[Special Post] 7 Drabble “Much Love In December”

Untitledff_副本

Heyhoooooooooooooooooooo~~~

Annyeoooong!! ^^

kali ini aku bawa Special Post bertema “Much Love In December” yang aku buahkan (?) menjadi 7 cerita yang sangaaaaat pendek atau biasa kita tahu dengan drabble! Dan seperti biasa, FF Drabble ini murni hasil dari pemerahan (?) otak aku kkk~ so, peringatan besar besaran *diskonkali? DON’T PLAGIAT !!!! OKAAAY??!!!

.

.

.

kenapa 7 ??

Eum.. karena tanggal 7 bulan December ini aku rayain hari ulang tahun yang ke tujuh belas (17) ecieeee… sweet seventeen! haha XD

harusnya, drabble ini aku post tepat tanggal 7. tapi.. ternyata banyak kendala yang buat ff drable ini jadi delay~

tapi… berhubung ini masih bulan December dan ini masih bulan aku (?) kkk~ jadi.. ta-daaaaa~ aku post deh! wakaka

jangan kecewa sama alur, cerita, konflik  de el el nya yach??? ini cuman rangkaian bagaimana aku menggambarkan cinta itu seperti apa :” so berarti, ini murni penggambaran aku :”

Cinta itu ga selalu indah bukan? so.. this theme is really suit for thoose 7 Drabble “Much Love In December”

HAPPY READIIIIING~ ^^ 

Story 1 

Aku jatuh cinta. Pada seseorang yang hanya bisa kugapai punggungnya.

Mungkin kalimat itu tepat untuk diriku, aku tak ada bedanya dengan pungguk merindukan bulan.

Kami bagaikan langit dan bumi, yang tidak akan pernah bisa menyatu.

Dia, dia adalah langitnya. Langit yang terbentuk sempurna dengan semua ukiran ukiran indah di tas sana. Awan dan matahari yang menemaninya saat siang. Dan juga bulan serta bintang yang menyelimutinya saat malam.

Aku. Aku adalah buminya. Dengan segala macam bentuk kekuarangan yang aku sendiri sadar akan hal itu. Bumi yang di dalamnya ditempati oleh lautan kehidupan yang keras dan berbahaya.

Terkadang, bumi membutuhkan hujan dari langit. Hujan yang bisa memberikan ketenangan dan menghapus segala macam bentuk permasalahan yang ada. Memberikan kesan terlindungi dan menghangatkan dalam sekaligus.

Hari ini tanggal 07 di bulan Desember. Dan aku sebenarnya tidak tahu apa tindakanku benar atau salah. Yang kutahu kini aku sedang duduk bersama ratusan tamu undangan lainnya dan mendengarnya bicara.

“I Do”

Ku tahan mati matian air mata yang ingin keluar begitu saja. Saat mendengar Cho Kyuhyun akhirnya mengucapkan kalimat itu. Membuatku ingin mati saat melihatnya mencium gadis dihadapannya. Gadis yang berbalut gaun pengantin itu memang terlihat serasi dengannya.

Kurasa, ini adalah kado paling menyakitkan yang pernah aku dapat selama aku hidup. Meskipun pagi ini pun dia masih sempat mengucapakan ‘Park Hyuna.. saengil chukkae’ dengan nada khasnya yang ia khususkan hanya untukku . Tapi semua itu tidak bisa menghapus kenyataan bahwa kini, dia telah menjadi hak orang lain

Aku memutuskan untuk melangkah pergi dari tempat terkutuk ini. Ternyata keputusanku untuk datang kesini salah. Salah besar.

Embel embel persahabatan yang melekat antara aku dan Kyuhyun sejak kecil benar benar tidak bisa menghapus perasaanku padanya. Bahkan untuk merelakannya bersama orang lain pun aku sulit. Namun semuanya telah terjadi. Yang aku harapkan kini adalah pria itu bahagia dengan hidupnya. Karena melihatnya bahagia adalah perioritas utamaku.

—–

.

.

.

Story 2 

Aku melihatnya masuk dengan wajah berseri seri. Aku yang masih terlampau lemah ikut tersenyum melihat ekspressinya yang benar benar menunjukkan bahwa dia sangat bahagia.

Dia berdiri disampingku, mengusap keningku lalu mengecupnya. Aku tahu, aku tahu dia sangat bahagia. Sama sepertiku.

gomawo.. gomawo telah mencintaiku sebesar ini. Gomawo telah memperjuangkan malaikat kecil kita hingga akhirnya ia hadir disini. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu”

Dia terus mengucapkan itu, membuat aku menangis haru. Ya Tuhan terimakasih atas semua karunia yang kau turunkan untukku ini. Aku benar benar mencintainya, sangat sangat mencintainya

Nado Kyuhyun~ah.. nado “ balasku

Pria yang berstatus suamiku itu mengecup kilas bibirku. Membuat aku tersenyum dibalik tangis haruku. Perjuanganku selama 4 jam di ruang operasi tidak sia sia. Malakat kecil kami yang sudah berada dalam ranjang bayi disampingku ini nampak tertidur dengan pulas. Memperlihatkan bahwa dia baik baik saja di dunia barunya. Dunia yang akan dia jalani kelak.

Kyuhyun berjalan ke arah box bayi itu. Di didepanya terpampang dengan jelas kapan dia lahir. 07 Desember 2013. Entah apa yang direncanakan Tuhan, sehingga malaikat kecilku itu sengaja ia hadirkan tepat di hari ulang tahunku. Ya Tuhan.. ini kado terindah, kado yang tidak akan pernah aku lupakan dalam hidupku.

“Kyu, kita beri nama siapa dia?” tanyaku. Kyuhyun masih terus menatap putrinya dengan berbinar. Dia lalu menggendongnya yang sedang tidur, mengusap lembut pipinya lalu mengecupnya singkat.

“Cho Hyunra. Namanya Cho Hyunra”

—–

.

.

.

Story 3 

Sapuan ombak terdengar begitu jelas ditelingaku. Angin malam yang begitu dingin ini tak membuatku merasa mengigil. Malah, aku semakin gencar untuk menikmati seluk beluk pantai yang menjadi pijakanku kini.

Ku hirup lagi aroma khas pantai yang tercium saat ini. Benar benar membuatku merasa tenang.

‘Saengil Chukkae Hamnida.. Saengil Chukkae Hmnida..

Saranghaneun uri Hyuna.. Saengil Chukkae Hamnida..’

Kutolehkan kepalaku kebelakang dan mendapati dirinya disana. Menggengam sebuah cake berukuran sedang yang dihiasi oleh banyak sekali lilin. Ya Tuhan.. ini tanggal 07 di bulan Desember! Kenapa aku lupa kalau ini hari ulang tahunku??

“K-kyuhyun~ah” ucapku seolah tak percaya.

Dia hanya pamit padaku sepuluh menit yang lalu dan mengatakan ingin mencari minum. Kebetulan kami sedang berlibur di pulau Jeju dan malam ini kami menikmati suasana pantai. Tapi kini, dia kembali dengan balutan tuxedo hitam yang pas melekat di tubuhnya. Dengan sebuah cake istimewa yang aku yakini untuk ku. Kado terindahku sepanjang masa. Terimaksih Tuhan..

“kenapa hanya diam? Make a wish” suruhnya. Aku mengangguk. Kuhapus kilat air mata yang sempat membasahi pipiku lalu memejamkan mata. Mulai memanjatkan doa kepada Tuhan yang telah memberiku banyak sekali kebahagian di dunia ini.

‘Tuhan.. terimakasih atas banyak kesempatan yang kau berikan kepadaku. Terimakasih karena telah membiarkan aku bernafas sampai detik ini. Terimakasih telah memberikan tambahan oxygen yang kau kirimkan dengan wujud Kyuhyun. Dan Tuhan.. aku mohon biarkan dia tetap disampingku, menemani hari hariku dan menjadi pasokan oxygen ku. Aku tidak mau jauh darinya Tuhan. Kabulkanlah doaku’

Aku membuka mataku lalu meniup lilin itu. Membuat Kyuhyun tersenyum lantas mengusap pipiku lembut.

“Laut tidak pernah meninggalkan pantai. Bulan tidak pernah meninggalkan bumi, bintang tidak pernah meninggalkan langit. Dan aku.. Cho Kyuhyun.. tidak akan pernan meninggalkan Park Hyuna. Tidak sekalipun”

Ucapannya yang bagai sihir segera menghipnotisku untuk menghambur ke pelukannya. Kyuhyun seperti tahu apa doa yang kupanjatkan tadi sehingga dia berkata seperti itu. Ya Tuhan.. abadikanlah aku bersama nya. Orang yang paling aku cintai . Cho Kyuhyun.. aku mencintaimu.

—–

.

.

.

Story 4

Kehidupan rumah tanggaku bersama seorang Cho Kyuhyun dianggap sebagian orang sempurna. Wajah tampan, berwibawa dan menyandang gelar sebagai direktur utama perushaan terkemuka Cho Corp. Siapa yang tidak iri padaku?

Tapi siapa sangka. Dibalik itu semua, kehidupan kami jauh dari kata sempurna. Dia, tidak pernah menganggapku ada. Tidak pernah melihatku sebagai seorang istri. Yang dia lakukan tiap malam hanya pulang larut dalam keadaan mabuk. Atau sesekali, membawa wanita wanita jalang itu untuk masuk kerumah kami. Semua fakta itu semakin membuatku sesak. Aku sungguh tidak tahan dengan pernikahan ini.

Kami menikah atas dasar perjodohan. Dan aku tahu Kyuhyun tidak suka dengan pernikahan ini. Beda denganku, awalnya aku menolak. Namun, setelah hidup kurang lebih setahun dengannya rasa cinta itu mulai tumbuh. Meski sikapnya yang diluar batas kewajaran itu terus ia keluarkan.

Kini, aku berada di sampingnya. Duduk manis dan menatap ke luar jendela mobil. Kami baru pulang dari kediaman Cho. Makan malam keluarga yang diadakan sebulan sekali.

Nado saranghae. Tidur yang nyenyak sayang~”

Kuusap dadaku yang terasa nyeri saat ini. Lihatkan? Dia bahkan terang terangan berbicara mesra di telepon di hadapanku.

“siapa?” tanyaku parau. Entah apa yang ada diotakku saat ini

“Hara” jawabnya acuh

“pacarmu yang keberapa?”

“bukan urusanmu!” katanya lagi. Aku terdiam. Pipiku terasa hangat oleh air mataku yang mulai mengalir. Sakit sekali rasanya.

“Kyu.. bisakah kau.. melihatku sekali saja?” ucapku tiba tiba. Membuat dia terkejut, kurasa

“kita sudah membahas ini berulang ulang. Aku tidak mau mendengarnya lagi”

“tapi aku istrimu Kyu! Aku istrimu!!” bentakku. Kyuhyun tersentak melihatku berteriak tiba tiba padanya. Aku pun sama. Tidak mengerti jalan pikirku

“Aku tidak pernah mengharapkanmu menjadi istriku! Kau sendiri yang mau masuk dalam permainan ini kan? Jadi nikmati saja!” katanya tak mau kalah

“Arra.. arra.. jika boleh jujur, aku sudah tidak sanggup. Sekarang apa maumu? Aku akan menurutinya” Kyuhyun mendengus mendengar pertanyaanku, baiklah.. sekarang mungkin memang waktunya

“Pergi dari hidupku, jangan pernah kembali” katanya dingin, membuatku membeku sejenak sebelum akhirnya menjawab “Baiklah, jika itu maumu”

***

Ku rapatkan mantelku saat keluar dari gedung pengadilan ini. Hawa dingin di bulan ini memang membuatku ingin berlama lama tinggal dirumah dan bergumul diatas kasurku yang nyaman itu.

07 December 2013. Tidak pernah terbayangkan olehku bahwa aku resmi bercerai dengan Cho Kyuhyun tepat di hari ulang tahunku. Miris bukan?

Aku melangkah menuju parkiran mobil. Namun seseorang menahan pundakku membuat aku menoleh.

“Cho Kyuhyun”

“hiduplah dengan baik. maaf jika selama ini aku terlalu banyak menyakitimu, Park Hyuna” katanya sembari tersenyum. Aku ikut tersenyum, kuharap aku tidak melakukan hal yang salah

“Kau juga” kataku. Dia berbalik dan ingin pergi, namun kutahan pergelangan tangannya

“Kyu, ingatlah satu hal. Cinta itu bukan hanya apa yang sekarang kita miliki, tapi cinta itu apa yag bisa kita berikan pada orang yang kita cinta”

“Selamat tinggal. Sampai bertemu di lain kesempatan”

Dan aku pun berbalik. Mulai melangkah dan menyusun berbagai rencana untuk masa depanku tanpa seorang Cho Kyuhyun.

—–

.

.

.

Story 5

Aku duduk di sudut coffe shop ini lagi dan lagi. Ini sudah kunjungan ku yang ke… 30 mungkin. Lebih tepatnya, sudah sebulan aku selalu mengunjungi tempat ini.

Jika kalian bertanya apa yang aku lakukan? Aku duduk disini ditemani secangkir coffe latte lengkap dengan sebuah buku gambar A4 dan alat alat menggambar lainnya.

Kalian bertanya lagi, siapa yang menjadi objek lukisku? Jawabannya adalah, pria itu.

Pria yang selalu berada di belakang meja kasir dan menatap ramah seluruh pengunjung caffe ini. Senyumnya yang menghipnotisku sejak pertama kali itu bagaikan candu yang harus kulihat setiap hari. Tubuh tegap sempurnanya selalu terlihat ketika dia memakai kemeja. Dan itu hal yang paling aku suka.

Namanya Cho Kyuhyun, pemilik Kona Beans tempatku berada kini. Pria itu, entah apa yang ada pada dirinya sehingga membuatku jatuh terlalu jauh untuknya.

Aku menghela nafasku saat melihat halaman terakhir buku gambarku telah habis. Aku sudah menghabiskan kurang lebih 3 buku gambar bulan ini dan di dalam sana penuh dengan lukisannya. Heum.. sepertinya cukup untuk hari ini. Aku memutuskan untuk pulang dan kembali lagi besok dengan membawa buku gambar yang baru

***

Ini sudah pukul tujuh malam dan aku melangkahkan kakiku ke Kona Beans. Tidak biasanya jam segini aku baru datang.

Tadi siang, aku merayakan ulang tahunku bersama eomma dan appa. Jadi aku tidak sempat untuk berkunjung ke kedai ini. Dan beruntung, caffe ini buka hingga tengah malam jadi sekarang aku masih bisa melihatnya.

Aku mengernyitkan dahi saat tidak melihatnya di meja kasir. Tapi aku tetap memesan secangkir coffe latte dan duduk di tempat favoritku. Kuputuskan untuk menunggunya.

Ini sudah hampir jam sepuluh malam dan dia belum terlihat. Aku menghela nafasku, kecewa. Aku berharap bisa melihatnya lagi hari ini tapi yang kudapatkan malah sebaliknya.

Kubereskan barang barangku lalu melangkah keluar setelah sebelumnya membayar uang untuk pesanan secangkir coffe ku.

“Park Hyuna~ssi?”

Aku menoleh saat mendengar namaku dipanggil. Aku tersentak saat melihat siapa suara dibalik tubuhku beberapa saat lalu ini.

“N-ne?”

Dia tersenyum. Peria itu tersenyum. Manis, amat sangat manis.

“Aku Cho Kyuhyun. Senang bertemu denganmu”

Apa aku bermimpi? Dia mengenalku? Dia barusan menyapaku? Ya Tuhan.. inikah kado darimu di 7 Desember ini?

—–

.

.

.

Story 6

Aku menatap semua barang yang ada di depanku dengan mata berbinar. Ya Tuhan.. ini surga dunia untukku!!

Segera kuambil semua barang yang kuinginkan. Lalu aku membayarnya tak perduli berapapun yang harus kukeluarkan hanya demi membeli berbagai macam marchendise yang menurut teman temanku itu tidak berguna. Ck! Mereka saja yang tidak tahu!!

“ Kau gila Park Hyuna?! Kau menghabiskan uangmu hanya untuk membeli barang barang ini?” seru sahabatku, Hee Chan

“Ya! Biar saja, lagipula ini uangku sendiri. Aku sengaja menabungnya memang untuk hal hal seperti ini” kataku tak mau kalah

“Ck, aku kasihan padamu. Kau menggilai penyanyi Cho Kyuhyun itu sampai seperti ini. Bermanis manis di depan posternya. Mengirimnya hadiah dan membuat cake untuk hari ulang tahunnya yang ujung ujungnya kau makan sendiri. Sedangkan dia? Dia bahkan tidak mengnalmu, atau tahu namanu. Miris” kata Hee Chan lalu berjalan mendahuluiku.

Sesaat, aku terdiam. Benar apa yang dikatakan Hee Chan. Miris. Itulah yang bisa mendiskripsikan diriku. Tapi mau bagaimana? Aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan nya, Cho Kyuhyun!

“Ya! Tunggu aku” aku berlari mengejarnya dan kami berdua pulang bersama. Kebetulan, arah rumah kami sama. Dan tadi sepulang sekolah, aku mendapat info dari teman temanku jika sedang ada bazar marchendise Cho Kyuhyun, penyanyi solo terkenal yang saat ini banyak dipuja oleh gadis gadis sumuranku. Dan aku mengajak Hee Chan untuk menemeniku, eum.. menyeretnya lebih tepatnya.

***

7 December 2013. Kenapa tidak ada yang special di hari ini? Oh ayolah!! Hari ini ulang tahunku yang ke 17! Kenapa tidak ada yang memberi hadiah padaku? Atau paling tidak, sebuah ucapan.

Aku turun kelantai bawah. Appa dan eomma sedang pergi ke Jeju untuk urusan kantor. Benar benar ulang tahun yang menyebalkan!

Aku mengernyit saat melihat sebuah box besar diruang tamu. Apa itu? Siapa yang meletakkannya disana?

Dengan penuh rasa penasaran yang tinggi, aku mendekatinya. Ku gunting pita merah besar yang mengikatnya, lalu perlahan membuka kotak itu.

Aku hampir saja terjatuh kalau saja tidak segera berpegangan pada pinggiran sofa yang ada disampingku. Oh god!! Apa ini mimpi?? B-bagaimana bisa??

“Happy Sweet Seventeen Birthday, Park Hyuna” katanya. Ya Tuhan.. suaranya.. suaranya benar benar terasa nyata!

.

.

.

“C-cho Kyuhyun?” lirihku tak percaya.

Apa apaan ini? Bagaimana bisa dia berada dirumahku, dan.. berada dalam box?? Hei, apa ini sebuah kejutan.

Pria itu terenyum manis lalu mengambil gitarnya yang juga berada di dalam sana. Mulai bernyanyi lagu selamat ulang tahun dan membuatku terharu.

.

.

“Terimakasih.. ini kado yang paling indah untukku” kataku

“Aku mencintaimu Cho Kyuhyun oppa.. kau motivasiku” kataku secara gamblang. Darah seorang fangirl yang menyuruhku untuk mengatakannya.

Dia tersenyum dan mengangguk “bolehkan aku meminta sebuah kado?” tanyaku yang dijawabnya dengan anggukan

“bolehkan aku memelukmu?” tanyaku.

“kemarilah” dia merentangkan tangannya dan segera aku berhambur ke pelukannya. Ku hirup dalam aroma tubuhnya yang selama ini hanya ada dalam imajinasku.

“Hyuna~ya!! Saengil Chukkae!!” aku terpaksa melepaskan pelukan kami saat mendengar riuh suara dibelakangku. Aku mendapati eomma, appa dan juga sahabat sahabatku berdiri disana.

“Eomma!! Appa!!” teriakku lalu menghambur kepelukannya

“Kalian yang merencanakan ini, dan… mengundangnya?” tanyaku sambil menunjuk ke arah Kyuhyun

“Ya.. kau senang?” tanya appa

“sangat! terimakasih. Jeongmal saranghae~

Tuhan, ini kado terindah dalam hidupku. Terimakasih, aku sangat berterimakasih. I Love You God. And this beautiful gift will be on my mind forever.

—–

.

.

.

Story 7

Aku melihatnya melangkah masuk dengan wajah yang tertunduk. Segera aku berdiri lalu berjalan ke arahnya.

Dia tersenyum saat tahu aku sudah berdiri di depannya. Mengusap lengannya, lalu beralih ke wajahnya yang tampan. Namun terlihat gurat kekecewaan, sedih dan lelah yang menjadi satu.

Ku balas senyuman simpul itu dengan senyuman terbaikku. Mencoba membuatnya mengerti bahwa aku selalu berdiri disampingnya. Tak perduli dalam keadaan apapun itu, aku akan tetap disisinya. Kenapa? Sudah jelas, karena aku mencintainya, sangat mencintainya.

Mianhe~” ucapnya lirih

Gwenchana” balasku sambil mengelus permukaan pipinya yang kini terlihat tirus. Tidak seperti dia yang dulu, pria ceria yang memiliki pipi seperti bakpao. Chubby.

“Cha.. aku sudah menyiapkan air hangat. Bersihkan dirimu lalu kita makan bersama. Kau tampak pucat, sayang” lanjutku

“Arraseo” dan detik berikutnya dia berjalan ke kamar mandi

Ku hela nafasku yang terasa berat. Rasa sesak itu tiba tiba datang lagi saat melihatnya begini. Ku gerakkan tangan kiriku mengusap dadaku yang serasa bergemuruh memukul mukul jantungku yang membuat itu terasa sakit.

Apakah hidup denganku membuatmu sengsara? Jika tahu begini jadinya, lebih baik aku mengabaikan perkataanmu waktu itu dan pergi dari hidupmu. Aku benar benar sesak melihatmu seperti ini.

Mianhe.. Kyuhyun~ah” bersamaan dengan itu, air mataku meluncur deras.

Dia, pria itu, suamiku.. Cho Kyuhyun. Kami menikah dua bulan yang lalu. Dia adalah seorang pewaris tunggal Cho Corp, perusahaan tersukses di Korea. Namun semua itu musnah ketika dia memilih hidup denganku. Keluarganya yang menentang hubungan kami membuat pria berumur 26 tahun itu hengkang dari rumah nyamannya yang seperti istana itu. Dan lebih memilih tinggal di sebuah flat kecil bersamaku.

Setiap hari dia pulang larut dan dalam keadaan yang seperti itu. Dia mencari pekerjaan, namun belum satu perusahaan pun yang menerimanya. Padahal, dia cukup berpengalan berkecimpung dalamn dunia bisnis.

Jujur, aku tidak sanggup melihatnya begini. Namun, aku sudah berjanji padanya agar tidak pergi meninggalkannya apa pun yang terjadi.

Jika aku menuruti ego ku, aku ingin berlari sejauh mungkin meninggalkannya agar dia bisa diterima kembali di keluarga Cho dan tidak hidup luntang lantung seperti ini lagi. Kebahagiannya sungguh perioritas utamaku.

***

Ruangan gelap menyambutku ketika aku memasuki flat tempat kami tinggal. Aku mengerutkan dahiku, kemana Kyuhyun? baru ku tinggal membeli sesuatu di supermarket terdekat tapi dia sudah tidak ada? Ck.. apa dia tidak berfikir ini sudah malam. Dan dia pergi tidak memberitahuku?

Aku melangkah masuk dan mulai mencari saklar untuk menghidupkan lampu. Belum sempat kutemukan saklar itu, sepasang tangan yang sudah sangat ku hafal merengkuhku dalam hangat pelukannya. Aku sedikit terkejut karena tiba tiba medapat perlakuannya seperti ini. Benar benar Cho Kyuhyun! apa dia tidak tahu jika aku hanya punya 1 jantung. Tapi kenapa dia selalu melakukan perbuatan yang membuat jantungku sperti ingin lepas dari tempatnya?!

“Kyu~” lirihku. Aku mengigit bibir bawahku saat sadar hembusan nafasnya terasa menggelitik di leher bagian belakangku.

Saengil Chukkae.. Hyuna~ya” bisiknya lembut, lalu mengecup kilas pipiku dari belakang membuat aku tersenyum haru

“Kyuhyun~ah” lirihku

Sebuah sinar sedikit membuat mataku mengernyit. Namun, tidak lama. Aku kembali membuaka mataku dan melihat sebuah kalung dengan berhias bandul berbentuk bintang yang sangat berkilau disana. Membuat aku menutup mulutku sendiri seakan tak percaya

“Kyu..” ucapku tak percaya

“Happy Birthday., sayang” ucapnya yang masih ada dibelakangku

“aku tahu ini tidak seberapa, dan aku janji aku akan memberikanmu lebih dari ini. “

A-ani.. ani. Seharusnya kau tidak melakukan ini Kyu. Melihatmu berada di sisiku sudah menjadi kado terindah untukku” kataku bergetar, aku menangis. Ya aku menangis haru.

“Tidak. Aku hanya merasa ini sebuah kewajiban. aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Aku tahu, sebuah bukti cinta tidak harus diungkapkan dengan barang. Tapi, yang aku ingin sampaikan adalah usahanya. Usahaku untuk memberimu kalung ini karena aku mencintaimu. Cintaku yang teramat dalam benar benar membuat sarafku menuntun aku untuk berjuang demi melihatmu bahagia” aku semakin terisak dengan ucapannya, Cho Kyuhyun, aku benar benar beruntung mempunyai kau di sampingku

Gomawo.. saranghae Kyu. Jeongmal saranghae”Aku memutar tubuhku dan langsung memeluknya erat.

Hari ini hari ulang tahunku. 07 December 2013. Dan untuk kali pertama, aku merayakan ulang tahunku dengan seorang teman hidup yang sudah bersumpah di hadapan Tuhan untuk menemaniku selamanya, dalam suka maupun duka. Tuhan, terimakasih telah mengirimku kado berupa sosoknya ini. aku berjanji, aku akan menjaga kado terindahmu ini Tuhan. Karena aku.. mencintainya. Sangat mencintainya. Dan berikanlah kehidupan kami keberkahan yang berlimpah, berikanlah kehidupan kami segelintir kebahagiaan yang akan terus menyelimuti kami sampai nanti. Ini doaku, doaku yang benar benar aku harapkan.

—–

.

.

AND BECAUSE THIS POST IS TOO LATE, I HAVE SOME BONUS~ 3 FF ONESHOT!! KHAMSAHAMNIDAAAAA~ ^^ :* :3 ❤

Lovely Bird

One Reason

Good Teacher, Good Mother

Advertisements

10 thoughts on “[Special Post] 7 Drabble “Much Love In December”

Add yours

  1. keren :””)
    cerita ke6 rada kocak wkwkw mengingat aku pernah bilang kaya gitu ketemen aku thor wkwkw..
    cerita ke7 sedih campur bahagia hukss… thx thor udah kasih bonus ff one shoot. aku mau baca dulu sekarang. fighting thor!! ❤
    btw, Saengil Chukkae thor.. maaf walaupun udah telat banget hehe

  2. Wah wah wah
    Seru bgt nih, coba aja klau smua story-nya di jdiin oneshoot atau series, pasti lbh ‘WOW’ hehehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: