[Special Post] The Way To Your Heart (Part 9)

page_副本_副本_副本

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : The Way To Your Heart

Main Cast            : -Lee Taemin -Park Yeon Hwa

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Part

Desclimer            : This is special Post ! dan cast utamanya Lee Taemin SHINee. Special Request from my friend ‘RAW’ berharap kalian tetep suka sama karyaku. plot dan alur cerita semua murni dari pikiran aku. so, don’t plagiat okay! Comment after reading ! Khamsahamnidaaaa~ ^^

Happy Reading

 

Ri Ra berjalan dengan langkah yang teramat sangat lambat. Gadis itu memasang wajah senyumnya sejak tadi dia melangkah dari dorm Super Junior dan sekarang gadis itu pulang menuju dormnya.

Moment moment bersama Donghae beberapa waktu lalu benar benar belum bisa ia lupakan. Bahkan, bibirnya masih terasa hangat karena sentuhan Donghae beberapa jam lalu itu.

Ri Ra sudah berada tepat di depan dormnya dan akan menekan tombol untuk masuk. Tapi bersamaan dengan itu, Hyun Ah, Sung Rin dan Hee Chan keluar dengan wajah panik bercampur bingung.

“eoh, eonnie” kata Ri Ra sambil dirinya mundur beberapa langkah sebelum gadis itu bertabrakan dengan sang leader yang terlihat kelabakan.

“ada apa ini? kalian kenapa?” tanya Ri Ra

Hee Chan segera menarik gadis itu mendekat padanya karena Hyun Ah maupun Sung Rin tak menjawab pertanyaan Ri Ra

“mwo?”

“uri magnae belum pulang sejak 2 jam yang lalu. Padahal dia hanya keluar untuk membeli beberapa keperluannya di supermarket di dekat sini. Itulah yang membuat Eonnidul merasa khawatir sekarang”

“Jinjja?” kaget Ri Ra yang dibalas anggukan mantap oleh Hee Chan

“aisshh.. kemana anak itu” gerutu Hyun Ah sambil berulang kali menghubungi ponsel Yeon Hwa

“apa tidak sebaiknya kita hubungi manager Jung?” usul Sung Rin

“Ah! Benar juga! Kenapa tidak terpikir olehku?” kata Hyun Ah. Gadis itu kembali fokus pada layar ponselnya dan menuju kontak mencari nama manager Jung disana. Tepat saat dia akan menekan tombol ‘panggil’ ponsel pink nya itu berbunyi membuat member lainnya saling bertatapan menerka nerka siapa yang menelpon.

Sung Rin yang berada dibelakang tubuh Hyun Ah maju selangkah dan sedikit berjinjit agar bisa melihat siapa yang menelpon leader mereka itu. Gadis itu menghela nafasnya pelan setelah melihat siapa yang menelpon Hyun Ah.

“Nuguya eon? Kenapa tidak kau angkat?” tanya Hee Chan

Hyun Ah sedikit gelagapan, lalu perlahan memutar menghadap dongsaeng dongsaeng nya di belakang sambil menunjukkan layar ponselnya. Tak lupa, senyum ‘tanpa dosa’nya tersungging manis di bibir Hyun Ah

“Angkatlah, mungkin dia rindu padamu” sahut Sung Rin cuek. Gadis itu bahkan melipat kedua tangannya di depan dada

“Mian, aku akan mengangkatnya dulu” kata Hyun Ah sedikit merasa bersalah. Lalu berbalik memunggungi member lainnya dan mengangkat telpon itu

“Yeoboseyo~” jawab Hyun Ah dengan suara yang sangat sangat lembut

“Lihatlah, dia bahkan melupakan bagaimana khawatirya dia terhadap uri magnae beberapa saat lalu hanya dengan menerima telpon dari pria-nya. Ckckck~” komentar Sung Rin. sedangkan Hee Chan dan Ri Ra hanya saling pandang sambil mengangkat kedua bahu mereka.

“MWORAGOOOOOOO??!!!”

Ketiga gadis itu sontak menengok ke arah Hyun Ah saat mendengar teriakan leader Black Rose’s itu. Hyun Ah tiba tiba saja berteriak dan kini tubuhnya hampir saja jatuh kalau saja ketiga dongsaengnya itu tidak memegangnya. Ponsel pink kesayangannya dengan sukses meluncur ke bawah dan ‘BRAAAAK!’ membentur lantai dengan lumayan keras

“Ya ya ya! Eonnie, wae gurae??” panik Sung Rin. yang di tanya malah masih terlihat syok dan pandangan matanya menerawang jauh entah kenapa?

“Eonnie bicaralah” bujuk Hee Chan

“Manager Jung.. pingsan” lirih Hyun Ah

“MWO?” teriak ketiganya

“Aissh, kau ini. kita bisa pergi sekarang mengunjunginya jika kau mau. Kenapa kau malah terlihat seperti orang yang mendapat kabar buruk yang berlipat lipat ganda eoh?” kata Sung Rin

Hyun Ah menggeleng lemah, membuat ketiga dongsaengnya itu lagi lagi bertatapan

“Bukan itu masalahnya..”

“Lalu apa masa__”

“Yeon Hwa.. diculik” omongan Sung Rin terpaksa terpotong oleh kalimat Hyun Ah yang membuat ketiga member Black Rose’s itu membelalakan matanya. Terkejut? Tentu saja!

“Di..c-culik?” tanya Ri Ra memastika

“Kyuhyun oppa menelponku. Katanya Manager Jung mengunjungi dorm mereka untuk bertemu dengan Leeteuk oppa. Saat masih disana, manager Jung mendapat telepon dari orang yang tak di kenal dan mengatakan Yeon Hwa ada pada mereka. seketika itu juga, manager Jung pingsan” jelas Hyun Ah

“Kita kesana sekarang! kita harus mencari jalan untuk masalah ini secepatnya!!” putus Sung Rin

Hyun Ah menoleh kearah Dongsaengnya itu dan dibalas anggukan mantap oleh Sung Rin seakan menyiratkan bahwa mereka harus berjuang demi menyelamatkan Yeon Hwa

“Kajja!” kata Hyun Ah akhirnya. Kelimanya pun bergegas menuju van mereka dan langsung tancap gas ke dorm Super Junior untuk membicarakan masalah ini.

-o0o-

“Taemin~ah !” Onew bergegas menghampiri Taemin saat melihat magnae SHINee itu baru saja tiba di dorm mereka

“Oh hyung, ada apa?” Tanya Taemin. Sedikit bingung dengan raut wajah Onew yang terlihat panik.

“I-itu, gawat Taemin~ah! Gawat !” kata Onew sambil mengguncang guncangkan bahu Taemin. Membuat magnae nya itu bertambah bingung

“I-iya hyung gawat kenapa? Katakan padaku!” desak Taemin. Tiba tiba saja perasaannya menjadi tidak enak.

“Ye-yeon Hwa”

Taemin membelalakkan matanya. Mendengar nama gadis nya disebut sebut semakin membuatnya yakin bahwa ada yang tidak beres saat ini.

Disaat kedua nya masih bersiteru, Minho yang baru pulang dari mengisi acara di sebuah reality show tak sengaja mendengar persiteruan Taemin dan Onew. Sedikit membuatnya penasaran mendengar nama Yeon Hwa yang juga disebut sebut.

“Apa hyung! Ada apa?! Katakan padaku!” seru Taemin dengan tidak sabaran

“I-itu..”

“Apa?!”

“Ye-Yeon Hwa.. dia.. gadis itu.. diculik!” Onew menghela nafasnya lega karena sudah bisa menyampaikan apa yang sedari tadi sulit diucapkannya. Berbanding terbalik dengan Taemin yang kini terlihat sangat shock. Pria itu seperti mendapat pukulan dari palu raksasa yang tepat mengenai ulu hatinya saat mengetahui gadisnya diculik. Diculik?! Bahkan dalam mimpinya pun Taemin tidak pernah berani melihat gadisnya itu terluka. Dan sekarang malah diculik!

Apa yang Taemin rasakan saat ini benar benar membuat kepalanya serasa mau pecah. Membayangkan terjadi hal hal yang buruk pada Yeon Hwa. Jika itu semua sampai terjadi, mungkin dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.

“MWOO?!” Minho muncul dengan raut wajah yang tak kalah panik dari Onew. Membuat Onew memalingkan wajahnya sejenak menatap Minho

“Minho~ya, kau sudah pulang?” Onew masih sempat sempatnya menyapa Minho dengan santai

“Hyung, apa yang kau bilang barusan? Yeon Hwa diculik? Bagaimana bisa?!” tanya Minho. Pria itu bahkan tidak sadar nada suaranya sedikit meninggi membuat Onew sedikit terkejut. Sedangkan Taemin masih terlihat shock. Dia hanya menatap lantai marmer yang dipijaknya dengan segala bentuk pikiran yang berkecamuk.

“A-aku tau dari manager kita. Karena dia menyangka khasus hilangnya Yeon Hwa ini ada hubungannya dengan Taemin, maka sekarang Taemin ditunggu di kantor pusat bersama yang lainnya” jelas Onew

“Lainnya?”

“Manager Jung, Hyun Ah noona, Manager kita dan beberapa petinggi SM sudah menunggu Taemin disana untuk membicarakan masalah ini”

Mendengar itu, tanpa pikir panjang lagi Taemin langsung berbalik arah. Mengambil jaket kulit hitamnya yang disampirkan di kursi santai di dekatnya juga mengambil kunci mobil.

“Taemin~ah!!” teriak Onew. Tentu leadernya itu sangat khawatir dengan keadaan Taemin sekarang. dia bahkan dalam kondisi yang tidak baik. Bagaimana bisa dia menyetir sendiri?

Onew sudah berjalan beberapa langkah untuk menyusul Taemin. Tapi lengannya ditahan oleh Minho, memnuat Onew menghentikan langkahnya dan menatap Minho

“Biar aku saja hyung!” tegas Minho

“Arraseo. Kuserahkan padamu. Jaga dia baik baik!”

Minho mengangguk mantap lalu dengan cepat berusaha mengejar Taemin.  Tepat saat Taemin membuka pintu mobilnya, Minho merebut kunci yang dipegang magnae SHINee itu.

“HYUNG!” geram Taemin. Dirinya benar benar dalam kondisi yang susah ditebak saat ini. tapi satu yang Minho yakini. Taemin sangat amat khawatir dengan keadaan Yeon Hwa

“Biar aku yang menyetir” kata Minho. Tanpa menunggu jawaban Taemin, Minho langsung masuk dan duduk di depan kemudi. Dengan sedikit kesal, Taemin berjalan memutar mobil dan kini duduk disamping Minho. Tanpa menunggu apa apa lagi, pria bermarga Choi itu langsung menyalakan mesin dan dengan secepat kilat melajukan mobil ke tempat tujuan.

Hingga mereka sampai, tak ada satu patah kata pun keluar dari bibir keduanya. Taemin langsung turun dari mobil dan menutup pintunya sedikit keras. Pria itu lalu langsung berlari menuju ruang rapat dimana semua orang telah menunggunya. Sedangkan Minho mengikuti langkah cepat dongsaeengnya itu dibelakang.

‘BRAAAK’ Taemin membuka pintu ruang rapat itu dengan sedikkt kasar hingga membuat orang orang di dalam sana menatapnya.

“Taemin~ah, kau sudah datang?” sapa Manager SHINee yang kini duduk di samping Manager Jung. Di depan mereka, terdapat beberapa petinggi SM yang juga ikut dalam rapat ini.

Taemin langsung duduk disamping Hyun Ah yang sedari tadi hanya tertunduk diam. Ini bahkan sudah jam 1 dini hari dan semua orang sengaja berkumpul secepatnya untuk mencari cara agar bisa menyelamatkan Yeon Hwa

“Bagaimana ini bisa terjadi?” akhirnya Taemin buka suara.

“Dia pergi ke supermarket terdekat untuk membeli keperluannya. Kami sudah menawarkan diri untuk menemaninya atau melarangnya pergi karena tentu saja kondisinya sangat tidak memungkinkan. Namun dia bersikeras. Akhirnya dia pergi. Yeon Hwa lama tidak kembali, kami semua menjadi panik. Dan tepat saat itu, aku ditelpon oleh Kyuhyun oppa yang mengatakan Yeon Hwa diculik” jelas Hyun Ah pada Taemin

“Aku ditelpon penculik itu. Dan dia___” Manager Jung menggantung ucapannya

“Apa? Dia bilang apa?” tanya Taemin tidak sabaran. Tak memperdulikan bahwa disekitarnya sedang ada orang orang yang seharusnya dia hormati dan seharusnya dia bisa menjaga sikapnya.

“Penculik itu.. meminta Taemin untuk menjemput Yeon Hwa kesana” lirih Manager Jung

“Sendirian” lanjutnya

Semua orang terkejut. Benar dugaan manager SHINee itu. Ternyata ini menyangkut dengan Taemin. Skandal ini bukannya makin membaik malah bertambah buruk.

“Katakan! Katakan dimana tempatnya!” bentak Taemin tak sadar

“LEE TAEMIN! TENANGKAN DIRIMU!” seru Manager Han, manager mereka.

“Arrrrghhh!” Taemin mengacak asal rambutnya. Pria itu benar benar ingin menemukan Yeon Hwa sekarang. lalu memukuli orang orang lancang yang telah berani mengambil gadisnya itu.

“Jangan gegabah Taemin~ssi. Kita harus memikirkannya dengan matang” kata salah seorang petinggi SM

“Dia bilang, dia akan menghubungiku lagi untuk memberi tahu tempat dimana Yeon Hwa berada” kata Manager Jung

“Penculik itu?” tanya Manager Han yang disambut anggukan oleh Manager Jung

Lama orang orang disana terdiam, sibuk dalam pikirannya masing masing. Saling mencari cara agar bisa menyelesaikan masalah yang satu ini.

Tiba tiba, ponsel Manager Jung berbunyi. Membuat semua mata tertuju pada benda canggih hitam miliknya yang dia letakkan diatas meja. Mereka semua saling pandang, dan sesaat setelahnya Manager Jung mengangkat telpon masuk itu. Perlahan menempelkannya di telinga dan mulai bicara.

Manager Jung diam selama menerima telepon itu. Sesekali dia melirik orang orang yang tengah menatapnya dengan penuh rasa penasaran. Terutama Taemin yang rasanya ingin merebut ponsel di tangan manager Jung dan memaki penculik penculik itu.

Manager Jung menutup ponselnya. Lalu mulai bicara “katanya kita harus menunggu sampai besok. Untuk saat ini Yeon Hwa aman di tangan mereka” lirihnya, membuat Taemin lagi lagi menggerang frustasi

“Baiklah, kalau begitu sekarang kalian kembali ke tempat masing masing. Tolong jangan buat masalah lain selagi masalah yang ini belum dipecahkan. Untuk sementara, jangan beritahu media tentang ini” kata Direktur Lee, salah seorang petinggi SM yang juga turut hadir.

semua orang menurut dan mulai meninggalkan ruang rapat itu satu persatu. Taemin adalah orang terakhir yang keluar. Pikirannya benar benar kacau sekarang. frustasi! Itu yang dia rasakan saat ini.

Seseorang dengan tiba tiba menarik lengannya dan memojokkan Taemin di dinding tangga darurat yang dilewatinya. Taemin ingin berteriak namun saat melihat siapa yang menariknya dia mengurungkan niatnya.

“Noona?”

-o0o-

Min Ho melangkahkan kakinya dengan cepat menuju manager Han yang lebih dulu berjalan beberapa langkah di depannya.

“Manager!” panggil Minho membuat managernya itu berbalik

“Eoh Minho~ya. Ada apa?”

“apa aku bisa meminjam mobilmu sebentar. Eomma barusan menelpon dan ada keadaan gawat dirumah”

“Mwo? Keadaan gawat bagaimana?”

“aku juga belum tahu, dia belum memberitahukannya padaku. Dia hanya menyuruhku pulang sekarang juga” bujuk Minho

“Arraseo. Ige.. pakailah. Aku akan pulang bersama manager Jung saja”

“gomawo manager Han. Dan maaf merepotkanmu”

“Ani, gwenchana. Kha~ “

Minho mengangguk dan tersenyum sekilas. Kemudia pria itu menuju mobil manager Han dan mulai menjalankan nya. Namun, arah yang ditempuh benar benar berbalik arah menuju ke rumahnya.

“Mian membohongimu manager Han. Kalau aku mengatakan yang sebenarnya kau pasti akan melarangku” lirih Minho

Minho melajukan mobilnya menuju tempat seorang gadis yang sangat ingin ditemuinya saat ini. dia yakin bahwa gadis itu terlibat dengan kasus penculikan Yeon Hwa.

Minho sampai di tempat gadis itu, namun saat dia akn turun dia melihat gadis itu keluar dan masuk ke sebuah sedan silver. Tanpa pikir panjang Minho mengikutinya dan berharap akan menemukan sesuatu.

Berjam jam Minho menjalankan mobilnya mengikuti sedan silver di depannya hingga sampai di sebuah gedung tua di daerah Busan.

“Busan? Mau apa dia kemari” Minho bertanya tanya. Tak lama pria itu turun dari mobilnya mengikuti gadis di depannya yang juga turun dari sedan silver itu. Minho mulai melangkah masuk ke gedung tua itu. Mengendap endap. Itu yang dia lakukan sekarang. mencoba untuk tidak tertangkap.

Minho mendengar beberapa percakapan di ujung ruangan yang dia lewati. Penasaran, pria itu melangkah dan mengintip di balik tembok besar yang cukup menutupi tubuhnya.

Senyum kemenangan tersungging di bibir Minho kala itu. Namun tak menutup kemungkinan dia uga terkejut disaat yang bersamaan. Ternyata benar dugaannya.

“Kena kau!” lirihnya

Sementara di kantor pusat, Hyun Ah berjalan lesu ke arah van nya. Gadis itu juga sangat mencemaskan Yeon Hwa tentunya

“Eonnie, bagaimana keadaan Yeon Hwa sekarang ya?” tanya Hyun Ah pada Manager Jung yang berjalan disampingnya. Namun aneh, gadis itu merasa tidak mendapat respon apapun sehingga membuatnya menoleh kesamping

“Eonnie?” kejutnya sata melihat Manager Black Rose’s itu tidak ada. Padahal dia yakin seratus persen bahwa tadi dia berjalan bersama disampingnya.

“Eonnieee!” Hyun Ah mulai mencarinya. Gadis itu kembali masuk ke dalam gedung dan mencari cari Jung Sung Tae. Tak sengaja, dirinya mendengar percakapan di balik pintu menuju tangga darurat yang dilewatinya.

Perlahan gadis itu mendekat dan memastikan bahwa yang dia dengar itu adalah suara manusia. Tidak dipungkiri, leader Black Rose’s itu benar benar takut dengan yang namanya Hantu.

“Noona?”

“Taemin~ah..eotthokkae?? aku harus bagaimana?” cemas Manager Jung

“Wae noona?”

“sebenarnya aku khawatir denganmu. Tapi aku juga tidak mau ada apa apa dengan Yeon Hwa”

Taemin mengernyitkan dahinya bingung, sebenarnya apa yang sedang wanita ini bicarakn?

“Noona, kau bicara apa?”

“penculik itu, sebenarnya dia memberitahuku dimana Yeon Hwa berada sekarang. dan mereka mau kau yang menyusulnya sekarang juga” Mata Taemin membulat. Benarkah? Benarkah yang ia dengar?

“MWO? Kenapa kau tak blang tadi?”

“Mereka mengancamku akan menyakiti Yeon Hwa jika yang lainnya tahu. hanya kau yang harus kesana sekarang juga. Eotthokkae Taemin~ah.. aku khawatir padanya” Taemin mengepalkan tangannya, kentara sekali kalau pria itu sedang marah

“Dimana? “ geram Taemin. Pria itu sungguh ingin menghajar orang orang biadab itu sekarang

“Taemin~ah.. Ta-tapi, tapi..”

“Katakan dimana tempatnya noona”

“tapi bagaimana kalau kau terluka?” cemas Manager Jung

“Aku akan lebih terluka jika mengtahui Yeon Hwa yang terluka” kata Taemin

Manager Jung menatap Taemin berusaha memastikan ucapannya. Dan dengan tatapann kesungguhan yang terpancar dari mata Taemin itu, dia dengan berat hati memberi tahukan dimana Yeon Hwa berada. Persis seperti apa yang dikatakan penculik itu.

“Gedung tua bekas perusahaan asing yang ada di Busan”

Taemin berlari secepat kilat setelah mengetahui dimana alamatnya. Pria itu bahkan megacuhkan teriakan Jung Sung Tae di belakangnya. Yang ada di benaknya kini adalah menyelamatkan Yeon Hwa, ya~ gadisnya.pria itu dengan kecepatan penuh berangkat menuju busan dini hari seperti ini.

“Tuhaaaaan, selamatkan mereka berdua” lirih manager Jung sesaat setelah Taemin pergi. Wanita itu lantas keluar dari sana lalu berjalan menuju vannya. Dia yakin Hyun Ah sudah menunggunya. Namun, baru beberapa langkah dia berjalan, seseorang membuatnya menghentikan langkah

Gedung tua bekas perusahaan asing yang ada di Busan??

Jung Sung Tae berbalik dan menemukan Hyun Ah berdiri disana dengan tatapan tak percaya

“Bagaimna bisa kau.. tidak memberitahuku?” kata Hyun Ah seakan tak percaya

“Hyun Ah~ya, mereka tidak ingin yang lain tahu”

“Tapi kenapa Taemin boleh?”

“Karena mereka memintanya begitu”

“Aku! Aku leadernya. Aku pemimpin grup ini! aku tentu harus tahu juga eonnie!” bentak Hyun Ah

“Hyun Ah~Ya.. aku hanya__”

“Bagaimana bisa kau membuatku menjadi pemimpin yang tidak becus huh? Apa kau hanya mau melihat diriku yang tenang tenang saja dirumah sementara yang lain berusaha menyelesaikan masalah. Apa yang akan difikirkan orang nantinya? Mereka pasti akan menganggapku sebagai pemimpin yang tidak baik! Tidak bisa menjaga semua membernya.”

“bukan itu maksudku. Seharusnya kau juga bisa meihat kalau aku mengkhawatirkan keselamatan kalian. Aku tidak ingin kau ikut terjerumus dalam masalah ini”

Hyun Ah terdiam, sebenarnya tidak semua yang dilakukan managernya itu salah. Dia hanya mengkhawatirkan mereka, itu saja.

“Aku.. a-aku bukan pemimpin yang baik” lirih Hyun Ah dan gadis itu mulai menangis. Manager Jung menghela nafasnya lalu berjalan menghampiri Hyun Ah. Memeluk gadis itu agar tidak menyalahkan dirinya lagi

“Kau yang terbaik.. Park Hyun Ah”

-o0o-

Hyun Ah masuk ke dorm dengan langkah yang tergesa. Gadis itu lalu langsung berjalan menuju kamarnya dan membukanya dengan sedikit keras. Hyun Ah memasukkan beberapa barang yang mungkin akan dia butuhkan untuknya di perjalanan maupun disana nanti.

Gadis itu mengambil tas nya lalu beranjak pergi, namun tatapannya beralih pada ranjang di sebelah ranjang miliknya. ‘Yeon Hwa~ya..kau pasti akan baik baik saja’ lirih gadis itu

Hyun Ah berbalik dan menutup kembali pintu kamar, gadis itu berjalan menuju pintu keluar. Namun langkahnya terhenti saat melihat Sung Rin, Ri Ra dan Hee Chan yang menunggunya di ruang tengah.

 

“Eonnie, letakkan tasmu dan tidur sekarang” kata Sung Rin. terdengar dingin memang, tapi sesungguhnya gadis itu sangat khawatir

“Aku harus menyelamatkan Yeon Hwa” balas Hyun Ah tak kalah dingin

“kau jangan menambah masalah !”

Hyun Ah menoleh mendengar perkataan Sung Rin. terlihat kilat kilat di mata nya sekarang. membuat Hee Chan dan Ri Ra menunduk.

“apa katamu? Menambah masalah? Aku berusaha menyelamatkan Yeon Hwa bukan menambah masalah ! aku.. aku disini yang mengemban tanggung jawab.kalian semua adalah tanggung jawabku ! mendengar Yeon Hwa diculik sungguh membuat otakku benar benar kacau. Aku sendiri kelimpungan menanganinya. Aku benar benar khawatir dengan Yeon Hwa! Tidak bisakah kalian menghargai sedikit saja usahaku, HUH?!!” teriak Hyun Ah. Gadis itu sedang tersulut emosi saat ini

“Tapi eonnie.. ini sudah jam 02.15 pagi” kata Ri Ra

“lalu kenapa? Apa kalian tidak memikirkan bagaimana Yeon Hwa sekarang? kalian bisa tidur di ranjang yang empuk. Bayangkan, uri magnae tidur dimana sekarang?” kata Hyun Ah lagi sambil menahan emosinya. Dia tidak mau menjadikan dongsaeng dongsaengnya itu pelampiasan

“eonnie bukan kami tidak menghargai usahamu atau tidak mengkhawatirkan Yeon Hwa. Tapi kami juga mengkhawatirkanmu eonnie. Keselamatan mu juga penting. Jika tidak ada kau siapa yang akan membimbing kami lagi?” kata Hee Chan dengan mata yang sendu. Membuat Hyun Ah sejenak terdiam dan mencerna baik baik kalimat yang dilontarkan Hee Chan. Nafas gadi itu bahkan masih tak beraturan

“Kajja..”

Semua mata tertuju pada Sung Rin, termsuk Hyun Ah yang terlalu kaget dengan apa yang diucapkannya barusan

“eonnie..~” lirih Hee Chan masih tetap menatap Sung Rin di sampingnya

“setidaknya, kami tidak akan membiarkanmu pergi sendirian. Kita pasti bisa, aku yakin itu! Ayo.. kita selamatkan Yeon Hwa” ucapnya mantap membuat yang lainnya hanya menatap Sung Rin dengan pandangan tak percaya.

Ri Ra mengangguk dengan mantap lalu berlari ke kamarnya dan mengambil ponsel juga jaket kulitnya. Disusul Hee Chan yang juga melakukan hal yang sama. Sweater rajut yang cukup tebal berwarna cokelat langsung dipakainya. Mereka tidak terlalu terpikir untuk mengganti baju mereka dengan yang lain. Mereka bahkan masih mengenakan Piyama tidurnya masing masing. Berbeda dengan Hyun Ah yang memang masih mengenakan jeans santai juga kaos panjang berwarna cream.

Hee Chan kembali ke ruang tengah namun saat menyadari sesuatu dia kembali berbelok dan masuk ke kamar Sung Rin. mengambil ponsel Sung Rin dan mengambil jaket berbulu berwarna abu abu yang cukup hangat untuknya.

“Biar aku yang mengemudi..” kata Sung Rin sambil mengadahkan tangannya di depan Yeon Hwa meminta kunci mobil yang sudah digenggamnya itu.

Dengan ragu, Hyun Ah mengangkat tangannya dan meletakkan kunci mobil itu di atas telapak tangan Sung Rin

“eonnie, pakai ini” kata Hee Chan sambil menyerahkan jaket Sung Rin kepadanya

“Eoh, gomawo. Kajja kita berangkat!” serunya kemudia ketiga member Black Rose’s itu berjalan keluar. Namun langkah Sung Rin lagi lagi terhenti saat menyadari sang leader masih diam berdiri mematung ditempatnya semula.

“Kau tidak ikut?” tanya Sung Rin. gadis itu mulai memancing leadernya.

Hyun Ah tersadar, lalu setets air mata meluncur dengan mudahnya saat menatap ketiga dongsaengnya yang sudah siap dan menunggunya. Rasa haru menyeruak dalam hatinya. Dan dengan begini, dia yakin mereka pasti akan bisa mendapatkan Yeon Hwa kembali.

“Emm!” Hyun Ah mengangguk dan kemudian berlari ke arah mereka. memeluknya secara bersamaan lalu mulai mengenakan sepatunya.

Kelima gadis itu bergegas masuk ke mobil dengan Sung Rin yang mengemudi. Hyun Ah duduk disampingnya dan Ri Ra duduk dibelakang bersama Hee Chan.

“Kau tahu dimana tempatnya?” tanya Hyun Ah pada Sung Rin. pasalnya, tidak ada yang tahu tempat Yeon Hwa berada selain dirinya, manager Jung, dan juga.. Taemin. Taemin? Ah~ pria itu mungkin sudah setengah jalan menuju Busan.

“Aku tahu” jawab Sung Rin santai sambil menyalakan mesin dan mobil itu pun melaju di jalanan kota Seoul yang masih sepi. Tentu saja, ini masih jam 2.30 pagi.

“MWO?”

“Aku mendengarnya saat kau menelponku tadi. Kau juga sempat bertengkar dengan manager Jung kan?”

“Menelpon? Aku tidak menelponmu”

“aku tahu. mungkin tidak sengaja. Dan saat aku angkat bukan suaramu yang kudengar melainkan pertengkaranmu dengan manager Jung mengenai Yeon Hwa yang sekarang berada di Busan. Makannya aku dan yang lainnya mencegahmu tadi. Karena aku tahu, kau akan melakukan hal ini” jelas Sung Rin membuat Hyun Ah menghela nafas dan mengangguk anggukan kepalanya

“Untuk sekarang jangan beritahu siapapun tentang ini. jangan ada yang tahu kita sedang dalam perjalanan ke Busan” kata Hyun Ah sambil menyadarkan kepalanya di bantalan kursi di belakangnya. Gadis itu mencoba memejamkan matanya sejenak mengusir pusing yang terus terusan melanda kepalanya.

“Arraseo” jawab Hee Chan dan Sung Rin hanya mengangguk. Ri Ra hanya mengerjapkan matanya lalu dengan cepat meletakkan kembali ponselnya di saku jaket yang sedang dipakainya.

-o0o-

Sebuah gedung tua di dekat pantai yang terlihat menyeramkan itu berdiri dengan kokohnya. Seorang gadis tak berdaya diikat di salah satu pilar besar yang membantu menjadi tonggak gedung ini. kakinya terasa lemas dan ingin rasanya dia terjatuh. Namun tali putih sialan itu masih terus mengurugnnya agar dia tidak bisa bergerak barang secenti pun.

Lebam di sekitar wajahnya membuat Yeon Hwa sesekali meringis. Rambutnya sedikit basah karena air dingin yang tadi disiramkan diatas kepalanya. Gadis itu menunduk, merasakan perih di susut bibirnya yang berdarah, juga goresan yang lumayan panjang di bagian pipi kirinya. Pelipisnya pun terlihat sobek

Masih jelas diingatan Yeon Hwa bagaimana gadis licik itu memperlakukannya semena mena seperti tadi. Menyiksanya dan meluapkan caci makinya. Yeon Hwa tahu, gadis itu hanya mengikuti instingnya karena apa yang dia mau tida bisa ia dapatkan.

#flashback on~

“Annyeong tuan putri. Apa istirahatmu cukup?”

Yeon Hwa mendongakkan kepalanya saat mendengar suara yang cukup familiar di telinganya. Gadis itu menatap tak percaya dengan siapa dia berhadapan kini

“Kau?!” desisnya

“wae? Kau kaget?”

“apa yang kau inginkan dariku.. SON NAEUN!” bentak Yeon Hwa

“well, kau tahu apa yang kuinginkan” Yeon Hwa menatap bengis gadis di depannya itu. Jika saja dia tidak mengingat perkataan Hyun Ah bahwa Naeun sebenarnya adalah gadis yang baik, dia akan mencabik cabik Naeun sekarang juga.

“Aku tidak akan melepaskannya. Catat itu.. TIDAK AKAN PERNAH” jawab Yeon Hwa dengan memberi penekanan di setiap kalimatnya

‘PLAAAAAK’

Satu tamparan keras berhasil medarat di pipinya. Membuat Yeon Hwa sedikit meringis dan rasa asin masuk ke mulutnya. Darah..

“DASAR WANITA JALANG!” bentak Naeun dan menamparnya lagi. Kini, kedua sudut bibir Yeon Hwa benar benar terlihat lebam. Gadis mungil bermarga Son itu ternyata mempunyai tenaga yang cukup besar

“Sampai matipun, aku tidak akan pernah melepaskannya” desis Yeon Hwa yang membuat Naeun lebih mendidih

gadis itu merebut pisau lipat yang digenggam orang suruhannya yang berdiri disampingnya. Matanya berkilat kilat menunjukkan rasa amarahya yang kini kian memuncak.

“kalau aku tidak bisa mendapatkan Taemin, maka tidak ada seorang pun yang dapat memilikinya juga. Termasuk.. kau!” kata Naeun sambil mengacungkan pisau itu di depan wajah Yeon Hwa membuat gadis itu bergidik ngeri

“a-apa yang kau lakukan” takut Yeon Hwa membuat Naeun tertawa keras

“kau takut? Huh? KAU TAKUT?!!”

“Ani!”

“baguslah. Oh, Park Yeon Hwa kau tau apa yang akan aku lakukan? Aku akan membuatmu terlihat lebih CANTIK. Dan maaf, kurasa prosesnya akan terasa sakit” kata Naeun penuh dengan kebencian

Naeun mendekatkan pisau itu ke wajah Yeon Hwa membeuat gadis itu memejamkan matanya rapat rapat. Tidak berani melihat apa yang akan dilakukan Naeun selanjutnya.

“AARRRGHHHH!” teriak Yeon Hwa saat merasakan perih yang amat sangat di pipi kirinya. Ya.. Naeun dengan nekat menyayat pipi chubby nya. Darah segar dengan cepat keluar.

“Arrgh! HENTIKAN!” Teriak Yeon Hwa yang tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya

“HAHAHAHA! KAU SAKIT? SAKIT HUH?!” Tawa Naeun makin menjadi seiring dengan teriakan Yeon Hwa

“KAU YANG SAKIT SON NAEUN!” Teriak Yeon Hwa. sepertinya gadis itu memang benar. Son Naeun lah yang sakit. Dia benar benar menjadi seorang gadis psikopat.

‘TRAACK’ Naeun melemparkan pisau lipat itu ke lantai dan ‘PLAAAK’ satu tamparan dia layangkan lagi ke pipi Yeon Hwa. Dan parahnya, pipinya yang kini terluka menjadi semakin lebam akibat tamparan Naeun. Sepertinya, Naeun tidak terima dengan perkataan Yeon Hwa yang mengatakan kalau dirinya SAKIT.

“Ouuhh.. lihatlah gadis kecil ini. kau lebih cantik jika seperti ini” desis Naeun lalu tertawa terbahak bahak. Bibir Yeon Hwa bergetar, gadis itu merasakan sakit yang teramat sangat di pipinya.

“wuaah, bibirmu bergetar. Apa kau haus? Haus eoh? Ingin minum??” tanya Naeun. Tapi kesan licik benar benar kentara dari nadanya

Naeun mengambil sebotol air yang sangat dingin yang di pegang pria berbadan besar di sampingnya. Gadis itu membuka tutupnya lalu perlahan menuangkannya di atas kepala Yeon Hwa

“Ige.. minumlah. Bukankah aku baik masih memberimu air? HAHAHAHA”

Yeon hwa menggigit bibirnya saat merasakan air dingin itu mulai mengalir di kepalanya. Seperti ada ribuan jarum suntik yang menusuk nusuk, itu yang dirasakannya.

“Arrgh!” gadis itu meringis saat merasakan luka di pipinya terasa lebih perih karena tersiram air dingin itu. Sama saja dengan luka yang belum sembuh ditambah dengan beribu ribu jarum yang menusuk.

Setelah puas, Naeun membuang botol itu tak tentu arah dan menatap bengis ke arah Yeon hwa

“untuk malam ini cukup. Tidurlah yang tenang.. wanita jalang!” seru Naeun saambil menjambak rambut Yeon Hwa sekilas.

“Arrgh!” gadis itu meringis lagi. Tak lama, Naeun dan orang suruhannya pergi meninggalkan Yeon Hwa sendirian.

#flashback off~

‘BRAAAK’

Yeon Hwa menoleh cepat ke arah pintu saat dirinya mendengar suara yang sangat keras. Gadis itu memicingkan matanya berusaha mengenali sosok yang berdiri disana. Susah, karena dia juga masih menanhan sakit di sekujur tubuhnya. Namun detik berikutnya, gadis itu membelalakan matanya. Sekarang dia merasa senang sekaligus.. khawatir.

“Taemin~ah” terkejut? Tentu saja!

Taemin berlari menghampiri Yeon Hwa. Tanpa berpikir panjang, pria itu langsung memeluk Yeon Hwa. Melihat keadaan gadis yang dicintai nya seperti ini benar benar membunuh Taemin secara perlahan. Yeon Hwa menangis dalam pelukan Taemin. Hatinya merasakan lega yang sangat luar biasa saat menetahui kenyataan pria yang dia cintai itu ada didepannya sekarang.

“Maaf.. maaf.. maaf” hanya itu yang dapat Taemin ucapkan. Dirinya benar benar merasa bersalah sekarang. lagi lagi dia tidak menepati janjinya sendiri untuk menjadi tameng bagi Yeon Hwa

“Mianhae.. Jeongmal mianhata” kata Taemin sambil terus mengeratkan pelukannya. Setetes air mata jatuh membasahi bahu Yeon Hwa. Namun gadis itu belum sadar, dia bahkan masih terus menangis di pelukan Taemin. Jujur, dia sangat takut.

‘BUUGHH’

‘ARRGGHHH!’

“Taemin~ah!!!”

Yeon Hwa menjerit saat tiba tiba saja ada seseorang yang memukul Taemin dari belakang. Membuat pria itu jatuh tersungkur namun tidak membuatnya pingsan.

3 orang pria bertubuh besar berdiri di hadapannya sekarang. membawa kayu berbentuk balok yang digunakannya untuk memukul Taemin. Taemin menatap mereka dengan penuh kebencian. Rasanya pria itu benar benar ingin membunuh tangan tangan yang sudah berani menyentuh Yeon Hwa barang seujung kukunya pun.

Taemin berdiri, mencoba melakukan perlawanan. Namun salah seorang pria bertuuh besar itu langsung memutar tangan Taemin kebelakang hingga membuatnya menjerit. Sedangkan Yeon Hwa, gadis itu juga terus terusan memanggil Taemin. Sungguh keadaan yang memilukan.

‘PLOK PLOK PLOK’

Suara tepukan santai terdengar membuat Taemin dan Yeon Hwa menoleh ke arah Naeun yang tiba tiba saja muncul bersama beberapa orang suruhannya –lagi-.gadis itu berjalan mendekat dan berhenti tepat di depan Taemin.

“sudah kuduga kau akan kesini, sayang” kata Naeun sambil mengelus wajah Taemin. Taemin hanya memalingkan wajahnya, seakan akan jijik jika Naeun menyentuhnya. Setidaknya, hanya ini yang dapat ia lakukan sekarang karena tidak mungkin dia menampar Naeun. Kedua tangannya masih disandra oleh orang orang suruhan Naeun.

Naeun tersenyum miris, gadis itu malah semakin mendekat dan memegang wajah Taemin memaksanya melihat ke arah Naeun.

“Maaf, orang orangku tadi memukulmu. Apa sakit?” tanya Naeun terengar sangat tenang. Tapi justru itu membuat Taemin bergidik ngeri.

“LEPASKAN YEON HWA!” bentak Taemin dimuka Naeun. Membuat gadis itu memejamkan matanya sejenak, tapi senyum licik itu tak pudar dari wajahnya.

“Melepasnya? Menurutmu, aku akan mengikuti kemauanmu?”

“Dasar wanita licik!!” nafas Taemin semakin memburu. Ingin rasanya dia menampar atau bahkan menghajar Naeun sekarang juga.

Naeun menjauh dari Taemin dan mulai mendekati Yeon Hwa. Gadis itu menjambak kasar rambut Yeon Hwa hingga membuatnya mendongak dan berteriak sakit

“YA!!” Teriak Taemin. Pria itu bergerak ingin mendekati Yeon Hwa namun sayang, dirinya masih dikurung oleh orang orang itu .

“Bukankah Yeon Hwa terlihat cantik jika seperti ini? hmm, kau harus berterimakasih kepadaku karena aku yang membuatnya seperti ini” kata Naeun santai

“Apa maumu?!!!!”

Naeun tertawa keras, gadis itu melepaskan jambakannya dari rambut Yeon Hwa dan kembali mendekati Taemin. Gadis itu menyentuh wajah Taemin dan memandangnya dengan tatapan sayang. Tatapan yang selalu diberikan Naeun kepada Taemin. Dan dibalik tatapan itu, Naeun menyimpan segudang kesedihan yang teramat sangat. Yah, Taemin tahu itu. Dan mungkin karena itu dia bisa melakukan hal senekat ini. Tapi untuk sekarang dia benar benar tidak bisa memberi toleransi lagi untuk Naeun. Ingin rasanya dia menampar gadis itu karena telah lancang melukai Yeon Hwa.

CHU~

Sebuah kecupan manis mendarat di bibir Taemin membuat pria itu juga Yeon Hwa terkejut. Yah, Naeun menciumnya. Hanya sesaat, setelahnya dia melepaskan ciuman itu dan kembali menatap Taemin.

“SON NAEUN!!”

“Kau pasti tahu apa mauku” kata Naeun. Terdengar lirih dan menyakitkan.

“AKU SUDAH BILANG AKU TIDAK BISA!!!!!”  teriak Taemin.

“Geurae. . . kalau begitu, aku juga tidak bisa melepaskan gadis jalang itu” kata Naeun santai

“Brengsek kau Son Naeun!!”

“JAGA BICARAMU LEE TAEMIN!”

“WAE?? KAU MARAH? KAU MEMANG GADIS BRENGSEK YANG PERNAH AKU KENAL!!!”

‘PLAAAAAAAAK!’

Taemin merasakan perih di sudut bibirnya saat Naeun menamparnya dengan sangat keras.

“Arra.. aku memang brengsek. Dan pastinya, orang brengsek akan melakukan hal yang lebih kejam daripada ini kan?” tantang Naeun. Kesabarannya sudah mulai habis

“Kau ingin apa lagu HUH??!”

Naeun menatap ketujuh orang orang berbaju hitam itu dan berucap lirih “Habisi mereka” kemudian gadis itu berjalan dengan angkuh keluar dari ruangan itu. Sepertinya, ini memang jalan terakhir yang akan dia lakukan.

“Ya! SON NAEUN.. YA.. AARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!”

“TAEMIN~AH!!!!”

‘BUGH.. BUGH.. BUGH.. ‘

Suara tendangan dan pukulan terdengar sangat keras diruangan itu. Taemin benar benar sudah tergeletak tak berdaya di lantai beralaskan semen itu. Namun, orang orang itu tetap saja memukuli Taemin. Sementara Yeon Hwa terus terusan berteriak. Gadis itu menangis sejadi jadinya saat melihat pria yang dicintainya babak belur di depan matanya.

Yeon Hwa melihat salah seorang dari mereka mendekat ke arah Taemin dengan pisau ditangannya.

“Andwe.. Andwe.. ANDWEEEEEEEEEEEE!!!!” Teriak Yeon Hwa. Gadis itu terus berusaha melepas tali yang melilit tubunya dan entah mendapatkan kekuatan darimana, gadis itu berhasil melepasnya dan secepat kilat dia berlari ke arah Taemin lalu beringsut melindunginya dan.. ‘SRAAAAK’

Pisau itu dengan mulus menancap di pinggang Yeon Hwa membuat gadis itu mengeluarkan darah yang cukup banyak. Kepalanya terasa berputar putar, sakit menjalar di sekitar tubuhnya. Dia benar benar tidak kuat sekarang.

Taemin yang melihat itu menjadi geram. Dirinya yang tadi tak berdaya dan merasa kalah langsung mencoba bangkit dan meraih tubuh Yeon Hwa yang sekarang sudah terbujur kaku. Matanya memanas, dan yaah.. pria itu menangis.

“YEON HWA!! YEON HWA~YA BANGUUUN !!!” Teriak Taemin sambil megguncang guncangkan tubuh Yeon Hwa. Orang orang itu hanya menatap adegan live di depan mereka. sama sekali tak khawatir jika sewaktu waktu Taemin mengamuk. Toh Taemin juga tidak akan mampu melawan mereka. itu yang mereka pikirkan.

“PARK YEON HWA !! BANGUN SAYANG!! BANGUUUUUUNN!!!” histeris Taemin. Pria itu menepuk nepuk pipi Yeon Hwa mencoba menyadarkannya

“Bangunlah Yeon Hwa~ya.. bukankah aku berjanji untuk menjadikanmu Ny Lee? Ayolah sayang.. bangun” lirih Taemin disertai isakan isakan kecil. Pria itu memeluk erat tubuh Yeon Hwa yang berlumuran darah. Tak memperdulikan rasa sakit yang ada ditubuhnya juga.

Tiba tiba, tangan Taemin mengepal. Perlahan dia bangkit dan dengan tertatih tatih berusaha berdiri dengan benar. Tangannya mengambil balok kayu yang tergeletak di dekat Yeon Hwa. Matanya menatap bengis ke semua orang orang disana.

“MATI KALIAN! HYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!” Taemin bergerak menuju salah satu orang itu sambil mengayunkan balok kayunya. Namun dengan gampang, Taemin dapat dikalahkan dan lagi lagi tersungkur ke tanah. Orang orang itu untuk yang kesekian kalinya memukuli Taemin hingga dia tak bergerak.

‘BUGHHH’

“Arrgghhhh!”

Orang orang yang mengelilingi Taemin itu sontak menoleh kebelakang saat mendengar teriakan salah satu temannya. Dan benar saja, temannya itu kini tak sadarkan diri di tanah karena ada yang memukulnya.

“MATI KALIAAAAAAAN!!!”

——–

 

Advertisements

8 thoughts on “[Special Post] The Way To Your Heart (Part 9)

Add yours

  1. omg asli nangus gw kenapa jadi gini sich ya ampun naeun bener” udah gk waras
    moga yeon hwa bisa selamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: