Allure of The Seas #Bab3

10410906_933990119979173_4056174074798696315_n

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#BAB 3 : Getting Closer Suddenly

Kyu Hyun tersenyum dan melambai pada Hye Mi yang tengah berendam di dalam kumpulan bola bola plastik berwarna warni itu. Hari ini, Kyu Hyun sengaja mengajak Hye Mi jalan jalan seharian. Mulai dari shopping, membeli mainan, makan dan sekarang mereka tengah berada di arena bermain khusus anak anak. Hanya berdua dengan Hye Mi, tidak ada Ahra sang kakak. Dan juga Kim Minji, babysitter Hye Mi.

Tiba tiba saja ponselnya bergetar, membuat sang pria penuh pesona itu mengambilnya. Menilik sekilas siapa yang berusaha menghubunginya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun mengangkat telepon itu dan sedikit menjauh dari sana karena terlalu berisik. Lee Hyuk Jae tidak akan menghubunginya kalau tidak ada suatu hal yang mendesak.

“Ada apa, hyung?”

“Ada sesuatu yang harus kuberitahu padamu”

“Aku tahu hyung. Untuk itu kan kau menelponku? Ceritakan, ada apa?”

“Kyu, sebuah perusahaan dari Jerman ingin bekerjasama dengan kita”

“Itu berita bagus, lalu apa masalahnya?”

“Mereka ingin bertemu langsung denganmu. Aku tidak akan menghubungimu kalau aku bisa menyelesaikannya sendiri. Tapi, mereka tetap bersikeras ingin bertemu secara langsung dengan CEO Cho Enterprise. Aku sudah menjelaskan bahwa kau sedang ambil cuti dan masalah perusahaan kau percayakan padaku. Tapi mereka tetap ingin menemuimu secara langsung. Mereka bahkan menunggu sampai kau kembali bekerja. Padahal, setelah aku selidiki banyak sekali perusahaan perusahaan besar yang berlomba lomba untuk mendapatkan kerjasama dari JM Group ini. Ada yang aneh Kyu, mereka bisa saja membatalkan niat untuk bekerjasama dengan kita dan meladeni perusahaan besar lainnya itu. Tapi mereka tetap bersikukuh ingin menunggumu”

Kyu Hyun tampak berfikir. Benar kata Hyuk Jae, ada yang aneh disini. Jika memang JM Group merupakan perusahaan besar yang memiliki peluang untuk maju pesat hingga banyak perusahaan berlomba lomba ingin mendapatkan kontrak kerjasama dengan mereka, kenapa harus repot repot untuk menunggu CEO salah satu perusahaan yang sedang mengambil cuti untuk kembali bekerja? Masalah kantor sudah sepenuhnya ia tugaskan pada Lee Hyuk Jae, tangan kanannya. Seharusnya, tak masalah jika bukan dia yang hadir dalam pertemuan.

“Bagaimana Kyu?”

“Biarkan mereka menunggu, hyung

Setelah itu sambungan telepon terputus. Kyu Hyun terdiam, memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya. Mencoba menerka nerka apa motiv di balik ini semua? JM Group yang hanya mau bertemu dengannya, tidak diwakilkan oleh orang lain. Ini aneh.

Pria itu menghela nafas, lalu lebih memilih kembali ke arena mandi bola tempat Hye Mi berada. Namun matanya sontak melebar saat tak menemukan gadis kecil kesayangannya itu di dalam sana. Seketika, Kyu Hyun panik.

Pria itu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arena bermain. Lalu berjalan cepat tak tentu arah. Menilik satu persatu anak perempuan yang ada disana kalau kalau itu Hye Mi. Kyu Hyun hampir saja berteriak frustasi jika saja dia tidak mengingat bahwa ini adalah area anak anak. Pria itu tak dapat menemukan Hye Mi.

Kyu Hyun keluar dari arena bermain dan masih berjalan tak tentu arah mencari keberadaan Hye Mi. Dari toko buku, mall, restaurant sudah ia lewati tapi Hye Mi sama sekali tak terlihat. Kyuhyun semakin panik. Pria tiu dengan gusar berjalan kembali. Kali ini ia memutuskan untuk kembali ke arena bermain, mungkin saja Hye Mi ada disana dan mencarinya dengan bingung.

Kyu Hyun sempat melewati beberapa crew stasiun TV yang sedang meliput suasana ramai di arena perbelanjaan. Membuat dirinya tiba tiba tertegun, menduga duga apakah Hyuna ada di antara kerumunan itu?

Dia menggelengkan kepalanya. Focus Cho Kyu Hyun! kau sedang mencari Hye Mi, kenapa malah memikirkan hal aneh aneh?! sentaknya dalam hati.

Kyu Hyun hampir sampai di arena bermain saat ia mewati toko roti yang tak jauh dari tujuan utamanya itu. Samar, ia melihat seorang gadis kecil yang mengenakan dress baby pink persis seperti kepunyaan Hye Mi tengah duduk di salah satu kursi sambil memakan sepotong muffin blueberry dan secangkir milkshake vanila bersama dengan seorang gadis. Kyu Hyun mengerjap, itu Hye Mi! Tapi, dengan siapa dia? Kyu Hyun tak dapat melihat wajah gadis itu karena posisi duduknya membelakangi Kyu Hyun.

Tanpa menunggu lama, pria itu masuk ke dalam toko roti dan menghampiri Hye Mi.

“Hye Mi~ya” panggilnya membuat Hye Mi mendongak

Samchoooon!” Serunya bahagia memperlihatkan mulutnya yang berceceran selai blueberry.

Hyuna, gadis yang bersama Hye Mi itu sontak berdiri dan membungkuk sekilas ke arah Kyu Hyun yang kini berdiri di depannya. Saling mengucapkan salam dengan canggung sebelum akhirnya pria itu duduk di samping Hye Mi, berhadapan dengan Hyuna.

“Kenapa Hye Mi, bisa ada bersama mu?” tanya Kyu Hyun, memulai pembicaraan.

“Aku tadi dari toilet di ujung situ, saat keluar aku melihat dia tengah kebingungan di depan arena bermain sambil mengapitkan kedua kakinya, lucu sekali” sahut Hyuna sambil sedikit tersenyum, mengingat bagaimana lucunya Hye Mi saat menahan sesuatu yang ingin keluar.

“Lalu saat aku hampiri, dia bilang dia ingin pipis. Jadi aku mengantarkannya ke toilet. Aku mengantarnya kembali ke arena bermain, tapi dia malah menunjuk toko roti ini. Saat kutanya, ia lapar dan ingin makan muffin blueberry. Sebelumnya aku agak ragu karena takut keluarganya mencari. Tapi saat aku melihat lihat, aku tidak menemukan keluarga Hye Mi di sekitar arena bermain. Yah, maksudku aku tidak melihat Ibunya, babysitternya atau.. kau” Hyuna sedikit canggung dengan kalimat terakhirnya.

“Begitukah? Terimakasih. Aku tadi sedang mengangkat telepon dan agak menjauh. Mungkin dia tidak bisa menemukanku” kata Kyu Hyun sambil mengusap kepala Hye Mi yang masih asik dengan potongan muffin nya.

“Aku melihat teman teman kerjamu di sana, kau tidak bekerja?”

“Seperti yang kukatakan tadi, aku sedang ijin ke toilet. Lalu aku menemukan Hye Mi”

“Kenapa masih disini sekarang? Bagaimana jika mereka mencarimu?”

Hyuna tersenyum hangat “Tidak apa. Tugasku sudah selesai”

Kyu Hyun hanya mengangguk anggukan kepalanya, lalu suasana menjadi hening kembali. Mereka merasa canggung untuk alasan yang tidak pasti. Mereka merasa sangat malu tidak tahu karena apa.

Hye Mi melirik heran ke arah pamannya, lalu ke arah Hyuna. Bergantian, gadis kecil itu memutar mutar kepalanya bingung sambil terus mengunyah apa yang ada dimulutnya. Namun, apalah yang harus ada di kepala seorang anak kecil seusia Hye Mi. Dia hanya tidak perduli pada keheningan yang terjadi dan kembali memakan muffin nya.

“Mau kupesankan sesuatu?”  tawar Hyuna, memecahkan keheningan di antara mereka.

“Apa disini ada Americano?”

“Ada, tunggu sebentar”

Hyuna bangkit untuk memesan secangkir Americano. Tiba tiba saja hati Kyu Hyun menghangat. Tidak tahu apa yang sedang di rasakannya. Tapi ini begitu menakjubkan. Kyu Hyun merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Terlebih saat Hyuna kembali duduk dengan menyerahkan secangkir americano untuknya. Dan senyum gadis itu, membuat Kyu Hyun berdebar kembali.

Hyuna melihat jam tangan putih susu yang dikenakannya, lalu kembali memandang Kyu Hyun “Maaf, sepertinya aku harus pergi sekarang. Tidak apa kan?”

Kyu Hyun termenung, masih dengan mimik wajahnya yang terkesan dingin. Sejujurnya, pria itu merasa tidak ingin Hyuna segera berlalu dari hadapannya. Jauh di dasar hatinya yang lain, Kyu Hyun masih ingin melihat gadis itu di depan matanya. Dia merasa aneh tiba tiba. Bagaimana bisa kali ini dia terlihat seperti pria murahan. Maksudnya, ini kali pertama dia tidak terusik oleh kehadiran seorang lawan jenis disekitarnya. Siapapun yang melihat pasti akan terheran. Apa sekarang dia sudah menjadi type pria yang mudah di dekati? Pemikiran Konyol, dasar kau Cho Kyu Hyun. Sentaknya dalam hati. Lalu kemudian, pria itu mengangguk.

-o0o-

Lee Dong Hae berjalan pelan dengan pandangan kosong di koridor yang menuju ke kamarnya. Pikiran pria itu sedang berkelana menjelajahi semua memori yang dapat ia ingat, segala sesuatu yang pernah ia perbuat di masa lalu.

Seseorang menepuk pelan pundaknya dari belakang, membuat pria itu menoleh. Ia tersenyum saat melihat Sung  Min berdiri disana dengan membawa dua botol soda. Pria berparas manis itu lalu menyerahkan satu pada Dong Hae.

“Kau kelihatan buruk”

“Kau selalu bisa menebakku, hyung

“Aku sudah pernah bilang bukan, kau tidak bisa berbohong padaku. Semua itu terlihat jelas, Dong Hae. Sangat amat jelas”

Mereka berdua berjalan beriringan menuju suatu tempat yang mungkin bisa membuat Dong Hae bisa sedikit merasa nyaman dan pada akhirnya mencurahkan segala kegelisahannya pada Sung Min, seperti yang selama ini ia lakukan.

Keduanya masuk ke dalam ruang karaoke yang ada di sana, lalu menutup pintunya. Menginginkan private area.

“Jadi” Sung Min memulai “Apa yang sedang meganggumu hingga kau terlihat kacau seperti ini, huh? Tujuan kita berada disini untuk berlibur Dong Hae~ya, bukan menambah beban pikiran” Sung  Min bertanya setelah sebelumnya mereka duduk dengan nyaman lalu menyalakan sebuah lagu berirama ballad untuk menemani keduanya.

Dong Hae tersenyum miris “Siapa yang menyangka aku akan bertemu dia disini”

Hyung, apa menurutmu semua yang telah ku lakukan selama ini, benar?” lanjut Dong Hae. Pria itu bersuara kembali, setelah sekian lama termenung untuk mulai bercerita atau tetap diam.

Sung Min menghela nafasnya “Kau ingin aku menjawab apa?”

Dong Hae termangu, Sung Min kembali melanjutkan “Bahkan selama ini, aku selalu menasehatimu Lee Dong Hae. Kau fikir, untuk apa aku repot repot menjadi cerewet seperti itu kalau bukan untuk kebaikanmu sendiri?”

Dong Hae mendengus “Kau benar, kau memang cerewet. Kau bahkan bukan ibuku”

“Tapi aku hyungmu! Walaupun bukan kandung, tapi aku sudah mengenalmu sejak kau lahir ke dunia ini”

Dong Hae terkekeh “Aku tahu,dan terimakasih untuk itu”

“Jadi sekarang, kau mulai merasa tidak nyaman?” Kembali Sung Min mengembalikan topik perbincangan mereka.

“Bukan tidak nyaman. Kyu Hyun. Pria itu terlihat kuat dan percaya diri saat bicara padaku, seakan akan ia tidak takut dengan segala hal buruk yang mungkin akan menimpanya nanti. Dia terlihat begitu tangguh. Tapi kemudian, aku bisa melihat tatapan rapuh dan lelah yang muncul dari matanya walau hanya beberapa detik. Bocah itu benar benar, sok kuat”

“Jadi kau mulai goyah”

Dong Hae menatap cepat ke arah Sung Min “Apa? Aku? Tidak!” Sung Min tertawa kecil. Pria itu meringis dalam hati, sejujurnya Sung Min menyadari bahwa inilah sifat Dong Hae yang sebenarnya. Penyayang dan perhatian. Bukan seorang Lee Dong Hae CEO LEE Construction Group si pembuat onar dan suka bermain wanita, jahat, kejam dan licik. Bukan, itu bukan Dong Hae. Ambisi dan obsesi yang menjadikannya seperti sekarang. Dong Hae terlalu rapuh, pria itu mempunyai perasaan yang sangat halus sebenarnya. Dan Sung Min, sangat menyayangkan dengan perubahan sikap Dong Hae semenjak ia mengenal dunia bisnis dari ayah nya. Dong Hae berubah. Tapi Sung Min tahu, entah itu adalah 0,01% atau bahkan lebih, Dong Hae masih memiliki jati dirinya yang dulu.

“Lee Dong Hae, tak bisakah kau kembali menjadi dirimu yang dulu?” Dong Hae menatap cepat ke arah Sung Min, menemukan Sung Min tengah memandangnya dengan sorot mata teduh yang penuh dengan permohonan dan harapan. Dong Hae membisu, bibirnya kelu. Ia tidak bisa menjawab, tidak untuk saat ini.

Hyung ..”

-o0o-

Kyu Hyun berjalan sembari menggendong Hye Mi di lengannya. Si kecil kesayangannya tengah tertidur. Dia mungkin merasa sangat lelah hari ini.

Langkahnya melambat saat dari arah yang berlawanan muncul sosok Dong Hae bersama pria yang Kyu Hyun tahu bernama Lee Sung Min, tangan kanan Donghae.

Kembali keduanya berhadap hadapan, berhenti dengan jarak kurang dari sepuluh langkah dengan tatapan tajam masing masing yang mereka miliki. Sudah menjadi kebiasaan jika keduanya bertemu, maka perang sengit yang memang sudah terjalin lama itu kembali bergulat.

“Oh, tak kusangka kita bertemu lagi Tuan Cho” sapa Dong Hae dengan senyum licik khas miliknya.

“Yah, aku pun tak menyangka” balas Kyu Hyun tak kalah sengit.

“Kau sudah menyiapkan bukti bukti bodohmu itu? Tentang kematian Choi Hara yang kau sebut sebut aku sebagai dalangnya?”

“Kau perduli?”

“Tentu saja tidak. Silahkan kau bocorkan apapun itu yang kau punya. Dan aku jamin, kau malah akan mempermalukan dirimu sendiri di hadapan dunia” Dong Hae berkata angkuh. Sementara Sung Min yang berada disampingnya, hanya menghela nafas pelan.

Belum sempat Kyu Hyun menjawab, sebuah lenguhan kecil tertangkap indra pendengarannya. Hye Mi menggeliat kecil di gendongannya. Dia lalu bergerak gelisah, sedikit megusap usap kedua matanya. Pipi chuby nya terlihat sangat menggemaskan, ditambah dengan bibirnya yang ia kerucutkan. Matanya memerah dan sayu karena mengantuk. Benar benar si kecil yang lucu.

“Oh, sayang kau terbangun. Tidur lah lagi, samchon akan membawamu ke kamar” Kyu Hyun mengusap usap punggung Hye Mi berusaha membuat gadis itu tertidur kembali. Untuk tertidur, Hye Mi membutuhkan sesuatu. Saat kepalanya kembali lunglai di pundak Kyu Hyun, Hye Mi membawa tangan kirinya di sisi leher Kyu Hyun. Meletakkan telapak tangannya terbalik dan terdiam disana hingga dia bisa tertidur. Kebiasaan Hye Mi. Kalau tidak, dia tidak akan pernah bisa tidur.

Dong Hae terhenyak tiba tiba, lalu mentap keduanya sembari termenung. Matanya terjebak dalam pesona Hye Mi yang kini mulai bergelung di lekukan leher Kyu Hyun untuk mencari posisi yang nyaman. Sikap penyayang nya kembali bangkit, sisi terbaik yang ia miliki namun tertutup dengan ambisi nya yang telah lama muncul. Ingin rasanya pria itu mengelus puncak kepala Hye Mi dan menyapa si kecil itu dengan sayang, menunjukan betapa tertariknya dia terhadap Hye Mi yang menggemaskan. Namun lagi lagi ego nya yang berbicara. Dia tidak mungkin menjatuhkan harga dirinya di depan Kyu Hyun.

Tanpa berbicara apapun lagi, Dong Hae memilih pergi. Berjalan melewati Kyu Hyun dengan angkuh, pria itu menghela nafasnya sedikit kasar.

“Kau ingin menggendongnya, benar kan?” tebak Sung Min “Kau selalu menyukai anak kecil, seperti itulah Dong Hae yang kukenal dulu” lanjutnya yang hanya dibalas dengan kediaman semata dari Dong Hae.

-o0o-

Hari kesembilan pelayaran MS Allure Of The Seas, dan dari hari kehari Hyuna semakin jatuh cinta akan tempat ini. Setelah semua pekerjaan nya selesai, gadis itu pergi ke kolam renang bersama Ji Soo.

“Kita akan berenang?” tanya Hyuna pada Ji Soo yang kini sedang merenggangkan otot otot tubuhnya, seakan melakukan pemanasan sebelum menjatuhkan dirinya ke dalam air kolam yang bening itu.

“Tentu saja, kau fikir kolam renang tempat untuk tidur?” Ji Soo terkekeh geli

“Bukan itu, kau tahu sendiri bagaimana aku”

“Aku tahu, untuk itu kau cukup tunggu disini. Sepertinya berjemur bukan ide yang buruk kan?”

“Di kapal? Yang benar saja Ji Soo~ya

“Lalu kau mau apa? Masuk ke dalam kolam dan membuatku kalang kabut karena harus menolongmu yang tenggelam?”

Hyuna menghela nafas, benar juga apa kata Ji Soo. Lebih baik ia menunggu disini daripada mengambil resiko dengan terjun ke dalam air yan mungkin akan membuatnya tenggelam.

Ji Soo terjun ke dalam air, memulai aktifitasnya berenang disana. Memamerkan kelincahannya di dalam air. Membuat Hyuna mengerucutkan bibirnya, iri. Kapan ia bisa mahir berenang seperti Ji Soo?

“Rasanya, aku ingin menarik paksa dirimu agar bisa masuk ke sini Hyuna~ya” kata Ji Soo menyembulkan kepalanya di tepian kolam dan menatap Hyuna yang sedang duduk di kursi santai panjang yang ada disana.

“Aku tidak akan berteman denganmu lagi jika kau melakukan itu!”

Ji Soo terkekeh “Ayolah Hyuna, ini tidak seburuk yang kau kira. Lihatlah, kedalamannya hanya sebatas dadaku. Kau tidak akan tenggelam karena ini”

Hyuna tampak ragu, ia ingin mencoba. Tapi tiba tiba, ketakutan tak tahu diri itu kembali muncul. Memori akan kenangan pahitnya dua belas tahun silam membuatnya lagi lagi merinding. Gadis itu takut dengan air, ia trauma. Dua belas tahun yang lalu kedua orang tuanya tenggelam saat melakukan pelayaran bersama dirinya dari Korea menuju pulau Jeju untuk berlibur. Siapa yang sangka bahwa kapal itu memiliki masalah teknis serius di tengah pelayaran dan menyebabkan kecelakaan hingga akhirnya tenggelam. Beruntung, gadis itu terdampar di sebuah pantai dan ada warga yang mengurusnya. Sejak saat itu, ia tinggal sendiri. Hyuna masih mempunyai saudara, bibinya. Tapi, bibinya itu tinggal di Busan dan Hyuna mengadu nasib sendirian di kota sebesar Seoul.

Hyuna akhirnya menggeleng pelan “Aku takut”

Ji Soo menghela nafas “Jika kau tidak mencobanya, kau akan seperti ini terus”

“Tapi aku takut sekali dengan air, Ji Soo~ya

“Oh ya? Lalu kau tidak takut air saat kau mandi” Ji Soo mulai menggoda Hyuna

“Itu berbeda!” Hyuna bersungut sungut kesal

“Baiklah baiklah, terserah kau saja” Ji Soo mengalah. Gadis itu melengos pergi meninggalkan Hyuna, kembali ke dalam air dan menggerakkan tubuhnya di dalam sana.

Hyuna terlonjak saat menyadari seseorang menduduki perutnya. Segera ia membuka kacamata hitam kebesaranya dan berusaha untuk duduk. Gadis itu terkejut mendapati Hye Mi dengan senyum manggemaskan miliknya ada di pangkuannya.

“Hye Mi?”

Annyeong, cheonsa eonnie” si kecil melambai senang pada Hyuna

“Sedang apa disini? Kemana ibumu?”

Hye Mi tidak menjawab, tapi menunjuk seseorang yang kini berdiri di sampingnya. Hyuna terlonjak, ia segera bangkit setelah sebelumnya menurunkan Hye Mi dan menyapa dengan membungkuk hormat.

“Anyeonghaseyo

Ahra tersenyum, lalu ikut membungkuk sekilas “Kau Hyuna, benar kan?” tanya Ahra. Sejenak, Hyuna termangu. Ahra mengenalnya?

Ne, bagaimana anda bisa mengenal saya?” tanya nya dengan sopan.

“Hye Mi langsung menunjukmu saat kami baru masuk ke sini beberapa saat lalu. dia bilang kau kakak cantik yang membelikannya muffin blueberry favoritnya tempo hari”

Ahra lalu mengambil posisi duduk di sebelah Hyuna, disana juga ada kursi santai yang kosong. Sang babysitter juga ikut kali ini.

“Kau tahu, sejak dia pulang waktu itu dia selalu menceritakanmu padaku. Katanya kau kakak baik yang sudah membelikan makanan favoritnya. Selain itu, dia bilang kau cantik seperti malaikat makanya dia memanggilmu Cheonsa, kan?” Ahra terkikik lalu melirik pada Hye Mi “Dia ingin sekali bertemu lagi denganmu dan memohon mohon padaku untuk mencarimu. Lucu sekali dia, sepertinya putri kecilku sangat menyukaimu”

Kali ini, Ahra tersenyum lembut menatap Hyuna, sementara gadis itu hanya membalas dengan tersenyum sopan sebisanya. Ia tidak tahu harus bersikap apa sekarang.

“Aku bertanya pada Kyu Hyun. Namamu Hyuna, seorang reporter dari SBC TV yang sedang bertugas disini. Benar kan?”

Ne, aku memang sedang bekerja, dan berlibur tentu saja” akhirnya, dia bisa mengatakan kalimat yang lebih panjang.

“Oh, maaf kalau jam bebasmu diganggu oleh Hye Mi. Jika kau masih ingin bersantai, aku akan mengajak Hye Mi pergi sekarang” Ahra berucap penuh penyesalan

“Ah, tidak tidak. Hye Mi tidak mengangguku sama sekali. Justru aku malah senang bermain dengannya. Dia sangat lucu dan menggemaskan”

“Begitukah? Aku senang kau mengatakanya”

“Selama ini, Hye Mi jarang dekat dengan orang lain selain aku, Kyu Hyun dan Minji” Ahra menunjuk babysitter Hye Mi yang berada di belakangnya. Hyuna menunduk sekilas demi kesopanan, begitupun Minji.

“Dia susah bersosialisasi dengan orang asing. Tapi denganmu, dia terlihat sangat nyaman. Sepertinya kau orang yang spesial”

“Aku hanya gadis biasa Nyonya”

“Kau tak perlu merendahkan dirimu seperti itu. Dan.. bisakah kau tidak memanggilku seperti itu? aku merasa sangat tua jadinya” Ahra terkikik

“Kau bisa memangil namaku saja. Namaku Ahra, Cho Ahra” kata Ahra

Hyuna mengangguk canggung Bahkan Hyuna sudah mengetahui namanya “Baiklah, Ahra~ssi

Ahra melirik jam tangannya sekilas, sejujurnya siang ini ia ada janji dengan teman nya di resto kapal. Tapi sepertinya, tidak mungkin kan dia meninggalkan Hye Mi?

“Hye Mi sayang, berenangnya besok saja ya? Eomma sedang ada keperluan. Kau ikut ya?”

Hye Mi menggeleng kencang “Shilleoooo eomma! Aku masih ingin disini bersama cheonsa eonnie

“Tapi Hye Mi–”

“Pokonya Hye Mi tidak mau eomma, titik” si kecil itu mempoutkan bibirnya, membuat seolah olah ia sedang marah besar terhadap ibunya. Membuat Hyuna tertawa kecil, betapa lucunya anak ini.

“Hye Mi, dengarkan kata eomma mu.Aku berjanji kita bisa bertemu lagi. Okay?” kini Hyuna bantu membunjuk Hye Mi. Mata bulat gadis kecil itu mengerjap menatap Hyuna dengan sayu.

Jeongmal, eonnie? Kau tidak bohong kan?” katanya dengan suara pelan seperti menahan tangis.

Ne, yaksok!” Hyuna memberikan senyum tulusnya pada Hye Mi.

“Hyuna~ssi, apa kau sibuk nanti malam?” Ahra bertanya

“Kufikir tidak. Memangnya kenapa Ahra~ssi?”

“Ah, baguslah. bagaimana jika kita makan malam bersama. Hye Mi pasti akan sangat senang” tawar Ahra.

Hyuna tampat berfikir, ia menggigit bibirnya. Jika ia menolak sungguh sangat tidak sopan sepertinya. Ia memandang Ahra dan Hye Mi bergantian dan kembali berfikir. Pengambilan liputan hari ini diperkirakan jam 5 sore. Mungkin sekitar jam 7 malam ia sudah bisa mendapatkan free time nya.

“Kurasa aku bisa” jawab Hyuna akhirnya, Ahra tersenyum.

“Baiklah, jam 7 aku tunggu ya?” Ahra berbalik ke arah Hye Mi “Nah Hye Mi, nanti malam kau bisa bertemu lagi dengan cheonsa eonnie. Sekarang ikut eomma ya? Mau kan?”

Dengan berat hati Hye Mi akhirnya mengangguk. Ahra menggedongnya lalu berjalan pergi setelah sebelumnya berpamitan pada Hyuna.

Selang beberapa detik, Ji Soo datang menghampiri dengan keadaan tubuhnya yang basah kuyup.

“Astaga, apa kau berbicara dengan Cho Ahra tadi?” tanya nya antusias dan tiba tiba. Membuat Hyuna berjengit kaget karena kedatangannya yang tiba tiba.

“Ya”

“Dia bilang apa?”

“Dia mengajakku makan malam bersama”

Ji Soo melebarkan matanya shock “Apa? Makan malam? Kenapa sepertinya kau dekat sekali dengannya”

Hyuna tersenyum menggoda “Kau cemburu?” tebaknya.

“Ya! Tentu saja aku cemburu” Ji Soo bersungut sungut “Jika kau dekat dengan Ahra, atau Hye Mi mungkin kau juga bisa dekat dengan Kyu Hyun! ah, beruntung sekali dirimu”

Hyuna termangu, memikirkan kata kata Ji Soo. Dekat dengan Kyu Hyun? kenapa sepertinya ia menyukai hal itu?  Ya Tuhan, apa yang kau fikirkan Hyuna! Kau cukup focus pada Hye Mi, bukan pada Ibunya, atau pamannya yang kelewat tampan itu! Hyuna berteriak dalam hati.

Hai!

Sorry for long update -again-

Post terakhir tanggal 14 dan hari setelahnya aku beneran sibuk dengan hari kelulusan, wisuda, sama urus keperluan untuk masuk universitas. Bab 3 ini udah ready(?) sebenernya, tapi ya itu, belum sempet update. Dan mau kasih tau, ini ga aku cek ulang *atau udah. Lupa! Jadi maafkan jika ada kesalahan T_T

Mau minta ijin lagi(?) haha. Untuk beberapa hari kedepan juga bakal sibuk. Aku mau keluar kota dulu nih, readersnim. Ya itu tadi, ngurusin kuliah. cie, anak kuliahan sekarang *loh haha Jadi, bakal aga telat telat dikit updatenya -,- hihi~

STAY TUNE ALWAYS WITH AOTS YAH! :*

Advertisements

144 thoughts on “Allure of The Seas #Bab3

Add yours

  1. donghae sama kyu kok bisa musuhan sih??penasaran bgt aku jadinya
    ciieeee si kyu uda mulai ada benih* cinta di hatinya..hahaha

  2. benih2 cinta mulai bermekaran nih. hahahaha
    mrk nya aja yg berusaha buat mengingkari itu. kykny hye mi membawa keberuntungan buat hyuna.

  3. kok aku merasa ff ini pendek ya? #abaikan
    Kya!! hyemi ya kok imut bgt sih.. hihihi suka. lee donghae gengsian orangnya. kalau dia seperti itu terus bagaimana dia akan mendapat kebahagian.

    overall, aku suka dan aku salut ama author. jjang. hwaiting!!

  4. Kyuhyun udah mulai suka ya hihi tapi kayaknya belum nyadar gitu sama perasaannya. penasaran konflik apa yang bakal jadi masalah cint mereka berdua *aseeekk

  5. Sebenernya donghae baik kan? Tp knp jd jahat? Kyuhyun & hyuna kyanya emang saling suka deh. Jd makin penasaran, suka bngt sama ceritanya

  6. Hyemi merasa nyaman bersama hyuna dan itu menjadi plus buat hyuna karna bisa mengambil hati hyemi yg otomatis bisa selalu dekat dg kyu dan diterima dg ahra.

  7. tumben kyu ama hae musuhan ampek segitu,,, wkwkw
    Biasanya,, kya prangko ama amplop e,, hahaha
    Penasaran ama konfilik mereka ber dua sih,,,
    Buat KyuNa,, jgan bnci” yaaaaa.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: