Love Line (7/?)

20140718_115129-BlendCollage_副本

Author                  : tatadap

Title                       : Love Line

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading!

– Finally, ‘US’ –

 

Hyuna terbangun dari tidur nya malam ini. Merasa kesal akibat rongrongan protes dari kerongkongannya yang terasa kering dan membutuhkan air mineral. Kekesalannya bertambah saat dia lupa membawa segelas air putih kekamarnya, seperti yang biasa dia lakukan.

 

Dengan terkantuk kantuk, gadis itu turun dari ranjangnya dan membuka pintu kamar. Berjalan keluar, menuju lantai satu dan ke dapur.

 

Hyuna mengeluarkan air dingin dari dalam kulkas dan tidak perlu repot untuk menuangnya dalam gelas, dia langsung menegaknya. Yah, kini dia terasa lebih hidup.

 

‘CEKLEK’

 

Suara pintu. Terbuka. Dan Hyuna terkesiap seketika. Gadis itu dengan perlahan dan sedikit terburu mengembalikan kembali air mineralnya ke dalam kulkas. Berjalan dengan berjinjit dan mengintip dari balik pilar pembatas antara dapur dan ruang tengah yang menghadap ke pintu utama, sumber suara.

 

Tubuhnya kaku seketika. Dia melihatnya, gadis itu benar benar melihatnya sekarang. Setelah lama tidak benar benar bisa hanya untuk sekedar menengoknya. Dan dia berada disana, di ruang tengah. Baru pulang kerja, dengan pakaian yang berantakan. Dasi longgar dan berjalan sempoyongan. Hyuna mengernyitkan dahinya, tunggu.. Kyuhyun mabuk?

 

Hyuna terkesiap saat beberapa kali melihat Kyuhyun yang berjalan dengan menabrak sesuatu. Membuat pria itu meringis dan terkadang mengumpat pelan. Terkadang memijit pelan keningnya. Lalu dengan tangannya, Kyuhyun menggapai pegangan besi di tangga untuk menyangga tubuhnya yang seperti akan roboh. Dengan tertatih, dia menaiki tangga itu dan menuju lantai dua, kamarnya.

 

Hyuna masih termangu di tempatnya. Tidak bergerak maupun melakukan sesuatu. Dia ingin, ingin sekali. Sangat sangat ingin. Tapi entah apa, entah bagaimana sesuatu itu membuat dirinya enggan melangkah untuk menghampiri Kyuhyun.

 

Setelah menunggu dan terdiam seperti orang bodoh cukup lama, gadis itu menghela nafas. Bahunya melemas. Ketika memastikan Kyuhyun sudah benar benar naik ke atas, dia pun berjalan gontai kembali ke kamarnya. Cho Kyuhyun, kenapa kau membuat seorang Hyuna begitu frustasi?

 

-o0o-

 

Kyuhyun mendesis dan mengernyitkan dahinya sehingga kedua alisnya tampak menyatu. Samar dia merasakan cahaya matahari yang menerobos dinding pertahanan kelopak matanya. Ditambah, rasa pusing yang tiba tiba menyerang nya telak di bagian kepala. Kyuhyun mengumpat kecil. Dia paling tidak suka pusing berlebihan saat bangun tidur seperti ini. Dan Kyuhyun pun sepenuhnya menyadari, itu akibat minuman beralkhol yang ditenggaknya malam tadi habis habisan. Kyuhyun mengalami pengar (Perasaan sakit kepala berlebihan, dan kurang nyaman akibat mabuk)

 

Setelah sesaat berhasil bertarung dengan rasa kantuk plus pusing yang melandanya, pria itu tersadar sesuatu. Tunggu.. ini bukan kamarnya. Kenapa, dia bisa ada disini? Hey?!

 

Dengan segera pria itu bangun, terduduk di pinggiran ranjang. Tangannya reflek memegangi kepalanya yag berkedut, terasa menghantam beberapa kali. Dan tepat setelahnya. Mata cokelatnya yang teduh menangkap sesosok tubuh mungil yang terlihat ringkih terbaring disofa putih di ujung ruangan. Kyuhyun tertegun, rasanya hatinya kembali bergejolak. Perasaan rindu yang meletup letup benar benar menyiksanya belakangan. Dan apa ini? hanya dengan melihatnya kembali dia bisa kembali meghadirkan rasa hangat mengaliri hatinya. Ya Tuhan, Kyuhyun menemukann obatnya, ternyata.

 

Dengan secara naluriah, pria itu menjejakkan kaki telanjangnya ke lantai dan berjalan menuju Hyuna yang masih tertidur di sofa. Kyuhyun tergelak terhenti di depannya. Pria itu menatap lekat sesosok wanita penghangat hatinya yang kini maih belum tersadar. Dengan tubuh yang melengkung seperti janin, dan mendekap erat lengkap dengan selimut, Hyuna telihat sangat ringkih.. dan rapuh. Kyuhyun mendengus saat memperhatikan bahwa Hyuna terlihat lebih kurus. Ah ya, ini semua karena dia bukan?

 

Reflek, Kyuhyun menjangkau wajah Hyuna dengan punggung tangannya setelah dia berhasil menyamakan tingginya, dengan berlutut di depan Hyuna. Dia menyapukannnya di sekitar pipi Hyuna yang halus, dan memindahkan beberapa helai rambut Hyuna yang menutupi wajahnya. Kyuhyun bernafas sangat amat normal sekarang, setelah beberapa waktu belakangan jantungnya terasa digerogoti semut rang rang yang mengancam memusnahkan fungsi kerja jantungnya. Tapi kini, lihatlah pria itu. Dengan perasaan yang hangat dan damai, menatap Hyuna yang berada dalam jarak pandang sedekat ini dengannya. Catat. Dia hanya melihatnya. Hanya melihat. Sudah menjadikan perasaannya selega ini. Lalu apa? Kyuhyun sepenuhnya sadar, bahwa apa yang dilakukannya atau apa yang berusaha sedang ia lakukan itu memang benar, tapi cara nya lah yang salah. Itu membuat keduanya mati perlahan lahan. Tersakiti oleh perasaan gila yang tidak ada obatnya –kecuali jika mereka mau terbuka dan berterus terang-

 

Hyuna merasa terusik dalam tidurnya dan gadis itu membuka mata perlahan setelah sebelumnya menggeliat kecil. Dan tepat ketika dia menyambut pagi yang cerah ini, mata teduh kesayangannya telah menyapa. Seakan berkata ‘hai’ dalam alunan musik merdu yang menenangkan jiwa. Seakan sebagai roh halus putih yang bersedia menjadi perisai, pelindung, dan penghangat nya. Dia, seorang pria, satu satunya pria, yang berhasil memporak porandakan hatinya yang selama ini tak pernah terjamah oleh makhluk bernama lelaki. Dan kini, dia didepannya. Dalam temaram cahaya kamar dan sebilah cercah matahari dibelakang tubuh tegapnya seakan memberi lampu sorot pada sang aktor utama, Cho Kyuhyun-nya.

 

“Hai”

 

Dan ya, dia tidak bermimpi sekarang. Dengan senyum menawannya dan terlihat lembut dan hangat dalam waktu yang bersamaan. Cho Kyuhyun menyapanya. Oh, hanya sapaan ringan tapi bisa menggetarkan hati dan jiwa Hyuna! Well, kapan terakhir kali Kyuhyun memberinya senyum seperti ini?

 

“Hai” Hyuna menjawab canggung dengan suara seraknya. Gadis itu bangun terduduk dan dengan terburu merapikan anak rambutnya yang berantakan, tampak seperi bulu bulu singa. Sialan!

 

Kyuhyun mengambil tempat kosong disamping Hyuna. Duduk, dan menatap lekat gadis itu. Mereka terdiam untuk beberapa saat yang ambigu. Terombang ambing dalam perasaan diam yang begitu menyiksa. Meluluh lantakkan segala macam opini dibenak masing masing. Apa yang sebenarnya mereka lakukan, adalah suatu bentuk peyakinan diri sendiri terhadap satu sama lain. Tapi.. benarkah?

 

“Maaf untuk mengatakan ini. Tapi kusarankan untuk jangan pernah menjadi terlalu mabuk dan pulang sendirian tengah malam. Aku bukan mengaturmu, ini demi kebaikanmu” Hyuna mendengar dirinya bersuara. Sesekali melirik Kyuhyun yang masih terdiam menyandar pada sofa, dan menatap ke bawah. Tidak dapat dipungkirinya, melihat Kyuhyun pulang larut dengan keadan luar biasa mabuk membuat jantungnya serasa terhunus pedang tajam. Demi Tuhan, Kyuhyun menyetir sendiri! Bagaimana bisa dia semabuk itu?

 

“Terimakasih. Dan maaf telah membuatmu khawatir, well.. mungkin?” Hyuna terdiam, ya memang benar. Dia seribu persen khawatir mengingat Kyuhyun yang pulang dalam keadaan mabuk dan menyetir sendiri.

 

“Sekedar info, semalam aku diantar pulang oleh Minho.. atau mungki Hyukjae hyung? Entahlah, aku tidak terlalu yakin” ‘SYUKURLAH!’ Hyuna berteriak girang dalam hati.

 

“Dan maaf  lagi, karena merepotkanmu”

 

Hyuna mengeryitkan dahinya binggung dan Kyuhyun menatapnya, menyadarinya “Tidur disini” jelasnya. “Aku pasti terlalu mabuk hingga salah masuk kamar semalam” Kyuhyun tersenyum miris

 

Hyuna mengangguk “Tidak apa apa” Dan yah, jika boleh kita mengulang ke waktu semalam, gadis itu juga sempat terkejut karena sekembalinya dia dari lantai bawah, Cho Kyuhyun sudah terbaring tak jelas di atas kasurnya. Tengkurap dengan disertai beberapa ocehan tak penting dari mulutnya. Dan bau alkohol benar benar menganggu Hyuna malam tadi. Dengan telaten didasari rasa cinta yang begitu kuat, Hyuna membereskan Kyuhyun. melepas sepatunya, membenarkan letak tidurnya dan menyelimutinya. Sementara untuk satu malam, dia akan mengalah dan tidur disofa.

 

Dan untuk Kyuhyun, pria itu tak sepenuhnya merasa bersalah. Mauk ke kamar Hyuna bukanlah suatu yang patut untuk disalahkan. Dia yakin, bahwa nalurinya lah yang membawa dia dengan sendirinya masuk ke kamar Hyuna. Nalurinya yang begitu kuat akan rindu yang membuncah.

 

“Maaf” Kyuhyun kembali bersuara setelah beberapa saat yang menegangkan. Menoleh, Hyuna mendapati Kyuhyun menatapnya dengan tajam tapi lembut dalam satu waktu.

 

“Untuk apa?”

 

“Untuk sikapku padamu. Aku benar benar merasa.. bodoh”

 

“Jika kau merasa tak enak tentang .. kejadian di Jeju itu, seharusnya tak  perlu. Aku sudah melupakannya” Jelas Hyuna berbohong. Mana mungkin kenangan kenangan yang manis dan pahit setiap menitnya sewaktu di Jeju itu bisa dia lupakan dengan mudah.

 

“Aku serius. Ada sesuatu yang tak bisa kukatakan padamu. Dan itu membuatku begitu pengecut. Tapi Demi Tuhan, aku bahkan melakukan ini untukmu. Untuk kita”

 

‘Untuk Kita?’ Hyuna terdiam, mematung, termangu. Mencoba meresapi kata demi kata yang diucapkan Kyuhyun. dan dia belum tahu ingin merespon apa.

 

Hyuna menepis pikirannya yang tiba tiba melayang kemana mana dan mencoba untuk realistis. Dia menggelengkan kecil kepalanya.  Ya, Kyuhyun benar ini untuk kita, maksudnya mungkin untuk kebahagiaanya bersama wanita itu, dan untuk kebahagianku yang entah kapan kudapat. Yah mungkin saja. Hyuna terus mensugesti dirinya.

 

“Kau mungkin masih pusing. Aku akan turun dan membuatkan sarapan. Bagaimana dengan bubur? Aku akan membuatkannya untukmu” Tidak ada jalan lain untuk menghentikan percakapan menyakitkan ini selain mengalihkan pembicaraan, bukan? Dan Hyuna melakukannya. Gadis itu beranjak, berdiri bersiap kebawah sebelum akhirnya tangan Kyuhyun menarik nya untuk kembali duduk.

 

“Aku belum selesai” Kyuhyun berkata pelan, dingin, tajam, serius. Hyuna terpaku.

 

“Bisakah aku berbicara sekarang dan jangan berani berani untuk menghentikan ucapanku” Ya, sifat perintahnya kembali datang.

 

Kyuhyun membuang nafasnya perlahan, menatap lekat Hyuna dalam kebisuan yang suram. Matanya terasa panas dengan sendirinya dan sebelum air mata itu benar benar jatuh, dia menarik Hyuna dalam pelukannya. Memeluk gadis itu erat. Merengkuhnya dalam perasaan maaf yang berlimpah. Menenggelamkan kepalanya di bahu belakang Hyuna dan menghirup dalam dalam aroma menenagkan gadisnya. Hyuna.

 

O-oppa?” Hyuna bersuara. Lembut seperti bisikan, dengan keterkejutan dan kekhawatiran yang bercampur menjadi satu dia menepuk pelan pundak Kyuhyun berusaha menenangkannya. Walau gadis itu sendiri pun tidak tahu apa yang membuat Kyuhyun menjadi kacau seperti sekarang. Tak pernah sekalipun dia melihat Kyuhyun seperti ini. Terasa sangat .. menyedihkan pula untuknya. Hyuna meringis saat menyadari bahwa kesakitan Kyuhyun adalah kesakitan dirinya juga. Oh my~

 

“Aku merindukanmu. Tetap seperti ini, kumohon. Aku benar benar merindukanmu” Hyuna tergelak.

 

“Maafkan aku, sungguh. Aku benar benar minta maaf” Kyuhyun bergumam lirih, terasa memilukan di hati Hyuna.

 

“Aku tiak bermaksud bersikap seperti itu padamu. Dan setelah apa yang aku lakukan sendiri, aku tersiksa. Aku terasa hampa. Aku.. a-aku.. aku merindukanmu Hyuna. Oh Ya Tuhan, Aku merindukanmu gadis kecilku” Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Disinilah titik kerapuhannya sekarang. Hyuna.

 

Hyuna menggigit bibir bawahnya. Dia terkejut? Sangat, tentu saja. Setetes air mata jatuh tiba tiba. Sesungguhnya, dia masih belum bisa mengerti kenapa Kyuhyun bersikap seperti itu jika pada akhirnya Hyuna tahu dia merindukannya. Ya, Hyuna tersenyum untuk yang satu itu. Kyuhyun merindukannya, begitu juga dirinya. Mereka dekat, tapi tampak sangat jauh dan susah dijangkau. Ini menyiksa.

 

“Aku merasa jika begini, aku bisa membuatmu tetap aman. Tapi nyatanya, aku sadar bahwa itu semua malah membuatku seperti orang bodoh yang tersiksa akan kerinduannya, Hyuna. Bisakah aku menerima maafmu?”

 

Hyuna mengangguk pasti, gadis itu membalas pelukan Kyuhyun dengan sangat erat. “Aku merindukanmu, juga” Hyuna bergumam dengan lelehan air mata yang mengarungi pipinya. Demi Tuhan, Hyuna ingin berteriak haru sekarang. Dia begitu merindukan pria ini hingga rasanya ingin mati. Dia sangat amat merindukan Kyuhyun dan sekarang, pria itu berada di pelukannya.

 

Kyuhyun melepaskan pelukan mereka setelah beberapa lama, tapi tak pelak menjauhkan jaraknya. Dengan sigap, Kyuhyun mengenggam kedua tangan Hyuna, meletakkannya di pangukannya dan menempelkan dahinya dengan dahi Hyuna. Dengan ini, dia bisa begitu dalam melihat jauh ke sorot mata Hyuna.

 

“Bisakah kau mempercayaiku?” Hyuna terdiam, kemana lagi arah pembicaraan mereka ini?

 

“Hyuna?” Hyuna mengerjap, merasakan remasan tangan Kyuhyun padanya. Dan menatap mata Kyuhyun yang penuh keseriusan dan sperti sihir, membuatnya mengangguk.

 

“Aku mencintaimu”

 

Hyuna tersentak, terdiam.

 

“Aku mencintaimu, Hyuna. Nan jeongmal, saranghaeyo

 

Mulut gadis itu terbuka, matanya mengerjap seakan tak bisa percaya apa yang dia dengar barusan.

 

“Aku Cho Kyuhyun, mencintaimu, Park Hyuna. Kau dengar aku? Kau percaya padaku?”

 

Dan detik itu, isakan Hyuna keluar. Gadis itu melepas remasan tangan Kyuhyun dan berhambur melemparkan tubuhnya ke pelukan Kyuhyun. menenggelamkan isakannya di bahu lebar Kyuhyun dan mengeratkan pelukannya. Sungguh, dia tidak bisa berkata apa apa selain menangis saat ini. Tidak bisa.

 

“Hyuna. Apa pun yang terjadi nanti, kedepannya, kelak. Aku mau kau terus percaya padaku. Karena aku mencintaimu, arrachi?” Hyuna mengangguk. Kyuhyun menghela nafas lega dan membungkus lengannya di tubuh Hyuna. Memejamkan matanya dan memeluk Hyuna erat. Oke, dia akan sekuat tenaga melindungi Hyuna tapi tidak dengan cara bodohnya yang membuat mereka berdua tersiksa. Mulai sekarang, Kyuhyun akan menggunakan otak jeniusnya demi melindungi gadis ini, Hyuna, gadisnya. Tidak perduli apapun caranya, dia harus bisa. Dan seperti hidupnya kembali, Kyuhyun merasakan kelegaan luar biasa membuncah ketika Hyuna akhirnya bersuara “Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Aku percaya padamu”

 

-o0o-

 

“Apa aku perlu menelpon rumah sakit jiwa untuk mengangkutmu? Karena jika kau tidak berhenti tersenyum dalam sepuluh detik, aku akan benar benar melakukannya”

 

Kyuhyun menatap ke atas dengan masih mempertahankan senyum konyolnya, menatap Hyukjae dengan cengiran menjijikan –menurut Hyukjae- yang membuat pria itu bergidik ngeri.

 

“Kyuhyun~ah, berhenti bersikap bodoh!” Hyukjae mundur dua langkah dan merasa aura setan Kyuhyun kembali keluar. Sikapnya itu membuat Kyuhyun malah tergelak lalu tertawa lepas.

 

“BUAHAHAHA!”

 

“Yah! Apa yang kau tertawakan!” Hyukjae yang merasa bergidik sebelumnya, sekarang malah menatap Kyuhyun dengan kesal. Pria itu tertawa lepas hingga kepalanya terlempar kebelakang. Jakunnya terlihat bergoyang ketika dia bersuara. Kaki jenjangnya kadang melayang layang diudara. Entah apa yang membuat hal ini begitu lucu untuk Kyuhyun hingga dia begitu mengekspresikan dirinya. Namun hal itu dapat ditangkap oleh Hyukjae. Pria itu tersenyum hangat, dan menatap Kyuhyun yang masih dalam dunianya. Dia tahu sesuatu telah terjadi, yang membuat sahabat sekaligus orang yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu menjadi lebih hidup. Ya, Kyuhyun terlihat lebih hidup sekarang. Setelah dalam waktu belakangan, dia seperti mayat hidup yang tak berguna, bagai seonggok sampah yang memenuhi kantor.

 

Kyuhyun meredakan tawanya dan menarik nafas, mengusap setitik air mata yang ada diujung matanya yang keluar akibat hebohnya dia mengeluarkan suara tawa. Menatap Hyukjae yang tengah menatapnya penuh senyum.

 

“Selamat datang kembali di dunia, Cho Kyuhyun”

 

Kyuhyun tersenyum miring “Yeah, terimakasih telah menyambutku” dan pria itu terkikik geli.

 

Hyukjae duduk di depan Kyuhyun “Apa kita perlu merayakannya?”

 

“Merayakan apa?” Kyuhyun pura pura tak mengerti kemana arah pembicaraan Hyukjae.

 

“Jangan sok polos! Aku tahu apa yang telah terjadi, maksudku.. tidak benar benar tahu. Tapi melihatmu begitu hidup, kuarasa sesuatu yang baik memang telah terjadi. Untuk itu, kita patut merayakan sesuatu yang baik itu”

 

“Begitukah?”

 

“Yap! Tentu saja”

 

“Ssss.. lalu apa yang akan kita lakukan?”

 

“Ingin berkumpul dengan anak anak?”

 

Kyuhyun menoleh kearah jam duduk dimejanya. Pukul 6.15 sore. “Boleh, bisa kita pergi sekarang?” Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, dan tersenyum penuh arti pada Hyukjae.

 

“ASSA! Jika CEO sudah memerintah, apapun harus dituruti. Ayo!” Hyukjae bersemangat, pria itu berdiri keluar ruangan disusul Kyuhyun yang berjalan di belakangnya.

 

-o0o-

 

Hyuna sedang mengiriris agar agar cokelat dari cetakan bulatnya ketika deheman seseorang dibelakangnya membuat gadis itu terkejut.

 

Dengan spontan, gadis itu berbalik dan mendapati Kyuhyun bersandar pada pilar tembok dapur, melipat kedua tangannya, dan menatap dirinya dengan senyum.

 

“Sedang apa?” Hyuna bersemu. Pipinya memerah. Entah kenapa saat ini dirinya merasa luar biasa malu. Tapi dia juga merasakan kesengan sendiri dalam hatinya. Tapi, bayang bayang kejadian pagi tadi terus memutar di otaknya. Hingga seharian ini, dia tidak bisa berhenti tersenyum. Sama halnya dengan Kyuhyun. Tersenyum konyol sepanjang hari dikantor. Benar benar pasangan dimabuk asmara.

 

“Membuat agar agar cokelat. Kau mau?”

 

“Apa boleh?” Hyuna terkikik “Tentu. Setelah kau mandi dan membersihkan diri”

 

Kyuhyun berjalan mendekat kearah Hyuna, membuat gadis itu mengerjap. Dan dengan sangat lembut, Kyuhyun melingkarkan tangannya dipundak Hyuna dan membawa gadis itu dalam pelukannya. Memeluknya, mendekapnya dengan sangat erat. Mencium harum rambut Hyuna, menghirup feromon tubuh Hyuna. Hal itu benar benar menenangkan sisi lelah Kyuhyun, membuatnya lebih rileks setelah seharian bekerja di kantor. Ini benar benar obat yang  paling mujarab.

 

“Aku suka ketika memelukmu sepulang kerja. Ini membuatku merasa begitu rileks. Bolehkah aku melakukannya setiap hari?”

 

Hyuna tersenyum. Dengan perlahan, dia membalas pelukan Kyuhyun. melingkari pinggang pria itu dan menyusupkan kepalanya di dada Kyuhyun. “Tentu saja. Aku senang melakukannya untukmu”

 

Kyuhyun tersenyum. Melepas pelukannya dan mengucp lama dahi Hyuna lalu beranjak ke kamarnya untuk membersihkan diri.

 

Lima belas menit adalah waktu yang dibutuhkan pria itu. ketika menuruni tangga, dia menemukan Hyuna terduduk di depan TV dengan sepiring agar agar cokelat di depannya, dan Running Man yang masih tayang. Kyuhyun tersenyum saat melihat Hyuna tertawa dengan lepas melihat tingkah tingkah konyol Yoo Jae Suk cs disana. Dengan santai, dia berjalan dan duduk disamping Hyuna.

 

“Kau menonton ini?” tanya Kyuhyun

 

“Hanya beberapa kali saat aku sedang bosan. Menurutku, acara ini adalah penghilang stress”

 

“Kemari” Kyuhyun menarik lembut lengan Hyuna lebih mendekat padanya. Gadis itu menurut. Dia merebahkan kepalanya di bahu Kyuhyun dan pria itu memeluk pundaknya dengan posesif.

 

“Bagaimana perasaanmu?”Tanya Kyuhyun lagi, sambil sesekali mengetuk ngetukan telunjuknya di pundak Hyuna.

 

“Baik, lebih dari baik. Kau”

 

“Tidak pernah merasa sebaik ini. Mungkin kata ‘baik’ tidak cukup untuk menggambarkannya”

 

“Aku lega mendengarnya” Hyuna mengangkat kepalanya menatap Kyuhyun dan tersenyum. Dengan tangan kirinya yang bebas, Kyuhyun mengarahkan telunjuknya menyusuri wajah Hyuna. Matanya mengikuti gerakan jarinya. Hal ini membuat Hyuna merasa yakin dan begitu dicintai. Melihat bagaimana cara Kyuhyun menatapnya dan menyentuhnya. Sangat lembut seakan dirinya adalah krystal yang mudah pecah.

 

Namun tak pelak, gadis itu juga masih merasa bingung dengan apa yang terjadi belakangan. Sikap Kyuhyun yang memberinya harapan lalu seolah menjauhinya lalu sekarang dengan terang terangan mengungkapkan perasaannya. Ini terasa aneh, tapi nyata. Sejujurnya, Hyuna ingin menanyakan alasan dibalik sikap aneh Kyuhyun. Tapi sekarang, itu bukanlah yang utama dari segalanya. Hyuna ingat, dia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk mulai mempercayai Kyuhyun sepenuhnya. Oleh karena itu, dia akan percaya bahwa hal apapun yang akan dilakukan Kyuhyun pastilah sesuatu yang baik. Entah untuk dirinya, keluarganya, atau bahkan Kyuhyun sendiri. Nanti, ada saatnya dimana Hyuna bisa mengetahui segalanya, saat Kyuhyun dengan mulutnya sendiri berbicara dari hati ke hati dengannya.

 

“Kau begitu cantik, Hyuna. Sangat cantik”

 

Hyuna bersemu merah. Berdehem sedikit untuk menutupi rasa senang luar biasanya yang meletup letup. Dengans edikit congak dan kesal –berpura pura- , dia menyahut “Wajahku?”

 

Kyuhyun menggeleng “Bukan hanya wajahmu. Hatimu pun begitu. Semua yang ada padamu, begitu cantik”

 

Hyuna menatap Kyuhyun lama, membuat Kyuhyun berhenti menggerakkan jarinya dan membalas menatap Hyuna dalam. Dan dalam jarak yang sedekat ini, apalagi yang bisa dipikirkan? Kyuhyun mendekat hingga hidung mereka bersentuhan. Ketika melihat Hyuna menutup matanya, Kyuhyun tahu dia memang ingin melakukan ini. dan dengan segera, bibirnya menempel di bibir Hyuna. Menempel. Setelah nya, mulai bergerak lembut disana. Ciuman kali ini terasa begitu hebat. Dengan pengakuan masing masing yang sudah terungkap. Adakah hal yang melegakan selain ini?

 

Mereka melepaskan ciuman itu dan saling tersenyum setelahnya “Terimakasih telah mencintaiku” kata Hyuna berbisik

 

“Terimakasih telah memaafkan aku, dan menerimaku”

 

“Aku merasa sangat beruntung ada kau di sampingku” Hyuna kembali menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun ,lalu melingkarkan tangannya di sekita perut Kyuhyun. Meringkuk di badan pria itu. Kyuhyun mengelus rambut Hyuna sayang.

 

“Tidak. Akulah yang merasa beruntung memiliki dirimu. Belum pernah ada seseorang yang bisa masuk ke dalam hatiku seteleah. . .” Kyuhyun sontak menghentikan kalimatnya ketika dia sadar dia sudah terlalu jauh.

 

“Setelah.. apa?” Hyuna berseru tak sabar

 

“Tidak, bukan apa apa” Kyuhyun berdehem pelan, membunuh rasa gugupnya. Belum saatnya Hyuna tahu. Tidak, belum saatnya.

 

Hyuna mengerutkan dahinya bingung. Meski penasaran, dia tak akan menuntut Kyuhyun untuk bercerita sekarang. Hyuna tidak mau merusak suasana indah mereka sekarang.

 

Hyuna teringat akan agar agar cokelat buatanya. Dia mengambilnya dari meja dan menyuapi satu untuk Kyuhyun.

 

“Enak?”

 

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk antusias “Apapun yang kau buat, akan selalu terasa enak di mulutku” Hyuna terkikik tahu Kyuhyun sedang menggombal.

 

“Dulu, appa selalu senang jika aku membuatkannya agar agar cokelat. Appa lebih suka agar agar daripada puding. Dan setiap dia pulang kerja, aku selalu membuakan ini untuknya” Hyuna tersenyum mengenang. Membuat Kyuhyun kembali menariknya kepelukannya “Oh, sayang~” Kyuhyun mengecup kepala Hyuna singkat.

 

“Aku tidak apa apa, jangan berlebihan Cho Kyuhyun”

 

Kyuhyun menghela nafasnya “Kau sudah lama tidak mengunjungi makamnya. Ingin kesana?” tanya Kyuhyun sepenuhnya mengalihkan perhatian Hyuna.

 

“Apa boleh?”

 

“Apa aku berhak melarangmu?” Hyuna terpekik senang tiba tiba lalu berhambur memeluk Kyuhyun “Terimakasih, aku mencintaimu”

 

“Sama sama, aku juga mencintaimu”

 

Kyuhyun merasakan ponselnya bergetar. Satu pesan masuk dan dia membacanya. “Eomma dan appa akan tiba dalam dua puluh menit” Kata Kyuhyun setelah membaca pesan dari ibu nya yang memberitahu perjalanan mereka yang sedang dalam perjalan pulang dari  Nowon, kampung halaman Keluarga Cho.

 

Hyuna menatap Kyuhyun tiba tiba, dengan serius. Membuat Kyuhyun yang merasa diperhatikan balik menatap Hyuna dan mengerutkan dahi “ Apa ?”

 

“Kau tidak akan bilang tentang hubungan kita pada appa kan?”

 

“Tentu saja aku berencana melakukannya. Mereka akan sangat senang mendengarnya”

 

Hyuna menggigit bibirnya, dia duduk tegak dan terlihat gugup. Memancing rasa penasaran Kyuhyun “Kenapa?”

 

“A-aku.. kita.. e-eh” Hyuna gelagapan “Bisa tidak, kita menyembunyikannya dulu? M-maksudku, kita tetap akan bilang, tentu saja. Tapi tidak sekarang, aku belum siap” Hyuna menunduk melihat kebawah. Gadis itu merasa ini terlalu cepat. Dia merasa ini bukan waktu yang tepat untuk hal itu. Hyuna khawatir hubungannya dengan Kyuhyun tidak disetujui oleh keluarga Cho, terlebih lagi Hyuna tidak mau di cap sebaga anak tidak tahu diri. Sudah diberi kesempatan masuk ke keluarga Cho, sekarang berani beraninya mengencani putra satu satunya pewaris K&H Enterprise. Entahlah, berbagai spekulasi negatif menyebar diotaknya. Membuatnya begitu buruk sekarang.

 

“Hey” Kyuhyun menggenggam tangan Hyuna.

 

“Kalau kau maunya begitu, baiklah kita tidak akan membicarakannya sekarang” Hyuna menatap Kyuhyun gugup dan seketika dia merasa lega melihat senyum tulus Kyuhyun. syukurlah.

 

“Tapi para pelayan pasti tahu kalau ki—“

 

“Mereka tidak akan berani buka suara sayang. Itu namanya tidak sopan. Mereka menghargai privasi kita. Kau tenang saja”

 

Hyuna tersenyum lega. Ya Tuhan,semoga semanya berjalan baik.

 

-o0o-

 

Cho Seunghwan duduk di kursi kebesaran miliknya di ruang penuh buku berdesain cokelat muda yang menenangkan di dalam rumahnya. Kacamatanya tergantung melingkupi matanya yang tengah serius menatap sesuatu. Merasa cukup lelah dan pusing, Seunghwan melepas kacamatanya lalu menyandarkan kedua sikunya diatas meja, menumpu kepalanya. Sedang ibu jarinya menggosok pelan pelipisnya.

 

Ini semua mulai terasa masuk akal baginya. Benang merah mulai tersusun satu persatu diotaknya. Kim Seung Ho. Satu nama itu berhasil menyita seluruh perhatiannya kini. Salah satu rekan bisnisnya, rekan bisnis yang sangat ia hormati dan sangat ia jaga hubungan baik diantara keduanya. Kenapa bisa dari semua orang di dunia ini, semua mengarah pada Kim Seung Ho?

 

Dia mendengar mobil Kyuhyun memasuki pelataran rumah. Pria itu melirik jam, baru pukul 6.30 petang. Dan Kyuhyun sudah pulang.

 

Seunghwan lebih memilih untuk mengistirahatkan otaknya sejenak dan bermaksud untuk keluar dari ruang kerjanya. Sepertinya, berbincang bincang dengan Kyuhyun akan membantu membuatnya sedikit rileks. Lagipula, jika Kyuhyun pulang sesore ini, berarti pekerjaan di kantor berjalan sangat amat baik.

 

Appa” Kyuhyun sedikit terkejut dengan kehadiran ayahnya yang muncul dari ruang kerja.

 

“Eo, Kyuhyun~ah. Kau sudah pulang? Pekerjaan berjalan dengan baik?” Seunghwan berjalan duduk di sofa cream cokelat di tengah ruangan. Kyuhyun mengikuti setelahnya, duduk disamping ayahnya.

 

Geurom. Kau menungguku?”

 

Seunghwan terkekeh “Bisakah dibilang seperti itu? Kurasa tidak”

 

Kyuhyun melihat lihat disekitarnya “Rumah sepi sekali. Kemana yang lain?”

 

“Para wanita pergi berbelanja sore tadi. Mungkin sebentar lagi kembali”

 

Appa sudah makan?”

 

“Tentu. Ibumu tidak akan bisa meninggalkan aku dirumah sendiri dengan keadaan yang tidak terurus. Bagaimana denganmu?”

 

“Aku hanya makan sepotong roti.. siang tadi”

 

Seunghwan menghela nafasnya “Aigoo.. bisa bisanya! Kau harus makan setelah ini”

 

“Baiklah, baiklah. Kalau begitu, aku akan mandi lalu makan malam”

 

“Kyuhyun~ah, appa ingin bicara denganmu setelah makan malam. Bisa?”

 

Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung, tidak biasanya. “Ya, tentu saja. Tentang apa?”

 

“Hanya.. temani aku mengobrol. Rasanya, sudah lama sekali sejak terakhir kali kita memiliki percakapan santai” Kyuhyun mengangguk pelan. Kemudian naik ke lantai dua, kamarnya.

 

Kyuhyun membersihkan diri denga cepat, makan malam dengan cepat, lalu meluncur menemui ayahnya yang sudah berada di taman samping rumah yang menghadap ke air kolam renang yang tenang. Ditemani secangkir teh panas yang uapnya terlihat masih mengepul.

 

Appa

 

“Kau sudah selesai?” Kyuhyun mengangguk. Lalu duduk di sofa santai empuk berwarna biru muda disamping ayahnya. Dengan pakaian yang sangat santai, dan rambut yang semi basah, Kyuhyun terlihat sangat segar.

 

“Kantor dalam keadaan baik baik saja kan? Aku tidak salah mempercayakan kau untuk memegang tanggung jawab kan?”

 

Kyuhyun tersenyum pelan menatap ayahnya “Bagaimana kau melihatnya sejauh ini, appa?”

 

“Hmm, dalam keadaan luar biasa baik. penjualan banyak meningkat, dan harga saham naik. Kerja bagus nak” Seunghwan menepuk pelan pndak ayahnya.

 

“Kyuhyun~ah

 

Ne

 

“Apa sekarang, kau merasa bahagia?”

 

Kyuhyun dengan cepat kembali melihat ayahnya, mengerutkan dahi atas pertanyaan itu “Maksudmu?”

 

“Maksudku, dengan kehidupanmu sekarang. Dengan dirimu sekarang. Keadaanmu sekarang. Posisimu sekarang”

 

“Ya” Kyuhyun tidak bohong, pria itu merasa bahagia dengan kehidupannya sekarang. Perusahaan dalam kondisi luar biasa baik, ayahnya merasa bangga padanya, teman teman tersayangnya berada disekitarnya, dan sekarang ada Hyuna. Gadis penghuni hatinya sejak beberapa waktu lalu. Meskipun topeng palsu diwajahnya masih kerap kali ia tunjukkan di depan publik demi kesopanan, tak lantas membuatnya merasa terpuruk. Kebahagiaan yang lebih dominan menutupnya.

 

“Lalu, bagaimana perasaanmu sekarang semenjak Hyuna menjadi keluarga kita?”

 

“Jika maksud appa bertanya seperti itu untuk mempertanyakan apakah aku menyesal atau tidak dengan keputusanku dulu membawanya kemari, jawabannya adalah, aku sama sekali tidak menyesal. Aku memutuskan untuk membawa Hyuna kemari dengan tekat bulat dan keyakinan yang terdalam. Dan sekarang, disinilah dia. Menjadi keluarga kita. Kita semua menerimanya dengan baik, begitupula dia yang mau menerima kita sebagai keluarga barunya. Jadi kuarasa, ini adalah hal yang baik”

 

“Apa kau menyayanginya, Kyuhyun~ah? Sebagai seorang kakak yang baik?”

 

Kyuhyun termanggu lalu berkata lirih “Ya” ‘bahkan melebihi seorang kakak!’ lanjutnya dalam hati.

 

Seunghwan memperhatikan ekspresi wajah Kyuhyun. ada kejanggalan disana, dia sadar betul. Ada keraguan di mata Kyuhyun ketika menjawabnya. Seunghwan belum bisa memastikan keraguan apa yang dimaksudkan disana.

 

Appa juga menyayanginya, Kyuhyun~ah. Dia sudah kuanggap seperti putri kandungku sendiri”

 

Kyuhyun tersenyum lembut pada ayahnya “Terimakasih appa, karena sudah mau menyayanginya dengan tulus”

 

“Aku tidak tahu kenapa, gadis itu memiliki aura yang berbeda. Dia gampang dicintai, dia tulus. Semua yang ada padanya tulus”

 

“Aku juga berpendapat seperti itu”

 

“Sebagai seorang ayah, aku harus melindungi semua anak anakku. Begitu pula Hyuna. Dia gadis baik, harus mendapat sosok yang baik pula untuk pendamping hidupnya kelak”

 

Kyuhyun terdiam. Tidak tahu ingin berkata apa. Tapi diujung lidahnya, ia sangat ingin bicara masalah ini kepada ayahnya. Namun Hyuna telah bisa membuatnya berjanji untuk tidak memberitahukan hal ini terlebih dahulu. Sehingga ini menyiksanya.

 

Seunghwan mengambil cangkir tehnya, menyeruputnya sedikit lalu meletakkannya di atas meja kembali.

 

“Kudengar dari Ahra, Rachel sering mengunjungimu di kantor. Apa dia sudah menyelesaikan studynya hingga dia bisa kembali ke Korea?”

 

Kyuhyun mendesah berat “Entahlah. Aku tidak tahu”

 

“Bagaimana hubunganmu dengannya?”

 

“Hubungan apa?”

 

“Kalian pacaran kan?”

 

“Tidak appa. Ya Tuhan. Ya, tapi itu dulu. Sekarang tidak”

 

Seunghwan terkekeh mendengar nada frustasi dari jawaban Kyuhyun “Tapi sepertinya, Rachel masih berharap padamu”

 

“Dan aku tidak”

 

“Ayolah Cho Kyuhyun, pikirkan baik baik. Gadis itu cantik, dan dari keluarga baik baik. Kau juga bersahabat dengan kakaknya. Appa juga mengenal orang tuanya, lalu apalagi?”

 

Kyuhyun mengumpat dalam hati. Ayahnya tidak tahu siapa Rachel. Sama sekali tidak tahu. Rachel Kim adalah iblis berperawakan manusia.

 

“Aku akan menghentikan pembicaraan kita sampai disini” Kyuhyun berkata datar, dan Seunghwan tahu dia tidak seharusnya melanjutkan percakapan ini. Sepertinya Kyuhyun benar benar stidak suka dengan topik menyangkut seorang Rachel Kim.

 

“Oh ya, minggu ini ajaklah genk Gentleman mu itu ke rumah”

 

“Kenapa?”

 

Appa berfikir untuk membuat pesta BBQ. Ahra dan Hyuna mungkin akan mengajak teman meeka, kau juga harus begitu”

 

Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Pesta BBQ. Kedengarannya menarik.

 

“Seninya, appa akan terbang ke Amerika”

 

“Amerika? Untuk apa?”

 

“Apa sekarang aku harus memberitahukan detail jadwalku padamu anak muda?” Seunghwan terkekeh sementara Kyuhyun berdecak sebal.

 

“Hanya akan memastikan sesuatu” Kata Seunghwan pelan, namun dapat didengar oleh Kyuhyun. menimbulkan spekulasi di otaknya. Memastikan apa?

 

-o0o-

 

EOMONIIIIIM!!” Minho memeluk ibu Kyuhyun ketika sampai di taman samping rumah tempat diadakannya pesta BBQ sore itu. Kim Hana menyambut dengan senang. Ketiga sahabat Kyuhyun itu sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri. Tak heran mereka terlihat begitu akrab. Bahkan Minho memanggilnya dengan kata ‘ibu’ sungguh, itu tak lantas membuat Hana keberatan.

 

“Aigoo, Minho~ya. Sudah lama sekali aku tidak melihatmu”

 

Ne. Aku menyesal dengan itu. Sekarang, aku sangat sibuk dikantor. Tapi tenang saja eomonim, aku akan sering sering mengunjungimu lagi”

 

Dwesseo! Kau sangat sibuk, jadi jangan buat aku menyulitkan waktumu”

 

Minho terkekeh “Apa aku sejahat itu?”

 

“Yeee” Hana tertawa

 

“Bibi Cho!” Kini ganti Hyukjae yang memeluk Hana, sementara Minho bergegas kearah Kyuhyun yang sedang memanggang daging sapi di atas pemanggang dengan tiga kaki yang berdiri kokoh di samping kolam renang di atas rerumputan.

 

“Hyukjae~ya, kau menghilangkan rambut blondemu?” Hana tampak terkejut melihat penampilan baru Hyukjae. Pria itu tampil dengan rambut dark brown yang disisir agak berantakan sehingga membuatnya tampak sangat maskulin.

 

“Bagaimana bibi? Kau suka?”

 

Joha! Noumu joha! Ini membuatmu tidak tampak seperti kakek tua lagi” Minho dan Kyuhyun yang mendengarnya tertawa sangat keras membuat Hyukja cemberut.

 

This is for you, beautiful lady” Hana terkesiap ketika dihadapannya muncul sebuah buket bunga besar berisikan serangkaian mawar merah dan putih yang harum.  Wanita paruh baya itu menerimanya, lalu menciumnya sekilas dan tersenyum senang.

 

Aigoo.. gomawoyo Sung Jin~ah” Sung Jin memeluk Hana sekilas lalu mencium pipinya “Terimakasih kembali” jawab Sung Jin tersenyum manis.

 

“Ya Tuhan, lihatlah istriku sedang terbang karena dikelilingi pria pria tampan” Seunghwan tiba tiba muncul dan menggoda istrinya yang terlihat berbinar. Membuat semua yang ada diruangan itu terkekeh, termasuk para pelayan.

 

“Whoa, semuanya sudah disini” Ahra masuk dengan gaun satin bercorak abstrak miliknya. Berwarna peach namun lebih tua dibagian bawah. Rambut pendek sebahunya tergerai bebas. Dia juga memakai sandal jepit lucu dengan gantungan kelinci bertengger di talinya.

 

Hai, pretty” Sung Jin memeluk Ahra sekilas, menyambutnya.

 

“Kim Sung Jin! Aku sudah lama tidak melihatmu” Ahra menepuk pelan pundak Sung Jin lalu mereka larut dalam percakapan. Ahra mendapat panggilan di ponselnya lalu pamit untuk membuka pintu karena dua sahabat yang ia undang sudah datang.

 

Kyuhyun melangkah ke dapur bermaksud mencuci tangannya di wastafel ketika Hyuna dengan santai turun dari lantai dua. Hyuna dapat melihat Kyuhyun yang berjalan ke arah dapur, membuatnya tersenyum dengan sendirinya. Sore ini, Kyuhyun terlihat sangat tampan. Ralat, bukan hanya sore ini. dimanapun, kapanpun, Kyuhyun terlihat sangat tampan dimatanya.

 

Hyuna berjalan dengan berjinjit. Berharap Kyuhyun tidak mendengar suara langkahnya. Kyuhyun sedang membilas tangannya ketika Hyuna memastikan bahwa tidak ada orang didapur selain mereka berdua. Dan dengan perlahan, hyuna melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun. Memeluknya lama.

 

“Hyuna?”

 

“Ini aku” Hyuna menyandarkan kepalanya di punggung Kyuhyun. gadis itu memejamkan matanya. Selalu terasa teduh jika dalam dekapan Kyuhyun, selalu seperti ini. membuatnya betah beralama lama.

 

Kyuhyun mengelap tangannya lalu berbalik. Menyandarkan tubuhnya di pinggiran wastafel. Melingkari pinggang Hyuna dengan tangan kanannya, dan sebelah tangannya mengusap wajah gadis itu. menyingkirkan helaian rambut yang menutupi matanya.

 

“Aku merindukanmu” Kyuhyun bersuara

 

“Begitu juga aku”

 

Kyuhyun  mendesah “Ini .. agak sulit untuk ku Hyuna. Kita tinggal dalam satu bangunan, tapi sangat sulit untuk memiliki waktu berdua denganmu”

 

Hyuna terkekeh “Sekarang kita punya”

 

“Bukan itu” Kyuhyun berucap frustasi “Tidak bisakah kita mengatakannya pada mereka?”

 

Oppa, kita sudah pernah membahas ini. Kita akan bilang, tapi tidak sekarang”

 

“Lalu kapan?” Kyuhyun mengeratkan pelukannya di pinggang Hyuna

 

“Akan ada waktunya, aku hanya.. belum siap”

 

Kyuhyun mendesah, lalu menarik Hyuna menuju dadanya. Mendekapnya disana. Kyuhyun menduduk mencium rambut Hyuna “Kumohon, bersabarlah. Heum?” Hyuna berucap di dada Kyuhyun sembari memejamkan matanya. Menikmati moment kebersamaan mereka. “Arraseo”

 

 

Next part bakal mulai lebih keluar yaa konfliknya. Entah itu fakta2 baru, atau kenapa alasan Kyuhyun punya sikap GAJE kayak gitu, haha atau yang lain lainnya dah. Dan.. adakah yang bertanya tanya gimana cerita itu Kyu sama Rachel? Haha. Pokonya mulai next part sampe seterusnya mulai out of going nih!

 

Part part ini sengaja dibikin agak santai dulu, mau fokus ke kisah cinta ke Kyu sama Hyuna, terombang ambing diperasaan ambigu wkwkwk. Mungkin di seterusnya, time mereka berduaan ga bakal banyak2 bgt yah? Hihi.

Advertisements

64 thoughts on “Love Line (7/?)

Add yours

  1. konfliknya jgn yg berat ya? nanti aku jadi baper deh.. huh.. kenapa juga sih harus disembunyikan. aku curiga tuan cho sedang ingin melakukan suatu rencana.

  2. Yeay!
    Finally! Jadian juga nih….
    Tpi kenapa msti disembunyiin?
    Ntar malah dpt penghalang lagi klw gitu. Takut2 ntar Appa nya Kyuhyun ngejodohin si kyu…

    Huwe….

  3. bego hyuna kenpa ga mauu semakin cepat semakin bagus keburu si jyu dijodohon emang bodoh bikin kesellll
    tapi seneng mereka baikann

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: