[Special Post] The Way To Your Heart (Part 3)

Pictures16

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : The Way To Your Heart

Main Cast            : -Lee Taemin -Park Yeon Hwa

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Part

Desclimer            : This is special Post ! dan cast utamanya Lee Taemin SHINee. Special Request from my friend ‘RAW’ berharap kalian tetep suka sama karyaku. plot dan alur cerita semua murni dari pikiran aku. so, don’t plagiat okay! Comment after reading ! Khamsahamnidaaaa~ ^^

Happy Reading~

Sejak resmi memulai penampilan pertamanya di panggung M Countdown 3 minggu yang lalu, kini Yeon Hwa benar benar telah resmi menjadi bagian dari Black Roses’s. Banyak fans yang menyayangkan penambahan orang dalam grup ini. namun, banyak juga yang menyambut baik kedatangannya. Bahkan kini, Yeon Hwa sudah mempunyai seabrek fans yang selalu memujanya. Dan menamai mereka dengan sebutan “Bunny’s”

Sekarang, Yeon Hwa bukanlah seorang gadis polos, kutu buku, dan menyimpan semua bakatnya yang terpendam. Perlahan lahan, seluruh dunia pun akan mengetahui bakat yang ada pada dirinya. dan saat ini, gadis itu harus benar benar extra menjaga daya tahan tubuhnya. Berbagai kegiatan sudah menanti sejak kembalinya Black Roses’s dengan album baru mereka.

Kemarin, Black Rose’s resmi di kontrak menjadi new icon untuk iklan SPAO. Dan hari ini, mereka melakukan pemotretan pertama bersama dengan Super Junior dan  juga, SHINee yang baru baru ini juga ikut bergabung.

“wuah, kurasa SPAO mengambil alih perusahan kita” celoteh Ri Ra yang membuat semua member menoleh kearahnya

“maksudmu, eonnie?” tanya Hee Chan

“lihatlah. All the icon berasal dari SM . ck, bukankah ini daebak? Kita bahkan akan berfoto bersama dengan sunbaenim sunbaenim kita”jawab Ri Ra dengan wajah berbinar.

“Cepatlah, Manager Jung sudah menunggu kita diruang ganti” sang leader Hyun Ah memotong pembicaraan keduanya dan menyuruh mereka untuk masuk ke dalam ruang ganti yang telah disediakan.

“eonnie, apa kau tidak merasa gugup?” tanya Hee Chan pada Hyun Ah saat mereka masih berjalan

“maksudmu”

“akan ada Kyuhyun oppa hari ini”

“lalu?” Hee Chan tertegun dengan respon yang diberikan Hyun Ah. Ada apa dengan leadernya ini? sebegitu stressnya kah dia dengan jadwal manggung yang tak ada habisnya? Sampai sampai dia bersikap acuh menyangkut soal Kyuhyun

“kau aneh” balas Hee Chan

“Terserah” Mendengar respon Hyun Ah, Hee Chan hanya membuka mulutnya dan menggeleng gelengkan kepalanya. ‘benar benar aneh’ batinnya

“Eonnie, eodiseo?” celetuk Yeon Hwa setengah berteriak saat melihat Sung Rin berbalik arah. Sementara member yang lain sudah ada di depan.

“aku mau ke mobil sebentar. iPod ku tertinggal” balas Sung Rin datar

“Perlu ku temani?”

“Tidak usah. Aku bisa sendiri” Yeon Hwa hanya bisa menghela nafasnya saat lagi lagi dirinya merasa terasingkan. Sementara Sung Rin sudah berbalik arah menuju parkiran van mereka dengan langkah yang lebar.

Sung Rin mengobrak abrik isi mobil yang sedikit berantakan dengan perlengkapan mereka untuk mencari benda putih kesayangannya itu. Make up, dress, heels, dan barang barang lainnya benar benar menganggu aktifitasnya.

“Ini dia!” seru Sung Rin saat matanya menangkap apa yang sedang dicarinya. Gadis itu lalu keluar dengan menggengam iPod putihnya.

‘BRAAAK’

Insiden naas terjadi saat Sung Rin  sedang berjalan dengan berusaha memasukkan iPod putihnya itu kedalam kantung jaket nya dan seseorang menabraknya hingga kini dia terjatuh di pelataran tempat parkir mobil.

Sebuah tangan terulur di depan Sung Rin bermaksud untuk membantunya berdiri. Bisa dipastikan Sung Rin bahwa itu adalah tangan seorang pria.

Sung Rin mendongak, dan mendapati pria tampan itu berdiri setengah menduduk tepat didepannya. Menampakkan seulas senyum yang seperti petir menyambar seluruh permukaan tubuh Sung Rin yang membuatnya bergetar.

Gadis itu memilih menolaknya dan malah berusaha berdiri sendiri. Senyum yang bersarang diwajah Siwon tergantikan denga wajah kecewanya. Pria itu lagi lagi harus menelan pil pahit menghadapi gadis di depannya itu. Dengan sekuat tenaga, Choi Siwon menahan dirinya untuk tidak gegabah dan lepas kendali. Ingin rasanya dia menarik paksa Sung Rin kedalam pelukannya dan membisikkan kata kata manis yang sering dia ucapkan dulu.

Sung Rin berdiri tegak dengan perasaan yang sebenarnya sangat gugup. Sementara Siwon menggengam kembali kelima jarinya yang telah ditolak Sung Rin dan membenarkan posisinya menjadi berdiri dengan sempurna. Kini keduanya saling berhadapan, tapi Sung Rin masih enggan menatap pria di depannya itu.

“Maaf, aku sedang sibuk dengan ponselku tadi” Kata Siwon memulai pembicaraan

“Gwenchana. Lagipula aku juga salah tidak memperhatikan jalan dengan benar” balas Sung Rin datar

“Sung Rin~ssi aku__”

“Mian, member lainnya menungguku diruang ganti. Aku pergi duluan. Sampai bertemu di dalam” Sung Rin memotong ucapan Siwon sebelum pria itu meyelesaikan kalimatnya. Gadis itu lalu berbalik dan setengah berlari masuk kembali ke dalam

Siwon menghela nafasnya, tersenyum kecut sambil memandangi punggung Sung Rin yang kini makin menjauh. Dan.. hilang dari pandangannya.

Sebuah tepukan halus dipundaknya membuat Siwon menoleh, tersenyum sedikit kepada Kyuhyun yang ternyata dibelakangnya. Seakan akan menyiratkan bahwa dirinya akan baik baik saja.

“dia pasti akan ingat hyung. Jangan khawatir” Kata Kyuhyun mencoba menenangkan Siwon. Pria itu hanya mengangguk lemah, kemudian berjalan masuk bersama Kyuhyun menyusul member lainnya yang sudah datang terlebih dahulu.

-o0o-

“Iya begitu, lebih dekat ! lebih dekat !” seru Mr. Kim pada Hee Chan dan Leeteuk yang masih berada dalam jangkauan camerea untuk dipotret.

“Ah! Bagian kalian selesai. Wuaah.. gambar gambar kalian benar benar menakjubkan. Chemistry nya sangat terlihat dan membuat semua pose kalian lebih menarik. Benar benar berbeda dengan sebelumnya” puji Mr. Kim pada Hee Chan dan Leeteuk

“Khamsahamnida sajangnim” jawab keduanya.

“Ck, apakah salah menempatkan Hyun Ah bersama Kyuhyun? Lalu Sung Rin bersama Siwon? Kenapa mereka sangat kaku untuk difoto” lanjut Mr. Kim yang membuat Hee Chan dan Leeteuk hanya saling pandang.

“Baiklah ! selanjutnya” teriaknya

Ri Ra muncul bersama Donghae dan Minho. Mereka pun berpose bersama dan menciptakan hasil yang benar benar bagus.

“sesi pemotretan terakhir akan dilakukan oleh beberapa orang dan ini akan kami campur dari setiap grup. Jadi bersiaplah” kata Mr. Kim pada seluruh crew saat bagian RiRa, Donghae dan Minho selesai.

“Tapi sajangnim, Park Yeon Hwa dan Lee Taemin belum melakukan bagian mereka” tegur salah seorang crew

“benarkah? Baiklah, suruh mereka kemari. Kita akan melakukan pemotretan bagian mereka berdua sebelum masuk ke sesi terakhir” jawab Mr. Kim

Tak lama, Taemin dan Yeon Hwa muncul dengan pakaian casual yang sangat santai. Sejenak, orang orang disana terpaku untuk sekedar melihat pasangan yang baru saja muncul. Mr. Kim sampai menurunkan kacamata hitamnya hingga sebatas hidung untuk melihat pemandangan memukau di depannya.

“benar benar serasi” komentarnya.

“ah, ayo cepat. Mereka pasangan terakhir. Dan kurasa ini akan bagus” lanjutnya.

Taemin dan Yeon Hwa berjalan canggung ke arah utama camera disorot. Keduanya terlihat canggung, tapi benar benar pintar menyembunyikannya.

Taemin melirik sekilas pada Yeon Hwa yang ada di sampinya. Gadis itu terlihat benar benar gugup. Bagaimanapun, ini kali pertama Yeon Hwa melakukan pemotretan.

“kau gugup?” tanya Taemin

“eh? Ehm—ya.. sedikit” jawab Yeon Hwa dengan terbata

Refleks, Taemin menggerakkan tangannya menyentuh pergelangan tangan Yeon Hwa. Mengambilnya dan mengaitkannya ke tangannya sendiri. Yeon Hwa tersentak kaget, namun tidak menolak.

“tenanglah. Ada aku. Bukankah aku sudah lebih berpengalaman dengan hal seperti ini?” kata Taemin berusaha menenangkan Yeon Hwa. Sedikit perasaan lega menjalar keseluruh tubuh Yeon Hwa. Lagi lagi gadis itu merasakan kesan lain dari seorang Taemin. Membuatnya tanpa sadar tersenyum dan mengangguk.

Mereka berdua seakan tidak sadar masih berada di tempat umum. Banyak pasang mata memperhatikan tingkah mereka berdua.

“Hey Hey Hey! Cepat cepat, ambil gambar mereka. itu terlihat sangat natural dan.. menakjubkan !” seru Mr. Kim pada sang photografer saat melihat adegan Taemin-YeonHwa yang benar benar membuat iri banyak orang.

-o0o-

Setahun berlalu sejak Yeo Hwa memulai debutnya. Kini, dia merasa hidupnya benar benar sudah berubah. Bagaimana bisa dirinya yang dulu hanya bagaikan sebutir pasir diantara ribuan pasir putih di pantai, kini menjadi sebutir mutiara yang berkilau dan menarik perhatian banyak orang?

Pagi ini, Yeon Hwa sengaja bangun lebih awal. Aktifitasnya dimulai dengan lari pagi. Kebetulan, dia sedang tidak ada jadwal dan hari ini dia benar benar akan melakukan refreshing

“Perlu kutemani?” sebuah suara menyapa indra pendengarannya saat Yeon Hwa masih mengikat tali sepatu putihnya.

Gadis itu menoleh dan mendapati Hee Chan sudah rapi dengan celana training hitam dan tanktop putih juga handuk putih kecil menggantung dilehernya.

Yeon Hwa tersenyum lalu mengangguk. Keduanya kemudian berjalan bersama keluar dorm dan menyapa udara pagi dengan perasaan tenang dan nyaman.

*

Yeon Hwa duduk di antara rerumputan hijau yang dia pijak. Keringat masih terus turun dari pelipisnya. Nafasnya yang tadinya tak beraturan kini mulai membaik.

“ini” Hee Chan mengulurkan sebuah minuman isotonik yang kemudian diterima dengan senang hati oleh Yeon Hwa

“gomawo eonnie” katanya pada Hee Chan. Hee Chan mengangguk dan ikut duduk disamping Yeon Hwa

“Bagaimana?” tanya Hee Chan tiba tiba

“Bagaimana—apanya?” tanya Yeon Hwa balik. Merasa heran dengan pertanyaan yang diajukan oelh Hee Chan

“bagaimana rasanya menjadi dirimu yang sekarang? Park Yeon Hwa, seorang Main dancer dari Black Rose’s yang memiliki kharisma dan kepribadian yang luar biasa ?”

Sejujurnya, Yeon Hwa menangkap nada menyindir dari suara Hee Chan. Membuat gadis itu mengerutkan dahinya sesaat dan merasa salah tingkah.

“Tidak tidak, aku tidak bermaksud memojokkan atau menyindirmu jika itu yang kau pikirkan. Aku hanya bertanya. Jika boleh jujur, aku sangat suka jalan hidupmu. Seseorang yang dulunya bukan apa apa, kini menjadi seorang superstar yang paling dinanti banyak orang” jelas Hee Chan

Yeon Hwa tersenyum, dia merasa lega. Setidaknya dugaannya salah

“eonnie, jika aku boleh mengatakan yang sebenarnya, aku sangat senang menjadi diriku yang sekarang, dimana semua mimpiku yang telah kurancang benar benar menjadi kenyataan. Tapi disisi lain, aku merasa.. benar benar menjadi seperti benalu. Aku hadir ditengah tengah kalian dimana kalian sudah mulai merayap untuk menuju puncak. Bertahun tahun menjalani trainee dengan susah payah. Tapi aku malah masuk dan dengan seenaknya memperkenalkan diri sebagai salah satu member kalian. Aku benar benar.. minta maaf, Hee Chan eonnie”

Yeon Hwa menunduk, gadis itu sedikit merasa ringan karena beban yang ada di otaknya selama kurang lebih setahun ini dapat ia ungkapkan.

“Yeon Hwa~ya. Jujur, aku.. benar benar kecewa saat mengetahui akan ada satu penambahan orang dalam grup kami. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu dan sudah setahun kita bersama, kurasa.. memasukkanmu ke tengah tengah kami adalah hal yang tidak buruk. Kau.. magnae kebanggaan kami “ jawab Hee Chan, memberikan senyum terbaiknya untuk Yeon Hwa.

“Jeongmal? Tapi__”

“Ri Ra eonnie? Oh, dia memang gadis yang cerewet. Tapi sejujurnya dia gadis yang sangat perhatian”

Yeon Hwa menggeleng, tebakan Hee Chan meleset rupanya.

“Oh, Aku tahu ! Sung Rin eonnie? Dia memang typikal gadis yang sangat cuek. Tidak perduli dengan sekitarnya. Tapi diam diam, dia sering menjadi orang pertama yang tahu tentang sesuatu hal daripada kami semua, itu tandanya dia juga sangat perhatian”

Yeon Hwa lagi lagi menggeleng, tebakan Hee Chan meleset lagi.

“kalau begitu.. Uri Leader?” tebak Hee Chan dan membuat Yeon Hwa mengangguk

“tenanglah. Dia bukannya membencimu. Dia hanya merasa syok karena kedatangan member baru dengan tiba tiba. Bagaimanapun, dia seorang leader yang benar benar harus menjaga kita semua.  Juga Mempunyai tanggung jawab yang besar. Dia sebenarnya orang yang baik dan bijaksana. Selalu memperhatikan kesehatan member lainnya. Yaah.. walaupun terkadang sifatnya akan menjadi kekanak kanakan jika menyangkut soal Kyuhyun oppa” balas Hee Chan

“sebegitu besarkah Hyun Ah eonnie menyukainya?”

“Yup ! sangat besar hingga kurasa dia sudah benar benar gila”

Yeon Hwa terkikik sebentar lalu mengangguk. Kini, perasaannya lebih tenang. Hee Chan sepertinya sudah bisa menerima kehadirannya dengan lapang dada. Dan sekarang Yeon Hwa tahu, semua member bukan membencinya, hanya belum bisa menerimanya. Tentu sesuatu akan mengalami sebuah proses bukan?

-o0o-

Neun menggandeng erat tanga Taemin keluar dari gedung SM. Wajah cantiknya terlihat begitu ceria dan berseri seri. Tentu dia bahagia, pasalnya hari ini dia dan Taemin akan terbang menuju Pulau Jeju untuk keperluan shooting mereka di WGM.

Berbeda dengan kondisi Naeun, Taemin malah menampakkan wajah datarnya. Sudah bisa dipastikan pria itu sangat tidak suka trip to Jeju nya kali ini.

Mereka berdua berpapasan dengan Hee Chan dan Yeon Hwa saat di depan gedung. Taemin menangkap ekspresi terluka tercetak jelas di wajah Yeon Hwa. Ingin rasanya Taemin berlari ke Yeon Hwa dan bicara bahwa ini hanya reality show dan bukan benar benar terjadi. Tapi niat itu diurungkannya. Memang ada hak apa Taemin sehingga dia harus repot repot mengejar Yeon Hwa untuk memberi suatu kejelasan?

Yeon Hwa mengalihkan pandangannya kearah lain dan tidak mau lagi menatap dua sejoli yang baru saja masuk ke dalam mobil hitam yang terparkir di depan gedung itu. Tiba tiba sesuatu kembali menghampiri otaknya. Mengingat kejadian setahun silam saat dirinya baru saja datang ke SM Entertainment sebagai seorang trainee. Kejadian itu, kejadian terkutuk yang pernah dilihatnya.

Saat dirinya sedang bersama Hara di Cafetaria dan melihat beberapa wartawan berkumpul dan sibuk mengambil gambar. Tentu hal itu menarik perhatiannya. Sehinga membuat nya pergi untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Betapa terkejutnya Yeon Hwa saat mendapati adegan ‘romantis’ Taemin dan Naeun yang sedang berciuman.

Ingin rasanya dia menarik Taemin dan membentaknya saat itu juga. Tapi dia punya hak apa? Setidaknya jangan menunjukkan kemesraan di depan publik begitu. Itu yang dipikirkan Yeon Hwa.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Hee Chan saat menyadari dongsaengnya itu melamun walau kakinya masih terus melangkah

“e-eoh? Tidak ada” balas Yeon Hwa

Keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat latihan. Dimana member yang lain sudah berkumpul.

“Oh, wasseo?” suara Ri Ra menyambut kedatangan mereka berdua di dalam sana.

“Ne, ayo mulai latihan” ajak Hee Chan

“Lihatlah, semalam aku menulis beberapa lirik lagu untuk single kita berikutnya”

Hyun Ah menyerahkan kertas berwarna putih kepada dongsaeng dongsaengnya. Mereka berempat dengan seksama memperhatikan kalimat demi kalimat yang tercetak jelas di kertas putih itu. Selesai membaca, ke empat gadis itu malah menatap penuh selidik ke arah Hyun Ah yang sedang mengambil pemanasan untuk kembali berlatih.

“eonie~” panggil Ri Ra dengan suara berat

“Wa-waeyo?” Hyun Ah menatap takut kearah dongsaeng dongsaengnya yang juga tengah menatapnya dengan tatapan penuh intimidasi.

“apa kau sedang mengumpatnya eoh?” tanya Sung Rin

“sepertinya iya, dari judulnya saja sudah bisa kutebak. ‘Stupid Boy’ “ Hee Chan menimpali

“a-apa yang kalian bicarakan? A-aku tidak mengerti hehe” ucap Hyun Ah gelagapan. Gadis itu mengusap tengkuknya yang terasa merindding tiba tiba.

kenapa kau bodoh sekali? kenapa kau tidak bisa merasakan perasaanku selama ini? Apa kau memang seseorang yang dilahirkan dengan tingkat otak yang bodoh? Oh~ You’re Stupid Boy!

Yeon Hwa membacakan sebait lyric yang tertera disana. Membuat Hyun Ah mengehembuskan nafasnya berat.

“Dan kau ingin kami menyanyikan ini?” timpal Sung Rin

“aku kan juga menyanyikannya. Lagipula dia memang sangat bodoh!” balas Hyun Ah tidak terima

Sedetik kemudian, gadis itu menutup mulutnya. Sepertinya dia secara tidak langsung membenarkan tuduhan dongsaeng dongsaengnya itu.

“sudah kuduga” lanjut Sung Rin

“memang sangat jelas terlihat ya?” tanya Hyun Ah dengan canggung

“TENTU SAJA!” balas semua member

“Ah, baiklah~ terserah kalian saja. kalian setuju atau tidak dengan lyric lyric yang kuciptakan. Aku juga tidak memaksa” balas Hyun Ah pasrah

“kita coba saja. mungkin tidak akan terlalu buruk” kata Yeon Hwa menimpali dan membuat wajah Hyun Ah kembali cerah

“Lihat ! uri magnae saja setuju” kata Hyun Ah semangat

Setelah beberapa lama berpikir, akhirnya mereka setuju dengan lyric yang dibuat Hyun Ah. Lebih tepatnya, curahan hatinya.

“Kemana Manager Jung? Hari ini aku tidak melihatnya” tanya Sung Rin yang sedari tadi belum melihat tanda tanda kehadiran managernya itu.

“Dia pergi dengan Leeteuk oppa. Kudengar bulan depan mereka akan menikah. Jadi mungkin mereka akan mulai menyiapkan segala sesuatunya” balas Ri Ra.

“Jinjja? Wuah, akhirnya hari itu akan segera datang” celetuk Hyun Ah

Tanpa mereka sadari, salah satu member disana tersenyum kecut mendapati  jarum suntik tengah menusuk hatinya bertubi tubi. Parahnya jarum itu serasa tidak hanya satu, tapi beribu ribu.

Hee Chan tahu, bahwa pada akhirnya hari itu akan datang. Tapi dia tidak pernah menyangka akan secepat ini.

‘Aku melepasmu.. Park Jung Soo’ lirihnya

-o0o-

Taemin menatap ponelnya dengan frustasi. Ingin rasanya pria itu menghubungi Yeon Hwa. Entah untuk alasan apa Taemin pun tidak tahu.

“Oppa~” Panggil Naeun dengan manja yang tiba tiba saja datang dan memeluknya dari belakang. Taemin tidak merespon, sama seperti biasanya.

“Hmm, kenapa diam saja? biasanya kau akan tersenyum saat aku memelukmu seperti ini?” tanya Naeun

“Kita tidak sedang Shooting. Jadi jangan harap aku akan bersikap baik padamu” ketus Taemin

Naeun sudah terbiasa mendengar penolakan dari mulut Taemin. Namun tetap saja, setiap kalimat yang dilontarkan Taemin secara tidak langsung selalu memporak porandakan hatinya.

“Oppa, apa kau ingin sesuatu?” Tanya Naeun mengalihkan pembicaraan.

Mereka berdua masih di Jeju dan menginap semalam bersama crew WGM lainnya. Besok pagi mereka baru akan kembali ke Seoul. Dan malam ini, mereka tengah menikmati waktu istirahat mereka di resto pinggir pantai yang tepat menghadap ke laut.

“Tidak usah. Aku ingin tidur”

Taemin berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Meninggalkan Naeun yang masih berdiri mematung di tempatnya. Angin malam yang menerbangkan  beberapa helai rambut Naeun juga suara deburan ombak yang terdengar jelas tidak membantu gadis itu mengatasi rasa sakit di hatinya yang makin hari makin membesar.

Entah sadar atau tidak, Taemin telah banyak membuat goresan luka di hati Naeun. Namun jika dipikir kembali, hal ini bukan sepenuhnya salah Taemin,ini juga kesalahan Naeun. Gadis itu terlalu terobsesi pada Taemin. Sikap egoisnya lah yang membuat dirinya semakin sakit.

“LEE TAEMIN !”

Tiba tiba Naeun berteriak memanggil nama Taemin. Membuat pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Naeun. Beberapa pasang mata juga mengalihkan pandangannya ke arah Naeun.

Taemin terkejut saat melihat wajah Naeun yang berlinangan air mata. Dadanya telihat naik turun. Kentara sekali dia sedang dalam kondisi yang tidak begitu baik. Tangannya mengepal, wajahnya memerah.

Naeun berjalan kearah Taemin dengan langkah kaki yang besar. Berhenti beberapa centi di depan Taemin dan menatap pria itu dengan sorot mata yang sulit diartikan.

“KAU…! K-kau!..” Naeun mulai membuka suaranya yang terdengar berat. Gadis itu mengangkat telunjuknya dan mengarahkannya pada Taemin.

“Tidak bisakah kau mencoba menerimaku Taemin~ah. TIDAK BISAKAH OPPA??!!” Bentak Naeun.

Gadis itu bahkan berteriak sambil menangis tersedu sedu.

“N-naeun~ah..” ujar Taemin lirih

Naeun menangis sejadi jadinya. Kakinya terasa lemas kemudian dirinya jatuh diantara pasir pasir putih yang malam ini terasa begitu menusuk ditubuh Naeun.

Sejujurnya, Taemin merasa kasihan dengan Naeun. Melihat kondisinya sekarang benar benar membuatnya tersentuh. Taemin tidak pernah sekalipun membenci Naeun. Hanya muak dengan tingkahnya yang pemaksa dan selalu mementingkan egonya sendiri.

“Wae~? WAE?? KENAPA KAU TIDAK BISA SEDIKIT SAJA MELIHAT KEARAHKU LEE TAMIN! KENAPA? AK-AKU.. AKU KURANG APA , EOH? KURANG APA? APA AKU KURANG CANTIK BAGIMU, HUH? KATAKAN! KATAKAN PADAKU KATAKAN! JANGAN DIAM SAJA SEPERTI INI !!!!”

Lanjut Naeun, gadis itu benar benar dalam kondisi yang memprihatinkan saat ini.

“Aku memberikan seluruh kasih sayangku padamu. Dan apa kau pernah berpikir bahwa semua yang kulakukan itu tulus? Aku tahu aku egois, dan maaf karena aku belum bisa mengendalikan keegoisanku itu. Sehingga nya aku tidak bisa lepas dari bayang bayangmu”

“sekali dalam seumur hidupku aku merasakan apa yang namanaya jatuh cinta. Dan disaat aku benar benar ingin memulainya kenapa malah kau banyak menggores luka dan menancapkannya di hatiku? Apa kau tidak pernah berpikir aku tidak menyiapkan mental untuk hal itu, huh? K-KAU ! KAU JAHAT LEE TAEMIN !! “

Naeun benar benar kacau. Dia terus berbicara menyalurkan apa yang telah tersembunyi diotaknya selama ini. sementara Taemin tidak kuat lagi menahan ini semua. Rasa ibanya mendorong nya untuk berlutut dan meraih pundak gadis itu. Naeun memberontak namun tenaga Taemin lebih kuat darinya.

Taemin tidak merespon satu patah katapun dari apa yang sudah dilontarkan Naeun. Pria itu terus menuntun Naeun menuju kamarnya. Membawa Naeun dengan jalan yang lemah juga keadaan yang masih kacau benar benar sulit. Namun anehnya , Taemin tak merasa terbebani sama sekali. Setidaknya untuk saat ini.

Taemin menidurkan Naeun di ranjangnya. Meyelimutinya lalu berjalan dan hendak keluar kamar.

“Oppa~” lirihan Naeun kembali terdengar membuat Taemin berhenti.

“Naeun~ah, mianhe..” Ucap Taemin. Setelahnya, pria itu benar benar pergi meninggalkan kamar Naeun.

-o0o-

Hyun Ah berjalan cepat menuju Van Black Rose’s yang telah menunggunya di depan gedung SM. Gadis itu berlari kecil sambil terus membenarkan letak syal biru di lehernya. Hari ini Black Rose’s kembali tampil di M Countdown. Namun, Hyun Ah memiliki masalah dengan perutnya hingga mengharuskan dirinya untuk tinggal lebih lama di dalam toilet.

“Aishh.. ada apa dengan perutku?! Seingatku aku tidak makan makanan yang aneh. Awas saja kalau dia berulah saat perfom nanti” gerutunya

Tiba tiba, langkah gadis itu berhenti saat melihat sosok Kyuhyun yang berjalan berlawanan arah dengannya. Kyuhyun yang menyadari sosok Hyun Ah juga tiba tiba berhenti. Mereka hanya saling menatap satu sama lain tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.

Hyun Ah yang menyadari suasana sedang tidak baik bagi dirinya itu langsung berdehem dan kembali bersikap normal. Dia berjalan lagi dan irama ketukan dari heels yang dipakainya dengan lantai yang dia injak terdengar jelas.

Tanpa diduga, Kyuhyun menahan pergelangan tangan Hyun Ah saat gadis itu melewatinya. Hyun Ah terdiam. Entah apa yang ada dipikarannya saat ini. Bingung sepertinya lebih mendominasi.

“ada apa? Aku harus segera pergi. Yang lain sudah menunggu” kata Hyun Ah dengan ketus tanpa melihat kearah Kyuhyun.

“bicaralah dengan sopan. Aku seniormu” balas Kyuhyun

“Ne, Arraseo SUNBAENIM.. atau OPPA? Huh, pantaskah aku memanggilmu ‘Oppa’? kita bahkan lahir ditahun yang sama. Hanya berbeda bulan! ” kata Hyun Ah dengan menekan kan kata ‘Sunbae’ dan ‘Oppa’

“Kau.. marah padaku?” Tanya Kyuhyun.

 Entah kenapa pertanyaan itu terus menerus menghantui dirinya beberapa hari ini. semenjak dia menyadari perubahan sikap Hyun Ah yang terlihat acuh saat berpapasan atau bertemu dengannya. Tak ada binar ‘memuja’ lagi dimata gadis itu seperti biasa. Seperti saat saat Hyun  Ah menatap dirinya. Itu yang Kyuhyun rasakan.

Tidak ada respon dari gadis itu. Bahkan Hyun Ah hanya menatap staff staff yang berlalu lalang di hadapannya. Baginya, pemandangan itu lebih menarik sekarang daripada harus menatap Kyuhyun. Pertahannya bisa runtuh jika dia menangkap mata favoritnya itu saat ini juga.

“jawab aku” suara Kyuhyun terdengar lai

“Aku marah, atau tidak marah. Apa pedulimu?” Hyun Ah balik bertanya

“Park Hyun Ah. Aku sedang tidak ingin bermain main denganmu” geram Kyuhyun. Sepertinya kesabaran pria itu mulai diuji

“Apa kau marah padaku dengan apa yang kukatakan tempo hari?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku tidak marah padamu. Sekarang cepat lepaskan aku. Yang lain sudah menungguku” balas Hyun Ah

“lalu kenapa kau bersikap seperti ini padaku?” tanya Kyuhyun. Sepertinya pria itu nampak frustasi sekarang

“Kau bilang padaku untuk melupakanmu bukan? Dan sikapku yang seperti ini adalah satu satunya cara agar diriku bisa lepas dari bayang bayanmu!”

Suara Hyun Ah yang terdengar sedikit nyaring mengundang perhatian banyak orang. Beberapa diantaranya menatap heran ke arah dua sejoli yang masih berbicara satu sama lain itu. Namun Hyun Ah tak sedikitpun mengalihkan arah pandangnya pada Kyuhyun. Berbeda dengan Kyuhyun yang terus menatapnya dengan wajah yang menuntut untuk meminta penjelasan.

“Lepaskan!” Hyun Ah menarik paksa tangannya yang digenggam Kyuhyun dan langsung berlari meninggalkan keramaian yang diciptakannya sendiri. sementara Kyuhyun tersenyum pada orang orang yang melihat kejadian tadi dan bicara pada mereka bahwa itu bukan sesuatu yang musti diributkan.

“Tapi bukan itu maksudku~” lirih Kyuhyun kemudian. Pria itu kembali berjalan gontai dengan segenap perasaan hatinya yang berkecamuk.

“Oppa!” suara seorang gadis belia menyeruak masuk di indra pendengaran Kyuhyun. Membuatnya mendongak dan menemukan Seulgi berlari dengan riang ke arahnya.

Kyuhyun memberikan senyum paksanya pada gadis itu, bukankah dirinya sedang bad mood?

“Ya! Wae geurae? Berhenti tersenyum seperti itu! Aku tahu itu terpaksa!” Kyuhyun kembali merubah ekspressi wajahnya ketika gadis itu ternyata tahu yang sebenarnya

“memang susah ya berbohong di depanmu?” gerutu Kyuhyun

“eisssh~ memangnya mudah melakukan itu?” balas Seulgi

“Oppa, sebenarnya aku menemuimu untuk mengejarkan beberapa bait lagu yang susah ku pelajari. Tapi sepertinya kau sedang dalam keadaan yang kurang baik ya?” tanya Seulgi yang mendapat anggukan lemah dari Kyuhyun

“gadis itu lagi?” tanya Seulgi lagi dan Kyuhyun mengangguk

“sudah kubilang untuk tidak berbicara macam macam di depan publik! Apa itu ! pesan menjijikanmu yang kau kirim dari ‘Radio Star’ tempo hari membuat dunia gempar. Kau tahu, bahkan semua fansmu marah padaku! Dan sudah pasti gadis itu juga akan marah padaku bukan?”

“Ya! Apa kau bilang? pesan menjijikan? Eiiish! Dasar tidak tahu terimakasih” balas Kyuhyun sambil menjitak kepala Seulgi

“Ya! Isssh! Appo!!” protes Seulgi

“akan kuadukan perbuatanmu pada appa!” ancam Seulgi

“silahkan saja, paman Kang pasti akan membelaku daripada kau gadis kecil” balas Kyuhyun sambil tersenyum yang membuat Seulgi bergidik ngeri

“Dasar SETAN!” kata Seulgi lalu gadis itu langsung lari secepat kilat dan meninggalkan Kyuhyun dengan wajah merah yang menandakan dirinya dalam puncak kemarahan yang berbahaya (?)

“Ya! Kang Seulgi!”

Memang tidak banyak yang tahu hubungan Kyuhyun-Seulgi yang sebenarnya. Mereka adalah saudara sepupu. Eomma Seulgi adalah adik dari Appa Kyuhyun. Dan memang benar benar kebetulan Seulgi menjadi trainee di perusahaan tempat Kyuhyun bernaung.

-o0o-

Yeon Hwa membanting iPadnya ke ranjang setelah membaca artikel terbaru dari pasangan WGM yang tengah hangat dibicarakan akhir akhir ini.yah, siapa lagi kalau bukan Taemin-Naeun? Tidak cukupkah dia melihat foto Taemin-Naeun yang berciuman di lobi SM menjadi topik yang paling dicari saat dia baru barunya menginjakkan kakinya disini dulu? Kenapa hal seperti ini harus terulang lagi? Walaupun tidak sama, tapi ini serupa.

Perlahan tapi pasti, air matanya mulai mengalir dan menganak sungai di pipi putih chubby nya.

Hyun Ah tiba tiba masuk dan langsung membanting tubuhnya ke ranjang yang ada di samping Yeon Hwa. Yeon Hwa segera menghapus air matanya dan kembali bersikap normal.

Yeon Hwa tertegun saat tak lama kemudian mendengar isakan kecil dari Hyun Ah yang sedang telungkup dikasur putihnya yang nyaman. Gadis itu ingin bertanya namun masih belum mempunyai nyali.

Yeon Hwa memilih untuk keluar. Dia berjalan mengendap endap dan perlahan meraih kenop pintu.

“jika sekali saja kau melangkah dari sana, habis kau!” Yeon Hwa mengurungkan niatnya saat mendengar intrupsi yang dilontarkan Hyun Ah. Gadis itu menghela nafasnya dan kembali berjalan menuju ranjangnya.

Namun, setelah beberapa saat dia duduk di ranjangnya Yeon Hwa menangkap punggung Hyun Ah yang masih bergetar menandakan dia masih menangis.

Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, juga modal keberanian yang tiba tiba mucul gadis itu berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang milik Hyun Ah.

“Eonni~ya.. gwenchana?” tanya nya ragu

“Tidak” balas Hyun Ah singkat

“Wae geurae?”

“Bagaimana bisa pria bodoh itu bertanya kenapa aku bersikap seperti itu padanya? Jelas jelas dia yang menyuruhku untuk melupakannya. Lalu apa sekarang? disaat aku sedang berusaha melupakannya, tiba tiba dia hadir kembali da mencoba menarikku? Pria itu bodoh atau apa?!” kesal Hyun Ah. Entah sadar atau tidak, saat ini gadis itu tengah menceritakan curahan hatinya pada Yeon Hwa.

“N-nugu?” tanya Yeon Hwa

Hyun Ah dengan sigap membenarkan letak duduknya dan kini menghadap Yeon Hwa. Yeon Hwa sedikit terkejut dengan wajah Hyun Ah yang terlihat berantakan. Eyeliner nya pun luntur akibat air matanya membuat Hyun Ah persis seperti hantu.

“Kau.. pasti tahu siapa maksudku” balas Hyun Ah parau.

“K-kyuhyun sunbae?”

“Yup!”

Hening beberapa saat setelah itu. Yeon Hwa benar benar merutuki kebodohannya sendiri saat ini. tidak tahu bagaimana bersikap dan menenangkan hati sang leader yang lagi lagi terkena syndrome ‘broken heart’

“Aissh, sudahlah. Lupakan masalahku. Sekarang kau!” Kata Hyun Ah tiba tiba yang membuat Yeon Hwa mengerjapkan matanya beberapa kali.

“ne? a-aku? Aku harus apa?” Tanya Yeon Hwa

“ya! Tentu saja menceritakan masalahmu. Huh.. aku kasihan pada iPodmu yang kau banting.. ckckck” kata Hyun Ah sambil menatap iPod Yeon Hwa yang sudah tergeletak tak berdaya dan menggeleng gelengkan kepalanya.

“k-kau, tahu?”

“tentu saja. aku bahkan tahu kau habis menangis bukan?”

Yeon Hwa menghela nafasnya dan mengangguk lemah. Haruska dia bercerita? Pada Hyun Ah? Bukankah selama ini leadernya itu masih terlihat acuh padanya? Tapi…

“ceritakan padaku” tuntut Hyun Ah

Yeon Hwa berjalan gontai menuju ranjangnya dan mengambil iPod putih itu lalu kembali duduk diatas ranjang Hyun Ah. Gadis itu menyerahkan iPodnya agar sang leader Black Rose’s itu bisa melihat apa yang menjadi sumber masalahnya.

Hyun Ah menerimanya dengan senang hati, dan melihat artikel yang tadi dibaca Yeon Hwa masih terpampang jelas disana. Gadis itu sedikit mengerutkan dahinya saat tahu apa yang dibaca Yeon Hwa sebelumnya.

Tak jauh dari artikel tersebut, ada sebuah video yang menyertainya. Penasaran, Hyun Ah menekan tombol ‘play’ dan video itu pun menyala.

“OMO OMO! Ya!! Lee Taemin, kau sudah besar rupanya? Ck” komentarnya

Namun sesaat kemudian, Hyun Ah menyadari sesuatu. Gadis itu menekan tombol ‘pause’ dan mengalihkan padangannya ke arah Yeon Hwa

“Yeon Hwa~ya.. jangan bilang kalau kau___”

“Aku menyukainya” kata Yeon Hwa lemah memutus kalimat Hyun Ah sebelumnya

“Jinjjayo???!”

“ne, eonnie”

“sejak?”

“bahkan sejak aku belum berada di sini”

“mwo? Jadi kau fansnya?”

Yeon Hwa mengangguk lemah. Entah apa lagi yang ingin dia katakan sekarang. namun disisi lain, gadis itu merasakan perasaan lega sekarang. setidaknya, leadernya sudah menerima kehadiran dirinya. tinggal satu orang lagi, Hwang Sung Rin. Rapper Black Rose’s itu masih terlihat acuh padanya.

“Taemin mengetahuinya?” Tanya Hyun Ah lagi

“Tidak”

“kau sudah mencoba bicara padanya?”

“belum”

“Yaaaah~ bagaimana kau ini? ck!”

“Entahlah”

“Kau tahu aku kenal dekat dengan Naeun? Ani~ sangat dekat malah”

“jinjja?”

“ne, tapi tenang saja. sepertinya aku akan mendukungmu dalam hal ini”

“wae?”

“jangan salahkan Naeun atas semua yang terjadi. Gadis itu hanya berusaha mengambil apa yang dia inginkan walaupun caranya salah. Naeun adalah gadis baik, kau percaya padaku bukan?” tanya Hyun Ah pada Yeon Hwa dan membuat gadis itu mengangguk

“Intinya, pura pura saja kau tidak melihatnya jika hal seperti ini menghampirimu lagi”

“aku tidak bisa~ sebagai fangirl tentunya kau selalu penasaran eonnie..”

“eissh,kebahagian akan menghampirimu nantinya, tenang saja. lagipula mereka hanya menjalankan perkerjaan mereka secara profesional”

Yeon Hwa tersenyum dan mengangguk. Lalu tangannya bergerak membenarkan letak rambut Hyun Ah yang berantakan dan mengusap pelan daerah mata Hyun Ah yang hitam karena lunturan eyeliner.

“kau jelek jika seperti ini eonnie”

“yasssh! Magnae nakal” gerutu Hyun Ah

“kebahagian akan menghampirimu nantinya eonnie, tenang saja” kata Yeon Hwa pada Hyun Ah. Gadis itu mengutip perkataan Hyun Ah yang ditujukan untuknya sebelumnya.

Hyun Ah tersenyum dan mengangguk. Merasa lega karena beban hatinya sedikit berkurang. Setidaknya untuk saat ini.

Mereka berdua lalu keluar kamar menuju ruang TV, menyusul member lainnya yang sedang berada disana. Beruntung jadwal mereka hari ini tidak terlalu padat sehingga kelimanya bisa menghabiskan waktu di dorm lebih awal.

iPod putih itu mereka tinggal dengan keadaan yang masih menyala dan menampilkan gambar Taemin dan Naeun yang menjadi sumber masalah Yeon Hwa malam ini.

.

.

.

102366-shinee-taemin-a-pink-naeun-back-hug

Advertisements

14 thoughts on “[Special Post] The Way To Your Heart (Part 3)

Add yours

  1. eaakkkk, aku aja yg liat pict nya taemin sama naeun bete apalagi yeon hwa ya -_-
    Eh aku berpikir klo sungrin itu terkena amnesia…….
    Rasanya semua member black rose’s punya mslh cinta ya .-.

  2. Akhirnya satu-persatu member black rose bisa deket ma yeon hwa.terutama hyun ah, 😀
    masih penasaran ma penyakit yang di derita ma sung rin,jangan2 dia amnesia yah?

  3. maunya kyuhyun apa ya? Bingung -_- hyun ah kan kasian
    sung rin dg siwon kayaknya terjadi sesuatu di masa lalu hmm
    naeun? Ikhlasin taemin lah

  4. hooh jadi yeon hwa pasti ati panas bangettt lah biarpun cuma suami bayangan coba
    hyun ah sebenarnya udah jadian belum ya ama kyuhyun

    paling rumit nich sung rin ama siwon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: