30 DAYS (Part 7/END)

blndr-sk6368l__19266_zoom_副本

Author : Helma Trianda

Tittle : 30 Days

Main Cast : -Choi Siwon -Choi Sooyoung -Cho Kyuhyun

Genre : Romance

PG : 15

Length : Chapter

Happy Reading~

“eomma”, ucap nya pada sang ratu yang ternyata eomma Luna.
“Luna!”, ucap sang ratu terkejut melihat kedatangan anak tunggal nya itu. Ia pun langsung menghampiri anak nya dan memeluk nya.
“eomma”, ucap Luna melepaskan pelukan nya.
“aku ingin meminta bantuan eomma”, ucap Luna memandang eomma nya serius.

PART 7

“ tidak bisa!”, ucap sang ratu membentak.
“eomma aku mohon hanya eomma yang bisa membantu ku”, pinta Luna.
Luna terus memohon pada eomma nya yang merupakan seorang Ratu di dunia mereka. Ia adalah penguasa di dunia mereka. Luna terus memohon supaya soo young, sahabat nya itu bisa di hidupkan kembali nanti nya. Sebenar nya itu bukan lah yang sulit di lakukan oleh Ratu tersebut. Tapi ia tidak boleh melanggar aturan yang selama ini dia pakai.
“eomma bilang tidak bisa ya tidak bisa!!!”, bentak sang Ratu pada anak satu-satu nya itu.
“waeo? Bukankah kemarin eomma membangkit kan seorang duyung yang sudah mati?”,
“eomma membangkit kan nya karena ia adalah istri seorang President. Ia memiliki peranan yang sangat penting di dunia manusia. Tentu aku harus menghidup nya kembali”, jelas sang Ratu.
“eomma, kau tahu. Selama ini aku tidak pernah mempunyai sahabat setelah kejadian memilukan itu. Setelah membunuh Ryeowook oppa, aku tidak pernah mempunyai teman. Aku terlalu larut dalam kesedihan. Aku sangat mencintai Ryeowook oppa. Bahkan sampai sekarang aku masih mencintai nya! apa eomma tahu betapa tersiksa nya aku selama ini. Dan sekarang eomma ingin menggoreskan luka baru pada ku. Kenapa eomma tidak membunuh ku saja?! Kenapa eomma malah berhubungan dengan pria itu dan mempunyai anak seperti ku?!”, ucap Luna panjang lebar mengungkapkan isi hati nya selama ini.
Saat remaja, sang Ratu mengikuti ujian penyihir seperti Luna. Ia pun dihadapkan pada pilihan yang sulit. Mati atau membunuh orang yang ia cintai. Saat itu ratu memilih membunuh namja yang ia cintai tapi sebelum membunuh nya sang Ratu berhubungan intim dengan namja itu baru setelah itu ia membunuh nya. Akhir nya sang Ratu hamil karena kejadian tersebut dan itulah yang di inginkan Ratu. Mempunyai anak dari namja yang sangat ia cintai hingga saat ini. Maka dari itu sang Ratu tidak pernah menikah sampai saat ini.
“aku tidak pernah meminta apapun dari eomma. Tapi kali ini aku mohon biarkan soo young hidup” pinta Luna lirih.
Sang Ratu memberikan sebuah botol kecil yang berisi cairan bening pada Luna.
“berikan ini pada nya. Dan untuk membangkitkan nya atau tidak, itu akan eomma pikirkan nanti”, ucap sang Ratu lalu berbalik dan melangkah kan kaki nya meninggalkan Luna.
“kalau aku bisa memilih. Aku memilih untuk tidak di lahirkan ke dunia ini”, ucap Luna yang membuat langkah sang Ratu berhenti.
Luna langsung berlari dan meninggalkan istana ini sambil membawa botol kecil pemberian sang Ratu.

Soo young POV
Hari sudah siang. Cuaca hari ini cerah sekali. Berbeda dengan suasana hati ku.
Aku merindukan nya. Apa yang sedang ia lakukan sekarang? Apa ia sedang di kampus? Atau ia sedang bersama kyuhyun?
Berbagai macam pertanyaan terus memenuhi otak ku. Hingga akhir nya seseorang mendekat ke arah ku dan duduk di samping ku.
“kau melamun lagi. Kau merindukan siwon?”, tanya Luna.
“ne. Aku merindukan nya”, ucap ku pelan.
“kalau kau merindukan nya kau temui saja dia. Hari sedang cerah, mengapa kau tidak ajak saja dia berkencan?. Setidak nya untuk terakhir kali nya”, saran Luna.
“sebaik nya tidak. Akan sulit bagi nya untuk melupakan ku nanti. Setidak nya aku sudah memberikan nya waktu satu hari untuk melupakan ku”, ucap soo young sambil tersenyum miris.

Siwon POV
Aku berjalan mondar-madir di kamar. Aku terus memperhatikan telfon genggam ku. Kenapa ia belum menelfon juga? Apa ia tidak merindukan ku. Haish! Jeongmal! Aku ingin bertemu dengan nya. Tiba-tiba telfon ku bergetar, sontak aku langsung mengangkat nya.
“yeoboseo”,
“siwon-ah, hari ini aku juga tidak melihat Hyun ah di kampus. Aku harus mencari nya kemana?”, ucap suara dari sebrang sana. Aku langsung kecewa mengertahui siapa yang menelfon nya. sama sekali tidak seperti yang ku harapkan.
“kau ke apartement nya saja”, ucap ku santai lalu berbaring di sofa.
“dia tidak ada”,
Aku pun jadi teringat ucapan soo young waktu itu.
“coba saja ke Pusat Pelatihan Judo. Soo young bilang ia sering melihat nya di sana”, saran ku.
“benarkah? Baiklah aku ke sana sekarang”
TUUT TUUTT….
Kyuhyun langsung mematikan telfon nya. Dasar!

Kyuhyun POV
Aku sudah berada di Pusat Pelatihan Judo sekarang. Aku mencari-cari Hyun ah. Aku mengedarkan pandangan ku ke seluruh sudut ruangan. Di sini banyak sekali orang yang berlatih Judo. Akhir nya aku menemukan Hyun ah. Ku lihat ia bersama sorang namja. Tiba-tiba namja itu mengangkat Hyun ah dan membanting nya di atas matras. Sontak aku langsung mendekati mereka.
“Hyun ah, gwenchana?”, tanya ku pada hyun ah.
Hyun ah langsung berdiri dan menatap ku tajam. Apa-apaan ini? Kenapa malah menatap ku seperti itu?
“kau? Kenapa kau bisa ada di sini?”, tanya nya terkejut.
“aku datang untuk bertemu dengan mu”, jawab ku.
“Tae san-ah, mianhe. Aku keluar sebentar”, ucap nya pada namja yang bernama Tae San itu.
Hyun ah langsung menatap ku tajam dan berjalan keluar. Aku mengikuti nya. Dan setelah keluar dari tempat itu ia langsung berbalik dan melemparkan tatapan tajam pada ku.
“wae? Kenapa menatap ku seperti itu? Seharus nya kau memberikan tatapan tajam mu itu pada pria yang baru saja membanting mu tadi”,
“kenapa aku harus memberi tatapan tajam pada nya. Lagi pula itu sudah biasa di lakukan dalam Judo”
“untuk apa kau datang kesini? Dan bagaimana kau bisa tahu kalau aku ada disini?”, lanjut nya ketus.
“jangan panggil aku Cho Kyuhyun jika aku tidak bisa menemukan mu”,
“cih’ apa tujuan mu datang ke sini?”,
“mengajak mu makan siang”, ucap ku santai.
“ini sudah lewat dari jam makan siang. Lagi pula aku juga sudah makan siang. Kau makan saja sendiri”, ucap nya lalu pergi.
Aku langsung memegang lengan nya dan menarik punggung nya. Jarak kami sangat dekat hingga membuat jantung ku mulai berdetak cepat.
“yak! Apa yang kau lakukan?”, ucap nya sambil berusaha melepaskan diri dari ku. Tentu aku semakin mengeratkan nya.
“yak! Apa yang kau…….”,
CUP!
Ku kecup bibir nya sekilas. Ia langsung diam dan menatap ku.
“jangan pernah panggil aku Cho Kyuhyun jika aku tidak bisa menaklukan mu”, ucap ku lalu tersenyum evil.
Aku menarik nya dan memasukkan nya ke dalam mobil. Ia hanya menurut. Tumben sekali, apa gara-gara ku kecup bibir nya tadi. Dasar yeoja! seharus nya ia langsung menyetujui ajakan ku untuk makan siang. Karena ia menolak, beginilah jadi nya.

Siwon POV
Hari sudah malam. Ini sudah lebih dari 24 jam. Apa dia sudah tidur? Haish! Jeomal. Kenapa sulit sekali bagi ku untuk tidur. Apa aku harus menelfon nya? kalau aku menelfon nya berarti aku kalah. Haish! Ya sudah lah lagi pula besok pagi kami akan bertemu lagi. Sebaik nya aku tidur sekarang.

Soo young POV
Aku terus memandang jam dinding di kamar ku. Waktu ku tinggal 30 menit lagi. Ku ambil sebuah kertas dan pena. Ku tulis beberapa kalimat disana. Dengan menggunakan waktu ku yang sudah tidak lama lagi.
“soo young-ah”, ucap Luna yang kini sudah duduk di samping ku.
“waeo?”,
Luna menyodorkan sebuah botol kecil yang berisi cairan bening pada ku.
“apa ini?”, tanya ku bingung.
“kemarin malam aku menemui eomma ku. Eomma ku adalah Ratu di dunia kami. Aku meminta bantuan nya dan ia memberiku ini. Minumlah, mungkin ini bisa membantu mu”, jelas nya.
“kau mempunyai eomma. Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?”, tanya ku
“sudahlah. ini bukan saat yang tepat untuk menceritakan eomma ku secara detail padamu. Sekarang minumlah”, ucap nya menyuruh ku cepat-cepat meminum nya.
Aku pun menurut. Ku minum cairan yang ada di botol itu rasanya sedikit pahit. Tiba-tiba kepala ku pusing dan pandangan ku kabur. Ku rasakan Luna sedang mengoyang-goyangkan tubuh ku.
“soo young-ah…. soo young-ah”, ucap nya yang samar-samar bisa ku dengar. Kemudian mata ku tertutup dan aku tidak tahu apa yang terjadi selanjut nya.

Author POV
Hari ini adalah hari yang memilukan bagi siwon. Hari ini adalah hari pemakaman soo young. Ini terlalu sulit bagi nya. Proses pemakaman berjalan lancar. Orang-orang mulai meninggalkan makam soo young. Kyuhyun berusaha mengajak siwon pergi tapi percuma. Kyuhyun mengerti bagaimana perasaan sahabat nya saat ini. Ia pun meninggalkan siwon sendiri di makan soo young. Kini tinggalah siwon sendiri yang masih berdiri dan menatap nisan yang bertuliskan nama yeoja nya. Air mata nya tidak bisa berhenti keluar. Siwon duduk didepan nisan soo young. Ia menatap nya lekat-lekat.
“kenapa kau meninggalkan ku? Kenapa kau meninggalkan ku saat aku sudah merasa bahagia bersama mu? Kenapa kau meninggalkan ku di saat aku sudah mulai membutuhkan mu? Tidak bisakah kau tetap disini bersamaku? Tidak bisakah?”, ucap siwon menatap nisan itu.
Kini hati nya sakit. Dada nya sesak. Ia kehilangan orang yang dicintai nya lagi untuk kedua kali nya. Siwon memegang dada nya. ia meremas kuat baju nya. tiba-tiba seseorang menyodorkan sebuah kertas pada nya. Ia pun mengangkat kepala dan melihat siapa orang yang berdiri di samping nya.
“kau siapa?”, tanya siwon yang merasa tidak kenal dengan yeoja yang ada dihadapan nya saat ini.
“aku Luna. Aku sahabat nya soo young. Aku menemukan surat ini di kamar nya. Seperti nya ini untuk mu”, ucap yeoja yang bernama Luna itu.
Siwon mengambil kertas yang Luna berikan. Ia membuka nya dan mulai membaca nya.

To: Choi Siwon
Siwon-ah, mianhe. Jeongmal mianhe karena aku harus pergi dengan cara seperti ini. Bukan maksud ku untuk membuat mu terluka. Tapi ini sudah waktu nya aku pergi.
Terimakasih karena telah membalas cintaku. Dan terimakasih karena telah membiarkan ku masuk kedalam hidup mu dan membiarkan ku berada di sisi mu. Tapi sekarang aku tidak bisa menemani mu lagi. Aku tidak bisa bersama mu lagi karena waktu ku di dunia ini sudah habis.
Siwon-ah, kau berhasil melakukan nya. Kau berhasil untuk tidak menghubungi ku selama 24 jam.Bisakah kau melakukan nya setiap hari? Aku mohon padamu, lakukan itu setiap hari.
Aku mencintai mu.
Choi Soo Young

Tangis Siwon semakin deras setelah membaca surat dari Soo young. Ia pun memukul-mukul dada nya. Ini berat untuk nya. Luna menepuk-nepuk bahu siwon untuk menenangkan nya.
“Sekarang aku harus menceritakan yang sebenar nya tentang soo young. Sudah saat nya kau mengatahui nya”, ucap Luna.
Siwon menatap Luna bingung.
“Soo young yang sebenar nya?”, tanya siwon yang hanya mendapat anggukan dari Luna.

Siwon POV
Aku terkejut dengan apa yang di ucap kan oleh Luna. Jadi selama ini aku mencintai seorang duyung. Ku kira duyung hanya bagian dari cerita dongeng yang tidak akan pernah terjadi di dunia nyata. Tapi ternyata aku salah. Duyung benar-benar ada di dunia ini. Bahkan aku mencintai salah satu dari mereka.
“baiklah. Aku sudah menceritakan semua nya. Sekarang aku harus pergi. Aku harus memberitahu kedua orang tua soo young dan juga sahabat mu, kyuhyun. Karena kalian lah orang-orang terdekat soo young maka nya aku harus memberitahu kalian”, ucap nya lalu beranjak dari tempat ia duduk dan melangkah pergi.
“tunggu sebentar”, ucap ku menghentikan langkah nya. Ia pun membalikkan tubuh nya dan menatap ku.
“apa soo young tidak bisa di hidupkan lagi?”,
“ia bisa di hidupkan lagi. Tapi aku tidak tahu kapan. Mungkin 100 tahun lagi atau 1000 tahun lagi ia baru di hidupkan kembali”, jelas nya.
“bukankah kau seorang penyihir? Kenapa kau tidak bisa menghidupkan nya sekarang?”, tanya ku lagi.
“aku tidak sehebat itu siwon-ssi. Semua tergantung eomma ku”,

Author POV
Luna kembali ke istana setelah menyelesaikan urusan nya di dunia manusia. Ia kembali menemui eomma nya, sang Ratu.
“eomma”, panggil Luna pada sang Ratu.
“apa kau kembali untuk meminta eomma menghidupkan teman mu itu”,
“ne”,
“Kenapa eomma harus menghidupkan duyung itu? Apa penting nya dia di dunia manusia?”,
“seseorang merasa sangat kehilangan dia eomma. Orang itu sangat mencintai soo young. Dan begitu juga dengan soo young. Tidak bisakah eomma menghidupkan dia sekarang?”, pinta Luna.
“hanya satu orang saja bukan yang kehilangan duyung itu. Seharus nya itu tidak masalah bagi kehidupan manusia”,
“tentu saja bermasalah. Pemilik Daesang Group sama sekali tidak memiliki anak. Jika mereka meninggal, saudara-saudara mereka pasti akan memperebutkan harta nya. jika soo young hidup, ia yang akan mewarisi Daesang Group. Daesang Group sangat besar eomma. Bagaimana jika nanti nya terpecah belah? Tidakkah eomma memperhatikan hal itu?”, jelas Luna panjang libur.
“baiklah. Akan eomma pikirkan”

10 Tahun Kemudian

“siwon-ah”, panggil kyuhyun dari arah pintu kafe.
Kyuhyun memasuki pintu kafe dan berjalan menuju meja yang di tempati oleh siwon. Kyuhyun duduk di depan siwon lalu ia memesan makanan. Hari ini siwon dan kyuhyun makan bersama di kafe favorite mereka.
“bagaimana persiapan nya? apa perusahaan mu sudah menentukan konsep nya?”, tanya siwon.
“ne. Kami sudah menentukan konsep nya. Kami juga sudah mencetak undangan nya. Tinggal menyebarkan nya saja”, jelas kyuhyun.
“benarkah?”,
“ne. Ini ku bawakan untuk mu”, kata kyuhyun sambil menyodorkan sebuah undangan pada siwon.
“aku tidak berjanji akan datang ke pesta ulang tahun perusahaan mu”, kata siwon lalu membuka undangan yang diberikan kyuhyun.
“kau selalu saja begitu. Aku mohon, kali ini datanglah”, pinta kyuhyun.
“pesta topeng?”, ucap siwon terkejut saat membaca tulisan di undangan tersebut.
“ini kekanakan sekali. Kau fikir orang-orang yang datang ke pesta mu itu anak-anak muda”, ucap siwon sambil tertawa.
“sesekali menggunakan konsep yang berbeda tidak masalah bukan?”,
“arraseo… arraseo”,
“tapi ngomong-ngomong kemana anak dan istri mu?”, tanya siwon
“tadi Hyun ah bilang ia menemani Yii seo ke taman bermain”, jawab kyuhyun.
Kini Siwon dan Kyuhyun sudah sama-sama dewasa. Mereka sudah memimpim perusahaan keluarga masing-masing. Sekarang kyuhyun sudah menikah dengan Park Hyun ah dan mempunyai seorang putri yang bernama Cho Yii Seo yang masih berumur 2 tahun. Sedangkan siwon? Ia masih sendiri.
“siwon-ah, ku harap kau datang ke pesta itu”, kata kyuhyun sebelum memasuki mobil nya. mereka sudah selesai makan siang dan sekarang mereka berada di tempat parkir.
“aku tidak berjanji”, balas siwon santai.
“pokok nya kau harus datang. Demi persahabatan kita”, kata kyuhyun lalu pergi dengan membawa mobil nya.
“ada apa dengan anak itu?. Tidak biasa nya ia seperti ini. Dan apa itu tadi? Demi persahabatan? Haish! Seperti nya kali ini aku harus datang”, gumam siwon lalu pergi meninggalkan kafe itu.

Siwon POV
Malam ini aku bersiap-siap untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan kyuhyun. Aku memakai celana panjang berwarna hitam, kemeja putih, dasi hitam dan jas hitam. Dan tidak lupa aku memakai topeng. Pesta topeng? Sungguh kekanakan sekali bukan?
Setelah siap, aku keluar dan mengendarai mobil menuju perusahaan kyuhyun. Tiba-tiba ponsel ku berbunyi.
“yeoboseo”,
“yak! Siwon-ah, kau ada di mana? Pesta sudah di mulai tapi aku belum melihat mu”, ucap kyuhyun dari seberang sana.
“aku sedang perjalanan ke sana. Sudahlah kau tunggu saja. Sebentar lagi aku sampai”, ucap ku lalu menutup telfon nya.
****

Aku sudah sampai di perusahaan kyuhyun. Ramai sekali di sini. Aku pun masuk ke tempat acara di adakan. Dan benar acara sudah di mulai. Aku langsung memakai topeng ku. Sungguh! Ini sangat memalukan!
“baiklah sekarang kita memasuki acara inti yaitu…. BERDANSA!”, ucap seseorang dari arah depan yang ku duga adalah pembawa acara di sini.
Aku terkejut mendengar nya. BERDANSA?!
Tiba-tiba seluruh lampu mati kecuali lampu di lantai densa. Musik pun mulai di mainkan. Semua orang mulai memasuki lantai densa dengan membawa pasangan mereka. Sedangkan aku? Aku di sini sendiri. Tidak mungkin aku berdansan seorang diri. Tapi aku sudah berdiri di lantai dansa sekarang. Ku edarkan pandangan ku ke sekitar ku. Dan benar saja mereka semua berdansa.
Pandangan ku terhenti pada sebuah titik yang agak jauh di depan ku. Ku lihat seorang yeoja di sana. Aku terdiam. Ada sebuah desiran aneh dalam diriku. Yeoja itu berjalan ke arah ku. Ia terus berjalan tanpa melepaskan pandangan nya padaku. Dan sekarang ia sudah ada di hadapan ku. Ia memakai topeng merah dan memakai drees biru panjang yang memperlihat kan bahu putih nya.
Aku menarik pinggang nya supaya lebih dekat dengan ku. Entah dorongan dari mana aku berani melakukan ini. Menarik pinggang seorang yeoja yang sama sekali belum aku kenal. Aku terus menatap nya. Tatapan nya mampu memenjarakan mata ku. Tatapan ini, seperti nya aku pernah merasakan nya.
Aku memegang pinggang nya dengan kedua tangan ku sedangkan kedua tangan yeoja ini berada di bahu ku. Kami berdansa mengikuti alunan lagu. Cukup lama kami berdansa tanpa melepaskan tatapan kami. Tiba-tiba ia melepaskan tangan ku dari pinggang nya. Ia berjalan menjauh dari ku dan terus menjauh dari ku.
Aku tidak tahu dorongan apa yang membuat ku mengikuti nya. Aku terus mengikuti nya dari belakang. Hingga akhir nya ia memasuki sebuah ruangan. Aku mengikuti nya hingga sampai di depan pintu ruangan tersebut. Aku merasa ragu. Haruskah aku membuka nya?
Perlahan aku membuka pintu itu. Aku memasuki pintu dengan perlahan. Aku terkejut melihat ruangan ini. Ada sebuah meja makan bundar dengan dua kursi yang saling berhadapan. Di meja tersebut sudah ada banyak makanan. Lampu ruangan ini mati hanya ada lilin yang menerangi nya. Ada tiga buah lilin di meja makan. Lalu ada lilin yang mengitari meja dan kursi tersebut dan membentuk love. Bahkan jalan dari pintu menuju meja itu pun di kelilingi lilin-lilin. Banyak bunga mawar merah yang bertabur di atas lantai. Apa-apan ini? Ada apa dengan ruangan ini?
Ku lihat yeoja itu membelakangi ku dan menghadap meja yang penuh dengan makanan itu. Aku berjalan mendekati nya. Aku berjalan perlahan dan kini aku sudah berada tepat di belakang nya. Tiba-tiba ia membalikkan tubuh nya dan membuat mata kami bertemu. Tangan ku tergerak untuk membuka topeng nya. Aku melepaskan tali pengait topeng itu dan membuat topeng itu terlepas dan jatuh ke lantai.
DEG!
Aku terdiam. Aku terpaku. Wajah ini, aku sangat mengenalnya. Wajah cantik ini, aku sangat merindukan nya. Lidah ku kelu, tidak ada sepatah kata pun yang dapat keluar dari bibir ku. Aku menatap nya lekat-lekat. Benarkah ini diri nya? benarkah ini? Apa ini hanya sebuah mimpi?
Tiba-tiba ia mencium ku. Entah kenapa aku langsung menutup mata dan sebuah cairan bening keluar begitu saja dari mata ku. Dia melumat bibir ku. Tapi bibir ku masih diam menerima perlakuan bibir nya. Entah kenapa ini terasa nyata. Dia pun melepaskan ciuman nya. Aku masih menutup mata ku. Aku takut ini semua hanya mimpi. Aku takut ini hanya halusinasi ku.
Ku rasakan tangan nya melepaskan topeng ku. Tapi mata ku masih tertutup. Entah kenapa aku belum berani membuka mata ku dan menerima kenyataan kalau ini semua hanya mimpi.
“Siwon-ah”, ucap nya lembut.
Sontak aku langsung membuka mata ku. Suara ini sangat familiar untukku. Saat ku buka mata, ia masih ada di hadapan ku. Aku menatap nya lekat-lekat. Benarkah ini? Ia ada di hadapan ku sekarang?
“Soo young-ah”, ucap ku pelan.
Aku langsung menarik nya dalam pelukan ku. Merasakan aroma tubuh nya lagi. Ini nyata. Bukan halusinasi ku semata. Aku semakin mengeratkan pelukan ku. Sekian lama aku menunggu nya dan sekarang ia ada di hadapan ku bahkan di dekapanku.
Aku merenggangkan pelukan ku dan kembali menatap manik mata indah itu.
“Siwon-ah, aku…..”,
Aku menarik pinggang nya supanya lebih dekat dengan ku dan menarik tengkuk nya lalu

CHU~~~

Aku langsung mencium nya. Ku lumat bibir nya. Aku pun tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Yang jelas, aku tidak bisa mengontrol diriku saat ini. Ia membalas lumatan ku. Aku semakin menarik tengkuk nya untuk memperdalam ciuman kami.

Author POV
Siwon dan Soo young semakin mempedalam tautan bibir mereka. Mereka saling menyalurkan rasa rindu yang sudah tertahan.
Tiba-tiba lampu ruangan hidup dan terdengar suara tepuk tangan
“Kami ke sini untuk……..”, ucapan kyuhyun terhenti saat melihat apa yang sedang terjadi di hadapan nya.
Mendengar suara kyuhyun, sontak Siwon dan Soo young melepaskan tautan bibir mereka. Soo young dan Siwon berpura-pura merapihkan baju mereka yang sebenar nya tidak berantakan sama sekali.
“mengucapkan selamat pada kalian”, lanjut kyuhyun pelan.
“aaaaaa…. ternyata aku mengganggu kalian lagi ya”, ucap kyuhyun dengan wajah tanpa dosa.
Tiba-tiba kaki kyuhyun di tendang oleh Hyun ah. Ya, sekarang Hyun ah dan Cho yii seo ada di sini bersama dengan kyuhyun.
“Awwww”, pekik kyuhyun.
“tentu saja mengganggu. Sudah ku bilang, kita nanti saja bertemu dengan mereka”, ucap Hyun ah memarahi Kyuhyun.
“Mianhe, kami akan pergi sekarang. Maafkan kami karena telah mengganggu aktifitas kalian”, ucap Hyun ah lalu menarik anak dan suami nya keluar.
Hyun ah pun menutup pintu lalu menatap tajam suami nya.
“wae?”, tanya kyuhyun.
Hyun ah tidak mengatakan apapun ia langsung menarik tangan Yii seo dan pergi. Tapi tangan Hyun ah di tahan oleh kyuhyun.
“eomma, ayo kita ke tempat pesta nya”, rengek Yii seo.
“Yii seo-ah, Kau pergi duluan saja ya. Nanti eomma dan appa akan menyusul”, ucap kyuhyun lembut pada anak nya.
Yii seo mengangguk lalu ia pergi menuju tempat pesta di adakan.
Hyun ah memberikan tatapan tajam pada kyuhyun.
“kenapa kau membiarkan Yii seo pergi sen…… “,
Kyuhyun langsung mencium bibir Hyun ah dan itu membuat hyun ah berhenti bicara. Kyuhyun mendorong Hyun ah hingga ke dinding dan itu membuat Hyun ah tidak bisa  berbuat apa-apa. Bagaimana pun tenaga kyuhyun lebih besar.Merasa perlawanan Hyun ah melemah, Kyuhyun melepaskan tautan bibir nya. Mata mereka saling bertemu.
“Aku membuat lipstik mu berantakan”, kata kyuhyun lalu mengusap bibir Hyun ah.
Hyun ah hanya diam menerima perlakuan kyuhyun. Hati nya terus berdebar jika kyuhyun sudah berubah seperti ini.
“jangan pernah membangkit kan jiwa iblis ku Ny. Cho Hyun ah”, ucap kyuhyun lalu menyeringai.

Siwon POV
Sekarang suasana menjadi canggung di antara kami.
“tadi itu kyuhyun bersama istri nya. Dan anak kecil itu adalah anak kyuhyun”, ucap ku memecahkan kecanggungan di antara kami.
“ne, aku sudah tau”,
“ne?”, ucap ku terkejut mendengar pernyataan nya.
“aku sudah bertemu mereka seminggu yang lalu”, jawab nya.
“mwo? kalian sudah bertemu dari seminggu yang lalu? Tapi kenapa kau tidak menemui ku?”,
“saat itu aku ingin menemui mu, tapi kyuhyun bilang sebaik nya malam ini”, jelas soo young.
“jadi hanya aku yang baru tahu tentang hal ini?”,
Soo young mengangguk pelan. Haish! Jeongmal! Seharus nya aku adalah orang yang pertama ia beritahu. Jujur saja aku sedikit kecewa mengetahui nya.
“apa kau marah?”, tanya soo young pada ku. Ada nada khawatir saat ia mengucapkan nya.
“aniyo. Aku tidak marah. Aku hanya sedikit kecewa”,
“siwon-ah, bukan maksud ku untuk….”,
Aku langsung menarik nya ke dalam pelukan ku. Dan itu membuatnya berhenti berbicara.
“itu sudah tidak penting lagi untuk ku. Yang terpenting sekarang adalah kau ada sisi ku lagi saat ini”, ucap ku tersenyum bahagia
“ne. Aku akan selalu ada di sisi mu mulai sekarang”, ucap soo young.
Aku mengendurkan pelukan nya dan menatap soo young.
“lalu sekarang kau menjadi makhluk apa?”, tanya ku serius.
“aku sudah menjadi manusia sekarang. Itu adalah kebijakan sang Ratu yang di berikan untuk ku”, jawab nya.
Sebuah senyuman terukir di wajah ku. Aku kembali memeluk nya. Ia pun membalas pelukan ku.
Ternyata penantian ku tidak sia-sia selama ini. Selama 10 tahun aku menjalani hari-hari ku tanpa nya. Jujur, itu sangat sulit untukku. Tapi sekarang, ia sudah kembali. Aku tidak akan membiarkan nya pergi lagi. Aku akan terus mempertahankan nya agar ia terus berada di sisi ku. Aku tidak akan pernah melepaskan nya. Tidak akan pernah.
“Soo young-ah, saranghae”, ucap ku tepat di telinga nya.
“Nado saranghaeo Choi Siwon. Jeongmal”

~~END~~

3 thoughts on “30 DAYS (Part 7/END)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: