Love Line (8/?)

C1458501-1361299767large

Author                  : tatadap

Title                       : Love Line

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading!

– One by One, Everything Comes Out –

 

Matahari sudah bersembunyi di peraduannya dan digantikan oleh bintang bintang yang malam ini terlihat sangat banyak. Meja bundar berukuran sedang itu tampak sangat ramai dengan berbagai obrolan. Di depan mereka tersaji sebuah desert setelah sebelumnya menyantap habis makanan utama dengan sukacita dan keharmonisan yang terasa kental. Pemandangan disana sungguh luar biasa indah. Terdapat beberapa lampu hias tambahan untuk mempercantik desain.

 

“Hari ini sangat menyenangkan. Lama sekali aku tidak bertemu dengan teman teman dari anak anakku. Terimakasih untuk kedatangan kalian semua” Seunghwan berbicara.

 

“Aniyo, Paman. Kami yang harusnya mengucapkan terimakasih karena mau mengundang kami dan.. tentu saja masih mengingat kami. Hihi ” Se Ra, seorang gadis tinggi semampai dengan rambut sebahunya menjawab. Sahabat dekat Ahra dari mereka TK hingga sekarang. Dan Seunghwan maupun Hana sudah tak asing lagi dengan gadis ini.

 

“Kau fikir aku akan melupakanmu? Jahat sekali pikiranmu” Seunghwan mendengus pura pura kesal dan yang lainnya terkekeh.

 

“Jamuan hari ini sangat memuaskan. Aku merasa.. hidup kembali” Mei Mei bersuara. Gadis asal China yang juga menjadi teman sekelas Ahra dari TK hingga SMA. dan Mei Mei memang menetap di Seoul bersama adiknya. Sementara orang tuanya berada di China. Dulu, orang tuanya menetap di Seoul juga demi menjalankan bisnis keluarga. Tapi, semenjak Mei Mei lulus SMA, mereka kembali ke China dan meneruskan usahanya disana. Tapi Mei Mei dan adiknya lebih memilih untuk tetap berada di Seoul.

 

“Kau hidup? Kuarasa kau tadi tidak mati, girl” Cho Seunghwan bergurau membuat tawa meledak kembali.

 

“Bukan itu maksudku Papa, aku hanya merasa stress dengan pekerjaan ku yang menumpuk. Dengan acara hari ini, aku merasa bebanku hilang dalam sekejap. Aku merindukan kalian” Mei Mei melihat Cho Seunghwan, Kim Hana dengan mata yang mulai berair. Gadis itu merindukan orang tuanya, tentu saja.

 

“Oh, Mei Mei. Jangan menangis” Kim Hana menghampiri Mei Mei yang hampir meledak lalu memeluknya sayang.

 

“Mei Mei, pasti sangat susah hidup jauh dari keluarga ya?” Minho bertanya. Ini kali pertama mereka bertemu tapi Minho merasa Mei Mei adalah gadis baik yang supel. Minho sangat welcome dengan orang orang seperti itu.

 

“Awalnya iya. Tapi semakin kau menjalaninya itu tak akan terasa terlalu berat”

 

“Oh ya girls, kalian bisa datang ke cafe ku jika ada waktu luang” Hyukjae mengedipkan matanya pada Mei Mei dan Se Ra membuat gelak tawa semua orang kembali hadir. Namun Ahra berdecak “Lee Hyukjae, jangan coba coba mendekati kedua sahabatku ini. Awas saja kau!” ancam Ahra

 

“Hyuna, kau tidak mengajak temanmu kemari?” tiba tiba Sung Jin bertanya hingga kini perhatian semua orang beralih kepada Hyuna. Gadis itu berkedip karena terkejut tiba tiba menjadi pusat perhatian.

 

“Eh.. anu, i-itu–”

 

Hyuna melihat wajah semua orang yang penasaran menunggu jawabannya. Walaupun Hyuna tahu, keluarganya tahu dengan jelas alasan kenapa dia tidak bisa mengajak seorang pun kemari. “Aku hanya, belum banyak mengenal orang Sung Jin~ssi. Jadi, aku belum punya teman yang benar benar dekat”

 

Masuk akal. Hingga semua orang kini kembali sibuk dengan percakapan lain. Tapi tidak dengan Sung Jin. Sedari tadi pria itu terus menatap Hyuna dengan pandangan tajam, tapi ada senyum di wajahnya.

 

Tiba tiba Sung Jin berdiri dan mendekat ke arah Hyuna. Sedikit menunduk lalu berbisik di telinga gadis itu “Bisa aku bicara denganmu?” Hyuna nampak bingung tapi dia mengangguk.

 

Tanpa menganggu kegiatan yang lainnya yang tengah bercakap cakap, Hyuna bangkit dari duduknya dan mengikuti Sung Jin. Dan tanpa mereka tahu, bahwa tatapan liar Kyuhyun mengikuti segala gerak gerik mereka.

 

Mereka berjalan hingga berada di jalan setapak taman kecil di pekarangan rumah Kyuhyun. Senyum bertengger di wajah Sung Jin sementara Hyuna masih menerka nerka apa yang akan mereka bicarakan karena sedari tadi, Sung Jin tidak membuka suaranya.

 

“Sung Jin~ssi, katanya kau ingin biacara. Bicaralah sekarang”

 

“Oh, bukan hal yang penting”

 

“Maksudmu?”

 

“Aku hanya ingin tahu beberapa hal mengenai dirimu. Itupun kalau boleh”

 

Hyuna mengerutkan dahinya bingung “Te-tentu saja” walau bingung, gadis itu berusaha untuk sopan.

 

Ada kursi panjang disana, dan Sung Jin duduk di situ. Hyuna mengikutinya. “Jadi, kau suka warna apa?” Sung Jin bertanya

 

“Eh? B-biru”

 

“Makanan favoritmu?”

 

“Aku bisa makan apa saja tapi tidak dengan seafood. Alergi”

 

“Hmm, begitukah. Oke. Lalu—kau suka musik?”

 

“Sangat”

 

“Jenis apa yang kau suka?”

 

Pop, Jazz. Aku juga sangat suka mendengar lagu lagu ballad

 

“Tanggal lahirmu?”

 

“7 December 1990”

 

“Olahraga favoritmu?”

 

“Err.. aku tidak suka olahraga. Aku lebih suka membaca novel”

 

“Novel? Jenis apa?”

 

“Kebanyakan.. romance

 

“Waah, kau bukan type gadis gadis dengan impian mendapat pangeran berkuda putih untuk melamarmu kan? Karena itu semua hanya fantasi”

 

Hyuna tertawa, entah kenapa sesi tanya jawab ini makin lama membuatnya tertarik. Sung Jin sungguh bisa membawa suasana “Aku tahu. Dan aku bukan salah satu dari gadis gadis itu”

 

“Bagus” keduanya terkekeh.

 

“Untuk apa kau bertanya tanya?”

 

“Tidak tahu. Aku hanya merasa, ingin mengenalmu lebih dekat”

 

“Begitukah?”

 

“Yah, kurasa kita bisa berteman baik” Sung Jin tersenyum manis dan Hyuna membalasnya.

 

“Kalau begitu, aku yang akan bertanya sekarang” Hyuna membenarkan posisinya menjadi lebih nayaman. Dan Sung Jin terlihat lebih bersemangat.

 

“Apa kau playboy?”

 

Sung Jin tergelak lalu terkekeh “Yah! Pertanyaan macam apa itu?!”

 

“Kau perayu ulung?”

 

What?!”

 

“Berapa banyak wanita yang  patah hati karenamu?”

 

Okay okay, stop here” Sung Jin mencoba menghentikan Hyuna dengan pertanyaan pertanyaan konyolnya. Namun yang ada malah mereka berdua tertawa lepas karena hal itu. butuh beberapa saat hingga akhirnya mereka berhenti.

 

You’re so FUNNY! Ha-Ha-Ha! ” Kata Sung Jin sambil menegaskan kata FUNNY dengan tatapan pura pura sebal.

 

Thank you, sir” Hyuna terkekeh.

 

“Kenapa kau bertanya hal seperti itu tadi? Seharusnya kau bertanya hal serupa dengan pertanyaan dariku untukmu”

 

“Well, aku lebih tertarik dengan hal itu. Lagipula, tidak ada salahnya kan aku bertanya seperti itu? Kau tampan, kaya, cerdas. Kau penah menetap di Amerika selama bertahun tahun. Dan seperti yang aku dapat lihat, kau bukan type pria penutup dengan mengutamakan hati jika menjalin hubungan. Dengan semua yang kau miliki, kau patut bersombong diri. Itu wajar. Dan karena itu, pasti banyak perempuan yang patah hati karenamu kan? Karena kau sering tebar pesona dan playboy dan perayu ulung dan  dan dan.. masih banyak kata bantu ‘dan’ untuk mendeskripsikanmu” Hyuna terkekeh begitupun Sung Jin.

 

“Pemikiran yang cerdas nona Park. Kau mendapat nilai seratus untuk itu”

 

“Karena semua ucapanku benar?”

 

Sung Jin terkekeh lagi lalu dengan malu malu menjawab “Ya”

 

“Ternyata, kau orang yang cukup jujur Sung Jin~ssi” Hyuna mengacungkan jempolnya pertanda itu hal baik untuk Sung Jin.

 

“Terimakasih. Dan ternyata, kau orang yang asyik diajak biacara”

 

“Sepertinya, kita bisa menjadi teman baik. seperti harapanmu” Hyuna tersenyum simpul.

 

“Tentu saja. Mungkin, bisa lebih dari itu?”

 

-o0o-

 

“Cho Seunghwan!”

 

“Kim Seung Ho!”

 

Kedua pria paruh baya itu saling melempar senyum hangat sebelum akhirnya saling memeluk. Jas yang melekat pada tubuh keduanya benar benar menggambarkan golongan seperti apa mereka. Dan itu bagus melihat keduanya ternyata saling mengenal, bahkan terkesan akrab.

 

Dua hari yang lalu, Cho Seunghwan mendarat di Amerika. Mendapatkan istirahat selama kurang lebih dua hari di penthouse yang ia punya di sini sebelum akhirnya bertemu dengan rekan bisnis sekaligus sahabatnya, Kim Seung Ho.

 

Cuaca terlihat sangat bagus. Dan itu menjadi latar belakang yang paling menakjubkan di ruangan Seung Ho. Langit biru dengan puluhan gedung skyscraper yang terlihat mencolok dari kaca bening kantornya itu.

 

“Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu dan keluargamu?” Seung Ho bertanya santai setelah mereka berdua duduk di kursi nyaman. Dua orang pria berbadan tegap tapi tidak terlalu besar terlihat berdiri di jarak yang agak jauh dari keduanya. Satu adalah pengawal Seung Ho, dan satunya adalah orang kepercayaan Seunghwan.

 

“Baik, baik. Keluargaku juga sangat baik. Istriku menyampaikan salam untukmu dan keluarga Kim”

 

“Wah, sampaikan terimakasihku padanya”

 

“Bagaimana dengan keluargamu?”

 

Seung Ho menghela nafas “Kami semua baik. Tapi, sepertinya aku mulai merasa frustasi dengan tingkah laku Seo Jung yang nakal” Seung Ho menggelengkan kepalanya.

 

Seunghwan terkekeh “Yahh.. seorang putri yang bandel huh?”

 

“Benar sekali. Sangat jauh dengan kakaknya”

 

“Kudengar Seo Jung kembali ke Korea?”

 

“Ya, anak itu sangat keras kepala. Beberapa bulan terakhir dia terus memaksaku untuk memulangkannya ke Korea. Katanya, dia sangat rindu pada Cho Kyuhyun. Beruntung Sung Jin sudah ada disana, jadi aku tidak terlalu memikirkannya. Paling tidak, kakaknya akan menjaganya. Oh ya, bicara mengenai Kyuhyun, bagaimana dia sekarang?”

 

“Sibuk di kantor. Anak itu jika sudah bekerja tidak kenal waktu. Terkadang ibunya selalu mengomel dan menasihatinya”

 

“Bagus untukmu. Dia sangat tekun bekerja. Seperti ayahnya”

 

Seunghwan terkekeh “Begitupun denganmu Seung Ho. Sung Jin adalah anak yang hebat”

 

Pertemuan siang itu diisi dengan obrolan ringan. Memang Seughwan sengaja membuat  janji temu untuk sekedar becakap cakap dengan Seung Ho siang ini. lupakan masalah bisnis sejenak, ada hal lain yang harus dia luruskan.

 

Ada ketukan di pintu dan tidak lama, seseorang masuk. Dengan pakaian formal yang cukup sederhana, wanita itu berjalan masuk dengan senyum hangat yang sangat menawan. Bibirnya terpoles lipstik berwarna merah yang ranum.

 

“Ji Soo~ya, kemari”

 

Yoon Ji Soo, membungkuk sekilas pada Seunghwan sebelum akhirnya duduk di samping Seung Ho.

 

“Seunghwan, kau tidak lupa siapa dia kan?” Tanya Seung Ho dengan senyum hangatnya. Merangkul wanita yang di panggil Ji Soo itu dengan sayang.

 

“Tentu saja tidak. Bagaimana bisa aku lupa” Seunghwan beralih menatap Ji Soo masih dengan senyum ramahnya “Wah, nyonya Kim. Lama tak bertemu. Anda terlihat sehat”

 

Jji Soo tersenyum sopan “Ya, begitulah Tuan Cho. Anda juga terlihat baik baik saja”

 

“Istriku menitip salam untukmu”

 

“Nyonya Cho tidak ikut kemari?”

 

“Ah, untuk perjalanan kali ini dia tidak ikut dan memilih untuk tinggal di Korea”

 

Seunghwan menatap wanita di depannya itu masih dengan senyum sopan ramah yang sebagaimana mestinya ia tunjukan. Tapi otaknya berfikir keras. Ingin sekali menanyakan sesuatu yang mengganggunya beberapa bulan belakangan ini. Tapi diam diam, Seunghwan memperhatikan bagaimana keadaan fisik Ji Soo. Meski di bilang kurang ajar dan tak patut, tapi dia harus melakukannya. Dan dari segi itu, Seunghwan mendapatkan sesuatu yang bisa ditambahkannya dalam daftar ‘praduga’ kasus yang sekarang masih dia coba pecahkan.

 

“Seung Ho, sudah lama aku tidak melihatmu kembali ke Korea. Kenapa tidak sekali kali kau meluangkan waktumu berkunjung kesana?” Seunghwan kembali menatap Seung Ho. Mencoba membuat percakapan ini terlihat ringan tapi ia harus mendapatkan beberapa info.

 

“Aku sudah nyaman berada disini, Seunghwan. Lagipula, kondisiku tidak terlalu baik untuk terus menerus melakukan perjalanan panjang. Aku tidak sesehat dulu, bagus untukmu” Seung Ho menjawab sambil terkekeh.

 

“Wah, sayang sekali. Padahal jika kau kesana, aku bermaksud mengundang keluarga Kim untuk melakukan jamuan di rumahku”

 

“Hmm.. jika itu penawarannya, mungkin bisa kupertimbangkan” Seung Ho kembali terkekeh

 

“Kutunggu itu. Aku juga akan memperkenalkan anak gadisku pada kalian”

 

Seung Ho dan istrinya, Yoon Ji Soo saling bertukar pandang dengan alis yang bertaut “Ahra? Kau berencana mengenalkan kami pada Ahra?”

 

Seunghwan terkekeh “Bukan bukan. Bukan Ahra. Aku memiliki satu anak gadis lain”

 

“Benarkah? Bagaimana bisa?”

 

“Ceritanya panjang, namanya Hyuna dan dia sudah kuangkat menjadi anakku. Menjadi adik Ahra dan Kyuhyun. dia gadis cantik yang pintar”

 

“Menarik. Jika kau sudah bertindak sejauh itu, pasti Hyuna bukanlah gadis biasa kan?”

 

“Ya, dia sangat luar biasa. Dia berasal dari Nowon”

 

“Nowon?” Alis Seung Ho terangkat, lalu memandang istrinya.

 

“Kau juga berasal dari Nowon kan, sayang?” tanya nya penuh minat, membuat Ji Soo mengangguk ragu.

 

Seunghwan mengamati berbagai ekspressi di wajah Seung Ho ataupun Ji Soo, tapi dia tidak bisa menyimpulkan. Ponselnya berdering dan mengharuskan dia untuk segera pergi.

 

“Senang sekali bertemu denganmu hari ini Seung Ho. Tapi maaf, sepertinya aku harus pergi sekarang”

 

“Wah, sayang sekali” Seung Ho bangkit, begitu pula istrinnya. Seung Ho memeluk Seunghwan sekilas sebelum akhirnya benar benar pergi dari ruangan itu.

 

“Sampai bertemu lagi, Seung Ho~ya

 

-o0o-

BRAAAK!!

Semua berkas yang dibawa Hyuna dilengannya jatuh berantakan di lantai. Membuat suara bising yang sedikit menarik perhatian orang orang yang sedang bekerja siang ini. Hyuna tersentak, bukan karena berkas berkas yang dibawanya jatuh, tapi karena apa yang membuat berkas berkas itu jatuh. Seseorang. Wanita. Cantik dan anggun. Tapi dengan sorot mata yang keji. Rachel Kim.

 

Rachel Kim, berdiri dengan tangan bersedekap di depan Hyuna. Memasang tampang tidak bersahabat yang sangat kentara. Lipstik merah merona, dengan mini dress yang benar benar mini berwarna merah pula. Dia benar benar persis seperti ratu kejahatan yang baru saja bangkit.

 

“Oh! Maafkan aku, aku menyesal” katanya pada Hyuna, dengan nada menyesal yang dibuat dibuat.

 

Tahu itu hanya kedok dan kepura puraan belaka, dan tidak tahu untuk apa Rachel Kim mengusiknya hari ini, Hyuna hanya menanggapi sapaan Rachel dengan sedikit senyum sembari berjongkok. Mengambil berkas berkas itu kembali.

 

“Aaaakhh!” Hyuna meringis saat tangannya diinjiak oleh Rachel. Ulangi. DIINJAK.

 

Hyuna mendongak dengan wajah kesakitannya dan menatap bingung Rachel yang kini tersenyum setan “Apa yang—?”

 

Rachel menundukkan badannya mencoba sedekat mungkin dengan kepala Hyuna. Membuat Hyuna kembali meringis karena tekanan yang diberikan dari sepatu heels Rachel ditangannya semakin menguat.

 

Sekarang, semua tatapan orang yang berlalu lalang, tertuju pada mereka.

 

“Dengar gadis tidak tahu diri” Rachel mulai bicara, mencoba mengintimidasi Hyuna dengan tatapan, ucapan, juga perlakuannya.

 

“Kau adalah gadis kecil yang bodoh, murahan, penjilat, dan perebut milik orang lain!” Mata Hyuna terbelalak lebar ketika mendengarnya. Mendengar dirinya dicemooh tanpa ampun seperti itu. kali pertama dalam hidupnya. Dan apa ini? Kenapa wanita yang bahkan dia tidak kenal menyerangnya secara tiba tiba seperti ini?!

 

Rachel menarik rambut Hyuna kebelakang, lagi lagi membuatnya meringis. Tatapan iba, bisik bisik, dan suara prihatin mulai terdengar dari orang orang yang hanya mampu menonton kejadian ini. Rachel Kim benar benar ular. Sangat berani untuk melakukan hal seperti itu di depan umum.

 

“Lepaskan aku Rachel~ssi! Kenapa kau menyakitiku! Lepaskan aku!” Hyuna mencengkram tangan Rachel yang menarik rambutnya dengan satu tangannya yang terbebas.

 

Rachel tersenyum sinis “Sakit? Bagus. Dan kenapa? Biar kujelaskan untukmu. Kau gadis kampung yang hanya mendapat keberuntungan hingga bisa diangkat anak oleh keluarga Cho. Dan berani beraninya kau mendekati Kyuhyun! Hah! Gadis sialan!! Dia milikku kau tahu!”

 

“Aaak!!” Hyuna meringis lagi dan kepalanya lebih mendongak ketika tarikan dirambutnya bertambah.

 

“Kau jalang! Jangan sentuh barang seinci pun dari tubuh Kyuhyun! seharusnya kau berfikir!! Ayah Kyuhyun telah berbaik hati padamu untuk mengangkatmu menjadi anak. Bayangkan akan jadi apa kau sekarang jika semua keberuntungan itu tidak memihakmu?! Gadis miskin yang masih tinggal di desa yang tidak tahu apa apa. Berkacalah, hey gadis sialan!! Apa ini bentuk terimakasihmu, hah?!”

 

“Menjauh darinya. Aku tidak akan segan melakukan yang lebih buruk dari ini jika kau tidak mendengarkan perintahku. DIA MILIKKU. Mengerti?”

 

Dan dengan itu, Rachel berdiri dengan normal. Mengambil sebuah kacamata dari tasnya dan memakainya dengan anggun. Dan berjalan, dengan suara heels yang seperti ketukan demi ketukan api neraka yang mengerikan.

 

Hyuna masih terdiam di tempatnya. Merasa sakit dimana mana, namun yang lebih sakit adalah hatinya. Bibirnya bergetar dan matanya terasa panas. Perlahan lahan air mata itu turun di kedua pipinya. Dia sadar banyak kerumunan orang disekitarnya, yang kini mulai berbisik bisik. Yang kini juga tahu siapa dia sebenarnya. Dia sakit, dan  malu.

 

“Hyunaa!!!”

 

Hee Chan menerobos keramaian yang terbentuk. Berlari menghampiri Hyuna yang terduduk lunglai di lantai dengan pandangan kosong dan wajah penuh air mata.

 

“Hyuna! Ya Tuhan.. Hyunaa!” Hee Chan beringsut memeluk Hyuna. Melihat keadaanya. Melihat wajahnya lalu meringis melihat wajah itu. dihapusnya air mata sahabatnya lalu kemudian membantunya berdiri.

 

“Apa kalian akan tetap berdiri seperti itu?! Kalian ini manusia macam apa?!” Hee Chan berteriak kemudian, menatap berpasang pasang mata yang membuat nya muak –menurutnya- bagaimana tidak. Ini adalah hal yang bukan seharusnya menjadi tontonan gratis! Demi Tuhan, tidak adakah yang bisa berbaik hati sedikit?!

 

Gadis itu memapah Hyuna dengan susah payah setelah sebelumnya membereskan berkas berkas Hyuna yang jatuh dilantai. Membawanya kembali ke ruang kerja mereka dan menundukan Hyuna di kursinya. Dengan diam dan tidak banyak bicara, Hee Chan memasukkan barang barang Hyuna ke dalam tas gadis itu. Dia bahkan menghindari tatapan yang lagi lagi tertuju pada mereka di ruangan kerja. Hyuna dengan pandangan ksosongnya yang menyakitkan, melirik sekilas apa yang dilakukan Hee Chan. Dengan sekuat tenaga, gadis itu memegang pergelangan tangan Hee Chan dan membuat gadis itu menengok ke arah Hyuna.

 

“Kau mau apa?” tanya nya dengan nada serak

 

“Kau fikir apa? Kau harus pulang sekarang!” Hee Chan menjawab, dengan nada tegas yang terlihat benar benar khawatir sekarang.

 

Hyuna menggeleng “Aku tidak akan pulang, Hee Chan. Aku tidak apa apa”

 

“Hah! Aku bodoh jika aku mengikuti kata katamu. Anak kecil pun bisa melihat kau itu tidak dalam keadaan baik baik saja!”

 

Hyuna baru akan bereaksi kembali ketika lagi lagi seseorang mengintrupsi Hee Chan.

 

“Hah, mentang menatang kau ini anaknya pemilik perusahaan, jadi kau mau seenaknya ya? Pulang begitu saja saat jam kantor. Ingat ya Hyuna, kau itu hanya diangkat anak. Tidak lebih”

 

Hee Chan mengepalkan tangannya emosi, dia ingin beranjak ke arah Sung Rin yang terus saja mengoceh hal hal tak penting yang membuat Hee Chan naik darah. Dia ingin sekali menjambak rambut gadis pencibir itu dengan tangannya. Tapi tertahan karena Hyuna mencegahnya. Memegang tangan Hee Chan lalu menggeleng.

 

“Ayo, kuantar kau pulang!” Hee Chan menarik pelan tangan Hyuna.

 

“Hee–”

 

“Pulang. Sekarang”

 

Dan Hyuna hanya menurut. Dia tidak bisa berkata banyak. Hee Chan benar, dia harus pulang sekarang. Dia harus memulihkan kepalanya. Memulihkan kesakitannya hari ini. kejadian hari ini sungguh di luar batas, diluar kendalinya. Dan tidak terduga. Rachel Kim. Wanita itu dengan sangat berani bertindak, bahkan di depan umum. Dia benar  benar ratu iblis. Dan ternyata, dia tahu segalanya. Dia tahu dan kini membuat satu perusahaan tahu juga. Dia sungguh ular betina yang licin juga licik. Cepat bergerak, tak tanggung tanggung menyerang mangsa.

 

Perkataan Rachel terus terngiang di otaknya, berdengung di telinganya. ‘Tidak tahu diri. Tidak tahu berterimakasih. Jalang. Wanita murahan’ sakit saat mendengar seseorang menyumpah serapah dirimu seperti itu. Air mata kembali menyeruak, ingin meluncur turun. Tapi dengan sekuat tenaga Hyuna berusaha menahanya. Dan.. gagal. Gadis itu mengalihkan tatapanya ke arah jalan demi menghindari kontak mata dengan Hee Chan yang sedang menyetir disebelahnya. Hee Chan menghela nafas, dia tahu Hyuna menangis. Tapi dia membiarkannya. Sepertinya, menangis adalah sesuatu yang wajib dikeuarkan saat kau sedih.

 

“Ck, cepatlah turun dan tenangkan dirimu di rumah yang luas itu. Jika aku tidak salah ingat, di dalamnya ada kolam renang yang besar sekali kan? Hmm.. kau bisa berenang disana untuk mendinginkan kepalamu” Canda Hee Chan sembari terkekeh. Mencoba mencairkan suasana. Mereka sudah sampai dan Hee Chan memberhentikan mobilnya dirumah CEO perusahaan tempatnya bekerja itu.

 

Hyuna menelan ludahnya, merasa gugup karena rasa bersalah itu kembali menyeruak. Dia telah membohongi teman terbaiknya ini. dia benar benar menyesal.

 

“Eh, tapi.. benar kan kau tinggal disini? Karena menurut apa yang kuketahui hari ini, kau adalah anak Cho Seunghwan sajangnim. Jika kau bertanya tanya darimana aku tahu rumahnya, yah.. semua orang juga tahu dimana rumah si taipan tampan itu. haha” Hee Chan kembali tertawa dengan guyonan nya “Aku bercanda. Aku pernah kesini bersama manager perencanaan untuk membahas sesuatu. Kala itu, Cho Seunghwan sajangnim masih menjabat sebagai CEO dan dia tidak masuk kantor karena sakit. Caah! Sekarang masuklah kerumahmu” Hee Chan memberikan senyum lembutnya dan mengusap lengan Hyuna. Gadis itu masih belum mengeluarkan kata kata, hanya balas menatap Hee Chan dengan mata yang kembali berkaca kaca.

 

“Hee Chan~ah.. maafkan aku. A-aku.. aku tidak bermaksud bohong padamu” Hyuna melirik reaksi Hee Chan sekilas lalu kembali melanjutkan “Aku hanya merasa, aku masih belum terlalu pantas untuk berada dikeluarga itu. Dan aku juga berfikiran bahwa dengan diumumkannya aku sebagai anak angkat pengusaha sukses di Korea, membuat orang orang berbicara yang tidak tidak tentangku. Aku hanya ingin orang orang melihatku sebagai diriku. Bukan berpura pura baik dan tersenyum di depanku karena mereka tahu aku ada hubungan keluarga dengan orang terpandang. Aku ingin mereka menerimaku karena aku adalah aku. Dan aku ingin berusaha sendiri di perusahaan dengan tidak langsung menerima apa yang diberikan Appa padaku. Itu akan semakin membuat dorongan orang orang yang tidak tahu menahu menghujatku. Lagipula, aku juga ingin berusaha keras untuk meununjukan pada keluarga baruku bahwa aku bukanlah gadis yang menerima sesuatu begitu saja. Aku bisa membalas kebaikan mereka dengan bekerja keras, membuat prestasi di kantor dengan lirih payahku. Aku sama sekali tidak bermaksud membohongimu, Hee Chan~ah. Maafkan aku”

 

Hyuna menangis tersedu sedu. Gadis itu sudah tidak bisa menahannya lagi. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, bersamaan dengan Hee Chan yang memeluknye hangat. Menepuk nepuk pelan untuk menenangkan Hyuna

“Tidak apa apa, aku mengerti. Sebenarnya, alasanmu itu bisa aku terima. Tapi, pemikiranmu lah yang tidak bisa kuterima. Kau, seharusnya jangan berfikir bahwa kau tidak pantas. Yang kau harus lakukan adalah membuatnya terlihat pantas. Untuk saat ini, jangan fikirkan apa kata orang lain. Biarkan burung berkicau. Kau hanya harus fokus dalam misimu membuat dirimu menjadi pantas dan buktikan bahwa kau bukan seorang yang tidak tahu terimakasih. Buktikan  bahwa kau patut dibanggakan. Sekarang, kumohon masuk dan istirahatlah” Hee Chan Melepaskan pelukannya dan seketika dia melihat memar di tangan Hyuna.

 

“Ya Tuhan! Ini gara gara Rachel kan?!” Hee Chan reflek memegangnya, terlalu keras hingga membuat Hyuna meringis.

 

“Maaf” sesal Hee Chan “Apa itu sakit?”

 

“Aku tidak apa apa, jangan khawatir” kata Hyuna sembari memaksakan senyumnya.

 

“Bicaralah pada Kyuhyun tentang ini”

 

Hyuna menggeleng cepat “Aku tidak mau. Dia masih di Jepang untuk menghadiri rapat penting, aku tidak mau menganggunya”

 

“Oke. Katakan saat dia pulang”

 

“Tidak. Aku tidak akan memberitahu apapun padanya”

 

Hee Chan menghela nafas “Kau itu bagaimana sih! Kyuhyun berhak tahu Hyuna. Dia juga terlibat dalam hal ini. bahkan dia adalah hal utama yang menyebabkan Rachel menyerangmu. Kau harus memikirkan keselamatanmu, Hyuna. Aku pernah bilang wanita seperti apa Rachel itu kan? Dia berbahaya. Dia ancaman untukmu saat ini. bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa seperti tadi lagi. Atau bahkan mungkin lebih buruk”

 

Hyuna terdiam, dia memikirkannya. Dia bisa saja bilang pada Kyuhyun, tapi tidak. Dia tidak akan pernah membicarakan hal ini pada Kyuhyun.

 

“Terimakasih sudah mengantarku Hee Chan. Dan sekali lagi aku minta maaf” Hyuna memeluk Hee Chan sekilas lalu turun dari mobil. Sebelum gadis itu benar benar menutup pintu mobil, Hee Chan kembali memanggilnya.

 

“Serius Hyuna. Katakan hal ini pada Kyuhyun. dia berhak tahu!”

 

“Akan kufikirkan. Kau hati hati dijalan.”

 

-o0o-

 

Hyuna menggeliat dalam tidurnya yang.. entah kenapa terasa sangat nyaman dan hangat. Dengan perlahan gadis itu membuka matanya dan menangkap jam wekernya yang menunjukkan pukul 5 pagi. Masih sangat pagi untuk bersiap ke kantor. Dan saat kesadarannya sudah pulih sepenuhnya, dia menyadari ada sesuatu yang hidup dan kini bernafas menerpa leher belakangnya. Sebuah pelukan hangat tersampir di pinggangnya  yang ramping. Dengkuran kecil yang halus juga terdengar menyapa telinganya.

 

Perlahan, gadis itu berbalik. Sangat amat pelan, supaya tidak menganggu orang yang tengah tertidur di sisinya itu. dan dia mendapati Cho Kyuhyun terbaring disana dengan damai. Tapi wajahnya terlihat sangat kelelahan. Dan ketika Hyuna mengamatinya lagi, Kyuhyun masih mengenakan kemeja birunya yang kini acak acakan. Celana kain hitam dan sepatu yang masih menggantung di kakinya.

 

Ya Tuhan, pria ini.. kapan dia pulang?

 

Tiba tiba, matanya kembali memanas. Pandangannya mengabur dan tak lama, air matanya tumpah. Entah hanya perasaannya saja atau apa, tapi Hyuna sedang mempertanyakan kebenaran atas keputusan hatinya saat ini. apa jalan yang dia ambil salah? Apa dari awal dia sudah salah? Atau.. salahkah dia mencintai pria di depannya itu begitu banyak? Benarkah bahwa dia adalah gadis yang tidak tahu terimakasih? Jalang? Kenapa wanita bernama Rachel Kim itu berhasil membuat pikirannya terganggu dengan perkatannya yang penuh bisa?! Apa karena memang yang dikatakan Rachel itu ada benarnya?

 

“Ssst…”

 

Hyuna menegang saat merasakan Kyuhyun yang mengeratkan pelukannya. Menyembunyikan Hyuna ke dalam dadanya. Membiarkan gadis itu meringkuk disana. Dengan sayang, Kyuhyun mengusap usap punggung Hyuna lalu mengecup puncak kepalanya. Terdengar suara nafas Kyuhyun yang menghirup wangi rambut Hyuna. Membuat gadis itu selalu merasa hangat karena dicintai bagitu dalam oleh pria ini.

 

“K-kyuhyun~ah..”

 

“Ssst.. jangan bicara apapun. Aku hanya ingin memelukmu saat ini”

 

Lama mereka terdiam dalam posisi itu hingga akhirnya tangisan Hyuna mereda.

 

“Maafkan aku” kata Kyuhyun kemudian, membuat Hyuna sedikit merenggangkan kepalanya dari dada Kyuhyun dan mendongak, menatap mata pria itu dengan matanya yang basah.

 

“Rachel menyakitimu. Dan itu semua karena aku. Aku terlalu bodoh dan ceroboh. Aku tidak memikirkan kemungkinan dia mengetahui hubungan kita. Tapi ternyata, dia memang ular betina yang sangat licin. Oh Tuhan.. maafkan aku Hyuna, maafkan aku yang bodoh ini”

 

Hyuna tersentak “Kau tahu?”

 

Kyuhyun mengangguk “Hyukjae hyung menceritakan semuanya padaku. Setelah mendengar itu, aku langsung mengejar penerbangan terakhir untuk melihatmu. Ketika aku sampai, kau sudah tidur.Ya Tuhan, Hyuna” Kyuhyun kembali mambawa Hyuna dalam pelukannya.

 

Bodohnya Hyuna bahwa tanpa dia menceritakan kejadian itu secara langsung, Kyuhyun akan tetap tahu. Seketika dia melepaskan pelukannya “Aku tidak apa apa. Ini malah hal yang aku khawatirkan. Kau akan bersikap gegabah. Kenapa pulang sekarang? Bagaimana urusan di Jepang”

 

“Tidak usah memikirkan tentang itu. Jangan panggil aku Cho Kyuhyun jika aku tidak bisa mengatasi semuanya”

 

“Tapi–”

 

“Diam dan kembalilah tidur. Tidak usah ke kantor hari ini.  Jangan membantah!”

 

Hyuna mengatupkan kembali mulutnya yang ingin protes.

 

Dia kembali berbaring nyaman dalam pelukan Kyuhyun. tidak bisa memejamkan matanya kembali, dia memainkan kancing baju Kyuhyun ditangannya.

 

“Tidur, Hyuna” titah Kyuhyun dengan suara seraknya. Pria itu sangat lelah dan ingin tidur.

 

“Maaf. Tapi, aku tidak bisa kembali tidur”

 

“Jika kau tidak tidur, aku pun tidak tidur”

 

Hyuna menggelengkan kepalnya cepat “Tidak. Kau harus kembali tidur. Kau baru saja dari perjalanan jauh Kyu. Kau lelah. Kau harus istirahat, aku tidak mau kau sakit lagi”

 

“Begitukah? Kalau begitu kemari, temani aku tidur” Hyuna kembali masuk ke dalam pelukan Kyuhyun. biarlah, dia harus membuat Kyuhyun istirahat.

 

“Hyuna” Tiba tiba Kyuhyun kembali bersuara. Dengan mata yang sudah terpejam.

 

“Hmm?”

 

“Aku sudah perah bilang untuk kau bisa percaya padaku kan? Disaat apapun”

 

“Ya”

 

Kyuhyun menghela nafasnya. Membuat Hyuna bertanya tanya dalam hati, ada sesuatu di balik perkataan Kyuhyun.

 

“Mengenai Rachel..aku tidak mau kau menjadikannya beban pikiranmu”

 

“Maksudmu?”

 

“Rachel Kim. Aku yakin dia tidak akan berhenti sampai disini Hyuna. Jadi mulai sekarang, aku akan lebih mengawasinya dan memperketat penjagaan untukmu. Dan aku ingin kau untuk, hanya .. percaya saja padaku. Okay?”

 

“A-apa?” Hyuna tersentak “Jika yang kau maksud memperketat penjagaan itu dengan membuat orang orang berbaju hitam berjalan disekelilingku, aku tidak mau. Lagipula, kau berlebihan sekali. Dia hanya seorang wanita Cho Kyuhyun, bukan orang yang akan menjadi ancaman”

 

“Dia memang seperti itu” Kyuhyun berkata tegas dan dingin. Cepat dan jelas, membuat Hyuna mengatupkan mulutnya.

 

“Tenang saja, aku tidak akan membuat hal itu terjadi karena tahu kau akan merasa tidak nyaman. Dan serius.. kau harus percaya padaku. Oke?”

 

Hyuna hanya bisa mengangguk, dan kembali memejamkan mata.

 

-o0o-

 

“Hyuna!”

 

Ne eomma

 

Hyuna bergegas menuju arah suara dimana ibunya memanggil. Dia meletakkan piring terakhir berisi masakan makan siang untuk keluarga Cho hari ini. Kyuhyun bilang, dia dan Ahra akan pulang sebentar untuk makan siang.

 

“Ini. Ada paket untukmu”

 

Hyuna mengerutkan dahinya bingung. Dia merasa tidak pernah memesan apapun, dan dia tidak cukup mempunyai banyak teman yang akan repot repot mengiriminya paket.

 

“Dari siapa eomma

 

“Tidak ada nama pengirimnya”

 

Hyuna mengambil kotak cokelat itu dari tangan ibunya “Terimakasih”

 

Dengan rasa penasarannya, Hyuna berjalan ke halaman depan rumah dan duduk di ayunan kayu santai yang berada disana. Dengan telaten dia membuka bungkus kotak itu hingga ahirnya menyisakan sebuah kotak putih. Entah kenapa jantungnya mendadak berdebar dengan keras tiba tiba. Dengan sedikit gemetar, Hyuna membuka nya. Dan saat hal itu terjadi, dunia seakan runtuh seketika disekitarnya.  Mulutnya menganga dengan mata yang mulai memanas, kakinya lemas dan untungnya dia sedang duduk. Dengan reflek, Hyuna menutup mulutnya tepat ketika air matanya jatuh.

 

Dengan bergetar, tangannya berusaha mengambil isi dari paket itu dan mengarahkannya lebih dekat ke arah matanya. Berharap ini hanya kesalahan semata, atau dia yang salah lihat, atau matanya yang bermasalah.

 

“Hyuna” Hyuna menurunkan apa yang dia pegang hingga dia berhasil melihat Kyuhyun yang kini sudah berdiri di depannya dengan tatapan bingung yang ditujukan padanya. Tangannya masih bergetar. Bahkan seluruh tubuhnya bergetar. Kyuhyun menyadari itu dan raut wajahnya berubah panik.

 

Kyuhyun berjalan mendekat dengan cepat, tapi tiga langkah sebelum akhirnya benar benar menggapai Hyuna, gadis itu bersuara “Jangan mendekat!!”

 

“Apa?”

 

“KUBILANG JANGAN DEKATI AKU!”  Hyuna berteriak sembar menggerakkan tangannya di depan Kyuhyun. menyuruhnya untuk tetap diam dimana dia berada.

 

“Kau kenapa?” Kyuhyun kembali mendekat tapi Hyuna kembali berteriak “Jangan mendekat, Cho Kyuhyun!”

 

“Apa yang–” Rasa penasaran Kyuhyun terjawab sudah ketika dia tidak sengaja melirik apa yang di pegang Hyuna. Dan detik itu juga, dia menengang.

 

“Sialan!”

 

Uhh.. sory for long update. and gaje (?) story -______-

Advertisements

70 thoughts on “Love Line (8/?)

Add yours

  1. apaan sih yg dilihat hyuna? apa foto telanjang kyu ama rachel? #astaga..otakku# tapi sumpah penasaran. apaan sih itu.
    ijin baca next part

  2. itu pasti paket dari c raheal apa si isinya??
    gila bener bener terobsesi c raheal ke c kyu kaya psikopat tuh bener
    smg hyuna ga nyerah tetep.setia dan percaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: