Oh ! My Songsaengnim (Part 6/?)

pictures11_e589afe69cac

Author  : Dyah Ayu Pytaloka

Title  : Oh ! My Songsaengnim

Main Cast : -Cho Kyuhyun  –Park Hyun Ah (Hyuna)

Genre : Romance

Rating : 15

Desclimer   : FF ini terinpirasi dari pengalaman pribadi ku dan kukembangkan menjadi sebuah cerita ^^ hehe

cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^

Contact me at twitter @Tatagyu96

Happy Reading~

Preview ::

“A-apa ini? apa yang kau bicarakan noona?” aku sudah mulai frustasi. Pikiranku benar benar kacau sekarang. Akan ada apa lagi ini???

 

“K-kyu.. Kyu~” aku menatap Ahra noona dengan intens. Mencoba bersabar menunggu kalimat apa yang keluar dari mulutnya.

 

Sekilas.. kulihat rangkulan Jung Soo hyung mengerat, seakan memberikan kekuatan pada istrinya itu. oh good! Bahkan noona masih menggendong si kecil saat ini!

“Cho Kyuhyun.. “

 

 

“sebenarnya…”

 

Part 6 start

“Ini bukan kebenaran yang sesungguhnya. Tapi kenapa tetap terasa sakit..?”

.

.

Bunyi dering ponsel itu memecahkan segala ketegangan yang terjadi diantara Kyuhyun, Ahra dan Jung Soo. Dengan cepat, Kyuhyun merogoh kantung celananya dan mengambil benda putih canggih yang ia miliki. Nama sang ayah tertera di sana, membuatnya berdecak frustasi. Disaat seperti ini, ingin rasanya dia mengabaikan panggilan beliau, demi mendengar hal ‘penting’ yang disebut sebut Ahra tadi. Tapi nyatanya, Cho Kyuhyun benar benar tidak bisa mengabaikan panggilan orang nomor satu di keluarga Cho tersebut.

 

Appa” kata Kyuhyun sekilas melihat raut penuh tanda tanya dari Jung Soo

 

“Angkatlah. Pasti penting” balas Jung Soo dan Kyuhyun mengangguk.

 

Yeoboseyo?

 

Sementara Kyuhyun mengangkat teleponnya, Jung Soo –dengan sedikit menyeret- membawa Ahra ke kamarnya. Wanita itu terlihat pucat, matanya tak fokus, dan kepalanya terasa pusing.

 

Jung Soo tau benar apa yang akan dikatakan istrinya itu pada Kyuhyun. Dan dengan sekuat tenaga dia berusaha mencegahnya, setidaknya untuk saat ini. Not this time, but next time.

 

Ne appa. Aku kesana sekarang”

 

Kyuhyun mengakhiri perbincangan dengan ayahnya ditelepon. Lalu pria itu berbalik dan mendesah kecewa saat melihat kakaknya maupun kakak iparnya sudah tidak ada. Sekarang, Kyuhyun benar benar stress. Pikirannya dipenuhi dengan ribuan tanda tanya yang mengantri untuk dijawab. Jika sudah seperti ini, siapa yang harus bertanggung jawab?

-o0o-

Seperti biasa, Hyuna selalu menunggu bus untuk mengantarnya pulang ke rumah dengan selamat. Seragam sekolah masih lengkap ditubuhnya, begitu pula dengan tas ransel miliknya.

 

Satu.dua.tiga tetes air tiba tiba saja jatuh. Sedikit demi sedikit, beberapa tetesan air itu menjelma menjadi ratusan juta jumlahnya. Membuat sebagian permukaan bumi kini basah.

 

Beberapa orang sibuk mencari perlindungan, syukurlah gadis itu sudah sampai di halte sebelum hujan datang dan membuatnya basah.

 

Halte semakin ramai dengan orang orang yang semakin berdesakan. Membuat tubuh mungilnya terkadang terdorong kesana kemari dan menjadi tidak seimbang. Gadis itu bisa saja marah, atau setidaknya protes pada beberapa orang yang berusaha menggeser tubuhnya itu. Tapi, seorang Park Hyuna adalah typikal gadis yang akan memilih diam untuk hal sepele seperti ini.

 

Benda berukuran besar dengan bahan dasar mesin itu sudah terlihat dan berhenti tepat di depannya. Hyuna melangkahkan kakinya, namun kalah cepat. Beberapa orang di belakangnya segera mengambil langkah seribu untuk bisa masuk ke dalam bus terlebih dahulu.

 

Pintu otomatis itu tertutup, tepat ketika orang terakhir masuk. Bukan, bukan Hyuna. Seorang pria dengan jaket bertudung berwarna biru dongker. It means that she couldn’t go home with that bus !

 

Gadis itu berdecak sebal. Matanya memerah menahan rasa kesal. Well.. dia bisa saja menunggu kedatangan bus berikutnya, tapi setidaknya dia harus punya cemilan untuk menemaninya menunggu selama satu jam disini.

 

Sebuah mobil mewah yang benar benar tak asing lagi di matanya itu terlihat dari kejauhan. Membuat Hyuna menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum.

 

Tak membutuhkan waktu lama, mobil itu kini berhenti di depannya. Dengan sedikit berdebar gadis itu menantikan sang pemilik keluar dari kendaraan mewahnya itu dan mengajaknya masuk kesana, mengantarnya pulang sehingga semua masalah beres. Dia bisa pulang lalu melanjutkan belajar dan.. tak mendapat omelan dari sang ibu lagi karena pulang terlambat.

 

Kyuhyun turun dari tempat kemudi, dengan sedikit berlari kecil dan menutupi kepalanya -bermaksud melindungi agar tidak basah- Kyuhyun memutar arah dan mendekat ke arah gadisnya.

 

“Kenapa ada disini? Kenapa tidak pulang?” rentetan pertanyaan itu meluncur halus dari bibirnya membuat Hyuna menghilangkan senyumnya dan menggantinya dengan wajah sebal. Oh.. dia berharap Kyuhyun ‘sok’ bersikap romantis rupanya

 

“Aku juga ingin pulang, tapi sesuatu menghalangiku pulang” jawab Hyuna datar. Walapun begitu, dalam hati ia bersorak girang bisa bertemu Kyuhyun hari ini. Mereka sudah tidak bertemu beberapa hari karena Kyuhyun sibuk dengan urusan kantornya. Mengenai masalah pengangkatan Cho Yeon Hee di perusahaan membuatnya harus ekstra lembur dan terpaksa tidak bertemu dengan Hyuna. Dan kalau saja dirinya tidak punya gengsi yang setinggi gedung pencakar langit itu, Hyuna akan segera berlari memeluk Kyuhyun dan berteriak bahwa dia merindukannya. But, she’s really shy to do that! Hey, man have to do it first right?

 

Kyuhyun tersenyum. Dia tahu gadisnya itu kesal karena bukan pelukan sayang atau pertanyaan ‘apa kabarmu?’ ‘semuanya berjalan lancar?’ ‘kau merindukanku?’ atau ‘ingin pergi ke suatu tempat?’ yang ia tanyakan, melainkan sederet pertanyaan konyol yang sudah ia ucapkan tadi.

Hyuna mengalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Melipat kedua tangannya di depan dada. Mempoutkan bibirnya yang membuat Kyuhyun gemas. Merajuk seperti anak kecil. Wait! Gadis itu memang masih kecil, right?

 

Kyuhyun –masih dengan tersenyum- melepas jas abu abu yang ia kenakan. Meletakkannya di atas kepala Hyuna dengan melebarkan di setiap sisi sisinya. Membuat gadis itu menoleh dan wajahnya tepat 5 centi dari wajah Kyuhyun.

 

Dan untuk yang ke kesekian kalinya Hyuna merasa lututnya lemas. Dadanya mulai bergemuruh tak karuan. Sensasi seperti ini yang Hyuna sukai. Sensasi seperti ini yang hanya bisa timbul saat berdekatan dengan pria yang menyandang gelar Cho di depan namanya itu.

 

“Ayo masuk ke mobil. Akan mengantarmu pulang”

 

Dan dengan senyum serta kalimat yang dikeluarkan Kyuhyun dengan suara beratnya itu bisa membuat kepala Hyuna mengangguk secara tak sadar. Untuk kesekian kali, Hyuna terhipnotis oleh pesonanya.

-o0o-

Hyuna mengeluarkan sekotak bekal berwarna peach dari dalam tas sekolahnya. Kyuhyun yang masih focus menyetir mengalihkan pandangannya sekilas, menatap bergantian wajah Hyuna dan kotak bekal yang di pegang gadisnya itu.

 

“Apa itu?” tanya Kyuhyun, tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

 

Eoh. Buah. Tadi pagi eomma membawakannya untukku. Tapi aku lupa dan baru ingat sekarang”

 

“Kau ini. Buah itu sudah tidak segar lagi, otomatis kandungan nutrisi juga vitaminnya juga berkurang!” omel Kyuhyun membuat Hyuna cemberut

 

“Lalu harus kuapakan? Aku buang?” celetuk Hyuna asal

 

Ya! Jangan membuang buang makanan. Lagipula kasihan eomma mu, sudah repot repot menyiapkannya tapi malah di buang oleh anaknya yang bandel ini” Kyuhyun menggeleng gelengkan kepalanya

 

Arra. Aku akan makan ini” Hyuna segera mengambil satu potong strawberi yang terlihat menggiurkan di deretan paling atas.

 

Kyuhyun melihatnya sekilas. Tiba tiba saja dia ingin mencicipinya juga.

 

“Mau ?” tawar Hyuna mengacungkan satu potong jeruk yang sudah dikupas kulitnya itu. Kyuhyun tidak menjawab, hanya mengangguk semangat seperti anak kecil yang ditawari permen atau ice cream oleh ibunya.

 

Hyuna mendekatkan jeruk itu ke arah mulut Kyuhyun yang kini terbuka, meskipun begitu pria itu masih berusaha untuk tetap fokus pada jalanan yang kini tengah di guyur hujan deras itu.

 

Tinggal selangkah lagi untuk membuat jeruk itu masuk sempurna ke mulut Kyuhyun. Namun dengan jahilnya gadis itu mengurungkan niatnya dan menarik kembali tangannya menjauh dari mulut Kyuhyun.

 

Ya!!” Kyuhyun berdecak sebal dan memukul kecil setiran mobil di depannya. Sementara Hyuna, gadis itu terbawa terbahak bahak melihat reaksi Kyuhyun yang menurutnya benar benar lucu.

 

“Hahaha.. mian mian. Aku akan mengambilnya lagi” dengan tawa yang masih terdengar, Hyuna mengambil sepotong jeruk lagi. Entah kemana otak Kyuhyun yang bisa di bilang jenius itu karena untuk yang kedua kalinya dia tertipu oleh gadi kecil kesayangannya itu.

 

“Aish Park Hyun Ah! Berhenti mengerjaiku” rutuk Kyuhyun kesal. Hyuna benar benar tidak perduli, gadis itu terus tertawa dan membuat perutnya sakit.

 

“Hahaha.. aigooo.. songsaengnim, wajahmu lucu sekali! Aigo aigo!! “

Secara tak sadar, Kyuhyun malah tersenyum sendiri melihat Hyuna yang sedang tertawa lepas di sampingnya itu. Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri baginya bisa melihat Hyuna bahagia.

 

“Kau benar benar mengira aku akan memberimu ini saem? Aigoo.. terkadang jeniusmu itu bisa hilang juga ya?” ledek Hyuna yang sudah mulai bisa mengontrol tawanya lagi.

 

Kyuhyun mendecak sebal. Namun sedetik kemudian, seringai khas seorang Cho Kyuhyun kembali tampak dari wajahnya. Dan naasnya, Hyuna tidak menyadari itu.

 

“Hei nona Park, jangan terlalu gembira. Kita lihat saja nanti siapa yang akan tertawa di akhir cerita”

 

“Huh.. coba saja Mr. Cho”

 

Mereka kembali terdiam, Hyuna masih asik dengan buahnya. Satu persatu buah buahan itu masuk ke dalam perutnya dan gadis itu benar benar membuktikan ucapannya. Tidak memberikan Kyuhyun satu pun!

 

Beberapa potong jeruk masih terlihat di kotak bekalnya, ketika Kyuhyun tiba tiba saja membuatnya menoleh dengan panggilannya.

 

“Hyuna~ya”

 

Dan.. HUP !

 

Apa yang kalian pikirkan saat ini?? Apa ada yang bisa menebak kenapa seorang Hyuna yang tadi sangat cerewet bisa terdiam membisu di tempatnya? Ulah apa lagi yang di lakukan Mr. Cho Kyuhyun itu??

 

Kyuhyun memamerkan senyum kemenangannya. Dengan mulut yang kini masih mengunyah potongan jeruk terakhir yang berhasil ia rebut dari ‘mulut’ Hyuna barusan, pria itu kembali melihat jalanan kota Seoul yang ia lewati.

 

‘Tepat sasaran Cho Kyuhyun! Kau hebat!’ Kyuhyun berteriak dalam hati, sementara Hyuna mengerjapkan matanya berusaha untuk bangun dari keterkejutannya yang lagi lagi disebabkan oleh Kyuhyun.

 

“Yaaaa!!! Cho songsaengniiiiiim!!”pekik Hyuna setelah berhasil lepas dari belenggu tekejutnya itu.

 

Mwo?? Hahaha ! wajahmu lucu sekali nona Park!” kini, giliran Kyuhyun yang tertawa dan meledek habis habisan Hyuna. Gadis itu berdecak sebal, menyembunyikan wajahnya yang kini sudah merah semerah warna strawberry yang ia makan tadi.

 

Hyuna merutuki kebodohannya habis habisan. Tentu saja Cho Kyuhyun tidak akan tinggal diam bukan? Dan lagi, gadis itu benar benar tidak habis pikir. Kenapa bisa ide aneh menggelikan itu terpikir di benak Kyuhyun? Oh ayolah.. rencana seperti ini tidak akan berhasil seratus persen, tapi nyatanya Cho Kyuhyun bisa melakukannya.

 

Merebut sepotong jeruk yang baru saja ia masukkan ke dalam mulutnya, dan hanya menyisakkan seperempat bagian diluarnya. Dan dengan ‘jahilnya’ Kyuhyun merebut jeruk itu bukan dari tangannya. Tapi dari mulutnya sendiri! Catat.. mulutnya!

 

“Ya! Kenapa melakukan hal seperti tadi? Kau bukan hanya membahayakan keselamatan kita, tapi ka-kau.. ka-u ka-u—“ Hyuna tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Gadis itu menunduk semakin dalam menyembunyikan wajahnya. Ah ~ jika dipikir pikir lagi, dia menyesal menjahili setan seperti Kyuhyun. Memang dia puas dan menertawakan wajah Kyuhyun yang menurutnya lucu saat sedang sebal seperti tadi. Tapi, wajahnya pasti terlihat lebih konyol saat pria itu balas menjahilinya. Oh damn it! Bahkan Hyuna yakin seratus persen wajah konyolnya itu terlihat jelas di mata Kyuhyun.

 

“ Apa?? Aku apa??” tantang Kyuhyun malah semakin gencar menggoda Hyuna.

 

“Ash! Lupakan!!” pekik Hyuna yang kini lebih memilih menatap keluar jendela.

 

Kyuhyun mendesah pelan. Memang dirinya senang melihat Hyuna merajuk seperti ini. Tapi, beberapa hari ini gadis itu membuatnya ling lung dengan tidak adanya kontak di antara mereka. Kyuhyun tidak menyangkal, dirinya benar benar jatuh terlalu dalam dengan sesuatu yang ia mulai saat ini. Mencintai Hyuna hingga rasanya rindu menyerangnya secara bertubi tubi walau hanya tidak bertemu selama beberapa hari. Dan bukan ini yang ia inginkan. Melihat Hyuna terlalu banyak ‘marah’ membuatnya tidak bisa menatap wajah favoritnya itu. karena setiap Hyuna marah, gadis itu berusaha menghindari kontak mata dari Kyuhyun.

 

Kyuhyun tahu, ia harus ekstra sabar menjalin hubungan dengan gadis SMA yang kebanyakan masih labil seperti Hyuna. Namun, karena prinsip dan cinta yang terlebih dahulu ia mulai itu itu membuatnya tidak perduli dengan embel embel pelajar yang masih disandang Hyuna.

 

Kyuhyun maupun Hyuna tiba tiba tersentak kecil saat mobil yang mereka kendarai mengalami masalah. Membuat Hyuna bingung dan menatap Kyuhyun dengan wajah ‘ada apa?’ yang di jawab Kyuhyun dengan gelengan singkat.

 

Tak lama mobil mewah Kyuhyun itu berulah, namun hal yang lebih parah terjadi. Mesin tiba tiba saja mati. Membuat Kyuhyun berusaha menghidupkannya beberapa kali.

 

“Aissh!” Kyuhyun memukul setir mobil sekilas saat usahanya sia sia. Mesin mobil mewahnya itu tetap tidak mau menyala.

 

Songsaengnim. Kenapa dengan mobil mu ?” tanya Hyuna. Sepertinya gadis itu sudah melupakan kemarahannya pada Kyuhyun.

 

“Aku tidak tahu. Tadi pagi masih baik baik saja”

 

“Kita jalan saja ya? Rumahku bahkan sudah terlihat” tunjuk Hyuna mengarah pada bangunan bercat putih gading di ujung jalan.

 

Kyuhyun menggeleng keras “Tidak, aku tidak meletakkan payung di mobilku. Nanti kau basah dan ujung ujungnya akan sakit”

 

“Ani. Aku tidak akan sakit. Malahan aku yang ragu. Tuan muda sepertimu pasti akan mudah sakit jika kuajak hujan hujanan seperti ini. sssh~” Hyuna meletakkan jarinya di dagu dan mengetuknya beberapa kali. Membuat pose seolah olah ia sedang berpikir.

 

“Kau fikir, mentang mentang aku selalu tinggal dengan kemewahan itu aku tidak pernah terkena air hujan eoh?” sebal Kyuhyun membuat Hyuna tertawa

 

“Ya.. mungkin saja”

 

“Aissh.. pokoknya sekali ku bilang tidak, tidak!” putus Kyuhyun

 

“Ya! Tapi nanti eomma ku khawatir. Ini sudah terlalu sore saem” rengek Hyuna membuat Kyuhyun berfikir sebentar.

 

“Beritahu dia kau terjebak di halte bus karena hujan semakin deras”

 

“Kenapa harus berbohong? Aku bisa saja mengatakan yang sebenarnya. Lagipula, eomma juga sudah tahu aku memiliki seorang pacar” jawab Hyuna santai membuat Kyuhyun membulatkan matanya sempurna.

 

MWO?? YA!”

 

Wae saem?? Kau selalu melarangku memberitahu kedua orang tuaku. Kau tenang saja, mereka bukan typikal orng tua yang mengekang anaknya dengan melarang mereka berpacaran”

 

Kyuhyun mendesah berat ‘bukan itu maksudku. Aku hanya belum siap’ teriak Kyuhyun dalam hati.

 

A-arra. Sekarang beritahu eomma mu. Supaya dia tidak khawatir” titah Kyuhyun lagi, akhirnya mengalah.

 

“Ponselku mati”

 

Mwo?”  untuk kesekian kalinya Kyuhyun berteriak hari ini

“Aku pinjam ponselmu saem” Hyuna mengadahkan tangannya di depan Kyuhyun

 

“Ponselku juga mati Hyuna~ya” Kyuhyun terlihat frustasi

 

See? Berarti kita memang harus berlari. Ish.. Saem, kau lihat? Rumahku tinggal beberapa meter lagi dari sini”

 

“Tapi—“

 

“Ayolaaah. Kau bisa tinggal beberapa saat dirumahku. Dan menyuruh orang untuk menjemputmu. Bukankah kau tuan muda Cho? Banyak supir yang bersedia menjemputmu kan?” bujuk Hyuna.

 

Sebenarnya gadis itu punya alasan tersendiri memaksa Kyuhyun untuk turun dan hujan hujanan. Dia sendiri tidak yakin, apakah daya tahan tubuhnya dapat menangkal nya dari flu? Karena menurut cerita eomma nya, dia sering sekali masuk rumah sakit dulu sewaktu kecil. Daya tahan tubuhnya lemah.

 

Tapi jika tidak begini, Cho Kyuhyun tidak akan pernah menginjakkan kaki dirumahnya jika kedua orang tuanya ada. Ini yang menjadi bahan pikiran Hyuna. Selama ini, Kyuhyun selalu menolak jika Hyuna mengajaknya untuk bertemu dengan kedua orang tua gadis itu. Bahkan, Kyuhyun hanya akan menginjakkan kaki di kediaman keluarga Park itu kalau orang tua Hyuna sedang bepergian. Aneh bukan?

 

Saem, appa dan eomma tidak akan memakan mu hidup hidup hanya karena kau berpacaran denganku. Jika itu yang kau fikirkan” Hyuna kembali merajuk saat tak ada respon apapun dari Kyuhyun. pria itu hanya menunduk, terlihat sekali jika dia sedang berfikir. Oh ayolaah… apa sesulit itu hanya untuk mengikuti permintaan gadisnya?

 

Kyuhyun semakin bertarung dengan fikirannya. Haruskah secepat ini? dia benar benar tidak bisa kehilangan Hyuna. Entah apa yang akan terjadi nanti setelah dirinya resmi menampakkan wajahnya di depan kedua orang tua Hyuna. Diusir? Atau bahkan lebih parah daripada itu

 

“Hyuna~ya.. apa orang tuamu tahu aku? Maksudku… secara detail?”

 

Hyuna tampak memincingkan matanya, tak mengerti kenapa Kyuhyun tiba tiba bertanya seperti itu.Namun, gadis itu lebih memilih menjawabnya agar mereka cepat berlari menembus Hujan dan menuju rumah nyamannya.

 

“Mmm.. tidak. Mereka hanya tau aku berpacaran dengan seoranng tuan Muda Cho yang dulu menjadi gurur pengganti sementara disekolahku. Aku hanya menceritakan kau adalah orang yang tampan, baik, perhatian, dan.. mencintaiku”

 

Kyuhyun terdiam. Jika dia dihadapkan dalam situasi normal, sudah bisa dipastikan kini dia akan menggoda Hyuna habis habisan. Membuat pipi gadisnya itu kembali memerah karena malu. Tertangkap basah memuja dirinya. Argh! Kyuhyun menyesal tidak bisa melakukan hal seperti itu di saat genting.

 

Oppa~

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya yang sempat tertunduk saat mendengar panggilan itu lagi dari Hyuna. Hatinya kembali bergetar. Ditambah dengan tatapan matanya yang bertabrakan langsung dengan manik mata Hyuna yang memancarkan harapan.

 

Hyuna tersenyum, amat sangat lembut. Memegang tangan Kyuhyun lalu berucap kembali “Aku tidak tahu kenapa kau sepertinya menghindari bertatap muka dengan kedua orang tuaku. Tapi, aku percaya di balik itu semua pasti kau mempunyai alasan yang kuat bukan? Jadi, aku tidak akan memaksa lagi sekarang”  Kyuhyun masih terdiam. Sibuk mencerna rentetan kalimat Hyuna.

 

“Jadi sekarang, apa yang akan kita lakukan? Kau melarangku hujan hujanan? Baiklah, aku akan menurut padamu. Anything for you.. oppa” dan kembali di tutup dengan senyum manis yang selalu melelehkan hati Kyuhyun.

 

Kyuhyun kembali berkutat dengan pikirannya. Tidak tidak.. pria itu tidak akan bisa menorehkan kekecawaan pada Hyuna. Dia tidak akan pernah sanggup. Dan point dimana dia memutuskan untuk menuruti permintaan Hyuna, adalah saat dimana dia memantapkan hatinya untuk menemui kebenaran. Kebenaran yang selama ini lenyap dari dirinya. Kebenaran yang ia harapkan bisa memperlancar jalannya bersanding dengan Hyuna kelak.

 

Kajja!” ajaknya. Membuat Hyuna menatapnya terkejut.

 

Entah apa yang ada di balik ketidakmauan Kyuhyun bertemu kedua orang tuanya, Hyuna tidak dapat menemukan alasannya. Namun, dia menemukan secercah keyakinan dan keteguhan di balik genggaman tangan Kyuhyun dan tatapan matanya saat ini.

 

“Kau yakin, oppa?” tanya nya memastikan. Hyuna bukan berubah pikiran. Dia tetap ingin Kyuhyun bertemu kedua orang tuanya dan mencoba mengenal mereka supaya lebih dekat. Tapi, dia tidak yakin ini ide yang baik, setidaknya untuk saat ini.

Ne. Kau ingin aku bertemu dengan appa mu? Eomma mu? Kajja!”

 

Kyuhyun mengambil jaketnya yang ia lempar kebelakang tadi. Kemudian turun dari kursi kemudi dengan jas itu yang membantu melindunginya. Berjalan memutar lalu membukakan pintu untuk Hyuna.

 

“Ayo. Tetap berada di sampingku. Jas ini akan membantu melindungi kita berdua” ajaknya.

 

Hyuna tersenyum lalu turun dan mengikuti perintah Kyuhyun. dan kedua insan itu berlari lari kecil menuju rumah di ujung jalan dengan sebuah jas di atas kepala mereka, membantu menepis butiran cair dingin yang bisa mengenai tubuh mereka. Walau jas itu tidak banyak membantu, setidaknya jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

 

-o0o-

 

OMO OMO!! Hyuna~ya !!”

 

Seorang wanita paruh baya menyambut Hyuna dengan ‘heboh’ ketika melihat putri semata wayangnya itu nekat menembus hujan sehingga berlari lari hingga sampai dirumahnya.

 

Eomma!!” Hyuna menyahut panggilan ibunya.

Dengan sigap, nyonya Park segera mengambil handuk dan kembali lagi, mengeringkan badan Hyuna yang sedikit basah. Untung kepalanya terlindungi.

 

Nyonya Park masih sibuk membantu putrinya mengeringkan diri dan tak menyadari sosok lain di antara mereka. Kyuhyun mengusap usap kedua lengannya dan menghembuskan nafasnya beberapa kali. Kedua telapak tangannya ia gosokkan secara bersamaan membantunya supaya lebih hangat. Cho Kyuhyun kedinginan.

 

Oppa!” Hyuna sontak teringat Kyuhyun yang berdiri di belakangnya. Memanggilnya lagi dengan sebutan ‘Oppa’ sepertinya gadis itu mulai biasa memanggil Kyuhyun dengan panggilan seperti itu.

 

Hyuna mencoba mengeringkan badan Kyuhyun dengan handuk yang dipakainya tadi. Sementara sang ibu masuk kedalam berniat mengambil dua cangkir teh untuk keduanya.

 

Ny. Park sadar ada orang lain bersama mereka saat tiba tiba saja Hyuna berbalik. Tapi, dia belum sadar sepenuhnya siapa orang yang kini tengah bersama putri semata wayang keluarga Park itu.

 

“Hyuna, ini eomma buatkan teh untukmu dan temanmu. Ck.. sudah tahu hujan, kenapa juga kalian nekat ” celoteh Ny. Park saat berjalan menuju keduanya yang kini sudah masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.

 

Hyuna menerima teh hangat itu. Ny. Park menyerahkan satu cangkir lagi kepada Kyuhyun dan tersenyum sekilas. Kyuhyun membalasnya dengan senyum yang sedikit.. kaku?

 

Detik berikutnya, senyum hangat itu menghilang dari bibir Ny. Park. Cangkir teh yang belum sepenuhnya berada di tangan Kyuhyun tiba tiba jatuh dan PRAAAK! Menimbulkan suara yang nyaring.

 

Hyuna tersentak. Ny. Park terlihat Shock. Sementara Kyuhyun.. sudah menduga hal seperti ini akan terjadi. Dia cukup terkejut, tapi sekuat mungkin untuk tetep bersikap normal.

 

“Lama tidak bertemu, ahjumma” sapa Kyuhyun tersenyum. Senyum miris.

Hyuna menoleh cepat ke arahnya. Merasa takjub dengan apa yang ada di depannya. Kyuhyun mengenal ibu nya?

 

Bukannya menjawab, Ny. Park menggeleng gelengkan kepalanya kuat seakan tak menerima hal yang baru saja terjadi pada dirinya. Tubuh paruh baya itu mundur beberapa langkah, membuat Hyuna khawatir dan berjalan menggapai punggung sang eomma.

 

Eomma?? Gwenchana??” Hyuna bertanya dengan panik.

.

.

“A-a.. a-apa yang ka-au lakukan disini?” satu kalimat itu berhasil dilontarkannya. Menuju ke arah Kyuhyun yang kini menjadi pusat perhatian, baik dari Hyuna maupun ibunya.

 

Eomma? Kau mengenalnya?” Hyuna bertanya pada sang ibu.

 

“Oppa?! Kau mengenal ibuku?” pertanyaan itu beralih ke Kyuhyun saat tak ada respon dari Ny. Park. Namun percuma, Kyuhyun pun tak merespon. Yang terjadi kini hanya ada sorot mata yang saling bertemu antara Kyuhyun dan Ny.Park. seakan akan hanya ada mereka berdua di dalam sana.

 

“Ada apa ribut ribut?”

 

Tampak Tuan Park tergesa gesa turun ke lantai bawah saat mendengar hal yang ganjal di ruang tengah, dan menemukan sosok pria asing yang kini berdiri membelakanginya.

 

Tuan Park berjalan cepat ke arah istri dan anaknya, lalu melihat Kyuhyun yang ada di depannya.

 

Kyuhyun memantapkan hatinya. Berusaha menguatkan dirinya bahwa semuanya akan baik baik saja. Sorot mata membunuh yang dihujamkan kepadanya pasti akan hilang. Not this time, but next time! He believes that!

 

“KAU???!!!!” Tuan Park menunjuk Kyuhyun dengan telunjuknya. Urat urat kemarahan jelas terlihat keluar dari dahi maupun pergelangan tangannya. Hyuna yang semakin tak mengerti mencoba menenangkan ayahnya. Oh, ada apa lagi ini?! batin Hyuna.

 

Ne.. ahjussie” Kyuhyun membungkukan badannya sopan. Sembilan puluh derajat, itulah yang ia lakukan.

 

DUUUUG!!

 

Appaaaaaa!!!”

 

Hyuna berteriak saat tiba tiba ayahnya meninju Kyuhyun. membuat laki laki itu tersungkur jatuh ke sudut sofa.

 

Kyuhyun merasakan asin di sudut bibirnya, pertanda cairan merah itu mulai keluar dari lapisan kulit dan dagingnya. Sial.. Cho Kyuhyun terluka!

 

“BERANI BERANI NYA KAU MENGINJAKKAN KAKIMU DISINI?! HAAA?!! “ Tuan Park berteriak marah dan DUUUUGH!! Satu tendangan mendarat di perut Kyuhyun.

 

APPAAAA!! GEUMAAAN!!” Hyuna menangis. Gadis itu menangis kini. Mencoba menahan tubuh ayahnya yang akan melayangkan tendangan lagi pada Kyuhyun yang kini lebih memilih diam, tidak melawan.

 

Bisa dirasakan Hyuna badan ayahnya bergetar menahan amarah. Gadis itu semakin frustasi karena tidak mengetahui apapun tentang ini.

 

A-ahjussie.. de-dengarkan aku.. ini masih salah paham. Kau masih salah paham denganku” Kyuhyun mencoba berdiri namun naas.. satu tendangan berhasil mengenai pundaknya dan ia tersungkur kembali.

 

“PERGI DARI RUMAHKU PEMBUNUH! PERGI KAU!!!”

 

Hyuna mematung, tangisan itu masih keluar namun dirinya membeku. Apa yang baru saja diucapkan ayahnya benar benar tidak bisa ia cerna.

 

A-appa..” Hyuna berkata lirih

 

“PERGI DARI RUMAHKU SEKARANG JUGA! BRENGSEK KAU CHO KYUHYUN !!”

 

DUGGHH!!’

 

YEOBO!! Sudah.. sudaah~” Kini giliran Ny. Park datang dan menenangkan suaminya.

 

Hyuna menghapus kasar air matanya. Otaknya masih belum menerima tuduhan tidak bermoral yang dilancarkan ayahnya itu. gadis itu memilih berlari menghampiri Kyuhyun yang masih terkapar di lantai.

 

O-oppa~gwenchana?” Hyuna perlahan menangkup wajah Kyuhyun, mengusap sududt bibirnya yang berdarah. Kyuhyun tersenyum lembut dan mengangguk, membuat Hyuna merasa bersalah. Gadis itu semakin menangis sejadi jadinya.

 

Mi-mian—“ucapnya terbata.

 

“PARK HYUN AH !! MASUK KE KAMAR MU!!” teriakan Tuan Park kembali terdengar, mengintrupsi putrinya untuk masuk ke dalam kamar.

 

SHIREEO! Sebelum aku tahu apa yang terjadi!!” pekiknya tak mau kalah

 

“HYUNA!”

 

SHIRREO APPA!! SHIRREO SHIREEO!!!!!!!”

 

Tuan Park menarik kasar pergelangan tangan putrinya, membuat Hyuna meringis. Gadis itu kini berdiri dan menatap marah pada ayah nya.

 

“KENAPA APPA MELAKUKAN INI? KENAPA?? JELASKAN PADAKU?!” Teriaknya frustasi

 

“Jaga nada bicaramu Hyuna!!” bentak Ny. Park

 

“Kenapa.. lalu kenapa ap-pa??” Hyuna menangis terisak. Benar benar tidak mengerti.

 

“Apa salah Kyuhyun oppa, kenapa kalian memperlakukannya seperti itu” lanjutnya.

.

.

“DIA PEMBUNUH PARK HYUNA! DIA YANG MEMBUNUH KAKAKMU!!!”

 

Hyuna mengakat wajahnya, menatap dalam ayah nya yang baru saja mengatakan hal gila yang pernah ia dengan seumur hidupnya.

 

M-mwo??”

 

Sementara disudut, Kyuhyun menggeleng gelengkan kepalanya. Memberi isyarat agar Hyuna tidak percaya dengan semua yang dikatakan ayahnya.

 

“KAKAK MU MENINGGAL KARENA DIA! LELAKI BRENGSEK INI !!”

 

“CHO KYUHYUN! KAU INGAT??? SURAT YANG DITINGGALKAN SUNG RIN ?? HAAA?? APA KAU LUPA?? SIAPA LELAKI YANG TELAH MENGHAMILINYA HAA?? KAU LUPAAA??”

 

Hyuna memutar otaknya, menyuruhnya bekerja ekstra mengingatkan nya pada kejadian beberapa tahun yang lalu. kejadian yang membuat kakak perempuan nya, Sung Rin tewas gantung diri di perpustakaan kampus.

 

Saat itu, terselip sebuah surat di kantung blazer yang dikenakan Sung Rin. Dan nama ‘Cho Kyuhyun’ tertera disana. Dalang dari semua ke-frustasian kakaknya yang tengah mengandung, dan pria brengsek bernama Cho Kyuhyun itu adalah orang yang tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan yang telah ia perbuat.

 

Hyuna menggeleng keras. Air mata dan keringat sudah bercampur menjadi satu. Tidak tidak! Dia tahu Cho Kyuhyun-nya buka orang seperti itu. dia tidak bisa menerima kenyataan ini.

 

An-dwe appa.. Cho Kyuhyun.. andwee

 

“SADAR HYUNA ! SADAAR!!” teriak ayahnya sembari mengguncang guncangkan pundak anak gadis semata wayangnya itu.

 

Cho Kyuhyun. Dari ratusan nama, kenapa harus kau yang di tetapkan menjadi tersangka dan membuat aku terasa mati seperti ini, oppa? batin Hyuna dalam hati.

 

Hyuna semakin terisak. Tubuhnya merosot ke lantai. Dalam bayangan tangisannya, ada Kyuhyun yang menatapnya dengan sendu. Air mata pria itu jatuh.. melewati permukaan wajahnya yang chubby, melewati sudut bibirnya yang luka.

 

“Hyuna~ya.. “ panggilnya.

 

Park Hyun Ah menatap sekilas ke arah Kyuhyun. dan sekali lihat, Kyuhyun merasa nyawanya sudah tak menyatu lagi dengannya. Tatapan kebencian dari Hyuna adalah salah satu ketakutan terbesarnya.

 

Andwe Hyuna~ya.. andwe” kata Kyuhyun tanpa suara, hanya Hyuna yang dapat melihatnya.

 

“PERGI.DARI.SINI.SEKARANG.JUGA.CHO..KYUHYUN” Ucap Hyuna pelan dengan penekanan di setiap kalimatnya.

 

“Hyuna~Ya..”

 

“PERGIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!” Hyuna berteriak, bersamaan dengan tangisnya yang main menjadi. Melumpuhkan semua sarafnya. Mengesampingkan raganya yang saat ini ingin memeluk tubuh pria yang mengisi hari harinya itu belakangan. Dan lebih memilih ego yang menguasainya.

 

Tanpa pemikiran yang jernih, kebencian yang terkuak.. dan amarah yang membuncah. Hyuna resmi menyuruh Kyuhyun keluar dari hidupnya.

 

 

 

TBC

Okeeh… *nafas bentar

Haaaa~ tadaaaa… akhirnye part 6 jadinya kaga lama lama ye pens?? *ajaran sesat temen noh hihi XD

Oke pens.. semoga terhibur.. see ya next chapt..

Heum.. ending?? MAYBEEEEEEE!!!! {}

 

 

Advertisements

140 thoughts on “Oh ! My Songsaengnim (Part 6/?)

Add yours

  1. sebenarnya apa penyebab kakak hyuna meninggal????????
    dan kenapa dia bilang kyu yang menghamili kakak hyuna dan tak bertanggung jawab??????????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: