hanya mengambil inti sarinya saja. Yah, pria itu mengerti. Kyu Hyun bukanlah orang bodoh, tentu saja.

“Tapi kan aku tidak berniat macam macam. Dan semua kemungkinan kemungkinan yang kausebutkan tadi, benar. Tapi tidak cukup untuk membuatku tidak melakukan hal yang sama dilain waktu”

Hyuna mendesah. “Bagaimana jika ada seorang pria asing tiba tiba masuk ke kamarku disaat aku sedang tidur?”

Kyu Hyun melotot “Kupastikan dia mendapatkan pelajaran yang setimpal. Aku tidak suka milikku didekati oleh orang lain” Kyu Hyun menyelipkan anak rambut Hyuna kebelakang telinganya.

Hyuna tersenyum masam. Lagi, dia mendengar Kyu Hyun mencap kepemilikan atas dirinya. Dan dia terus tegar untuk membuat hatinya kuat dan ekstra sabar. Dia harus sabar jika ingin memenangkan hati pria itu, dan menyadarkannya tentang arti cinta sesungguhnya.

“Lihat, kau marah kan? Kau saja marah. Lalu bayangkan, jika ayahku masih hidup dan dia mengetahui ada seorang pria bernama Cho Kyu Hyun memasuki kamar anak gadisnya. Atu yang lebih mudah, bagaimana jika suatu saat kau punya anak perempuan yang beranjak remaja dan menemukannya bersama teman lelakinya dikamar? Atau juga, bagaimana jika Hye Mi yang didatangi seorang pria dikamarnya saat dia sudah besar nanti? Bagaimana menurutmu?”

Kyu Hyun memejamkan matanya sesaat dan menggeleng kecil. Pria itu memahami maksud Hyuna “Tapi itu tentu tidak bisa disamakan sayang. Dan berhenti membuat banyak kalimat dengan menambah atau, atau, atau. Kau membuatku pusing”

“Coba dengarkan aku ya, itu tidak baik. Serius Kyu. Kau harus merubahnya. Kau harus janji padaku. Dan soal protesanmu itu, aku melakukannya agar kau cepat faham maksudku dengan memberikan kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi di kehidupan kita sebagai manusia. Semua yang kita lakukan baik itu buruk atau baik punya dampak tersendiri, kau tentunya tahu itu kan. Dan mungkin kau menganggap hal tadi itu tabu. Ya, itu tabu jika kau warga negara asing yang bukan berasal dari Asia. Kita harus sopan sebagaimana budaya Timur mengajarkan kita. Lagipula itu hanya sebagian kecil. Ah, kembali pada topik. Pokoknya kau harus janji padaku. ”

Hyuna menyadari dirinya sendiri yang sedang membujuk seorang Kyu Hyun seperti membujuk anak TK untuk tidak jajan sembarangan. Oh ya, sepertinya dia memang harus setia di sisi pria itu. Banyak hal yang harus dia arahkan dengan benar di kehidupan Kyu Hyun. Dia harus membuat Kyu Hyun berubah menjadi lebih baik.

Kyu Hyun sangat sulit untuk mengatakan iya. Tapi ketika dia melihat sorot permohonan di mata Hyuna, pria itu mendecak dan kemudian mengangguk. Kenapa sangat sulit untuknya bisa menolak? “Baiklah, aku akan mencobanya” ujarnya. Meskipun Kyu Hyun jujur, dia tidak mau ambil pusing dengan apa yang dikatakan gadisnya tadi. Secara general, Kyu Hyun tahu tata krama sopan santun dan lain lainnya itu yang dimaksudkan Hyuna sebagai budaya orang Timur. Tapi tidak ada satu orang pun di hidupnya yang akan memarahinya jika dia berbuat sesuatu yang salah. Maka, sudah jadi kebiasaan Kyu Hyun untuk bertindak sesukanya. Namun, diam diam dia berfikir bahwa menyenangkan ternyata mempunyai seseorang yang perduli pada apa yang dia lakukan di hidupnya dan berani menegur kekeliruannya. Ahra memang satu satunya keluarga yang dekat dengan Kyu Hyun. Tapi, mereka sangat jarang bertemu karena kesibukan masing masing. Kyu Hyun juga lebih sering menghabiskan waktunya di kantor. Dan yah, dia akan berusaha menuruti perkataan Hyuna. Dia tahu bahwa gadis itu hanya ingin membuatnya menjadi lebih baik. Bukan mengatur kehidupannya.

Hyuna tersenyum manis dan untuk sepersekian detik menghinoptis Kyu Hyun, membawa raganya terbang dan seluruh sarafnya di aliri sesuatu yang mengaggumkan tentang Hyuna.

Ketika tubuhnya yang mengambil alih semuanya terjadi begitu dramatis. Untuk detik yang mendebarkan Hyuna menyadari bahwa Kyu Hyun menundukkan wajahnya lebih dalam untuk mendekati bibirnya. Oh, is this real?

Dan saat sorot mata keduanya bertemu, Hyuna tahu otaknya telah kalah. Kalah untuk mengingatkan dirinya yang seharusnya menjauh. Tubuhnya mengambil alih. Ketika Hyuna perlahan juga bereaksi mendekatkan wajah mereka, mata gadis itu menutup dan tak lama setelahnya, dia kembali merasakan sensasi mendebarkan lewat sentuhan lembut antara bibir dan bibir itu. Persetan dengan segala celotehannya tentang kebudayaan adat Timur. Dia mengeyampingkannya untuk sementara. Toh Hyuna masih tahu batasan, dan dia percaya Kyu Hyun tidak akan melakukan lebih dari ini. Lagipula semuanya sudah terlambat sejak dari awal Kyu Hyun masuk ke kamarnya.

Kenapa selalu seperti ini jika sudah di dekat Kyu Hyun? Hyuna terus merutuki dirinya, namun memang mengatakan tidak semudah melakukan. Dia selalu saja mensugesti dirinya untuk teteap memegang kontrol terhadap kendali dirinya ketika bersama Kyu Hyun. Dia yakin dia bisa. Tapi apa? Mata pria itu terlalu magical sehingga bisa membiusnya dan malah ikut larut untuk merasakan setiap sentuhan yang terjadi.

Hyuna sadar tubuhnya sedikit bergetar dan hatinya jauh lebih bergemuruh. Tidak. Sangat sangat dahsyat. Tunggu, dia merasakan sesuatu dari ciuman kali ini. Ya dia merasakannya dan itu sangat kuat, sangat jelas.

Demi apapun Hyuna mencoba untuk tidak melepaskan ciuman itu dan menatap ke mata Kyu Hyun langsung lalu dengan mudahnya dia bisa menemukan . . penyerahan hati Kyu Hyun. Cho Kyu Hyun. Hati. Benarkah?

Setiap sentuhan, belaian, dan kecupan yang diberikan Kyu Hyun kepadanya merupakan sesuatu yang berusaha diungkapkan pria itu. Hyuna seratus persen yakin! Dan dia tahu kini, bahwa Kyu Hyun memiliki rasa yang sama sebesar dirinya. Mungkin juga lebih dan dia sangat bahagia ketika merasakan bagaimana cinta Kyu Hyun untuknya tersampaikan dari setiap sentuhan di bibir mereka. Kyu Hyun meluap luap. Hyuna sangat bahagia hingga rasanya dia ingin berteriak dan memeluk Kyu Hyun erat hingga pria itu tidak dapat kemana mana lagi. Dalam ciuman mereka yang memabukkan, Hyuna tersenyum haru dan tak sadar satu tetes air mata jatuh.

Mengespresikan kebahagiannya, dia membebaskan tangannya dari selimut dan mengalungkannya ke leher Kyu Hyun. Mendekap pria itu lebih dalam dan merasakan bagaimana cinta Kyu Hyun benar benar ada. Hanya satu yang dia harus lakukan kini. Membuat pria itu sadar, sesadar sadarnya dengan perasannya dan mampu mengungkapnya. Hatinya, tubuhnya, sentuhannya, sudah mengaku pada Hyuna. Tinggal otak dan kemampua Kyu Hyun untuk menyampaikannya secara gamblang. Yah, dengan satu modal yang begitu kuat ini, Hyuna meyakinkan dirinya untuk berusaha sekuat tenaga membuat Kyu Hyun hanya melihat kepadanya. Kepada cinta yang diberikan untuknya.

-o0o-

Hyuna melongo ketika membaca papan tulisan yang ada diatas mereka. Dia melihat ke arah Kyu Hyun dan berkedip “ Kau tentu tidak suka melakukan perawatan kan, Kyu?”

Kyu Hyun mengerutkan dahi “Tentu saja merawat diri itu bagus. Bagaimana bisa aku tidak suka mengurus diriku”

“Bukan. Maksudku, kenapa kau membawaku ke Salon sih?”

Kyu Hyun tersenyum dalam jenaka dan menarik pinggang Hyuna sehingga mereka menempel erat. Kyu Hyun melingkarkan tangannya di pinggang Hyuna, mengurung gadisnya dan menatapnya. Hyuna gelagapan “Serius Cho, ini tempat umum!” Hyuna risih ketika melihat beberapa turis melihat kearah mereka dan tersenyum. Ada juga yang berbisik bisik lalu cekikikan.

“Jawabanmu itu mengarah pada penolakan. Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau setuju untuk masuk kesana bersamaku”

Hyuna menghela nafasnya, gadis itu memutar mata membuat Kyu Hyun reflek menarik Hyuna lebih dan lebih erat “Cho Kyu Hyun!” Hyuna menahan dada Kyu Hyun dengan kedua tangannya. “Setiap kau memutar matamu padaku, aku akan melakukan ini”

Hyuna mengerjap. Dan dia benar benar sadar bahwa mulai sekarang dia harus membiasakan diri dengan sifat diktator Kyu Hyun. Yah walaupun menjengkelkan karena membuatnya malu, dia toh menyukai nya. Berada dalam pelukan orang yang dicintai, siapa yang tidak mau?

“Aku tidak perlu ke Salon, makanya aku tidak mau”

“No No” Kyu Hyun menggelengkan kepalanya seperti robot “Kau perlu”

Seketika, Hyuna terdiam. Dan mulai berfikir aneh aneh tentang, apa Kyu Hyun malu dengannya? Dengan penampilannya yang sangat sederhana ini? Lihatlah pria itu, Kyu Hyun nampak casual dengan hanya jeans dan kaos serta cardigan cokelat yang membungkus tubuh tegapnya. Namun orang manapun juga sadar bahwa yang diapakai pria itu adalah barang barang mahal. Belum lagi, rolex yang ada ditangannya. Itu hanya satu dari puluhan, atau bahkan ratusan jam mahal yang dia punya. Lalu gadis itu melirik dirinya. Sepatu kets putih, rok jeans sepan selutut dan kemeja cream hadiah ulang tahun dari Ji Soo dua tahun yang lalu. Bukan seperti gadis gadis yang berada setara dengan Kyu Hyun yang akan menggerai rambut mereka dengan wave style yang nampak anggun dan elegant, Hyuna hanya mengikat rambutnya menjadi satu. Hah, diam diam Hyuna menyesali dirinya yang ceroboh. Seharunya dia berpakaian yang lebih baik ketika Kyu Hyun mengajaknya pergi jalan jalan hari ini. Bagaimanapun, kekasihnya itu adalah orang terpandang dan banyak mengenal orang. Bagaimana jika salah satu koleganya atau siapapun yang mengenalnya secara kebetulan berada di dalam Allure juga, dan ketika bertemu image Kyu Hyun akan jatuh  karena dicap sebagai bujangan tampan sukses yang tertarik dengan wanita kelas bawah. Hyuna menghela nafasnya dan menunduk.

“Maafkan aku jika membuatmu malu. Lain kali, aku akan berpenampilan lebih baik”

Kyu Hyun yang mendengar itu sadar bahwa Hyuna telah salah paham. Dengan segera, diangkatnya dagu Hyuna dan menatap matanya “Apa yang kau bicarakan, eum?” kata Kyu Hyun pelan, sangat pelan hingga suaranya yang merdu terngiang cukup dalam di pendengaran Hyuna.

“Jangan berfikiran macam macam, Hyuna. Aku mengajakmu kemari untuk memanjakanmu”

“Tapi aku tidak pernah ke Salon. Dan tidak akan menghabiskan waktuku hanya untuk melakukan hal hal semacam itu yang juga menghabiskan uangku”

“Untuk itu aku bilang, ini semata mata memanjakan dirimu. Aku hanya ingin menyenangkanmu, itu saja. Maafkan aku jika menyinggungmu dan jangan pernah berfikiran macam macam lagi. Demi Tuhan aku tidak mempermasalahkan apa yang kau kenakan, bagaimana penampilanmu, sepatu apa yang kau pakai, apa kau menggerai rambutmu atau tidak. Bagiku .. kau luar biasa cantik dengan atau tanpa semua itu” Kyu Hyun mengusap pelan pipi Hyuna dan seolah olah dia mengetahui apa yang dikhawatirkan Hyuna tadi, semuanya mengalir dan menjawab kegelisahan di hati gadisnya.

Hyuna membalas Kyu Hyun dengan senyumannya. Dia menarik napas “Jadi, apa kita jadi masuk?”

Kyu Hyun menempelkan hidungnya ke hidung Hyuna dan menggesekkanya sekilas. Skinship ringan tapi terlihat sangat akrab dan Hyuna menyukainya “Itu baru gadisku. Ayo!”

-o0o-

“Ambil semuanya!”

“Apa?”

Kyu Hyun tersenyum amat manis dan mengambil beberapa potong baju ditangan Hyuna. Menyerahkan barang barang itu kepada seorang pelayan dan memintanya untuk dibungkus. Hyuna menghela nafas menatap Kyu Hyun.

Setelah salon, toko sepatu, toko tas, dan sekarang mereka, oh.. lebih tepatnya Hyuna, terdampar –lagi- di toko baju.

Kyu Hyun yang menyadarinya terkekeh kecil dan berdiri di depan gadis itu dengan kedua tangannya yang berada di dalam kantung celana. Menatap dengan geli Hyuna yang terlihat..frustasi? menurutnya itu adalah hal paling menggemaskan yang pernah ia lihat.

“Aku bahkan tidak bisa menghitung apa apa saja telah kau beli hari ini. Ditambah semua baju baju itu” ujar Hyuna

Kyu Hyun menaikkan alisnya “Kau yang membeli baju, bukan aku”

“Itu uangmu. Tentu saja belanjaanmu Kyu”

“Tapi aku membelinya untukmu. Semua itu kan barang barang wanita, apa iya aku yang akan memakainya?”

“Meyuruhku mencoba berbagai jenis sepatu. Mencoba beberapa tas tangan, kau juga menyuruhku mencoba semua jenis baju, ini , itu. Pada akhirnya kau mengambil semuanya. Apa kau tahu tujuan orang mencoba barang sebelum membeli? Untuk menentukan yang mana yang lebih pantas dan cocok dikenakan”

“Tapi semua yang kau coba tadi terlihat bagus dan pas ketika kau yang memakai. Aku tidak tahu jika wanita lain yang mencobanya. Mungkin akan terlihat biasa saja”

“Ya ya ya. Teruslah membela diri. Jika kau ingin membelinya semua dari awal, untuk apa menyuruhku mencobanya satu persatu”

“Well, untuk memanjakan mataku. Aku serius, kau terlihat menawan dengan semua itu tadi. Aku bahkan lupa caranya bernafas saat melihatmu keluar dari ruang ganti dengan pakaian yang berbeda satu persatu” Kyu Hyun maju selangkah lagi dan jarak mereka terlampau dekat. Hyuna bisa merasaka nafas Kyu Hyun yang berat. Kenapa pria ini?

Kyu Hyun mengulurkan tangannya mengusap lembut pipi Hyuna “Kau tampak seperti dewi. Tercipta dari apa kau sebenarnya?”

Terkutuklah kau Cho mengatakan hal memalukan seperti itu. Yah, hal memalukan yang membuat gadisnya tersipu malu dan Hyuna sadar pipinya memanas. Apa apaan itu tadi? Kyu Hyun terdengar sedang mengeluarkan rayuan yang kekanakan tapi kenapa dia mampu tersipu? Oh ya, efek insan yang sedang kasmaran.

“Kyu”

“Hmm?”

Hyuna mengambil tangan Kyu Hyun yang bersarang dipipinya. Mengenggamnya dan menatap pria itu lembut. Dia tersenyum “Terimakasih untuk semua yang berikan padaku hari ini. Aku dengan senang hati akan menerimanya”

Kyu Hyun tersenyum senang “Tentu saja sayang. Apapun untukmu. Apa ada sesuatu yang sedang kau inginkan? Katakan padaku, kita akan mendapatkannya”

‘Ya. Aku ingin sesuatu. Pengakuan dari mulutmu. Aku butuh itu sekarang juga, Kyu!Ingin mendengarnya langsung darimu’

“Tidak. Apa aku terlihat sedang membutuhkan sesuatu?” Dengan senyum sabarnya Hyuna berucap dan berusaha tidak mengeluarkan isi kepalanya.

“Jika kau butuh sesuatu, apapun itu, bilang padaku. Okay?”

“Mmm.. akan kufikirkan” Kata Hyuna membuat Kyu Hyun mendelik.

Kyu Hyun kemudian menggandeng Hyuna menuju kasir. Setelah membayar dan menghasilkan sekitar lima buah tas belanja berukuran besar dengan isi yang penuh, mereka kembali berjalan di sekitar kapal dan mencari sesuatu yang bisa dimakan.

“Berjanjilah untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi dilain waktu, ya?”

Kyu Hyun menghentikan langkahnya dan menatap Hyuna dengan pandangan protes “Kau mulai lagi kan”

Hyuna terdiam dan tampak berfikir sejenak. Kemudian dia kembali menatap Kyu Hyun “Baiklah, aku ralat. Kau hanya boleh membelikanku barang sekali dalam sebulan. Otte?”

“Ya! Park Hyuna”

“Err.. kau menyeramkan” Hyuna mengganti ekspresinya berpura pura takut karena Kyu Hyun menegurnya barusan.

Kyu Hyun menghela nafas dan berdecak “Apa aku harus bilang iya untuk yang ini?”

Hyuna tidak menjawab. Gadis itu dengan polosnya mendekatkan wajahnya ke arah Kyu Hyun dan mengedipkan matanya perlahan beberapa kali. Berusaha untuk melelehkan Kyu Hyun dengan tatapan anak kecilnya itu. Ya, percobaan yang bagus.

“Baiklah. Kau mendapatkannya!” setelah mengatakan itu Kyu Hyun dengan cepat mengecup bibir Hyuna yang berada tidak jauh dari wajahnya. Hanya mengecup. Hyuna gelagapan.

“Bisa tidak berhenti melakukan itu di tempat umum”

“Kau yang memulai”

“Apa? Aku hanya berusaha bertingkah menggemaskan agar mendapatkan kata ‘ya’ darimu”

“Kau mengakuinya kan!” Kyu Hyun tersenyum miring sementara Hyuna sadar dengan apa yang baru saja dia katakan. Gadis itu merutuki dirinya sendiri.

“Oke, setidaknya aku tidak meminta cium Cho Kyu Hyun!”

“Apa menurutmu dengan menampilkan wajah seperti tadi tidak mengundangku untuk menciummu? Bahkan jika aku mau, aku bisa melakukan lebih dari hanya sekedar kecupan” Kyu Hyun terkekeh ketika mendapati Hyuna semakin kesal.

“Aku baru tahu ternyata pertahanan dirimu cukup lemah”

“Ya. Dan itu berlaku jika hanya denganmu”

Hyuna tersipu sesaat kemudian dia menggelengkan kepalanya kecil “Ah, lupakan apapun itu. Yang pasti, kau sudah menyetujui ucapanku tadi. Ingat Cho, jangan sering menghamburkan uang. Oke?”

Kyu Hyun menghela nafas “Baiklah baiklah. Apa aku bisa menolak permintaanmu?”

“Hmm.. kurasa kita sepadan” Hyuna tersenyum sendiri dengan ucapannya.

-o0o-

Kyu Hyun mendudukan tubuhnya dengan nyaman di sofa putih di kamar Hyuna. Sementara gadis itu meletakkan semua barang barang yang dia dapat secara cuma-cuma hari ini di atas kasur lalu kemudian beranjak membuatkan Kyu Hyun sesuatu untuk diminum.

“Hyuna~ya, kau ingin pindah ke kamar yang lebih besar?”

“Jangan mulai lagi Kyu~” Hyuna menyahuti Kyu Hyun dari pantry. Dia membawa dua cangkir cokelat hangat mendekati Kyu Hyun, menyerahkan satu cangkirnya pada pria itu.

“Apa maksudmu kamar yang lebih besar? Ini sudah sangat besar untuk ku tinggali seorang diri. Dan bersyukurnya aku mendapat kama sebesar ini secara gratis. Sewaktu pelayaran pertama, kamarku dan Ji Soo tidak seluas ini”

“Ini kelas dua. Kalau kau mau aku bisa memindahkanmu ke kelas 1. Aku sedih sekali melihat gadisku yang tinggal di tempat yang luasnya tidak seberapa ini” Kyu Hyun memandangi seluruh ruangan dengan iba. Sementara Hyuna menatapnya tak habis pikir. Bagaimana jika Kyu Hyun bertandang ke flatnya? Apa yang akan pria itu katakan..oh, maksudnya apa yang akan pria itu keluarkan sebagai komentar pedasnya?

“Kamar ini dua kali lipat lebih luas dari tempat tinggalku” Kyu Hyun terbatuk saat dia meminum cokelat hangatnya setelah Hyuna mengatakan bahwa kamarnya di Seoul tidak lebih besar dari kamar yang ia dapat disini. Membuat Kyu Hyun meletakkan gelasnya serampangan dan menatap Hyuna.

Sebelum pria itu sempat berbicara, Hyuna mencegahnya dengan menunjukan tangannya di depan Kyu Hyun yang hendak memprotes “Tidak ada yang perlu dibahas tentang ini. Oke, ini sudah malam. Kau harus kembali kekamarmu”

Kyu Hyun yang sudah lebih kurang tahu sifat gadisnya memilih untuk mengalah. Meskipun mulutnya sangat gatal untuk memborbardir Hyuna agar pindah. Dia bersedia untuk membelikan apartemen atau bahkan rumah sekalipun. Dia akan mengusahakannya dengan cara lain. Kyu Hyun tahu tidak akan mudah untuknya membujuk Hyuna. Gadis ini sepertinya sangat sensitif dengan uang dan Kyu Hyun harus mulai berhati hati mulai sekarang.

“Berikan ponselmu” Kyu Hyun memintanya dari Hyuna membuat gadis itu menaikkan alisnya

“Kau tidak bermaksud untuk membuang ponselku dan menggantinya dengan yang baru kan?” Hyuna memincingkan matanya.

“Kalau itu diperlukan, aku akan melakukannya”

“Kyu~~”

“Aku bercanda. Sekarang berikan ponselmu”

Dengan setengah hati, Hyuna beranjak mengambil ponselnya di dalam tas dan memberikannya kepada Kyu Hyun.

“Well, ini masih cukup baik untuk kau gunakan. Walaupun sebenarnya, masih ada yang lebih bagus dari ini” Kyu Hyun mengamati ponsel gadisnya dan membuat Hyuna mencibir “Aku bahkan baru bisa membelinya dua bulan yang lalu, tahu!”

Kyu Hyun terkekeh dan kemudian mengetikkan sesuatu disana. Setelah itu ponsel disakunya berdering.

Hyuna melihat lebih dekat “Kau membeli ponsel baru dan menyimpan nomor barumu?”

“Mm..hmm” Kyu Hyun mengangguk

“Ah iya, jadi ponselmu benar benar hilang” Gadis itu mengangguk angguk seakan mengerti, Hyuna mengingat saat malam bertemu dengan Hyuk Jae dan pria itu memprotes Kyu Hyun yang tidak mengangkat ponselnya. Yah, dan ternyata ponselnya memang hilang.

“Waah, bagi orang orang sepertimu membeli ponsel seperti membeli permen yah” Hyuna tertawa atas leluconnya sendiri, mengundang Kyu Hyun untuk ikut tertawa.

“Lihat kan, berapa beruntungnya dirimu bisa bersama orang sepertiku”

Hyuna mencibir “Ya ya ya. Katakan sesukamu Cho Kyu Hyun” dan dia memberi Kyu Hyun pukulan kecil di lengannya.

Protes, Kyu Hyun menarik tangan Hyuna dengan cepat membuat gadis itu menjerit kaget. Kyu Hyun meraih cangkir yang masih di pegang Hyuna dan metelakkan gelas itu di meja, tanpa melepaskan matanya yang mengunci Hyuna dengan jarak yang sangat dekat.

“Hmm, aku suka fakta bahwa kau akan lebih cepat diam jika aku menggodamu seperti ini” Kyu Hyun berkata pelan menyunggingkan senyum satu garisnya

Hyuna mengerjap gelagapan “A-aku hanya terkejut, tahu!”

Kyu Hyun terkekeh. Dia mendekat dan dengan secara tiba tiba membuat Hyuna tersentak kaget saat pria itu menenggelamkan kepalanya di leher Hyuna. Gadis itu bisa merasakan bagaimana nafas hangat itu menerpa kulit lehernya. Membuatnya mengang dan terdiam mematung. Kyu Hyun menghirup dalam aroma gadisnya dan memberikan Hyuna kecupan lembut disana, membuat Hyuna meremas tepian bajunya.

“Terimakasih untuk hari ini. Ini pertama kalinya aku benar benar menikmati liburanku dengan seorang wanita. Well, selain noona dan Hye Mi tentu saja”

Hyuna menyunggingkan senyumnya lantas memindahkan tangannya ke atas kepala Kyu Hyun. Menyisir lembut rambut itu dan tubuhnya tampak lebih rileks “Bukankah seharusnya aku yang berterimakasih padamu? Hmm, sepertinya saat aku pulang dan mulai kembali bekerja aku akan dipandang iri oleh teman teman kantor karena pakaian pakaian mahalku yang kudapat darimu” Keduanya terkekeh geli.

Kyu Hyun beranjak dari posisi nya, menatap Hyuna sebentar lalu tersenyum. Menunduk dan memberikan satu ciuman lembut di bibir gadis itu. Ketika melepasnya, Kyu Hyun tidak menjauhkan jarak diantara mereka. Dengan lembut, Kyu Hyun memegang sisi pipi Hyuna dan mengelusnya perlahan dengan  ibu jarinya “Aku senang kau mau bertahan denganku Hyuna~ya”

Hyuna membuka matanya yang sempat terpejam. Ketika mata itu bertemu dengan milik Kyu Hyun yang begitu memikat. Dia benar benar melihat cinta yang keluar dengan energi super dari sana. Jantungnya berdegup ketika menanti apakah Kyu Hyun akan mengungkapkannya sekarang?

“A-aku..”

Hyuna merasa, satu detik seperti satu tahun ketika Kyu Hyun terlihat gugup. Oh iya, dia sangat berharap bahwa pria di depannya itu akan mengatakan sesuatu yang memang sedang ditunggunya. Dalam diam, Hyuna mencoba menunggu moment itu seakan ingin mati. Jantungnya berdetak sangat amat cepat sehingga dia takut kalau kalau akan berhenti mendadak. Matanya menerjang kedalam pekatnya bola mata Kyu Hyun dan terus menanti.

“A-aku, aku ..”

‘Ya Kyu, ayo lanjutkan!’

“Aku.. bahagia hari ini. Kuharap akan seperti ini selamanya. Serius, Hyuna~ya. Aku merasa hidup berada disekitarmu. Jangan menyerah padaku, ya?”

Dengan menelan kekecewaannya, Hyuna mencoba melapangkan kembali kesabaran hatinya dan dia mengangguk mantap. Tentu dia akan mencoba keras. Bagaimana bisa dia akan menyerah begitu saja disaat tahu bahwa dia juga tidak bisa menjalani hidupnya dengan normal semenjak kehadiran pria itu di sekelilingnya?

***

Yah, seperti inilah jadinya sehabis melihat bagaimana acting gembulku tersayang di teaser A Million Pieces nya bersama Go Ahra. Bagus sih, seneng liat dia act gitu jadi para penulis seperti aku yang mash abal abal dan suka berimajinasi jadi bisa lebih ‘ngena’ bikin adegan romance karena udah liat bagaimana ekspresi dia kalo beradegan romance romance gitchu. Tapi, tetep aja ada rasa cemburunya atau lebh tepat dibilang #ngenes nya, ya ga TT

Gimana liat dramanya ntar yg banyak kissing scene yah -___-

okelah, maafkan curhatan gaje ini. karena lagi dag dig dug ser(?) tinggal menghitung jam full 2nd album rilis. Uhuuy, AUTUMN IS BACK, KING OF BALLAD BACK!!

WHO’S EXCITED?!!! Aw~~~

Advertisements

100 thoughts on “Allure of The Seas #Bab8

Add yours

  1. Sabar ya Hyuna mau ngerubah Kyuhyun yg kek gitu hahaha tapi Kyuhyun susah bgt bilang cinta hmmm mungkin kebiasaan dari kecil kaya gitu yaaa hehe
    Mangat Hyuna hehe

  2. Hyuna cewe sederhana yg baik hati.
    Coba klo kyu dpt cewe matre,abis tuh di porotin. Hyuna di belanjain Kyu malah ngomel2… susah cari cwe spt Hyuna di era modern bikin edan kyk sekarang

  3. Sumpah cho kyuhyun seenaknya bgt ..diktator n bossy..banyak yg harus hyuna rubah biar kyuhyun jadi pribadi yg lebih baik..

  4. Kyuhyun kayaknya susah ya ngungkapin perasaannya. Serius deh, kalo jadi Hyuna, pasti juga bakal ngerasa perasaan yang sama kayak Hyuna.

  5. tuh kan mereka jadi tambah lengket sekarang, jadi ketergantingan satu sama lain, tinggal nunggu konfliknya aja yang belum muncul wkwkwk

  6. akhirnya hyuna tau tentang jisoo dan hebatnya lagi dia gak marah sama jisoo ^^
    duhh..susah banget sih kyu bilang “I Love U”

  7. eish mrk berlovey dovey.hyuna beruntung bisa mendapatkan kyu. mskpn dia belum bisa bilang ‘cinta’ tpi dr sikapnya udh semua org jg bisa tau. dan untunglah dia ga marah lebay ke ji soo. hyuna tipikal org yg berfikir realistis kayaknya

  8. aigoo~~ hyuna org yg hemat ya? bagus. bagus. dan kyu orang yang boros. cocok nih mereka berdua. saling melengkapi.. aa.. aku juga ingin pacar kaya kyu. tapi gak kesampaean. T.T
    ffnya tambah menarikk.. jjang!!

  9. Kayanya Kyuhyun susah ya ngungkapin perasaannya. Serius deh, kalo jadi Hyuna, pasti juga bakal ngerasa perasaan yang sama kaya Hyuna. Harus ekstra sabar😣

  10. seneng dengan karakter hyuna disini,,,
    Lebih peka kalo emg kyu itu suka ama dia,, berani membenarkan apa yg dianggep dia salah, yg mana dimata kyu itu bner.. Wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: