[Special Post] The Way To Your Heart (Part 4)

Pictures16

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : The Way To Your Heart

Main Cast            : -Lee Taemin -Park Yeon Hwa

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Part

Desclimer            : This is special Post ! dan cast utamanya Lee Taemin SHINee. Special Request from my friend ‘RAW’ berharap kalian tetep suka sama karyaku. plot dan alur cerita semua murni dari pikiran aku. so, don’t plagiat okay! Comment after reading ! Khamsahamnidaaaa~ ^^

Happy Reading~

Yeon Hwa melihat kearah semua member yang meneguk habis air putih yang berada di dalam botol mereka masing masing. Gadis itu menyeka keringatnya yang mengalir dan rasanya ingin sekali meminum cairan bening itu juga saat ini.

“Tunggu disini, akan kuambilkan untukmu” kata manager Jung dan kemudian wanita itu berbalik untuk mengambil sebotol air untuk Yeon Hwa

“Kau mau?” tawar Hee Chan sambil menyodorkan air miliknya

“ani, gwenchana. Aku akan menunggu manager Jung” balas Yeon Hwa

“dia akan lama. Kau tahu sendiri manager kita itu. Aku akan menyusulnya, okay”

Yeon Hwa mengangguk dan menatap kepergian Hee Chan yang berlari menyusul manager Jung.

Manager Jung lupa membawa sebotol air mineral lagi rupanya. Mengingat Yeon Hwa masih berada di stage untuk special dance bersama beberapa main dancer dari masing masing grup saat Manager Jung tiba untuk menyerahkan botol air mineral pada member lainnya.

Sebuah botol air yang masih terisi penuh tiba tiba muncul di depan Yeon Hwa. Gadis itu melihat sang empunya yang masih betah mengulurkan minuman itu untuk dirinya.

“kau akan mengambilnya atau tidak? Tanganku pegal jika seperti ini terus” kata Taemin

“Ah. Mian. Gomawo~” Yeon Hwa mengambil botol air yang disodorkan Taemin lalu meneguk habis isinya. Tak dipungkiri, gadis itu memang merasa sangat haus.

Taemin menggelengkan kepalanya saat pikiran aneh mulai merasuki otaknya sewaktu dirinya melihat Yeon Hwa yang tengah menegeuk air itu hingga habis. Jantungnya terasa bertalu talu melihat lekuk indah yang tergores diwajah Yeon Hwa.’kenapa dia terlihat sangat cantik disaat seperti ini?’ pikir Taemin

“Aku merasa sedikit gugup” Kata Yeon Hwa

“tenanglah, bukankah kau sudah lumayan sering perfom diatas panggung?”

“Tapi rasanya kali ini berbeda. SM TOWN? Aku tidak pernah membayangkan akan menjadi salah satu superstar di dalamnya”

“lalu apa yang pernah kau bayangkan?”

“hmmm.. menonton konser SM TOWN dan melihat pangeran pangeran tampanku!” seru Yeon Hwa semangat

“hanya itu?  Kenapa dangkal sekali?” goda Taemin

“eiissh! Aku bukan fangirl kaya yang bisa menonton hal hal seperti itu dengan mudah! Dan bisa masuk sebagai trainee lalu debut disini benar benar bagaikan keajaiban untukku” gerutu Yeon Hwa

“jadi kau fangirl? Biar kutebak, kau ELF?”

“Ani~”

“Cassiopeia?”

“Ani~”

“Exotic?”

“Ani~”

Taemin semakin gencar memancing Yeon Hwa. Sedikit senyum sudah terpampang di wajahnya. Dan sudah dapat dipastikan kalau Yeon Hwa tidak menyadarinya sama sekali. Karena gadis itu menjawab dengan lantang dan tanpa rasa curiga. Juga dengan mata yang terlihat berbinar binar

 “apakah SHAWOL?”

“Yep!”

Senyum Taemin semakin melebar

“Biasmu?”

“Tentu saja magnae tampan yang mampu membiusku dengan kemaja putih dan juga susu putih dalam Ring Ding Dong. Mampu membiusku dengan gerakan dance nya yang benar benar membuat hatiku bergetar saat melihatnya. Benar benar mencolok dengan celana merahnya sewaktu mereka mendapat bagian dance di dalam air. Rasanya, nafasku selalu tercekat jika melihatnya.”

Yeon Hwa benar benar lancar mengucapkannya. Wajahnya mengadah ke langit langit seakan akan membayangkan bagaimana sosok Lee Taemin membiusnya untuk yang pertama kali. Tanpa disadarinya, Taemin benar benar ingin melompat sekarang. teriakannya sudah dia tahan sebisa mungkin saat ini.

“Nugu?” tanya Taemin Lagi

“SHINee LEE TAEMIN !” Yeon Hwa menjawab dengan senyum cerah melekat di wajahnya. Namun seketika raut wajahnya berubah dan matanya membulat dengan sempurna. Mulutnya juga terbuka sehingga tangannya bergerak untuk menutupnya.

Perlahan tapi pasti, Yeon Hwa berbalik dan menatap Taemin yang tengah tersenyum penuh arti padanya.

“Kyaaaaa!” pekiknya sambil memukul pelan lengan Tamin

“Ya! Mwo?” tanya Taemin. Kini tawanya sudah tidak bisa di tahan lagi.

“Kau!.. k-kau!! “ Wajah Yeon Hwa benar benar berubah merah. Sangat merah!

“ternyata nona Park satu ini adalah salah satu penganggum beratku? Hmmm.. pintar sekali dia menyebunyikannya” goda Taemin sambil mengusap dagunya beberapa kali memperlihatkan seakan akan dia sedang berpikir

“ya! Aissh.. molla mollaa”

Yeon Hwa berlari meninggalkan Taemin yang masih tertawa dengan tingkahnya yang kelewat lugu. Namun disisi lain, Taemin benar benar menyimpan segudang perasaan senang saat tahu bahwa Yeon Hwa memang memujanya. Setidaknya sebagai fangirl. Tapi,Taemin sepertinya memang mengharapkan hal lain.

Di tempat yang lain, Hee Chan tengah melangkah menyusuri koridor koridor Olympic Stadium yang menjadi tempat mereka melakukan konser malam ini. Keringat yang terus mengalir dari dahinya tak mengurungkan niatnya untuk menyusul Manager Jung yang tadinya bermaksud mengambil air untuk Yeon Hwa. Walaupun dirinya merasa sangat lelah sehabis melakukan rehearsal untuk nanti malam, Hee Chan benar benar tak keberatan untuk melakukannya.

Langkahnya tiba tiba terhenti saat matanya menangkap dua sejoli yang terlihat berciuman diujung koridor. Gadis itu mempertajam pengelihatannya agar bisa menegenali siapa orang yang berani beraninya berciuman di tempat umum seperti itu.

Mulut Hee Chan sukses terbuka saat dirinya benar benar mengenali sosok di ujung sana. Hanya dua detik, dan setelahnya sebuah tangan dengan tiba tiba menutup mata gadis itu lalu memutar tubuh Hee Chan.

Hee Chan yang masih syok hanya mengetahui dirinya berhadapan dengan dada bidang seorang pria. Dan tak lama, dirinya diseret masuk ke ruangan yang diketahui Hee Chan adalah ruang make up untuk EXO. Karena itulah satu satunya ruangan yang dekat dengan mereka saat ini.

“Kau tidak apa apa?”

Hee Chan hanya diam, tak memberi respon apapun pada pria di depannya itu.

“aku bahkan sudah mencoba membuangnya jauh jauh dari hatiku. Tapi sepertinya belum bisa”

Perkataan pria itu membuat Hee Chan mendongak. Menatap mata sendu di depannya yang terlihat miris dengan senyum paksa menghiasi wajah tampannya.

“Baekhyun~ssi.. kau?”

“yah~ seperti yang akan kau katakan. Aku menaruh perasaan pada manager kalian”

“J-jeongmal?”

Baekhyun  hanya mengangguk lalu tersenyum miris. Pria bertubuh tegap itu berdiri lalu berjalan dan duduk di depan meja rias yang ada disana. Wajah sayunya bisa terlihat oleh Hee Chan dari kaca putih besar yang ada dihadapan Baekhyun.

“menurutmu?”dengus Baekhyun

“menurutku.. iya” jawab Hee Chan

“kalau begitu dugaanmu benar”

“sejak.. kapan?”

“beberapa tahun silam, saat aku pertama kali menginjakkan kakiku disini dan menjadi trainee”

Hee Chan terkejut atas jawaban yang dilontarkan Baekhyun. Tak menyangka bahwa member EXO yang masih sangat muda itu mempunyai perasaan pada manager nya.

“lalu?”

“seperti yang kau lihat sekarang”

“eonnie, menolakmu?”

“dia bilang aku masih terlalu muda dan perasaanku ini hanya perasaan sesaat saja. intinya, dia menganggapku masih kecil dan belum dewasa untuk menjadi seseorang yang bertanggung jawab”

“errr… apa kau sendiri tidak merasa.. terlalu muda untuknya?”

“lalu apa bedanya dengan kau? Mencintai leader Super Junior? Hey, dia bahkan sudah berkepala tiga sekarang”

“Jelas beda! Pihak sang pria lah yang lebih tua. Jadi dia bisa membimbingku”

“huh.. bukankah di jaman sekarang ini semuanya sama saja?”

“sudahlah, aku harus kembali. Yang lain menungguku untuk kembali rehearsal”

Hee Chan berbalik dan pergi meninggalkan Baekhyun sendiri di ruang itu. Gadis itu terus melangkah maju ke arah kerumunan orang di atas panggung yang masih berbicara tentang set saat Black Rose’s perfome nanti. Tidak ada niatan sedikitpun dalam otaknya untuk berbalik dan melihat pemandangan mengerikan itu lagi. Tidak akan!

-o0o-

Konser malam ini sukses di gelar. Semua orang yang hadir sangat puas dengan penampilan artis artis idola mereka yang sangat memukau diatas panggung.

Semua artis yang terlibat dalam acara ini pun mulai terlihat satu persatu meninggalkan gedung tersebut. Tak terkecuali Black Rose’s yang sekarang ini masih berjalan menuju van mereka yang sudah menunggu di depan pintu keluar belakang gedung ini.

Percikan api tiba tiba terlihat diatas set penyangga yang ada di dalam sana. Namun, tak ada satu orang pun yang menyadari adanya hal tersebut.

Sung Rin berjalan dengan santai dan seperti biasa, lengkap dengan sepasang headset yang menempel di telinganya.

Beberapa saat kemudian terdengar beberapa orang berteriak panik menyuruh siapapun yang sedang lewat disana segera berlari menyingkir dan menyelamatkan diri.

Namun Sung Rin yang kebetulan berjalan paling belakang dan masih sibuk dengajn iPodnya sama sekali tak mendengar teriakan dan seruan orang orang disekitarnya itu.

“Ya! Hwang Sung Rin!!! minggirrr!!” sang Leader pun terus berteriak namun gadis itu sama sekali tak mendengarnya.

Beberapa orang mencoba berlari untuk menyelamatkannya, namun mereka mundur lagi saat melihat penyangga yang tepat berada diatas Sung Rin mulai bergerak lagi. Bahkan beberapa diantaranya sudah patah dan siap jatuh ke bawah.

“Awaaaaaaaaaaaaaaaaasss!”

Semua orang disana terus menerus berteriak sampai akhirnya Sung Rin sadar dan menatap heran kearah orang orang didepannya dengan mengangkat kedua tangannya seakan bertanya ‘ada apa?’

Sung Rin yang heran dengan apa yang mereka tunjuk tunjuk di atasnya pun mendongak. Tepat saat itu juga, besi penyangga berwarna abu abu itu patah dan jatuh ke bawah.

Sung Rin yang terlalu terkejut bahkan tidak mampu menggerakkan kakinya untuk sekedar berlari. Namun disaat yang bersamaan, sepasang tangan kekar mendorongnya menjauh hingga dia tersungkur jatuh dan kepalanya membentur lantai dengan keras.

“AAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGGHHH!”

“Ya! Siwon~ah?!”

“Sung Rin~ah !!”

Semua orang disana langsung berhamburan kearah dua orang manusia yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Panik dan takut tergambar jelas diwajah mereka semua.

“Ya! Choi Siwon! Irreona.. irreona ppali!!!” sang Leader SJ itu pun menepuk nepuk pipi Siwon agar dia sadar. Sementara member lainnya yang tiba tiba datang langsung mengangkat besi yang jatuh tepat menimpa kaki Siwon.

“Aku akan panggil ambulance!” seru Yeon Hwa

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya ambulance pun datang dan mereka di bawa kerumah sakit.

-o0o-

Suasana hening tercipta di depan ruang UGD tempat Siwon dan Sung Rin berada. Semua orang disana terlihat tegang dan diantaranya ada yang berdoa untuk keselamatan Siwon dan Sung Rin. Sementara diluar Rumah Sakit, banyak sekali fans yang menunggu bahkan berteriak mendoakan mereka. rupanya berita sangat cepat tersebar.

Ri Ra tak henti hentinya meneteskan air mata dan menangis di pelukan Donghae. Gadis itu terus menerus menarik tisyu putih yang disodorkan Donghae di depannya untuk sekedar menghapus air matanya.

Yeon Hwa duduk disamping Ri Ra yang masih bersama Donghae. Tangan Yeon Hwa menggenggam ujung sweater cokelat yang dipakainya. Hee Chan yang berada di sampingnya duduk dengan tidak sabaran dengan menyenderkan badannya di punggung kursi sambil menggigitti kuku nya yang telah berhias nail art dengan seindah mungkin. Namun, nail art bukanlah hal utama yang harus dipikirkannya saat ini bukan?

Hyun Ah menyender di samping pintu ruang UGD dengan tangan yang terlipat di dadanya. Gadis itu juga terus menerus menunduk dan sesekali mendongakkan wajahnya yang terlihat khawatir. Air matanya bahkan sudah tidak bisa menetes lagi. Sudah terlalu kering untuk dikeluarkan.

Sementara dipihak Siwon, masih ada Leeteuk, Sungmin, Kyuhyun dan juga Donghae yang menunggunya. Manager Prince dan manager Jung juga menunggu disana.

Tak berapa lama, seorang wanita cantik bertubuh tinggi yang memakai seragam serba putih itu keluar dari ruangan tempat Siwon dan Sung Rin berada.

“Bagaimana keadaan mereka, usianim?” tanya Prince Manager

“keadaan mereka tidak terlalu mengkhawatirkan. Tapi tetap harus dijaga. Untuk saat ini, Choi Siwon harus benar benar istirahat total dan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan apapun. Sung Rin~ssi.. sepertinya memorinya kembali kacau..”

“maksud usianim?” tanya Hyun Ah penasaran

“kita semua tahu bukan bahwa Sung Rin memang sering mengalami hal seperti ini, tiba tiba sakit kepala dan tiba tiba jatuh pingsan. Namun keadaanya sekarang sepertinya sedikit lebih buruk karena benturan yang terjadi pada bagian kepalanya tadi.”

“usianim~  sebenarnya Sung Rin eonnie itu sakit apa?” tanya Hee Chan

“untuk diagnosa sementara, sepertinya dia pernah terkena amnesia. Namun tak semua memori dalam hidupnya hilang. Hanya sebagian saja. hal ini yang memicu Sung Rin kerap merasa sakit kepala tiba tiba dan jatuh pingsan. Sebenarnya, dia sedang mengalami proses pengingatan kembali pada memori otaknya. Lebih bagus kalau kalian bisa sedikit demi sedikit membantunya”

“tapi, kami bahkan tidak tahu masa lalunya. Dan bagaimana dia dulu.” lirih Ri Ra yang masih setia dalam dekapan Donghae

“kalau begitu biarkan dia berusaha mengingatnya sendiri. tapi , peran kalian sebagai teman yang benar benar dekat dengannya sangat membantu”

“lalu, bagaimana selanjutnya usianim?” tanya Kyuhyun yang sedari tadi juga ikut menyimak penjelasan dari wanita berseragam putih putih didepannya itu

“untuk seminggu atau dua minggu kedepan, biarkan mereka dirawat disini. Kami akan memindahkannya ke kamar rawat inap sebentar lagi”

Semuanya mengangguk mengerti dan wanita itu kembali masuk ke ruangan tempat Sung Rin dan Siwon berada. Tak berapa lama, pintu terbuka lagi dengan lebih lebar dan terlihatlah Siwon juga Sung Rin yang berada dalam ranjang yang berbeda keluar dalam keadaan yang masih belum sadarkan diri.

Mereka berdua di pindahkan dalam satu ruang rawat inap, keputusan itu diambil sendiri oleh kedua manager dari masing masing pihak.

“Eonnie, aku akan menjaga Sung Rin eonnie malam ini. kalian kembali saja” kata Yeon Hwa kepada semua eonnienya yang saat ini terlihat sangat berantakan.

“tapi aku mau menjaganya juga” rengek Ri Ra

“bukankah besok kalian ada jadwal masing masing? Sekarang pulanglah, biar aku dan Yeon Hwa yang menjaganya disini” ucap Hyun Ah pada kedua dongsaengnya. Hee Chan dan Ri Ra

“Tapi eonnie__”

“Ri Ra~ya, turuti perintah leadermu. Kajja kita pulang. biar Kyuhyun yang disini menjaga Siwon dan Sung Rin. juga kedua gadis ini” kata Donghae membujuk Ri Ra

“arraseo” pasrah Ri Ra

“aku pulang dulu Kyu. Jaga mereka baik baik. Kalau ada apa apa telpon aku atau prince manager” kata Leeteuk sambil menepuk pelan bahu Kyuhyun yang hanya dibalas anggukan oleh magnae SJ itu.

“Hati Hati hyung!” kata Kyuhyun saat semuanya berjalan keluar ruangan.

Kini di dalam kamar inap yang cukup luas itu terasa sangat hening. Hanya terdengar suara jam dinding yang berdetak dengan teratur. Suasana bahkan semakin dingin,dan malam semakin larut.

Ketiganya duduk di sofa putih besar yang ada di ruang rawat inap itu. Saling melepas lelah masing masing setelah konser SM Town beberapa waktu lalu. Ditambah dengan kejadian yang tak di duga yang menimpa Siwon dan Sung Rin barusan.

Yeon Hwa menatap jam tangan putih yang melingkar manis di pergelangan tangannya. Jam 02.15 pagi. Dan di saat yang seperti ini dirinya merasa sangat lapar -.-

“eonnie, aku lapar. Aku akan mencari beberapa makanan di cafetaria. Kau mau sesuatu?” tanyanya pada Hyun Ah yang berada di sampingnya

“emm.. apa saja yang bisa kumakan” balas Hyun Ah lemas. Dirinya bahkan sudah terlalu lelah untuk sekedar menjawab dengan nada yang normal.

“Kau mau sesuatu oppa?” tawar Yeon Hwa pada Kyuhyun

“Jajjjangmyeon, kalau ada” jawab Kyuhyun

“arraseo” Yeon Hwa berdiri lalu berjalan menuju cafetaria rumah sakit. Meskipun sudah jam 2 pagi, cafetaria ini masih termasuk ramai sehingga Yeon Hwa juga bisa memilih makanan yang dia mau.

Disisi lain, Hyun Ah merasa sedikit gugup hanya berdua saja dengan Kyuhyun. Ralat, bukan berdua.. tapi berempat. Tapi bukankah Sung Rin dan Siwon masih belum sadarkan diri? Ck! Tiba tiba dia merutuki dirinya sendiri. kenapa dia tidak ikut saja dengan Yeon Hwa?

Pikirannya kembali pada pesanan Kyuhyun beberapa waktu lalu, Jajjangmyeon? Ck~

“masih sama” kata Hyun Ah tanpa sadar. Kyuhyun yang mendengarnya terlihat bingung.

“apanya?” tanya Kyuhyun. Spontan, Hyun Ah langsung menggeleng dan membenarkan posisi duduknya yang setengah tiduran (?)

“masih sama? Apa perasaanmu padaku juga masih sama?”

Hyun Ah membuka matanya lebar lebar saat dia mendengar satu pertanyaan yang mengganjal. Kyuhyun berjalan mendekat dan duduk tepat disamping Hyun Ah.

Penampilannya yang begitu berantakan kini malah semakin mempesona gadis itu untuk jatuh terlalu dalam. Oh ayolah~ Cho Kyuhyun dengan kaos oblong hitam dengan desain V Neck dan celana jeans? Apa lagi yang lebih membuatnya terlihat sempurna selain dari itu? Kulit putihnya bahkan terlihat kontras dengan t-shirt hitamnya itu.

“ne? kenapa tiba tiba bertanya seperti itu?” tanya Hyun Ah. Tak dipungkiri kini jantungnya bertalu talu.

“hanya bertanya. Tidak boleh?” balas Kyuhyun santai

“tentu tidak. Itu masalah hatiku, urusan pribadiku?”

“bearkah? Tapi jika hatimu itu masih menyimpanku, bukankah aku juga sebagai permasalahan utama? Tentu itu menjadi urusanku juga.”

Hyun Ah menelan ludahnya dengan susah payah. Harus berkata apa lagi dia jika sudah seperti ini? sementara Kyuhyun? Pria itu sama sekali tidak terlihat salah tingkah atau apapun itu. Malahan, dia terlihat sangat tenang. Mata tajamnya bahkan menatap Hyun Ah dengan penuh intimidasi.

“s-siapa bilang aku masih.. menyimpanmu?”

“aku”

“bagaimana bisa kau mengambil kesimpulan sendiri”

“karena itu sangat terlihat. Hyun Ah~ya, percuma saja kau bersikap acuh padaku tapi pada akhirnya hanya akulah satu satunya yang masih kau simpan bukan?” tanya Kyuhyun. Kini, nada suaranya lebih lembut dan menyiratkan rasa rindu yang sangat besar.

“Kyuhyun~ssi. Apa yang kau lakukan sekarang? berhentilah meporak porandakan hatiku. Bisa?” balas Hyun Ah tajam. Sebenarnya gadis itu sudah ingin menangis sekarang. dirinya merasa bodoh karena dengan gampangnya luluh dengan setiap kata yang Kyuhyun ucapan barusan

“aku tidak melakukan apa yang kau tuduhkan itu”

“Kau sendiri yang bilang agar aku melupakanmu ! aku sedang berusaha sekarang! jadi kumohon .. bekerjasamalah denganku. Jangan bertingkah baik seperti ini dihadapanku. Itu makin membuatku sulit melupakanmu Kyuhyun~ssi”

Hyun Ah berkata pelan tapi tegas. Kyuhyun bahkan dapat mendengarnya dengan jelas.

“Kau.. kenapa begitu bodoh? “

Hyun Ah mengerutkan dahinya terlihat bingung atas perkataan Kyuhyun.

“M-maksud..mu?”

#flashback on~

Minho melangkah menuju pintu dorm dan tiba tiba saja langkahnya terhenti saat dirinya melintasi dapur.

“Aigo, sangat kontras dengan yang satunya, ck !” komentarnya lalu benar benar keluar dari dorm itu.

Memang benar apa yang dikatakan Minho. Pasangan di dapur benar benar berbanding terbalik dengan yang satunya. Jika Changmin dan RiRa terlihat asik dan sangat menikmati waktu mereka bersama, lain hal nya dengan Hyun Ah dan Kyuhyun yang saling diam saat mencuci piring di dapur.

‘bagaimana juga mereka bisa mencuci piring bersama? Ck’ batin Minho

Sementara di dapur hanya terdengar suara gemericik air dan juga bunyi nyaring hasil dari beberapa piring juga gelas yang saling berbenturan (?)

“s-sunbae.. se-sebenarnya, kau tidak perlu membantuku seperti ini. aku bisa melakukannya sendiri”  kata Hyun Ah. Gadis itu berani membuka suaranya setelah sekian lama membukam mulutnya. Sungguh bukan dirinya yang sebenarnya.

Kyuhyun tiba tiba saja menawarkan diri membantunya mencuci piring setelah orang orang disana pamit untuk kembali mengerjakan pekerjaan mereka. hanya tertinggal Donghae yang sedang asyik bersama Ri Ra. Kebetulan, jadwalnya masih kosong untuk 3 jam kedepan. Sementara Hee Chan pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan mereka yang semakin menipis.

“Aku tidak keberatan” balas Kyuhyun yang membuat Hyun Ah mengembangkan senyumnya diam diam. Gadis itu masih terus mengeringkan beberapa piring dan gelas dengan menggunakan lap merah yang dipegangnya lalu meletakkannya di rak. Sementara Kyuhyun lah yang membilas kotoran kotoran yang menempel pada piring juga gelas yang mereka pakai sebelumnya.

“Hyun Ah~ssi, apa kau tahu rasanya mencintai seseorang diam diam dalam jangka waktu yang lama?” tanya Kyuhyun tiba tiba

“Ne?!”

Hyun Ah sedikit terkejut dengan lontaran kalimat yang dikeluarkan Kyuhyun. Telinganya masih berfungsi dengan baik kan? Kenapa Kyuhyun tiba tiba bertanya seperti itu dengannya?

Namun dalam hati Hyun Ah, gadis itu menjawab dengan sangat lantang

‘Tentu saja! itu bahkan yang kurasakan untukmu bodoh!’

“Hyun Ah~ssi?” panggil Kyuhyun

“Ne?”

Kyuhyun menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum akhirnya pria itu mematikan air keran yang masih menyala. Lalu memegang kedua pundak Hyun Ah dan menatap dalam dalam ke dalam mata cokelat yang ada pada gadis itu.

“Kau.. menyukaiku?”

Hyun Ah mengerjap. Terlalu terkejut saat ini.

“Ne? a-aniyoo~~” elak Hyun Ah

“kalau begitu, kau mencintaiku?” kata Kyuhyun lagi

“Ne?! ya! Kyuhyun~ssi. Kau berbicara a-apa?” Hyun Ah terlihat gugup. Kentara sekali dengan nada suaranya yang bergetar.

Kyuhyum hanya tersenyum, tentu senyum yang susah diartikan. Entah apa yang ada dipikarannya saat ini.

“Jangan mengelak” kata Kyuhyun

Apa ini? apa yang harus gadis itu katakan jika sekarang? tentu dia tidak pernah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan macam ini. lagipula, dirinya tidak pernah sekalipun berfikir Kyuhyun akan menanyakan hal itu.

“A-Aku___”

“Dengar—“ Potong Kyuhyun

“Hyuna~ssi, bisakah kau.. melupakanku?” lanjutnya

Hyun Ah mencelos. Tak tahu lagi bagaimana harus berkata atau bersikap sekarang. Dia sedikit senang Kyuhyun mengetahui perasaannya, tapi sangat terluka karena mendengar sendiri bahwa Kyuhyun menyuruhnya melupakannya, bukankah itu sama saja Kyuhyun  menolak dirinya? bahkan sebelum Hyun Ah menyatakan sendiri perasaanya. Apakah ini yang dinamakan kalah sebelum berperang?

“Lupakanlah aku dalam kehidupan impianmu~”

Apa ini? bahkan Kyuhyun tak sudi mengetahui dirinya ada dalam angan angan Hyun Ah. Bukankah ini terlalu… kejam?

Kyuhyun melihat jam tangannya sekilas, lalu melepas celemek putih yang dipakainya.

“Aku, harus pergi. Hyun Ah~ssi, aku menunggu hari itu tiba” kata Kyuhyun tanpa memperdulikan Hyun Ah yang berdiri dengan sisa kekuatan yang masih ada. Kakinya terasa lemah untuk menopang berat tubuhnya. Gadis itu akan jatuh kelantai jika saja tidak berpegangan pada ujung wastafel.

“Geurae.. a-aku.. aku akan.. melupakanmu~” lirihnya. Dan air mata mulai menjalar menganak sungai di pipinya. Namun, tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Gadis itu benar benar hancur sekarang. setidaknya itu menurut pendapatnya.

#flashback off~

“apa kau benar benar tidak mengerti maksudku , eoh?” tanya Kyuhyun. Pria itu terlihat menahan kesabarannya menghadapi Hyun Ah yang entah kenapa menjadi sangat bodoh saat ini

“kau menyuruhku melupakanmu. Itu kan maksudmu?” tanya balik Hyun Ah

“Lalu kau sudah melakukannya?”

“aku sedang berusaha”

“apa berhasil?”

Hyun Ah diam seribu bahasa. Bahkan dia sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan sesederhana itu. Apa berhasil? Berhasilkah dia melupakan Kyuhyun? dia sendiri juga tidak tahu.

“Bagus kalau tidak berhasil. Karena aku bahkan tidak akan membiarkanmu melakukan hal bodoh untuk benar benar melupakanku”

Hyun Ah sontak menoleh ke arah Kyuhyun yang sedang menatapnya juga. Gadis itu menuntut penjalesan dibalik kalimat retoris yang diucapkan Kyuhyun. Wajahnya yang mengatakan itu.

“ ’Lupakanlah aku dalam kehidupan impianmu~’ apa kau tahu maksudnya?tanya Kyuhyun yang membuat gadis itu menggeleng lemah.

Kyuhyun berdecak dan mengacak pelan rambutnya, ternyata benar dugaan Kyuhyun. Gadis itu benar benar bodoh untuk mengartikan suatu ‘simbol’ tertentu

“Lupakanlah aku dalam kehidupan impianmu, tapi… terus ingat dan pertahankan aku dalam kehidupan nyatamu Hyun Ah~ya. Intinya, aku tidak mau kau hanya mengingat ku dalam impianmu saja. menjadikanku objek dalam impianmu saja, membuatku menjadi fantasi di setiap khayalanmu dalam impianmu saja. aku hanya mau dan sangat bersedia jika aku menjadi sosok yang hanya kau lihat dalam kehidupan nyata, bukan impianmu. Catat, kehidupan nyatamu!” jelas Kyuhyun

Beruntung, Hyun Ah tidak menjadi gadis bodoh lagi kali ini. rentetan kalimat Kyuhyun barusan sangat jelas di telinganya, bahkan, gadis itu bisa memahami maknya yang tersirat di dalam setiap jengkal kalimatnya. Ya, dia kini tahu. Cho Kyuhyun … menerimanya bukan?

Hyun Ah menahan senyumnya dengan susah payah. Matanya bahkan sudah berkaca kaca. Kyuhyun berfikir, apakah wanita memang terlalu sensitif?

“L-lau?” tanya Hyun Ah yang membuat dahi Kyuhyun bertaut. Namun setelahnya, senyum manis yang bisa mengalihkan dunia Park Hyun Ah dalam sesaat itu muncul. Kyuhyun merentangkan tangannya tepat di depan Hyun Ah

“Kemarilah, buktikan bahwa kini aku nyata di depanmu” kata Kyuhyun

Hyun Ah melebarkan senyumnya. Setetes air mata bahagia turun dengan lancarnya. Dia bahkan sempat terisak namun diimbangi dengan suara leganya yang sangat kentara. Gadis itu langsung menghambur ke pelukan Kyuhyun dan memeluknya erat. Menghirup dalam dalam feromon tubuh Kyuhyun yang selama ini hanya ada dalam impiannya. Merasakan hangat tubuh Kyuhyun yang selama ini hanya ada dalam impiannya. Merasakan dekapan hangat Kyuhyun di tubuhnya yang selama ini hanya ada dalam impiannya. Kini, semuanya bukan sebuah mimpi lagi. Namun, kenyataan. Kenyataan yang terlalu indah untuk Hyun Ah rasakan.

“Jadi.. sejak kapan kau menyukaiku.. oppa?” tanya Hyun Ah yag masih berada dalam dekapan Kyuhyun

“eissh.. sekarang kau memanggilku oppa. Kemarin kemarin kemana saja eoh?” goda Kyuhyun yang membuat Hyun Ah tertawa geli

“sejak ada gadis manis selalu mengintipku berlatih. Sejak ada gadis manis yang mengirimiku jajjangmyeon tengah malam di depan dorm. Sejak ada gadis manis yang selalu menjadi stalker setia untukku. Sejak ada gadis manis yang kini mulai tumbuh dan beranjak dewasa. Sejak ada gadis manis yang kuketahui itu adalah.. kau” balas Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya

“mwo? J-jadi kau tahu sejak awal? Bukankah hal yang kau sebutkan tadi sewaktu aku masih trainee?” Kaget Hyun Ah, reflek dia melepaskan pelukannya pada Kyuhyun dan membuat pria itu berdecak sebal.

“Ya~ siapa juga yang tidak tahu gadis polos yang selalu memakai sweater doraemon dan terus menerus menjadi stalkerku”

“ya! Jangan membahas itu” kesal Hyun Ah

“tentu harus dibahas! Memangnya kau pikir, sudah berapa umurmu eoh? Umur kita bahkan sama, hanya aku lebih tua beberapa bulan darimu. Tapi kenapa tingkahmu masih saja kekanak kanakan seperti ini. eisssh~”

“arraseo arraseo, aku akan merubahnya” Hyun Ah mengalihkan pandangannya ke arah lain dan mempoutkan bibirnya. Sepertinya gadis itu marah.

Kyuhyun tersenyum kecil. Pria itu memajukan wajahnya hingga berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Hyun Ah.

“Tidak perlu, aku menyukai tingkahmu yang seperti itu” kata Kyuhyun dengan suara yang sangat lembut.

Hyun Ah bergidik merasakan sapuan nafas hangat Kyuhyun yang menggelitik leher sampingnya. Membuat gadis itu reflek menoleh kesamping dan.. CHU~

Sebuah kecupan kecil mendarat dengan mulus di permukaan bibir plum Hyun Ah. Gadis itu hanya mengerjap pelan kedua matanya. Apa ini? kisseu?

Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari Hyun Ah setelah dirasanya cukup.

“ciuman pembuka untuk awal hubungan kita” kata Kyuhyun

“tentu akan ada ciuman ciuman selanjutnya” lanjutnya

“Ya! Berhenti berfikir yadong!” teriak Hyun Ah tak sadar dirinya sedang menjaga Sung Rin dan Siwon

“ssh… nanti mereka bangun”

“…..”

“Aku menicintaimu.. gadis kecil” kata Kyuhyun lagi. Membuat Hyun Ah untuk kesekian kalinya merasakan debaran jantungnya yang bertalu talu. Tapi setidaknya, kini dia sudah lega. Impiannya , kini menjadi kenyataannya.

-o0o-

Yeon Hwa kembali menutup pintu ruang rawat inap Siwon dan Sung Rin. senyum lega menghiasi wajahnya saat melihat dua sejoli yang kini resmi meresmikan kisah cinta mereka di tengah tengah kedua insan yang masih tak sadarkan diri

“akhirnya.. “ kata Yeon Hwa

Gadis itu memilih berjalan pergi ke taman Rumah Sakit dengan memasang earphone di kedua telinganya. Meninggalkan makanan pesanan Kyuhyun dan Hyun Ah di kursi tunggu depan kamar inap Siwon dan Sungrin.

Yeon Hwa duduk di kursi panjang di taman yang sekarang sangat sepi itu. Hawa dingin menyerang tubuhnya bertubi tubi. Dan bodohnya dia tidak memakai apapun yang bisa menghangatkannya,

Namun, suara Taemin mengalun indah di telinganya. Cukup membuat tubuhnya menghangat tanpa sweater, jaket tebal atau apapun itu. ‘7 Years Of Love’.. apa yang bisa digambarkan Yeon Hwa dari lagu itu? Menunggu selama 7 tahun? Sepertinya bukan. Satu satunya makna yang bisa ditangkap dari lagu itu adalah kesetiaan seseorang kepada orang yang dicintainya. Mencintainya selama 7 tahun walau pada akhirnya orang yang dicintainya itu hidup dengan orang lain.

Memang itu bukan menggambarkan dirinya, tapi yang Yeon Hwa sukai adalah.. saat dimana sebuah kesetiaan diuji. Yang ada dalam benaknya, apakah dia mampu akan setia mencintai seorang Lee Taemin tanpa ada yang tahu kapan semua cinta sepihak ini berakhir? Bukankah memungkinkan bahwa Taemin akan menemukan seseorang yang pantas untuknya? Masih mampukah dia menjaga ‘kesetiannya’ untuk pria itu? Menyakitkan bukan? Mengetahui kenyataan yang terlalu pahit itu memang sulit, sangat sulit.

Sebuah selimut yang cukup tebal tiba tiba tersampir di tubunya. Yeon Hwa mendongak melihat pelaku utmanya saat ini. terkejut? Tentu saja. bagaimana tidak? Melihat Taemin yang sedari tadi hanya ada dalam khayalannya saja muncul dan kini berada di depannya?

“janga tanya kenapa aku bisa ada di sini. Terlalu panjang untuk menjelaskannya” kata Taemin sebelum Yeon Hwa mengeluarkan satu patah katapun dari mulutnya

Yeon Hwa tersenyum dan mengangguk. Taemin berjalan ke depan dan duduk disamping Yeon Hwa. Menatap langit yang entah kenapa terasa begitu indah malam ini.

“apa kau tidak penasaran untuk apa aku kesini?” tanya Taemin

“tentu saja untuk menjenguk Siwon oppa dan Sung Rin eonnie kan?”

“bodoh! Jika hanya itu, aku bisa melakukannya besok. Dan bukan pada jam segini” terang Taemin sambil memberi sebuah centilan kecil di dahi Yeon Hwa. Membuat gadis itu meringis dan mengusap dahinya.

“lalu apa?”

“kaki ku yang menuntunku”

“mwo? Aisssh.. behentilah bersikap puitis. Sama sekali tak cocok denganmu”

“aku tidak puitis, ini kenyataan. dan saat melihatmu disini aku langsung berbelok” kata Taemin

“dengan selimut ini?” tanya Yeon Hwa. Taemin hanya menggaruk belakang telinganya yang tak gatal. Mau jawab apa lagi dia?

“kalau itu.. sebenarnya tadi, aku melihatmu berjalan kemari dan tidak mengenakan jaket di malam yang sangat dingin ini. kebetulan ada suster jaga yang lewat dan aku minta sebuah selimut. Paling tidak bisa menghangatkanmu” jelas Taemin yang membuat Yeon Hwa tersenyum.

Disisi lain, Yeon Hwa juga merasa tersentuh dengan perbuatan Taemin. Bukankah itu artinya Taemin kesini memang untuk menemui dirinya? untuk apa? Hanya mengobrol? Alasan yang tak masuk akal. Sekedar mengobrol, bisa dilakukan besok kan? Entah kenapa Yeon Hwa mengharapkan sesuatu yang lain saat ini. perasaan Taemin padanya kah? Siapa yang tahu?

“gomawo~yo”

Mereka berdua sama sama memilih diam dan menatap hamparan bintang di langit yang begitu berkilau malam ini. Tiba tiba Taemin berdiri dan mengulurkan tangannya di hadapan Yeon Hwa, membuat gadis itu bingung sejenak dan memilih menautkan kedua alisnya.

Taemin meraih pergelangan tangan Yeon Hwa karena gadis itu tak kunjung memberikannya. Mengambil salah satu earphoe yang dipakai oleh Yeon Hwa dan memakainya. Selimut yang dipakai Yeon Hwa otomatis meluncur ke bawah saat dirinya berdiri. Namun dengan sigap, Taemin menahannya dan kembali merapatkan selimut itu pada Yeon Hwa, berusaha membuat agar gadis itu tetap merasa hangat.

Yeon Hwa merasakan lagi sensasi jantungnya yang berdetak tak karuan malam ini. deru nafas Taemin yang begitu hangat membuatnya begitu hidup. Merasakan Taemin sedekat ini dengannya membuat Yeon Hwa ingin berseru senang sekarang.

“Mau apa?” tanya Yeon Hwa

“berdansa” jawab Taemin seadanya.

Pria itu lantas mem-Play sebuah lagu ballad di playlist milik Yeon hwa. Dan dengan sigap, lengan Taemin menarik pinggang Yeon Hwa dan sekarang tak ada lagi jarak di antara mereka. tubuh merka benar benar menempel.

“a-apa y-yang kau lakukan?” gugup Yeon Hwa. Gadis itu merasakan nafasnya mulai tercekat.

“sudah kubilang kita akan berdansa kan?”

Taemin mulai bergerak mengikuti alunan musik yang mereka dengar. Awalnya Yeon Hwa merasa benar benar canggung, namun detik berikutnya dirinya bisa benar benar rilex dan mengikuti arah yang seharusnya.

Yeon Hwa tersenyum saat matanya melihat Taemin yang juga tengah melempar senyum kearahnya. Tatapan mata Taemin memenjaraka kedua bola mata Yeon Hwa di dalamnya. Suatu getaran aneh mengalir dan berdesir di tubuh Taemin saat bola mata biru milik Yeon Hwa tertangkap indra pengelihatannya. Jantungnya pun berdetak lagi, seperti biasanya saat dia bersama terlalu dekat dengan Yeon Hwa.

Lee Taemin, bukan seorang anak kecil lagi yang tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang. tapi yang membuatnya bertanya tanya, benarkah ini saatnya? Apakah tindakan yang akan dia lakukan selanjutnya benar? Apakah dia tidak akan mengecewakan banyak orang?

Taemin menarik Yeon Hwa lagi dan mengeratkan pelukannya. Yeon Hwa tersentak kaget, namun tidak menolak. Dia menyukainya? Tentu saja

“Yeon Hwa~ya…” lirih Taemin di tengah tengah acara dansa mereka.

“Hmm?”

“Kau… sangat cantik”

Entah sadar atau tidak, Taemin mengutarakannya dengan gamblang di depan Yeon Hwa. Membuat Yeon Hwa menahan nafasnya untuk sesaat.

“K-khamsahamnida~” kata Yeon Hwa gugup. Semburat merah mulai muncul di pipi chubbynya.

“Bahkan warna merah dipipimu itu membuatmu terlihat lebih cantik” kata Taemin lagi yang membuat Yeon Hwa semakin menunduk dalam, malu.

“Lihat aku” suruh Taemin. Tapi, Yeon Hwa tidak kunjung mengangkat wajahnya, membuat Taemin menggerakkan jari jarinya menyentuh dagu Yeon Hwa dan mempertemukan mata mereka. Melihat kedua bola mata Taemin yang begitu jernih memberikan kesan tersendiri bagi gadis itu.

Entah ini perasaan Yeon Hwa saja atau bukan, tapi dia merasa Taemin mendekat kearahnya. Mendekat? Benarkah? Dia mau apa?

Taemin semakin mendekat ke arah Yeon Hwa hingga hidung mereka bersentuhan. Mengikuti instingnya, Yeon Hwa menutup rapat kedua matanya. Hatinya begitu berdebar menunggu hal apa lagi yang akan terjadi.

Bibir Taemin mendarat tepat di pipi kiri Yeon Hwa membuat gadis itu menelan ludahnya, terlalu gugup. Tangan Yeon Hwa yang berada di pundak Taemin meremas pelan sweater biru yang dipakai pria itu tatkala Yeon Hwa merasa pergerakan bibir Taemin yang semakin kebawah. Sudah jelas arah tujuannya.

Kaki Yeon Hwa terasa lemas saat akhirnya dugaannya benar. Sebuah kecupan manis diberikan Taemin tepat dibibirnya. Manis dan hangat, itu kesan pertamanya. Yeon Hwa bahkan merasakan aliran darahnya yang mengalir begitu deras juga detakan jantungnya yang abnormal.

 Bagaimana bisa ciuman pertamanya dengan orang yang dahulu sering dia elu elukan di majalah atau di depan laptopnya?

Ciuman ??

—–

Advertisements

11 thoughts on “[Special Post] The Way To Your Heart (Part 4)

Add yours

  1. kalo hyun ah dg kyuhyun sudah resmi
    kalo taemin msh gantung aja ni bang
    ada untungnya jg siwon dan sung rin masuk rumah sakit keke

  2. gk kyuhyun gk taemin bukannya pada mikirin orang ysng lagi dijagain dirumah sakit malah asyikk sendiri
    hadeuhhh gw senyjm” sendiri kagak jelas ye
    pasangannya udah pada klop
    hyun ah akhirnya jadian juga ama kyuhyun
    siwon dan sung ra pasti ada something dimasa lalu
    ri ra ama donghae
    bahkan tarmin sekarang sedang pendekatan sama yeon hwa
    tapi hee chan harus ngrasain pahit orang yang dicintainya akan menikah,tapi pertemuannya ama baekhyun mungkin aja jalan buat mereka bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: