[Special Post] The Way To Your Heart (Part 7)

rwef

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : The Way To Your Heart

Main Cast            : -Lee Taemin -Park Yeon Hwa

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Part

Desclimer            : This is special Post ! dan cast utamanya Lee Taemin SHINee. Special Request from my friend ‘RAW’ berharap kalian tetep suka sama karyaku. plot dan alur cerita semua murni dari pikiran aku. so, don’t plagiat okay! Comment after reading ! Khamsahamnidaaaa~ ^^

Happy Reading

 

Naeun duduk dengan gelisah disebuah sudut caffe yang sepi. Sesekali, gadis itu melirik jam tangan berwarna peach yang melingkari pergelangan tangannya.

 Satu jam yang lalu, Taemin menelpon gadis itu dan minta ingin bertemu. Dan sampai sekarang Naeun belum melihat sosok pria yang ditunggunya sedari tadi itu.

Suara lonceng dari pintu masuk mengalihkan perhatian Naeun. Gadis itu tersenyum saat dirinya mendapati Taemin masuk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru caffe. Mencari dirinya mungkin. Merasa dicari, Naeun melambai lambaikan tangannya ke atas berharap Taemin bisa melihatnya. Berhubung caffe dalam kondisi yang sepi, Taemin dapat dengan mudah menemukan Naeun.

Sulas senyum terpatri di wajah Naeun tatkala dirinya masih bisa melihat Taemin. Pria masa depannya itu, setidaknya menurutnya. Namun, senyum itu tiba tiba menghilang saat matanya menangkap sosok lain yang berjalan di belakang Taemin. Gadis dibelakang Taemin itu berjalan menunduk, sesekali mengangkat wajahnya hingga Naeun sadar siapa yang bersama Taemin. Park Yeon Hwa.

“Maaf membuatmu lama menunggu” sapa Taemin sesampainya mereka tiba di depan Naeun. Terkesan dingin, itu yang dapat Naeun tangkap dari nada suara Taemin.

Naeun lagi lagi harus merasakan perih di hatinya saat melihat dengan mata kepalanya sendiri Taemin dengan penuh perhatin mempersilahkan Yeon Hwa duduk terlebih dahulu. Naeun melihat nanar pemandangan di depannya. Bahkan sekalipun, Taemin tidak pernah memperlakukannya seperti itu.

“Kau sudah tahukan?” tanya Taemin tiba tiba. Membuat mata Naeun yang sedari tadi melihat Yeon Hwa dengan tatapan membunuhnya beralih ke Taemin.

“Ne?!”

“Keputusan itu. We Got Married kita dihentikkan. Aku juga tidak tahu untuk berapa lama. Tapi kuharap, ini akan berhenti selamanya”

Taemin mengutarakannnya dengan sangat gamblang dan terkesan santai. Sementara Naeun? Gadis itu mtersenyum miris mendengarnya.

“Aku tidak akan berhenti mendapatkanmu hanya gara gara acara itu dihentikan, jika itu yang kau pikirkan”

“Son Naeun!”

“Kau mengacuhkanku? Mengabaikanku? Bersikap buruk padaku? Bukankah itu hal yang sudah biasa kau lakukan? Dan aku sudah kebal dengan semua itu”

“berhenti bicara!”

“bahkan, saat aku tahu kau banyak menyakitiku pun aku masih belum jera mendapatkanmu Taemin~ssi”

Taemin mulai geram, dia ingin menggebrak meja kalau saja Yeon Hwa tidak buru buru mencegahnya

“hhh! Aigoo.. lihatlah pasangan ini? membuatku iri saja” kata Naeun melihat perlakuan Yeon Hwa terhadap Taemin. Sinis? Ya ! gadis itu benar benar panas melihatnya

“aku mengajakmu bertemu bukan untuk membicarakan kebodohanmu Son Naeun!” seru Taemin

“begitukah? Kau menganggapku bodoh? Apa kau tahu aku bodoh karena siapa? Karena kau !” balas Naeun tak terima

“cukup !”

“aku kemari untuk berbicara baik baik dengamu. Semua permasalahan ini, bukannya berakar dari dirimu sendiri?! Son Naeun, aku berharap kau bisa bekerjasama dalam hal ini. lihatlah, banyak orang yang terkena imbas dari perbuatan tak pikir panjangmu itu! Asal kau tahu, Aku dan Yeon Hwa yakin bisa menyelesaikan masalah ini bersama. Dan kau! Kuharap tidak menganggu kehidupan ku lagi. Cukup lakukan itu dan masalah ini akan membaik sedikit demi sedikit”

“benarkah? Lalu menurutmu, aku harus menjawab apa sekarang?” tanya Naeun Meremehkan. Gadis itu berusaha menutupi dirinya supaya terlihat lebih tegar sekarang

“Naeun~ssi…” Yeon Hwa membuka mulutnya

“Hooo.. si tuan putri yang satu ini berani bersuara rupanya” ejek Naeun

“Aku … minta maaf” kata Yeon Hwa membuat Taemin sedikit terkejut

“Yeon Hwa~ya” tegur Taemin, tapi Yeon Hwa hanya membrikan senyum terbaiknya pada Taemin. Berusaha meyakinkan pria itu bahwa Yeon hwa melakukan hal yang benar

“Aku tahu kau orang yang baik Naeun~ssi. Aku mohon berhentilah berpura pura dibalik topengmu yang sekarang. aku tahu, kau pasti menganggapku egois dan aku minta maaf soal itu. Dan maaf juga karena adanya aku yang tiba tiba disini membuat hubungan kalian pecah. Tapi menurutku, aku tidak sepenuhnya bersalah dalam hal ini. banyak perspekulasi yang kau bilang dan tidak sesusai dengan kenyataan. Taemin milikmu? Iya! Tapi bukankah hanya sekedar dalam program WGM itu? Sepenuhnya, bukankah dia bukan hak siapa siapa? Kau hanya terperangkap dalam egomu Naeun~ssi. Kau sebenarnya tidak tahu apa arti mencintai itu sesungguhnya. Jika kau benar benar mencintai Taemin dengan cara yang benar, mungkin aku…. rela untuk melepasnya”

Taemin terperangah. Pria itu menatap kaget Yeon Hwa yang ada disebelahnya. Apa maksudnya dia berbicara seperti itu?

“Tapi maaf. Kurasa kau bukan mencintainya, melainkan terobsesi padanya. Cinta dan obsesi itu sangat jauh berbeda. Dan untuk itu, aku akn mempertahankannya agar bisa tetap berdiri kokoh disampingku” lanjutnya.

Senyum lebar menghiasi wajah Taemin. Dadanya terasa hangat mendengar rentetan kalimat dari mulut Yeon Hwa. Sementara Naeun? Gadis itu tak bereaksi, masih menatap Yeon Hwa dengan sorot mata penuh kebencian.

“Kurasa hanya itu yang ingin kusampaikan. Kalau begitu, kami pamit pergi” kata Yeon Hwa sambil berdiri. Taemin pun mengikutinya.

Yeon Hwa menundukkan badannya sekilas sebelum gadis itu benar benar pergi dengan langkah yang terasa lebih ringan dari sebelumnya

“Jaga dirimu baik baik, Son Naeun” kata Terakhir Taemin sebelum pria itu juga ikut pergi menyusul Yeon Hwa yang sudah berjalan beberapa langkah di depannya.

Son Naeun. Gadis itu menatap kosong cappucino nya yang tak tersentuh dari tadi. Tangannya mengepal di samping cappucino miliknya itu. Mengenggam erat sehelai tisyu putih hingga membuatnya jadi tak berbentuk. Wajahnya datar, sangat datar. Bola matanya terlihat kosong. Dan tiba tiba saja, sebulir air mata menetes dari matanya yang kosong. Bahkan terus menetes hingga beberapa kali. Membuat tangan kirinya yang ia letakkan di atas tas biru di pangkuannya itu basah.

Sesakit inikah mencintai? Atau memang benar apa yang dikatakan Yeon Hwa, bahwa ini bukan cinta. Melainkan.. obsesi?

-o0o-

“Naega jigeum neoumu apa

Nega ttonan jigemi nan noumu apa

Mwoga iri himdeunji maeil bam nan nol saenggakhae

Harurado an hamyeon nae mami

Buranhan geol neon ani eum ani

Moreugetji ireon nal al riga eobjti

Neodo gakkaeum nae senggagi

Nandamyeon geu ttae neon

Doraeomyeon dwe”

Suara tepuk tangan singkat tak membuat Sung Rin mengalihkan perhatiannya. Gadis itu masih terus berlatih dengan serius di ruang tengah dorm Black Rose’s.

Siwon mengehela nafasnya. Apakah dia harus membuang semua alat alat yang dipakai Sung Rin itu agar bisa sedikit saja gadis itu memperhatikannya.

Dengan sedikit ide jahil yang pasti menguntungkan dirinya, Siwon perlahan mendekat dan berusaha memangkas jarak dirinya dan gadisnya itu.

Siwon menutup kedua mata Sung Rin dari belakang. Tapi anehnya gadis itu tidak bereaksi.

“Choi Siwon, singkirkan tanganmu sekarang juga” kata Sung Rin datar.

Siwon menghela nafasnya lagi. Segala bentuk kejutan yang ingin dihadiahi Siwon untuk Sung Rin benar benar tidak ada satupun yang berhasil. Apakah gadisnya itu punya indra keenam?

“Rin~ah, kenapa kau bisa tahu itu aku?” Tanya Siwon. Pria itu kini duduk disamping Sung Rin dan menatapnya dengan sedikit kesal

“Hanya insting” balas Sung Rin seadanya

“Barbie Hwang, apa kau tidak dengar aku memberimu tepukan saat kau selesai menyanyikan bagian rap tadi?” tanya Siwon yang membuat Sung Rin menggeleng

“Oppa, apa kau tidak lihat aku memakai ini” kata Sung Rin sambil menunjuk earphone yang terus setia menempel di telinganya

Siwon hanya berdecak sekilas. Kemudian pria itu mengingat sesuatu

“Bukankah yang kau nyanyikan tadi salah satu lagu kami?”

“mmm, aku suka bagian Rap yang dinyanyikan Donghae oppa”

“Jinjja? Kalau aku yang menyanyikan bagian rap itu, apa kau akan menyukainya?”

“tergantung”

Siwon melongo. Dia tahu Sung Rin memang typikal gadis yang cuek. Tapi bisakah dia sedikit memberi perhatiannya itu pada keksihnya sendiri? cukup menjawab ‘iya’ bukankah membuat Siwon senang?

“maksudmu?”

“Jika kau bagus menyanyikannya aku akan suka. Tapi jika tidak, yaaah.. tidak suka”

“Yaishh! Bagaimana bisa begitu? Aku kan kekasihmu Rin~ah”

“Lalu jika kau kekasihku aku harus apa? Jika jelek ya jelek saja”

Siwon benar benar menganga tak percaya. Pria itu lebih memilih mengalah dan menyalakan Tv di ruang itu

“Kemana yang lainnya? Kenapa sepi sekali?” tanya Siwon setelah melihat dorm Black Rose’s sepi

“bukankah SJ sunbaenim hari ini diberi waktu libur? Dan karena itu kau disini kan?” tanya Sung Rin balik dan mendapat anggukan dari Siwon

“Hyun Ah eonnie dan Kyuhyun oppa pergi ke kediaman Tuan dan Nyonya Cho”

“Mwo? Ke rumah orang tua Kyuhyun? Untuk apa?” kaget Siwon

“Kudengar Ahra eonnie baru kembali dari London dan untuk itu mereka sekeluarga merayakannya kecil kecilan”

“mengajak Hyun Ah?”

“Tentu saja. mungkin magnae kalian itu akan minta dinikahkan dengan uri leader” jawab Sung Rin asal.

“Aissh, mana boleh magnae melangkahi hyungnya duluan. Chagiya, ayo kita kerumahku! Aku juga ingin minta dinikahkan denganmu” protes Siwon yang mendapatkan jitakan dari Sung Rin

“Aww! Appo” ucap Siwon sambil mengelus elus kepalanya

“jangan bicara macam macam!” seru Sung Rin

“Ya! Wae irae? Apa aku harus membuatmu hamil dulu baru kau bersedia menikahiku?!” goda Siwon

“Ya! Choi Siwon! Berhenti bicara”

“arraseo arraseo chagi. Lalu Ri Ra, Hee Chan, dan Yeon Hwa?”

“Ri Ra pergi ke supermarket. Persediaan bahan makanan kami mulai menipis. Bukankah kau sempat melihatnya berangkat barusan? Hee Chan.. entahlah. Anak itu sering menghilang akhir akhir ini. mungkin pergi berkencan dengan Baekhyun. Yeon Hwa.. aku tidak tahu dia dimana. Sepertinya akhir akhir ini, dia tidak mau diganggu”

Siwon mengangguk mengerti. Merasa haus, Pria itu kemudian berdiri dan berjalan kearah kulkas, membukanya lalu mengambil sebotol air mineral.

Siwon berjalan kembali menuju Sung Rin yang masih betah duduk di kursi putih ruang tengah itu. Tangannya membuka penutup botol itu dengan santai. Siwon tidak terlalu memperhatikan lantai yang ia pijak hingga pria itu tidak tahu kalau ada sebuah kulit pisang yang tergeletak begitu saja di lantai. Alhasil, tubuh tegapnya dengan sukses membentur lantai. Sialnya lagi, air di dalam botol yang sudah dibukanya tadi tumpah mengenai hampir seluruh kemeja yang dipakainya

“Yaissh!” kesalnya

Pria itu bertambah kesal lagi karena Sung Rin tidak membantunya berdiri. Bukan, bukan karena gadis itu tidak perhatian. Tapi Sung Rin masih asik dengan earphone yang terpasang dikedua telinganya hingga tak mendengar Siwon.

Dengan baju yang basah, Siwon berjalan dan berhenti di tepat di depan Sung Rin.

“Oppa, apa apaan kau? Bermain air? Kenapa bajumu bisa basah begitu?” tanya Sung Rin setelah melihat Siwon didepannya dengan nada yang super duper datar.

“Ya! Aku terjatuh dan air dari botol ini tumpah ke tubuhku semua. Bisa bisanya kau bilang aku bermain air” balas Siwon sambil menunjukkan botol air yang sudah kosong

Sung Rin hanya mengangguk angguk mengerti dan kemudian matanya kembali pada kertas yang digenggamnya. Berusaha mempelajari skil ber-Rap nya. Tentu tindakan itu membuat Siwon murka. Bagaimana bisa kekasihnya itu tidak perduli? Apa apaan ini?! dia tahu gadisnya itu begitu cuek. Tapi bisakah sikapnya sedikit dirubah untuk kekasihnya sendiri?

“Hwang Sung Rin~ah” Siwon berkata lirih dengan tatapannya yang sendu. Pria itu tentu tidak akan menghajar Sung Rin kan? Jadi lebih baik dia yang mengalah

Sung Rin seperti mendapat tamparan keras saat mendengar suara Siwon. Beruntung earphonenya sudah dilepas. Tidak seharusnya dia bersikap seperti ini! Bodoh kau Sung Rin! rutuknya dalam hati.

“M-mian oppa. Tunggu sebentar akan kucarikan kau baju ganti” kata Sung Rin akhirnya. Membuat Siwon tersenyum lega. ‘sikapnya benar benar tidak berubah’ batinnya

Siwon merasa bosan karena Sung Rin tak kunjung kembali dari kamarnya untuk mencari baju ganti. Pria itu lantas berinisiatif menyusul Sung Rin ke kamarnya

“Rin~ah?” panggilnya sambil memasukkan kepalanya ke kamar Sung Rin dari daun pintu

“Eoh, masuk saja oppa” balas Sung Rin. gadis itu masih sibuk mencari baju apa yang cocok dipakai untuk Siwon. Mengingat dirinya adalah seorang gadis, dan Siwon? Bukannya dia seorang pria? Mana ada baju yang pantas? Tapi gadis itu tetap mencari sesuatu agar bisa dipakai Siwon. Bersyukur jika dia menemukan Jaket atau sweater yang lumayan besar. Seingatnya, dia pernah mempunyai itu.

Siwon melangkah masuk. Matanya mulai menjelajahi isi kamar Sung Rin. pria itu tersenyum kecil, jadi seperti ini kamar gadisnya itu? Ini kali pertama Siwon memasukinya. Kenapa rasanya sebahagia ini? padahal hanya hal yang terlalu sederhana bukan?

Siwon terus melihat lihat isi kamar Sung Rin. matanya menangkap sebuah buku gambar berukuran A4 yang terbuka dan terlihat lah lukisan sketsa milik seseorang. Penasaran, Siwon berjalan menghampiri sketsa itu. Tak butuh waktu lama bagi Siwon untuk menyadari kalau itu adalah dirinya. Terlihat nama Sung Rin di pojok bawah yang menandakan gadis itulah yang telah melukis potret dirinya tersebut. hatinya membuncah senang tatkala mengetahui Sung Rin memang melukisnya.

“Barbie Hwang?” panggil Siwon tanpa sadar. Matanya tidak beralih satu centi pun dari lukisan yang dipegangnya.

“Eumm?” jawab Sung Rin sedanya.

“Apa ini kau yang membuat?”

“mwonde?” Gadis itu masih terlalu sibuk jika hanya untuk berbalik dan menatap Siwon.

“ini”

“apa oppa? Bicaralah yang jelas”

“lukisan ini” Sung Rin sontak menegang. Tangannya yang masih mengobrak abrik isi lemarinya langsung terhenti. Perlahan tapi pasti, Sung Rin menoleh dan mendapati Siwon berdiri di depan meja coklatnya dengan senyum mengembang dan lukisan miliknya yang dipegang.

Sung Rin berjalan kearah Siwon dengan langkah cepat. Tangannya berusaha mengambil lukisan yang saat ini dikuasai pria itu

“Kembalikan!”

“Shirreo!” Siwon mengangkat lukisan itu tinggi tinggi. Membuat Sung Rin kewalahan dan hanya bisa meloncat loncat untuk mendapatkan kembali miliknya

“Aisshh oppa! Cepat kembalikan!”

“Shirreo! Ini milikku!”

“yaiy! Bagaimana bisa itu punyamu?”

“tentu saja! kau melukis gambarku bukan? Wuaaah..kau melukis seseorang tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. Ck, apa aku memang setampan itu eoh? Sampai kau mencuri curi untuk melukisku?” Siwon mulai senang menggoda Sung Rin

“Ya! Itu bukan gambarmu! “ Sung Rin mengelak sambil terus melompat lompat untuk mengambil kembali lukisannya

“bagaimana bisa ini bukan aku? Jelas jelas ada namaku tertera disini”

“Yak oppa!! Kembalikaaaaaan!” apa ini? memalukan sekali! Tertangkap basah oleh Siwon pernah melukisnya memang hal yang paling memalukan.

CHU~

Sebuah kecupan kecil mendarat di bibir Sung Rin, membuat gadis itu sontak terdiam beberapa saat. Merasakan detak jantungnya yang berdetak abnormal gara gara ulah Siwon.

Siwon tersenyum simpul. Melihat reaksi terkejut Sung Rin memang menjadi pemandangan utama yang sering dia lihat kini, terlebih saat dirinya melakukan tindakan tiba tiba seperti tadi.

Siwon melihat jam tangannya sekilas. Kemudian mengacak pelan rambut Sung Rin yang masih belum bereaksi

“aku ada jadwal sekarang. aku akan ganti baju di dorm saja” kata Siwon sambil melangkah pergi. Namun baru beberapa langkah berjalan, dia kembali berhenti lalu balik dan

CHU~

Satu kecupan lagi berhasil mendarat di bibir Sung Rin yang masih juga belum bereaksi

“Terimakasih. Lukisanmu sangat indah. Aku mencintaimu.. Hwang Sung Rin” tidak perlu repot repot bagi Siwon untuk mendengar jawaban Sung Rin. Pria itu melangkah pergi meninggakan Sung Rin yang masih diam mematung. Reaksinya benar benar memberitahu Siwon kalau gadis itu juga mencintainya. Lukisan itu, juga sudah cukup menjadi bukti. Dan dengan bangganya dia membawa kabur lukisan Sung Rin dan berniat akan memamerkannya pada member lain nanti malam.

“Aku juga mencintaimu..Choi Siwon” lirih Sung Rin. bibirnya membentuk sebuah senyum manis sepeninggal Siwon barusan. Tak dipungkiri, memang lukisan itu dia yang membuatnya. Sejak pertama kali menginjakkan kakinya di SM, Gadis itu sudah merasa kenal dengan Siwon. Dan seiring berjalannya waktu Sung Rin tahu kalau dia mulai mengaggumi Siwon. Diam diam, dia suka melukis sketsa pria itu. Dan sepertinya keberuntungan memang berpihak padanya. Kini dia tahu, Siwon memang seseorang yang istimewa di hatinya.

Lama gadis itu terdiam sampai akhirnya dia teringat sesuatu. “Ya! Choi Siwoooon! Kembalikan lukisankuuuuuu!”

-o0o-

Hari ini, Black Rose’s akan tampil di Simply K-pop. Semua member sudah siap dan sekarang sedang menunggu giliran tampil di ruang rias mereka. gadis gadis itu terlihat begitu mempesona dengan kostum yang berkonsep sangat menarik. Dan tentu saja sesuai dengan album baru mereka yang baru mereka rilis beberapa bulan lalu.

Hyun Ah mengambil foto selca dirinya sebelum tampil dan menguploadnya di twitter.

‘Before perfom! Hope you enjoyed ^-^’ tulisnya. Dan tentu saja disambut dengan ribuan Retweet juga mention yang masuk dari para fansnya.

“Aigoo, sangat berbeda” komentar Hee Chan

“apanya?” tanya Hyun Ah

“Eonnie, lihatlah dirimu. Sangat maniak terhadap jejaring social bernama Twitter itu. Sedangkan dia maniak sekali dengan game”

“dia? Siapa?” Ri Ra yang penasaran ikut bertanya

“Tentu saja yang dimaksud Hee Chan adalah Kyuhyun-ku. Iya kan Hee Chan~ah?” kata Hyun Ah dan mendapat anggukan plus senyum membenarkan dari Hee Chan

“oh, Kyuhyun oppa. Hmmm.. benar juga kata Hee Chan. Sangat berbeda! Kau sangat gemar bermain twitter. Tapi kekasihmu itu.. hmmm, bagaimana mendeskripsikannya ya?” kata Ri Ra. Gadis itu terlihat berpikir sambil menaruh telunjuknya di dagu.

“Pria evil yang tidak bisa mengganti ava, pria gembul yang sering mengupload makanan di twitternya, pria maniak game yang hanya memperbaharui status twitternya setiap satu bulan sekali. Itu pun kalau dia ingat masih punya twitter” Sung Rin menimpali

“Ah! Ya ! benar sekali” seru Ri Ra bersemangat

Hee Chan tertawa lepas. Sungguh senang melihat keadaan ini. Ri Ra yang begitu polos dan Sung Rin yang terlalu berani. Tidak lihatkah mereka wajah sang leader sudah berubah marah?

“Ya! Diam kalian!” balas Hyun Ah marah. Tapi bukannya takut, kedua gadis itu malah ikut tertawa bersama Hee Chan dan membuat kekesalan Hyun Ah meningkat

Tawa Hee Chan langsung terhenti saat matanya menangkap Yeon Hwa yang hanya duduk di depan kaca rias dengan wajah yang ditekuk. Gadis itu pun menghampiri Yeon Hwa yang terlihat masih tertekan atas insiden yang masih belum surut juga dari sorotan publik beberapa minggu ini.

“Gwenchana?” tanyanya

“Ne” Yeon Hwa tersenyum. Tapi Hee Chan tau itu senyum memaksa

“Kajja, sebentar lagi giliran kalian tampil” seru Manager Jung yang tiba tiba masuk.

Kelimanya pun mengangguk dan mereka keluar dari ruang rias menuju side stage. Para crew mulai memberi microphone satu per satu. Ri Ra terlihat menggangguk anggukan kepalanya mengikuti alunan musik yang mengiringi Tahiti dengan Love Sick mereka. tak berapa lama, Tahiti selesai tampil dan kini giliran mereka naik keatas panggung.

Suara riuh tepuk tangan terdengar keras saat kelimanya berjalan menaiki panggung. Senyum tak henti hentinya mereka pasang. Melihat antusiasme para fans yang begitu besar, membuat Yeon Hwa merasa sedikit melupakan masalahnya belakangan ini.

Hana, dul, set ! Ne~ Annyeonghaseyo… Black Rose’s imnida”

Mereka berlima mulai memperkenalkan diri. Yeon Hwa melambai pada beberapa fans yang memegang banner bertuliskan “We’re Always Support You uri Magnae Park Yeon Hwa”

Tak lama, intro musik ‘Stupid Boy’ mengalun dan Black Rose’s mulai beraksi. Kelima gadis itu tak henti hentinya mengguncang studio arirang. Para Fanchant pun mulai menggema mengiringi mereka tampil. Suara penonton terdengar makin heboh tatkala Sung Rin maju untuk mengambil bagian Rap yang memang sudah dikuasainya.

Teriakan tak kalah heboh saat Hyun Ah dan Ri Ra memainkan beberapa nada dan mengubahnya menjadi improvisasi yang terdengar saat indah.

Lampu mulai berkelap kelip. Konsep ini dibuat menyerupai club yang penuh dengan permainan warna. Disaat itulah Hee Chan maju untuk menunjukkan aksinya melakukan dance. Teriakan heboh lagi lagi terdengar saat Yeon Hwa maju dan mengimbangi dance Hee Chan. Mereka melakukan dance battle yang membuat fanboy menjerit histeris.

‘PLAAAK’

Sebuah telur tiba tiba menghantam kepala Yeon Hwa membuat gadis itu sontak menjerit sakit dan memegang kepalanya. Semua orang yang ada disana pun kaget termasuk para member yang juga terlihat shock.

Lemparan telur kedua pun dengan sukses mengenai Yeon Hwa. Tidak hanya sampai disitu, bahkan beberapa telur lagi lagi dilemparkan ke arah Yeon Hwa ke seluruh tubuhnya secara bersamaan.

“Ya! “ teriak Hyun Ah lalu menghampiri Yeon Hwa berusaha melindunginya. Tindakan itu juga dilakukan oleh member lainnya. Berlari menghampiri Yeon Hwa dan mencoba melindunginya.

Beberapa crew juga mencoba mencegah segerombol orang yang berada ditengah tengah penonton untuk kembali melemparkan telur pada mereka. Manager Jung berlari menghampiri mereka dan membawa sebuah handuk untuk Yeon Hwa. Tubuh gadis itu kini penuh dengan telur yang tentu saja menimbulkan bau amis.

“KAU WANITA JALANG! JAUHI URI TAEMIN!!” Teriak beberapa gadis yang melempari Yeon Hwa dengan telur tadi

“KAU TIDAK TAHU BERHADAPAN DENGAN SIAPA EOH?!”

“MENJAUHLAH GADIS BODOH!”

“DASAR TIDAK TAHU MALU”

Berbagai kalimat kasar tertangkap indra pendengaran Yeon Hwa, membuat gadis itu secara tak sadar menitikkan air matanya ditengah tengah keributan yang sedang terjadi

“Ya! Cepat hentikan mereka!” seru Manager Jung yang sudah tidak tega melihat wajah pucat Yeon Hwa mendengar sumpah serampah para gadis itu.

Para Spina –fans Black Rose’s- yang melihat dan juga mendengar kejadian itu benar benar geram. Dengan ganas mereka kembali menyerang balik para Fangirl kurang ajar itu. Keributan tak terhindar lagi di studio. Membuat semua crew kewalahan. Sementara manager Jung mulai membawa kelima member Black Rose’s itu kembali ke ruang rias mereka. setidaknya, keadaan disana cukup tenang.

Yeon Hwa menatap lantai dengan tatapan kosong. Tak ada satu patah kata pun keluar dari bibirnya. Bereaksi pun gadis itu tak mampu. Sementara yang lainnya sibuk mencari cari sesuatu yang bisa membuat Yeon Hwa membaik. Tak memperdulikan kondisi mereka yang juga terkena sedikit lemparan telur tadi. Hyun Ah begerilya mencari baju ganti untuk Yeon Hwa. Gadis itu benar benar butuh pakaian!

Hee Chan mengambil kipas kecil bergambar bunga sakura dan mengipasi Yeon Hwa disampingnya. Raut wajahnya terlihat begitu khawatir. Sung Rin mengusap usap kulit Yeon Hwa yang sekarang terlihat mengkilat gara gara telur tadi dengan handuk. Tangannya juga menyingkirkan beberapa kulit telur yang menempel ditubuhnya.

RiRa kembali dengan sebotol air mineral dan sebotol minuman isotonik lalu meminumkannya kepada Yeon Hwa. Gadis itu sepertinya benar benar tidak punya daya hanya untuk sekedar minum sendiri. Sehingga membutuhkan bantuan Ri Ra

Manager Jung berbicara panik di telpon. Beberapa petinggi SM sedari tadi sibuk menghubunginya karena mendengar masalah ini. benar benar ! berita cepat sekali menyebar ya?

“Ini pakailah. Ayo ~” ajak Hyun Ah sambil perlahan lahan membantu Yeon Hwa berdiri lalu membuka satu persatu kostum yang dipakainya.

Yeon hwa berdiri dengan sangat lemah. Untung Hee Chan dan Ri Ra memegangi kedua lengannya. Sementara Sung Rin membantu Hyun Ah memakaikan baju untuk Yeon Hwa.

Setetes air mata jatuh lagi dari mata Yeon Hwa dan mengenai tangan Hyun Ah yang sedang mengancingi kemeja yang dipakaikannya. Leader Black Rose’s itu sontak berhenti melakukan aktifitasnya dan menatap Yeon Hwa. Wajah khawatirnya kini berubah menjadi guratan guratan kesedihan saat melihat ekspresi magnae mereka. begitu datar dan tak ada kehidupan. Air mata juga terus terusan mengalir.

“Yeon Hwa~ya” lirihnya. Hyun Ah tak kuasa menahan tangisnya. Gadis itu langsung memeluk Yeon Hwa seerat mungkin. Tak memperdulikan apakah magnaenya itu sulit bernafas atau tidak.

Hee Chan dan Ri Ra melakukan hal yang sama. Menangis? Ya.. mereka berdua ikut menangis.

Sung Rin menatap datar wajah Yeon Hwa yang tengah dikelilingi pelukan dari Hyun Ah, Hee Chan dan Ri Ra. Namun tak dipungkiri, matanya berkaca kaca. Miris melihat Yeon Hwa yang harus menanggung beban ini sendirian. Gadis itu perlahan lahan mengarahkan telunjuknya menghapus air mata yang mengalir di pipi Yeon Hwa

“Gwenchana.. gwenchana.. semuanya akan baik baik saja” kata Sung Rin tanpa Suara. Gadis itu lantas tersenyum sekilas seakan memberi kekuatan untuk Yeon Hwa dan ikut memeluk Yeon Hwa dengan erat.

Kelimanya masih diliputi tangis yang begitu memilukan. Membuat Manager Jung terpana dan tak sadar menjauhkan ponsel yang sedari tadi menempel ditelinganya itu. Tak memperdulikan suara di telponnya yang sudah berteriak teriak tidak jelas. Saat ini, wanita bermarga Jung itu hanya bisa menatap takjub rasa kekeluargaan yang ada diantara Black Rose’s. Menangis bersama? Saling menguatkan? Bukankah Terdengar begitu… indah?

-o0o-

Kyuhyun sedikit membanting pintu mobilnya saat turun. Pria itu terlihat sangat terburu buru. Kyuhyun berjalan dengan cepat masuk ke dalam gedung yang menjulang tinggi di depannya itu.

Kyuhyun menahan lift yang hampir tertutup sehingga lift itu kembali terbuka. Dan secara kebetulan di dalamnya sudah ada Siwon dengan kedua tangannya terlipat di depan dada. Keduanya saling berpandangan penuh arti dan sudah bisa ditebak hanya mereka yang tahu arti pandangan itu. Kyuhyun masuk dan litf kembali berjalan.

Sampai ke lantai 7 lif kembali terbuka, Baekhyun terlihat sedikit terkejut melihat Kyuhyun dan Siwon namun saat pria manis itu mengetahui arti tatapan dan gelagat mereka, dia hanya bisa masuk dan bergabung dengan yang lainnya.

“Baekhyun~ah, kenapa kau bisa muncul dari lantai 7?” suara Kyuhyun terdengar

“aku mengunjungi bibiku Hyung” balasnya singkat dan keudian mereka kembali terdiam.

Ketiganya keluar secara bersamaan di lantai ke sepuluh. Melewati lorong panjang yang disisi kanan kirinya banyak sekali pintu. Tiba tiba dari salah satu pintu disitu terbuka dan menampilkan Donghae dengan wajah yang tegang, tak berbeda jauh dengan ketiga pria tadi. Tak perlu ditanya, Donghae memang punya apartmen pribadi di gedung itu.

Kembali, mereka semua bertatapan dalam diam dan yang terpenting hanya mereka yang tahu. keempatnya berjalan kembali ke arah yang sama dengan langkah yang mantap. Wajah mereka benar benar menunjukkan keseriusan yang amat sangat.

Di ujung lorong, mereka belok ke arah kiri. Berjalan beberapa langkah sampai akhirnya sampai di depan sebuah pintu yang didepannya ada beberapa coretan tangan. Mereka berhenti di depan pintu itu. Kyuhyun memencet bel dengan harap harap cemas. Namun, tak satupun dari orang di dalam yang membukakan pintu. Cukup lama mereka menunggu sampai akhirnya Donghae melangkah ke depan dan memencet beberapa tombol yang merupakan password pintu tersebut.

Siwon,Kyuhyun dan Baekhyun saling pandang. Mereka bertiga lalu memandang Donghae dengan penuh selidik. Donghae hanya mengangkat kedua tangannya sambil mengendikkan bahu.

‘KLIK’

Kombinasi angka yang dimasukkan Donghae menghasilkan bunyi yang tandanya password itu benar. Keempatnya kembali berpandangan lalu masuk ke dalam tanpa rasa ragu lagi.

Keempat pria itu berhenti di ujung pintu saat melihat gadis gadis itu terduduk lesu mengitari Yeon Hwa yang seperti mayat hidup. Ketika Kyuhyun mendengar berita bahwa Black Rose’s diserang saat tampil di Simply K-Pop lewat Internet, pria itu tanpa pikir panjang langsung bergegas menuju dorm mereka. dan tanpa diduga dia bertemu Siwon, Donghae dan bahkan Baekhyun. Dan pasti, mereka bertiga juga punya tujuan yang sama. Mengetahui kondisi para gadis-nya.

Namun yang Kyuhyun heran, kenapa saat ini dia masih belum menemukan sosok Taemin? Kemana dia? Bukankah seharusnya dia yang lebih mengerti dan kesini sekarang juga untuk membicarakan ini?

Siwon berjalan duluan, mengampiri Sung Rin yang terlihat kacau di ruang tengah. Keheningan benar benar menyelimuti mereka semua. Siwon mendesah pelan saat melihat keadaan gadisnya yang terlihat buruk. Dengan cekatan dia mengusap pelan rambut Sung Rin dan memberikan gadis itu senyum yang sangat manis, berharap agar bisa sedikit membantu menghilangkan beban yang menumpuk di pikirannya.

Kyuhyun kemudian menyusul. Pria itu berjalan mendekati Hyun Ah. Bagaimanapun Hyun Ah adalah seorang leader dan Kyuhyun berharap masalah ini tidak membuat leader Black Rose’s itu menyalahkan dirinya sendiri dan menganggapnya sebagai pemimpin yang tidak becus.Pria itu mengenggam tangan Hyun Ah dan membuat gadis itu sedikit tersentak lalu menoleh kearahnya.

“Oppa..” lirihan kecil keluar dari bibirnya dan matanya memanas tatkala melihat Kyuhyun tersenyum kearahnya, berusaha mengutkan dirinya. sungguh gadis itu ingin sekali menghambur kepelukan Kyuhyun sekarang juga. Tempat sandarannya yang terasa begitu melegakan, Cho Kyuhyun

Donghae melangkah maju. Perlahan dirinya mendekati Ri Ra yang kondisinya juga tak jauh beda dengan yang lainnya. Sejak kejadian Ri Ra yang mencium Donghae dirumah sakit waktu itu, hubungan mereka makin menjauh. Entah kenapa, setiap Donghae menyapa atau berusaha berdekatan dengan Ri Ra, gadis itu seakan menghinarinya. Namun kali ini, Donghae benar benar mencemaskan keadaan gadis yang sedari dulu ditunggunya itu.

“Ri Ra~ya” kata Donghae, terdengar lirih namun masih jelas ditelinga Ri Ra karena pria itu teoat berada disampingnya. Ri Ra menoleh dan mendapati Donghae yang tengah tersenyum seakan memberinya pegangan untuk tidak terjatuh dan selalu bertahan.

“Gwenchana.. semuanya akan baik baik saja” kata Donghae menguatkan. Ri Ra mengangguk, lalu pandangannya kembali ke arah Yeon Hwa di depannya. Donghae bergerak menyentuh kepala Ri Ra dan menyenderkannya di bahu pria itu. Ri Ra tidak menolak. Saat seperti ini dia memang membutuhkan seseorang untuk bersandar.

Baekhyun yang tadinya tidak tahu akan berbuat apa dengan spontan melangkahkan kakinya menuju Hee Chan. Tatapan kosong dan keadaan Hee Chan yang kacau balau membuat kaki Baekhyun serasa digerakkan menuju kearahnya. Hatinya menyuruhnya untuk melakukan apapun agar membuat gadis itu terlihat membaik. Walaupun sebenarnya Baekhyun sendiri tidak yakin.

“Kau.. tidak apa apa?” tanya nya pada Hee Chan. Tak ada jawaban yang keluar dari gadis itu dan hal itu melah membuat Baekhyun merasa semakin ingin melindunginya. Kata hatinya yang menyeruakkan begitu.

Tangannya bergerak menyentuh pundak Hee Chan, sedikit meremasnya. Menyalurkan sedikit kekuatannya untuk Hee Chan yang terlihat begitu kacau saat ini. sungguh, kejadian beberapa jam lalu itu benar benar membuatnya down dan sangat shock! Bukan hanya dirinya, bahkan semua member merasakannya. Dipermalukan di depan umum dan dilempari telur. Walau Hee Chan tahu, peran utama yang paling tersakiti disini adalah Yeon Hwa. Namun, hal ini pasti akan berdampak juga dengan karir mereka kedepannya. Malu, itu juga salah satu yang akan mereka tanggung nantinya.

Suara derap langkah seseorang tertangkap indra pendengaran Baekhyun. Pria itu lantas menoleh kearah pintu dan mendapati seseorang dengan nafas yang tersengal masuk dengan terburu buru

“Park Yeon Hwa” ucapnya membuat semua orang disana menoleh, kecuali Yeon Hwa. Gadis itu masih terus menatap kosong apa yang bisa dilihatnya.

“…..”

“….”

“Yeon Hwa~ya”

—-

Advertisements

9 thoughts on “[Special Post] The Way To Your Heart (Part 7)

Add yours

  1. aigoo sampai segitunya pasti itu fansnya taemin-naeun shipper kan yang gk setuju ama kisah hubungan taemin dan yeon hwa

  2. Y ampun memang klo dunia kpop sunggih mengerikan y.. klo g suka pasti pembullyan terjadi
    Kasian yeonwha.. yg datang apakah taemin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: