Allure of The Seas #Bab 2

Launch of Royal Caribbean International's newest ship Allure of the Seas. Allure of the Seas leaving Fort Lauderdale.

copyright © 2015 icecreamgyu.wordpress.com

Gyu’s Story

Proudly Present

ALLURE OF THE SEAS

 —–oooooo—–

Author                  : tatadap

Title                       : Allure of The Seas / 가장 크루즈 선박

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

Happy Reading!

—–oooooo—–

#BAB 2 :  Who Are You?

Ssst..sst.. Hyuna~ya, lihat itu”

Hyuna yang sedang fokus dengan sarapannya mengalihkan pandangannyanya dari menu paginya itu ke arah yang ditunjuk Ji Soo. Cho Kyu Hyun tampak memasuki area restaurant  bersama seorang gadis kecil di gendongannya. Di sampingnya berjalan dengan anggun seorang wanita cantik ber-cardigan hitam berbulu dan di belakang mereka seseorang lagi dengan pakain seragam bercorak kotak kotak berwarna pink.

“Cho Kyu Hyun” ucapnya tanpa sadar.

“Gadis kecil itu Hye Mi, wanita disampingnya Cho Ahra dan.. seseorang dibelakang mereka pasti, babysitter Hye Mi. Aku benar kan?” tanyanya pada Ji Soo sembari menghadapkan wajahnya kembali ke arah sahabatnya itu.

Exactly!” Ji Soo meneguk minumnya sekilas “Entah kenapa aku selalu tertarik dengan perusahaan Cho Enterprise itu” lanjutnya membuat Hyuna mengernyitkan dahi, heran.

Wae?”

“Kudengar perusahaan itu sudah hampir bangkrut lima tahun yang lalu saat pemiliknya meninggal dunia. Tapi anak dari pemilik Cho Enterprise itu, Cho Kyu Hyun, Berhasil menegakan kembali kejayaan bisnisnya. Dan well.. lihat saja, sekarang mereka bahkan menjadi perusahaan terbesar nomor dua di dunia dan menjadi perusahaan nomor satu di Korea Selatan. Yang lebih hebatnya lagi, itu terjadi Dalam kurun waktu lima tahun” cecar Ji Soo menggebu gebu.

“Hyuna~ssi, Ji Soo~ssi , kami sudah selesai. Jika kalian belum, kami akan pergi duluan untuk mempersiapkan take kita satu jam lagi. Jangan sampai telat, okay?”

Hyuna dan Ji Soo sontak mengalihkan pandangan mereka pada Han Seo Hee yang sudah berdiri dan bersiap bersama beberapa crew lainnya untuk mempersiapkan pengambilan gambar mereka lagi, tentunya liputan tentang kapal ini.

“Ah, baiklah PD-nim” jawab Hyuna dan Ji Soo bersamaan. Setelah semua crew yang tadinya sarapan bersama mereka pergi, Hyuna kembali mengarahkan pandangannya pada Ji Soo. Begitu juga sebaliknya.

“Aku juga sebenarnya salut dengan Cho Kyu Hyun itu.” Ji Soo melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda. Gadis itu mengatakannya dengan volume suara yang sangat kecil tapi Hyuna dapat melihat dengan jelas bahwa sahabatnya itu begitu mengaggumi sosok pria bernama Cho Kyu Hyun yang sedang menjadi topik dalam perbincangan mereka kali ini. Tak ubahnya mereka seperti dua orang yang sedang bergossip.

Wae? Sepertinya kau sangat mengagguminya. Bukan begitu?”

“Siapapun juga pasti akan mengagguminya!”

“Kenapa? Karena dia tampan?” balas Hyuna datar

Well, tidak hanya itu saja Park Hyuna! Kalau masalah dia tampan, memang pria itu kelewat sempurna untuk ukuran manusia biasa”  Ji Soo menggeser kursinya dan lebih mendekat pada Hyuna. Sedangkan Hyuna hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya. Sebegitu mempesonanya kah seorang Cho Kyu Hyun?

“Perlu kau tahu Hyuna~ya, Cho Kyu Hyun adalah seorang pria dengan jumlah kekayaan yang tidak akan habis bahkan untuk tiga belas keturunan sekalipun. Dia  memiliki otak jenius dan sudah meraih gelar S3 nya diusia 25 tahun. Tampan?! Jelas! Kau lihat saja dia, wajah diatas rata ratanya sangat mempesona. Bonusnya lagi, dia memiliki postur tubuh yang bagus. Tingginya sekitar 183 cm, dadanya bidang, hidungnya mancung, matanya teduh, garis rahangnya kokoh dan kulitnya putih bersih. Dan sudah pasti, dia itu selalu digandrungi oleh gadis gadis seantero Korea Selatan! Statusnya masih single, bahkan diumurnya yang sudah menginjak 27 tahun ini. Dan karena dia masih single itu, banyak gadis yang rela menjadi salah satu pendaftar untuk sekedar bisa dekat dengannya. Bahkan, jika kau bertanya padaku, aku pun akan mengakuinya. Aku juga ingin menjadi istrinya. Sudah untung jika aku bisa sekedar dekat dengannya”

Hyuna  mengerjapkan matanya, mulutnya sukses terbuka lebar. Gadis itu menatap tak percaya pada Ji Soo. Apa yang barusan ia dengar ini bukankah sangat berlebihan? Dan juga, Ji Soo. Sahabatnya itu sepertinya memang seorang stalker, bisa tahu segala hal tentang CEO Cho Enterprise hingga sedetail itu?

“Jauhkan wajah menjijikanmu itu dariku!” Ji Soo menatap ngeri melihat reaksi Hyuna yang mendengar ceritanya. Serasa tertampar ke dunia nyata, Hyuna menggelengkan kepalanya cepat dan memperbaiki raut wajahnya yang tadi memang terlihat sangat konyol. Sialan.

“Astaga Yoon Ji Soo, kau menguntitnya? Kenapa bisa tahu segala hal tentangnya?”

“Zaman sudah canggih nona Park. Kau tinggal menuliskan nama ‘Cho Kyu Hyun’ di kolom pencarian Google dan kau akan menemukan segudang informasi tentangnya. Tidak sulit, mengingat dia adalah salah satu tokoh terkenal di Seoul” jawab Ji Soo dengan santai

“Oke, untuk alasan itu aku bisa terima. Lalu kau juga menyebutkan ‘hartanya tidak akan habis bahkan untuk tiga belas keturunan’ hei.. kau ini sejenis peramal ya? Hingga hal seperti itu kau juga tahu?”

Ji Soo menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum tipis “Kalau itu.. aku hanya menebaknya”

“Dasar kau” Hyuna mengheka nafasnya terheran heran, lantas menghabiskan susu putihnya pagi ini yang masih tersisa setengahnya di dalam gelas.

“Tapi Hyuna~ya.. aku mengatakan itu bukan tanpa alasan. Kau fikir saja, Cho Enterprise kepunyaan mereka itu adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi nomor dua terbesar di dunia berdasarkan pendapatan dan sejauh ini perusahaan yang terdaftar sebagai perusahaan terbesar di Korea Selatan. Sejauh yang aku tahu dari dunia Internet, perusahaan ini memiliki dampak signifikan pada ekonomi Korea. Diperkirakan sekitar seperempat dari GDP negara. Cho Enterprise juga memiliki tujuh puluh delapan anak perusahaan yang tersebar hampir di seluruh Asia. Perusahaan ini adalah satu dari sepuluh perusahaan di Korea Selatan yang sahamnya naik dari dua belas bulan lalu hingga mencapai kenaikan 29,5persen! ”

Hyuna mengerjap, benar benar takjub akan celotehan Ji Soo barusan “Jeongmal?” tanyanya

Yep. Maka dari itu, aku berfikir mungkin harta mereka itu tidak akan habis hingga tiga belas keturunan. Bayangkan ini, tujuh-puluh-delapan anak perusahaan! Penghasilan yang diperoleh dari satu perusahaan saja sudah cukup untuk membangun rumah mewah. Kau bisa membayangkan berapa yang dia dapatkan dari tujuh-puluh-delapan perusahannya itu?! ” Ji Soo terus menekankan angka 78 di depan Hyuna, membuat gadis itu menggeleng geleng. Merasa otaknya tidak akan mampu membayangkan betapa kayanya pria itu.

“Astaga. Itu mengerikan” Hyuna bergidik. Benar, Cho Kyu Hyun terlalu sempurna hingga membuat Hyuna takut sendiri. Dalam hati dia berdoa supaya Tuhan memberikan jodoh orang dari kalangan biasa untuknya. Pria seperti Kyu Hyun, terlalu beresiko untuk dinikahi. Tunggu, apa yang baru saja dia fikirkan?

“Itu anugerah tahu! apa yang kau sebut mengerikan?” Ji Soo mendengus, tak pernah bisa mengerti cara berfikir Hyuna. Terkadang.

“Mereka terlalu kaya.. maksudku, aku tidak tahu mereka sekaya itu”

“Kau ini bagaimana. Kau bekerja di bidang yang mengharuskan untuk selalu menggali informasi terpenting, apapun itu. Harusnya kau lebih peka dengan apa pun yang menyangkut negara kita. Apalagi, kita ini reporter berita. Hal hal seperti inilah yang menjadi topik perbincangan nomor satu di Korea Selatan” celoteh Ji Soo

“Dan ku jamin kau akan menyesal jika menganggap seorang Cho Kyu Hyun itu biasa biasa saja” lanjutnya lalu menghabiskan sisa susu putihnya yang tinggal setengah di atas meja.

Hyuna menghela nafasnya. Ekor matanya menemukan Kyu Hyun yang duduk selang beberapa meja dengan dirinya. Bola mata itu memutar dan kini bisa melihat Cho Kyu Hyun dengan jelas. Pria itu tengah tertawa kecil sembari menyuapkan sepotong roti pada Hye Mi.

Hyuna bukan tidak tahu siapa Cho Kyu Hyun. Tapi dirinya tidak seperti Ji Soo yang sampai seluk beluk pria itu pun Ji Soo mengetahuinya. Rasa mengganjal tiba tiba mendarat di benaknya. Pembicaraannya dengan Lee Donghae, CEO LEE Construction Group tempo hari masih terngiang jelas di telinganya. Bukan, dia bukan memikirkan masalah kematian Choi Hara yang ternyata berhubungan dengan Dong Hae. Memang gadis itu cukup terkejut. Tapi hal mengejutkan lainnya membuat gadis itu tidak bisa tidur dengan nyenyak beberapa hari ini.

Anak haram? Cho Kyu Hyun anak haram?

-o0o-

“Bagaimana ini Ji Soo~ya? Aku benar benar tidak enak badan. Kepalaku sangat pusing dan perutku mual. Mataku terasa berkunang kunang. Ahh~ kenapa aku harus sakit disaat seperti ini?!” Hyuna menghela nafas dengan lemah, gadis itu menatap dengan bingung ke arah Ji Soo dengan mata sayunya. Membuat Ji Soo benar benar kelimpungan.

“Sudah aku bilang, istirahat saja. Liputan kali ini aku yang akan menggantikanmu. Bukankah karena itu aku diikutsertakan dalam work tour kita kali ini?”

Ji Soo menggiring Hyuna  untuk berbaring di ranjang mereka. Menyelimuti gadis itu dengan selimut yang lumayan tebal demi menjaga suhu tubuh Hyuna agar tetap stabil.

“Baiklah, aku percaya padamu” Hyuna berkata dengan lirih sembari menorehkan senyum tipis di wajahnya yang kini terlihat pucat.

“Tentu kau harus percaya padaku, aishh!” jawab Ji Soo dengan pura pura bergurau.

Malam ini, MS Allure Of The Seas mengadakan sebuah acara pesta dansa di ballroom utama kapal sebagai ucapan selamat datang pada para wisatawan. Sudah bisa dipastikan, disana akan ada banyak sekali orang dengan pakaian serba mahal juga perhiasan perhiasan yang harganya tidak bisa di bayangkan oleh Hyuna maupun Ji Soo.

Sayang sekali, sore ini mendadak Hyuna merasakan pusing yang amat di kepalanya. Tubuhnya pun demam dan wajahnya terlihat pucat. Sehingga dia tidak bisa bekerja untuk saat ini. Padahal, ini baru hari ketiga Hyuna berada disini. Untungnya, ada Ji Soo yang disiapkan untuk hal hal tak terduga seperti sekarang.

“Kau sudah cantik. Pergilah sekarang, yang lain pasti sudah siap” tegur Hyuna pada sahabatnya yang masih mematut dirinya di cermin kamar itu. oh ayolah, dia bahkan datang kesana untuk bekerja bukan ikut mengikuti pestanya.

“Eumm.. aku sedikit minder” aku Ji Soo. Tatapannya berubah sendu.

“Kenapa? Kau cantik dengan gaun merah itu. Apa yang membuatmu minder?”

“Pasti disana akan banyak pengunjung yang datang dengan pakaian pakaian mewah mereka. Huh.. tentu saja aku merasa sedikit tersisih”

“Berhenti berfikiran dangkal. Fokus saja pada tugasmu”  Hyuna tersenyum lembut pada Ji Soo. Mencoba memberikan tatapan bahwa semuanya akan baik baik saja dan tidak ada yang harus di khawatirkan. Ji Soo selalu saja seperti ini. Dia memang gadis yang kurang percaya diri.

“Baiklah. Tapi kau, akan baik baik saja kan saat kutinggal?” jawab Ji Soo dengan sedikit berat hati.Walaupun Hyuna  memberikannya tatapan bahwa semua akan ‘baik baik saja’ tapi tak dipungkiri, gadis itu melihat dengan jelas mata Hyuna yang sayu.

“Tentu saja. Memangnya kau fikir aku akan mati hanya dengan penyakit ringan ini”

Ji Soo terkekeh kecil lalu mengangguk “Baiklah, aku pergi dulu. Nanti akan kusampaikan pada PD-nim bahwa kau sakit”

Ne. Gomawo

Ji Soo mengangguk sekilas lantas mengangkat gaun panjangnya itu supaya memudahkannya berjalan. Memang mereka hanya akan meliput suasana di dalam acara pesta dansa, tapi tak sopan rasanya jika kita masuk ke dalam acara bergengsi seperti itu dengan hanya memakai pakaian casual. Maka dari itu, baik Ji Soo ataupun crew yang lain berdandan untuk bisa masuk kesana. Untung saja, terdapat pusat perbelanjaan di kapal ini. Mereka membeli gaun dan sebagainya itu dari sana.

Hyuna mencoba menutup matanya sepeninggal Ji Soo. Gadis itu beberapa kali bergerak gerak mencari posisi yang enak untuknya. Dia berharap tidur untuk beberapa jam kedepan bisa membuat keadaannya sedikit lebih baik. Dan untung saja Ji Soo sempat memberinya obat penurun demam sebelum dia pergi tadi.

-o0o-

Park Hyuna  mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya mata itu terbuka sempurna, menampilkan bola mata hitam teduh miliknya. Gadis itu mengambil ponsel nya yang terletak di atas meja kecil samping tempat tidurnya. Jam sembilan malam. Tiga jam sudah dia tidur.

Gadis itu berusaha untuk bangun lalu menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang. Lalu melihat keseliling kamar yang masih nampak sepi. Sepertinya Ji Soo belum kembali.

Sesaat kemudian, ponsel putihnya bergetar tanda ada pesan yang baru saja masuk. Dengan segera Hyuna membukanya dan menemukan nama Ji Soo tertera dalam kolom disamping gambar surat di dalam ponselnya itu.

PD-nim mengajak kami semua untuk minum bersama setelah dari acara. Aku tidak enak untuk menolaknya padahal aku ingin sekali kembali ke kamar dan menjagamu. Mungkin aku akan kembali ke kamar agak terlambat. Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah lebih baik? Atau kau sedang tidur sekarang? Balas pesanku jika kau membaca ini. Aku khawatir padamu’

Senyum merekah di wajah Hyuna. Merasa beruntung karena bisa mendapatkan sahabat baik seperti Ji Soo. Dengan segera, dia menyentuh tombol ‘balas’ dan mengetikkan beberapa kalimat disana.

‘Aku sudah jauh lebih baik. Tak usah mengkhawatirkanku. Bersenang senanglah disana’

Tak lama satu pesan kembali datang pada Hyuna.

‘Arraseo, lebih baik kau istarahat saja sekarang agar keadanmu benar benar pulih seperti semula’

Pesan terakhir dari Ji Soo menutup pembicaraan mereka lewat Short Massage Service tersebut. Hyuna menghela nafasnya lemah saat sadar dia sendirian di kamar dan bingung ingin melakukan apa.

Gadis itu turun dari ranjang dan berajalan pelan ke beranda yang ada di kamar tersebut. MS Allure Of The Seas memang memiliki beranda di setiap kamar pengunjung. Menjadikannya seperti hotel mewah bintang lima yang berdiri diatas kapal. Tapi, memang itu kenyataannya.

Angin malam menyambut Hyuna kala dia menjejakan kakinya ke luar. Rambutnya yang panjang dan tergerai tertiup angin dan sedikit menganggu pengelihatannya, hingga dia menyelipkannya ke belakang telinga beberapa kali.

Hyuna memegang pinggiran pembatas yang di desain dari kaca bening dengan masing masing bingkai berwarna putih. Menghirup dalam udara angin malam yang menurutnya sejuk. Walaupun faktanya, angin malam tidak baik untuk kesehatan.

Pandangannya beralih pada bintang yang berkelap kelip diatas sana. Membuatnya menarik kedua sudut bibirnya lebih lebar. Gadis itu perlahan mengangkat tangan kanannya lalu melambai pelan pada dua bintang yang menurutnya sangat bersinar malam itu.

Annyeong appa, eomma. Nan jeongmal bogoshippeo” senyuman manis memang terukir di wajahnya. Namun setetes benda cair berbentuk krystal itu nampak jatuh dari matanya. Mulai membentuk sungai kecil di kedua pipinya yang putih. Hyuna menangis.

Keokjjeonghajima~ aku baik baik saja disini. Dan aku yakin kalian berdua juga bahagia bukan? Appa, eomma.. aku mencintai kalian” dan gadis itu pun mengusap air matanya yang kembali keluar.

Pandangannya beralih pada pemandangan yang disguhkan diatas kapal itu. MS Allure Of The Seas terlihat lebih indah jika malam. Semua lampu dinyalakan. Dan warna warni yang ditimbulkan dari lampu lampu tersebut mampu membuat Hyuna serasa berada di sebuah negeri dongeng yang dipenuhi dengan berbagai warna warna indah di setiap sudutnya. Bukankah persepsi negeri dongeng menurut setiap orang berbeda beda? Dan negara penuh dengan warna adalah definisi yang cocok untuk menggambarkan sebuah negeri dongeng versi Hyuna.

Sebuah keinginan besar merasuk dalam dirinya untuk berjalan jalan mengelilingi MS Allure Of The Seas malam itu. Dengan segera, gadis itu masuk lalu mengambil jaket berbulu berwarna pinknya dan mengenakannya. Tak lupa, Hyuna memakai sepatu sneakers putih kesayangannya lalu melangkah keluar kamar.

Koridor demi koridor dia lewati. Berbagai pusat perbelanjaan, toko roti, hingga cafe pun menjadi pemandangan yang menemaninya. Sesekali, gadis itu bersiul atau bahkan bersenandung riang. Kepalanya mengikuti alunan musik yang ia dengar melalui headset putih yang sekarang tertempel di telinganya.

MS Allure Of The Seas tampak masih ramai dengan pengunjung kapal yang masih berlalu lalang. Padahal ini sudah malam. Tapi sepertinya, tidak membuat pengunjung pengunjung itu enggan untuk keluar dari kamarnya.

Hyuna keluar dari sebuah pintu besar dan tiba di deck paling atas kapal. Deck 18. Angin laut yang berhembus sedikit kencang langsung menerpa wajahnya. Membuat rambutnya berkibar tak tentu arah.

Gadis itu berjalan menuju pinggiran kapal. Memegangnya lalu sedikit mendongak untuk sekedar melihat kebawah sana. Tapi sialnya, dia menyesal telah melakukan itu. Air laut yang terlihat berwarna hitam pekat karena tidak adanya bias cahaya menjadi pemandangan yang pertama kali dilihatnya. Hyuna bergidik ngeri membayangkan bagaimana jika dirinya tiba tiba saja terjatuh dari ketinggian 72 meter ini. Pasti tubuhnya akan terlempar ke laut hitam itu. Tidak menutup kemungkinan dia akan terbentur sisi kapal yang tengah beradu dengan air laut di bawah sana dan menjadi makanan ikan hiu yang mungkin saja tiba tiba muncul.

Hyuna menggelengkan kepalanya kuat kuat. Tiba tiba saja memorinya teringat dengan film bersejarah yang menjadi film favoritnya. Dimana saat kapal Titanic dengan perlahan tumbang akibat menabrak gunung es dan pada akhirnya semua penumpang kapal itu berceceran ditengah dinginnya air laut yang bercampur dengan es. Hyuna bergidik ngeri. Dalam hati, dia berdoa agar MS Allure Of The Seas tidak mempunyai nasib yang sama dengan Titanic. Well, gadis itu melupakan fakta bahwa mustahil ada gunung es di laut Asia.

Namun senyumnya kembali merekah saat mengingat moment menyentuh di film itu. Kisah cinta paling bersejarah di muka bumi –menurutnya- . Dimana ketulusan dan keberanian cinta Jack dan Rose diuji. Dan dimana saat Jack berusaha mati matian menyelamatkan Rose, wanita yang ia cintai agar Rose tetap hidup walau pada akhirnya Jack tenggelam ke dasar laut Samudra Atlantik Utara yang dingin.

Pikiran gila tiba tiba saja menyerang Hyuna. Seandainya jika MS Allure Of The Seas ini bernasib sama dengan Titanic, alangkah indahnya jika dia menemukan sosok Jack dalam kapal ini. Seorang pria yang begitu mencintainya dan rela mempertaruhkan nyawanya agar dia bisa tetap hidup. Klise memang, tapi rasa rasanya dia ingin sekali jika kejadian langka itu terjadi dalam hidupnya.

Tapi Hyuna menepis pikiran itu. Dia mensugesti dirinya sendiri terus menerus, bahwa MS Allure Of The Seas jelas berkali kali lipat lebih unggul dibanding Titanic. Dari segi ukuran, fasilitas dan pengaman Titanic sangat jauh berada dibawahnya. Meski pada massa itu, Titanic menjadi kapal pesiar termewah sepanjang sejarah. Dan tentu, MS Allure Of The Seas yang dibangun dengan alat alat super canggih tidak akan mudah tenggelam.

Dan juga, mustahil untuknya menemukan sosok Jack saat ini. Benar benar pemikiran konyol. Hyuna bahkan tidak percaya cinta pada pandangan pertama. Meskipun faktanya, dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia menginginkan itu. Walaupun persentasenya hanya 0,01%

-o0o-

Cho Kyu Hyun keluar dari kamar nyamannya dan menuju ke kamar Ahra yang terletak tepat di depan kamarnya. Dengan perlahan, pria itu membuka kenop pintu dan menemukan kakak perempuannya itu sudah terlelap dengan si kecil Hye Mi dalam pelukannya. Segaris senyum terukir di bibir pria itu. perasaan lega menjalar di seluruh tubuhnya. Entahlah, walaupun Kyu Hyun tahu Ahra bukan kakak kandungnya, tapi dia begitu menyayanginya. Begitupula dengan Hye Mi.

Kyu Hyun kembali menutup pintu itu dengan pelan. Berusaha agar tidak menimbulkan suara sekecil apapun. Dia tidak ingin mengganggu tidur damai kakaknya itu bersama Hye Mi.

Kyu Hyun berjalan ke pantry dapur mengambil gelas kaca dan menuangkan air putih dingin ke dalamnya. Termenung sesaat, pria itu kemudian memutuskan untuk mencari udara segar. Dia keluar dari kamarnya dan berjalan menyusuri koridor MS Allure Of The Seas. Sebenarnya, Itu tidak bisa disebut dengan sebuah ‘kamar inap’ melainkan ‘rumah yang ada di atas kapa’l. Tapi faktanya, dia memang tinggal di sebuah suit room saat ini.

AllureRoyalLoftSuite

Sejujurnya, dia sendiri tidak tahu akan kemana. Namun pria itu hanya mengikuti instingnya mencari udara segar dan mengikuti langkah kakinya yang entah akan mengarahkannya kemana.

Cho Kyu Hyun duduk di salah satu kursi santai panjang yang ada di sisi lain bagian kapal. Angin malam yang sedikit kencang menerpa tubuhnya, namun tak membuat pria itu lantas pergi kembali ke kamarnya yang hangat.

0

Balutan sweater berwarna abu abu yang dikenakannya berkibar tak tentu arah saat angin malam menerpa.Piyama tidur hitam yang ia kenakan dan tersembunyi di balik sweater itu pun sesekali ikut tertiup. Kyuhyun tidak perduli dengan apa yang akan dikatakan orang orang yang mengenalinya jika melihat dirinya berpakaian santai seperti itu saat diluar. Apa yang menurutnya nyaman, itulah yang terbaik. Begitulah prinsip seorang Cho Kyu Hyun.

Malam ini, ketakutan terbesar yang selalu menghinggapinya itu kembali datang. Kebimbangan yang telah hidup bersama dirinya sejak lahir tidak bisa membuat seorang Cho Kyu Hyun tidur dengan nyenyak di setiap malamnya. Pria itu bahkan sudah berusaha mati matian untuk tidak memikirkan satu hal terpenting dalam hidupnya itu, tapi ternyata tetap tidak bisa.

“Aku sudah mengetahui semuanya. Soal ayahmu yang memiliki simpanan di masa lalu. Sehingga dirimu akhirnya lahir ke dunia ini, anak haram.”

Perkataan Dong Hae tempo hari kembali terngiang di kepalanya. Membuat pikirannya lagi lagi terasa kacau. Bukan karena dia merasa terancam dengan Dong Hae yang ternyata mengetahui sesuatu tentang hidupnya. Tapi karena Dong Hae yang mengungkitnya, membuat hal itu kembali menganggu Kyu Hyun. Helaan nafas halus keluar dari mulutnya “Anak haram?” dan dia tersenyum miris

-o0o-

Hyuna kembali menggerakkan kakinya menyusuri dek paling atas kapal. Kedua tangannya ia sembunyikan di balik jaket berbulu miliknya.

Langkahnya terasa semakin pelan ketika tiba tiba matanya menangkap sesosok manusia tengah duduk dengan kaki kanan yang tertopang di kaki kirinya, juga tangannya yang dilipat di depan dada. Membuatnya terkesan dingin dan sedikit angkuh.

Gadis itu mengerutkan dahinya pertanda heran. Sedikit keanehan ia tangkap dari hal ini. Hanya orang bodoh yang duduk sendirian di ujung kapal di tengah malam dengan menggunakan pakaian yang tidak cukup hangat, padahal angin malam ini terasa menusuk nusuk. Itu pikirannya.

Mwoyaaaa??.. apa orang itu gila berada di sana sendirian? Ditengah malam seperti ini? Astaga” gadis itu terus berceloteh tak jelas.

Hyuna mengerjap saat tiba tiba sosok itu berjalan dan mendekati pinggiran kapal. Membuat gadis itu tiba tiba terkesiap “Apa yang dia lakukan? Astaga! Apa dia ingin bunuh diri?”  tebaknya asal.

Dengan mata yang masih melebar dan mulut yang terbuka, dia berlari ke arah pria itu sambil sesekali menggigit bibir bawahnya, ketakutan.

OMG! S-STOP!! STOP” Hyuna sesekali berteriak namun nihil, pria itu bahkan tak menoleh ke arahnya.

SIR!!! DON’T DO ANYTHING!! HEY! ” Hyuna terus berlari hingga langkahnya semakin dekat dengan pria itu.

Cho Kyu Hyun tiba tiba saja berbalik dan mengernyit heran saat melihat ada seorang gadis tengah berlari ke arahnya sambil berteriak teriak tidak jelas. Kyu Hyun mengedarkan pandangannya kesana kemari berusaha memastikan bahwa memang dialah satu satunya orang yang berada di sana.

Pria itu semakin melebarkan matanya saat melihat Hyuna yang sudah berada dalam jarak tak sampai sepuluh langkah dari dirinya. ‘Kenapa gadis ini?’ batinnya.

Oh My God, Sir. Stop! Don’t move.. don’t move!

Hyuna tidak dapat mengontrol kecepatan berlarinya hingga dia tidak bisa mengerem pergerakan kakinya, terlalu mendadak dengan jarak yang sudah cukup dekat dengan Kyu Hyun. Gadis itu memaksakan kakinya untuk berhenti namun naas, yang terjadi malah sebaliknya. Kubin kapal yang licin membuatnya terpeleset ke belakang.

Reflek, Kyu Hyun menarik lengan Hyuna yang terjulur di depannya. Dengan sekali tarikan, pria itu berhasil membuat Hyuna gagal terjerembab ke kubin kapal dan malah menubruk dadanya. Kyu Hyun memegang nya kuat.

Hyuna mengerjapkan matanya. Untuk sesaat gadis itu terdiam. Hitamnya lautan lepas sejauh matanya memandang kini terpampang jelas di hadapannya. Tubuhnya yang jatuh di pelukan Kyuhyun membuat dia bisa melihat luasnya samudra yang begitu memukau. Bernafas, dia menghirup sesuatu yang tiba tiba saja membuatnya terasa nyaman. Kyu Hyun. Itu berasal dari tubuh Kyu Hyun. Sadar akan posisinya, tak membuat Hyuna beranjak dari sana. Bahu Kyu Hyun terasa begitu hangat mengenai sekitar hidung dan pipinya. Sedangkan matanya tak lepas menatap lurus di kejauhan. Angin malam berhembus dengan lembut menerpa wajahnya.

Sedikit banyak, Hyuna merasa seperti menjadi Rose dalam Titanic. Di ujung kapal seperti ini lah kedua insan  itu saling memadu kasih. Sambil menatap lautan lepas di depannya, Jack memeluk Rose dari belakang dan angin lembut itu mengiringi kisah percintaan mereka.

Dadanya tiba tiba bergemuruh. Kini,  dia sedang berada dalam pelukan seorang pria. Walaupun tak sama, tapi kejadian ini benar benar mirip. Mirip sekali! Batin Hyuna.

Tak jauh beda dengan Hyuna, Kyu Hyun pun terdiam. Pria itu sadar sepenuhnya bahwa sedang ada seorang gadis asing dalam pelukannya. Tapi suatu hal dalam dirinya menyerukan untuk tidak melepaskan pelukan itu. Ia merasa enggan. Untuk pertama kali dalam 27 tahun usia hidupnya, Kyu Hyun merasakan kenyamanan sendiri saat memeluk seorang gadis. Kenyamanan yang berbeda saat dia memeluk Ahra. Kenyamanan yang Kyu Hyun sendiri tidak dapat menjabarkannya. Dan pria itu benar benar susah untuk melepaskannya.

-o0o-

Kecanggungan tengah setia menemani dua insan yang kini duduk berdampingan di bangku kayu itu. Tak ada satu patah kata pun yang bisa mereka keluarkan. Lidah mereka sama sama kelu untuk hanya sekedar menyapa.

“Maaf” Hyuna yang tak tahan dengan situasi ini segera membuka suaranya terlebih dahulu.

Kyu Hyun menoleh, lalu mengangguk singkat “Meskipun aku juga tidak tahu apa motiv mu yang sebenarnya hingga tiba tiba saja berlari kearahku” kata Kyuhyun singkat, padat dan terkesan dingin.

“I-itu.. aku fikir tadi kau akan bunuh diri. Jadi.. aku berlari kearahmu”

Kyuhyun terperangah. Bagaimana bisa gadis asing ini berpikiran seperti itu. Apa tampang seperti Kyuhyun ini terlihat sangat frustasi hingga menunjukkan ciri ciri orang yang akan bunuh diri?

“Hidupku terlalu sayang di sia siakan jika aku memilih mati” balas Kyuhyun angkuh

“Konyol” lanjutnya lagi “Kau tidak akan menyiarkannya kan?” Kyu Hyun bertanya, membuat Hyuna buru buru menengok ke arahnya

“Apa?!”

“Aku tahu siapa kau nona Park. Reporter dari stasiun TV SBC. Wajahmu terlalu sering muncul di layar televisi yang ada di kantorku. Dan aku yakin kau juga sudah pasti tahu aku, kan?”

Hyuna mengangguk ragu. Tak percaya ternyata seorang CEO Perusahaan terkenal bisa mengetahui reporter lokal seperti dirinya. “Lagipula, aku tidak mungkin menyiarkan kejadian seperti tadi di televisi” Hyuna menunduk. Tiba tiba wajahnya memanas mengingat tingkah memalukannya tadi. Oh, Yaampun.

Suasana hening kembali melingkupi keduanya. Tak dipungkiri, baik Kyu Hyun maupun Hyuna bisa merasakan detak jantung mereka yang sedikit abnormal. Lain dari biasanya. Kyu Hyun sendiri bingung jantungnya bisa berulah seperti itu.

Tiba tiba saja Kyu Hyun berdiri, masih menatap lurus kedepan dan masih belum melihat Hyuna yang kini mendongak menatapnya.

“Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, aku pergi” Hyuna mengangguk dan setelahnya Kyu Hyun berbalik. Berjalan menjauhi Hyuna.

Gadis itu terus menatap punggung Kyu Hyun yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya. Ini aneh, dia itu merasa kehilangan secara tiba tiba. Detak jantungnya bahkan belum mereda pasca kejadian barusan. Perasaan aneh kini telah meracuni otak, hati, pikiran, dan tubuhnya. Sosok Kyu Hyun yang beberapa saat lalu memeluknya, sosok Kyu Hyun yang dengan dinginnya berbicara padanya walau hanya sepatah dua patah kata, dan sosok Kyu Hyun yang memancarkan kesenduan di balik bola matanya yang indah. Cenderung memiliki rasa kerinduan, kesedihan, dan perasaan bersalah dalam bola mata itu. Jauh di dasar hati Hyuna yang paling dalam, gadis itu benar benar ingin mengetahui lebih jauh sosok Kyu Hyun yang baginya terlalu misterius untuk saat ini.

“Cho Kyu Hyun.. siapa kau sebenarnya?” lirih Hyuna

-o0o-

Kyu Hyun melangkah gontai ke arah kamarnya. Fikirannya yang sudah kacau menjadi lebih kacau.

Pria itu masuk ke dalam kamarnya setelah berjalan beberapa saat. Kyu Hyun duduk di pinggiran ranjang dengan kedua tangannya yang menyangga kepalanya yang ia tundukan. Debaran itu bahkan masih terasa hingga detik ini. dan semakin bertambah cepat ketika mengingat kembali kejadian beberapa saat lalu bersama gadis itu, Park Hyuna.

Sialan. Kyu Hyun mengacak rambutnya kasar. Bingung karena tidak bisa menjawab rasa gelisah yang sedari tadi menganggunya. “What’s wrong with this fuckin ... Arrgh! Damn it!” dia berbicara sendiri dan bertambah kesal. Membuatnya menyerah lalu memilih untuk berbaring di ranjangnya yang berukuran king size.

Kyu Hyun menatap langit kamarnya dengan pandangan kosong. Tangan kanannya bergerak ke dadanya yang tadi bisa berdebar begitu kencang saat bersama Hyuna.

“Tapi ini..” Kyu Hyun menghela nafas.

“Park Hyuna.. siapa kau sebenarnya?”

***

“ My heart is running to you

Every sec getting close to you

I caught feeling with just one glance

Who are you stranger .. ?”

Advertisements

171 thoughts on “Allure of The Seas #Bab 2

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: