Love Line (6/?)

C2161097-1365835047large_副本

Author                  : tatadap

Title                       : Love Line

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading!

 

 –  It’s Started ! –

 

Hyuna menyingkir. Gadis itu berusaha untuk tidak berlari dan membuat perhatian orang beralih ke arahnya. Namun sialan! Dia tidak tahan. Air mata sudah menyeruak ingin keluar, dan untuk itulah akhirnya dia berlari. Persetan dengan anggapan orang, dia butuh sendiri saat ini.

 

Hyuna duduk bersembunyi diantara semak semak yang tumbuh di depan gedung acara itu diadakan. Dengan berusaha membekap mulutnya supaya suara tangisnya tidak terdengar. Oh yah, dia merasa menjadi gadis paling bodoh sekali lagi.

 

Jelas. Dia sangat tahu jelas perbedaannya. Lihatlah wanita tadi. Begitu cantik, begitu indah, begitu sempurna. Tinggi dengan lekukan tubuh yang pas. Kulitnya putih bersih, rambut panjang berwarna hitam legam. Terlihat cerdas, bangsawan? Pasti. Sedangkan dia? Hanya gadis biasa dari desa yang mendapatkan keberuntungan bisa diangkat dalam keluarga chaebol. Akan sangat tidak tahu diri jika dia berharap lebih pada kondisinya dan Kyuhyun saat ini. Tapi ini begitu menyakitkan, setidaknya untuk dirinya.

 

Sejak kapan Hyuna menjadi gadis yang gampang menangis?

 

-o0o-

 

YAH!” Kyuhyun menyentak kasar seseorang di depannya, atau bisa dibilang dipelukannya. Ralat, yang tengah memeluknya. Seorang gadis. Rachel Kim.

 

Oh-My-God. I MISS YOU! I MISS YOU SOOOO MUCH BABY!” Rachel berusaha mendekatkan dirinya kembali ke arah Kyuhyun, hendak menyentuh lehernya dan menarik paksa pria itu agar bisa dia cium. Tapi sudah bisa ditebak, Kyuhyun menyangkalnya.

 

“Menjauh dariku Rachel!”

 

Rachel menatap kesal ke arah Kyuhyun “Oh baby, inikah kalimat yang seharusnya kau katakan padaku? Kita sudah dua tahun tidak bertemu dan kau bersikap seperti ini?” Rachel meringsuk pelan memeluk pinggang Kyuhyun, menyandarkan kepalanya di dada pria itu. sementara Kyuhyun berdecak sebal, masih berusha menggeret lengan Rachel agar bisa menjauh dari tubuhnya.

 

Kyuhyun menghela nafas pasrah. Pria itu lebih baik tidak meladeni sikap Rachel saat ini, jika tidak dia akan lepas control dan bisa saja bertindak kasar pada wanita itu di tengah tengah keramaian orang.

 

Kyuhyun membuang wajahnya dan teringat sesuatu. Hyuna!

 

Pria itu melihat tempat dimana Hyuna berdiri tadi, namun tidak melihatnya lagi. Berkali kali dia menyusuri matanya di tempat itu namun tidak mendapati keberadaan Hyuna. Perasaan cemas melandanya.

 

“Rachel, sudah kubilang menjauh dariku!” Kyuhyun berkata pelan tapi tajam. Dia harus bisa melihat situasinya.

 

“Kenapa? Bukankah kau datang kesini karena ingin bertemu denganku?” Rachel kembali merengek manja.

 

Kyuhyun mengumpat kecil. Dia tidak berfikir kalau akan ada Rachel disini. Dia terlalu yakin tentang keberadaan wanita itu yang seharusnya masih berada di Amerika sana. Tapi dugaannya salah, dia ada disini. Dan parahnya, kenapa Sung Jin tidak membertahukan hal ini?!

 

“Kyu~ya, bisakah kita mencari tempat yang sedikit private dan menghabiskan waktu bersama? Aku benar benar merindukanmu” Rachel menatap Kyuhyun  dengan tatapan memuja, penuh gairah dan makna. Membuat Kyuhyun bergidik ngeri melihatnya.

 

“Dalam mimpimu!” dan dalam sekali sentakan yang kuat, Kyuhyun berhasil melepaskan rangkulan Rachel membuat gadis itu sedikit meringis.

 

Kyuhyun berjalan cepat, menghampiri Hyukjae dan Minho yang juga melihat kearahnya dengan kaku, tegang, dan takjub.

 

“Apa itu Rachel? Dia kembali?” tanya Hyukjae pelan pada Kyuhyun dengan pandangan tidak fokus. Dia masih belum percaya melihat Rachel kembali.

 

“Ada yang melihat Hyuna?” Kyuhyun tidak memperdulika pertanyaan Hyukjae dan bertanya keberdaan Hyuna. Sontak, Minho dan Hyukjae menggeleng bersamaan membuat pria itu berdesis dan mengumpat. Dengan langkah lebar, Kyuhyun kembali berjalan meninggalkan ruangan dan berniat mencari Hyuna. Tapi sebelumnya, dia berkata pada Minho dan Hyukjae dengan suara tegas yang menakutkan “Aku tidak mau Rachel mengejarku. Aku mohon bantuan kalian” dan keduanya pun mengangguk patuh. Tidak bisa, Kyuhyun tidak bisa dibantah saat ini. Apalagi diganggu. Minho bahkan melihat percikan api yang keluar dari mata hyung nya itu. Mengerikan. Prikirnya.

 

Dan Kyuhyun berjalan menjauh. Dengan suara Rachel yang memanggil manggilnya di belakang. Persetan! Dia harus menemukan Hyuna.

 

-o0o-

 

Kyuhyun membanting ponselnya ke jok kosong di sebelahnya. Sudah dua jam dia berjalan tak tentu arah di Jeju untuk mencari Hyuna namun nihil, dia tidak dapat menemukan gadis itu. Ponselnya juga sulit dihubungi.

 

Setelah tidak menemukan tanda tanda kehadiran Hyuna di pesta tadi, Kyuhyun kembali ke ball room utama dan meminjam mobil Hyukjae. Dan disinilah dia sekarang, merasa frustasi di dalam mobil Hyukjae di tengah jalan dan mencari Hyuna.

 

“Ini bahkan sudah pukul sebelas malam, Ya Tuhan. Kau dimana Hyuna” Kyuhyun berucap, frustasi.

 

Dengan pertimbangan yang cukup berat, pria itu memutuskan untuk berputar arah dan kembali menyusuri jalan yang sama sekali lagi. Dan disaat tanda tanda penemuan Hyuna tidak membuahkan hasil, Kyuhyun menghentikan mobilnya mendadak di pinggir jalan sehingga menimbulkan suara berdecit yang nyaring. Memukul setiran mobil dan mengacak rambutnya kasar. Sial! Dia terlihat sangat kacau.

 

Ponselnya berdering dan nama Minho tampak di layar. Kyuhyun tidak menggubrisnya hingga dering ponsel itu mati. Namun Minho kembali menelponnya dan Kyuhyun kembali tidak mengangkatnya. Dan di panggilan ketiga membuat Kyuhyun frustasi. Mengambil ponsel itu dan mengangkatnya.

 

“Kenapa?!” Kyuhyun menjawab dengan sedikit berteriak.

 

Hyung” Suara Minho terdengar ragu ragu disana, takut. Kyuhyun menghela nafasnya. Merasa bodoh. Minho tidak bersalah, kenapa dia harus marah padanya. “Maafkan aku Minho~ya. Aku.. aku sedang.. entahlah. Aku tidak bisa menemukannya”

 

Minho menghela nafasnya, lega. “Tidak apa apa hyung. Aku mengerti. Dan aku menelpon, karena ada sesuatu yang penting”

 

“Ada apa?”

 

“Hyuna” dan satu kata itu membuat Kyuhyun tersentak “Dimana?!”

 

“Datanglah ke Raise Hotel. Kamar 207”

 

Kyuhyun memutuskan sambungan ponsel dan menghidupkan mesin mobil. Melaju pesat ke alamat yang disebutkan Minho. Ya Tuhan, akhirnya~

 

-o0o-

 

Hyung!”

 

“Hyuna?”

 

“Kamar tidur”

 

Minho mengekor di belakang Kyuhyun yang tergesa masuk ke dalam dan berjalan ke kamar tidur. Pria itu menghela nafas lega saat melihat Hyuna yang tertidur di atas ranjang. Keadannya.. sedikit kacau. Gaun putihnya terlihat kotor dan rambutnya berantakan. Kyuhyun mendekat, dan duduk dipinggir ranjang. Mengusap dahi Hyuna dengan sayang. Hatinya mencelos saat melihat sisa sisa air mata di pipi Hyuna.

 

“Minum dulu” Kyuhyun mendongak dan menatap Hyukjae memberikan segelas air dingin di depannya. Pria itu mengambilnya, dan meminumnya dalam sekali tenggak. Tak dipungkiri, setelah semua ini, dia merasa benar benar haus.

 

“Apa yang terjadi? Kenapa dia bisa berada disini?” Kyuhyun kembali bertanya, dan menatap Hyukjae dan Minho yang berada di ruangan itu.

 

“Sepertinya dia tertidur. Di semak semak dekat parkiran. Saat kami hendak pulang mengendarai mobil Minho, aku melihat gaun putihnya yang sedikit menyembul dari balik semak. Karena penasaran, aku menghampirinya dan sangat tidak terduga. Ternyata itu dia”

 

“Apa kalian menginap disini?’

 

Minho mengangguk “Yap”

 

Kyuhyun menghela nafas “Terimakasih sudah membawanya kesini. Dan.. terimakasih untuk mengurus Rachel”

 

“Tidak masalah hyung

 

Kyuhyun kembali menatap Hyuna. Mengelus pipinya dengan sayang dan penuh perhatian.

 

“Dengar Kyu, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Atau apa yang sebenarnya terajadi. Tapi dari apa yang aku lihat, baik dari dirimu ataupun dari Hyuna, kalian itu sedang sakit! Berhentilah membuat ini susah dan jujur pada perasaanmu”

 

Kyuhyun menoleh cepat ke arah Hyukjae “Kau berbicara apa? Aku tidak mengerti” elaknya.

 

Hyukjae tersenyum samar  “Apa aku harus menjabarkannya?”

 

“Omonganmu semakin melantur, hyung”

 

“Kau seperti orang gila. Mencarinya kesana kemari seperti kesetanan. Aku yakin beberapa bagian dari mobilku telah menjadi sasaran pukulanmu, kan? Kau bahkan membentak Minho yang meneleponmu. So what, Kyuhyun?”

 

“Aku khawatir. Dia adikku!”

 

“Dan aku akan percaya jika kau mengatakan itu? Disaat aku dengan mata kepalaku sendiri melihat betapa kau digandrungi rasa kecemasan yang luar biasa saat tak mendapati dirinya disampingmu setelah kehadiran Rachel tadi. Dan mengingat wanita itu, aku juga bisa melihat bahwa ‘adik’mu itu menghilang karena kedatangan Rachel yang tiba tiba tadi, kan? Dan dia menangis Cho Kyuhyun.. dia menangis. Kau bisa melihatnya kan?! Kau fikir dia menangis karena apa? Karena siapa, huh?!”

 

“Dan sekarang kau disini, menatapnya dengan lega walaupun kecemasan mu masih terlihat. Hei dude, dia tidak apa apa. Hanya tertidur. Mungkin kelelahan”

 

“Matamu Cho Kyuhyun. Matamu tidak pernah bisa berbohong. Aku melihat cinta disana. Aku tahu aku tidak berhak ikut campur dalam hal ini. Aku juga tidak tahu apa yang sudah terjadi diantara kalian. Tapi aku tahu sesuatu yang sakral terbentuk diantara kalian berdua, hanya dalam sekali lihat. Aku memang cassanova yang sering mempermainkan hati wanita. Tapi aku tidak akan pernah bisa membuat seorang wanita yang dimana aku juga mencintainya begitu dalam terluka karena aku. Karena menyakitinya, sama dengan membunuh diriku sendiri”

 

Setelah mengatakan kalimat panjang lebar yang sangat amat dalam menusuk hati Kyuhyun, Lee Hyukjae berjalan keluar. Diikuti Minho dibelakangnya. Meninggalkan Kyuhyun dengan sejuta perasaan kuat yang semakin terbentuk. Lee Hyukjae! Cassanova sialan itu benar! Dia seakan telah menampar Kyuhyun dengan tangan lebarnya, dan sialnya Dia benar. Sejujurnya, Kyuhyun benci jika perasaannya lebih terlihat dimata orang lain daripata mata hatinya sendiri. Dia merasa begitu pengecut.

 

Kyuhyun menghela nafasnya. Dia kembali menatap Hyuna yang tertidur nyaman di ranjang. Dengan perlahan dia mengecup dahi gadis itu. membisikan kata selamat tidur yang nyaman lalu menyelimutinya. Kyuhyun akan membawa Hyuna kembali ke suite room mereka. Tapi nanti. Sekarang, dia butuh seseorang untuk diajak berkeluh kesah.

 

Pria itu keluar kamar dan menemukan Hyukjae dan Minho yang tengah bercengkrama ringan di balkon. Sesekali mereka tertawa oleh lelucon Hyukjae yang konyol atau dengan tindak tanduknya yang menggelitik. Kyuhyun mengamati keduanya, lalu tersenyum geli. Dia tidak percaya seorang Lee Hyukjae bisa mengatakan sesuatu yang bijaksana seperti tadi. Lihat saja sekarang, tingkah abnormalnya kembali terjadi. Apa benar yang berbicara tadi itu Lee Hyukjae, sahabatnya? Atau dia kersukan setan pemanah asmara hingga mengerti begitu dalam tentang cinta?

 

“Apa aku boleh bergabung?” Kyuhyun muncul tiba tiba membuat keduanya kaget.

 

“Tentu saja! Kemarilah pria yang sedang bimbang” goda Hyukjae membuat Kyuhyun tersenyum samar.

 

Pria itu mengambil posisi duduk di samping Minho dan membuka sekaleng soda yang berada di atas meja bulat yang berada di pertengahan antara dirinya dan Minho. Sementara Hyukjae berdiri menyandar pada pagar balkon.

 

“Jadi?” Kyuhyun membuka suara “Darimana kau mendapatkan pelajaran tentang cinta begitu banyak, hyung?”

 

Hyukjae terkekeh geli “Kenapa? Kau berfikir untuk menyewaku menjadi dokter cintamu? Bayaranku mahal tahu!”

 

“Tapi, aku juga sempat tidak percaya bahwa tadi kau bisa mengatakan hal seperti itu hyung. Kau keren!” kata Minho menimpali.

 

“Bocah, sudah kubilang kalau akau ini diciptakan Tuhan untuk melindungi gadis gadis tidak berdosa kan? Kkk~”

 

Tatapan Hyukjae berpindah ke arah Kyuhyun “Apa yang akan kau lakukan sekarang?”

 

“Entahlah, aku tidak tahu”

 

“Kenapa tidak tahu?”

 

“Kau tahu, sejak pesta tadi Hyuna menjauhiku. Menjaga jarak denganku”

 

“Ya, aku juga dapat merasakannya. Dan kau tahu alasan dia melakukan itu?”

 

Kyuhyun menghela nafasnya “Sepertinya dia salah paham”

 

Hyukjae mengangkat satu alisnya tidak mengerti.

 

“Tadi sore, kami sempat berciuma. Tidak tidak, lebih tepatnya aku yang menciumnya”

 

Minho dan Hyukjae terkesiap, mereka mengerjap bersamaan “Serius?” Hyukjae tak bisa mengontrol rasa penasarannya.

 

“Aku memutuskan untuk bercerita padamu karena aku percaya padamu, hyung. Sekarang, tolong fokus!” kata Kyuhyun tajam, memperingati keduanya sebelum mereka benar benar menggodanya habis habisan. Membuat Hyukjae mengangguk cepat.

 

“Interaksi kami baik baik saja. Bahkan saat akan berangkat kami berdua sempat saling memuji penampilan. Dia bertanya padaku bagaimana kelihatannya dirinya. Lalu aku mengatakan bahwa dia cantik. Dan dengan senyum malu malu dia juga mengatakan aku tampan” Kyuhyun sejenak melirik ke arah Hyukjae dan Minho. Pria itu menghela nafas merasa  bahwa bercerita pada kedua cecunguk ini sepertinya bukan ide yang baik. Baik Hyukjae maupun Minho sedang berusaha menahan tawa mereka.

 

“Jika kalian tertawa, ceritaku berhenti sampai disini!” ancam Kyuhyun.

 

Arraseo arraseo, hyung. Teruskan ceritamu” Jawab Minho sembari berdehem. Membuat suaranya terdengar normal. Sungguh, ini sangat lucu menurutnya. Bagaimana bisa Cho Kyuhyun melakukan hal menggelikan seperti itu? Dan Minho meledakkan tawanya… dalam hati.

 

“Tapi semenjak masuk ke pesta itu. Dia terlihat menjauhiku. Sampai kau mengajaknya berdansa, dia tidak berbicara sama sekali denganku”

 

“Oh, itu saat aku menawarkan cookies padamu kan, hyung?”

 

“Dan aku yakin kau lebih memilih melemparkan sekaleng penuh cookies itu padaku daripada memakannya. Benar?” tebak Hyukjae dan dengan lemah Kyuhyun mengangguk.

 

“Tatapan mu bahkan semakin buas saat Sung Jin yang mengajaknya berdansa Kyuhyun~ah. Tanpa kau sadari, aku terus memperhatikan gerak gerikmu. Sampai Sung Jin datang dan menyuruhmu mengajak Hyuna berdansa. Aku terus memperhatikan kalian berdua. Aku bisa saja meminta Sung Jin untuk kembali menyerahkan Hyuna padaku, agar kami berdansa kembali. Tapi melihat tatapanmu yang begitu.. penuh cinta saat itu, aku mengurungkan niatku”

 

“Dan sampailah pada bencana itu”

 

“Rachel datang” Minho bersuara.

 

“Apa Sung Jin memberitahu kalian kalau akan ada Rachel?” tanya Kyuhyun.

 

“Tidak hyung. Tapi Sung Jin hyung sempat bilang padaku bahwa tidak akan ada Rachel. Aku mengasumsikan bahwa dia kembali ke Korea tanpa Sung Jin hyung tahu”

 

“Dia benar benar berambisi mendapatkanmu, Kyuhyun~ah. Kau sepertinya harus lebih berhati hati”

 

“Aku tahu. Kalau aku tidak menganggap Sung Jin hyung yang notabene adalah kakaknya, aku tidak akan segan melakukan berbagai cara untuk membuatnya menjauhiku”

 

Minho manggut manggut “Dia berbahaya, kau tahu. Aku pernah mendengar dia melukai seorang pelayan bar saat di Amerika hanya karena pelayan itu tidak membawakan pesanan seperti yang dia mau. Dan saat kiriman bunga darinya untukmu kau tolak, hyung. Dia langsung membuat karyawan toko bunga itu dipecat. Dia bisa melakukan berbagai cara, dari yang halus sampai kasar”

 

“Aku bertanya tanya, kenapa sifatnya berbeda sekali dengan Sung Jin?” Hyukjae mengelus dagunya mencoba berfikir.

 

Mereka bertiga kembali terdiam dalam kebisuan. Yah, Rachel Kim. Gadis itu perlu diwaspadai. Dia berbahaya.

 

“Cho Kyuhyun” Panggilan dalam Hyukjae memecah keheningan. Kyuhyun menatap ke arah Hyukjae yang memandangnya serius.

 

“Bagaimana perasaanmu terhadap, Hyuna?”

 

Kyuhyun termenung sekilas, lalu menjawab dengan lirih “Aku..”

 

“Jangan menjadi pria lemah Kyuhyun~ah. Jujur, setidaknya pada dirimu sendiri”

 

Kyuhyun terdiam. Dia meresapi dalam dalam apa yang dimaksudkan Hyukjae. Apakah dia mencintainya? …..

 

“Tidak perlu kau katakan, kami tidak perlu tahu. Yang terpenting, ikuti kata hatimu saat ini Cho Kyuhyun” Hyukjae memberikan senyum menenangkannyauntuk Kyuhyun. Minho pun melakukan hal sama. Dan itu membuat Kyuhyun merasa sangat bersyukur mempunyai mereka disekelilingnya. Tempat yang sangat amat baik untuk berkeluh kesah. Dalam hati, dia sudah memperkokoh sesuatu yang memang seharusnya dia lakukan kini. Yah, dia patut berterimakasih pada Hyukjae untuk ini.

 

-o0o-

 

Hyuna menggeliat dalam tidurnya. Secercah cahaya mengusik matanya membuatnya mengerjap, lalu terbangun.

 

Gadis itu menatap sekeliling. Ini kamar di dalam suite room nya. Ya, tidak salah lagi.

 

Pandangannya beralih pada apa yang masih melekat ditubuhnya. Gaun itu. gaun putih itu masih terbungkus sempurna di tubuhnya. Membalutnya dengan sangat tidak nyaman. Tentu saja, itu gaun pesta bukan piyama tidur.

 

Otaknya kembali berputar pada apa yang terjadi tadi malam. Dan ketika ingatan menyakitkan itu kembali datang, itu membuatnya terduduk tegang. Benar, memang tidak ada harapan lagi untuk dirinya dan Kyuhyun.

 

Sialan! Memangnya harapan apa yang kau fikirkan Hyuna?!

 

Hyuna menggelengkan kepalanya. Terasa sedikit pusing. Lalu dia teringat sesuatu. Semalam dia tidak kembali kemari. Dia sibuk menangis di semak semak dan .. dia lupa kejadian setelahnya. Ah, sepertinya dia dengan bodohnya tertidur disana. Lalu siapa yang membawanya kesini. Kyuhyun??

 

TOK.TOK.TOK

 

Seseorang mengetuk pintu kamarnya, membuat gadis itu terdiam kaku. Itu pasti Kyuhyun. Lalu dia harus bagaimana? Menjawabnya atau tidak?

 

Lama gadis itu sibuk berfikir dan membuat Kyuhyun yang memang mengetuk di luar merasa bahwa Hyuna masih tidur. Dengan perlahan, Kyuhyun membuka pintu itu.

 

Keduanya sama sama terkejut saat tatapan mata mereka kembali bertemu. Tidak lama, karena Hyuna langsung membuang wajahnya.

 

“Maaf. Kufikir kau masih tidur karena tidak ada sahutan” Kyuhyun berucap  “Aku hanya mengantarkan sarapan. Bersiaplah, pesawat ke Seoul akan berangkat dua jam lagi”

 

Hanya itu, dan Kyuhyun keluar dari kamar Hyuna. Ya Tuhan, ini begitu menyakitkan. Hyuna masih memalingkan wajahnya ke satu sisi meski pintu sudah kembali tertutup. Gadis itu menggigit bibir bawahnya dengan keras, tanpa sengaja. Matanya kembali memanas dan lagi, air matanya kembali keluar. Hyuna, gadis tegar yang berubah menjadi cengeng. Sering menangis. Semenjak kehilangan ibu dan kakaknya, gadis itu didik untuk selalu tegar oleh ayahnya. Dia tidak pernah menangis. Meskipun pernah dia jatuh dari sepeda motor waktu itu saat pertama kali diajarkan oleh seorang paman tetangga sebelah rumahnya, yang sudah dia anggap sebagai keluarganya. Dan terakhir dia tidak bisa menahan kesedihannya hingga membuatnya menangis adalah kematian Ayahnya. Tapi apa sekarang, tiap menit berlalu akan dilewatinya dengan tangisan. Sungguh cengeng, bukan?

 

Hyuna beralih menatap sepiring sarapan yang di antarkan Kyuhyun tadi di atas nakas samping tempat tidurnya. Sepotong sandwich dan segelas susu. Dan dia sama sekali tidak berminat untuk menyentuhnya.

 

Gadis itu beringsut turun dari ranjangnya. Lalu berjalan ke arah pintu geser di dalam kamarnya. Membukanya dan langsung berjalan kearah balkon. Luasnya laut bisa dia lihat, deburan ombak samar terdengar. Ini adalah salah satu impiannya. Melihat pemandangan indah saat bangun tidur. Tapi untuk sekarang, semua itu terasa kosong dimatanya. Dia tidak merasakan apapun.

 

Dengan langkah gontai, Hyuna menyeret kakinya menuju kamar mandi. Gadis itu melihat pantulan dirinya di cermin dan tersentak. Ya Tuhan, Ya Tuhan?! Apa tadi dia seperti ini? Sial! Dia terlihat kacau dengan mata sembab dan eyeliner yang berantakan serta rambut yang kusut. Dan Cho Kyuhyun melihatnya!

 

Karena semua telah terjadi, dia lebih memilih untuk melupakannya saja. Dan yang perlu dilakukannya saat ini adalah, mandi-bersiap-kembali ke Seoul-dan menjalani harinya dengan tidak berharap lebih pada sesuatu. Yah, itu sudah pasti.

 

“Lupakan semua kejadian selama dua hari ini Hyuna. Anggap ini tidak pernah ada dalam hidupmu!” semangatnya.

 

-o0o-

 

Kyuhyun terduduk di kursi kebesaran miliknya. Matanya fokus pada satu titik, sebuah iPad tipis putih dengan tampilan grafik tingkat kualitas pemasukan ke K&H Enterprise selama satu tahun ini. Beberapa kali pria itu terlihat mengernyitkan dahinya bingung dengan adanya data yang tidak sesuai dengan perhitungan yang juga dia lakukan secara individu.

 

Pria itu menekan salah satu tombol di telepon meja kantornya, dan tak lama suara sahutan terdengar. “Ye, sajangnim

 

“Eun Bi~ssi, tolong panggilkan Park Wan Sang sekarang. Aku membutuhkannya”

 

Algesseumnida

 

Kyuhyun kembali berkutat dengan angka angka penjualan di iPad nya. Sesekali menggerakkan jari jarinya di atas sana, menyentuh layarnya dan kemudian meneliti lagi. Tak lama setelah perintahnya pada sekertaris bernama Eun Bi itu, orang yang dimaksud Kyuhyun datang menghadap. Dengan telaten Kyuhyun menanyakan perihal kejanggalan yang ditemuinya. Namun syukur ini bukan masalah serius. Hanya ada kesalahan dalam penulisan data dan Wan Sang beberapa kali menunduk meminta maaf karena kesalahan kerjanya. Beruntung, CEO muda itu adalah orang dermawan yang baik hati dan tidak akan memecat karyawannya hanya karna satu kesalahan. Lagipula, selama eksistensi kerjanya itu dia melihat Wan Sang adalah salah satu karywan teladan yang dimiliki perusahaannya.

 

“Sekali lagi maafkan keteledoran saya sajangnim, kalau begitu saya permisi”

 

Kyuhyun mengangguk lalu pria yang seumuran dengannya itu pamit pergi. Tinggalah Kyuhyun seorang diri disana. Dan pria itu memilih merebahkan sejenak otot otot punggungnya yang terasa kaku di sandaran kursi. Kepalanya bersandar nyaman, dan matanya menutup. Beberapa kali helaan nafas keluar dari mulutnya yang menandakan dia sangat lelah sekarang. Lelah fisik, dan batin.

 

Sudah sebulan sejak kejadian di pulau Jeju itu dan dari hari kehari, rasa sesak di dadanya semakin meninggi setiap kali dia melihat Hyuna berada dalam jarak pandangnya, namun dia tidak bisa menggapai gadis itu. dimata Kyuhyun, Hyuna terlihat dekat tapi sebenarnya jauh. Atau dia yang sengaja membuatnya jadi seperti itu?

 

Berangkat subuh, hingga pulang larut malam, atau menginap di kantor adalah hal yang sebulan ini dilakukannya. Demi menghindar dari Hyuna. Lebih banyak berdiam diri di ruangannya juga salah satu yang terbaik daripada harus berkeliling tidak jelas di kantornya hanya dengan sebuah kedok ingin mengecek karyawan-karyawati nya.

 

Kyuhyun tersentak saat merasakan tangan seseorang melingkari lehernya dengan mesra. Lalu kecupan ringan mendarat di pipinya. Pria itu membuka matanya dan menemukan Rachel memeluknya dari belakang dan melempar senyum nya pada Kyuhyun. pria itu mendesah keras.

 

“Kau terlihat sangat lelah,  sayang” Rachel memindahkan tangannya ke pundak Kyuhyun dan mencoba memijit bagian itu. berusaha agar Kyuhyun terlihat rileks. Yah, dan ini juga salah satu hal yang memasuki daftar ‘membuat stress Kyuhyun’ di kamus pria itu. Rachel Kim.

 

“Kenapa kau disini?” Kyuhyun bertanya tajam

 

“Untuk menemui cintaku, tentu saja” Rachel tersenyum senang. Lalu dia memindahkan posisinya dengan berjalan perlahan mengitari Kyuhyun. Dengan lancangnya, Rachel sedikit mendorong kursi Kyuhyun ke belakang hingga membuat space antara meja kerja pria itu dengan Kyuhyun. Rachel masuk ke dalam space itu dan duduk di atas meja, tepat di depan Kyuhyun. Kaki panjangnya ia silangkan dengan cara.. sensual? Mungkin.

 

Kyuhyun mengalihkan tatapanya dengan spontan. Bagaimanapun, dirinya adalah pria normal yang seharusnya tidak disuguhi pemandangan seperti ini. Oh ayolah, sepertinya gaya Amerika telah melekat pada diri Rachel. Lihat saja pakainnya sekarang, sungguh kurang bahan.

 

“Setiap hari kau selalu kesini, tidakkah kau lelah?” Kyuhyun berucap dengan nada sedikit frustasi.

 

“Kenapa harus? Untuk orang yang aku cintai, aku tidak keberatan melakukannya” Rachel menjalarkan jarinya menjangkau Kyuhyun, menarik dasinya sehingga pria itu sedikit lebih maju. Mengelus pelan pundak Kyuhyun, semakin turun ke dada bidang pria itu. tahu ini sudah diluar batas, Kyuhyun menyentak tangan Rachel. Pria itu berdiri dan menatap dalam mata Rachel.

 

“Dengar, aku sudah berkali kali bilang padamu bahwa ini bukanlah sesuatu yang bisa kau sebut dengan cinta nona Kim Seo Jung. Kau hanya terobsesi, padaku. Dan asal kau tahu, bahwa kedatanganmu setiap hari ke kantorku, dan mencoba merayuku dengan pakaian tidak senonoh ini, lengkap dengan bibir berbisamu yang kau poles dengan lipstick merah tebal itu tidak membuatku senang! Semua itu mengangguku. Jadi sekarang, bisakah kau pergi? Aku benar benar pusing sekarang dan tidak butuh diganggu” Kyuhyun berkata dalam, pelan, sinis.

 

Rachel tersenyum mendengarya. Biasa. Dia sudah biasa mendengar ini dari mulut tajam Kyuhyun dan jika dia harus mendengarnya lagi, tak masalah. Dan bukannya gentar, Rachel malah semakin merajalela. Dia berusaha mengambil dasi Kyuhyun lagi lalu menarik pria itu dengan paksa kearahnya. Kyuhyun yang mendapat serangan tiba tiba tidak bisa berkutik saat jarak wajahnya dengan Rachel teramat dekat. Nafas mereka beradu.

 

“Begitukah? Lalu .. semudah itukah kau melupakan masa masa indah kita? Kau memujaku Cho Kyuhyun, ingat itu!”

 

Kyuhyun geram, dia merasa kekesalannya sudah sampai di ubun ubun “Keluar-sekarang. Aku masih bisa menahan emosiku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu kalau kau tidak kunjung keluar dalam dua puluh detik”

 

Rachel tersentak. Dengan angkuhnya dia melepaskan ikatan dasi Kyuhyun di tangannya. Turun dari meja kantor itu dan mengambil tas tangan berlabel mahal miliknya. “Well, untuk hari ini aku mengalah. See you soon, baby!”

 

“Aku berharap tidak ada kata ‘soon’ lagi untuk kita berdua”

 

Rachel berjalan keluar ruangan Kyuhyun setelah sebelumnya mendapat balasan sinis dari Kyuhyun serta penolakan dari pria itu saat dirinya ingin mencium. Dan sepeninggal Rachel, Kyuhyun menjadi lebih kacau dan lelah. Dia butuh istirahat, tolong. Atau.. dia butuh obat, bisakah?  Lihatlah, anak adam yang saat ini mengalami tekanan jiwa tak menentu, Cho Kyuhyun.

 

-o0o-

 

Mwoyaaa??!! Kenapa wanita titisan setan itu ada disini lagi?!” Hyuna menatap Hee Chan yang tiba tiba bersungut sungut sendiri. Membuat gadis itu mengerutkan dahinya bingung dalam perjalanan mereka kembali ke ruang kerja. Mereka baru saja kembali dari cafetaria dan masih menggegam segelas orange juice ditangan masing masing.

 

“Apa? Kenapa? Siapa?”

 

“Kau lihat wanita itu?” Hee Chan menunjuk dengan dagunya, membuat Hyuna melihat apa yang sebenarnya menjadi topik permasalahan sahabat kantornya itu yang sebegitu tiba tiba. Dan disana, dia terpaku. Nafasnya tercekat. Wanita itu, wanita yang dilihatnya di acara peresmian Resort milik Kim Sung Jin. Wanita yang dengan tiba tiba datang menghampiri Kyuhyun dan menciumnya, tepat di hadapan Hyuna. Oh, apa ini? Kepala Hyuna tiba tiba terasa berat, kakinya lemas seperti jelly jelly yang mudah jatuh saat itu juga. Wajahnya berubah pucat.

 

Yah! Neo gwenchana?” Hee Chan yang melihat perubahan pada sahabatnya itu bertanya. Dia harus mengulangi beberapa kali lagi ucapannya sampai akhirnya Hyuna tersadar dan menggeleng pelan, sejenak memejamkan matanya dan menarik nafas. Lalu dia menatap Hee Chan dan memberikan senyum nya yang berharap bisa menghilangkan kecemasan di wajah Hee Chan. “Aku tidak apa-apa. Hanya tiba tiba merasa, pusing”

 

“Pulang saja!” Ujar Hee Chan

 

“Tidak. Ayolah, Hee Chan. Aku masih bisa berdiri dan sanggup untuk bekerja. Kenapa aku harus pulang” Hyuna tersenyum geli, lalu melanjutkan jalannya meninggalkan Hee Chan beberapa langkah di belakang.

 

“Setelah aku menunjuk wanita titisan iblis itu padamu, kau mendadak pusing. Haaah~ ternyata dia memang benar benar pembawa penyakit!” Hee Chan berceloteh ria di samping Hyuna setelah dia berhasil menyamakan langkah kakinya. Dan Hyuna kembali terdiam, iya.. dia perlu tahu siapa wanita itu.

 

“Kau bersikap sangat tidak bersahabat, kalau kulihat. Memangnya ada apa dengannya? Dia siapa?”

 

“Dia itu Rachel Kim. Atau, Kim Seo Jung. Putri tunggal keluarga chabeol pemilik Royal Company”

 

Hyuna tersentak “Royal Company? Apa dia saudara kandung Kim Sung Jin~ssi?”

 

Hee Chan menatap Hyuna dengan dahi berkerut “Kau berbicara seolah olah kau mengenal dekat CEO tampan itu Hyuna~ya”

 

Hyuna gelagapan “Aaa~ t-tidak. Aku pernah beberapa kali membaca artikel tentang perusahaan itu. dan nama Kim Sung Jin selalu tertera sebagai putra dari pebisnis sejati Kim Seung Ho. Aku tidak pernah tahu  bahwa beliau punya seorang putri”

 

“Rachel Kim memang jarang terekspose di media, tidak seperti ayahnya atau kakaknya itu. Dia juga menetap di Amerika selama dua tahun belakangan untuk melanjutkan studynya. Tapi, menurutku pribadi itu hanya alasan saja”

 

“Alasan?”

 

“Yah, Rachel Kim terkenal dengan perilaku dan tabiatnya yang buruk. Wanita itu tidak bisa mencerminkan bagaimana sikap yang seharusnya dia tunjukkan sebagai putri dari pebisnis paling di hormati di Korea. Attitude nya sangat buruk, kau tahu! Dia sering beberapa kali tertangkap media berada di club malam. Pernah juga waktu itu dia terlibat scandal dengan para pelayan di bar bar yang sering dia kunjungi. Dan masalah terakhir yang kutahu, dia diduga menjadi tersangka dalam kasus tabrak lari. Setelah kejadian itu, Rachel Kim di beritakan pindah ke Amerika untuk melanjutkan study, yang kurasa hanya sebagai bentuk penyelamatan diri”

 

“Itu terdengar mengerikan” Hyuna meringis. Gadis itu meletakkan sisa orange juice yang masih ada di meja kantornya setelah mereka sampai di ruangan kembali lalu duduk di kursinya, begitupula Hee Chan yang langsung duduk di sebelahnya.

 

Hee Chan kembali mendekatkan dirinya ke arah Hyuna dan melanjutkan cerita nya “Aku juga berpikir begitu. Hanya, terasa sayang saja. Ayahnya dan Kakaknya adalah orang terpandang yang tidak pernah punya riwayat jelek di daftar hidup mereka. Sementara dengan gampangnya wanita iblis itu merusak nama baik reputasi keluarganya”

 

“Ah, iya sayang sekali. Padahal Tuan Kim Seung Ho adalah orang yang sangat dermawan. Aku pernah membaca artikel bahwa pada tahun 2007 dia membangun 50 panti sosial di berbagai daerah dengan menggunakan uang pribadinya! Itu benar benar, mengasankan”

 

“Kau suka sekali membaca artikel ya! Kkk~” Hee Chan mengejek lalu tertawa geli. Hyuna hanya mendengus dan memukul pelan lengan Hee Chan.

 

“Aku bertanya tanya, kenapa dia bersikap seperti itu ya? Apa dia tidak khawatir merusak image keluarganya?” Hyuna bergumam

 

“Tapi, ada beberapa sumber mengatakan bahwa dulunya Rachel Kim bukanlah sosok wanita seperti itu. Maksudku, dia adalah gadis baik baik. Yah, kau tahu kan media suka sekali mengorek dalam dalam informasi tentangnya. Jadi, menurut situs web yang pernah kubaca, beberapa media mendatangi sekolah nya dulu. Dan menemukan guru guru yang pernah mengajarnya. Mereka mengatakan Kim Seo Jung adalah murid yang pintar dan sangat santun. Dia berturut turut meraih prestasi yang gemilang disekolahnya”

 

“Jinjja?”

 

“Ne!”

 

“Lalu kenapa dia seperti itu?”

 

“Sejak kematian ibunya, dia mulai berubah”

 

Hyuna mengerutkan dahinya menatap Hee Chan “Kau tahu banyak sekali tentangnya”

 

Hee Chan berdecak “Sudah menjadi rahasia umum Hyuna~ya! Kau saja yang kudet!”

 

Hyuna mengernyitkan dahinya tidak terima “Tapi aku tidak terlalu kudet, tahu. Aku tahu setelah ibunya meninggal, Kim Seung Ho menikah lagi kan?” Hyuna mencoba membela diri dengan bibir mengerucut.

 

Hee Chan sempat terkekeh geli sebelum melanjutkan “Yap! Dan sekarang istrinya itu.. atau bisa kita sebut ibu tiri Rachel Kim berada di Amerika. Menetap disana”

 

“Apa semua keluarga Royal Company tinggal di Amerika?”

 

“Semenjak menikah lagi, Kim Seung Ho memang menetap di Amerika bersama istrinya. Lalu meninggalkan Sung Jin dan Rachel di Korea. Beberapa tahun belakangan, Sung Jin di kabarkan mengunjungi Amerika untuk membantu ayah nya mengatasi masalah cabang Royal Company di sana. Tinggalah Rachel disini. Mungkin, karena kurangnya perhatian dari keluarga dia jadi bertambah gila dengan kelakukannya. Hingga scandal terakhir itu, dia akhirnya juga menyingkir ke Amerika dan melanjutkan study nya disana. Sementara yang kudengar baru baru ini, Sung Jin telah pulang dan kembali menjalankan perusahannya yang berada di Korea. Kau tahu, bahkan Royal Company membuka resort baru di Jeju!” Hee Chan mengatakannya dengan pandangan yang.. berbinar binar. Tidak bisa dipungkiri gadis itu, memikirkan betapa kayanya orang orang chaebol seperti Royal Company atau bahkan K&H Enterprise tempatnya bekerja begitu mudah membuka sesuatu yang besar seperti Resort dan semacamnya.

 

Aku tahu! Bahkan aku menghadiri acara peresmiannya!’ Teriak Hyuna dalam hati, lalu merasa menyesal lagi bahwa dia tidak bisa mengatakannya pada Hee Chan. Dan kembali, gadis itu meminta maaf di dalam hati.

 

“Oh! Aku tidak percaya dia kembali kesini lagi! Sudah lama perusahaan ini tenang tanpa kehadirannya, tapi dia bahkan datang lagi”

 

Hyuna mengerutkan kening menatap Hee Chan. Perkataan Hee Chan menyiratkan seolah olah Rachel Kim seperti pelanggan tetap yang setiap waktu mengunjungi K&H Ebterprise dengan maksud dan tujuan tertentu.

 

“Apa maksudmu, dia sering kemari?” tiba tiba hantinya mengernyit pilu. Jika diingat kembali, dia memang melihat dengan jelas bagaimana saat itu interaksi Rachel Kim dan Cho Kyuhyun. mereka bahkan berciuman yang menandakan bahwa tidak mungkin keduanya tidak menjalin suatu hubungan. Jadi wajar saja kan jika Rachel Kim memang sering kemari. Tentu saja dia ingin mengunjungi Kyuhyun, kan?

 

Hee Chan mengangguk “Dulu. Sebelum dia move to Amerika. Semua orang di kantor ini juga tahu bahwa wanita itu terobsesi dengan satu pria! CEO kita! Cho Kyuhyun sajangnim”

 

“APA?!” Hyuna tersentak kaget, apa yang dimaksudkan dengan kata ‘terobsesi’ disini.

 

“Lihat! Kau saja terkejut sampai seperti itu. Hah! Rachel Kim memang wanita gila”

 

Hyuna terdiam, tidak bisa berkata apa apa lagi selain termenung. Ini menjadi lebih rumit di kepalanya.

 

 

Advertisements

52 thoughts on “Love Line (6/?)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: