Love Line (1/?)

20140718_115129-BlendCollage_副本

Author                  : tatadap

Title                       : Love Line

Main Cast             : -Cho Kyu Hyun –Park Hyuna

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : Chapter

Desclimer             : Story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading~

 

 

“Semua berjalan tidak sempurna. Kepedihan membelenggu hingga ketidaksempurnaan itu terus hadir dalam hidupku. Kehadiranmu adalah sebuah pintu emas bercahaya yang membawa satu persatu kesempurnaan itu datang menghampiriku kembali”

.

.

– Our First Meeting –

 

 

Hari ini tampak begitu berbeda dengan hari sebelumnya. Awan berwarna hitam ke abu abuan itu terlihat menghiasi langit yang tadinya cerah, menandakan bahwa kini di salah satu kota di Seoul yaitu Nowon tengah dilanda mendung.  Angin sore yang berhembus sepoi sepoi membuat beberapa anak rambut dari seorang gadis yang tengah terduduk di depan sebuah nisan itu menjadi sedikit berantakan. Tak lama, dirinya merasakan setetes air jatuh mengenai punggung tangannya. Membuat gadis itu mau tak mau menengadahkan kepalanya ke atas dan melihat langit yang kini mulai membawa turun berbutir butir cairan bening yang disebut hujan.

 

 

Gadis itu tersenyum miris di balik matanya yang terlihat sembab. Satu fakta ini lagi lagi membuat rasa sukanya terhadap hujan bertambah. Dia menyukai hujan, sangat suka. Hujan sudah ia anggap sebagai sahabatnya sendiri. Dan terbukti kan? Kini, ketika dirinya dalam kondisi yang tidak baik baik saja, hujan turun. Sahabatnya datang, seakan ikut merasakan kepedihan yang ia rasakan.

 

 

Tubuh ringkihnya semakin lama semakin terlibat basah karena ulahnya sendiri. Karena dirinya yang tidak juga beranjak satu centi pun dari tempatnya terduduk dan malah semakin menekukkan kakinya ke dalam dan meletakkan kepalanya di sana. Seakan akan memang tak ada niat untuk beranjak dari tempatnya semula.

 

 

Park Hyuna, nama gadis itu. Seorang gadis yang kini berada dibawah hujan, ditengah tengah banyaknya gundukan tanah yang didiami oleh banyak sekali raga manusia sebagai tempat peristirahatan terakhir. Seorang gadis yang harus menerima takdirnya dengan berlapang dada saat mengetahui bahwa  Appa  yang sangat ia cintai telah dipanggil oleh sang pencipta.

 

 

Tidak ada satu pun orang yang akan tahu bahwa sebenarnya gadis itu menangis. Menangis dalam kesendiriannya. Menangis dalam kesedihannya. Menangis dalam kepedihannya. Bahkan, jika memang gadis itu mau meraung raung dan menjerit histeris  sudah dipastikan suaranya akan tenggelam dengan suara hujan yang lebih dominan. Karena memang ia hanya sendiri disana dan akan selalu begitu. Tak pernah terpikirkan dalam benak Hyuna akan ada sesosok wanita yang memang selama ini ia idam idamkan hadir dalam hidupnya datang dan mengajaknya beranjak dari tempat itu, lalu memberikan sebuah wejangan sekedar untuk menenangkan hatinya.  Karena memang semua itu mustahil.

 

 

Hyuna menengadahkan kepalanya ke atas saat merasakan tumpahan air hujan itu tak lagi mengenai tubuhnya. Dan benar saja, gadis itu melihat sebuah payung hitam dengan kokohnya menampik semua butir butir bening yang selalu siap menerjang tubuh ringkihnya. Dengan mata yang terlihat seperti panda, dia masih bisa melihat sesosok tubuh tegap seorang pria yang tengah memegang payung itu. Pria itu tersenyum manis. Amat sangat manis. Hyuna sempat terpesona dan gadis itu sadar akan hal itu. Namun, kerja otaknya kembali normal dan dia tidak seharusnya seperti ini sekarang. Lebih tepatnya, ini bukan waktu yang tepat jika harus terpesona oleh seorang pria.

 

***

 

Bagaimana rasanya jika tiba tiba saja kehidupanmu berbalik menjadi 180 derajat dalam sekejap? Terkejut? Atau tidak siap? Tapi, memang segala sesuatunya harus kita jalani sesuai apa yang sudah ditentukan bukan? Mencoba untuk mengelak, percuma saja. Maka dari itu, selalu persiapkan dirimu untuk kemungkinan yang terburuk.

 

 

Hyuna. Gadis itu jelas mengalami peubahan yang sangat jauh dalam hidupnya. Biasanya, pagi pagi seperti ini dia akan berlari ke dapur untuk menyiapkan sarapan favorit ayahnya nya sebelum beliau berangkat menjalani aktifitas. Lalu akan mengomel jika melihat pakaian ayahnya yang tidak rapih. Dan akan selalu memberi nasehat pada ayahnya untuk tidak terlalu lelah dalam bekerja. Tak lupa, gadis itu akan memberi kecupan ringannya di dahi untuk orang tersayangnya itu.

 

 

Namun sekarang? Apa yang dia lakukan? Hanya duduk termenung di kursi depan rumahnya. Mentap lurus jalanan yang pagi ini sangat ramai. Tentu semua orang akan menjalani aktifitasnya. Dan hanya aktifitas seperti ini yang Hyuna lakukan selama kurang lebih seminggu semenjak kematian ayahnya nya itu.Terdiam. Merenung.

 

 

Matanya menyipit saat melihat sesosok pria turun dari sebuah mobil mewah berwarna hitam dan sudah bisa ia pastikan kalau pria itu akan berkunjung ke rumahnya –lagi- pagi ini. Dalam hati, gadis itu merasakan beribu ribu bunga beterbangan ketika mengetahui fakta pria itu masih mau berkunjung kerumahnya. Tapi jelas, dia tidak akan menunjukkan itu.

 

 

Bukan, bukan Hyuna secepat itu melupakan mendiang ayah nya hanya dengan kehadiran sesosok pria yang tiba tiba mulai masuk ke dalam hidupnya seperti sekarang. Namun, Hyuna benar benar sangsi bahwa ia merasakan nuansa berbeda saat pertemuan pertama mereka di pemakaman minggu lalu. Seakan kesedihannya berkurang saat melihat mata teduh milik pria itu, walaupun tidak hilang semua. Tapi setidaknya ini lebih baik.

 

 

“Selamat pagi nona Park?”  Pria itu mulai menyapa Hyuna dengan sebuah senyum yang mampu membuat gadis itu susah bernafas lagi untuk yang kesekian kalinya. Namun seperti biasa, dia sama sekali tidak menggubris perkataan  pria itu. Hanya menampilkan wajah dinginnya dan tampang yang sama sekali tidak bersahabat.

 

 

“Bagaimana pagimu hari ini? Menyenangkan?” dan seperti biasa. Pria itu benar benar tidak perduli dengan sikap dingin yang ditujukan padanya. Dia yakin,  Hyuna adalah sosok yang ceria sebelum ini. Namun kini, hatinya membeku dan pria itu tahu ini adalah salah satu imbas dari kematian ayah nya. Dan entah untuk alasan apa, pria itu ingin sekali menjadi sebuah bara api yang dapat mencairkan es yang terbentuk di dalam hati Hyuna dengan semangat  berkobar.

 

 

Hmm, jika dihitung hitung. Ini sudah kunjungan ku yang ketujuh dirumahmu? Benarkan nona Park?” pria itu mulai mengajaknya bicara lagi

 

 

Memang benar, ini sudah hari ketujuh sejak pertemuan mereka di pemakaman minggu lalu. Pria itu, pria yang memberikan perlindungan dengan perantara sebuah payung pada Hyuna saat tidak sengaja menemukan gadis malang itu tengah meringkuk di bawah derasnya hujan. Tidak etis rasanya jika dirinya yang memang seorang pria hanya tinggal diam sedangkan apa yang dilihatnya waktu itu cukup memprihatinkan.

 

 

“Apa kau sudah sarapan?” tanyanya lagi yang hanya disambut gelengan oleh Hyuna

 

 

Eiiy.. kau tahu bukan bahwa tubuhmu semakin hari semakin kurus. Tapi kau tetap saja bandel dan tidak menuruti ucapanku tempo hari” cercanya

 

 

“Bagaimana kalau aku memasakkanmu sesuatu?” Seketika Hyuna menoleh ke arah pria itu dan sedikit terkejut dengan tawarannya. Namun yang ia dapat hanya senyum polos yang terpampang  jelas disana.

 

 

Kajja!” tanpa pikir panjang, pria itu lantas menarik tangan Hyuna ke dalam rumah gadis itu sendiri. Dan anehnya, Hyuna sama sekali tidak menolak. Nalurinya mengatakan bahwa ini bukan sesuatu hal yang patut untuk disalahkan, atau bahakan ditolak.

 

 

Hyuna menunggu dengan sabar di meja makan sambil menatap lurus ke arah dapur. Melihat bagaimana pria itu membuat sepiring sarapan untuknya. Namun apa yang dilihatnya benar benar membuat gadis itu tak dapat menyembunyikan senyumnya. Lihatlah, pria itu terlihat repot dengan segala hal yang dipegangnya. Dia terlihat kewalahan saat telur mata sapi yang sudah berada di atas wajan panas itu meletup letup. Pria itu juga terlihat mondar mandir melihat roti pangangnya yang Hyuna yakin warnanya sudah berubah menjadi hitam karena gosong.

 

 

“AAAA!” Hyuna terlonjak saat melihat pria itu menjerit lalu dengan cepat menghisap jari telunjuknya yang terkena wajan panas. Ingin rasanya dia melangkah menghampiri pria itu sekedar untuk bertanya bagaimana keadaannya. Tapi sesuatu dalam hatinya lagi lagi menghalanginya untuk bergerak.

 

 

Tak lama setelah itu, sepiring telur mata sapi yang sangat berantakan beserta roti panggang yang berwujud sama persis dengan dugaan Hyuna mendarat di depannya, lengkap dengan segelas susu putih yang dibuat di dalam cangkir bermotif polkadot.  Ia menatap wajah pria yang kini duduk di hadapannya itu dengan wajah datar. Namun dalam hati, dia benar benar tersentuh dengan semua ini.

 

 

“Aku tahu makanan ini tidak layak. Jadis sepertinya tidak usah dimakan saja” kata pria itu tedengar sedih, membuat Hyuna tertegun

 

 

“Aku belikan makanan diluar, bagaimana?”tawarnya. namun lagi lagi Hyuna hanya terdiam

 

 

“Kau tahu, sebenarnya aku tidak keberatan sama sekali jika kau tidak menjawab atau merespon ucapanku. Tapi justru ini yang  jadi kendala. Bagaimana aku bisa tahu apa jawabanmu. Ya atau tidak? Benar atau salah?” kata pria itu frustasi

 

 

Pria itu berdiri, lalu mengambil makanan buatannya yang gagal dan hendak beranjak ke dapur sebelum akhirnya Hyuna berhasil memegang lengannya. Pria itu sedikit terkejut, namun ia bisa mengontrol ekspresinya.

 

 

“Ani. Aku ingin makan ini saja” kata Hyuna.

 

 

Sebuah senyuman lebar terpatri di bibir pria itu tatkala dirinya mendengar Hyuna membuka suaranya. Ini adalah kali kedua pria itu mendengar suara Hyuna setelah sebelumnya ia mendengar itu waktu mereka berkenalan. Tidak tidak, lebih tepatnya pria itu yang menanyakan nama Hyuna duluan. Tapi, enam kalimat sederhana yang keluar dari bibir Hyuna barusan membuat pria itu merasakan energi positif yang kembali mengaliri tubuhnya.

 

 

“Tapi ini pasti tidak enak” kata pria itu. Namun lagi dan lagi. Dia mendapati Hyuna hanya menatapnya datar. Tapi kali ini ia berhasil membuat suasana hati Hyuna sedikit membaik, sepertinya. Dan sebelum mood baik gadis itu menghilang, pria itu buru buru meletakkan kembali makanan itu di depan Hyuna.

 

 

“Ini. Makanlah “ katanya. Hyuna tak menyahut. Namun gadis itu mulai menyuapi makanan itu ke dalam mulutnya sedikit demi sedikit. Dan pada akhirnya, makanan itu tak tersisa lagi di atas piring. Membuat pria itu kembali mengembangkan senyumnya.

 

 

Gomawo

 

 

Heum?” pria itu sedikit terlonjak saat Hyuna mengucapkan terimakasih. Pasalnya, dirinya masih asik menopang dagu dengan kedua tangannya dan menatap bagaimana cara Hyuna memakan makanan yang dibuat olehnya pagi ini.

 

 

Gomawo.. Kyuhyun~ssi

 

***

 

Hyuna melambai ringan pada sesosok pria yang sudah berdiri di depan gerbang rumah minimalisnya ketika ia keluar dari pintu utama rumahnya. Gadis itu tersenyum lembut sembari mulai melangkah mendekati Kyuhyun yang sudah menunggunya dengan pakaian casual yang membuatnya sangat tampan hari itu.

 

 

“Whoooo… apa kau berdandan pagi ini Hyuna~ssi? Penampilanmu hari ini sungguh berbeda. Cantik” kata Kyuhyun yang sukses membuat Hyuna menunduk malu, menyembunyika wajahnya yang memerah.

 

 

Kyuhyun sadar akan hal itu. Pria bertubuh jakung itu lantas terkekeh geli.

 

 

“Sudah siap, nona Park?” tanya Kyuhyun yang dijawab anggukan mantap oleh Hyuna

 

 

Mereka berdua berjalan keluar dari pelataran rumah Hyuna menuju sebuah mobil Audi R8 berwarna hitam yang terparkir di depan rumahnya. Setelah masuk, mobil itu berjalan. Menembus jalanan kota Nowon yang lumayan ramai. Maklum, ini minggu dan jelas saja banyak yang menghabiskan weekend mereka keluar rumah.

 

 

Ini tepat 3 minggu setelah pertemuan mereka. Sedikit demi sedikit, Hyuna sudah mulai terbuka pada Kyuhyun. Pada sosok Kyuhyun yang datang tiba tiba dalam kehidupannya. Pada sosok Kyuhyun yang Hyuna yakini adalah orang yang sengaja dikirm Tuhan untuknya selepas kepergian ayahnya. Entah benar atau salah, namun gadis itu benar benar meyakininya.

 

 

Hyuna menatap kesamping dan mendapati Kyuhyun bersenandung kecil ditengah perjalanan mereka. Membuat gadis itu menarik kedua sudut bibirnya ke atas dan membentuk sebuah senyuman yang manis. Teringat lagi olehnya bagaimana pertemuan mereka tiga minggu yang lalu. Dan terkadang, dirinya merasa beruntung bisa kenal dan sedekat ini dengan Kyuhyun. Hey, bukan Hyuna tidak tahu Kyuhyun itu siapa. Dia jelas tahu.

 

 

Cho Kyuhyun, seorang direktur utama K&H Enterprise. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi nomor dua terbesar di dunia berdasarkan pendapatan dan sejauh ini perusahaan yang terdaftar sebagai perusahaan terbesar di Korea Selatan. Sejauh yang Hyuna tahu dari dunia Internet, perusahaan ini memiliki dampak signifikan pada ekonomi Korea, diperkirakan sekitar 1/5 dari GDP negara. K&H Enterprise juga memiliki 80 anak perusahaan yang tersebar hampir di seluruh Asia. Perusahaan ini adalah satu dari sepuluh perusahaan di Korea Selatan yang sahamnya naik dari dua belas bulan lalu hingga mencapai kenaikan 27,2 persen.

 

 

Wajah Kyuhyun yang terlalu sering tampil di layar televisi membuat gadis itu benar benar bisa mengenalinya saat pertama kali mereka bertemu. Dan yang ia pertanyakan kini adalah, bagaimana bisa saat itu dia bertemu dengan Kyuhyun? Atau, bagaimana bisa pria bertubuh jakung itu selalu singgah dirumahnya beberapa minggu ini? Dan yang terakhir, bagaimana bisa sekarang dia semobil dengan seorang Cho Kyuhyun?! Perlu diingat! Cho Kyuhyun! Seorang pria dengan jumlah kekayaan yang tidak akan habis bahkan untuk tiga belas keturunan sekalipun. Seorang pria yang memiliki otak cerdas dan sudah meraih gelar S3 nya diusia 25 tahun. Seorang pria dengan wajah diatas rata rata yang memiliki tinggi badan sekitar 180 cm, tubuhnya yang tegap, hidungnya yang mancung, matanya yang teduh, garis rahangnya yang kokoh dan kulitnya yang putih bersih. Dan sudah pasti, pria bermarga Cho ini selalu digandrungi oleh gadis gadis seantero Korea Selatan! Mengingat statusnya yang masih single, tentu banyak gadis yang rela menjadi salah satu pendaftar untuk sekedar bisa dekat dengannya.

 

 

“Hyuna~ssi? Kau kenapa? AC nya terlalu dingin?” suara Kyuhyun terdengar mengintrupsi saat sadar perubahan mimik yang ditampilkan Hyuna saat gadis itu tenggelam dengan dunianya sendiri. Dunia yang kini dipenuhi dengan berbagai pertanyaan yang mengantri untuk dijawab. Hanya seputar Cho Kyuhyun, Cho Kyuhyun, dan Cho Kyuhyun seorang.

 

 

“Tidak. Aku baik baik saja”

 

 

Mobil itu berhenti disebuah pantai yang terletak agak jauh dari rumah Hyuna. Kira kira mereka menghabiskan waktu diperjalanan sekita dua jam. Pantai yang indah. Setidaknya itu kesan Hyuna untuk yang pertama kali.

 

 

Hyuna turun dari mobil mewah itu. Mengikuti Kyuhyun yang sudah terlebih dulu menginjakkan kakinya di pasir berwarna cream yang selalu menjadi ciri khas sebuah pantai. Angin pantai yang begitu kencang membuat rambut dan juga dress putih santainya bertiup kesana kemari. Dan sesekali, Hyuna menyelipkan sebagian rambutnya yang menghalangi pengelihatannya untuk berjalan.

 

 

Gadis itu melihat Kyuhyun merentangkan tangannya bebas di udara. Menghadap lurus ke arah pantai dengan mata terpejam dan sunggingan kecil di bibir tebalnya. Kondisi pantai yang hanya diisi dengan mereka berdua pun tampak begitu mempermudah Hyuna melihat bagaimana bebasnya Kyuhyun saat ini. Gadis itu seperti melihat seekor merpati yang bisa dengan bebas mengepakkan sayapnya kesana kemari setelah sebelumnya harus dikurung disebuah sangkar yang menyiksa.

 

 

Tanpa dikomando, bibir plumnya membentuk sebuah senyuman yang sangat tulus ketika melihat Kyuhyun yang begitu bebas sekarang. Benar benar bebas. Ekspresi pria itu sangat berbeda saat Hyuna melihatnya di televisi.

 

 

Gadis itu berjalan mendekati Kyuhyun yang kini duduk dengan meluruskan kakinya di hamparan pasir pantai sore itu. Dia duduk disebelah Kyuhyun dan ikut melihat sunset yang sedang terjadi di depan mereka.

 

 

“Indah bukan?” tanya Kyuhyun memecah suara ombak yang hanya mengiringi mereka berdua sejak tadi

 

 

Hyuna menoleh ke samping. Melihat Kyuhyun yang bertanya walau arah pandangnya masih betah melihat ke arah sunset.

 

 

“Iya. Ini sangat indah” jawab Hyuna pada akhirnya. Gadis itu kembali membenarkan posisinya melihat lurus kedepan.

 

 

“Hari ini benar benar hari yang sangat menyenangkan untukku. Bisa bersikap normal, merasakan sejuknya udara dengan baik, dan bahkan melihat sunset. Terakhir kali aku seperti ini kira kira ___ 10 tahun yang lalu” Kyuhyun mulai bercerita. Dan sepertinya, Hyuna tertarik dengan topik ini. Terlihat dengan caranya yang mulai menatap Kyuhyun lagi dengan pandangan yang sangat antusias.

 

 

“Aku terlahir dengan segala kesempurnaan yang ada. Orang tuaku kaya, dan kebutuhanku selalu tercukupi sejak aku kecil. Mereka juga sangat menyayangiku. Mereka bukan tipe orang tua yang rela membiarkan anaknya haus akan kasih sayang hanya untuk bekerja. Aku juga punya seorang kakak perempuan yang begitu menyayangiku. Dan terakhir.. aku tampan”

 

 

Hyuna terkekeh geli mendengar pernyataan Kyuhyun yang terakhir. Membuat gadis itu spontan memukul kecil lengan Kyuhyun yang dipakai pria itu untuk menopang berat tubuhnya. Kyuhyun ikut tertawa kecil karena itu. Pria itu menatap Hyuna dengan tatapan yang seolah olah bertanya ‘memangnya ada yang salah?’

 

 

“Aku tahu seharus nya aku bersyukur dengan semua ini. Tapi, entah kenapa selalu ada yang mengganjal di hati kecilku. Aku mensyukuri kehidupanku, sangat. Namun disaat aku menghadapi kehidupan yang kujalani kini, aku merasa tidak bebas. Harus menjadi orang lain di depan kamera saat ada wawancara atau sejenisnya. Berkutat dengan komputer dan berkas berkas menumpuk yang entah kapan akan habis. Dan menghadapi banyak wajah dengan tipu muslihat mereka. Penjilat dengan taktik taktik kotornya. ” Lanjut Kyuhyun

 

 

Hyuna melihat seukir senyum miris tertera di wajah tampannya. Membuat gadis itu merasakan suatu gejolak yang negatif tiba tiba datang menyerpa dirinya saat melihat senyum itu.

 

 

“Aku tahu Kyuhyun~ssi. Terkadang, terkurung dalam sangakar yang bahkan terbuat dari emas sekalipun benar benar membuat sang merpati tertekan. Bukan sebaliknya”

 

 

Kyuhyun menoleh kearah arah Hyuna yang dengan santainya berucap. Namun dibalik itu semua, tersirat suatu makna yang Kyuhyun yakini  adalah untuknya.

 

 

“Merpati yang malang. Tapi, kemalangan itu akan terhenti jika sang merpati tidak pernah lelah mencoba untuk merusak sangkar emas yang mengurungnya agar ia dapat terbang bebas sejauh yang ia inginkan. Menjalani hidup kedua nya yang akan lebih baik dari sebelumnya.” Hyuna memberikan senyum di kalimat terakhirnya. Senyum yang tiba tiba saja membius Kyuhyun untuk sepersekian detik dalam keheningan yang tercipta. Senyum yang Kyuhyun yakini akan muncul setelah tiga minggu gadis manis itu kehilangan ayahnya. Dan benar saja, senyum itu kini muncul dan membawa dampak tersendiri bagi hati seorang Cho Kyuhyun.

 

 

“Kalimat yang sederhana. Namun bisa menenangkan ku. Terimakasih”

 

 

“Bukan apa-apa”

 

 

Mereka berdua kembali larut dalam keheningan. Menikmati sapuan angin yang menerpa tubuh mereka dalam deruan ombak yang tetap setia terdengar.

 

 

“Ceritakan tentangmu” ucap Kyuhyun tiba tiba

 

 

“Apa?”

 

 

“Jika kau keberatan juga tak apa”

 

 

Kyuhyun menampakkan senyumnya membuat Hyuna berpikir dua kali untuk menceritakan kisah hidupnya atau tidak. Cho Kyuhyun merupakan pria yang baru dikenalnya selama tiga minggu ini. Dan haruskah dia menceritakan kehidupannya?

 

 

“Aku– ”

 

 

Kyuhyun dengan sigap menoleh ke arah Hyuna saat mendegar gadis itu bersuara. Menanti dengan hati was was dengan kalimat yang akan dikeluarkan Hyuna selanjutnya.

 

 

“Aku terlahir dari keluarga yang biasa biasa saja namun penuh dengan kehangatan dan kasih sayang. Kedua orang tuaku sangat menyayangiku dan juga Oppa ku. Mereka selalu menyempatkan waktu di sela sela kesibukan mereka untuk kami. Setiap weekend, kami sekeluarga  selalu pergi keluar dan menghabiskan hari libur itu sampai malam. Entah itu bermain di taman, piknik, pergi ke pantai, atau berkunjung ke rumah kakek dan nenek. Aku selalu mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepadaku. Setidaknya, sebelum semua kejadian naas itu terjadi”

 

 

Kyuhyun merasakan darahnya berdesir saat melihat tatapan mata Hyuna yang kini tampak terluka. Gadis itu seperti mencoba mengingat kembali masa masa sulit yang Kyuhyun sendiri belum tahu apa itu, setidaknya untuk sekarang ini.

 

 

“Sabtu, 07 Desember 1996 adalah ulang tahunku yang ke-7 –umur Korea-. Appa, Eomma, juga Oppa ku membuatkan aku sebuah pesta kecil kecilan dirumah. Kami sangat bahagia hari itu sampai tiba tiba eomma mendapat kabar bahwa Kakek jatuh di kamar mandi. Hari itu, Kakek langsung di bawa ke rumah sakit namun semuanya terlambat. Kakek telah dipanggil oleh Tuhan untuk menghadapnya. Dengan secepat kilat, kami semua bergegas pergi mengunjungi rumah mereka yang hanya menempuh waktu satu jam dengan kecepatan normal”

 

 

Hyuna menangis. Dan Kyuhyun tahu itu. Pria itu masih menahan dirinya untuk tidak menyentuh pipi Hyuna yang terus terusan basah karena air mata yang tiada hentinya mengalir

 

 

“Di tengah jalan, eomma lagi lagi mendapat kabar dan itu juga kabar buruk. Nenek terkena serangan jantung akibat tahu Kakek tidak selamat dan detik itu juga Nenek meninggal dunia. Eomma sangat histeris, dia meraung raung di mobil. Aku yang duduk di kursi belakang bahkan ikut menangis dengan kencang dan Oppa memelukku dengan erat. Appa menangis, aku tahu itu walaupun dia tidak menunjukkannya. Hujan lebat disertai petir sedang terjadi saat itu. Dengan semua kondisi yang benar benar tidak memungkinkan appa untuk menyentir membuat dirinya hilang kendali saat tiba tiba ada sebuah truck di depan kami”

 

 

 

Hyuna terisak. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kyuhyun yang sudah tidak betah melihat hal itu segera menarik gadis disampingnya itu kedalam pelukannya. Mengelus lembut punggung Hyuna mencoba memberikannya ketenangan dan mentransfer energinya untuk Hyuna.

 

 

“A-appa.. ap-pa membanting setir ke kanan hingga akhirnya. . ak- akhirnya..”

 

 

“Ssst..ssst..” Kyuhyun memeluk gadis itu lebih erat. Sedikit penyesalan hinggap di hatinya. Karena dia yang secara tidak langsung membuat Hyuna mengenang kembali masa masa sulit dalam hidupnya.

 

 

Hyuna merasa sedikit tenang. Gadis itu merasakan hawa positif merasuk ke tubuhnya. Membuatnya kini merasa lebih kuat dan tak serapuh sebelumnya.

 

 

Setelah tenang, gadis itu mulai bercerita lagi. Merasa belum puas jika tidak menceritakan kisahnya sampai habis.

 

 

Ap-pa membanting setir hingga mobil kami jatuh ke jurang. Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu karena yang aku tahu, aku sudah berada di rumah sakit saat aku membuka mata. Menurut cerita appa, eomma dan oppa ku menghilang dan sedang berusaha untuk dicari. Namun sampai saat ini, aku tidak pernah mendengar apa pun tentang kabar mereka”

 

 

“Dan sekarang, aku resmi sendiri di dunia ini.” Lanjutnya

 

 

Kyuhyun tercekat saat mendengar hal terakhir dari Hyuna. Tidak. Pria itu tidak rela jika Hyuna mengatakan dia sendiri di dunia ini. Masih ada dia, masih ada Kyuhyun disisinya.

 

 

“Tidak. Kau punya aku”

 

 

“Hmm?”

 

 

“Kau tidak sendiri, kau punya aku. Jadi, jangan pernah berfikir bahwa kau sendiri lagi di dunia ini.”

 

 

Hyuna mengerjap. Gadis itu tidak merasa ada yang salah dengan pendengarannya. Tapi yang barusan Kyuhyun katakan itu… apa benar?

 

 

“Besok pagi, aku.. akan kembali ke Seoul”

 

 

Hyuna sontak bangun dari posisinya yang masih dalam dekapan Kyuhyun. Gadis itu terduduk dengan menatap wajah Kyuhyun yang menunduk seakan berat untuk mengatakan hal itu dengan sorot mata penuh kebingungan, takut dan kecewa. Tak dipungkiri, dia juga merasa sedih.

 

 

“B-benarkah?” tanyanya. Gadis itu bahkan merasa suaranya tercekat

 

 

Kyuhyun tidak menjawab. Namun pria itu mengangguk lemah.

 

 

“Kau.. pasti tahu siapa aku bukan? Dan besok, sudah waktunya aku pulang untuk kembali masuk ke dalam sangkar emasku” kata Kyuhyun miris

 

***

 

 

Suara deru mesin mobil yang belum dimatikan itu masih terdengar di depan rumah Hyuna. Tak ada satu pun kata yang terucap dari Hyuna maupun Kyuhyun sejak percakapan terakhir mereka di pantai tadi. Perjalanan pulang yang cukup memakan waktu yang lama itu juga menyiksa Kyuhyun yang hanya bisa terdiam dan tidak tahu harus berkata apa. Parahnya, pria itu sungguh membenci suasana canggung seperti tadi.

 

 

Beruntung Hyuna tertidur setelahnya. Dan saat ini pun, gadis itu masih terlelap dalam istirahatnya yang tenang. Dia tidak tahu kalau mobil sudah berhenti tepat di depan rumahnya sejak setengah jam yang lalu karena tidak ada yang membangunkannya. Kyuhyun pun tidak berniat untuk membangunkan gadis itu. Yang ia lakukan kini hanya memandang intens wajah damai yang sedang tertidur disampingnya itu tanpa ada niatan membuatnya terbangun.

 

 

“Aku pasti akan merindukanmu” lirihnya.

 

 

Sesaat kemudian, segaris senyum tipis menghiasi permukaan wajahnya saat dia mengingat kembali bagaimana pertemuan mereka. Pemakaman?  Yang benar saja.

 

 

Hari itu, dia yang memang berada di Nowon kota kelahirannya, sengaja datang ke pemakaman tempat Kakeknya beristirahat. Saat ingin kembali ke mobil, Kyuhyun melihat seorang gadis malang yang meringkuk di bawah derasnya hujan. Tanpa komando, pria bermarga Cho itu segera melesat menuju tempat gadis itu dan memayunginya dari atas. Yah.. pertemuan tak terduga dengan seorang Park Hyuna.

 

 

Namun anehnya, sejak pertemuan pertama mereka, pria itu seakan tertarik oleh sosok Hyuna. Ada satu hal kecil di dalam dirinya yang mengintrupsikan untuk menjaga dan melindungi gadis bermarga Park itu. Aneh memang, apa ini yang disebut Love at The First Sight? Entahlah, dia juga tidak tahu.

 

 

“Aku akan kembali lagi. Aku janji” kata nya lagi

 

 

Kyuhyun sontak langsung membenarkan posisinya kembali memegang setir kemudi dan menatap lurus kedepan saat melihat Hyuna mulai membuka perlahan kelopak matanya. Pria itu terlihat salah tingkah dan berharap agar Hyuna tidak menyadarinya.

 

 

“Sudah sampai?” tanya Hyuna dengan suara serak khas orang yang baru bangun dari tidurnya

 

 

“Ya. Kau tidur sangat lelap. Aku tidak tega membangunkanmu”

 

 

“Sejak kapan kita sampai?”

 

 

“Baru saja” bohong Kyuhyun. Pria itu tidak ada niatan sama sekali untuk mengatakan bahwa mereka telah tiba sejak setengah jam yang lalu.

 

 

“Baiklah. Aku turun. Terimakasih untuk hari ini. Dan –”Hyuna menggantungkan kalimatnya. Membuat Kyuhyun mengernyit bingung

 

 

“Dan.. hati hati saat kau pulang ke Seoul. Selamat tinggal, Cho Kyuhyun~ssi

 

 

Hyuna bergegas turun usai mengucapkan kalimat terakhirnya. Kalimat yang benar benar tidak sanggup ia keluarkan dan membuat lidahnya kelu. Sedangkan Kyuhyun? Pria itu masih terpaku ditempatnya. Mencoba mencerna kembali ucapan Hyuna dan belum menyadari bahwa gadis itu telah turun dari mobilnya.

 

 

‘Tidak tidak! Dia tidak boleh mengucapkan selamat tinggal! Tidak!’ teriak Kyuhyun dalam hati.

 

 

Pria itu tersadar dari lamunannya saat melihat Hyuna yang berjalan memutar melewati depan mobilnya untuk kembali masuk ke dalam rumah. Dengan secepat kilat, pria itu bergegas turun dan menahan lengan Hyuna yang akan masuk ke rumahnya.

 

 

Hyuna terkejut. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan tatapan heran.

 

 

“Aku akan kembali. Aku janji. Jangan pernah ucapkan selamat tinggal padaku. Jangan sekalipun”

 

 

Hyuna menelan ludahnya dengan susah payah. Gadis itu melihat kilat kesungguhan di mata Kyuhyun yang teduh. Membuat dirinya secara spontan terhipnotis dan menganggukkan kepalanya demi menjawab pernyataan Kyuhyun.

 

 

Kyuhyun tersenyum. Pria itu perlahan lahan melepaskan tangan Hyuna yang ia genggam. Kemudian berbalik dan berjalan pergi. Namun baru dua langkah dia berjalan, Kyuhyun kembali berbalik dan dengan cepat mendaratkan sebuah kecupan ringan di dahi Hyuna. Gadis itu sontak melebarkan matanya karena terkejut. Apa lagi ini?

 

 

“Dan ingat, jangan sekali kali berfikir kau sendirian di dunia ini. Karena ada aku, aku. Cho Kyuhyun. Pria yang akan melindungimu, dan menjagamu”

 

 

 

Muehehe~ akhirnya Kyuhyun-Hyuna kombek  gaiss! Wkwkwk

Oke, cerita ini sebenrnya udaah mendep(?) di laptop udaa lama dan baru ditulis dua part. Waktu aku baca baca lagi, terbesitlah untuk melanjutkan cerita ini dan memostingnya. ‘LOVE LINE’ heum~ sebenrnya aku ga yakin judulnya sama ceritanya sejalan ato engga -,- tapi mudah mudahan nyambung lah ya! Waksss xD

Selamat menikmati ajalah~ *dikiramakanankali

Chuchuchu~

Ps : perhatikan nama Author. Mulai dari sekarang ini aku akan menggunakan ‘tatadap’ sebagai nametagku! Kenapa? Karena biar lebih singkat,padat,gajelas(?) XD . Jadi kalo kalian ntar nemu ff yang nama authornya Dyah Ayu Pytaloka itu sama aja aku ya gais! Haha

Advertisements

104 thoughts on “Love Line (1/?)

Add yours

  1. hai kak.. new reader nih nyasar diblogmu dan ternyata tertarik saat baca ff ini.
    hmn kasian ya hyuna, jd sebatang kara dan kyuhyun bak pangeran penyelamatnya dr kegelapan. semoga bener ya kyu akan balik lg untuk ketemu hyona. kasian ka. kalo ditinggal lama lama. hiksss.

  2. Baru ktmu sama ff in..niat ny cari ff hyuna eh ktmu sama ff in..love line/garis cinta hwhwhw..crta awalny mnrik..alur crtany gk kcptan..moga chap slnjutny lebih mnrik ya..aq bkal komen stiap chap ny..smga gk trgnngu ya authornim 🙆

  3. Ya ampun hyuna harus ngerasain pahitnya kehidupan gitu ya…
    Untung aja kyuhyun bisa memberikan secercah kebahagiaan hihi
    Semoga mereka ketemu lagi nanti

  4. Malang sekali kisah hidup hyuna disini.. Kyuhyun bagai dewa penyelamat bagi hyuna😱😍 Seperti nya kyu udah punya rasa2 sama hyuna, cuman dia belum menyadarinya. Aishh suka banget sama ceritanya👍👍

  5. Kasian hyuna.a hidup sendirian… untung kyuhyun.a mau nemenin hyuna.. jdi hyuna.a ngga sendirian lgi… pdhl ajakin ya hyuna.a ke seoul..

  6. hwaaaa bikin penasaran….
    oh ya aku readers baru, salam kenal ya author, liat list library ceritanya kayanya seru, dan alhamdulillah baru baca part pertama dan udah deg degan aja wkwkwk
    izin baca part lainnya yaa
    gomawo~

  7. Anyeong salam kenal ya kak
    Miris banget hidup keduanya ,, hyuna yang kehilangan keluarganya dan kyuhyun yg hidup penuh kasih sayang dan bergelimang harta tapi juga tertekan

  8. Ide ceritanya baguss… Hehehe menarik bgt..

    Penasaran sam konflik yang bakal terjadi..

    Kasian hyuna, hidup dia emang berat bgt, semoga dengan adanya kyuhyun, dia bisa bahagia…

  9. hai kak salam kenal, aku reader baru hihi sori baru komen.
    ya ampun kasian banget hyuna, malang bener nasibnya hiks hiks

  10. FF Kedua yang aku baca di sini.
    Melihat summary nya jadi tertarik.
    Kasihan sekali Hyuna.
    Berharap oppa dan eommanya masih hidup kkk.
    Aku kira kyuhyun akan membawa Hyuna ke seoul.

  11. Haai salam kenal, aku readers baru izin baca yaa^^
    Di part pertama udah dibuat miris sama kisah hidupnya hyuna, semoga dia nantinya bahagia

  12. annyeong thor,
    aku reader baru, dan suka banget kalo cast yeoja nya Hyuna, entah lah Hyuna siapa tapi aku suka 😊,

    cerita bagus menarik, awal” ikutan sedih tapi tiba” lega karna ada seorang pangeran bernama Kyuhyun, 😊

  13. Sedih bngt sm nasibnya Hyuna 😦 untungnya ada Kyuhyun,, tumben bngt Kyuhyun baik dan perhatian,, seneng bs baca FF ini.. Keren bngt FF’a^^
    Keep writing Author!! v,v

  14. sempet bingung kenapa kyuhyun tiba2 ada buat nolongin hyuna, tp syukur juga berkat dia hyuna jadi ga drop banget.. Kasian juga dia ditinggal keluarga pasti rasanya kaya percuma banget mau ngapa-ngapain;;

  15. Kasihan hyuna d khidupan ny dtinggal oleh orang2 yg menyayangi ny … dan dia sdih meresa d dunia hnya diriny sndri…
    untung ad yg menyelamatkan dia dr keterburukan ny and banget semangat lg and orang yg membuat diri semngat lg buat menjalani kehidupan ny yaitu cho kyuhyun pria yg menolong ny d pemakaman …

  16. Kasian hyuna dtinggal orang yg dsayangi.n
    ehh tumben evill diawal part udh jdi orang baik. . Biasa.n eh biasa.n dia kn jdi orang arogan hahah

  17. Hyuna…hidupnya dipenuhi cobaan
    Mulai dari kakek nenek ninggal hampir diwaktu bersamaan…terus ibu ama kakaknya hilang…ayahnya meninggal….sekarang ditinggal kyuhyun ….

  18. OMMOOO~~ Baper.. Aku Baper~~
    Kyuhyun manis bgt sih. Dia bahkan rela tidak dipedulikan oleh Hyuna. ommoo.. so sweet.
    Aku juga mau donk digituin. hehehe.

    ff ini manis bgt thorr.. semanis aku #hehe

  19. good story, aku salah satu penggemar cerita fiksi. sudah banyak cerita yang aku baca, aku juga suka menulis. tapi ini pertama kalinya aku menulis komentar. kurasa ini cerita yang menarik, tersinggungkah jika aku memberikan komentar ini karena aku ingin meminta pw? jika iya aku minta maaf, tapi aku tipe orang yang tak suka basa-basi. aku sangat menghargai karyamu. karena aku tahu menulis itu tak mudah. semangat!!!

  20. masih belom muf on dari alluer apa lah itu,, judol nya suahhhh hahaha
    Tpi,, ini menarik,,,
    em,,, belom keliatan ya masaahnya kayak mana,, wkwk secara baru chap 1 yg q baca,, haha
    Jdi lanjot dulluu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: