Oh! My Songsaengnim (Part 7/END)

pictures11_e589afe69cac

Author  : Dyah Ayu Pytaloka

Title  : Oh ! My Songsaengnim

Main Cast : -Cho Kyuhyun  –Park Hyun Ah (Hyuna)

Genre : Romance

Rating : 15

Desclimer   : FF ini terinpirasi dari pengalaman pribadi ku dan kukembangkan menjadi sebuah cerita ^^ hehe

cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^

Contact me at twitter @Tatagyu96

WARNING!!! : THIS IS REALLY LONG PART ! -,- WITH 7.565 word ><

Happy Reading~

Oh! My Songsaengnim Part 7 / END

Preview ::

“Lama tidak bertemu, ahjumma” sapa Kyuhyun tersenyum. Senyum miris.

.

Eomma? Kau mengenalnya?”

.

“BERANI BERANI NYA KAU MENGINJAKKAN KAKIMU DISINI?! HAAA?!! “ Tuan Park berteriak marah dan DUUUUGH!! Satu tendangan mendarat di perut Kyuhyun.

.

“PERGI DARI RUMAHKU PEMBUNUH! PERGI KAU!!!”

.

“PERGI DARI RUMAHKU SEKARANG JUGA! BRENGSEK KAU CHO KYUHYUN !!”

.

“PARK HYUN AH !! MASUK KE KAMAR MU!!”

.

“HYUNA!”

.

SHIRREO APPA!! SHIRREO SHIREEO!!!!!!!”

.

“KAKAK MU MENINGGAL KARENA DIA! LELAKI BRENGSEK INI !!”

.

“Hyuna~ya.. “

.

Part 7 Start

“It’s over. Everything is over.. and I can see that happiness come to me slowly”

Langit biru yang kini tengah menyelimuti kota Seoul terlihat menyilaukan dengan pesona alamnya. Kicauan burung yang sedari tadi belum berhenti menjadi pengiring insan manusia yang tengah beraktifitas.

 

13 Juni 2014, Park Hyun Ah berdiri dengan senyum mengembang di pelataran sekolah kesayangannya itu. Setelah 3 tahun menimba ilmu di sana, gadis belia itu resmi lulus.

 

Sebuah buket bunga berada manis dalam pelukannya, dan lagi lagi gadis itu menatap setiap sudut kebahagiaan yang terpancar pula disekitarnya.

 

“Hyuna! Kita foto bersama ya?” tegur salah seorang gadis manis berkacamata yang ia ketahui sebagai siswi dari kelas XII C.

 

“Kau mengenalku?” tanya Hyuna

 

“Kurasa semua siswi disini mengenalmu. Park Hyun Ah, seorang murid kelas dua belas yang berhasil memikat guru pengganti itu. kkk~” gurau gadis di depan Hyuna itu, sementara Hyuna sendiri hanya tersenyum miris. Dan gadis itu baru sadar, kalau hubungannya dengan Kyuhyun sudah menjadi rahasia umum.

 

“Jadi bagaimana? Mau berfoto denganku?” tanya gadis itu lagi

 

“Sebelumnya, boleh kutahu nama mu siapa? Aku sering melihatmu, tapi tak tahu nama mu. Hehe” Cengir Hyuna

 

“Park Se Yeon imnida” balas gadis berkacamata itu sambil tersenyum

 

“Ah, Se Yeon. Baiklah, ayo kita berfoto” Hyuna memalingkan wajahnya mencari cari seseorang yang dapat ia mintai tolong untuk mengambil fotonya bersama Se Yeon. Ia menemukan kedua orangtuanya, tapi mereka sedang bercengkrama dengan beberapa orang tua lainnya. Itu mengurungkan niat Hyuna untuk memanggil sang ibu.

 

Tak lama, matanya menemukan Hara tengah berfoto ria menggunakan iPhone miliknya. Hyuna menggeleng gelengkan kepalanya. ‘Dasar si ratu selca’ batin Hyuna.

 

“Hei nona Choi!” teriak Hyuna membuat Hara berhenti sejenak dari aktifitasnya.

 

Wae? Kau itu selalu mengganggu kesenanganku” ujar Hara sedikit kesal saat dia sudah berada di depan Hyuna.

 

“Kesenangan apanya? Kau hanya berfoto foto tidak jelas disana”

 

Ya! Aku kan harus memiliki pose yang sempurna untuk ku pajang di akun SNS ku. Dan tentunya memberitahu semua orang kalau aku sudah lulus. Haha “ bela Hara bangga, sementara Hyuna hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

 

“Baiklah baiklah, karna kau sudah puas berfoto sekarang bantu aku. Cepat, foto kami berdua!” titah Hyuna pada Hara sembari memberikan camera digital milik Se Yeon.

 

“Ck~ arraseo” dengan sedikit tidak rela, Hara berjalan menjauh lalu berbalik dan bersiap untuk mengambil gambar Hyuna dan Se Yeon

 

Hana.Dul.Set!”

 

KIMCHIIII~”

 

“Bagaimana hasilnya?” tanya Hyuna

 

“Tentu saja bagus. Kau tau sendiri bagaimana kualitasku mengambil gambar” jawab Hara lagi lagi membanggakan dirinya

 

“Sssh!”

 

“Haha “

 

“Ah, aku juga mau berfoto” rengek Hara

 

“Aku saja yang mengambil gambarnya” ujar Se Yeon, yang di jawab gelengan keras dari Hara

 

“Tidak! Kurasa jika kita foto bertiga lebih bagus” cengirnya

 

“Hei, memang kau kenal dengannya? Asal saja ingin berfoto bersama orang” cibir Hyuna

 

“Nona Park yang manis, aku mengenal Se Yeon lebih baik daripada kau! Dia itu tetanggaku sejak dua minggu yang lalu”

 

“Ha?”

 

“Aku baru pindah dua minggu yang lalu, dan ternyata rumah kami bersebelahan” jelas Se Yeon

 

“Kenapa aku tidak tahu? Ya! Kenapa kau tidak cerita? Biasanya hal yang tidak terlalu penting saja kau cerita pada ku Choi Hara!Seperti.. kau lupa mengaupdate foto terbarumu di SNS karena kau sibuk menyuci piring”

 

Ya! Eomma yang menyuruhku melakukan hal menjijikkan seperti itu! lagipula, Suruh siapa kau sibuk dengan pangeran Cho mu itu ha? Dasar!”

 

Ya!!”

 

Hyuna lagi lagi terdiam. Gadis itu tidak bisa memungkiri bahwa kini hatinya mengaharapkan Kyuhyun berada di sini, hari kelulusannya. Sudah tiga bulan sejak kejadiaan tak mengenakan itu terjadi dirumahnya, dan selama itu pula dia tidak bertatap muka dengan Cho Kyuhyun. jangan ditanya bagaimana tersiksanya dia.

 

Disamping Hyuna merindukan sosok Kyuhyun teramat dalam, beban berat yang ia pikul dan belum bisa ia terima kini masih menganggunya. Fakta yang sebenarnya tidak mau Hyuna dengar, masih terngiang ngiang di otaknya. Mungkin, gadis itu lebih memilih tidak bisa mendengar daripada mengetahui fakta yang sebegitu menyakitkan untuknya itu.

 

“Biar aku yang mengambil gambar nya” Hyuna bereaksi saat tiba tiba suara yang begitu familiar terdengar di telinganya. Membuat dia secara tak sadar membulatkan matanya. Terlalu terkejut, itu yang Hyuna rasakan kini.

 

“Oh! Cho songsaengnim? Kau datang?! Ah~ tentu saja kau ingin menghadiri acara penting Hyuna ini kan? Kkk~” Hara tersenyum menggoda yang hanya ditanggapi senyum lembut Kyuhyun.

 

Choi Hara. Gadis yang menyandang predikat sebagai sahabat Hyuna itu tidak tahu apa apa, tidak sedikitpun. Dan memang seharusnya dia tidak mengetahuinya. Hyuna belum bisa menceritakan fakta memilukan ini, walaupun sebenarnya ia sudah mulai tidak kuat untuk menampungnya sendirian.

 

Ia butuh tempat, tempat untuk berbagi keluh kesah nya. Bagaimana terpukulnya ia mengetahui fakta laknat itu, bagaimana frustasinya ia saat tahu Kyuhyun lah penyebab kematian kakak kandungnya, bagaimana sesaknya saat ia harus menahan rindu yang begitu besar untuk Kyuhyun, dan bagaimana sakitnya ia ketika tak bisa menjauhkan satu hal nyata dalam dirinya, Hyuna begitu mencintai Kyuhyun, sangat.

 

“kau bergabunglah disana, aku akan mengambil gambarnya” titah Kyuhyun pada Hara membuat Hyuna kembali ke alam nyata. Ia tidak sadar dengan matanya yang sudah berkaca kaca sedari tadi.

 

“eumm” jawab Hara lalu bergabung bersama Hyuna dan Se Yeon.

 

Kyuhyun tersenyum sekilas sebelum membidik fokus utama kamera itu pada tiga gadis dihadapannya. “Hana.Dul.Set!”

 

Senyum pria itu memudar saat melihat hasil potretannya. Ia memang melihat senyum dari Hyuna. Tapi matanya.. mata gadis itu memancarkan kebencian yang amat sangat. Kyuhyun sadar itu, sangat sadar.

 

“Cho songsaengnim! Kini giliran aku yang akan mengambil foto mu dengan Hyuna! Ppali!” Kyuhyun tersadar saat Hara dan Se Yeon –yang ikut ikutan- mendorong Kyuhyun untuk berdiri di samping Hyuna.

 

Pria itu berdiri canggung di samping Hyuna, bingung harus bersikap apa. Sementara gadis itu? Entah apa yang dia rasakan saat ini. antara senang dan benci beradu argument dalam hatinya.

 

“Woooa! Kalian benar benar serasi!” komentar Hara saat mengamati hasil foto Hyuna dan Kyuhyun.

 

“Hara, datanglah kerumahku nanti malam. Aku pergi!” kata Hyuna tiba tiba lalu langsung berlari menghampiri kedua orang tuanya. Hal itu tentu membuat tanda tanya yang besar di benak Hara. Kenapa sahabatnya bersikap seperti itu?

 

Hara ganti menatap Kyuhyun yang kini tengah menatap kepergian Hyuna dengan pandangan kosong, dan gadis itu menyimpulkan bahwa sedang ada masalah diantara keduanya. Sehingga Hara lebih memilih pergi dari hadapan Kyuhyun bersama Se Yeon setelah sebelumnya gadis itu berpamitan.

 

“Park Hyun Ah~ kau harus tahu semuanya.. “ lirih Kyuhyun

-o0o-

 

“Ada yang kau perlukan lagi sayang?”

 

Ani eomma. Semua sudah beres”

 

Hyuna menurunkan koper besar miliknya ke lantai setelah semua barang tertata dengan rapih, lalu meletakkannya di sudutruangan. Gadis itu duduk do sofa pink beludru di sisi kamar birunya, lalu memejamkan matanya.

 

Sang ibu yang sedari tadi masih berada di dalam kamarnya ikut duduk disamping putrinya.

 

Eomma pasti akan sangat merindukanmu” Hyuna membuka matanya, melihat ibunya yang kini tengah berkaca kaca.

 

Eomma~”

 

“Ingat untuk selalu makan dengan teratur. Kau tahu eomma selalu khawatir jika magh akut mu kambuh. Jangan terlalu lelah, perbanyak makan vitamin. Dan ingat untuk selalu menelpon eomma” Ny. Park tak tahan untuk tidak memeluk putri yang tinggal satu satunya itu. bagaimanapun keadaanya, kini Hyuna adala sebuah permata keluarga Park yang harus benar benar dijaga dan dilindungi. Wanita paruh baya itu sudah pernah merasakan bagaimana sakitnya ditinggal pergi Sung Rin untuk selamanya. Dan dia tidak mau hal itu terjadi pada Hyuna.

 

Arraseo eomma arraseo. Aku akan ingat semua pesanmu. Jadi jangan khawatir okay?” Hyuna menepuk nepuk pelan pundak ibunya.

 

“Hyuna!!”

 

Ibu dan anak itu sontak melepaskan pelukan mereka saat mendengar lengkingan suara Hara yang benar benar ajaib! Bagaimana bisa anak itu seenaknya berteriak di rumah orang malam malam begini.

 

Ya Choi Hara! Pelankan suaramu” omel Hyuna pada Hara yang sudah berdiri di ambang pintu kamarnya, sementara Hara hanya

memamerkan cengiran tak bersalahnya.

 

“Baiklah, sepertinya eomma harus keluar. Ladies time right?” kata Ny. Park sambil melirik Hyuna dan Hara bergantian.

 

Ne ahjumma!” seru Hara semangat

 

Ya !! pelankan suaramu! ”

 

Ny. Park hanya tertawa dan berjalan keluar kamar Hyuna, membiarkan anak gadisnya bercengkrama dengan sahabat karibnya itu.

 

Hara berlari dan melesat duduk disamping Hyuna dengan tampang polosnya. Matanya menangkap koper besar yang berada tak jauh dari situ.

 

“Kau ingin pergi? Eoddie? Holiday?”

 

Hyuna tersenyum sekilas, lalu memegang tangan Hara dan menatapnya. Membuat Hara mengalihkan pandangannya yang tadi masih fokus pada koper diujung kamar Hyuna.

 

W-wae? Kau aneh” kata Hara gelagapan saat mendapat tatapan dari Hyuna

 

“Hara~ya, aku.. akan pergi” kata Hyuna pelan, amat sangat pelan.

 

 

Ya ! aku juga tahu kau akan pergi, itu kopermu sudah menanti. Tapi kenapa sepertinya barang bawaanmu banyak sekali ya? Hei! Kau ingin kabur dari rumah?” asal Hara tiba tiba. Hyuna tersenyum. Sikap ceplas ceplos inilah yang pasti dirindukan Hyuna dari Hara. Dan jika saja sekarang mereka dalam keadaan normal, sudah bisa dipastikan Hyuna akan menjitak kepala Hara kuat kuat.

 

“Aku akan pergi. Ke Paris”

 

“Iya. Liburan kan?”

 

Hyuna menggeleng “Tidak Hara. Aku diterima di Paris-Sorbonne University, fakultas Music and Musicology. Kau megertimaksudku kan?”

 

“Park Hyuna! Are you serious? Kau tidak pernah cerita apa apa padaku. Kenapa tiba tiba begini?” Hara berdiri, gadis itu terlalu terkejut dengan kabar ‘tiba tiba’ yang di berikan Hyuna.

 

Hyuna menarik tangan Hara untuk kembali duduk, dengan nafas yang belum teratur akibat reaksi marah nya Hara kembali duduk.

 

“Ada yang kau sembunyikan dariku. Benarkan?” sorot tajam mata Hara benar benar mengintimidasi Hyuna. Gadis itu benar benar tidak kuat jika tidak bercerita.

 

“Katakan padaku yang sebenarnya. Kalau tidak aku akan marah padamu seumur hidup dan menganggap kita tidak pernah saling kenal, apalagi bersahabat” ancam Hara

 

Mata Hyuna sayu, gadis itu terlihat lelah. Lelah dengan semua yang ada. Kepalanya terasa sakit. Otaknya tidak bisa menerima fakta mengganjal itu, meskipun sudah berkali kali ia berusaha meyakininya, tapi tetap tidak bisa.

 

“Ak-aku.. aku tidak ingin bertemu lagi dengan Cho Kyuhyun” akhirnya ia bisa menyebutkan nama itu lagi.

 

“Apa?!”

 

“Aku terlalu mencintainya Choi Hara. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Melihat dia jauh dari jarak pandangku saja aku merasa sesak. Nan .. eotthokkae Hara~ya..?” dan akhirnya, gadis itu menumpahkan air matanya di depan Hara. Menangis tersedu sedu dalam pelukan hangat seorang sahabat.

 

“Aku sakit, hatiku sakit sekali, sakit. Terlalu sakit hingga rasanya aku ingin mati setiap kali aku mengingat Cho Kyuhyun. sakit sekali” lirih Hyuna

 

“Neo micheosseo?  Jelaskan padaku. Sebenarnya ada apa,huh? Kau bilang kau mencintainya, dan tak bisa hidup tanpanya. Tapi kenapa kau malah pergi ke Paris?”

 

Hyuna bangkit menuju meja belajarnya. Ia mengambil sebuah foto dari laci meja itu. gadis itu kembali duduk disamping Hara dan menyerahkan foto itu.

 

“Bukankah ini foto mendiang kakakmu, benar kan?” Hyuna mengangguk lemah.

 

“Aku sudah pernah bercerita bukan, kakakku meninggal bunuh diri?” Hara mengangguk

 

“dan aku juga pernah cerita, bahwa saat hari kematiaanya terselip surat yang isinya mengatakan bahwa ia tak sanggup lagi hidup karena sedang hamil, hamil diluar nikah?” Hara lagi lagi mengangguk

 

“Sekarang, apa kau percaya jika aku bilang pria brengsek yang menghamili kakak ku dan membuatnya berujung pada kematian adalah.. Cho Kyuhyun?” suara Hyuna serak, gadis itu merasa kerongkongannya kering. Air matanya masih terus mengalir. Terus dan semakin banyak.

 

M-mworago?? Apa yang kau bilang?” Hara tercekat

 

Hyuna tersenyum miris di balik tangisannya “Pria brengsek itu, Cho Kyuhyun”

 

“Jangan bercanda Park Hyun Ah!”

 

Hyuna memandan lurus kedepan, batinnya tersiksa. Gadis itu benar benar dalam keadaan lemah sekarang. ‘Aku juga berharap ini hanya sebuah lelucon’ jeritnya dalam hati.

 

Hara mendesah. Disaat seperti ini dia benar benar tidak tahu harus berbuat apa. Yang bisa ia lakukan kini hanya memeluk, mendekap Hyuna dan menenangkannya.

 

Geurae, pergilah. Pergilah jika memang itu yang terbaik. Kau tidak mau melihatnya lagi kan? Pergilah, dan kumohon jangan menangis. Jebal Hyuna~ya” ujar Hara menenangkan sembari mengusap usap punggung Hyuna.

 

Hyuna menangis, malah semakin menjadi. Biarlah, setidaknya itu tangisan terakhirnya  untuk Cho Kyuhyun. di kehidupan mendatang, gadis itu benar benar tidak mau mengingat ingat lagi nama Kyuhyun di otaknya. Tidak sekalipun.

-o0o-

 

Kyuhyun berjalan cepat saat mendengar bel apartementnya berbunyi. Dengan tangan yang masih kerepotan membawa secangkir kopi panas, pria bertubuh jakung itu menuju arah intercom untuk melihat siapa tamu yang datang pagi pagi seperti ini.

 

Rahangnya mengeras saat melihat gadis yang sering ia sanjung itu berdiri dengan raut cemas di depan pintu. Dan Cho Kyuhyun sama sekali tidak berminat untuk membukakan pintu.

 

Perhatiannya beralih pada ponsel hitamnya yang ada di atas meja ruang TV, benda itu berbunyi, tanda panggilan masuk. Dengan cepat Kyuhyun melesat untuk mengambilnya. Dan lagi, pria itu mendengus saat melihat layar yang berkedip itu terukir nama ‘Yeon Hee’

 

Kyuhyun mengabaikan panggilan itu hingga ponselnya mati, dan tak lama sebuah pesan singkat masuk.

“Oppa jebal, aku tahu kau di dalam. Kumohon buka pintunya. Ku mohon”

 

Kyuhyun membanting keras ponsel malangnya itu hingga hancur berkeping keping. Pria itu masuk ke dalam kamarnya lalu berteriak keras keras. Kopi panas yang sengaja ia buat untuk sekedar menyegarkan pikirannya itu bahkan sudah tak tampak lagi.

 

Nafasnya memburu tepat ketika ia meninju dinding kamar itu. kepalanya terasa ingin pecah. Badannya bergetar hebat. Cho Kyuhyun, benar benar tidak tahu apa yang harus dilakukan kini. Pengakuan kakaknya sebulan yang lalu itu benar benar sebuah beban berat yang tidak mau ia pikul kini. Dan minggu lalu, saat Kyuhyun memutuskan untuk menghadiri acara kelulusan Hyuna, ia tak mendapat apapun. Susah, susah baginya untuk menceritakan semua ini. dan hanya berujung pada penyesalan yang teramat sangat.

 

“Cho Yeon Hee.. teganya kau” desisnya menahan amarah.

-o0o-

 

Ahra menatap bangunan sederhana didepannya itu sekali lagi. Gadis itu menghela nafas, meyakinkan dirinya bahwa ini yang terbaik. Ya, semua harus terungkap.

 

Ny. Park berjalan untuk membuka pintu ketika bel rumah berbunyi. Wanita paruh baya itu tersenyum saat melihat seorang gadis cantik nan elegant berdiri di depannya. Dengan santun, ia membungkukan badannya.

 

Annyenghaseyo, Ny. Park” sapa Ahra

 

Ye, nuguseyo?” tanya Ny. Park ramah

 

“Cho Ahra imnida

 

Dahi Ny Park tampak berkerut, namun kemudian ibu dari Hyuna itu mempersilahkan Ahra masuk.

 

“Senang bertemu secara langsung dengan anda, Ny”

 

Ne. Eum, sebelumnya.. apa kau mengenalku? Apa kita pernah bertemu ?”

 

Ahra tersenyum “Aku, kakak kandung dari Kyuhyun. Cho Kyuhyun”

 

Senyum yang semula tampak di wajah wanita paruh baya itu kini memudar, digantikan rasa terkejutnya yang luar biasa.

 

M-mworago?”

 

Suara pintu terbuka menjadi jeda diantara mereka. Tuan Park masuk dengan setelan jas yang masih lengkap ia gunakan.

 

Yeobo, kau sedang ada tamu?” katanya saat melihat Ahra duduk di ruang tengah. Namun yang ia dapat hanya tatapan linglung dari istrinya. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Tuan Park berjalan mendekati keduanya. Ahra otomatis berdiri, membungkukan sekilas badannya.

 

Y-yeobo” suara Ny. Park tercekat

 

Ne?”

 

“D-dia.. dia Cho Ahra, kakak kandung Kyuhyun”

 

Tuan Park membelalakan matanya tak percaya, oh! Apalagi ini! pikirnya “MWO?”

 

“Kumohon, dengarkan aku. Aku ingin meluruskan sesuatu disini, jebal” Ahra yang melihat gurat kemarahan muncul dari wajah Tuan Park langsung bertindak, sebelum ia diusir dari sana.

 

“Apa?Tidak ada lagi yang perlu diluruskan! Kami tidak berniat lagi berurusan dengan keluarga kalian! Jadi sekarang cepat pergi dari sini!!” bentak Tuan Park

 

Jebal.. aku hanya ingin mengungkapkan kebenaran”

 

“Kebenaran sudah terungkap! Adikmu yang brengsek itu telah menghamili putriku sehingga ia tewas gantung diri! CEPAT PERGI DARI SINI!” Tuan Park benar benar naik darah, sementara Ahra masih terus berusaha untuk bisa berbicara baik baik dengan kedua orang tua Hyuna ini.

 

“PERGI!”

 

Yeobo.. ki-kita dengarkan saja” Tuan Park menatap tak percaya pada istrinya, sementara Ahra  mengeluarkan sedikit senyum leganya.

 

“Apa yang kau bilang? Sudah jelas bahwa adiknya lah penyebab kematian Sung Rin, apalagi yang perlu dijeaskan?”

 

Ny. Park menggeleng “Ani.. yeobo. Jujur, aku tidak yakin Kyuhyun tega berbuat seperti itu. sepertinya dia pria baik baik”

 

Tuan Park mendengus “Persepsi bodoh dari mana itu?”

 

“Kau tahu, aku selalu melihat Hyuna menangis setiap malam. Putri kita, putri kecil kita begitu mencintainya. Aku yakin Hyuna bisa memilih yang terbaik untuk dirinya, dan Kyuhyun.. pria itu memang sepertinya orang baik, dia juga bertanggung jawab. Rasa rasanya, aku ragu kalau dia yang menghamili Sung Rin”

 

Yeobo, kenapa kau..?”

 

“Kita dengarkan penjelasannya, ok?”

 

Dengan pasrah, Tuan Park menuruti istrinya. Ia duduk, dan Ahra pun kembali duduk.

 

Ahra menarik nafas dalam dalam, bersiap untuk mengungkap semuanya.

 

“Sebelumnya, aku ingin minta maaf karena pada akhirnya, keluarga kami tetap ada sangkut pautnya dengan ini”

 

“Tapi..!” Ahra buru buru memotong saat melihat Tuan Park ingin bereaksi.

 

“Bukan.. bukan Kyuhyun yang menghamili Sung Rin, bukan dia”

 

Tuan Park mendengus. Pikirannya masih depenuhi dengan kebencian yang amat sangat untuk Kyuhyun.

 

“Aku mengenal Sung Rin, kami bertemu beberapa kali saat gadis itu berkunjung ke rumah untuk menemui Kyuhyun” Ahra mengawali, ya disinilah point dimana dia harus mengungkap semuanya.

 

“Kyuhyun cerita padaku, di kampus ada seorang gadis yang mengejar ngejarnya. Sung Rin, gadis itu yang tetap teguh mengejar cinta Kyuhyun. Tapi, Kyuhyun tidak bisa menerima cinta dari Sung Rin. Adikku merasa menyesal sebenarnya, dia ingin membalas perasaan Sung Rin. Berkali kali Kyuhyun mencoba mencintai gadis cantik yang periang itu, namun nihil”

 

Orang tua Hyuna mendengarkan dengan seksama. Mereka sudah mulai masuk dengan cerita Ahra. Benar benar tidak mau tertinggal satu kalimatpun.

 

“Disaat yang bersamaan, Kyuhyun lagi lagi dibebani oleh sikap manja Cho Yeon Hee. Adik angkat kami. Gadis itu benar benar over protektive terhadap Kyuhyun, dia bahkan tidak menyukai semua wanita yang dekat dengan adik lelakiku itu”

 

“Hingga malam itu tiba. Aku baru pulang dari kantor sekitar pukul 1 malam, malam itu aku lembur. Samar, aku melihat Yeon Hee keluar dari rumah kami dengan mengendap endap, dan kemudian gadis itu masuk ke sebuah mobil yang sudah menunggunya di depan rumah”

 

Ahra menerawang, mengingat kembali detik detik dimana dia menyesal mengikuti Yeon Hee, dan pada akhirnya harus menanggung beban yang selama ini membuatnya tidak bisa tertidur dengan baik setiap malam.

 

Tuan dan Ny Park masih mendengarkan dengan seksama, mereka menaruh perhatian penuh pada Ahra yang kini mulai kembali bercerita.

 

“Aku mengikuti mobil itu, tentu saja. Sebagai seorang kakak aku sangat khawatir padanya. Dan yang ada di kepalaku saat itu adalah menyusul lalu mengomelinya. Bisa bisanya seorang gadis keluar tengah malam dengan cara tak wajar seperti itu”

 

“mobil itu berhenti disebuah bar, Yeon Hee bersama sang pengemudi yang kini aku tahu adalah seorang lelaki, turun. Lalu mereka masuk ke dalam sana. Secepat kilat aku melepas sift belt ku lalu berlari menyusulnya kedalam, dan hiruk pikuk kehidupan malam yang benar benar membuatku muak langsung menyapaku tatkala aku masuk ke dalam”

 

“ ‘akan kulaporkan pada appa kau anak nakal!’ seperti itu aku mengumpat dulu” Ahra tersenyum miris, kembali mengingat saat saat memuakkan dalam hidupnya itu.

 

“aku melihatnya, bersama dengan seorang gadis. Entah, pria yang bersamanya tadi sudah tidak ada. Ku tajamkan pengelihatanku karena aku merasa aku kenal dengan gadis itu. Tapi sial, perutku sakit disaat yang tidak tepat. Sungguh bodoh! Aku meninggalkannya dan berlari mencari toilet”

 

“Cukup lama aku berada di toilet, dan saat aku ingin keluar dari salah satu bilik itu, aku mendengar suara yang sangat familiar sehingga aku memutuskan untuk menetap di dalam sana”

 

“ ‘Yeon Hee~ssi, kau bilang Kyuhyun oppa mencariku? Dimana dia sekarang?’ aku mendengarnya, itu suara Sung Rin, Park Sung Rin putri kalian” Ahra terdiam sejenak melihat reaksi kedua orang tua Sung Rin di depannya, mereka sangat terkejut.

 

“Suaranya meracau, dan aku yakin Sung Rin tidak sadar sepenuhnya. Gadis itu mabuk, mabuk berat”

 

Flashback

“Dengarkan aku, hei hei dengarkan aku!” Yeon Hee mencoba membuat Sung Rin tersadar dengn menepuk nepuk pipinya, berhasil ! gadis itu membuka matanya dengan sempurna.

 

“Kyuhyun oppa menunggumu di kamar bernomor 25B, kau mau aku antar atau bisa jalan sendiri?”

 

“Aaa, bisakah kau antarkan aku saja? Kepalaku pusing sekali” Kata Sung Rin sambil memegangi kepalnya yang terasa berat.

 

Arraseo, aku akan mengantarmu” Yeon Hee memapah Sung Rin keluar dari toilet, dan Sung Rin benar benar tidak sadar akan senyum mengerikan yang kini tampak di wajah Yeon Hee.

 

Chaa~ masuklah. Oppa menunggumu di dalam” kata Yeon hee saat mereka sudah sampai di depan pintu bernomorkan 25B, dan dengan mudahnya Sung Rin mengangguk lalu masuk ke dalam kamar.

 

Ahra mengikuti mereka dari belakang tanpa sepengetahuan Yeon Hee, gadis itu ingin bertindak tapi dia penasaran apa motiv Yeon Hee melakukan semua ini. Jadi Ahra lebih memilih untuk melihat terlebih dahulu apa yang akan terjadi selanjutnya, baru setelahnya ia akan bertindak. Tapi, benarkah Kyuhyun menunggu Yeon Hee di dalam kamar itu? batin Ahra.

 

Tapi kemudian Ahra mengerutkan dahinya, ia teringat sesuatu! “Bodoh! Kenapa aku baru ingat! Kyuhyun sedang ada di Jepang sejak kemarin, lalu.. yang bersama dengan Sung Rin saat ini siapa?? Aaahh! Cho Yeon Hee ! lagi lagi berulah!! “ Ahra tak tahan lagi, ia hendak menghampiri Yeon Hee yang masih berdiri di depan kamar itu, namun tindakannya terhenti saat melihat pria yang ia tahu pergi bersama Yeon Hee dari rumahnya tadi keluar dari kamar itu.

 

“Akan kulakukan sesuai keiinginanmu, kau bisa pulang sekarang” ujar pria itu

 

“Memang seharusnya begitu. Baiklah aku pulang dulu, Lee Sungmin” balas Yeon Hee lalu membalikkan badan.

 

“Tunggu!” Yeon Hee berhenti saat pria bernama Lee Sungmin itu memanggil namanya

 

Wae?

 

“Sebelumnya, aku ingin bertanya sesuatu padamu”

 

Malhaebwa

 

“Kenapa kau melakukan semua ini, Yeon Hee~ssi? Kau tahu, gadis itu sangat mencintai kakakmu”

 

Yeon Hee tersenyum miris, tatapannya menajam. Membuat Sungmin mengekerut tiba tiba. Aura setan dalam diri Yeon Hee bangkit, dan dari tatapannya Sungmin baru sadar kalau Cho Yeon Hee adalah wanita paling mengerikan yang pernah ia temui.

 

“Aku mencintai Cho Kyuhyun. dan aku tidak akan membiarkan siapapun untuk memilikinya, Cho Kyuhyun adalah milikku!” tegas Yeon Hee.

 

Ahra menutup mulutnya yang sontak terbuka, matanya mengerjap. Apa yang barusan ia dengar??

 

“Bagaimana bisa? Maksudku.. Cho Kyuhyun itu kakakmu”

 

Lagi, senyum iblis itu keluar dari Yeon Hee “dia bukan kakak kandungku. Huh.. lucu. Sejak beranjak remaja, aku selalu senangsaat berada dekat dengan oppa. melihatnya tersenyum, melihatnya berada dalam jarak pandangku, membuat aku berpikiran bahwa hanya melihat dia seperti itu cukup untuk hidupku. Dan terkadang, saat ia pergi jauh menemani appa ke luar negeri untuk belajar management, aku selalu merindukannya. Semakin bertambah usiaku, semakin aku tahu perasaanku padanya. Jantungku selalu berulah saat dia di dekatku. Memeluknya adalah salah satu hal favoritku. Tapi, kenyataan menamparku saat mngingat dia satu darah denganku, Cho Kyuhyun kakakku”

 

“Dan akhirnya, Tuhan mempermudah jalanku untuk bersanding dengannya. Siang itu sepulang sekolah, aku tidak sengaja mendengar percakapan antara Eomma dan Ahra eonnie. Mereka bilang.. aku hanya anak angkat”

 

Sungmin melotot, secara spontan. Pria itu terkejut, tentu saja! Sama halnya dengan Ahra yang masih menguping pembicaraan itu, dia benar benar syok! ‘Jadi dia sudah tahu?!’ jerit Ahra dalam hati

 

“Seharusnya aku sedih saat itu, kebanyakan orang pasti merasakan hal yang sama jika mereka tahu bahwa mereka hanyalah anak angkat. Tapi tidak bagiku, aku merasa senang. Karena itu artinya aku benar benar tidak ada ikatan darah dengan oppa, dan kami bisa bersama”

“Hingga aku mulai lelah dengan para wanita yang selalu mengemis cinta pada Oppa ku itu. rasanya aku ingin menampar wajah mereka satu persatu. Tidak tahukah bahwa Kyuhyun itu milikku?”

 

Sungmin menelan ludahnya susah payah, ‘gadis ini benar benar gila’ batinnya

 

“Dan kesabaranku habis oleh gadis tak tahu diri yang satu ini. Park Sung Rin! Darimana sih dia berasal! Kenapa dia selalu merecoki hidup oppaku! Huh.. !” Yeon Hee menatap kesal pintu kamar yang di dalamnya sudah ada Sung Rin itu.

 

Gadis itu kembali menatap Sungmin dan berucap “Kerjakan tugasmu dengan baik! bukankah kau membutuhkan uang untuk biaya operasi adikmu?” Sungmin mengangguk lemah, bersamaan dengan Yeon Hee yang kembali berjalan.

 

Ahra benar benar marah, ia bermaksud menghentikan Yeon Hee dan berbicara pada adik angkatnya itu, namun tindakannya terhenti saat melihat Yeon Hee juga berhenti beberapa langkah di depan Sungmin.

 

“Cho Kyuhyun itu milikku, aku tidak akan membiarkan wanita manapun mengambilnya dariku. Jika aku tidak bisa memilikinya, maka wanita lain pun tidak bisa. Huh.. satu satunya cara, melenyapkan Kyuhyun oppa selama lamanya” dan Yeon Hee kembali berjalan dengan angkuh.

 

Mata Ahra melebar sejadi jadinya, Ya Tuhan, apakah benar yang ia lihat itu adik perempuannya yang manis? Ahra benar benar berharap kalau ia salah orang, Cho Yeon Hee yang ia kenal bukan seperti gadis yang baru saja berjalan dengan angkuh itu! tidak, itu bukan adik kecilnya. Gadis yang berjalan itu iblis! Bukan Yeon Hee.

 

Ahra berlari meninggalkan tempat terkutuk itu, dan ia benar benar melupakan Sung Rin yang saat ini tengah berada di ambang bahaya.

Flashback off

 

Ahra mengusap pelan kedua pipiny yang kini basah dengan air mata. Gadis itu menangis, hingga sekarang ia selalu menangisi kebodohannya yang melupakan Sung Rin yang masih berada di dalam kamar terkutuk itu. karena saat itu, dia benar benar dalam keadaan yang kacau.

 

Ny. Park terisak, sedangkan suaminya berusaha menenangkannya. Wanita paruh baya itu benar benar menyesal tidak menjadi seorang ibu yang baik. Ny Park membayangkan bagaimana menderitanya Sung Rin saat itu dan dia sebagai seorang ibu, tidak bisa melakukan apa apa.

 

“A-aku.. aku benar benar minta maaf. Aku kolaps, dan .. tidak bisa berpikir jernih waktu itu. sehingga aku melupakan Sung Rin yang masih ada di dalam” Ahra terisak

 

Tuan Park mendesah berat, kini ia merasa bersala pada Kyuhyun. selama ini, ia mengira bahwa pria itulah yang menghamili putrinya.

 

“Masih ada yang ingin kau ungkapkan nona? Bicaralah, aku dan istriku akan mendengarkan” kata Tuan Park, menyadari gelagat Ahra yang masih resah.

 

“Untuk yang ini.. a-aku.. ak-u benar benar meminta maaf pada keluarga anda” Suara Ahra tercekat

 

“Aku tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun. Termasuk kedua orang tuaku dan Kyuhyun. hingga sebulan kemudian, aku tidak sengaja mendengar Yeon Hee berbincang dengan seseorang lewat telepon”

 

“Disitu aku mengetahui fakta bahwa Sung Rin tengah hamil, kurasa orang yang menelpon Yeon Hee saat itu yang memberitahukannya. Aku terkejut, tentu saja. Aku semakin merasa bersalah saat itu. tak lama, Yeon Hee kembali berucap dan ia bilang untuk melakukan rencana kedua” Ahra menarik nafasnya dalam dalam sebelum melanjutkan cerita.

 

“Yeon Hee bilang, dia.. d-dia” Ahra gelagapan

 

“Apa? Katakan dengan jelas”

 

Ahra mati matian mengumpulkan keberanian untuk yang satu satu ini. ia sudah siap, bahkan jika tuan Park menyerangnya dengan tongkat golf sekalipun ia sudah siap.

 

“Dia menginginkan Sung Rin mati, dan harus dibuat seolah olah gadis itu.. bunuh diri” lirih Ahra

 

MWORAGOOOOO???” Tuan Park langsung berdiri sangking terkejutnya, sementara tangisan Ny. Park semakin menjadi, Ahra menangis tersedu sedu, gadis itu menundukkan kepalanya.

 

Y-eobo.. ye-obo .. “ Ny. Park terbata, dia membutuhkan oksigen saat ini juga

 

“JADI ADIKMU YANG MEMBUNUH SUNG RIN! BRENGSEK !!!!” ‘PRAAAANG’ Tuan Park menendang guci hiasan besar yang ada di sana, amarahnya sudah membuncak kini.

 

Ahra beringsut memeluk kaki Tuan Park, gadis itu masih menangis “A-aku mohon, jangan laporkan dia ke polisi. Aku mohooon.. Aku sangat menyayangi Yeon Hee, bagitupun dengan kedua orang tua kami” Ahra terisak. Di saat seperti inipun ia masih membela adiknya, lihat.. bukankah ia kakak yang hebat? Yeon Hee benar benar tidak ada ikatan darah dengannya, tapi Ahra rela melindunginya sampai sejauh ini.

 

“Aku berniat menggagalkan rencanya itu. Hari dimana Sung Rin meninggal aku membaca pesan singkat yang terkirim di ponsel Yeon Hee yang waktu itu tertinggal di rumah. Dan aku langsung bergegas pergi kesana. Kyunghee University”

 

“Semua terlambat, aku.. aku.. melihatnya.. aku melihatnya tergantung tak bernyawa di perpustakaan kampus yang saat itu sudah sangat sepi. A-aku.. aku takut. Aku sangat takut saat itu.. aku takut, aku tidak bisa berbuat banyak. Aku terlalu pengecut!”

 

“Dan.. apa kalian tahu? Aku melihat kalian membentak dan memaki Kyuhyun saat dia datang ke pemakaman Sung Rin. Tidak.. saat itu aku menjerit dalam hatiku bahwa bukan Kyuhyun orangnya. Bukan dia. Surat yang kalian temukan di dalam kantung blazer Sung Rin saat itu.. itu tulisan Yeon Hee”

 

Ahra masih menangis sejadi jadinya, sama dengan Ny. Park. Tuan Park mengurut pelipisnya yang terasa berat, ia baru mengetahui fakta kematian putrinya setelah bertahun tahun. Dan ini lebih keji dari apa yang dia bayangkan!

 

“Aaah.. dadaku.. ah” Tuan Park memegangi dadanya yang tiba tiba terasa sakit, membuat Ny. Park maupun Ahra terkejut setengah mati. Serangan Jantung!

 

Yeobo!!”

 

Ahjussie! “

 

Kedua wanita itu mengguncang guncangkan badan Tuan Park yang kini tak sadarkan diri. Dengan gesit, Ahra mengambil ponselnya lalu menelpon ambulance.

 

Yeobo!!!”

-o0o-

 

Koridor rumah sakit itu terdengar berisik seketika saat seorang gadis berlari tak tentu arah dengan sepatu heelsnyayang menerjang lantai. Di saat seperti ini, dia kacau dan tak bisa berpikir jernih. Nafasnya terengah engah, bibirnya kelu, jantung nya memompa lebih cepat dari biasanya.

 

Dengan keadaan seperti itu, matanya menangkap sesosok wanita berjalan dari arah berlawanan dengannya, Hyuna memicingkan mata. Gadis itu meyakinkan dirinya terlebih dahulu sebelum bertanya. Benarkah yang ia lihat itu.. Ahra?

 

“Hyuna?” Benar! Dia Ahra. Wanita itu bahkan memanggil Hyuna

 

E-eonnie. Kenapa..kau–?”

 

Ahra tersenyum “Menjenguk ayahmu. Keadaanya sudah lebih baik dibanding tiga hari yang lalu”

 

“Kau baru tiba dari Paris?” lanjut Ahra.

 

Hyuna mengangguk canggung, gadis itu masih linglung dengan keadaan. “Ne. Aku baru bisa pulang karena kemarin tugas ku masih menumpuk dan harus segera kuselesaikan”

 

“Bagaimana menjadi mahasiswa? Heum.. sepertinya kau menikmatinya ya?” gurau Ahra.

 

“Masuklah” lanjut Ahra lagi sambil mendorong Hyuna sampai batas pintu masuk. Gadis itu membungkuk sekilas pada Ahra kemudian dia masuk.

 

Appa~” lirihnya. Hyuna sekuat tenaga menahan tangis saat lagi lagi melihat ayahnya terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit. Sungguh, ia tidak mau melihat hal seperti ini sering sering. Tapi kenapa kejadian ini datang lagi?

 

“Eoh, uri Hyuna wasseo? Siapa yang menjemputmu di Bandara sayang? Kenapa tidak menelpon eomma untuk menjemputmu? Ah~ani.. kenapa kau kesini? Appa baik baik saja, seharusnya kau fokus dengan kuliahmu” sang ayah yang masih menikmati buah segarnya sambil menonton TV itu berpaling ke arah anak gadisnya yang baru datang. Beliau tersenyum senang , namun semburan semburan kalimat langsung ia tujukan untuk putrinya itu. Sementara Hyuna, gadis itu langsung berlari menghambur ke pelukan ayahnya.

 

Appa~” isakan kecil mulai terdengar

 

Ya~ wae geurae? Appa baik baik saja. Kau lihat kan? Apa yang kau tangisi, heum?” kata Tuan Park seraya mengelus kepala putrinya yang ada di dadanya itu.

Hyuna menggeleng dan makin mengerutkan pelukannya “I miss you, appa” katanya. Padahal, ia juga menangis karena khawatir setengah mati memikirkan ayahnya. Kalau saja Profesor sialan itu tidak memberikan setumpuk tugas pada Hyuna, ia sudah langsung megambil penerbangan terakhir Paris-Seoul malam itu juga saat mendengar kabar dari ibunya.

 

Geurae. Na ddo

 

“Bagaimana kuliahmu? Baru jadi mahasiswa sudah berani ambil cuti heum? Dasar anak nakal” uajar Tuan Park saat pelukan mereka sudah terlepas.

 

Ani, nilai ku selalu sempurna makanya aku di beri libur hehe” canda Hyuna

 

Eomma, eoddie?” Tanya Hyuna saat tak melihat kehadiran ibunya di ruangan itu

 

“Pulang sebentar ke rumah, sudah dari tadi. Mungkin sebentar lagi dia sampai”

 

Hyuna mengangguk mengerti. Gadis itu duduk di kursi kecil samping ranjang ayahnya lalu mulai mengupas apel dengan pisau kecil. Memotong motongnya agar sang ayah lebih mudah untuk memakannya.

 

Yeobo~ya”

 

Hyuna sontak mengalihkan perhatiannya pada pintu kamar yang baru saja dibuka. Gadis itu tersenyum senang saat melihat ibunya masuk dengan berbagai makanan ditangannya. Oh ajaib! Dia memang sedang lapar saat ini.

 

Eom..ma” senyumnya memudar seketika saat melihat seseorang masuk setelah ibunya. Oh ya Tuhan, sudah lama gadis itu tidak merasakan sensasi seperti ini. Jantungnya.. jantungnya kembali berulah. Sistem kerja otaknya sudah memberi perintah untuk gadis itu berlari kepelukannya. Ya Tuhaan.. kenapa bisa? Cho Kyuhyun.. kenapa bisa kau disini?

 

Kyuhyun mematung di tempatnya, pria itu sama saja dengan Hyuna. Dia  membeku tapi sinkron otaknya memerintah kakinya untuk berjalan cepat ke arah Hyuna dan memeluk gadisnya itu. Cho Kyuhyun, jangan ditanya bagaimana keadaannya saat jauh dengan gadis itu. dia seperti orang gila yang setiap hari memuja muja sebuah foto di ponselnya. Dan parahnya lagi, Hyuna pergi ke Paris tanpa sepengetahuannya. Rasanya hari itu raga Kyuhyun ingin terlepas tepat ketika Hara memberitahunya kalau Hyuna melanjutkan study di Paris.

 

Kedua orang tua Hyuna yang mengerti keadaan ini langsung memberikan space pada anak mereka. Semenjak Ahra memberitahukan semua kebenaran yang selama ini tertutup, Tuan Park secara sengaja menyuruh Kyuhyun dan menemuinya. Pria paruh baya itu mengucapkan beribu maaf pada Kyuhyun atas kesalahpahaman nya selama ini. namun tak menutup kemungkinan, rasa tidak rela kehilangan Sung Rin yang disebabkan oleh Yeon Hee, adik mereka –Ahra dan Kyuhyun- belum reda. Meskipun begitu, Ahra maupun Kyuhyun sangat lega karena pada akhirnya kedua orang tua Hyuna memutuskan untuk tidak mengangkat masalah itu kembali. Kini, pasangan suami istri itu akan mewujudkan kebahagian putri tunggal mereka. Dan baik Tuan Park maupun istrinya beranggapan bahwa Cho Kyuhyun lah sumber kebahagiaan Hyuna.

-o0o-

 

Angin sore itu bertiup dengan lembut di taman rumah sakit. Selembut sutera terpatri menjadi sebuah kain dan menjadi penghias bagi manusia. Tenang, damai, bahagia.. itulah gambaran yang dirasakan Kyuhyun saat ini. tapi pria itu masih tidak tahu bagaimana perasaan Hyuna, gadis yang kini duduk diam disebalahnya.

 

“Bagaimana.. kabarmu?” Kyuhyun lebih memilih untuk membuka suaranya terlebih dahulu

 

“Baik. kau sendiri?”

 

“Seperti yang kau lihat” dan mereka pun kembali terdiam. Kyuhyun menjerit dalam hati, meneriaki kebodohannya yang tidak bisa mengatakan apa apa saat ini, dan justru membuat keadaan semakin canggung.

 

“Maaf”

 

Hyuna menoleh cepat ke arah Kyuhyun saat pria itu mulai bersuara lagi “Maaf” kata Kyuhyun lagi

 

Pria itu menunduk dan percaya atau tidak, Cho Kyuhyun tengah menahan mati matian air matanya yang ingin keluar.

 

Hyuna tersentak, tak pernah ia lihat Cho Kyuhyun nya serapuh ini. sekalipun tak pernah. Dan melihat itu, hatinya terasa terbakar.. perih.

 

Hyuna tahu semuanya. Sedetail detailnya. Ibunya baru saja bercerita tentang kesalahpahaman mereka selama ini, meskipun pada akhirnya masalah bermula pada sumber yang sama. Yang Hyuna sesali semenjak kematian Sung Rin hingga saat ini adalah, masa dimana mereka jarang sekali bertemu.

 

Hyuna, gadis itu sejak kecil memilih tinggal di Busan bersama kakek dan neneknya. Dan susah sekali diajak kedua orang tuanya pindah ke Seoul waktu itu. tidak kebanyakan anak anak yang lain yang akan ikut kemanapun orang tuanya pergi, Hyuna adalah typikal gadis yang memegang teguh prinsipnya. Diamana ia akan nyaman, disitu ia tinggal. Dan waktu itu, dia benar benar tidak mau meninggalkan Busan. Pekerjaan sang ayah yang memang mengharuskan mereka pindah ke Seoul membuat Hyuna akhirnya jarang bertemu kedua orang tuanya, terutama kakak perempuan satu satunya itu.

 

Hingga saat itu tiba, saat dimana kejadian naas itu sampai ditelinganya. Bagai petir yag menyambar dengan tegangan ribuan volt, Hyuna menangis sejadi jadinya saat itu.

 

Semenjak kematian Sung Rin, Hyuna mau ikut orang tuanya kembali ke Seoul. Dan disanalah semuanya dimulai kembali. Gadis itu tak pernah menyangka menemukan sumber kehidupannya di sebuah sekolah, sekolah yang seharusnya tempat menuntut ilmu. Dan.. siapa yang tahu kalau itu semua bersangkutan? Well.. dunia memang terlalu sempit.

 

“A-aku..aku terlalu bodoh. Aku sama sekali tidak tahu kalau ternyata Yeon Hee adalah dalang dari semua ini. Kasih sayangku padanya telah menutupi semua nya di mataku. Hingga pada akhirnya, kita kehilangan.. Sung Rin. Ini semua salahku, aku terlalu lemah dan tidak peka. Aku terlalu bodoh” Kyuhyun menyalahkan dirinya sendiri, tak ada yang tahu jika hati pria itu benar benar rapuh sekarang, kecuali satu orang. Hyuna.

 

Hyuna menangis, gadis itu menangis dalam diam bahkan dia sendiri tidak sadar jika air matanya sudah jatuh. Bibirnya bergetar, tangannya pun begitu.

 

“Sung Rin, kakakmu itu adalah gadis baik. Gadis periang. Aku ingat saat dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, bahkan saat dia mengintipku dari balik rak rak buku di perpustakaan, aku tahu itu” Kyuhyun menerawang, mengingat ingat kejadian masa lalunya. Saat saat ia masih kuliah, dan saat itu memang selalu ada gadis stalker yang mengikutinya kemanapun ia pergi.

 

“Aku tidak risih sama sekali, aku pun heran itu. Dan aku pun mulai sadar bahwa aku menyayanginya, menyayanginya sebagai adik. Tidak lebih. Noona bilang padaku untuk mencoba menyayanginya lebih dari itu. Aku melakukannya. Perlahan lahan, namun sampai detik dimana ia pergi.. aku tidak bisa mewujudkan itu” Kyuhyun kembali menunduk. Hal itulah yang masih menjadi beban Kyuhyun selama ini, tidak bisa membalas perasaan Sung Rin adalah hal yang paling dibenci Kyuhyun. pria itu tidak bisa, bukan tidak mau.

 

“A-aku.. ak-u.. aku—“

 

Oppa

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya perlahan, menatap Hyuna yang sudah berlinang air mata disebelahnya. Tangan mungil gadis itu terjulur ke pipi Kyuhyun, mengusap sebulir air mata yang terlihat jatuh.

 

“Lupakan, lupakan semuanya. Ini bukan salahmu. Mungkin.. Tuhan sudah menakdirkannya seperti ini, ini benar benar bukan salahmu” Hyuna menatap dalam mata Kyuhyun, gadis itu berbohong kalau ia tak merindukan mata favoritnya itu. Faktanya, secercah luapan rindu yang terpendam menguar begitu saja saat kedua mata itu bertemu.

 

Disinilah gadis itu bisa memutuskan untuk tidak akan pernah lari dari hidup Kyuhyun. semuanya telas selesai, dan tidak ada alasan lagi untuk membenci Kyuhyun.

 

Tidak bisa, Hyuna tidak bisa menahan rasa rindu nya lagi. Dan anggap saja gadis itu gila karena dengan berani ia menarik wajah Kyuhyun dan menyatukan bibir mereka. Point dimana bibir mereka menyatu adalah kesadaraan perasaan masing masing yang memang saling menginginkan satu sama lain, air mata jatuh mengiringi ciuman manis mereka. Air mata kerinduan, air mata bahagia.

 

-o0o-

 

Paris-Sorbonne University, December 2018

Musim dingin tahun ini terasa lebih menusuk dari tahun sebelumnya, setidaknya itu menurut filosofi buatan Park Hyun Ah.

 

Gadis itu terus terusan membetulkan letak sweater tebalnya sedari tadi dan menggerutu karena pesanan makan siang untuknya kali ini belum sampai di hadapannya. Kantin kampus yang tengah ramai membuat para pelayan masih sibuk mengurusi mahasiswa lain yang juga memesan makanan.

 

Hidung gadis itu memerah, dan telapak tangannya terasa sedingin es. Ya Tuhan, Hyuna paling benci musim dingin!

 

Oh my god Jessie, stop doing that!”ujar seorang gadis berambut blonde di depan Hyuna.

 

What?” sebal Hyuna pada sahabatnya itu, Juliana Gweneth

 

Grumbling! My ears ache to hear it

 

Err.. sorry

 

She’s always like that. Ck~ bad habit” Hyuna dan Julianna menolehkan kepala mereka ke samping mendengar suara berat seorang pria menyela dalam pembicaraan mereka. Dan detik itu juga, Hyuna melebarkan matanya karena shock. Sementara Julianna, gadis itu mengerjap ngerjapkan matanya tak percaya, ia seperti melihat Pangeran dari Asia turun dari langit dan berhenti di hadapannya.

 

Oppa! Bagaimana bisa kau disini?!!” Cho Kyuhyun hanya mengeluarakan cengiran tak bersalahnya. Pria itu lantas duduk di samping Hyuna dan mengecup kilas bibir gadisnya itu. membuat Hyuna lagi lagi terkejut setengah mati. Sementara Julianna yang berada di depan mereka hanya bisa mematung melihat keduanya.

 

“Merindukanmu tentu saja” jawab Kyuhyun

 

“Berhenti menggodaku! Aku sedang tidak ingin main main!”

 

Ya! Siapa juga yang main main. Aku serius”

 

Hyuna memutar malas bola matanya “Terserah” tak lama, Chicken Soup yang di pesan Hyuna dan Julianna tiba di tempat, dan gadis bermarga Park itu lebih memilih untuk berkonsentrasi pada soupnya. Bukan, bukan karena ia ingin mengabaikan Kyuhyun. gadis itu masih shock! Tentu saja! Dan daripada jantungnya lepas tiba tiba karena tak sanggup menampung debarannya yang begitu keras saat menatap Kyuhyun, lebih baik ia menghindari kontak mata itu. tak dipungkiri, dalam hati gadis itu berlonjak senang.

 

Ehem.. Jess, who is this guy?” tanya Julianna yang masih penasaran dengan seorang pria Asia yang datang tiba tiba ditengah tengah mereka.

 

He is—“

 

I’m her fiance. My name is Marcus Cho” ucap Kyuhyun memperkenalkan diri memotong ucapan Hyuna. Dan gadis itu hanya memutar matanya.

 

Really? Jessie! How lucky you are!” histeris Julianna

 

Me? Lucky? Why?” sahut Hyuna

 

He’s perfect! Aargh ! “ Kyuhyun tersenyum bangga mendengar pujian Julianna, sedangkan Hyuna lagi lagi menyangkal kenyataan yang ada.

 

Perfect? You said he is perfect? Are you serious? Oh, came on July ~”

 

Thank you miss—“

 

Julianna. My name is Julianna. But you can call me July

 

Ah~ Thank You miss July. You’re so pretty too

 

Juliana tersenyum malu mendengar pujian Kyuhyun, gadis itu mudah sekali dirayu orang membuat Hyuna kadang kadang muak melihatnya.

 

Stop it Julianna! You already have a boyfriend, remember it!” Julianna merengut sebal ke arah Hyuna seketika.

-o0o-

 

Oppa, ini kubuatkan cokelat panas favoritmu” Hyuna menyerahkan secangkir cokelat panas pada Kyuhyun yang sedag duduk di ruang tengah apartement gadis itu. Bara api di depan mereka membuat keduanya betah berlama lama disana untuk menghangatkan diri.

 

Gomawo” Kyuhyun menerimanya dan tersenyum. Pria itu lalu menepuk pelan tempat kosong disebelahnya, dan Hyuna pun duduk disana.

 

Gadis itu sedikit memberi jarak diantara keduanya, menetralisir kerja jantungnya yang kini mulai bekerja. Pelan pelan.. dan kemudian semakin cepat berdetak saat Kyuhyun malah menariknya sehingga tubuh mereka menempel tidak ada jarak.

 

Kyuhyun tersenyum jahil, ia lantas melingkarkan tangannya di pundak Hyuna dan meletakkan kepala gadisnya itu di dada nya yang bidang. Hyuna tersenyum, ia bisa merasakan detak jantung Kyuhyun juga saat ini. sama seperti dirinya, dan itu membuatnya nyaman. Ditambah dengan lembutnya sweater abu abu yang dipakai Kyuhyun, aah~ Hyuna benar benar betah jika setiap hari seperti ini.

 

Oppa, kau masih tinggal di apartement?’

 

“Heum” Kyuhyun mengangguk

 

“Kenapa tidak pulang saja kerumah lamamu?”

 

Kyuhyun terdiam. Semenjak pria itu tahu kebenaran tentang Yeon Hee, ia langsung pindah ke apartement yang saat ini di tinggalinya.

 

“Aku.. huh~” Kyuhyun menghela nafas “Terlalu banyak hal yang mengingatkanku tentang Yeon Hee disana. Dan setiap mengingatnya, aku.. akan marah. Dan sejujurnya, aku benci hal itu” Kyuhyun menunduk

 

Hyuna terdiam, mencoba memahami Kyuhyun. “Kau sudah menjenguknya lagi?” tanya Hyuna

 

Kyuhyun menggeleng “Ahra noona yang sering menjenguknya. Aku masih terlalu takut jika bertemu dengannya, yang ada aku malah membuat onar di rumah sakit itu” jawab Kyuhyun tersenyum miris

 

Oppa, kunjungilah dia sesering mungkin. Bagaimanapun dia itu adikmu. Lagipula, dengan kunjunganmu itu akan membantunya cepat sembuh”

 

Arraseo arraseo” kata Kyuhyun mengalah. Yeon Hee . gadis itu dimasukkan ke panti rehabilitasi oleh kedua orang tua mereka. Baik Tuan Cho maupun Ny. Cho benar benar anak tak menyangka anak angkat mereka itu mempunyai masalah kejiwaan yang serius. Gadis itu.. psikopat.

 

“setelah acara kelulusanmu bulan ini, kita akan langsung pulang ke Korea” kata Kyuhyun sambil mengusap usap rambut gadisnya.

 

“Heum? Berarti kau akan disini sampai acara kelulusanku?”

 

“Yup. Sampai di Korea, kita harus menyiapkan semuanya”

 

“Menyiapkan apa?”

 

Ya! Pernikahan kita tentu saja”

 

Hyuna membelalakkan matanya, apa yang ia dengar? “MWO?” gadis itu sontak terbangun dari pelukan nyaman Kyuhyun.

 

“Issh! Jangan berteriak! Aku tidak tuli!”

 

“Tunggu sebentar, kau tadi bilang apa? Me-menikah?”

 

“Ya. Memang nya kau tidak mau menikah denganku?”

 

 

“B-bukan begituu” lirih Hyuna, Kyuhyun tersenyum jahil “Asa! Berarti kau mau kan menikhah denganku? Lagipula, aku tidakmenerima penolakan”

 

Ya! Cho Kyuhyun!”

 

Waeee? Lagipula umurmu bulan ini sudah 24 tahun, sudah sepantasnya kau menikah. Kau juga sudah menyelesaikan studymu. Aku tidak mau lama lama menunggu lagi, apa kau tidak tahu aku selalu merindukanmu saat kau jauh? Huh, kalau saja aku tidak memikirkan perusahaan, aku sudah ikut kau ke Paris dan menetap disini. Maka dari itu nona Park, aku tidak akan membiarkanmu lari lagi”

 

Hyuna terdiam, sebenarnya apa yang gadis itu tunggu? Entahlah, ia hanya merasa belum yakin.

 

Kyuhyun menyadari perubahan raut wajah Hyuna, pria itu mendekat sehingga jarak keduanya semakin dekat. Hyuna bahkan bisa merasakan nafas Kyuhyun menerpa kulit wajahnya, menari nari disana.

 

“Hei” Kyuhyun berucap lembut, tangannya mengelus pipi Hyuna.

 

“Kau.. tak percaya padaku?” Hyuna mengangkat wajahnya, menatap dalam manik mata Kyuhyun yang tepat beberapa centi di depannya.

 

“A-aku.. aku.. a-aku..” Hyuna menghela nafasnya “Tidak tahu” ia menunduk lagi.

 

Kyuhyun menyentuh dagu gadisnya, mengarahkannya untuk saling menatap. Dalam kseriusan yang dalam, Kyuhyun mencium gadisnya. Tepat dibibir. Memberikan energi positif yang ia rasa bisa meyakinkan Hyuna untuk tidak takut melangkah.

 

“Kau percaya padaku, kan?” Tanya Kyuhyun setelah kecupannya terlepas. Hyuna mengangguk.

 

“Kalau kubilang ini adalah keputusan terbaik? Apa kau percaya?” Hyuna masih terdiam

 

Kyuhyun menghela nafasnya “Dengar Park Hyuna. Aku bukan orang yang pandai merangkai kata kata, jadi aku akan mengatakan apa yang ada dalam fikiranku. Mungkin kau takut, kejadian masa lalu itu belum bisa kau relakan sepenuhnya. Tapi, Aku bersumpah, aku bersumpah..demi Tuhan aku mencintimu Park Hyuna. Aku tidak akan bisa hidup tanpa dirimu. Seluruh sarafku seakan berhenti bekerja saat kau jauh dariku, kau tahu? Aku seperti mayat hidup. Dan ajaibnya, seorang Cho Kyuhyun bisa rapuh, bisa terlihat rapuh hanya di depanmu. Apa kau masih meragukan itu semua? Meragukan kalau aku mencintaimu?”

 

Hyuna menatap dalam manik mata Kyuhyun dan hati gadis itu tersentuh. Matanya panas dan lama kelamaan berair. Dan detik berikutnya air mata itu jatuh.

 

“Aku berjanji, aku akan menjagamu. Aku akn mendekapmu dalam lindungan hangatku. Aku akan membuat kau menjadi wanita yang tak pernah menyesal menikahi orang sepertiku. Aku akan mencintaimu sampai seluruh sendi sendiku tak berfungsi. Aku tidak akan meninggalkanmu sekalipun kau yang meminta, aku akan tetap berada di sisimu bahkan ketika kita sudah berada di alam lain”

 

“Hyuna~ya, menikalah denganku~”Pinta Kyuhyun sungguh sungguh

 

“Ah ani, karena kita tidak sedang di Korea, aku akan merubah cara lamaranku” kata Kyuhyun sedikit bergurau.

 

“Miss Jessie Park, would you marry me?”

 

Dan kali ini, tanpa keraguan, tanpa kecemasan Hyuna mengangguk pasti. Gadis itu menerimanya. Menerima lamaran Kyuhyun yang tidak seperti kebanyakan orang. Tidak ada cincin disini. Hanya ada ketulusan, keseriusan, dan .. cinta.

 

Dunia memang sempit, dan hidup pun terkadang mengalami pasang surut. Semua kejadian dan perbuatan yang kita lakukan di dunia ini pasti bersangkutan. Entah itu hal baik, atau malah sebaliknya. Kyuhyun bisa melewati itu semua, pria itu mampu bertahan. Bertahan dalam ketidakadilan yang selama ini menyerangnya. Karena satu alasan, masa depan yang lebih baik sedang menunggunya di ambang kebahagiaan.

 

“Park Hyuna.. saranghaeyo

.

.

.

.

.

-END-

HUAAAANJIR! INI ABSURD BANGET CERITANYA ! ><

Daaan.. END!!! AKHIRNYA NIH FF YANG HAMPIR JAMURAN END!!

Maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaf bgt buat yang udah nugguin ini ff tapi ga di post post >< jujur sempet kehilangan mood nulis, dan kehilangan feel nerusin cerita ini. terus tugas sebagai seorang pelajar menumpuk. Jadi daaaaah begini akhirnya, aneh ya ceritanyaa??? ><

Mungkin sebagian readers bisa membedakan tulisan aku dari ‘oh! My Songsaengnim’ Part awal awal sampai sekarang itu beda. Karena aku juga ngerasa gitu haha. Itu ff part 1 part 2 part 3 –kayanya- di buat pas awal2 aku bisa nulis ff jadi alur masih kecepetan.. kalimat yang rancu dsb. Dan makin kesini aku ngerasa lebih nyaman baca tulisan aku sendiri wkwkwk.

Mudah mudahan, ini endingnya pada suka yaaaa.. maaaf bgt loooh yg udh ngecewain readers yng baca L

 

SEE YA !! ^^

Advertisements

88 thoughts on “Oh! My Songsaengnim (Part 7/END)

Add yours

  1. Keren bgt.. ini kayanya kyuhyun bgt deh.. hehe.. keren eonnie…aku baru coment karna emg baru baca. Tapi suerr kereeeennnnn 😀😀😄😃

  2. hueeeeee gue dari awal udah kepo banget sebenernya masalahnya apa gitu pengen loncat episode aja tapi gak seru dan akhirnya gue ngerti, good job thor, alurnya bagus ga ngebosenin, keep seiring thor 😉

  3. Omo ternyata yoonhee punya gangguan kejiwaan aigoooo malah sekaliiiii
    Ahhhh ngiri deh sama mereka berdua huaaaaa
    Eonnie daebak ff nya suka bgt hihi gak bisa ketebak bgt alurnyaa

  4. ih ngeri jg…. yon he sikopat gitu…..
    ga nyangka …..
    btw akhirnya kyu ma hyuna bersatu jg…..
    ih senengnyuaaaaa

  5. Kerennnnn… akhirnya happy ending…
    Ngga nyangka klo yeon hee ternyata psikopat… kyu sma hyuna akhirnya jadian lagi sampe mau nikah.. haha

  6. Ohhh kyyuu oppa gk nerima penolakan psti ae gth , ff nya uhhhh kerennn hpy end , yeon hee psikopat keliatn sih dri prtma juga udh muak -_-

  7. baru nemu blog ini dan baru sempet comment.. . ff nya keren sekali ..
    akhirnya happy ending ..
    ka ijin baca ff mu yang lainnya . 🙂

  8. aku gak nyangka yoonhee seorang pisikopat,
    akhirnya sua rasa penasaranku terjawab, ternyata pelakunya adalah yoonhee.
    wah bentar lagi mereka nikah… ye happy ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: