Love Line (5/?)

C2161097-1365835047large_副本

Author                  : tatadap

Title                       : Love Line

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading!

 

– Bab 5 : This is About US –

 

“Kyuhyun~ah, apa kau akan menghadiri undangan pembukaan resort milik Royal Company itu?” Cho Seunghwan bertanya pada putranya saat mereka sedang makan malam keluarga. Sekilas, Ny. Cho tampak berdecak dan menggelengkan kepala melihat tingkah suami, maupun anak anaknya. Di meja makanpun, di saat seharusnya kasih sayang antara keluarga tercurahkan dan melupakan masalah duniawi itu mereka masih saja membahas tentang bisnis, bisnis dan bisnis.

 

Kyuhyun memandang ayahnya dengan mata bulat bersih miliknya, lalu mengangguk. “Tidak mungkin aku tidak datang kan, appa?”

 

”Yeah, tidak mungkin dia tidak datang. Mengingat resort itu adalah milik keluarga Sung Jin” Ahra menyela membuat Tuan Cho tertawa, sementara Kyuhyun hanya senyum senyum tak jelas.

 

“Sung Jin.. teman mu yang waktu itu ya?” Hyuna bertanya sambil berusaha mengingat sosok rupawan teman Kyuhyun yang datang saat pria itu jatuh sakit.

 

“Ya. Dia sahabatku, kami berteman sudah sangat lama”

 

“Mereka berempat adalah kawanan pria tak terpisahkan yang suka berkumpul dan membicarakan hal hal tak penting” Ahra lagi lagi menyela sambil terkikik geli, membuat Kyuhyun berdecak ke arahnya.

 

“Ha?”

 

Ahra menaik-turunkan alisnya menggoda Kyuhyun “Semacam genk. Dan nama nya sangat menggelikan” Ahra menatap ayahnya yang mengulum senyum dan beralih kepada ibunya yang juga ingin tertawa. Tak dipungkiri keluarga Cho, genk Kyuhyun itu benar benar membuat mereka sering tertawa sendiri hanya dengan mendengar namanya. Menurut mereka, itu menggelikan dan konyol. Tapi disisi lain, kedua orang tua Kyuhyun tidak keberatan dengan itu. Toh, pekerjaan di kantor tetap di kerjakan Kyuhyun dengan sangat baik meski dia mempunyai kelompok berkumpul yang kekanakan itu. lagipula, mereka juga bersyukur karena Kyuhyun bergaul dengan orang orang yang baik. Tidak salah pergaulan.

 

“Apa?” Hyuna semakin penasaran membuat Kyuhyun menoleh ke arah gadis itu yang memang duduk di sebelahnya “Lupakan. Kau ingin tahu sekali sih” ketusnya.

 

Hyuna balas menatap Kyuhyun dengan kerutan di dahinya “Memangnya aku tidak boleh tahu? Aku kan penasaran” Gadis itu mendengus mengabaikan Kyuhyun lalu kembali menatap Ahra yang duduk di depannya meminta jawaban.

 

Ahra menatap kedua orang tuanya penuh arti dan tanpa di duga, mereka menjawab dengan sangat serempak “ The Top Four Of Gentleman!!” dengan nada yang tinggi dan pas seolah olah sudah dilatih bersama sang konduktor musik selama berbulan bulan. Lalu setelahnya, ruang makan itu dihiasi oleh tawa membahana dari semuanya, keculi Kyuhyun yang menunduk malu. Ini konyol. Pikirnya.

 

“Ya, terus saja tertawa” Kyuhyun mendengus sebal.

 

Ahra tiba tiba berhenti dari tawanya dan mengingat sesuatu “Oh ya, kapan acara itu Kyu?”

 

“Lusa. Memang kenapa?”

 

“Aku belum memberitahu kalian, ya?” Ahra menatap Kyuhyun dan Hyuna bergantian “Kami semua, akan pergi ke Austria lusa”

 

Kyuhyun terkejut, begitupun dengan Hyuna “Mwo? Untuk apa?” tanya Kyuhyun.

 

“Kampusku mengadakan acara, semacam reuni tahunan. Dan mengharuskan membawa serta kedua orang tua. Aku harus hadir, Kyu. Kau tahu sendiri kan aku adalah mahasiswi teladan dalam angkatanku. Akan sangat tidak sopan jika aku tidak hadir” Ahra tertawa saat Kyuhyun mendengus meremehkan.

 

“Teladan apanya. Kau suka sekali membual ya?”

 

“Terserah apa katamu Cho Kyuhyun. Yang pasti, aku harus hadir. Dan akan membawa serta eomma dan appa” kata Ahra telak. Yang artinya, tidak ada yang bisa mengganggu gugat keputusannya.

 

“Oke oke. Sejak kapan kau harus meminta ijin padaku untuk membawa eomma dan appa pergi. Mereka juga orang tuamu, jadi kau berhak saja”

 

Ahra berdecak “Bukan itu, bodoh!” wanita itu kemudian melirik Hyuna yang tengah mengambil air putihnya “Karena kami semua akan pergi untuk beberapa hari, Hyuna akan sendirian dirumah. Ajak dia pergi bersamamu”

 

Dengan spontan, Hyuna terbatuk oleh air minumnya sendiri saat mendengar perkataan Ahra. Oh, pergi bersama Kyuhyun ke pulau Jeju memang terdengar menggiurkan. Tapi memikirkan hanya berdua saja dengan pria itu, tak lantas membuat otaknya berdiam diri. Pikiran anehnya mulai menggelayar kemana mana.

 

“Kau tidak berfikir Hyuna akan merepotkanmu kan, Kyu?” Ahra mendelik tajam kearah Kyuhyun saat pria itu tak kunjung menyahuti perkataannya.

 

“Tenang saja, aku memang berniat mengajaknya” dan untuk kedua kalinya, Hyuna tertegun. Sejak awal, Kyuhyun memang sudah berencana mengajaknya? Ke Jeju? Wuah, bagaimana dia harus bersikap sekarang?

 

“Bagus kalau begitu” Ahra tersenyum puas.

 

***

 

Perjalanan ke Jeju tampak begitu menyenangkan untuk Hyuna. Sepanjang perjalanan, gadis itu tidak tertidur dan hanya menatap dengan takjub segala macam objek yang dapat dilihatnya. Di pesawat pun, dia hanya betah menatapi gumpalan awan putih yang terasa sangat dekat dengannya. Ingin rasanya, gadis itu mengulurkan tangan dan menyentuh. Tapi tentu saja tidak mungkin.

 

Kyuhyun terduduk diam di sebelahnya. Dengan kacamata tersangkut di hidung mancungnya. Pria itu merebahkan tubuhnya nyaman dan sedikit condong ke kiri berpose seolah olah dia tertidur. Nyatanya, mata bulat besar itu nyalang dan hanya menatap Hyuna dari balik kacamatanya. Yang tersenyum sangat amat cantik dan membuatnya betah berlama lama memandangi itu. Membuat jantungnya mulai memompa sedikit tidak beraturan. Dan perasaannya menghangat kala melihat senyum itu terbit.

 

Sudah bisa dipastikan Hyuna tidak menyadari tingkah Kyuhyun itu. Karena Hyuna masih sibuk dengan dunianya sendiri. Ini pertama kalinya gadis itu naik pesawat, dan terbang keluar dari Seoul.

 

Pesawat mendarat, dan keduanya turun. Angin kencang menerpa ketika kedua kaki merepa menapak di pelataran landasan udara pulau Jeju. Dengan senyum yang masih mengembang di bibir Hyuna, mereka kembali berjalan.

 

Mereka memasuki gedung tinggi di dekat pantai yang Hyuna yakini adalah sebuah hotel dengan predikat lima bintang di belakangnya. Karena menilik dari berbagai sudut, tempat ini benar benar mewah. Tampak luar. Belum tampak dalam. Tapi Hyuna yakin seratus persen, bahwa pasti di dalamnya pun sangat indah.

 

“Biar aku beritahu sesuatu” Kata Kyuhyun saat mereka masih berjalan menuju kamar mereka. Seorang pegawai membawakan barang barang Kyuhyun dan Hyuna dan berjalan dibelakang mereka.

 

Mwonde?” Hyuna bertanya penasaran.

 

“Hotel ini, adalah salah satu milik K&H Enterprise”

 

Hyuna mengangga tak percaya. Lagi. Untuk kesekian kalinya dia harus terkaget kaget dengan harta benda yang dimiliki keluarga Cho.

 

“Serius?!”

 

“Menurumu?” Kyuhyun tersenyum geli mendapati mimik wajah Hyuna yang sangat… menggemaskan? Eh?

 

Mereka memasuki lift dan menuju lantai dua puluh dua. “Apa ada lagi yang tidak kuketahui, selain hotel ini?” Hyuna kembali bertanya. Atas dasar penasaran.

 

“Kau akan tahu nanti”

 

Mereka masuk ke salah satu ruangan suite room  -yang lebih mirip dengan penthouse- dan lagi lagi Hyuna tidak dapat menutup mulutnya “Whoaaa, jinjja daebak” gadis itu berlari ke sisi ruangan dan membuka dengan semangat tirai putih besar yang tergantung rapih. Sebuah dinding kaca menyambutnya dan senyum nya lagi lagi terbit saat dia bisa dengan mudah melihat hamparan laut yang sangat luas di depannya.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan tidak berniat menganggu kegiatan Hyuna. Begini lebih baik. Karena dia merasa mendapat pemandangan paling indah sejauh matanya memandang. Hanya ada Hyuna diamatanya, untuk saat ini.

 

“Hyuna, kau ingin memilih kamar?” Kyuhyun bertanya, sembari berjalan ke arah kulkas dan mengambil air. Ruangan itu sangat luas. Dengan sofa tersusun setengah lingkaran di tengah tengah. Lalu sebuah TV LED besar tergantung di dinding tepat di depan sofa. Lalu di sisi kiri kanan nya terdapat sebuah pintu, yang berisikan kamar.

 

“Aku akan memilih yang ini, boleh kan?” tanya nya pada Kyuhyun sembari menunjuk kamar di sisi kiri. Karena Hyuna yakin, disana dia juga masih bisa melihat hamparan laut dengan sebuah pintu geser yang mengarah ke balkon.

 

“Pakailah. Aku akan berada di sebelahnya”

 

Hyuna bersenandung kecil sembari menarik kopernya, kemudian mulai melangkah masuk ke kamarnya. Benar dugaannya, di kamar itu terdapat sebuah pintu geser mengarah ke balkon yang disuguhi pemandangan luar biasa menawan.

 

Kyuhyun menyembulkan kepalanya di balik pintu lalu berucap “Mandilah. Kita akan keluar sebentar lagi”

 

“Kemana?”

 

“Jalan jalan, mungkin. Dan mencari makan siang” Kyuhyun mengendikan bahunya lalu keluar dari kamar. Hyuna mengembangkan senyumnya semakin lebar. Hah~ dia akan jalan jalan? Terdengar mengasyikkan bukan?

 

***

 

Mereka tampak seperti pasangan yang tengah berbulan madu. Dengan wajah ceria di yang tertera dengan jelas pada mimik Kyuhyun maupun Hyuna. Orang orang pun akan berpendapat begitu saat melihat keduanya.

 

Dengan senyum lebar dan kekehan kecil yang terselip, lalu tawa lucu yang keduanya keluarkan saat menikmati waktu berdua. Hyuna bahkan tidak canggung dengan mengaitkan lengannya di lengan Kyuhyun yang pria itu masukkan ke saku celana santai selutut miliknya. Mengunjugi beberapa kios makanan kecil, mencobanya dan Hyuna sesekali berbuat jahil dengan menarik ulur makanan yang akan dia suapi ke Kyuhyun. Berhenti di kios bunga dan memilah milah setangkai bunga, yang ini ide Kyuhyun. Pria itu memberikannya kepada Hyuna.

 

Lalu berlanjut. Mengunjungi toko souvenir. Melihat berbagai macam warna dream catcher yang tergantung indah. Lalu pergi ke taman, membeli ice cream. Ke toko buku. Berbelanja. Bersepeda. Hingga berfoto bersama. Tak terhitung, berapa kali hasil tangkapan layar camera yang sudah mereka dapat hari ini.

 

“Ah~ menyenangkan” Mereka sampai disebuah pantai. Hyuna terduduk di pasir pantai dengan meluruskan kakinya. Gadis itu sedikit mencondongkan tubuhnya kebelakang, lalu menopangnya dengan kedua lengan. Kyuhyun terududuk disebelahnya, dan tersenyum samar.

 

“Aku lelah. Tapi yaa.. ini memang menyenangkan”

 

Hyuna menatap Kyuhyun cepat “Kau sudah sering berkunjung kemari?”

 

“Heum, lumayan. Aku bahkan tidak dapat menghitungnya”

 

Hyuna manggut manggut mengerti. Gadis itu seratus persen yakin bahwa terbang ke Jeju bagaikan membeli selusin lolipop yang dengan gampangnya Kyuhyun dapatkan. Kalau Hyuna, tiket berlibur ke Jeju adalah sesuatu yang harus dia lakukan dengan mengumpulkan lembar demi lembar won bertahun tahun.

 

“Aku penasaran. Kau pasti sering pergi ke luar negeri kan? Apa semua negara di dunia ini sudah pernah kau kunjungi?”

 

“Tentu saja belum! Aku memang sering pergi keluar negeri, untuk urusan bisnis. Dan kebanyakan aku mengunjungi NY City, Las Vegas, London, Paris. Untuk negara di Asia, Jepang dan Taiwan adalah rumah keduaku –mungkin- karena sejak kecilpun aku sudah ratusan kali berkunjung kesana”

 

“Menurut sepengetahuanku, Paris adalah negara yang banyak disukai orang. Apa disana memang benar benar bagus?”

 

“Ya. Paris. Kota dengan sejuta keajaiban cinta”

 

“Benarkah?”

 

Kyuhyun balas menatap Hyuna dan tersenyum “Disana ada menara yang menjulang sangat tinggi. Kau tahu?”

 

“Ah! Menara Eiffel?”

 

“Tepat sekali. Konon, jika sepasang kekasih berjalan jalan disana, cinta mereka akan abadi. Dan Eiffel sangat amat menakjubkan jika malam. Kau akan bisa melihat betapa megahnya sebuah tower itu, menjulang tinggi dipenuhi pemandangan kota yang memancarkan kerlap kerlip lampu”

 

“Ah~ itu menakjubkan!” Hyuna berseru antusia, dan menular ke Kyuhyun.

 

“Aku akan membawamu kesana”

 

“Apa?!”

 

“Kita akan berlibur ke Paris. Otte?”

 

“Tidak. Sebenarnya aku lebih menyukai Inggris daripada paris”

 

“Kenapa?”

 

“Tidak tahu. Hanya sepertinya, Inggris lebih banyak mencuri perhatianku”

 

“Kau tahu banyak tentang negara itu?”

 

“Eum.. lumayan, sepertinya” Hyuna terlihat ragu untuk kembali berkata, membuat Kyuhyun memiringkan kepalanya ke satu sisi “Hyuna?”

 

“Kata appa, nenek buyutku adalah seorang berkebangsaan Inggris” Kyuhyun mengerjap takjub. Oh, pantas! Mata Hyuna tidak terlihat seperti gadis Asia pada umumnya. Apa itu salah satu yang diwariskan? Kalau iya, rasa rasanya Kyuhyun ingin pergi mengunjungi nenek buyut Hyuna dan mengucapkan beribu terimakasih karena telah mewariskan mata bulat indah berwarna cokelat nya pada gadis itu.

 

“Apa kau pernah ke Inggris?”

 

“Tidak”

 

“Apa kau pernah melihat wajah nenek buyutmu?”

 

“Secara langsung belum, appa bilang beliau meninggal seminggu menjelang pernikahannya dengan eommaku. Tapi fotonya, aku sudah pernah lihat”

 

“ Bagaimana rupanya”

 

Hyuna tersenyum, matanya terlihat berbinar “Dia.. menakjubkan. Cantik dan terlihat bijaksana. Hal yang paling kusukai darinya adalah, matanya. Bulat yang meneduhkan. Jernih dan memancarkan kecantikan alami”

 

“Begitupun dirimu”

 

Hyuna menoleh ke arah Kyuhyun dengan perlahan. Suara bisikan yang begitu indah terdengar di telinganya. Pria itu, bilang apa tadi?

 

Lama keduanya terjerat dalam tatapan mengunci yang entah siapa duluan yang memulai. Cho Kyuhyun, pria itu tampak jelas menatap Hyuna dengan penuh kekaguman, memuja, dan kasih sayang menguar. Siapa pun yang melihatnya akan benar benar tahu bahwa dia terlihat begitu menginginkan Hyuna, sang gadis di depan matanya itu.

 

Kyuhyun menggeram tertahan, persetan! Dia tidak dapat mengendalikan dirinya sekarang. Dengan gerakan secepat kilat, Kyuhyun menarik tangan Hyuna. Menabrakan tubuh gadis itu ke dalam dada bidangnya dan kemudian menciumnya, memanggutnya dalam sentuhan manis di bibir.

 

Hyuna tersentak, berusaha mendorong Kyuhyun dengan kedua tangannya. Namun seolah tak bisa merasakan, Kyuhyun tetap tak perduli dan masih mencium Hyuna dengan lembut dan penuh cinta. Beberapa saat setelah Kyuhyun bisa merasakan penyerahan diri Hyuna, membuat pria itu tersenyum di dalam ciumannya kala melihat sekilas mata Hyuna yang tertutup dan mulai membalas ciumannya. Hyuna tidak berpengalaman, tentu saja. Ini bukan gayanya, ini bukan kebiasannya. Sehingga hal itu membuatnya sedikit canggung dan bingung.

 

Seolah ditegur, Kyuhyun merasakan nafas Hyuna yang mulai menipis membuat gadis itu sedikit terengah. Dengan lembut dan sangat amat perlahan, Kyuhyun menjauhkan bibirnya. Namun tak pelak menjauhkan wajahnya. Pria itu dengan sengaja menempelkan dahinya di dahi Hyuna, menabrakkan deru nafasnya di wajah Hyuna. Dan Kyuhyun juga bisa merasakan deru nafas Hyuna di wajahnya. Ini sangat.. menyenangkan. Hati Kyuhyun menghangat.

 

“Kyu— ” Hyuna menaikkan bola matanya sehingga bertemu dengan milik Kyuhyun. mata pria itu tajam menatapnya, namun terlihat lembut.

 

“Aku tidak akan meminta maaf karena menciumu” Kyuhyun berkata pelan

 

“Kenapa?” Hyuna berusaha menjawab dengan nafas yang masih tidak beraturan. Detak jantungnya yang seperti lomba lari pun belum mereda.

 

“Karena aku merasa, aku harus melakukannya”

 

Kyuhyun tersenyum lebar, membuat Hyuna tertular dan ikut tersenyum. Dan sekali lagi, Kyuhyun menjatuhkan sebuah ciuman hangat di bibir Hyuna.

 

-o0o-

 

Kyuhyun mengetuk pelan pintu kamar Hyuna dan mendapat sahutan ringan dari gadis di dalamnya. Dengan sabar Kyuhyun menunggu di depan pintu. Pria itu terlihat luar biasa tampan dengan setelan jas abu abunya yang menawan. Seulas senyum dan pancaran kebahagiaan di manik matanya membuat ketampannya menjadi. Cho Kyuhyun. Pria yang sedang di mabuk asmara.

 

Pintu kamar terbuka dan untuk sepersekian detik, Kyuhyun mematung. Dia.. melihat seorang angel? Oh, sialan! Cabut pikiran ‘too much’ nya sekarang juga!

 

Angel~” lirihnya dengan mata yang masih terpaku pada sesuatu, Park Hyuna.

 

Gadis itu… Ya ampun, bagaimana mendeskripsikannya ya? Hyuna memang tampak seperti malaikat berlumur cahaya yang turun dari langit. Dengan gaun malamnya yang berwarna putih bersih tak berlengan berpotongan ‘love’ di bagian dada dan manik manik seperti permata menyebar miring disekitar dada bagian kanan hingga pinggang bagian kiri. Rambutnya tergerai sempurna dengan sebuah jepit rambut perak mengapit di salah satu sisi.

 

Hyuna menunduk, menggigit bibir bawahnya dengan canggung. Dia merasa malu, entah untuk alasan apa. Ditambah Kyuhyun yang menatapnya tak berkedip seperti sekarang, membuatnya benar benar salah tingkah.

 

Seolah disiram oleh air dingin, Kyuhyun mengegelengkan kepalanya, meneguk liurnya dan membasahi bibirnya yang tiba tiba saja kering.

 

“Kau sudah siap?” Tanya nya dengan suara yang sudah dibuat, setenang mungkin.

 

“Emm.. ya” Hyuna tampak ragu menjawab

 

“Kenapa?”

 

“Tidak. Tapi, apa ini baik baik saja? Apa aku terlalu berbihan?” Dengan segenap keberaniannya yang muncul, Hyuna menatap Kyuhyun meminta pendapat. Tapi yang membuatnya terkejut adalah, gadis itu bisa melihat bagaimana Kyuhyun memandangnya dengan seribu rasa memuja terpancar di mata nya. Tunggu, dia tidak salah lihat kan?

 

“Kau cantik”

 

Dua kata dan itu cukup membuat jantung Hyuna terhenyak. Dan baru disadarinya kini pria di depannya itu juga tampak luar biasa mempesona.

 

“Kau juga, tampan” Hyuna bergumam tak berani menatap Kyuhyun saat mengatakannya. Rona merah menjalar disekitar wajahnya, membuat make up itu terlihat lebih sempurna sekarang. Kyuhyun tersenyum geli, Ya Tuhan.. dia tidak menyangka akan bisa merasakan yang namanya dimabuk cinta seperti ini.

 

Ini pukul setengah delapan malam dan keduanya sudah bersiap meluncur ke acara pembukaan Resort keluarga Sung Jin.

 

Kyuhyun mengambil jemari Hyuna, mengaitkannya. Menariknya perlahan menuju limosin yang sudah menunggu di bawah. Keduanya terlihat benar benar serasi. Berbagai tatapan iri dan gumaman ‘ah’ lalu ‘oh’ sempat terlontar dari beberapa penghuni hotel yang berpapasan dengan mereka. Kyuhyun menggandeng Hyuna dengan sangat protektive, benar benar ingin menunjukkan bahwa gadis yang berada di sampingnya itu adalah miliknya.

 

Park Hyuna merasa luar biasa gugup. Berkali kali dia melirik ke atas memastikan bahwa lift yang sedang di tumpanginya ini benar benar berjalan. Pasalnya, perjalanan dari lantai dua pulu dua ke lantai satu terasa begitu lama baginya. Ini hanya perasannya saja? Atau karena efek ‘Cho Kyuhyun’ disampingnya?

 

“Aku berfikir bahwa kau sangat gugup sekarang” kata Kyuhyun membuyarkan pikiran konyolnya.

 

“Eh.. t-tidak” Hyuna menggigit bibirnya asal.

 

“Jemarimu berkeringat, kau berkali kali menatap ke atas, bergerak gelisah, dan sekarang menggigit bibir mu” Hyuna memalingkan wajahnya sejauh yang dia bisa dari Kyuhyun, berusaha tidak melihatnya atau pertahannya untuk memeluk pria itu luntur sudah.

 

“Dan sekarang kau menolak untuk melihatku” tambah Kyuhyun. Hyuna bisa merasakan bahwa pria itu tersenyum geli. Membuat gadis itu mencaci maki dirinya sendiri yang tampak terlihat konyol di depan Kyuhyun.

 

Bohong jika dia bisa bersikap biasa saat ini. Setelah kejadian sore tadi, wanita mana yang akan diam dan bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa. Dan parahnya, Kyuhyun tidak mengatakan hal lain lagi setelah ciuman itu. benar benar tidak ada, hingga sekarang. Atau belum?

 

Lihat? Sebagai seorang wanita dia hanya bisa menebak nebak dan menunggu. Sesungguhnya, Hyuna benci itu. Dia butuh kepastian, semua wanita menginginkan kepastian. Benar kan?!

 

Segala tindak tanduk, tutur kata, dan perhatian lebih Kyuhyun untuknya punya arti sendiri bagi gadis itu. Hingga ciuman manis di tepi pantai yang membuat jantungnya berdetak cepat seolah ingin copot, wanita mana yang berfikir bahwa itu hanya sebuah angin lewat?

 

TING!

 

Dan lift pun terbuka. Keduanya keluar, dan sekali lagi Kyuhyun mengamit lengan Hyuna dengan posesif. Membawanya masuk ke dalam limosin dan meluncur menuju tempat acara.

 

***

 

“Kyuhyun~ah!” Kyuhyun melambaikan tangannya singkat pada Hyukjae yang memanggilnya. Lalu dengan masih mempertahankan Hyuna disampingnya menuju ke arah sahabatnya itu berdiri.

 

Kyuhyun memeberikan pelukan singkat pada Hyukjae dan Minho seperti biasa. Lalu sedikit mengucapkan lelucon mereka ketika bertemu.

 

“Oh! Kau membawa serta adikmu?” Pandangan mereka beralih ke Hyuna saat Hyukjae berseru. Dan untuk detik berikutnya, Hyuna menegang mendengar itu. Adik. Kenapa dia bisa lupa? Beberapa jam ini, status itu bahkan tidak teringat dalam otaknya. Tapi, ya benar, dia hanya ‘adik’ Cho Kyuhyun. Lalu apa? Apa yang salah dengan perkataan pria blonde di depannya? Tapi kenapa jantungnya serasa ditusuk panah berapi mendengar itu?

 

Hyuna melirik sekilas ke arah Kyuhyun. Pria itu hanya terdiam membisu dan seakan tidak ingin menyanggah ucapan Hyukjae. Oh, jadi benar dia yang hanya merasa tertitipu. Jadi benar dugaanya ciuman tadi itu hanya dia yang menganggapnya ada. Jadi benar dugaannya kalau Kyuhyun  tidak mempunyai rasa apapun terhadapnya. Lalu yang membuatnya bingung, kenapa Kyuhyun menciumnya? Dan itu membuat hatinya meringis sakit.

 

“Ah, ye. Senang bertemu denganmu lagi” Hyuna menanggapi Hyukjae dengan senyum yang dibuat buat. Sungguh dia ingin pulang saja sekarang. Tidak mau berada di sini, tidak mau berada dekat dengan Kyuhyun. tidak mau!

 

“Ngomong ngomong, kita belum berkenalan” Hyukjae tersenyum amat sangat manis, mencoba menujukkan cassanova nya. Membuat Hyuna tersenyum geli melihatnya. Baiklah, tidak ada salahnya mencoba bertahan disini untuk beberapa waktu. Setidaknya ada Hyukjae yang menurutnya bisa membuat pikirannya teralihkan untuk sementara waktu.

 

“Lee Hyukjae. Pangeran tampan yang sengaja diciptakan Tuhan untuk melindungi gadis gadis tak berdosa” Hyukjae mengambil lengan Hyuna, lalu mencium punggung tangannya.

 

Minho tersedak dan serasa ingin muntah mendengarnya. Hyuna terkekeh geli melihat konyolnya sikap Hyukjae. Sementara Kyuhyun, entahlah. Tatapan pria ituterlihat memanas seketika.

 

Hyuuuuung! Berhenti melakukan hal menjijikan itu lagi, kumohon!” Minho merengek dibelakangnya membuat Hyukjae berdecak sebal. “Kau tahu apa bocah!” sungut Hyukjae

 

“Choi Minho” Minho beralih memandang Hyuna dan memperkenalkan dirinya, saling berjabat tangan untuk menambah formalitas.

 

“Hyuna~ssi, kau terlihat cantik dengan gaun itu” Minho tersenyum manis membuat pipi Hyuna memerah malu. Sementara Hyukjae hanya melongo mendengarnya, sejak kapan Minho bisa mengucapkan kata kata seperti itu di depan gadis?

 

“Yaa!” Hyukjae menjitak kepala Minho, lalu menunjuk nunjuk wajahnya dengan gelagapan  “N-neo.. neo”

 

What the–! Ini sakit Hyung” Minho protes.

 

“Sejak kapan kau menjadi perayu ulung, bocah!”

 

“Mungkin karena dia terlalu sering berada di dekatmu jadi Minho terserang virus cassanova mu itu, Lee Hyukjae”

 

Mereka berempat menoleh bersamaan saat suara seseorang mengintrupsi. Kim Sung Jin.

 

“Wah! Big bro~ kenapa kau baru muncul?! ” Hyukjae menyambutnya duluan, memeluknya singkat dan seolah melupakan kejahatannya pada Minho.

 

“Ini acaraku, pastinya aku sibuk”

 

“Kyuhyun~ah” Sung Jin menghampiri Kyuhyun dan menepuk bahunya “Kapan kau sampai?”

 

“Pagi tadi, hyung”

 

“Dan kau bersama–” Sung Jin melirik ke arah Hyuna “Hyuna” dan pria itu tersenyum. Sung Jin mendekati Hyuna dan mengulurkan tangannya “Sepertinya aku orang terakhir yang memperkenalkan diri. Kim Sung Jin”

 

“Park Hyuna”

 

“Nikmati acaranya, aku harap kau betah”

 

“Terimakasih. Pesta ini terlihat sungguh menakjubkan. Aku akan berusaha menyamankan diriku”

 

“Begitu lebih baik”

 

Kyuhyun melihatnya. Kyuhyun benar benar melihatnya. Hyuna dan Sung Jin saat bicara. Mereka terlihat formal tapi sepertinya sangat santai. Tatapan Sung Jin melembut ketika menatap Hyuna, dan gadis itu beberapa kali memperlihatkan senyum simpulnya. Entah kenapa, tapi Kyuhyun merasa lebih merasa tidak nyaman saat melihat Hyuna yang mengobrol dengan Sung Jin. Ketimbang melihat Hyuna yang sedari tadi di goda habis habisan oleh Hyukjae dan Minho.

 

Satu jam berlalu dan acara inti telah lewat. Kini semua tamu undangan tengah menikmati makanan yang disuguhkan, lengkap dengan iringan lagu instrumental yang dibawakan oleh pemusik terkenal yang disewa Sung Jin. Beberapa diantara para tamu juga menyempatkan diri mereka di lantai dansa.

 

Kyuhyun tampak lebih pendiam sedari tadi. Sejak dia dan Hyuna tiba disini. Entahlah, hanya saja Kyuhyun bisa merasakan sedikit jarak yang diberikan Hyuna pada dirinya. Space eh? Kenapa begitu? Dia juga tidak mengerti. Apa karena ciuman tadi sore? Atau karena apa?

 

“Mau kah kau berdansa denganku, my lady?” Kyuhyun tersentak saat mendengar suara Hyukjae disampingnya. Dia melirik kesamping dan berdecak saat melihat pria itu tengah menunduk di hadapan Hyuna dengan mengulurkan tangannya, mengajak Hyuna berdansa.

 

Hyuna tertawa pelan kemudian menjawab sopan “Maafkan aku. Aku ingin sekali, tapi aku tidak bisa”

 

Hyukjae menghela nafasnya lalu berdiri tegak. Kemudian sedikit berfikir “Tidak apa, aku bisa mengajarimu. Kau ingin mencobanya kan? Please?”

 

Hyuna menatap Hyukjae dengan ragu, tapi melihat wajah pria itu yang Hyuna tahu sangat dibuat buat memelas, membuatnya menyerah dan akhirnya mengiyakan ajakan Hyukjae.

 

Mereka berdua meluncur ke lantai dansa dengan tatapan Kyuhyun yang terus mengawasi. “Hyung, mau ini?” Minho menghampirinya dan menyodorkan sebuah cookies cokelat. Kyuhyun menggeleng singkat dengan rahang wajah tegang.  Minho hanya mengendikkan bahunya lalu memakan cookies itu sendiri.

 

Tepukan halus di pundak kanannya membuat Kyuhyun menoleh lalu menemukan Sung Jin berdiri dan tersenyum kearahnya.

 

“Adikmu terlihat sangat cantik, Kyu” mendengar itu Kyuhyun mengerjap untuk reaksi spontannya. Debaran jantungnya tiba tiba meningkat sedikit lebih cepat.

 

“Dia gadis yang lembut. Matanya penuh dengan kasih sayang. Dan aku bisa merasakan, dia gadis yang tangguh, pekerja keras dan mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi. Dia sempurna, Kyuhyun~ah

 

Kyuhyun tidak tahu kemana arah pembicaraan ini, tapi tiba tiba saja hatinya memanas saat melihat orang lain menatap Hyuna dengan kekaguman seperti itu. Tangan Kyuhyun mengepal dengan sendirinya, rahangnya mengeras. Oh, moodnya sedang tidak baik. kenapa rasa rasanya ia ingin memukul seseorang sekarang?

 

“Aku ingin berdansa juga dengannya. Cukup sudah waktu Lee Hyukjae untuk tebar pesona” Sung Jin terkekeh sendiri dengan leluconnya dan tanpa memperhatikan raut wajah Kyuhyun yang mengeras, pria itu berjalan mendekati Hyukjae dan Hyuna di lantai dansa.

 

Kyuhyun dapat melihat sedikit drama disana. Dimana Hyukjae tampak tak terima saat kegiatan berdansanya terintrupsi oleh Sung Jin dan akhirnya pria itu dengan bersungut sungut menjauh lalu mendekat ke arahnya.

 

“Dasar Kim Sung Jin sialan” dan Kyuhyun dapat mendengar umpatan Hyukjae yang kini berdiri bersedekap disampingnya. Tapi tidak, Kyuhyun tidak memperdulikan itu. Dia hanya menatap Lurus, ke arah dimana kini Sungjin dengan sangat akrab meletakkan tangannya di masing masing sisi pinggang Hyuna, dan gadis itu yang memegang pundak Sung Jin dengan sedikit kaku. Lalu mereka bergerak bersama, perlahan mengikuti alunan musik.

 

Mata Kyuhyun tampak nyalang saat melihat Hyuna dengan santainya tertawa dengan.. entah apa yang Sung Jin katakan hingga membuat gadis itu tertawa lepas. Kyuhyun tiba tiba mengeryit, sebenarnya ada apa dengan dirinya? Kenapa sedari tadi tidak tenang?

 

Kyuhyun buru buru menetralkan wajahnya saat melihat Sung Jin menuju kearahnya dengan menggandeng tangan Hyuna bak putri raja.

 

“Kau sudah puas merusak dansaku dengannya?” Hyukjae menatapnya sinis, sedang Minho yang ada disampingnya tampak terkekeh puas. Sung Jin tak bergitu memperdulikan tapi pandangannya lurus ke arah Kyuhyun.

 

Well, karena aku harus kembali ke dalam untuk mengecek sesuatu. Maka Tuan putri ini kuserahkan padamu. Temani dia berdansa Kyu”

 

Hyuna gelagapan. Gadis itu tersentak kaget. Dia tidak menyangka bahwa Sung Jin akan membawanya ke Kyuhyun dan menyuruhnya berdansa dengan pria itu. Oh tidak tidak. Ini bukan ide yang bagus dimana seharusnya dia menjaga jarak dengan Kyuhyun!

 

“Yah! Kenapa kau memberikan Hyuna padanya! Aku kan belum selesai mengajaknya berdansa tadi” Hyukjae protes

 

“Biar kuperjelas. Cho Kyuhyun adalah kakaknya dan dia yang bisa melindungi Hyuna dari pria penggoda seperti kau” Sung Jin menahan tawa gelinya saat melihat reaksi Hyukjae yang benar benar menahan kesal.

 

Kyuhyun masih terdiam dan menatap Hyuna dengan intens. Mencoba mencari tahu kira kira apa yang dipirkan Hyuna hingga dia dengan jelas bisa melihat kegugupan itu. Apa dirinya menyeramkan, eh?

 

“Aaa~ T-tidak perlu Sung Jin~ssi” Ujar Hyuna, terbata.

 

Sung Jin menoleh kearah Hyuna dengan kerutan di dahinya “Why not? Kau bilang kau masih ingin belajar berdansa. Dan karena aku ada urusan di dalam, maka kuserahkan kau pada Kyuhyun. lagipula apa salahnya?”

 

Hyuna bingung harus menjawab apa. Sesungguhnya dia tidak benar benar mengatakan itu pada Sung Jin tadi. Tapi sepertinya Sung Jin menyahuti dengan serius. Lagipula, tak pernah terfikir olehnya akan berdansa bersama Kyuhyun.

 

“Oke guys, nikmati pestanya. Aku benar benar ada urusan, mungkin hingga pesta ini selesai nanti. Maaf tidak bisa menemani kalian lebih lama”

 

“Tak apa hyung, kami tahu kau repot. Santai sajalah!” Minho menepuk pelan pundak Sung Jin.

 

“Kapan kalian pulang”

 

“Besok, mungkin” Hyukjae yang menjawab

 

“Baiklah, sampai bertemu di Seoul. Hati hati dalam perjalanan”

 

Sung Jin memeluk Hyuna singkat, begitu pula untuk para sahabatnya. Lalu pria itu pergi menjauh. Minho menyingkir mencari tempat yang sedikit sepi karena dia menerima panggilan telepon. Sementara Hyukjae sedang berburu makanan. Dan tinggalah dua anak manusia yang masih diliputi kebimbangan itu.

 

“Jadi” Kyuhyun memulai “Kau bilang masih ingin berdansa, eh?”

 

Hyuna menatap Kyuhyun dengan cepat lalu menggeleng singkat “Tidak perlu. Terimakasih”

 

Seakan tuli, Kyuhyun tak membiarkan perkataan Hyuna terproses di otaknya. Dengan sigap Kyuhyun mengambil lengan Hyuna dan setengah menyeretnya ke tengah lantai dansa. Hyuna sedikit kewalahan karena jalan Kyuhyun yang tergesa. Dia memakai gaun yang panjang menutupi kakinya, serta heels yang tinggi. Itu benar benar sulit.

 

Gadis itu mengerjap lagi karena saat tiba di lantai dansa Kyuhyun langsung menarik pinggangnya mendekat sehingga menabrak dada bidang pria itu. membungkuskan lengannya dengan protektive di sekita pinggang Hyuna dan menatap gadis itu dalam jarak yang teramat sangat dekat.

 

Hyuna membeku. Kembali dia terhipnotis oleh mata itu. Dan untuk kesekian kali jantungnya berdegup kencang untuk pria berstatus ‘kakak’nya itu.

 

“Lingkarkan lenganmu di leherku” Suara Kyuhyun serak dan dalam. Mengintrupsinya.

 

Dengan patuh, Hyuna mengeluarkan tangannya yang tadi sempat terkurung diantara tubuhnya dan tubuh Kyuhyun lalu melingkarkannya di sekitar leher pria itu.

 

Mereka mulai bergerak mengikuti irama musik. Mata Kyuhyun sedari tadi tidak berhenti memandang Hyuna di bawah kuasanya. Keduanya merasakan perasaan hangat menjalar di hati masing masing. Jantung mereka berdetak cepat tak beraturan.

 

“Kau marah padaku?” Kyuhyun bersuara, memecahkan keheningan yang ambigu itu dengan pasti.

 

“Kenapa harus?”

 

“Tidak tahu. Kau marah padaku. Jelas”

 

“Tidak”

 

“Kau tidak bisa berbohong” Suara Kyuhyun tertahan.

 

Hyuna terdiam, sejujurnya dia tidak marah pada Kyuhyun. Dia marah pada dirinya sendiri. Dia merasa bodoh karena menganggap Kyuhyun mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya. Tapi sesungguhnya, gadis itu juga tidak bisa disalahkan atas ini semua. Lazimnya, wanita mana yang tidak akan berfikir begitu disaat seorang pria sudah mencuri ciuman pertamanya?

 

Hyuna menghela nafasnya, bahunya melemas dan dia menunduk “Aku bilang aku tidak marah padamu, sungguh. Aku hanya–”

 

Kyuhyun terdiam, menunggu kalimat selanjutnya.

 

“Hanya merasa.. bodoh” Dia mengangkat wajahnya kembali.

 

Hyuna melihat kerutan di dahi Kyuhyun yang mengaskan bahwa pria itu terlihat bingung oleh jawabannya. Sekali lagi, gadis itu menghela nafas. Hyuna, tidak ada salahnya kau bilang padanya kan? Dia terus membuat pergejolakan dalam hati.

 

“Kenapa?” tanya Kyuhyun.

 

Karena aku mencintaimu dan sangat amat mencintaimu! Aku tidak sadar kapan perasaan ini tumbuh, aku benar benar mencintaimu detik ini! Tapi dengan bodohnya aku mengartikan bahwa ciuman tadi sore adalah pengungkapan rasa cintamu terhadapku. Yang berarti kau memiliki perasaan sama denganku!’ Hyuna menjawab dengan teriakan lantang, sangat tegas, dan tanpa ragu… di dalam hati.

 

“Dengar Kyu~” Hyuna menarik nafas dalam “Maafkan aku yang bertindak begitu bodoh karena mengartikan ciuman mu tadi adalah sesuatu yang lain. Tapi seketika, aku tersadar bahwa itu mungkin tidak berarti apapun untukmu. Disaat teman temanmu mengakui bahwa aku adikmu, ya.. aku hanya adikmu Cho Kyuhyun. Tidak lebih. Jadi kufikir, sedikit menjaga jarak.. atau meminimkan interaksi kita adalah satu satunya jalan untuk membuat cara pandangku terhadapmu kembali seperti dulu. Saat aku baru mengenal mu” Hyuna menunduk “Maafkan aku”

 

Rahang Kyuhyun mengeras. Pria itu tidak bisa mendengar ini dari Hyuna. Dan Kyuhyun merutuki dirinya sendiri saat sadar bahwa sejak ciuman itu, dirinya tidak benar benar mengklarifikasi apa yang ia rasakan saat ini.

 

“Hyuna, aku–”

 

“CHO KYUHYUN!”

 

Dan itu terjadi secepat kilat, sebelum pria itu mengatakan sesuatu untuk memperjelas semuanya, seorang gadis mengahampiri mereka berdua dan dengan sangat tidak sopan mendorong Hyuna menjauh. Memeluk Kyuhyun, dan satu lagi.. mencium pria itu.

 

Double Sialan!

 

SORRY FOR TYPO! I DIDN’T CHECK AGAIN! KKK~

Advertisements

64 thoughts on “Love Line (5/?)

Add yours

  1. Di part ini banyak scane hyuna sma kyuhyun, so sweet lagi, nh dstiap akhir part pasti dibuat penasara. . Siapa lagi yg ganggu moment hyuna sma kyuhyun. . 🙂

  2. sepertinya itu rachel. si biang masalah.. huhuhu kenapa datang waktu romantis-romantisnya huh? kasihan hyuna.

    author, aku gemas bangettt..

  3. Duhduh rachel kah itu? Jangan sampek salah paham ya hyuna. Kyuhyun jg sih gk lngsng ngomong. Sunhjin mungkin gk ya suka sama hyuna. Hyuna udh ngaku cinta gmn dengan kyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: