Allure of The Seas #Bab4

10410906_933990119979173_4056174074798696315_n

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 큰 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#BAB 4 : The Accident

Makan malam kali ini terlihat berbeda dengan biasanya bagi Hyuna, gadis itu tampak lebih pendiam dan canggung. Bagaimana tidak? Ia hanya berfikir bahwa akan ada Hye Mi dan ibunya, Ahra disini. Tapi nyatanya apa? Cho Kyu Hyun sedang duduk dengan berwibawa tepat di depannya. Memotong dengan gerakan sesopan mungkin steak yang telah tersedia di hadapannya.

Sesekali, Hyuna tersenyum menanggapi celotehan Hye Mi yang duduk disampingnya, sedang Ahra duduk di depan anaknya itu. Hye Mi memakan sepiring spaghetti, jadi lebih memudahkan gadis kecil itu untuk menggapainya dengan garpu.

Hyuna merutuki kebodohannya yang pada saat ini terlihat tidak fokus, berkali kali mencuri pandang ke arah Kyu Hyun yang malam ini benar benar sangat sempurna! Hanya dengan pakaian se-casual itu? Ya Tuhan, Hyuna tidak percaya ini. Tempo hari, ia bisa berbicara sedikit lebih nyaman dengan Kyu Hyun. Tapi malam ini apa? Untuk sekedar menatapnya lebih dari 5 detik saja dia susah.

Beruntung celotehan Hye Mi dan Ahra yang terkadang mengajaknya bicara membuat hatinya sedikit tenang dan lebih rileks.

“Jadi kau berjuang sendiri untuk menghidupi dirimu di kota sebesar Seoul? Tck, kau benar benar gadis hebat Hyuna~ssi” Ahra terkagum kagum setelah mendengar jalan cerita Hyuna, sementara gadis itu menanggapinya dengan beberapa kali tersenyum malu.

“Kau masih punya saudara?”

“Ada, bibiku. Dia tinggal di Busan. Sesekali, aku pergi kesana untuk menjenguk nya”

“Kalau begitu, mampirlah sesekali ke rumahku. Aku yakin Hye Mi juga akan senang”

“Maaf?” Hyuna terkejut, ia tak salah mendengar kan? Gadis sepertinya.. diperbolehkan mengunjungi rumah Cho Ahra? Seorang keturunan chaebol terkemuka di Korea. Tidak bisa dipercaya!

Noona, kau ini apa apaan? Bagaimana bisa menyuruh orang asing untuk berkunjung” kini Kyu Hyun buka suara. Terkesan sangat angkuh dan dingin. Ahra menyenggol pelan lengan adiknya itu, sementara Hyuna tersenyum kecut dan menunduk. Tiba tiba saja dirinya merasa kecewa, entah untuk apa.

“Ah, maafkan dia. Mungkin dia hanya khawatir karena kau gadis yang baru kami kenal. Dan selama ini, aku jarang kedatangan tamu. Teman temanku semua berada di luar negeri, dan terkadang aku menghabiskan waktu di kantor untuk membantunya” Ahra berbicara pada Hyuna, meminta maaf akan sikap tidak sopan Kyu Hyun

“Tidak apa apa, aku mengerti”

“Terkadang, aku juga khawatir meninggalkan Hye Mi dirumah hanya bersama Minji dan pelayan pelayan lainnya. Untuk itu, sepertinya mengundangmu ke rumah bukan ide yang buruk. Lagipula, aku merasa kau gadis yang baik. Bahkan Hye Mi bisa cepat akrab denganmu”

“Akan kupikirkan” jawab Hyuna sekenanya.

-o0o-

Hyuna berjalan dengan canggung di sebelah Kyu Hyun. Mereka berdua baru saja menyelesaikan makan malam dan akan keluar dari area resto. Hanya berdua.

Ahra dan Hye Mi sudah kembali duluan setengah jam yang lalu karena si kecil merengek ingin tidur. Jadilah mereka hanya berdua, meneruskan makan malam yang tadinya canggung menjadi lebih canggung.

Baru melangkah keluar, Kyu Hyun berhenti tiba tiba. Membuat Hyuna yang berada di sampingnya juga otomatis berhenti. Gadis itu menatap Kyu Hyun dengan pandangan heran, tak lama ia lalu memusatkan perhatiannya pada arah pandang Kyu Hyun.

Dong Hae berjalan dari arah berlawanan, tersenyum manis tapi sedikit angkuh dan sinis.

Well, well, well. Tak kusangka bisa melihat tuan Cho yang terhormat ini bersama seorang gadis. Biar kutebak, kencan? Waah.. benar benar hal yang langka” kata pria bermarga Lee itu setelah berhenti tepat di depan Kyu Hyun. Kembali, Kyu Hyun dapat melihat Sung Min berada didekat Dong Hae.

“Aku sedang tidak dalam mood yang baik untuk meladenimu. Jadi sebelum kuminta kau minggir dengan cara yang tidak sopan, lakukan dengan baik baik sekarang” Kyu Hyun berkata tegas, soara bariton khasnya menusuk gendang telinga Hyuna. Membuat gadis itu sedikit menciut karenanya.

“Ah~ ternyata pangeran tampan yang satu ini sedang tidak mau bermain main denganku? Apa kalian berdua ingin masuk ke dalam salah satu kamar dan menghabiskan waktu bersama? Jangan terburu buru Cho, santai dude

Hyuna tersentak, bisa bisanya orang terhormat yang berdiri di depannya itu mengatakan hal rendah. Sementara Kyu Hyun, pria itu tampak lebih tenang namun kedua tangannya mengepal di masing masing sisi tubuhnya.

“Enyahkanlah pikiran seperti itu dari otakmu Lee Dong Hae~ssi. Aku bukan kau, ingat?” setelah mengatakan itu Kyu Hyun yang reflek langsung menggapai tangan Hyuna. Menarik gadis itu agar ikut dengannya, menjauh dari sana. Sementara Hyuna terlalu terkejut, tak bisa membantah untuk sementara.

Mereka tiba di tempat paling atas kapal, menikmati hembusan angin malam yang kencang. Saling bersisian memegang pinggiran kapal di tempat yang sedikit redup itu. Terdiam. Entah apa yang ada dipikiran mereka saat ini, bahkan Hyuna tidak tahu kenapa Kyu Hyun menariknya kesini.

Sesekali, Hyuna mendongak ke bawah. Lagi lagi yang ia lihat hanya hamparan air laut yang kini terlihat berwarna hitam. Terombang ambing dan terhempas keras membentur bagian kapal. Membuat gadis itu bergidik ngeri.

“Apa yang kau fikirkan?” tanya Kyu Hyun saat mendapati ekspresi aneh terpatri di wajah Hyuna saat gadis itu mendongak ke bawah.

“Tidak ada”

“Kau mau aku percaya?” Kyu Hyun berkata dengan tenang, tapi nadanya terlihat menuntut penjelasan lebih jauh. Hyuna menghela nafas, sepertinya pria ini memang sulit untuk dibantah. Kyu Hyun jelas punya kemampuan untuk mengintimidasi seseorang dengan cara bicara, atau bahkan tatapan matanya.

“Aku hanya memikirkan, bagaimana jika aku jatuh ke sana. Aku pasti akan mati”

Kyu Hyun mendengus, namun ia ingin tertawa. Kenapa gadis ini begitu polos? Batinnya. “Fikiran bodoh macam apa itu?”

Hyuna melengos menatapnya “Aku tahu kau akan berkata seperti itu. Huh~ seharusnya aku tak usah bicara tadi” Hyuna kembali memalingkan wajahnya ke hamparan laut lepas sejauh ia memandang.

“Aku punya kejadian tidak mengenakan dengan laut. Jadi itu membuatku sedikit takut”

“Kau trauma?”

“Yah, bisa dikatakan seperti itu”

“Kenapa?”

Hyuna terdiam, terlihat ragu untuk meneruskan “Orang tuaku tenggelam dalam sebuah pelayaran”

Kyu Hyun terdiam, tampak simpati “Dulu, aku marah pada Tuhan karena tetap membiarkan ku hidup sementara dia mengambil kedua orang tuaku. Tapi semakin lama aku semakin sadar, untuk apa menyalahkan Tuhan? Yang harus aku lakukan adalah bangkit dan meneruskan hidupku. Bukankah itu jauh bermanfaat daripada harus meraung raung tidak jelas dan marah pada Tuhan yang kita sendiri tahu itu tidak akan merubah nasib”

“Dan untungnya kau bisa menjalani itu. Sepertinya, pekerjaanmu sekarang bisa membuatmu hidup nyaman”

Hyuna tersenyum “Tentu saja, ini lebih dari cukup untuk menghidupi diriku” kali ini giliran Kyu Hyun yang tersenyum, namun Hyuna tak melihatnya. Sadar atau tidak, sedari tadi mata Kyu Hyun tidak pernah lepas dari gadis itu. Ada satu titik temu dimana ia mengharuskan hatinya untuk terus melihat, menatap dan memandang gadis yang bahkan belum seminggu dikenalnya itu.

“Aku turut prihatin atas meninggalnya orang tuamu” Kyu Hyun menatap Hyuna lembut saat gadis itu berbalik dan memandangnya. Sorot mata mereka bertemu, terlihat percikan lain yang muncul disana. Dan Hyuna bisa menemuka ketulusan dari dalam situ.

“Terimakasih”

Kyu Hyun tidak tahu harus berkata apa, harus berbuat seperti apa. Pria itu merasa sesuatu mengikatnya. Ada satu hal di dalam dirinya yang membuat pria itu betah berlama lama memandang Hyuna. Gadis ini.. ada sesuatu pada dirinya. Batin Kyu Hyun.

Dengan niat untuk mencari tahu perasaannya lebih dalam, Kyu Hyun mencoba memangkas jarak di antara mereka, sedikit demis sedikit keduanya terlihat lebih dekat sekarang. Jantung Kyu Hyun serasa bertalu talu, begitupun dengan Hyuna. Kyu Hyun mendekat, menjagkau wajahnya ke arah Hyuna semakin dekat.

Namun, suara ponsel yang berdering membuat keduanya sontak menoleh ke arah lain dengan sendirinya. Kyu Hyun terlihat berdehem, ia salah tingkah. Saat sadar bahwa ponselnya yang berbunyi, pria itu segera mengangkatnya.

Sementara Hyuna, gadis itu menggigit bibirnya dan menghembuskan nafasnya. Ia mengusap kedua pipinya yang mungkin sudah memerah. Lalu gadis itu juga sadar akan ketukan jantugnya yang memompa lebih cepat dari biasanya.

“Oh, Noona–” Ahra yang menelpon.

Sementara Kyu Hyun sibuk dengan ponselnya, Hyuna kembali termangu dan menatap langit. Tersenyum sebentar saat melihat dua bintang yang kini berkelap kelip, seakan menayapanya. Ia yakin, itu adala kedua orang tuanya.

Tiba tiba, terjadi guncangan hebat di kapal, membuat keduanya sedikit oleng dan bergerak tak beraturan arah diatas kubin. Hyuna sedang memakai heels malam ini, dan itu suatu kesalah besar. Heelsnya patah hingga kakinya nampak tak seimbang dan guncangan itu membuat tubuhnya condong terlalu kedepan. Keseimbangannya hilang dan gadis itu mengeluarkan teriakannya yang membuat Kyu Hyun menoleh. Terlambat. Hyuna kini tengah bergelayut memegang sisi kapal dengan ancaman tubuhnya akan jatuh ke laut sana.

“Hyunaaa!!” Kyu Hyun berteriak saat ia sadar Hyuna terjatuh, tidak tidak gadis itu masih menahan tubunya dengan berpegangan sisi kapal.

“Ky-kyuhyun~ssi.. jebal tolong aku” Hyuna memohon, suaranya terdengar sangat lirih dan matanya sayu. Dia menangis. Traumanya kembali hadir. Ketimbang berteriak teriak ketakutan, Hyuna lebih menunjukan reaksi takutnya itu lewat sorot matanya. Gadis itu terlalu takut. Amat sangat takut. Sementara itu, Kyu Hyun mencoba meraih pergelangan tangannya.

“Tenanglah, aku menolongmu” kata Kyu Hyun yang masih berusaha menarik Hyuna keatas. Pikirannya kacau, Kyu Hyun dapat melihat setitik air mata jatuh, dan sorot mata gadis itu yang memancarkan ketakutan.

Kyu Hyun masih terus mengangkat Hyuna dari sana ketika guncangan itu kembali terjadi. Sangat malang bagi keduanya, Kyu Hyun kehilangan keseimbangannya dan membuat pria itu condong ke depan. Lalu,

‘PYAAAR’

Hyuna tidak tahu apa yang terjadi, hal terakhir yang ia ingat adalah teriakan Kyu Hyun yang menyuruhnya untuk tidak khawatir, karena pria itu akan selalu berada disisinya. Hyuna bahkan masih merasakan genggaman pria itu ditangannya, hangat. Setelah itu, semuanya hitam. Gadis itu tidak dapat mengingat, atau melihat apapun lagi. Tubuhnya menggigil, mulutnya terasa penuh oleh air, dadanya sesak, matanya panas dan mengabur lalu semua hilang dari pandangannya.

-o0o-

Kicauan burung terdengar begitu nyaring. Matahari bahkan sudah merangkak naik, memancarkan setiap cahanya ke segala belahan dunia. Tak ayal, mengusik sesosok tubuh yang kini tengah telungkup di hamparan pasir putih itu.

Kyu Hyun mengerjap, beberapa kali mencoba membuka matanya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Menerka nerka, dimana dia sekarang.

Setelah matanya terbuka sempurna, ia melihat berbagai macam tumbuhan yang tumbuh lebat di hadapannya. Hutan. Lalu pria itu melihat kebawah, alasnya berbaring kini. Pasir. Seketika memorinya memutar cepat ke kejadian semalam. Dia jatuh, dari atas kapal setinggi 72 m. Bersama seorang gadis. Gadis? Tunggu, Hyuna? Dimana dia?

Kyu Hyun langsung terduduk, sedikit menggerang merasakan perih di beberapa bagian kulitnya yang terluka. Ia bangun lalu melihat ke sekitar, dan hanya menemukan paparan Hutan dan luasnya laut di depan mata. Dimana Hyuna?

“Hyunaaaa?! Park Hyuna~ssi!!” Kyuhyun berteriak dan mecoba berjalan.

Kakinya berhenti melangkah saat melihat sesosok tubuh tergeletak dengan dress putihnya di samping batu besar di sisi pantai sebelah selatan. Kyu Hyun menajamkan matanya, tak perlu waktu lama untuk menyadari kalau itu Hyuna.

Dengan gerakan secepat yang ia bisa, pria itu berlari menggapai tubuh Hyuna. Meraihnya, meletakkan kepala Hyuna di atas pahanya lalu menepuk nepuknya pelan. Ya Tuhan, Kyu Hyun tiba tiba merasa sesak hanya dengan melihat penampilan gadis itu. wajahnya pucat dan di leher serta tangannya terdapat beberapa luka, sama sepertinya. Bajunya yang berwarna putih juga sudah ternodai kotaran disana sini.

“Hyuna, Hyuna bangun. Kumohon bangun” nafas Kyu yun terengah engah, ia masih mencoba membangunkan Hyuna karena tahu gadis itu masih hidup setelah Kyu Hyun memeriksa denyut nadi, serta pernafasannya.

“Ya Tuhan. Bangunlah, Hyuna” Kyu Hyun menggoncangkan tubuh Hyuna, sesekali menekan perutnya mencoba mengeluarkan air yang mungkin saja tertelan.

Tak berapa lama, Hyuna terbatuk. Sedikit air menyembur dari mulutnya. Kyu Hyun tersenyum lega, sangat lega hingga ia terduduk dengan mencoba menetralkan jantungnya. Syukurlah.

Gwenchana?” Kyuhyun bertanya

Hyuna menoleh, dengan pandangan yang masih berat ia mencoba bicara pada Kyu Hyun “Apa yang terjadi?” tanya gadis itu dengan suara serak. Kyu Hyun membantunya untuk duduk.

“Kau tidak ingat? Semalam kita jatuh dari atas kapal”

Hyuna terdiam lama, lalu tiba tiba gadis itu menggigit bibirnya. Sorot matanya kembali menunjukan ketakutan yang Kyu Hyun lihat semalam. Dan lagi, gadis itu mengeluarkan setitik air mata. Dia ketakutan.

“Sst.. tenang, ada aku disini. Kita masih hidup” Kyu Hyun mencoba menenangkannya, menggegam tangannya.

Namun gadis itu masih memandang kebawah dengan tatapan kosong, kini ia terisak. Kyu Hyun dengan sigap menarik Hyuna dalam pelukannya, berharap dengan ini bisa membuat gadis itu tenang.

Isakan Hyuna semakin keras, tanpa sadar gadis itu mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. Bahunya bergetar hebat, tangannya yang mencengkram kemeja Kyuhyun juga bergetar. Kyuhyuns semakin mendekapnya, guna menghilangkan rasa takut itu dalam diri Hyuna.

Ketika Kyu Hyun sadar bahwa ketakutan Hyuna bukanlah ketakutan yang biasa, dia meringis dalam hati.

Mereka masih betah dalam posisi itu, hingga akhirnya tangisan Hyuna mereda. Gadis itu bangun dari pelukan Kyu Hyun dan menatapnya dengan sorot khawatir.

“Apa kita akan baik baik saja?”

Kyu Hyun menatapnya, lembut. Jelas sekali bahwa pria itu tidak ingin meninggalkan Hyuna sekarang, demi alasan apapun. Ia akan terus berada disisi gadis itu “Kita akan baik baik saja, aku berjanji”

-o0o-

… sampai saat ini, kedua—orang itu belum ditemukan oleh tim SAR. Kemungkinan mereka selamat adalah 40 persen, mengingat—me..ngingat keberadaan kapal ini tengah berada di lautan yang benar benar luas, jauh dari pulau yang dihuni oleh orang. Se-sekian dari berita kali ini, saya Yoon Ji Soo reporter SBC melaporkan”

Ji Soo langsung terduduk lemas diatas kubin kapal yang tengah ramai saat ini setelah ia berhasil melaporkan berita hilangnya sahabatnya itu. Gadis itu masih terlalu shock dan tidak percaya, ia bahkan membacakan berita dengan tersendat sendat. Selang berpa detik, beberapa crew yang melihatnya membantunya berdiri dan duduk, mereka juga sama. Merasa sangat terkejut dan kehilangan Hyuna.

Setelah kantor SBC News mendapat berita ini, mereka menugaskan orang orang nya yang kebetulan berada di TKP untuk membuat laporan singkat dan segera mengirim video peliputan via e-mail yang kemudian akan disiarkan di TV. Ranah Korea langsung heboh selang beberapa detik laporan ini diterima. Cho Kyu Hyun, seorang pengusaha sukses yang kaya raya hilang di tengah laut. Dan berbagai media kini berbondong bondong mencari berita. Susah memang. Mengingat mereka tidak mungkin bisa datang ke TKP yang faktanya berada di atas kapal yang sedang berlayar di tengah laut luas. Ini benar benar berita eksklusif  yang dimiliki oleh SBC News.

Tidak jauh dari sana, Ahra terlihat menangis sambil menanti dengan perasaan was was, ia terus menatap ke bawah, kearah laut, berharap Kyu Hyun muncul dalam keadaan baik baik saja. Semalam, ia yang sedang berbicara dengan Kyu Hyun dikejutkan dengan suara ribut yang aneh selang beberapa detik setelah goncangan kapal terjadi. Karena khawatir, ia langsung bergegas menuju tempat dimana Kyu Hyun berada. Beruntung, Kyu Hyun sempat memberitahu Ahra keberadaanya yang sedang bersama Hyuna. Terlambat, saat sampai Ahra hanya dapat melihat tubuh Kyuhyun yang jatuh ke bawah, tepat di depan matanya. Membuat Ahra menjerit, ketakutan. Dia merasa menjadi kakak yang gagal setelahnya, tidak bisa menolong adiknya yang  terjatuh tepat di depan matanya.

Dengan gesit, Ahra melaporkan kejadian ini pada awak kapal dan dengan cepat kejadian ini menyebar. Sampai di telinga Ji Soo pagi ini, yang sedang terlelap nyaman dalam tidur indahnya. Dan saat ini, sebagian penumpang kapal memenuhi area kejadian demi melihat langsung apa yang terjadi disana, sementara beberapa ada yang ikut prihatin. Menghampiri Ahra untuk menenangkan, dan ada juga yang menghamipiri Ji Soo karena dia yang terlihat paling shock diantara crew lainnya.

-o0o-

Hyuk Jae berjalan mondar mandir di ruangannya, lalu menatap TV layar datar di depannya kembali dengan perasaan berkecamuk. Kyu Hyun hilang! Terjatuh dari atas kapal! Itu yang dia lihat dari liputan barusan. Bagaimana ini? Bagaimana keadaan Kyu Hyun?!

Seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya, dan tak lama pria itu mempersilahkan seseorang diluar sana masuk. Sekertarisnya.

“Ada apa?”

“Seseorang dari JM Group datang pak, dia ingin bertemu anda”

Mata Hyuk Jae membulat sempurna “Apa? Kenapa tiba tiba?”  Hyuk Jae tampak merenung setelah akhirnya ia memutuskan untuk menerima tamu agung itu.

Hyuk Jae tersenyum ramah saat melihat Kim Hee Chul masuk ke ruangannya, setelah pria bergummy smile itu mempersilahkan Hee Chul untuk duduk, keduanya memulai pembicaraan.

“Ada apa? Tiba tiba datang kemari” Tanya Hyuk Jae, ia sudah cukup mengenal pria di hadapannya ini. Karena beberapa kali datang ke Cho Enterprise untuk masalah bisnis. Dan umur mereka yang tak terpaut jauh, juga membuat pria itu tidak terlalu kaku setiap kali bertatap muka dengan Hee Chul, tapi masih dalam taraf sopan yang wajar.

“Aku melihat berita, benarkah CEO perusahaan ini hilang?” tanya nya to the point, tampak segaris kekhawatiran disana, membuat Hyuk Jae memandangnya heran. Kenapa dia perduli? Batin pria itu.

“Iya”

“Lalu bagaimana?”

“Aku juga tidak tahu, Hee Chul~ssi. Aku bahkan shock berat saat mendengar beritanya. Sekarang aku hanya bisa memikirkan dimana keberadaanya, bagaimana keadaannya”

“Biar kami bantu mencari”

Hyuk Jae terlonjak, memandang Hee Chul seketika “Apa?”

“Aku akan mengirimkan orang orang ku untuk mencarinya”

“Kau serius? Maksudku, kenapa?”

Hee Chul tampak terdiam cukup lama, setelah akhirnya pria muda itu memberikan senyum untuk Hyuk Jae “Hanya membantu, kau jangan khawatir”

-o0o-

“Kau kedinginan?” Kyu Hyun bertanya khawatir pada Hyuna yang duduk disampingnya. Gadis itu menggeleng dan tersenyum sebagai jawaban.

“Ini cukup membuatku hangat” kata Hyuna sambil terus menggosokan tangannya di depan api unggun yang baru saja selesai Kyu Hyun buat dengan mengumpulkan ranting ranting dari dalam hutan.

“Sampai kapan kita disini?” Hyuna berkata lirih, membuat Kyu Hyun kembali memandangnya lagi.

“Aku tidak tahu, tapi aku yakin. Akan ada orang yang menolong kita. Percayalah”

Hyuna kembali terdiam, sesaat kemudian ia tersenyum lemah “Ini kedua kalinya”

“Apa?”

“Menantang maut di lautan”

“Apa karena ini, rasa traumu semakin dalam?”

Hyuna terdiam, sejujurnya saat mengingat betapa ia ketakutannya saat jatuh dari kapal beberapa saat lalu masih membuatnya bergidik ngeri. Bahkan gadis itu sendiri tidak yakin bahwa dirinya masih hidup sampai saat ini.

“Kurasa, ya”

“Aku berfikir, mungkin kau mempunyai banyak cadangan nyawa ya?”

Hyuna memandang Kyu Hyun heran “Maksudmu?”

“Yah, sudah dua kali kau terombang ambing di laut lepas. Tapi kau selalu bisa lolos dari maut” Kyu Hyun terkikik, membuat Hyuna tersenyum.

“Kau mengejekku?”

“Tidak, hanya menyampaikan apa yang kufikirkan” Suasana kembali hangat, dan itu memang menjadi tujuan Kyu Hyun.

Lama mereka kembali diam, Hyuna masih sibuk menghangatkan tubuhnya di depan api unggun. Mengusap usapkan kedua telapak tangannya, lalu terkadang menyentuhnya ke pipi. Tanpa ia sadari, bahwa semua kegiatannya itu menjadi pusat perhatian Kyu Hyun sejak tadi.

Kyu Hyun memandangnya. Dalam keheningan yang membingungkan, ambigu dan tampak semu. Beberapa hari ini, dan untuk pertama kalinya pria itu bisa merasa hatinya menghangat saat berdekatan dengan seorang gadis. Hyuna menyimpan sesuatu yang misterius dalam dirinya, membuat Kyu Hyun ingin dan ingin mencari tahu apa itu. Sesuatu yang bisa mengalihkan cara pandangnya terhadap wanita. Hanya Hyuna yang bisa melakukannya.

“Kau yang pertama” Kyu Hyun tiba tiba bersuara, tanpa bisa dikendalikan. Membuat Hyuna memandangnya cepat sambil mengerjapkan matanya. Tampak bingung. Namun gadis itu menunjukkan ekspressi bingung dengan begitu cantik. Membuat jantung Kyu Hyun lagi lagi berdebar hebat.

“Pertama.. apa?”

“Gadis pertama yang bisa sedekat ini denganku” Kyu Hyun tersemyum lembut, dan tiba tiba saja pipi Hyuna memerah, entah karena apa. Malu dengan ucapan Kyu Hyun, atau merasa senang karena faktanya dialah gadis pertama yang bisa sedekat ini dengan seorang CEO perusahaan besar?

“Pipimu memerah?”

Hyuna terlonjak. Segera gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kyu Hyun melihatnya! Ya Tuhan, mau ditaruh mana wajahku. Teriaknya dalam hati. Sementara itu, Kyu Hyun hanya terkikik geli melihatnya.

“Aku tidak tahu kenapa tiba tiba, tapi rasanya menyenangkan melihat pipimu merona .. karena aku?”

“T-tidak, aku hanya merasa dingin” Hyuna mengelak dan Kyu Hyun hanya tersenyum maklum. Tidak membalasnya lagi.

-o0o-

Mata Ahra terlihat sembab. Sudah berjam jam gadis itu menangis. Tentu saja mengkhawatirkan Kyu Hyun. Hye Mi baru saja tertidur, untunglah. Setelah berjam jam gadis kecil itu juga menangisi hilangnya paman kesayangannya itu.

Hari sudah berganti malam, dan MS Allure Of The Seas tetap berlayar seperti tujuan utama. Bukan, bukan mereka tidak bertanggung jawab. Hanya saja pihak pelayaran juga masih memikirkan ribuan penumpang kapal. Sementara, berpuluh puluh tim pencari telah di terjunkan untuk mencari keberadaan korban menghilang.

Malam ini Ahra keluar dari kamarnya, mengeratkan jubah gaun tidurnya yang terbuat dari bahan yang tebal berwarna putih bercorak bunga tulip. Perlahan tapi pasti gadis itu sampai di tempat kejadian dimana Kyu Hyun terjatuh. Tempat itu kini sepi, berbeda sekali dengan suasana pagi tadi yang sangat ramai dimana banyak orang yang ingin melihat.

Air matanya kembali merembes keluar dalam diam, tanpa diminta. Untuk kesekian kalinya ia ditinggal oleh orang orang yang paling ia kasihi. Orang tuanya, suaminya, dan sekarang adik kesayangannya. Dan jika dia mau mengingat, seseorang dalam masa lalunya juga pernah meninggalkannya. Diam diam Ahra berteriak dalam hati, bertanya pada Tuhan apa sebenarnya kesalahan yang ia perbuat di masa lalu hingga membuat hidupnya begitu menyedihkan. Status kekayaan yang ia miliki sama sekali tak berarti apa apa saat semua orang yang dekat dengannya menghilang. Satu persatu.

Sepasang sepatu kulit berwarna hitam tampak berhenti di samping kaki Ahra yang hanya mengenakan sandal berbulu abu abu. Dengan kesadarannya yang mulai pulih, wanita itu perlahan menoleh ke samping. Tepatnya ke arah sesorang yang kini berdiri dengan gagah disebelahnya.

“Aiden?”

-o0o-

Pagi menyongsong menghantarkan matahari merambat naik dan memancarkan sinar hangatnya. Hyuna menggeliat pelan dalam tidur uniknya, diatas pasir pantai.

Gadis itu terduduk, mengerjapkan matanya sekilas dan pemandangan yang pertama kali menyapanya sangat luar biasa. Lautan yang membentang di hadapannya membuat gadis itu tersenyum, mensyukuri keindahan Tuhan yang menciptakan alam ini dengan begitu menakjubkan.

Pandangannya beralih kesamping. Kyu Hyun masih tidur. Dengan wajah damai nya yang terlihat tenang berselancar di alam bawah sadar. Membuat gejolak dalam diri Hyuna datang seketika. Hatinya berdebar kecil, bertambah cepat saat Hyuna memutuskan untuk menelusuri wajah sempurna tanpa cela itu dengan matanya. Begitu tampan, begitu indah.

Tangannya bergerak dengan tanpa ia perintah, menyentuh beberapa anak rambut yang menutupi mata Kyuhyun. Menggesernya perlahan dengan jari jari mungil nan lentik miliknya. Dan selanjutnya, gadis itu hanya mampu terduduk dengan terus memandangi Kyu Hyun. Hanya itu, dan ia tidak merasakan bosan hingga Kyuhyun terbangun satu jam kemudian dan menangkap basah Hyuna yang sedang memperhatikannya saat tidur.

Kyu Hyun terduduk dan merenggangkan otot ototnya sekilas, lalu kembali memandang Hyuna yang kini tampak salah tingkah.

“Kau sudah bangun tapi tidak membangunkanku”

“Kau tertidur sangat pulas, aku tidak tega membangunkanmu”

Mereka kembali terdiam, sampai ketika suara  aneh menyeruak diantara keduanya. Perut Hyuna, gadis itu lapar.

Kyu Hyun menatapnya, sehingga membuat Hyuna tertunduk malu “Aku baru sadar kita tidak makan apapun sejak kemarin kita sampai di pulau tak berpenghuni ini” kata Kyu Hyun.

“Hyuna~ssi, apa kau mau membantuku mencari sesuatu di dalam hutan?” Hyuna mengangguk setuju, mereka harus menemukan sesuatu jika tidak mau mati kelaparan di pulau tak berpenghuni.

Keduanya masuk perlahan ke dalam hutan. Hasil pengamatan Kyuhyun kemarin saat mengambil beberapa ranting pohon, hutan ini tidak terlalu berbahaya sepertinya. Medan yang ditempuh juga tidak terlalu susah dan ternyata banyak pohon berbuah yang semoga saja buahnya bisa mereka makan.

“Lihat ini, aku dapat buah kenari” Kyu Hyun berujar membuat Hyuna tersenyum senang. Mata gadis itu bergerak kesana kemari, meneliti apa ada yang bisa ia temukan. Tidak mungkin hanya mengandalkan Kyu Hyun mencari makanan lalu dia hanya bantu menghabiskannya. Tidak tahu diri sekali.

Sejurus kemudian, gadis itu memetik sesuatu dan membawanya ke Kyuhyun “Ada anggur, aku tak percaya. Di tempat seperti ini?” Kyu Hyun hanya terkikik.

“Oh, itu ada buah ara!” seru Hyuna dan Kyu Hyun mengambilnya.

Mereka keluar dari hutan lalu duduk kembali di dekat perapian semalam.

“Aku akan mencoba mencari ikan, kau tunggu disini” kata Kyu Hyun. Tanpa sempat Hyuna mengeluarkan suaranya, pria itu kembali berjalan memasuki hutan lalu tak lama keluar dengan sebuah kayu panjang yang ujungnya lancip.

Kyu Hyun berjalan mendekati air, bajunya kembali basah namun pria itu tak terlalu memperdulikannya. Hyuna hanya menantinya dengan perasaan khawatir lalu kemudian gadis itu memutuskan untuk mendekatinya.

“Kau bisa?”

“Meremehkanku, huh?”

“Tidak, hanya saja itu terlihat sulit”

“Kau tenang saja”

Hyuna kembali terdiam, sejujurnya gadis itu merasa tak yakin. Sedetik kemudian dia kembali ke tempatnya. Ia mengumpulkan beberapa ranting lalu kembali menghidupkan api. Setelah berkali kali mencoba akhirnya api itu menyala, dan gadis itu tersenyum senang merasa sedikit bangga. Pertama kalinya menyalakan api hanya dengan menggesekan batu dengan batu.

Tak lama, Kyuhyun kembali dengan senyum mengembang dan dua ekor ikan ditangannya.

“Aku bisa kan?” Kyu Hyun berucap. Tanpa sadar Hyuna berteriak senang. Gadis itu kehilangan kendali sampai akhirnya ia sadar kesalahannya. Memeluk Kyu Hyun! ya Tuhan Hyuna, bagaimana bisa kau?!

“Ma-maaf” ujarnya sembari menduduk

“Tak apa, nah sekarang kita harus mengolahnya”

“Aku sudah membuat api. Kita bakar saja ikannya” Kyu Hyun tersenyum lalu mengangguk.

Setelah beberapa saat, baik Hyuna maupun Kyu Hyun hanya bisa terkapar di hamparan pasir putih itu dengan perasaan lega. Lega karena sudah mendapatkan makanan yang cukup untuk mengisi perut mereka yang kosong saat ini.

“Luar biasa” kata Kyu Hyun membuat Hyuna menoleh

“Apanya?”

“Baru kali ini aku makan makanan yang kutangkap langsung dari alamnya”

Hyuna terkikik “Tak heran, seorang CEO biasa makan makanan yang telah tersedia di meja makan mewah bukan?”

“Kau mengejekku ya?”

“Tidak, hanya.. seperti itu yang kutahu. Benar?”

Kyuhyun mendesah lalu mengangguk “Ini pengalaman pertama bagiku”

“Aku tidak asing dengan hal semacam ini. Dulu aku pernah berkemah, dan terkadang mengumpulkan makanan dari dalam hutan” Hyuna menerawang, mengingat ingat masa sekolahnya yang menyenangkan.

“Jadi seperti ini rasanya berkemah?”

Gadis itu tersenyum miris “Aku bahkan berharap kita hanya berkemah. Tapi sayangnya, sekarang kita terdampar. Dipulau, tak berpenghuni”

HAI!

Di post sebelumnya aku udah minta ijin kan yah untuk ngaret beberapa minggu ini krna jadwal ngurusin kuliah. Aku juga mau say sorry kemarin ada beberapa readers yang minta pw tapi aku baru bisa bls. Jadi abis kena musibah, Pakde tercinta aku meninggal dunia. Jadinya aku pulkam dan disana bner bner gaada sinyal. SMS kalian baru masuk setelah aku balik. Dan ini juga baru kembali dari Palembang yang nanti skitar awal Juni kesana lagi. Hmm.. bakalan tersendat sendat proses AOTS ini. Tapi, mohon memaklumi ya.. hehe.

Semoga ga ada typo. Aku cek ulang kok. tapi  buru buru -___-

Advertisements

138 thoughts on “Allure of The Seas #Bab4

Add yours

  1. Sweetnyaa kyuhyun sama hyunaa..
    Memang kalo jodoh gk lari kmnaa…
    Itu heecul sebenarnya knpa lagi?
    Kok kyknya dia berniat jahat sama kyuhyun yaa?? Dan untuk Donghae dia ada hubungan apa sama Ahra?

  2. aiden ? apa dia org dimasa lalu ahra itu ? yg udh ninggalin ahra. dan skrg mrk ktmu lg. tpi hyemi ttp bukan anak ahra dan aiden kan ? heheheh
    itu kyu sma hyuna makin akrab aja. ada bagusnya jg mrk terdampar.

  3. Sebenarnya hee chul ada motif apa sama kyu dan keluarganya?? Tapi kyknyaa dia baik deh 😀
    Ahraa juga kyknya ada masa lalu sama aiden a.k.a donghae mungkin 😂
    Yg kedampar di pulau tak berpenghuni semoga cepat ditemukan yaah 😂😂😂

  4. Hahaha…. Seorang CEO terdampar?
    Kasihan amat, tapi romantis tah… Terdampar berduaan.
    Hihi…. Awas ntar yg ke tiga …. Setan 😀

  5. terbiasa hidup mewah, sekarang kyu harus berusaha untukbertahan hidup dialam liar. seperti tarzan aja.. hihihi.. tapi tambah manid nih couple. aku tambah suka..
    authornim jjang!!

  6. Yaampun nd nyangka ceritanya bakal kya gini,,, nd bisa ngebayangin gi mna rupanya mreka jatuh dri tu kapal,, masih hidup lagi.. hebat hebat..
    daebak thor ffnya

  7. di kepala aku kebayang nya hyuna sama kyuhyun pake pakaian resmi khas pernikahan, terdampar, kotor, berantakan tapi tetep sweet 😍 berasa honeymoon kan wkwk

  8. Mereka makin so sweet aja😍😍Heechul sebenernya siapa? Knp pingin kerjasama sama kyuhyun & mau bantu cari kyuhyun? Ada motif tersenbunyi kah?

  9. Rupanya kyuna couple terjatuh dari kapal dan mereka terdampar di pulau yg tidak berpenghuni. Karna adanya insiden itu, kyuna couple menjadi dekat dan sifat kyu berubah 180 derajat dari sifat biasanya.

    Kenapa ahra kenal dg donghae? Apa mereka punya cerita masa lalu yg kenal? Dan itu yg membuat donghae benci dg kyu?
    Dan apa motif dibalik kebaikan heechul untuk menolong mencari kyu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: