[Another Story of The Way To Your Heart] HyunChan Moment – Surrender (Part A)

10304979_793900210654832_4034929117349618345_n

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : Surrender

Main Cast             : -Byun Baekhyun -Park Hee Chan

Support Cast        : -Black Rose’s Member –SM Artist -Song Minji

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : TwoShot

Desclimer             : Next story from ‘The Way To Your Heart’ story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading~

 

 

Pagi yang cerah mewarnai langit kota Seoul dengan bersahaja. Terlihat keramaian di beberapa tempat di pusat kota. Kendaraan penuh di jalanan, ini hari senin. Tentu banyak aktivitas yang terjadi di Ibukota.

 

Van hitam itu terbuka, satu persatu para penghuni di dalamnya turun. Beberapa dengan wajah fresh, dan beberapa dengan wajah yang masih kusut dan masam.

 

Manager Jung menggeleng gelengkan kepalanya melihat Hyuna yang masih bergelanyut manja pada lengan Yeon Hwa, dan sebaliknya gadis itu juga sesekali memejamkan matanya yang masih terasa berat. Menilik kelakuan mereka pagi ini, membuat Jung Sung Tae bertanya tanya dalam hati. Apa yang sebenarnya mereka lakukan tadi malam?

 

Sedang di sampingnya, Ri Ra tampak berseri seri. Seperti biasa. Dan Hee Chan.. gadis itu tak melakukan banyak hal. Hanya mengecek ponselnya sebentar lalu memasukkannya lagi ke dalam tas.

 

“Ayo!” Manager Jung berjalan di depan, dan diikuti oleh semua member Black Roses di belakangnya.

 

“Hari ini jadwal kalian berlatih sampai siang, lalu Yeon Hwa ada janji temu dengan salah satu majalah nasional, Ri Ra .. bergegaslah ke studio satu setelah latihan. PD-nim menginginkan konsep untuk solo stage mu di reality show baru itu. Sorenya, Hee Chan kau harus bersiap untuk mewakili Black Roses menghadiri penghargaan musik pendatang baru di gedung SBS. Meskipun kalian tak masuk nominasi, akan sangat bagus jika salah satu di antara kita datang mewakili. Bagaimanapun juga, kita menerima undangannya. Dan Hyuna, kau akan pergi denganku ke gedung KBS untuk membahas keikut sertaan mu dalam Immortal Song season 3 ini”

 

Manager Jung terus berjalan dan mengoceh tanpa henti, sambil terus menatap iPad dalam genggamannya, yang berisikan seabrek jadwal Black Roses. Sementara yang di ajak bicara hanya mengangguk tanpa semangat. Hanya Ri Ra yang menjawab dengan suara sedikit agak keras.

 

Mereka memasuki lift dengan diam, terlebih Hyuna dan Yeon Hwa yang masih setengah terpejam. Membuat Manager Jung sedikit geram “Ya Tuhaan.. apa yang kalian lakukan semalaman hingga pagi ini terasa berat sekali hanya untuk sekedar membuka mata”

 

“Mereka semalam bertanding game, eonnie” sambar Hee Chan

 

“Hyuna? Bermain game?? Oh! Yang benar saja” Manager Jung menggeleng gelengkan kepalanya merasa tidak percaya. Hal yang sangat mustahil jika leader mereka itu bermain game.

 

“Dan hasilnya?”

 

“Tidak usah ditanyakan, tentu Yeon Hwa ‘sedikit’ lebih unggul darinya” jawab Hee Chan sambil menunjukkan jari telunjuk dan jempolnya yang membentuk seolah olah akan menyatu tapi tetap memberi sedikit ruang disana.

 

TING!

 

Pintu lift terbuka, Manager Jung yang ada di depan member langsung berseru dan tersenyum, lalu menundukan kepalanya sebagai tanda formalitas saat melihat beberapa artis SM yang muncul secara tidak sengaja disana.

 

“Selamat pagi” Sapa manager Jung dengan ramah, mereka keluar dari lift dan sempat bercakap cakap sebentar. Ada Amber, Jungmo, lalu ada si suara emas Taeyeon, ada Changmin, Suho, si dancing machine Taemin, ada juga dua gadis cantik dari SM Rookies Wendy dan Irene, serta yang terakhir ada Kyuhyun.

 

Hee Chan berusaha menahan tawanya mati matian saat sadar bahwa ada Taemin dan Kyuhyun disana. Dan melihat Hyuna dan Yeon Hwa yang masih terkantuk kantuk tidak menyadarinya. Mereka hanya megangguk sekilas lalu kembali menunduk. Hyuna sempat tersenyum, lalu kembali menyembunyikan wajahnya pada selendang hitam yang ia pakai di kepalanya. Yeon Hwa membetulkan letak kacamatanya. Hee Chan bahkan memegang lengan Ri Ra dengan kuat. Seakan akan tawanya bisa meledak kapan saja.

 

“Kalau begitu, kami pergi dulu” ucap Jungmo ramah lalu mereka kembali menaiki lift sesaat setelah menyambut salam pagi dari manager Jung, sebelum itu Suho sempat menitipkan sesuatu pada Hee Chan. Membuat gadis itu melupakan tawa tertahannya untuk sejenak.

 

“Apa ini?” tanya gadis itu

 

“Surat. Dari Baekhyun. Dia memintaku untuk menyampaikan padamu, dan kebetulan sekali kita bertemu disini” jawab Suho ramah.

 

Hee Chan sempat berfikir sejenak, lalu dia mengangguk. Mengambil surat itu dan menggumamkan kata terimakasih.

 

Kyuhyun dan Taemin tersisa disana, sedangkan yang lainnya sudah masuk ke lift. Sepertinya bermain main dengan gadis gadisnya bukan ide yang buruk. Dan saat Hee Chan sadar, gadis itu menahan tawanya lagi.

 

“Kyuhyun~ah, apakah Siwon sudah datang?”

 

“Aku belum melihatnya, memangnya kenapa noona?”

 

“Tidak, hanya saja kami membutuhkan Sungrin saat ini. mereka harus berlatih untuk Dream Concert nanti malam”

 

“Tunggu saja, mungkin sedang dalam perjalanan” Manager Jung mengangguk, lalu pamit meninggakan mereka untuk berjalan duluan ke salah satu ruangan yang ada disana, dia bilang ingin bertemu Jun Sik –salah satu staff- untuk mengurus sesuatu.

 

Sepeninggal Manager Jung, Hee Chan menyenggol  nyenggol lengan Hyuna dan Yeon Hwa agar mereka tersadar. Tapi perbuatannya itu malah membuat Hyuna berdecak kesal dan tak sadar berteriak. Membuat selendang yang dikenakannya untuk menutupi kepala jatuh ke pundaknya “Yah! Park Hee Chan!”

 

 “Wah, putri tidur sudah bangun?” Kyuhyun bersuara, Hyuna menegang. Dengan perlahan tapi pasti, gadis itu menolehkan kepalanya dan melemaskan bahunya saat mendapati Kyuhyun berada di depan mereka. Dan saat menyadari ada Taemin, Hyuna langsung mencubit kecil pinggang maknaenya itu dan membisikan sesuatu dengan nada putus asa “Bangun sekarang juga jika kau tidak ingin di permalukan sepertiku, ada Taemin disini” mendengar itu Yeon Hwa menegakkan kepalanya cepat. Berusaha membenahi tatanan rambutnya yang berantakan.

 

 

“Hi Kyu. Kau sudah lama disana?” Hyuna bertanya dengan raut cemas

 

“Yah, cukup untuk melihatmu bermalas malasan seperti tadi” Kyuhyun menyeringai

 

Aigooo.. gadis ini” Taemin mengacak pelan kepala Yeon Hwa membuat Yeon Hwa cemberut.

 

“Kita harus pergi, ada sesuatu yang harus diurus. Dan kau.. jangan menyusahkan yang lainnya. Kau leader, ingat?” Titah Kyuhyun yang disambut anggukan patuh oleh Hyuna.

 

“Gadis pintar” kata Kyuhyun lalu berlalu memencet tombol lift dan meunggunya terbuka. Tiba tiba, Hyuna berjalan cepat ke arahnya dan memeluk pria itu dari belakang. Tak memperdulikan mereka berada dimana “Semoga harimu menyenangkan, sayang” ucapnya dengan senyuman lebar, membuat perasaan Kyuhyun menghangat.

 

***

 

Hee Chan meluruskan kakinya dengan nafas yang masih terengah. Gadis itu mengambil air yang disodorkan Sungrin dan langsung meneguknya habis. Keringat membanjiri tubuhnya, mengalir hingga ke leher putih jenjangnya. Latihan kali ini cukup membuatnya dehidrasi.

 

Dia melihat Sungrin yang sedang meneguk airnya, kemudian tersenyum. Setelah dilihat lihat aura Sungrin semakin hari semakin terpancar, cantik. “Eonnie, kau semakin cantik! Apa ini hormon karena kau sudah menikah?” goda Hee Chan sembari terkikik geli. Sungrin mendengus “Terimakasih, tapi sepertinya ucapanmu benar” Sungrin tertawa. Jarang sekali gadis itu tertawa lepas seperti itu. Choi Siwon benar benar hebat.

 

“Jadi bagaimana?” Hyuna tiba tiba bergabung, menyenggol pelan lengan Sungrin dan menatapnya jahil.

 

“Apanya?”

 

“Malam pertamamu!”

 

Yah!”

 

Semua orang tertawa melihat Hyuna yang terus terusan mendapat caci maki, sumpah serapah dari Sungrin. Namun detik itu, Hee Chan mengingat sesuatu. Surat. Baekhyun menitipkan surat lewat Suho pagi ini.

 

Dengan bergegas, gadis berkuncir kuda itu melenggang mengambil sebuah amplop mungil dari dalam tasnya. Lalu membukanya.

 

“Temui aku besok malam di Two Some Cafe”

Sender : Your Lovely Baekhyunnie~

 

Hee Chan mengernyitkan dahinya heran. Tumben sekali Baekhyun mengiriminya surat hanya untuk mengajaknya bertemu. Tapi kemudian gadis itu tersenyum manis. Dia berfikir, mungkin Baekhyun ingin melakukan sesuatu yang berbeda kali ini.

 

***

 

Byun Baekhyun mematatut penampilannya di cermin malam ini. Sebuah kemeja putih tanpa jas melekat pas ditubuhnya. Lengan yang ia gulungkan hingga kesiku tampak elegant dengan perpaduan dasi berwarna hitam yang ia kenakan, terlihat sangat kontras. Penampilannya di lengkapi dengan celana panjang semata kaki dan sepatu pantofel yang membuat dirinya terlihat santai tapi terkesan berkelas.

 

Pria itu tersenyum puas dengan penampilannya, ia lalu berjalan ke meja yang ada di kamarnya. Membuka salah satu laci dari 3 laci yang ada disana dan mengambil sebuah bunga mawar merah yang telah ia siapkan. Malam ini, dia akan bertemu gadisnya. Berkencan.

 

Pria itu kemudian mengambil kunci mobil dan bergegas menuju basement. Mengemudikan mobilnya ke Two Some Cafe, tempat pertemuannya dengan Hee Chan.

 

Sepanjang perjalanan, pria bermarga Byun itu terus bersiul. Terkadang bersenandung lagu lagu cinta yang memabukkan. Sungguh pria muda yang tengah kasmaran.

 

Ia melirik sekilas jam tangan yang bertengger manis di lengannya, seketika pria itu tersentak saat sadar bahwa dia sudah telat lima belas menit dari waktu yang telah dia janjikan pada Hee Chan. Sial. Di saat seperti ini dia ingin semuanya berjalan mulus. Walaupun dia yakin Hee Chan pasti tidak akan marah dan merajuk seperti kebanyakan gadis gadis di dunia. Hee Chan-nya berbeda. Tak bisa disamakan oleh siapapun itu.

 

Ia mengambil ponselnya mencari nama Hee Chan di kontak, bermaksud menghubungi gadis itu bahwa dirinya akan datang sedikit agak telat dari waktu yang ditentukan.Baekhyun menemukannya! Belum sempat pria itu menekan tombol hijau untuk memanggil Hee Chan, ia dikejutkan dengan sesosok manusia yang tiba tiba berlari di depan mobilnya. Dan…

 

BRAAAAK !!

 

Kejadian naas itu terjadi. Benar benar terjadi.

 

***

 

Hee Chan duduk dengan gelisah. Gadis itu mengecek lagi jam di ponselnya. Sedikit berdecak lalu meminum kembali milkshake cokelat favoritnya. Ini sudah gelas kelima! Dan gadis itu sudah menunggu Baekhyun 3 jam!

 

Two Some Cafe sudah tampak sepi, Hee Chan hanya bisa menemukan dua orang pria yang tersisa dilantai satu tengah mengobrol santai. Namun tak lama dari itu kedua pria disana berdiri dan bergegas pergi. Hingga Two Some Cafe benar benar tak berpenghuni, selain dirinya dan beberapa pelayan tentunya.

 

Malam ini, dia tidak perlu memakai penyamarannya karena di lantai dua sepertinya memang sudah sengaja disediakan Baekhyun untuk mereka berdua. Hee Chan menatap sedih beberapa lilin yang membentuk lambang love di lantai berkayu itu.

 

“Maaf nona, cafe akan segera ditutup” seorang pelayan dengan sopan memberitahu Hee Chan. Dan dengan sedikit memaksakan senyumnya gadis itu mengangguk mengerti lalu berdiri dari duduknya, bermaksud untuk pergi dari sana. Hee Chan sempat melihat sorot kasihan dan simpatik di wajah si pelayan tadi. Terlihat menyedihkan kah dirinya? Gadis itu tersenyum miris, akhirnya dia terusir juga dari tempat yang bahkan sudah di booking untuknya. Benar benar menyedihkan!

 

“Kau benar benar tidak datang” lirih Hee Chan, lalu keluar dari cafe.

 

***

 

Baekhyun tertidur di sofa cream itu. Bau khas obat obatan yang ada diruangan itu pun tak mengusiknya. Dia hanya ingin tidur, itu saja. Pria itu terlampau lelah.

 

Tak lama matanya berkedip kedip karena merasa terganggu oleh silauan cahayan matahari pagi. Ia mendesah kecil, seingatnya ia baru saja merebahkan kepalanya di sandaran sofa itu 5 menit yang lalu. Tapi apa ini? Matahari sudah merangkak naik.

 

Setelah kesadarannya pulih, Baekhyun menatap sesosok tubuh mungil yang terbaring di atas ranjang rumah sakit Wusu itu. Seorang gadis. Gadis yang menjadi korban kelalaiannya semalam. Gadis itu.. Baekhyun tidak tahu namanya, asalnya atau apapun tentang keluarga yang bisa pria itu hubungi. Dan dengan rasa tanggung jawab yang besar, semalam suntuk Baekhyun menemaninya disini. Setelah sebelumnya mengurus masalah administrasi bersama seorang perawat.

 

Jinjja! Mimpi apa aku semalam” Baekhyun mengumpat kecil.

 

“Astaga! Hee Chan!” dan baru pria itu sadari, ia telah menolong seorang gadis tapi malah melupakan janji temunya bersama Hee Chan. Dengan terburu, Baekhyun mengambil ponselnya dari saku celana. Sial sekali, ponselnya mati. Seketika Baekhyun mulai panik.

 

“Berfikir Baekhyun, berfikir!” Pria itu berjalan mondar mandir di ruangan. Baekhyun bisa saja pergi meninggalkan rumah sakit tapi bagaimana dengan gadis ini? bagaimana jika nanti dia terbangun dan kebingungan dengan apa yang terjadi?

 

Baekhyun terus berjalan mondar mandir sembari memaksa otaknya untuk berfikir. Dan tanpa disadarinya, mata itu mulai mengerjap. Mata gadis itu perlahan terbuka. Ia dengan sadar dapat mencium aroma rumah sakit yang selama ini dibencinya. Tiba tiba gadis itu terduduk. Dia meringis sakit sesaat dan memegangi kepalanya yang kini terbalut perban.

 

“Ahh~” Baekhyun langsung menolehkan kepalanya, dan terkejut melihat gadis itu sudah terbangun.

 

“Kau sudah sadar?”

 

“Apa ada yang sakit? Bagaimana kondisimu sekarang?” Baekhyun terus menyampaikan pertanyaan khawatirnya pada gadis itu dan diluar dugaan, lawan bicaranya hanya terdiam dan menatap bingung kesekeliling seperti orang linglung.

 

“I-ini.. ini rumah sakit” suaranya terdengar, tercekat.

 

Baekhyun mengangguk “Ya. Semalam kau mengalami kecelakaan” ‘dan aku yang menabrakmu’ tambah Baekhyun dalam hati. Pria itu sepertinya tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya sekarang. Gadis di depannya itu terlihat tidak dalam kondisi baik baik saja.

 

“Aku mau pulang!” Baekhyun terperanjat, kenapa gadis itu tiba tiba berteriak.

 

“Aku mau pulang! Aku tidak mau di sini!! Biarkan aku pulang” Baekhyun kewalahan saat gadis itu meronta. Di mencoba melepaskan selang infusnya dan turun dari ranjang untuk berlari keluar.

 

“Hey! Tenangkan dirimu! Kau belum bisa pulang!”

 

“TIDAK! AKU MAU PULANG”

 

“Berhenti bergerak! Kau masih sakit!!” Baekhyun juga berteriak, dia terus menahan tubuh gadis itu yang meronta ronta di atas ranjang rumah sakit.

 

“SIALAN! LEPASKAN AKU! AKU TIDAK MAU BERADA DI TEMPAT TERKUTUK INI!!!!”

 

Baekhyun bertindak. Dengan masih mencoba menahan gadis di pelukannya itu dia memencet tombol kecil yang ada di atas ranjang. Tak lama, seorang dokter beserta dua orang perawat memasuki ruangan dengan tergesa.

 

Dokter itu menyuntikan sesuatu pada pasiennya yang sekarang tengah meronta hebat. Perlu beberapa saat hingga akhirnya jarum suntik itu menembus belahan daging di bagian pergelangan tangannya. Hingga kemudian, gadis itu mulai melemah.. tak lagi memberontak. Dan dia tertidur.

 

Baekhyun menghela nafasnya lega setelah itu. Dirinya tidak pernah menyangka akan menemukan kejadian seperti ini dalam eksistensi kehidupannya setelah menjadi superstar. Diam diam dia berfikir, bagaimana jika fansnya mengetahui ada seorang wanita yang meronta ronta dipelukannya tadi dan minta dilepaskan? Pria itu tiba tiba terkekeh kecil, padahal banyak gadis yang rela terjun ke pelukannya.

 

Dia lalu sadar keberadaan Dokter Song, seorang wanita muda yang menangani gadis itu dari tadi malam. “Dia baik baik saja kan, uisa?”

 

“Kau tenang saja. Gadis ini tidak apa apa. Mungkin dia hanya shock

 

“Lalu bagaimana kondisinya?”

 

“Sudah lebih baik. Tekanan darahnya sudah normal. Tapi aku sarankan, jika kau menyapanya nanti perkenalkan dirimu dengan lembut ya? Melihat reaksinya saat bangun tadi, aku jadi khawatir terjadi sesuatu padamu saat kau bilang bahwa kau menabraknya” Dokter song terkekeh sebentar.

 

“Ah~ baiklah” Baekhyun menggaruk kepalanya. Ia lalu membungkuk saat dokter Song berjalan keluar ruangan dengan dua perawat yang berbisik bisik. Baekhyun menatap dua perawat itu dengan bingung tapi tak lama ia menyadari sesuatu. Sialan! Kedua perawat itu pasti mengenali wajah Baekhyun!

 

***

 

“Hee Chan, kau tidak bersemangat sekali hari ini” Manager Jung masuk ke dalam room record lalu meletakkan tas tangannya di atas meja. Melihat Hee Chan yang hanya duduk di ruangan itu dengan pandangan kosong dan berapa kali menghela nafas.

 

“Aku tidak apa apa, eonnie” Hee Chan memaksakan sebuah senyum.

 

Manager Jung tampak tak percaya, tapi wanita itu lalu mengangguk mengerti dan berjalan meninggalkakn Hee Chan. Mungkin memang gadis itu butuh sendiri.

 

Sung Rin keluar dengan sebotol air mineral di tangannya. Bagian rap gadis itu sudah selesai direkam beberapa saat lalu. Kali ini, Black Roses tengah disibukkan dengan first mini album mereka yang bertajuk ‘Heaven

 

Gadis itu duduk disamping Hee Chan dan menatap Hee Chan dengan pandangan datarnya seperti biasa, khas Hwang Sung Rin. Ah~ mungkin sekarang namanya menjadi Choi Sungrin.

 

“Aku tahu sesuatu terjadi. Ceritakan padaku” Hee Chan buru buru menolehkan pandangannya ke arah Sungrin yang kini tengah duduk bersila di sampingnya.

 

“Tidak terjadi apa apa”

 

“Mau kupaksa kau untuk bercerita?”

 

Eonnie~” Hee Chan memelas

 

“Ayolah. Aku hanya ingin mendengar masalahmu. Mungkin aku bisa membantu. Lagipula dengan tidak mood nya perasaanmu saat ini bisa menganggu proses rekaman kita, tahu!”

 

Hee Chan menghela nafas “Aku tidak apa apa, hanya saja sedang kecewa dengan seseorang”

 

“Baekhyun”

 

Hee Chan menghela nafasnya “Geurae. Baekhyun

 

“Jadi apa yang dia lakukan?”

 

“Dia memintaku datang ke Two Some Cafe tadi malam. Tapi sampai cafe itu tutup, dia tak datang”

 

Jeongmal???” Sungrin lebih mendekatkan lagi tubuhnya.

 

“Menurutmu kenapa dia tidak datang?”

 

“Entahlah, mungkin ada urusan mendadak yang harus dia selesaikan. Aku hanya tidak mau berfikir yang aneh aneh tentangnya”

 

“Kau bisa berfikir seperti itu, tapi kau masih merasa kecewa padanya”

 

“Aku.. yaa.. aku” Hee Chan terbata, tidak tahu harus menjawab apa. Sungrin ada benarnya. Hee Chan merasa harus terus berfikir positive tentang Baekhyun. Tapi dia tetap merasa kecewa. Tapi tunggu, ini juga bukannya sesuatu hal yang wajar?

 

“Kau pantas kecewa, karena itu hal yang wajar” Sungrin berucap dan Hee Chan mengangguk. Tepat seperti apa yang difikirkannya.

 

“Temui dia dan tanyakan alasannya yang tidak datang menepati janji” kata Sungrin lalu berlalu dari hadapan Hee Chan. Sepeninggal Sungrin, Hee Chan terdiam dan berfikir. Apa harus dia menemukan Baekhyun? Tapi, jika mereka tidak bertemu semuanya akan tetap sama seperti ini. tidak ada jawaban atas ketidakhadiran Baekhyun tadi malam.

 

Gadis itu melirik ponselnya yang tergeletak di sampingnya, lalu kembali menghembuskan nafas. Bahkan dari semalam, Baekhyun belum menghubunginya.

 

***

 

Baekhyun mengerjap saat melihat gadis yang masih ia jaga itu mulai membuka kelopak matanya. Dengan sigap, pria itu berdiri dan mencondongkan badannya sedikit ke arah gadis itu demi melihatnya dengan jelas.

 

“Kau siapa?” Baekhyun tersenyum. Pria itu ingin menjawab tapi sebelumnya suara gadis itu terdengar lagi

 

“Ji Hoon~ah? Kim Ji Hoon” dan dengan sekali sentakan, gadis itu menarik Baekhyun dan memeluknya erat erat. Dia menangis sejadi jadinya di pelukan Baekhyun, sementara itu Baekhyun tampak bingung.

 

Setelah tangis gadis itu mulai mereda, Baekhyun mencoba mengajaknya bicara “Maaf nona, aku.. Baekhyun. Byun Baekhyun”

 

Sesaat kemudian, gadis itu melepaskan pelukannya dari Baekhyun dan menatap pria itu, tampak meneliti.

 

“Baekhyun? Siapa?” dia kembali bertanya saat yakin bahwa orang yang berada di depannya bukan Ji Hoon, seseorang yang ia serukan tadi namanya.

 

Baekhyun tampak kikuk dan ragu untuk menjawabnya. Tapi dengan keberanian yang terkumpul pria itu berdehem lalu berbicara “Semalam kau mengalami kecelakaan, ingat?”

 

Gadis itu tampak berfikir lalu kemudian mengangguk lemah “Maafkan aku, tapi.. orang yang menabrakmu itu adalah aku”

 

Gadis itu terdiam cukup lama, memandangi Baekhyun dengan tatapan matanya yang tajam tapi kemudian melembut “Ah~ jadi kau yang menabrakku”

 

“Aku benar benar minta maaf, aku menyesal”

 

Tanpa di duga gadis itu tersenyum “Gwenchana, setidaknya kau tidak melarikan diri. Kau cukup bertanggung jawab dengan membawaku kesini”

 

“Ah~ aku lega sekali. Ngomong ngomong, siapa namamu nona?”

 

“Aku Minji, lebih tepatnya Song Minji”

 

“Minji~ssi, bagaimana keadaanmu sekarang ? apa ada yang sakit?” Baekhyun tampak terlihat khawatir.

 

“Tidak, aku baik baik saja. Terimakasih karena sudah merawatku”

 

“Itu sudah seharusnya kulakukan. Tapi, apa aku bisa meminta nomor ponsel keluargamu? Agar aku bisa menghubungi mereka dan memberitahukan kabarmu”

 

Minji tiba tiba terdiam. Tatapan matanya berubah menjadi sayu. “Aku tidak punya keluarga”

 

“Ha?”

 

Jinjja?” Baekhyun tampak terkejut lalu kembali bertanya “Kalau begitu beri aku nomor ponsel kenalanmu, temanmu?”

 

“Tidak ada”

 

“Minji~ssi—“

 

“Bisakah kau berhenti?! Aku sendirian di dunia ini! kau masih tidak mengerti?” Minji berseru membuat Baekhyun terkejut. Gadis itu memalingkan wajahnya ke samping tanpa berminat lagi untuk menatap Baekhyun.

 

Baekhyun mendesah. Lebih baik untuk diam dan mengalah sekarang. Emosi gadis itu masih labil, mungkin karena memang dia sedang sakit.

 

Baekhyun  melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Pukul tujuh malam dan pria itu sudah berada di rumah sakit sejak kemarin malam. Tadi siang, managernya sempat datang karena mengkhawatirkan Baekhyun. Untungnya, semalam pria itu sempat menghubungi managernya dan menceritakan kecelakaan yang menimpanya. Sebelum akhirnya di pagi hari ponselnya mati karena kehabisan pasokan batrai.

 

“Minji~ssi, istirahatlah dengan baik. aku harus pergi sekarang. Kau tenang saja, aku tidak akan melarikan diri. Aku ada urusan, nanti setelah urusan ku selesai aku akan kembali lagi”

 

Baekhyun menunggu respon dari Minji, tapi gadis itu masih membungkam mulutnya dan enggan untuk menatapnya. Dengan segera, Baekhyun melengos pergi. Pria itu akan pulang.. ke dorm. Dia tahu, semua orang pasti menanti dengan cemas dan akan menagih seutas cerita darinya.

 

***

 

Jam 9 malam. Hee Chan melangkah dengan ragu di lorong itu. Menuju dorm EXO adalah pilihan terakhirnya saat tak menemukan Baekhyun berseliweran di gedung SM hari ini.

 

Dan gadis itu menunggu sesaat setelah memencet bel di depan dorm. Suho yang membuka pintu dan menyambutnya dengan senyum mengembang. Dengan sopan pria itu menyuruhnya masuk. Bukannya masuk, Hee Chan masih mematung di depan pintu.

 

“Sebelumnya, aku minta maaf karena datang kemari malam malam. Dan maaf jika aku terkesan kurang sopan datang ke dorm pria seperti ini. Aku hanya perlu bertemu dengan Baekhyun, karena aku tidak melihatnya seharian ini di gedung SM” Hee Chan menggigit bibirnya merasa tak enak.

 

Suho tersenyum “Aku tahu. Tak apa, masuklah”

 

Hee Chan melangkah masuk dengan canggung. Gadis itu adalah type orang yang susah untuk merasa nyaman dengan banyak pria disekitarnya. Padahal jika ditilik lagi, dia dan EXO merupakan artis dalam satu management yang sama. Semasa trainee pun sudah dihabiskan dengan berlatih bersama. Tapi Hee Chan tetap susah untuk me-rileks kan pikirannya jika sudah berada dakam kerumunan para pria.

 

Beberapa member EXO menyambut kedatangannya. Menyuruhnya duduk santai dan memberikannya berbagai macam makanan ringan yang memang ada di dalam dorm mereka. Membuat Hee Chan merasa sedikit lebih santai sekarang.

 

“Baekhyun sedang dikamarnya, akan kupanggilkan” kata Suho

 

“Eh.. itu, eum” Hee Chan tampak ragu untuk bersuara membuat Suho mengangkat alisnya heran “Bolehkah aku saja yang menemuinya langsung dikamarnya? Ada sesuatu yang harus kubicarakan berdua.. saja” Hee Chan tersenyum kikuk. Suho langsung mengangguk.

 

Hee Chan melangkah pelan ke arah kamar Baekhyun dan masuk setelah dia membuka pintu kamarnya. Kamar itu remang karena lampu utama sudah padam dan digantikan dengan sebuah lampu tidur berwarna kuning di sisi ranjang single bed milik Baekhyun.

 

Hee Chan menghela nafasnya, ternyata Baekhyun tertidur. Entah kenapa, matanya mulai memanas. Gadis itu marah. Ingin sekali rasanya berteriak saat ini. Ia merasa jengkel saat melihat Baekhyun yang tertidur nyaman di ranjangnya sementara dirinya sendiri susah untuk tidur. Hee Chan menghela nafasnya kasar, apa Baekhyun tidak memikirkannya? Bagaimana bisa pria itu tidur dengan nyaman setelah mangkir dari janjinya dan lebih parah lagi Baekhyun sama sekali tidak menghubungi Hee Chan. Satu pesan.. atau panggilan tidak datang pada gadis itu! Bagaimana.. bisa?

 

Hee Chan menggigit keras bibir bawahnya, tanpa ia sadar tangannya mengepal kuat di sisi sisi tubuhnya. Mencaci maki Baekhyun dalam diam. Dia gadis normal yang sama dengan gadis lainnya, memiliki perasaan yang harusnya patut dimengerti dari pasangannya. Tapi apa ini?

 

Dengan tergesa Hee Chan menarikan matanya di seluruh ruangan yang remang itu. Lalu ia mendapatkan apa yang dicari. Sebuah buku. Gadis itu merobeknya selembar, mengambil spidol berwarna hitam dan menuli sesuatu disana. Dia meninggalkan sebuah memo.

 

Hee Chan keluar setelah berhasil menghapus jejak jejak air matanya. Ia pamit pulang pada seluruh member yang sedang berkumpul. Beberapa di antara mereka mengernyit heran saat melihat bekas air mata yang masih tersisa dan menyadari sesuatu telah terjadi diantara keduanya. Dengan pengertian, mereka hanya memilih diam dan membiarkan Baekhyun-Hee Chan menyeselesaikan masalah tanpa ada gangguan.

 

“Sudah?” Suho bertanya

 

“Ya”

 

“Tinggalah sebentar lagi disini. Kai baru saja memesan beberapa fast food. Kau ingin bergabung?”

 

Hee Chan menggeleng lalu tersenyum “Terimakasih, tapi sepertinya aku harus kembali. Ini sudah malam dan Hyuna eonnie pasti khawatir”

 

“Aku antar?”

 

“Tidak usah. Aku hanya perlu naik lift untuk sampai ke dorm ku, oppa” Hee Chan terkekeh.

 

“Ck, terserah kau saja”

 

“Aku pergi!” Seru Hee Chan pada semua member.

 

***

 

Terlalu lelah menjadi Hee Chan. Itu yang difikirkan Hyuna saat melihat dongsaengnya  kembali termenung pagi ini di balkon dorm mereka. Hee Chan selalu seperti ini, susah untuk tegas pada orang lain termasuk pada kekasihnya sendiri. Imbasnya? Dia menjadi Hee Chan pendiam yang tak lagi menjadi penengah saat beberapa member beradu mulut.

 

Hyuna berjalan ke dapur, lebih memilih untuk membiarkan Hee Chan sendiri karena dengan kedatangannya pastilah membuat gadis itu terusik. Dalam hati Hyuna benar benar gemas melihat Hee Chan. Bagaimana bisa dia bersikap seperti itu? terlalu lemah!

 

“Kalau aku jadi dia, sudah pasti Baekhyun babak belur” dia mencibir sendiri sambil mengambil air putih dari dispenser di dapur. Ini masih jam setengah enam pagi dan udara di Seoul cukup dingin. Embun masih terlihat dan kini menemani Hee Chan yang termenung di balkon.

 

Ri Ra keluar sambil merentangkan tangannya di depan pintu, mencoba merenggangkan otot ototnya. Gadis itu melihat Hyuna di dapur dan menyapanya “Selamat pagi, leader!”

 

“Pagi. Oh ya Ri Ra, bisa masakan aku sesuatu. Aku lapar”

 

“Dengan senang hati” Ri Ra menggelung rambutnya ke atas, lalu mengambil beberapa bahan makanan dari dalam kulkas untuk membuat sarapan. Tidak hanya untuk Hyuna, tapi seluruh member.

 

Hee Chan masih termenung di balkon. Baju tidur kelincinya tampak kebesaran di badannya. Gadis itu menatap ponselnya lalu tersenyum miris. “Aku tidak yakin dia akan menghubungiku” dan gadis itu kembali menatap langit.

 

Sementara pagi ini Baekhyun yang masih setengah sadar sudah diseret ke dalam van oleh member EXO lainnya, membuat dia menggerutu tidak jelas.

 

Mwoyaa? Kenapa kalian menyulikku?!” tanyanya saat sudah dimobil. Pria itu masih mengenakan pakaian rumahnya. Celana santai sepanjang lutut dan kaos oblong berwarna putih.

 

“Manager menyuruh kita segera ke SM building. Jika harus menunggumu bangun dan bersiap diri, dia akan marah besar” kata Suho yang duduk di jok depan.

 

“Tapi aku bahkan tidak membawa dompetku, ponselku!”

 

“Kau masih memikirkan hal itu disaat genting seperti ini?”

 

“Apa?”

 

“Kau fikir apa yang akan di bicarakan oleh Manager? Tentu tentang kecelakaanmu itu”

 

Baekhyun berdecak “Kukira ini sudah clear

 

Clear? Kau bisa kena masalah jika gadis yang kau tabrak itu melapor ke polisi. Kau bahkan baru mendapat kartu izin mengemudimu dua hari yang lalu Byun Baekhyun!”

 

Baekhyun terdiam, dan pria itu kembali merebahkan kepalanya.

 

Hyuuuung!!” Baekhyun tiba tiba berteriak membuat Suho berdecak kesal

 

“Apa lagi?”

 

“Pinjami aku ponselmu! Aku harus menghubungi Hee Chan!”

 

Suho berdecak lalu memberikan ponselnya. Dengan gesit Baekhyun mencari nomor kontak Hee Chan di ponsel Suho. Baekhyun merasa sangat amat bersalah saat ini. Dia tidak datang ketempat janji temunya bersama Hee Chan, lalu tidak mengabari gadisnya itu karena batrai ponselnya habis. Lalu semalam, dia jatuh tertidur karena merasa sangat lelah. Bodoh sekali kau Baekhyun! Dia pasti marah! Maki Baekhyun dalam hati,

 

Baekhyun menunggu dengan sabar saat mendengar nada panggil ponsel Hee Chan sudah terdengar, lagu Black Roses. Baekhyun tanpa sadar menganggukan kepalanya sekilas.

 

Namun sial, gadis itu tidak menjawab panggilannya. Baekhyun mencoba dan mencoba lagi hingga beberapa kali. Sampai akhirnya mereka telah tiba di gedung SM. Suho meminta kembali ponselnya dan dengan agak kesal, Baekhyun memberikannya.

 

Aku akan menemuimu secepatnya Hee Chan~ah! Putus Baekhyun dalam hati. Ya, dia harus menemui Hee Chan, dan meminta maaf. Harus!

 

Advertisements

6 thoughts on “[Another Story of The Way To Your Heart] HyunChan Moment – Surrender (Part A)

Add yours

  1. sumpah, kesel banget sama baekhyun. cewek mana yg gak kecewa kalok di abaikan kayak gitu. apa susah nya sih hubungin hee chan sebentar -_-

  2. yahhh gadis yang ditabrak baekhyun pastinya bakal jadi masalah buat hubungan baekhyun dan hee chan
    dan waktu juga kondisi maain mempersulit komunikasi mereka berdua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: