[Another Story of The Way To Your Heart] HaeRa Moment – Test Of Love (Part B/END)

donghae-rira_副本

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : Test Of Love

Main Cast             : -Lee Donghae –Hwang Ri Ra

Support Cast        : -Black Rose’s Member –SM Artist

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : TwoShot

Desclimer             : Next story from ‘The Way To Your Heart’ story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading~

 

 

Oppa~ Oppa.. kau di dalam?” Ri Ra melepas wedges hitamnya dan menggantinya dengan sandal rumah yang telah tersedia di depan. Tak ada jawaban, membuat Ri Ra semakin melangkahkan kakinya ke dalam.

 

Gadis itu masuk ke dapur, membuka kulkas dan meletakkan sekotak Kimchi disana. Lalu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru dorm. Sepi.

 

Sesaat, ia mendegar suara ringisan kecil dari arah kamar Donghae, membuat gadis itu mengernyit “Oppa~?” panggilnya lirih

 

Ri Ra berjalan pelan menuju kamar Donghae, tiba tiba jantungnya berdetak dengan cepat.

 

Ia membuka perlahan pintu kamar Donghae yang tertutup. Kaki Donghae sudah terlihat lalu Ri Ra semakin membuka pintu itu. gadis itu terperanjat saat melihat seorang gadis yang tengah menunduk ke arah Donghae-nya yang sedang berbaring. Ri Ra mencoba menajamkan matanya, apa yang sedang mereka lakukan? Tiba tiba saja darahnya berdesir, keringat mengalir dari kepalanya.

 

Oppa” panggilnya, Bora menyadari kehadiran orang lain disitu tapi sepertinya gadis itu tidak mau memperdulikannya.

 

“Donghae oppa” panggil Ri Ra lagi, kini Donghae sedikit mendorong tubuh Bora menjauh lalu mendapati Ri Ra berdiri mematung disana.

 

“Ri Ra~ya” serunya. Dengan cepat, pria itu bangkit dari tidurnya mencoba berdiri dan menghampiri Ri Ra. Donghae merasa cemas, seomoga gadisnya tidak berpikir macam macam. Ketika ia beridir, kepalanya terasa berdenyut hebat, ia memegangi kepalanya yang belum sepenuhnya terpasang perban putih.

 

“Kau disini? Sejak kapan?”

 

Oppa, kenapa dia disini?” Ri Ra mengalihkan tatapannya pada Bora, sementara gadis itu hanya tersenyum kaku. Entah hanya perasaannya atau bukan, Bora terliht angkuh dan sinis saat menatapnya.

 

“Tadi ada kecelakaan kecil, dan karena Bora bersamaku dia yang membantuku mengobati ini” tunjuk Donghae ke kepalanya. Seketika Ri Ra melihat kepala Donghae. Bagian belakangnya sedikit mengeluarkan darah segar. Perbannya juga belum terpasang sempurna. Seketika, wajahnya pucat pasi.

 

Neo gwenchana? Apa yang terjadi padamu?” kini Ri Ra berteriak panik, gadis itu membimbing Donghae untuk kembali ke tempat tidurnya. Donghae tersenyum, lalu mengusap kepala Ri Ra “Nan gwenchana

 

Tatapan Donghae beralih ke Bora “ Bora~ssi, terimakasih karena sudah mengobati lukaku. Kau bisa tinggalkan aku sekarang. Aku khawatir kau masih ada urusan lain, maaf sudah merepotkanmu” katanya halus pada Bora

 

Bora tersenyum lembut, gadis itu tiba tiba memegang tangan Donghae “Tak usah berterimakasih padaku. Harusnya aku yang berterimakasih karena kau sudah mau menemaniku dan menolongku. Kalau tidak ada kau, mungkin aku sudah berakhir dirumah sakit sekarang. Cepat sembuh Lee Donghae~ssi. Aku pulang” Dengan tanpa di duga, Bora memajukan sedikit wajahnya dan mencium kening Donghae lembut, tepat di depan Ri Ra. Gadis itu mengerjap bingung, jantungnya serasa diremas tiba tiba. Donghae pun  terkejut, ia tidak menyangka Bora akan menciumnya.

 

***

 

 

Ri Ra menyodorkan suapan terakhirnya ke mulut Donghae, masih dalam diam. Dan Donghae hanya mampu mengawasinya, menatapnya, menimang nimang dan memikir apa sebenarnya yang ada di pikiran gadis itu. sudah lebih dari satu jam mereka hanya bergulat dalam kediaman yang belum jelas akarnya.

 

“Ri Ra~ya, aku..”

 

“Oppa, sebaiknya kau istirahat supaya lekas sembuh” Ri Ra memotong kalimat Donghae, menyuruh pria itu untuk segera berbaring dengan disertai sebuah senyum tipis diwajahnya. Untuk saat ini, Donghae mengalah. Ia tak tahu harus berkata apa, bagaimana menjelaskannya. Meskipun dalam hati, Donghae mengumpat sejadi jadinya, menyalahi dirinya. Ri Ra diam saja, tak seperti biasanya. Pasti gadisnya itu merasa kecewa.

 

Ri Ra membaringkan Donghae dengan lembut, menyelimuti pria itu hingga sebatas leher. Mengusap penuh sayang kening Donghae, dan pria itu masih terjaga. Belum memejamkan matanya.

 

“Tidur, oppa” titah Ri Ra lembut.

 

“Jangan pergi, temani aku” kata Donghae serak, rasanya ia ingin berlama lama bersama kehangatan yang diberikan Ri Ra, ia masih betah dan akan terus begitu.

 

Arraseo, aku disini” Donghae memejamkan matanya, mulai menjelajahi alam mimpi dan mengistirahatkan syaraf syaraf nya yang terasa letih sekali. Ditemani usapan, belaian lembut dari tangan Ri Ra. Membuat pria itu jatuh dan semakin jatuh ke dasar paling nyaman untuknya tidur.

 

Ri Ra menghela nafasnya sejenak, kegiatannya berhenti saat benar benar yakin bahwa Donghae sudah tertidur. Gadis itu perlahan bangkit, dan berjalan keluar kamar. Ia berjalan lesu ke arah ruang TV, duduk termangu disana. Gadis itu merasa fisiknya baik baik saja tapi kenapa dia sama sekali tidak bersemangat melakukan apapun. Dan sejak tadi pikirannya hanya tertuju pada Bora, Kim Bora. Ada yang mengganjal di hatinya tapi Ri Ra tidak tahu dengan pasti apa itu, dia tidak pernah mengalami ini.

 

Sura gaduh yang timbul dari arah pintu masuk tak membuatnya beranjak, karena memang gadis itu tidak fokus sedari tadi hingga dia tidak mendengar keributan itu. Shindong, Ryeowook, Kyuhyun dan Sungmin masuk dengan cara berisik. Mereka sedang terlibat dalam pertikaian kecil sepertinya.

 

“Oh Ri Ra, kau disini?” Sungmin menyapanya duluan, membuat Ri Ra langsung tersadar dari lamunannya dan berdiri. Membungkuk sekilas kepada para sunbaenya.

 

“Ya, tadi aku mengantar persediaan kimchi untuk kalian. Kalian baru pulang?”

 

“Ya, tapi Shindong hyung akan pergi lagi setelah ini. Shimshimtapa menunggunya”

 

“Donghae hyung dirumah?” tanya Kyuhyun sambil mengambil segelas air mineral dari dalam kulkas.

 

“Ya, dia sedang sakit jadi aku tadi merawatnya”

 

“SAKIT?!” kini semua member terbebelalak kaget.

 

“Sakit apa? Kurasa dia baik baik saja sejak kami tinggal tadi pagi” Shindong mengintrupsi

 

“Aku juga belum terlalu jelas, tapi katanya tadi ada kecelakaan kecil. Kepalanya sedikit berdarah dan itu membuatnya sangat pusing. Dia baru saja tidur, aku sudah disini sejak..” Ri Ra mengecek jamnya. Pukul setengah tujuh malam. Gadis itu terbelalak kaget “Ya Tuhan! Aku lupa ada latihan dengan yang lain. Oppa, aku pergi sekarang. Annyeong!” gadis itu lari dengan tergesa, memakai sepatunya asal lalu keluar dari dorm itu meninggalkan para member yang saling menatap dengan pandangan bingung satu sama lain.

 

***

Ri Ra menghela nafasnya dengan tenang, namun tampak gugup. Gadis itu menaikkan sedikit dagunya, mengibaskan rambut panjangnya kebelakang. Menilik sekali lagi pakaian yang dikenakannya. Sudah lebih dari kata sempurna!

 

Ri Ra masuk ke dorm itu, dorm yang sudah sangat lazim dikunjunginya. Sesaat, ia menghela nafasnya lagi saat melihat sepatu dengan heels rendah berwarna peach sudah bertumpu rapih di lantai itu. ‘benar kan dugaanku, dia disini lagi’ batinnya.

 

Ini sudah hampir seminggu semenjak kecelakaan kecil yang menimpa Donghae. Dan walaupun waktu Ri Ra sangat terbatas untuk menemui Donghae karena kesibukannya, sebisa mungkin dia datang barang 5 menit untuk menjenguk, melihat atau kalau bisa merawat Donghae. Tapi disaat itu pula, Kim Bora selalu menunjukkan batang hidungnya setiap kali Ri Ra pergi menemui Donghae. Merawat Donghae-nya, menyentuh Donghae-nya, memberikan perhatian yang terlalu berlebih pada Donghae-nya. Entah kenapa dimata Ri Ra itu hanyalah sebuah kegiatan yang ‘sok’ sekali.

 

Gadis itu terbakar cemburu, dia sadar itu setelah akhirnya menceritakan semua kejadian dan perasaan aneh yang dialaminya pada Hee Chan. Dia tidak bisa membiarkan gadis lain menyentuh Donghae-nya terlalu lama. Tidak bisa. Dadanya terasa sesak seperti ada sesuatu yang meremas kuat jantungnya.

 

Dan hari ini, dia kabur dari latihan Black Roses. Berdandan dengan maksimal demi menandingi sang ratu perfectionist, Kim Bora. Melangkah masuk dengan langkah optimis ke dorm Super Junior yang kini hanya terlihat Eunhyuk di dapur.

 

“Ri Ra?”

 

“Donghae oppa didalam kan? Bersama Bora? Oh ya Tuhan gadis sialan itu” desisnya. Eunhyuk mengerjapkan matanya, pria itu menelan ludah dengan susah payah. Dia tidak percaya, barusan yang dilihat Hwang Ri Ra atau bukan? Kenapa berbeda sekali? Eunhyuk bergidik ngeri melihat pancaran kebencian dan permusuhan di mata Ri Ra. Gadis itu berubah menjadi gadis liar! Eunhyuk langsung lari ke dalam kamarnya.

 

Dengah hentakan kaki yang cukup membuat Eunhyuk menciut, Ri Ra melangkah masuk ke kamar Donghae. Eomosinya tampak memuncak melihat Bora dengan terang terangan memijit dengan genit lengan Donghae-nya. Padahal terlihat sekali kalau Donghae tidak nyaman. Ya Tuhan! Perempuan itu ingin menggoda Donghae rupanya?! Tidak bisa, ini tidak bisa dibiarkan!

 

“Maaf menganggu kesenanganmu nona. Tapi, apa kau bisa menjauhkan tanganmu dari lengannya itu?” Ri Ra mengintrupsi, berdiri di depan Bora. Membuat Donghae dan gadis bermarga Kim itu menatapnya.

 

Bora tersenyum sinis “Oh~ siapa tuan putri ini? apa hakmu mengaturku?” tantangnya

 

“Hei hei.. yah~ kalian kenapa, jangan seperti ini” Donghae yang mulai merasa ada yang tidak beres mulai menjadi penengah. Namun tidak di pedulikan keduanya.

 

“Aku kekasihnya, ingat itu. Dan tolong jauhi dia disaat aku memintamu dengan sopan Kim Bora~ssi” ucapan Ri Ra penuh penekanan. Namun disisi lain, Donghae membeku. Ia menatap Ri Ra. Ini kali pertama ia melihat sikap yang lain dari diri gadisnya. Dan bukan bermaksud untuk membiarkan mereka, tapi Donghae ingin melihat sejauh mana Ri Ra mempertahankannya. Diam diam, seulas senyum terpatri di bibir Donghae.

 

“Jika aku tidak mau, lalu kau mau apa? Kau hanya kekasihnya, bukan istrinya. Siapa saja berhak mendekati dia”

 

“Kau benar benar percaya diri mengatakan itu Kim Bora~ssi. Asal kau tahu, Lee Donghae bukanlah type pria seperti yang kau fikirkan itu! dasar picik”

 

“Oh ya? Dan kau percaya diri sekali kalau dia benar benar mencintaimu. Beberapa hari ini, dia nyaman bersamaku. Kami banyak berbagi bersama, saling mengenal lebih jauh, dan bahkan dia menolongku sehingga dia mendapatkan luka itu”

 

Ri Ra mendengus, nyaman apanya? Bahkan saat ia menangkap basah Bora yang mulai genit pada Donghae, pria itu terlihat risih dan tidak nyaman. Namun Ri Ra sadar, Donghae tak berlaku kasar karena rasa kesopanannya. Apalagi Ri Ra tahu kalau Bora merupakan sepupu Eunhyuk. Tentu Donghae menghormatinya, dan dengan hati yang dongkol gadis itu mencoba mengerti untuk beberapa hari ini. But, not for today!

 

Tapi kemudian Ri Ra terperangah, satu fakta yang baru dia ketahui lagi. Jadi Donghae melukai dirinya hanya untuk menolong wanita ini?! Oh Ya Tuhaaan~ Ri Ra hanya tahu kalau Donghae tidak sengaja terjatuh di sebuah bangunan yang masih dalam proses milik temannya. Jadi teman yang dimaksud itu.. Bora?

 

“Apa?” Tangannya mengepal kuat, tiba tiba melihat wajah angkuh Bora membuat gadis itu ingin mencakarnya sekarang juga. Namun, hanya sebuah tamparan keras yang berhasil di layangkan ke arah Bora. Bora terkejut, Donghae terperangah tak percaya.

 

Ya!  Hwang Ri Ra!” teriak Donghae, tidak tidak. Ini sudah kelewat batas. Dia tidak bisa membiarkan Ri Ra bertindak anarkis seperti ini. Gadisnya bukan gadis liar.

 

Tidak sampai disitu, Ri Ra mulai menjambak rambut Bora yang hitam panjang membuat sang empunya menjerit. Donghae bergegas memisahkan keduanya.

 

“Hentikan! Yaaa! Hentikan” Donghae kesulitan memisahkan keduanya. Teriakannya cukup membuat beberapa member yang kebetulan di dorm keluar dari kamarnya –kecuali Eunhyuk- dan berkumpul di depan kamar Donghae dengan tatapan saling bertanya.

 

“Hwang Ri Ra! Geumanhae!” Donghae menyentakkan tangan Ri Ra dengan kasar sehingga membuat gadis itu mengaduh. Ri Ra menatap Donghae dalam, setetes air mata jatuh saat melihat pria itu membentaknya dengan guratan kemarahan yang tercetak jelas diwajahnya. Membuat gadis itu merasa dadanya sesak lagi. Bahkan lebih sakit dari sebelumnya. Donghae marah padanya dan membela gadis lain di hadapannya?

 

Dengan tanpa berkata kata apalagi, gadis itu keluar dari kamar Donghae dengan masih menangis. Ia berlari memakai sepatunya secepat kilat lalu keluar dari dorm dengan menutup pintu disertai debuman yang sangat keras. Para member yang mengintip langsung menjauh masing masing takut kalau kalau Donghae memergoki mereka.

 

Donghae tidak mengejar, pria itu mencoba menormalkan nafasnya yang sempat tak terkendali. Lalu memandang Bora penuh arti. Sedikit penyesalan tertinggal di hatinya. Dia tidak bermaksud menyakiti Ri Ra, tidak sama sekali. Tadi itu reflek, karena ini kali pertama bagi Donghae melihat Ri Ra sebrutal itu. Dan pria itu shock.

 

***

 

Donghae menatap Bora yang duduk di depannya di ruang TV dorm. Hanya ada mereka berdua disana. Keduanya tampak tak mengeluarkan sepatah katapun sampai akhirnya Bora membuka suaranya duluan.

 

“Donghae~ssi, kenapa kau membelaku?” tanyanya agak ragu

 

Ani, aku tidak membelamu” jawabnya tegas. Membuat Bora yang sedari tadi tertunduk menatapnya ragu.

 

“Aku tahu kau mengatakan itu tidak sungguh sungguh Bora~ssi. Katakan, apa motivmu sebenarnya”

 

“Aku.. sebenarnya, aku..”

 

***

 

Ya! Neo gwenchana? Wae geurae??” Hyuna heboh saat melihat dongsaengnya terisak di depan TV dorm Black Roses dengan sampah tisu yang berantakan kemana mana. Gadis itu.. sudah menghabiskan berapa banyak tisu untuk mengelap air matanya dan.. ingusnya?

 

Hee Chan keluar dari kamar saat mendegar teriakan Hyuna, Yeon Hwa pun mengikuti. Ini sudah malam dan Ri Ra baru pulang setelah berhasil kabur dari latihan hari ini dengan menangis sendirian di depan ruang televisi.

 

“D-donghae.. donghae..” Ri Ra terus merengek, gadis itu meraung raung membuat eonnie juga dongsaengnya kewalahan. Hyuna, Hee Chan dan Yeon Hwa saling pandang dengan tatapan khawatir. Sepertinya mereka mengerti situasi ini.

 

***

 

“Eunhyuk?! Lee Hyukjae?!” Donghae sontak berdiri dengan menatap Bora dengan tatapan terkejut bukan main.

 

“Monyet sialan itu yang menuruhmu?! Ya Tuhaaan~ apa masudnyaaa” Donghae mengacak acak rambutnya kasar, frustasi.

 

“Jangan salahkan dia, dia melakukan ini ada alasannya” terang Bora

 

Donghae tak menggubris perkataan Bora, dia langsung masuk ke kamar Eunhyuk dengan brutal. Menemukan pria itu sudah meringkuk manis di bawah selimut tebalnya.

 

“Lee Hyukjae, bisa kau jelaskan semua ini?!” ucapnya to the point sambil mengguncang Eunhyuk supaya terbangun dari tidurnya.

 

Eunhyuk yang terlalu kaget hanya megap megap tak mengerti, saat Donghae menariknya turun dari ranjang dan menyeretnya keluar agar duduk disebelah Bora juga dia hanya berteriak mengumpat Donghae karena menganggu tidur indahnya.

 

“Bora bilang kau menyuruhnya mendekatiku, maksudmu apa Lee Hyukjae?!”

 

Ya! Tenang dulu. Aku bisa jelaskan semuanya” sergah Eunhyuk dengan mata yang masih menyipit.

 

“Oke, sebaiknya kau duduk sobat” titah Eunhyuk pada Donghae, dengan kasar Donghae duduk dan mulai menatap serius pada Eunhyuk.

 

“Seharusnya kau berterimakasih padaku” mulai Eunhyuk

 

“Apa? Kau membuat hubunganku dengan Ri Ra kacau balau dan kau minta aku berterimakasih padamu? Kau bermimpi atau apa?”

 

“Hey hey! Aku melakukan ini demi kebaikanmu, aku membantumu. Saat di pesta pernikahan Siwon tempo hari, aku menangkap Ri Ra yang tak nyaman dengan kalian berdua yang terlalu akrab. Itu membuatku berspekulasi. Seperti yang sering kau curhatkan padaku, Ri Ra adalah type gadis polos yang belum terlalu mengerti tentang apa yang dia rasakan. Dan dari situ, kupikir sedikit membuatnya mengerti akan arti ‘cemburu’ bukan ide yang buruk. Dan see? Kau melihatnya kan tadi? Dia marah karena Bora mendekatimu. Itu artinya dia cemburu, dia benar benar mencintaimu, dude! Tidakkah kau seharusnya berterimakasih pada temanmu ini yang sudah membantu menguak seberapa dalam cinta Ri Ra padamu? Ini hanya semacam test cinta Lee Donghae~”

 

Donghae terdiam sejenak. Sejujurnya, dia menikmati saat saat melihat Ri Ra yang hilang kendali tadi. Itu menunjukkan bahwa Ri Ra benar benar mencintai Donghae. Jika boleh Donghae bicara, selama ini dia merasa takut akan perasaan Ri Ra. Gadis itu tidak pernah mengungkapkan perasaanya dengan gamblang. Selalu Donghae yang melakukan semuanya serba pertama. Donghae bukan tidak percaya pada Ri Ra. Dia mengerti dan sangat mengerti tabiat gadis itu yang terlampau ‘polos’ tapi dia juga butuh kepastian. Dan melihat Ri Ra tadi, membuatnya semakin yakin kalau gadisnya itu memang mencintainya.

 

“Jadi, kau mengajak Bora bekerjasama denganmu untuk menjalankan misi ini? Dan Bora.. kau menyetujuinya?” Bora mengangguk “Sejujurnya, aku tadinya juga menolak. Aku takut merusak hubungan kalian. Tapi karena Hyukjae bilang ini demi kebaikan kalian, aku menyetujuinya. Maaf membuat kalian bertengkar seperti tadi” Bora menatap Donghae penuh penyesalan.

 

Donghae mendengus ke arah Eunhyuk “Kau berhasil. Kau benar benar berhasil monyet tengil” sentaknya membuat Eunhyuk tertawa “Sama sama Donghae-ku sayang” jawab Eunhyuk terkekeh tanpa memperdulikan pernyataan Donghae yang sama sekali tidak pas dengan jawabannya.

 

“Aku bertanya tanya, kenapa kau begitu yakin Bora akan memuluskan rencanamu?”

 

“Karena aku tahu bahwa kau berpikiran Bora adalah wanita dengan typikal lembut yang gampang kecewa. Kau kan playboy tengil.. jadi kau tidak akan sanggup membuatnya kecewa. Terbukti dengan kau betah berlama lama dengannya beberapa hari ini kan?” Eunhyuk tertawa keras, membuat Donghae melempar bantal sofa kearahnya. Sementara Bora hanya terkikik geli.

 

“Padahal, sifatku yang sebenarnya kebalikan dari itu Mr. Lee. Dan bahkan, aku ini sudah memegang sabuk hitam dalam taekwondo” Bora ikut memojokkan Donghae, lalu gadis itu menatap Hyuk “Sebenarnya, Donghae juga tidak terlalu nyaman denganku. Dia terlihat menolak setiap skinshipku dengannya. Dia benar benar lelaki setia” Donghae menunjukkan senyum kemenangannya ke arah Eunhyuk, membuat Eunhyuk mendengus.

 

“Oh Ya Tuhan! Dan aku membentaknya tadi, sialan kau Hyuk!” geram Donghae lagi, teringat akan teriakan kasarnya yang reflek pada Ri Ra.

 

“Pergi temui dia sekarang. Aku yakin dia belum tidur”

 

***

 

“Dia .. dia membentakku.. demi membela.. wanita itu” Hyuna, Hee Chan dan Yeon Hwa mencoba memahami apa yang dikatakan Ri Ra dengan bingung. Karena gadis itu terus bicara dengan terputus putus, sesekali mengambil tisu lalu mengeluarkan lendir dari hidungnya itu. Membuat yang lainnya saling berpandangan dan bergidik ngeri.

 

“Dia tidak mencintaiku eonnie, buktinya dia membentakku” Ri Ra menghambur ke pelukan Hyuna dan mengeraskan tangisannya. Sungguh, gadis ini seperti bayi yang sedang kelaparan jika menangis seperti ini. kebanyakan gadis menangis dalam diam dan kesunyian, bukan seperti dia.

 

Ani.. aku mencintaimu Ri Ra. Sangat mencintaimu” suara seseorang tiba tiba terdengar dari belakang tubuh Hyuna yang masih memeluk Ri Ra. Mereka semua sontak menoleh dan menemukan Donghae berdiri disana dengan nafas yang tidak beraturan. Dadanya naik turun dengan cepat. Keringatnya bercucuran.

 

“Sepertinya, kalian butuh bicara. Kami masuk dulu” kata Hyuna sambil mengajak kedua dongsaengnya –Yeon Hwa dan Hee Chan- masuk kembali ke kamar.

 

Ri Ra terduduk dengan lesu. Dia tidak mau menatap Donghae. Dalam keheningan, pria itu berajalan mendekati Ri Ra lalu duduk disampingnya. Sejenak hanya dentingan jarum jam yang terdengar. Donghae hanya menatap dalam diam gadis yang berada di depannya itu. dalam keredupan cahaya dan hanya ditemani oleh sinar rembulan yang menembus kaca jendela itu, Ri Ra tampak berkali kali lipat indah di mata Donghae.

 

Sesaat, Donghae tertawa kecil membuat Ri Ra menoleh cepat kearahnya “Kenapa tertawa?” sambarnya. Donghae menggeleng “Tidak. Hanya saja aku baru tahu. Ternyata, seperti ini jika gadisku menangis karena patah hati” Donghae melihat tumpukan tisu yang berhamburan memenuhi karpet dan lantai lantai dorm. Ri Ra tidak memperdulikannya, gadis itu hanya mendengus ringan dan kembali membuang wajahnya.

 

“Kenapa kesini? Kemana wanita perfectionistmu itu?”

 

“Dia ada, masih di dorm. Saat aku tinggal dia sedang beristirahat”

 

Ri Ra menggit bibirnya kuat kuat, apa apaan pria di depannya itu? mau pamer jika kekasih barunya itu menginap di dorm? Dongkol Ri Ra dalam hati.

 

Sementara, Hyuna, Hee Chan dan dan Yeonhwa yang mengintip dari balik kamar saling berpandangan. Kenapa Donghae bisa berbicara seperti itu? apakah benar jika Bora telah merenggut posisi Ri Ra di hatinya?

 

“Awas saja kau Lee Donghae, jika berani berbuat macam macam yang menyakiti hati Ri Ra. Aku tak menjamin kau keluar dari dorm ini dengan keadaan baik baik saja” desis Hyuna yang membuat Hee Chan dan Yeon Hwa bergidik ngeri.

 

 

“Kau mau pamer? Jika iya, itu tidak beguna. Pulanglah. Aku ingin tidur” Ri Ra beranjak, Donghae mengikutinya hingga kini mereka berhadapan.

 

“Minggir!” Ri Ra menyentak Donghae dan berjalan ke kamarnya, berkali kali Donghae mencoba menahanya namun selalu lepas. Tangan Ri Ra terlalu licin sepertinya.

 

Hingga habis kesabaran Donghae, Ri Ra akan susah jika dijelaskan dengan kata kata. Oleh karena itu, dengan sekali sentakan Donghae membalikan tubuh mungil Ri Ra, menyudutkannya di dinding tepat di depan pintu kamarnya. Menundukan wajahnya dan mempertemukan kembali bibir mereka.

 

Hyuna, Hee Chan dan Yeon Hwa yang berada tepat di depan mereka menutup mulutnya terkejut. Ini salah.. mereka mengintip dari balik kamar Hee Chan yang satu kamar dengan Ri Ra. Dan Donghae mencium Ri Ra di depan kamarnya. Yang berarti.. di depan mereka bertiga! Untuk sesaat, ketiganya merasakan pipinya yang memanas.

 

Ri Ra berontak, namun bukan Donghae namanya jika pria itu tidak bisa mengatasi. Ri Ra terbuai dengan ciuman Donghae, gadis itu merasakn betapa kuatnya perasaan cinta dan kasih sayang yang Donghae katakan lewat ciuman itu. dan hatinya berdebar dan hangat secara bersamaan. Perasaan nyaman dan terlindungi seperti biasa saat bersama Donghae.

 

Pria itu melepaskan ciumannya, menatap Ri Ra dengan jarak yang masih terlalu dekat.

 

“Aku mencintaimu, kau percaya kan?” Kata Donghae dengan suara serak, sejenak Ri Ra termangu. Tapi melihat tak ada binar kebohongan di mata Donghae, juga ciuman yang menghantarkan beribu perasaan cinta yang meluap untuknya membuat Ri Ra menganggukan kepalanya. Gadis itu tersenyum, lalu memeluk Donghae erat.

 

“Aku percaya. Dan aku juga mencintaimu, oppa” Donghae tersenyum lega, lalu mengeratkan pelukan mereka.

 

***

SJ M kembali tampil di KBS Music Bank sore ini. mereka semua sudah bersiap di backstage. Tiba tiba, seorang masuk dan langsung menghampiri Donghae.

 

Oppa!” seru Ri Ra lalu memeluk Donghae dari belakang, membuat pria itu berjengit kaget. Lalu saat sadar gadisnya yang sedang memeluk, ia membiarkannya.

 

Donghae membalikkan badannya, membalas pelukan manja Ri Ra “Kau disini? Kenapa tak bilang?” tanya Donghae sambil menyentil hidung Ri Ra.

 

“Ya, kami juga akan tampil. Kau tidak lihat aku sudah cantik?” Ri Ra melepaskan pelukannya sejenak, memperlihatkan penampilannya di depan Donghae. Memutar badannya. Sementara Donghae melihat denga tatapan menilik, sebelah telunjuknya ia ketukan di dagu seolah olah ia adalah juri yang handal.

 

“Tidak buruk, tapi setelah ini aku akan bicara pda manager Jung”

 

“Apa? Kenapa?”

 

“Agar tidak memberimu baju seperti ini lagi. Ini terlalu terbuka” Donghae menunjuk gaun di bawah lutu yang Ri Ra kenakan.

 

“Ini tidak terbuka oppa, panjangnya saja sampai ke bawah lutut”

 

“Tapi itu berbahan sifon dan bisa tembus pandang. Dan bahan yang melebar seperti itu, akan bahaya jika kau berputar seperti tadi diatas panggung. Semua akan terlihat!”

 

“Aku setuju, aku juga tidak akan membiarkan Hyuna memakai itu” sela Kyuhyun tiba tiba

 

“Apalagi aku, Sungrin sudah jelas jelas mempunyai suami” sambung Siwon

 

“Lihatkan, mereka semua mendukungku” papar Donghae bangga, membuat Ri Ra mendesah. Lebih baik dia mengalah.

 

Lalu, tiba tiba seseorang kembali masuk. Membuat Eunhyuk berseru “Oh, Bora~ya

 

Baik Donghae maupun Ri Ra menoleh ke arah pintu. Terlihat Bora masuk dengan celana 3/4 nya dan sweater rajut berwarna putih. Tampak casual namun anggun. Senyum tak pernah pudar dari wajah cantiknya.

 

Donghae sudah menjelaskan semuanya pada Ri Ra. Tadinya Ri Ra tidak begitu percaya, tapi begitu mendengar penjelasan langsung dari Eunhyuk dan Bora akhirnya gadis itu percaya. Dan dia memukul Eunhyuk bertubi tubi dengan bantal saat itu, membuat Donghae tertawa. Dia juga sempat meminta maaf pada Bora karena sempat menamparnya. Dan untungnya, Bora wanita yang baik. dia tidak marah, toh Ri Ra hanya mengikuti instingnya untuk melindungi apa yang dia punya.

 

Bora mendekat ke arah Ri Ra dan Donghae yang masih saling merangkul “Mesra sekali, aku jadi iri” semburnya.

 

Yah, carilah pasangan kalau begitu” balas Donghae, yang hanya dibalas kekehan oleh Bora.

 

“Oh iya, aku kesini untuk menyampaikan undangan. Besok kalian semua harus datang ke acara pembukaan butik baruku. Oke?”

 

“Akan kami usahakan” balas Donghae mantap membuat Bora tersenyum, gadis itu mendekat ke arah Ri Ra dan membisikkan sesuatu disana.

 

“Akan ada banyak wanita cantik di acaraku besok, kau harus menjaganya baik baik ya” goda Bora membuat Ri Ra tersenyum lembut.

 

“Tidak perlu kujaga terlalu ketat, nanti dia malah akan kabur” Ri Ra menatap Donghae dalam, dan pria itu membalasnya. Penuh cinta dan kasih sayang. Bora dapat melihatnya.

 

“Lagipula, aku percaya bahwa dia adalah lelaki yang dikirim Tuhan untuk mencintaiku”

 

Mereka masih bertatapan, Donghae tersenyum lembut “Dan akan selamanya begitu”

 

Kecupan ringan mengakhiri masa kelam dalam hubungan mereka saat ini. Walaupun mereka tahu, masih banyak rintangan yang nantinya mungkin akan mereka hadapi. Namun satu hal yang membuat keduanya yakin adalah.. saling percaya satu sama lain.

 

 

 

END

NEXT! Abis lebaran ya guys! see ya! ^^

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “[Another Story of The Way To Your Heart] HaeRa Moment – Test Of Love (Part B/END)

Add yours

  1. HUAAA T.T NEXTNYA LAMA SEKALI T.T aku ga sabar mau tau gimana cerita couple baekhyun sama heechan T.T semangat eon:))))))))

  2. tuh kan eunhyuk -_- . Sempet jengkel sama si bora, tp ternyata dia d suruh sama eunhyuk. Tp romantis, masalah mereka cukup d selesaikan dengan sebuah ciuman, wkwk xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: