Allure of The Seas #Bab7

Launch of Royal Caribbean International's newest ship Allure of the Seas. Allure of the Seas leaving Fort Lauderdale.

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#Bab 7 : Trying to Offer, Trying to Accept

“Jadi, apa yang sedang kau coba lakukan Tuan Kim?”

Cho Ahra duduk dengan tenang menatap Hee Chul di depannya. Wanita itu menyeruput Orange Juice nya dan tampak dengan sabar menunggu jawaban dari pria di depannya. Mereka berada di sebuah cafe dan duduk di private area demi menghindari ketidaksengajaan bertemu dengan Kyu Hyun.

“Apa kau harus se-to the point itu? Kau bahkan tidak bertanya bagaimana kabarku. Bukankah kita masih saudara?”

Ahra tersenyum manis “Ah ya, aku lupa kalau kita saudara. Hmm.. bagaimana menjelaskannya ya? Silsilah keluarga kita benar benar rumit”

Hee Chul menurunkan kaki kanannya yang sedari tadi tertopang di kaki kiri. Dengan gemulai, dia mendekati Ahra dan berbicara dengan suara kecil “Ayahmu yang hobi bermain wanita, dengan kurang ajarnya menodai bibi ku hingga akhirnya Cho Kyu Hyun terlahir dan menjadi adikmu. Well, karena dia terlahir dari rahim bibiku berati dia adalah sepupu ku. Dan karena kau kakak nya, berarti kau sepupu ku juga? Begitu kan?”

Ahra menrubah ekspresinya secepat yang ia bisa, menjadi terlihat sangat marah dan kesal “Jaga bicaramu Tuan Kim. Jangan pernah menilai ayahku seperti itu” wanita itu mendesis marah

“Lalu bagaimana aku menilai seorang pria yang menghamili wanita lain disaat dia sudah mempunyai seorang istri dan anak? Cho Seung Hwan adalah pria paling menjijikan yang pernah aku tahu”

Ahra ingin sekali menampar Hee Chul dengan tangannya yang gemetar ketika dia mendengar ayahnya dijelek jelekan di depannya. Air mata mendesak ingin keluar dari kedua matanya. Bibirnya bergetar dan merah. Urat lehernya terlihat, dia nampak sangat marah namun pintarnya, dia bisa mengontrol. Ahra benar benar bengis jika ada seseorang berucap buruk tentang ayahnya. Seorang pria yang amat dia hormati. Baginya, ayahnya adalah sosok yang dapat memotivasi hidupya dan membuat dia menjadi Ahra yang sukses sekarang ini. Dia begitu mencintai ayahnya sebagai orang tua. Dan menghormati ayahnya sebagai guru dalam hidupnya.

“Kau bahkan tidak mengenalku. Kau bahkan tidak tahu  yang sebenarnya. Tapi kenapa mulut terhormatmu itu berucap sangat lancang? Apa kau tidak pernah mengecam bangku pendidikan? Dimana sikap mu sebagai orang terpandang?” Ahra menetralkan nafasnya, meminum juicenya lalu kembali menatap Hee Chul yang kini terdiam. Merasa bersalahkah dia? Hah, bagus. Telak Ahra dalam hati.

Hee Chul berdehem lalu kembali menatap Ahra “Jadi, apa yang kau inginkan dariku hingga mengajakku ketempat ini?” mencoba membelokkan pembicaraan, Hee Chul bertanya pada Ahra kembali. Melupakan fakta bahwa dia baru saja ditampar oleh wanita di depannya itu.

“Aku hanya ingin tahu, apa yang sedang kau lakukan dengan mengajak perusahaan Kyu Hyun bergabung dengan perusahanmu? Aku mengetahuinya baru baru ini. Setelah aku selidiki dan ada kau di dalamnya, aku yakin ini bukan sekedar bisnis semata kan? Dan aku mengikuti Kyu Hyun sejauh ini”

“Apa yang kau fikir kau lakukan hingga rela mengikuti Kyu Hyun dan meninggalkan pekerjaanmu?”

“Dan Hyemi. Aku juga meninggalkan anakku. Menitipkannya pada orang yang tepat lalu terjun kemari, mencoba melindungi adikku” Ahra menyenderkan badannya di sandaran kursi.

“Kau benar benar gila”

“Aku hanya seorang kakak yang menjaga adiknya. Apa itu salah?”
Hee Chul menatap Ahra dengan takjub, namun Ahra tak menyadarinya. Hee Chul baru tahu bahwa Ahra sangat menyayangi Kyu Hyun, meskipun wanita itu tahu mereka berbeda ibu.

Hee Chul menghela nafas “Kau jangan khawatir, aku tidak melakukan tindak kriminal”

Ahra mencibir “Apa dengan jawaban itu aku bisa langsung percaya?”

“Kita pernah bertemu. Dan kau seharusnya tahu aku bukan anak nakal”

Ahra menatap Hee Chul tak percaya “Yang benar saja Kim Hee Chul, itu saat kita masih kecil. Saat aku berumur empat tahun! Jika aku tidak salah mengingat”

“Dan aku berumur 7 tahun. Yah, kau tidak salah mengingat”

“Terserahlah. Sekarang berhentilah berbicara yang tidak penting dan beri tahu aku. Apa yang kau incar dari perusahaan adikku? Bukankah Kim Corp sudah kaya raya? Apa kalian perlu mengambil keuntungan lagi dari perusahaan Kyu Hyun?”

Hee Chul tersenyum “Pertama. Aku heran, kenapa dari tadi kau menyebut Cho Enterprise adalah perusahan Kyu Hyun. Bukankah itu milik keluarga? Kau juga punya andil disana Ny. Cho. Kedua. Sebagai informasi, aku tidak bekerja sebagai CEO Kim Corp, tapi aku bekerja sebagai CEO JM Group yang berbasis di Jerman. Dan terakhir, aku tegaskan padamu aku tidak akan berbuat macam macam. Jadi kau jangan khawatir”

“Tadinya, itu memang perusahaan keluarga yang didirikan kakekku. Dan itu diwariskan kepada ayahku setelah kakek merasa cukup lelah dengan usianya yang harus terus menerus menjadi atasan dari ribuan orang yang mengadu nasib di tempat kami. Tapi semenjak ayahku meninggal dan perusahaan mengalami penurunan drastis, Kyu Hyun lah yang bekerja keras untuk membuat Cho Enterprise kembali berjaya, bahkan lebih dari sebelumnya. Untuk itu, aku menyerahkan semua urusan perusahaan padanya. Lagipula, aku sudah cukup pusing mengurusi butik butiku. Aku tidak mau menghabiskan waktuku lebih banyak untuk bekerja disana sini. Saat ini, aku punya Hye Mi yang masih butuh kasing sayang, juga waktu luangku”

Entah bagaimana pertemuan mereka yang diawali dengan tegang dan bahkan dengan rasa menggebu Ahra yang ingin menampar  Hee Chul, menjadi lebih rileks dan santai. Yah, pada dasarnya baik Hee Chul maupun Ahra tau karakter diri masing masing.

“Hmm, aku mengerti” Hee Chul mengangguk anggukan kepalanya.

“Jadi, kau benar benar tidak berniat buruk pada Kyu Hyun kan?” Ahra menatap Hee Chul kembali.

Pria itu menghela nafas “Aku sepupu nya. Kandung. Apa yang kau fikirkan?”

“Orang jahat bisa berasal dari siapa saja, Kim Hee Chul” Ahra mencibir

“Jadi kau masih belum percaya?”

“Ya”

“Jika aku mengabaikanmu dan tetap pada rencanaku, apa yang akan kau lakukan?”

“Kau tahu aku bisa melakukan apa saja demi orang yang aku sayang Kim Hee Chul” Ahra menatap tajam mata Hee Chul. Membuat pria itu terjengat dengan kesungguhan yang ada di mata Ahra. Benar, Cho Ahra tidak bisa diabaikan.

Hee Chul menghela nafas “Aku punya penawaran”

Ahra menaikkan alisnya bingung “Apa?”

“Kita bisa bertukar cerita. Aku akan memberitahumu semua yang ingin kau tahu dariku, dan kau harus memberitahuku semua yang ingin aku tahu darimu”

“Aku? Kenapa? Aku tidak punya informasi apapun untukmu tuan Kim”

“Ada. Tentang .. bagaimana asal mula kita bisa duduk disini sebagai saudara. Kau mengerti maksudku kan, Cho Ahra?”

-o0o-

Kyu Hyun kembali mengecup kepala Hyuna lalu memejamkan matanya menghirup aroma yang menguar dari rambut gadis itu. Begitu menenangkan batin Kyu Hyun.

Tak perduli dengan kencangnya angin, dan pegalaman terakhir kali. Mereka berada di pinggiran kapal dan bersama sama menikmati suasana malam yang begitu indah di Allure. Jika biasanya mereka memilih tempat yang agak tenang, kini mereka berada di tengah kebisingan yang bermacam macam. Musik dari cafe, teriakan orang orang di waterboom –yang rela berenang malam malam-, suara suara orang yang berbicara, bahkan deburan ombak pun terdengar meski samar.

“Hah, ini seperti di pasar malam. Ramai, bising, warna warni, dan semuanya menyenangkan” Hyuna berucap sembari tersenyum. Dia berada nyaman dalam dekapan lengan kanan Kyuhyun.

Kyu Hyun terkekeh geli “Seleramu sangat rendah nona muda. Pasar malam? Yang benar saja”

Dengan berpura pura tersinggung, Hyuna memukul dada Kyu Hyun “Aku bukan kau yang tinggal memetik uang dan memanjakan diriku di tempat tempat mahal macam Disney Land. Pasar malam cukup untuk menghiburku”

“Semua uang yang aku hasilkan, adalah upah dari kerja kerasku. Jadi, ini setimpal. Jika aku tinggal memetik uang untuk memanjakan diriku seperti yang kau katakan tadi, itu wajar. Aku harus memanjakan diriku yang digunakan untuk bekerja keras”

“Aku tahu. Semua yang kita lakukan di dunia ini memang selaras. Apa dan seberapa banyak yang kita tanam, itulah hasil yang akan kita panen. Jadi, aku hanya ingin bilang. Meskipun kau punya banyak uang, jangan menjadi tuan sombong” Hyuna mendongak menatap Kyu Hyun

Alis Kyu Hyun bertaut saat menunduk menatap Hyuna “Hei, aku tidak pernah sombong”

“Benarkah?”

“Ya? Aku memiliki banyak panti sosial dan menjadi donatur tetap untuk dua ratus panti asuhan yang tersebar di Korea Selatan. Bukankah itu perilaku terpuji?”

Hyuna terkekeh “Dengan kau mengatakan hal itu padaku barusan, kau termasuk sombong tuan Cho”

“Aku tidak begitu”

“Jelas begitu. Membeberkan kebaikan adalah salah satu tindakan yang tidak baik. Itu bagus jika kau ingin berbuat kebaikan dan beramal. Tapi, tidak perlu untuk mengumbarnya. Karena, kebaikan yang sesungguhnya hanya kita lakukan karena dorongan hati nurani yang tidak membutuhkan pujian dari banyak orang. Pujian termahal adalah pujian dari Tuhan. Jadi, tetap rendahkan kepalamu meski kau berada sangat tinggi. Mengerti maksudku, Kyu?”

Terasa tidak fokus untuk sesaat, Kyu Hyun termenung. Benar. Selama ini tidak pernah ada yang mengkritik apapun yang ada dalam hidupnya. Semuanya nampak sempurna ketika dia yang melakukannya. Tidak ada teguran atau bahkan saran. Dan semua itu, membuat Kyu Hyun berfikir bahwa semua yang dia lakukan adalah kebenaran.

Kyu Hyun menatap Hyuna sendu “Maaf. Aku tidak tahu bahwa sikapku tadi begitu tidak terpuji. Dan aku baru tahu semua hal ini”

Hyuna terheran. Dia menatap Kyu Hyun dengan tatapannya yang polos “Benarkah?”

Kyu Hyun mengangguk “Tidak pernah ada orang yang mengkritik bagaimana aku hidup di dunia. Dari kecil, aku hanya sering bermain sendiri di rumah disaat ayahku pergi bekerja dan kakak ku yang lebih memilih bermain di dalam kamarnya. Selalu seperti itu hingga aku besar tanpa pernah ada yang menasehatiku tentang hidup di dunia yang kejam ini. Aku disekolahkan ke dalam sekolah khusus yang hanya fokus mengajarkan tentang bisnis. Dan didalamnya hanya ada lima orang anak, termasuk aku. Itu sebabnya aku tidak pernah punya teman” Kyu Hyun tersenyum miris

Hyuna berusaha mati matian untuk tidak bertanya tentang ibunya, karena sedari tadi pria itu tidak menyinggung soal ibu. Namun dia masih menahan dirinya untuk tidak melakukan hal bodoh itu. Itu hanya membuat Kyu Hyun tidak nyaman. Dia adalah orang baru di kehidupan Kyu Hyun. Tak seharusnya untuk masuk terlalu dalam mencampuri masalah keluarga pria itu.

“Aku bersedia mengajarkanmu” dan hanya itu yang dapat dia ucapkan demi membawa mood baik Kyu Hyun kembali.

“Aku berencana memaksamu untuk mengatakan itu” Kyu Hyun mengangkat alisnya dan tersenyum miring

“Oh, jika aku tidak mau?”

“Kau tidak akan pernah sangup mengatakan ‘tidak’ untukku nona muda”

Kyu Hyun melancarkan aksinya selesai mengatakan hal itu. Tanpa jeda waktu, dia menunduk mencium Hyuna dalam. Tanpa persiapan apapun dan terkejut, Hyuna berusaha mengimbangi Kyu Hyun. Setelah merasa nyaman, dia memejamkan matanya dan membalas setiap lumatan yang diberikan pria itu.

Sensasi aneh itu kembali datang, membuat sekujur tubuh Hyuna bergetar. Sebagai seorang wanita dewasa, dia cukup tahu bahwa kebutuhan batin yang dimilikinya akhir akhir ini melonjak setelah mengingat seberapa seringnya dia melakukan skinship dengan lawan jenis. Dan saat ini, pria yang tengah menciumnya adalah pria istimewa yang pernah ada di hidupnya. Tampan, kaya, dan berciuman yang baik adalah bonusnya. Hyuna memaki dirinya sendiri ketika akal sehatnya menghilang dan digantikan rayuan setan yang membuat sekujur tubuhnya seperti ingin berbuat lebih dari sekedar ciuman. Oh yaampun, berhenti berfikir kotor Hyuna! Batinnya.

“Hoeeek! Hoekk.. Hoeekk!!”

Suara orang yang terdengar mengganjal membuat keduanya melepaskan diri. Dengan penasaran, Kyu Hyun dan Hyuna menengok kesana kemari demi mencari asal suara. Ketika Kyu Hyun akhirnya menghela nafas sambil menggeleng gelengkan kepalanya menatap ke balik badan Hyuna, gadis itu berbalik mengikuti arah pandang Kyu Hyun.

Dia melihat seorang pria berpakaian sama seperti Kyu Hyun –formal dengan setelan jas nya– sedang muntah mengeluarkan isi perutnya. Dari ekspresinya, Hyuna yakin pria itu sangat tidak baik baik saja dan dia merasa kasihan.

“Kau mengenalnya?” dia bertanya pada Kyu Hyun

Kyu Hyun menghela nafas “Haah, aku harusnya mendengarkan perkataannya. Ada apa denganku kemarin hingga memaksa dia ikut” Bukannya menjawab, Kyu Hyun malah mencibir

Hyuna menangkup pipi Kyu Hyun dan mengarahkan pandangan pria itu padanya “Jadi kau mengenalnya?”

“Yaps. Dia kesini bersamaku, salah satu pegawai di kantorku, dan sudah kuanggap sebagai keluarga sendiri”

Tanpa meminta penjelasan lebih jauh, Hyuna berbalik dan dengan tergesa menghampiri pria blonde yang sedang khitmat mengeluarkan isi perutnya itu. Kyu Hyun mengerjapkan matanya, tunggu. Apa Hyuna baru saja meninggalkannya dan berjalan kearah Hyuk Jae?

Hyuna menepuk nepuk punggung Hyuk Jae sesaat setelah dia menghampiri pria itu. Sedikiti bingung, namun Hyuk Jae terus mengeluarkan isi perutnya hingga sampai muntahan terakhir, pria itu tampak pucat dan lemas, dan dia mengatur nafasnya agar stabil.

Hyuk Jae berusaha berdiri dengan benar setelah cukup lama membungkuk. Dia tersenyum sangat manis pada Hyuna, yah.. walaupun dia tidak mengenal siapa gadis itu.

“Well, aku tidak keberatan untuk merasakan mabuk laut lagi jika setiap kali aku muntah, seorang gadis cantik sepertimu menghampiriku”Setelah mengucapkan satu kalimat dengan aksen inggris nya yang khas, Hyuk Jae terseyum lebar hingga tampaklah gusi indahnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pria itu dalam merayu wanita. Mengedipkan matanya pada Hyuna, dia merasakan seseorang menjitak kepalanya keras.

“Ya! Siapa ya–” Hyuk Jae menghela nafasnya saat melihat Kyu Hyun berdiri dengan raut sangar di depannya “Apa yang terjadi padamu ha? Dengar, jika kau dalam mood yang jelek jangan menjadikan orang lain menjadi sasaran kekesalanmu” Berhenti sebentar, Hyuk Jae kembali menatap Kyu Hyun “So, what’s your problem dude? Sebaiknya kau tidak mempermalukan aku di depan nona muda yang cantik ini” Hyuk Jae menatap Hyuna dan berkedip lalu kembali menatap Kyu Hyun. Malangnya dia, pria itu benar benar tidak tahu semua yang dia lakukan adalah salah.

“Bersihkan sisa muntahanmu yang menjijikan itu Hyung” Hyuk Jae melotot tak terima lalu dengan cepat mengusap sudut bibirnya “Dan biarkan aku membertitahumu satu hal. Bahwa nona muda cantik yang sedari tadi kau rayu itu adalah milikku” lanjut Kyu Hyun.

Hyuk Jae tertawa keras dan terpingkal tiba tiba, membuat Kyu Hyun mengernyitkan dahinya kebingungan bercampur menahan kesal. Hyuna menatap Kyu Hyun dengan cepat. Tatapannya seolah tampak ragu dan apa yang difikirkannya adalah sesuatu seperti pertidaksetujuan. Rasanya sangat aneh mendengar Kyu Hyun mengkalim dirinya sebagai ‘milik’ pria itu. Hyuna merasa janggal dan terusik. Dia bukan barang yang berhak menjadi milik siapa saja. Dia butuh orang yang bisa memiliki hatinya. Bukan ‘dirinya’ saja. Mungkin saja gadis lain akan sangat tersanjung jika pasangannya mengatakan hal seperti itu. Tapi itu wajar disaat mereka sudah tahu dan mengenal bagaimana hati mereka ditempatkan di tempat yang benar. Tapi tidak dengan Hyuna. Meskipun dia tahu bagaimana seorang individu seperti Kyu Hyun yang sulit untuk mengutarakan perasaannya, tapi dia tetap butuh itu. Tidak, Hyuna tidak memaksakan. Gadis itu hanya ingin tahu, dan melihat. Seberapa berartinya keberadaan gadis itu di dalam kehidupan Kyu Hyun. Bisakah membuat pria itu menghancurkan sisi beku di dalam hatinya? Bisakah dia mengubah cara Kyu Hyun mengenai suatu hubungan? Dan meskipun membutuhkan waktu yang sangat lama, Hyuna akan menunggu. Jika tidak, untuk apa dia bersedia untuk bertahan di samping pria yang sama sekali masih buta dengan apa yang dimaksud ‘cinta’ dan ‘milik’ itu.

Hyuna tersenyum samar ke arah Kyu Hyun. Dan dia tahu, hubungan mereka sebenarnya masih sangat rawan. Sempat tidak yakin. Namun ketika gadis itu mengingat akan hatinya yang kini benar benar mendamba dengan sosok pria di depannya itu, Hyuna bertekad bahwa dia harus berusaha dengan keras. Membimbing Kyu Hyun untuk tahu lebih banyak dengan dunia yang tidak semuanya harus diklaim diatas kertas putih bernoda tinta hitam. Tapi dengan perasaan dan kasih sayang, juga cinta yang tulus.

“Lelucon apa yang sedang kau katakan Cho Kyu Hyun? Gadis ini? Milik mu? Kau harus melemparkan aku ke laut sana untuk membuatku percaya” Pria blonde itu terus tertawa terpingkal hingga memegangi perutnya yang terasa sakit. Bahkan ia melupakan mabuk lautnya. Ini benar benar hal yang sangat lucu baginya. Seorang Cho Kyu Hyun, mempunyai gadis? Benar benar mustahil.

Dengan menahan rasa kesalnya, Kyu Hyun mengamit pundak Hyuk Jae lalu menyeretnya mendekat pada pinggiran kapal. Hyuk Jae tersentak saat Kyu Hyun berniat mendorongnya “Hei Hei! Apa kau gila? Apa yang kau lakukan pada ku! Cho Kyu Hyun, sadarlah! Ini aku hyungmu”

Hyuna yang juga terkejut karena tak menyangka Kyu Hyun akan melakukan hal seperti itu, dengan gesit memegang lengan Kyu Hyun “Apa yang kau lakukan padanya” tanya gadis itu dengan raut khawatir.

Kyu Hyun membalasnya dengan senyum miring dan kedipan jahil. “Calm down sweetheart”

“Cho Kyu Hyun!”

“Apa hyung?!”

“Kenapa kau melakukan ini? Bagaimana jika aku terjatuh?” Hyuk Jae terus meronta dan wajahnya terlihat menahan ngeri. Dia merasa perutnya teraduk aduk kembali. Dia benar benar takut. Sementara Kyu Hyun mencoba menahan tawanya.

“Kau sendiri yang mengatakan padaku untuk melemparmu, kan?”

“Jadi kau serius?”

“Tentang melemparmu ke laut? Tentu saja”

“Tentang gadis itu bodoh!” Hyuk Jae berusaha menahan sekuat tenaga ketika dia merasakan dorongan yang kuat untuk memuntahkan isi perutnya.

“Kalau ini satu satunya cara agar kau percaya, ya. Aku serius”

“Demi Tuhan, Cho Kyu Hyun! Bisakah kau tidak menganggap serius ucapan ku?”

“Dan jangan anggap serius tindakanku hyung” Kyu Hyun menarik Hyuk Jae berdiri kembali dan tertawa keras “Wajahmu sangat konyol Lee Hyuk Jae”

“Sialan kau Kyu! Kau hampir membuatku mati serangan jantung” Hyuk Jae mengomel sambil memegangi dadanya dan menopang tubuhnya yang membungkuk. Dia merasakan kembali mual itu lalu menutup mulutnya cepat.

“Aku akan senang hati  menyiapkan segala keperluan untuk pemakaman hyung” dan pria itu masih tertawa keras.

Hyuna terpana beberapa saat ketika melihat pria itu tertawa lepas di depannya. Dia tampak begitu normal. Seperti pria dewasa lainnya. Yang tidak terkekang oleh tanggung jawab sebagai CEO dari perusahaan besar. Kesan dinginnya sirna. Dan dia benar benar menyukai Kyu Hyun yang lepas seperti itu. Hyuna mendekati Kyu Hyun dan memegang lenganya “Kurasa, ini sudah cukup kan?” dan gadis itu tersenyum.

Kyu Hyun berdehem untuk menetralkan kembali suaranya. Menarik Hyuna mendekat dengan tangan kanannya, dia menunggu Hyuk Jae yang kini mulai berdiri dengan normal di hadapannya.

“Jadi, apa aku ketinggalan sesuatu?” Hyuk Jae bertanya. Menatap bergantian Kyu Hyun dan Hyuna.

“Apa aku perlu mengulangi perkataanku tadi?” Kyu Hyun malah bertanya balik. Membuat Hyuk Jae mendesis. Sulit untuk mengobrol ‘normal’ bersama pria setan itu, pikirnya.

Tatapan Hyuk Jae berpindah ke arah Hyuna, tersenyum manis “Jadi nona, boleh kutahu siapa namamu?”

Hyuna tersenyum mengangguk “Tentu saja. Namaku Hyuna. Senang bertemu dengan anda Mr. Lee” Hyuna menundukan kepalanya sopan.

“Oh, tak perlu seformal itu. Cukup panggil aku Eun Hyuk. Dan jika kau lebih muda dariku, tambahan ‘oppa’ akan terdengar lebih bagus”

Kyu Hyun menghela nafasnya jengah. Hyuk Jae lagi lagi berulah. Sementara Hyuna tampak bingung “Eun Hyuk?”

“Ya. Itu nama kecilku dan tidak banyak diketahui orang. Hanya keluarga, dan orang orang spesial yang memanggilku seperti itu” Hyuk Jae mengedipkan matanya, lalu langsung merubah kembali ekspresinya saat melihat Kyu Hyun menatap tajam padanya.

“Begitukah? Ah, kalau begitu aku akan memanggilmu Hyuk Jae saja. Tidak pantas rasanya. Itu nama untuk keluargamu  sementara kita baru saling mengenal” Hyuna tersenyum sopan.

“Oh, kau keluargaku sekarang. Karena kau kekasih Kyu Hyun, dan Kyu Hyun sudah kuanggap seperti adik ku sendiri. Yah, meskipun sifatnnya  tidak begitu bagus”

Hyuna terkekeh pelan “Kita berdua tahu itu” dan mereka berdua tertawa bersama tanpa sadar Kyu Hyun tengah kesal melihat keduanya.

“Apa kalian berdua akan terus menertawakanku?” Kyu Hyun mengangkat alisnya

“Tidak. Karena aku merasa lapar sekarang” Hyuk Jae menjawab lalu memegangi perutnya lalu melihat jam

“Kenapa tidak pesan saja makanan dikamar dan malah keluyuran. Kau seharusnya tahu bagaimana mengatasi tubuhmu yang mabuk laut. Dengan mencegahnya” Kata Kyu Hyun sinis

“Kau fikir karena siapa aku keluar ha! Aku ada janji temu dengan Hee Chul untuk membahas masalah kantor yang tertunda karena kau tadi sore”

“Benarkah? Kenapa tidak ada yang memberitahuku?”

“Aku sudah ratusan kali menghubungimu Cho Kyu Hyun. Tapi tidak tersambung” Hyuk Jae berdecak kesal.

“Hmm? Benarkah?” Kyu Hyun merogoh kantung celana, jas, hingga semua kantung yang ada di dalam pakaian yang dia kenakan. Tapi pria itu tak dapat menemukan ponselnya.

“Kenapa?” Hyuna bertanya

“Ponselku tidak ada” Kyu Hyun berkata

“Cari yang benar Kyu, atau coba kau ingat terakhir kali kau memakainya”

Kyu Hyun mencoba berfikir dan yakin bahwa terakhir kali dia memakainya adalah untuk menelpon Hee Chul saat hendak bertemu sore tadi dan sejak itu dia memasukan kembali ponselnya ke dalam kantung.

“Tidak ada?” Hyuk Jae bertanya

“Ya” Kyu Hyun mengangguk

“Sudahlah, kita akan mendapatkannya yang baru nanti. Sekarang sebaiknya kita ke Blaire Resto. Hee Chul pasti sudah menunggu”  Kyu Hyun mengangguk ragu.

“Ah, sepertinya aku tidak ikut” Hyuna berucap membuat Kyu Hyun menatapnya heran

“Tapi kau belum makan malam Hyuna” Kyu Hyun mengingatkan

“Aku akan membeli beberapa makanan cepat saji dan membawanya ke kamar”

Kyu Hyun merasa tidak suka dengan jawaban Hyuna sehingga pria itu, dengan tegas dan posesif menolak ide Hyuna “Tidak. Kau ikut denganku. Makan malam. Lalu aku antar kau ke kamar”

“Tapi kalian akan membahas masalah bisnis. Aku tidak ingin menganggu”

“Aku membiarkanmu membeli fast food dan kembali ke kamar adalah satu satunya yang menganggu. Aku tidak akan bisa fokus pada pembicaraan jika memikirkan gadisku makan makanan tidak sehat sementara aku duduk di restaurant dengan makanan yang berkali kali lipat lebih baik daripada fast food”

Hyuna menghela nafasnya “Ayolah Kyu. Fast food tidak seburuk itu”

Hyuk Jae merasa pusing dengan kepalanya yang sedari tadi berpindah pindah. Menatap Hyuna, menatap Kyu Hyun, menatap Hyuna lagi, lalu Kyu Hyun dan begitu seterusnya saat kedua pasangan baru di depannya itu cekcok dan tidak ada yang mau mengalah sama sekali.

Hebat. Hyuna adalah type gadis keras kepala. Dan yang lebih hebatnya, dia adalah kekasih Kyu Hyun. Pria setan dengan keras kepala paling parah yang pernah aku kenal. Dan ini yang menjadi super hebat, apa aku bisa bertahan jika terlalu sering bersama mereka?’ Hyuk Jae membatin dan bergidik ngeri sendiri.

“Tuhan, panjangkanlah umurku. Aku berjanji akan berhenti merayu wanita wanita itu jika kau mengabulkan doaku. Amen”  Hyuk Jae berdoa kecil. Setelah mengamini doa nya sendiri, Hyuk Jae menegakkan kembali kepalanya dan mendapati Kyu Hyun dan Hyuna menatapnya dengan aneh.

“Aku berharap Tuhan tidak mengabulkan doamu” kata Kyu Hyun sinis

“Ya! Cho Kyu Hyun”

“Sudahlah hyung. Ayo, katamu Hee Chul sudah menunggu”

“Kalian sudah selesai bertengkar? Eh.. maksudku, bagaimana dengan Hyuna?”

“Tentu dia ikut denganku. Dia harus makan malam dengan nyaman” Hyuk Jae menatap Hyuna yang mengangguk lemah “Pada akhirnya, aku tidak bisa menolak permintaanya kan?” Hyuk Jae mengangguk setuju dan ketiganya pun berjalan menuju Blaire Resto.

-o0o-

“Lee Hyuk Jae. Hanya dia yang datang. Aku sudah katakan padamu berkali kali” Hee Chul terlihat jengah dengan sikap adiknya yang terus bertanya dan menganggu nya menikmati alunan musik klasik yang dimainkan secara live di tempat itu.

“Bagaimana dengan Kyu Hyun? Dia bos nya kenapa harus ada perwakilan sementara dia ada disini”

“Hyuk Jae bilang Kyu Hyun tidak bisa dihubungi”

“Bagaimana jika tiba tiba dia datang bersama Kyu Hyun?”

Hee Chul menatap adiknya dengan lelah “Maka tidak ada yang berubah”

“Aku pernah bertemu  dengan Kyu Hyun”

“Dan kau fikir dia akan mengenalimu sebagai seorang reporter?”

“Ya”

“Oke. Jika memang dia mengenalimu, itu bukan masalah yang besar”

Ji Soo berdecak sebal lalu dengan kesal mengambil sendok ice creamnya, menyuap dengan kesal kemulutnya dan melakukan itu berulang kali.

“Cih, kau masih memiliki selera makanmu yang menakutkan di saat begini”

“Aku punya pengecualian untuk semangkuk besar ice cream” jawab Ji Soo sebal.

“Tenanglah. Kenapa kau begitu khawatir”

Ji Soo menghela nafas “Aku tahu jika memang Kyu Hyun mengenaliku, dan lalu dia memberi tahu Hyuna, dan pada akhirnya Hyuna tahu tentang identitas palsuku, itu bukan masalah besar. But, that’s for you. Aku hanya, tidak bisa berbohong padanya sampai seperti ini. Dia pasti akan shock saat tahu aku bukanlah gadis mandiri yang hidup sederhana dan mencari peruntungan dengan menjadi reporter”

“Hey, kau memang gadis mandiri” Hee Chul menatap adiknya serius, membuat Ji Soo terdiam “Tapi faktanya, aku terlahir dengan kelebihan uang karena keluargaku sangat kaya” Ji Soo melemaskan bahunya. Sedari dulu, dia selalu merasa tidak puas dengan hidupnya karena terlahir sebagai anak orang kaya. Bukan kaya karena usahanya sendiri.

“Dengar aku” Ji Soo menatap kakaknya ketika Hee Chul bersuara “Aku suka cara fikirmu yang ingin berusaha dari nol untuk menjadi kaya. Tapi sejujurnya, terkadang pemikiranmu itu konyol. Takdirmu adalah terlahir sebagai Kim Ji Soo yang beruntung karena tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan. Seharusnya, kau bersyukur karena banyak orang yang tidak seberuntung dirimu. Tahu? Dan aku juga sudah melihat segala usahamu untuk mandiri. Itu cukup untuk membuktikan bahwa kau bisa bertahan hidup tanpa uang dariku. Setelah semuanya, sekarang kau harus menerima takdirmu. Jalani hidupmu yang sebenarnya sebagai Kim Ji Soo. Kau berhasil membuatku bangga dengan hidup sebagai Yoon Ji Soo. Kali ini, kau harus membuatku bangga dengan hidup dengan nama aslimu”

Ji Soo termenung. Yang dikatakan kakaknya memang ada benarnya. Ralat. Sepenuhnya benar. Dengan terus mengelak takdir hidupnya sama saja dia menyalahkan Tuhan secara tidak langsung atas kelahiran hidupnya. Ya Tuhan, kenapa dia baru sadar.

“Kenapa rasanya aku ingin menangis dan memelukmu ya, Pak Tua”

Berdecak pelan sembari tersenyum, Hee Chul mendekati adiknya dan memegang kedua pundaknya “Itulah gunanya Pak Tua sepertiku ada untuk gadis kecil sepertimu. Mengerti?”

Terharu, Ji Soo menangis “Haaaaaa oppaaaaa” Dia menghambur ke pelukan Hee Chul. “Kau harus tahu satu hal. Meskipun kau lebih cocok untuk dipanggil eonnie, mempunyai wajah cantik, hobi unikmu untuk perawatan, cerewet seperti ibu ibu, menjengkelkan, pelit, pena–”

“Ya Ya Ya! Apa kau harus menyebutkan semuanya?” Hee Chul memprotes kecil membuat Ji Soo tertawa di tengah tangisnya. Dia mengeratkan pelukannya “Meskipun kau mempunya ribuan sifat jelek itu. Aku benar benar menyayangimu. Terimakasih sudah menjadi kakakku yang sempurna Kim Hee Chul”

Hee Chul tersenyum  sayang “Aku mempunyai satu hari paling istimewa dalam hidupku. Karena pada hari itu, aku merasakan perasaan menyenangkan yang aku tidak tahu berasal darimana. Tapi begitu luar biasa dan menggetarkan jiwaku. Apa kau tahu hari apa itu?”

Ji Soo menggeleng.

“Hari dimana kau lahir. Ketika aku melihatmu di gendongan eomma dirumah sakit, menggeliat pelan dan tidur dengan nyaman, moment itu tidak akan bisa tergantikan oleh apapun”

Ji Soo tersenyum dan merasa damai. Bersyukur untuk kehidupannya yang beruntung. Yah, dia harus mulai menjalani hidup dengan sesungguhnya.

-o0o-

“Apa kami mengganggu?”

Hee Chul melepaskan Ji Soo perlahan ketika mendengar suara Hyuk Jae yang telah datang. Dia berdiri bersalaman dan sedikit terkejut karena ada Kyu Hyun di sampingnya. Berdiri dengan wajah datar seperti biasa. Hee Chul merasa gatal untuk menyentuh wajah sepupunya itu. Memastikan bahwa tidak ada akupuntur atau apapun di dalamnya yang membuat wajah pria itu selalu terlihat kaku.

“Maaf membuatmu menunggu lama”

It’s okay. Dan ini–” Hee Chul menunjuk Ji Soo disampingnya “Sekertarisku. Ji Soo”

Ji Soo berjabat tangan dengan Hyuk Jae dan Kyu Hyun. Merasa risih ketika mendapati tatapan penuh tanda tanya yang diarahkan Kyu Hyun padanya.

“Yoon Ji Soo dari stasiun TV SBC?” Kyu Hyun bersuara. Pada akhirnya.

Hee Chul menatap cemas ke arah adiknya, penasaran apa yang akan dia katakan. Sementara Hyuk Jae terlihat bingung.

Yes, sir. That’s me” dan tanpa di duga oleh Hee Chul, adiknya terlihat begitu profesional dan sangat berbeda dengan tadi.

“Apa kau berhenti menjadi reporter dan memilih menjadi sekertaris pribadi kekasihmu?” pertanyaan konyol Hyuk Jae membuat semua orang menatapnya “Oops.. aku hanya penasaran” cengirnya.

Hee Chul terkekeh kecil “Sepertinya ada kesalah pahaman disini. Dia adalah adiku”

Hyuk Jae melebarkan matanya “Adik mu?” Hyuk Jae menatap Ji Soo kembali mengamati gadis itu dari atas sampai bawah begitu hingga beberapa kali “Are you serious?” Hyuk Jae bertanya tanpa suara pada Ji Soo. Dia masih sulit percaya rupanya. Dan Ji Soo hanya tersenyum lalu mengangguk.

Hee Chul memutar matanya jengah “Duduklah lalu kita bisa mulai makan malam sambil membicarakan hal terakhir. Yaitu, tanda tangan kontrak”

Mereka duduk dan berbincang setelah pelayan pergi untuk mengambil pesanan.

Hyuk Jae menyenggol lengan Kyu Hyun “Apa kau memesankan makanan untuknya?”

Kyu Hyun mengangguk. “Kenapa dia lama sekali di kamar mandi” Hyuk Jae kembali bertanya.

Hee Chul yang mendengar merasa penasaran “Apa ada seseorang yang sedang kalian tunggu?”

“Eum, ya. Dia sedang berada di kamar mandi” Hyuk Jae menjawab. Meneguk pelan air putihnya dia kembali menatap Hee Chul dengan mengulum senyum “Kekasih barunya” kata Hyuk Jae sambil melirik jahil ke arah Kyu Hyun.

“Apa?” Ji Soo tersentak hingga membuat Kyu Hyun maupun Hyuk Jae kaget.

“Kita tinggal menyepakati kapan tepatnya untuk meresmikan kontrak. Maka dari itu pertemuan kita tidak terlalu formal kan? Jadi kufikir, tak apa untuk mengajak orang lain. Lagipula, dia sedang bersamaku ketika hyung memberitahukan janji temu ini. Apa itu menganggu kalian? Dengan adanya orang lain?” Kyu Hyun bertanya dengan santai.

Hee Chul menunggu Ji Soo untuk menjawab namun adiknya terlihat bingung menjawab apa. Sehinga dia memilih turun tangan “Tentu saja tidak, Kyu Hyun~ssi”

Ji Soo tahu, kekasih Kyu Hyun berarti …

“Maaf, aku terlalu lama”

Ji Soo melemaskan bahunya. Itu dia! Suara sahabat karibnya! Hyuna.

“Tak apa. Duduklah, aku sudah memesan makanan untukmu” Kyu Hyun membimbing Hyuna untuk duduk disampingnya. Ketika gadis itu duduk dengan nyaman dan menatap seseorang di meja seberang, dia tampak mengerutkan kening dan .. tersentak ketika dia melihat Ji Soo di depannya.

Hyuna berkedip dan mulutnya terbuka sangking shocknya. Ketika dia bersusah payah untuk mengularkan satu kata Ji Soo berdiri cepat “Maafkan aku. Aku perlu mengurus sesuatu dengannya”

Ji Soo beranjak dari kursinya dan menggeret tangan Hyuna yang masih kebingungan. Ketiga pria itu menatap kearah mereka dengan heran, tapi tak ada satupun yang berniat bersuara. “Maafkan aku” Ji Soo menundukan badannya berkali kali lalu menatap Hee Chul dengan pandangan maaf yang terdalam. Hee Chul yang mengerti tersenyum sesaat lalu mengangguk. “Sekali lagi maafkan aku untuk ketidaksopanan ini” Ji Soo menunduk lagi dan kemudian menggeret lengan Hyuna menjauh dari tempat itu.

“Ji- Ji Soo? Kau benar temanku yang cerewet dan suka berteriak itu?” akhirnya satu pertanyaan konyol keluar dari mulut Hyuna yang kini berjalan sejajar dengan Ji Soo.

“Yah, temanmu yang amat sangat cerewet” Jawab Ji Soo cepat.

Mereka masuk ke sebuah cafe yang lebih tenang dan duduk setelah membawa masing masing minuman mereka dari bartender.

“Jika kau membawaku kemari untuk menjelaskan. Oke, aku akan menjadi pendengar yang baik”

Kata Hyuna sambil menatap Ji Soo tajam. Dia melipat tangannya di depan dada dan mulai memperhatikan ketika Ji Soo mulai bersuara. Semua mengalir begitu lancar dari mulut Ji Soo. Sesekali Hyuna mengerutkan dahi lalu mengangguk angguk lalu kembali mendengarkan. Dan setelah semuanya, cerita itu berakhir.

Ji Soo menghela nafasnya dan menatap Hyuna “I’m done. Semuanya telah kuceritakan. Semua tentang jati diriku dan apapun yang membuatmu bingung. Kuharap kau mengerti kenapa aku melakukan ini semua”

Hyuna terdiam dengan tampang yang benar benar membuat Ji Soo frustasi. “Dengar, aku tidak bermaksud membohongimu dan persahabatan kita ini real. Jangan pernah berfikir aku juga berpura pura menjadi temanmu”

Hyuna masih terdiam, membuat Ji Soo semakin frustasi “Hyuna, katakan sesuatu. Kumohon”

“Jadi namamu, Kim Ji Soo?”

***

No typo, kan? -___-

Advertisements

109 thoughts on “Allure of The Seas #Bab7

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: