[Another Story of The Way To Your Heart] WonRin Moment – A Wedding? (Part B/END)

jnnnnnlh

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : A Wedding?

Main Cast             : -Choi Siwon –Hwang Sungrin

Support Cast        : -Black Rose’s Member –SM Artist

Genre                    : Romance

Rating                    : 15

Length                   : TwoShot

Desclimer             : Next story from ‘The Way To Your Heart’ story and plot are mine! Don’t try to copy and paste this without my permission!!!

 

Happy Reading~

.

.

 

Acara ini membosankan. Setidaknya itu menurut Sungrin. Gadis itu menghela nafasnya, lalu mengecek ponselnya. Berharap seseorang yang memang membuatnya menunggu beberapa hari ini mengirim pesan atau sebagainya. Namun lagi lagi gadis itu harus menelan kekecewaan saat tak ada apapun yang berarti disana.

 

Dengan iseng, Sungrin membuka akun twitternya. Gadis itu mendengus saat berbagai macam komentar masuk kedalam notifnya. Mengomentari foto annoying nya saat tak sengaja tertangkap camera Hyuna yang sedang berselca di konser Bruno Mars yang mereka tonton beberapa hari lalu.

 

Keningnya mengernyit saat melihat berbagai hastag aneh yang mulai mengisi tranding topik. #WeBelieveInYouKris. Apa arti hastag itu? dengan gesit, Sungrin mengklik salah satunya, mengscroll laray ponselnya kebawah dan terus kebawah. Melihat keluh kesah fans dan hoax yang membuatnya kini tak percaya. Benarkah?

 

Sebuah situs menuliskan tweet dengan judul yang membuatnya tertarik. Disertai dengan alamat website yang lengkap. Sungrin membukanya, membacanya dengan teliti hingga membuat pikirannya terbebani dengan berbagai pertanyaan. Benarkah? Benarkah? Dan benarkah?

 

“EXO’s Kris seeking to nullify contract with SM Entertainment”

 

Dia menyentuh lengan manager Jung yang duduk disebelahnya, gadis itu menunjukkan ponselnya lengkap dengan tatapan penuh pertanyaan. Dan dengan helaan nafas yang panjang, wanita itu menganggukan kepalanya.

 

Pukul 11 malam, acara resmi berakhir. Black Roses dengan mata yang mulai terlihat mengantuk berjalan menyusuri lorong untuk sampai di depan dorm mereka. Sungrin yang berjalan dengan tatapan kosong sedari tadi tiba tiba menghentikan langkahnya saat melintas tepat di depat dorm EXO M. Dengan hati yang bergetar, gadis itu perlahan mengesampingkan tubuhnya. Menatap sendu pintu di depan nya itu dengan nanar. Entah apa yang membuat gadis itu merasa kehilangan sesuatu kini.

 

15 menit Sungrin hanya berdiam diri di depan sana. Menimbang nimbang apakah dirinya cukup berani untuk memencet bel. Bertemu dengan Kris Wu. Lalu mengajukan banyak pertanyaan yang cukup membuatnya berpikir terlalu banyak. Gadis itu tidak pernah mempunyai rasa untuk Kris, tapi entahlah. Kenapa rasanya sesak saat mengetahui jikalau Kris akan pergi. Meskipun dirinya juga belum terlalu yakin berita itu benar atau tidak. Tapi di dalam hatinya yang terdalam, Sungrin berharap jika artikel artikel itu semua hanya gossip yang tak benar adanya.

 

Dengan tangan yang sedikit gemetar, helaan nafas yang panjang, gadis itu memencet bel. Sekali, dua kali, hingga yang ketiga seseorang baru membukanya. Sungrin membeku saat melihat orang yang ingin ia mintai penjelasannya itu sekarang berdiri di depannya.

 

Kris terkejut melihat Sungrin berdiri di depannya. Masih lengkap dengan gaun panjang hitam-putihnya yang sedikit terbuka di bagian punggung. Tak lama, pria itu tersenyum samar. Mengerti akan tatapan Sungrin, dan mengerti apa yang akan gadis itu tanyakan.

 

Noona” Sungrin mendengus tiba tiba. Gadis itu tahu, bahkan sangat tahu jika Kris sudah memanggilnya seperti itu, maka sebuah permohonan maaf menanti jawabannya.

 

“Jadi itu benar?” tanya Sungrin sarkastik. Kris mengerjap perlahan, sebelum akhirnya mengangguk.

 

“Baiklah, lakukan sesukamu. Aku tidak perduli lagi” ucap Sungrin. Gadis itu berbalik dengan cepat. Melangkah meninggalkan Kris yang masih mematung di depan pintu dormnya.

 

Langkah nya terhenti saat Kris memanggilnya. Gadis itu diam, membelakangi Kris. Tak lama, bisa Sungrin rasakan usapan lembut di lengannya. Itu Kris, dia yakin dan sangat yakin.

 

“Aku minta maaf, benar benar minta maaf” ujarnya menyesal. Sungrin membalikkan badanya hingga keduanya berada dalam jarak yang teraamat dekat.

 

“Tapi kenapa?”

 

“Ada satu hal. Yang tak bisa kuceritakan sekarang” sesal Kris. Sungrin menghela nafasnya, mencoba bersabar. Namun jika boleh bereaksi, entah mengapa sekarang ia ingin berteriak dan memaki Kris saat ini juga.

 

Sungrin kembali berbalik, melangkah meninggalkan Kris. Namun dengan tiba tibanya Kris menyentak tangan Sungrin. Gadis itu berbalik hingga .. sebuah kecupan mendarat di bibirnya.

 

Sungrin membelalakan matanya, gadis itu mendorong kasar bahu Kris dan memandangnya tak percaya. Tangannya bergetar dan seketika memorinya mengingat Siwon. Choi Siwon. Pria yang begitu ia cintai.

 

“K-kau?! “ Sungrin mundur perlahan “Ba-ba..bagaimana bisa?” lirihnya tak percaya. Kris hanya menunduk. Matanya terpejam dan tangannya terkepal. “A-aku.. aku mencintaimu Hwang Sungrin”

 

Sungrin membekap mulutnya tak percaya. Ya Tuhan, kenyataan apalagi ini??

 

Seseorang yang berada tak jauh dari mereka menatap keduanya dengan tangan yang bergetar. Sebuah buket mawar putih jatuh begitu saja dikakinya yang berbalut sepatu mahal. Pria itu membatu, shock, dan rasanya ingin menarik Sungrin menjauh sekarang juga.

 

Choi Siwon.

 

***

 

Sungrin terbangun dari mimpi indahnya saat merasakan sinar matahari yang mulai merangkak naik dan masuk ke bulatan bulatan kecil di atas dinding kamarnya. Gadis itu mengerjap singkat, duduk terbangun lalu menapakkan kakinya diatas sandal rumah berbulunya, memakainya kemudian. Ia mendesah pelan saat mengingat kejadian semalam yang benar benar membuat otaknya buntu.

 

Gadis itu mengecek lagi ponselnya, dan desahan halus kembali keluar dari mulutnya. Sampai sekarang, Siwon pun tak menghubunginya. Sungrin dengan lesu berjalan keluar kamar saat merasakan kerongkongannya mengering. Dengan tertatih, gadis itu tiba di dapur. Membuka lemari es dan mengambil sebotol air mineral dingin dari dalam sana. Lalu meminumnya.

 

Terbesit dalam pikirannya untuk keluar dan menghirup udara pagi. Dan tanpa banyak berpikir, gadis itu keluar. Hanya dengan sandal jepit dan sweater abu abu yang membungkus piama tidur putihnya.

 

Sungrin menghembuskan nafasnya bersamaan dengan langkah kakinya yang terus bergerak. Gumpalan gumpalan seperti embun langsung keluar saat ia membuka mulutnya untuk berbicara. Hari ini hari minggu, jadi jalanan tidak sepadat biasanya.

 

Langkahnya terhenti saat melintasi bangunan yang menjulang tinggi di sampingnya. Sebuah apartement mewah yang sama mewahnya dengan apartement yang ia tinggali. Berdiri kokoh di samping apartementnya sendiri. Berwarna cream denga list cokelat disekitarnya, menambah kesan yang sangat elegant.

 

Dengan pertimbangan yang akhirnya ia menangkan dalam otaknya, gadis itu memilih masuk. Menyapa beberapa pekerja apartement yang terlihat berlalu lalang sepagi ini, lalu masuk ke lift. Menekan tombol angka yang akan membawanya kelantai 11.

 

TING!

 

Lift terbuka, langkahnya berlanjut lagi lalu berhenti disebuah pintu cokelat yang penuh dengan coretan dan tanda tangan di sana. Membuat gadis itu tiba tiba saja tersenyum, lalu menggeleng gelengkan kepalanya.

 

Tak lama ia hanya berdiam diri disana, Sungrin memencent bel. Namun, hingga sampai bel keenam, tak satupun orang yang membukakan pintu untuknya. Membuat gadis itu berfikir bahwa seluruh penghuni di dalamnya masih menjelajah di sela sela alam mimpi mereka.

 

Ia menyerah, gadis itu berbalik. Namun gerakannya terhenti saat dirasanya seseorang membuka pintu dari balik punggungnya.

 

Sungrin membeku ditempatnya, nafasnya tercekat. Kakinya mendadak kaku seperti batu dan susah digerakkan. Sama halnya dengan Siwon, pria itu terdiam dengan mata yang menatap lurus kedepan. Ia bahkan tak perduli lagi dengan penampilannya. Wajah kusut khas orang bangun tidur, kemejanya yang berantakan, rambutnya pun ikut berantakan. Entah atmosfer apa yang membuat keduanya mendadak terdiam saat bertemu seperti ini, walau tak dipungkiri rindu yang menggebu sudah sangat menyerang batin keduanya. Namun kini, baik Siwon maupun Sungrin, hanya mampu bertarung dengan spekulasi masing masing di otak mereka.

 

***

 

Siwon menyeka peluh yang berjatuhan dari dahinya dengan sebuah handuk kecil berwarna biru laut yang ia gantungkan di lehernya. Kaos oblong tak berlengan miliknya sesekali berkibar akibat tertiup angin. Di belakangnya, Sungrin dengan susah payah menambah tempo kecepatan kaki nya demi menyamakan langkahnya dengan Siwon. Tidak, mereka bukan berjalan santai, tapi berlari.

 

Siwon terus berlari meninggalkan Sungrin yang mengumpat kecil di belakang punggungnya, namun dengan tiba tiba dan tanpa perintah, pria itu mendadak berhenti. Meletakkan keduan tangannya menumpu pada pinggangnya, lalu menundukkan kepalanya terengah. Mencoba mentralkan nafasnya menjadi normal ketika tepat pada saat itu Sungrin menabrak punggungnya lumayan kencang.

 

“Aww” ringis gadis itu pelan mengusap dahinya. Siwon menoleh kebelakang dengan nafas yang mulai teratur. Pandangannya terlihat datar saat menatap barbie Hwang nya itu. sedetik kemudian, Siwon kembali memandang kedepan dan mulai melangkah.

 

Sungrin hanya melongo ditempatnya. Gadis itu tak habis pikir dengan sifat Siwon yang tiba tiba berubah seperti itu. kenapa dengannya? Sudah cukup! Persetan dengan imagenya! Dia harus bicara dengan Siwon. Harus.

 

Dengan langkah seribu, gadis itu kini telah berjalan berdampingan bersama Siwon. Beruntung, pria bertubuh jakung itu tidak berlari lagi sehingga memudahkan Sungrin untuk menyamai langkah mereka dan mulai bicara.

 

“Kau marah padaku?” tanya Sungrin pada akhirnya. Namun, tak ada respon apapun pada pihak yang ia ajak bicara.

 

“Siwon” dan pria itu masih saja diam.

 

“Siwon”

 

“Ya Tuhan Choi Siwon! Jawab aku” intonasinya berubah. Gadis itu sedikit berteriak, membuat Siwon tiba tiba berhenti. Namun pandangannya masih kedepan, memandang matahari yang kini mulai terasa panas. Oh, hari sudah mulai siang. Sementara Sungrin menatapnya dengan kesal.

 

“Kau kenapa sih? Kau marah padaku? Sikapmu berubah!” Siwon tetap diam

 

“Beberapa hari tak menghubungiku. Lalu membuatku terkejut saat aku berkunjung ke dorm mu hari ini dan mendapati kau sudah pulang. Hey! Kau bahkan tidak memberitahuku. Lalu sekarang, hanya mendiamiku. Aku tidak sedang melakukan jalan jalan pagi dengan sebuah patung, tahu!”

 

Dan Siwon masih tetap diam.

 

Sungrin mendidih. Gadis ini geram “Tidak usah mengajakku keluar jika kau hanya mendiamiku! Jangan menyalahkanku yang tidak tahu sebab kemarahanmu karena kau pun tidak mau membuka mulutmu barang secenti!” Ya, Siwon langsung mengajak Sungrin keluar saat pria itu menemukan gadisnya di depan dorm pagi ini. alih alih mengajaknya olahraga pagi dan ingin bicara serius, tapi nihil. Siwon masih belum membuka mulutnya sejak tadi. Entahlah, ada perasaan marah tersendiri setiap dia menatap Sungrin.

 

Gadis itu berbalik, namun lengan Siwon menahannya. “Bisa kau jelaskan, hubungan mu dengan Kris?”

 

“Apa?”

 

Siwon membenarkan posisi mereka hingga keduanya berhadapan dengan bias cahaya matahari diantara keduanya. Seolah mempertegas jika masih ada jarak diantara keduanya.

 

“Semalam”

 

Oh! Sungrin merutuki dirinya! Ternyata Siwon melihatnya?! Ya Tuhaaaan~

 

“Dengar, aku bisa menjelaskannya” tuntut Sungrin

 

“Bagus kalau begitu”

 

“Tapi tidak disini, tidak sekarang, tidak dalam keadaanmu yang kurasa.. sedikit kacau”

 

“Tidak. Disini. Sekarang “ Sungrin ciut mendengar penegasan intonasi yang Siwon lontarkan. Pria ini benar benar marah. Dan Sungrin baru sadar akan hal itu.

 

“Oke, Kris.. semalam” Sungrin kaku, tidak tahu harus memulai darimana.

 

“Ini tidak seperti yang kau fikirkan. Yah, semalam Kris bilang dia menyukaiku. Tapi demi Tuhan, Siwon. Aku hanya menganggapnya sebagai teman dekatku yang pantas kuanggap adik. Bukankah kau juga tahu bahwa kami berteman sebelum masuk ke dalam dunia entertaint ini?” Sungrin mencoba menjelaskan dan diakhiri dengan nada frustasi di akhir kalimat.

 

“Dan pantaskah seorang yang kau anggap ‘adik’ itu menciummu, Hwang Sungrin?” cerca Siwon lagi

 

Sungrin mendesah “Itu bukan kemauanku, seharusnya kau tahu itu!” Siwon mengalihkan pandangannya kesamping, terlihat sekali pria itu masih tersulut emosi.

 

“Lagipula, seharusnya aku yang bertanya padamu! Kemana kau beberapa hari ini dan tidak menghubungiku? A-aku.. aku—“ Sungrin tercekat, Demi Tuhan! Gadis itu susah sekali mengungkapkan perasaannya! Tinggal bilang rindu, apa susahnya?

 

“Apa? Sekarang kau malah mempermasalahkan itu?” Siwon menyahut. Sungrin mengerutkan alisnya.

 

“Kenapa harus selalu aku yang menghubungimu? Kenapa kau tak coba menghubungiku duluan? Hey, aku bosan untuk selalu bertindak sebagai yang pertama! Dan tolong jangan alihkan pembicaraan kita mengenai si pria mandarin itu!” Siwon membentaknya, oh yaampun! Pria itu membentak Sungrin.

 

Tunggu, Siwon berbohong. Pria itu tidak benar benar berkata yang sejujurnya. Bosan? Hey, mana mungkin ia bosan menghubungi gadisnya? Tidak tidak, dia tidak sungguh sungguh mengatakan itu. emosi menyulut mulutnya yang dengan kurang ajarnya berbicara seperti itu. Ya ampun Choi Siwon, kau menyakitinya.

 

“Sekarang kau malah menyalahkanku?” Sungrin menatap Siwon dengan nanar. Kau berhasil menyakitinya Choi Siwon!

 

Alasan dibalik sikap Siwon yang tidak menghubunginya, itu sebenarnya sengaja ia lakukan. Pria itu sengaja tidak menghubungi Sungrin untuk memberikan satu satunya hal paling berharga dihidupnya. Singkatnya, Siwon ingin memberikan Sungrin ‘kejutan diluar batas’ dengan tidak menghubungi gadis itu terlebih dulu, Siwon ingin lihat bagaimana reaksi Sungrin saat tak ada sutupun pesan ataupun telepon yang masuk darinya. Demi Tuhan, jika memang Siwon yang harus melakukannya serba pertama, ia tak apa. Pria itu tak keberatan.

 

“Aku tidak percaya ini, Ya Tuhaan” Sungrin berucap lirih, detik berikutnya gadis itu berbalik. Berlari meninggalkan Siwon yang hanya mampu menapakkan tubuhnya pada kedua kakinya yang diam membatu. Meratapi punggung Sungrin yang mulai menjauh.

 

Choi Siwon, kau menyakitinya.

 

***

One month later

Incheon Airport, 12.30 KST

Eommaaa!” Sungrin berseru memanggil ibunya yang kini berdiri tak jauh darinya. Kang Min Soo –ibu Sungrin- membuka kacamatanya dan tersenyum cerah saat melihat putri kesayangannya berjalan menghampirinya.

 

Eommaaa” Sungrin memanggil manja dan memeluk ibunya erat, Ya ampun.. siapa sangka si dingin main dancer Black Roses itu bisa sejinak ini dengan ibunya. Oh?! Jika member yang lain tahu, habislah ia menjadi bahan olokan.

 

Aigoo, putri eomma” sambut Min Soo dengan bangga. Dua hari yang lalu, ibu Sungrin memberinya kabar bahwa beliau akan bertandang ke negara kelahirannya itu. yah, semacam liburan.

 

Kajja. Kita ke dormku” ajak Sungrin. Gadis itu berlih mengambil koper yang ibunya bawa dan menyeretnya. Namun, Min Soo kembali memanggil anaknya membuat Sungrin berhenti.

 

“Tunggu sebentar” Min Soo mengedarkan pandangannya ke beberapa arah, lalu tersenyum lega saat melihat kedua orang tuanya berjalan menghampiri –Mereka mampir sebentar ke coffe shop yang ada di bandara-. Sungrin bingung dengan apa yang membuat ibunya itu tersenyum, dan ia pun mengikuti arah pandang Min Soo. Matanya membulat sempurna seketika. Ah! Halmoni.. Haraboji~

 

“Demi Tuhan eomma! Eomma tak bilang akan mengajak halmoni dan haraboji kesini”

 

Hey, whats wrong with us baby? We are still your family, remember?!” Jawab haraboji Sungrin dengan semangat yang menggebu. Kesehatannya terlihat sangat baik di usianya sekarang. Diam diam, Sungrin bersyukur masih bisa melihat kakek dan neneknya dalam keadaan yang baik baik saja.

 

Sungrin menghela nafasnya pelan “Oke haraboji, disini Korea. Tolong jangan gunakan bahasa alien mu itu”

 

What? Kita tinggal di Inggris, bukan di planet Mars. Lagipula, apa kau pikir kakekmu ini Do Min Joon ha?” sela kakeknya tak mau kalah, membuat Min Soo dan nenek Sungrin tertawa melihat keduanya.

 

“Yeah, terserah” Sungrin mengalah setelah sebelumnya sedikit terkejut kakenya itu bisa tahu menahu tentang alien tampan yang sedang dielu elukan di Korea itu, Do Min Joon.

 

“Eomma, dorm tidak akan cukup kalau begini” lanjut Sungrin yang kini beralih bicara pada ibunya.

 

“Siapa bilang kami tinggal di dormmu? Eomma sudah punya tempat untuk tinggal”

 

“Dimana?”

 

“Rahasiaaa” jawab ketiganya serempak. Sungrin melongo? Ya ampun ! kenapa keluarganya menjadi seperti ini?

 

“Yah! Katakan padaku dimana kalian akan menetap beberapa hari ini?”

 

“Siapa bilang beberapa hari, mungkin untuk beberapa minggu. Atau jika memungkinkan.. sebulan” jawab nenek Sungrin dengan memperlihatkan gigi palsunya yang terlihat apik dan terawat.

 

Mwo? Yah.. jangan bercanda!”

 

“siapa bilang kami bercanda” seru eommanya

 

“Baiklah baiklah, kalau begitu kalian wajib memberitahuku diamana kalian akan menetap. Jadi aku bisa berkunjung jika aku ada waktu”

 

“Cih, cara bicaramu seperti orang sibuk saja” ejek sang kakek

 

“Aku serius, haraboji. Jadwalku padat akhir akhir ini”

 

Arra, untuk itu kau tidak perlu tahu kami menetap dimana” kakeknya tetap bersikeras, membuat Sungrin berdecak sebal.

 

“Lalu bagaimana jika aku ingin bertemu?”

 

“Tidak perlu repot, kau kan bisa menghubungi kami”

 

“Baiklah, karena jemputan kami sudah menunggu kami akan pergi sekarang. Maaf sayang, untuk hari ini kita belum bisa menghabiskan waktu bersama. Seperti kata kakekmu tadi, eomma akan meneleponmu jika ingin bertemu. Sampai jumpa Sungrin~ah” Jemputan?? Jemputan apa? Siapa?

 

Ibunya memeluk singkat Sungrin, begitu pula dengan neneknya tapi tidak dengan kakeknya. Lelaki paruh baya itu malah menoyor pelan jidat sungrin dengan telunjuknya. Gadis itu masih mengerjap tak percaya dengan wajah bodohnya yang memalukan. Ya ampuun, dia baru sadar beberapa saat setelah tak ada siapapun lagi di depannya. Bahkan koper ibunya yang tadi ia pegang sudah hilang entah kemana.

 

Yaaaah!!”

 

***

 

Bagi sebagian orang, menjaga image adalah hal yang benar benar perlu di perhatikan dalam tatanan kehidupan manusia. Mempertahankan sebuah harga diri dengan menggebu memang benar adanya. Tapi, bagaimana jika usaha ‘jaga image’ itu sendiri malah merusak, mengahancurkan, bahkan menyakiti orang yang kita sayang? Tentu itu bukan suatu tindakan bagus.

 

Sungrin menghela nafas entah untuk yang keberapa kali hari ini. Gadis itu lebih memilih memperhatikan jalanan yang kini basah karena hujan. Dia merindukan Siwon, tentu saja! Sudah hampir dua bulan tak ada interaksi diantara keduanya. Rasa ‘jaga image’ nya yang terlalu tinggi membuat gadis itu merasa tersakiti oleh rindu yang ia hasilkan.

 

“Jika aku jadi kau, aku akan menghubunginya duluan” sembur Hyuna yang duduk disampingnya. Sementara ketiga dongsaengnya sudah tertidur di jok belakang.

 

Perjalanan ke Jeju membuat mereka merasa lelah. Jadwal yang menggila beberapa minggu ini membuat kelimanya benar benar harus menjaga daya tahan tubuhnya. Seperti sekarang, mereka bahkan baru selesai mennghadiri fansign di Seoul beberapa jam yang lalu, dan harus segera terbang ke Jeju untuk pemotretan. Dan disinilah mereka, di van khusus Black Roses yang akan menghantarkan mereka ke hotel. Beruntung, pemotretannya akan dilakukan nanti malam. Setidaknya, mereka bisa istirahat untuk 1 atau 2 jam kedepan.

 

Sungrin menoleh ke arah Hyuna, menatap sang leader itu dengan pandangan sayu. “Aku tidak seperti kau yang terlalu manja pada Cho Kyuhyun eonnie, ingat itu” masih saja! Gadis itu bersikap seolah dia baik baik saja padahal nyatanya tidak sama sekali.

 

Hyuna tersenyum meremehkan, merasa sedikit tak terima sebenarnya dikatai seperti itu. Dia hanya mencintai Kyuhyun, itu saja!  “Jangan bohongi hatimu. Dan.. aku bukan manja pada Kyu. Tapi aku terlalu takut untuk kehilangan seseorang yang berharga dihidupku. Aku bukannya tak tahu malu dengan terus menempel padanya jika itu yang kau fikirkan. Tapi setidaknya, perbuatanku tidak membuat kami saling menyakiti. Dan dengan itu pula, aku tak harus merasakan bagaimana perihnya saat aku merindukan priaku”

 

Hyuna memalingkan wajahnya kesamping kanan, melihat keluar jendela lalu memasangkan kembali earphone di telinganya. Menghantarkan gadis itu untuk kembali terpejam. Sementara Sungrin, mulai berfikir kebenaran yang ada pada kalimat Hyuna barusan.

 

***

 

Sungrin telah siap dengan gaun pengantin yang melekat di tubuhnya itu. Dia bagaikan bunga yang mekar di tengah dinginnya salju. Begitu putih, indah dan berkilau. Cantik.

 

Ke empat member Black Roses datang menghampirinya dengan pakaian serupa. Tapi bukan gaun pengantin, lebih mengarah pada gaun pengantar pengantin. Dress panjang dengan belahan yang cukup panjang –dari paha kebawah- berwarna peach. Lalu sebuah bunga mainan menghiasi telinga mereka.

 

“Ah~ cantik sekali” seru Hee Chan takjub melihat Sungrin. Sementara yang dipuji hanya tersenyum tipis. Benar benar Hwang Sungrin.

 

“Kenapa harus aku yang mengenakan gaun ini? aku bukan visual di grup ini bukan?” keluh Sungrin

 

“Semua berhak jadi visual, karena seorang visual tidak dilihat hanya dari fisiknya saja Sungrin~ah” jelas Hyuna

 

“Tapi kenapa harus aku? Kalian bahkan tahu jika .. ini sama sekali bukan gayaku” keluhnya lagi membuat semua orang tertawa. Memang benar, malam itu mereka akan melakukan sebuah pemotretan bertemakan ‘A Ceremony Wedding’ dan sudah bisa ditebak, Sungrin ditunjuk untuk menjadi sang ratu yang menggunakan gaun pengantin, dan yang lainnya pengantar dan pendamping pengantin.

 

“Ini hanya pemotretan kan?” tanya Sungrin. Sedikit ada rasa was was dalam dirinya.

 

“Tentu saja, kau ini kenapa sih?” tanya Hyuna yang melihat raut tegang pada Sungrin

 

“Tidak. Hanya saja, ini sedikit berlebihan. Dan rasa rasanya.. terasa sangat nyata”

 

“Ah, lupakan itu. Oh iya, kami akan ke lokasi pemotretan sekarang” lanjut Hyuna

 

“Kami? Tentu saja aku ikut!”

 

“Hey, riasanmu belum sempurna. Kau menyusul saja. Daah~”

 

Yaaah! Eonnie!

 

Sungrin berdecak kesal saat pintu benar benar tertutup, gadis itu kembali menyandarkan punggung telanjangngya pada kursi yang ia duduki. Belum sempurna apanya? Bahkan ini terlalu tebal! Gerutu Sungrin dalam hati. Matanya beralih menatap ponselnya. Lalu ia mengambilnya.

 

Sebuah nama telah tertera disana, layar hijau yang tercetak jelas di ponselnya itu menunggu untuk dia sentuh. Choi Siwon. Sungrin menimbang, apakah ia memang harus menghubunginya duluan? sekarang? Lalu apa yang akan dia katakan? Maaf? Marah marah? Atau.. rindu?

 

5 menit berlalu dan sepertinya Sungrin mengambil keputusan yang benar. Gdis itu menempelkan ponselnya di telinga tepat setelah ia menekan tombol ‘panggil’ di ponselnya. Irama dari dalam sana menunjukkan bahwa sambungan telepon tersambung. Dan sekarang, kerja jantungnya menaik. Dia gugup.

 

“Halo?”

 

Sungrin membeku. Itu dia! Suara bariton khas Choi Siwon terasa nyata disebrang sana. Oh, dia terlalu berlebihan nampaknya. Tapi suara itu terasa sangat indah, apa ini karena efek rindu yang menggebu?

 

Sungrin dapat merasakan Siwon tersenyum diujung sana. Senyum lembut yang menghagatkan jiwa. Membuat gadis itu memgang dadanya yang bekerja tak terkendali.

 

 

“Sayang..” Ya Tuhan! Apalagi barusan?! Siwon memanggilnya apa? Apa ini cara pria itu mengajaknya berbaikan dari perang dingin mereka?

 

 

“Choi Siwon” akhirnya, ia bisa mengucapkan satu nama itu!

 

“S-siwon~ah” Siwon terdiam diujung sana, ia hanya ingin mendengar apa yang akan Sungrin katakan.

 

“A-aku.. aku..” Sungrin tercekat, namun sudah cukup! Dia akan mengutarakannya malam ini! “Aku.. merindukanmu” Sungrin menghela nafas pelan, semuanya seakan ringan secara mendadak.

 

“Aku, merindukanmu. Merindukanmu sangat dalam hingga dapat kurasa persendianku yang kaku dan aku ingin mati Siwon~ah, nan jeongmal.. bogoshipo

 

Sungrin menggigit bibir bawahnya saat ia sadar satu tetes air mata jatuh. Rasa rindu ini benar benar membunuhnya. Lupakan segala bentuk image yang mati matian ia jaga itu! persetan dengan semuanya!

 

“Aku juga, sangat merindukan mu”

 

Sungrin tersenyum lega, sungguh. Ia merasa ringan. Seakan berton ton batu yang menimpahnya kini hancur dalam sekali sentakan. Inilah dirinya yang sebenarnya, mencintai seorang Choi Siwon.

 

“Maaf, atas segala keegoisanku selama ini” lanjut Sungrin “aku tahu kau marah padaku, aku minta maaf”

 

“Tidak. Aku yang harusnya minta maaf. Aku telah salah paham”

 

“Tidak Siwon, kau berhak salah paham. Aku sadar sekarang” jawab Sungrin cepat “Kris baik baik saja sekarang, jika itu yang kau fikirkan. Dia sedang berusaha fokus untuk hidupnya. Dia tak apa”

 

Keduanya terdiam, sibuk. Tenggelam dalam pikiran masing masing. Hingga Siwon mengucapkan kalimat yang membuat Sungrin tercekat.

 

“Menikahlah denganku”

 

Sungrin mengerjap. Gadis itu menggigit bibirnya. Tunggu, apa yang ia dengar tidak salah kan?

 

“Hwang Sungrin, menikhlah denganku” Sungrin tak dapat mengatupkan bibirnya, ia terkejut. Sangat.

 

“Choi Siwon, jangan bercanda” Sungrin menjawab, dengan sedikit kikuk.

 

“Kau berfikir begitu?” kembali gadis itu diam. Tidak, ia yakin Siwon serius. Pria itu mengucapkannya dengan nada yang pas menerjang ulu hatinya untuk percaya dan tersentuh. Ya Tuhan, pria ini benar benar mengajaknya menikah!

 

“Siwon, a-aku”

 

“Maaf Sungrin, cintaku yang menggebu membuat aku berfikir untuk mengikatmu. Dan aku berharap, kau akan menerimanya. Kau bisa merasakannya kan? Bagaimana hatiku, yang kini hanya kuberikan untukmu?”

 

 

Sungrin mengeuk air liurnya susah payah. Gadis itu memejamkan matanya. Untuk beberapa detik hanya terdengar dentingan jarum jam di ruang rias itu. Sungrin tengah berselancar dengan alam bawah sadarnya. Bagaimana pertama kali pertemuan mereka di masa kecil, lalu tumbuh benih benih cinta diantara keduanya, bagaimana Siwon selalu berusaha menjaganya. Lalu saat kembali lagi mereka di pertemukan oleh takdir. Semuanya semu, namun terasa nyata tepat berada di depannya. Seolah olah, Sungrin dapat menangkap kepingan kepingan kejadian itu dalam genggamannya. Mengingat lagi bagaimana tulusnya cinta seorang Siwon untuknya, dan percaya bahwa pria itu dapat menjaganya.

 

Dengan tarikan nafas yang panjang, Sungrin membuka matanya lalu tersenyum lembut. Ia tahu Siwon tidak dapat melihatnya, namun gadis itu yakin Siwon dapat merasakannya.

 

“Aku akan menikah, denganmu. Choi Siwon” ucapnya.

 

Untuk sesaat, percakapn diantara keduanya memang terasa semu. Seakan hanya ada mereka berdua didunia ini. tak memikirkan hal lainnya, seperti .. mungkin fans yang akan menentang, peraturan perusahaan, restu, dan lain lain. Namun oleh karena hal ini, mereka jauh terlihat sangat manusiawi. Yang diciptakan berpasang pasangan, berhak untuk mencintai dan dicintai. The power of love.

 

“Temui aku sekarang, di aula hotel tempatmu berada”

 

Sungrin melebarkan matanya, terkejut. Tunggu?! Dia merasa tidak asing sepertinya.

 

Tanpa memutus sambungan telepon, Sungrin berdiri. Mengangkat gaunnya yang lebar dan panjang dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya masih memegang ponsel.

 

Entah apa yang membuatnya yakin sebuah kebahagiaan menunggunya untuk disapa. Debaran jantungnya terasa semakin nyata dan nyata. Heels yang ia kenakan sungguh tak membuat gadis itu kewalahan, entahlah.. hanya saja rasanya, gadis itu terlalu bersemangat.

 

Sungrin berhenti disebuah intu besar yang kini beraada di hadapannya. Gadis itu menarik nafasnya singkat lalu perlahan mendorongnya untuk terbuka.

 

Sebuah ruangan luas dipenuhi warna putih tersaji dihadapannya. Semua orang disana tampak menatapya dengan senyum, menyambut gembira dirinya yang telah hadir.

 

Sungrin mengerjapkan matanya, gadis itu tak percaya. Ini sungguh diluar nalar. Perlahan tapi pasti, kakinya melangkah masuk. Dan untuk sesaat, yang terdengar hanyalah benturan heelsnya dengan lantai yang seakan menjadi lagu pengiring untuknya.

 

Ya Tuhaan, kepalanya terasa pusing. Ia melihat semua orang disini. Teman temannya, teman satu agensinya, oh.. ada Lee So Man! Ada Kris?!  Dan.. apa itu? dia tak salah melihat? Ada ibunya, beserta kakek dan neneknya. Dia juga melihat kedua orang tua Siwon, lengkap bersama adik perempuannya.

 

Sungrin menutup mulutnya yang terbuka, sungguh.tidak.bisa.dipercaya.!!!!

 

Hingga retina matanya menangkap satu objek yang kini berdiri beberapa langkah didepannya. Choi Siwon. Pria separuh jiwanya. Berdiri tegap di sana dengan senyum lembut yang berkembang menjadi sebuah penentram batin untuknya.

 

Siwon menempelkan kembali ponselnya yang sedari tadi masih tersambung dengan Sungrin, membuat gadis itu ikut menempelkan ponselnya endiri di telinga.

 

“Aku mencintaimu, Hwang Sungrin”

 

Sungrin tercekat, dan lagi.. gadis itu menangis dalam diam. Terlalu tidak percaya dengan semua yang ada dihadapannya kini. Ini benar benar..

 

Tanpa jawaban, Sungrin megangkat sedikit gaunnya, berlari kedepan. Lurus kedepan dengan tangis bahagianya dan … dia jatuh, tepat di pelukan Siwon. Merengkuh pria itu dalam dekapan hangatnya. Membuat keduanya terasa hangat dan melepaskan kerinduan mereka yang terasa menyiksa belakangan. Mulai memikirkan satu demi satu kebahagiaan yang akan keduanya lalui bersama.

 

“Aku juga mencintaimu, Siwon. Sangat mencintaimu” Sungrin mengeratkan pelukannya, membuat Siwon sedikit kewalahan namun ia senang, semuanya tak sia sia. Inilah yang ia cari, kebahagiaanya yang tepat ada pada Sungrin.

 

***

 

Round Brilliant Platinum kini melingkari jari manis Sungrin. Dan tepat beberapa jam lalu, keduanya telah sah menjadi suami – istri.

 

“Kalian pasti terlibat dengan ini semua kan?” cerca Sungrin pada member Black Roses lainnya, menatap mereka dengan penuh selidik.

 

“Well, kau harus berterimakasih pada kami, eonnie. Kalau bukan karena kami, rencana ini tidak akan terlaksana!” sembur Ri Ra. Oh, tumben sekali gadis ini ‘nyambung’ dalam percakapan.

 

“Sssh.. terserah kalian saja”

 

Hee Chan terlihat tidak santai selama acara, gadis itu mengedarkan pandangannya di seluruh penjuru aula yang masih terasa sesak. “Aku tidak melihat Baekhyun, kemana dia” gumamnya

 

Tiba tiba Siwon datang, merengkuh pinggang Sungrin dan mengecup bibirnya sekilas, tepat di depan member Black Roses. “Whooooooo” dan keempatnya menjadi histeris -.-

 

“Jangan macam macam Siwon!” sergah Sungrin

 

“Kau istriku sekarang, jadi tak ada yang bisa menghalangiku” Siwon mengedipkan matanya.

 

Yaaah! Berhenti bermesraan di depan kami, mereka belum cukup umur” kata Hyuna sambil menunjuk Yeon Hwa, Hee Chan dan Ri Ra. Siwon hanya tertawa geli melihatnya.

 

Oppa, kau mengundang semua artis SM?” tanya Hee Chan kemudian

 

“Tentu saja, kenapa? Kau terlihat bingung” Siwon mengerutkan dahinya melihat Hee Chan

 

“Tidak, hanya saja aku tidak melihat Baekhyun dari tadi”

 

“Tapi dia datang tadi, coba kau cari. Mungkin dia ada di pesta taman” Hee Chan mengangguk, kemudian pamit untuk mencari Baekhyun.

 

“Aku lapar, aku akan cari sesuatu yang bisa kumakan” kata Ri Ra tiba tiba, gadis itu langsung berlenggang pergi mencari makanan bersama Yeon Hwa.

 

“Oh, bagus.. sekarang aku hanya akan menjadi obat nyamuk” kata Hyuna memutar bola matanya malas, Siwon dan Sungrin hanya terkikik geli. Dalam hati, gadis itu berteriak memanggil Kyuhyun agar segera datang menghampirinya. Dia belum melihatnya sejak tadi.

 

“Kau tidak mencari pangeran Cho mu nona?” goda Siwon, yang hanya dibalas decakan sebal dari Hyuna.

 

“Lupakan, aku akan menyingkir dari kalian” gadis itu berbalik. Dengan wajah tertunduk lesu sehingga ia tak memperhatikan keadaan di depannya.

 

Siwon dan Sungrin hanya dapat tersenyum saat melihat Kyuhyun –yang tanpa disadari Hyuna, dan entah datang darimana- berada di depan gadis itu dengan tangan yang ia rentangkan. Sedang Hyuna tidak memperhatikan jalan dengan benar, dan hanya bisa menunduk. Maka.. Hyuna dengan mulus, mendarat di pelukan Cho Kyuhyun.

 

“Hai” kata Kyuhyun tersenyum lebar, membuat Hyuna ikut tersenyum.

 

Lampu perlahan meredup, menandakan acara dansa akan segera dimulai. Siwon menarik pinggang Sungrin mendekat, hingga tak ada jarak yang berarti antara keduanya. Membuat Sungrin terkejut, namun dengan sensasi berdebar yang menyenangkan.

 

Alunan musik klasik terdengar menyentuh hati, membuat berpuluh puluh pasangan dansa di sana terlihat sangat menikmati. Sungrin.. dengan nyamannya gadis itu bersandar di dada Siwon dan ikut mengikuti irama musim yang menentramkan.

 

“Kau bahagia?” tanya Siwon dengan tangan posesifnya yang masih merengkuh Sungrin.

 

“Eumm” gadis itu mengangguk

 

“Dengar Sungrin~ah, mulai sekarang kau tak perlu lagi mengkhawatirkan apapun. Karena yang aku mau, hanya ada aku seorang dimatamu. Menjadi orang yang serba pertama dihatimu, dan menjadi orang yang kau percayakan untuk menjaga cinta, raga dan hatimu. Karena kau tahu, aku akan selalu mencintaimu.. dan terus begitu. Sampai kapanpun”

 

Sungrin memberi jarak diantara keduanya, menatap Siwon dalam pandangan dalam. Menerobos masuk ke dalam retina mata Siwon yang meneduhkan dan menghangatkan jiwa. Sungguh, tiada kata yang tepat untuk ia gambarkan saat ini. hanya ada perasaan bahagia yang meluap luap yang sepertinya akan tumpah saat itu juga.

 

Dan untuk perasaan yang bahagia itu, Siwon mendekat. Menjangkau wajah istrinya dengan penuh cinta yang meluap, menghapus jarak diantara keduanya hingga Sungrin merasa hidung mereka bersentuhan. Dan tak lama, bibir mereka bertemu. Bertemu dalam satu pangutan manis yang terasa begitu mengharukan. Kebahagiaannya benar benar terasa sempurna sekarang. Sebuah ciuman manis yang belum pernah mereka lakukan. Karena ada cinta diatas bukti dan perlakuan disana. Dan Sungrin berdoa dalam hati, berbicara pada Tuhan, untuk tetap membiarkan keduanya bersama, sampai kapanpun.

 

Siwon melepaskan ciumannya, menatap Sungrin dengan sayang. Sementara gadis itu meremang, masih terasa lemas akibat pangutan manis mereka. Sesapan bibir Siwon terasa begitu pas di bibirnya.

 

“Sungrin~ah.. aku ingin membuat pengakuan”

 

Sungrin mengerjapkan matanya, dahinya berkerut heran. Dirinya merasa was was “Apa?”

 

“Tapi kau jangan marah, oke?” Siwon sedikit tersenyum, namun malah terlihat kaku.

 

Sungrin menyipitkan matanya “Kau tidak menghamili anak orang sebelum menikah denganku kan?” Canda Sungrin “Tentu saja tidak! Kau ini” Siwon tergelak, dan Sungrin hanya terkekeh geli.

 

Siwon menelan ludahnya susah payah “Cincin yang kau pakai itu..”  Sungrin menunggu dengan sabar “Cincin? Cincin ini kenapa?” tanya Sungrin sambil memperhatikan Round Brilliant Platinum di jarinya.

 

“Harganya.. dua puluh satu koma enam belas.. miliar”

 

Sungrin mengerjap. Siwon menunggu. Entah apa yang akan dilakukan Sungrin, tapi satu hal yang diyakini Siwon. Sungrin pasti akan marah mendengar ini. bukankah sudah pernah dikatakan kalau Sungrin sangat tidak suka hal hal berbau terlalu ‘waaah’ seperti itu?

 

“Apa?” lirih Sungrin

 

 

 

YAAAAH! CHOI SIWOOOOOON!!”

 

 

 

 

END

WHO’S NEXT??????  ^_^

KYUHYUN – HYUNA ?

DONGHAE – RIRA ?

BAEKHYUN – HEE CHAN? OR…

TAEMIN – YEON HWA ?

Advertisements

7 thoughts on “[Another Story of The Way To Your Heart] WonRin Moment – A Wedding? (Part B/END)

Add yours

  1. ya ampun!!! romantis amat yak, senyum senyum sndr gue baca nya.
    aaaaargh!!! choi siwon!!! ngebayangin dia nikah, pakek tuxedo. ya ampun, gue nervous sndr baca nya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: