[Another Story of The Way To Your Heart] HyunChan Moment – Surrender (Part B/END)

10304979_793900210654832_4034929117349618345_n

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : Surrender

Main Cast             : -Byun Baekhyun -Park Hee Chan

Support Cast        : -Black Rose’s Member –SM Artist -Song Minji

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : TwoShot

Desclimer             : Next story from ‘The Way To Your Heart’ story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading~

 

 

Minji tersenyum menatap pintu kamar inapnya terbuka. Baekhyun masuk bersama seorang pria yang ia taksir usianya lebih tua diatas Baekhyun. Pria itu menghampiri Minji dan menanyakan keadannya setelah meletakkan sepaket buah buahan segar di nakas samping tempat tidurnya.

 

“Minji~ssi, bagaimana keadaanmu?”

 

“Aku sudah merasa lebih baik. Tapi dokter belum mengizinkanku pulang”

 

“Oh iya, ini manager ku”

 

Minji mengangkat alisnya singkat, Manager? Siapa pria ini sehingga mempunyai manager? Batinnya.

 

“Ah, itu.. sejak awal aku sudah bertanya tanya” Baekhyun menggaruk tengkuknya sekilas “Apakah kau.. tahu aku?”

 

Sejenak Minji tampak berfikir lalu menggelengkan kepalanya, Baekhyun mendesah antara lega dan kecewa. Lega karena ternyata gadis yang menjadi korban tabrak larinya itu tidak tahu reputasi apa yang dimilikinya. Sementara pria itu juga merasa kecewa saat sadar bahwa Minji tidak tahu dirinya yang seorang superstar.

 

“Ini sangat memalukan untukku bicara seperti ini. Tapi, aku adalah salah satu member boyband. EXO! Kau tahu? Atau pernah mendengarnya?”

 

Minji tersenyum merasa tak enak “Maaf, tapi aku kurang mengetahui perkembangan artis artis dan semacamnya itu”

 

“Seperti itu. Tidak apa apa”

 

“Lalu kenapa kau membawa managermu kemari”

 

Manager Kim berdehem, lalu mulai berbicara pada Minji “Begini nona, aku kesini karena ada sesuatu yang harus kubicarakan dengamu”

 

Baekhyun menggigit bibirnya. Sesungguhnya pria itu ragu bahwa membicarakan hal seperti ini bukanlah ide bagus. Dia merasa tak enak dan memilih mundur beberapa langkah ke belakang sementara sang manager bertatap muka secara jelas dengan Minji sekarang.

 

“Begini, biar kujelaskan dulu. Baekhyun merupakan sorotan yang paling diminati saat ini. Popularitasnya yang mulai menanjak naik seringkali menjadi perbincangan para netizen juga fans fansnya di luar sana. Kau juga mungkin ingin agar tidak ikut terperangkap dalam kekejaman para media dan wartawan yang—“

 

“Jadi maksud anda adalah?” Minji menatap manager Kim dengan pandangan tajam. Pria di depanya itu tampak berbasa basi membuat Minji muak. Gadis itu terlalu pintar untuk menyadari dari awal maksud ‘sesuatu yang harus dibicarakan’ itu.

 

“Alangkah baiknya jika kau tidak mempermasalahkan masalah ini lebih lanjut. Jika tidak, bukan hanya Baekhyun yang akan terkena masalah tapi hidupmu pun tidak akan tenang. Kau tahulah, wartawan wartawan yang buas akan berita itu pasti mengincarmu. Mungkin, kau akan tidak nyaman karena itu”

 

Minji mendengus, benar dugaannya. Sebenarnya gadis itu tak akan ambil pusing dengan masalah seperti itu. Dia bahkan tidak ada niatan untuk mempermasalahkan kecelekaan yang menimpa dirinya itu terlalu jauh. Toh dia juga tidak mau ambil pusing dengan pemberitaan pemberitaan macam itu nantinya.

 

Matanya melirik Baekhyun yang berada di belakang manager Kim. Gadis itu terdiam untuk sesaat lalu tersenyum kemudian. Senyum yang memiliki makna dan dipastikan hanya seorang Song Minji yang tahu.

 

“Maafkan aku, tapi sepertinya aku berhak menuntut hak ku, kan?” Minji berkata dengan nada sinisnya membuat Baekhyun terkejut. Pria itu menyangka bahwa Minji benar benar tidak akan memperpanjang masalah ini.

 

“Minji~ssi, tolong fikirkan kembali niatanmu itu. Lagipula, hal ini tidak hanya menguntungkan satu pihak saja. Kau juga sebagai pihak yang diuntungkan. Selain semua biaya rumah sakit yang kami tanggung, juga kau tidak akan terganggu oleh wartawan wartawan itu”

 

Geurae? Baiklah, apa aku bisa meminta satu permintaan lagi?” tanya Minji membuat manager Kim mengerutkan dahinya bingung. Tapi kemudian, pria itu lebih memilih menganggukan kepalanya daripada harus berlama lama mengurusi hal ini.

 

“Selama aku sakit, biarkan Baekhyun yang menjagaku disini. Bolehkah?”

 

***

 

Cafetaria di SM Buliding tampak ramai siang ini. beberapa staff, petinggi petinggi gedung, bahkan para artis artis dan trainee pun terlihat berlalu lalang disana. Jam menunjukkan pukul dua belas siang, tanda untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai berdemo di tengah hari.

 

Suara riuh terdengar bising, beberapa tengah bercengkarama dan terkadang menimbulkan suara kekehan yang sangat menonjol.

 

“Oh, sunbaenim!” Xiumin, salah satu anggota EXO melambai semangat saat melihat beberapa seniornya memasuki cafetaria. Kyuhyun, Donghae, Siwon, Sungmin, Eunhyuk, Minho, Onew, Taemin, ada juga solois kebanggan SM Kangta, lalu sang aktor dan aktris Kim Min Joong, Lee Yeon Hee dan Go Ara, serta pelawak lucu Kang Hodong.

 

Mereka berjalan menuju meja panjang di pinggir ruangan yang terlihat masih kosong dan menempati tempat itu setelah mengambil beberapa potong makanan dari meja menu.

 

“Persiapan kali ini benar benar matang! Aku tak sabar menantikannya” ujar Xiuman menggebu gebu dan tersenyum melihat para seniornya di meja yang sama dengannya.

 

“Yah, SM Town kali ini akan berjalan lebih heboh.. kurasa” Kangta menyahut, dan semuanya tertawa.

 

“Apa SNSD belum kembali?” Yeon Hee bertanya

 

“Yah, mereka masih melakukan tour Love and Peace nya di Jepang. Mungkin lusa akan kembali, karena tidak mungkin kami berlatih tanpa mereka. Sunbae, SM Town kali ini akan banyak kolaborasi” kata Suho menjawab.

 

“Ahhh! Aku jadi iri. Andai saja aku debut sebagai penyanyi” Ara ikut menyahut dan berlagak pura pura kesal.

 

“Dan menyuruh kami mendengarkan suara cemprengmu itu? tidak Go Ara” kata Yunho yang tiba tiba muncul bersama Changmin dan disambut gelak tawa oleh semuanya.

 

“Aku tidak melihat f(x)!”  sembur Eunhyuk sambil terus menyeruput susu strawberry kesukaannya.

 

“Benar benar fanboy sejati” ejek Donghae yang lagi lagi mengundang gelak tawa. Sudah menjadi rahasia umum kebiasaan Eunhyuk yang akan menjadi fanboy saat girl group dari SM melakukan comeback. Pria itu sudah berkali kali berfoto dengan SNSD saat mereka comeback Mr.Mr beberapa bulan lalu dan minggu belakangan ini, dia bahkan mengunjungi F(x) yang tampil di Inkigayo karena comeback mereka dengan Album bau yang bertajuk Red Light.

 

“Kudengar, F(x) dan Black Roses akan berkolaborasi. Mungkin mereka sedang diruang latihan untuk membahasnya” kata Kai.

 

“Pantas aku tidak melihat mereka” Minho mengangguk anggukan kepalanya.

 

Mereka kembali makan dengan santai. Sesekali bercengkrama dan tertawa keras saat Kang Hodong mulai mengeluarkan kemampuannya dalam hal melucu. Suasana kekeluargaan sangat terasa disana. Beginilah kehidupan para artis diluar image cool mereka di atas panggung.

 

Tak lama, Hodong pamit pergi karena harus mulai shooting beberapa variety show, Ara dan Yeon Hee pun pamit. Mereka masih ada jadwal shooting drama terbaru SBS. Lalu Kangta, Onew, Sungmin, dan Min Joong.

 

Tepat setelahnya, Black Roses bersama f(x) masuk ke cafetaria dengan canda. Mereka bahkan terlalu asik sampai sampai tidak mendengar bahwa Eunhyuk memanggil manggil mereka untuk bergabung.

 

“Ya Tuhan, para gadis jika sudah berkumpul!” Eunhyuk menggeleng gelengkan kepalanya.

 

Mereka mengambil beberapa potong makanan di meja menu. Hyuna yang pertama selesai langsung mengedarkan pandangannya ke segala penjuru cafetaria dan tersenyum saat melihat Kyuhyun melambai ringan padanya. Ringan.. tapi penuh pesona.

 

Oppa, minggir” kata Hyuna pada Eunhyuk yang duduk disebelah Kyuhyun. pria itu mendelik tajam.

 

“Yah! Enak saja. Masih banyak kursi yang kosong, lihat!” Eunhyuk menunjuk nunjuk kursi kosong disana, tapi Hyuna tampak tak terpengaruh.

 

Oppaaa.. minggiiiiiir” kata Hyuna lagi, matanya mencoba menatap Eunhyuk dengan tatapan tajam. Dan berhasil, pria bergummy smile itu mendengus sebal sebelum akhirnya duduk disamping Donghae. Membuat Hyuna tersenyum lebar karenanya.

 

Yang lain mulai menyusul ke meja mereka, Donghae yang melihat Ri Ra langsung menyenggol lengan Eunhyuk “Minggir, biar Ri Ra duduk disini”

 

Eunhyuk menatap Donghae seakan tak percaya “Shireo!”

 

“Lee Hyuk Jae!”

 

“Ah, arraseo” Dengan tertunduk, pria itu lagi lagi harus mengalah dan beranjak. Dia akan duduk di samping Siwon saat menjumpai tatapan pria itu yang menyiratkan ‘ini tempat Sungrin!’

 

Eunhyuk berdecak sebal lalu duduk disamping Kai. Beberapa orang disana tampak menertawakan nasibnya. Victoria bahkan sudah terkikik geli dari tadi.

 

“Dasar para couple menyusahkan!” Eunhyuk mendengus

 

“Aku tidak melihat Baekhyun” kata Hyuna menatap para member EXO yang ada disana.

 

“Dia masih dirumah sakit” kata Xiumin lalu kemudian pria itu tersadar atas ucapannya dan menatap semua orang yang kini tengah menghujaminya dengan pandangan penasara.

 

Xiumin menggigit bibirnya dan menatap Suho yang menghela nafas, lalu gelengan kepala dari Kai dan Luhan.

 

Pria itu keceplosan! Dengan pertimbangan, akhirnya Suho menceritakan kejadia sial yang menimpa Baekhyun. Mereka berbicara layaknya sekelompok geng mafia yang tengah menyusun strategi untuk membalas dendam pada musuhnya. Suara Suho sangat tenang dengan volume yang kecil.

 

Setelah menceritakan kurang lebih kronologi kejadian yang menimpa Baekhyun itu, semua tatapan kini beralih pada Hee Chan yang diam mematung di sebelah Amber. Pandanganya kosong dan gadis itu hanya mampu terdiam beberapa saat. Menatap sup ayam jagung di depannya dengan menerawang.

 

“Rumah sakit mana?” akhirnya gadis itu bersuara.

 

***

 

Ri Ra menemani Hee Chan kerumah sakit. Gadis itu mengapit lengan Heee Chan disampingnya. Sementara itu, Hee Chan sedari tadi tak hentinya menghela nafas. Dia merasa khawatir pada Baekhyun, dia juga merasa sedikit tenang karena tahu alasan Baekhyun tidak datang malam itu dan jarang menghubunginya belakangan. Terbesit sedikit rasa bersalah di hatinya, Hee Chan berfikir mungkin Baekhyun tidak bercerita padanya karena takut Hee Chan khawatir. Sementara pria itu tahu kalau Black Roses akan comeback ditengah jadwal tour SM Town tahun ini. Diam diam, Hee Chan tersenyum. Baekhyun-nye memang selalu perhatian.

 

Ri Ra mengetuk pintu dan setelah mendengar suara di dalam menyuruhnya masuk kedua gadis itu pun bergegas.

 

Hee Chan tersenyum saat melihat Baekhyun yang malah menatapnya dengan terkejut. “Bagaimana bisa–?”

 

Hee Chan tak menjawab pertanyaan Baekhyun lalu menghambur ke pelukannya “Kenapa tidak cerita padaku? Kau fikir aku akan diam saja melihatmu kesusahan” Hee Chan mengeratkan pelukannya dan memejamkan mata. Gadis itu menghirup harum tubuh Baekhyun yang sangat ia rindukan. Baekhyun menyerah, pria itu lebih memilih tersenyum dan membalas pelukan Hee Chan. Tanpa mereka perduli bahwa diruangan itu ada Minji, juga Ri Ra.

 

“Kalian bisa bermesraan diluar, jangan diruanganku” Hee Chan melepaskan pelukannya saat mendengar teguran sinis itu. Hee Chan menatap seorang gadis yang terduduk diatas ranjang menatapnya datar.

 

“Ah, maaf” Hee Chan mendekat lalu meletakkan seikat bunga di nakas “Apa kau yang bernama Minji? Bagaimana keadanmu?” Tanya Hee Chan sopan, kini Ri Ra ikut bergabung dengannya. Baekhyun mengintrupsi sebentar untuk pergi ke kantin rumah sakit mencari beberapa minuman.

 

“Jauh lebih baik saat kau belum datang” Hee Chan mengangkat alisnya bingung. Sepertinya gadis ini tidak menyukainya. Eh, kenapa?

 

“Aku menganggumu?”

 

“Ya!”

 

Ri Ra menatap Minji bingung lalu menatap Hee Chan dan berbisik “Dia gila atau apa sih? Kenapa marah marah padahal ada orang yang berbaik hati menjenguknya”

 

Minji mendengus, dia bisa mendengar perkataan Ri Ra tapi dia tidak begitu memperdulikannya. “Baiklah, kau siapa? Dan kenapa kemari?”

 

“Kenalkan, aku Hee Chan dan ini Ri Ra eonnie. Kami satu perusahaan dengan Baekhyun”

 

“Tujuanmu?”

 

Hee Chan lagi lagi mengerutkan dahinya tak habis pikir. Gadis ini benar benar—

 

“Aku  ingin menjengukmu”

 

“Benarkah? Bukannya kau ingin datang kemari dan memarkan adegan pelukan mu seperti tadi?”

 

Hee Chan mendengus, mulai tak sabar “Maaf harus mengatakn ini Minji~ssi. Tapi, apakah kau tahu? Sikapmu benar benar tidak sopan terhadap tamu yang datang dengan niat baik padamu”

 

Geurae?”

 

Hee Chan menghela nafasnya kasar “Terserah kau sajalah! Aku tidak mengenalmu tapi aku tahu kau benar benar memiliki sifat buruk karena pertemuan pertama kita ini sangat menunjukkanya. Aku memang ingin bertemu Baekhyun karena mengkhawatirkan keadannya. Tapi disamping itu, niatku untuk menjenguk ‘orang yang bahkan tidak ku kena’l ini begitu tulus. Tak kusangka niat baikku berbuah busuk” Hee Chan menarik lengan Ri Ra dan mengajaknya pergi dari ruangan itu.

 

Di koridor rumah sakit dia terus menggerutu tak jelas. Ri Ra bahkan ikut ikutan. Mereka berdua sudah seperti burung beo yang bersahut sahutan.

 

“Hee Chan~ah!” Hee Chan membalikkan tubuhnya dan menemukan Baekhyun berjalan kearahnya.

 

“Apa kita bisa bicara?” Hee Chan menatap Baekhyun dengan sayu dan sedikit tatapan memohon.

 

“Tentu. Aku juga ingin bicara”

 

Ri Ra memutuskan untuk menunggu di mobil dan Baekhyun membawa Hee Chan ke atas gedung rumah sakit Wusu ini. Angin menerpa saat keduanya menjejaakan kaki disana. Baekhyun masih terus berjalan dan mengenggam hangat tangan Hee Chan.

 

Keduanya berhenti, lalu Baekhyun berbalik. Menghadapkan dirinya pada Hee Chan. Pria itu menatap lurus manik mata gadisnya yang terlihat lelah.

 

“Sayang, kau terlihat pucat” kata Baekhyun lalu mengelus pipi Hee Chan. Detik berikutnya, pria itu merengkuh gadisnya dalam pelukan hangat. Baekhyun sungguh merindukan Hee Chan. Dalam pelukan itu, dia menyalurkan semua perasaannya. Rindu, menyesal, permintaan maaf, kasih sayang, dan cinta yang menggebu.

 

“Aku merindukanmu” lirih Baekhyun masih bertahan dengan memeluk Hee Chan.

 

“Aku juga”

 

Sejujurnya, pria itu juga tampak lelah. Kantung matanya terlihat begitu jelas, dan dari pengamatan Hee Chan, Baekhyun terlihat lebih kurus dari seminggu yang lalu. terakhir gadis itu melihatnya.

 

“Maafkan aku tidak datang malam itu”

 

“Tidak apa. Aku malah mengkhawatirkanmu”

 

Nan gwenchana. Aku malah lebih khawatir lagi saat memikirkan kau marah padaku”

 

Hee Chan terkekeh dalam pelukan Baekhyun “Aku bahkan sudah marah padamu. Jika saja Suho oppa tidak menceritakan kejadian ini padaku”

 

“Maafkan aku, aku benar benar menyesal”

 

Hee Chan melepaskan pelukan itu dan menatap dalam mata Baekhyun. “Aku memaafkanmu, selalu. Dan kau tahu itu” gadis itu tersenyum membuat Baekhyun ikut tertular dalam senyuman itu. segera, pria itu merengkuh wajah Hee Chan dan mendekatkan bibirnya di bibir Hee Chan. Tak butuh waktu lama ketika mereka berdua kembali larut dalam ciuman manis itu.Hanya kecupan kecil, tapi begitu sarat akan kerinduan di dalamnya.

 

Baekhyun melepas ciumannya dan mengacak lembut rambut Hee Chan “Pulanglah, Ri Ra noona sudah menunggumu kan?”

 

“Kau?”

 

“Aku harus menjaga Minji”

 

Hee Chan tiba tiba tertegun “Kenapa harus kau? Keluarganya?”

 

“Dia tidak punya keluarga”

 

“Kau bisa meninggalkannya disini. Ada banyak perawat dan dokter yang menjaganya”

 

Baekhyun menggeleng. “Dia memintaku untuk menjaganya selama sakit. Kalau tidak dia akan memperpanjang masalah”

 

“Apa? Aish jinjja gadis itu! aku punya firasat buruk tentangnya!”

 

Baekhyun kembali tersenyum “Ayo, aku antar ke mobilmu”

 

Dengan helaan nafas yang sarat akan keterpaksaan, Hee Chan mengikuti Baekhyun yang menuntunnya ke mobil.

 

***

 

Baekhyun masuk dengan beberapa jus kaleng yang ia dapat dari kantin rumah sakit dan menemukan Minji yang menatap tajam kearahnya.

 

“Ada apa?”

 

“Siapa gadis itu?”

 

“Gadis–? Oh~ itu Hee Chan dan Ri Ra”

 

“Aku tidak butuh nama mereka!” Minji berteriak membuat Baekhyun terlihat heran.

 

“Ada apa sebenarnya?” Tanya Baekhyun lagi.

 

“Siapa.gadis.itu.Byun.Baekhyun” Minji bertanya dengan penekanan di setiap katanya. Nafasnya tampak memburu dan tatapan matanya tajam.

 

“Dia, Hee Chan. Kekasihku”

 

Minji bergetar. Tangannya mengepal erat. Gadis itu mencoba mengontrol emosinya dengan menarik nafas perlahan dan kembali memandang Baekhyun yang juga menatapnya dengan pandangan penuh tanya dan kekhawatiran.

 

“Oke, aku tidak perduli dengannya” Minji berdesis.

 

“Kau kenapa sih? Minji~ssi!” Baekhyun mendekatinya. Tanpa di duga Minji beranjak dari tempat tidurnya, melepas infus ditangannya dan turun dari ranjang.

 

“Yah!” Baekhyun berteriak lalu memegang kedua pundak Minji. Gadis itu menatapnya berapi api.

 

“Jangan menyentuh wanita lain di hadapanku!” Minji kembali berdesis

 

“Kau—“

 

“Jangan sekalipun. Jangan pernah!” Minji berkata lirih. Tak lama gadis itu merasakan matanya memanas. Dan saat air matanya berlinang, Baekhyun termangu. Pria itu terkejut.

 

“Minji~ssi. Song Minji” Baekhyun berusaha menggoyangkan tubuh Minji membuatnya sadar.

 

Noumu appo, appo” Minji memegangi dadanya, menunjukkan bahwa disana itu sakit! Dan setelahnya, Minji memeluk Baekhyun dengan erat. Sangat amat erat. Hingga pria itu membiarkan Minji tenang lalu kembali merebahkannya di tempat tidur.

 

***

 

Dua hari setelah insiden itu, Minji sudah diperbolehkan pulang. Satu hal yang membuat Baekhyun terkejut. Pria itu tidak tahu bahwa dokter sudah mengizinkannya pulang. Saat hari itu Baekhyun kembali kerumah sakit, kamar inap Minji sudah kosong, sudah bersih dan dirapikan. Dan Minji benar benar menghilang.

 

Baekhyun merasa lega sekaligus khawatir. Dia lega akhirnya bisa lepas dari sikap aneh Minji yang menunjukkan ketertarikannya terhadap Baekhyun. Dan khawatir karena menurut yang Baekhyun tahu, gadis itu tidak punya siapa siapa di dunia ini. lalu dia pergi kemana?

 

“Baekhyun~ah!” Baekhyun melirik saat melihat Suho berlari ke arahnya dengan nafas terengah

 

“Ada yang mencarimu”

 

***

 

“Song Minji?!”

 

Baekhyun  menatap tak percaya. Dia melihat Minji berada di hadapannya. Dengan penampilan yang luar biasa berbeda dari awal pertemuan mereka. Minji menjadi gadis yang sangat modis dan fashionista hari ini. Heels hitamnya tampak berkilau, bahkan parfumnya pun bisa tercium oleh Baekhyun dalam jarak yang lumayan jauh ini.

 

“Baekhyun~ah!” Minji terlonjak lalu berlari memeluk Baekhyun. Gadis itu tidak memperdulikan tatapan kaget yang ditujukan Hee Chan yang juga ada disana.

 

“Aku sudah meminta izin managermu, dan hari ini kau harus menemaniku jalan jalan. Kajja!” tanpa permisi gadis itu menarik Baekhyun. Baekhyun tampak ingin protes, namun tiba tiba managernya datang dan menyuruhnya ikut dengan Minji. Ha? Yang benar saja!

 

Hee Chan hanya menatap tak percaya punggung Baekhyun yang kini tengah digeret paksa oleh Minji. Ya Tuhan, sepertinya dia memang gila! Batin Hee Chan.

 

Dan disinilah mereka sekarang, duduk di sebuah restoran mahal dengan dua orang lainnya disana. Sepasang suami istri yang Baekhyun baru tahu adalah kedua orang tua Minji.

 

Eomma, aku ke toilet sebentar” kata Minji pada ibunya.

 

Sepeninggal Minji, ketiganya hanya terdiam dan susasana menjadi canggung.

 

“Baekhyun~ssi?”

 

Baaekhyun mengangkat wajahnya saat ayah Minji memanggilnya “Ne?”

 

“Maaf sebelumnya. Tapi, apa kami bisa.. meminta bantuanmu?” Tuan Song terdengar ragu. Sesaat dia menatap istrinya yang juga memancarkan cahaya kekhawatiran.

 

“Jika saya bisa, saya akan membantu Tuan” jawab Baekhyun sopan

 

“Bisakah kau menuruti kemauan Minji untuk seminggu ini?”

 

Baekhyun terperanjat, apa maksudnya ini? “Kemauan Minji?”

 

Tuan Song menghela nafasnya, lalu pria paruh baya itu mulai bercerita “Begini, nak. Song Minji, gadis itu mengalami guncangan jiwa tiga tahun yang lalu karena calon suaminya meninggal tepat sehari sebelum pernikahan mereka. Dari situ, Minji menjadi gadis yang pendiam, pemurung, cepat marah dan sensitive. Dia juga kadang pergi dari rumah hingga berhari hari dan membuat kami semua cemas.Jika ditanya orang, dia akan menjawab bahwa dia sendirian di dunia ini. Hingga beberapa waktu lalu dia kembali menghilang dan saat kembali beberapa hari kemudian dia terlihat sangat bahagia. Dia bilang, dia menemukan kembali calon suaminya yang hilang. Sejak kepulangannya itulah, Minji kembali menjadi sosok yang dulu. Ceria dan penuh canda. Semua orang dirumah sangat senang karena perubahannya. Sampai kemarin, dia mengutarakan keinginnanya untuk mempertemukan kami denganmu” Tuan Song mengamati wajah Baekhyun yang mendengarkan ceritanya dengan serius.

 

“Untuk itu Baekhyun~ssi. Kami minta tolong padamu untuk menuruti semua kemauan Minji seminggu ini saja. Karena minggu depan, kami akan membawanya ke luar negeri untuk berobat” Ny. Song ikut menimpali. Wanita paruh baya itu terlihat sangat berharap pada Baekhyun. Membuat pria itu merenungkan dirinya untuk berfikir sesaat. Rasa kemanusiaannya yang terlampau baik perlahan hadir dan tidak tega melihat wajah tua itu bersedih. Seminggu. Hanya seminggu kan?

 

Baekhyun menghela nafasnya lalu menatap pasangan suami istri di depannya dengan mantap “Baiklah, aku akan membantu sebisaku”

 

***

 

“Baekhyun~ah!” Minji berlari kecil menemui Baekhyun yang sedang menyantap makan siangnya di cafetaria SM Building. Gadis itu mencium pipinya sekilas lalu duduk disampingnya. Menimbulkan berpasang pasang mata yang menatapnya tanya.

 

Minji benar benar, gadis itu setiap hari mendatangi Baekhyun di gedung SM. Membawakannya makanan, bersikap ramah pada semua anggota EXO dan hal hal lainnya yang seharusnya dilakukan seorang kekasih.

 

Eunhyuk terbatuk saat melihat itu. Pria itu lalu menatap beberapa artis SM disana dengan pandangan bertanya dan mereka pun hanya menggeleng tidak tahu. Bahkan, anggota EXO pun sanggat terkejut melihat kelakuan Minji yang seperti itu pada Baekhyun. Dan tatapan semua orang kini beralih pada Hee Chan, yang duduk disebelah kiri Baekhyun. Gadis itu menggigit bibirnya, menahan amarah terhadap wanita penggoda –begitu ia menyebutnya- yang selalu mendatangi Baekhyun-nya itu.

 

“Hyunnie~ah, apa kau sibuk? Bisa menemaniku jalan jalan hari ini” Minji bertanya dengan manja, lalu mengelus elus pundak Baekhyun.

 

“M-maaf Minji. Hari ini aku sibuk sekali” Baekhyun menjawab dengan terbata. Merasa tak enak dihujani pandangan seperti itu. Lalu matanya menatap Hee Chan sayu. Entahlah, pria itu memang tidak bilang perihal permintaan orang tua Minji pada Hee Chan. Ia takut Hee Chan merasa tersinggung dan marah.

 

“Eumm.. begitu ya” Minji kemudian mengalihkan pandangannya pada semua orang yang sedang menatapnya heran.

 

“Oh, annyeonghaseyo. Aku Minji, kekasih Baekhyun” Suho tersedak minumannya saat Minji mengenalkan dirinya sebagai kekasih Baekhyun. Semua juga sangat amat terkejut dengan hal itu. kekasih? Hey, sudah menjadi rahasia umum bahwa Baekhyun adalah kekasih Hee Chan! Kenapa wanita ini tiba tiba–?

 

Hee Chan sontak berdiri dari kursinya. Menimbulkan bunyi berdecit disana. Semua mata tertuju pada gadis itu. Tanpa banyak kata, gadis itu pergi. Berlari menjauh dari sana.

 

Gadis itu pergi ke toilet, masuk ke salah satu biliknya dan mulai menerawang. “Apa itu tadi? Medusa macam apa yang berani berani mengenalkan dirinya sebagai kekasih Baekhyun di saat semua orang tahu bahwa kekasih Baekhyun adalah aku!” Hee Chan berdesis marah. Matanya memanas, dan setets air mata jatuh.

 

Tapi buru buru  Hee Chan menghapus air matanya. Menarik-hembuskan nafasnya mencoba membuatnya lebih terkontrol lalu bangkit berdiri “Aku harus bicara dengannya” putus Hee Chan.

 

Gadis itu berjalan ke luar toilet. Namun langkahnya terhenti tiba tiba saat matanya membulat sempurna melihat sesuatu di ujung koridor. Tangannya gemetar dan matanya mulai terasa perih, memanas hingga sebutir air mata jatuh lagi. Itu Baekhyun. Dia melihat Baekhyun.. berciuman dengan gadis lain. Di depan wajahnya!

 

***

 

“Hee Chan!” Baekhyun bangkit mengejar Hee Chan saat gadis itu berlari meninggalkan cafetaria. Tak tinggal diam Minji pun ikut berdiri dan menyusul Baekhyun.

 

Gadis itu menangkap pergelangan tangan Baekhyun saat keduanya berada di belokan lorong menuju toilet. “Sebentar Minji, aku harus bicara dengannya”

 

Baekhyun mencoba pergi lagi namun dengan gesit Minji menahannya “Tidak boleh!”

 

“Song Minji, berhenti bersikap seperti ini! aku bukan kekasihmu!” Baekhyun mulai kehabisan kesabarannya.

 

“Tapi aku membutuhkanmu, Baekhyun~ah”

 

“Hee Chan lebih membutuhkanku!” Baekhyun berteriak marah, membuat Minji terperanjat.

 

“Byun Baekhyun!”

 

“LEPASKAN!!” Baekhyun kini tak terkendali, matanya berapi api dan menyala menatap Minji. Jika tadi di ruang cafetaria dia tidak bisa berteriak pada Minji. Maka saat melihat Hee Chan yang pergi dari hadapannya, Baekhyun sadar. Dia tidak seharusnya melakukan ini. Tatapan penuh kekecewaan yang terpancar dari mata cantik Hee Chan-nya seakan menampar Baekhyun untuk terbangun, tersadar bahwa yang dilakukannya ini memang salah! Seharusnya dia bisa memikirkan perasaan Hee Chan. Hati wanita itu lembut selembut kapas, dan sangat rapuh.

 

“Kau tahu? Aku bersikap baik selama ini untuk menolongmu Minji. Aku menolongmu agar bisa melepas keguncangan jiwa yang kau alami akibat kepergian Ji Hoon! Aku menerima tawaran kedua orang tuamu agar menjagamu beberapa waktu ini. tapi kurasa, kau sudah bertindak jauh Minji~ssi. Aku tidak bisa lagi sekarang, maaf”

 

Minji terdiam. Mata gadis itu mulai menatap Baekhyun tajam. Tarikan nafasnya terdengar memburu. Pundaknya bergerak naik turun. Baekhyun tak perduli, pria itu berbalik melepaskan genggaman tangan Minji. Namun sebelum itu, Minji menarik Baekhyun dan menciumnya. MENCIUMNYA!

 

Baekhyun terperanjat, pria itu memegang pundak Minji dan berusaha menarik diri. Untuk ukuran seorang wanita, Minji benar benar kuat. Hingga setelah satu menit terlewatkan Baekhyun berhasil melepaskan dirinya.

 

Pria itu ingin menghujani Minji dengan perkataannya tapi ia urungkan saat melihat siluet Hee Chan berlari menjauhinya. SIAL! Dia pasti melihatnya! Baekhyun berteriak dalam hati. Dan dengan tergesa, meninggalkan Minji lalu mengejar Hee Chan.

 

“PARK HEE CHAN! HEE CHAN!!”

 

***

 

Sudah seminggu sejak kejadian itu dan Hee Chan benar benar menjaga jarak dari Baekhyun. Sekuat tenaga ia akan menghindari Baekhyun, walaupun logikanya sangatlah susah mengingat mereka bekerja dalam gedung yang sama. Ditambah perisapan untuk SM Town benar benar membuat intesitas pertemuan para artis menjadi lebih besar.

 

Baekhyun mendapat celah. Pria itu melihat Hee Chan yang keluar dari toilet sendirian. Dengan gesit, Hee Chan menarik lengan Hee Chan membuat gadis itu terkejut.

 

“Lepaskan aku!”

 

“Tidak sebelum kita bicara”

 

Tanpa memperdulikan protesan Hee Chan, Baekhyun membawa nya ke taman belakang SM Building yang cukup sepi. Pria itu lantas berbalik dan menatap Hee Chan. Sebelum itu, Hee Chan terlebih dulu menghempaskan tangannya sehingga bisa lepas dari Baekhyun. Gadis itu mencoba kabur tapi lagi lagi Baekhyun menahannya.

 

“Kita harus bicara Hee Chan~ah!”

 

“Tidak ada yang perlu dibicarakan! Semuanya sudah jelas!” Hee Chan meronta dalam kurungan Baekhyun.

 

“Jelas apanya?”

 

“Kau masih bertanya?” Hee Chan menatap Baekhyun sinis “Kau tidak membantah saat wanita gila itu bilang bahwa dia adalah kekasihmu! Kau juga tidak menyusulku saat aku pergi meninggalkan cafetaria! Kau tidak berusaha menahanku dan mencoba menjelaskannya padaku! Dan parahnya.. ka-u.. k-kau berciuman dengan nya di hadapanku!!!” Hee Chan berteriak, nafasnya memburu dan tangannya bergetar. Matanya menatap Baekhyun dalam, dan mereka hanya terdiam dalam keheningan yang menyakitkan. Lama kelamaan Hee Chan merasakan pertahanannya akan runtuh. Dan benar saja, gadis itu menangis, di hadapan Baekhyun.

 

“Tidak! Bukan begitu!” Baekhyun memeluknya dan namun dengan segera Hee Chan berulah di dalam sana. Memukul mukul dada Baekhyun dan mencoba untuk dilepaskan. Baekhyun memejamkan matanya merasakan kesakitan di hatinya saat Hee Chan dengan sangat luar biasa menolak sentuhannya. Dalam hati, Baekhyun terus mencaci maki dirinya sendiri yang begitu bodoh mengahancurkan perasaan Hee Chan yang begitu tulus padanya. Amat sangat mencintainya. Dan kini, Gadis itu menangis dan terus menangis.Di pelukannya. Seolah jijik jika bersentuhan dengan Baekhyun. Membuat pria itu mengernyit merasa menyesal lagi.. dan lagi.

 

“Aku hanya menolongnya, aku bersumpah Hee Chan aku hanya menolongnya. Orang tuanya bahkan memintanya langsung padaku. Tidak.. semua yang kau fikirkan, atau semua yang sangka selama ini tidak benar Hee Chan!”

 

Sebelum Hee Chan sempat menjawab, Baekhyun melanjutkan “Demi Tuhan, aku sekarang sadar aku salah! Aku telah melukaimu begitu dalam, menyakiti perasannmu begitu banyak. Aku pantas menerima ini. tapi Ya Tuhan.. aku tidak bisa. Kau segalanya bagiku Hee Chan, aku minta maaf. Aku benar benar menyesal!” Baekhyun menunduk mengecup penuh tekanan di puncak kepala Hee Chan dan menghirup harum rambut gadisnya yang sedikit menenangkan.

 

Hee Chan terlalu lelah untuk menjawab, gadis itu lelah juga dengan keadaan “Dia hanya mengalami keguncangan jiwa setelah calon suaminya meninggal dan orang tuanya meminta bantuanku untuk menuruti semua kemauannya karena menurut Minji aku adalah calon suaminya yang menghilang”

 

Hee Chan meringis, gadis itu berusaha mendorong tubuh Baekhyun tapi pria itu menahannya “Hanya seminggu Hee Chan~ah, mereka meminta bantuanku hanya seminggu”

 

“Maafkan aku, kumohon maafkan aku. Aku menyesal tidak memberitahukanmu. Aku hanya takut akan menyakiti perasaanmu”

 

“Kau lebih menyakitiku pada akhirnya. Sangat.amat.menyakitiku.” Hee Chan menjawab lirih. Gadis itu masih menangis dan kini memukul mukul lagi dada Baekhyun. Pria itu lebih memilih untuk memejamkan mata dan menerima segala kemarah Hee Chan padanya. Ya, ini memang salahnya. Dari awal, semua adalah kesalahannya.

 

“Lepaskan aku, aku ingin sendiri” dan kali ini, tanpa paksaan Baekhyun melepas Hee Chan. Membiarkan gadis itu berbalik pergi dan meratapi punggung gadisnya yang menjauh. Baekhyun menggeram marah! Ini salahnya, salahnya yang tidak bisa tegas mengambil keputusan! Terlalu plin plan dan perasa!

 

***

 

Hingga Baekhyun tidak menyerah mendekatkan dirinya kembali dengan Hee Chan. Setiap hari dan saat waktu luangnya ada dia akan selalu mengunjungi Hee Chan. Melihat keadannya atau membawakan sesuatu untuk gadisnya. Meski Baekhyun harus menelan kekecewaan pahit saat masa masa itu karena Hee Chan tak sedikit pun menggubris tingkah lakunya.

 

Di lain pihak, Hyuna hanya bisa menghela nafasnya berat saat menyaksikan Hee Chan yang setiap malam menangis sendiri di balkon dorm mereka. Gadis itu menangis dan terus menangis memikirkan Baekhyun. Dia masih mencintainya, sangat malah. Tapi apa? Kenyataannya yang ada malah membuatnya merasa sangat lelah dengan sifat ketidakberanian Baekhyun mengungkapka kejujuran. Sesungguhnya, gadis itu mulai menghilangkan nama Minji dari akar permasalahannya dengan Baekhyun. Tapi justru sikap Baekhyun sekarang entah kenapa malah membuatnya marah. Pria itu tidak mengerti dirinya, tidak mengerti hati Hee Chan. Hee Chan hanya butuh satu darri Baekhyun dan itu pun tidak muluk muluk. Kejujuran.

 

Apa yang Baekhyun lakukan seolah olah tidak tulus, dan hanya mengharap permohonan maaf darinya. Entah persepsinya salah atau tidak, Hee Chan benar benar membenci Baekhyun sekarang. Benci yang membuatnya sakit dan frustasi karena pada akhirnya Hee Chan sendiri yakin seratus persen bahwa dia masih sangat mencintai Byun Baekhyun. Lalu bisakah gadis itu membencinya?

 

Hari ini Black Roses tampil lagi disebuah acara. Mereka sudah berada di backstage dan bersiap akan masuk ke panggung saat tiba tiba seseorang mengejutkan Hee Chan. Byun Baekhyun.

 

“Hee Chan~ah

 

Hee Chan berusaha menjauh, tidak mau bertatap muka dengannya. Takut jika pertahannya runtuh, dia lepas kendali dan akhirnya menangis. Gadis itu tidak mau merusak make up nya yang sudah tertata rapih.

 

“Dengarkan aku” Baekhyun menyentuh lembut tangan Hee chan membuat gadis itu berhenti menjauh, lalu menatapnya.

 

Hee Chan ingin menangis saat menatap mata itu. dia benar benar merindukan Baekhyun, tapi hatinya terasa lelah untuk bersamanya lagi. Tunggu dulu.. apa dia harus melakukannya?

 

“Aku  hanya berharap, kau bisa memafkanku saat ini. aku benar benar minta maaf atas apa yang sudah kuperbuat. Menyakitimu, membuatmu terluka. Aku sadar aku salah. Aku berfikir kembali, mungkin ini adalah kondisi labil dimana dalam usiaku yang sekarang ini terlihat wajar. Aku bersalah, dan aku ingin memoerbaiki kesalahanku itu. Hee Chan~ah, tidak bisakah kau memaafkanku?”

 

Hee Chan termenung sesaat. Dia ingin menjawab tapi ternyata ini sudah waktunya Balack Roses tampil “Tunggu aku”

 

Dan Hee Chan masuk ke panggung. Selama penampilannya, gadis itu berusaha menunjukkan kesan yang terbaik. Tersenyum dengan sangat lebar untuk para penggemarnya padahal dalam hati, ia bergulat mati matian dengan keputusannya. Baekhyun di belakang panggung yang melihat Hee Chan tersenyum membuatnya ikut tersenyum, meskipun dia tahu Hee Chan sedang menutupi kesedihannya.

 

Semua selesai. Dan Baekhyun menunggu dengan hati berdebar.

 

Black Roses turun dari panggung dan menyapanya sekilas saat melihat Baekhyun disana. Satu persatu member melewatinya, hingga terakhir Hee Chan datang menghamipirinya. Baekhyun mencoba menampilkan senyumnya agar tak tampak gugup. Dia sedang menunggu Hee Chan bicara sekarang.

 

“Baekhyun~ah.. mungkin aku..tidak maksudku, aku memaafkanmu” Baekhyun tersenyum semakin lebar “Aku sudah memafkanmu, bahkan sebelum kau memohon mohon seperti ini” lanjut Hee Chan

 

“Dan aku berfikir tentang hubungan kita. Kurasa, sikapmu atau bahkan sikapku yang aku tunjukkan ini begitu susah kita terima dalam benak masing masing. Dan mungkin, itu semua karena umur kita yang terlalu muda. Kita masih bisa dikalahkan dengan rasa ego yang tinggi, sikap kekhawatiran berlebihan yang tak beralasan atau lainnya. Aku rasa, kita seharusnya mempunyai waktu untuk menyendiri dulu saat ini. merenungkan kejadian kejadian yang terjadi dan menganggapnya sebagai pelajaran di masa depan”

 

Hee Chan menunduk, gadis itu menggigit bibirnya. Matanya sudah mulai memanas. Tidak, jagan sekarang. Batinnya.

 

“M-maksudmu?” Baekhyun mulai takut.

 

Hee Chan dengan keberaniannya mencoba menatap Baekhyun lalu tersenyum “Baekhyun~ah, mungkin ini yang terbaik. Tapi, bisakah kita berpisah? Biarkan hati kita merenung dan mencoba menggali keganjilan pada hubungan kita. Untuk sekarang, bisakah kita hanya menjadi teman?”

 

“A-apa?”

 

“Kita berteman. Itu akan lebih baik” Hee Chan memaksakan senyumnya.

 

Sejujurnya, hati gadis itu teriris. Baiklah, ini keputusan terbaiknya. Mungkin dengan berpisah dengan Baekhyun, dia bisa merenungkan kembali tentang hubungannya yang terlalu ambigu ini. Ini bukanlah hal sepele yang sudah terselsaikan menurut Hee Chan. Baginya sifat plin plan Baekhyun benar benar membebaninya.Ketidakjujuran Baekhyun yang dimulai dari hal hal sepele pun membuat hatinya was was. Tidak bisa, Hee Chan tidak bisa menjalani hubungan dengan kebohongan dan tanpa kejujuran.  Gadis itu berharap, Baekhyun bisa berubah. Lebih peka pada kekasihnya –mungkin nanti- dan berusaha bicara jujur walau itu menyakitkan.

 

“Aku pergi”

 

Dan Hee Chan mulai melangkah meninggalkan Baekhyun. Namun tak berapa lama, pria itu kembali menarik lengannya secara tiba tiba lalu memeluknya.

 

“Biarkan aku, memelukmu sebagai seorang pria.. untuk yang terakhir kali”

 

Air mata Hee Chan tumpah, dan dengan tangan bergetar gadis itu membalas pelukan Baekhyun.

 

‘Aku mencintaimu, Baekhyun~ah’

 

END

 

Heol~~ aku tahu alurnya kecepetaaaaaan pake bangeeet TT

Maaf  yah.. sayang aku Park Hee Chan~ssi, aku sudah mencoba sebaik munkin, dan yang terbaik! I SWORE THAT! I’M TRYING HARD FOR IT! :”

So.. sad ending for you, huh? Kkk~ xD

Advertisements

7 thoughts on “[Another Story of The Way To Your Heart] HyunChan Moment – Surrender (Part B/END)

Add yours

  1. Aer mata masih bercucuran T.T walaupun masih ada typo dimana mana tapi masih bisa di toleran.. Dan ini kenapa masalah hati perempuan banget.. Kenapa harus berpisah kalo emang masih sama sama suka? Kenapa ga break aja? Kenapa diujungnya itu sangat menyentuh? Kenapa byun ga jujur dari awal? Kenapa ga ada orang yang nyemangatin hee chan waktu dalam masa masa sulit gini? Kenapa byun tega?!!!! T.T
    Semoga mereka balikan, dan perasaan mereka lebih baik lagi nantinya.. Kenapa nyesek sekali kalo jadi heechanT.T

  2. sediihhhhhhh! baekhyun plin plan sih. harus ny itu dia tegas dr awal. kayak gini kan kasian park hee chan ny. Aaaaaa! di TWTYH ni couple romantis, gak nyangka ending ny kayak gini -___-

  3. hiks hiks hiks
    kenapa akhirnya mereka harus berpisah sich
    hari ini banyak ff yang aku baca disini dan selaau dengan akhiran ~~ gk rela…..why
    ahhh bikin galau kan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: