Oh ! My Songsaengnim (Part 5/?)

pictures11_e589afe69cac

Author  : Dyah Ayu Pytaloka

Title  : Oh ! My Songsaengnim

Main Cast : -Cho Kyuhyun  –Park Hyun Ah (Hyuna)

Genre : Romance

Rating : 15

Desclimer   : FF ini terinpirasi dari pengalaman pribadi ku dan kukembangkan menjadi sebuah cerita ^^ hehe

cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^

Contact me at twitter @Tatagyu96

Happy Reading~

Part 5 Start …

Cepat atau lambat… semuanya akan terungkap bukan?

.

.

Hyun Ah POV

Aku termenung di meja belajarku sambil menatap ponsel putih yang tergeletak begitu saja di atas tumpukan buku buku pelajaranku. Sesekali menghembuskan nafas berat saat melihat jam dinding doraemon yang ada di kamarku.

“Aisssh ! kemana dia ?”  gerutuku

Ini sudah malam dan ajaibnya, Cho Songsaengnim, guru kesayanganku itu tidak datang kerumahku hari ini.

Ku kirim berpuluh puluh pesan padanya, menanyakan keadaanya, namun nihil.. tak satupun dari semua pesanku di balasnya. Ku coba menghubunginya, namun suara operator selalu menyambutku,

Kalau dipikir pikir, kenapa aku malah terlihat menjadi gadis yang mengejar ngejarnya? Tapi kan, aku hanya mengkhawatirkannya saja. seharian ini tak ada kabar. Oh ayolaaah~ setidaknya dia harus memberitahuku keadannya saat ini. sungguh membuat orang khawatir

***

Aku menggeliat kecil dalam tidurku saat suara alarm dari ponselku berdering. Kumatikan ponsel itu, lalu perlahan bangun dan duduk di tepian ranjang.

Ranjang? Tunggu .. seingatku semalam aku masih duduk di depan meja belajarku lalu.. ketiduran ! yaah ! aku ketiduran, aku yakin itu. Kenapa sekarang akau ada di atas ranjangku?

“sudah bangun, tuan putri?”

Aku menyipitkan mataku menatap sosok yang kini masuk ke dalam kamar dengan membawa sepotong sandwich dan susu putih di atas nampan bercorak bunga lili.

Apa aku sedang mengigau ya? Atau aku sedang bermimpi? Bukannya itu Cho Songsaengnim? Kenapa dia ada disini ?

“Hei!”

Aku tersadar saat tangannya melambai lambai tepat di depan mataku, dan yaah.. sekarang aku benar benar yakin bahwa itu dirinya.

“aaaaaaa!”

Aku berteriak dan mundur hingga tubuhku terbentur kepala ranjang, mengambil selimutku dan menutupi tubuhku yang hanya mengenakan tank top putih dan hotpant tidur yang lumayan tipis.

“s-songsaengnim ! kenapa bisa ada disini?” tanyaku pada makhluk yang sudah sangat tampan di depanku ini. oh God~ bahkan aroma parfumenya bisa kucium, sangat memabukkan.

“aku ? mengunjungi kekasihku tentu saja?” jawabnya santai

“mwo?”

“ige,aku buatkan sarapan untukmu. “ lanjutnya sambil duduk di tepian ranjang dan menyerahkan apa yang dia bawa kepadaku.

“Ya ! songsaengnim, b-bisakah kau keluar dulu? Tunggu aku di meja makan, aku a-akan madi dulu”

Kataku lagi sambil mengeratkan selimut yang kupegang, oh ayolah~ apakah dia ini tidak tahu aku sedang malu. Ck ! dasar ~

“arraseo arraseo”

Dia berjalan kearah pintu, tersenyum sekilas padaku lalu keluar.

Aku turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi, lalu menguncinya. Ku pegang dadaku yang berdetak cepat karena shock! Bisa bisanya dia ada dirumahku sepagi ini? huh ~ untung eomma dan appa belum pulang dari mokpo. Baiklah, sepertinya aku memang harus mandi dan setelah itu menyerangnya dengan berbagai pertanyaan.

***

“Chagiyaaa.. ayolah, katakan sesuatu padaku..”

“…….”

“aku tahu aku salah, tidak memberi kabar padamu dari kemarin. Ponselku hilang saat di bandara dan aku belum sempat membeli yang baru. Ayolah… jangan merajuk seperti ini”

“……”

“Ya ! Cho Hyun Ah ! katakan sesuatu, jangan diam saja seperti itu!”

Aku masih diam membeku sambil menatapnya yang sedang duduk di seberang meja makan. Cho Songsangnim masih saja berusaha menjelaskan semuanya.

“Pertama, jelaskan padaku kenapa ponselmu bisa hilang di bandara. Untuk apa kau kesana?. Kedua, kenapa kau bisa masuk ke kamarku dan berada di rumahku sepagi ini, dan ketiga… namaku Park Hyun Ah , bukan Cho Hyun Ah”

Dia mengerjap ngerjapkan matanya beberapa kali, mungkin merasa heran dengan rentetan kalimat yang barusan ku keluarkan.

“Hyuna~ya…”

“cepat jawab aku Cho Kyuhyun !” kesalku

“Oke, pertama.. aku di bandara karena menjemput Yoon Hee yang baru datang dari London, kedua .. aku ingat belum mngabarimu sejak kemarin, makanya pagi pagi aku kesini karena aku ingat orang tuamu masih di mokpo. Dan yaah.. Lee Ahjumma yang mengizinkanku masuk ke rumahmu dan masuk ke kamarmu, dan ketiga…”

Dia menghentikan ucapannya lalu sedikit berdiri dan mencondongkan badannya ke arahku lalu menunjukan senyum nya yang ‘tak biasa’. Sementara aku memundurkan sedikit badanku kebelakang dan bergidik ngeri melihat senyumnya itu. Oh, aku yakin ada sesuatu yang direncanakannya.

“Tentu margamu akan berubah menjadi Cho setelah aku menghamilimu nona Park”

CHU~

Aku membelakan mataku saat bibirnya mengecup kilat permukaan bibirku. Hanya sebentar, lalu dia kembali ke posisinya semula, masih dengan senyum ‘tak berdosanya’

“bagaimana? Sudah jelas kan?”

“Yaaaaa ! Cho Kyuhyun !! Aku sedang tidak bercanda !!”

Kulempar sendok yang kupegang hingga mengenai kepalanya. Dia terkejut dan mengusap usap kepalannya yang terasa sakit, kurasa.

“Appo !!” teriaknya

“Dengar aku ! Pertama.. siapa itu Yoon Hee hingga kau menjemputnya di bandara? Kau tidak pernah cerita apapun kepadaku. Kedua.. baiklah, Lee Ahjuma akan kuberitahu agar tak membiarkan tamu asing masuk ke kamarku. Dan Ketigaaaa… MATI KAU JIKA BERANI MENGHAMILIKU SEBELUM KITA MENIKAH !!!!!” teriakku kesal dengan nafas yang menggebu gebu.

Aku beranjak dari kursi ruang makan dan pergi meninggalkannya. Ku hentak hentakkan kakiku sambil mengumpatnya. Kudengar langkah kakinya yang menyusulku lalu menarikku hingga berbalik dan menatapnya.

“Oke, Hyuna~ya.. dengarkan aku” suaranya melembut

“Pertama.. Yoon Hee, Cho Yoon Hee.. dia adik angkatku yang kuliah di London dan kemarin dia pulang. tentu aku menjemputnya, bersama Ahra noona juga tentunya. Aku memang sengaja tidak menceritakan ini padamu, rencanaku aku akan memperkenalkanmu padanya terlebih dahulu. Kedua.. hey, Kurasa Lee Ahjumma bertindak sesuatu yang benar, karena dia tahu aku bukan orang asing. Aku kekasihmu Hyuna~ya. Dan Ketigaaa.. mianhe, aku hanya bercanda. Lagipula aku juga tidak mau melakukan sesuatu yang dilarang. Jadi sekarang, kau sudah paham?”

Nada suaranya terdengar serius, kutangkap retina matanya yang memancarkan kejujuran. Kutarik kedua sudut bibirku membantuk sebuah senyuman lalu mengangguk. Perlahan kudekatkan tubuhku kearahnya lalu melingkarkan kedua tanganku mengunci tubuhnya. Meletakkan kepalaku di dada bidangnya yang hangat dan kokoh, yang selalu setia menjadi tameng untuk melindungiku.

“Ah iya tuan Cho, aku tidak pernah tahu kau mempunyai seorang adik perempuan?”

Aku bertanya saat kami berdua berjalan berdampingan menuju taman di belakang rumahku. Kurasa udara disana lebih segar.

“adik angkat”

“jinjja?”

“ya~ menurut cerita eomma, dia sangat ingin mempunyai anak perempuan”

“sudah ada Ahra eonnie kan?”

“memang begitu. Tapi dia berharap anak perempuan lahir setelah anak lelaki. Dengan tujuan, eomma ingin melihat seorang kakak laki laki selalu melindungi adik perempuannya saat dia dijahili teman temannya disekolah”

“hmmm.. unik juga alasan eommamu”

“aneh.. menurutku. Tapi walaupun Yoon Hee adik angkat, aku dan Ahra noona sangat menyayanginya”

“dia tahu kalau kau bukan kakak kandungnya?”

“tidak. Eomma selalu melarang kami mengungkit ungkit masalah itu didepannya. Dia bilang, dia yag akan bicara sendiri pada Yoon Hee saat nanti dia akan menikah”

“aah~ arraseo”

Angin lembut menyapu wajahku saat kami saling terdiam setelah pembicaraan singkat barusan. Yoon Hee? Kenapa aku sedikit merasa tidak tenang ya?? Hmm~

“kau.. ingin menemuinya?”

Aku menoleh kearahnya, sedikit berpikir, lalu mengangguk setuju.

***

“apa yang kau lakukan?”

“menurutmu?”

Aku menggerutu kesal sambil berusaha menarik pergelangan tanganku yang terus ditariknya menuju ruang keluarga di rumah ini –kurasa-

“aku memang ingin bertemu dengan adikmu songsaengnim, tapi aku tidak berpikir kau akan mempertemukan kami dirumahmu. Aku belum siap”

Aku terus berusaha melepaskan tanganku yag dicengkram olehnya oh~ ayolah, apa dia tidak berpikir dulu sebelum membawaku kemari? Aku tidak mempersiapkan diriku dengan baik, lihat saja sekarang. aku hanya mengenakan jeans berwarna pink, kaos putih dan sepatu santai yang berwarna senada. Oh gooood~ aku benar benar belum siap sekarang. bagaimana jika keluarganya menilaiku buruk?

“Hyuna~ya.. keluargaku tidak akan menyerangmu jika memang itu yang kau pikirkan”

“ya! Tentu saja bukan itu !”

“bagus kalau begitu. Kajja!”

“s-songsaengnim kita pulang sa__”

“Oh! Kyuhyun~ah, wasseo?!”

Aku menepuk dahiku pelan saat mendengar suara seorang wanita di ujung tangga yang memanggil Cho songsaengnim. Aku bahkan belum sempat menyelesaikan kalimatku, dan sepertinya ini sudah terlambat.

Wanita itu berjalan dengan sangat anggun kearahku. Tersenyum dengan lembut dan memancarkan pesona yang sangat indah. Kutebak, dia adalah.. Cho Ahra?

“Annyeonghaseyo ~ Cho Ahra imnida. Kau? Hyuna?”

Bingo! Benar tebakanku dia Ahra eonnie. Aigo~ aku baru tahu dia secantik ini. sungguh ! pantas adiknya juga mempesona. Arrrghhh~ aku bisa gila jika terus terusan berdampingan dengan mereka. Cho Ahra yang cantik dan mengagumkan, dan Cho Kyuhyun yang tampan dan mempesona. ah! Mungkin Cho Yoon Hee juga sama mempesonanya dengan mereka. ck ! kenapa aku jadi minder begini?

“A-ah.. ye. Park Hyun Ah imnida, bangapseumnida”

Aku membungkuk sopan dan dibalas dengan senyumannya –lagi- ku angkat tubuhku saat Ahra eonnie mulai bersuara lagi.

“Kau cantik sekali. Pantas jika Kyuhyun tergila gila padamu” pujinya seketika membuat pipiku memerah

“Noona!” protes Kyuhyun. Kurasa dia malu kakaknya membeberkan rahasianya. Dan Ahra eonnie hanya membalasnya dengan kekehan.

“Lebih baik kita duduk disana saja ya” ajak Ahra eonnie sambil membimbingku menuju ke sebuah ruang yang terdapat satu set sofa nyaman. Sepertinya ini ruang keluarga.

“Aku akan memanggil Yoon Hee kalau begitu. Gadis itu ada dikamarnya kan?” tanya Kyuhyun pada kakaknya

“Ya. Ajak dia kemari Kyu” kata Ahra eonnie.

Kami berdua mengobrol dengan santai sambil menunggu Kyuhyun dan Yoon Hee datang. Ternyata, Cho Ahra adalah sosok yang supel. Sehingga mudah bergaul dengan orang baru sepertiku. Yang jujur saja, aku payah jika urusan seperti ini. Terlalu sulit akrab dengan orang baru. Tapi aku tertolong kali ini. Setidaknya perbincangan kami sekarang bisa membuat kami lebih akrab.

“Eum, kau bilang sekerang sedang berada di tahun terakhir masa SMU ? berarti umurmua masih 19 (umur korea) tahun ya?”

“ne “

“muda sekali. Kau tidak takut jika berpacaran dengan ahjussi seperti Kyuhyun?”

“Ya noona! Siapa yang kaubilang ahjussi barusan?” kami berdua sontak menoleh saat mendengar suara Kyuhyun yang memprotes kalimat kakaknya barusan. Benar benar ya, kakak-beradik yang satu ini ckckkc~

“Tentu saja kau Kyu” sangkal Ahra eonnie

“apanya yang ahjussi? Aku masih muda tahu!”

“haha, arra arra. Mana Yoon Hee?”

“sebentar lagi dia turun”

Kyuhyun berjalan kearah kami lalu angsung duduk disampingku. Tiba tiba tangannya menyentuh anak rambutku yang terjuntai kedepan dan menyelipkannya di belakang telingaku. Ingin sekali rasanya kujitak kepalanya. Apa yang baru saja dia lakukan? Tak sadarkah masih ada Ahra eonnie yang memperhatikan gerak gerik kami sedari tadi? posisinya yang duduk di depan kami membuat aku yakin seratus persen jika kelakuan Kyuhyun barusan terlihat jelas.

“H-hentikan Kyu” cegahku saat dia masih ‘sok’ membenarkan letak rambutku. Padahal rambutku sudah dalam keadaan yang baik baik saja –kurasa-

“wae? “ protesnya manja

Saem, mengertilah sedikit” ucapku memelas padanya sambil sedikit melirik ke Ahra eonnie supaya dia mengerti maksudku. Dia menghela nafasnya lalu mengangguk.

“Oppa!!”

Aku sedikit terkejut saat tiba tiba seorang gadis duduk disamping Kyuhyun lalu mengapit lengannya manja dan mencium pipinya sekilas. Hey, siapa dia?

“Oh, Yoon Hee~ya” kata Kyuhyun. Pria itu juga sedikit terkejut kurasa. Kyuhyun tadi bilang apa? Yoon Hee? Oh, ternyata dia yang bernama Yoon Hee. Kesan pertama, heum…. cantik!

“Cho Yoon Hee. Kemari” titah Ahra eonnie sambil menepuk nepuk tempat disebelahnya memberi isyarat agar Yoon Hee duduk disebelahnya

“shirreo eonnie. Aku ingin duduk di samping Kyuhyun oppa” kata gadis itu manja. Hey! Kenapa aku menangkap sikap anehnya? Seolah olah dia adalah kekasih Kyuhyun.

“mulai sekarang kau jangan lagi bersikap manja seperti itu pada oppamu. Kau tidak lihat disampingnya sudah ada Hyuna. Dia kekasih Kyuhyun”

Yoon Hee melihat kearahku. Aku buru buru tersenyum dan menundukkan kepalaku sedikit.

“Annyeong eonnie. Park Hyun Ah imnida” sapaku

“Ne. Cho Yoon Hee imnida” balasnya ramah sambil tersenyum. Hmm.. sepertinya gadis ini juga gampang bergaul seperti Ahra eonnie.

Yoon Hee beranjak dan duduk disebelah Ahra eonnie. Lalu mengambil camilan diatas meja sebelum kami berbincang bincang lagi

“kau benar kekasih oppaku?” tanyanya sambil terus memakan cemilannya

“N-ne”

“tapi kau memanggilku eonnie. Memangnya umurmu berapa?”

“Aku baru.. 19 tahun”

“Whoaaa~ jinjja? Berarti kau masih sekolah?”

Aku mengangguk. Membuatnya lagi lagi berseru takjub “ Oppa! Sejak kapan kau mengencani gadis dibawah umur?”

Kyuhyun melemparnya dengan kacang kulit yang tengah dimakannya juga. membuat Yoon Hee menjerit tertahan atas lemparan Kyuhyun yang tepat mengenai kepalanya itu. Sementara Ahra eonnie dan aku hanya terkekeh geli.

“Oppa~”rengeknya

“dia bukan gadis dibawah umur. Lagipula sebentar lagi dia akan lulus dan masuk universitas” sanggah Kyuhyun lalu melingkarkan tangannya di pundakku

“Ya ya ya. Terserah kau saja oppa” kata Yoon Hee.

“eonnie. Aku lapar” kini tatapan Yoon Hee bralih pada Ahra eonnie yang duduk disampingnya

“Ayo kita sekalian makan siang bersama. Aku sudah menyuruh bibi Jung untuk menyiapkan makanan untuk kita” ajaknya. Dan siang itu, aku makan siang di rumah kediaman keluarga Cho.

-o0o-

Author POV

Makan siang di kediaman keluarga Cho kali ini terasa sangat berbeda. Atmosfer yang tiba tiba saja datang dan membelah keseunyian yang menjadi rutinitas sehari hari di bangunan bak istana itu seakan lenyap tergantikan dengan canda tawa dan kebahagiaan di dalamnya.

Ahra mengeluarkan sedikit senyum tipisnya saat melihat Kyuhyun yang begitu perhatian pada Hyuna. Berkali kali pria bertubuh jakung itu mengambil lauk dan meletakkannya di atas piring Hyuna. Menasihatinya agar makan banyak dan tidak memperdulikan rengekan Hyuna yang memintanya untuk berhenti.

Senyum itu tiba tiba memudar saat kepalanya serasa dihantam palu besar yang cukup untuk membuat memori nya berputar pada kejadian beberapa tahun lalu. Kejadian yang kalau boleh memilih, anak tertua di keluarga Cho itu tidak ingin mengetahuinya sama sekali.

Rasa sesak, sakit, kecewa dan terluka adalah hal yang paling dibenci Ahra ketika dia tahu suatu fakta yang mungkin bisa membuat semuanya berubah.mungkin saja tak akan ada kasih sayang lagi, atau bahkan sebaliknya. Gadis itu tahu, cepat atau lambat semuanya akan terungkap. Tapi tidak sekarang, tidak untuk sekarang.

-o0o-

“Boleh aku duduk disini?” Hyuna mendongakkan wajahnya saat dirasa seseorang mengajaknya berbicara. Seketika, lengkungan manis di bibir tipisnya itu terbentuk dan gadis itu mengangguk. Pertanda bahwa dia membolehkan seseorang tadi untuk duduk disampingnya, di ayunan putih yang berdiri di atas taman berumput jepang yang tertata rapi yang ada dipelataran belakang rumah keluarga Cho.

“Sejak kapan kau mengenal Oppaku?” tanya Yeon Hee manis. Tersenyum ke arah Hyuna dan menanti jawaban dari gadis belia di depannya.

“Kira kira beberapa bulan yang lalu. Saat dia masih menjadi guru pengganti di sekolahku, eonnie” jawab Hyuna tak kalah ramah.

“Begitukah? Wuah, hebat sekali ya. Seorang murid bisa menjalin hubungan dengan gurunya” kata Yeon Hee lagi dan kali ini terdengar seperti meremehkan. Entah Hyuna sadar atau tidak. Gadis itu terlalu polos dan baik hati jika hanya untuk mencurigai hal yang tidak tidak.

Ne. Cho songsaengnim. Begitu aku mengenalnya dulu”

“Kau benar benar menyukai Oppaku? Apa yang kau sukai darinya?” tanya Yeon Hee lagi menggebu gebu. Kali ini, terlihat seperti mengintrogasi. Menatap intens wajah Hyuna yang ada di sampingnya. Namun segaris senyum tetap ia tunjukkan di depan Hyuna. Kamuflase, mungkin?

“Entahlah eonnie. Aku hanya merasa.. hangat dan nyaman tiba tiba datang melingkupiku saat aku pertama kali bertemu dengannya” Hyuna menatap langit, mengenang masa dimana dia bertabrakan dengan seorang pria di koridor sekolah saat itu. Angin sore menerpa wajahnya membuat beberapa anak rambutnya beterbangan.

“Cho Kyuhyun. Aku bahkan sadar hubungan kami terasa janggal. Jarang.. bahkan hanya satu dari sepuluh pasangan yang mencoba berdiri dengan status murid-guru. Tapi kembali lagi pada argumentku diawal. Aku hanya merasa nyaman dan terlindungi saat dia berada dalam jarak pandang yang cukup denganku”

“Sesimple itu?” Hyuna membalikkan tatapannya kembali pada Yeon Hee dan mengangguk sembari tersenyum.

“Ya. Sesimple itu. Aku tidak menyukai Cho songsaengnim. Tapi aku mencintainya. Cinta adalah sesuatu yang tidak memerlukan banyak alasan. Justru alasan sesimple itu yang nantinya akan membuat beribu ribu jalan membentang dalam hubungan kami dan memberi perlindungan dari apa pun yang nantinya akan terjadi. Or.. we can say like this too. That love doesn’t need reason. Too much reason

Yeon Hee terdiam ditempatnya. Tidak menyangka pikiran gadis ini benar benar di luar dugaannya. Jangan melihatnya yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar. Tapi nyatanya pemikiranynya bisa melampaui pikiran wanita dewasa yang terkadang hanya bisa bermain main dalam cinta.

Entah mereka sadar atau tidak, Cho Kyuhyun yang sedari tadi berdiri dengan kedua tangan yang ia masukkan di dalam kantung celanannya itu hanya bisa melihat Yeon Hee dan Hyuna yang saling bercengkrama. Wajahnya datar. Dalam posisinya yang berdiri di pintu menuju taman belakang rumah itu tidak bisa membuat pria tampan itu mendengar jelas apa yang dua gadis di atas ayunan itu bicarakan.

Ahra menepuk bahunya pelan saat melihat adiknya hanya termangu diam. Kyuhyun berbalik, dan tersenyum saat mengetahui kakaknya lah yang menghampirinya.

“Apa yang kau lihat?”

Kyuhyun tidak menjawab. Hanya menunjuk ke arah yang ia lihat dengan dagunya sekilas. Ahra akhirnya tahu apa yang menjadi objek pandang Kyuhyun sedari tadi. Yang mampu mengacuhkan panggilannya selama lima menit terakhir.

Noona. Apa menurutmu mereka bisa baik baik saja?” pertanyaan retoris keluar dari bibir Kyuhyun

“Apa maksudmu?” tanya Ahra sedikit terkejut

“Entahlah. Tapi rasanya, aku merasakan suatu perasaan aneh dalam diriku. Cemas, takut, khawatir.. bercampur menjadi satu. Tapi akan sangat lega bila melihat mereka punya hubungan yang baik”

“Kenapa kau bicara seperti itu Kyu?”

“Kau tahu kan noona. Yeon Hee itu sangat manja padaku. Dia bahkan terlalu over protektive padaku. Bahkan dulu .. hubungannya dengan Sung Rin tidak baik” Kyuhyun menunduk. Menunduk sangat dalam untuk menghilangkan sesak yang tiba tiba saja hadir kembali.

Ahra tertegun. Gadis itu perlahan menjauhkan tangannya yang sedari tadi masih menempel di pundak Kyuhyun.

Kyuhyun kembali mengangkat wajahnya dan memandang ke arah Yeon Hee dan Hyuna yang masih betah di sana “Haah~ aku membayangkan nantinya saat aku sudah berkeluarga, Yeon Hee bisa mengubah sifatnya yang manja. Lalu gadis kecil kita itu akan tumbuh menjadi nona muda Cho yang juga akan direbutkan oleh para lelaki luar biasa diluar sana. Dan Cho Yeon Hee adalah gadis yang benar benar harus kita usahakan kebahagiannya.Karena dia adik kita. Dan semuanya menjadi happy ending. Indah bukan.. noona? Membayangkannya saja aku sudah sangat bahagia. ” kata Kyuhyun berpaling ke wajah kakaknya

“Ne. Pasti sangat menyenangkan” jawab Ahra dengan perasaan yang sudah tidak bisa di gambarkan lagi. Dia sendiri ragu, apakah kebahagiaan itu masih akan ada nantinya jika Kyuhyun atau bahkan appa dan eomma mereka mengetahui fakta yang berusaha dia jaga selama bertahun tahun ini?

Mianhe Kyu.. jeongmal mianhe~’ jerit Ahra dalam hati.

-o0o-

“Ingat nona Park. Masuk kedalam rumah, bersihkan tubuhmu lalu belajar. Jangan lupa makan malam dan jangan lupa untuk menghubungiku jika ada mata pelajaran yang tak kau mengerti. Aku benar benar tidak mau mendengar ada berita bahwa Park Hyuna tidak lulus ujian masuk Universitas ternama di Seoul gara gara malas belajar” celotehan Kyuhyun hanya ditanggapi Hyuna dengan menganggukkan kepalanya beberapa kali tanda bahwa dia mengerti.

“sudah selesai songsaengnim? Kalau begitu aku masuk dulu” kata Hyuna lalu melepas sabuk pengamannya.

Ketika dia hendak membuka pintu, tangannya ditahan oleh Kyuhyun. membuat Hyuna membalikkan kembali tubuhnya dan menatap Kyuhyun.

Wae?”

Kyuhyun tak menjawab. Entah benar atau tidak Hyuna menangkap adanya gelagat aneh dari Cho Kyuhyun. pria itu tampak ragu untuk berbicara, ia bahkan menggaruk tengkuknya beberapa kali. Dan Hyuna yakin seratus persen itu bukan karena gatal.

“Eum.. a—i-itu, a-aku”

Hyuna tersenyum. Dan Cho Kyuhyun benar benar tidak sadar bahwa itu adalah sebuah senyum kemenangan. Yang artinya Hyuna tau betul apa yang diinginkan guru kesayangannya itu.

Degan sigap, gadis belia itu mencondongkan wajahnya kedepan lalu CHU~

Sebuah kecupan manis mendarat di pipi chubby seorang Cho Kyuhyun. membuat Kyuhyun lagi lagi membeku walau ini bukan skinship pertama mereka. Oh ~ bukankah semua pasangan akan merasakan getaran aneh saat pasangannya melakukan skinship. Apalagi tiba tiba seperti ini? tapi tidak dipungkiri, dalam hati Kyuhyun berteriak seperti orang gila karena rasa senangnya.

“Aku pergi.. oppa. Hati hati dijalan” kata Hyuna tersenyum manis, amat sangat manis lalu keluar dari mobil Kyuhyun.

“A-h.. ne” Kyuhyun menjawab dan mengangguk ragu saat Hyuna sudah benar benar turun dari mobilnya. Dan kalau tidak salah dengar, panggilan ‘oppa’ dari seorang Park Hyuna barusan mampu membuat saraf saraf hatinya berdetak tak karuan.

Perlahan tapi pasti, pria bermarga Cho itu kembali menstater mobilnya dan melenggang pulang. Melewati jalanan kota Seoul yang kini dilandasi dengan langit berwarna orange. Pertanda malam sebentar lagi akan datang dan hari esok siap di depan mata.

-o0o-

Kyuhyun POV

Aku menemukannya duduk termanggu di depan tv. Matanya memang fokus ke layar LCD besar di depan sana. Tapi aku tahu pikirannya sedang melayang entah kemana.

TV itu bahkan sedang menampilkan drama korea favoritnya. Well, Song Jong Ki adalah alasan utama dia menjadikan drama yang baru tayang dua hari ini menjadi drama favoritnya. Biasanya, telingaku sudah dipenuhi dengan teriakan teriakan histerisnya memuja muja Jong Ki. Tapi kali ini, Song Jong Ki terlihat seperti sebuah debu yang ia biarkan terbang terbawa angin begitu saja.

“Yeon Hee~ya?” sapaku. Gadis itu tersentak, lalu menoleh dan menemukan aku tersenyum sembari berjalan kearahnya. Lalu duduk tepat di sofa putih bersih di sebelahnya.

“Sss, aku baru tahu kau tidak lagi menyukai Song Jong Ki” kataku sambil berpura pura menatap nanar televisi yang sedang menampilkan adegan Song Jong Ki tengah berkelahi dengan preman preman di sekitar pelabuhan kecil.

Yeon Hee tertawa kecil “Ani” elaknya sekilas.

“Sedang memikirkan apa?”tanyaku

“Tidak ada”

“Kau bahkan akan berteriak tidak jelas saat melihat Jong Ki~ssi tampil di televisi. Tapi sekarang, kau tengah memandangnya tanpa minat. Itu artinya, memang ada sesuatu yang kau fikirkan. Heum? Malhaebwa! Katakan pada oppa” tuntutku padanya.

Gwenchana. Aku hanya lelah. Aku akan masuk ke kamar” katanya lalu berlalu meninggalkanku sendiri di ruang tengah.

“Cho Yeon Hee.. sepertinya aku tahu apa yang ada di kepalamu” lirihku

“Oh! Kyu?”

Aku mengalihkan perhatianku ke arah pintu masuk dan melihat keluarga kecil itu berjalan dengan raut gembira. Membuat akku mau tak mau ikut tersenyum.

Aku berdiri dan berjalan menghampiri mereka “Oh, Hyung!” sapaku kilas lalu memeluk Jung Soo hyung.

“Kalian darimana?”

“Mengantar si kecil check up” jawab Ahra noona masih dengan menggendong keponakanku satu satunya itu.

“Heum. Arra

“Kyu, Appa sudah menghubungimu?”

“Hari ini, belum. Waeyo hyung?”

“Appa sudah memutuskan bahwa Yeon Hee sudah bisa masuk ke prusahaan besok. Ah, pasti beliau lupa menelpon untuk memberitahumu” kata pria yang sudah kuanggap sebagai hyung kandungku ini.

Eoh Jeongmal?”

“Eum, dan mungkin besok akan ada pesta peyambutan kecil kecilan untuknya” aku hanya mengangguk angguk mengerti.

“A-apa.. apa Yeon Hee benar benar akan tinggal selamanya di Korea??” aku dan Jung Soo hyung menoleh secara bersamaan ke arah Ahra noona karena tiba tiba dia bersuara. Dan bertanya sedikit pertanyaan yang.. agak aneh menurutku. Sedikit terkejut saat mendapati wajahnya yang tadi masih ceria tiba tiba menjadi pucat pasi.

“Ahra~ya.. gwenchana? “Jung Soo hyung langsung merangkul Ahra noona disampingnya. Mencoba membuat pertahanan agar kakak perempuan ku itu tidak terjatuh jika tiba tiba saja kakinya terasa lemas. Karena .. yah.. kondisinya saat ini benar benar jauh berbeda dengan beberapa saat lalu. kenapa sebenarnya dia?

“K-kyu.. m-mianhe” Aku masih mengernyit bingung sambil menatap noona dengan pandangan tidak mengerti. Maaf? Maaf untuk apa??

Noona? Kau kenapa? Sakit?” aku mulai khawatir. Ah.. ada apa sebenarnya.

“Ahra, ayo kita ke kamar saja. Seprtinya kondisi tubuhmu sedang tidak baik” Jung Soo hyung mencoba menyeretnya masuk, namun noona hanya menggeleng tegas pertanda dia tidak mau.

A-ani oppa.. a-aku harus memberitahunya.. aku benar benar sudah tidak tahan. Sebelum semuanya semakin bertambah rumit”

Ahra noona menggeleng gelengkan kepalanya beberapa kali. Tampak bulir air mata jatuh di pipinya. Matanya terlihat tak fokus, seakan akan dia adalah seseorang dengan bom yang tertempel di tubuhnya dan sewaktu waktu bisa meledak.

“A-apa ini? apa yang kau bicarakan noona?” aku sudah mulai frustasi. Pikiranku benar benar kacau sekarang. Akan ada apa lagi ini???

“K-kyu.. Kyu~” aku menatap Ahra noona dengan intens. Mencoba bersabar menunggu kalimat apa yang keluar dari mulutnya.

Sekilas.. kulihat rangkulan Jung Soo hyung mengerat, seakan memberikan kekuatan pada istrinya itu. oh good! Bahkan noona masih menggendong si kecil saat ini!

“Cho Kyuhyun.. “

“sebenarnya…”

-TBC-

OH MY GOD!!!!

Balik lagi membawa ff yng hamir jamuran ini (?) ya ampuuuuun!! ><

Aaaa~ jeongmal mianheyo readers yang nungguin ini ff TT.. Sumpah ga ada niatan buat kalian nangung di tengah cerita deh! T.T

DAAAAAN~ JANJI DEH! TAHUN INI (?) FF INI BAKAL AKU SELESAIIN! JANJI JANJI!!!! ^o^

Makasih yang masih mau baca… apalagi nungguin lama banget gini :”) aaaaaf banget yaaach~ ^^

Okeoke..seeyou again on the next chapt!!!! ^_^

Advertisements

90 thoughts on “Oh ! My Songsaengnim (Part 5/?)

Add yours

  1. OMG helllooooo! Kenapa sih? Sebenarnya ada hubungan apa Arha eonni minta maaf? Aish, Yeon Hee kayaknya akan menjadi orang yang kubenci dalam cerita ini. Sikapnya ituloh… Ihhhh… Adik, sih adik, tpi gak segitunya juga kali..

    Oke, tpi dia yang berjasa dalam cerita ini, membuatku ingin terus baca dan penasaran, kesal, marah, dan lainnya.

    Baik! Next part

  2. oh? yoonhee keliatan biasa2 aja tp itu beneran apa dia akting? aaahhh ahra udah mau ngasih tau yg sebernya omgggggg lanjuuuuttt

  3. Ohhh adik angkat toh si yoon hee ini, penasaran sama rahasia yg disimpen ahra deh kyanya rumit bgt sampe2 cuma dia yg tahu dan keluarga lainnya ngga…

    Yoon hee ini kyanya kurang suka sama hyunah ya, tp semoga aja ga jd masalah buat hubungan kyuhyun hyunah

  4. Apa yah rahasia yg di sembunyikan ahra eonni… penasaran… teruss si yoon hee itu knpa?… duhhh kok buat penasaran aja sih…. duh kak mesti setiap sudah ada bacaan tbc bikin greget penasaran kak…. gak sabar baca next part nya kak

  5. Sebenarnya ada apa? Masalahnya itu ada di Kyuhyun dengan Sung Rin atau Yoon Hee atau masalah Kyuhyun Sung Rin ada hubungannya dengan Yoon Hee?
    Apa masalah anak angkat? Ahhh penasarannnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: