Allure of The Seas #Bab6

1431590600124

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#BAB 6 : I Love You ?

Hyuna mendesah dalam hikmat ketika harus menelan kekecewaan lagi. 3 minggu setelah kejadian dimana dia terdampar di pulau tak berpenghuni yang berujung pada konflik percintaan antara dirinya dan Kyu Hyun. Tunggu, mungkin hanya perasaan nya saja. Mungkin Kyu Hyun tidak merasakan hal yang sama. Mungkin Kyu Hyun hanya sedang tidak sadar karena dehidrasi di tempat itu. Iya, mungkin seperti itu. Mana mungkin seorang Kyu Hyun bisa tertarik pada gadis biasa sepertinya?

Semua pikiran itu bagai angin yang menyeruak di kepalanya. Bertentangan antara mengatakan hal hal baik, atau bahkan hal hal buruk. Semuanya hanya mengacu pada satu titik. Dimana dia tidak pernah bertemu atau bahkan bertatap muka lagi dengan Kyu Hyun sejak kejadian itu.

Ketika Ji Soo datang dan duduk di atas mejanya, Hyuna berusaha mengangkat tubuhnya yang terasa lunglai dan duduk dengan benar di kursinya. Dia tidak melakukan pekerjaan yang berat, tapi penampilannya seperti seorang yang telah memindahkan dua puluh karung beras dari lantai dua ke lantai satu.

Ji Soo menggeleng di depannya “Kau benar benar mengerikan”

“Terimakasih atas pujiannya, nona Yoon”

“Aku kemari untuk memberikanmu ini” Ji Soo menyerahkan sebuah amplop cokelat pada Hyuna

“Apa ini?”

“Kalau aku tahu, aku tidak perlu memberikanmu. Hanya cukup berteriak di telingamu”

“Oh, enyahlah kau dari hadapanku Yoon Ji Soo” Ji Soo terkekeh geli melihat sahabatnya yang benar benar sensitif akhir akhir ini.

“Kau sedang PMS ya?”

“Menurutmu?”

“Mungkin iya. Karena kau mendadak menjadi singa liar beberapa waktu terakhir”

“Terserah kau sajalah”

“Atau bukan. Ini ada hubungannya dengan Tuan Cho itu kan?”

Seperti habis kesabaran, Hyuna menatap Ji Soo dengan death glare nya yang mematikan. Dan seolah mengerti, Ji Soo mengangkat tangannya was was “Wo wo wo, tenanglah girl. Aku akan diam sekarang. Oke, ayo kita buka isi amplop itu” Ji Soo menunjuk nunjuk amplop cokelat di tangan Hyuna berusaha mengalihkan perhatian Hyuna agar tak lagi menatapnya seperti itu.

Hyuna mengehela nafasnya lalu sorot matanya berubah kembali. Menjadi Hyuna yang lembut “Maafkan aku. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi padaku saat ini” dia menatap Ji Soo menyesal.

“Aku tahu. Terkadang, masalah hati memang membuatmu gila sendiri. Ya sudah, lupakan saja. Ayo buka itu dan lihat isinya”

Hyuna membuka dengan hati hati amplop cokelat di tangannya. Tiba tiba menjadi sangat penasaran dengan isinya “Kau dapat ini darimana?” tanya nya pada Ji Soo

“Atasan kita. Aku baru saja dari ruangannya untuk memverifikasi data yang baru datang dan dia menitipkan ini agar aku memberikannya padamu”

Hyuna hanya mengangguk angguk lalu saat amplop itu terbuka, dia mengambil sesuatu dari dalam sana. “Sebuah surat?” dia terheran.

Makin terheran ketika melihat kop surat yang berlabel Royal Carribean International. Hyuna membaca isi dari surat itu dan tak butuh waktu lama untuk dia mengerti apa yang ada didalamnya.

“Apa itu?” tanya Ji Soo penasaran

“Ini adalah surat dari pihak Royal Carribean International yang menawarkan aku untuk ikut kembali dalam pelayaran di Allure secara gratis. Yah.. sebagai permintaan maaf atas kejadian waktu itu”

“Benarkah?!!” Ji Soo merebut surat itu lalu membacanya sendiri. Kemudian memekik senang tiba tiba, membuat Hyuna terlonjak kaget.

“Yaps. Kau memang benar benar Ji Soo temanku” Hyuna berbicara sendiri sambil mengangguk anggukan kepalanya dan menghela nafas.

“Ini hebat!” kata Ji Soo menatap Hyuna penuh  antusias.

“Ya. Dan, apa yang membuatmu begitu senang?” Hyuna heran, bukannya dia yang seharusnya terlonjak girang? Tapi kenapa malah sahabatnya itu yang bahagia?

“Kau belum mengerti juga?” Ji Soo bertanya yang hanya mendapat gelengan pasrah dari Hyuna

“Ini adalah bentuk permintaan maaf  yang ditujukan untukmu sebagai korban kecelakaan jatuh dari atas kapal waktu itu. Yah well.. meskipun sebenarnya, ini bukan kesalahan pihak mereka sepenuhnya. Tapi bukan itu pointnya. Kau tidak berfikir bahwa Tuan Cho juga mendapat surat yang sama?”

Hyuna terdiam. Benar. Cho Kyu Hyun juga mendapatkan ini kan?

-o0o-

“Kau serius ingin ikut dalam pelayaran itu?” Hyuk Jae menatap frustasi pada Kyu Hyun yang bersikap seperti biasa. Keras kepala. Pria itu terlihat uring uringan di sofa hitam ruangan Kyu Hyun, sementara sang CEO duduk santai di kursi kebesaran miliknya sambil menandatangani entah dokumen apa itu.

“Ya”

“Kau serius”

“Ya”

“Serius ingin ikut?”

“Ya. Dan aku juga serius akan memanggil tim keamanan untuk membawamu keluar dari ruanganku jika kau tidak bisa berhenti bertanya, Hyung”

Hyuk Jae berdehem sadar akan ucapannya tadi membangunkan sikap liar Kyu Hyun. “Dan bagaimana dengan JM Group?”

Kyu Hyun mengangkat dokumen yang sedari tadi ia tekuni dan memperlihatkannya pada Hyuk Jae “Kemarin aku mengirim e-mail pada Kim Hee Chul yang berisi surat permohonan untuk bisa melakukan kerjasama ini di dalam pelayaran Allure. Pagi ini, aku mendapat balasan persetujuan sekaligus surat kesepakatan kerjasama di dalam kapal yang sudah kuterima melalui fax

“Kau akan bekerja diatas kapal? Sendiri?”

“Siapa bilang? Tentu kau ikut bersama ku, Hyung”

Hyuk Jae gelagapan. Naik kapal laut? Oh, tidak!

“Ta—tapi, tapi kan.. surat dari pihak kapal itu hanya memintamu saja”

Kyu Hyun mengeluarkan senyum miringnya, tahu akan ketakutan Hyuk Jae yang naik kapal laut. “Kau lupa siapa aku, hyung?”

Yah~ Cho Kyu Hyun” runtuh sudah. Hyuk Jae hanya bisa memohon pada Kyu Hyun dengan menampakan wajah melasnya kali ini. Tak apa menurunkan harga dirinya sekarang di depan makhluk keras kepala seperti Kyu Hyun. Toh, ini juga akan menyelamatkan nyawanya.

“Jangan aku, eoh! Bawalah sekertarisku. Atau manager perencanaan yang berbakat itu. Atau, petinggi perusahaan yang lain yang punya skill untuk hal seperti ini juga. Begitu banyak orang diperusahaan ini yang bisa ikut bersamamu. Tidak harus aku, kan?”

“Wah, bagaimana ini ya. Tapi aku ingin bepergian bersama Hyung ku tersayang ini. Lagipula, kita sudah lama tidak punya waktu santai berdua hyung. Kita bisa berlibur sambil bekerja. Ya kan?” Kyu Hyun bersandar pada kursinya, dan menikmati wajah lucu Hyuk Jae yang sedang sibuk mencari alasan untuk bisa mangkir dari pelayaran bodoh itu.

“Lain kali. Lain kali aku akan membawamu berlibur. Aku janji. Kau ingin kemana? Italia? Swiss? Paris?”

Kyu Hyun menggelengkan kepalanya “Tidak, Hyuk Jae hyung. Kita akan pergi. Berlayar. Oke?”

Bahu Hyuk Jae melemas. Dia tahu dia tidak akan bisa menghindari Cho Kyu Hyun. Tidak akan bisa membantah pria itu yang mempunyai sikap keras kepala yang sudah permanen. Hyuk Jae jatuh terkapar diatas sofa sambil membayangkan bagaimana nasibnya yang akan pergi bersama kapal.

Kyu Hyun terkikik di tempatnya “Ayolah Hyuk Jae hyung. Kau akan naik kapal pesiar. Yang di dalamnya benar benar tak tampak seperti kapal. Ada ribuan kamar yang tersedia layaknya hotel. Banyak pusat perbelanjaan dan bahkan club. Kau bisa bertemu banyak wanita cantik disana”

Hyuk Jae sudah benar benar menyerah pada yang satu ini. Terbukti dengan tidak bergairahnya dia mendengar kata ‘wanita cantik’. Tidak seperti Hyuk Jae yang biasanya yang akan bersemangat jika sudah menyangkut soal wanita. Kapal.. benar benar membuatnya ingin muntah.

“Brengsek kau Cho Kyu Hyun” lirihnya

“Well, terimakasih”

“Apa sebenarnya yang membuatmu ingin sekali naik kapal sialan yang bahkan sudah membuatmu jatuh waktu itu, ha? Benar benar brengsek kau Kyu” Hyuk Jae terus uring uringan dan berucap memaki Kyu Hyun di tempatnya terkapar. Sementara Kyu Hyun tiba tiba terdiam. Mendadak, apa yang diucapkan Hyuk Jae seakan menamparnya. Benar. Kenapa dia begitu ingin naik kapal itu lagi?

-o0o-

Ji Soo terus mengumpat lirih sambil berlari kecil menuju sebuah bangunan besar yang sudah tampak di depan matanya. Hujan rintik rintik membuat dirinya sedikit basah dan rambutnya menjadi lepek. Ketika dia berhasil masuk, pemandangan di dalam membuatnya jenuh. Para karyawan yang berlalu lalang dengan urusannya masing masing. Bahkan di lantai satu, perusahaan ini terlalu sibuk. Yah, bersiaplah Ji Soo. Tak lama lagi kau akan masuk ke dalam dunia membosankan ini. Dia menyemangati dirinya sendiri.

Ketika berjalan dan melewati cafetaria, Ji Soo melihat sesosok tubuh tegap tinggi yang duduk membelakanginya dengan rambut nya yang kelewat panjang untuk seorang pria, dan teksturenya yang sangat lembut. Ketara sekali bahwa kakaknya itu sering melakukan perawatan. Ji Soo menggelengkan kepalanya. Bahkan, kakaknya yang laki laki, lebih terlihat feminim dari pada dia.

“Kim Hee Chul!” Panggil Ji Soo membuat Hee Chul menoleh. Kemudian kembali sibuk membaca tablet di tangannya sambil menyeruput secangkir americano. Ji Soo berdecak. Gadis itu berjalan cepat ke arah kakaknya dan duduk dihadapannya.

“Aku sudah datang. Sekarang katakan. Hal penting apa yang membuatku harus datang untuk bertatap muka denganmu?”

“Sambutan yang hangat sekali, adikku”

“Ayo katakan”

Hee Chul berdecak lalu menatap adiknya. Setelah meletakkan tablet di pangkuannya dia melipat tangan di depan dada “Kau harus kembali padaku tepat akhir minggu ini”

Ji Soo tersedak americano Hee Chul yang dengan serampangan dia minum “Apa? Ini bahkan belum satu bulan”

“Ya. Tapi kau harus ikut denganku. Berlayar dengan Allure Of The Seas”

Ji Soo menyenderkan punggungnya di kursi yang dia duduki. Menghela nafas sengit menatap kakaknya “Apa lagi ini? Kau mencoba mengajakku berlibur?”

“Bukan begitu, cerewet. Lihat ini” Hee Chul menyerahkan tabletnya pada Ji Soo dan gadis itu langsung menerimanya. Setelah membacanya sekilas, dia langsung mengerti.

“Kau akan menjalani kerjasama ini di dalam kapal?”

“Yeps. Kyu Hyun mengirimiku e-mail kemarin dan mengajukan permintaan ini”

“Sudah kuduga” Ji Soo merileks kan bahunya “Hari ini, Hyuna mendapatkan surat dari perusahaan kapal itu yang isinya adalah mengajaknya kembali berlayar dengan Allure secara gratis.Yah, seperti permintaan maaf”

Hee Chul mengangguk angguk “Hmm, cara kerja yang bagus dan sangat bijaksana menurutku. Pantaslah bagi mereka menjadi perusahaan kapal yang sangat sukses di dunia”

“Jadi, aku harus ikut denganmu?” Ji Soo menatap kakaknya dan kembali pada topik pembicaraan mereka.

“Harus”

“Hyuna juga akan ikut. Bagaimana jika dia melihatku?”

“Kapal itu sangat besar Ji Soo. Delapan belas deck. Akan kecil kemungkinan kau bertemu dengannya”

“Walaupun begitu, kita harus tetap hati hati. Jika semua penyamaranku tertangkap secepat ini, semua akan sia sia”

“Tapi bukankah teman mu itu tidak ada sangkut pautnya dalam ini semua? Maksudku, jika dia tahu siapa kau sebenarnya, itu tidak akan menjadi masalah”

Ji Soo mendesah dalam dan menunduk “Aku tahu. Hanya saja, dia pasti sangat kecewa padaku. Begitu banyak aku berbohong padanya. Tentang namaku, keluargaku, dan semuanya. Dia begitu percaya bahwa aku punya seorang adik laki laki dan hidup dengan sederhana. Hah, dia tidak pernah punya teman dan sejauh ini aku tahu hanya aku teman terdekatnya”

“Kedua orang tuanya?” Hee Chul nampak penasaran pada Hyuna.

“Sudah meninggal. Dan dia hanya punya seorang Bibi yang tidak tinggal di Seoul”

“Dia tidak pernah mengunjungimu memangnya?”

Ji Soo mengangguk “Dia selalu ingin untuk datang ke flat ku. Tapi sebisa mungkin, aku mencari alasan untuk menahannya”

Hee Chul mengangguk mengerti “Tapi cepat atau lambat, dia akan tahu semuanya Kim Ji Soo”

“Aku tahu. Tapi tidak sekarang”

“Kalau begitu, kau hanya perlu meminimkan pergi dari kamar. Jadi,  sering seringlah berada di dalam kamar hotel dan bekerja ketika aku keluar untuk bertemu Kyu Hyun, atau makan, atau berbelanja, atau ke salon”

Ji Soo mendecak “Ya! Kau mengajakku dan aku hanya akan dikurung sementara kau bersenang senang?”

Hee Chul tertawa “Aku turut prihatin. Hidupmu sepertinya sangat sulit, adikku” dan dia pun berdiri. Memasukkan kedua tangannya ke dalam kantung celana dengan anggun dan berjalan pergi dengan tawa, meninggalkan Ji Soo yang setengah mati kesal dengan tingkah kakaknya.

-o0o-

Langit menunjukan warna orangenya dan di satu titik, Hyuna bisa melihat sunset yang begitu indah membentang di depannya. Tampak seperti lukisan namun kenyataannya, ini sungguhan.

Angin menyapa wajahnya hingga membuat anak rambutnya terbang kesana kemari. Gadis itu berada disini lagi. Di kapal megah yang banyak di elu elukan orang. Di kapal pesiar yang membuatnya bertemu dengan Kyu Hyun dan merasakan perasaan asing untuk pertama kalinya.

Dan ditempat itulah Hyuna berdiri saat ini. Deck delapan belas. Ujung kapal. Tempat dimana dia bertemu dengan Kyu Hyun dengan cara konyolnya. Yang saat mengingat itu, tiba tiba dia tersenyum sendiri dalam kelembutan.

Dia merapatkan selendang bercorak bunga bunga yang dipakainya dan meletakkan kedua tangannya di masing masing lengan. Memeluk tubuhnya sendiri seakan mencari kehangatan. Baju terusan berwarna putih sepanjang betis yang dia pakai tampak berkibar. Dia berdiri sedikit jauh dari pinggiran kapal. Ingatannya sewaktu dia jatuh dari kapal ini, begitu membuatnya takut.

Tiba tiba dia mendesah nafas berat. Seharusnya ada Ji Soo disini. Seharusnya ada seseorang yang menemaninya. Perusahaan memberikannya cuti agar dia mengambil kesempatan berlayar di Allure lagi. Hanya dia. Tidak dengan yang lainnya, termasuk Ji Soo.

Setelah Ji Soo meyakinkannya bahwa dia tidak apa apa untuk tetap tinggal, Hyuna berangkat dari Seoul ke Bali untuk kemudian ikut pada pelayaran MS Allure Of The Seas yang kali ini berlayar dengan  rute Tanjung Benoa dan berakhir di Singapura.

Merasa cukup, gadis itu memutuskan untuk pergi dari sana dan memilih berjalan jalan di dalam kapal. Dia terus melangkah, tersenyum sesekali pada anak anak kecil yang menyapanya dengan riang dan beberapa orang tua yang berjalan beriringan. Hingga akhirnya,langkahnya melambat ketika dia menangkap sesuatu yang menurutnya janggal berada sepuluh kaki didepannya.

Dia berhenti ketika dengan sengaja mengamati sesuatu didepannya. Hatinya bergemuruh saat tahu bahwa pria berjas biru tua itu adalah seseorang yang beberapa waktu ini membuat emosinya labil. Cho Kyu Hyun. Jelas sekali itu dia.

Ketika Hyuna menatapnya terdiam lebih karena degup jantungnya yang berdegup cepat, dia tahu bahwa sesungguhnya Hyuna memang merindukan Kyu Hyun. Pria asing itu. Yang benar benar asing. Oh, tidak.. bukan pria asing namanya jika mereka bahkan sudah melakukan lebih dari sekedar skinship ringan. Mereka pernah berciuman, ingat itu.

Namun apa yang selalu tak dimengertinya sampai saat ini adalah, bagaimana bisa dia merindukan seorang pria yang bahkan hanya dia tahu lewat berita atau surat kabar. Meskipun kejadian di pulau tak berpenghuni itu jelas membuat langkahnya 100 kali lebih dekat ke arah Kyu Hyun, namun Hyuna berulang kali menyadarkan dirinya sendiri bahwa dia bukanlah orang yang sepantasnya untuk bisa sedekat itu dengan orang macam Kyu Hyun. Ingat bagaimana ngeri nya dia dengan orang orang yang terlalu sempurna? Dan seharusnya, dia bisa menjauhi itu. Tapi ini? Dia bahkan tidak bisa mencegah apa yang dengan beraninya masuk dan mengacaukan cara brfikir dia yang  menurutnya sendiri sangat rasional. Lalu sekarang, dia merindukan seorang pria yang bahkan tidak pernah masuk dalam kriterianya. Cho Kyu Hyun sangatlah sempurna hingga dia sendiri merasa tidak sanggup hanya untuk membayangkan memiliki perasaan untuk pria itu. Tapi nyatanya kini, dia sadar. Bahwa disaat kita merindukan seseorang, itu artinya kita mempunyai perasaan yang lebih dari sekedar teman.

Lalu, saat Hyuna mengingat bagaimana labilnya emosi yang dia miliki beberapa minggu ini, ada sedikit rasa marah dan perasaan menuntut akan tindakan kurang ajar Kyu Hyun yang tidak menghubunginya lagi semenjak kejadian itu. Jika semua ini digabungkan dalam satu kumpulan wadah yang benar benar menunjukkan sesuatu. Hyuna jelas akan tahu bagaimana dia harus bersikap.

Ketika langkah Kyu Hyun semakin mendekat, begitu pula dengan debaran jantung Hyuna yang semakin memompa naik. Pria itu, sedang berbincang dengan entah siapa yang berada di sampingnya. Kelihatanya sangat serius hingga dia tidak begitu memperhatikan jalan. Hanya menatap tablet ditangannya, nampak berfikir, lalu sesekali mengangguk dan menatap orang disampingnya. Semua gerak gerik itu, kenapa.. rasanya Hyuna tidak mau kehilangan kesempatan untuk bisa melihatnya lebih lama? Perasaan itu nyata dan semakin kuat seiring langkah kaki Kyu Hyun yang mendekatinya tanpa dia sadar.

Dan ketika Kyu Hyun secara tidak sengaja bertemu muka dengannya, menatap matanya, dan terdiam di dua langkah di depannya. Hyuna tahu satu hal.

Dia telah jatuh cinta.

Cho Kyu Hyun, telah membuatnya jatuh cinta.

-o0o-

Kyu Hyun terdiam di tempatnya ketika dia menemukan sosok gadis itu. Gadis yang dengan secara tidak sengaja, mempunyai nilai lebih dimatanya. Entah dibagian mana.

Sikap yang apa adanya, dan kesan yang tidak sama sekali menunjukan kemunafikan berhasil membuat Kyu Hyun tertarik dan bersedia dekat dengan Hyuna. Dan saat kecelakaan waktu lalu yang menimpa keduanya, mereka bisa semakin dekat dan ternyata Kyu Hyun menyukai perasaan baru yang dia rasakan.

Namun ketika semua reality hidup kembali kepadanya, seakan dia tertampar oleh sisi dirinya yang lain. Yang mengingatkan dengan nyaring bahwa tidak ada waktu, tidak ada guna, dan tidak penting untuk mengurusu hal hal semacam perasaan suka bulshit yang mungkin akan hilang hanya beberapa hari. Ingatan akan apa yang harus dia lakukan, mengacaukan segalanya. Ribuang pegawai, tanggung jawab sebagai bos, dan ambisi yang kuat untuk memajukan perusahaan. Semuanya mendominasi isi kepalanya. Sehingga ketika sedikit ruang untuk hal semacam percintaan itu mengusiknya, dia merasa kalah. Itu alasan, kenapa dia lebih memilih menjauhi Hyuna ketika perasannya belum berkembang terlalu jauh.

Apa yang tidak terfikirkan oleh Kyu Hyun sebelumnya adalah bahwa dengan menjauh itu, dia bisa membuktikan pada dirinya bahwa.. ketika hanya ada  satu orang dari ribuan orang yang berhasil mengalihkan perhatiannya dari dunia yang dia jalani barang sedetik, maka hanya ada satu jawaban dari fenomena ini. Orang itulah, takdir hidupnya. Klise? Tidak.. untuk orang seperti Kyu Hyun. Yang tidak pernah mengerti arti cinta, kasih sayang, dan perhatian yang sesungguhnya.

Hee Chul merasakan perubahan suasana yang terjadi secara tibs tiba. Dilihatnya gadis dengan balutan gaun putih berdiri di hadapan mereka. Ketika dia melihat rekan kerja disampingnya, Kyuhyun, pria itu sedang menatap dalam kearah gadis tersebut. Mengingat betapa banyaknya pendeskripsian yang diberikan Ji Soo tentang sahabat karibnya, juga suasana yang mendadak tidak mengenakan ini membuat Hee Cul dengan tanggap menarik satu kesimpulan yang pasti. Dia Park Hyuna.

Seperti mengerti keadaan dan terkesan ingin membantu, Hee Chul berdehem sehingga membuat kontak mata antara Kyuhyun dan Hyuna pecah. Pria itu menatap Hee Chul “Aku sangat menyesal, tapi baru saja sekertarisku mengirim pesan bahwa ada sesuatu yang darurat dan aku harus melihatnya. Sekarang aku harus kembali kekamarku untuk memastikan. Bisakah kita melanjutkan ini nanti malam, atau mungkin.. besok?”

Kembali pada sikap profesional yang telah ia asah bertahun tahun, Kyuhyun melunakan kembali wajahnya seperti pebisnis suskses dan tersenyum maklum lalu mengiyakan tawaran Hee Chul. Sepeninggal Hee Chul, tinggalah mereka berdua dengan suasana yang kembali hening.

Hyuna memulai. Gadis itu tersenyum kaku lalu menyapa pria di depannya “Bagaimana.. kabarmu, tuan Cho?” dan dia dapat mendengar getaran dalam suaranya.

Bukannya menjawab, Kyuhyun malah menatap gadis itu lebih intens. Dan bukan hanya intens, tatapan pria itu sangat berbahaya. Menusuk. Membuat sekujur tubuh Hyuna bergetar tanpa alasan. Membuatnya pula bertanya tanya mengapa Kyuhyun menatapnya seperti itu. Dan jika saja tatapan seseorang seperti laser, praktis Hyuna sudah meleleh saat ini.

Tanpa di duga, Kyuhyun menarik tangan Hyuna menjauh. Membuat gadis itu terkesiap dan bingung.

“Kita mau kemana?” Tanya nya takut takut. Namun Kyuhyun bergeming. Dia bahkan tidak mendengar ringisan pelan yang terlontar di bibir gadis itu kala Hyuna merasakan perih di pergelangan tangannya yang di cengkram Kyuhyun. Langkah kaki Hyuna cepat dan terhyung mengikuti langkah lebar Kyuhyun yang tak sabaran. Untuk kali ini, gadis itu memilih diam.

Entah bagaimana Kyuhyun sangat mengenal seluk beluk kapal. Dia membawa gadis itu ke tempat tersepi dan jarang dilewati oleh pengunjung. Membawa Hyuna kesebuah lorong dengan lampu lampu gantung terang benderang diatasnya. Dan disanalah Kyuhyun memojokkan Hyuna, pada satu titik dimana tidak ada jalan keluar untuk bisa lari.

Hyuna meringis lagi saat merasakan punggungnya terbentur. Dan dia tahu, jantungnya berulah tak terkendeli saat ini. Entah untuk alasan apa, takut atau bahkan.. menyenangkan? Pasalnya, Kyuhyun mengunci tubuhnya dan dia seperti halnya kelinci yang ketakutan di ujung jalan. Tak ada tempat untuk bersembunyi. Tapi sensasi berdebar saat kini dia merasakan sapuan hangat nafas Kyuhyun yang menggebu membentur wajahnya, membuat dia gemetar dengan perasaan yang senang. Harum maskulin yang menyenangkan menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya, tercampur sedikit rasa kayu manis dan mint yang benar benar membuat pria itu tambah mempesona. Dan lihatlah sejumut keringat di pelipisnya, ya Tuhan. Cho Kyuhyun benar benar makhluk berbahaya. Berbahaya untuk hatinya.

“A—apa yang kau lakukan?” Hyuna bersuara. Terbata. Dan dia lebih memilih untuk menatap sejajar dengan dada Kyuhyun.

Satu menit berlalu sejak Hyuna bertanya dan hanya menyisakan jawaban kosong. Gadis itu merasakan Kyuhyun yang lebih tenang. Dan untuk itu, dengan hati hati dia mendongak. Menatap wajah pria itu yang kini tengah menatapnya.

“Kau terlihat kacau, apa semuanya baik baik saja? Kenapa kau seperti ini” Hyuna mendesah lirih. Dia menatap Kyuhyun dan menuntut penjelasan

“Maafkan aku, kau pasti sangat ketakutan tadi”

“Ya. Memang”

“Bodoh. Tidak seharusnya aku berbuat seperti itu. Aku selalu susah mengontrol emosiku”

Hyuna hanya diam mendengarkan. Faktanya, dia betah dengan posisinya saat ini. Berada sangat dekat dengan pria itu, Cho Kyuhyun. Bisa menghirup harum tubuhnya, merasakan sapuan nafasnya, melihatnya sangat nyata dan tampan di depannya. Dia merindukan Kyuhyun. Semua dari pria itu. Termasuk suaranya yang merdu dan halus.

Ketika mereka kembali terdiam, rasa terdalam yang Hyuna miliki membuatnya berucap lirih namun dapat di dengar oleh Kyu Hyun “Sebenarnya apa yang sedang terjadi, diantara kita?” dia melemaskan bahunya dan tertunduk sedih. Mengingat betapa mirisnya hidup yang ia jalani beberapa minggu terakhir sebagai seseorang yang mempunyai perumpamaan, bagaikan pungguk merindukan bulan. Well, itu pendapatnya sendiri.

“Aku marah, pada diriku sendiri” Kyuhyun bersuara.

Hyuna menatapnya dengan penuh kekhawatiran dan juga berusaha mencerna, kemana arah pembicaraan Kyuhyun ini. Benar benar bukan jawaban atas pertanyaannya barusan. “ Bagaimana bisa?”

Kyuhyun mengangkat wajahnya yang tadi sedikit merunduk, mencoba memfokuskan matanya menerjang iris di depannya. Menatap milik Hyuna dalam “Maafkan aku karena kebodohanku yang tidak sadar. Aku.. aku rasa aku.. aku..”

-o0o-

Ketika Hyuna melihat betapa Kyuhyun mencoba dengan kerasa menguatkan dirinya entah untuk apa, melihatnya sebegitu frustasi dan marah. Meskipun begitu, dia yakin bahwa Kyuhyun tidak marah padanya. Ingin rasanya gadis itu merengkuh Kyuhyun dalam pelukannya dan membuatnya tenang dengan mengatakan bahwa semuanya akan baik baik saja. Entah apa pun masalah yang sedang dihadapi pria itu.

Ketika kembali mata mereka bertemu, Hyuna tercekat. Tatapan Kyuhyun bahkan lebih dalam menerjangnya. Dia merasa kelabakan dengan hatinya ketika tahu bahwa tatapan Kyuhyun saat ini penuh dengan harapan. Tapi harapan untuk apa, untuk siapa?

Dan ketika Kyuhyun bicara, dengan tergagap, belum bisa menyelesaikan kalimatnya, panggil dia gila. Karena detik itu, Hyuna menarik tengkuk Kyuhyun dengan kedua tangannya dan menempelkan bibir mereka. Salahkan hormon kerinduannya pada pria ini setelah tidak bertemu dalam beberapa minggu. Salahkan hatinya yang dengan tanpa alasan terjebak oleh pria di depannya itu, salahkan dirinya yang bahkan rela menyerahkan hatinya untuk pria yang bahkan sangat berbahaya itu. Oh ya, ingat bahwa sosok Cho Kyuhyun terlalu sempurna dan selalu membuat Hyuna takut berhubungan dengan orang sepertinya.

Menggebu, gadis itu mencium Kyuhyun dalam, namun lambat. Dan ketika Kyuhyun merespon, mereka berdua hanyalah dua anak manusia yang tengah dimabuk cinta. Dengan sigap dan satu tanganya, Kyuhyun menarik pinggang Hyuna dan praktis membuat tubuh gadis itu menempel erat di dadanya. Tangan kirinya ia selipkan di tengkuk Hyuna dan membuat gadis itu mendongak lebih tinggi, bahkan badannya sedikit terangkat hingga ia haruus berjinjit. Kyuhyun memperdalam ciuman mereka dengan terburu. Berpindah dari satu sisi ke sisi lain demi mencari jarak untuk hidung mereka melakukan tugasnya, bernafas. Hyuna menurunkan tangannya dan mencengkram bahu Kyuhyun ketika dia merasa kewalahan merespon ciuman Kyuhyun yang kini memimpin.

Ketika semua itu terjadi, Hyuna hanya tahu bahwa hatinya bergemuruh riuh seakan jatuh dan menembus ubin kapal. Seluruh tubuhnya bergetar karena sentuhan pria itu yang terlihat sangat ahli. Namun dari semua itu, satu yang paling dia syukuri adalah bahwa, Hyuna merasa kehidupan barunya telah dimulai. Dia bukanlah Park Hyuna yang hidup tanpa warna karena saat ini, Cho Kyuhyun adalah pewarna dalam hidupnya. Tidak perlu dikatakan, Hyuna bisa menangkap apa yang Kyu Hyun rasakan padanya persis dari sorot mata pria itu.

Sadar untuk tidak berbuat terlalu jauh, Kyuhyun memperlambat ciuman mereka dan ketika dia memutus kontak bibir itu, Kyuhyun menangkup pipi Hyuna. Membuat gadis itu mendongak. Ketika dilihatnya Hyuna masih berusaha bernafas dengan mulut yang sedikit terbuka dan masih terpejam, Kyuhyun tersenyum sayang lalu mengusapkan hidung mancungnya di pipi kiri Hyuna dengan lembut. Gadis itu membuka mata dan Kyuhyun menatapnya. Bahkan, seorang lansia dengan umur 85 tahun pun bisa melihat bagaimana cara mereka berdua saling menatap. Mereka jelas dimabuk cinta.

“Bertahanlah denganku” Kyuhyun bercuap lirih. Bukan kata cinta, bukan kata sayang. Namun itu semua sudah cukup untuk Hyuna. Dia memaklumi bagaimana cara individu seperti Kyuhyun yang sulit mengungkapkan perasaannya secara gamblang. Dengan memintanya bertahan, bukankah itu artinya Kyuhyun mengharapkan dia selalu berada disisi pria itu? Dan itu bahkan membuat Hyuna tersentuh sangat dalam. Suara Kyuhyun yang berat dengan khas maskulin pria ditambah warna suara merdunya yang menjadi point plus. Ya Tuhan, apakah memang pria sesempurna ini diturunkan untuknya?

“Aku akan bertahan denganmu, Cho Kyuhyun”

Kyuhyun tersenyum, mengecup bibir Hyuna sekilas “Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku”

“Aku tidak akan pergi darimu, kecuali kau yang meminta”

“Itu bahkan tidak terfikir olehku”

Hyuna menghambur ke pelukan Kyuhyun, memeluknya erat dalam kebahagian. Dan yah, dinding dinding Allure Of The Seas adalah saksi bisu penyatuan hati mereka.

-o0o-

Heec Hul tersenyum dalam ketenangan ketika melihat Kyu Hyun yang berjalan menggandeng seorang wanita disampingnya. Yang dia tahu bernama Hyuna. Wanita yang berhasil membuat sosok Kyu Hyun yang dingin bisa mencair dengan kehangatan cinta yang jelas berbeda di mata Kyu Hyun sehingga pria itu mau menyerahkan hatinya kepada Hyuna.

Dia mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan singkat pada Ji Soo. Tersenyum jahil saat tak lama pesan itu terkirim, Ji Soo menelponnya.

“YA! JELASKAN APA MAKSUD PESANMU KIM HEECHUL” Suara Ji Soo memekakan telingan saat Hee Chul menempelkan ponselnya di telinga, membuat pria itu berjanji dalam hati untuk menyumpal mulut adiknya dengan sepatu saat kembali ke suite room mereka nanti.

“TIDAK USAH BERTERIAK!” Hee Chul mengontrol nafasnya lalu kembali berbicara “Apa yang belum jelas, bodoh! Aku sudah memberikan detailnya padamu”

Hee Chul berbalik masih dengan satu tangan memegang ponsel dan berbicara pada Ji Soo di saluran telepon, sementara tangan yang lain ia masukkan ke dalam kantung celana kotak kotak yang ia kenakan. Sembari terus berjalan, Hee Chul hanya mendengarkan ocehan Ji Soo yang menurutnya sangat menganggu, sekaligus.. lucu. Setidaknya, Hee Chul berfikir seperti itu hanya untuk dirinya. Tidak ada yang pernah mengetahui bahwa seorang Hee Chul menyukai ocehan adiknya yang menganggu.

“Kau bilang Hyuna resmi menjadi sepupu kita. Apa itu yang kau bilang detail ha?!”

“Haah, Tuhan. Dimana salahku. Mengapa aku mempunyai adik sebodoh ini” Hee Chul menjauhkan ponselnya saat lagi lagi Ji Soo berteriak “Saat aku bersama Kyu Hyun tadi kami bertemu Hyuna dan yang kutahu Kyu Hyun membawa nya lalu aku mengikutinya lalu mereka masuk ke lorong arah pintu darurat lalu aku tahu sesuatu terjadi disana lalu mereka keluar dengan bergandengan dan tersenyum bahagia lalu aku menyimpulkan bahwa mereka resmi berhubungan yang berarti bahwa Hyuna resmi menjadi sepupu kita. Ah, tentunya jika Kyu Hyun berniat menikahinya” Hee Chul berbicara dalam satu tarikan nafas yang santai. Dia tidak tahu bahwa diseberang, Ji Soo melebarkan mulutnya seperti orang bodoh yang tersesat.

Hee Chul berhenti lalu menatap ponselnya, mencoba memastikan bahwa telepon mereka masih tersambung “Dan sekarang kau hanya berdiam diri Mrs. Kim? Dasar aneh” Hee Chul menghela nafasnya lalu mematikan ponsel itu. Membiarkan Ji Soo berspekulasi sendiri dengan apa yang abru saja dia sampaikan.

Memasukkan ponselnya kedalam kantung, Hee Chul berniat kembali meneruskan labgkahnya saat seseorang di depannya membuat dia berhenti.

Tak butuh waktu lama untuk mengenali sosok itu. Ketika mereka saling bertatap Hee Chul mencoba menanamkan ingatannya bahwa dulu dia pernah bertemu dengan orang itu. Hee Chul mendekat dan berhenti dua langkah di depan orang tersebut, tersenyum tipis, membungkukan kepalanya sopan, dan mengulurkan tangannya “Lama tidak bertemu, Cho Ahra~ssi”

***

Gatau mau bilang apa. Maaf pun udh ga berlaku kayanyah karna ff ini ter-pause selama berminggu minggu atau sekitar dua bulan yah?

Readers, aku baru aja masuk bangku perkuliahan dan masih banyak hal yang terlalu baru buat aku nih, jadi ceritanya lagi fase adaptasi DITAMBAH tugas yang teryata, anak baru pun tugasnya ga kalah sama yg udah mau skripsi yah *eh :’)

At least, aku comeback nih nih nih. Hihi, maaf ya bakal sering ngaret untuk beberapa minggu kedepan. Kalo aku dpt libur lama sampe berbulan bulan baru deh, bisa sepenuhnya fokus ngerjain pr pr disini :”) tapi tetep diusahain bakal terus update kok.

Once more, ini SEINGET aku udah aku baca ulang dan mudah mudahan ga ada typo baik di tulisan, sama alur ceritanya. Soalnya aku juga postnya udah malem nih kan ya, itu juga gra gra nyari tugas di internet terus pas ke blog yg berformat wordpress ada notif di blog aku, jadi aku buka dan .. kaget krna inget utang cerita yg belum lunas L

Yauddah itu ajadeh deh. Selamat membaca bagi yang masih mau membaca J

Ps : part 7 udh jalan loh, tapi gatau kapan bakal di post :*

Advertisements

128 thoughts on “Allure of The Seas #Bab6

Add yours

  1. ih yaampun akhirnya mereka officiallllll omg. agak greget si, kyuhyun nyatain perasaannya kayak.gitu kenapa.gak ngungkapin isi hatinya heheuu. ditunggu undangannya *eh
    btw, heechul baik disini *yeaayy. tapi masih penasaran apa motif heechul sama jisoo. trus kyuhyun gak tau tuh kalo heechul sepupunya? aneh 😶 silsilah keluarga yang membingungkan yaaa wkwk

  2. Cie cue😘😘😘 yg jadian

    Eh eh ada Ahra.??. aq kira cuman kyuhyun yg ikut. Jd, klw begitu pasti hyemi yg lucu juga ikut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: