30 Days (Part 6/?)

blndr-sk6368l__19266_zoom_副本

Author : Helma Trianda

Tittle : 30 Days

Main Cast : -Choi Siwon -Choi Sooyoung -Cho Kyuhyun

Genre : Romance

PG : 15

Length : Chapter

Happy Reading~

“ini apartement mu?”, tanya kyuhyun pada yeoja yang di tabrak nya tadi. Yeoja itu hanya mengangguk.

“di lantai berapa?”, 

“lantai atas”, jawab nya santai. Kyuhyun pun memperhatikan deretan bangunan apartement itu.

‘lantai atas berarti….. lantai 5. Mwo! Lantai 5?!’, batin kyuhyun.

 

PART 6

 

Kyuhyun POV

Aku pun keluar dari mobil lalu menggendong gadis itu. Gadis ini benar-benar. Apartement nya ada di lantai 5. Dan tadi ia bersikeras untuk pulang sendiri dengan keadaan kaki seperti itu. Apa jadi nya jika aku tidak mengantar nya. Walaupun sempat berdebat dengan nya, tapi akhirnya ia menurut untuk ku antar pulang. Kalau ku perhatikan, yeoja ini cantik juga. Mata nya bulat, iris mata nya yang cokelat, hidung nya yang mancung, kulit nya yang putih dan bibir nya yang merah seperti ceri.

‘haish! Kyuhyun-ah apa yang terjadi pada mu?’, batin ku.

Sesampai nya di apartement nya, aku pun menurunkan nya di sofa. Ku perhatikan apartement nya. Mewah. Sudah bisa ku tebak kalau ia anak orang kaya. Apartement nya pun terletak di kawasan elit.

“chogiyo”, ucap nya lalu menyodorkan ku sebuah kertas dan pena.

Aku pun mengernyitkan dahi ku. Apa maksud nya?.

“tulis nama dan nomor rekening mu. Besok akan ku kembalikan biaya rumah sakit nya”, ucap nya santai.

Ku letakkan kertas dan pena itu di meja yang berada di depan sofa lalu aku duduk di samping nya. Aku menatap nya lekat-lekat.

“aku menggunakan uang ayah ku. Kalau kau ingin mengembalikan nya, temui saja ayah ku”, kata ku lalu mengalihkan pandangan ku dari diri nya.

“yak! Neo jeongmal…..”

“sudahlah. Masalah seperti ini tidak usah diribut kan. Lagi pula aku yang membuat mu terluka, sudah sepantas nya aku membayar biaya rumah sakit nya”, potong ku.

“siapa nama mu?”, tanya ku.

“untuk apa kau tahu”, jawab nya ketus. Haish! Yeoja ini benar-benar.

Aku pun mengambil tas nya yang terletak di atas meja. Ku buka dompet nya dan ku ambil kartu mahasiswa nya.

“Park Hyun ah. Jadi, nama mu Park hyun ah”, kata ku sambil tetap memegang kartu mahasiswa nya.

“yak! Apa yang kau lakukan!”, teriak nya.

Ia pun berusaha mengambil kartu mahasiswa nya dari ku. Tapi aku langsung berdiri dan menjauh dari nya.

“kau kuliah di DAESANG University. Tapi aku tidak pernah melihat wajahmu di sana”, kata ku sambil memperhatikan nya.

“yak! Kembalikan!”, teriak nya nyaring.

“arraseo,,, arraseo”, kata ku lalu menyerahkan kartu mahasiswa nya.

“haish! Aku benar-benar sial hari ini!”, gerutu nya tapi itu masih terdengar oleh ku.

“kau tidak sial, Ny. Park. Kau malah beruntung bertemu pria baik hati dan tampan seperti ku”

“Haish! Kenapa kau masih di sini! Sana keluar!”, teriak nya mengusir ku.

Yeoja ini benar-benar. Karena tidak ingin berdebat lebih lama dengan nya, aku pun berjalan menuju pintu. Tapi sesampai nya aku di depan pintu, aku membalikkan tubuh ku.

“hmmmm…. aku lupa memberitahu mu. Aku, Cho Kyuhyun. Aku juga kuliah di Daesang University. Tidak ku sangka kalau kita…”

“Pergi!”, teriak nya yaring.

Sontak aku langsung menutup telinga ku. Apa hobi yeoja ini berteriak?!.

“arraseo. Sampai jumpa lagi”, ucap ku sambil tersenyum . Lalu aku keluar dari apartement nya.

 

Siwon POV

Aku masih berdiri di balkon kamar ku. Menikmati dingin nya angin malam yang berhembus. Ini sudah larut malam, tapi aku belum berniat untuk tidur. Aku masih mengingat kejadian antara aku dan soo young. Hal ini seperti mimpi. Mimpi yang terlalu indah.

“siwon-ah”, ucap seorang namja dari arah belakang ku. Suara yang sangat familiar. Suara sahabat ku, kyuhyun. Sekarang ia sudah berada di samping ku.

“kenapa kau datang?”, tanya ku tanpa melihat nya.

“Haish! Kau ini, apa tidak ada yang ingin kau ceritakan padaku?”,

Aku terdiam. Apa yang harus ku katakan. Apa aku harus cerita tentang kejadian antara aku dan soo young. Tapi bagaimana dengan perasaan kyuhyun?. Walaupun ia terus menyuruhku bersama dengan soo young. Tapi tetap saja aku merasa tidak enak untuk menceritakan hal yang terjadi antara aku dan soo young.

“wae? Kenapa kau diam?. Soal kejadian tadi pagi di pinggir jalan, kau tidak ingin menceritakan nya pada ku?”, tanya nya pada ku. Sontak aku langsung menatap nya.

“aku tahu kejadian antara kau dan soo young. Aku melihat nya. Aigooo…. tidak ku sangka ternyata sahabat ku ini dewasa”, ucap nya lalu memeluk ku.

Kalau di lihat dari reaksi nya, seperti nya ia sudah merelakan soo young sepenuh nya untuk ku. Seperti nya ia sedang bahagia hari ini. Apa dia bahagia karena aku sudah bersama soo young? Tapi seperti nya bukan karena hal itu. Ia melepaskan pelukan nya. menatap ku lalu tersenyum.

“wae? Apa terjadi sesuatu?”, tanya ku.

“ne. Hari ini memang terjadi sesuatu”, jawab nya sambil tersenyum. Ada apa dengan nya hari ini?

Dia mulai menceritakan hal yang terjadi pada nya hari ini. Ia menceritakan seorang yeoja yang bernama Park hyun ah. Ia sangat antusias menceritakan yeoja itu. Seperti nya ia tertarik pada yeoja yang bernama Park hyun ah itu. Bahkan senyum nya terus terukir di wajah nya saat ia menceritakan nya.

“kyuhyun-ah, apa kau menyukai nya?”, tanya ku penasaran.

“aku belum menyukai nya. Hanya saja, aku merasa tertarik pada yeoja itu”,

“itu sama saja”,

“tentu berbeda. Jika aku menyukai nya itu sudah pasti aku tertarik pada nya. tapi jika aku tertarik pada nya belum tentu aku menyukai nya. Lagi pula, ia yeoja yang menyebalkan. Ia terus mendebat ku saat berbicara. Mungkin setiap bertemu, kami akan saling bertengkar. Dalam hal seperti ini, mana bisa aku menyukai nya”, jelas nya

“tentu saja bisa. Contoh nya aku dan soo young. Sejak awal kami selalu bertengkar bukan?”,

“benar juga. Tapi aku dan dia mana mungkin…… aaargh! Sudahlah. Aku lelah. Aku ingin tidur”, ucap nya lalu berjalan menuju kamar ku. Aku hanya tertawa melihat tingkah nya.

 

Soo young POV

Pagi ini aku bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Entah kenapa aku sangat bersemangat untuk kuliah. Apa karena akan bertemu siwon?. Mungkin begitu. Hari ini aku memakai jeans biru yang ku padukan dengan sebuah kemeja berwarna peach. Aku juga memakai beberapa asesoris tambahan. Aku memakai heels berwarna biru, tidak terlalu tinggi. Aku terus memperhatikan diri ku di cermin.

“sampai kapan kau akan berdiri di depan cermin?”, celetuk Luna tiba-tiba.

“kau sudah cantik Ny. Choi”, lanjut nya.

“tumben sekali kau memanggil ku Ny. Choi”, ucap ku sambil menatap nya.

“benar juga, kau sekarang memang Ny. Choi bukan. Marga kalian sama. Jika kau menikah dengan nya nanti pun pasti marga mu tidak berubah”, ucap nya.

Sontak aku diam. Menikah dengan nya? tentu tidak mungkin. Sekarang aku sudah sekarat. Umur ku tinggal beberapa hari lagi. Jika memikirkan nya, rasa nya aku ingin menangis.

Aku pun mengambil tas ku dan keluar dari kamar. Aku langsung menuju bagasi dan mengendarai mobil ku. Tak terasa butiran bening itu keluar dari mata ku. Rasa nya sakit. Sakit saat mengetahui aku tidak bisa bersama dengan orang yang ku cintai. Jangan kan bersama, untuk melihat nya lagi pun aku tidak bisa. Apa lagi sekarang aku mengetahui perasaan nya. ia mencintai ku. Choi Siwon mencintai ku. Itulah yang ku impikan. Tapi saat impian itu terjadi, aku malah tidak bisa menggapai nya.

Aku terus menangis. Aku masih ingin di sini. Aku masih ingin melihat nya. aku masih ingin melihat mata nya, hidung nya dan bibir nya. aku juga masih ingin mendengar suara nya, mendapatkan dekapan hangat tubuh nya dan sentuhan lembut bibir nya. Aku masih menginginkan nya. Aku sangat menginginkan nya. Kenapa hal ini terjadi pada ku?  Kenapa?

 

Author POV

Soo young sedang duduk melamun sendirian di taman belakang kampus. Taman belakang kampus ini sangat indah dan udara nya sangat sejuk. Soo young duduk di bawah pohon. Ia menyenderkan tubuh nya di pohon tersebut dan kaki nya di luruskan. Di temani angin yang berhembus, soo young berusaha menenangkan pikiran nya. ia memejamkan mata nya dan merasakan angin yang berhembus.

 Tanpa di sadari soo young, siwon datang menghampiri nya. soo young tidak bergeming. Ia tetap memejamkan mata nya. Siwon duduk di samping nya. Siwon terus memandangi wajah soo young tanpa di ketahui oleh sang empu nya. melihat setiap lekuk wajah soo young. Siwon mendekatkan wajah nya ke wajah soo young. Bahkan sekarang deru nafas mereka dapat di rasakan masing-masing. Soo young merasa ada seseorang di hadapan nya dengan jarak yang dekat sampai soo young dapat merasakan deru nafas nya.

Belum sempat soo young membuka mata nya, tiba-tiba saja sebuah benda basah nan lembut menyentuh bibir nya. Soo young tidak jadi membuka mata nya. bibir siwon mulai bergerak. Bibir nya melumat bibir soo young pelan. Sangat pelan dan lembut.

‘ini seperti ciuman namja itu, choi siwon’, batin soo young.

Soo young mulai meyakini jika pemilik bibir yang sedang melumat lembut bibir nya itu adalah siwon. Soo young mulai membalas nya. Di lumat nya bibir siwon pelan. Kedua nya saling memperdalam hingga akhir nya siwon melepaskan ciuman nya. soo young mulai membuka mata nya dan hal yang pertama di lihat nya adalah mata teduh seorang choi siwon. Sebuah senyuman terukir di wajah soo young.

“apa yang sedang kau fikirkan? Apa terjadi sesuatu?”, tanya siwon memulai pembicaraan.

“aniyo. Tidak ada apa-apa”, jawab soo young.

“don’t lie to me. Aku yakin kau sedang ada masalah. Kenapa kau senang sekali menyembunyikan sesuatu dari ku?”, ucap siwon lalu mulai berbaring dan meletak kan kepala nya di atas paha soo young.

“jika waktu nya sudah tepat, aku akan memberitahu mu”, kata soo young yang terus menatap siwon. Begitu juga dengan siwon, ia terus menatap soo young.

“arraseo”, ucap nya sambil mencubit pelan hidung soo young.

Kedua insang itu pun mulai mengukir sejarah cinta mereka. Pohon itu menjadi saksi kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini. Mereka terus bercanda. Sebuah senyuman terus terukir di wajah mereka. Tapi, apakah mereka masih bisa tersenyum jika salah satu dari mereka menghilang dari dunia ini?

 

Siwon POV

Sore ini aku sudah tidak ada jam kuliah, tapi soo young masih ada hingga malam. Lalu apa yang harus ku lakukan sekarang?

“Siwon-ah”, teriak seorang dari arah belakang ku yang ku yakini itu adalah suara kyuhyun. Aku pun membalik kan tubuh ku.

“waeo?”, tanya ku ketika ia sudah sampai tepat di hadapan ku.

“antarkan aku ke tempat yeoja yang ku tabrak waktu itu”,

“untuk apa?”, tanya ku bingung.

“untuk melihat keadaan nya. Khajja, kita berangkat”, ucap nya lalu menarik ku ke mobil.

Aku pun mengendarai mobil dan menuju ke tempat yang di inginkan oleh kyuhyun. Setelah sampai ia keluar dari mobil. Aku pun membuka kaca mobil ku.

“kyuhyun-ah”, panggil ku.

“apa kau menyukai yeoja itu ?”, tanya ku. Sebenar nya aku pun tidak tahu yeoja itu seperti apa.

“mungkin”, jawab nya santai.

“bukankah waktu itu kau mengatakan hanya tertarik saja pada yeoja itu”

“tertarik itu sama saja menyukai bukan?”, ucap nya lalu berbalik dan berjalan menuju bangunan apartement itu.

“dasar! Bukankah dia sendiri yang bilang kalau tertarik dan menyukai itu berbeda. Dasar aneh”, gumam siwon lalu pergi.

 

Kyuhyun POV

Ku tekan bel apartement nya. Pintu nya terbuka dan keluar lah seorang namja. Ia yang membuka kan pintu. Siapa dia? Kenapa dia ada di dalam apartement nya Hyun ah.

“oppa, siapa yang datang?”, tanya Hyun ah yang keluar dari kamar nya dengan piyama mandi dan sehelai handuk yang ia pakai untuk mengeringkan rambut nya. Terlihat ia baru saja selesai mandi.

“Neo!”, teriak nya saat mengetahui aku yang datang ke apartement nya.

Aku langsung masuk saja dan memasang wajah tanpa dosa. Aku langsung duduk di sofa yang ada di hadapan nya. pria itu menutup pintu dan menghampiri kami yang sedang saling memberikan tatapan tajam satu sama lain. Hyun ah langsung mengalih kan pandangan nya saat namja itu berdiri di samping nya.

“oppa, aku harus bicara dengan mu sebelum kau bicara dengan lelaki gila ini”, ucap nya lalu menarik tangan namja itu dan mereka masuk ke dalam kamar.

Apa-apaan ini? Mereka masuk ke dalam kamar. Siapa namja itu? Apa itu namja yang ia sebut oppa saat di rumah sakit waktu itu. Tapi apa yang ia lakukan di sini. Dan lagi tadi Hyun ah terlihat seperti orang yang baru selesai mandi saat keluar dari kamar. Jangan-jangan mereka…….. aniyo itu tidak mungkin terjadi. Aku yakin Hyun ah bukan orang yang seperti itu. Ku lihat pintu kamar terbuka dan keluar dari dalam kamar. Ia berjalan ke arah ku dan duduk di samping ku.

“gomawo”, ucap nya tiba-tiba.

“walau pun kau yang menyebab kan dia terluka tapi kau juga yang membawa nya ke rumah sakit. Gomawo. Kau pria yang bertanggung jawab”, lanjut nya lagi.

“kau siapa ?”, tanya ku ketus.

“seharus nya kau tidak bersikap seperti ini pada ku. Aku yakin kau pasti menyukai nya. kalau kau tidak menyukai nya, kau tidak mungkin ke sini dengan alasan untuk melihat luka nya. seharus nya kalian tidak ada hubungan lagi bukan, setelah kejadian itu. Tapi, aku bukan lah orang yang mudah melepaskan. Asal kau tahu, aku orang yang sulit untuk di mintai restu”, ucap nya lalu pergi.

Cih’ restu? Siapa yang membutuh kan restu dari nya? dia fikir dia siapa. Tapi, bagaimana dia bisa tahu, kalau alasan ku ke sini untuk melihat luka nya. Seingat ku, aku belum memberitahu nya. Dasar laki-laki aneh.

Lalu Hyun ah keluar dari kamar. Ia memakai celana pendek selutut dan T-shirt pendek. Ia berjalan ke arah ku. Ia menarik sebuah kursi dan duduk tepat di hadapan ku.

“untuk apa kau ke sini?”, tanya nya to the point.

“untuk melihat luka di kaki mu. Apa sudah sembuh?”,

“luka nya sudah sembuh dan juga aku sudah bisa berjalan dengan normal”, jelas nya.

“baguslah”, kata ku sambil tersenyum.

Ia terus menatap ku tajam. Ku balas tatapan nya itu.

“kenapa kau belum pergi ?”, tanya nya yang terus menatap ku tajam.

“bukankah kau ke sini hanya untuk menanyakan keadaan kaki ku. Sekarang kau lihat kan kaki ku sudah sembuh dan juga aku sudah bisa berjalan normal. Lalu kenapa kau masih di sini?. Aku heran, kenapa oppa tadi tidak mengusir mu. Ia malah berterima kasih pada mu. Cih’ , menjijikkan”, ungkap nya panjang lebar.

“oppa? Apa dia yang kau panggil oppa saat di rumah sakit waktu itu? Tidak bisakah kata itu tidak keluar dari mulut mu?”, ucap ku sedikit kesal. Aku pun tidak tahu kenapa diri ku kesal mendengar Hyun ah memanggil namja itu oppa.

“lagi pula apa bagus nya dia? Dia terlihat aneh. Dia berkepala besar dan juga lebih pendek dari ku. Sebenar nya apa yang kau lihat dari namja seperti itu”, lanjut ku lagi.

“yak! Cho Kyuhyun!”, teriak nya tepat di hadapan ku. Ku lihat ia marah.

“wae? Kenapa kau marah?”,

“mana ada seorang adik yang tidak marah ketika mendengar seseorang menjelek-jelekkan kakak kandung nya! kau benar dia yang ku panggil oppa saat di rumah sakit. Kau! jangan pernah kau mengatai yesung oppa seperti itu. Atau aku akan merobek mulut mu”, jelas nya dengan penuh emosi.

“mwo?! Kakak kandung mu !?”,

 

Soo young POV

“siwon-ah, gomawo sudah mengantar ku pulang”, ucap ku pada nya.

“gwenchana. Masuklah”, ucap nya menyuruh ku masuk ke dalam rumah. Sekarang aku dan siwon masih ada di depan pintu gerbang rumah ku.

“ini sudah malam. Aku pulang dulu”, ucap nya lalu mendekatkan wajah nya ke arah ku. Ia mencium kening ku. Cukup lama. Setelah itu ia masuk mobil dan pulang.

Aku masih diam mematung di tempat ku. Jantung ku masih berdetak cepat. Aku tersenyum sambil memegang kening ku yang baru saja ia cium. Aku tersenyum sendiri memgingat kejadian barusan.

“sampai kapan kau akan berdiri seperti itu”, ucap seseorang yang membuyar kan lamunan ku. Aku pun menoleh kebelakang. Ku dapati Luna yang tengah berdiri di tengah pintu gerbang.

“masuklah”, ajak nya. aku pun melangkah kan kaki menuju rumah. Aku yakin Luna melihat nya. Biarlah! Dia memang selalu tahu apa yang terjadi pada ku bukan.

 

Author POV

Hari berlalu begitu cepat bagi soo young. Sekarang waktu yang tersisa tinggal dua hari. Dengan pilihan yang di hadapkan Luna pada nya. tentu ia memilih pergi dari dunia ini. Karena hal yang paling menyedih kan bagi manusia adalah di tinggal pergi oleh orang yang di sayangi.

Kini soo young tengah berada di kampus. Ia mencari-cari keberadaan siwon karena sejak pagi tadi ia tidak melihat nya. soo young pun mencari ke taman belakang kampus. Dan benar saja siwon ada di sana.

Siwon tengah berbaring di atas rerumputan hijau. Soo young pun menghampiri nya. Di lihat nya siwon tengah tertidur. Soo young pun mendekat kan wajah nya pada siwon. Di perhatikan nya lekuk wajah siwon.

“aku tahu aku tampan”, ucap siwon tiba-tiba.

Sontak soo young langsung mengangkat wajah nya tapi di tahan oleh siwon. Di tatap nya manik mata indak milik soo young.

“ku pikir kau tidur”, ucap soo young gugup.

Siwon hanya tersenyum melihat soo young yang tengah gugup saat ini. Siwon memegang tengkuk soo young dan menarik nya supaya lebih dekat dengan siwon dan

 

CHU~~~

 

Bibir mereka bertemu. Dengan posisi wajah soo young yang ada di atas. Mulai di lumat nya bibir soo young. Dan soo young pun mulai membalas. Tangan siwon semakin menekan tengkuk soo young untuk memperdalam ciuman dan……

“siwon-ah, hari ini aku…..”, ucapan kyuhyun berhenti saat melihat pemandangan yang ada di hadapan nya.

“tidak melihat Park hyun ah”, lanjut kyuhyun dengan nada yang sangat pelan.

Soo young dan siwon sudah merubah posisi mereka menjadi duduk. Soo young membenarkan baju nya sedangkan siwon memegang tengkuk nya dan menatap kyuhyuh.

“benarkah? Apa sudah kau cari?”, tanya siwon gugup.

“ne, aku sudah mencari nya tadi. Mianhe jika aku mengganggu kalian. Aku akan pergi, silahkan lanjutkan yang tadi”, ucap kyuhyun lalu meninggalkan siwon dan soo young.

Hening! Suasana menjadi canggung.

“apa kyuhyun mencari Hyun ah?”, tanya soo young untuk mencairkan suasana.

“ne. Kau mengenal nya?”,

“ne. Dia adalah anak teman ayah ku. Aku sempat bertemu beberapa kali dengan nya”

“tapi kenapa kyuhyun mencari nya?”, tanya soo young.

Siwon pun menceritakan kejadian antara kyuhyun dan Park hyun ah.

“eoh begitu rupa nya. Tapi jika kyuhyun ingin mencari Hyun ah jangan di kampus”, ucap soo young

“waeo?”, tanya siwon bingung.

“karena Hyun ah tidak pernah menginjak kan kaki di kampus ini. Sebenarnya ia terdaftar sebagai mahasiswi di sini tapi ia sama sekali tidak pernah datang ke sini”, jawab soo young.

“kenapa seperti itu?”,

“karena ia tidak suka kuliah di sini. Sebenar nya ia ingin kuliah di Paris tapi orang tua nya tidak mengijinkan. Dia tidak pernah kuliah mungkin saja sebagai bentuk pemberontakan pada orang tua nya”, jelas soo young.

“lalu, jika ia tidak kuliah, ia pergi ke mana?” tanya siwon

“aku juga tidak tahu tapi aku sering melihat nya di Pusat Pelatihan Judo. Jika kyuhyun ingin menemui nya pergi saja ke sana”, saran soo young.

 

Soo Young POV

Seharian ini, ku habiskan waktu ku bersama siwon. Kami jalan bersama ke berbagai tempat. Ku lihat ia terus tersenyum hari ini. Apakah dia bahagia?

Sekarang kami berada di pantai. Menikmati pemandangan matahari terbenam . Ku sandar kan kepala ku di bahu nya.

“kau suka melihat sunset ?”, tanya siwon yang masih melihat ke arah pantai.

“ne”,

“waeo?”, tanya nya lagi.

“karena sunset adalah bukti nyata bahwa perbedaan itu indah”, jawab ku.

Ku lihat ia hanya tersenyum mendengar jawaban ku. Kami terus menikmati pemandangan ini sampai matahari benar-benar tenggelam. Setelah itu siwon mengantar ku pulang.

 

****

 

Kami sudah sampai di depan rumah ku. Aku keluar dari mobil begitu juga dengan nya.

“siwon-ah , gomawo sudah mengantar ku pulang”,

“ne. Masuklah”, ucap nya.

“siwon-ah, aku ingin meminta sesuatu padamu”, kata ku.

Ku tatap mata nya. mata teduh itu, aku akan sangat merindukan nya. aku tidak sanggup mengatakan ini padanya. Tapi aku harus mengatakan ini pada nya karena ini sudah bagian dari rencana ku dan juga supaya ia tidak terlalu sedih saat ku tinggalkan nanti nya.

“soo young-ah! Soo young-ah!”, ucap nya membuyarkan lamunan ku.

“kenapa malah melamun. Kau ingin meminta apa?”, tanya nya.

“siwon-ah”, ucap ku lirih. Aku menggenggam erat ujung baju ku. Ini terlalu sakit untuk ku.

“aku ingin …… aku ingin besok kita tidak usah bertemu”, ucap ku

Aku menahan air mata ku yang mendesak keluar. Ini terlalu sakit. Tadi nya aku ingin memutuskan nya tapi malah kata-kata itu yang keluar dari mulut ku. Ku tatap mata nya. Dada ku sesak. Ku tatap diri nya. dapat ku tebak kalau ia terkejut dengan apa yang ku ucap kan.

“waeo? Kenapa tiba-tiba tidak ingin bertemu dengan ku?”,

“aku tahu kau pasti bingung karena permintaan ku ini. Aku hanya ingin menguji rasa rindu kita. Aku ingin kita tidak bertemu selama 1 x 24 jam. Aku tahu aku pasti akan merindukan mu. Dan aku juga tahu kau pasti akan sangat merindukan ku, ya kan?”, kata ku dengan senyuman terpaksa.

“kau percaya diri sekali. Arraseo, kau ingin menguji ku kan. Baiklah, kita tidak bertemu selama 1 x 24 jam. Bagaiman kalau kita bertaruh?”,

“ne?”,

“ya, kita bertaruh. Siapa yang duluan menghubungi maka dia kalah. Dan sebagai hukuman dia harus menuruti apapun keinginan pemenang. Eottae?”

“arraseo. Kau kira aku takut. Kita lihat saja nanti”, kata ku yang langsung mengundang gelak tawa nya. manis sekali.

“baiklah. Aku masuk dulu”, ucap ku langsung berbalik arah.

Aku terhenti saat berada di depan pintu gerbang. Ini semua terlalu berat. Aku pun berbalik dan berjalan menuju ke arah nya. ku tatap mata teduh nya lalu aku memeluk nya. ia pun membalas pelukan ku. Hangat sekali. Aku pasti akan merindukan kehangatan dalam pelukan nya. Akhir nya air mata yang mati-matian ku tahan keluar juga. Ku menangis di pelukan nya.

“wae? Kenapa menangis? Permainan ini belum di mulai”, ucap nya yang menyadari jika aku menangis.

Ku renggangkan pelukan nya dan menatap mata nya. ke dekatkan wajah ku lalu mencium bibir nya. ini adalah terkhir kali nya aku bisa merasakan nya.

Ku lumat bibir nya dan ia pun membalas lumatan bibir ku. Ku tarik tengkuk nya untuk memperdalam ciuman kami. Ciuman ini semakin dalam dan membuat ku enggan melepas nya padahal aku mulai kehabisan nafas. Ia pun melepaskan tautan bibir kami. Aku hanya menatap nya. aku masih menginginkan nya. setidak nya untuk terakhir kali.

Tangan nya menghapus air mata ku yang mengalir di pipi. Mata kami terus bertatapan.

“uljima”, ucap nya yang masih terus menatap ku.

Aku kembali memeluk nya. Merasakan aroma tubuh nya. Merasakan kehangatan tubuh nya. Setelah itu aku melepaskan pelukan ini. Aku langsung berlari menuju rumah. Ku tinggalkan ia tanpa mengucapkan apapun. Aku langsung berlari menuju kamar. Ku buka pintu kamar ku lalu ku tutup.

Aku terjatuh di lantai. Hati ku sakit. Dada ku sesak. Aku terus menangis. Ini terlalu berat untuk ku. Aku masih ingin bersama nya tapi kenapa takdir tidak berpihak kepada ku.

 

Author POV

Luna tidak tega melihat sahabat nya seperti itu. Ia pun pergi menemui seseorang. Seseorang yang ia yakini bisa membantu sahabat nya itu.

Ia pun sampai di sebuah istana yang berada di bawah laut. Sebuah istana megah. Ia pun memasuki istana dan mencari sang ratu. Ia melihat sang ratu sedang duduk di singgasana. Luna pun menghampiri nya.

“eomma”, ucap nya pada sang ratu yang ternyata eomma Luna.

“Luna!”, ucap sang ratu terkejut melihat kedatangan anak tunggal nya itu. Ia pun langsung menghampiri anak nya dan memeluk nya.

“eomma”, ucap Luna melepaskan pelukan nya.

“aku ingin meminta bantuan eomma”, ucap Luna memandang eomma nya serius.

 

~~~To Be Continue~~~

2 thoughts on “30 Days (Part 6/?)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: