Love Line (2/?)

20140718_115129-BlendCollage_副本

Author                  : tatadap

Title                       : Love Line

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading!

 

 

– New Family –

 

Sebuah bangunan tinggi yang di dominasi dengan kaca bening berdiri kokoh di tengah tengah jantung kota Seoul. Hujan deras yang saat ini tengah melanda sebagian permukaan bumi itu tidak membuat orang orang di dalam gedung itu merasa malas untuk beraktifitas. Mengerjakan tugas yang seharusnya mereka kerjakan. Tugas yang tentu saja harus mereka selesaikan jika tidak ingin mendapat masalah dari sang penguasa tertinggi di sana.

 

Di salah satu ruangan di gedung itu, terdapat seorang pria yang tengah menatap langit dalam diam. Kedua tangannya yang kekar ia masukkan ke dalam kantung celananya. Posisi ruang yang kebetulan berada di lantai yang paling atas memudahkan pria itu untuk melihat banyaknya kendaraan di bawah sana, yang terlihat seperti semut semut kecil dari jarak pandangnya.

 

Hujan. Pria itu tersenyum lembut di balik pandangan matanya yang sendu. Air bening yang kini membasahi jantung kota Seoul itu mengingatkannya pada sosok seorang gadis yang selama berbulan bulan ini menghantui pikirannya.

 

Suara pintu yang terbuka tidak membuat pria itu lantas berbalik. Lebih tepatnya, pria bertubuh jangkung itu masih betah dalam dunia khayalnya.

 

“Cho Kyuhyun” suara berat itu terdengar menyapu indra pendengarannya.

 

Kyuhyun tahu suara siapa itu, bahkan dirinya sangat mengenal siapa pemilik suara bass berat itu. Pria itu berrbalik dan menemukan sang ayah berdiri di sana.

 

Ne, appa” Pria paruh baya itu tersenyum lembut, lalu menuntun anaknya untuk duduk di sofa hitam yang ada di ruangan besar itu.

 

“Target penjualan kali ini meningkat. Para konsumen sangat puas dengan produk kita. Ah.. ini semua berkat kerja kerasmu. Appa sangat bangga memiliki putra sepertimu Kyuhyun~ah” Cho Seunghwan megembangkan senyumnya. Pria itu memukul mukul pelan pundak Kyuhyun yang ada di sampingnya. Sedangkan anak lelakinya itu hanya tersenyum tipis mendengar pujian ayah nya. Dia sudah terlalu kebal dengan segala pujian yang menurutnya terlalu berlebihan itu.

 

Ani. Ini berkat kerja keras kita semua appa. Aku tidak menjalankan proyek ini sendirian. Appa harus ingat, banyak sekali karyawan kita yang ikut andil dalam hal ini”

 

Arraseo. Appa juga ingat itu. Kau tak perlu khawatir” kata Cho Seunghwan. Pria itu masih tertawa kecil di dalam duduknya. Sedangkan

 

Kyuhyun masih tersenyum tipis, terkadang pria itu menundukkan kepalanya.

 

Appa” Cho Seunghwa mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun saat anaknya itu memanggilnya. Pria paruh baya itu mengernyitkan dahinya saat melihat raut keraguan di wajah Kyuhyun. Sepertinya, putra kebanggaan keluarga Cho itu ingin menyampaikan sesuatu, tapi terlihat bimbang.

 

“Ada apa? Ada yang ingin kau katakan?”

 

Kyuhyun jelas tampak ragu untuk mengatakan hal yang ingin ia sampaikan. Pria itu bingung harus memulainya dari mana. Sebuah penolakan keras yang akan keluar dari mulut ayah nya itu juga sangat ia khawatirkan.

 

“Begini, appa. Kau ingat saat aku pergi ke Nowon beberapa bulan yang lalu?” tanya Kyuhyun

 

“Ya. Lalu?”

 

“Disana, aku bertemu dengan seorang gadis. Namanya Park Hyuna. Dia gadis yang malang. Aku bertemu dengannya di pemakaman saat aku sedang berkunjung ke makam Kakek. Appa nya baru saja meninggal. Dan setelah aku tahu masa lalu nya yang ia ceritakan padaku, aku merasa sangat simpati” cerita Kyuhyun panjang lebar

 

“Lalu?”

 

“Begini appa. Bagaimana kalau…k-ka-lau dia kuajak tinggal bersama kita?”

 

Mata Tuan Cho membulat sempurnya. Sedangkan Kyuhyun sedikit mengigit bibir bawahnya setelah mengucapkan hal itu.

 

“Aaa.. appa. Aku hanya simpati padanya. Lagipula , aku berencana untuk memasukkannya di perusahaan ini. Walaupun dia tidak kuliah, tapi dia termasuk gadis yang pintar. Semua nilai pelajarannya bisa dibilang sangat bagus.. kepribadiannya juga baik. lalu—“

 

“Kau menyukainya?”

 

NE???!”

 

Cho Seunghwan tersenyum melihat tingkah putranya itu. Sudah bisa di tebak kalau Kyuhyun memang tertarik pada gadis yang sedang diceritakannya. Sedangkan Kyuhyun yang merasa tertangkap basah mencoba menyembunyikan raut wajahnya itu. Namun dirinya malah semakin terlihat salah tingkah.

 

“Bawa dia kesini” kata Cho Seunghwan tiba tiba

 

M-mwo?? Appa mengizinkan?” Kyuhyun berusaha mengontrol dirinya. Sesungguhnya, saat ini ia ingin melonjak girang dengan jawaban yan

diberikan ayahnya itu

 

“Ya. Dan kau harus membuktikan ucapanmu Cho Kyuhyun. Appa akan melihat kinerja nya sebagai karyawan disini. Dan.. persilahkan dia tinggal bersama keluarga kita. Aku akan mengangkatnya menjadi anak ku”

 

Kyuhyun melebarkan matanya lagi. Mengangkatnya menjadi anak dari appa nya? Berarti Hyuna akan menjadi adik angkatnya??

 

“Kau tenang saja Cho Kyuhyun. Jika kau memang menyukainya, appa tidak akan melarangmu. Lagipula, akan aneh jika kita membawanya tinggal bersama kita tanpa status yang jelas. Kalau menjadi anak ku, bukankah lebih baik?” jelas ayahnya seakan mengerti arti pandangan Kyuhyun

 

Kyuhyun tersenyum lalu mengahampiri appa nya dan memeluknya “Terimakasih banyak appa “ kata Kyuhyun, Sedangkan Seunghwan hanya membalasnya dengan anggukan ringan lengkap dengan senyum simpulnya. Sejujurnya, Kyuhyun juga tidak yakin dengan perasaanya, dengan apa yang dikatakan ayahnya bahwa kemungkinan dia menyukai Hyuna itu memang ada. Tapi untuk saat ini, dia merasa rasa simpati yang terlalu kuatlah yang membawanya berani untuk megambil langkah yang terbilang langka ini.

 

Cho Seunghwan memang bukan tipe orang tua yang hobi membuat anak anak nya tertekan. Pria itu menancapkan dalam dalam prinsip nya agar tidak menyakiti perasaan anak anaknya sekecil apa pun. Meskipun keluarga Cho adalah keluarga terpandang dan bisa dibilang keluarga chaebol, tapi Seunghwan tidak akan memaksa anak anaknya untuk bergaul atau menjalin hubungan dengan orang orang yang sederajat dengan mereka. Pria itu benar benar tak memandang status sosial. Ahra –kakak perempuan Kyuhyun- dan Kyuhyun benar benar di bebaskan untuk bergaul dengan siapa saja.

 

Menyadari anak lelaki satu satu nya itu sedang jatuh cinta -mungkin-, Seunghwan memberikan lampu hijau untuk Kyuhyun. Selama 25 tahun hidupnya baru kali ini dia merasa Kyuhyun sedikit tertarik dengan seorang wanita. Meskipun pada kenyataannya banyak sekali gadis gadis terpandang dan terhormat yang mengantri untuknya. Mereka yang rata rata juga anak dari pengusaha, artis, bahkan model sekalipun benar benar tidak bisa menarik perhatian Kyuhyun. Pria itu selalu bersikap sopan, namun tidak memberikan harapan.

 

-o0o-

 

Gadis itu berjalan dengan langkah santainya dari dapur demi membuka pintu rumahnya yang sedari tadi diketuk orang. Dengan ungakapan ringan seperti ‘iya, tunggu sebentar’ membuat sepersekian detiknya berlalu begitu cepat.

 

Hyuna membeku melihat makhluk yang kini berdiri di depanya. Dengan sedikit tatapan tidak percaya yang sangat terlihat jelas gadis itu mengerjap. Cho Kyuhyun. Pria itu berada tepat di depannya sekarang. Setelah berbulan bulan tak bertemu lagi dengan sosok itu.

 

“Aku kembali” Hyuna tersenyum. Ingin rasanya ia menangis karena perasaan harunya yang meluap begitu saja saat ini. Begitu senangnya dia hingga tatapan matanya terus memandang Kyuhyun. Berusaha meyakinkan dirinya bahwa pria itu memang berada di depannya sekarang.

 

Dia menepati janjinya.

 

Kyuhyun melangkah sekali lagi hingga di berada di perbatasan pintu dengan jarak yang dekat dengan Hyuna. Gadis itu tercekat, parfum ini kembali bisa dihirupnya. Aroma yang meneduhkan bak lavender therapy yang menejukkan jiwa. Diam diam, dia bersyukur pada Tuhan masih bisa merasakannya kembali.

 

Dengan perlahan dan hati hati, Kyuhyun mengambil lengan Hyuna dan menariknya masuk dalam dekapannya. Pria itu memeluknya hangat dan lembut. Memberikan kesan rasa sayangnya yang saat ini masih semu dan dia sendiri belum bisa mengartikan rasa sayangnya itu sebagai apa, berupa apa. Tapi satu yang dia tahu pasti, tidak akan pernah Cho Kyuhyun membuat gadis di hadapannya ini terluka. Tidak lagi, setelah perjalanan panjang hidupnya yang tragis.

 

-o0o-

 

“Tinggal denganmu?”

 

Kyuhyun mengangguk. Pria itu menanti jawaban Hyuna dengan cemas. Berbagai spekulasi beradu dalam argument di dalam otaknya. Apakah Hyuna menolaknya? Apakah dia tidak suka? Tapi kenapa? Bukankah dia akan menjalani hidup yang lebih baik jika ikut bersamanya? Dia bisa bekerja dan cari uang sendiri.

 

“Kau—tidak sedang bercanda denganku kan?”

 

“Aku bersumpah”

 

Hyuna termenung. Tinggal dengan Kyuhyun? Tawaran yang begitu menggiurkan untuknya. Itu memungkinkannya melihat Kyuhyun setiap hari. Pagi,siang, malam. Eh, tunggu. Kyuhyun adalah orang sibuk. Tidak mungkin dia bisa melihatnya setiap waktu.

 

Apa yang kaufikirkan Hyuna?! Rutuknya dalam hati. Gadis itu memikirkan keuntungan tinggal bersama Kyuhyun adalah dengan bisa melihatnya setiap saat! Bukannya tawaran menggiurkan seperti pekerjaan di perusahaan besar miliknya itu.

 

Ya Tuhan, Hyuna. Otakmu kemana sih?!

 

“Seperti yang aku katakan tadi. Kau akan tinggal bersamaku, dan keluargaku. Kau juga akan ku masukkan sebagai pegawai di kantorku. Kau—mau kan?”

 

“Kenapa?”

 

Kyuhyun mengernyitkan dahi, memandang gadis itu heran. “Apa?”

 

“Kenapa melakukan ini untukku? Aku bukan siapa siapa dihidupmu. Kita hanya dua anak manusia yang tidak sengaja di pertemukan dan saling mengenal. Cho Kyuhyun, aku masih bisa menghidupi diriku sendiri”

 

“Aku hanya ingin membantumu”

 

“Kyuhyun~ssi, aku tidak memerlukan belas kasihan dari seseorang. Kau lihat hidupku baik baik saja kan?”

 

Kyuhyun tersentak. Tidak tidak, pria itu tidak terima dengan tuduhan Hyuna. Dia melakukan ini bukan karena belas kasihan. Tapi karena sesuatu yang lain. Sesuatu yang ia sendiri.. tidak tahu apa itu.

 

“Jangan pernah berfikir, bahwa aku melakukan ini karena belas kasihan” suaranya sedikit meninggi. Seolah menegaskan bahwa Kyuhyun menolak mentah mentah tuduhan yang Hyuna berikan itu.

 

Gadis itu tersentak “Lalu apa?”

 

“Untuk saat ini bisakah kau hanya percaya padaku? Aku hanya ingin membantumu, Hyuna. Percayalah”

 

Hyuna terdiam. Sejujurnya, gadis itu yakin ada sesuatu di balik sikap Kyuhyun yang seperti itu padanya. Mereka bahkan hanya dua orang asing yang kebetulan bertemu dan berkenalan, tidak ada ikatan darah atau semacamnya. Tapi untuk saat ini, Hyuna tidak berani mengartikan apa itu. Hyuna sendiri susah untuk menerima tawaran macam ini. Bahkan mungkin, orang awam selain dirinya saja akan merasa aneh jika diajukan tawaran sperti ini. Hey, dia bukan gadis murahan yang akan dengan gampangnya meng’iya’kan ajakan seorang pria untuk tinggal bersama. Namun pada akhirnya, dengan berbagai pertimbangan yang berat dan mencoba untuk memahami kalimat Kyuhyun agar mempercayainya, gadis itu menghela nafas kemudian menatap Kyuhyun lekat dengan yakin “Baiklah, aku akan ikut denganmu”

 

-o0o-

 

Hyuna terbangun dari tidurnya. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya kedua bola matanya membuka sempurna. Tak ayal, gadis itu terpana melihat keadaan di sekitarnya yang kini sangat berbeda dengan pemandangan yang biasa ia lihat ketika matanya terbuka di pagi hari.

 

Ruangan bernuansa soft pink dengan desain sederhana yang tersusuh secara apik dan elegant. Berbalut tirai berwarna silver menyerupai perak yang tergantung menutupi jendela besar itu. Ada dua sofa cantik berbentuk bibir dan hati terletak ditengah ruangan yang di lapisi karpet beludru berwarna cokelat muda. Gadis itu mengalihkan kembali pandangannya pada tempat dimana dia duduk kini. Sebuah ranjang. Dilapisi seprai berwarna cream lengkap dengan selimut berbulu yang terlihat sangat lembut. Di belakangnya, terdapat beberapa macam bentuk bantal berwarna yang tersandar rapih di kepala ranjang yang terukir rumit itu.

 

Dia ada dimana?

 

Ah~ gadis itu memejamkan matanya ketika ia kembali teringat. Semalam, Kyuhyun langsung memboyongnya ke Seoul. Tempat dimana gadis itu di janjikan kehidupan yang lebih berwarna dan bisa merasakan kembali kebahagiaan yang selama ini selalu dirasakannya setengah setengah.

 

Hyuna tersenyum kecil saat mengingat debat mulutnya bersama Kyuhyun sesaat sebelum keberangkatan mereka. Pertama kalinya mereka seperti itu. Kyuhyun yang sudah mulai menunjukkan sikap pemaksanya dengan menyuruh Hyuna hari itu juga ikut dengannya. Dan Hyuna dengan sikap keras kepalanya berusaha menolak dan ingin menghabiskan waktu beberapa hari lagi disana, bagamaimanapun dia ingin mengingat kembali setiap jengkal kenangannya dengan sang ayah sebelum dia benar benar meninggalkan rumah itu untuk mencoba peruntungan yang lebih baik di ibukota.

 

Tapi, sebuah rapat penting dan tidak bisa ditinggalkan yang Kyuhyun katakan membuat gadis itu mau tak mau menurutinya. Hyuna kembali menggelengkan kepalanya merasa tak habis fikir dengan jalan pikirnya sendiri. Cho Kyuhyun yang akan menghadiri rapat, tapi kenapa juga berimbas padanya? Ah~ ini pasti hanya tipu daya pria itu saja, ya kan?

 

“Seharusnya, aku masih bisa menghabiskan beberapa hari lagi di sana” lirihnya

 

Gadis itu kemudian tersentak mengingat sesuatu.

 

“Aku berada dirumahnya?” gumamnya. Gadis itu menilik sekali lagi kamar dengan ukuran luas itu dan meyakinkan dirinya bahwa dia memang berada di rumah Cho Kyuhyun. “Bagaimana bisa aku di kamar ini?”

 

Hyuna kembali memutar ingatannya. Mereka berangkat malam dan gadis itu teringat bahwa dia tertidur selama perjalanan.

 

Mungkinkah dia yang menggendongku ke kamar ini? batinnya

 

Hyuna melihat satu ruangan lain di dalam kamarnya. Tak butuh waktu lama untuk sadar bahwa itu adalah sebuah kamar mandi. Dengan bergegas, gadis itu melangkah menghampiri.

 

Kesan pertama saat memasuki kamar mandi itu, Hyuna hanya bisa membentuk mulutnya dengan kalimat ‘WOW’ dan perlahan kakinya melangkah masuk.

 

“Kamar mandi ini lebih besar dari kamar tidurku di Nowon” gumamnya.

 

Disana benar benar mewah. Disudutnya bahkan terdapat taman kecil berbentuk persegi panjang dengan lavender ungu menjulang dan batu batu bulat halus bertebaran di bawahnya. Atapnya transparan, sehingga membuat cahaya matahari dapat masuk membawa vitamin paginya yang menyehatkan. Hyuna terbebelalak, bahkan ada jacuzzi disini!

 

Gadis itu memutuskan untuk berendam di dalam jacuzzi. Dia menikmatinya. Setelah membuat jacuzzi itu terisi penuh dengan air dan gumpalan busa, Hyuna masuk kedalamnya. Meresapi setiap kelembutan busa busa itu di kulitnya. Menghirup dalam aroma yang begitu menenangkan di hidungnya. Air hangat seakan memijat seluruh tubuhnya yang terasa pegal.

 

Matanya menyalang. Hyuna meyakinkan dirinya bahwa ini adalah keputusan yang sangat benar untuk dia ambil. Memejamkan mata kemudian menghembuskannya perlahan. Hidup baru nya yang mungkin akan lebih berwarna akan terjadi setelah ini. dia harus bisa menjalaninya.

 

Appa. Jangan khawatirkan aku. Aku yakin aku akan baik baik saja”

 

-o0o-

Hyuna melangkah dengan ragu keluar dari kamarnya. Dia kembali memperhatikan penampilannya. Yah, dengan koper yang tergeletak di dekat ranjangnya tadi dia berusaha mencari baju terbaiknya untuk dia kenakan. Dia merasa bodoh karena tindakannya yang sangat tidak sopan. Bisa bisanya dia langsung tertidur di kamar mewah itu tanpa menyapa pemilik rumah. Bahkan, dia tidak tahu siapa saja penghuni penghuni rumah ini.

 

Kembali matanya disuguhi pemandangan yang benar benar mewah di hadapannya. Lorong yang dia lewati terasa begitu berkelas dengan lapisan dinding mewah ber-wallpaper dan tatanan cahaya lampu hias krystal berderet diatasnya.

 

Gadis itu terus berjalan hingga melihat sebuah tangga menuju lantai bawah dan lantai atas. Dari situ, dia menebak bahwa rumah ini dibangun dengan bertingkat tingkat.

 

Dia memutuskan untuk turun. Akhirnya, setelah tak mendapati satu orang pun manusia selain dirinya sedari tadi dia bisa melihat beberapa pelayan yang sedang bersih bersih di lantai satu.

 

“Selamat pagi nona” Hyuna tersentak saat salah seorang diantara mereka menyapanya dan memberikan senyum. Gadis itu dengan kikuk menjawabnya dan membalas senyum itu dengan kikuk pula.

 

Dia melihat pintu bening yang menuju ke halaman samping rumah itu. menemukan seorang wanita terduduk dengan majalah ditangannya dan secangkir teh –mungkin- . Hyuna dapat mlihat kepulan asapnya.

 

Gadis itu mengernyit saat merasa pernah melihat sosok rupawan nan anggun itu. tapi dimana?

 

Ah! Dia ingat. Itu Ahra. Kakak perempuan Kyuhyun. Pernah melihatnya beberapa kali di layar televisi bersama Kyuhyun. Ya Tuhan, dari kejauhan saja wanita itu tampak seperti dewi. She’s goddes! Hyuna terus berteriak dalam hati, memuji kesempurnaan Ahra yang tanpa cela, menurutnya. Sama seperti Kyuhyun. Eh.. apa dia baru saja membayangkan Kyuhyun?

 

Tak terasa, kakinya melangkah perlahan hingga kini dia benar benar berada dekat dengan Cho Ahra “Annyeonghaseyo

 

Suara lembutnya menelisik telinga Ahra membuat wanita itu memalingkan wajahnya dan menatapnya. Tanpa di duga, wanita itu menunjukkan senyum ramahnya. Berdiri lalu memeluk Hyuna sekilas.

 

“Kau sudah bangun rupanya”

 

N-ne

 

“Duduklah, aku akan menyuruh pelayan membawakan sarapanmu. Tidak apa kan kau makan disini?”

 

“Ah, sebenarnya—tidak perlu repot repot”

 

Kembali wanita itu tersenyum “Tidak apa. Ada banyak hal yang ingin kubicarakan padamu”

 

Dan Hyuna merasa tidak mungkin bisa menolak Ahra saat wanita itu sudah mengintrupsikan salah satu pelayannya untuk mengambil makanan.

 

“Bagaimana Hyuna. Tidurmu nyenyak?”

 

Ne. Mengenai itu—aku minta maaf. Aku merasa tidak enak. Rasanya sebagai tamu, aku tidak sopan sekali karena seenaknya langsung terlelap tanpa menyapa pemilik rumah” Hyuna menunduk dalam

 

“Eish.. kau kan bukan tamu. Lagipula, aku tahu kau pasti lelah. Aku bahkan tidak tahu kau sudah sampai. Berarti kalian sampai malam sekali ya?”

 

“Kurasa, iya”

 

“Kau suka kamarnya? Aku sengaja mempersiapkan nya. Maaf jika kau tidak suka, aku tidak tahu apa warna favoritmu Hyuna” Ahra menatap Hyuna penuh penyesalan membuat gadis itu menggeleng tegas.

 

A-aniyo. Itu sudah lebih dari cukup. Aku sangat meyukainya”

 

“Begitukah? Aaah~ aku senang mendengarnya!”

 

“Ya Tuhan, aku tidak percaya aku memiliki adik perempuan sekarang” Ahra menatap Hyuna dengan seksama dan senyum cantiknya. Gadis itu menopang dagunya dengan kedua tangannya membuat Hyuna sedikit salah tingkah.

 

“Kyuhyun sudah memberitahumu kan? Perihal ayah kami yang akan mengangkat sah dirimu sebagai anak?”

 

Hyuna memandang Ahra sayu, kemudian mengangguk lemah “Ne. Tapi jika aku boleh jujur, aku benar benar merasa tidak enak dengan ini. Demi Tuhan aku tidak pernah bermaksud masuk ke dalam sebuah keluarga dengan tiba tiba dan seenaknya begini. A-aku tidak bermaksud untuk membuat keluarga ini merasa bahwa kedatangannku haya sebagai parasit. Aku minta maaf, benar benar minta maaf untuk itu. Dan jika memang ini keputusan bodoh yang aku ambil, aku akan pergi sekarang. Ini masih belum terlambat untuk aku pergi”

 

Yah~” Ahra memegang tangan Hyuna lembut.

 

“Kau bicara apa sih? Asal kau tahu Hyuna, saat Kyuhyun menceritakan perihal ini padaku, aku sangat bersemangat dan bahkan berlari memeluknya. Entah kenapa, aku merasa kau adalah gadis baik yang akan membawa energy positif hanya dengan mendengar ceritamu dari Kyuhyun. Ah, sebulan ini aku benar benar menanti kedatanganmu! Eomma juga sangat setuju dengan usul itu. Wuaah, kau jangan berfikir keluarga kami adalah kumpulan orang penggila kedudukan, kekuasaan dan kekayaan yang tidak berhati Hyuna. Chaaah~ mulai sekarang, aku tidak mau lagi mendengar kau berkata seperti itu. Kau bukan parasit atau apalah itu. Kau adikku, okay? Mulai Sekarang kau resmi masuk ke dalam keluarga kami. Tenang saja, karena margamu tidak akan diganti demi menghormati mendiang ayahmu. Kecuali—kau menikah dengan Kyuhyun”

 

Hyuna tersentak dan Ahra tertawa keras.. Ya Tuhan, Cho Ahra !
“Kau mengerti maksudku kan, Hyuna?” Kembali Ahra menatap Hyuna dengan lembut dan sorot kasih sayang itu terlihat jelas disana. Membuat hati Hyuna bergetar, seakan tak percaya bahwa dia memang menemukan ketulusan di balik setiap tutur kata yang terucap dari wanita di hdapannya ini.

 

Arraseo” Hyuna tersenyum malu membuat Ahra ikut tertular. Entahlan, perasaanya terasa sangat plong saat ini. mengetahui bahwa dia diterima dengan baik adalah satu dari kecemasannya yang terbuang dari sekian banyak perasaan mengganjal itu. Mendadak ia merasa yakin akan keputusannya dan dengan ini, dia bertekad tidak akan mengecawakan orang orang dermawan yang dengan baik hatinya mau mengurusnya. Hyuna sadar, kesempatan seperti ini tidaklah sering terjadi dan dia harus bersyukur karena dia yang mengalami semua ini. Tuhan memang menyayanginya, kan?

 

“Mulai sekarang, kau harus bisa memanggil ku eonnie. Memanggil orang tuaku Appa, Eomma. Memanggil Kyuhyun—oppa?”

 

“Haruskah?”

 

“Tentu saja!”

 

Arraseo, eo-nnie?”

 

Ahra tersenyum “Begitu lebih baik!”

 

Sarapan Hyuna datang. Disertai beberapa cemilan yang langsung disambut oleh Ahra. Mereka kembali berbincang bincang santai sembari menikmati sajian di hadapan mereka itu.

 
Ahra menghela nafas “Kau cantik Hyuna. Pantas Kyuhyun begitu semangat bercerita tentangmu. Tidak pernah kulihat dia merasakan ketertarikan terhadapan seorang gadis. Neo, jinjja yeppeoda!” Ahra berbicara dengan sangat gemas.

 

A-aniyo eonnie

 

Yah, sudah kuduga kau suka sekali merendah” Ahra terkikik “Oh ya, bagaimana dengan rumahmu di Nowon?”

 

“Aku menitipkannya pada bibi Nam disana. Bibi Nam adalah tetanggaku yang paling baik. Dia sudah seperti keluargaku”

 

“Kau tidak menjualnya? Atau menyewakannya?”

 

Hyuna menggeleng “Terlalu banyak kenanganku dengan Appa disana. Kuharap, aku masih terus bisa berkunjung setiap aku merindukannya. Boleh kan, eonnie?”

Yah~ tentu saja boleh. Apa aku boleh ikut?”

 

“Apa aku bisa melarangmu?”

 

“Tentu saja tidak!” dan keduanya tertawa bersama.

 

Eonnie, apa hanya kau yang ada dirumah”

 

Ahra mengangguk “ Aku sengaja tidak ke kantor hari ini, karena akan menyambutmu. Kufikir, kau akan bingung jika saat bangun tidak ada orang rumah. Kyuhyun ada rapat penting hari ini” Ah~ ternyata soal rapat itu.. dia tidak membual. Batin Hyuna.

 

Appa dan eomma sedang pergi ke rumah paman. Nanti malam, mereka akan pulang. Kyuhyun juga akan pulang. Waah! Kita akan berkumpul bersama”

Hyuna mengangguk mengerti lalu tersenyum. Ya Tuhan, malam ini dia akan menghabiskan waktu bersama keluarga barunya. Appa, Eomma, Eonnie dan—Kyuhyun? Kyuhyun.. kenapa rasanya tidak sabar menantikan malam ini untuk kembali bisa melihat nya?

 

Hyuna menggelengkan kepalanya, apa lagi yang kau fikirkan Park Hyuna?!

 

-o0o-

 
A-appa?”

 

Cho Seunghwan tersenyum lembut menatap putri barunya itu. dengan susah payah Hyuna melafalkan nama tersebut sebagai panggilan yang kini diharuskan. Gadis itu beralih menatap ke arah seorang wanita paru baya di samping Seunghwan, Kim Hana.

 

Eom-ma?” Hyuna tak pelik seperti seorang anak yang sedang belajar bicara.

 

“Hyuna~ya, itu terdengar kebih baik” Hana tersenyum. Lantas wanita itu izin untuk pergi ke dapur membantu Ahra dan beberapa pelayan yang sedang menyiapkan makan malam.

 

Kedua orang tua Kyuhyun –yang kini juga menjadi orang tuanya- pulang lebih cepat dari yang Ahra perkirakan. Awalnya Hyuna merasa gugupluar biasa, namun setelah mendapat pelukan hangat yang sangat menyambut baik kedatangannya dari wanita yang kini menjadi ibunya itu, dia merasa lega luar biasa.

 

Cho Seunghwan menatap lagi putri barunya itu. Merasa dirinya tidak salah langkah dengan mengambil Hyuna sebagai anaknya. Jangan salah, pria paruh baya itu tidak asal meng-iyakan permintaan Kyuhyun. Sebelumnya, Seunghwan sudah menyuruh orang untuk mencari tahu asal usul Hyuna. Dan beruntung, Seunghwan menemukan bahwa gadis itu memang gadis baik baik yang pintar dan hanya hidup dengan ayah nya seorang. Seunghwan juga tahu kejadian yang menimpa keluarga Hyuna bertahun tahun silam saat gadis itu masih kecil. Jadi pria itu berharap, mulai sekarang Hyuna akan bisa menjalani hidup yang lebih baik. Dan bisa merasakan apa yang namanya bahagia itu, lebih dan lebih lagi.

 

Seunghwan sangat mengharapkan kebahagiaan untuk gadis itu. Karena menilik dari bagaimana kekeh nya sikap Kyuhyun untuk memperbolehkan seorang Hyuna tinggal dirumahnya, membuat Seunghwan yakin bahwa putranya itu menyayangi Hyuna. Otomatis kebahagia Hyuna adalah kebahagiaan Kyuhyun. Dan kebahagiaan Kyuhyun.. adalah tujuan utamanya sebagai seorang ayah. Bukankah dia berhak mendapatkan gelar sebagai ‘the best father ever’?

 

Seunghwan tahu betul perasaan Kyuhyun saat ini bagaimana. Jelas, putranya itu tertarik pada Hyuna. Dan mengangkat Hyuna sebagai anak yang sah dalam hukum adalah jalan satu satunya yang paling baik untuk membuat Kyuhyun terus berdekatan dengan Hyuna tanpa membuat gadis itu merasa tidak nyaman. Dengan begitu, Hyuna akan merasa lebih disayangi di keluarga ini tanpa rasa ke-tidaknyamanan nya itu bukan?

 

“Boleh aku bertanya sesuatu?” Hyuna bertanya, menyeruakkan suaranya yang sedari tadi terdiam.

 

“Silahkan, nak”

 

“Kenapa anda—”

 

Appa, sudah kubilang untuk memanggilku itu kan?”

Hyuna mengangguk ragu “Kenapa ap—pa mau dengan mudahnya mengangkatku sebagai anak? Bukankah itu tidak pantas?”

 

Seunghwa mengangkat alisnya

 

“Bu-bukan begitu.. jangan tersinggung dulu appa” Hyuna mengintrupsi, mengartikan bahwa reaksi Seunghwan adalah sebuah ketersinggungan “Maksudku, keluarga Cho adalah keluarga terpandang. Kalian juga sudah memiliki anak yang benar benar luar biasa, Cho Ahra dan Cho Kyuhyun. Bukankah itu sudah lebih dari cukup? Dengan mengangkatku, apakah tidak apa apa dimata para kenalan dan orang orang terpandang yang mengenal anda? Mereka bisa saja berbicara yang tidak tidak dan membuat image keluarga chaebol terkenal seperti kalian rusak kan? Mereka pasti menganggap, aku sama sekali tidak pantas jika berada disini. Ini bukan wilayahku. Maaf sekali lagi.. appa. Tapi seperti yang sudah kukatakan pada Ahra eonnie pula, jika sekarang belum terlalu terlambat untuk menyesali keputusanmu itu. Aku bisa pergi dari sini jika appa berubah pikiran”

 

Cho Seunghwan berdehem lalu tersenyum. Membenarkan posisi duduknya dan menatap Hyuna. Dia benar benar tidak salah dengan mengangkat Hyuna sebagai putrinya “Nak, apakah kau fikir dengan harta berlimpah seperti ini membuat kami lupa diri hingga bisa berbuat sejahat itu? Aku, istriku tidak pernah membeda bedakan status, tidak pernah mengurusi perkataan orang orang diluar sana. Bagi kami, melihat orang orang yang kami cintai bahagia membuat kami bahagia juga. Kyuhyun memintaku untuk mengijinkannya membawamu kemari dan tinggal bersama kami. Kufikir, anak itu menganggapmu berbeda. Kau berbeda,nak. Dan aku pun bisa melihat itu dari matamu. Kau istimewa entah untuk alasan apa”

 

Seunghwa melanjutkan “Dengan aku mengijinkan Kyuhyun membawa seorang gadis tinggal dirumah kami tanpa ikatan apa apa, itu malah yang akan menjadi pertanyaan orang. Tapi, jika aku mengangkatmu sebagai anak mereka jelas tidak akan berfikiran apa apa. Jadi mulai sekarang dan seterusnya, kau adalah bagian dari kami. Aku akan membiarkanmu memakai marga aslimu. Kami semua akan menyayangimu dirumah ini,nak. Untuk itu, kau juga harus bisa menyayangi kami sebagai keluargamu yang baru. Dan cintai kami seperti kau mencintai orang tua kandungmu. Dan berhentilah dengan istilah ‘keluarga kalian’ karena disini adalah keluargamu juga. Keluarga barumu”

 

Hyuna menggigit bibir bawahnya. Satu tetes air mata jatuh mengenak sungai di pipinya. Tak pernah dia bertemu dengan keluarga kaya raya yang sangat amat baik hati seperti orang di hadapannya ini. Dengan isakan kecil, gadis itu duduk bersimpuh di depan Seunghwa yang masih duduk di atas sofa. Hyuna memeluknya erat, sangat erat.

 

“Tentu! Tentu! Aku akan melakukannya. Aku akan menyayangi dan mencintai kalian seperti keluarga kandungku. Aku bersyukur pada Tuhan karena mendapatkan kalian dalam hidup ini”

 

Appa, gomawo

 

 

 

 

Advertisements

85 thoughts on “Love Line (2/?)

Add yours

  1. Huaaa keluarga kyuhyun baik semua yaa…
    Beruntung banget jadi hyuna serumah sama keluarga yang baik dan si tampan kyuhyun😝

  2. Wuahhh Tuan Cho Seunghwan the best father ever 🙂 keluarga Cho baik banget ya mereka keluarga chaebol tapi mereka tidak menutup mata hati, keluarga Cho mengutamakan kebahagiaan melebihi apapun

  3. Terharu bngt sm part ini.. Seneng ternyata keluarga Cho nerima Hyuna tanpa memandang status.. Tp disini kurang dpt sm Kyuhyun’a tp part ini tetep keren^v^

  4. baik banget keluarganya kyuhyun, tuan cho bener-bener the best father di ff ini.. Semoga sampe part akhir dia tetep jadi kepala keluarga yang baik dan bijak tentunya.. Dan ga nyangka semua dikeluarga cho baik-baik banget ke hyuna, beruntungnya dia

  5. aku suka sama sikap keluarga kyuhyun, ff ini beda sama yg lain…biasanya yg lain banyak unsur kesenjangan sosial atau bla bla tapi ini gak

    menarik, penasaran sama konflik mereka nanti

  6. Sumpahhhh beruntung banget hyuna bisa di jadi anggota keluarga cho. . Apalagi klau menjadi istri kyuhyun hahaha aku mauuu jadi hyuna 🙂 keren thor

    ps. Maaf thor aku langsung koment part 2, soal.n aku langsung baca part 2 nya haha aneh yaa 😀

  7. Wahh keluarga kyuhyun baik banget…jarang banget ada keluarga kaya gitu…moga hyuna bisa mendapatkan kebahagiaan dg keluarga baru nya😁

  8. Hallo reader baru disini hehe izin baca yaa hehe
    Comment dulu yaa
    Hyuna hidupnya malang bgt, udah dapat kabar kakek & neneknya meninggal di waktu yg hampir sama, terus kecelakaan pula sampai ibu & kakaknya gtau kemana, sekarang ayahnya meninggal
    Mudah2n dgn adanya kyuhyun sedikit banyak mengurangi beban hyuna yaa hehe

  9. Syukur kalau keluarga kyuhyun nerima hyuna yaa keluarga paling baik hehe
    Mudah2n hyuna dapat kebahagian baru dari keluarga kyuhyun

  10. Yahhh.. manis banget. keluarga harmonis yang menyenangkan. aku suka ama cho family ini. mereka gak sombong seperti kebanyakan orang kaya.
    entah kenapa aku merasa hyuna jadi cinderella. Aku juga pengen jadi cinderella. huhuhu..

    author hwaiting!! all do the best.

  11. Haiii, ada reader yg baru terdampar di blog ini. kece kece kece, keluarga cho baik banget asli. enak kali ya kalo langsung diangkat anak sama camer, jadi setiap hari bisa ketemu yg bikin seger mata sama hati hehehe

  12. aaaaaaaaa aku pengen nangis tpi kok puasa,,, ntar batal lagi puasanya… Hahaha
    Salah satu genre family yg aku suka,, wkwkw
    Para orang tua yg ramah tamah,, enggak yg galak,, wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: