[Special Post] The Way To Your Heart (Part 10)

page_副本_副本_副本

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : The Way To Your Heart

Main Cast            : -Lee Taemin -Park Yeon Hwa

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Part

Desclimer            : This is special Post ! dan cast utamanya Lee Taemin SHINee. Special Request from my friend ‘RAW’ berharap kalian tetep suka sama karyaku. plot dan alur cerita semua murni dari pikiran aku. so, don’t plagiat okay! Comment after reading ! Khamsahamnidaaaa~ ^^

Happy Reading

Keempat member Blck Rose’s itu terlihat masuk dan mengendap endap di sebuah gedung tua di daerah busan. Waktu menunjukkan pukul 5 pagi dan udara semakin dingin. Tapi itu tidak membuat mereka mengurungkan niat mereka untuk mencari Yeon Hwa.Masing masing membawa sebuah balok kayu ditangan mereka. berjaga jaga untuk melindungi diri

“PARK YEON HWA !! BANGUN SAYANG!! BANGUUUUUUNN!!!”

Keempatnya saling berpandangan ketika mendengar suara jeritan yang terdengar dari ruangan di ujung koridor yang dia lewati.

“TAEMIN!” kata mereka bersamaan

Mereka berlari kecil menuju ruangan itu hingga sampai di depan pintu. Sesaat hanya suara pukulan yang terdengar dan itu membuat mereka semakin khawatir.

Keempatnya kembali berpandangan lalu mengangguk pasti. Sung Rin membuka kenop pintu itu secara perlahan dan terkejut melihat pemandangan di depannya. Dengan amarah yang melanda gadis itu langsung berlari dan memukul kepala salah seorang berbadan besar itu bertubui tubi hingga dia pingsan. Disusul dengan member lainnya yang ikut masuk dan mendekat ke arah Sung Rin.

Hyun Ah mulai merasakan emosinya memuncak, matanya memerah melihat kondisi ini. Yeon Hwa dan Taemin yang terbujur kaku dengan banyak darah. Gadis itu benar benar ingin menghabisi semua orang orang itu sekarang.

“MATI KALIAAAAAAAN!!!”

Kata Hyun Ah lalu berlari ke salah satu orang itu dengan mengayunkan baloknya. Tak mau kalah, Hee Chan dan Ri Ra pun ikut andil dan mulai bersiteru dengan pria pria bertubuh besar itu. Sung Rin juga menangani satu. Beruntung yang satu sudah tak sadarkan diri jadi mereka berkelahi dengan one by one.

Keempat gadis itu benar benar membuang akal sehatnya sekarang. tidak memperdulikan orang orang yang mereka hadapi adalah pria pria bertubuh besar. Gadis gadis itu mencoba bertahan dan terus menyerang mereka.

“Arrrgh!” Hyun Ah berteriak saat sebuah pisau menyayat pergelangan tangannya. Gadis itu memegang pergelangan tangannya yang terluka dan mengigit bibirnya menahan perih

“Hahaha.. Cuma segitu kemampuanmu cantik?” ejek orang yang melukai Hyun Ah

“Eonnie gwenchana?!” tanya Sung Rin sedikit berteriak karena dia masih bertarung dengan lawannya. Beruntung dia pernah belajar taekwondo dulu.

“Eoh, kalin berhati hatilah!” teriak Hyun Ah. Gadis itu mencoba menyerang kembali namun karena tenaganya sudah benar benar terkuras dia dapat dijatuhkan. Hyun Ah meringis lagi memegangi perutnya yang ditendang. Orang orang itu benar benar tidak mempunyai rasa kemanusiaan. Mereka tidak perduli dengan fakta bahwa orang yang mereka serang itu adalah wanita.

“Eonnie!” Ri Ra menoleh sekilas melihat Hyun Ah terjatuh. Kelengahannya itu membuat orang di depan Ri Ra mengangkat tubuh Ri Ra lalu memutarnya ke belakang dan menjatuhkannya

“Arrghhh!” teriak Ri Ra karena merasakan pinggangnya sakit.

“Ri Ra~Ya!!!” Hee Chan berteriak memanggil Ri Ra dan orang di depan Hee Chan juga memanfaatkan kesempatan ini. dia memukul bagian leher Hee Chan lumayan keras hingga membuat gadis itu tersungkur.

“SHIT !!” Kta Sung Rin saat melihat ketiga member itu sudah terluka dan terjatuh. Dia satu satunya orang yang bertahan. Tapi Sung Rin tidak tahu kalau orang yang dilawannya itu diam diam mengeluarkan pisau dari balik jaketnya. Orang itu hampir menusukkan nya ke perut Sung Rin saat tiba tiba dia merasa bahunya ditarik secara kasar oleh seseorang dan …‘BUGH!!!’

Sung Rin mengatur nafasnya yang tersengal. Sedikit terkejut karena mendapati seseorang di depannya dengan tangan mengepal dan barusan mengahajar orang yang menjadi lawan bertandingnya.

“Siwon oppa!” serunya. Siwon berjalan mendekat kearahnya lalu memeluk posesif gadisnya itu. Bisa dirasakan Sung Rin nafas Siwon yang terengah engah.

“Gwenchana?” tanya Siwon tak sabaran dan Sung Rin hanya mengangguk. Sung Rin melihat orang itu kembali bangkit dibelakang Siwon. Gadis itu langsung melepas pelukannya dan berseru “Oppa! Awass!”

Tepat setelahnya Siwon berhasil menangkis pisau yang akan dihujamkan ketubuhnya itu. Sung Rin melihat Siwon berkelahi dengan harap harap cemas. Kemudian matanya menangkap ke sekeliling. Lalu gadis itu berlari menghampiri Yeon Hwa dan meletakkan kepala Yeon Hwa yang terkulai lemah di atas pahanya sambil menepuk nepuk pipi chubby gadis itu. Sung Rin bahkan menangis melihat kondisi magnaenya seperti in “Ya! Yeon Hwa~ya.. bertahanlah!!” isaknya

“Ri Ra~ya!!!” Donghae berlari menghampiri Ri Ra yang terkapar di lantai sambil memegangi punggungnya. Dan sudah dapat dipastikan Donghae menghajar orang yang berani melukai gadisnya itu.

“Bajingan kau! Lawanmu itu aku!!” kata Baekhyun yang tiba tiba datang dan langsung menghadang kaki orang yang akan menendang Hee Chan. Sementara Hee Chan masih memegangi lehernya yang terasa sangat sakit.

‘BUGH!!’ Mata Sung Rin beralih ke arah Kyuhyun yang terus terusan menghajar orang yang melukai Hyun Ah itu dengan brutal. Pria itu bahkan tidak memperdulikan kondisi lawannya yang sudah kewalahan. Yang dia lakukan hanya terus terusan memukul, meninju, bahkan menendangnya sampai lawannya tak sadarkan diri.

Kyuhyun berlari ke arah Hyun Ah yang masih meringis sakit. Bibir gadis itu bahkan mulai terlihat pucat membuat Kyuhyun semakin panik.

“Ya! Hyun Ah~ya gwenchana?” tanyanya panik. Dia melihat darah mengucur dari pergelangan gadisnya. Tanpa pikir panjang Kyuhyun merobek kemeja biru muda yang dikenakannya.

“Oppa! Apa yang kau lakukan?!” Kyuhyun tak memperdulikan omelan Hyun  Ah dan langsung mengikat luka Hyun Ah agar darahnya berhenti mengalir.

“Aku tidak apa apa. Cepat lihat Taemin. Cepaaat!!” kata Hyun Ah sambil mendorong Kyuhyun untuk melihat Taemin yang sudah tak sadarkan diri sejak tadi. Dengan berat hati Kyuhyun meninggalkan Hyu Ah sejenak dan mengampiri Taemin yang terbujur kaku. Tak lama, Baekhyun Donghae dan Siwon ikut melihat keadaan Taemin setelah semua orang yang dilawannya sudah beres. Sementara Hyun Ah berjalan pelan sambil memegangi tangannya ke arah Sung Rin , Hee Chan dan Ri Ra yang sudah mengelilingi Yeon Hwa.

“Mereka harus dibawa ke rumah sakit ! segera!” Titah Siwon dan semanya mengangguk

“kalian bawa Taemin aku akan menggendong Yeon Hwa” perintah Siwon pada Donghae Kyuhyun dan Baekhyun. Ketiganya pun mengangguk dan mulai membopong Taemin menuju mobil yang mereka bawa kemari.

Siwon berjalan ke arah gadis gadis itu dan menggendong Yeon Hwa yang benar benar dalam kondisi yang parah. Siwon keluar dan diikuti oleh member Black Rose’s lainnya di belakang.

Langkah mereka semua terhenti saat melihat Naeun dengan santainya menghadang di depan mereka. tangannya pun terlipat di depan dada. Angin pagi menerpa wajahnya membuat beberapa helai rambutnya berantakan.

“Son Naeun! Aku tidak menyangka kau berani melakukan hal ini. aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika kedua orang tuamu mengetahui ini semua” desis Hyun Ah tajam

“Aku tak perduli pendapatmu” jawabnya sinis

“urusan kita belum selesai Nona Son” kata Siwon tak kalah sinis

“Jangan ikut campur Tuan Choi!”

‘JANGAN BERGERAK!’

Semuaya sontak menoleh kearah kerumunan polisi yang tiba tiba datang dan menodongkan pistolnya. Muncul Minho di belakangnya berlari kecil menghampiri Kyuhyun, Baekhyun dan Donghae yang membawa Taemin

“Taemin~ah!” kagetnya. Dia benar benar tidak percaya magnaenya jadi babak belur seperti ini

“i-itu! Itu orang jahatnya pak! Tangkap dia!!” seru Ri Ra sambil menunjuk Naeun. Polisi polisi itu langsung menyergap Naeun dan memborgol tangannya. Sementara Naeun masih berdiri diam membiarkan polisi polisi itu memborgol tangannya. Senyum nya bahkan masih mengambang jelas di wajah cantiknya itu. Membuat Ri Ra bergidik ngeri melihatnya

“dia benar benar seperti hantu” komentarnya

“dia psikopat eonnie” kata Hee Chan pada Ri Ra

“Dia gadis gila!” seru Sung Rin

Naeun bahkan tertawa tawa sendiri saat polisi polisi itu menuntunnya masuk ke dalam mobil.

“Lihatkan? Di gila!” kata Sung Rin

“Kajja! Kita bawa mereka ke rumah sakit!” seru Minho membuat semuanya kembali bergerak dan membawa Taemin dan Yeon Hwa ke rumah sakit terdekat.

-o0o-

3 minggu berlalu pasca penculikan yang terjadi pada Yeon Hwa. Dan dalam waktu 3 minggu itu juga, Korea Selatan benar benar digemparkan dengan kabar itu. Kini, Naeun masuk pusat rehabilitasi karena dianggap mempunyai kelainan jiwa setelah sebelumnya sempat di tahan beberapa hari di tahanan.

Semua orang yang tahu kabar itu benar benar menyayangkan sikap Naeun. Sebagian ada yang benci dengannya, dan sebagian lagi ada yang kasihan padanya. Orang tuanya pun seakan tak percaya bahwa anak gadisnya itu terkena gangguan jiwa.

Konser SM Town Indonesia yang dijadwalkan bulan ini pun terpasa diundur. Dan kemarin Yeon Hwa resmi pulang dari rumah sakit. Mamanya datang jauh jauh dari Indonesia untuk melihat kondisi putrinya. Tentu saja, orang tua mana yang tidak khawatir jika mendengar anaknya diculik dan ditusuk orang?

“sayang, seperinya mama akan pulang besok” kata Mama Yeon Hwa yang saat ini sedang ada di kamar anaknya itu di dorm. Ada manager Jung juga disini

“besok? Memangnya ada apa ma?”

“papamu ada dinas ke Brazil 3 hari lagi. Dan mama harus ikut”

“B-brazil? Jauh sekali?” kaget Yeon Hwa

“entahlah, bossnya yang memerintahkannya untuk pergi”

Yeon Hwa menghela nafanya sejenak. Sebenarnya dia masih rindu dengan mamanya itu. Tapi jika sudah begini mau bagaimana lagi? Lagipula sudah cukup lama mamanya disini. Dari pertama dikabarkan Yeon Hwa masuk Rumah sakit, mamanya itu langsung terbang kesini dengan jadwal penerbangan terakhir dari Jakarta.

“Baiklah” jawabnya membuat mamanya tersenyum

“jangan sedih. Disini kan ada member lain yang menemanimu”

“oke. Besok aku antar mama ke bandara ya?”

“tidak tidak, kau masih sakit”

“Mama, tapi—“

“biar aku yang mengantarnya” tawar Manager Jung

“Nah lihat, managermu yang akan mengantar Mama” kata Mamanya membuat Yeon Hwa mengangguk lemah

*

Dua minggu setelah kepulangan Mamanya Yeon hwa kembali menjalani aktifitasnya. Namun, gadis itu belum berani untuk tampil lagi di depan umum. Hal terakhir yang menimpanya waktu itu membuatnya sedikit trauma.

Rasa rindunya pada Taemin juga membuatnya kadang sering melamun. Bersamaan dengan Mamanya yang pulang ke Indonesia, SHINee pergi ke LA untuk melakukan promosi album baru mereka. saat ini, gadis bermarga Park itu hanya duduk termenung di dekat jendela kamarnya sambil mengirup udara sore yang menyejukan. Hanya dia yang tertinggal sendiri di dorm, yang lainnya punya jadwal masing masing. lebih tepatnya.. jadwal kencan!

Merasa haus, Yeon Hwa keluar dari kamarnya dan mengambil air putih di kulkas. Setelah minum, gadis itu berjalan kembali menuju kamarnya. Namun suara bel di pintu membuatnya berbalik arah.

Dahinya mengernyit heran saat melihat siap tamu yang datang dari layar kecil di dalam dorm. Gadis itu tidak melihat siapa siapa disana. Yeon Hwa berjalan kembali ke arah kamarnya namun lagi lagi bel berbunyi. Saat dillihat dari layar intercom, kejadian yang sama terulang. Dia tidak menemukan siapapun disana.

“Ck.. pasti orang iseng” gerutunya lalu berjalan kembali ke kamarnya. Bel itu lagi lagi berbunyi membuat Yeon Hwa berdecak. Dengan langkah lebar, gadis itu berjalan ke pintu masuk dan tidak lagi melihat ke layar intercom di dalam.

‘CEKLEK’ dia membukanya. Dan benar saja, tidak ada siapapun disana.Yeon Hwa menghela nafasnya sejenak.

“Siapapun di sini, aku minta dengan sangat tolong jangan memainkan bel. Terimakasih” katanya singkat pada orang yang ‘tidak tahu siapa itu’ yang memencent bel sedari tadi

Yeon Hwa berbalik dan ingin berjalan masuk. Namun seseorang menahan lengannya hingga dia memutar dan CHU~

Yeon Hwa membelalakan matanya saat merasakan bibir seseorang menempel di bibirnya. Yeon Hwa ingin berteriak dan menampar keras orang itu sebelum dia menyadari siapa pria kurang aja yang dengan lancangnya berbuat begini padanya.

Seukir senyum terukir di wajah Yeon Hwa selama ciuman itu berlangsung. Gadis itu memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya di leher Taemin, ya.. Taemin. Pria itu yang dengan usil memencet bel dan dengan tiba tiba mencium gadisnya itu. Dan kini, dia menciumnya dan memeluk Yeon Hwa dengan sangat erat.

Perlahan tapi pasti, Taemin mendorong Yeon Hwa masuk. Pria itu masih sadar mereka berciuman di depan pintu. Bagaimana jika ada orang yang lewat?

Yeon Hwa mundur dengan perlahan. Matanya masih terpejam dan bibirnya masih asik bermain dengan bibir Taemin. Taemin menutup pintu masuk itu dengan sebelah kakinya, pria itu tidak mau repot repot melepaskan ciumannya hanya untuk menutup pintu.

Taemin memutar tubuh Yeon Hwa dan langsung memojokkannya di dinding samping pintu masuk. Aktifitasnya masih belum terhenti. Bibirnya masih terus mengusai bibir Yeon Hwa. Dua minggu tidak bertemu dengan gadisnya itu benar benar membuatnya sesak.

Yeon Hwa memukul kecil dada Taemin menyadarkan pria itu bahwa dirinya buth oxygen. Taemin melepaskan ciumannya dan tersenyum manis, amat sangat manis membuat jantung Yeon Hwa bergemuruh untuk yang kesekian kalinya.

“Taemin~ah, kau tidak berencana membunuhku kan?” canda Yeon Hwa untuk mencairkan suasana. Namun nihil, pria itu sama sekali tidak membalas kalimatnya dan masih terus menatap Yeon Hwa dengan jarak yang sangat dekat. Membuat Yeon Hwa mati kutu ditempat.

“K-kapan kau pulang? kenapa tidak bilang” tanya Yeon Hwa berusaha mengalihkan tatapan Taemin yang membuatnya membeku. Jantungnya bahkan semakin cepat berdetak.

“Aku merindukanmu..” kata Taemin membuat Yeon Hwa membantu dan diam seribu bahasa. Entah kalimat keberapa itu yang diucapkan Taemin saat dia pergi. Tapi rasanya, Yeon Hwa tidak pernah bosan untuk mendengarnya. Bahkan jika setiap hari Taemin mengatakan itu padanya, tentu dengan senang hati dia mau mendengarkannya.

“Aku merindukanmu.. Yeon Hwa~ya”  lirih Taemin lagi. Nafasnya terasa berat dan Yeon Hwa bisa merasakannya. Jarak mereka belum berubah sedari tadi. Tangan Taemin bahkan masih menempel erat melingkari pinggang rampingnya

“Nado.. Taemin~ah” jawab Yeon Hwa membuat senyum Taemin semakin lebar. Kembali, pria itu mendekatkan wajahnya dan menjangkau bibir Yeon Hwa. Dapat! Dan kedua insan itu kembali tenggelam dengan ciuman yang saling menghangatkan mereka di musim yang dingin ini.

-o0o-

“CAMPIIIIIIIIING?!” semua member Black Rose’s berseru membuat manager Jung menutup kedua telinganya

“Ya! Aku akan tuli karena kalian!” protesnya

“Camping? Kau bercanda ?”

“benarkah?”

“kau tidak salah?”

“kenapa tiba tiba?”

“dalam rangka apa?”

Berbagai pertanyaan mengantri di otak Manager Jung untuk segera di jawab. Wanita itu melirik malas ke arah semua member Black Rose’s. Sebenarnya, sedikit kesal. Bisakah mereka bertanya satu persatu?

“Minggu depan bukannya kita akan menggelar konser SM Town di Indonesia yang seharusnya dilakukan bulan lalu? Nah, Soman sajangnim akan mengadakan acara camping yang wajib diikuti oleh semua anak didiknya sebelum konser ini berlangsung. Camping ini bertujuan untuk sedikit merefreshingkan pikiran kalian dan untuk menyambut konser minggu depan. Yah, setelah kejadian yang terjadi belakangan ini Soman sajangnim ingin agar anak didiknya tidak terlalu stress dan sedikit berjalan jalan. Camping merupakan pilihannya, menurutnya udara pegunungan yang segar baik untuk pikiran kalian juga. Apa penjelasanku sudah menjawab semua pertanyaan kalian?”

Semua member mengangguk senang. Tak percaya rasanya mereka akan pergi camping. Pertama kalinya dalam sejarah per-agency-an. SM Entertainment mengadakan camping? Berita ini pasti akan menjadi perbincangan banyak orang!

“apa akan diliput?” tanya Ri Ra

“Tidak. Untuk kali ini Soman sajangnim tidak memperbolehkan media untuk meliputnya. Ini akan menjadi camping pribadi”

“Jinjja jinjja? Wuaah! Aku bisa bebas jika berduaan dengan Kyuhyun oppa. Tidak usah merasa risih dengan wartawan yang akan meliput” seru Hyun Ah membuat semua mata menatap tajam kearahnya. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum malu dan menunjukkan peace sign nya.

“Bersiaplah. Besok kita berangkat”

“BESOK?!”

*

Suara bising terdengar di loby gedung SM Entertainment. Berbagai koper dengan warna warna cantik bertebaran dimana mana. Loby itu juga sudah dipenuhi dengan seluruh anak didik SM yang akan camping hari ini. plus manager mereka juga beberapa staff.

“Cha! Tebak siapa aku!” semua member Black Rose’s melihat kearah Sung Rin yang tiba tiba terkejut karena mata nya ditutup seseorang ditengah tengah perbincangan mereka.

“Choi Siwon, berhenti bertingkah sperti anak kecil”

Semua member menahan tawanya saat mendengar jawaban Sung Rin dan wajah cemberut Siwon di belakangnya.

“Ya! Chagiya, tak bisakah kau bersikap sedikit lebih romantis di depan membermu?” protes Siwon yang kini sudah berdiri disampingnya sambil merangkul pundak kekasihnya itu

“Justru ada mereka aku tidak mau”

“Jadi , jika tidak ada mereka kau akan bersikap romantis padaku?” tanya Siwon dengan semangat yang hanya dibalas Sung Rin dengan mengangkat kedua bahu dan tangannya.

“OMO!” Hyun Ah terlonjak kaget saat sepasang tangan memeluknya dari belakang. Dia menoleh dan menemukan Kyuhyun yang terlihat tampan hari ini dengan kaos santai birunya. Dipadukan dengan rompi jeans dan celana jeans hitam. Tak lupa sepatu cats putihnya

“Oppa, kau mengagetkanku”

Hello Beautiful, How’s it going? I’ve been missing you, its true” Kyuhyun menyanyikan sebait lagu dari Jonas Brothers dan  membuat pipi Hyun Ah memerah. Gadis itu lantas berbalik dan berpura pura merapikan baju yang dipakai Kyuhyun. Membenarkan letak rompinya dan Sedikit menepuk nepuk bagian pundaknya lalu tersenyum sangat cantik

“Hello my cutiest baby~ I’m fine, and I miss you too, its true” balas Hyun Ah dengan kalimat yang hampir sama dan dibalas senyum lebar oleh Kyuhyun. CHU~ dan mereka pun berciuman sekilas membuat semua orang di dekat mereka hanya menatapnya dengan tatapan iri? Kagum? Terkejut?Entahlah~

‘PLETAK!’ Satu jitakan membuat Kyuhyun dengan berat hati melepaskan tautan bibirnya dari Hyun Ah

“Hyung!” kesalnya saat mendapati Donghae berdiri disampingnya

“Ingat tempat Cho Kyuhyun bodoh!” kata Donghae yang membuat semua orang tertawa. Donghae berjalan mendekati Ri Ra dan langsung menarik pinggang gadisnya itu agar mendekat

“Chagiya, apa kau tidak tidur semalaman? Kenapa matamu seperti panda eoh?” kata Donghae sedikit terkejut saat melihat kantung mata Ri Ra yang membesar

“aku tidur, tapi hanya beberapa jam. Aku menyiapkan beberapa makanan untuk hari ini” jawabnya

“Aigoo.. kasihan sekali uri Ri Ra” kata Donghae sambil mengelus elus pipi Ri Ra

“Ingat tempat Lee Donghae!”seru Kyuhyun yang lalu mendapat tatapan membunuh dari Donghae.

Yeon Hwa menoleh ke samping saat merasakan seseorang menggenggam tangannya lembut

“Gwenchana? Apa kau sudah bisa ikut acara ini? ini camping Yeon Hwa~ya” tanya Taemin dengan lembut. Yeon Hwa tau kalo pria itu mengkhwatirkannya

“Nan gwenchana. Selama ada kau, aku pasti baik baik saja”balas Yeon Hwa tak kalah lembut membuat senyum di wajah Taemin mengembang

Suara siulan membuat mereka berdua berhenti bertatap tatapan dan Yeon Hwa menunduk karena malu.

“Aigoo.. pasangan ini selalu saja membuatku iri” kata Siwon

“aku jugam terkadang iri pada mereka” timpal Donghae

“Nado Nado!” seru Kyuhyun

“Ya! Kau masih iri? Hyun Ah bahkan selalu bersikap romantis padamu” kesal Siwon pada magnaenya itu yang membuat Hyun Ah menunduk malu.

“eoh, bus sudah datang. Kajja” kata Sung Rin yang membuat semuanya bersiap siap untuk masuk ke dalam bus.

Entah usul dari siapa SJ,SHINee dan Black Rose’s bersama dalam satu bus yang sama. Ini benar benar menguntungkan!

Siwon dan Sung Rin berjalan di belakang Kyuhyun dan Hyun Ah. Di belakang mereka ada Donghae dan Ri Ra, lalu menyusul pasangan Taemin dan Yeon Hwa. Keempat pria itu berjalan dengan saling bergandengan satu sama lain dengan para gadisnya. Bahkan Donghae membawakan koper Ri Ra.

Hee Chan berjalan paling belakang dan sedikit mengerucutkan bibirnya. Apa ini? acara merefreshingkan diri seperti ini? tidak adakah yang lebih menyebalkan dari ini?

Semua sudah mengambil posisi masing masing di dalam bus. Hee Chan duduk di belakang Kyuhyun dan Hyun Ah. Saat menengok kesamping, dia mendapati Donghae dan Ri Ra serta Siwon dan Sungrin tepat di belakang mereka. lalu Hee Chan merutuki dirinya sendiri karena dibelakangnya ada Taemin dan Yeon Hwa. Kenapa dia bisa duduk diantara orang orang yang sedang kasmaran itu?? ‘aku seperti obat nyamuk’ batinnya

Gadis itu duduk sendirian dan hanya kursi di sampingnya yang kosong. Yang lainnya terisi penuh oleh member SJ dan SHINee yang lain. Untuk menghilangkan bad mood nya, gadis itu lebih memilih medengarkan music dari iPod putihnya.

Dia merasa seseorang duduk disampingnya dan dengan cepat Hee Chan menolehkan kepalanya ke samping setelah sebelumnya dia hanya menatap kaca dalam diam.

“Baekhyun~ah? Kenapa disini?” kagetnya saat melihat Baekhyun duduk di sebelahnya

“Bus di belakang penuh dan aku terusir. Lalu  aku melihat dari luar kau duduk sendiri jadi aku memutuskan masuk dan duduk disampingmu” jelasnya sambil memamerkan deretan giginya yang bersinar.

Hee Chan hanya mengangguk angguk. Sebenarnya dalam hati gadis itu bersorak senang karena Baekhyun ada disini. Dia juga tidak tahu kenapa, tapi setidaknya dia tidak akan jadi obat nyamuk lagi disini.

Tak lama, Bus berjalan menuju tempat tujuan mereka. selama perjalanan Hee Chan yang duduk di pinggir hanya berani menatap keluar jendela. Dirinya merasa lebih menarik melihat pemandangan diluar daripada harus bertarung dengan jantungnya yang terus berulah jika dia melihat Baekhyun yang duduk tenang disampingnya.

Sementara Baekhyun, pria itu memang terlihat tenang. Tapi sekujur tubuhnya entah kenapa menjadi bergetar setiap dia memandang Hee Chan yang duduk disampingnya. Ingin rasanya dia membuka percakapan untuk menghilangkan rasa kecanggungan yang hadir di antara mereka.

“Ehem..” Baekhyun berdehehem membuat Hee Chan yang duduk disampingnya menoleh dan menatapnya bingung

“Kau haus?” tanya gadis itu

“Ehm.. mungkin”

“Aku ada minum, tunggu sebentar” kata Hee Chan seraya mengambil sebotol air putih di tas tangan hitam miliknya.

“Ini, minumlah”

Baekhyun menerima air itu dan dengan segera membukanya. Namun sebuah suara menyapa indra pendengaran mereka saat Baaekhyun hampir menuangkan air putih itu ke mulutnya

“Kau haus sayang? Ini, minumlah” Baekhyun dan Hee Chan serempak melihat ke samping mereka dan mendapati Donghae yang sedang membantu Ri Ra minum

“Oppa, aku bisa sendiri. apa apaan kau?” kesal Ri Ra

“Tidak apa, aku hanya mencoba bersikap romantis denganmu. Hm?” kata Donghae dengan senyum yang selalu membuat beku kaum hawa itu. Wajah Ri Ra merona merah, dan dengan segera dia meminum sebotol air yang dipegang Donghae

“Ehmm..” baekhyun berdehem lagi dan dengan cepat membenarkan duduk nya kembali. Hee Chan melakukan hal yang sama. Mereka malah terlihat canggung dari sebelumnya.

Baekhyun dengan cepat meneguk air itu lalu menutupnya asal. Jantungnya berulah sangat keterlaluan kali ini.

Hee Chan merubah posisi duduknya beberapa kali. Mencoba mencari posisi yang enak. Tapi mau bagaimanapun, gadis itu tetap salah tingkah sekarang. keringat bahkan mengucur dari pelipisnya.

Baekhyun yang melihat itu dengan segera mengeluarkan sapu tangan yang ada di saku celananya.

“Kau berkeringat, pakai ini” katanya

“Ah, gomawo” Hee Chan mengambil sapu tangan  bermotif abstrak tersebut dari tangan Baekhyun.

“Aigoo, kenapa kau berkeringat di saat seperti ini eoh? Ck! Kebiasaan” Baekhyun dan Hee Chan kembali dikejutkan dengan suara dari depan mereka. Celah kecil dari kursi Bus dapat dengan jelas memperlihatkan Hyun Ah yang tengah mengusap keringat di dahi dan wajah Kyuhyun

“Jinjja? Hmm.. tapi bukankah kau suka melihatku berkeringat seperti ini?” goda Kyuhyun membuat Hyun Ah memukul pelan lengannya

“Ya! Tutup mulutmu”

“tidak akan jika bukan kau yang menu__”

Baekhyun sontak terbatuk keras saat melihat Hyun Ah dengan tiba tiba mencium Kyuhyun. Membuat pria yang lebih tua darinya itu tersenyum lebar. Sementara Hee Chan mengibas ibaskan tangannya di depan wajahnya. ‘kenapa mereka harus melakukan hal bodoh itu! Aisssh! Kenapa juga udara menjadi panas begini’ kata Hee Chan dalam hati

Baekhyun makin terlihat salah tingkah saat pria itu tidak sengaja menjatuhkan ponselnya dan ketika dia sedikit berbalik untuk mengambilnya, Baekhyun malah mendapati Sung Rin yang tertidur damai di pundak Siwon. Sunbaenya itu bahkan mengelus elus kepala Sung Rin dan selalu memandang wajah gadisnya yang tertidur. Baekhyun buru buru mengalihkan pandangannya ke arah lain dan pria itu malah mendapati Taemin dan Yeon Hwa yang tak kalah romantis dari pasangan yang lainnya. Saling memandang dan tersenyum satu sama lain. ‘Arrghh! Apa apaan ini?’rutuk Baekhyun dalam hati

Baekhyun kembali ke kursinya dengan keringat dingin yang sudah mengalir deras. Hee Chan? Gadis itu sama saja dengan Baekhyun. Tiba tiba saja dia mengingat satu barangnya yang ia titipkan pada manager mereka yang duduk di belakang. Gadis itu lebih memilih untuk mengambilnya agar dapat menghindar dari suasana canggung seperti ini.

“J-jamkkaman. B-bisakah kau berdiri sebentar. Aku ingin ke tempat Manager eonnie untuk mengambil sesuatu” kata Hee Chan gugup. Baekhyun hanya dapat mengangguk karena jujur dia juga sama nerveousnya sekarang,

Baekhyun berdiri di sisi jalan di antara kursi kursi bus dan berpegangan pada kursi tempatnya duduk lalu membiarkan Hee Chan untuk berdiri dan keluar dari tempatnya. Hee Chan mulai melangkah keluar dan ingin berjalan menuju tempat manager Jung, tapi belum sempat gadis itu melewati Baekhyun, tiba tiba saja bus menherem mendadak dan membuat semuanya terkejut.

“Arrrggh!” Hee Chan berteriak namun dengan sigap Baekhyun menahan pinggangnya sebelum gadis itu benar benar jatuh. Hee Chan dapat merasakan dirinya dalam pelukan Baekhyun, kedua tangannya yang terkepal berada tepat di dada pria di depannya itu. Hee Chan mengumpat sejadi jadinya dalam hati atas situasi canggung ini, dan lebih memlih menolak menatap Baekhyun.

“G-gomawo” kata Hee Chan seraya mulai bangkit kembali. Kedua orang itu tidak sadar bahwasanya sedari tadi mereka sudah menjadi tontonan gratis orang orang di bus itu. Bahkan, para couple couple yang melihat itu malah berusaha menahan tawanya.

“Argh!” Hee Chan kembali berteriak untuk yang kedua kalinya sebelum dia benar benar sempat melepaskan dirinya dari Baekhyun. Gadis itu rasanya ingin menoyor kepala supir bus itu yang hanya bisa menginjak rem dengan tiba tiba. Dan ‘BRUUUUK’

Ri Ra sontak menutup mulutnya yang terbuka saat melihat Baekhyun yang kehilangan keseimbangan dan jatuh, membuat Hee Chan ikut terbawa dan kini dia juga ikut terjatuh dan berada di atas tubuh Baekhyun.

Hee Chan mengangkat kepalanya dan otomatis rambutnya yang sebagian kedepan langsung terkibaskan kebelakang. Membuat Baekhyun sejenak terpaku untuk bisa melihat pemandangan paling indah yang pernah ia lihat selama ini. Dadanya bergemuruh, rasanya sama persis ketika dia bersama Jung Sung Tae dulu. Bahkan mungkin, ini lebih mendalam. Membuatnya yakin akan sesuatu hal.

Hee Chan tersentak kaget saat mendapati Baekhyun yang tengah menatapnya lekat lekat. Gadis itu terpengaruh oleh pancaran bola mata yang ada pada pria bermarga Byun itu. Entah apa yang dia rasakan sekarang, gadis itu juga belum terlalu yakin. Namun satu yang ia yakini, rasa ini sering timbul saat dia bersama Leeteuk dulu. Namun anehnya, dia tidak bisa lagi merasakan getaran getaran aneh itu pada Leeteuk lagi sekarang. apa yang salah? Apa gadis itu sudah mulai melupakan jiwa lamanya dan kembali menemukan jiwa yang baru?

“EIIIIIYYYYYYYYYY…..~” Suara semua orang yang ada di bus itu sontak membuat keduanya kembali kedunia nyata yang tidak hanya diisi oleh mereka berdua. Dengan sigap, Hee Chan berdiri lalu disusul oleh Baekhyun. Gadis itu buru buru duduk di kursinya semula sambil menekuk wajahnya, malu. Baekhyun juga segera duduk ke kursinya. pria itu terlihat merutuki dirinya sendiri karena situasi barusan, oh ya.. pria itu hampir saja hilang kendali tadi!

“Whooooaa~.. Hyung.. kau.. kkkk~ “ goda Taemin dibelakangnya sambil tertawa kecil

“Aigoo aigoo.. Byun Baekhyun.. ckckck” kata Kyuhyun sambil menggeleng gelengkan kepalanya

“sudahlah, jangan ganggu dia. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus begitu” celetuk Donghae membuat semuanya tambah tertawa

“Good Job Baekhyun~ah!!” Teriak Onew yang duduk di belakang bersama Jonghyun. Baekhyun menunduk semakin dalam benar benar merutuki dirinya sendiri saat ini. bahkan Manager SHINee, SJ Dan Black Rose’s juga melihatnya tadi. Ahhh~ mau diletakkan dimana wajah imutnya itu??

-o0o-

Gunung Sobaeksan terkenal untuk keindahan alam dan misterinya, berdiri tegak di tengah-tengah semenanjung Korea, dan menawarkan beberapa puncak yang megah seperti Hyeongjebong, Sinseonbong, Gukmangbong, Birobong dan Yeonhwabong. Gunung ini menawarkan keindahan yang menawan disetiap musim misal, bunga azalea di musim semi, bunga-bunga liar di musim panas, dedaunan yang gugur di musim gugur, dan Snowscape di musim dingin. Itu sebabnya gunung ini menarik pengunjung sepanjang tahun.

Semua staff dan artis  yang ikut dalam perjalanan kali ini tentu sangat senang bisa merefreshingkan diri untuk sejenak. Ditambah keindahan gunung Sobaeksan yang terkenal dengan pemandangannya yang  berbeda disetiap musim.

Beberapa orang tengah sibuk membuat tenda untuk mereka tidur selama dua hari disini. Setengahnya nya ada juga yang mulai menyiapkan bahan masakan untuk mereka. udara disini benar benar sejuk, walaupun sudah masuk musim dingin tapi tidak membuat semangat orang orang itu berkurang. Mendapat kesempatan libur seperti ini memang harus dimanfaatkan dengan baik bukan?

Hari semakin larut, mereka semua mulai menyalakan api unggun ditengah tengah tenda yang mereka pasang. Semua orang terlihat sangat senang. Bernyanyi bersama, memainkan game dan melakukan hal hal seru lainnya.

“Uri Ri Ra tidak boleh kedininan” kata Donghae yang tiba tiba datang dan menyelimuti Ri Ra yang tengah duduk di batang pohon besar di depan api unggun dengan selimut stitch kesayangannya.

“Gomawo” kata Ri Ra sambil tersenyum membuat Donghae membalas senyumnya lalu ikut duduk di sampingnya. Mengacak rambut gadisnya itu pelan sebelum ikut bernyanyi bersama yang lain.

“Hyaaa!! Cho Kyuhyun bodoh! Sampai kapan kau akan bekencan dengan PSP mu itu eoh?!” Hyun Ah menghentak hentakkan kakinya di depan kekasihnya yang malah asik berkencan dengan PSP kesayangannya itu. Kyuhyun benar benar melupakan Hyun Ah jika sudah bersama benda keramat bermerek itu. Dia bahkan sama sekali tidak perduli dengan Hyun Ah yang sedang kesal. Padahal gadis itu menunjukkannya secara terang terangan barusan.

Hyun Ah mendecak sebal karena lagi lagi pria maniak game itu tidak meliriknya. Gadis itu benar benar menyayangkan sikap Kyuhyun kali ini. jarang jarang mereka berada di gunung dengn suasana romantis begini. Biasanya mereka hanya dikelilingin dengan paparazzi yang benar benar menganggu kehidupan pribadi seorang idol. Disaat kesempatan bisa meluangkan waktu bersama ini datang, kenapa malah dia berkencan dengan PSP nya itu ??

“Arrgh! Aku bisa gila jika lama lama seperti ini” omel Hyun Ah. Gadis itu lantas berbalik dan pergi meningalkan Kyuhyun. Tapi sebelum itu semua terjadi, Kyuhyun terlebih dulu menahan lengannya dan dengan sigap menariknya sehingga Hyun Ah berbalik dan ‘BRUUUK’ .. Gadis itu membentur dada bidang Kyuhyun yang sedang berdiri bersandar pada sebuah pohon besar. Tangan Kyuhyun dengan cepat pindah melingkari pinggang Hyun Ah dan mengunci gadisnya itu dalam jangkauannya.

“Arraseo.. aku tidak akan memainkan ini lagi” kata Kyuhyun melembut lalu memasukkan PSP itu kedalam kantung celana santainya.

Namun Hyun Ah masih terlihat marah dan tidak menggubris sama sekali perkataan Kyuhyun. Pria itu mengeluarkan seringaiannya ketika sebuah ide –yang lagi lagi- jahil untuk membuat gadisnya itu tidak marah lagi. Perlahan, dia mendekatkan wajahnya ke Hyun Ah membuat gadisnya itu memundurkan seikit demi sedikit kepalanya kebelakang.

“Ya ya ya! C-ho Kyuhyun. K-kau mau apa?”

“Menurutmu?” Kyuhyun terus mendekatkan wajahnya, membuat Hyun Ah terus terusan berusaha mundur.

“Ya! Cho Kyuhyun! Nyanyikan sesuatu untuk kami!! “ seruan Prince manager membuat Kyuhyun sontak menjauh dari Hyun Ah dan menatap managernya itu dengan kesal.

“Ya! Hyung.. kau menganggu” gerutunya membuat Hyun Ah tertawa

“Kajja” ajak Hyun Ah lalu mereka berdua berjalan mendekati yang lainnya

Tak jauh dari kerumunan orang itu,  Taemin dan Yeon Hwa benar benar menikmati kebersamaan mereka . sepasang headset menempel di telinga keduanya. Tangan yang saling bertautan, juga lengan Taemin yang mendekap Yeon Hwa lebih erat adalah pemandangan yang terasa begitu romantis. Ditambah dengan taburan bintang bintang di langit yang seakan menjadi backround acara dansa mereka

“Ini sudah tidak apa apa?” tanya Taemin sambil mengusap pipi Yeon Hwa yang sempat terluka akibat ulah Naeun tempo hari

“Hmmm.. nan gwenchana” balas Yeon Hwa sambil mengangguk pasti, seakan meyakinkan Taemin bahwa dirinya memang sudah membaik

“Aku.. benar benar minta maaf. Lagi lagi aku mengingkari janjiku untuk menjadi tameng-mu” Taemin tertawa miris, membuat Yeon Hwa merasa sedih akan tingkah pria yang ada didepannya itu. Tidak, Yeon Hwa sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Bukankah sudah ratusan kali dia bilang bahwa dengan Taemin berada di sisinya itu sudah lebih dari cukup?

“Taemin~ah.. kau selalu menjadi pelindungku. Kemarin, sekarang.. dan selamanya” kata Yeon Hwa sambil mengusap pipi Taemin lembut. Membuat Prianya itu tersenyum dan menatap dalam mata Yeon Hwa.

“Gomawo.. saranghae” CHU~~

Yeon Hwa memejamkan matanya saat lagi lagi merasakan hangat bibir Taemin menyentuhnya. Gadis itu benar benar tidak bisa mengungkapkan perasaannya sekarang. bahagia ? tentu saja!

Sung Rin dan Siwon memilih untuk tinggal di tenda. Sedari tadi, aktifitas yang Siwon lakukan hanya terpejam dan bersenandung kecil menikmati sentuhan tangan Sung Rin yang mengusap usap rambut lebat hitamnya. Sudut bibir Siwon terus terusan menciptakan senyuman damai yang semakin mebuatnya jauh lebih tampan.

“Barbie Hwang..” kata Siwon masih dengan mata yang terpejam

“Hmmm?”

“apa kau pernah membayangkan jika suatu saat nanti kita menikah?”

Sung Rin tertegun. Gadis itu benar benar tidak tahu harus menjawab apa. Membayangkannya? Jujur dia pernah membayangkannya. Menikah dengan Siwon, mempunya malaikat malaikt kecil bersamanya. Hidup bahagia sebagai Ny Choi. Aahh.. itu terasa begitu indah. Bahkan hanya membayangkannya saja membuat Sung Rin tersenyum sendiri.

CHU~~

Siwon membuka matanya saat merasakan bibirnya yang mendapat tamu sebuah benda lembut kenyal yang selalu dia sukai. Tapi detik berikutnya, pria itu memejamkan lagi matanya dan mulai mengikuti alur yang diciptakan Sung Rin.

Gadis itu melepas ciumannya, menatap Siwon yang kini juga tengah menatapnya

“Apa itu sudah cukup menjawab pertanyaanmu?” tanyanya membuat senyum Siwon semakin lebar

“Akan kuubah semua bayangan itu menjadi nyata sebentar lagi.. Barbie Choi

Hee Chan duduk termenung sendiri di sebuah batang kayu yang terletak sedikit jauh dari yang lainnya. Matanya menatap lurus ke atas, memandangi bintang bintang malam yang bersinar dengan terangnya.

“ini” Hee Chan menoleh saat melihat Baekhyun yang tiba tiba muncul dan memberikan segelas coklat panas untuknya

“terimakasih” kata Hee Chan setelah menerima coklat panas itu. Baekhyun duduk disampingnya, ikut memandang langit yang bertabur bintang diatas sana.

“Bintangnya indah ya?” kata Baekhyun membuka suara

“Hmm”

“apa kau percaya jika kita mengucapkan permohonan saat ada bintang jatuh, maka permohonan kita akan terkabul?”

“aku.. antara percaya dan tidak percaya”

Baekhyun sontak menoleh pada Hee Chan saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut gadis itu.

“Wae?”

“well.. bukankah segala sesuatunya ada di tangan Tuhan, bukan bintang jatuh?”

“hmm.. kau benar juga”

Baekhyun kembali menatap langit.

“Tapi apa salahnya mencoba, bukannya bintang itu merupakan perantara dari Tuhan?”

“yaah.. kita lihat saja nanti”

Mereka berdua kembali terdiam, lebih menikmati waktu kesunyian ini dalam keadaan tenang dan damai.

“Eoh?” seru Hee Cha tiba tiba

“mwo?”

“itu, bintang jatuh!”

Baekhyun mengikuti arah yang ditunjuk Hee Chan. Seketika pria itu tersenyum melihat bintang jatuh jauh diatas sana

“ingin mencobanya?” tanya Baekhyun sambil menatap penuh arti ke arah Hee Chan

“Oke” balas Hee Chan. Keduanya memejamkan mata dan saling memanjatkan doa dan prmohonan yang mereka inginkan. Tak lama, mereka bersua kembali membuka mata

“Hee Chan~sii?”

“Hmm?”

“apa permohonanmu?”

“Eiyy.. tentu saja rahasia!”

“emm.. apa kau ingin tahu permohonanku?”

“ne?”

bintang, tolong sampaikan pada Tuhan. Jika memang hatiku benar dan tidak salah memilih aku ingin.. wanita yang selalu memenuhi pikiranku beberapa bulan ini  menjadi bagian dari hidupku. Menjadi seseorang yang selalu ada disisiku, menyemagatiku di saat aku rapuh, selalu memberi support padaku. Dan yang terpenting, mempercayakan hatinya untuk kujaga dan mencintaiku dengan sepenuh hati. Menganggapku bukan sebagai seorang superstar, tapi sebagai diri ku sendiri. Byun Baekhyun. bisakah kau menyampaikannya pada Tuhan?

Hee Chan sedikit terkejut dengan apa yang diucapkan Baekhyun. Pria itu dengan terang terangan memberitahunya tentang  prmohonannya tadi. Sedikit kecewa saat mendengar kalimat Baekhyun barusan. ‘Jadi dia sudah punya orang lain lagi? Atau masih stuck dengan Manager eonnie?’ pikir Hee Chan

Baekhyun menoleh ke arah Hee Chan. Pria itu memberikan senyum tulusnya yang membuat jantung Hee Chan berulah lagi. Baekhyun benar benar memantapkan hatinya sekarang, yaah~ ini yang dia pilih. Dia tahu ini benar.

“K-kau , kenapa memberitahukan ku permohonanmu?” tanyanya. Entah kenapa gadis itu yang malah terlihat gugup.

“apa kau tahu siapa wanita yang kumaksud?” tanya Baekhyun yang membuat Hee Chan menggeleng

“Tuhan.. bisakah kau membuat wanita di depanku ini sadar. Bisakah kau membuatnya melihat bahwa.. ada aku, aku orang yang bersedia menjaga hatinya. Orang yang akan terus berusaha mencintainya dari waktu ke waktu. Orang yang mengharapkan dirinya berada terus dalam jangkauanku. Bisakah? Bisakah kau mengabulkannya Tuhan?” kata Baekhyun. Pria itu seperti berdoa, tapi tatapannya masih terpaku pada Hee Chan. Menatapnya dalam dan mengucapkan kalimat kalimat yang begitu indah di dengar itu. Membuat Hee Chan gelagapan dan tak tahu bagaimana bersikap sekarang. dadanya seaka bertalu talu dan rasanya ingin lepas dari tempatnya. Apa ini?

“Byun Baekhyun.. k-kau?”

“Sranghae.. Park Hee Chan~ssi” Hee Chan menelan ludahnya susah payah. Apa yang barusan Baekhyun bilang?

“Naneun.. jeongmal saranghanda Hee Chan~ah” lanjut Baekhyun

Hee Chan mengerjapkan matanya beberapa kali seakan tak percaya. Gadis itu lalu berusaha menenangkan pikirannya dan mulai bicara

“A-aku aku..”gadis itu benar benar gugup sekarang. Hee Chan menarik nafasnya kemudian mulai bicara lagi. Sementara Baekhyun masih menatap penuh harap pada Hee Chan

“Aku bukan gadis yang pandai berbicara, tapi Tuhan.. bisakah kau sampaikan sesuatu pada pria di depanku ini? katakan padanya bahwa aku memang mulai melihatnya sebagai jiwaku yang baru, bahwa aku bersedia memberikan hatiku untuk dijaganya, bahwa aku akan terus berusaha mencintainya dari waktu ke waktu. bahwa aku juga berharap diriku berada terus dalam jangkauannya. Bisakah? Bisakah kau mengabulkannya Tuhan?”

Sebuah senyum lebar bercampur lega terpatri di wajah Baekhyun. Pria itu mengerjap sesaat benar benar berusaha meyakinkan dirinya sekarang bahwa ini bukan mimpi.

“Hee Chan~ah.. k-kau?”

“Ne, nado .. nado saranghanda Byun Baekhyun~ssi” ucap Hee Chan sambil tersenyum.  Gadis itu lantas berbaring di paha Baekhyun yang menjuntai lurus kedepan. Meletakkan kepalanya dengan nyaman dan masih dengan senyuman. Baekhyun yang masih sedikit shock bertambah shock lagi dengan tindakan Hee Chan yang tiba tiba itu. Tapi tak dipungkiri Baekhyun bahwa dia menyukainya.

Baekhyun sedikit membetulkan duduknya berusaha membuat agar Hee Chan terlihat lebih nyaman. Kedua tangannya yang dia sampirkan kebelakang tadi untuk menopang tubuhnya berpindah tempat. Tangan kanannya menyentuh bahu Hee Chan dan tangan kirinya mulai mengusap rambut gadisnya yang tengah berbaring santai di pahanya. Senyum bahagia benar benar belum lepas dari wajah Baekhyun

“Gomawo..”

“Hmm.. untuk?” Hee Chan bertanya dengan mata yang masih terpejam. Menikmati sentuhan Baekhyun yang mengusap lembut kepalanya. Senyumnya juga belum hilang dan masih betah berada di wajah chubby nya.

“untuk mempercayakan hatimu agar bisa ku jaga”

Perlahan, Hee Chan membalikkan wajahnya yang sedari tadi tidur menyamping. Kini gadis itu bisa dengan leluasa menatap wajah Baekhyun di hadapannya. Matanya menari narai menelusuri objek terindah yang pernah dia lihat seumur hidup. Lihatlah, garis wajah pria itu benar benar bisa membuatnya jatuh, jatuh dalam pesona cintanya. Bahkan kini, objek itu lebih menarik karena dipandang dari jarak yang sangat dekat. Baekhyun memang sedikit menundukkan kepalanya, membuat jarak mereka sangat dekat.

“yang aku butuhkan hanya bukti. Bukti bahwa kau benar benar bisa menjaga hatiku. Mulai sekarang, aku akan melihatnya. Bagaimana caramu untuk menjaga hatiku Byun Baekhyun~”

Baekhyun tersenyum manis. Amat sangat manis membuat Hee Chan lagi lagi melayang untuk sejenak. Gadis itu bahkan tidak sadar jika kini Baekhyun semakin menununduk dan mendekatkan wajahnya. Hee Chan mengerjap saat sebuah benda lembut nan basah menempel erat di bibirnya. Mulai bergerak dan mengajaknya untuk bermain. Hee Chan menutup matanya, gadis itu sedikit tersenyum disela sela ciuman pertama mereka. Apa ini? Dia bahkan tidak pernah bermimpi akan berciuman di sebuah gunung dan di bawah taburan bintang.

Baekhyun melepas ciuman mereka, namun tidak langsung menjauhkan wajahnya dari gadis itu. Membuat Hee Chan sedikit khawatir kalau kalau Baekhyun bisa mendengar detak jantungnya yang abnormal.

“thats.. my first way to save your heart” kata Baekhyun membuat Hee Chan tersenyum malu. Beruntung mereka hanya ditemani cahaya bintang dan bulan diatas sana. Membuat Baekhyun tidak tahu rona merah yang kini timbul di pipi Hee Chan.

Semua orang benar benar menikmati waktu liburan mereka di gunung Sobaeksan. Melupakan sejenak masalah dunia luar yang membebani. Dan tentu mereka tetap harus bersiap, karena selepas ini mungkin akan ada bada lainnya yang menerpa.

Advertisements

9 thoughts on “[Special Post] The Way To Your Heart (Part 10)

Add yours

  1. aigoo baekhyun ama hee chan udah gencar”nya dikerjain ama member black rose ama sj hahahahahaha
    lucu sich
    okelah semuanya udah pada jadian ya jadi siapa yang bakal nikah duluan nantinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: