My Love For You (Part 1 of 2)

1395875991883_副本

Author  : Dyah Ayu Pytaloka

Title  : My Love For You

Main Cast : -Cho Kyuhyun  –Park Hyun Ah (Hyuna)

Genre : Romance, sad (???)

Rating : 15

Desclimer   : Ide ceritanya muncul waktu nganterin Bunda ke rumah temennya. Dan disana ada anak yang lebih muda dari aku ‘brondong’ *ehem yang kece nya ga ketulungan ><  Terus jadi kepikiran gimana kalo ini dibuat cerita! Haha otak otak orang suka nulis ya gini XD.  JADI JANGAN COBA COBA PLAGIAT YAA?? INI JELAS MURNI PUNYAKU DAN KALO ABSURD CERITANYA YAAA.. MAAP MAAP AJA MBAK, MAS, DEK SEKALIAN -,- kkk~

 

Contact me at twitter @Tatagyu96

 

Just Listen To :

Super Junior M – My Love For You

SNSD (TaeTiSeo) – Baby Steps

AoA – Love Is Only You

 

Happy Reading! ^^

PROLOG

Pertama kali aku melihatnya adalah saat dimana aku mengklaim diriku sendiri untuk bisa mendapatkan hatinya. Langit cerah beralaskan bumi yang hijau menjadi awal dari segalanya. Kicauan burung merupakan seperangkat kelompok bernyanyi yang disiapkan alam untuk menyambut dirinya yang bagaikan dewi datang dalam kehidupanku.

 

Mobil itu berhenti tepat di depan bangunan menjulang tinggi yang biasa kusebut dengan rumah. Kebanyakan orang berpikir bahwa berlebihan jika bangunan yang kutinggali itu adalah sebuah rumah. Dengan dua pilar yang menyangga di depan,dan beberapa anak tangga yang turut andil dalam keindahan bangunan ini, dan halaman yang sangat amat luas hingga berpuluh puluh pohon maple dapat tumbuh dengan gagahnya, bangunan itu lebih tepat disebut dengan istana.

 

Aku tidak begitu memperhatikannya dan masih sibuk dengan bacaan di tanganku. Beberapa kali membenarkan letak kacamata besarku agar lebih nyaman. Namun teriakan manis itu mengintrupsiku.

 

“Cho Kyuhyun, kemari” dan aku bangkit dari dudukku di kursi santai berwarna putih itu. Berjalan keluar dari ‘rumah singgah’ nyamanku, lalu berjalan ke arah ibuku yang tadi memanggil dan kini berdiri di dekat mobil itu.

 

Dan detik itu juga langkahku terhenti. Untuk sesaat, aku hanya bisa merasakan kesunyian yang teramat dalam, dan yang bisa kudengar hanyalah.. detak jantungku.

 

Senyum termanis yang pernah kulihat seumur hidupku terpatri di wajah nya yang rupawan saat dia keluar dari mobil itu. Dan aku yakin bahwa semua orang akan menertawaiku karena ini. Seorang remaja pria berkacamata berumur 15 tahun, menetapkan gadis yang baru saja turun dari mobil silver itu sebagai.. miliknya

 

“Kyuhyun~ah, Eomma kenalkan. Dia adalah sahabat baik eomma dari kecil, dan ini putrinya”

 

“Annyeonghaseyo.. Cho Kyuhyun imnida”

 

“Park Hyuna imnida”

 

 

-o0o-

 

“Wether loving you was right or wrong?”

 

 

Kyuhyun tersenyum puas dengan hasil coretan tangannya di kertas putih itu. Sebuah hasil karya yang benar benar dia ambil dari kehidupan nyatanya. Menyenangkan sekali rasanya bisa menuangkan kata kata dalam sebuah coretan agar terpatri indah menjadi kalimat bermakna. Tidak tahu apakah hal ini termasuk kebiasaan buruknya, atau malah sebaliknya. Tapi yang pria itu tahu, menulis rangkaian kata di buku memonya merupakan kesenangan tersendiri.

 

Kyuhyun merapikan buku bukunya yang berserakan di atas meja di sudut kamarnya. Mengambil kacamata minus nya yang tidak secupu dulu, dan mengkaitkan benda itu di hidungnya yang mancung. Lantas, pria itu turun ke lantai bawah.

 

Opppppaaaaaaa!!” teriakan manja Song Hye Na langsung menyambutnya. Gadis itu berlari ke arah Kyuhyun  yang kini berdiri dengan tatapan malasnya diujung anak tangga. Sedangkan ibu Kyuhyun yang melihat itu hanya terkikik geli.

 

Ya gadis manja! Kenapa pagi pagi begini sudah ada dirumahku” Kesal Kyuhyun. Dan hal itu benar benar tak nampak di mata Hye Na

 

“Aku akan menemanimu ke bandara hari ini” kata Hye Na malu malu

 

“Oh~ tidak lagi” Kyuhyun menggerutu dan berjalan ke arah lemari es di dapur, meninggalkan Hye Na yang menghela nafasnya. Namun, detik berikutnya gadis itu tersenyum.

 

“Ajak dia Kyu. Kau tidak lihat dia ingin sekali ikut denganmu menjemput Dong Hyun dan Hyuna?” tegur sang ibu.

 

Kyuhyun berdecak “Dia ingin ikut denganku karena satu alasan eomma. Menempel padaku!” jawab Kyuhyun yang di ditanggapai Ny. Cho dengan gelengan.

 

Kyuhyun berjalan, meraih kunci mobilnya. Pria itu menyadari Hye Na berjalan mengikutinya di belakang, dan Kyuhyun sontak menoleh.

 

Pria itu menatap dalam Hye Na yang hanya menampilkan senyuman ‘tak bersalahnya’ sehingga membuat Kyuhyun menyerah. Sejujurnya, seberapa jengkel Kyuhyun terhadap Hye Na, pria itu akan luluh jika wajah aneh bin ajaib Hye Na berada tepat didepannya. Seaakan mengetuk jiwa batunya yang keras supaya menuruti keinginan Hye Na. Benar benar gadis ajaib!

 

Pria itu menghela nafas “Baiklah, kau boleh ikut!” seru Kyuhyun membuat Hye Na terlonjak senang.

 

Mereka berdua masuk ke mobil Kyuhyun yang sudah terpakir manis di depan rumah bak istana itu. Dengan kecepatan sedang, pria itu mulai melajukan mobilnya menjauh dari kediaman keluarga Cho.

 

Selama perjalanan, Kyuhyun tak henti hentinya tersenyum. Kadang, diikuti dengan siulan yang bernada membuat Hye Na menatap Kyuhyun sebal.

 

Oppa! Kau sangat bahagia ya?” tegur Hye Na, Kyuhyun menoleh.

 

“Eh? Kelihatan ya? Haha” Hye Na mengerucutkan bibirnya. Sesekali menggerutu. Gadis itu sudah tahu apa yang membuat Cho Kyuhyun bisa sebahagia ini.

 

“Hmm~ aku jadi penasaran bagaimana rupa seorang Park Hyuna itu hingga kau begitu tergila gila padanya. Dan tentu.. mengabaikan aku! Seorang putri tunggal dari Song Enterprise yang juga mengejar ngejarmu”

 

Kyuhyun tertawa. Setidaknya, ada satu sifat Hye Na yang ia sukai. Terlalu blak blakan. Atau kita bisa menyebutnya, terlalu jujur. Yang tidak disukai? Tentu banyak! Gadis itu manja dan kadang terlalu sombong.

 

Kyuhyun tau gadis itu menyukainya. Terlalu tahu. Kyuhyun juga menyukainya, namun hanya sebagai adik. Tak lebih. Menurutnya, sosok Hye Na yang manja akan lebih pas jika disandingkan dengan seorang pria yang dewasa dan bisa merubah cara pandangnya. Bukan dirinya sendiri, yang terkadang masih labil dalam urusan seperti itu. Dan Hye Na sangat cocok menjadi adik nya. Karena mereka berdua memiliki satu kesamaan yang tidak bisa di bantah orang lain. Sama sama mempunyai percaya diri yang tinggi!

 

“Aku kan tidak mengabaikanmu” bela Kyuhyun

 

“Kata siapa? Oppa bahkan tidak menyukaiku”

 

“Aku menyukaimu” Mata Hye Na berbinar dan gadis itu dengan cepat menoleh ke arah Kyuhyun.

 

Jinjja jinjja?” Kyuhyun mengangguk mantap “Of course! As my little dongsaeng” dan sudah bisa ditebak, Hye Na mendengus sembari mengomel. Membuat Kyuhyun lagi lagi tertawa.

 

-o0o-

 

Bandara Incheon sangat ramai pada jam jam seperti sekarang ini. Karena peswat dari Swiss akan mendarat sekitar 5 menit lagi. Tentunya banyak sanak saudara yang akan menjemput family mereka bukan?

 

Kyuhyun menanti dengan perasaan yang tak menentu. Gugup, senang, penasaran. Semuanya menjadi satu. Sementara Hye Na ? gadis itu memang penasaran dengan sosok Hyuna yang sering dipuja puja Kyuhyun saat bersamanya, juga dengan Cho Dong Hyun kakak kandung Kyuhyun yang biasa ia lihat fotonya di kediaman keluarga Cho. Tapi semua itu tak akan bisa mengalahkan rasa cintanya pada satu hal… make up!

 

 Sedari tadi, gadis itu hanya bercermin. Membenarkan tatanan rambutnya, lalu mengoleskan lagi bedak di kedua sisi pipinya, tak lupa lipgloss pink-orange kesayangannya. Dan semua itu, membuat Kyuhyun mendengus.

 

“Sepertinya kau lebih menyukai alat alat wanita mu itu dari pada aku” sindir Kyuhyun

 

“Tentu saja! Jika tidak ada mereka, aku tidak bisa cantik!” gerutu Hye Na sambil menunjuk nunjuk peralatan make up nya di depan Kyuhyun.

 

“Dan kau masih bilang kalau kau menyukaiku lebih dari apapun? Aigoo” Kyuhyun menggeleng gelengkan kepalanya tak percaya

 

Hye Na mendelik, menoleh ke arah Kyuhyun dan menampilkan cengiran nya “Peace” kata gadis itu membuat Kyuhyun terkikik.

 

Kyuhyun kembali mengedarkan pandangannya, mencari cari keberadaan dua orang yang sedari tadi ditunggunya.

 

 

Gadis tinggi itu. Berjalan anggun dengan menarik kopernya yang tak terlalu besar. Rambutnya tergerai indah dan tersapu angin. Fokus matanya masih pada ponsel yang gadis itu pegang. Blazer hitamnya sangat mencolok ia gunakan, kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih. Kacamata yang begitu fashionable terlihat menghiasi wajahnya. Sempurna! Gadis itu sempurna! Lagipula, kapan seorang Park Hyuna tampil ‘cacat’ di depan Kyuhyun? bagi pria itu, apapun yang Hyuna kenakan, dimanapun ia berada segalanya terlihat menyilaukan di matanya.

 

 

DEG.DEG.DEG

 

Kyuhyun masih terdiam, menetralisir degup jantungnya yang kian berulah saat melihat Hyuna tengah mengedarkan pandangannya. Mungkin, gadis itu juga mencari cari dirinya.

 

Hye Na yang berada di sebelah Kyuhyun menyadari perubahan sikap pria itu. Hingga pada akhirnya Hye Na mengikuti arah pandang Kyuhyun dan menemukan satu titik dimana terdapat point besar dalam tujuan hidup Cho Kyuhyun. gadis itu disana, Park Hyuna.. disana.

 

Lagi dan lagi, Hye Na tersenyum hambar. Meski Hye Na adalah typikal gadis manja dan tidak terlalu serius, tapi bukan berarti dia tidak memiliki perasaan. Hye Na tetaplah seorang gadis yang memiliki perasaan yang juga bisa rapuh, ada rasa cemburu atau.. iri melihat Kyuhyun yang menatap Hyuna dengan pandangan penuh cinta.

 

Dengan raga yang sudah susah payah Kyuhyun kumpulkan, pria itu berjalan mendekat. Mendekat pada objek incarannya yang selama 8 tahun ini tidak pernah ia lihat. Dan jangan tanya betapa tersiksanya dia.

 

Noona

 

Hyuna menoleh, lalu melepas kacamata kebesarannya dan menatap Kyuhyun dengan senyum mengembang. Detik berikutnya, gadis itu berhambur ke pelukan Kyuhyun.

 

“CHO KYUHYUUUUUUUN!” Gadis itu berteriak senang. Dan Kyuhyun pun membalas segala bentuk sentuhan yang Hyuna berikan. Well.. dia harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik bukan?

 

Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Menghirup dalam aroma vanilla yang menguar dari tubuh Hyuna yang terbiasa membuat rancu otak dan pikirannya. Membuat kacau seluruh sistem kerja syarafnya. Masih sama seperti 8 tahun yang lalu. Gadis itu masih terlalu menggilai vanilla.

 

Uri Kyuhyunnie! Kau tumbuh dengan baik!” kata Hyuna sambil mencubit gemas kedua pipi Kyuhyun setelah pelukan keduanya terlepas. Kyuhyun mendengus, melepaskan tangan Hyuna dari pipinya. Lalu membetulkan letak kacamataya yag sedikit turun.

 

“Jangan memperlakukan ku seperti itu noona. Aku sudah besar. Kau tidak lihat semua gadis disini menatapku? Mereka tentu menggilai ketampananku” lihat kan? Percaya dirinya keluar lagi

 

“Eiiiiy~ arra arra. Tapi tetap saja, bagiku kau adalah Kyuhyunnie yang lucu dan menggemaskan. Sama seperti dulu” kata Hyuna membela dirinya sendiri

 

Ya! Aku sudah besar! Lihat.. aku bahkan lebih tinggi darimu noona

 

“Baiklah baiklah.. Kyuhyunnie sudah besar kkk~” Hyuna terkikik

 

“Oh ya.. Dimana Hyung?” tanya Kyuhyun saat melihat tak ada sosok Hyung nya itu di sekitar Hyuna.

 

“Dia sedang ke toilet” balas Hyuna.

 

Hye Na berjalan dengan sebal ke arah keduanya. Mengingat dia ditinggalkan saja oleh Kyuhyun membuat gadis itu kesal setengah mati.

 

Hyuna mengernyit penuh tanda tanya mendapati seorang gadis berdiri dengan wajah cemberut di depannya.

 

Opppaaaaaa!! Kenapa meninggalkanku??” seru Hye Na tak terima. Sementara Kyuhyun sontak menutup telinga sebelah kanannya.

 

Ya! Jangan berteriak! Kupingku sakit tahu! “

 

“Kyu. Nugu?” tanya Hyuna “Neo yeojachingu?” tebak gadis itu yang dibalas anggukan cepat oleh Hye Na dengan mata berbinar. Namun detik berikutnya, gadis itu meringis sakit saat Kyuhyun menjitak kepalanya.

 

Ya oppa!”

 

“Ck! Ani noona. Dia bukan pacarku” bela Kyuhyun dan lagi Hye Na hanya menggerutu tak jelas.

 

Annyeong unnie. Nan.. Hye Na. Song Hye Na. Senang bertemu denganmu” Hye Na membungkukan badannya sopan sembari tersenyum.

 

Annyeong. Hyuna imnida” kata Hyuna membalas

 

“Kyuhyun~ah!” Kyuhyun menoleh saat mendengar namanya dipanggil dan detik berikutnya, pria itu terlonjak senang lalu berlari menghampiri Cho Dong Hyun. Kakak laki lakinya yang sedari tadi ia tunggu.

 

Hyuuuuung!” Kyuhyun menghambur ke pelukan Dong Hyun. Dan kedua kakak beradik itu saling melepas rindu masing masing.

 

“Wuah ! kau tumbuh dengan baik!” seru Dong Hyun puas saat melihat adiknya yang dulu masih kecil, kini terlihat lebih dewasa.

 

“Tentu saja hyung! Oh.My.Gosh Uri hyung~ kau semakin mempesona saja” gurau Kyuhyun dengan aksen inggrisnya yang.. yah~ sedikit berlebihan dan hanya ditanggapi cengiran dari Dong Hyun

 

“Yang benar itu, Oh My God Cho Kyuhyun! umurmu sudah berapa hah? Hal semacam itu saja masih salah. Lalu apa yang selama ini kau pelajari ?” Dong Hyun menggeleng gelengkan kepalanya yang di respon cengiran Kyuhyun “Itu juga tak apa Hyung, kau ini”

 

“Kyu, kau kesini bersama siapa? Eomma dan Appa tidak ikut?” tanya Dong Hyun

 

Ani. Mereka menunggumu dirumah. Eomma sudah memasakkan makanan kesukaanku jadi ayo pulang” Kata Kyuhyun

 

“Kenapa masakan kesukaanmu Kyu??? Aku yang baru pulang seharusnya eomma masak makanan kesukaanku” tanya Dong Hyun tidak terima. Sejujurnya, ia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. hanya saja, beragument dengan Kyuhyun membuat semangat nya kembali. Pria bertubuh jakung itu sangat merindukan adiknya.

 

“Karena, memasak makanan untuk seseorang yang baru pulang dari jauh itu sudah terlalu mainstream, Hyung “ kata Kyuhyun berbisik, bermaksud menggoda kakaknya.

 

Dong Hyun terkikik, meninju sekilas lengan Kyuhyun yang kekar. Cho Kyuhyun benar benar sudah berubah sekarang. Bukan lagi si kecil Kyuhyunnie yang kurus dan berkacamata besar. Cupu dan pendiam. Tertutup dan jauh dari kata modern. Walaupun sekarang pun ia masih memakai kacamata, tapi paling tidak itu lebih modern daripada yang dulu. Setidaknya, itu pikiran Dong Hyun untuk sekarang.

 

Keduanya berjalan menuju Hyuna dan Hye Na yang kini saling bercengkrama. Sepertinya mereka berdua cepat akrab.

 

Hyung aku kemari bersama gadis manja ini!” Kata Kyuhyun sambil meunjuk Hye Na

 

“Namanya Song Hye Na. Dia temanku di kampus. Dan .. fans beratku” canda Kyuhyun sembari memperkenalkan Hye Na. Dan ntah untuk keberapa kalinya, Hye Na menggerutu tak jelas.

 

 

Annyeonghaseyo oppa. Song Hye Na imnida” kata Hye Na dengan senyumnya yang luar biasa lebar sembari membungkukkan sopan badannya.

 

“Y-ye.. Dong Hyun imnida” kata Dong Hyun sedikit terbata. Tunggu, pria itu kenapa?

 

“Aaa~ noumu kyeopta “ ujar Hye Na berseri seri. Dan entah mereka semua sadar atau tidak, Dong Hyun malah semakin kikuk. Sementara Kyuhyun memutar bola matanya malas. Lagi lagi gadis ini bersikap kecentilan.

 

Setelah perkenalan singkat itu, mereka berempat kembali kerumah Kyuhyun untuk merayakan pesta penyambutan Dong Hyun dan Hyuna yang baru datang dari Swiss. Ny. Cho bahkan sudah mengajak orang tua Hyuna untuk datang ke rumah mereka sebelum keempatnya sampai.

 

Dong Hyun dan Hyuna berangkat ke Swiss bersama 8 tahun yang lalu. Mereka meneruskan study di bidang teknologi. Jangan tanya dimana mereka belajar, kalian pasti akan terkejut!

 

ETH Zurich. Universitas asal Albert Einstein itulah yang menjadi tempat belajar mereka. Salah satu universitas yang berada dalam urutan ke 9 dengan nomisasi “Top 10 Universities With Best Computer Science in The World

 

Baik Hyuna maupun Dong Hyun sangat menggemari segala sesuatu mengenai teknologi. Tak mengeherankan mereka bisa mendapat beasiswa dari kampus mereka saat itu, karena selain menggemari mereka berdua juga termasuk dalam kategori ‘jenius’ untuk hal ini.

 

Keduanya memang seumuran, dan yang bisa dilihat Kyuhyun adalah Hyuna sangat dekat dengan Dong Hyun. Fakta itu terkadang mengganggu pikiran pria cupu namun tampan itu. Bagaimana jika Hyuna menyukai kakaknya? Bagaimana jika mereka memang sudah behubungan? Dan masih banyak lagi kalimat ‘what if’ yang sering menganggu Kyuhyun.

 

-o0o-

 

Siang itu, Kyuhyun dengan hati berdebar membawa serta mobil hitam nya melaju di jalanan kota Seoul, yang beruntung tidak terlalu padat untuk hari ini.

 

Sesekali, pria itu bersiul, bersenandung kecil, bahkan bernyanyi dan mengeluarkan suara indahnya yang memang di akui seluruh keluarga Cho itu itu membentuk nada nada yang lembut dan menenangkan.

 

Ferarri hitamnya berhenti, tepat di depan sebuah caffe bertuliskan ‘Mouse Rabbit’ . Dengan langkah santai, pria yang kini meggunakan kemeja biru dongkernya itu berjalan masuk ke area caffe bernuansa putih itu. sesekali mengedarkan arah pandangnya, mencari seseorang yang tak pernah absen menduduki tempat istimewa di hatinya.

 

Senyum nya yang .. demi Tuhan amat sangat manis dan mempesona, terbit seketika. Tatkala melihat Hyuna, yang duduk di pojok caffe dengan sandaran kursi cream yang nyaman melambai singkat ke arahnya. Tak menunggu waktu lama, pria itu mengunjungi ‘gadisnya’ itu.

 

“Maaf membuatmu menunggu terlalu lama, noona” Sapa Kyuhyun

 

“Tak apa. Aku mengerti kesenanganmu Kyu”

 

Kyuhyun mengernyitkan dahinya heran “Ha?”

 

“Menjadi idola kampus. Bagaimana rasanya? Bukankah kau menikmatinya?” Hyuna tersenyum geli, membuat Kyuhyun ikut tersenyum.

 

“Apa apaan kau ini, noona

 

“Aku tahu Kyu. Banyak gadis mengincarmu. Kau tidak lihat tatapan kelaparan dari seluruh pengunjung caffe ini saat kau baru masuk tadi? Bahkan sekarang pun masih”

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya, samping kanan, kiri, depan dan belakangnya. Memang benar apa yang dikatakan Hyuna. Banyak pasang mata telah menghujaninnya dengan tatapan bak memuja.

 

Kyuhyun kembali menatap Hyuna, tersenyum lembut setelahnya. Mau secantik dan sebanyak apapun gadis gadis yang menyukainya, namun hanya satu orang yang tak pernah lepas dari tempat teristimewa di hatinya. Tak usah ditanyakan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya itu.

 

“Kau makan apa sih Kyu selama aku tidak ada? Kenapa perubahan mu banyak sekali?”

 

Pria itu lagi lagi tersenyum. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Hyuna kalau kalau gadis itu tahu dirinya lah sang motivator untuk Kyuhyun berusaha sekuat mungkin merubah penampilannya menjadi lebih trendy.

 

“Kau percaya jika aku bilang selama ini aku sering makan sayur?”

 

“Huh! Omong kosong darimana itu” Hyuna terkekeh. Mana mungking pria berkacamata yang menobatkan sayuran menjadi musuh bebuyutannya itu mau memakan barang sedikit saja tanaman hijau beraneka ragam tersebut. Benar benar bukan Cho Kyuhyun!

 

Kyuhyun ikut terkekeh, walau dalam hatinya ia sedikit kecewa karena Hyuna tak percaya padanya. Oh ayolah.. Kyuhyun benar benar memakan sayur selama ini! berolahraga dengan teratur dan membentuk otot otot ditangannya itu, dan mungkin diperutnya juga ada. Giat belajar walaupun sebenarnya tanpa belajar pun pria itu selalu mendapat nilai sempurna dalam quiz di kampusnya. Well.. semua bisa berubah menjadi mungkin kalau menyangkut Hyuna.

 

Kyuhyun menatap meja mereka yang masih kosong, ternyata Hyuna belum memesan apapun “Noona, kau belum memesan?”

 

Hyuna menggeleng “Aku juga baru sampai waktu kau masuk tadi”

 

“Baiklah, akan kupesankan”

 

Kyuhyun berjalan ke tempat utama caffe itu. Memesan pesanannya. Tak lama, pria itu kembali dengan membawa nampan yang diatasnya berisi dua brownies with topping and chesse, secangkir americano dan seporsi ice cream vanilla lengkap dengan taburan coco cips diatasnya.

 

“Kau mengingatnya?” Hyuna tersenyum

 

“Apa?”

 

“Makanan favoritku?”

 

“Tentu saja nona penggila vanilla” kata Kyuhyun tersenyum jahil.

 

Hyuna terkekeh “Oiya Kyu, maaf aku mengajakmu bertemu siang ini”

 

“Gwenchana noona, aku juga tidak ada kelas lagi hari ini”

 

“Ah~ baguslah”

 

Wae noona? Kau perlu bantuanku?” Tanya Kyuhyun penasaran.

 

“Tepat! Aku perlu bantuanmu”

 

“Apa? Katakan saja, aku dengan senang hati membantu” oh ~ jelas pria itu akan membantu Hyuna. Apa yang bisa ia tolak dari pesona seorang Park Hyuna? Tidak ada!

 

“Bulan depan, bukankah kakakmu berulang tahun? “

 

“Ya” Kyuhyun mendesir. Perasaan tak enak mulai menghantuinya.

 

“Menurutmu, apa hadiah yang pantas untuk kuberikan padanya ya?”

 

Kyuhyun terdiam, sejenak memfokuskan dirinya untuk berpikir. Kenapa tiba tiba Hyuna menjadi aneh begini sih?

 

“Jam? Baju? Kemeja?” tawar Kyuhyun, Hyuna menggeleng

 

“Aku sudah pernah memberikan barang barang seperti itu untuknya, Kyu”

 

“Mmm~ bagaimana dengan Tas? Souvenir? Atau.. benda yang kau buat sendiri?”

 

“Eum, benda yang kubuat sendiri ya? Akan kufikirkan. Aku tidak mahir dalam membuat sesuatu”

 

Mereka berdua kembali terdiam, Hyuna sibuk dengan fikirannya tentang hadiah yang akan diberikan kepada Dong Hyun, sedang Kyuhyun sibuk dengan fikirannya dengan Hyuna. Hati pria itu was was.

 

“Ada saran lain Kyu?”

 

“Bagaimana dengan.. sesuatu yang bisa kau berikan kepadanya, tapi tak bisa diberikan orang lain” Kata Kyuhyun, Hyuna terdiam, berfikir sejenak.

 

“Ha? Maksudmu?”

 

“Ya seperti, kesan yang tak akan di lupakan, mungkin?”

 

“Kesan yang tak mungkin di lupakan? Sesuatu yang bisa kuberikan padanya tapi tidak dengan orang lain~” Hyuna bergumam. Mulai beradu argument dan pemikiran di dalam otaknya. Memikirkan, kira kira apa sesuatu yang dimaksud Kyuhyun tadi.

 

“Ah!” Tiba tiba Hyuna menjentikkan jarinya, membuat Kyuhyun tersentak dengan reaksi gadis di depannya itu.

 

Noona sudah tau ingin memberi hadiah apa untuk hyung ku?” tanya Kyuhyun

 

Hyuna akan menjawabnya, namun seketika gadis itu terlihat ragu. Ia menggaruk tengkuknya yang terasa aneh tiba tiba. Haruskah ia mengatakannya pada Kyuhyun? jika tidak, bagaimana Kyuhyun bisa membantunya?

 

Noona?”

 

Hyuna tersentak, gadis itu memamerkan cengiran salah tingkahnya di depan Kyuhyun.

 

“Kyu~”

 

“Ya?”

 

“Aku akan memberitahumu satu hal, tapi janji kau jangan bilang bilang pada siapapun! Dan juga, berjanjilah padaku untuk membantuku menyusun rencana ini supaya sukses!”

 

Kyuhyun menaikkan alisnya sekilas, dahinya berkerut tanda ia bingung. Namun detik berikutnya, pria itu mengangguk setuju.

 

“A-aku.. ak-u.. a-aku” Hyuna tergagap “Ada apa noona?”

 

Hyuna menarik nafasnya sekilas, lalu membuangnya cepat. Gadis itu beberapa kali membenarkan posisi duduknya.

 

“A-aku.. se-sebenarnya, sebenarnya aku.. a-aku”

 

“Ya? Kau kenapa noona? Sebenarnya aku–?” Kyuhyun berusaha membimbing Hyuna. Pria itu memajukan tubuhnya sedikit mencondong ke arah meja, hingga raut wajah Hyuna yang tampak gelisah terlihat dengan jelas dimata Kyuhyun.

 

Hyuna dengan cekatan mengenggam tangan Kyuhyun yang ada di atas meja, membuat pria itu terkejut setengah mati. Merasakan keringat dingin keluar dari tangah mungil Hyuna yang mengenggamnya.

 

“Kyu, aku.. menyukai—“ Kyuhyun menaikkan alisnya, tiba tiba saja dadanya bergemuruh. Bukan, kali ini bukan karena ia terpesona oleh Hyuna. Ia sendiri tidak tahu kenapa, tapi tiba tiba perasaannya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

 

“Aku menyukai Dong Hyun”

 

Satu detik, dua detik, tiga detik.. mereka berdua terdiam. Hyuna, gadis itu menghela nafasnya lega karena sudah berhasil mengatakan hal yang selama bertahun tahun ia pendam sendiri itu dengan cekatan dan satu tarikan nafas.

 

Kyuhyun linglung, masih belum mengerti. Atau pura pura tidak mengerti?

 

“Ha? A-apa??” Kyuhyun tercekat

 

“Iya Kyu, aku menyukai Dong Hyun. Aku menyukai kakakmu, Cho Dong Hyun” Hyuna tersenyum lembut, masih memegang tangan Kyuhyun di depannya. Berharap Kyuhyun akan bereaksi senang lalu mendukungnya untuk hal ini. sungguh, rasanya benar benar lega berbagi dengan seseorang ketimbang menyimpan semuanya sendiri.

 

Lain Hyuna, lain pula Kyuhyun. Pria itu merasakan pasokan oxygen nya menjauh, raganya serasa melayang, tubuhnya yang rapuh terhempas dan menabrak lembah di dasar jurang yang paling dalam, paru parunya sesak. Hatinya hancur, sakit.

 

Apa dia tidak salah mendengar tadi? Apa? Park Hyuna menyukai kakaknya? Gadis yang ia cintai, yang ia tunggu tunggu, mencintai orang lain? Dan parahnya, orang itu adalah Dong Hyun,kakak kandungnya sendiri. Catat, KAKAK KANDUNGNYA!

 

“Kyu.. kenapa diam saja? Katakan sesuatu”

 

Kyuhyun tersadar saat mendengar Hyuna bersuara, pria itu masih belum bisa menerima ini. dan sudah bisa dipastikan, jika saja Kyuhyun bukanlah seorang pria, maka ia sudah menangis detik itu juga.

 

“Kyu, kau.. tidak suka ya aku berhubungan dengan kakakmu?” Kyuhyun dengan berat hati mengalihkan wajahnya yang sedari tadi menatap lurus kedepan ke arah Hyuna. Tepat ketika suara Hyuna mengintrupsinya dengan nada bersedih.

 

“Ti-tidak noona, aku senang. Sangat senang” bohong! Dia jelas berbohong. Pria bermarga Cho itu tengah berbohong. Berbohong pada Hyuna, pada Dong Hyun dan pada perasaanya sendiri. Namun apa daya, dia tidak bisa melihat gurat kekecewaan itu tampak di wajah Hyuna.

 

Hyuna tersenyum lembut “Terimakasih Kyu. Dan .. bisakah kau membantuku? Aku akan menyiapkan kejutan untuknya bulan depan. Dan juga .. akan mengungkapkan perasaanku” Hyuna tersenyum lagi.

 

‘Demi Tuhan Park Hyuna.. jangan tersenyum seperti itu di depanku! Setiap senyum mu itu berhasil memecah belah hatiku yang memang sudah hancur, menjadi lebih hancur lagi kau tahu?!’ jerit Kyuhyun dalam hati.

 

Lidah Kyuhyun kelu, bingung ingin menjawab apa. Sebenarnya ia tidak bingung, ia punya jawaban sendiri di hatinya, yaitu ‘t.i.d.a.k’ . Namun sayang, otaknya mengirim sinyal ke mulutnya sehingga ia menjawab lain dengan apa yang ada di hatinya.

 

“Baiklah, noona

 

Dan tepat saat itu juga, Kyuhyun menangis. Hatinya yang menangis, meraung, dan meracau. Ini terasa begitu sakit. Kenapa rasanya ia telah di khianati??

 

-o0o-

“Showing true feelings

This isn’t a game

The Love that I want

Can’t happen without you

Cause I want you, girl

And I need your love

Listen to me.. I will tell you”

 

Kyuhyun menutup memonya dengan kasar. Detik berikutnya, benda yang selalu ia bawa kemana mana itu terhempas kedinding. Kyuhyun melemparnya, benda malang itu.

 

Nafasnya memburu, tangannya terkepal. Urat urat nadinya terlihat, pria itu benar benar marah. Marah pada segalanya. Marah pada kenyataan yang tak sejalan dengan yang ia harapkan. Marah dengan hatinya yang hanya bisa menangis, dan marah pada dirinya sendiri yang tak bisa berbuat apa apa untuk cintanya.

 

Pria itu tersenyum miris melihat memonya yang sudah berantakan lembar demi lembarnya. Mengingat ia baru saja menulis kalimat yang benar benar memuakkan! Dan ia benci itu, benci karena memang yang ia tulis benar adanya.

 

“Menyedihkan sekali kau Cho Kyuhyun, sangat menyedihkan” desisnya tajam.

 

Opppaaaa~”

 

Oppa?? Eoddie??”

 

Samar samar, Kyuhyun mendengar suara melengking gadis itu lagi dirumahnya. Yah~ siapa lagi kalau bukan Hye Na?

 

Pria itu berjalan dengan berat ke ranjangnya, menidurkannya disana dan berusaha memejamkan mata. Berharap Hye Na tidak menganggunya dulu untuk hari ini. Pria itu takut akan lepas kendali dan malah melimpahkan kemarahannya pada Hye Na. Tidak tidak~ Cho Kyuhyun bukan pria seperti itu. maka dari itu, dia berharap Hye Na tak menemukannya di kamar.

 

Oppaaa?? Aku membawa jjajangmyeon kesukaanmu” Masih terdengar suara Hye Na dan kini malah makin mendekat.

 

Tok.Tok.Tok Hye Na mengetuk pintu kamar Kyuhyun

 

Oppa, apa kau di dalam? Aku masuk ya?”

 

“Oh, shit!” Kyuhyun mengumpat kecil. Pria itu tetap pada posisinya. Tidur terlentang dengan salah satu tangan yang ia letakkan di dahinya.

 

Hye Na masuk dengan membawa nampan berisikan semangkuk makanan kesukaan Kyuhyun lengkap dengan segelas air putih. Gadis itu melangkah mendekati Kyuhyun dan melihat pria itu tertidur.

 

Oppa kau tidur rupanya” katanya kecil. Dengan hati hati, ia meletakkan bawaannya di meja yang ada di kamar Kyuhyun. dengan harapan jika pria itu terbangun dengan perut yang lapar, Kyuhyun bisa memakannya.

 

Hye Na hendak pergi meninggalkan kamar Kyuhyun, namun langkahnya terhenti sejenak. Gadis itu menatap lama wajah Kyuhyun yang sangat dami tengah tertidur. Perut pria itu bergerak gerak teratur tanda ia bernafas dengan baik dan nyaman. Hye Na tersenyum amat sangat lembut dan tulus kala itu, kemudian mendesah kecil.

 

Ditariknya selimut beludru berwarna cokelat di  bawah kaki Kyuhyun dan meletakkannya di atas tubuh pria itu. Demi Tuhan, Hye Na benar benar menyayangi pria itu. Cho Kyuhyun. Tidak bisa sedetik pun gadis itu berpaling pada yang lain. Otaknya hanya dipenuhi dengan Kyuhyun, Kyuhyun dan Kyuhyun.

 

Tapi kembali ia tersenyum. Mengingat kasih sayang Kyuhyun yang hanya menganggapnya adik, sepertinya sudah lebih cukup untuk dirinya. Dan tidak ada yang tahu bahwa pribadi Song Hye Na yang sesungguhnya adalah seperti ini. gadis hangat dan penyayang, rela berkorban dan tidak pemaksa. Bukan gadis manja yang biasa di kenal Kyuhyun. Namun sepertinya Hye Na senang senang saja jika Kyuhyun menganggapnya seperti itu.

 

Jauh di dalam dugaan Hye Na, Kyuhyun menggurutu heran dalam hatinya. Apa yang dia lakukan? Kenapa tidak cepat pergi dari kamarku? Dasar Song Hye Na… rutuk Kyuhyun dalam hati.

 

Sekilas, Hye Na melihat memo Kyuhyun yang hancur di sudut kamar. Dengan rasa penasaran yang sangat amat tinggi gadis itu membukanya. Lembar demi lembar. Tersenyum kecil saat melihat tulisan Kyuhyun dari yang paling usang, lalu tertawa –yang mati matian ia tahan agar tidak membangunkan Kyuhyun- saat menemukan memo yang berisikan ocehan Kyuhyun tentang dirinya, seorang Song Hye Na yang menjadi stalker setia Kyuhyun. sampai tersenyum hambar saat kalimat kalimat bermakna indah dan penuh cinta yang Kyuhyun tulis untuk Hyuna.

 

Sampai di lembar paling akhir, dia membaca dengan teliti. Tak sengaja tangannya meraba tulisan itu dan pena tinta yang belum kering sepenuhnya itu sedikit meluber . Hye Na menatap kosong ke arah Kyuhyun yang belum bergerak dari posisinya, gadis itu mengerjap khawatir.

 

“Tulisan ini belum lama, oppa.. apa kau.. tidak tidur?” lirihnya

 

Kembali gadis bermarga Song itu mencerna kalimat demi kalimat pahit yang ada disana. Dan dengan cepat, gadis itu menyimpulkan sesuatu. Kyuhyun sedang patah hati!

 

Perlahan tapi pasti, Hye Na mendekat ke arah Kyuhyun. sedikit menurunkan badannya sehingga wajahnya dekat dengan Kyuhyun.

 

Gadis itu tersenyum lembut, lalu perlahan mengusap dahi Kyuhyun. menyampirkan poninya yang menutupi matanya. Saat ini, ia sedang berhadapan dengan Cho Kyuhyun, dengan status yang ia anggap sebagai ‘kakaknya’ dan sebagai adik yang baik, ia harus memberi semangat Kyuhyun.

 

“Aku tahu kau tidak tidur oppa. setelah ini, makanlah jjajangmyeon yang aku bawa. Mana ada anak lelaki yang patah hati sampai berlarut larut seperti ini. kkk~ Cho Kyuhyun! fighting” bisiknya.

 

Kyuhyun tersentak, pria itu membuka kelopak matanya tepat ketika Hye Na berdiri dan ingin beranjak meninggalkannya. Namun secepat kilat Kyuhyun menahan tangannya.

 

Hye Na berbalik, lalu tersenyum setelahnya “uri oppa sudah bangun rupanya, kkk~” guraunya

 

Kyuhyun hanya tersenyum miris, ia menatap dalam Hye Na. Hatinya menghangat, dan sedikit tenang. Terkadang Kyuhyun sendiri merutuki kebodohannya yang tak bisa membalas perasaan Hye Na dan hanya terfokus pada Hyuna. Sekeras apapun Kyuhyun mencoba, dia tidak bisa. Sungguh, dimatanya Hye Na merupakan gadis yang amat sangat bijaksana. Cantik. Kaya. Berkelas. Walaupun sedikit manja. Pria mana yang tak tertarik padanya? Yah~ Cho Kyuhyun kadang menyayangkan itu.

 

“Terimakasih” kata Kyuhyun lembut, membuat dahi Hye Na berkerut.

 

“Terimakasih.. untuk semuanya Hye Na. Semuanya” Hye Na tersenyum, lalu mengangguk tulus.

 

Tak ada yang menyadari, Dong Hyun berdiri di depan kamarnya –yang bersebelahan dengan kamar Kyuhyun- dan mendengar percakapan antara Hye Na dan Kyuhyun. pria itu tersenyum miris. Selama dua puluh delapan tahun hidupnya, ia baru merasakan yang namanya nyeri di ulu hatinya. Hey! Whats wrong man??

 

-o0o-

 

Hyuna melangkah dengan senyum mengambang di wajahnya yang terlihat natural namun berkelas pagi ini. memasuki pekarangan rumah keluarga Cho yang semakin hari semakin indah, meskipun tatanan nya masih sama seperti saat pertama kali dia menginjakkan kakinya di sini bersama ibunya.

 

Ngomong ngomong soal ibunya, dia sendiri baru tahu bahwa Park Min Sun –ibu Hyuna- itu sangat amat dekat dengan Kim Hana –ibu Kyuhyun dan Dong Hyun- melebihi apa yang selama ini ia pikirkan. Dan fakta itu membuat Hyuna sering tersenyum sendiri, bagaimana jika seandainya dia dijodohkan dengan putra pertama mereka itu, seperti apa yang sering terjadi di drama drama atau novel yang sering ia baca.Oh, dengan amat sangat yakin, dia tidak akan menolak perjodohan itu.

 

Matanya menemukan Kyuhyun yang sedang duduk dan bermain game di ruang keluarga. Segera, gadis dua puluh delapan tahun itu berjalan menghampirinya. Mengejutkan Kyuhyun dengan menutup kedua matanya.

 

Kyuhyun diam tak bergeming. Hatinya kembali berdebar dengan keras. Dia tahu, dia kenal. Amat sangat kenal dengan pemilik tangan mungil ini. bahkan aroma parfum Hyuna yang sanga ia hapal menguar dan mengusik penciuman Kyuhyun. membuat pria itu semakin tak tahan untuk berdiri dan menarik gadis tujuan hidupnya itu ke pelukannya. Namun semunya seolah sirna saat dia mengingat fakta bahwa bukan dirinya lah yang Hyuna tuju, melainkan kakaknya sendiri.

 

“Tebak aku Cho Kyuhyun” kata Hyuna dengan merubah suaranya menjadi lebih berat. Tapi lama Kyuhyun masih terdiam, membuat Hyuna mengerutkan dahinya. Tak biasanya Cho Kyuhyun bersikap seperti ini jika ia mengajaknya bermain –sedikit-

 

Hyuna melepaskan tangannya lalu berjalan memutar, setelah itu duduk di samping Kyuhyun. Dengan wajah yang datar Kyuhyun memaksakan sedikit senyumnya melisik ke arah Hyuna.

 

“Hi noona” sapanya

 

“Sedang apa Kyu?”

 

“Kau tidak lihat?” kata Kyuhyun sambil menunjuk psp yang kini berada dalam tangannya.

 

“Kenapa rumahmu sepi? Yang lain kemana?” tanya Hyuna sambil mengedarkan pandangannya.

 

Kyuhyun menghela nafas yang untungnya tidak diketahui Hyuna. Pria itu tau dengan benar siapa yang dicari gadis berambut ikal tersebut. Bukan kedua orang tuanya atau sangat mustahil jika Hyuna mencari pembantunya.

 

Eomma, appa berangkat ke Jepang kemarin sore. Ada urusan dan mungkin lusa sudah pulang. Bibi Kim sedang ada di dapur”

 

Hyung mu?”

 

BINGO! Tepat seperti dugaan Kyuhyun bukan?

 

“Pergi bersama Hye Na. Baru saja”

 

Hyuna mengerutkan dahinya, hey.. hatinya terasa panas rupanya.

 

“Kapan? Aku tidak berpapasan dengan mobilnya waktu aku masuk pekarangan rumahmu. Kecuali dengan sedan biru yang kulih—“ Hyuna menatap Kyuhyun dan pria itu mengangguk

 

“Yup, itu mobil Hye Na”

 

Hyuna menghela nafasnya, niatnya kesini adalah untuk mengajak Dong Hyun keluar. Membantunya mencari baju kerja untuk dipakainya seminggu lagi. Hyuna mendapatkan jabatan bagus di sebuah perusahaan teknologi. Ijazah kelulusannya benar benar membantu.

 

“Ah sudahlah. Karena kakamu sedang tidak ada, aku akan bicara padamu saja” Kyuhyun mengangguk sekilas.

 

“Bagaimana Kyu? Menurutmu aku harus bagaimana saat menyatakan perasaanku padanya nanti?”

 

Kyuhyun meletakkan psp nya, pandangannya lurus kedepan. Hyuna secara gamblang dan santai berbicara masalah yang pada akhirnya menusuk ulu hati Kyuhyun terlalu dalam. Dan gadis itu benar benar tidak tahu Kyuhyun terlalu sakit menahannya.

 

“Makan malam romantis, sepertinya untuk permulaan itu ide yang bagus” kata Kyuhyun berusaha sekuat tenaga menahan agar suaranya tidak terlalu emosi.

 

That’s it ! candle light dinner” seru Hyuna bersemangat

 

“Aku masuk dulu noona. Tugas dari dosenku belum selesai semua” kata Kyuhyun cepat lalu berlalu meninggalkan Hyuna tanpa sedikitpun menoleh. Hal itu membuat Hyuna mengerutkan dahinya bingung, tak biasanya Kyuhyun bersikap acuh padanya seperti ini. benar benar tidak biasa. Dan.. hey.. kenapa rasanya Hyuna ingin marah saat Kyuhyun mengacuhkannya?

 

-o0o-

 

 

“Oppa ini!!”

 

“Aaaa.. yang itu lucu “

 

“Ya Tuhaaan! Aku suka sekali yang ini”

 

“Opaa ayo kita coba itu”

 

“Oppa ayo kita makan, aku lapar”

 

 

Dan disinilah akhirnya Hye Na dan Dong Hyun terdampar. Sebuah restoran Jepang yang berada di tengah kota Seoul. Dan siang ini, pengunjung sangat ramai.

 

Hye Na makan dengan lahap, membuat Dong Hyun tersenyum. Setelah seharian mereka menghabiskan waktu untuk berjalan jalan di taman bermain, mencoba bebagai hal, membeli pernak pernik yang lucu dan berhenti pada kunjungan di restoran Jepang ini.

 

“Hye Na kau senang hari ini?” tanya Dong Hyunsembari mengoleskan salmon nya ke dalam sause khas sushi itu.

 

“Tentu! Aargh.. setidaknya aku bisa sedikit santai dari tugas tugas kuliahku yang menumpuk itu”

 

Dong Hyun mengangguk, dia juga sangat senang hari ini. seharian bersama Hye Na ternyata sebuah ide yang briliant! Dan pria itu menyukainya. Sangat amat menyukainya. Apalagi mengingat semua teriakan manja Hye Na yang sedari tadi menggema di telinganya saat berjalan jalan. Oh tunggu~ mereka ini seperti sedang kencan. Iya kan??

 

“Kyuhyun oppa, mana mau dia menemaniku seperti ini. dia selalu saja menolak ajakan ku untuk pergi ke taman hiburan. Memang apa salahnya sedikit melakukan refreshing?  Aaah~ aku tidak menyangka saat tadi kau menyetujui ajakan ku “

 

Dong Hyun beringsut, lagi lagi topik soal Kyuhyun membuat dadanya panas. “Yah~ kupikir berjalan jalan bukan ide yang buruk. Lagipula aku sedang tidak ada kegiatan dirumah. Dan bulan depan aku baru mulai resmi masuk ke perusahaan appa. Pastinya akan sulit meluangkan waktu seperti ini. padahal aku juga ingin berkeliling Seoul. Hmmm~ delapan tahun.. banyak perubahan yang terjadi” Jelas Dong Hyun dan Hye Na mengangguk mendengarkan.

 

“Kau dekat sekali dengan Kyuhyun ya?” lanjutnya

 

“Heum.. bagaimana ya? Seperti itulah”

 

“Kalian ..pa-pac-pacaran?” tanya Dong Hyun hati jati, membuat Hye Na tersedak. Buru buru Dong Hyun mengambilkan minum untuk Hye Na dengan raut khawatir dan rasa bersalah.

 

“Haha.. pacaran? Aku akan sangat bersukur jika itu terjadi” kata Hye Na setelah dirasa sudah membaik. Dan Dong Hyun.. hatinya tiba tiba menghangat. Oh, sudah bisa diterka sekarang bahwa Dong Hyun tertarik pada Hye Na.

 

“Jadi hubungan kalian–??”

 

“Aku menyukainya, jujur. Tapi jika dia menganggapku hanya sebagai adik, aku harus rela menganggapnya sebagai kakak. Rasa rasanya, melihat Kyuhyun oppa bahagia sudah lebih dari cukup untukku” kata Hye Na dengan tatapan sendunya.

 

Dong Hyun terhenyak. Tak perah sekalipun dalam pikirannya seorang Song Hye Na memiliki sisi yang seperti ini. dimata Dong Hyun, Hye Na seperti memiliki dua kepribadian yang sangat bertolak belakang. Terkadang Hye Na menjadi gadis manja dan menjengkelkan. Tapi kemudian, gadis itu bisa berubah dewasa dan bijaksana. Dan fakta yang baru ia sadari itu membuat rasa ‘lebihnya’ untuk Hye Na semakin bertambah.

 

Dong Hyun, dengan keberanian yang tinggi, mengenggam tangan Hye Na di depannya membuat gadis itu tersentak tiba tiba. Senyum khas pria dewasa nya ia tunjukan. Sangat lembut dan tulus, membuat Hye Na mengerjap beberapa kali dan salah tingkah.

 

“Kau.. gadis yang luar biasa Hye Na. Masih banyak pria yang bersedia membalas rasa sayangmu”

 

-o0o-

 

Hyuna menatap puas desain interior simple yang ia rancang sedemikian rupa dan menjadikan tepi danau itu menjadi lokasi tempat makan paling indah, menurutnya. Ralat, Kyuhyun juga turut andil dalam hal ini. Pria itu tak mungkin kan membiarkan ‘gadisnya’ bekerja sendiri, mengangkat sebuah meja bundar dan dua kursi. Serta memasang lampu kerlap kerlip yang membentang dari pohon ke pohon. Pria itu sudah gila rupanya. Bukankah ini sama saja melemparkan perasaanya ke lubang buaya? Bukankah sejak awal ia tahu ini akan menyakitinya? Tapi kenapa tetap melakukannya? Oh~ jawabannya hanya satu. Cho Kyuhyun begitu mencintai Hyuna!

 

Hyuna merasa gugup. Berulang kali gadis itu membuang nafasnya teratur. Nanti malam adalah saat dimana ia akan bicara sejujurnya tentang perasaanya terhadap Dong Hyun. Gadis itu benar benar tidak perduli dengan anggapan orang yang mungkin mengecap dia sebagai gadis tak tahu malu yang terlalu agresive.

 

Hyuna melihat sepaket lampu hias yang belum terpasang di rerumputan yang ia pijak. Tanpa berpikir panjang gadis itu mengambilnya, memutar pandangannya melihat sisi yang masih kosong dan berniat meletakkannya disana. Ah! Dia menemukannya.

 

Gadis itu melihat Kyuhyun yang masih sibuk dengan tugasnya dan itu membuat Hyuna tidak ingin menganggu pria itu dengan meminta tolong lagi. Sudah cukup, pria itu sudah berbuat banyak untuknya. Terlalu banyak bahkan.

 

Hyuna mengambil tangga lipat yang tak terpakai, dan dengan segera menuju tempat di sisi kanan dari lokasi utama dimana terletak meja dan kursi untuk makan malam romantis itu.

 

Tap.Tap.Tap satu persatu telapak kaki nya yang berhias sepasang flat shoes beludru biru dongker menapak disana sampai tempat tertinggi. Dengan hati hati, Hyuna mengaitkan ujung ujung lampu hias itu sehingga dapat tertempel disana.

 

Naas, keseimbangannya berkurang dan tangga itu mulai bergoyang. Parahnya lagi gadis itu belum menyadarinya dan masih berkutat dengan lampu lampu sialan itu.

 

Tangga itu semakin berulah hingga tubuhnya mulai bergoyang. Mata gadis itu mulai mengerjap, sadar akan apa yang terjadi. Ya Tuhan.. sekarang Hyuna ketakutan.

 

“Cho Kyuuuuu!!” HAAAAP!

 

Nama itu dengan sendirinya terlontar dari mulut Hyuna tepat ketika tubuhnya limbung dan jatuh ke bawah. Ralat.. dia tidak terjatuh, seseorang menangkapnya. Yaa~ seseorang, yang entah mengapa membuat tubuhnya merespon sangat amat baik.

 

Matanya yang terkatup seketika membuka dan menemukan pria berkacamata itu di hadapannya. Merengkuhnya dengan dekapan posesive, nafasnya memburu.

 

Mata mereka bertemu, Hyuna masih bisa dengan jelas melihat bagaimana jernihnya bola mata Kyuhyun di balik kacamatanya itu. dan.. kenapa gadis itu baru sadar sorot mata Kyuhyun begitu meneduhkan? Dan.. kenapa tubuhnya terasa nyaman berada dalam lingkup hangat Kyuhyun? oh Hyunaaaaa… apa yang kau fikirkan?? Kau mulai gila huh??

 

Mata Hyuna mengerjap, sadar bahwa memang ada keanehan tersendiri pada tubuhnya. Dan sebelum apa yang selama ini tidak pernah ia fikirkan terjadi, gadis itu menyudahi acara tatap menatap itu. dengan canggung, Hyuna berdiri serta merta merapikan bajunya yang … tidak berantakan sebenarnya.

 

Kyuhyun? oh, pria itu hanya mematung sekarang. Seperti biasa, kerja jantungnya tidak bisa diajak kompromi jika melakukan skinship dengan ‘gadisnya’ itu.

 

“Ehem.. te-terimakasih Kyu” Hyuna berdehem sebelum mengatakannya. Dan setelahnya, gadis itu merutuki kebodohannya yang tiba tiba mendadak canggung begini di depan Kyuhyun. Kenapa pesona remaja 15 tahun yang polos dan ia kenal sejak bertahun tahun yang lalu itu berubah menjadi pesona tiada tara yang digambarkan bagai pria dewasa yang penuh cinta? Kemana perginya Kyuhyunnie nya yang polos dulu?

 

“Semuanya sudah beres, aku akan pergi sekarang. Ada perlu dengan dosenku” Kata Kyuhyun datar tanpa menatap Hyuna. Dengan berbagai ekspressi Hyuna mengangguk ragu, setelahnya Kyuhyun benar benar melangkah pergi menjauh dari dirinya.

 

Kenapa rasanya dia tidak rela jika Kyuhyun pergi? Dan.. kenapa rasanya Hyuna mencium sesuatu yang aneh disini? Hey, gadis itu baru sadar bahwa Kyuhyun sedikit berubah akhir akhir ini. menjadi sedikit pendiam dan sensitive,  menolak untuk bertatap muka dengannya, dan sepertinya pria itu mulai berjaga jarak dengannya.

 

Oh ya, mungkin itu imbas dari kepenatannya dengan tugas akhir semester yang tengah ia kerjakan kini. Menyusun skripsi bukanlah hal yang gampang. Detik detik hari dimana ketentuan untuk kelulusan mu itu memang sesuatu yang kadang membuat kita tertekan dan menjadi lebih sensitive, yaah.. mungkin itu yang dirasakan Kyuhyun, setidaknya itu pikiran Hyuna sekarang.

 

 

” I don’t understand

I don’t think to much

Whether Loving you was right or wrong?

Please don’t listen to another

Cause you’re my everything”

 

HEY! SJ-M KOMBEK SJ-M KOMBEEEEEK ><

ELFpeu~ udaa pada liat kan gimana tamvaaaaan nya si Cho Kyu ituuuuh !! hhaaa.. He’s.Mine.!! -,-

Dan.. udah pda meleleh kan sama suara dia di lagu ballad nya SJ-M  ‘My Love For You’ ?? gimana?? Meleleh gaa?? -,,-

Jadi.. kutipan kutipan kalimat berbahasa inggris diatas aku ambil dari lagu itu, udah di translate ke bahasa inggris.. dan sumpah itu menyentuh bangeeet !!!!!!! T__T

Ini sebenernya mau di jadiin one shoot, tapi kayanya terlalu panjang. Mau nya sih ga panjang panjang tapi ntar terkesan buru buru alurnya -,-

Part 2 pasti ga lama kok publishnya, cuman maklumin aja klo telat post nya yaa~ awal April ntar aku nya Mid Semester T___T jadi bakal hiatus dulu dari dunia FG dan Cho Kyu -,,-

Teruuuus… mau bilang makasih bgt sama dongsaeng yang udah bikinin cover cantiknya itu! hihi {}

Dan terakhir.. maaf ya kalo disini Kyu yang batinnya kesiksa! *apadeeh

Soalnya udah biasa kalo yang cewe mulu sakit hati, jdi sekali kali si setan gembul kesayangan Sparkyu di buat agak miris gapapa lah ya?? *plaaaak

SEE YA ON PART 2! ^^

 

Advertisements

28 thoughts on “My Love For You (Part 1 of 2)

Add yours

  1. Kyu sama hyuna emg beda brp tahun? Wah cintanya luamayan rumit nih, kyu suka hyuna , hyuna suka donghyun, donghyun suka hyena , hyena suka kyuhyun. Apalg hyuna mau nyatain perasaannya sama donghyun trus gmn kalo hyuna tau donghyun suka hyena. Ga kuasa kalo liat baby kyu yg sakit hati hiksi #plak hehe Super ga sabar sama kelanjutannya

  2. ciau!!
    Gw pembaca baru nih kkk~
    Suka sama story line nya, dan pendeskripsiannya menurutku bagus dan tepat.
    Ngena banget tuh apa yg dirasain masing2 cast, cz yang nulis emang menditail.
    So, bukan gak mungkin untuk gak nungguin part selanjutnya 😀

  3. ini end ato lanjut thor? trus ada part sbelumnya ga? ato ini part pertama? soalnya aku gangerti nih”part 1 of 2″ brarti ada yg sbelumnya ya? part 1of 1? yaaa..kok jadi pusing sih? yg jelas aku sukaaa critanya

  4. Suka bget ama yg ini..
    Aku suka karakter hye na..berharap dia ama donghyun aja, ntar biar kyu ama hyuna yg merana..wakaka

  5. Okee,, cinta kotak2.. Kekeke
    Astagaaa,,, noona lovers nih critanya,, keekeke
    Keciannya heh,, uri kyukyu.,
    Trus kliatannya hyuna udah mulai ada sdikit getaran *ceileh sma kyu.. Hahhaa
    Salut sma hyena,, suka aja sma sikap dewasanyaa..
    Oke next dulu yaa.. 🙂

  6. Anyeong eonnie, aku readers baru disini ijin ubek2 rumahnya yaa 😊
    Sempet syok juga pas tau kalo ternyata mereka terlibat cinta segi 4, dan itu banyak + ribet btw😒
    Ahhh kyuu, pilih yg bener jgn sampek ada hati yg terluka 😂

  7. Cinta bujur dangkar yg rumit, berharap cinta kyu terbalas, cinta donghyun jga dehhh
    Ff bertama yg aku baca d wp ini,,kenapa gak nemu dari kemaren2 yakkyakk,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: