[Birthday Gift] Happy Birthday To You

Heyhoooooooo readers~nim XD

I GOT A PRESENT FROM MY EONNIE! ^^ ff ini salah satu hadiah dari salah satu eonnie yang aku kenal dari dunia maya. dan aku makasih banget sama dy sampe repot ngasih kado walaupun kita ga pernah ketemu :”  pantes ya dia kepo banget nanyain nama korea aku biar bisa di bikinin FF haha XD

Jeongmal gomawo eon.. I Love you ! I Love this present ! and I LOVE CHO KYUHYUN! haha XD

ENJOY!

FF – Happy Birthday To You

Author : Dini Friandini Dewi 

Title : Happy Birthday To You

Cast : Cho Kyu Hyun, Park Hyun Ah

Genre : Romance

Rate : T

 

Membawa ff untuk salah satu dongsaeng yang sedang berulang tahun.. saengil chukkae, maaf ya hadiahnya cuma ff ini aja. semoga suka.. untuk semua cast disini OOC. dan kalau misalkan ada kesalahan tempat atau waktu, harap dimaklum.. hehe..

 

—-

 

Seorang wanita dengan rambut panjang berwarna hitam legam tengah menggerutu dalam hati. Dengan bersandar disalah satu sisi dari kereta gantung menuju Namsan Tower, wanita itu terus mengingat kalimat pendek dari sebuah memo yang diberikan Ibu nya tadi pagi.

 

[ Datanglah ke Namsan Tower ]

 

Hanya itu kalimat yang tertera di memo berwarna putih itu. Wanita itu hanya bisa menghela napas melihatnya.

 

‘ Apa yang sebenarnya dia rencanakan? Apa karena hari ini ulang tahunku? Tapi, kenapa aku harus sendirian? Apa dia sedang menungguku di Namsan Tower? Lalu akan mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikanku hadiah? Ck. Cho Kyu Hyun yang malang. Kejutan mu terlalu gampang ditebak. ‘

 

Kira-kira begitulah gerutuan yang keluar dari mulut wanita manis dengan pipi chubby nya itu. Sering kali dia kerucutkan mulutnya, merasa risih dengan beberapa pasangan yang satu kereta dengannya sedang bermesraan.

 

‘ Apa mereka tidak malu? Bermesraan ditempat umum?! Seharusnya mereka ingat dengan kultur negara mereka. Ck. Gaya hidup manusia jaman sekarang memang begitu kah? Kalau Ibu ku melihatnya, mereka pasti akan terkena omelan dari nenek sihir.’

 

Kembali, sebuah gerutuan panjang keluar begitu saja saat melihat beberapa pasangan kekasih itu tak segan-segan untuk memberikan sebuah kecupan. Akhirnya, wanita itu memilih untuk berbalik menghadap keluar kereta gantung itu. Lebih menarik melihat langit sore dari pada melihat pasangan kekasih itu.

Tak lama setelah itu, ponsel wanita itu bergetar. Dengan santai, wanita itu mengeluarkan ponselnya dari saku jaket berwarna cream itu. Wanita itu mendengus sebal saat melihat nama yang terpampang di layar ponselnya.

 

– Kyu Hyun Calling –

 

Dengan segera wanita itu menjawab panggilan tersebut.

 

“ Yeob- “

 

“ Ya! Apa yang kau rencanakan eoh? “ potong wanita itu cepat.

 

“ Aissh.. bisakah kau sedikit lembut menyapa panggilanku? “

 

“ Ck. Kau menggangguku tau? Aku ingin bersantai di hari ulang tahunku ini. Tapi kau menyuruhku datang ke Namsan Tower. Sendirian! Satu kereta dengan orang-orang yang sudah lupa dengan kultur negara mereka! “ sembur wanita itu tanpa mempedulikan beberapa pasang mata melihat ke arahnya dengan pandangan berbeda. Ada yang menatapnya heran dan juga ada yang menatap wanita itu dengan kesal.

 

“ Ck. Kau ini cerewet sekali! Mana ada orang yang ingin bersantai saja di hari ulang tahun nya? Lagi pula, kau harusnya bersyukur aku bisa meluangkan waktu hari ini hanya untukmu. Aku sudah bekerja dengan keras demi satu hari ini. Sebagai Dir- “

 

“ Ye, arraseo. Sebagai Direktur Utama kau tidak bisa seenaknya pergi meninggalkan pekerjaanmu. Aku tahu itu, tapi kenapa aku harus pergi sendirian? “ keluh wanita itu meskipun ada perasaan senang di hatinya mendengar bahwa Kyu Hyun haru seperti itu demi meluangkan waktu untuknya.

 

“ Kenapa kau terus mengeluh sih? Aku sudah menyiapkan sesuatu disana. “

 

“ Hah. Aku sudah bisa menebak nya Cho Kyu Hyun-nim. Kau sedang ada disanakan? Menunggu kedatanganku? Lalu setelah aku datang, kau akan mengucapkan ‘Selamat ulang tahun uri Hyun Ah’ begitu kan? Ck. Tidak bisakah kau memberiku kejutan yang lebih menarik dari itu? “

 

“ Ya! Kau ini benar-benar cerewet! Kupingku sampai panas mendengarnya. Sudahlah, kau ikuti terus petunjukku, arra? “

 

“ Mak- Ya! Kenapa dia menutup telponnya begitu saja? Tidak sopan! “ dan kembali, sebuah gerutuan keluar dari Hyun Ah, Park Hyun Ah.

 

 

Kini, Hyun Ah sudah beradsa didalam Namsan Tower dibagian dasar sebalah kanan Namsan Tower. Tadi, setelah dia masuk kedalam gedung tinggi ini. Hyun Ah langsung dihadang oleh seorang perempuan kecil yang langsung memberikan sebuah memo dan pergi begitu saja tanpa berkata sepatah katapun.

 

[ Pergi ke samping kanan Namsan Tower ]

 

Gembok beraneka warna dan bentuk menyambut penglihatannya saat Hyun Ah menginjakkan kakinya ketempat tersebut. Hyun Ah hanya menghela napas dan menatap datar gembok-gembok yang menurutnya terlalu banyak itu.

 

‘ Sekarang apa lagi yang kau rencanakan? Kenapa kau tidak ada Cho Kyu Hyun?’

 

Begitulah gerutuan -lagi- Hyun Ah sekarang. Dia berpikir, seperti di drama yang sering Ibu nya tonton. Dimana seorang lelaki akan menunggu kekasihnya disini dan memasang gembok bersama.

 

“ Permisi. “

 

Sebuah sapaan seorang pegawai wanita di tempat itu menyadarkan Hyun Ah.

 

“ Ah, ye. Ada apa? “

 

“ Apa benar Anda Park Hyun Ah? “

 

“ Ne, itu aku. Darimana Anda tahu? “

 

“ Seseorang meminta Saya untuk memberikan ini pada Anda. “

 

Dengan heran, Hyun Ah mengambil sebuah kotak berukuran sedang berwarna biru dari pegawai wanita tersebut.

 

“ Tapi, darimana Anda tahu kalau Saya Park Hyun Ah yang dimaksud? “

 

“ Ah itu, orang itu memperlihatkan foto Anda pada Saya. “

 

“ Begitukah? Baiklah, terima kasih banyak. “ Ujar Hyun Ah dengan sedikit membungkukkan setengah badannya yang disambut dengan hal yang sama oleh pegawai tersebut.

 

Setelah pegawai wanita tersebut pergi, Hyun Ah melangkahkan kakinya menuju salah satu kursi kosong dan mendudukkan dirinya disana. Hyun Ah membuka kotak yang berada dipangkuannya. Terlihat ada sebuah gembok berwarna biru langit dengan kertas kecil yang dihubungkan dengan gembok tersebut, sebuah foto dan sebuah surat.

 

Pertama, Hyun Ah mengambil foto. Didalam foto itu, terlihat Hyun Ah sedang melakukan selca dengan seorang laki-laki tampan dengan mata yang mampu membuat siapapun terpesona, rambut hitam nya yang diatur acak membuat kesan cool terlihat jelas. Cho Kyu Hyun, nama pria yang ada di foto itu. Bersama dengan Hyun Ah, mereka masih menggunakan seragam SMA.

 

Hyun Ah tersenyum, membuatnya terlihat semakin manis. Mengingat masa SMA yang begitu menyenangkan. Ditambah dengan kehadiran Kyu Hyun yang melengkapi kebahagiaan nya. Setelah itu, Hyun Ah menyimpan kembali foto tersebut kedalam kotak dan beralih mengambil sebuah surat. Dibukanya amplop berwarna biru langit itu, mengeluarkan sebuah kertas dan membacanya.

 

[ Annyeong Park Hyun Ah.

Kau pasti mengira aku ada disanakan? Kau salah! Kkkk~ Aku, Cho Kyu Hyun, bukan orang dengan ide yang mudah ditebak. Kau tahu itu kan?

Kau masih ingat foto itu? Tentunya kau masih ingatkan? Dimana kau mengajakku membolos, membawaku ketaman belakang sekolah kita dan memaksaku berfoto ria bersamamu. Kau tahu kenapa aku memilih foto itu untuk ditunjukkan kepadamu? Alasanku karena aku suka dengan foto itu.. kkk~

Kau tahu? Foto itu adalah foto pertama kita yang kau ambil dengan ponsel milikku. Kau tahu sendiri kan aku bukan orang yang suka sekali dengan berfoto. Apalagi memotret diri sendiri. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa aku sangat senang hari itu. Kau mengenalkanku dengan pekerjaan yang menyenangkan, bolos. Aku pikir bolos tidak ada gunanya. Tapi setelah kau mengajakku, aku pikir, dengan berbolos kita akan memiliki waktu luang untuk dihabiskan bersama. Dan aku tidak akan pernah menghapus foto itu. Pukul aku sepuasmu jika aku melakukannya. ]

 

Senyum lebar terus menghiasi wajah Hyun Ah saat membaca surat itu dari awal sampai selesai. Sedikit mengenang semua yang telah ia lakukan dengan Kyu Hyun saat mereka di SMA.

 

“ Kyu Hyun-nim paboya. Tak kusangka kau yang terlihat kaku bisa melakukan hal seperti ini. “

 

Hyun Ah menyimpan kembali surat tadi dan mengambil sebuah gembok. Salah satu sisi dari kertas yang ada pada gembok tersebut sudah terisi.

 

[ Saranghanda, Hyunnie. ]

 

“ Cih, apa benar Cho Kyu Hyun yang menulis ini? Menggelikan! Kau seperti pria yang sedang kasmaran Kyu Hyun-nim. “

 

Hyun Ah mengambil spidol yang ada didalam kotak. Wanita itu terdiam sebentar, terlihat sedang memikirkan sesuatu.

 

“ Aissh~ aku harus menulis apa? Nado saranghanda? Issh! Itu menggelikan! Aigoo.. aku tidak pernah melakukan hal seperti ini. “ gerutu Hyun Ah. Kemudian, Hyun Ah menuliskan sebuah kalimat yang membuatnya terkekeh geli.

 

[ Cho Kyu Hyun-nim, mari kita hidup bahagia bersama. ]

 

“ Ah, aku sudah gila.. “

 

Wajah wanita itu merona, menampilkan semburat merah muda di kedua pipi putih nya. Setelah itu, Hyun Ah beranjak dari duduknya sambil membawa kotak tersebut.

 

“ Dimana aku harus memasangkannya? Kalau aku ingin melihat gembok ini lagi dan lupa dimana aku memasang gembok ini bagaimana? “

 

Hyun Ah terdiam sebentar, tapi beberapa saat kemudian wanita itu menghembuskan napas keras.

 

“ Ah, terserah aku akan lupa atau bagaimana. Aku akan memasangnya disini. “

 

Akhirnya, Hyun Ah memasang gembok itu diantara begitu banyak gembok yang sudah terpasang.

 

Ddrrrtt~ ddrrrtt~

 

“ Mwohae? “

 

“ Ya, sapaan macam apa itu Park Hyun Ah-sshi? “

 

“ Ck. Sudahlah. Sekarang aku harus kemana lagi? Ini sudah hampir malam. Aku tidak mau pulang terlalu malam dan dimarahi Ibu. “

 

“ Kau ini, tidak sabaran sekali. Baiklah, sekarang aku tunggu kau di Ice Skating Rink di Grand Hyatt, kau tahukan tempat itu? “

 

“ Heh, kau bertanya tempat itu pada orang yang berasal dari Seoul, Kyu Hyun-nim? Kau gila.”

 

PIK

 

Hyun Ah menghembuskan napasnya. Terkadang Hyun Ah merasa gila dengan tingkah Kyu Hyun yang terbilang usil diumurnya yang bukan remaja lagi. Tapi terkadang Hyun Ah merasakan kehangatan, kebahagiaan karena semua perlakuan Kyu Hyun padanya, pada kekasihnya.

 

‘ Baiklah, satu tempat lagi dan lihat apa yang akan terjadi. ‘

 

—-

 

Ice Skating Rink Grand Hyatt, Seoul

07.45 KST

 

Hyun Ah telah sampai didepan arena bermain ice skating dengan pandangan bingung. Ice skating yang terkenal dengan tempat indah nya, kini hanya terlihat gelap. Gelap, tidak ada cahaya lampu yang biasa menghiasi tempat ini. Tidak ada pengunjung yang selalu memenuhi tempat ini.

 

“ Huft~ apa sih yang sedang kau pik- “

 

Ucapan Hyun Ah terhenti saat cahaya tiba-tiba menyinari tempat ini. Lampu-lampu yang biasa menghiasi tempat ini kembali menyala seperti biasa. Terasa megah dan indah secara bersamaan. Membuat Hyun Ah terkagum-kagum dan bangga negaranya memiliki tempat indah seperti ini.  Tapi, ada yang aneh dalam pandangan Hyun Ah. Wanita itu melihat ada sebuah meja ditengah-tengah arena ice skating itu. Hanya meja. Tanpa kursi atau apapun.

 

Ddrrttt… Ddrrttt…

 

“ Apa yang harus kulakukan sekarang? “ Tanya Hyun Ah langsung sesaat setelah menjawab telepon dari Kyu Hyun.

 

“ Ck. Kau benar-benar tidak sabaran Hyun-sshi! Kau, sekarang pergi, hampiri meja yang ada ditengah arena itu. “

 

“ Kyu Hyun-nim, apa yang sedang kau rencana kan? “

 

“ Aissh~ sudah kau turuti saja ucapanku. “

 

PIK

 

“ Ck. Dasar menyebalkan! “ gerutu pendek Hyun Ah setelah mengetahui Kyu Hyun menutup telepon nya.

 

Wanita itu berjalan ketengah-tengah arena ice skating tersebut, Hyun Ah melihat ada sebuah kotak berukuran sama dengan kotak yang ia terima di Namsan Tower tadi diatas meja yang ditutupi kain berwarna putih susu. Wanita itu mulai membuka kotak tersebut dan menemukan sebuah surat, hanya surat. Dengan rasa penasaran yang mulai melanda, Hyun Ah langsung membuka surat itu dan membacanya.

 

[ Kejutan belum berakhir. Kkk~

Kau ingin tahu kejutan yang sesungguhnya?

Berbaliklah sekarang ]

 

Hyun Ah mengernyitkan dahinya. Heran karena hanya itu yang ditulis Kyu Hyun dalam suratnya. Tapi wanita tersebut tetap menjalankan sesuai perintah Kyu Hyun disurat itu. wanita itu membalikkan badannya. Mata bulat nan indah itu menatap kaget dengan apa yang ada dihadapannya. Seorang pria yang ia yakini Cho Kyu Hyun sudah berdiri dihadapannya. Dengan penampilan yang membuat dia terpesona. Setelan jas berwarna hitam sangat pas ditubuhnya yang tinggi. Rasanya sangat menyenangkan melihat pemandangan indah dihadapannya.

 

“ Apa aku begitu tampan nya? “

 

“ Ne? “

 

“ Aku tahu aku sangat tampan. Tapi, apa kau harus menatapku seperti itu? “ Tanya Kyu Hyun, menggoda Hyun Ah.

 

“ Mwo? Ani! Aku tidak terpesona padamu! “

 

“ Siapa yang bilang kalau kau terpesona padaku? Aku tidak mengatakan hal itu! “

 

Kalimat tersebut sukses membuat Hyun Ah menundukkan kepalanya. Malu. Benar-benar malu saat tahu kalau dirinya sudah terjebak oleh tingkahnya sendiri. Terdengar tawa geli dari pria dihadapannya yang membuatnya semakin malu.

 

“ Sudah, angkat kepalamu. “

 

Dengan ragu, Hyun Ah mengangkat kepalanya. Melihat Kyu Hyun tersenyum manis padanya sambil mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya. Hyun Ah melihat sebuah kotak kecil berwarna putih ditangan Kyu Hyun. Entah kenapa jantung wanita itu terasa semakin berdebar. Ada begitu banyak perkiraan saat melihat kotak kecil tersebut. Dan, Hyun Ah semakin sulit mengendalikan detak jantungnya saat Kyu Hyun membuka kotak tersebut, mengambil sebuah cincin berwarna putih.

 

“ Hyun Ah, saengil chukkae. Ini hadiah yang sebenarnya dariku. “ ucap pria dengan suara bass nya sambil memakaikan cincin indah itu ke tangan kiri Hyun Ah, tepatnya ke jari manis wanita itu.

 

“ Kyu Hyun,, kau,, apa.. maksudnya? “

 

“ Lihat, aku juga memakai cincin yang sama denganmu. “ bukannya menjawab, Kyu Hyun malah memperlihatkan jari-jari lentiknya yang sudah dihiasi cincin yang sama dengan yang dipakai oleh Hyun Ah. Senyum lebar terus terpatri diwajah tampan itu. berbeda dengan Hyun Ah yang sepertinya masih memproses apa yang sedang terjadi, apa yang sudah dilakukan Kyu Hyun.

 

“ Kyu Hyun,, kau,, me.. me.. “

 

“ Park Hyun Ah, mau kah kau menikah denganku? “

 

“ Ye? Ng~ kau bilang apa? “

 

“ Apa aku harus berterik tepat ditelingamu? “

 

“ Ne? “

 

“ Aiss~ kenapa kau jadi seperti ini. Aku mengatakan, apa kau ingin menikah denganku? Kau harus mau! Aku tidak mau mendengar penolakan darimu! “

 

“ Kau melamarku atau mengancamku? “ Tanya Hyun Ah dengan rengutan setelah ia kembali bisa berpikir normal.

 

“ Keduanya! Jadi, kau harus mau. Kau mau kan? Kau pasti mau! “

 

“ Kalau tidak? “ goda Hyun Ah dengan senyum jahilnya.

 

“ Aku akan pindah dari negara ini dan tidak akan menemuimu lagi. “

 

“ Yah, kenapa begitu? “

 

“ Karena tidak ada alasan lagi bagi ku untuk tetap berada disini jika kau menolakku. “ jawaban Kyu Hyun membuat hati Hyun Ah tersentuh.

 

“ Jadi? “

 

“ Kau pasti tahu jawabanku seperti apa? Lagipula kau tidak mau menerima penolakan kan? “

 

“ Baguslah kalau kau mengerti. “ ada raut kelegaan diwajah Kyu Hyun mendengar kalimat yang diucapkan Hyun Ah. Dengan segera, Kyu Hyun tarik tubuh wanita itu kedalam pelukannya. Memeluknya erat seakan ingin menyampaikan bahwa dia amat bahagia dengan jawaban tersirat dari Hyun Ah.

 

“ Aku mencintaimu, Hyun Ah-sshi.. “

 

 

“ Aku juga mencintaimu, Kyu Hyun-nim. “

 

“ Aku benar-benar beruntung bisa memiliki pasangan sepertimu. “

 

“ Kau tahu? Aku jauh lebih beruntung bisa memiliki pria seperti mu. Dan terima kasih untuk hari ini. Ulang tahunku tahun ini benar-benar sangat menyenangkan. Ulang tahun terbaikku. “

 

Kyu Hyun hanya tersenyum mendengar hal tersebut. Laki-laki itu lebih mempererat pelukannya pada wanita dihadapannya. Kedua insan itu pun larut dalam pemikiran dan perasaan bahagianya masing-masing. Biarkan malam itu menjadi malam terbaik mereka. Malam terindah mereka.

 

FIN

 

P.S : untuk namsan tower dan ice skating grand hyatt aku cari-cari di google. maaf kalau tidak sesuai. Tata saeng, saengil chukkae!!

 

Advertisements

4 thoughts on “[Birthday Gift] Happy Birthday To You

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: