[Special Post] The Way To Your Heart (Part 6)

rwef

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : The Way To Your Heart

Main Cast            : -Lee Taemin -Park Yeon Hwa

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Part

Desclimer            : This is special Post ! dan cast utamanya Lee Taemin SHINee. Special Request from my friend ‘RAW’ berharap kalian tetep suka sama karyaku. plot dan alur cerita semua murni dari pikiran aku. so, don’t plagiat okay! Comment after reading ! Khamsahamnidaaaa~ ^^

Happy Reading~

‘Apa kau ada waktu? Bisa menemaniku makan siang?’

Hee Chan menarik sudut bibirnya keatas saat membaca rentetan pesan yang dikirim seseorang. Membuatnya menjadi pusat perhatian member Black Rose’s yang masih berada satu ruangan dengannya. Tak sadar? Sepertinya iya. Entah kenapa gadis itu merasa senang mendapat pesan itu, sehingga membuatnya tak sadar jika masih dalam proses latihan hari ini.

“siapa orang yang membuatmu tersenyum seperti itu Park Hee Chan?” tanya Sung Rin yang sedari tadi mengawasi gerak gerik dongsaengnya itu dengan tatapan aneh dan penasaran.

“Eoh? A-ani~” elak Hee Chan

“sepertinya, aku sempat melihat Hee Chan eonnie tersenyum pada.. ah ! Baekhyun seunbae ! yaa.. dia tersenyum sangat manis pada Baekhyun sunbae semalam “ kata Yeon Hwa yang membuat semua member terkejut

“Jeongmal? Wuaah, Hee Chan~ah, kau jangan coba coba mendahuluiku ya. Aku sudah berlapang dada merelakan magnae kita yang semalam resmi mendahuluiku. Awas saja jika kau berani” tuding Ri Ra. Gadis itu bahkan berbicara sambil berkacak pinggang

“Ya! Eonnieeee” seru Yeon Hwa tak terima

“Mwo? Kau mau mengelak? Huuuft.. Uri leader dan Sung Rin eonnie pantas jika mendahuluiku. Tapi kau?”

“Ya ! jangan membuatku merasa bersalah begini eoh!”

“aigoo.. aku hanya bercanda Yeon Hwa~ya kkkk” kata Ri Ra sambil terkikik. Membuat Yeon Hwa memanyunkan bibirnya dan terlihat kesal

“Hyun Ah eonnie, apa latihan kita sudah selesai?” tanya Hee Chan pada Hyun Ah

“Wae? Kau ingin menemui Baekhyun? Atau kencan bersamanya?” celetuk Sung Rin yang mendapat anggukan setuju dari Ri Ra dan Yeon Hwa. Sementara leader mereka masih terus asik kencan dengan ponselnya.

“a-aniyo.. aku ada urusan lain”

“dengan Baekhyun?” lagi lagi Sung Rin menggodanya.

“eonnie, berhentilah menggodaku” Hee Chan mulai kesal. Gadis itu terlihat cemberut yang malah membuat Sung Rin menggelengkan kepalanya

“Yaah! Mianhe. Jangan marah seperti itu” bujuk Sung Rin

“Arraseo, tapi berhenti menggodaku” balas Hee Chan yang mendapat anggukan dari Sung Rin

“Hee Chan~ah, jika kau ingin pergi, pergilah. Aku jamin latihan kita sudah selesai. Dan jika kau menunggu persetujuan uri leader, kau harus menunggu paling tidak sekitar 3 jam lagi” lanjut Sung Rin membuat yang lainnya tertawa geli.

“Sepertinya leader kita ini memang tidak pernah bisa lepas dari ponselnya” kata Yeon Hwa memperkuat penjelasan Sung Rin

“Arraseo. Gomawo eonnie. Cha! Aku pergi sekarang. Annyeong!” dengan sumringah, gadis bermarga Park itu segera bangkit dari duduknya. Mengambil tas ransel dan handuk putih kecil di sampingnya, lalu berjalan keluar ruangan. Sebelumnya, gadis itu mengetik sesuatu di ponselnya.

‘Baiklah, kita bertemu di Restoran Jepang di dekat Sungai Han satu jam lagi’ dan gadis itu pun menekan tombol SEND

Hee Chan merasakan hatinya yang berbunga bunga saat ini. untuk alasan apa Hee Chan juga tidak tahu. gadis itu pulang ke dorm terlebih dahulu. Tentu ingin bertemu dengan seseorang tidak dengan keadaan yang seperti ini kan? Acak acakan dan berkeringat! Errr..

Hee Chan mendesah pelan saat melihat tumpukan baju bajunya di atas ranjang putih miliknya. Apa yang barusan dia lakukan? Mengeluarkan berbagai macam jenis pakaian lalu melemparnya asal ke ranjang disampingnya. Apakah sebegitu repot untuk memilih baju?

“Aku harus mengenakan apa?” gumamnya. Matanya menelusuri seluruh koleksi baju bajunya sambil terus berpikir apa yang sebaiknya dikenakan.

“Tunggu tunggu, aku hanya menemaninya makan siang kan? Kenapa harus seheboh ini?” gumamnya lagi

“tapi.. apa salahnya berpenampilan menarik? Bukankah aku seorang public figure?” gadis itu terus berdebat dengan argumentnya sendiri. sampai tak sadar bahwa waktu bertemu dengan Baekhyun tinggal 15 menit lagi

“Yaaassh! Kenapa waktu berjalan cepat sekali?! Haiss..” omel Hee Chan setelah sebelumnya melihat jam dinding putih yang menempel di kamarnya.

-o0o-

Baekhyun membenarkan letak kemeja putih bergaris garis biru yang dipakainya. Detik berikutnya, pria itu membenarkan tatanan rambutnya. Belum merasa puas, pria itu mengambil ponselnya lalu beberapa kali memastikan wajah nya dalam keadaan baik baik saja dari  ponsel yang digenggamnya itu.

Jari jari lentiknya beberapa kali mengetuk ngetuk meja menimbulkan beberapa irama yang layak untuk didengar. Senandung kecil terdengar dari mulutnya mengiringi irama yang ditimbulkan dari jari jarinya yang masih menari di atas meja coklat tempatnya duduk.

Baekhyun duduk dengan gelisah. Sesekali menatap ke arah pintu masuk lalu mengalihkannya ke jam berwarna silver yang melingkar manis di pergelangan tangannya.

“Apa aku terlalu cepat datang? Kenapa dia belum muncul juga?” gumamnya

Tak lama, pria itu menangkap siluet seseorang dari luar resto. Kebetulan dia duduk tepat di samping jendela yang menghadap keluar. Kaca bening disampingnya itu benar benar membantunya mengenali siluet itu. Siluet? Bahkan siluet itu sekarang makin jelas dengan hadirnya sesosok gadis mengenakan dress santai berwarna putih dan dipadukan dengan legging hitam tipisnya. Tak lupa, tas putih kesayangannya dia bawa.

Baekhyun makin gugup. Beberapa kali pria itu menghembuskan nafasnya sambil menunggu Hee Chan masuk ke dalam resto dan menghampirinya.

“Ah, kau sudah datang? Maaf membuatmu menunggu terlalu lama” Baekhyun dapat menangkap suara Hee Chan dengan jelas yang menandakan gadis itu sudah berada di dekatnya sekarang

“Ya? Ah, gwenchana. Mungkin aku yang terlalu cepat datang” balas Baekhyun

Hee Chan tersenyum lalu mengambil posisinya dan duduk di depan Baekhyun. Setelah memesan makanan mereka berdua sama sama terdiam. ‘bodoh ! apa yang harus kulakukan sekarang?’ rutuk Baekhyun dalam hati. Pria itu benar benar belum terbias dengan situasi seperti ini.

Ini bukan kali pertama mereka bertemu. Namun, baru kali ini suasana terasa mencekam (?) diantara keduanya. Mereka lumayan dekat, semenjak kejadian tempo hari saat mereka berdua memergoki belahan jiwa mereka masing masing tengah berciuman mesra. Ternyata, hal negative bisa membawa dampak positif untuk mereka.

“Apa aku menganggu waktumu hari ini? maaf sudah memintamu untuk menemaniku makan” kata Baekhyun. Pria itu mencoba lebih rilex sekarang

“Tidak apa apa, jadwal latihanku sudah selesai saat kau mengirim pesan tadi”

Seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. keduanya melontarkan kalimat terimakasih sesaat setelah pelayan itu meletakkan makanan mereka diatas meja.

“bagaimana keadaan Sung Rin noona? Apakah penyakitnya masih sering kambuh?” tanya Baekhyun di sela sela kesibukannya terhap makanan di depannya

“Tidak. dia sudah membaik. Kurasa, hubungannya dengan Siwon oppa membuatnya menjadi orang yang banyak bersosialisasi sekarang” balas Hee Chan. Gadis itu tak ada bedanya dengan Baekhyun, berbicara sambil terus sibuk dengan makanan di depannya.

“Setelah makan, apa kau ingin pergi ke suatu tempat?” tanya Baekhyun, sepertinya pria itu sudah mulai tau caranya bersikap sekarang.

“Hmm, bagaimana kalau kita berjalan di sekitar Sungai Han”

“Err.. kau yakin? Maksudku , pasti banyak yang mengenali kita kan?”

Hee Chan berpikir sejenak, benar juga apa yang dikatakan Baekhyun. Pasti banyak yang akan mengenali mereka. mengingat mereka adalah seorangs superstar. Beruntung restoran yang mereka kunjungi disini sangat mengutamakan kenyamanan. Jadi, walaupun ada yang mengenali mereka atau salah satu fans mereka dengan ributnya meminta tanda tangan dan sebagainya, tentu sang penjaga sudah disiapkan. Lagipula, restoran ini sangat menjaga privasi pelanggannya.

“Bagaimana kalau jalan jalan di taman yang ada di dekat gedung SM ? sepertinya suasana disana tidak terlalu buruk” tawar Hee Chan

Sebenarnya, Baekhyun masih merasa ragu. Tapi pria itu menyetujuinya. Takut membuat Hee Chan kecewa. Bukankah sebelumnya dia sendiri yang menanyakan keinginan gadis itu untuk pergi kemana?

Baekhyun dan Hee Chan berjalan santai di antara jalan setapak yang ada di taman sederhana ini. sedikit bersyukur karena pengunjung disini tidak terlalu banyak. Hanya terlihat beberapa anak yang sedang bermain dan juga orang tua mereka –mungkin- yang tengah bercengkrama satu sama lain.

“apa kau tidak panas? Disini bahkan tidak terlalu ramai. Kau bisa melepasnya, itupun jika kau mau” kata Hee Chan. Gadis itu sungguh merasa jengah melihat Baekhyun mengenakan alat alat mengerikan itu. Jaket, topi dan masker? Oh ayolah, hal itu tidak akan mempan jika yang melihat adalah fans setianya. Tentu bagaimana bentuk idolanya, seorang fans akan tahu. lagipula, tempat ini cukup aman baginya agar bisa melepas segala topengnya itu.

“Kau sendiri tidak takut? Kau sama sekali tidak memakai alat penyamaran?” Tanya Baekhyun. Pria itu juga cukup merasa heran. Hee Chan dengan berani berjalan di tempat umum itu dengan tanpa satupun alat penyamaran yang biasa dipakai oleh para superstar itu.

“See? Apa yang perlu kutakutkan?” kata Hee Chan sambil melihat kesekelilingnya. Baekhyun mengikuti arah pandangnya. Dan kemudian setuju untuk melepas segala macam bentuk penyamaranannya itu.

“Ahhh~ aku bisa bernafas sekarang” katanya setelah melepas Jaket, Topi dan maskernya itu.

“Benarkan kataku? Kau terlihat lebih manusiawi sekarang” kata Hee Chan sambil terkikik

“Kau benar”

Keduanya berjalan dan duduk di salah satu kursi panjang yang berada di balik pohon besar di tepi danau. Angin kecil berhembus menerpa keduanya. Seukir senyum terbentuk di wajah Bakhyun saat pria itu menangkap sosok Hee Chan dengan rambutnya yang terbang karena ulah angin.

‘cantik!’ batin pria itu. Mungkin yang Baekhyun tau sekarang, dirinya masih sebatas mengaggumi Hee Chan. Sejujurnya, pria itu masih belum bisa menghapus Jung Sung Tae dari otaknya.

“Kau tahu? kau sangat berbeda jika di atas panggung” Kata Baekhyun. Membuat Hee Chan menoleh kearahnya

“benarkah? “

“Ya, saat diatas panggung kau akan menjadi Park Hee Chan yang ambisius. Sangat lincah dan berusaha menampilkan yang terbaik untuk semua fansmu. Tidak kenal kata lelah dan terus bertahan dalam posisimu. Tidak mengeluh atau apapun itu. Kau malah terus belajar untuk benar benar menampilkan sesuatu yang bisa membekas di hati para fansmu. Wuaaah.. para penggemarmu benar benar beruntung mempunyai idola yang tidak gampang menyerah sepertimu”

“lalu?”

“saat di kehidupan sehari hari, kau berubah menjadi Park Hee Chan yang lembut. Yang selalu menerima kritikan atau saran dari pelatih atau sunbae sunbaenya. Selalu menjadi gadis baik hati yang perhatian terhadap semua orang. Kata ambisius benar benar hilang dari kriteriamu”

Hee Chan terkikik mendengar pendapat Baekhyun tentang dirinya. jadi, begitukah menurut Baekhyun?

“Hmmm.. ambisius? Sepertinya kata kata itu terlalu berlebihan” keduanya terkekeh pelan dan kemudian saling diam. Merasakan semilir angin yang semakin lama semakin terasa melembut.

Baekhyun menangkap kedai ice cream kecil di pengelihatannya. Pria itu pun bangkit dan membuat tanda tanya di kepala Hee Chan

“Mau ice cream?” tawar Baekhyun yang mendapat anggukan setuju dari Hee Chan.

“Tunggu disini sebentar” kata Baekhyun lalu langsung pergi menuju kedai ice cream yang dilihatnya tadi

Tak lama kemudian, Baekhyun kembali dengan dua buah ice cream ditangannya. Pria itu menyerahkan ice cream strawberry kepada Hee Chan, dan ice cream vanilla yang tersisa ditangannya adalah miliknya

Hee Chan sedikit heran, bagaimana dia bisa tahu kalau gadis itu maniak ice cream strawberry?  Bukankah Hee Chan belum sempat memberitahunya tadi?

“Kenapa? Tidak suka ?” tanya Baekhyun yang melihat Hee Chan hanya memandangi ice creamnya

“A-ani. Hanya menebak nebak. Bagaimana kau tahu aku suka ice cream rasa strawberry?”

“benarkah? Tadi aku hanya menuruti instingku. Dan ternyata itu benar?”

“ne. kau benar”

Keduanya meninkmati ice cream mereka masing masing dalam diam. Tiba tiba, timbul ide jahil di benak Baekhyun. Pria itu perlahan lahan menoleh kearah Hee Chan. Dan tanpa sepengathuan gadis itu, jari telunjuk Baekhyun yang sudah terlumuri (?) oleh ice cream vanilla miliknya mulai mendekat.

Baekhyun memposisikan jari telunjuknya tepat di depan pipi Hee Chan, sementara gadis itu masih belum sadar dan masih menikmati ice creamnya

“Hee Chan~ssi” panggil Baekhyun yang membuat Hee Chan langsung menoleh. Tepat saat itu juga, pipinya mengenai jari telunjuk Baekhyun sehingga pipi chubby Hee Chan terkena ice vanilla milik pria itu.

Baekhyun tertawa keras, melihat tampang lucu Hee Chan seperti itu benar benar menggelitik perutnya. Sementara Hee Chan mengembungkan pipinya merasa kesal. Namun gadis itu tak kehilangan akal. Saat Baekhyun masih sibuk dengan tawanya, Hee Chan segera melancarkan aksinya. Dioleskan dua jari miliknya pada ice Cream strawberry yang masih tersisa setengha itu. Dengan cepat, Hee Chan mengoleskannya kembali ke pipi Baekhyun membuat pria itu berhenti tertawa dan kini Hee Chan yang tertawa

“Hahaha! Aigoo.. Bakehyun~ssi. Kau terlihat aneh! Haha” kata Hee Chan

“Ya! Park Hee Chan!”

Keduanya masih terus saling balas membalas. Hingga wajah mereka benar benar terasa lengket karena ice cream mereka yang terbuang percuma. Tawa benar benar menghiasi kebersamaan mereka hari itu. Sungguh menyenangkan bukan?

“aigooo! Aku benar benar muak dengan wanita ini. berarti dia yang merebut oppa kita dari Naeun eonnie~”

“bukankah dia itu member yang baru bergabung dengan Black Rose’s ? cuih! Tingkahnya menjijikkan”

“apa dia tidak merasa bersalah apa? Tiba tiba masuk dan mengacaukan semuanya! Dasar gadis tidak tahu malu!”

Tawa Baekhyun dan Hee Chan terpaksa berhenti setelah mendengar beberapa pembicaraan gadis gadis yang masih berseragam SMA. Beruntung mereka berada di balik pohon yang cukup untuk menutupi mereka berdua.

Keduanya saling berpandangan. Sudah bisa dipastikan gadis gadis yang tengah bergosip ria itu adalah Taemin-Naeun shipper. Dan pasti, mereka membicarakan tragedi semalam di pesta ulang tahun Key. Aigooo.. kenapa Hee Chan bisa melupakan masalah sebesar ini?

“Baekhyun~ssi maaf aku harus pergi. Terimakasih untuk hari ini” kata Hee Chan lalu tiba tiba berlari meninggalkan Baekhyun. Gadis itu bahkan mengacuhkan panggilan Baekhyun di belakangnya.

-o0o-

Hyun Ah berjalan mondar mandir di hadapan ketiga dongsaengnya. Leader Black Rose’s itu tampak sedang dalam frustasi berat.

“Berhenti mondar mandir di depan kami eonnie, kau membuat suasana makin mencekam” titah Sung Rin yang membuat Hyun Ah duduk. Tapi gadis itu masih terlihat gelisah, dia bahkan mengigiti kukunya

“Berhenti mengigiti kukumu eonnie. Kau membayar mahal nail art itu bukan untuk kau gigiti” lagi lagi Sung Rin mengintrupsinya

“Aish, arraseo”

Ri Ra tampak memegang lengan Yeon hwa yang terasa dingin, sedangkan gadis itu hanya terus terusan menunduk. Bahkan sedari tadi gadis itu tidak mengeluarkan satu patah katapun dari mulutnya.

Pintu dorm mereka terbuka dan memunculkan Hee Chan disana

“Ya! Kau darimana saja?” seru Hyun Ah

Hee Chan hanya memandang Sung Rin dengan puppy eyesnya. Karena dia satu satunya orang yang menjamin kepergiannya tadi. Tapi yang ditatap malah mengangkat bahunya seakan lepas tanggung jawab. Membuat Hee Chan mengerucutkan bibirnya sesaat.

“Mianhe eonnie, aku ada urusan” jawab Hee Chan

“Bagaimana kencanmu dengan Baekhyun Hee Chan~ah?” celetuk Ri Ra tiba tiba yang membuat Hee Chan menepuk jidatnya. Bisakah gadis itu membantunya dalam situasi seperti ini?

Sebelum Hyun Ah atau Hee Chan bersuara, manager mereka masuk dan membuat semuanya berdiri.

“Yeon Hwa~ya kau dipanggil ke kantor pusat. Lee So Man sajangnim ingin bertemu denganmu”

Semua mata tertuju pada Yeon Hwa. Kilat kilat khawatir tercetak jelas di wajah mereka masing masing. Entah apa yang akan dilakukan So Man sajangnim sekarang. mengingat dia tidak mungkin meminta ingin bertemu jika bukan masalah serius.

“Dia sendiri?” tanya Hyun Ah

“Bersama Taemin”

-o0o-

Yeon Hwa mengenggam tangannya erat erat. Suasana di ruangan ini tampak begitu mencekam menurutnya. Sementara Taemin duduk di sampingnya dengan gelisah. Pria itu gugup, sama seperti dirinya. apa yang akan dibicarakan oleh So Man sajangnim? Pria paruh baya itu bahkan sudah ada di hadapannya selama 10 menit terakhir. Namun, satu kalimat pun belum keluar dari mulutnya.

“Bisa kalian jelaskan semua ini Lee Taemin dan Park Yeon Hwa” suara bass milik pendiri SM itu terdengar. Membuat bulu kuduk Yeon Hwa tiba tiba berdiri -,-

Kejadian semalam benar benar menjadi berita hangat hari ini. topik yang sama selalu diperbincangkan dimanapun itu. Tentu Taemin, Yeon Hwa dan Naeun lah yang sekarang menjadi tokoh utama dalam berita besar besaran ini.

Kedua orang itu masih tetap diam, tak tahu harus berkata apa. Toh kenyataannya memang benar kan? Mereka adalah pelaku utamanya saat ini.

“bukan aku mencampuri urusan pribadi kalian. Tapi, hal ini berdampak juga pada perusahaan dan yang lainnya” lanjut petinggi SM itu. Pria paruh baya itu bahkan menghembuskan nafasnya terasa berat.

“kasus seperti ini terulang lagi” gumam Lee Soman. Mengingat dulu pernah ada kasus serupa dengan ini. kasus Eunhyuk dan IU cukup menghebohkan seluruh dunia waktu itu.

“Tapi bedanya ini cinta segita. Benarkan?” tambahnya. Namun percuma, keduanya masih tetap diam.

“Ini lah alasan utamaku sebenarnya untuk tidak memperbolehkan kalian menjalin hubungan sekarang ini. tapi apa boleh buat jika memang hati yang berbicara kan? Aku membiarkan beberapa artis perusahaan kita berpacaran, tapi dengan memberikan syarat untuk tidak berbuat macam macam yang dapat menimbulkan skandal. Tapi ini? “

“Park Yeon Hwa, apa kau tidak berpikir bahwa aku akan kecewa padamu. Bukankah kau seharunya merasa bersyukur bisa lolos dari ribuan ribuan peserta itu dan debut dalam waktu singkat. Aku memutuskan debutmu bukan tanpa pertimbangan. Aku percaya, kau gadis dengan penuh talenta. Tapi jika sudah seperti ini, kau benar benar menghapuskan kepercayaanku padamu”

Yeon Hwa menunduk semakin dalam. Gadis itu merasa bersalah dan.. malu? Tiba tiba terselip rasa penyesalan dalam dirinya. bagaimana ini? apakah sebuah penyesalan itu memang datang belakangan?

“Baiklah, sepertinya kalian belum bisa memberi penjelasan apapun padaku. Keluarlah sekarang” kata Lee Soman. Pria paruh baya itu terlihat sangat frustasi sekarang. walaupun dia sudah cukup sering mendapatkan masalah seperti ini.

“Sajangnim..” suara Taemin terdengar. Membuat Yeon Hwa menoleh kepadanya

“beri kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku yakin, kami bisa melewatinya” kata Taemin dengan tegas. Pria itu bahkan menyambar tangan Yeon Hwa dan mengenggamnya erat. Keseriusan sungguh tampak di matanya. Magnae SHINee itu sepertinya tidak main main dengan ucapannya.

Lee So Man berfikir sejenak sebelum akhirnya tersenyum tipis dan mengangguk. Tentu dia harus percaya pada anak anak didiknya bukan? Mereka sudah dewasa dan berhak menentukan masa depannya. Dia harus menaruh keyakinannya itu pula pada Taemin. Pihak perusahaan juga pasti akan membantunya sebisa mungkin. Dan yah.. bukankah sesuatu itu tidak akan berjalan lurus tanpa rintangan?

-o0o-

Yeon Hwa duduk diam diatas kursi panjang berwarna putih yang terletak di taman belakang gedung SM. Gadis itu masih merenungkan tentang apa yang tengah menimpanya kini. Skandal? Apakah bisa hal seperti ini disebut skandal?

Ponsel putih berlindung case berwarna pink nya itu berbunyi. Membuat gadis itu tersadar dari lamunannya. Kedua sudut bibirnya tertarik keatas saat melihat caller ID yang ada di layar ponselnya. Iya, kenapa dia tidak kepikiran? Mungkin berkeluh kesah dengannya bisa membuat diri Yeon Hwa merasa lebih baik. Toh, selama ini dia lah yang menajdi rumah bagi Yeon Hwa. Tapi, apa gadis itu tega menceritakan masalahnya? Apa tidak membuat orang itu khawatir?

“Halo, ma~” Yeon Hwa mengangkat telpon masuk itu. Senyum masih setia terpasang di wajahnya.

“Sayang, apa kau baik baik saja? nada suaramu tidak menyatakan kau dalam keadaan baik. Apakah ada masalah?” lihat? Bahkan seorang ibu yang jauh disana bisa merasakan bahwa putri semata wayangnya itu tengah dilanda masalah.

Yeon Hwa berpikir sekali lagi. Gadis itu merasa ragu, antara menceritakan masalahnya atau tidak. Jika ia menceritakannya, sudah pasti Mama nya merasa sangat khawatir. Tapi jika tidak, Yeon Hwa benar benar butuh seseorang yang bisa memberinya solusi terbaik saat ini.

“Ma~” panggil Yeon Hwa.

“Ya sayang?”

“Seandainya kau terjebak diantara dua pilihan yang sulit, dimana keduanya sama sama menghalangimu untuk bahagia, apa yang akan kau lakukan?” tanya Yeon Hwa. Sedikit merasa lega, setidaknya dia bercerita pada ibu kandungnya sendiri yang diharapkannya bisa memberi solusi terbaik. Dan juga, gadis itu tidak perlu merasa takut akan ada yang menguping pembicaraannya di telpon bersama sang ibu. Toh, Yeon Hwa menggunakan bahasa negaranya sendiri saat ini, Indonesia.

“Kenapa bertanya seperti itu? Sesuatu terjadi?” tanya sang ibu

“Ani, hanya saja.. kau tahu kan kalau dunia yang kujalani ini tidak mudah. Di kedepannya, pasti akan ada masalah seperti itu menimpaku” sedikit berbohong dilakukan Yeon Hwa agar ibunya itu tidak merasa terlalu khawatir

“Jika mama dihadapkan 2 pilihan berbeda yang sama sama sulit dan keduanya membuat mama tidak bahagia, mama tentu tetap akan memilih salah satu diantaranya, sayang. Dari kedua hal tersebut, pasti ada diantaranya yang sedikit lebih baik untuk kau pilih. Meskipun tetap menyakitimu, tapi setidaknya terlalu dalam. Keduanya sama sama berat? Sama sama sulit? Tapi bukankah hidup ini adalah sebuah pilihan?”

Yeon Hwa diam seribu bahasa, gadis itu mencerna baik baik semua makna yang tersirat dari ucapan mamanya.

“Satu yang mama pesan. Pikirkan baik baik keputusanmu karena pilihanmu merupakan terobosan untuk membawamu ke kehidupan yang bahagia nantinya. Karena, hidup itu tidak selalu mulus mulus saja, atau tidak selalu berliku.Sebuah kehidupan itu berputar. Terkadang berada di bawah, dan terkadang berada di atas”

Yeon Hwa masih terdiam, menangkap satu persatu rentetan kalimat yang diucapkan mamanya. Memang gadis itu belum menemukan jawaban yang tepat untuk saat ini, tapi setidaknyawejangan wejangan yang diberikan mamanya membuat dia bisa berpikir jernih untuk kedepan.

“Ma, apa mama percaya padaku?” tanya nya lagi

“Tentu saja, kau putri mama satu satunya. Mama dan Papa mengizinkanmu kesana, meraih cita citamu tentu dengan sebuah harapan besar dan disertai dengan kepercayaan. Satu yang mama mohon, jangan pernah kau menghancurkn harapan dan kepercayaan yang telah mama dan papa berikan padamu”

Yeon hwa tersenyum, satu tetes air mata mengalir menganak sungai di pipinya. Rasa rindu yang begitu mendalam terhadap  sosok wanita yang telah melahirkannya itu sudah diambang batas. Ingin rasanya Yeon Hwa memeluknya, dan tertidur dalam pelukannya lagi seperti yang dulu sering dilakukannya. Dia yakin, beban yang dihadapkan padanya akan menguar begitu saja jika dia bisa mendekap mama nya sekarang juga.

“I miss you so much, mom~” kata Yeon Hwa akhirnya. Gadis itu berusaha sekuat tenaga agar bisa meredam tangisnya. Dia tidak mau mamanya mendengar isakan kecil dari bibirnya. Pasti mamanya akan merasa khawatir

“ We miss you too, sayang”

“ bulan depan, Konser SM Town akan digelar di Jakarta. Aku berharap Mama dan Papa datang untuk melihatku. Aku sungguh berharap bisa bertemu kalian. Dan maaf jika aku belum bisa pulang dalam waktu dekat ini”

“benarkah? Tentu tentu! Mama dan Papa akan datang!”

“Aku akan mengatur supaya kalian bisa menemuiku di backstage nanti”

“Memang boleh?”

“Tentu saja ma, kalian kan orang tuaku” kata Yeon hwa. Gadis itu merasa sedikit gemas dengan mamanya. ‘Memang Boleh?’ tentu saja ! mana ada larangan yang menyatakan seorang anak tidak boleh bertemu dengan orag tuanya

“Baiklah, mama jadi tidak sabar” kata Mamanya terdengar antusias. Membuat Yeon Hwa tersenyum kecil.

Seusai perbincangan singkat Yeon Hwa dan mamanya usai, gadis itu masih merenungkan kalimat yang diucapkan mamanya tadi. Tiba tiba, datang perasaan menyesal pada dirinya. menyesal mengambil keputusan dengan menerima Taemin masuk ke dalam hidupnya. Ini bahkan belum genap 24 jam sejak dirinya resmi berhubungan dengan Taemin, tapi kenapa masalah sudah datang?

#Flashback on~

“Taemin~ah, bisakah kau lepaskan aku? Aku tidak ingin dianggap seperti tadi. Merebutmu darinya? Huh?” kata Yeon Hwa. Suaranya sudah kembali normal sekarang setelah beberapa saat mereka terdiam dengan posisi yang masih berpelukan

“Yeo Hwa~ya?”

“Hmm??”

“Tapi aku tidak keberatan”

Yeon hwa melepas pelukan Taemin, menatap bingung dengan apa yang diucapkan pria itu.

“M-maksudmu?”

Taemin tersenyum. Pria itu lantas menggenggam tangan Yeon Hwa dan menatap mata bulat indah yang kini menjadi mata favoritnya itu.

“Aku.. dengan senang hati jika kau memang ingin merubutku dari gadis itu”

“M-mwo?”

“dengar Yeon Hwa, apa perkataanku kurang jelas bagimu?” Taemin mengeratkan genggamannya

“rebut aku darinya, dan aku.. dengan senang hati menerimanya”

“……”

“Aku .. mencintaimu Yeon Hwa~ya”

Yen Hwa membeku. Mata bulatnya mengerjap beberapa kali. Merasa sedang berkhayal, gadis itu malah menggeleng gelengkan kepalanya.

“Apa aku sedang mabuk ya? Tapi aku tidak minum terlalu banyak tadi. Atau aku bermimpi?” lirih Yeon Hwa, lebih tertuju pada dirinya sendiri. namun, mengingat Taemin yang masih berada dalam jarak sedekat itu dengannya membuat pria bermarga Lee itu dapat mendengar dengan jelas.

Perlahan lahan, Taemin mengangkat tangan Yeon Hwa yang masih digenggamnya. Diletakkan jari jari lentik milik Yeon Hwa itu di pipi kanannya. Sentuhan lembut yang bisa dirasakan Taemin membuat pria itu memejamkan matanya sekilas. Meresapi setiap detik kulit mereka bersentuhan.

Yeon Hwa mengangkat wajahnya yang sempat tertunduk.gadis itu melihat Taemin di depannya yang sedang memejamkan mata. Tak lama, Taemin  membuka matanya dan menatap dalam sedalam dalamnya ke retina mata Yeon Hwa .

“Rasakan.. rasakan jika ini nyata. Rasakan bahwa aku nyata di depanmu” lirih Taemin

Yeon Hwa, gadis itu menatap tak berkedip objek di depannya. Perlahan, tangannya yang ada di pipi Taemin bergerak. Menyusuri lekuk wajah indah yang begitu ia elu elukan selama ini. Dahinya, Kedua matanya, hidungnya yang mancung, dan.. bibirnya yang sudah dengan lancang menyentuh Yeon Hwa malam itu. Taemin benar, ini nyata! Gadis itu dapat merasakannya sekarang. ini nyata!

“Ji-jinja-yo?” lirih Yeon Hwa

“Saranghanda.. Park Yeon Hwa” kata Taemin lagi.

Mata Yeon Hwa yang masih sibuk menelusuri wajah Taemin berpindah menatap mata bening pria itu. Mencari sebuah kebohongan yang diharapkannya muncul, walau nantinya akan membuat dia merasa begitu sakit. Tapi kenyataanya, Kejujuran dan kesungguhan lah yang dia dapati.

Yeon Hwa tersenyum, setetes air mata haru turun dari mata bulat indahnya.

“Aku juga.. mencintaimu.. Lee Taemin” jawabnya.

Taemin tersenyum lega. Perasaannya menghangat seiring dengan jawaban yang mengalir lancar dari mulut Yeon Hwa. Pria itu tidak pernah merasa selega ini sebelumnya. Bahagia, haru, semua yang indah menyatu dalam dirinya.

“Berjanjilah untuk terus berada di sampingku walau apapun yang terjadi. Berjanjilah untuk menjadikanku tameng untuk melindungimu saat badai menerpa. Aku yakin, kita bisa melakukan ini bersama” kata Taemin

Yeon Hwa mengangguk. Gadis itu harus mulai meyakini dirinya sendiri sekarang. karena dia tidak sendiri, ada seorang Lee Taemin yang kini siap untuk menjadi tameng pelindungnya.

Seuah kecupan manis menutup malam indah mereka. sinar rembulan dan bintang bintang di langit merupakan objek saksi bisu kisah cinta mereka. setidaknya, untuk malam ini mereka bisa bernafas lega. Tapi, sejujurnya Taemin sendiri yakin bahwa akan ada badai besar menimpa mereka nantinya. Namun, pria itu sudah sangat siap untuk melawannya. Selama Yeon Hwa berada disisinya, itu membuatnya lebih dari cukup

#Flashback off~

Berbagai cara Yeon Hwa lakukan agar rasa penyesalan itu tak datang saat ini. bukankah dia sudah berjanji pada Taemin untuk tetap berada disisinya walau apapun yang terjadi?

Mungkin, masalah tidak akan sebesar ini jika saja tidak ada orang lain dalam kisah cinta mereka. lihatlah Hyun Ah dan Kyuhyun, juga Sung Rin dan Siwon, serta beberapa public figure lainnya yang juga menjalin asmara. Mereka bukan tidak mendapat perhatian publik, tapi berita itu akan cepat memudar dan sebagian akan menerimanya dengan lapang dada.

Berbeda dengan kasusnya. Son Naeun. Gadis itu bahkan ikut andil dalam masalah ini. entah bagaimana keadannya juga sekarang. apa kah dia memikirkan masalah ini hingga membuat kepalanya ingin pecah, seperti apa yang dirasakan Yeon Hwa? Atau malah gadis itu yang memang mengharapkan skandal ini tercipta?

Pelukan hangat seseorang membuat Yeon Hwa tersentak dan buru buru tersadar dari lamunannya

“tidak baik  menyendiri disini. Apa yang kau pikirkan, sayang?”

Yeon Hwa merasakan pipi Taemin menyentuh hangat pelipisnya. Tangan kekarnya juga memeluk hangat dirinya.

“Menurutmu?” tanyanya balik

“memikirkanku?”

Yeon Hwa mendengus. Gadis ini baru tahu kalau Taemin juga bisa bersikap narsis

“lebih tepatnya memikirkan ‘kita’” balas Yeon Hwa

Taemin melepaskan pelukannya. Lalu berjalan kedepan dan duduk di samping Yeon Hwa. Menggenggam lembut tangan gadis itu lalu meletakkan kepala Yeon Hwa dipundaknya. Pria itu tahu, Yeon Hwa cukup tertekan dengan apa yang terjadi sekarang.

“aku yakin, semuanya akan baik baik saja” kata Taemin, pria itu melepas tangannya yang menggenggam tanga Yeon Hwa dan beralih mengelus kepala gadisnya. Berusaha membuat Yeon Hwa merasa lebih rileks dan tenang.

-o0o-

Naeun menatap layar tv LCD besar yang ada di dormnya dengan nanar. Berbagai berita mengenai dirinya semalam selalu muncul setiap detik.artikel artikel pun bersebaran di dunia maya.

 Semua member Apink hari ini berangkat ke luar kota untuk prfome. Sudah dipastikan, Naeun tidak ikut dengan yang lainnya karena masalah skandal yang diciptakannya sendiri.

Tentu semua member tadinya menolak ingin pergi ke luar kota melihat kondisi Naeun yang masih terguncang. Tapi apa boleh buat, mereka sudah menandatangani kontrak dan harus datang.

Saat ini, awak media benar benar mengusik hidupnya. Sesungguhnya, gadis itu benar benar tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Naeun memang typikal orang yang dengan temprament yang tinggi. Gadis itu bahkan tidak memkirkan dampak yang akan dia timbulkan nantinya sebelum melakukan sesuatu.

Pihak agencynya terus menerus memberi argument argument awak media yang memaksa ingin bertemu Naeun. Mereka belum puas jika orang yang bersangkutan sendirilah yang angkat bicara.

Untuk sekarang, semua akan berjalan seperti ini. sampai manager mereka, juga pihak agencynya menemukan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.

Banyak yang menyayangkan tingkah gadis tersebut. Memicu perkelahian di pesta ulang tahun seorang idol tanpa pikir panjang. Gadis itu benar benar tak pantas melakukannya. Siapa sangka, gadis yang mempunyai baby face dan terlihat lembut ini bisa seliar itu?

Tapi ajaibnya bukan itu yang ia jadikan permasalahan utamanya sekarang. Lee Taemin! Satu nama itulah yang tidak lepas dari pikirannya.

Naeun benar benar merasakan sakit yang amat sangat saat melihat Taemin dengan terang terangan membela wanita lain di depannya. Segala cara dilakukan Naeun agar Taemin bisa melihat kearahnya. Namun apa? Kini malah Taemin terasa lebih jauh dan sulit untuk digapai

‘bodoh ! bodoh !’ Naeun terus menrutuki dirinya sendiri.

Suara ponsel di sampinya terdengar dan membuat Naeun sedikit mengalihkan perhatiannya ke arah ponsel itu. Tubuhnya menegang saat melihat deretan nama bertuliskan hangul disana. Apa yang harus dia lakukan sekarang? membiarkannya atau.. mengangkatnya?

Naeun bukanlah orang yang lari dari masalah, dan prinsipnya itu membuatnya lebih memilih untuk mengangkat telpon yang terus berdering itu.

Yeoboseyo~” suara di seberang sana cukup membuat dada Naeun bergemuruh. Lihatlah seberapa besar dampak orang itu untuknya. Besar kan?

“Yeoboseyo.. Taemin~ah”

——

Advertisements

11 thoughts on “[Special Post] The Way To Your Heart (Part 6)

Add yours

  1. gregetan ama baekhyun dan hee chan lagi malu malu kucing

    naeun tahulah kelaut aja dech

    kan jadinya yeon hwa bermasalah ama perusahaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: