Love Line (4/?)

C2161097-1365835047large_副本

Author                  : tatadap

Title                       : Love Line

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading!

-Gentleman Dignity-

 

Adalah empat sekawan yang menamai diri mereka sebagai ‘The Top Four of Gentleman’. Lama tak bertatap muka secara langsung  membuat keempatnya menggila seperti sekarang. Berbicara tak kenal lelah, saling membuat lelucon yang membuat semua orang tertawa. Bersikap seperti anak kecil di usia mereka yang tidak muda lagi. Kebanyakan pria dewasa, jika sudah berkumpul bersama akan membuat mereka kembali menjadi anak kecil yang manja. Benar benar reuni yang seru, bukan?

 

 

“Sung Jin, kau benar benar keterlaluan! Bisa bisanya muncul dengan begitu tiba tiba” Hyukjae menegur Sung Jin yang hanya mengulum senyum.

 

 

“Aku kan hanya memberi kejutan. Bagaimana? Kalian terkejut bukan?”

 

 

“Sangat!” Minho berkata jujur membuat yang lainnya tertawa. Dari kumpulan pria itu, Minho adalah yang termuda. Tapi entah kenapa, sejak dulu dia selalu ‘nyambung’ saat bersama para hyungnya itu.

 

 

“Bagaimana Amerika?” tanya Kyuhyun menyenggol lengan Sung Jin yang sekarang duduk di sampingnya.

 

 

“Kau bertanya seolah olah kau tidak tahu apa apa Tuan Cho” Sung Jin mendengus “Kau sering liburan disana, kan?!” Kyuhyun terkekeh. Yah itu memang benar. Dia sering berlibur ke luar Negeri, dan Amerika tak luput dari sasarannya. Punya uang banyak hasil kerja kerasnya sendiri, kenapa tidak di manfaatkan?

 

 

Jeongmal? Kyuhyun~ah, kenapa tidak mengajak kami berdua! Kami kan juga ingin bertemu Sung Jin” Hyukjae bersungut sungut marah dan Minho hanya mengangguk setuju.

 

 

“Siapa bilang dia mengunjungiku, huh? Siapa bilang? Dia bahkan tidak pernah mampir ke apartementku walau sudah kubujuk berkali kali” Sung Jin brbicara kesal, membuat Kyuhyun tertawa.

 

 

“Aku sudah bilang padamu kan, hyung? Aku tidak akan pernah mau bertemu denganmu sebelum kau sendiri yang menginjakkan kakimu di Korea” Kyuhyun berkilah.

 

 

Bulshit sekali kau Cho Kyuhyun. Aku tahu ada alasan lain” Sung Jin meninju pelan lengan Kyuhyun. sementara pria itu hanya mengedikkan bahunya.

 

 

Cafe itu terlihat sudah kosong dari pengunjung. Hanya tinggal beberapa pekerja yang sibuk membersihkan sisa sisa bekas dari para tamu. Membenarkan letak kursi meja dan lain lain. Seorang pekerja kepercayaan Hyukjae datang menghampiri dan memberikan kunci cafe pada pria itu. Karena malam ini, sepertinya empat sekawan itu akan menghabiskan waktu bersama hingga larut.

 

 

“Kapan kau tiba?” Hyukjae kembali bertanya

 

 

“Kemarin”

 

 

“Jadi saat kau mengirimiku e-mail, kau sudah ada disini hyung?”

 

 

“Tentu saja”

 

 

“Bagaimana gadis mu disana?”

 

 

Sung Jin menatap Hyukjae dengan alis berkerut “Kau ingin tahu sekali”

 

 

“Kau tidak lupa dengan sifatnya, kan?” Kyuhyun menimpali membuat Sung Jin terkekeh. Yah, Lee Hyukjae memang yang paling antusias jika sudah menyangkut urusan wanita.

 

 

“Aku baru putus dengan seorang model bernama Gweneth Mallorey” Sung Jin menuang wine kedalam gelasnya dan meneguk cairan itu hingga melewati kerongkongannya.

 

 

Hyukjae menyipitkan matanya menatap Sung Jin “Kau benar benar player ya? Seingatku, dua minggu yang lalu kau bilang baru saja pacaran dengan seorang penulis terkenal bernama Cathy Fabulas. Dan kini, kau bilang kau baru putus dengan wanita yang berbeda? Yang benar saja Kim Sung Jin!”

 

 

“Aku bersama Cathy hanya bertahan selama seminggu, dan begitupun dengan Gwen. Sudahlah Hyukjae, kau seharusnya tahu kehidupan di Amerika menuntutmu untuk berbuat seperti itu. That is the style, dude! ” Sung Jin tertawa bersama Minho yang menyetujui ucapannya. Mereka berdua melakukan high five sementara Hyukajae menggelengkan kepalanya.

 

 

“Oh, benar benar Marchell Kim yang hebat” dengus Kyuhyun

 

 

Sung Jin kemudian menatap Kyuhyun. Pria itu menatapnya lama dan dalam, penuh arti dan sarat akan tuntutan “Bagaimana denganmu, Kyu? Ada seseorang yang bisa merebut perhatianmu?”

 

 

***

 

 

“Hyuna, bagaimana pekerjaanmu di kantor nak?” Kim Hana bertanya pada putri bungsunya. Hyuna mengangkat wajahnya dan menatap ibunya itu sembari tersenyum.

 

 

“Baik, eomma

 

 

“Beberapa pegawai terlihat tidak menyukainya, eomma. Aku kesal sekali jika melihatnya!” Ahra bersungut sungut sembari menyuapkan kembali sandwich paginya ke mulut. Sementara Hyuna hanya tersenyum kecil saat ibunya menatap khawatir.

 

 

“Tidak apa eomma. Mungkin, aku harus lebih beradaptasi lagi”

 

 

Cho Seunghwan berdehem dan mengalihkan pandangannya pada Hyuna “Sudah kubilang untuk tidak menutupi ini, Hyuna. Dan kau seharusnya bekerja bersama Ahra”

 

 

“Tidak appa, kita sudah membicarakan ini berkali kali kan? Aku hanya merasa.. bahwa ini saja sudah lebih dari cukup. Aku tidak bisa menerima kebaikan kalian terus menerus”

 

 

“Eiyy.. kau mulai lagi” Ahra menyahut “Sudah ku bilang untuk tidak usah merasa sungkan seperti itu” Hyuna hanya tersenyum sebagai tanggapan. Gadis itu sudah mencoba untuk mengikuti saran kakak perempuannya itu. tapi, sebagai orang asing yang tiba tiba masuk ke dalam hidup orang lain Hyuna tahu diri. Dia bukan type wanita matrealistis yang akan dengan senang hati dimanjakan bak putri raja. Dia bukan seperti itu, terlebih dia hanya orang lain sebelum ini. Jika kau menjadi Hyuna, apa yang akan kau lakukan? Bersantai bak putri raja yang dengan senang hati duduk di kursi kantor dengan jabatan melambung tapi tidak bisa apa apa, atau menjadi karyawan biasa yang merasa sudah cukup puas dengan jabatannya itu?

 

 

“Kyuhyun mana?” Semua kembali menoleh kepada kepala keluarga Cho itu. “Dia masih tidur, appa. Dia pulang sangat larut semalam” Ahra mengadu.

 

 

Sang ibu mendesah kemudian menggeleng “Sudah kubilang untuk tidak terlalu keras dalam bekerja. Dia itu susah sekali untuk menurut. Membuat orang tua khawatir saja. Kalau sudah begitu, pastilah makan pun dia enggan dan hanya ingin berkutat dengan berkas berkas itu. Dan pasti, dia juga kelelahan kurang tidur” Semua terdiam dan hanya mendengar omelan khas ibu ibu yang mengkhawatirkan anaknya itu.

 

 

Beliau beranjak dari duduknya setelah menata sepiring makanan untuk Kyuhyun, bermaksud untuk beranjak sesaat sebelum Hyuna mencegahnya “Eomma, biar aku saja. Aku sudah selesai makan, eomma lanjutkan saja makanmu”

 

 

Hyuna menerima sepiring sarapan beserta susu hangat itu ditangannya. Dia mengambil sebuah nampan untuk mempermudah membawa nya. Gadis itu melangkah menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua, ke kamar Kyuhyun.

 

 

Sejenak, dia ragu saat telah sampai di depan kamar sang pria bujangan di rumah megah itu. Tiba tiba saja dadanya bergemuruh cepat. Beberapa hari ini, dia tidak sempat bertatap muka dengan Kyuhyun karena kesibukannya yang semakin lama semakin menggila. Padahal, dia tinggal satu rumah dengan pria itu. Dan sekarang, saat dia di sudah di hadapkan di depan kamar Kyuhyun, Hyuna merasa gugup entah untuk alasan apa. Dia juga bingung kenapa bisa seperti itu.

 

 

Pelan gadis itu mengetuk pintu hingga beberapa kali, namun tak ada jawaban dari dalam. Hingga akhirnya Hyuna memutuskan untuk masuk langsung ke kamar Kyuhyun. Tangannya bergerak memutar kenop pintu sampai pintu terbuka kini.

 

 

Gelap. Dan Hyuna susah melihat apapun. Dengan telaten dan hati hati, gadis itu meletakkan nampan yang dia bawa di meja terdekat lalu berjalan ke arah tirai di kamar Kyuhyun yang masih tertutup. Perlahan tapi pasti, dia membukanya. Tirai itu terbuka, penghalang sinar matahari itu telah tiada. Hingga cahaya sang surya kini langsung menerobos masuk ke dalam kamar Kyuhyun.

 

 

Ini kali pertamanya memasuki area pribadi Cho Kyuhyun. matanya menyempatkan diri untuk menyelusuri setiap sudut yang terpahat dan tersusun rapih di dalam sini. Benar benar maskulin, sangat cocok dengan image Kyuhyun.

 

 

“Kyuhyun~ah” Hyuna memanggil Kyuhyun dari tempatnya berdiri. Pria itu masih tertidur tengkurap dengan berantakan di atas tempat tidur. Dengan tangan yang berada di sisi sisi kepalanya, dan kaki yang terbuka lebar. Bantal nya sudah jatuh kelantai dan selimutnya juga sudah menggantung di atas ranjang hingga sebagian menyentuh lantai.

 

 

“Apa dia selelah itu?” Raut wajah Hyuna menjadi cemas.

 

 

Perlahan, Hyuna mendekatkan dirinya ke ranjang. Menilik sekali lagi keadaan Kyuhyun yang masih juga berselancar di alam mimpinya walaupun tirai kamar sudah terbuka. Cahaya matahari itu tidak mampu menganggu tidurnya rupanya.

 

 

“Kyu.. Kyuhyun~ah, bangun. Kau harus sarapan” Hyuna mengguncang tubuh Kyuhyun perlahan.

 

 

“Cho Kyuhyun, bangun” Hyuna terus mengguncangnya beberapa kali, namun tak ada reaksi dari sang empunya membuat gadis itu menggeram tertahan.

 

 

“Bangun Cho!!” Suaranya sudah mulai berubah dengan oktav yang lebih tinggi. Kali ini pun, guncangannya di tubuh Kyuhyun semakin keras.

 

 

“Cho Kyu—AAAH!” Gadis itu tersentak saat Kyuhyun membalik tubuhnya dan langsung menarik lengan Hyuna. Membuat gadis itu  terhuyunng ke depan hingga jatuh di atas Kyuhyun. Hyuna menelan ludahnya susah payah karena terasa kini, debaran jantungnya yang seakan menghentak keras disana.

 

 

Hyuna tidak dapat berbicara apa apa saat pelukan itu kian mengerat. Membuat tubuhnya nyaman dan hangat di dalam pelukan pria itu. Sangat amat menentramkan jiwanya. Tidak ada niatan sedikitpun untuk gadis itu beranjak saat ini juga. Merasakan kehangatan ini membuatnya ingin terus menerus memeluk Kyuhyun.

 

 

Gadis itu mengangkat wajahnya mencoba melihat wajah Kyuhyun. Dan dia tersentak saat mendapati mata itu terbuka sempurna, menatapnya dalam diam namun menyiratkan sesuatu disana. Sesuatu yang Hyuna ragu untuk mengartikannya sebagai sebuah perasaan yang berlebih.

 

 

Tanpa berkedip, dan tanpa suara mereka masih betah dalam posisi itu. Saling mendalami apa yang sedang mereka lihat. Memuji kesempurnaan yang terdapat pada lawan tatap masing masing di dalam hati tanpa mereka sendiri mengetahuinya. Dan demi Tuhan, Hyuna menyukai bagaimana sang Maha Kuasa menciptakan makhluk seperti Kyuhyun. Memahat wajahnya dengan sangat sempurnya. Seluruh garis wajahnya begitu indah tanpa cela. Dan mata bulat itu, mata yang tengah menatapnya itu begitu cantik dan lembut. Hyuna menyukainya.

 

 

“Adikku sayang, bisakah kau beranjak? Kau berat tahu” Suara parau Kyuhyun terdengar. Dengan alunan bass nya bercampur dengan seraknya orang bangun tidur.

 

 

Hyuna tersentak sadar. Gadis itu langsung buru buru bangun dan merapikan bajunya yang sedikit berantakan. Dan untuk kesekian kalinya, dia merasa kecewa, hampa dan kosong saat Kyuhyun memanggilnya dengan sebuatn ‘adik’

 

 

“Ma-maaf Kyu” Gadis itu menunduk menyembunyikan wajahnya “Aku hanya mengantar sarapanmu” Hyuna mengambil nampan itu dan menunjukkannya di depan Kyuhyun. Pria itu bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang. Memegang lehernya dan memutar kepalanya beberapa kali. Tubuhnya masih terasa pegal walau di sudah tidur beberapa jam.

 

 

“Ahh~ aku sedang tidak ingin makan” Kyuhyun bergumam. Matanya memejam sebentar lalu membuka lagi. Entahlah, pagi ini rasanya kepalanya berat sekali. Dan melihat makanan makanan itu tak membuatnya berselera.

 

 

“Kau harus makan, Kyu. Nanti kau sakit” Hyuna kembali menyodorkan nampan itu di depan Kyuhyun namun tak ada respon dari pria itu, membuat Hyuna berdecak. Gadis itu kembali meletakkan nampan berisi makanan itu di nakas samping tempat tidur Kyuhyun dan berdiri di hadapan pria itu, bermaksud untuk mengeluarkan ultimatumnya.

 

 

Hyuna mengernyit saat menyadari raut wajah Kyuhyun yang terlihat lebih pucat dari biasanya. Pria itu juga beberapa kali memejamkan matanya, dan membuka. Seperti itu seterusnya.

 

 

“Kau kenapa?”

 

 

“Tidak tahu, kepalaku terasa berat sekali”

 

 

“Kau sakit, Cho?” Hyuna beranjak memegang kening Kyuhyun dengan punggung tangannya, berusaha mematiskan keadaan pria itu. “Ya Tuhan! Badanmu panas! Kau sakit, Cho Kyuhyun” Hyuna berkata dengan panik.

 

 

“Kau benar benar harus makan!” Hyuna mengambil makanan Kyuhyun, mendorong pria itu untuk duduk rebahan bersandar kepala ranjang dan duduk disampingnya “Makan ini, lalu setelah itu akan kuambilkan air untuk mengompresmu. Lalu kau istirahat! Tidak ada ke kantor hari ini”

 

 

“Hyuna, tapi aku—“

 

 

“Turuti kata kataku, Cho” Hyuna menatap Kyuhyun garang, membuat pria itu akhirnya menghela nafas mengalah.

 

 

“Tapi bagaimana rapatku?”

 

 

“Apakah itu lebih penting dari kesehatanmu?” Hyuna bersungut sungut sambil mulai memasukan makanan itu ke dalam mulut Kyuhyun. Menyuapinya sambil mengomel dan menggerutu. Dalam ceramahannya, Kyuhyun tersenyum kecil. Demi Tuhan dia tidak merasa jengkel saat diceramahi macam macam seperti ini. Beda sekali saat ibunya, atau Ahra yang memarahinya. Dimarahi Hyuna, membuatnya tersenyum senang.

 

 

“Ya Tuhan, kau tidak mampu menggerakkan tanganmu lagi Kyu? Makan saja sampai disuapi” Ahra masuk dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat Kyuhyun yang makan disuapi Hyuna.

 

 

Eonnie, dia sakit. Badannya panas sekali”

 

 

Jinjja?” Ahra langsung mengecek suhu tubuh Kyuhyun dan menjengit kaget saat mendapati suhu tubuh adiknya itu memang kelewat panas.

 

 

“Aku akan menelpon dokter Song segera, dan kau tidak usah ke kantor hari ini” Ahra memberi perintah

 

 

“Aku juga sudah melarangnya pergi ke kantor, eonnie

 

 

“Bagus”

 

 

“Tapi noona, aku ada rapat penting hari ini”

 

 

“Rapat dengan perusahaan JS Group dari Jerman itu kan? Biar aku yang tangani, kau tenang saja”

 

 

 

“Hyuna, bisakah kau juga tidak ke kantor hari ini dan menjaganya? Rumah akan kosong hari ini” Ahra beralih menatap Hyuna, sedangkan gadis itu mengangkat alisnya bingung “Eomma?”

 

 

“Dia akan menemani Appa ke Jepang pagi ini”

 

 

“Jepang? Kenapa aku tidak tahu? Kenapa tiba tiba?”

 

 

“Tadi, saat kau pergi megantar makanan untuk Kyuhyun appa bilang akan pergi ke Jepang hari ini. Memeriksa anak perushaan kita yang berada disana. ” Hyuna hanya mengangguk angguk mengerti.

 

 

“Biarkan dia ke kantor, noona. Aku tidak apa apa”

 

 

Ahra mendengus menatap adik lelakinya itu “ Dan membiarkanmu hanya diurusi para pelayan? Apa kau fikir aku tega? Ck!”

 

 

Ahra melenggang pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Kyuhyun hanya berdecak melihat tingkah kakaknya itu, dan merutuki dirinya sendiri yang selalu kalah jika sudah adu mulut dengan Cho Ahra.

 

 

“Kapan dia menikah dan pergi dari rumah ini untuk ikut suaminya” Kyuhyun bergumam membuat Hyuna mencubit pelan perutnya. Kyuhyun meringis.

 

 

“Sakit!”

 

 

“Kau bilang apa tadi? Sudah! Jangan bicara yang tida tidak Cho Kyuhyun”

 

 

“Eissh~ arra arra

 

 

***

 

 

Bel pintu rumah terdengar membuat Hyuna tersadar dari kantuknya yang sedang menjagai Kyuhyun di kamar pria itu. Gadis itu melirik jam sekilas, sudah jam dua belas siang.

 

 

Orang tua mereka sudah pergi ke Jepang tadi pagi setelah sebelumnya sang ibu terus mengomel pada Kyuhyun karena pada akhirnya apa yang dikhawatirkan wanita paruh baya itu terjadi juga. Putra satu satunya tergolek lemah di ranjang karena kelelahan bekerja. Well, K&H Enterprise tidak akan langsung bangkrut hanya karena dia tidak datang bekerja kan? Masih ada ayahnya, ada Ahra dan sekarang juga ada Hyuna yang ikut membantu kecil kecilan.

 

 

Gadis itu keluar dari kamar Kyuhyun bermaksud untuk melihat siapa orang yang bertamu dan maksud lainnya adalah untuk mengambil makan siang serta memberi obat pada Kyuhyun, sesuai perintah dokter Song tadi pagi.

 

 

Pelan langkahnya menuruni tangga hingga akhirnya dia menemukan beberapa orang pria tengah bercengkrama dengan seorang pelayan di ruang tengah. Hyuna membatu. Apa mereka teman teman Kyuhyun? Kalau iya, aku harus bagaimana? Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan?? Hyuna terus berteriak dalam hati.

 

 

Hyuna menilik lagi tiga orang pria muda di sana. Dan gadis itu yakin seratus persen bahwa memang mereka adalah ‘sobat’ si pria tampan yang sedang sakit itu. Penampilannya tidak jauh beda dengan Kyuhyun. Menggunakan pakaian formal yang tampak sopan, mereka juga tampan dan berpostur tubuh tinggi. Pastilah, orang orang seperti ini tidak mungkin datang untuk meminta sumbangan kan?

 

 

“Oh—“ salah seorang diantara mereka melihatnya dan berseru kaget sambil menunjuk Hyuna. Sedang gadis itu hanya menunjukan senyum nya, berusaha seramah mungkin dengan senyum yang dibuatnya semanis mungkin. Dia menunduk dalam dengan jarak yang lumayan jauh. Gadis itu masih berdiri di empat anak tangga dari bawah sedang ketiga pria itu berdiri di dekat sofa ruang tengah.

 

Annyeonghaseyo” sapa gadis itu ramah dan ketiga pria itu pun membalas dengan tak kalah sopan.

 

Nu-gu–?” Hyukjae bertanya ragu. Pria yang Hyuna akan mulai hafal sebagai teman Kyuhyun yang berambut blonde dengan gusi yang sempurna, indahnya.

 

Pelayan tadi pamit mundur karena sadar sang nona Hyuna sudah turun dari kamar Kyuhyun. meninggalkan mereka untuk berbincang sebentar, sepertinya.

 

Hyuna menuruni anak tangga yang tersisa hingga kini dia berada di ujung tangga paling bawah, ketiga pria itu pun berjalan mendekat dan berhadapan langsung dengan sang gadis misterius yang baru kali ini mereka temui dirumah tuan muda tampan, Cho Kyuhyun.

 

“Hyuna imnida” senyumnya sekali lagi, membuat Hyukjae gelagapan karena tiba tiba saja dia terbius pesona gadis itu. Sementara Minho yang melihatnya hanya geleng geleng kepala melihat hyung nya yang satu itu. Si cassanova Lee Hyukjae tidak pernah berubah rupanya. Sementara, Sung Jin menampilkan reaksi berbeda. Pria itu tersenyum manis dan dalam hingga menunjukan lesung pipi yang menjadi ciri khas ketampanannya itu, penuh makna dan tersirat suatu ketertarikan sendiri.

 

 

Chogi—apa kalian teman teman Kyuhyun?”

 

 

Ne. Kami datang kesini karena menghawatirkannya. Seharian ini ponselnya tidak aktif dan kata Hyukjae hyung dia tidak datang ke kantor. Kata bibi Han tadi, dia sedang sakit. Benarkah? ” Minho yang mengambil alih menjawab pertanyaan itu, melihat Sung Jin yang kurang berkenan menjawab dan Hyukjae yang masih sibuk melongo hingga membuat Minho dengan kesal nya menyenggol kasar lengan Hyukjae.

 

 

“Iya, dia sedang sakit dan sekarang masih beristirahat di kamarnya”

 

 

“Kami boleh mengunjunginya?” lagi Miho bertanya. Hyuna tersenyum mengangguk sebagai jawaban.

 

 

“Aku ke dapur dulu. Ini waktunya Kyuhyun makan siang dan minum obat” Hyuna berlalu ke dapur setelah mengangguk sekilas. Meninggalkan ketiga pria tampan itu dengan hanya mengetahui nama gadis misterius yang muncul tiba tiba dirumah Kyuhyun, tanpa tahu jelas status apa yang menyandang gadis itu bisa ada disini dan memanggil Kyuhyun seakrab itu.

 

 

***

 

 

“Cho Kyuhyun! kau benar benar berhutang penjelasan pada kami!” Hyukjae yang baru masuk ke dalam kamar Kyuhyun langsung beringsut duduk di samping pria yang masih tertidur itu. Kyuhyun membuka matanya karena suara gaduh yang menganggu, dan menghela nafas malas saat melihat bahwa tiga cecunguk kesayangannya itu sudah berada di kamarnya. Hyukjae yang duduk disampingnya dengan tatapan mengintimidasi, sementara Sung Jin dan Minho yang berdiri di sisi ranjang dengan senyum dan kedua tangan terlipat di depan dada.

 

 

“Apalagi ini, Hyuk? Kau masuk seenaknya dan bicara tidak jelas. Aku sedang sakit, tahu!” Kyuhyun menatap sengit Hyukjae hanya hanya berdecak sebal.

 

 

Belum sempat Hyukjae bersuara, pandangan semua orang beralih pada pintu yang terbuka. Hyuna masuk dengan sebuah nampan berisikan semangkuk bubur yang terlihat masih hangat dan segelas air putih. Lalu beberapa kapsul obat yang baru saja tadi pagi diberikan oleh dokter Song.

 

 

Hyukjae menunjuk nunjuk Hyuna dengan dagunya sambil menatap Kyuhyun dengan penuh arti. Meminta penjelasan mengenai siapa seorang gadis yang tingga di kediaman Cho Family itu. Dan kenapa juga di tidak tahu? Hey, dalam kamus mereka berempat, tidak ada namanya menyimpan rahasia seorang diri!

 

 

“Dia Hyuna” balas Kyuhyun singkat membuat Hyukjae mendesis sebal “Aku sudah tahu kalau namanya” Hyukjae berbisik pelan ke arah Kyuhyun.

 

 

Hyuna meletakkan nampan itu di nakas samping ranjang Kyuhyun lalu menatap pria itu “Aku sepertinya harus keluar dari sini, kau sedang ada tamu. Makan sendiri, bisa kan?” Hyuna menatap Kyuhyun dalam membuat pria itu berdehem sekilas, sedikit salah tingkah. Sedang Hyukjae hanya melongo mendengar itu. Sung Jin dan Minho juga tertarik untuk mengamati Hyuna dengan segala gerak geriknya di kamar itu.

 

 

“Te-tentu saja. Kau fikir aku anak kecil?” Hyuna mengangguk lega. Lalu setelah tersenyum samar pada Hyukjae, Sung Jin dan Minho gadis itu keluar kamar Kyuhyun dan menutup pintunya.

 

 

“Apa tadi dia bermaksud menyuapimu? Wow Cho Kyuhyun.. Wow” Hyukjae berseru takjub. Sung Jin dan Minho cekikikan setelahnya. Kalimat andalan Hyukjae keluar lagi.

 

 

“Yeaaaah~ Lee Hyukjae” dan Kyuhyun menjawabnya seperti biasa.

 

 

Hyung, tapi aku juga penasaran. Gadis itu siapa? Kenapa bisa ada disini?” Minho yang sedari tadi hanya bediri disana ikut menodong Kyuhyun dengan pertanyaan pertanyaan yang sedari tadi berputar terus menerus di otaknya.

 

 

Sebelum Kyuhyun bersuara, Hyukjae kembali bersuara lagi dan kali ini dengan tiba tiba sehingga membuat yang lain berjengit kaget. “Ah!” Hyukjae menjentikkan jarinya.

 

 

“Yah! Control your voice! Your voice !!” Sung Jin memprotes dan mengusap telinganya karena merasa terganggu oleh teriakan Hyukjae barusan. Sementara Hyukjae hanya mendengus tak perduli.

 

 

“Aku seperti pernah melihatnya. Dan tolong, sanggah aku bila aku salah. Dia bukannya karyawati baru di divisi pemasaran kantor kita ya?”

 

 

Kyuhyun menghela nafasnya pelan sebelum akhirnya mengangguk membenarkan “Ya, dia anak baru itu”

 

 

Gosh!” Hyukjae mengerjap kan matanya

 

 

“Apa kau baru saja berkata ‘hantu’ Lee Hyukjae?” Sung Jin mengangkat alisnya ke arah Hyukjae dan menahan geli diwajahnya. Sementara Hyukjae sama sekali tidak mau dan tidak ingin mempermasalahkan itu. fokusnya hanya kepada Kyuhyun sekarang. Bukan karena sobat nya yang sedang sakit, tapi karena dia butuh mulut Kyuhyun untuk bersuara dan bebicara yang sebenar benarnya.

 

 

“Pantas dia bisa masuk semudah itu pada akhir tahun seperti ini. Kau ada hubungan apa dengannya? Dia istrimu?”

 

 

Kyuhyun tersentak langsung menjitak kepala Hyukjae dengan kepalan tangannya, membuat pria berambut blonde itu meringis “Apa ada yang salah dengan ucapanku?” Protesnya sambil mengusap usap kepalanya yang menjadi korban kekejaman Kyuhyun.

 

 

“Tentu saja salah! Fikiran aneh macam apa itu Lee Hyukjae?!”

 

 

“Aku hanya berfikir realistis Cho. Seperti di drama drama itu, atau di novel novel dan fanfic fanfic yang tersebar luas di internet. Bahwa biasanya, seorang CEO kaya raya yang tampan ternyata sudah mempunyai istri dari kalangan biasa dan mereka saling mencintai. Begitu” Hyukjae membela dirinya

 

 

“Realistis darimana? Kau melihatnya dari sudut pandang fiksi. Bukan kenyataan! Ya Tuhan Lee Hyukjae” Kyuhyun geleng geleng sementara Minho tak tahan lagi untuk tertawa. Pria berambut dark brown dengan potongan yang sangat elegant itu mengeluarkan tawanya hingga terpingkal pingkal membuat Hyukjae mantap nya dengan mata melotot.

 

 

“Lalu dia siapa, Kyu” Sung Jin yang sejak tadi hanya jadi penonton ikut bertanya.

 

 

“Dia Hyuna. Atau lengkapnya Park Hyun Ah. Dia adiku” Ketiganya menahan nafas bersamaan, menatap Kyuhyun takjub. Sedang pria itu hanya membalasnya dengan mengangkat alis. Berlebihan sekali reaksi mereka, pikirnya.

 

 

“Sejak kapan ibumu hamil lagi? Sejak kapan kau punya adik perempuan yang sangat manis itu? dan kenapa bisa kami tidak tahu?”

 

 

“Lee Hyukjae! Pertanyaanmu kenapa aneh semua?”

 

 

“Kau serius, Kyu? Dia adikmu?”

 

 

Kyuhyun mengangguk menatap Sung Jin “Ne, hyung. Dia adik angkatku. Kira kira sebulaan yang lalu, appa resmi mengadopsinya dengan surat surat hukum yang sah”

 

 

“Adik angkat? Kau dapat darimana gadis secantik itu Kyu?”

 

 

“Ck!!!” Kyuhyun berdecak dan menatap garang pada Hyukjae yang sedari tadi terus bertanya hal hal yang tidak penting, menurutnya. Hyukjae langsung diam terpaku dan mengkerut takut.

 

 

“Berapa usianya, hyung?” Minho bertanya.

 

 

“Dia seusiamu, Minho~ya

 

 

Terjadi keheningan diantara mereka. Kyuhyun menunggu respon apalagi yang akan dilakukan cecunguk itu setelahnya. Sementara Hyukjae, Sung Jin dan Minho juga terpekur dalam diam. Rasanya, susah sekali mencerna kenyataan ini. Bukan, bukan maksud mereka tidak menyukai Hyuna menjadi bagian dari keluarga Cho. Mereka bertiga bahkan yakin sekali bahwa gadis itu adalah gadis baik baik yang tidak mungkin masuk kesini dengan tujuan buruk, seperti menguras harta keluarga Cho misalnya. Mereka bisa melihat ketulusan hati Hyuna hanya dalam sekali pandang. Tapi yang susah mereka cerna adalah, sangat jarang orang mengadopsi seorang anak yang bahkan sudah dewasa. Biasanya mereka akan mengadopsi anak sedari mereka kecil, betul kan? Dan lagi, mereka juga terheran heran, atas dasar apa ayah Kyuhyun dengan bersedia menerima gadis asing itu masuk ke keluarganya. Benar benar susah untuk dimengerti ketiganya. Karena mereka sendiri yakin, orang tua mereka mungkin tidak akan melakukan hal seperti itu.

 

 

***

 

 

Ahra mengernyitkan dahinya saat melihat seorang pemuda dengan pakaian hitam hitam keluar dari pintu rumahnya. Wanita itu terus memperhatikan orang asing yang bersisihan dengannya dan sedang menuju mobil yang Ahra yakin adalah milik pemuda itu dengan pandangan yang terus menunduk.

 

 

Ahra sempat melirik ke tangan pemuda itu yang membawa sebuah map cokelat dengan label K&H Enterprise di dalamnya. Membuat kerutan di dahinya bertambah begitu banyak.

 

 

Chogiyo! Chogiyo!” Ahra memanggilnya sedikit berteriak. Wanita itu yakin orang yang dia panggil mendengarnya. Tapi dengan sangat aneh, dia tidak berbalik untuk menatap Ahra dan malah terburu masuk ke dalam mobilnya. Menjalankannya dan keluar dari pekarangan rumah keluarga Cho.

 

 

“Aneh sekali. Siapa pemuda itu?” Ahra bergumam. Kemudian wanita itu memutuskan untuk tidak memperdulikan nya lagi. Ahra yakin dia bukan orang jahat. Kalau iya, pasti seluruh penjaga yang ada dirumah ini tidak akan membiarkan orang itu keluar dengan selamat,kan?

 

 

Rumah terasa sepi sekali hari ini. Kyuhyun dan Hyuna belum pulang dari kantor, Ibu nya pergi ke acara amal bersama teman teman komunitasnya. Sedangkan sang Ayah pastilah berada di ruangan kerjanya. Berkutat dengan segala macam berkas yang terkadang juga bisa membuat kepalanya pecah. Dalam hati, Ahra mendengus memikirkan ayahnya. Sudah ada dirinya dan Kyuhyun yang menangani perusahaan, tapi sang kepala keluarga itu masih juga ikut ikutan mengambil alih. Bahkan di waktu senggang yang seharusnya dipakai untuk istirahat ini.

 

 

Ahra melenggangkan kakinya ke salah satu pintu besar di dalam rumah itu. Setelah mengetuk tiga kali, dia membukanya. Menyembulkan kepalanya ke dalam dan langsung mengerucutkan bibirnya kala melihat pria paruh baya itu memang sedang sibuk dengan sesuatu di area meja kerjanya.

 

 

“Apa appa akan seperti itu terus hingga menjadi lebih tua nantinya? Jika iya, aku dan Kyuhyun lebih baik keluar dari perusahaan. Itu ide yang bagus kan?” Ahra masuk dan duduk di sofa besar di tengah ruangan yang di sisi sisinya terdapat rak rak buku yang sangat penuh. Melipat kedua tangannya di depan dada dan membuang pandang dari ayahnya.

 

 

Cho Seunghwan terkekeh. Pria itu melepaskan kacamatanya dan meletakkan kembali sesuatu yang sedang ia baca itu. Lalu menatap putri pertama kesayangannya itu.

 

 

“Kau tidak sayang pada appa, heum? Kenapa bicara begitu?” tanya nya lembut

 

 

“Yang tidak sayang pada appa itu, dirimu sendiri. Sekarang ini waktumu untuk bersantai appa, berhentilah memikirkan perushaan. Masih ada aku dan Kyuhyun yang sudah pasti bisa menghandle semuanya” Ahra berkata sedikit kesal, menatap ayahnya.

 

 

“Aku hanya mengecek pekerjaan kalian”

 

 

Ahra mendengus “Kau tidap percaya pada kami berdua? Ah~ aku sedih”

 

 

Cho Seunghwan lagi lagi terkekeh. Putrinya sedang merajuk. Ngomong ngomong, kapan terakhir kali dia melihat anak anaknya merajuk manja seperti ini?

 

 

Arraseo arraseo. Appa percaya” Seunghwan meletakkan berkas yang ia pegang dan berjalan ke arah putrinya. Ahra mengulum senyum melihat itu.

 

 

“Begitu lebih baik! sekarang kita mau apa? Ah! Bersantai di taman belakang sepertinya bagus” Ahra mengapit lengan ayahnya dan meminta pendapat. Tuan Cho hanya mengangguk sembari tersenyum pertanda ia menyetujui usul putrinya.

 

 

Mereka berjalan keluar namun hingga sampai di tepi pintu, Seunghwa berhenti melangkah “Kacamataku Ahra. Bisa kau ambilkan?”

 

 

Ahra mengangguk dengan senang hati. Gadis itu mengambil kacamata ayahnya yang tergeletak di atas meja kerja yang dipakai ayahnya tadi. Ahra ingin berbalik namun sesuatu disana mencuri perhatiannya. Beberapa lembar foto yang sepertinya di ambil secara sembunyi sembunyi. Menampilkan seorang pria paruh baya yang sedang berada di berbagai tempat berbeda. Ahra mengernyitkan dahinya, merasa seperti pernah melihat orang itu. Tapi dimana?

 

 

“Siapa dia?” gumamnya

 

___

Advertisements

52 thoughts on “Love Line (4/?)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: