[Another Story of The Way To Your Heart] Hae-Ra Moment – Test Of Love (Part A)

donghae-rira_副本

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : Test Of Love

Main Cast             : -Lee Donghae –Hwang Ri Ra

Support Cast        : -Black Rose’s Member –SM Artist

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : TwoShot

Desclimer             : Next story from ‘The Way To Your Heart’ story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading~ ^^

.

.

Dentingan musik piano yang kini mengalun membuat semua pasangan dalam aula besar di hotel ini merasa teduh. Aroma semerbak yang berasal dari segala penjuru sudut membuat siapapun yang hadir disana betah berlama lama untuk tetap tinggal.

 

Ri Ra menimang dengan penuh hikmat terhadap puluhan makanan yang tersaji di depannya. Dengan tangan yang ia tumpukan, lalu jari yang ia ketukan di dagu membuat seolah olah ia adalah penilik makanan yang profesional.

 

“Hai!”

 

Ryeowook datang mengagetkan gadis itu, membuat Ri Ra terlonjak namun sedetik kemudian tersenyum saat melihat siapa yang menyapanya. “Oppa!” serunya lalu berlonjak memeluk Ryeowook, tentu saja pria itu membalasnya dengan senang hati.

 

“Aku sungguh merindukanmu! Comeback kalian benar benar menggila. Ckckck ” tutur Ri Ra

 

Geurae? Merindukanku? Atau Donghae hyung?” Ryeowook terkikik geli

 

“Donghae oppa? tidak aku tidak merindukannya” gadis itu menjawab dengan gelengan pelan sembari menampilkan raut wajah yang bingung.

 

Mwo? Jinjja?” Ryeowook terbahak setelahnya,membuat Ri Ra mengerutkan alisnya karena melihat reaksi pria itu yang masih saja tertawa sembari memegangi perutnya.

 

“Haah~ bagaimana aku bisa merindukannya kalau setiap jam saja dia selalu menghubungiku. Setiap menit saja selalu mengirimiku sms, tapi.. aku suka” jawab Ri Ra tersenyum malu diakhir kalimatnya

 

“Tapi tetap saja Ri Ra~ya, seharusnya kau mengatakan ‘Ya, aku merindukannya’ saat aku bertanya seperti tadi” Ryeowok masih saja tertawa, membuat Ri Ra sebal dan mengerucutkan bibirnya.

 

“Berhenti tertawa! Atau aku akan marah padamu” seru Ri Ra membuat Ryeowook perlahan menghentikan tawanya.

 

“Baiklah baiklah. Sekarang kita ganti topik. Kau sedang apa?”

 

“Aku lapar, dan ingin makan sesuatu. Lalu aku menemukan banyak makanan ini dan mulai berselancar dengan fantasi liarku untuk bereksperimen” Ri Ra menatap Ryeowook dan menaikkan alisnya keatas kebawah, seakan mengerti pria itu menjentikkan jarinya dan tersenyum senang pertanda dia setuju.

 

Assa! Boleh dicoba” balasnya.

 

Kedua maniak ‘masak’ itu langsung  sibuk mencoba berbagai makanan di depan mereka, lalu sesekali berdiskusi mengenai rasanya. Bahan bahan yang ada, dan mencoba menyambungkan ide ide mereka yang mulai terkumpul menjadi satu. Yah, sudah menjadi rahasia umum jika Ri Ra dan Ryeowook bertemu, maka akan tercipta masakan yang luar biasa.

 

Pesta pernikahan Siwon dan Sungrin masih tampak ramai, terlihat sang empunya berada di dekat kue pernikahan bertingkat delapan itu bersama sang istri. Mengobrol dengan beberapa orang ber jas yang sepertinya merupakan keluarga Siwon.

 

Donghae datang menghampiri Siwon dengan tiba tiba, membuat Siwon dengan terpaksa menyudahi acara perbincangan yang sedang ia lakukan.

 

“Kalian melihat Ri Ra?” tanyanya pada Siwon dan Sungrin

 

“Beberapa saat lalu ia bersama kami, lalu pergi. Katanya dia lapar dan ingin mencari sesuatu yang bisa dimakan” kata Sungrin

 

“Baiklah, terimakasih”

 

Donghae kembali berjalan menyusuri aula itu, beberapa kali membungkuk hormat saat seseorang yang mengenalnya menyapa.

 

Matanya menyusuri area aula, beberapa saat akhirnya ia menemukan sang objek disana. Ri Ra. Masih menggunakan gaun pengantar pengantin peach nya yang membuatnya semakin menawan dimata Donghae.

 

Pria mokpo itu berjalan menghampiri dengan senyum mengembang, namun perlahan senyum itu hilang digantikan dengan kerutan di dahinya. Lalu menghela nafas pelan.

 

“Ya Tuhan, bersama Ryeowok lagi!” umpatnya kecil. Dia tidak cemburu, hanya saja jika gadisnya itu sudah bersama Ryeowook dan berselancar dalam dunia mereka, maka tak ada satu hal pun yang mampu menarik perhatian Sungrin. Termasuk dirinya.

 

Donghae menghalau pikirannya, bagaimanapun ia merindukan Ri Ra. Sangat.

 

Ri Ra terlihat mengambil sebuah camilan ringan berwarna pink dan hijau muda yang tersusun cantik dengan membentuk sebuah lambang ‘cinta’ ketika tangan seseorang juga mengambilnya. Gadis itu mendongak dan tersenyum lebar melihat pria di dedapannya.

 

“Donghae oppa!” serunya lalu menghambur ke pelukan Donghae. Eh! Siapa bilang gadis itu tidak merindukan Donghae?

 

“Ri Ra~ya” Donghae menyambut pelukan kekasihnya itu dengan senang. Sementara Ryeowook yang mengerti situasi tersenyum lalu segera menyingkir dari keduanya. Dia tidak mau pulang dengan omelan sepanjang jalan dari Eunhyuk nantinya. Karena jika sampai Sungrin mengacuhkan Donghae akibat ulahnya, sudah bisa dipastikan Donghae akan curhat pada couplenya tersebut. Dan Ryeowook seratus persen yakin, bahwa Hyuk akan menceramahinya macam macam.

 

“Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Ri Ra setelah pelukan mereka terlepas, membuat Ri Ra mengerjapkan matanya, cantik.

 

“Kau merindukanku?” tanya Donghae yang disambut gelengan oleh Ri Ra

 

Mwo? Kau benar tidak merindukanku?” Ri Ra menggeleng lagi namun kini dengan senyuman geli karena melihat reaksi Donghae yang cemberut.

 

“Tidak merindukanku” Donghae masih terus berusaha. Wajahnya melemas ketika lagi lagi mendapat gelengan dari Ri Ra.

 

Donghae menghela nafas, dan membuat Ri Ra terkikik. “Aku bercanda, Aku merindukanmu oppa. sangat!” jawab Ri Ra, mempertegas kalimat akhirnya. Membuat Donghae kembali mendongakkkan kepalanya dan tersenyum cerah. Dengan cekatan, Donghae memajukan wajahnya menjangkau bibir Ri Ra.

 

“Lee Donghae?” seseorang mengintrupsi kegiatan mereka sebelum keduanya benar benar berciuman. Donghae membalikan tubuhnya kebelakang saat suara itu berasal dari balik punggungnya, menyerukan namanya.

 

Sesosok wanita bertubuh tinggi mengenakan minidress cream-hitam berdiri tepat beberapa langkah di depan Donghae dan Ri Ra. Wanita itu tersenyum sambil menyelipkan rambut hitam bergelombangnya kebelakang telinga. Dengan santai, ia mulai melangkah mendekati Donghae. Terlihat sangat sangat sangat anggun dan berkelas.

 

Wanita itu dengan tidak soppannya memeluk, bahkan mencium pipi Donghae. Membuat Donghae terkejut. Sedang Ri Ra yang jelas jelas masih berada dalam rangkulan Donghae membulatkan mengerjap heran. Siapa wanita ini???

 

***

 

Eunhyuk mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah saat sadar bahwa Bora tidak lagi bersamanya. Pria bergummy smile itu melangkah maju dengan dua gelas minuman ditangannya. Sesekali, Eunhyuk mengangguk anggukan kepalanya mengikuti irama musik yang ia dengar. Darah seorang dancing machine membuat kakinya tak betah untuk berlama lama diam, rasa rasanya ia ingin segera menggila di tempat ini.

 

Yah! Kim Bora” pria itu berseru sedikit lantang saat akhirnya menemukan Bora, sepupu nya itu sedang asyik bercengkrama dengan Donghae. Eunhyuk mendekati mereka saat Bora melambai padanya.

 

“Kau mencariku Hyukjae~ya?” sambar Bora sambil terkikik geli saat melihat wajah Hyuk yang kesal.

 

“Sudah kubilang jangan pergi kemana mana tapi kau malah menghilang, dan kini aku menemukanmu sedang bersama ikan playboy ini? Oh yaampun” Eunhyuk meringis saat sebuah tinju dilayangkan dari Donghae untuknya, namun pria itu sama sekali tidak marah. Mereka malah tertawa kecil setelahnya.

 

Sesaat, pria itu melihat Ri Ra yang berada di samping Donghae. Eunhyuk mengernyitkan dahinya heran. Kenapa gadis itu? Seperti bukan Ri Ra yang biasanya. Terlihat lebih pendiam, dan sedikit tak nyaman.

 

Oh Ya Tuhan! Eunhyuk mengeluarkan senyum setannya dengan tanpa disadari siapapun. Dia mengerti situasinya sekarang. Pria itu tiba tiba saja memiliki ide brilian, dan dia yakin ini pasti akan menjadi ‘sesuatu’ yang sangat keren!

 

***

 

Sepanjang perjalanan pulang, Ri Ra kembali menjadi dirinya. Selalu mengoceh panjang lebar yang kadang ditanggapi Donghae dengan tawa, atau bahkan sesekali ganti menggoda gadis itu hingga ia kesal. Donghae sudah menjelaskan tentang wanita yang di temuinya di pesta Siwon-Sungrin beberapa saat lalu, wanita yang sempat membuat Ri Ra terheran heran, kenapa dia bisa seakrab itu dengan Donghae?

 

Kim Bora, dia adalah sepupu Eunhyuk yang lama tinggal di London, dan kebetulan sekali dia adalah sahabat Choi Jiwon, adik kandung Siwon. Jadi sudah pasti dia berada di pesta itu, lagipula Bora juga sudah mengenal ayah dan ibu Siwon, bahkan dengan Siwon sendiri. Meskipun tidak terlalu akrab.

 

Donghae dan Bora sendiri bertemu kira kira setahun yang lalu, saat menghadiri acara pertunangan Jiwon di kediaman Choi Family. Mereka berkenalan dan bisa akrab dalam waktu singkat. Namun pertemuan mereka hanya hari itu karena mereka bahkan tidak menukar nomor ponsel. Yang masih mereka ingat masing masing hanyalah sebuah nama dan tentunya, Bora mengenali sosok rupawan Super Junior Lee Donghae bukan? Tak susah untuk mengingat wajah berkhas nya itu. Dan beberapa hari kemudian, Bora kembali ke London untuk menyelesaikan studynya.

 

Ri Ra bisa sedikit lega dengan hal ini, meskipun gadis itu sendiri tidak tahu kenapa saat melihat Donghae-nya seakrab itu dengan wanita lain membuat perasaan aneh menyeruak masuk memenuhi dadanya. Ini kali pertama seorang Ri Ra merasakan hal semacam itu, dan dia sama sekali tidak mengerti.

 

Donghae mengantarkannya seperti biasa, sampai di depan pintu dorm.

 

Mereka berdua masih melemparkan senyum satu sama lain, tangan mereka bahkan masih bergandengan, sedikit terayun. Entahlah, semakin lama gadis itu semakin merasa nyaman berada dalam jarak pandang Donghae. Hangat, penuh cinta dan kasih sayang. Donghae tak pernah sekalipun membuat gadis itu kecewa. Pria nya adalah satu satunya pria yang paling hebat di dunia. Kira kira sepeti itulah pemikiran Ri Ra.

 

“Sudah malam, aku harus masuk. Nanti eonnideul mencari” Ri Ra memecahkan keheningan penuh cinta mereka, seulas senyum terpatri di bibirnya yang manis. Membuat Donghae tertular dan ikut tersenyum, lalu pria itu mengangguk sekilas.

 

Geurae. Masuklah, aku akan pergi saat melihatmu benar benar masuk dengan aman” kata Donghae membuat Ri Ra mengangguk.

 

Gadis itu melepaskan genggaman tangannya dari Donghae, lalu membalikkan badannya. Namun langkahnya terhenti tiba tiba. Ia kembali menghadap Donghae.

 

Pria itu mengernyitkan dahinya bingung, Ri Ra sedikit menundukan kepalanya dan terlihat ragu. Namun Donghae mencoba menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan gadisnya itu.

 

Ri Ra menatap Donghae, lalu dengan gerakan lembut gadis itu melingkarkan tangannya di sekitar leher Donghae, memeluk pria itu dengan nyaman dan amat sangat lembut. Penuh cinta dan kasih sayang, membuat hati Donghae bergetar. Pria itu terkejut, tentu saja. Namun seulas senyum terlihat menghiasi wajah rupawannya setelah itu.

 

Donghae membalasnya, ia semakin mengeratkan pelukannya. Memejamkan matanya lalu bersandar pada pundak Ri Ra. Mencium harum khas rose putih yang kini ia hapal dan menjadi candu tersendiri untuknya. Entahlah, Donghae benar benar merasa.. dia memang pantas mencintai gadis ini.

 

“Aku masuk” kata Ri Ra sesaat setelah melepaskan pelukannya. Gadis itu berbalik, namun dengan cepat pula Donghae memegang lengannya, membalikkannya dengan sekali sentakan dan membuat gerakan sehingga bibir mereka kembali bertemu. Donghae menciumnya, teramat sangat manis. Benar benar gaya seorang Donghae.

 

“Selamat malam, sayang” kata Donghae lalu Ri Ra benar benar masuk dengan wajah yang memerah. Setelahnya, Donghae meninggalkan gedung itu dengan seulas senyum terpatri hingga ia sampai ke mobil. Mungkin, orang orang akan menanggap dia gila jika melihat tingkah anehnya itu. Yahhh.. mau bagaimana lagi. Inilah syndrome orang jatuh cinta.

 

***

 

“Donghae~ya, aku bisa meminta bantuanmu?” Eunhyuk menghampiri Donghae yang sedang berkutat dengan sebuah pensil dan selembar kertas di kamarnya. Pria itu duduk di tepi ranjang Donghae, sudah berpakaian rapih namun casual. Tanpa make up dan embel embel lainnya.

 

“Apa?” tanya Donghae tanpa mengalihkan perhatiannya ke arah Eunhyuk di belakangnya. Pria itu masih sibuk di meja kecilnya, mencoba mencari cari lirik lagu yang pas. Kebiasaan Donghae saat ada waktu luang. Mengisinya dengan hal hal yang berguna.

 

“Seharusnya hari ini aku menemani Bora mengunjungi tempat butik barunya yang masih dalam proses pembangunan di Myeongdong. Tapi barusan eomma menelpon, dia memintaku untuk mengantarnya ke Busan. Pamanku sedang sakit keras dan dia ingin sekali menemuinya. Kau tahu Hae, eomma bahkan memohon mohon dengan suara yang parau, kurasa dia hampir menangis” Eunhyuk menghela nafasnya, pria itu menatap lantai kamar Donghae dengan tidak fokus. Sementara Donghae akhirnya bisa mengalihkan pandangannya, memutar kursinya lalu menatap Eunhyuk sembari menimang nimang.

 

“Jadi maksudmu, aku harus menggantikanmu untuk menemani Bora?” Eunhyuk mengangguk lemah.

 

Donghae menghela nafasnya “Kupikir, kau sebaiknya membertitahu dia tentang ini Hyuk. Kurasa dia akan mengerti dan menunda kunjungannya itu”

 

“Kau tak mau? Padahal aku berharap banyak padamu Hae~ya, hanya kau yang sedang punya free time

 

“Bukan begitu Hyuk~ah, aku hanya.. merasa tidak sepantasnya jika kami pergi berdua”

 

“Ya Tuhan Lee Donghae! Kau hanya menemaninya. Memangnya kau berfikir apa? Lagipula, aku tak mau membuat dia kecewa. Aku sudah berjanji untuk menemaninya hari ini. dia baru pulang dari London Donghae, dan butik itu sedang ia rintis dengan tangannya sendiri. Kau fikir mudah lulus dengan nilai sempurna pada jurusan designer? Aku hanya tidak mau gadis itu kecewa, itu saja”

 

Donghae tampak berfikir. Sedikit banyak apa yang dikatakan Eunhyuk itu benar juga. Type wanita seperti Bora sepertinya mempunyai hati yang lembut dan punya perasaan yang halus. Mungkin saja jika Eunhyuk mengatakan yang sesungguhnya pada Bora, wanita itu bisa mengatakan ‘tidak apa apa. Lain kali aku bisa melihat perkembangan butikku’ tapi siapa yang tahu jika nantinya dia mendesah kecewa? Ini hari ke tiga nya dia di Seoul dan Eunhyuk benar, mungkin saja Bora sedang dalam masa ‘so exited’ nya karena akan membuka butik yang dipenuhi dengan baju baju rancangannya sendiri. Dan menilik sikap Donghae yang terlalu dermawan sudah bisa dipastikan pria itu tak dapat mengelak. Lebih tepatnya, tak mampu mengelak.

 

“Baiklah Hyuk, aku akan menggantikanmu” jawab Donghae akhirnya

 

Eunhyuk tersenyum lebar, memperlihatkan gummy smile nya yang menjadi daya tarik para Jewel di luar sana “Aku tahu kau bisa diandalkan Donghae~ya. Gomawo!!” Eunhyuk menepuk pundak Donghae lalu berjalan keluar dari kamar itu.

 

Langkahnya berhenti di depan pintu lalu kembali mentap Donghae “Satu jam lagi dia akan kesini. Aku akan pergi sekarang, mungkin aku akan pulang sangat larut, atau akan menginap. Sampaikan pada yang lainnya”

 

Arraseo~

 

***

Donghae membuka pintu dorm dan tersenyum sopan saat melihat wanita itu berdiri dengan anggun di depannya. Bora terlihat casual hanya dengan memakai longdress berwarna hijau tosca dengan sebuah ikat pinggang kecil berwarna putih bermata emas di tengahnya. Rambutnya tergerai indah bergelombang, berwarna hitam legam. Gadis itu terlihat tinggi, padahal yang Donghae lihat ia hanya memakai sebuah flat shoes berwarna putih susu. Diam diam, pria itu berfikir bagaimana jika Bora memakai heels dan berdiri berdampingan dengannya? Oh~ bukankah waktu di acara pernikahan Siwon, Bora memakai heels? Dan memang benar, keduanya berada dalam ukuran tinggi badan yang sama.

 

“Bora, masuklah” kata Donghae mempersilahkan gadis itu masuk. Bora mengangguk singkat, ia melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah. Kacamata besar yang ia kenakan ia naikkan ke atas rambutnya, benar benar elegan.

 

“Tidak ada orang di dorm?” tanya Bora saat melihat tak ada satupun orang di dorm itu

 

Donghae menggeleng “Mereka semua ada pekerjaan. Hanya aku yang ada free time untuk saat ini?”

 

Jinjja? Hyukjae ddo?” Bora terperanjat lalu langsung mendesah kecewa saat Donghae mengangguk. Pria itu terkekeh geli.

 

“Hyukjae menemani eomma nya ke Busan. Katanya pamannya sakit” jelas Donghae membuat mata Bora melebar.

 

Mwo? Huh~ padahal dia sudah ada janji denganku. Tapi tak apalah, mungkin lain kali saja aku pergi dengannya” Bora mencoba tersenyum tapi terlihat sekali dia kecewa. Membuat Donghae bangga pada dirinya karena duggan Donghae benar, gadis itu kecewa tapi tampak tak mau memperlihatkannya.

 

“Tenang saja Bora~ya, aku yang akan menggantikan Hyukjae menemanimu”

 

Mata Bora tampak berbinar “Benarkah? Ah~ aku senang sekali kalau begitu”

 

“Tunggu sebentar, aku akan mengambil jaket dan kunci mobilku” titah Donghae  “Tapi aku membawa mobil sendiri” sentak Bora ketika mendengar Donghae akan mengambil kunci mobilnya. Donghae tampak berfikir lalu kembali menatapnya “Baiklah, kita naik mobilmu saja. Aku akan mengambil jaketku sebentar” Bora mengangguk.

 

Sementara Donghae pergi ke kamarnya, Bora duduk di ruang TV yang sederhanya itu, matanya mengedar. Disebelah kirinya ada meja makan kecil yang berantakan dengan bungkus makanan makanan ringan. Cucian piring menumpuk. Lalu di sudut ruangan berpuluh puluh pasang sepatu ada disana, disampingnya lengkap dengan berbagai jenis model topi.

 

“Huh, rupanya aku benar benar mempunyai sepupu seorang member boyband” kekehnya sendiri, lalu ia tertawa kecil. Kadang, ia masih tak percaya saat melihat lelaki berkharisma dengan dance nya yang sering ia lihat di TV itu adalah sepupunya sendiri, Lee Hyukjae tampak begitu berbeda. Pesonanya semakin terpancar dari waktu ke waktu. Tak pernah disangkanya si Hyukjae yang cengeng itu bisa menjadi sukses seperti sekarang. Dikenal berjuta juta orang diluar sana.

 

***

“Kira kira dalam waktu satu bulan lagi bangunan ini bisa selesai, itupun jika tidak ada masalah yang cukup serius. Pilarnya cukup kokoh jadi kami tidak perlu menambahkan terlalu banyak karena akan menganggu barang barang yang nantinya akan di letakkan disini. Kemarin, assistant anda mengubungi saya untuk sekalian memasang wallpaper pada keseluruhan bangunan ini”

 

“Baiklah, terimakasih” Bora tersenyum ramah lalu menyalami mandor yang bertugas disini. Donghae yang sedari tadi ikut mendengarkan hanya mengangguk anggukan kepalanya, sesekali ia melihat keseliling arah. Banyak orang yang bekerja, karena memang bangunan ini cukup besar dengan dua tingkat yang khas dan elegant.

 

“Kau punya assistant?” tanya Donghae, kaduanya berjalan berdampingan disekitar bangunan dan melihat lihat perkembangannya. Ruangan itu sudah terang karena beberapa lampu sudah dipasang.

 

Bora tertawa geli melihat reaksi Donghae, pria itu sepertinya sangat terkejut jika ia mempunyai assistant. “Ya. Memangnya ada yang salah? Aku tidak mungkin bekerja sendirian kan?” jawab Bora santai

 

“Tidak tidak, bukan itu maksudku. Kata Hyuk, kau baru pulang dari London dan sekarang sudah mempunya assistant? Dan juga, kulihat pembangunan ini bukan seperti baru dikerjakan”

 

Donghae kembali menatap ke sekeliling, memang benar. Bangunan itu sudah hampir sempurna. Hanya bebrapa kaca besar belum dipasang, lalu pemasangan wallpaper yang baru akan di laksanakan kira kira seminggu lagi, lampu lampu hias yang berkilauan dan segala macam tambahan yang ada. Itu menandakan butik ini sudah dibangun jauh sebelum Bora pulang ke Korea kan?

 

“Ekspresimu itu berlebihanDonghae~ssi. Assistant itu adikku, Kim Nana. Dan yah.. seperti dugaanmu. Butik ini sudah mulai dibangun kira kira sejak.. 3 bulan yang lalu”

 

“Bantuan orang tua?” tebak Donghae sembarangan membuat Bora tertawa

 

“Tidak tidak, tentu uang tabunganku. Sejak SMP aku selalu menabung dan sampai sekarang pun masih. Dan yah.. aku juga bisa bermain dengan angka angka, Berinvestasi dan menanam saham di beberapa perusahaan kecil. Hasilnya lumayan” jawab Bora santai tak menyadari raut wajah Donghae yang benar benar terkejut. Sepertinya hasilnya lebih dari kata lumayan, Donghae berdecak dalam hati.

 

“Kau melakukannya disaat sedang melanjutkan study?”

 

“Ya”

 

Jinjja daebak, aku salut padamu” kata Donghae sungguh sungguh

 

“Terimakasih”

 

Mereka kembali berjalan, namun tak lama suara kemericik berasal dari tangga yang tak jauh dari mereka. Orang yang berada di atasnya tak menyadari hingga saat salah satu kaki tangga itu patah ia terperanjat. Donghae melihat itu, ia terkejut namun dengan segap menraik Bora hingga menabrak dadanya, kakinya melangkah mundur dengan gerakan secepat pesawat jet, namun naas sebuah balok kayu menghalangi kakinya hingga ia tersandung dan jatuh. Bunyi dentuman keras terdengar, baik dari petugas yang terjatuh bersama dengan tangga lipat itu dan juga Donghae yang yang terjerembab dengan Bora menindih nya.

 

Kepalanya terasa berdenyut dan pandangannya mengabur, ia masih bisa mendengar suara Bora yang berseru memanggil manggilnya untuk tetap sadar saat setelahnya semua terlihat hitam.. buram.

 

***

 

Baekhyun terus menggandeng lengan Hee Cha dengan sayang, sesekali keduanya bertukar pandang dan melempar senyum. Walaupun tidak terlalu terlihat karena masker yang menutupi Baekhyun, juga hoodie berbulu kucing yang gadis itu kenakan.

 

Hee Chan menyesap sedikit Americano favoritnya, cuaca memang tidak sedang dingin seperti biasa tapi meminum segelas Americano harus ada dalam daftar nya setiap hari, tak kenal waktu dan tanpa melihat situsai. Terkadang, Baekhyun pun harus mengoceh panjang lebar demi memarahi gadis bandel itu. terlalu banyak mengkonsumsi Caffein bukankah tidak bagus?

 

“Kapan kau akan berhenti meminum itu? paling tidak, kurangi sedikit porsinya” keluh Baekhyun, lagi dan lagi

 

“Byun Baekhyun, kau sudah tahu jawabannya. Jadi jangan pernah menyuruhku untuk melakukan itu” seru Hee Chan membuat Baekhyun mendesah, pria itu lebih memilih mengalah.

 

“Tentang Siwon Hyung, apa menurutmu .. pernikahan mereka akan baik baik saja?” Baekhyun menatap gadisnya, meminta pendapat. Mereka masih berjalan bergandengan, menyusuri jalan Myongdong yang ramai seperti biasa. Menghabiskan waktu akhir pekan mereka yang hanya beberapa jam sebelum kedunya punya jadwal masing masing.

 

“Aku juga khawatir, tapi aku yakin. Mereka pasti bisa mengatasinya. Untuk sekarang, kabar pernikahan mereka belum terhembus sampai ke telingga para wartawan yang ganas akan berita itu. aku hanya berharap, semunya berjalan dengan baik”

 

Baekhyun mengangguk, lalu mengeratkan kembali genggaman tangannya di tangan Hee Chan. Tiba tiba gadis itu berhenti, matanya menatap satu objek garis lurus yang kini selaras dengan retina matanya. Terlihat mengerutkan keningnya karena merasa tak yakin. Tapi setelah gadis itu yakin, Hee Chan menari narik Baekhyun untuk lebih merapat padanya.

 

“Bukankah yang disana itu Donghae oppa?”Baekhyun mengikuti arah yang ditunjuk Hee Chan, sesesaat tak yakin tapi setelah sosok pria berjaket coklat tua itu berbalik dia menjadi yakin.

 

“Ya, kau benar. Dia bersama seorang gadis. Ri Ra noona?”

 

Hee Chan menggeleng “Bukan bukan, aku yakin itu bukan Ri Ra eonnie

 

“Mereka terlihat sangat akrab”

 

“Ya, akupun berpikir begitu”

 

“Tunggu, sepertinya aku pernah melihatnya sebelum ini” Hee Chan menatap Baekhyun cepat, gadis itu menunggu Baekhyun yang ia rasa tengah mengingat ingat sesuatu.

 

“Ah! Matta!” Baekhyun menjentikkan jarinya “Aku melihatnya, ada di resepsi pernikahan Siwon hyung dan Sungrin noona tempo hari. Gadis itu yang menyapaku saat berjalan bersama Eunhyuk hyung

 

Hee Chan mengerjap “Jinjja? Aku tidak melihatnya”

 

“Dia ada disana, memakai mini dress yang benar benar mini” Baekhyun menerawang, mencoba mengingat ingat gadis yang sempat menyapanya beberapa hari yang lalu di acar Siwon. Sesekali pria itu tersenyum membuat Hee Chan mengerjap tak percaya, gadis itu dengan gesit memukul kepala Baekhyun, mencoba menyuruhnya untuk bangun dan kembali ke keadaan semula.

 

“Byun Baekhyun, beraninya kau memikirkan wanita lain saat ada kekasihmu disini! Jadi kau sempat menghilang di pesta itu karena terlalu terpesona pada dia ya?!” sentak Hee Chan, membuat Baekhyun mengerjap “A-ani! Bukan seperti itu!”

 

“Astaga Byun Baekhyun, aku tidak percaya” Hee Chan bersungut sungut membuat Baekhyun kelabakan “Aku bersumpah. Aku hanya geli memikirkan kejadian yang sama tempo hari. Waktu di acara pernikahan itu aku juga melihat Donghae hyung bicara sangat akrab dengan wanita itu”

 

Hee Chan menyipitkan matanya, membuat Baekhyun mendesah “Aku bicara dengan jujur, sayang” Hee Chan luluh, seketika pipinya memerah dan gadis itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Membuat Baekhyun terkekeh geli.

 

“Kalu benar begitu, lalu siapa sebenarnya gadis yang bersama Donghae oppa itu ya? Apa Ri Ra eonnie mengetahuinya?”

 

Hee Chan mengambil ponselnya dari dalam tas, membuka menu kamera lalu mengarahkan fokusnya pada Donghae dan gadis yang bersamanya itu. “Kau memotretnya?” tanya Baekhyun, Hee Chan mengangguk “Aku akan bertanya pada eonniedeul, mungkin mereka tahu sesuatu”

 

***

 

Eonnie! Eonnie!” Hee Chan masuk dengan tergesa, sepatunya ia tanggalkan dengan sembarang di depan. Lalu berjalan ke ruang tengah, hanya menemukan Hyuna yang sedang sibuk dengan layar laptopnya.

 

Eonnie! Aku memanggilmu, kau tidak mendengarnya?”

 

Hyuna menoleh kepadanya sekilas, lalu memasang wajah tanpa dosa “Ani” jawabnya polos membuat Hee Chan sedikit kesal. Dengan tergesa gadis itu menghempaskan dirinya di samping Hyuna, ikut melihat artikel yang sedang dibaca gadis itu hingga bisa bisanya ia tidak mendengar teriakannya.

 

Tto??” Hee Chan menghela nafas berat, lalu menyenderkan badannya dengan lemas ke sofa cream yang tengah ia duduki.

 

“Kau sudah menjadi kekasihnya, tapi masih saja menjadi stalkernya” ejek Hee Chan

 

“Ini sudah kebiasaanku, kau diam saja” dengan santai Hyuna masih mengscroll layar laptopnya kebawah dan semakin kebawah.

 

“Dia akan bermain bersama Sunny, kuharap gadis itu tidak akan berpasangan dengannya”

 

“Jangan lupakan Baekhyun-ku juga bermain disana”

 

“Ah ya~ lebih baik Baekhyun dan Sunny yang berpasangan” Hee Chan memutar bola matanya

 

“Jika aku jadi kau, aku akan sedikit bersyukur karena setidaknya dia bermain dengan seseorang yang sudah kita kenal”

 

Hyuna terdiam, tampak berfikir “Ah benar juga! Kalau begitu aku berharap dia akan berpasangan denga Sunny” Hee Chan menyerah, sudahlah. Tidak akan ada habisnya jika membicarakan ini pada leadernya itu.

 

“Aku punya kabar yang lebih penting daripada menduga duga siapa pasangan Kyuhyun oppa di drama musical terbarunya itu eonnie. Lagipula, Singin’ In The Rain baru akan mulai sebulan lagi”

 

Yah, aku kan harus mengantisipasi. Berita apa?” Kini Hyuna menatap Hee Chan dengan antusias. Gadis itu lalu membuka tasnya, mengambil ponselnya lalu menunjukkan foto yang sempat ia ambil tadi.

 

Igo” Hyuna mengambilnya, mencoba mengamati. Sesekali gadis itu men-zoom layarnya hingga tampak seseorang yang tak asing dimatanya.

 

“Ini Lee Donghae? Bersama siapa? Karena aku yakin ini bukan Ri Ra”

 

“Nah! Itu yang menjadi pikaranku eonnie. Tadi aku melihatnya berada dalam sebuah gedung yang masih dalam masa pembangunan di daerah Myongdong. Bersawa wanita itu. dan Baekhyun bilang, dia juga melihatnya saat resepsi pernikahan Sungrin eonnie tempo hari. Dan mereka sepertinya punya hubungan yang cukup akrab”

 

“apa Ri Ra tahu?”

 

“Molla”

 

“Apa sebaiknya kita tanya saja?”

 

Tepat pada saat itu, terdengar suara Ri Ra masuk. Gadis itu baru pulang dari gedung SM bersama Yeon Hwa dan manager mereka. Hyuna dan Hee Chan langsung siaga.

 

“Oh! Hai eonnie, aku pulang” seru Ri Ra ceria –seperti biasa- lalu melangkah masuk ke kamarnya, tanpa menyadari tampang aneh yang ditunjukkan Hyuna dan Hee Chan.

 

“Haah~ sejak Sungrin pindah dorm terasa sepi sekali” desah Manager Jung sembari membuka syalnya dan menghempaskan tubuhnya disamping Hee Chan. Hyuna mengerutkan dahinya, sepertinya sedikit tidak setuju.

 

Eonnie, Sungrin ada pun suasana dorm memang seperti ini. lagipula, anak itu kan hanya akan berlama lama berdiam diri di kamar, menulis lagu atau apapun. Dan dia juga tidak cerewet dan berisik seperti Ri Ra”

 

“Sepertimu eonnie” Hee Chan menyambar, membuat Yeon Hwa yang berada di dapur terkekeh mendengarnya. Sementara Hyuna melototkan matanya pada Hee Chan.

 

“Yah, terserah apa katamu. Yang pasti, suasana benar benar berubah semenjak Sungrin tak disini”

 

Calm down Manager Jung, dia akan tetap bersama kita. Hanya bedanya, sekarang ia tinggal dengan suaminya” balas Hyuna

 

“Kurasa, kau benar”

 

Hee Chan tiba tiba teringat, ia lalu merebut ponselnya yang masih ada pada Hyuna dan menunjukkan foto Donghae dan gadis yang ia lihat tadi kepada manager Jung.

 

Eonnie, kau tahu siapa dia?” tunjuk Hee Chan, Manager Jung mengambil ponsel Hee Chan, menelitinya dan Yeon Hwa tiba tiba ikut bergabung.

 

Mwonde? Foto ini kau ambil diam diam?” tanya manager Jung saat melihat gambar yang tidak terlalu jelas.

 

“Ya, karena dia pergi bersama Donghae oppa

 

Manager Jung mencoba melihatnya lagi, dahinya berkerut “ Sepertinya aku tahu dia. Bora, Kim Bora”

 

Nugunde?” desak Hyuna

 

“Setahuku, dia adalah sepupu Eunhyuk yang kuliah di London”

 

“Begitukah? Dia terlihat akrab dengan Donghae oppa, apa dengan semua member Super Junior?” tanya Hee Chan lagi.

 

“Aku tak terlalu paham, hanya .. Eunhyuk pernah memperkenalkannya padaku saat kami tidak sengaja bertemu di acara pertunangan Jiwon kira kira setahun yang lalu”

 

“Jiwon?”

 

“Adik Siwon”

 

“Ah~” Hyuna dan Hee Chan menganggukan kepalanya mengerti.

 

“Kau dapat ini darimana eonnie?” tanya Yeon Hwa

 

“Tadi, saat aku pergi bersama Baekhyun. Aku tidak sengaja melihat mereka berdua”

 

“Ri Ra eonnie tahu?”

 

Mollasoyo~ maka dari itu, kami berniat menanyakannya”

 

Ri Ra keluar dengan baju yang berbeda. Mengenakan dress baby pink bunga bungga dengan tas selempang kecil yang lucu.

 

“Kau mau pergi?” tanya Hyuna

 

“Ya, aku akan mengantarkan persediaan kimchi ke dorm Donghae oppa. lagipula, sudah lama aku tidak kesana”

 

“Perlu kutemani?” tawar Hee Chan

 

“Tidak usah, aku bisa sendiri. Baiklah aku pergi, bye!”

 

“Hati hati Ri Ra~ya, ingat nanti sore kita ada latihan vokal” seru manager Jung lalu pintu dorm tertutup, menandakan Ri Ra sudah keluar. Setelah itu, mereka semua berpandangan dengan penuh arti.

 

“Firasatku tidak baik” sembur Hyuna

 

***

HUAAAP! Bawa couple lagi! dan JREEENG JREEENG.. ada si polos Ri Ra sama si pria manis asal mokpo ! abang Dongek ikaaaaaaan ><

Seperti sebelumnya, dua hari lagi aku post next part! yippiii ^^

Advertisements

5 thoughts on “[Another Story of The Way To Your Heart] Hae-Ra Moment – Test Of Love (Part A)

Add yours

  1. Ikh pasti da masalah baru nich tp apa ni ada hubungannya dg ide jahil eunyuk pas di acara nikahn worin y.. emm bisa jadi c..

    Ijin baca nex y eonn
    Gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: