Allure of The Seas #Bab5

1431590600124

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#BAB 5 : Feeling

“Bagaimana? Apa sudah ada hasil?”  Pria itu bertanya, pada seseorang yang sedang menjadi lawan bicaranya di seberang. Berharap kali ini, ada kabar baik.

“Maaf tuan”  Orang itu menjawab, dan dengan hanya jawaban seperti itu sudah menjelaskan bahwa sepucuk harapan kabar baik yang sudah dinantikannya tidak terwujud.

“Kami akan mengusahakannya lagi, anda tenang saja” orang itu kembali menambahkan.

“Baiklah, lakukan yang terbaik dan beri kabar yang kunanti secepatnya” dan sambungan telepon terputus. Pria itu mendesah berat.

Suara ketukan dari arah pintu ruang kerjanya membuyarkan lamunan pria itu. Dengan suara yang berwibawa, ia mempersilahkan tamunya untuk masuk. Seorang wanita dengan perut buncitnya masuk membawa setumpuk map yang diyakininya adalah berkas berkas penting.

“Berkas berkas ini membutuhkan tanda tangan anda, pak” kata wanita itu sembari menyerahkan berkas berkas kantor di depan atasannya.

“Alice, sudah kubilang untuk mengambil cuti secepatnya. Kenapa aku masih melihatmu disini?” Pria itu bergumam pada sekertarisnya sembari menandatangani berkas yang diberikan oleh wanita yang dipanggilnya Alice itu.

“Kau berniat mengusirku dengan cepat, huh?” Alice menjawab. Dengan nada marah yang dibuat buat, membuat atasan sekaligus sahabat dari masa SMP nya itu terkekeh.

“Aku hanya tidak mau kantorku gempar karena tangisan seorang bayi yang keluar dari perutmu kapan saja”

“Tenang saja, minggu depan aku sudah mengambil cuti hamilku. Kau puas?”

Sekali lagi pria itu terkekeh “Kalau begitu, aku harus mencari penggantimu secepatnya”

“Kau seharusnya menyuruh adikmu saja. Gadis itu harus sudah bisa membantu kakaknya yang workaholic ini di kantor” Alice bersungut sungut

“Dia sedang bekerja”

“Lihat. Dia mau bekerja dengan orang lain tapi tidak mau membantu perusahaan keluarganya. Ckck, aku turut prihatin” Kata Alice dengan mimik kasihan yang dibuat buat. Wanita berdarah campuran Eropa-Korea itu memang cukup mengenal atasannya plus adik dari atasannya itu. Mereka sudah berteman cukup lama.

“Kau seperti tidak tahu tabiat nya saja”

“Ya, aku sangat tahu sampai sampai ingin meneriakinya karena bisa bisanya membuat kakak kandungnya ini kerepotan sendiri”

Pria itu tertawa lalu menyerahkan semua berkas yang telah ia tanda tangani pada Alice. “Kau bisa kembali ketempatmu sekarang” katanya membuat Alice mendengus.

“Kim Hee Chul, kau benar benar mau mengusirku ya?” Alice kembali bersungut sungut. Biarlah, hanya ada mereka berdua kan? Sudah lama pula keduanya tidak bicara dengan santai seperti ini.

“Jangan berteriak di ruanganku Alice, atau aku bisa memecatmu” Hee Chul berucap dengan nada serius dan seringainya muncul. Pria itu hanya bermaksud menggoda Alice, karena itu sudah jadi kebiasannya semenjak masa sekolah dulu.

“Ah ya, terserah kau saja” jawab Alice yang tak terpegaruh dengan kata kata Hee Chul. Gadis itu terlalu kebal sekarang, dia tidak akan cepat terpancing oleh Hee Chul seperti dulu lagi.

Sepeninggal Alice, Hee Chul  menghela nafasnya perlahan. Pria itu menyadarkan tubuhnya di kursi kebesaran CEO JM Group itu dengan perasaan yang kacau. Tidak pernah terfikirkan olehnya bahwa masalah akan serumit ini.

“Cho Kyu Hyun, aku pasti menemukanmu. Pasti!”

-o0o-

Ji Soo melakukan hal bodoh berulang ulang. Mencoba menghubungi ponsel Hyuna. Dan ini sudah yang ke seratus dua puluh satu kalinya gadis itu mencoba. Terlihat raut khawatir dan sedih yang tampak di wajahnya. Perasaan shock itu bahkan masih ada, masih belum percaya bahwa sahabat satu satunya itu hilang di tengah pelayaran. Tenggelam di dasar laut? Ya Tuhan, ia tak sanggup memikirkannya.

Tidak hanya dia, seluruh crew SBC TV News juga merasa kehilangan dan sangat khawatir. Berkali kali sang PD-nim mendapatkan telepon dari kantor pusat yang ada di Seoul menanyakan situasi disana. Bahkan, mereka juga mengirimkan sekelompok tim pencari untuk mencari Hyuna.

“Ini gila, atau aku yang gila? Bagaimana bisa dia sebodoh itu jatuh dari atas kapal” Ji Soo terus bergumam. Gadis itu sudah lelah menangis, membayangkan bagaimana rasanya terjun ke laut di hempas ombak dan terseret arus, belum lagi jika ada hewan hewan laut yang kelaparan. Tidak tidak! Hyuna masih hidup! Ji Soo berteriak dalam hati. Gadis itu yakin bahwa Hyuna masih hidup, sahabatnya masih hidup.

Dari kejauhan, Sung Min terlihat berjalan di antara kerumunan pengunjung yang sedang ramai di taman kecil di atas kapal. Pria itu mencari Dong Hae, karena dari semalam ia tak kunjung melihatnya. Sung Min tahu, Dong Hae juga merasa shock dengan berita kecelakaan yang menimpa Kyu Hyun itu. Daripada semua orang , Sung Min lebih memahami, mengenal dan mengetahui perasaan Dong Hae sekarang.

Pria itu tak terlalu memperhatikan jalan karena sedari tadi kepalanya sibuk bergerak kesana kemari sementara matanya sibuk mengenali setiap rupa yang ia lihat, mungkin saja itu Dong Hae. Naas, seseorang menabrak tubuhnya. Atau lebih tepatnya, mereka bertabrakan.

I’m sorry” ucap Sung Min cepat saat menyadari seorang gadis jatuh terduduk di depannya. Pria itu dengan gentle membantunya berdiri. Sementara itu gadis yang ia tabrak berusaha membenarkan letak bajunya yang sedikit tersingkap.

It’s okay” gadis itu tersenyum, senyum yang lembut dan tulus. Memancarkan rona kasih sayang yang melimpah. Sung Min terpaku untuk sejenak namun pria itu kembali menggeleng gelengkan kepalanya. Ini bukan waktu yang tepat untuk terpesona pada seorang gadis, Lee Sung Min! Batinnya.

Are you Korean?” tanya Sung Min setelah meneliti wajah gadis di depannya yang begitu khas.

“Ah~ Ye” gadis itu menjawab dengan bahasanya, dan Sung Min tersenyum senang. Ternyata ia bertemu dengan seorang gadis yang berasal dari tempat yang sama.

“Lee Sung Min imnida. Neo?” Sung Min mengenalkan dirinya, entah untuk alasan apa. Pria itu mengulurkan tangannya dan balik bertanya pada gadis di depannya itu.

“Yoon Ji Soo, imnida” dan Ji Soo pun membalas jabat tangan itu dengan disertai senyuman manis.

-o0o-

“Jadi kau reporter dari SBC TV News itu? Dan yang jatuh dari kapal itu adalah temanmu?” Sung Min menatap Ji Soo dengan antusias menunggu jawaban dari gadis itu, tak lama Ji Soo mengangguk lalu menghela nafas.

“Aku merasa aku akan gila hanya dengan memikirkannya saja. Ya Tuhan, dimana dia sekarang. Apa baik baik saja?” Tanpa sadar Ji Soo menceritakan kegelisahannya pada Sung Min, orang yang baru dia kenal.

Mereka memutuskan untuk duduk di salah satu bangku kapal, mulai mengobrol dan berbagi cerita. Hingga Sung Min dikejutkan dengan cerita Ji Soo. Bahwa sahabat Ji Soo yang diketahui bernama Hyuna adalah gadis yang juga terjatuh dari kapal malam itu. Sung Min terus membatin dalam hati, jika memang benar mungkin saja Hyuna dan Kyu Hyun sedang bersama. Dan Sung Min memanjatkan doa dalam hati semoga dua orang itu baik baik saja.

“Kau tenang saja Ji Soo~ssi. Sahabatmu pasti akan selamat, percayalah bahwa keajaiban Tuhan itu ada” Sung Min mencoba menenangkan Ji Soo, dan gadis itu tersenyum lalu mengangguk sekilas.

-o0o-

“S.O.S?” Kyu Hyun mengernyit bingung saat Hyuna selesai mengukir tulisan diatas pasir pantai dengan ukurang yang sangat besar.

“Apa itu?” tanya Kyu Hyun

“Kau pernah bilang pasti akan ada orang yang mencari kita kan? Ini akan memudahkan mereka menemukan kita”

“Benarkah?”

“Ya. Ini sejenis tanda pertolongan. Jika ada helikopter yang lewat, aku berharap mereka melihat ini”

“Kalau begitu, kita harus membuat yang lebih besar lagi” Kyu Hyun tiba tiba bersemangat, ia berlari mengambil sebuah kayu lalu membuat tulisan S.O.S dengan ukuran yang lebih besar dari milik Hyuna. Gadis itu tertawa melihat Kyu Hyun yang berlari kesana kesini untuk membuat huruf yang sangat besar. Dia kesusahan. Batin Hyuna.

“Apa yang kau tertawakan? Ayo bantu aku” kata Kyu Hyun membuat Hyuna berlari mendekatinya.

Tak berapa lama, tulisan itu sudah terbentuk. Dan tentu, dengan ukuran yang benar benar jumbo.

Hyuna dengan tiba tiba berjalan ke tepi pantai, gadis itu menyapukan kakinya di air. Membiarkan krystal krystal bening itu membasahi kakinya. Ini nyaman, entah kenapa ini terasa sangat nyaman.

Kyu Hyun menyusul dan berdiri di sampingnya “Ku kira kau takut dengan air”

“Jika aku takut air, bagaimana aku bisa mandi selama ini”

“Tidak, maksudku.. laut?”

Hyuna tersenyum “Jika hanya di tepian, sepertinya tidak apa apa. Lagipula tiba tiba saja aku ingin merasakan dingginnya air. Dan entah kenapa, ini terasa begitu nyaman”

Hyuna memejamkan matanya sekilas, merasakan sentuhan lembut air mengenai kakinya. Kedua sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan indah, mempertegas garis wajahnya yang kini bertambah cantik berkali kali lipat.

Kyu Hyun membeku. Lagi, untuk yang kesekian kalinya. Jantungnya berdebar. Lagi, untuk yang kesekian kalinya. Pria itu mencoba menepis, namun semakin kuat ia mencoba menolak semakin kuat pula perasaan itu hadir menghangatkan hatinya. Tak dipungkiri, hal itu membuat Kyu Hyun nyaman. Perasaan semu yang menyenangkan. Pikir Kyu Hyun.

Pria itu menggelengkan kepalanya, dan kesadarannya kembali pulih. Ia menghela nafasnya lalu kembali menatap Hyuna dan pandangannya beralih pada air laut yang kini menyeruak ke sela jari jari kakinya. Segaris senyum miring tiba tiba terbit di wajahnya yang tampan. Sepertinya sedikit main main, tidak apa apa kan?

Kyu Hyun membungkuk, mengadahkan tangannya untuk mengambil beberapa cc air laut itu. Setelah berada ditangannya, pria itu dengan wajah jahilnya menyiram Hyuna hingga membuat gadis itu terpekik kaget.

“Yah! Apa yang kau lakukan?”

Bukannya menjawab, Kyu Hyun semakin gencar membasahi Hyuna. Kali ini, bukan dengan sedikit air ditangannya. Tapi lebih kepada kekuatan tangannya yang terus menerus melempar air pada Hyuna sehingga gadis itu basah kuyup.

Yaaaah!! Cho Kyu Hyuuuun!” gadis itu berteriak, dan tanpa sadar memanggil nama nama Kyu Hyun dengan tidak menyisipkan embel embel ‘ssi’.

Hyuna tahu Kyu Hyun tidak akan berhenti sebelum pria itu puas, sekuat apapun gadis itu mencoba memarahinya. Dengan cekatan, Hyuna menyerangnya balik. Membuat Kyu Hyun basah seperti dirinya. Terkadang Kyu Hyun lari dan Hyuna mengejar higga air laut sama tinggi dengan betis mereka. Keduanya masih saling berperang air dan bahkan kini tak terdengar lagi suara teriakan Hyuna yang protes. Hanya terdengar tawa yang menggema membentur dengan suara deburan ombak sore itu. Untuk saat ini, mereka melupakan keadaan yang terjadi. Hanya bersenang senang dan menghabiskan waktu bersama.

-o0o-

Langit kembali menghitam dan malam ini dipenuhi oleh bintang bintang. Terlihat begitu cantik.

Kyu Hyun dan Hyuna menghangat kan tubuh mereka di depan api unggun yang selama beberapa malam ini menemani keduanya. Baju mereka masih semi kering akibat ulah mereka sendiri yang dengan bodohnya bermain main air padahal tahu bahwa tidak ada baju ganti satu pun disini.

Hyuna menggigil, bibirnya membiru dan bergetar. Gadis itu merasa pusing, badannya juga sakit seperti ribuan jarum menusuk nusuk. Keringat dingin mulai keluar membasahi pelipisnya.

“Hyuna~ssi, gwenchana?” Kyu Hyun mendekat setelah mendengar gadis itu merintih pelan.

Gwenchana?”

Kyu Hyun menempelkan punggung tangannya ke kening gadis itu dan sesaat kemudian pria itu terlonjak kaget. “Astaga! Kenapa badanmu panas sekali!” Kata Kyuhyun.

“Benarkah? Tapi kenapa aku merasa begitu dingin?” Hyuna berucap lirih.

Dengan cekatan, Kyu Hyun merengkuh Hyuna dalam pelukannya. Mecoba membuat gadis itu hangat, mengembalikan suhu tubuhnya. Hanya itu yang bisa Kyu Hyun lakukan, karena tidak ada selimut disini.

Hyuna masih menggigil, gadis itu luar biasa kedinginan.

Kyu Hyun kelimpungan, pria itu kacau. “Ya Tuhan, aku mohon bertahanlah” katanya dengan suara yang sarat akan kekhawatiran.

Kyu Hyun membuka kancing kemeja nya satu persatu, melepasnya lalu menyampirkannya ke bahu Hyuna. Setidaknya ada tambahan kain yang akan membuat tubuh gadis itu menghangat, meskipun kini Kyu Hyun merasakan angin malam menusuk tubuh bagian atasnya yang hanya memakai kaus tipis tanpa lengan berwarna putih.

Tak dirasa cukup, Kyu Hyun mengingat jasnya yang tergelatk tak berdaya di belakangnya. Dengan cekatan, pria itu mengambil jas hitam yang terlihat sobek di bagian kiri itu lalu menyampirkannya kembali ke arah Hyuna. Gadis itu menggeleng lemah.

“Tidak, kau bisa kedinginan” sahutnya lemah di pelukan Kyu Hyun.

“Aku tidak apa apa, kau harus pakai ini!” Kyu Hyun berseru.

Hyuna masih terus menolak, gadis itu tidak mau. “Kau kedinginan”

“Demi Tuhan aku tidak apa apa, kau yang lebih membutuhkannya” Kyu Hyun menggeram, kesabarannya mulai habis. Bagaimana bisa gadis ini memikirkan dirinya bahkan disaat kondisi tubuhnya sendiri sedang tidak baik baik saja?!

Kyu Hyun masih terus mencoba memakaikannya kepada Hyuna saat gadis itu bersuara. “Kyu” suaranya serak dan lemah

“Cho Kyu hyun”

“Kyu Hyun~ah

Kyu Hyun membeku. Pria itu menatap mata Hyuna yang sayu. Pandangan mereka bertemu dan Kyu Hyun terkunci di dalannya. Jatungnya berdebar luar biasa. Demi Tuhan, pria itu baru saja mendengar namanya di sebut dengan sebegitu indahnya, menggetarkan hatinya. Terdengar begitu merdu dan menenangkan.

Kyu Hyun kehilangan akal sehatnya, pria itu mendekat. Mencoba memangkas jarak antara wajahnya dan wajah Hyuna. Semakin menipiskan ruang diantara keduanya hingga saat hembusan nafas keduanya yang saling bertabrakan terasa di wajah mereka masing masing, mereka memejamkan mata. Dan detik itu, Kyu Hyun menciumnya. Dengan perasaan meluap luap dan kini mulai tampak nyata. Bibir mereka hanya bertemu sekilas dan Kyu Hyun menjauhkan wajahnya kembali. Mereka berdua kembali berpandangan, kecupan singkat itu membuat perubahaan besar pada perasaan mereka masing masing. Kini baik Kyu Hyun maupun Hyuna mengetahui satu fakta, bahwa mereka sudah jatuh. Jatuh pada pesona diri masing masing yang membuat hati mereka menghangat walau bergetar. Getaran yang menyenangkan.

Kyu Hyun mengurungkan niatnya untuk memakaikan  Hyuna jas itu. Lantas, pria itu sendiri yang memakainya. Lalu kembali memeluk Hyuna. Memasukkan gadis itu ke dalam jas nya walau tidak sepenuhnya mengenai Hyuna.

Gadis itu tersenyum dalam bibirnya yang terlihat membiru, ia melingkarkan tangannya di pinggang Kyu Hyun. Menyandarkan kepalanya di dada bidang itu, bahkan Hyuna dapat mendengar debaran jantung Kyu Hyun yang bertalu sama seperti dirinya.

“Ini hangat, sangat sangat hangat” kata Hyuna bergumam di pelukan Kyu Hyun.

“Ya. Sekarang tidurlah, dipelukanku”

-o0o-

Suara baling baling yang sangat keras dan angin yang bertiup kencang membuat Kyu Hyun terjaga dari tidurnya. Pria itu menyipitkan matanya sejenak dan kemudian tersentak saat melihat sebuah helikopter terbang dengan ketinggian yang rendah. Senyumnya merekah.

Kyu Hyun melirik Hyuna yang masih tertidur di dalam pelukan hangatnya, pria itu mengusap pipi Hyuna bermaksud untuk membangunkannya. Tapi kemudian, ia terkejut saat mendapati badan Hyuna yang bertambah panas. Sangat panas, seperti api membakar tangan Kyu Hyun saat pria itu menyentuhnya.

“Ya Tuhan, Hyuna. Sakitmu bertambah parah” racaunya.

Dengan hati hati, Kyu Hyun meletakkan kepala Hyuna ke pasir dan menidurkan perlahan tubuh gadis itu disana. Kemudian dia berlari mendekati tulisan S.O.S dan melambai lambaikan tangannya ke arah helikopter itu.

“HEY! HEEY! KAMI DISINI!” Kyu Hyun berteriak keras keras, pria itu eloncat loncat.

“HEY!! DISINII”

Tak lama, Kyu Hyun merasa perbuatannya tak sia sia. Kepala helikopter itu berbalik. Kyuhyun masih tersus melambaikan tangannya sambil meloncat loncat supaya sang pengemudi melihatnya.

Helikopter itu mendekat, perlahan turun dan mendarat di pantai itu. lebih tepatnya, pulau tak berpenghuni itu. Kyu Hyun bahagia luar biasa, pria itu berlari menuju helikopter itu bahkan sampai terjatuh beberapa kali. Akhirnya Tuhan mendengar doanya.

Beberapa orang keluar dari dalam sana dan membawa tandu. Dua diantaranya memapah Kyu Hyun tapi Kyu Hyun menolak “Disana, gadisku sakit. Dia butuh pertolongan”

Kyu Hyun berlari kembali mendekati Hyuna, sehingga beberapa orang mengikutinya. Pria itu beringsut, mendekap Hyuna dan membopongnya. Meletakkan gadis itu di atas tandu abu abu yang telah tersedia. Kyu Hyun berlari ikut membantu memegang kendali atas tandu Hyuna, namun ketika merasakan suatu yang nyeri menghantam bagian dalam kepalanya ia merasa limbung. Jatuh, dan tak sadarkan diri.

-o0o-

Gadis itu mengerjap dalam tidurnya. Bulu matanya yang lentik bergerak gerak pelan hingga akhirnya kelopak mata itu terbuka sepenuhnya. Hal yang dapat ia tangkap pertama kali adalah ruangan serba putih, bau khas obat obatan dan suara dentingan jam dinding yang mengalun mengisi kekosongan di ruangan itu.

Kerongkongannya terasa kering seperti gurun pasir yang tak tersentuh air. Matanya menangkap segelas air putih di sisi ranjangnya. Dengan berusaha bangun, gadis itu berusaha mengambilnya. Menggapai gapai hingga dalam waktu kurun waktu 5 menit terbuang percuma karena sepertinya dia masih sangat lemah.

Seseorang mengambil alih usahanya, mengambil gelas itu lalu membantunya untuk minum. Sesaat, gadis itu membeku. Kyu Hyun. Pria itu ada di depannya, dengan senyum lembutnya yang membuat Hyuna menghangat.

“Bagaimana keadaanmu?” Kyu Hyun bertanya setelah Hyuna menghabiskan segelas air putih itu dan kini pria bertubuh tinggi itu duduk di pinggiran ranjang, menatap dalam mata Hyuna.

“Sudah membaik, kurasa. Tapi aku masih merasa lemas. Apa yang terjadi?”

“Mereka menemukan kita. Tepat saat kau tak sadarkan diri. Dan aku sangat bersyukur karena itu. Kalau tidak, aku pasti kacau. Tidak tahu harus berbuat apa. Melihatmu tak berdaya di saat tak ada apapun yang bisa dijadikan obat” Kyu Hyun tersenyum lagi.

“Kapan?”

“Kemarin. Dan kau tertidur sangat lama. Baru bangun hari ini”

“Maaf” Hyuna menunduk.

“Minta maaf untuk apa? Karena sakit?”

Hyuna mengangguk, Kyu Hyun tertawa kecil “Setidaknya, karena kau sakit aku bisa mendapatkan satu ciuman darimu”

Wajah gadis itu merona dengan hebat, teringat dalam otaknya malam dimana ciuman pertamanya dengan seorang pria di sebuah pulau tak berpenghuni. Tapi kemudian hatinya menghangat saat sadar bahwa faktanya pria yang menjadi ciuman pertamanya adalah Kyu Hyun.

Hyuna ganti melirik ke arah Kyu Hyun. Pria itu mengenakan pakaian rumah sakit sama seperti dirinya. Dan wajahnya pun sedikit pucat.

“Kau bagaimana?”

“Aku baik baik saja. Hanya kelelahan dan kurang vitamin. Dehidrasi juga” Kyu Hyun terkikik membuat Hyuna mengerutkan keningnya. Apa itu adalah suatu hal yang perlu di tertawakan?

“Mungkin besok kita sudah boleh pulang”

Hyuna mengangguk dan mereka kembali terdiam dalam keheningan.

-o0o-

“Hyuna!!” Ji Soo berhambur kepelukan Hyuna sesaat setelah gadis itu membukakan pintu flat nya. Sedikit kewalahan karena Ji Soo memeluknya dengan tiba tiba dan sangat kencang.

“Yah! Aku se-saaaak” Hyuna menepuk nepuk pundak Ji Soo sambil berkata dengan terbata bata.

“Oh! Maaf maaf! Ya Tuhaaaan.. aku senang sekali kau selamat dan baik baik saja! Kau tidak tahu betapa menyedihkannya sahabatmu ini saat mendengar kau jatuh dari kapal! Sampai sampai aku berfikir aku akan gila karena terus memikirkanmu”

Hyuna tertawa pelan “Terimakasih karena sudah mengkhawatirkanku” kata gadis itu lalu kembali memeluk Ji Soo. Dan keduanya masuk ke dalam, duduk di sofa bercorak merah itu.

“Jadi.. bagaimana perjalanannya? Kapan kau sampai?”

Ji Soo mendengus “Kau fikir aku bisa bersenang senang di atas kapal setelah mendengar kejadian yang menimpamu itu?!”

“Kemarin pelayaran berakhir dan baru hari ini aku bisa terbang kembali ke Korea. Padahal saat mendengar kabar bahwa kau sudah selamat dan berada dirumah aku memaksa PD-nim untuk segera pulang. Tapi ternyata, ada hal penting yang harus diurusnya terlebih dahulu. Jadilah kami serombongan kembali hari ini dan asal kau tahu, aku baru saja mendarat dan langsung menuju kerumahmu!” Ji Soo melanjutkan dengan menggebu gebu.

“Padahal kalau difikir fikir lagi, sayang sekali aku tidak menghabiskan sisa 3 hari di Allure waktu itu” Ji Soo meletakkan telunjuknya di dagu seolah sedang berfikir betapa menyesalnya dia tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Hyuna hanya tertawa dan meninju kecil lengan sahabatnya itu.

“Ah! Ku dengar kau bersama si tampan CEO Cho Enterprise itu kan?” tatapan Ji Soo menghujam Hyuna membuat gadis itu tersentak. Dengan kaku Hyuna menganggukan kepalanya.

“Jadi bagaimana? Apa yang terjadi?”

“Apa yang terjadi? Yah.. tentu saja kami terdampar”

Ji Soo berdecak “Bukan itu, menghabiskan berhari hari hanya berdua di pulau tak berpenghuni apa tidak terjadi sesuatu?” Ji Soo menaik-turunkan kedua alisnya dan tatapan matanya berubah sangat antusias.

“Tidak terjadi apa apa nona Yoon. Kami terdampar mana sempat memikirkan hal hal seperti itu”

Ji Soo memincingkan matanya tampak tak percaya. Dan Hyuna tau, dia tidak bisa melawan dari serangan Ji Soo yang sudah menggebu gebu itu.

Well…”

“Err.. kami.. ya.. kami hanya.. yaah~”

Ji Soo berdecak, tampak sebal dengan kalimat Hyuna yang terbata bata seperti bahasa alien yang tak dimengertinya.

“Kami sempat..” Hyuna tampak ragu menceritakannya.

“Berciuman”

“….”

WHAT?!”

“Jangan berteriak di depanku Yoon Ji Soo!”

Ji Soo yang masih terpengaruh dengan entah apa itu namanya, segera beraksi. Gadis itu menarik paksa tangan Hyuna memaksa gadis itu untuk meneruskan ceritanya.

“Apalagi yang ingin kau dengar ha?”

“Semuanya”

“Aku sudah menceritakan semuanya. Kau ini menjengkelkan sekali”

“Aku bukan menjengkelkan Hyuna. Ini adalah hal besar. Aku hanya begitu antusias”

“Seorang pria dan wanita yang berciuman adalah hal besar? Lalu bagaimana dengan pasangan pasangan di dunia ini yang mencapai angka ribuan. Atau bahkan tak terhitung”

“Bukan itu Hyuna bodoh” Ji Soo mendecak kesal “Seorang CEO tampan, muda, kaya raya dan single. Lalu, seorang gadis biasa yang berprofesi sebagai reporter. Keduanya berciuman. Bukankah itu fantastik?”

Hyuna termenung tiba tiba. Entah kenapa ucapan Ji Soo barusan seolah membangun kesadaran alam bawah sadarnya. ‘seorang gadis biasa’ ?

-o0o-

Ketika Ji Soo melangkahkan kakinya masuk ke dalam flat sederhana miliknya dia dikejutkan dengan kehadiran seseorang. Rasa terkejutnya langsung berganti dengan rasa kesal ketika melihat sosok yang tak asing itu terduduk di sofa kecil miliknya dengan angkuh.

“Turunkan kakimu dari meja itu Kim Hee Chul!” Ji Soo berteriak kesal. Lalu dengan hentakan kakinya yang marah seperti anak kecil, dia menyingkirkan kaki Hee Chul dengan kasar dari atas meja.

“Kapan kau akan bersikap sopan pada kakakmu ini, Hey gadis nakal!”

Ji Soo merebahkan tubuhnya di samping Hee Chul “Baiklah, eonnieeeee” kata Ji Soo yang seketika membawa tangan Hee Chul untuk menjitak kepalanya. Ji Soo meringis

“Oppa! Ini sakit!”

“Rasakan. Suruh siapa memanggilku begitu”

“Aku kan benar. Lagipula, kau terlalu cantik untuk ku panggil oppa. Mungkin dulu, eomma menginginkan anak perempuan saat mengandungmu. Jadi, kau terlahir cantik meskipun kau itu lelaki”

“YAISH..  KIM JI SOO!!!” Hee Chul hendak melayangkan kembali jitakannya pada Ji Soo. Namun suara Alice terdengar membuat nya terhenti.

“Alice!” Ji Soo berteriak senang lalu berdiri dan menghambur ke pelukan Alice. “Perutmu semakin besar. Ini menakjubkan” tatapan mata Ji Soo jatuh ke perut Alice yang membuncit.

“Yeps. Benar benar menakjubkan, kan?”

“Sudah kukatakan berkali kali untuk sopan terhadap orang yang lebih tua nona Kim” Kata Hee Chul yang jenuh melihat tingkah adiknya yang terkadang suka seenaknya sendiri.

Ji Soo menghela nafas lalu tatapannya beralih pada Hee Chul dan tangannya tetap mengelus perut buncit Alice “Bukankah dari dulu aku selalu memanggil Alice dengan hanya ‘Alice’ saja? Dia kan punya darah Eropa, terdengar aneh jika aku harus memanggilnya ‘Alice Eonnie’ Iww” Ji Soo bergidik sendiri dengan ucapannya “Sudahlah Pak Tua,  jangan menceramahiku terus”

“MWO?! YAA! Kau panggil apa oppa mu ini?!”

“Pak Tua. Oh, ini lebih bagus. Pak Tua yang menyedihkan karena diumurnya yang sudah Tua belum juga menikah”

“Gadis ini benar benar–”

“CUKUP!” Alice berteriak. Merasa jengah dengan kelakuan dua orang di depannya yang tidak pernah berubah. Jika bertemu, akan ada adegan Tom & Jerry disini.

“KALIAN–” Alice menunjuk Hee Chul dengan telunjuknya, kemudian menunjuk Ji Soo setelahnya. “Jika dalam satu jam kedepan masih ingin bertengkar, aku akan pulang sekarang”

“JANGAN!” Sekarang, Alice dikejutkan dengan kekompakkan kakak beradik ini.

Alice mengangkat alisnya meminta penjelasan pada Hee Chul maupun Ji Soo. Ji Soo angkat bicara “Aku yakin oppa masih ingin melihatmu lebih lama Alice. Jadi kumohon tinggalah dan nanti biar Pak Tua itu yang mengantarmu” Celetuknya santai dan berjalan ke arah kamar untuk berganti baju. Tanpa menghiraukan tatapan Hee Chul yang seakan akan ingin memakannya.

“Jadi..?” Tanya Alice pada Hee Chul “Eh..anu .. itu” Hee Chul gagap seketika “Ini sudah malam. Tidak baik wanita hamil sepertimu keluar sendirian” Kata Hee Chul setelah cukup yakin bahwa nada bicaranya terdengar normal.

Alice mengangguk “Makanan yang tadi kita beli sudah kusiapkan. Panggil Ji Soo dan kita makan bersama”

-o0o-

“Jadi, kau sudah bertemu dengan temanmu itu?” Hee Chul bertanya di sela sela acara makan malam –yang benar benar sudah malam- mereka. Memilih untuk duduk di sofa ruang tamu dan berbincang sembari menyantap makanan.

Ji Soo mengangguk “Yeps. Dan aku sangat lega dia baik baik saja. Kau tidak tahu bagaimana hancurnya aku saat mengetahui dia jatuh dari kapal, oppa” Ji Soo bersedih kemudian mendapatkan elusan hangat di pundaknya dari Alice.

“Adikku memang penyayang. Persis seperti kakaknya ini. Tak heran kau mudah bergaul. Dengan sifat humble mu itu, yang tentunya kau dapat dari aku” Hee Chul membanggakan dirinya.

“Yah, dan tentu saja sifat narsis mu tak pernah sembuh Kim Hee Chul” Alice menggelengkan kepalanya dan Ji Soo tertawa cekikikan.

“Lalu sekarang, kau sudah bisa menepati janjimu kan?” Hee Chul kembali bertanya, membuat Ji Soo mengadahkan kepalanya menatap sang kakak lalu berdecak “Aku tahu kau kemari hanya untuk itu”

“Yeah. Memang ada hal lain yang harus kubicarakan denganmu?”

“Kau menyebalkan!”

“Well, terimakasih” Hee Chul meneguk kaleng sodanya “Jadi, Kim Ji Soo, kapan kau berencana menyudahi ini semua, dan membuang marga ‘Yoon’ samaranmu itu?!”

“Bersabarlah sebentar oppa. Aku masih ingin menikmati hidupku”

“Yak! Sudah seberapa sabar aku ini? Empat tahun dan kau membiarkan kakakmu ini bekerja sendiri di kantor?! Berhentilah bermain main dan bantu aku mengurus perusahaan”

Alice yang melihat Hee Chul sudah meletakkan makanannya dan lebih fokus mengajak Ji Soo bicara segera tanggap. Dia membereskan bekas makanan mereka, mengumpulkan kaleng soda dan membawanya kebelakang. Membiarkan Hee Chul berbicara pada adiknya.

“Siapa yang bilang aku hanya main main? Ini mimpiku, oppa. Kau tahu itu. Dan aku cukup senang dengan apa yang aku dapat saat ini”

Hee Chul mengehela nafas “Aku tahu. Dan asala kau tahu, aku bangga kau punya fikiran seperti itu”

“Nah, kau saja bangga padaku. Lalu apa masalahnya? Toh, perusahaan juga terlihat baik baik saja tanpa aku kan?”

“Tapi aku sudah mulai menjalankan rencana kita. Aku ingin kau di dekatku jika sewaktu waktu aku membutuhkanmu”

“Aku tahu,oppa. Kau baru saja memulainya. Belum akan muncul masalah serius disini. Lagipula, aku juga bisa membantumu dengan posisi ku saat ini”

Hee Chul mengerutkan dahi “Maksudmu?”

“Kau tahu, kurasa kita akan kedatangan anggota keluarga baru” Ji Soo mengambil apel yang ada diatas meja. Menyandarkan tubuhnya ke snadaran sofa, lantas menggigit apel itu dengan santai. Menikmati wajah bingung Hee Chul yang tampak bodoh di depannya.

“Aku semakin tidak mengerti apa yang kau katakan”

“Dan aku sangat menikmati tampang bodohmu itu Kim Hee Chul” Ji Soo tertawa.

“Yaak!!” Hee Chul melempar bantalan sofa ke arah adiknya, membuat Ji Soo berhenti tertawa. “Jelaskan padaku!”

“Oke oke. Hyuna bilang padaku bahwa saat kejadian kemarin itu, dia dan Kyu Hyun berciuman. Kau fikir apa? Bukankah ini berrti mereka ada hubungan? Wah, aku sangat senang kalau memang Hyuna yang akan menjadi sepupu kita”

“KAU BERCANDA?!”

“Tidak” Hee Chul terlihat sangat terkejut tapi Ji Soo menanggapinya dengan santai.

Hee Chul mengikuti adiknya, menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi. Memejamkan mata, dia memijit sekitaran pelipisnya.

“Ji Soo” Panggil Hee Chul, masih memejamkan matanya

“Hmm?” Ji Soo menjawab dengan gumaman sembari mengunyah apelnya.

“Kim Ji Soo”

“Apa, oppa?!”

“Kuberi kau waktu satu bulan lagi untuk menikmati duniamu. Setelah itu, pulang dan bantu aku. Kita harus benar benar menjalankan rencana ini. Se.ce.pat.nya”

Tanpa melihat, Ji Soo tahu kakaknya tidak sedang main main. Untuk itu, dia hanya mengangguk patuh dan mereka terdiam dalam hening dan kesunyian malam yang semakin pekat.

***

HOLA!

Akhirnya bisa update ini lagi yah :”

Dan berhubung sudah memasuki bulan Ramadhan, aku pribadi nih mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan yah! Semoga tahun ini penuh berkah {} ^^

ps : Typo? Sorryyyyyyyy :p

Advertisements

124 thoughts on “Allure of The Seas #Bab5

Add yours

  1. Ahh akhirnya kyu sama hyuna selamat, semogaa hubungan mereka berdua tampah dekatt, dan semoga saling terbuka 😃
    Jadi hee chul sama jisoo itu sepupu kyu, dan kira kira apa yg direncanain mereka berdua ya

  2. rencana apa sih? apa maksudnya ini? heechul jisoo ama kyu saudara? lalu katanya jisoo punya adik, siapa itu? ahh.. bikin penasaran. btw ku kira alice hamil ama heechul, rupanya bukan ya?
    ijin baca next part.

  3. Wow hubungan mereka semakin maju aja kkk. Jd heechul & ji soo sepupu kuyuhyun?tp kyanya kyuhyun ngga tau kan? terus mereka ada rencana apa?

  4. Kyu, heechul dan jisoo saudara?
    Tapi, rencana apa yg sedang dirancang oleh jisoo dan heechul?
    Aku kira heechul itu musuhnya kyu, tapi kenapa pas kyu hilang, dia sangat” khawatir dg kyu?

  5. rencana apa? ah jadi makin penasaran💔 heechul jisoo sama kyu saudara? lalu katanya jisoo punya adik, siapa itu? ahh..makin bikin penasaran. btw, aku kira alice hamil sama heechul, rupanya bukan ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: