Last Beautiful Place [ Sequel of You Change My Life ]

pagenol_副本

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : Last Beautiful Place

Main Cast            : -Cho Kyuhyun – Park Hyun Ah

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Oneshot

Desclimer            : cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^

Happy Reading~ 

Before story :

“You Change My Life”

Recommendation Song :

SNSD – Time Machine

and the story begin . . . . .

Aku terduduk diam di dalam kamar ku yang selalu terasa nyaman walau ukurannya tak terlalu besar. Suara hujan yang tiba tiba terdengar membuat ku berjalan perlahan menghampiri jendela kecil disudut ruangan. Kuraba kaca itu, dingin.

Satu tetes air mata lagi lagi jatuh . membuat mataku semakin terasa perih dan membengkak. Masih kuingat jelas pertemuan kembali kami beberapa saat lalu.

Suara itu, bahkan masih terdengar jelas di telingaku. Tangan itu, bahkan masih sama hangatnya sejak terakhir kali aku menggenggamnya. Dan hanya mengingatnya saja, darahku terasa berdesir, jantungku bertalu talu, pikiranku kacau.

Aku menangis dalam diam. Ini terasa sangat sakit. Ya Tuhan.. kenapa rasanya sesakit ini. Aku bahkan sudah mencoba untuk melupakannya selama bertahun tahun ini. Belum sempat itu semua terlaksana, tapi dia kembali muncul dalam hidupku. Walaupun sebenarnya aku tahu, aku tidak akan sanggup melupakannya. Ya.. tidak akan pernah.

Hujan yang semakin deras membuat tangisanku pun semakin menjadi. Aku merosot jatuh dan terduduk di lantai kamarku yang dingin. Ku peluk kedua kakiku dan menyembunyikan kepalaku disana. Badanku bergetar hebat menandakan tangisanku belum berhenti.

Kuambil iPod putih yang kebetulan tergeletak tak jauh dari tempatku berada. berharap dengan mendengar musik bisa membuatku membaik.

“Alone in the room that is more spacious than usual

It’s over, guess it’s over

The story created by the two of us was also in vain

I can’t believe it could crumble so easily”


lagu ballad itu mulai mengalun indah di telingaku. Aku menggigit bibir bawahku hanya untuk sekedar menahan diriku yang ingin berteriak. Tidak, ini bukannya membaik. Ini sama sekali tidak membantuku !

“One mistake, got a one regret

Nobody is perfect

Even now, I still love you selfishly”

 

Benar.. aku menyesal. Ya! Aku menyesal. Kesalahan yang kuperbuat benar benar menimbulkan penyesalan yang sialnya harus ku rasakan selama ini. Tapi bukannya tidak ada yang sempurna didunia ini? Jika begitu, aku masih bisa memperbaikinya kan? Dan bohong jika aku bilang aku tidak mencintainya.bahkan usahaku selama ini untuk melupakannya terasa begitu sia sia. Karena sampai sekarang pun aku masih menyimpan erat namanya di hatiku.

“Time slows to a crawl when I’m by myself

The punishment for my mistake is severe”

 

Aku sakit! Sangat sakit. Aku tahu, ini adalah hukuman yang harus ku jalani karena perbuatanku sendiri. Tidak adakah jalan lain untuk menyembuhkan rasa sakit ini?

“Hyuna~ya ! buka pintunya! Eomma mohon!”

Ku usap lagi air mata yang dengan lancangnya terus terusan mengalir. Tanganku bergerak perlahan menyentuh dadaku yang terasa begitu sesak. Memukulnya pelan berharap sedikit lebih baik. Kenapa masih terasa sakit Ya Tuhan? Bisakah kau menyembuhkannya?

‘BRAAAK’

Ku rasakan eomma berjalan masuk dengan tergesa. Tak kusangka kekhawatirannya padaku bisa membuatnya menjadi seorang ‘wonder woman’ yang mampu mendobrak pintu kamar itu.

“sayang~” lirihnya sambil mengusap wajahku yang sudah basah dengan air mata

“eomma.. eotthokkae? Naneun eotthokkae? Appo eomma.. appo” ku peluk tubuh di depan ku itu dengan erat. Mencoba mencari cara lain agar rasa sakit ini menghilang

Eomma menangis, aku tahu itu. Diusapnya lembut punggungku mencoba membuatku merasa tenang.

“Aku mencintainya eomma, sangat”

“a-aku mencintainya..”

“Sakit eomma, i-ini sakit. A-ku harus bagaimana?”

Musik ballad itu masih terus mengalun indah di telingaku, lebih membuatku mengerti tentang kesalahan ku di masa lalu yang berujung penyesalan.

“Right now, if I could ride a time machine

and go to meet you

I wouldn’t wish for anything else

Before the memories become distant and fleeting…

I need a time machine”

Ya! Aku butuh mesin waktu. Aku membutuhkan benda itu untuk menemuinya. Aku bersumpah tidak ada hal lain lagi yang kuinginkan saat ini selain berlari memeluknya dengan erat dan mempertahankannya disiku.kembali ke masa lalu dan tidak akan dengan bodohnya membuat diriku menjalani penyesalan yang sangat amat ini. Tapi .. mesin waktu? Adakah itu?

“Temui dia sayang, temui dia”

“a-aku.. aku tidak bisa eomma. Aku takut”

“apa kau akan mengulangi kesalahanmu untuk yang kedua kalinya heum?”

Aku terdiam, benar kata eomma. Aku tidak mau mengulangi kesalahan itu lagi. Tidak akan pernah. Tapi apakah aku mampu?

“e-eomma.. a-aku?”

“temui dia, sayang”

If I’m able to meet you passing through time and space

Even if it’s heading to

The same conclusion, I’m sure

There won’t be any regrets remaining

Benar! Tidak akan ada penyesalan yang tersisa. Satu satunya penyesalan adalah jika aku mengulangi kesalahanku yang sama dua kali.

Ku hapus pelan air mataku dan mengangguk yakin. Ya, aku yakin aku mengambil keputusan yang benar. Aku yakin itu.

“dia masih dibawah dan eomma yakin dia sudah basah kuyup tersiram hujan sedari tadi”

“MWO?”

Aku mengambil tongkatku secepat kilat dan mulai berjalan dengan tergesa. Tak kuperdulikan beberapa barang yang kutabrak menimbulkan sakit di beberapa bagian tubuhku. Eomma bermaksud membantu tapi aku tolak. Aku ingin melakukannya sendiri, yah.. inilah mesin waktuku. Aku tidak akan bertindak bodoh lagi kali ini.

Jantungku beratalu talu mengiringi langkah tak teraturku ke luar sana. Sesekali ku hapus air mataku yang masih mengalir.

‘KLING KLING’

Suara lonceng dari pintu masuk itu terdengar saat aku membukanya. Tak kuhiraukan tetesan air hujan yang mulai menyiram tubuhku. Membuatku basah kuyup dan kedinginan.

“Hyuna~ya” suara itu menyapaku. Aku tahu dia di depanku. Aku menangis, tubuhku sedikit bergetar.

Aku berlari menghampirinya, dan hampir saja terjatuh kalau saja dia tidak menangkapku.

‘GREEEP’

Aku memeluknya, ya aku memeluknya. Kutumpahkan segala rasa rindu dan sakit yang selama ini kurasakan. Ku erat tubuh itu dalam jangkaunanku.

“A-aku mencintaimu.. Aku mencintaimu Cho Kyuhyun ! aku mencintaimu!” teriakku dipelukannya. Kurasakan dia tersenyum dan membalas pelukanku. Hangat, sangat hangat. Rasa dingin dari air hujan itu benar benar tak terasa sama sekali.

“Aku tahu..” jawabnya

“M-maaf. Maaf”lirihku

“Mulai sekarang tetap berdiri di sisiku dan menghabiskan seluruh sisa hidupmu bersamaku. Dengan cara itu aku akan memaafkanmu, Park Hyun Ah”

Aku mengangguk mantap dan air mataku makin menjadi. Tapi aku tahu, air mata itu kini berubah menjadi air mata kebahagiaan.

-o0o-

Ku pejamkan mataku sejenak dan kueratkan pelukanku ditubuhnya. Menghirup feromon tubuhnya yang masih terasa sama sejak 3 tahun lalu. Detak jantungnya yang bertalu talu dapat kudengar dengan jelas. Sama sepertiku.

Ku telusupkan kepalaku diantara lehernya yang nyaman. Ya, ini dia.. priaku, Cho Kyuhyun-ku.

Kurasakan jari jari panjangnya menyisir pelan rambutku. Lalu berpindah tempat mengusap permukaan wajahku. Telunjuknya menari nari di dahiku, kedua mataku, hidungku hingga sampai dibibirku.

“Oppa” aku membuka suaraku

“heum?”

“apa kau mencintaiku?” aktifitas jarinya terhenti saat aku mulai bertanya.

“Tentu saja. Jika tidak, untuk apa aku mencarimu selama tiga tahun ini. Kau tidak tahu apa, aku sudah seperti orang gila mencarimu kemana mana. Pagi , siang, malam.. dan aku hampir frustasi waktu itu. Hingga aku mendapat kabar dari detektif yang disewa Donghae hyung”

Aku tersenyum, tidak menyangka dia mencintaiku begitu dalam. Mencariku kemana mana. Argh~ aku merasa bersalah lagi sekarang.

“aku juga mencintaimu” balasku

“Bohong.. kau bilang mencintaiku. Tapi tega teganya membuat aku seperti mayat hidup karena kehilanganmu”

“sebagian tubuhku ada padamu oppa. Jadi meskipun aku jauh setidaknya masih ada bagian tubuku yang bersamamu”

“Aku tahu. Dan.. terimakasih telah memberikan matamu untukku.aku menjaganya dengan baik selama ini”

“itu memang sudah seharusnya” aku terkekeh kecil saat dia menyentil pelan dahiku

“Bagaimana rasanya kembali melihat dunia?” tanyaku

“tidak begitu menyenangkan. Karena yang kuarapkan menjadi orang pertama saat aku bisa melihat tidak ada disampingku”

“Mian” lirihku

“Gwenchana. Yang terpenting aku bisa melihatmu sekarang. Dari dulu, aku selalu membayangkan bisa melihatmu.mendekapmu erat seperti ini, menelusuri wajah ruupawanmu. Dan tak kusangka, gadisku memang sangat cantik”

Aku tersenyu malu mendengar pujiannya. Dan kurasakan wajahku memanas. Oh SHIT! Aku tau kini pipiku memerah. Dan benar saja, Kyuhyun hanya tertawa kecil melihatnya

“besok, kita ke Seoul”

Ucapan tiba tiba nya barusa membuatku sedikit terkejut. Seoul?

“O-oppa, kau bercanda? Untuk apa?”

“Operasi. Kau fikir aku menemuimu tanpa persiapan. Sudah ada donor mata yang cocok untukmu. Dan aku sudah menyiapkannya semenjak aku tahu mata yang ada padaku adalah matamu”

“T-tapi eomma?”

“Aku sudah bilang pada ibumu dan beliau setuju. Tenang saja, dia bahkan mempercayakanmu padaku”

“Hmm? Pede sekali kau oppa”

“eish, kalau tidak kenapa juga eommamu mengijinkan aku tidur di kamarmu seperti sekarang ini eoh?”

Aku hanya mengangguk anggunk mengerti. Benar juga sih, untuk apa eomma mengijinkan Kyuhyun tidur dikamarku kalau dia tidak percaya padanya?

-o0o-

Suara detak jarum jam yang perlahan mengantaranku ke dunia yang baru itu terasa sangat dominan terdengar di kedua telingaku. Perlahan tapi pasti, benda putih yang membalut mataku selama hampir satu minggu itu terasa menipis. Han uisa masih dengan telaten membuka perban mataku setelah operasi mata yang kujalani beberapa waktu lalu.

Aku menggenggam erat kedua tanganku. Merasakan jantungku yang ternyata bertalu talu saat ini. Bagaimana hasilnya? Apa aku akan bisa melihat kembali? Dan apakah orang yang kuharapkan dapat kulihat pertama kali ada disini? Karena dari kemarin, aku belum mencium gerak gerik kehadirannya.

Sedikit kecewa sebenarnya, tapi rindu lebih mendominasi. Sejak kemarin aku belum bertemu dengannya. Dan hanya ditemani oleh Donghae. Menurut ceritanya, Kyuhyun sedang ada pekerjaan yang benar benar tidak bisa ditinggal.

“Hyuna~ssi, coba buka matamu. Tapi ingat, dengan sangat perlahan”

Aku mengangguk mengerti saat Han uisa mulai berbicara padaku. Ini dia, ini saatnya. Ya Tuhaaan, aku mohon lancarkan semuanya. Dan berikan hasil yang terbaik. Doaku dalam hati

Kugerakan kelopak mataku secara perlahan. Seperti tirai yang menutup, kelopak itu perlahan lahan terbuka dan aku bisa merasakan sedikit cahaya yang masuk. Hmm, apa ini? Aku sudah bisa melihat?

Mataku terasa kabur tiba tiba. Dengan cepat kututup lagi kelopak mataku karena bias yang tiba tiba menyerang membuat mataku sedikit nyeri.

“Tidak apa apa. Ayo coba lagi” titah Han Uisa

Ku lakukan seperti perintahnya. Mulai membuka mataku lagi. Samar samar, aku dapat melihat siluet orang di depanku. Kutajamkan lagi pengelihatanku. Lalu kucoba mengedipkannya beberapa kali.

Sesosok tubuh jakung berdiri kokoh didepanku. Aku tersenyum, aku bisa melihat sekarang! Ya aku bisa melihat.

Ku coba telusuri lagi apa yang sedang kulihat. Celana jeans hitam, lalu merambah naik dan terlihat kaos hitam bergaris putih yang dikenakannya. Dan ketika sampai tepat di wajahnya, aku membeku.

Aku.. aku tahu dia siapa. Sosok orang yang 3 tahun lalu bisa kulihat dengan jelas. Sosok orang yang benar benar kuharapkan menjadi orang pertama saat aku bisa melihat lagi. Ya, Cho Kyuhyun!

Ku tatap wajahnya yang terlihat harap harap cemas. Sepertinya dia belum tahu jika sekarang aku sudah membeku karena bisa melihatnya lagi. Ya Tuhan, aku benar benar merindukan pria ini. Sungguh.

Setets air mata bahagia kurasakan jatuh. Membuat Kyuhyun yang kurasa melihatnya menjadi panik. Dia menatap bingung Han uisa dan mencoba bertanya ‘ada apa dengannya? Apa operasinya gagal? Kenapa dia menangis?’ katanya tanpa suara yang bisa kulihat dengan jelas. Aku tersenyum melihatnya. Aku tahu, dia sedang mati matian menahan suaranya agar mengira aku tidak tahu keberadaanya. Padahal aku bisa melihat jelas bagaimana dirinya yang sekarang.

“Oppa.. kenapa kau terlihat lebih kurus sekarang? pasti kau sering malas makan. Hmmm.. benar benar ya. Cho Kyuhyun tidak pernah bisa berubah”

Kulihat ekspressinya yang tampak terkejut. Mulutnya sedikit terbuka dan matanya mengerjap beberapa kali. Aku tersenyum ringan melihatnya.

Kutolehkan kepalaku kesamping, membiarkan Kyuhyun benar benar bisa menguasai pikirannya dulu.

Aku mendapati Donghae yang juga menatapku dengan harap harap cemas

“Aigoo, Donghae oppa. Ternyata setelah 3 tahun tidak bertemu, kau jadi terlihat semakin tampan”

Donghae mengerjap. Reaksinya tak beda jauh dari Kyuhyun.

Kutolehkan lagi kepalaku ke samping kiri. Medapatin seorang pria paruh baya dengan jubah serba putih yang tersenyum kearahku. Disampingnya, seorang suster dengan alat alat rumah sakit yang dipegangnya juga tersenyum ke arahku

“Uisanim, terimakasih banyak atas bantuanmu” kataku

“berterimakasihlah pada Tuhan, aku hanya perantara. Dan Hyuna~ssi. Kuucapkan selamat. Sekarang kau bisa melihat dunia ini lagi. Kau senang bukan?”

“Ne. Tentu saja uisanim”

“Baiklah kalau begitu. Besok kau baru boleh pulang dari rumah sakit. Sekarang saya permisi dulu. Oh iya.. bagaimana dengan..” Han uisa menggantungkan kalimatnya dan menunjuk Kyuhyun juga Donghae yang masih aja diam mematung. Ya ampuuuun, ada apa dengan mereka berdua??

“ah.. biar saja uisanim. Sebentar lagi mereka akan membaik”

“oh, baiklah”

Sepeninggal uisanim, aku kembali menatap kedua pria itu. Dengan perlahan, kuinjakkan kakiku menyentuh lantai yang terasa dingin. Berjalan dengan langkah ringan menuju Kyuhyun yang masih terpaku.

“Annyeong~” sapaku

Ku gerakkan tanganku menyentuh pipinya. Kutelesuri ukiran seni hidup yang terpampang nyata di depanku ini dengan penuh hikmat. Aku benar benar merindukannya, sangat sangat sangat merindukannya.

‘CHU~’

Ku kecup kilas bibirnya dan lagi lagi tersenyum saat mengetahui dia semakin menegang. Dasar Cho Kyuhyun!

“Y-ya Ya! Park Hyun Ah! K-kau?!”

Aku menoleh e arah Donghae yang kuyakini sudah sadar dari ‘alam bawah sadar sesaatnya’ dan kini menunjukku dengan jari telunjuknya

“Hi oppa. Apa kabar? Heumm.. kemeja hijau itu terlihat aneh kau kenakan” gurauku

“Ya! Apa kau bilang? Aneh?! Ini pemberian dari gadisku tahu!” kesalnya

“E-eh, t-tunggu. Kau bisa melihat ini? K-kau bisa melihat sekarang? Jinjjayo??”

Aku mengangguk mantap sebagai jawaban atas pertanyaannya. Dia berlonjak senang dan buru buru mengeluarkan ponselnya

“aku akan memberitahu ibumu kalau begitu!” katanya seraya berlari keluar ruangan.

Kubalikkan lagi badanku menatap wajah bodoh pria di depanku ini. Kini hanya ada aku dan dia diruangan ini

“Cho Kyuhyun~” lirihku

“H-Hyuna~ya.. K-kau, kau?”

“Ne?”

“K-kau bisa melihatku? Kau benar benar bisa melihatku?”

“Tentu saja. Heum.. apa kau mengganti gaya rambutmu oppa? Itu sangat terlihat berbeda dari terakhir kali aku melihatmu”

“K-kau?”

Perlahan tapi pasti, senyum nya yang sedari tadi kutunggu benar benar mengembang sekarang. Tanganya bergerak menyentuh kedua sisi pundakku dan matanya menatapku dengan sorot yang berbinar binar terang.

“Park Hyun Ah!!”

Serunya lalu menarikku kepelukannya. Dia memelukku sangat erat dan sedikit mengangkatku lalu berputar putar.

“Ya!! Turunkan aku” seruku. Sungguh, aku ini baru sembuh. Bisakah dia tidak bertindak kekanak kanakan seperti itu?

“Kau sembuh ! kau sembuh!!” ucapnya riang dan secara tidak langsung membuatku kembali tersenyum

-o0o-

Aku menarik kedua sudut bibirku keatas sehingga membentuk sebuah senyum indah entah untuk yang keberapa kalinya hari ini. Kuedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan yang tengah kupijak kini. Tidak banyak berubah, hanya bertambah luas dan elegant.

Pelukan hangat dari seseorang yang kukenali sebagai Cho Kyuhyun itu kembali menyeruak kedalam tubuhku. Membuatku sedikit terkejut atas tindakannya yang tiba tiba itu lagi.

“Oppa.. kau mengagetkanku”

Dia tak merespon ucapanku, lantas meletakkan dagunya di atas pundakku. Memejamkan matanya dan aku tahu kini dia sedang tersenyum.

“Kedai ini tak banyak berubah” kataku seraya menatap wajahnya yang tepat berada disampingku. Lalu memeluk tangannya yang melingkar di perutku

“Tentu. Aku ingin menyimpan semua kenangan tentang kau dan aku dahulu”

Aku tersenyum. Benar benar tak bisa mendeskripsikan perasaanku sekarang ini. Yang jelas hanya satu point yang kutahu. Aku benar benar bahagia!

“Kau ingat? Dulu, kau selalu datang pada jam makan siang dan duduk disana” dia menunjuk satu meja pelanggan yang berada di pojok ruangan dengan telunjuknya

“dan selalu memperhatikanku yang berdiri di meja kasir, disana” katanya lagi sambil menunjuk meja kasir yang sepertinya juga letaknya belum berubah

Aku tersenyum kecil. Ternyata dia benar benar pengingat yang baik.

“pede sekali, siapa juga yang selalu memperhatikanmu Tuan Cho?”

“jangan mengelak. Donghae hyung selalu memberitahukannya padaku. Heum, gadisku memang benar benar menggilaiku ternyata” kekehnya. Tak sadarkah dia kata katanya barusan benar benar membuatku malu dan aku yakin wajahku sudah merah semerah tomat sekarang.

Aku merasa bodoh setiap kali mengingat masa lalu. Masa dimana aku meninggalkannya dan membuat diriku maupun dia menderita. Kenyataannya, dia mau menerimaku apa adanya. Lalu apa sebenarnya yang ku khawatirkan heum?

“Istirahatlah. Aku benar benar tidak mau gadisku kelelahan. Lagipula kau baru sembuh” dia melepasan pelukannya dan memutar tubuhku berbalik menghadap tubuh tegapnya

“Aku sudah menyiapkan kamar untukmu diatas. Kajja”

Aku mengangguk sembari tersenyum. Dia menggandeng tanganku dan menuntunku masuk kekamar yang ‘katanya’ sudah disiapkan untukku.

Untuk sementara waktu, aku akan tinggal bersama Kyuhyun dan Donghae di sini. Ingat? Kedai mie yang menjadi saksi pertama aku mulai mencintai Kyu? Nah, disinilah aku tinggal sekarang.

Pria di depanku ini membuka satu ruangan yang benar benar membuatku merasa cengo. Hei, aku hanya akan tinggal sementara disini. Bukan selamanya. Tapi kenapa rasanya kamar ini terlalu penuh dengan barang barangku? Darimana dia mendapatkan ini semua?

“O-oppa, kenapa barang barangku bisa ada disini?”

“kemarin, Donghae hyung kuminta untuk mengambil barang barangmu di Busan. Aku takut kau kekurangan sesuatu. Sebenarnya, aku juga menyuruhnya membawa serta ibumu. Tapi, beliau menolak dan malah menitipkanmu padaku”

Apa? Ekstrim sekali tindakannya? Membawa semua barang barang ku dari tempatnya TANPA sepengetahuan pemiliknya?

Dan apa tadi katanya? Eomma menitipkan ku ?

“me-menitipkan?”

“Kau jangan berfikir macam macam. Yang beliau maksud, aku harus selalu menjagamu dan mengawasimu selama kau ada disini. Intinya kau adalah tanggung jawabku sekarang”

Aku mengangguk mengerti, syukurlah. Ku kira eomma berniat menyuruhnya untuk menikahiku. Eh! Berfikir apa aku ini?!

“sebenarnya, tanpa eommamu meminta seperti itu aku selalu bersedia menjadikanmu tanggung jawabku. Bahkan bukan hanya saat kau disini. Dimanapun ! aku pasti menjagamu. Karena kau berlianku yang paling berharga”

Blush~~~ woah! Aku butuh sesuatu yang bisa menghilangkan rona merah di pipiku yang kuyakini muncul lagi sekarang. Ya! Berikan aku sesuatu !

Kyuhyun tersenyum kecil. Lantas mengusap lembut kedua pipiku dengan tangan halusnya. Membuat diriku makin menegang saat kulit kami bersentuhan.

Dan bodohnya aku tidak bisa melakukan apa apa ketika tahu wajahnya semakin mendekat.  Aroma mint yang menguar dari tubuhnya kini semakin tajam tercium. Dan deru nafasnya yang teratur benar benar menerpa kulit wajahku sekarang. Ya Tuhan! Aku harus bagaimana sekarang?

Aku mengerjap saat merasakan bibirnya benar benar menyentuh bibirku. Ya ! Cho Kyuhyun menciumku.

Tanganku bergerak sedikit menahan dada bidangnya saat kurasakan dia semakin memangkas habis jarak diantara kami. Tanganya menarik pinggangku mendekat dan mengunciku dalam tubuh hangatnya.

Aku benar benar bodoh karena terlalu gampang  masuk dalam permainannya. Memejamkan mata dan kini mulai membalas setiap lumatan yang dia berikan padaku.

Tanganku bergerak ke atas dan kini melingkar di lehernya. Ciuaman Kyuhyun kurasa lebih menuntut sekarang. Dia bahkan beberapa kali menggerakkan kepalanya ke kiri dan kekanan mencari celah agar oksigen tetap bisa masuk dan membantu pernapasan kami.

Aku merasakan dia menarik bibirnya menjauh. Aku membuka mataku yang tadi sempat terpejam. Kulihat raut wajahnya yang benar benar gembira. Aku tahu itu . aku juga sama sepertinya. Mengetahui seseorang yang kucintai baik baik saja dan terlebih, orang itu kini ada di depanku.

“istirahatlah. Aku bersumpah kau tidak akan tidur sampai pagi jika kegiatan tadi kita lanjutkan” katanya.

Aku memukul kecil lengan nya dan hanya dibalas kekehen yang membuatku semakin cemberut.

“Berhenti menggodaku! Lagipula, sejak kapan Tuan Cho ku ini menjadi namja mesum eoh?!”

‘BRAAAK’

Kutolehkan kepalaku ke samping, begitupun dengan Kyuhyun. Dan mendapati Donghae yang meletakkan koperku yang super besar itu kelantai dengan kasar. Pria itu menunduk san menumpu tubuhnya pada kedua lutunya. Nafasnya tak beraturan

“Ya Hyung! Kenapa kau letakkan disitu. Bawa kemari” titah Kyuhyun. Ku cubit pelan lengannya seketika. Apa itu? Kenapa sikapnya jahat sekali

“Ya setan! Kau fikir, ini tidak berat eoh? Membawanya dari lantai satu kemari itu benar benar menguras tenagaku tahu” omelnya

“B-biar aku saja oppa. Maaf merepotkanmu” kataku seraya hendak berjalan kearahnya. Tapi lenganku di cegah Kyuhyun

“Andwe!” protesnya

“Tidak apa apa. Lagipula aku hanya perlu menggeretnya masuk kesini kan?”

“tapi itu berat. Dan kau baru sembuh”

“E-eh. Iya benar kata Kyuhyun. Ini terlalu berat untukmu. Biar aku saja oke? Beban ini belum seberapa. Aku bahkan sering mengangkat benda yang lebih berat dari ini” Sela Donghae

“Tuh kan, kau dengar sendiri katanya” kata Kyuhyun

“T-tapi oppa__”

“Gwenchana. Aku kan pria yang suka berolahraga. Maka dari itu aku kuat. Terbukti dengan ini” katanya sambil menunjuk perutnya yang masih berbalut kemeja santai berwarna kuning

Aku mengerutkan dahiku. Apa maksudnya?

“Mwonde?” tanyaku

“ABS!” bangganya kemudian membuatku tertawa kecil

“Jangan terlalu membanggakan ABS mu itu hyung” sela Kyuhyun

“Wae? Kau iri karena tidak memilikinya eoh? Haha”

“Yaissh! Lee Donghae !!”

Aku kembali tertawa kecil melihat perdebatan kecil ini. Ya Tuhaaaaan. Aku sungguh sangat berterimakasih karena kau masih mengijinkanku melihat dunia ini dan tentunya, Cho Kyuhyun. Aku benar benar sangaat mencintainya.

Ku fikir, apa yang terjadi di masa lalu adalah sebuah hal yang patut dilupakan. Kini, kita benar benar harus melihat kedepan. Bukan menengok kebelakang.

Namun sebuah kenangan pahit juga bisa menjadi pembelajaran tersendiri bagi kita untuk menjalani masa depan yang bahagia. Dan kini, aku benar benar yakin jika Cho Kyuhyun, benar benar masa depanku.

END

Epilog

Aku merapatkan kembali jaket tebalku yang kini semakin berkurang fungsinya. Aku tetap merasa dingin walaupun jaket ini masih setia menempel di tubuhku.

Kembali kulirik jam tangan yang kupegang. Aish! Kemana pria bodoh itu? Tega teganya dia membiarkanku duduk sendiri di tengah salju selama satu jam seperti ini? Ini bahkan sudah jam 11.30 malam!!!

Dan apa kalian tahu apa yang lebih parah? Hari ini adalah hari ulang tahunku. Dan setan tampan itu belum mengucapkan apa apa padaku!

Awalnya aku merasa senang karena dia mengirimiku pesan agar kami bertemu di Taman kecil tempat kami pertama kali bertegur sapa dulu. Kukira, dia akan menyiapkan satu kado istimewa untukku atau meminta maaf karena lupa hari ini adalah hari ulang tahunku. Tapi apa? Huuuuh~ sungguh 7 Desember yang menyedihkan!

Aku berdiri. Dan kembali melirik jamku sebelum akhirnya aku melangkah pergi. Masa bodo, aku benar benar sudah tidak tahan. Aku pergi saja!

Ku hentakkan kakiku seraya berjalan keluar taman dan menuju rumah. Aku benar benar butuh istirahat sekarang.

Kupelankan kakiku ketika meyadari lampu hias di taman ini perlahan lahan hidup. Kulihat sekeliling dan  .. Ya Tuhaaan, darimana semua asal lampu lampu indah ini??

Satu lampu hias kecil tiba tiba jatuh di kakiku membuatku mau tak mau melihat kebawah. Lampu berwarna merah itu tiba tiba mengeluarkan cahaya yang merambat kedepan. Oh, ternyata lampu hias ini panjang.

Lampu lampu kecil di kakiku terus menyala dan akupun mengikuti arah hidupnya lampu lampu itu. Sampai akhirnya, lampu lampu itu berhenti menyala di ujung sana. Tepat di kaki seseorang.

Ku tajamkan pengelihatanku mencoba mencari tahu. Siapa gerangan orang itu?

Orang itu perlahan berjalan kearahku. Suara ‘plok plok plok’ yang berasal dari sepatu kulit yang dikenakannya terdengar jelas di pendengaranku.

Orang itu semakin mendekat,mendekat dan semakin mendekat.

Tak butuh waktu lagi bagiku untuk mengenali siapa sosok orang yang berjalan mendekat kearahku itu. Priaku disana, berdiri disana. Dengan sebuket bunga mawar indah ditangannya. Cho Kyuhyun.

Tuxedo hitam yang melekat sempurna ditubuh tingginya benar benar bisa membuat nafasku tercekat. Rambutnya yang sudah di tata sedemikian rupa makin membuatnya menawan. Dan senyumnya yang benar benar bisa membekukanku itu tercetak disana. Oh goooood~

“O-oppa”

“A- apa ini semua kau yang melakukannya?” tanyaku terbata saat dia sudah berdir selangkah di depanku

“ne. Kau suka?” tanyanya balik

“Tentu saja. T-tapi, untuk apa?”

Dia tersenyum, menyerahkan buket mawar indah itu kepadaku. Rasa marahku yang sempat meluap tadi benar benar hilang hanya dengan melihat senyumnya sekarang! Ya Tuhan.. kenapa bisa begini?

Ku terima mawar itu dan dia kembali berucap “Maaf membuatmu lama menunggu. Tapi, aku sengaja. Karena semuanya akan baru dimulai saat kau berjalan di jalan ini “ katanya

“semuanya baru akan dimulai? Apa?”

“Saengil chukkae.. my diamond” ucapnya sungguh sungguh membuatku mematung sejenak. Ternyata dia tidak melupakannya.

“Dan___”

Dia menggantungkan kalimatnya lalu tiba tiba berlutut, mengeluarkan sesuatu dari kantung jas nya dan memperlihatkannya padaku.

Aku menelan ludahku susah payah saat aku tahu apa yang dipegangnya. Sebuah korak beludru berwarna merah berbentuk hati.

Kyuhyun perlahan membukanya dan terlihatlah sebuah cincin bermata satu dengan desain yang sangat elegant.

Aku menutup mulutku yang sontak terbuka. Ku kerjapkan mataku berkali kali. Apa ini??

“Hyuna~ya__”

Aku tidak bisa menjawab panggilannya. Lidahku benar benar kelu.

‘WIUSSSSSSSHHH!! DUARR DUAAARR!!”

Aku mendongak menatap langit yang tiba tiba muncul tembakan kembang api sebelum sempat aku menjawab panggilan Kyuhyun. Dan aku lagi lagi mengerjapkan mataku saat menagkap sebuah tulisan yang menghiasi langit malam dengan perantara kembang api berwarna warni itu

‘WOULD YOU MARRY ME?’

Tolong sadarkan aku sekarang juga! Ini mimpi! Ini mimi kan?? Atau benar ini… kenyataan??

“Hyuna~ya..”

Perlahan, aku kembali memalingkan wajahku mengahadpnya yang masih berlutut. Menunggu dengan hati berdebar apa yang akan dia ucapkan selanjutnya.

“A-aku, aku bukan orang yang pandai merangkai kata. Tapi yang kutahu, aku benar benar mengenali hatiku. Dan sekarang, aku tahu bahwa hatiku sudah memilih seseorang untuk diisi. Seseorang yang kuyakini bisa mencintaiku, seseorang yang kuyakini bisa menerimaku apa adanya, seseorang yang kuyakini adalah masa depanku dengan artian ibu dari calon anak anakku, seseorang yang akan menjadi belahan jiwaku seumur hidup, dan seseorang itu adalah.. kau”

Aku menahan nafasku sejenak. Ya Tuhan, apa dia sedang mencoba untuk.. melamarku??

“Untuk itu Park Hyun Ah. Kuajukan satu pertanyaan untukmu. Apa kau bersedia menghabisakan sisa hidupmu bersamaku, dengan pria bernama .. Cho Kyuhyun?” tanyanya

Aku terdiam. Jangan tanya mengapa karena yang kutahu kini aku hanya bisa terdiam. Mematung. Membeku.

“Would You Marry Me?” dan saat kata kata itu dengan mulus meluncur dari bibirnya. Satu tetes air mata menyeruak keluar dan mulai menganak sungai di pipiku. Aku tahu ini air mata bahagia, dan aku tahu sekarang apa jawabannya.

“O-oppa” aku menatapnya sejenak. Melihat sorot matanya yang benar benar menunjukkan keseriusan.

Aku menarik nafasku sebelum menjawab. Ya aku tahu aku benar. Aku tahu aku benar.

“Yes, I Do”

Kulihat matanya tambah berbinar. Dengan cepat dia menarik cincin itu keluar dari tempatnya lalu menyematkannya di jariku.

“Terimakasih, terimakasih banyak. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu. Dan aku berjanji akan menjadikanmu wanita yang paling bahagia di dunia ini. Takakan kubiarkan satu tetes air mata jatuh karena kau tersakiti. Tak akan , tak akan pernah” ucapnya mantap

Kyuhyun berdiri, memelukku sebelum akhirnya diakhiri dengan ciuman manisnya malam ini.

Kini, aku benar benar merasa sempurna. Dan kurasa, aku benar benar telah menemukan tempat terakhirku. Tempat terindah yang tak akan pernah kutemukan dimanapun. My last beautiful place is.. Cho Kyuhyun.

Aku mencintaimu….

 

*akhirnya selesai buat sequel You Change My Life ini. Yeaay! Maaf nunggu buat kalian nunggu lama T_T

Sebelumnya, aku harus nyelesain Spesial Post itu. Terus terhalang dengan UTS ! jadi aku vacum nulis FF dulu deh hehe~

Maaf sequelnya mengecewakan.alurnya kecepetan, gaya bahasanya jelek de el el.  Ini buatnya satu malem langsung kebut! Wkwk XD

Oiya, karena ini tgl 31 Oktober, aku sekalian mau ngucapin. Happy Halloween !! haha.. Trick or Treat?? Kkk~

SEE YOU ……… :*

Advertisements

25 thoughts on “Last Beautiful Place [ Sequel of You Change My Life ]

Add yours

    1. kkk~ maaf nungu lama yaa ^^
      betul sekali. sequel ini FULL ROMANTIC. jadi emng sengaja konfliknya gk berat berat amat. cuman dikhususin kisah cintanya aja haha xD
      btw, thanks for reading!! ^^

  1. Eon padahal aku mau baca sampai merried life mereka, tapi ga papalah, ff ini bagus & seru lagi
    Di tgg ff selanjutnya eon 🙂

  2. so sweet banget
    romantis abis
    walaupun belum baca cerita sebelumnya tapi dari sini udaa keliatan gimana alurnya

  3. Ahhhh happy ending seneng liatnya, akhirnya setelah 3 thn mrk ketemu lagi dan hyuna bisa ngeliat lagi, mereka butuh perjuangan buat sampai ke akhir yg bahagia ^^

  4. Keep romantic!!!!!!
    Tapi aku masih penasaran gtu, kok tiba2 mata nya hyuna bisa sam kyu gtu but tetap terhibur kok dgn sequelnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: